Artikelilmiahs

Menampilkan 44.701-44.720 dari 48.759 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4470148072C1I021024THE EFFECT OF EARNING PER SHARE AND DEBT-TO-EQUITY RATIO ON STOCK PRICES MODERATED BY EARNINGS MANAGEMENT ON THE NON-CYCLICAL SECTOR IN MAIN BOARD INDEXPenelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh laba per saham dan rasio hutang pada ekuitas terhadap harga saham, dengan manajemen laba sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari laporan keuangan perusahaan sektor kebutuhan primer konsumen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada indeks papan utama selama periode 2022–2023. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Random Effect Model (REM) dan Moderated Regression Analysis (MRA) menggunakan EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) laba per saham berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham, (2) rasio hutang pada ekuitas berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham, (3) manajemen laba memperkuat pengaruh laba per saham terhadap harga saham secara signifikan, dan (4) manajemen laba juga memperkuat pengaruh rasio hutang pada ekuitas terhadap harga saham secara signifikan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peran manajemen laba penting dalam memperkuat sinyal keuangan yang diberikan kepada investor, terutama dalam menilai profitabilitas dan struktur modal perusahaan.This purpose of this study to analyze the effect of Earnings Per Share (EPS) and Debt-to-Equity Ratio (DER) on stock price by earnings management as a moderating variable. A quantitative approach was used by analyzing secondary data from the financial reports of consumer non-cyclical sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) under the Main Board Index during the 2022–2023 period. The analysis was conducted using panel data regression with the Random Effect Model (REM) and Moderated Regression Analysis (MRA) in EViews 12. The results show that: (1) EPS has a negative and insignificant effect on stock price, (2) DER has a negative and insignificant effect on stock price, (3) earnings management significantly strengthens the relationship between EPS and stock price, and (4) earnings management also significantly strengthens the relationship between DER and stock price. These findings imply that earnings management plays an important role in enhancing the financial signals perceived by investors, particularly in assessing a company's profitability and capital structure.
4470248921I1C021027Evaluasi Dosis Obat Antihipertensi pada Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Sokaraja 1Prevalensi hipertensi terus meningkat secara global, termasuk di Kabupaten Banyumas. Peningkatan hipertensi harus ditangani dengan tepat, salah satunya dengan evaluasi penggunaan antihipertensi. Ketidaksesuaian dosis menyebabkan inefektivitas terapi atau peningkatan risiko efek samping, sehingga mempengaruhi kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi dosis berdasarkan PNPK Tata Laksana Hipertensi Dewasa 2021 dan Drug Information Handbook. Penelitian ini merupakan studi non-eksperimental observasional deskriptif secara prospektif. Data dikumpulkan melalui analisis rekam medis pasien rawat jalan di Puskesmas Sokaraja 1. Sampel adalah pasien berusia 19-75 tahun, pasien prolanis dengan atau tanpa komorbid. Hasil dari 91 pasien menunjukkan 51,64% pasien menerima monoterapi dan 48,36% menerima politerapi. Penggunaan antihipertensi paling banyak diresepkan adalah amlodipin. Evaluasi peresepan menunjukkan dosis antihipertensi yang diberikan sesuai dengan literatur sebanyak 87 pasien (95,60%) dan yang tidak sesuai sebanyak 4 pasien (4,40%). Tingginya tingkat kesesuaian dosis ini menunjukkan bahwa tenaga kesehatan di Puskesmas Sokaraja 1 telah menerapkan terapi antihipertensi dengan baik dan sesuai standar.The global prevalence of hypertension continues to rise, including in Banyumas Regency, Indonesia. This increasing trend requires appropriate management strategies, one of which is the evaluation of antihypertensive drug use. Inappropriate dosing may result in suboptimal therapeutic outcomes or increased risk of adverse effects, ultimately affecting patients’ quality of life. This study aimed to evaluate the appropriateness of antihypertensive dosing based on the 2021 National Clinical Practice Guidelines for the Management of Adult Hypertension (PNPK) and the Drug Information Handbook. A prospective, non-experimental, observational descriptive study was conducted using outpatient medical records from Sokaraja 1 Primary Healthcare Center. The study included hypertensive patients aged between 19 and 75 years, enrolled in the Prolanis program, with or without comorbid conditions. A total of 91 patients were evaluated, of whom 51.64% received monotherapy and 48.36% received combination therapy. Amlodipine was the most frequently prescribed antihypertensive agent. Dose evaluation showed that 87 patients (95.60%) received medications in accordance with guideline-recommended dosages, while 4 patients (4.40%) received doses outside the recommended range. The high rate of dose conformity indicates that healthcare providers at Sokaraja 1 Primary Healthcare Center have successfully implemented antihypertensive therapy in accordance with national and international standards.
4470349074H1D021053IMPLEMENTASI AUTOMATED ESSAY SCORING PADA PENILAIAN KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENULIS SISWA SMP DI KABUPATEN KUNINGAN MENGGUNAKAN MODEL LONG SHORT-TERM MEMORY BERBASIS WEBSITEPenilaian esai yang dilakukan secara manual membutuhkan waktu yang cukup lama, terutama jika soal dan jumlah siswa yang banyak. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu sistem yang dapat membantu mempercepat proses penilaian tanpa mengurangi kualitas penilaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem Automated Essay Scoring (AES) yang mampu menilai kemampuan membaca dan menulis siswa SMP di Kabupaten Kuningan secara otomatis dan efisien. Sistem ini dibangun menggunakan model Long Short-Term Memory (LSTM) dan diimplementasikan dalam bentuk aplikasi web berbasis Flask. Data jawaban esai yang telah diperoleh akan diproses melalui tahapan prapemrosesan, yaitu ada case folding, stemming menggunakan library Sastrawi, serta tokenisasi. Representasi kata dikonversi menjadi vektor menggunakan Word2Vec. Model LSTM terdiri dari dua layer LSTM, satu layer dense, dan satu layer output. Skor prediksi dinormalisasi menggunakan MinMaxScaler agar sesuai dengan skala penilaian guru. Evaluasi dilakukan menggunakan metrik Quadratic Weighted Kappa (QWK), dengan hasil akhir sebesar 0,81 yang menunjukkan kesesuaian tinggi antara skor model dan skor acuan. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem dapat mempercepat proses penilaian esai secara daring dengan hasil yang cukup akurat.Manual essay grading takes quite a long time, especially if the questions and the number of students are large. Therefore, a system is needed that can help speed up the assessment process without reducing the quality of the assessment. This research aims to develop an Automated Essay Scoring (AES) system that is able to assess the reading and writing skills of junior high school students in Kuningan Regency automatically and efficiently. This system is built using the Long Short-Term Memory (LSTM) model and implemented in the form of a Flask-based web application. Essay answer data that has been obtained will be processed through preprocessing stages, namely case folding, stemming using the Sastrawi library, and tokenization. The word representation is converted into vectors using Word2Vec. The LSTM model consists of two LSTM layers, one dense layer, and one output layer. Prediction scores are normalized using MinMaxScaler to match the teacher rating scale. Evaluation was conducted using the Quadratic Weighted Kappa (QWK) metric, with a final result of 0.81 indicating high agreement between the model scores and the reference scores. These results show that the system can speed up the online essay grading process with fairly accurate results.
4470448073I1A021036ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI KUALITAS HIDUP PENDERITA REUMATIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2024Latar Belakang: Penyakit reumatik merupakan salah satu penyakit autoimun yang dapat menyerang sistem imun tubuh seseorang menimbulkan berbagai keluhan mulai dari nyeri sendi hingga ke permasalahan psikologi dan dapat berimplikasi terhadap kualitas hidup penderitanya. Wilayah kerja puskesmas Karanglewas mengalami kenaikan kasus reumatik sebanyak 28% pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang memengaruhi kualitas hidup penderita reumatik di wilayah kerja Puskesmas Karanglewas Kabupaten Banyumas tahun 2024.

Metode: Metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 69 responden dipilih berdasarkan total sampling. Variabel dependen pada penelitian ini adalah kualitas hidup. Variabel Independen pada penelitian ini adalah usia, jenis kelamin, Pendidikan, pekerjaan, status ekonomi, dukungan keluarga dan pemanfaatan puskesmas Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, dokumentasi dan alat tulis. Uji statistik yang digunakan analaisis univariat, bivariat (chi-square) dan multivariat (regresi logistik).

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan dalam variabel yang memengaruhi kualitas hidup penderita reumatik yang buruk adalah variabel pemanfaatan puskesmas yang tidak tidak memanfaatkan (p value: 0,000; POR: 82,455: CI. 95%: 7,315 – 929,473) dan status ekonomi yang tidak sejahtera (p-value 0,003; POR: 11,088; CI. 95%: 2,223 – 55,302).

Kesimpulan: Mayoritas responden memiliki kualitas hidup yang buruk (50,7%). Puskesmas Karanglewas dapat meningkatkan pelayanan kesehatan dengan meningkatkan budaya 5S (senyum, Salam, Sapa, Sopan dan santun) dan masyarakat tidak sejahtera dapat memanfaatkan program kesehatan gratis yang di berikan oleh pemerintah seperti memaksimalkan penggunaan BPJS untuk perawatan kesehatan.



Kata Kunci: Reumatik, Faktor resiko, Kualitas hidup
Background: Rheumatic diseases are common conditions that affect the body's immune system. These diseases can cause various complaints, ranging from joint pain to psychological issues, which may have implications for the patient's quality of life. The working area of the Karanglewas Public Health Center (Puskesmas) has experienced an increase in cases in 2024. This study aims to analyze the factors influencing the quality of life of individuals with rheumatic diseases in the working area of the Karanglewas Public Health Center, Banyumas Regency, in 2024.

Methods: This research employs a descriptive quantitative method with a cross-sectional approach. A total of 69 respondents were selected using total sampling. The dependent variable in this study is quality of life, while the independent variables include age, gender, education, occupation, economic status, family support, and utilization of health services at the public health center. The research instruments used include questionnaires, documentation, and writing tools. The statistical tests applied include univariate analysis, bivariate analysis (chi-square), and multivariate analysis (logistic regression).

Results: The study results indicate a significant relationship between economic status (p-value = 0.005), family support (p-value = 0.002), and the utilization of public health services (p-value = 0.000). Two variables were found to significantly affect the quality of life of individuals with rheumatic diseases: economic status (p-value = 0.003; POR: 11.088; 95% CI: 2.223–55.302) and utilization of public health services (p-value = 0.000; POR: 82.455; 95% CI: 7.315–929.473). The majority of individuals with rheumatic diseases (50.7%) were found to have a poor quality of life. The factors contributing to poor quality of life were the lack of utilization of public health services and poor economic status.

Conclusion: The majority of individuals with rheumatic diseases have a poor quality of life (50,7%). The Karanglewas Public Health Center needs to take further action to address this issue by improving the overall quality of life of the community, particularly for individuals with rheumatic diseases.


Keywords: Rheumatism, Risk Factors, Quality of Life
4470548074A1D021142Karakter Kadar Air, Ukuran Partikel, dan pH pada Proses Pengomposan Kotoran Sapi dan Kambing dengan Bioaktivator BerbedaPenggunaan pupuk anorganik secara berlebihan dalam budidaya tanaman berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, serta mengancam keamanan pangan. Sebagai alternatif, diperlukan penggunaan pupuk organik untuk menciptakan budidaya tanaman yang berkelanjutan dan aman. Pupuk organik dapat dibuat dari kotoran ternak dan ditambahkan bioaktivator untuk mempercepat proses pengomposan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kompos pada proses pengomposan kotoran sapi dan kambing dengan penambahan bioaktivator berbeda, yaitu bioaktivator kotoran sapi, tongkol jagung, dan M-21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan menghasilkan kompos yang memenuhi standar SNI 7763:2018 pada variabel pH dan ukuran partikel. Namun, untuk variabel kadar air hanya bioaktivator tongkol jagung yang memenuhi SNI 7763:2018. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa bioaktivator alami (Kotoran sapi dan tongkol jagung) dapat menjadi alternatif pengganti bioaktivator komersial (M-21) dalam pembuatan kompos berbasis kotoran ternak.The excessive use of inorganic fertilizers in crop cultivation has negative impacts on the environment and human health, as well as threatening food security. As an alternative, the use of organic fertilizers is necessary to create sustainable and safe agricultural practices. Organic fertilizers can be made from animal manure and can be supplemented with bioactivators to accelerate the composting process. This study aims to evaluate the quality of compost produced from the composting of cow and goat manure with the addition of different bioactivators, specifically cow manure bioactivator, corn cob, and M-21. The results indicate that all treatments produced compost that meets the standards set by SNI 7763:2018. Furthermore, the findings show that natural bioactivators (cow manure and corn cob) can serve as viable alternatives to commercial bioactivators (M-21) in the production of manure-based compost.
4470648075E1A021224PENJATUHAN SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU ANAK PADA TINDAK PIDANA PENGGUNAAN SENJATA TAJAM (Studi di Pengadilan Negeri Cilacap)Penjatuhan sanksi pidana kepada anak pelaku tindak pidana penggunaan senjata masih menekankan pada penjeraan dan pembalasan terhadap anak, hal ini dikarenakan, Hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana kepada anak bertujuan untuk memberikan efek jera kepada anak agar anak tidak mengulangi perbuatannya, hal ini tidak sesuai dengan Undang Undang No 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak yang bertujuan kepada keadilan restoratif dan rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana penjara terhadap pelaku Anak dan mengetahui penjatuhan pidana terhadap pelaku Anak dalam tindak Pidana penggunaan senjata tajam sudah tepat. Lokasi penelitian yaitu di Pengadilan Negeri Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris dengan spesifikasi penelitian Deskriptif Kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Hakim dalam penjatuhan sanksi pidana kepada Anak pada tindak pidana penggunaan senjata tajam berdasar pada fakta hukum, LITMAS, keterangan Orang Tua Anak dan apabila Hakim memberikan sanksi Pidana Penjara kepada Anak, Hakim mengharapkan agar Anak pelaku tindak pidana dapat jera. Penjatuhan pidana penjara kepada Anak pelaku Tindak Pidana Penggunaan Senjata Tajam tidak tepat, karena Hakim Pengadilan Negeri Cilacap masih berorientasi terhadap penjeraan, hal ini bertentangan dengan kehendak Undang Undang No 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.The imposition of criminal sanctions on children who commit the crime of using weapons still emphasizes deterrence and retaliation against children, this is because, Judges in imposing criminal sanctions on children aim to provide a deterrent effect on children so that children do not repeat their actions, this is not in accordance with Law No. 11/2012 concerning the Child Criminal Justice System which aims at restorative justice and rehabilitation. This study aims to determine the legal considerations of judges in imposing imprisonment on juvenile offenders and to determine whether the imposition of punishment on juvenile offenders in the crime of using sharp weapons is appropriate. The research location is at the Cilacap District Court. This research uses an empirical juridical approach method with Qualitative Descriptive research specifications. The data sources used are primary data and secondary data. The results of the study concluded that the judge in imposing criminal sanctions on children in the crime of using sharp weapons is based on legal facts, LITMAS, testimony of the child's parents and if the judge imposes a prison sentence on the child, the judge hopes that the child perpetrator of the crime can be deterred. The imposition of imprisonment on children who commit the crime of using sharp weapons is not appropriate, because the Judges of the Cilacap District Court are still oriented towards deterrence, this is contrary to the will of Law No. 11/2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System.
4470748076E1A021215PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU LANJUT USIA (LANSIA) KARENA KELALAIANNYA MENYEBABKAN KECELAKAAN YANG MENGAKIBATKAN KEMATIAN DI JALAN RAYA (Studi Putusan Nomor: 75/Pid.Sus/2024/PN PwtABSTRAK

KUHP belum mengatur secara khusus mengenai faktor lanjut usia sebagai pertimbangan hakim dalam pemidanaan. Majelis hakim dalam menjatuhkan pidana penjara kepada lansia cenderung hanya melihat pada kesalahan yang diperbuat dan tidak mempertimbangkan nilai-nilai dan rasa keadilan yang tumbuh dalam masyarakat. Hal ini tentunya bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. Penelitian ini bertujuan untuk membahas mengenai penerapan unsur tindak pidana yang dilakukan oleh hakim terhadap pelaku lansia yang melakukan tindak pidana lalu lintas dan memberi kritik terhadap pertimbangan hakim dalam penjatuhan sanksi pidana kepada pelaku lansia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis normatif dan menggunakan pendekatan perundang-undangan serta pendekatan kasus. Spesifikasi yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan preskriptif analitis dan dokumen hukum yang digunakan berasal dari data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Di dalam analisis dalam penelitian ini menggunakan metode normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim dalam menerapkan unsur tindak pidana terhadap pelaku lansia mengacu pada unsur Pasal 310 ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Namun, di dalam pertimbangan penjatuhan putusan pidana penjara terhadap lansia hakim hanya mengacu pada tuntutan jaksa tidak pada perundang-undangan lain yang berkaitan dengan perkara tersebut. Hal ini menimbulkan ketidakadilan bagi pelaku. Oleh karena itu, perlu segera dibentuk hukum positif yang mewadahi perlindungan hukum terhadap lansia karena merupakan kelompok rentan sama halnya seperti perlindungan kepada anak.

Kata Kunci: Pertanggungjawaban pidana; kecelakaan lalu lintas; lanjut usia; pertimbangan hakim.
ABSTRACT

The Criminal Code has not specifically regulated the elderly factor as a consideration for judges in sentencing. When sentencing elderly people to imprisonment, the judges tend to look only at the mistakes made and do not take into account the values and sense of justice that are growing in society. This is certainly contrary to the Law No. 13 of 1998 on the Welfare of the Elderly. This study aims to discuss the application of the elements of criminal offenses by judges against elderly offenders who commit traffic offenses and provide criticism of the judge's consideration in imposing criminal sanctions on elderly offenders.. This research uses normative legal research and uses a statutory approach and a case approach. The specifications used in this research use prescriptive analysis and the legal documents used come from secondary data obtained through literature studies. In the analysis in this study using qualitative normative methods. The results showed that the judge, when applying the elements of the criminal offense against elderly offenders, refers to the elements of Article 310 paragraph (4) of Law No. 22 Year 2009 on Road Traffic and Transportation. However, when considering the imposition of prison sentences against elderly perpetrators, the judge refers only to the prosecutor's charges and not to other laws related to the case. This creates injustice for the offender. Therefore, it is necessary to immediately enact a positive law that provides legal protection for the elderly because they are a vulnerable group just like the protection of children.

Keywords: Criminal liability; traffic accidents; elderly; judge’s consideration.
4470848077I1D021044HUBUNGAN ANTARA POLA ASUPAN NATRIUM, PERSENTASE LEMAK TUBUH, DAN RASIO LINGKAR PINGGANG PANGGUL DENGAN TEKANAN DARAH
(Studi pada Penjamah Makanan Kantin Universitas Jenderal Soedirman)
Latar Belakang: Penjamah makanan kantin cenderung mencicipi makanan selama proses pengolahan, yang dapat meningkatkan risiko hipertensi melalui asupan tinggi natrium dan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asupan natrium, persentase lemak tubuh, dan rasio lingkar pinggang penggul dengan tekanan darah pada penjamah makanan kantin di Universitas Jenderal Soedirman.

Metode: Desain penelitian cross sectional dengan pendekatan observasional analitik sebagai bagian dari penelitian besar berjudul “Analisis Status Gizi, Pola Konsumsi Pangan, serta Aktivitas Fisik terhadap Risiko Penyakit Tidak Menular pada Penjamah Makanan Kantin di Universitas Jenderal Soedirman”. Sebanyak 66 orang penjamah makanan kantin yang berpartisipasi dalam penelitian diperoleh menggunakan teknik total sampling. Pola asupan natrium dinilai menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnairef (SQ-FFQ), sedangkan persentase lemak tubuh, rasio lingkar pinggang panggul, dan tekanan darah diukur menggunakan bioelectrical impedance analysis (BIA), metlin, dan sphygmomanometer digital. Analisis statistik menggunakan uji Chi Square.

Hasil: Sekitar 60,6% responden memiliki asupan natrium tinggi dengan rata-rata 2419,32 mg/hari, dan 25,8% responden teridentifikasi mengalami hipertensi dengan rata-rata tekanan darah sistolik 119 mmHg dan diastolik 82 mmHg. Selain itu, sebanyak 68,2% responden memiliki excess body fat dan 33,3% mengalami obesitas abdominal. Asupan natrium menunjukkan hubungan yang signifikan dengan tekanan darah (p=0,033), sedangkan persentase lemak tubuh dan rasio lingkar pinggang panggul tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,394 dan p=0,426).

Kesimpulan: Diperlukan edukasi untuk mencegah peningkatan kejadian hipertensi.

Kata Kunci: penjamah makanan, asupan natrium, persentase lemak tubuh, hipertensi, obesitas.
Background: Canteen food handlers tend to taste the food during food processing which may increase the risk of hypertension through high sodium intake and obesity. This study aimed to determine the relationship between sodium intake patterns, body fat percentage, and waist-hip ratio with blood pressure among canteen food handlers in Jenderal Soedirman University.

Method: This study was cross-sectional study using observational analytical method as a part of bigger study “Analisis Status Gizi, Pola Konsumsi Pangan, serta Aktivitas Fisik terhadap Risiko Penyakit Tidak Menular pada Penjamah Makanan Kantin di Universitas Jenderal Soedirman”. Total sixty-six canteen food handlers participated in study were enrolled using total sampling method. Sodium intake patterns were assessed using the semi quantitative food frequency questionnaire (SQ-FFQ), while fat percentage, waist-hip ratio, and blood pressure were measured using bioelectrical impedance analysis (BIA), metline, and digital sphygmomanometer. The data used for assessing statistical analysis used the ChiSquare test, with p<0.05 considered as statistically significant.

Results: About sixty percent of respondents had a high sodium intake, with a mean of 2419.32 mg/day and 25.8% respondents were identified as having hypertension with a mean systolic pressure of 119 mmHg and diastolic pressure of 82 mmHg. Additionally, 68.2% of respondents had excess body fat and 33.3% had abdominal obesity. Sodium intake was significantly associated to blood pressure (p=0.033) while body fat percentage and waist-hip ratio were not significant (p=0.394 and p=0.426 respectively).

Conclusion: There is a need to provide education to prevent an increase in hypertension.

Keywords: food handlers, sodium intake, body fat percentage, hypertension, obesity.
4470948078H1A021083ANALISIS DAN PERBAIKAN HOTSPOT PADA T-KLEM LINEDROPER FASA S BAY
BUMIAYU 1 DI GARDU INDUK 150KV KALIBAKAL
Meningkatnya kebutuhan energi listrik yang seiring dengan pertumbuhan kesejahteraan masyarakat. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, keandalan sistem tenaga listrik perlu dijaga melalui pemeliharaan yang terencana, salah satunya dengan mendeteksi dan menangani hotspot pada peralatan gardu induk. Hotspot, yang disebabkan oleh anomali suhu pada titik sambungan seperti T-klem linedroper, berpotensi mengganggu sistem transmisi akibat peningkatan hambatan dan kehilangan energi. Studi ini berfokus pada analisis dan perbaikan hotspot pada T-klem linedroper fasa S di Bay Bumiayu 1 Gardu Induk 150kV Kalibakal.Penelitian ini mencakup empat aspek utama hasil pengukuran thermovisi, analisis hasil dengan pendekatan kriteria ∆T, emisivitas, uji presisi, serta uji akurasi sesuai pedoman PLN No. 0520-2.K/DIR/2014; langkah perbaikan untuk hasil pengukuran yang tidak memenuhi standar; dan analisis kehilangan daya akibat hotspot. Hasil analisis menunjukkan adanya hotspot dengan suhu 66,5°C pada T-klem linedroper fasa S Bay Bumiayu 1, yang melebihi batas normal sesuai pedoman PLN. Penelitian ini menganalisis data menggunakan metode ∆T, perhitungan emisivitas, uji presisi, uji akurasi, dan validasi. Berdasarkan hasil analisis, nilai ∆T yang teridentifikasi mencapai -0,365 dengan emisivitas sebesar 0,3140. Presisi pengukuran (CV) tercatat sebesar 0,15%, sedangkan hasil uji akurasi menunjukkan tingkat keakuratan sebesar 97,08%. Dari analisis tersebut, rugi daya akibat terjadinya hotspot mencapai 222,21 kWh. Setelah dilakukan perbaikan menggunakan metode PDKB, suhu pada T-klem linedroper fasa S mengalami penurunan dari 66,5°C menjadi 32,6°C, Sehingga sudah sesuai dengan buku pedoman PLN No. 0520-2.K/DIR/2014.The increasing demand for electrical energy aligns with the growth in societal welfare. To support this demand, the reliability of the power system must be maintained through planned maintenance, including detecting and addressing hotspots in substation equipment. Hotspots, caused by temperature anomalies at connection points such as T-clamp linedroppers, have the potential to disrupt the transmission system due to increased resistance and energy losses. This study focuses on the analysis and repair of a hotspot on the T-clamp linedropper of phase S at Bay Bumiayu 1, 150kV Kalibakal Substation. This research covers four main aspects: thermovision measurement results, analysis using the ∆T criteria approach, emissivity, precision tests, and accuracy tests based on PLN Guideline No. 0520-2.K/DIR/2014; corrective actions for measurement results that do not meet the standards; and an analysis of power losses caused by the hotspot. The analysis results indicate the presence of a hotspot with a temperature of 66.5°C on the T-clamp linedroper phase S of Bay Bumiayu 1, exceeding the normal limit according to PLN guidelines. This study analyzes data using the ∆T method, emissivity calculation, precision test, accuracy test, and validation. Based on the analysis, the identified ∆T value reached -0.365 with an emissivity of 0.3140. The measurement precision (CV) was recorded at 0.15%, while the accuracy test results showed an accuracy level of 97.08%. From this analysis, the power loss due to the hotspot reached 222.21 kWh. After repairs using the PDKB method, the temperature of the T-clamp linedroper phase S decreased from 66.5°C to 32.6°C, aligning with PLN guideline No. 0520-2.K/DIR/2014.
4471048079D1A021203PENGARUH PENGGUNAAN KONSENTRASI GRADIEN PUTIH TELUR DAN LAMA INKUBASI
TERHADAP KONSENTRASI DAN VIABILITAS SPERMATOZOA X HASIL SEPARASI SEKS PADA
KAMBING SAANEN
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi gradien
putih telur dan lama inkubasi terhadap konsentrasi dan viabilitas spermatozoa X pada
Kambing Saanen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak
Kelompok (RAK) pola factorial 2x3 dengan ulangan sebanyak 3 kali yang terdiri dari dua
faktor yaitu graden 15:30% dan 20:35% serta lama inkubasi 20,45, dan 60 menit. Hasil
penelitian dengan pengolahan data menggunakan uji Benar Nyata Jujur (BNJ)
menunjukkan bahwa adanya interaksi antara gradien putih telur dan lama inkubasi
terhadap konsentrasi spermatozoa (P<0.05), dengan perolehan konsentrasi terbanyak
pada g2t1 yaitu sebesar 1430,00±157,48 juta/ml. Sedangkan pada viabilitas tidak adanya
interaksi antara faktor gradien dan lama inkubasi (P>0.05), namun pada masing-masing
faktor memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0.01) terhadap viabilitas
spermatozoa. Berdasarkan faktor gradien putih telur didapatkan nilai viabilitas sebesar
70,83±2,21% dan pada faktor lama inkubasi bahwa waktu 30 menit memberikan hasil
viabilitas yang tinggi yaitu sebesar 70,75±1,33%. Disimpulkan bahwa perlakuan terbaik
terhadap konsentrasi spermatozoa X pada gradien putih telur 20:35% dengan lama
inkubasi 30 menit, sedangkan perlakuan terbaik terhadap viabilitas pada gradien putih
telur 15:30% dengan lama inkubasi 30 menit.
The objective of this study was to determine the effect of different egg white
gradient concentrations and incubation durations on the concentration and viability of X
chromosome-bearing spermatozoa in Saanen goats. The study employed a Randomized
Block Design (RBD) with a 2x3 factorial pattern and three replications, consisting of two
factors: gradient concentrations of 15:30% and 20:35%, and incubation times of 20, 45,
and 60 minutes. Data analysis using the Honestly Significant Difference (HSD) test
showed a significant interaction (P<0.05) between egg white gradient and incubation
time on spermatozoa concentration, with the highest concentration observed in
treatment g2t1 at 1430.00±157.48 million/ml. However, there was no significant
interaction (P>0.05) between the two factors on spermatozoa viability, although each
factor individually had a highly significant effect (P<0.01). Based on the gradient factor,
the highest viability was 70.83±2.21%, while for the incubation time factor, 30 minutes
yielded the highest viability at 70.75±1.33%. It was concluded that the best treatment for
achieving the highest concentration of X-spermatozoa was the 20:35% egg white
gradient with a 30-minute incubation period, whereas the optimal treatment for
spermatozoa viability was the 15:30% egg white gradient with the same incubation
duration.
4471149077C2C023037From Human-like Brands to Positive Consumer Attitudes: Applying Self-Congruence Theory to Brand Anthropomorphism and PersonalityPenelitian ini mengkaji pengaruh antropomorfisme merek terhadap sikap positif konsumen terhadap merek secara langsung maupun melalui peran mediasi kepribadian merek, dengan pendekatan teori self-congruence. Metode survei kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan data dari 231 responden yang sudah mengenal merek-merek seperti Wizz Mie, Roti’O, Hokben, dan Starbucks, dengan kriteria pernah melakukan pembelian lebih dari tiga kali dan mengikuti akun media sosial merek tersebut. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa antropomorfisme berpengaruh signifikan terhadap kepribadian merek dan sikap positif konsumen, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kepribadian merek berperan sebagai mediator parsial, menandakan bahwa konsumen lebih cenderung menilai merek secara positif jika karakteristik merek yang menyerupai manusia sesuai dengan konsep diri mereka. Temuan ini menegaskan pentingnya penggunaan elemen antropomorfik dalam komunikasi merek untuk memperkuat hubungan emosional dan persepsi positif konsumen.This study examines how brand anthropomorphism influences consumers’ positive attitudes toward brands, directly and through the mediating role of brand personality, based on the self-congruence theory. Using a quantitative survey method, data were collected from 231 respondents familiar with brands employing anthropomorphic strategies, such as Wizz Mie, Roti’O, Hokben, and Starbucks. Respondents had purchased from the brands more than three times and followed their social media accounts. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The findings reveal that anthropomorphism significantly influences brand personality, and both directly and indirectly enhances consumers’ positive attitudes. Brand personality plays a partial mediating role, showing that consumers evaluate brands more positively when they perceive human - like traits that align with their self-concept. These insights highlight the importance of incorporating anthropomorphic elements in brand communication to strengthen emotional connections and improve brand perception.
4471248081I1E021027Implementasi Media Pembelajaran Berbasis Audio Visual Terhadap Hasil Belajar Bola Voli Materi Passing Atas Di SMP N 1 KembaranLatar Belakang: Pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan mengenai materi bola voli masih menerapkan metode konvensional dengan mengandalkan buku saja. Penerapan media pembelajaran berbasis teknologi audio visual belum diterapkan sebagai media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa dengan media pembalajaran berbasis audio visual yang efektif dalam meningkatkan hasil belajar passing atas bola voli.

Metodologi: Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) atau Classroom Action Research dengan model penerapan yang melibatkan kegiatan berulang, yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Sample dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII C SMP N 1 Kembaran yang berjumlah 35 siswa. Teknik analisis data dalam peneitian menggunakan teknik presentase atau rumus percetages correction.

Hasil Penelitian: Hasil dari analisis data yang dilaksanakan siklus 1 rata rata hasil belajar siswa untuk keseluruhan aspek yang meliputi aspek afektif, kognitif dan psikomotor adalah 72,29 Sedangkan untuk siklus 2 hasil belajar siswa untuk keseluruhan aspek yang meliputi aspek afektif,kognitif dan psikomotor adalah 78,93. Hasil dari ketuntasan belajar klasikal menggunakan implementasi atau penerapan media pembelajaran audio visual dengan pokok bahasan passing atas bola voli siklus 1 adalah 31,42% dan siklus 2 adalah 78,57%.

Kesimpulan: Media pembelajaran berbasis Audio visual dapat menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan di era digital.

Kata Kunci: Audio visual, media pembelajaran, bola voli,passing atas, pendidikan jasmani, hasil belajar siswa.
Background: Physical education, sports and health learning regarding volleyball material still applies conventional methods by relying on books and other aids. The application of audio-visual technology-based learning media has not been applied as a learning medium. This study aims to see the improvement of student learning outcomes with audio-visual-based learning media that are effective in improving student learning outcomes.

Methodology: The study used the Classroom Action Research method with an implementation model involving repetitive activities, planning, action, observation and reflection. The sample in this study was 35 students of class VIII C at Junior High School 1 Kembaran. The data analysis technique in the study used the percentage technique or percentages correction formula.

Research Result : The results of the data analysis carried out in cycle 1, the average student learning outcomes for all aspects covering affective, cognitive and psychomotor aspects are 72,29 While for cycle 2, the student learning outcomes for all aspects covering affective, cognitive and psychomotor aspects are 78,93%. The results of classical learning completion using the implementation or application of audio-visual learning media with the topic of volleyball overhead passing in cycle 1 are 31,42% and cycle 2 are 78,57%.

Conclusion: Audio visual based learning media can be an innovative solution to improve student learning outcomes, create more interesting learning experiences, and be relevant to educational needs in the digital era.

Keywords: Audio visual, learning media, volleyball, physical education, student learning outcomes.
4471349190L1A021083POTENSI LESTARI IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAPIndonesia memiliki potensi sumber daya perikanan yang tinggi termasuk sumber daya ikan cakalang. Pemanfaatan sumber daya perikanan di Indonesia tentunya perlu dioptimalkan dan perlunya pengkajian agar bisa tetap lestari. Tujuan dari penelitian ini untuk mengestimasi nilai potensi lestari dan upaya optimum sumber daya ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Survei. Data yang diperoleh adalah data sekunder yang berasal dari Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) berupa data upaya penangkapan dan data produksi tahun 2014 sampai 2023 yang akan dianalisis menggunakan metode surplus produksi dengan model Fox dan Walters-Hilborn. Hasil yang didapatkan produksi ikan cakalang dari tahun 2014 sampai 2023 yaitu 31.504.531 dan upaya sebesar 483.839. Nilai Maximum Sustaineble Yield (MSY) Fox yaitu sebesar 22.986.810 kg dengan upaya optimum sebesar 355.691,5 hari dan MSY Walters-Hilborn adalah 820.600.417,5 kg dengan upaya optimum 3.381.338 hari yang mengindikasikan bahwa hasil tangkapan belum melebihi batas, namun upaya terdapat yang sudah melebihi batas optimum. Tingkat pemanfaatan ikan cakalang perlu dinaikkan namun tingkat pengupayaan perlu dikurangi karena sudah melebihi kapasitas.Indonesia possesses high fisheries potential, including significant stocks of skipjack tuna (Katsuwonus pelamis). Optimal utilization of these resources is essential to ensure sustainability. The objective of this study was to estimate the sustainable yield and optimal effort levels for skipjack tuna landed at the Cilacap Oceanic Fishing Port A survey-based methodology was employed, using secondary catch and effort data from Pelabuhan Cilacap Oceanic Fishing Port covering the years 2014 to 2023. These data were analysis using surplus production models—specifically, the Fox model and the Walters–Hilborn model. Between 2014 and 2023, the total skipjack tuna catch amounted to 31,504,531 kg, with a corresponding total effort of 483,839 days. The Fox model estimated a Maximum Sustainable Yield (MSY) of 22,986,810 kg at an optimal effort of 355,691.5 days. The Walters–Hilborn model indicated a higher MSY of 820,600,417.5 kg at an optimal effort of 3,381,338 days. These results suggest that while catch levels have not yet exceeded biological limits, fishing effort in some instances has surpassed optimal levels. Therefore, it is recommended that skipjack exploitation be increased cautiously while overall fishing effort is reduced to ensure long-term sustainability.
4471448080I1D021030HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI, ASUPAN KAFEIN, DAN
KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KEJADIAN PRA
HIPERTENSI PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR
DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Latar Belakang: Pra-hipertensi merupakan keadaan tekanan darah di atas normal namun belum termasuk ke dalam hipertensi, yaitu antara 120/80 mmHg hingga 139/99 mmHg. Keadaan pra-hipertensi lebih berisiko mengalami hipertensi dan penyakait kadiovaskular dibandingkan dengan tekanan darah normal. Faktor yang menyebabkan terjadinya pra-hipertensi dan hipertensi yaitu status gizi, konsumsi kopi, dan kecerdasan emosional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status gizi, asupan kafein, dan kecerdasan emosional dengan kejadian pra-hipertensi pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Jenderal Soedirman.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 89 mahasiswa tingkat akhir yang berasal dari 12 fakultas di Universitas Jenderal Soedirman dengan menggunakan teknik purposive sampling. Responden berjenis kelamin perempuan dan laki-laki yang menjalani semester tujuh ke atas atau sedang mengerjakan tugas akhir dengan syarat tidak sedang menjalani diet penurunan berat badan dan tidak pernah terdiagnosis penyakit ginjal ataupun jantung. Variabel status gizi diukur menggunakan metode IMT, variabel asupan kafein diukur menggunakan SQ-FFQ, dan variabel kecerdasan emosional diukur menggunakan TEIQue-SF. Analisis data menggunakan uji fisher exact.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi (p=0,013) dan kecerdasan emosional (p=0,011) dengan kejadian pra-hipertensi, namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan kafein (p=0,188) dengan kejadian pra-hipertensi pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Jenderal Soedirman.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara status gizi dan kecerdasan emosional dengan kejadian pra-hipertensi, namun tidak terdapat hubungan antara asupan kafein dengan kejadian pra-hipertensi pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Jenderal Soedirman.
Background: Pre-hypertension is a state of blood pressure above normal but not yet included in hypertension, which is between 120/80 mmHg to 139/99 mmHg. Pre-hypertension is more at risk for hypertension and cardiovascular disease than normal blood pressure. Factors that cause prehypertension and hypertension are nutritional status, coffee consumption, and emotional intelligence. The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional status, caffeine intake, and emotional intelligence with the incidence of pre-hypertension in final year students at Jenderal Soedirman University.
Methods: This study was an analytic observational study with a cross-sectional approach. The respondent size was 89 final year students from 12 faculties at Jenderal Soedirman University using purposive sampling technique. Respondents were female and male who were in their seventh semester or above or were working on their final project with condition that they were not on a weight loss diet and had never been diagnosed with kidney or heart disease. Nutritional status variables were measured using IMT, caffeine intake variables were measured using the SQ-FFQ, and emotional intelligence variables were measured using the TEIQue-SF. Data analysis used fisher
exact test.
Results: The results showed a significant relationship between nutritional status (p=0.013) and emotional intelligence (p=0.011) with the incidence of pre-hypertension, but there was no significant relationship between caffeine intake (p=0.188) with the incidence of pre-hypertension in final year students at Jenderal Soedirman University.
Conclusion: There is a relationship between nutritional status and emotional intelligence with the incidence of pre-hypertension, but there is no relationship between caffeine intake and the incidence of pre-hypertension in final year students at Jenderal Soedirman University.
4471548082H1D020082Implementasi Text - to - Text Generation Dalam Pembuatan Kuis Otomatis Mengenai Candi Borobudur Dengan GUI Berbasis WebsiteCandi Borobudur merupakan situs warisan budaya dunia yang kaya akan nilai sejarah, budaya, dan keagamaan, namun kompleksitas informasi yang terkandung di dalamnya seringkali menyulitkan pelajar dan masyarakat umum untuk memahaminya secara menyeluruh. Di era digital saat ini, dibutuhkan media pembelajaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga interaktif dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah website edukasi interaktif berbasis kuis yang dapat membantu pengguna memahami informasi mengenai Candi Borobudur secara lebih menyenangkan. Pengembangan dilakukan dengan metode CRISP – DM, menggunakan model text – to – text generation untuk menghasilkan pertanyaan LOTS (lower order thinking skills), yang kemudian ditampilkan melalui GUI berbasis Streamlit. Model dilatih menggunakan dataset berisi informasi mengenai Candi Borobudur, dan menunjukkan performa dengan akurasi sebesar 0.949 serta skor evaluasi BLEU sebesar 0.0246, ROGUE sebesar 0.3754, dan METEOR sebesar 0.2812.Borobudur Temple is a world cultural heritage site rich in historical, cultural, and religious values. However, the complexity of the information it holds often makes it difficult for student and the general public to fully comprehend. In today’s digital era, there is a need for learning media that is not only informative but also interactive and easily accessible. This study aims to develop an interactive educaitonal website in the form of a quiz to help users better understand information about Borobudur Temple in a more engaging way. The development follows the CRISP – DM methodology and utilizes a text – to – text generation model to produce LOTS (Lower Order Thinking Skills) questions, which are then displayed through a Streamlit – based GUI. The model was trained using a dataset containing information about Borobudur Temple and demonstrated performance with an accuracy of 0.949, along with evaluation scores of 0.0246 for BLEU, 0.3754 for ROUGE, and 0.2812 for METEOR.
4471648083C1I021016THE EFFECT OF BOARD SIZE, INDEPENDENT BOARD
COMMISSIONERS, AUDIT COMMITTEE SIZE AND LEVERAGE ON
FINANCIAL PERFORMANCE
Penelitian ini berjudul Pengaruh Ukuran Dewan Direksi, Dewan Komisaris Independen, Ukuran Komite Audit, dan Leverage terhadap Kinerja Keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh (1) ukuran dewan direksi terhadap kinerja keuangan, (2) dewan komisaris independen terhadap kinerja keuangan, (3) ukuran komite audit terhadap kinerja keuangan, (4) leverage terhadap kinerja keuangan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari website www.idx.co.id dan website perusahaan terkait. Populasi yang digunakan adalah seluruh perusahaan sektor consumer non-cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 64 perusahaan dengan periode penelitian 3 tahun yaitu 2021 – 2023. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Jumlah observasi data yang diperoleh pada penelitian ini sebanyak 192. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan bantuan software E-views 12.
Berdasarkan hasil pegujian dan analisis data menggunakan Random Effect Model (REM) menunjukkan hasil bahwa (1) ukuran dewan direksi tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan, (2) dewan komisaris independen berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, (3) ukuran komite audit berpengarh positif terhadap kinerja keuangan, (4) leverage tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam upaya meningkatkan kinerja keuangan perusahaan, manajemen perusahaan sebaiknya lebih fokus pada strategi untuk meningkatkan ukuran dewan komisaris independent dan ukuran komite audit. Hal ini dikarenakan peningkatan ukuran dewan komisaris independent dan ukuran komite audit dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Selain itu, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran dewan direksi dan leverage tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Hal ini mengindikasikan bahwa pada sektor consumer non-cyclical, faktor-faktor tersebut bukanlah penentu utama dalam menjelaskan variasi kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini juga memberikan dukungan bagi pengguna random effect model dalam menganalisis data panel.
This study is entitled The Effect of Board Size, Independent Board Commissioners, Audit Committee Size and Leverage on Financial Performance. This study aims to analyze the effect of (1) board size on financial performance, (2) independent board commissioners on financial performance, (3) audit committee size on financial performance, (4) leverage on financial performance. This research is a quantitative research using secondary data derived from the website www.id.co.id and related company websites. The population used is all non-cyclical consumer sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The total population in this study were 864 companies with a 3-year research period, namely 2021 – 2023. The sample technique in this study used purposive sampling. The number of data observations obtained in this study were 192. The data analysis technique used is panel data regression analysis with the help of E-views 12 software.
Based on the results of testing and data analysis using the Random Effect Model (REM), the results show that (1) board size has no effect on financial performance, (2) independent board commissioners have a positive effect on financial performance, (3) audit committee size has a positive effect on financial performance, (4) leverage has no effect on financial performance.
The implication of the above conclusion is that in an effort to improve the company's financial performance, company management should focus more on strategies to increase the size of independent board commissioner and audit committee. This is because increasing the size of independent board commissioners and audit committee can increase company’s performance. In addition, the findings of study reveal that board size and leverage do not affect financial performance. This implies that within the consumer non-cyclical sector, these variables are not primary determinants of variations in company financial outcomes. This study also provides support for users of random effect models in analyzing panel data.
4471748084C1I021021THE EFFECT OF ACCOUNTING INFORMATION SYSTEMS-BASED CLOUD COMPUTING, INTERNAL CONTROL, AND GOOD CORPORATE GOVERNANCE ON CORPORATE FINANCIAL MANAGEMENT EFFICIENCY Penelitian ini menganalisis pengaruh Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
berbasis komputasi awan, pengendalian internal, dan Good Corporate Governance
(GCG) terhadap efisiensi manajemen keuangan pada perusahaan manufaktur di
Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2023. Dengan pendekatan kuantitatif,
hasil penelitian menunjukkan bahwa SIA-berbasis komputasi awan berdampak
negatif terhadap efisiensi keuangan akibat biaya implementasi tinggi dan risiko
keamanan data. Pengendalian internal berpengaruh positif, meningkatkan akurasi
laporan keuangan dan mengurangi risiko kesalahan. GCG tidak berpengaruh
signifikan, tetapi beberapa indikator seperti komite audit meningkatkan beban
administratif perusahaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya keseimbangan
antara teknologi, pengendalian internal, dan tata kelola perusahaan dalam
meningkatkan efisiensi keuangan.
This study analyses the impact of Accounting Information Systems (AIS)-
based cloud computing, internal control, and Good Corporate Governance (GCG)
on financial management efficiency in manufacturing companies listed on the
Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2022–2023 period. Using a quantitative
approach, the findings indicate that cloud computing-based AIS negatively affects
financial efficiency due to high implementation costs and data security risks.
Internal control has a positive effect, enhancing financial reporting accuracy and
reducing the risk of errors and fraud. GCG does not have a significant impact on
financial efficiency, though some indicators, such as the audit committee,
negatively affect administrative costs. This study highlights the importance of
balancing technology adoption, internal control mechanisms, and corporate
governance to achieve optimal financial efficiency.
4471848115K1C021047EFEK DOPING SiLa TERHADAP PERFORMA KATODA NaNi0,5Mn1,5O4/C PADA BATERAI SODIUM-ION MELALUI SINTESIS METODE KOPRESIPITASI SOL-GELBaterai sodium-ion memiliki potensi sebagai alternatif penyimpanan energi yang menjanjikan dan dianggap sebagai game changer bagi baterai lithium-ion. Namun performa katodanya masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan karakterisasi katoda NaNi0,5Mn1,5O4/C yang didoping silikon dan lantanum untuk meningkatkan kristalinitas, morfologi dan performa elektrokimia. Sintesis dilakukan dengan metode kopresipitasi sol-gel, diikuti sintering dengan suhu 780° selama 12 jam. Hasil karakteriasi XRD menunjukan doping silikon lantanum meningkatkan ukuran kristalinitas dari 8,629 nm menjadi 22,44 nm serta derajat kristalinitas dari 30,91% menjadi 38,98%. Hasil karakterisasi FESEM menunjukkan peningkatan ukuran diameter partikel dari 11,516 nm menjadi 35,022 nm. Kapasitas spesifik meningkat signifikan dari 37,03 mAh/g menjadi 206,81 mAh/g. Pengujian impedansi menunjukkan resistansi bertambah dari 180 Ω menjadi 206 Ω, dan konduktivitas ionik meningkat dari 1,8×10-7 S/cm menjadi 2,1×10-7 S/cm. Kesimpulan penelitian ini, doping silikon lantanum terbukti meningkatkan struktur kristal, morfologi, serta performa elektrokimia katoda sodium-ion.Sodium-ion batteries have great potential as a promising energy storage alternative and are considered a game-changer for lithium-ion batteries. However, their cathode performance still needs improvement. This study aims to synthesize and characterize NaNi₀.₅Mn₁.₅O₄/C cathodes doped with silicon and lanthanum to enhance crystallinity, morphology, and electrochemical performance. The synthesis was conducted using the sol-gel coprecipitation method, followed by sintering at 780°C for 12 hours. XRD characterization results indicate that silicon-lanthanum doping increases crystallite size from 8,629 nm to 22,44 nm and crystallinity degree from 30,91% to 38,98%. FESEM characterization shows an increase in particle diameter distribution from 11,516 nm to 35,022 nm. The specific capacity significantly improved from 37,03 mAh/g to 206,81 mAh/g. Impedance testing revealed an increase in resistance from 180 Ω to 206 Ω, while ionic conductivity increased from 1,8×10⁻⁷ S/cm to 2,1×10⁻⁷ S/cm. In conclusion, silicon-lanthanum doping effectively enhances the crystal structure, morphology, and electrochemical performance of sodium-ion cathodes.
4471948165K1C021004OPTIMASI TEGANGAN DAN ARUS WAKTU PADA
BERBAGAI KETEBALAN PHANTOM ABDOMEN DEWASA
UNTUK MENDAPATKAN KUALITAS CITRA TERBAIK
Penggunaan sinar-X dalam bidang medis sangat penting untuk diagnosis, namun berpotensi menimbulkan risiko kesehatan akibat paparan radiasi. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan tegangan dan arus waktu pada
pemeriksaan radiografi abdomen dewasa menggunakan phantom akrilik-aluminium dengan ketebalan 14 cm dan 16 cm dengan variasi tegangan yang
diterapkan berkisar antara 61-85 kVp, sementara arus waktu divariasikan pada
12,6 mAs, 16 mAs, dan 20 mAs. Kualitas citra dievaluasi melalui analisis
Contrast to Noise Ratio (CNR) dan resolusi spasial menggunakan perangkat lunak
Phantom Image Automatic Acquisition and Analysis (PIAAA). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa peningkatan tegangan dan arus waktu berbanding lurus
dengan kegelapan citra yang dihasilkan karena dipengaruhi oleh kontras dan
densitas radiograf. Berdasarkan nilai CNR dan resolusi spasial, nilai optimal
tegangan dan arus waktu pada ketebalan 14 cm diperoleh pada tegangan 73 kVp
dan arus waktu 16 mAs, sedangkan pada ketebalan 16 cm, nilai optimal pada
tegangan 79 kVp dan arus waktu 16 mAs. Ketebalan phantom yang lebih tinggi
memerlukan tegangan yang lebih tinggi untuk mempertahankan kualitas citra.
The use of X-rays in the medical field is crucial for diagnosis, but it also poses
potential health risks due to radiation exposure. There fore, this study aims to
optimize the voltage and exposure time during adult abdominal radiography
examinations using acrylic-aluminum phantoms with thicknesses of 14 cm and 16
cm. The applied voltage varied between 61-85 kVp, while the exposure time was
varied at 12.6 mAs, 16 mAs, and 20 mAs. Image quality was evaluated through
Contrast to Noise Ratio (CNR) analysis and spatial resolution using the Phantom
Image Automatic Acquisition and Analysis (PIAAA) software. The results
indicated that increases in voltage and exposure time were directly proportional
to the darkness of the resulting images, influenced by contrast and radiographic
density. Based on CNR values and spatial resolution, the optimal voltage and
exposure time for the 14 cm thickness were found to be 73 kVp and 16 mAs, while
for the 16 cm thickness, the optimal values were 79 kVp and 16 mAs. A higher
phantom thickness requires a higher voltage to maintain image quality.
4472048085C1I021033THE EFFECT OF GREEN ACCOUNTING INTEGRATION AND CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY ON PROFITABILITY WITH ENVIRONMENTAL PERFORMANCE AS A MODERATING VARIABLEPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh green accounting dan
corporate social responsibility terhadap profitabilitas perusahaan dengan kinerja
lingkungan sebagai variabel moderasi. Data yang digunakan merupakan data
sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan
manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-
2023. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling
dengan jumlah sampel sebanyak 35 perusahaan, menghasilkan 175 observasi.
Teknik analisis data yang digunakan meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik,
analisis regresi linear berganda, dan uji regresi moderasi (MRA) dengan bantuan
perangkat lunak IBM SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Green
accounting berpengaruh positif terhadap profitabilitas, (2) CSR berpengaruh
negatif terhadap profitabilitas, (3) Kinerja lingkungan tidak memoderasi hubungan
antara green accounting dan profitabilitas, (4) Kinerja lingkungan tidak
memoderasi hubungan antara CSR dan profitabilitas.
This study aims to analyse the effect of green accounting and corporate social
responsibility (CSR) on company profitability with environmental performance as a
moderating variable.The data used is secondary data obtained from financial reports
and annual reports of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock
Exchange (IDX) during the 2019-2023 period. The sampling method used was
purposive sampling with a sample size of 35 companies, resulting in 175
observations. The data analysis techniques used include descriptive statistics,
classical assumption tests, multiple linear regression analysis, and moderation
regression tests (MRA) with the help of IBM SPSS 25 software: (1) Green accounting
has a positive effect on profitability, (2) CSR has a negative effect on profitability,
(3) Environmental performance does not moderate the relationship between green
accounting and profitability, (4) Environmental performance does not moderate the
relationship between CSR and profitability.