Artikelilmiahs

Menampilkan 44.641-44.660 dari 48.759 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4464148590J1D021040Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Menggunakan Liveworksheets bagi Pemelajar BIPA Tingkat Pemula di UnsoedPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pemelajar BIPA tingkat pemula di Unsoed. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah keterlambatan dalam memahami materi akibat kendala administratif yang dihadapi pemelajar, serta kesulitan dalam keterampilan menyimak dan membaca. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang mencakup tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan dalam penelitian ini melalui tiga metode yang di antaranya, yaitu observasi, angket, dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan mix method (kualitatif dan kuantitatif). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) pengembangan LKPD menggunakan Liveworksheets dapat digunakan sebagai alternatif perangkat pembelajaran, (2) tingkat kevalidan LKPD menghasilkan produk teruji valid dan efektif dengan perolehan rata-rata kumulatif 0,86-0,90 yang tergolong dalam kategori sangat baik, dan (3) respons pemelajar terhadap pegembangan LKPD berbasis Liveworksheets sangat baik. Berdasarkan uraian tersebut, maka disimpulkan bahwa LKPD yang dikembangkan dalam penelitian ini layak untuk digunakan pada kegiatan belajar pemelajar BIPA tingkat pemula.This study aims to develop learning tools suitable for beginner-level BIPA learners at Unsoed. The background problem is the delay in understanding material due to administrative obstacles faced by learners, as well as difficulties in listening and reading skills. The research uses the ADDIE development model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. Data were collected through observation, questionnaires, and interviews. Data analysis used a mixed method (qualitative and quantitative). The results show: (1) the development of LKPD using Liveworksheets as an attractive alternative learning tool, (2) the validity level of LKPD produced a tested, valid, and effective product with an average cumulative score of 0.86-0.90, categorized as very good and (3) the learners demonstrated a highly positive response toward the development of LKPD based on Liveworksheets. It is concluded that the LKPD developed is feasible for use in beginner BIPA learning activities.
4464248013D1A021187PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI PERCOLL DAN LAMA INKUBASI TERHADAP MOTILITAS DAN ABNORMALITAS SPERMATOZOA X HASIL SEPARASI SEKS
PADA KAMBING SAANEN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi penggunakan percoll sebagai medium separasi seks dan lama inkubasi terhadap motilitas dan abnormalitas spermatozoa X hasil separasi seks pada kambing Saanen. Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu pejantan kambing Saanen berumur 2 tahun dengan bobot 50 Kg. Bahan-bahan yang digunakan berupa semen dari Kambing Saanen yang dikoleksi, medium percoll konsentrasi 35% dan 70% serta 45% dan 90%, Phospat Buffer Saline (PBS) sebagai pengencer medium percoll, aquabidest, tris amino methane sebagai pengencer semen, laktosa, antibiotik penisilin dan streptomycin, raffinose pentatydrate, asam sitrat, kuning telur dan eosin-negrosin. Alat yang digunakan yaitu vagina buatan, micropipet, mikroskop, microtip, object glass, cover glass, sentrifugator, tabung sentrifuse, thermometer, waterbath, erlenmeyer, stopwatch, dan gelas beker. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian eksperimental tersebut yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 2 x 3 dengan blok yaitu frekuensi penyadapan sebanyak 3 kali yang terdiri dari dua faktor yaitu (g1:35%:70% dan g2:45%:90%) dan faktor lama inkubasi yang terdiri dari tiga level (30,45, dan 60 menit). Data penelitian yang telah diperoleh dianalisis variansi dan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi perbedaan antara konsentrasi percoll dan lama inkubasi terhadap motilitas dan abnormalitas (P>0.05), namun pada faktor lama inkubasi memberikan pengaruhnya masing-masing. Hasil motilitas berdasarkan waktu lama inkubasi diperoleh nilai motilitas 65.50 ± 2.00% - 74.17 ± 2.50%. Berdasarkan waktu lama inkubasi pada abnormalitas diperoleh nilai abnormalitas 10.33 ± 1.50%-13.17 ± 2.00%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah motilitas spermatozoa X hasil separasi seks kambing Saanen terbaik pada waktu konsentrasi 35%:70% dengan lama inkubasi 30 menit. This study aims to determine the effect of the use of percoll as a medium of sex separation and the duration of incubation on the motility and abnormality of spermatozoa X resulting from sex separation in Saanen goats. The material used in the study was a 2-year old Saanen goat male with a weight of 50 Kg. The materials used are cement from Saanen goats that are collected, percoll medium with concentrations of 35% and 70% and 45% and 90%, Phosphate Buffer Saline (PBS) as a diluent of percoll medium, aquabidest, tris amino methane as a diluent of cement, lactose, antibiotics penicillin and streptomycin, raffinose pentatydrate, citric acid, egg yolk and eosin-negrosin. The tools used are artificial vaginas, micropipettes, microscopes, microtips, object glasses, cover glass, centrifuges, centrifuge tubes, thermometers, waterbaths, erlenmeyers, stopwatches, and beakers. The research design used in the experimental study is a Group Random Design (RAK) with a 2 x 3 factorial pattern with blocks, namely the frequency of tapping 3 times consisting of two factors, namely (g1:35%:70% and g2:45%:90%) and the incubation time factor consisting of three levels (30, 45, and 60 minutes). The research data that has been obtained is analyzed by variance and by further testing of Beda Nyata Jujur (BNJ). The results showed that there was no differential interaction between percoll concentration and incubation time on motility and abnormality (P>0.05), but the incubation time factor had its respective effects. The motility results based on the incubation time were obtained with a motility value of 65.50 ± 2.00% - 74.17 ± 2.50%. Based on the long incubation time on the abnormality, the abnormality value was obtained 10.33 ± 1.50%-13.17 ± 2.00%. The conclusion of this study is that the motility and abnormalities of spermatozoa X resulting from sex separation of Saanen goats is best at a concentration time of 35%:70% with an incubation time of 30 minutes.
4464348014I1J021018THE RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY AFFECTIVE FUNCTION AND THE OCCURRENCE OF POST POWER
SYNDROME IN THE ELDERLY
HUBUNGAN FUNGSI AFEKTIF KELUARGA DENGAN KEJADIAN
POST POWER SYNDROME PADA LANSIA
Kodriyah, Lita Heni Kusumawardani, Koernia Nanda Pratama
Latar belakang : Populasi lansia di Indonesia terus bertambah, namun pertumbuhan ini tidak
diimbangi dengan peningkatan kualitas hidup mereka, sehingga menimbulkan masalah seperti post
power syndrome. Fungsi afektif keluarga menjadi sangat penting dalam mengatasi tantangan ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara fungsi afektif keluarga dengan post
power syndrome pada lansia.

Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan total sampling,
memilih 79 partisipan lansia berusia ≥60 tahun yang tinggal bersama keluarga yang setuju untuk
berpartisipasi. Data dikumpulkan dari Desember 2024 hingga Januari 2025 dengan menggunakan
dua kuesioner: post power syndrome dan fungsi afektif keluarga. Analisis dilakukan dengan
menggunakan uji Somer's D.

Hasil : Uji normalitas data pada usia dengan Kolmogorov-Smirnov menunjukkan p = 0,018 (p <
0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami post-power
syndrome sedang, dengan tidak adanya hubungan yang signifikan antara fungsi afektif keluarga
dengan post-power syndrome (p = -0,139, p <0,05), hanya menunjukkan korelasi yang lemah (r =
0,285). Meskipun fungsi afektif keluarga memiliki pengaruh, faktor-faktor seperti dukungan
keluarga, perawatan kesehatan, dan fungsi ekonomi memainkan peran yang lebih besar dalam
post-power syndrome pada lansia.

Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara fungsi afektif keluarga dengan
kejadian post power syndrome pada lansia. Responden memperkuat hubungan dengan keluarga
dan lingkungan sosial untuk mengurangi risiko post power syndrome. Berpartisipasi dalam
aktivitas sosial, menjaga komunikasi yang baik dengan keluarga, serta tetap aktif dalam kegiatan
yang memberi makna dapat membantu mempertahankan kesejahteraan psikologis

Kata Kunci : Fungsi Afektif Keluarga, Lansia, Post power syndrome
Background: The elderly population in Indonesia continues to grow, but this growth has not been
matched by improvements in their quality of life, leading to problems such as post-power
syndrome. Family affective functioning is crucial in overcoming this challenge. This study aims to
explore the relationship between family affective functioning and post-performance syndrome in
the elderly.
Methodology: The study used a quantitative cross-sectional design with total sampling, selecting
79 elderly participants aged ≥60 years living with their families who consented to participate. Data
were collected from December 2024 to January 2025 using two questionnaires: Post-power
syndrome and family affective function. Analysis was performed using Somer's D test.
Resulth: Data normality test on age with Kolmogorov-Smirnov showed p = 0.018 (p < 0.05). This
study showed that most of the respondents experienced moderate post-power syndrome, with no
significant relationship between family affective function and post-power syndrome (p = -0.139, p
< 0.05), showing only a weak correlation (r = 0.285). Although family affective function has an
influence, factors such as family support, health care, and economic function play a greater role in
post-power syndrome in the elderly.
Conclusion: There is no significant relationship between family affective function and the
occurence of post power syndrome in the elderly. Respondents strengthen relationships with
family and social environment to reduce the risk of post power syndrome. Participating in social
activities, maintaining good communication with family, and staying active in meaningful
activities can help maintain psychological well-being.
4464448015D1A021107PENGARUH SUBSTITUSI BUNGKIL KEDELAI MENGGUNAKAN AMPAS TAHU DAN PEMBERIAN PREMIKS MINERAL-VITAMIN TERHADAP RETENSI DAN NERACA NITROGEN DOMBA LOKAL
EFFECT OF SOYBEAN MEAL SUBSTITUTION USING TOFU PULP AND MINERAL-VITAMIN PREMIX ON LOCAL SHEEP NITROGEN RETENTION AND BALANCE
Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu dan pemberian premiks mineral-vitamin terhadap retensi dan neraca nitrogen domba lokal telah dilaksanakan pada 11 maret -16 agustus 2024. Materi yang digunakan yaitu domba lokal jantan berumur 7 – 8 bulan berjumlah 18 ekor, bobot 18 ± 2,5 kg. Pakan basal yang diberikan berupa konsentrat (75%) dan jerami padi amoniasi (25%). Metode eksperimental secara in vivo menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial 3 x 2. Sebagai faktor A adalah tiga taraf substitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu sebanyak 0% (a0), 50% (a1) dan 100% (a2). Sebagai faktor B adalah dua taraf pemberian premiks mineral-vitamin yaitu 0% (b0) dan 0,5% (b1) dari bahan kering pakan. Variabel yang diukur yaitu retensi dan neraca nitrogen domba. Rataan retensi nitrogen dalam penelitian ini berkisar antara 28,96 ± 6,40 sampai dengan 42,38 ± 5,77 (%/ekor/hari), dan neraca nitrogen berkisar antara 4,35 ± 1,21 sampai dengan 7,27±0,88 gram/ekor/hari. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA) dan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil analisis variansi (ANAVA) menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang nyata (P>0,05) antara substitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu dan pemberian premiks vitamin-mineral terhadap retensi dan neraca nitrogen domba lokal. Substitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu (faktor A) berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap retensi nitrogen domba lokal. Akan tetapi pemberian premiks vitamin-mineral (faktor B) tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap retensi nitrogen domba lokal. Hasil uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) menunjukkan bahwa retensi dan neraca nitrogen tertinggi dicapai domba yang diberi pakan substitusi bungkil kedelai menggunakan ampas tahu pada taraf 100%, dengan peningkatan masing-masing sebesar 12,56% dan 21,94 % dibandingkan dengan tanpa substitusi. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ampas tahu dapat menggantikan bungkil kedelai sebanyak 100% tanpa penambahan premiks mineral-vitamin.The study aimed to determine the effect of soybean meal substitution using tofu pulp and mineral-vitamin premixes on the retention and nitrogen balance of local sheep, was carried out on March 11-August 16, 2024. The material used was local male sheep aged 7 - 8 months totaling 18 heads with a weight of 18 ± 2.5 kg. The basal feed given was concentrate (75%) and ammoniated rice straw (25%). The in vivo experimental method used a completely randomized design (CRD) with a factorial pattern of 3 x 2. Factor A was three levels of soybean meal substitution using tofu dregs as 0% (a0), 50% (a1) and 100% (a2). Factor B was two levels of mineral-vitamin premixes at 0% (b0) and 0.5% (b1) of feed dry matter. The variables measured were nitrogen retention and balance of sheep. The average value of nitrogen retention in this study ranged from 28.96 ± 6.40 to 42.38 ± 5.77 (%/head/day), and nitrogen balance ranged from 4.35 ± 1.21 to 7.27 ± 0.88 grams/head/day. The data obtained were then analyzed using analysis of variance (ANOVA) and Honest Real Differences (BNJ) further tests. The results of analysis of variance (ANOVA) showed that there was no significant interaction (P>0.05) between the substitution of soybean meal using tofu pulp and vitamin-mineral premixes on the retention and nitrogen balance of local sheep. Substitution of soybean meal using tofu pulp (factor A) had a very significant effect (P<0.01) on nitrogen retention of local sheep. However, the provision of vitamin-mineral premix (factor B) had no significant effect (P>0.05) on nitrogen retention of local sheep. The results of the Honest Real Differences (BNJ) further test showed that the highest value of nitrogen retention and balance was achieved by sheep fed with soybean meal substitution using tofu dregs at the level of 100%, with an increase of 12.56% and 21.94% respectively compared with no substitution. Based on these results, it can be concluded that tofu pulp can replace soybean meal as much as 100% without the addition of mineral-vitamin premixes.
4464548024I1A018078Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dismenorea Primer Siswi di SMK Negeri 1 Bukateja Kabupaten PurbalinggaFAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PRIMER SISWI
DI SMK NEGERI 1 BUKATEJA
KABUPATEN PURBALINGGA
Hanif Winda Golddiana1, Bambang Hariyadi 2, Siti Nurhayati 3
1Mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman
2,3Dosen Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman
Jl. dr. Soeparno Karangwangkal Purwokerto 53123, Gedung B Jurusan Kesehatan
Masyarakat Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
Email : safrilaa@gmail.com
ABSTRAK
Latar Belakang: Dismenorea primer merupakan permasalahan selama menstruasi yang terjadi pada remaja, nyeri yang dialami memiliki tingkatan yang berbeda-beda. Secara umum dismenorea dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenorea primer pada siswi di SMK Negeri 1 Bukateja Kabupaten Purbalingga.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional, dengan jumlah sampel 97 responden di SMK Negeri 1 Bukateja Kabupaten Purbalingga menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji chi square untuk mengetahui hubungan setiap variabel dengan dismenorea primer.
Hasil Penelitian: Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia menarke (p-value = 0,010); riwayat keluarga (p-value = 0,016); frekuensi olahraga (p-value = 0,032); stress (p-value = 0,038); dan kualitas tidur (p-value = 0,000) dengan kejadian dismenorea primer. Tidak ada hubungan antara lama menstruasi (p-value = 0,107); dan usia (p-value = 0,739) dengan kejadian dismenorea primer.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara usia menarke, riwayat keluarga, frekuensi olahraga, stress, kualitas tidur dengan kejadian dismenorea primer pada siswi di SMK Negeri 1 Bukateja Kabupaten Purbalingga. Saran bagi SMK Negeri 1 Bukateja Kabupaten Purbalingga untuk mengadakan penyuluhan menganai dismnorea primer.
Kata Kunci: Dismenorea Primer, Remaja, Stress, Tidur, Olahraga.
FACTORS RELATED TO INCIDENCE OF PRIMARY
DYSMENORRHEA AMONG FEMALE STUDENTS
OF SMK NEGERI 1 KABUPATEN PURBALINGGA
Hanif Winda Golddiana1, Bambang Hariyadi 2, Siti Nurhayati 3

1Student of Public Health Department Jenderal Soedirman University
2,3Lecturer of Public Health Department Jenderal Soedirman University
dr. Soeparno Street Karangwangkal Purwokerto 53123 Department of Public Health, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University
Email : safrilaa@gmail.com
ABSTRACT
Background: Primary dysmenorrhea is a problem during menstruation that occurs in adolescents, the pain experienced has different levels. In general, dysmenorrhea can make discomfort to daily activities. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of primary dysmenorrhea in female students at SMK Negeri 1 Bukateja, Purbalingga Regency.
Methods: This study used a quantitative approach with a cross-sectional study design, with a total sample of 97 respondents at SMK Negeri 1 Bukateja, Purbalingga Regency using a stratified random sampling technique. Data collection was carried out by a questionnaire. Data were analyzed using the Chi-square test to determine the relationship to primary dysmenorrhea.
Results: This study shows that there is a relationship between menarche age (p-value = 0.010); family history (p-value = 0.016); frequency of exercise (p-value = 0.032); stress level (p-value = 0.038); and sleep quality (p-value = 0.000) with the incidence of primary dysmenorrhoea. There is no relationship between the length of menstruation (p-value = 0.107); and age (p-value = 0.739) with the incidence of primary dysmenorrhoea.
Conclusion: There is a significant relationship between the age of menarche, family history, frequency of exercise, stress level, sleep quality with the incidence of primary dysmenorrhea in female students at SMK Negeri 1 Bukateja, Purbalingga Regency. Suggestion for SMK Negeri 1 Bukateja, Kabupaten Purbalingga should hold a primary dysmenorrhea education.
Keywords: Primary Dysmenorrhea, Adolescence, Stress, Sleep, Exercise.
4464648016C1B021057MODEL PENINGKATAN KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN MUSLIM PADA UMKM
KULINER HALAL INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh label halal, pengetahuan produk halal,
dan paparan halal, terhadap keputusan pembelian dengan kesadaran halal sebagai mediasi,
dan religiusitas sebagai moderasi. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif kausal, dan
metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian
ini adalah konsumen muslim pada UMKM Kuliner Indonesia. Teknik pengambilan sampel
dalam penelitian ini adalah teknik nonprobability sampling dengan purposive sampling.
Teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 200 responden. Teknik
analisis menggunakan Partial Least Square dengan software SmartPLS. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa label halal berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian,
pengetahuan produk halal dan paparan halal tidak berpengaruh terhadap keputusan
pembelian, label halal, pengetahuan produk halal, dan paparan halal berpengaruh positif
terhadap kesadaran halal, kesadaran halal berpengaruh positif terhadap keputusan
pembelian, kesadaran halal tidak memediasi pengaruh antara label halal dan paparan halal
terhadap keputusan pembelian, kesadaran halal memediasi pengaruh antara pengetahuan
produk halal terhadap keputusan pembelian, dan religiusitas memoderasi pengaruh
kesadaran halal terhadap keputusan pembelian. Studi ini memberikan implikasi teoritis
untuk menjadi referensi penelitian selanjutnya dan implikasi manajerial bagi pelaku UMKM
kuliner untuk mendaftarkan sertifikasi halal untuk memberikan keyakinan bagi konsumen
akan jaminan halal sehingga mendorong keputusan pembelian.
This study aims to analyze the effect of halal labeling, halal product knowledge, and halal
exposure, on purchasing decisions with halal awareness as mediation, and religiosity as
moderation. This research is causal associative research, and the research method used is a
quantitative approach. The population in this study were Muslim consumers in Indonesian
Culinary MSMEs. The sampling technique in this study was nonprobability sampling
technique with purposive sampling. Data collection techniques through distributing
questionnaires to 200 respondents. The analysis technique uses Partial Least Square with
SmartPLS software. The results showed that halal labels have a positive effect on purchasing
decisions, halal product knowledge and halal exposure have no effect on purchasing decisions,
halal labels, halal product knowledge, and halal exposure have a positive effect on halal
awareness, halal awareness has a positive effect on purchasing decisions, halal awareness
does not mediate the influence between halal labels and halal exposure on purchasing
decisions, halal awareness mediates the influence between halal product knowledge on
purchasing decisions, and religiosity moderates the influence of halal awareness on
purchasing decisions. This study provides theoretical implications to become a reference for
further research and managerial implications for culinary MSME players to register halal
certification to provide confidence for consumers in halal assurance so as to encourage
purchasing decisions.
4464748017J1D021008IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM KUMPULAN FILM PENDEK KANAL YOUTUBE CERDAS BERKARAKTER KEMENDIKDASMEN RIPenelitian ini berawal dari kasus kekerasan seksual yang semakin meningkat di lembaga pendidikan, khususnya Perguruan Tinggi menempati peringkat tertinggi kasus pelecehan seksual. Korban pelecehan seksual verbal mengalami ambiguitas dalam memaknai pelecehan seksual verbal karena tidak bisa membedakan antara pelecehan, pujian, dan candaan. Atas masalah tersebut penulis melakukan penelitian dengan tujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelanggaran prinsip kerja sama, implikatur percakapan yang terdapat dalam pelanggaran prinsip kerja sama, dan implikatur percakapan yang mengandung bentuk pelecehan seksual verbal dalam kumpulan film pendek tema kekerasan seksual di kanal YouTube Cerdas Berkarakter Kemendikdasmen RI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pelanggaran prinsip kerja sama yang ditemukan meliputi pelanggaran maksim kuantitas, pelanggaran maksim kualitas, pelanggaran maksim relevansi, dan pelanggaran maksim cara. Implikatur percakapan yang ditemukan diantara, implikatur menggoda penampilan, menuduh, menyampaikan keinginan seksual, meminta untuk menerima keputusan, meredam kecurigaan, menyampaikan keinginan seksual, menuduh, menyampaikan keinginan seksual, menuduh, membela dan menuduh, mengancam, mengomentari bentuk fisik, menggoda, menyampaikan keinginan seksual, serta keinginan untuk menceritakan pengalaman. Implikatur percakapan yang mengandung bentuk pelecehan seksual verbal meliputi bercandaan dengan bentuk menggoda atau pertanyaan seksual, menyampaikan atau menanyakan keinginan atau kegiatan seksual, dan mengkritik dan mengomentari bentuk fisik. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa implikatur percakapan dapat mengungkap makna tersirat yang mengandung bentuk pelecehan seksual verbal.
Kata kunci: implikatur percakapan, pelecehan seksual verbal.
This research started from the increasing cases of sexual violence in educational institutions, especially universities that rank highest in sexual harassment cases. Victims of verbal sexual harassment experience ambiguity in interpreting verbal sexual harassment because they cannot distinguish between harassment, compliments, and jokes. For this problem, the author conducted a study with the aim of describing the form of violation of the principle of cooperation, conversational implicature contained in the violation of the principle of cooperation, and conversational implicature containing a form of verbal sexual harassment in a collection of short films on the theme of sexual violence on the YouTube channel Cerdas Berkarakterter Kemendikdasmen RI. This research uses qualitative descriptive method. The results show that the forms of violation of the principle of cooperation found include violation of the maxim of quantity, violation of the maxim of quality, violation of the maxim of relevance, and violation of the maxim of manner. The conversational implicatures found include teasing appearance, accusing, conveying sexual desire, asking to accept the decision, reducing suspicion, conveying sexual desire, accusing, conveying sexual desire, accusing, defending and accusing, threatening, commenting on physical form, teasing, conveying sexual desire, as well as the desire to tell the experience. Conversational implicatures containing verbal forms of sexual harassment include teasing or sexual questions, conveying or asking about sexual desires or activities, and criticising and commenting on physical form. Therefore, this study shows that conversational implicature can reveal the implied meaning of verbal sexual harassment.
Keywords: conversational implicature, verbal sexual harassment.
4464848018C1I020029Analysis of Factors Influencing Intention to Use Point of Sales (POS) Among Micro and Small Enterprises (MSEs) in BanyumasPenelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi niat Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Kabupaten Banyumas, Indonesia, untuk mengadopsi sistem Point of Sale (POS). Dengan menggunakan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2), penelitian ini mengkaji dampak dari tujuh faktor utama: ekspektasi kinerja, ekspektasi upaya, pengaruh sosial, kondisi yang memfasilitasi, motivasi hedonis, nilai harga, dan kebiasaan. Pendekatan penelitian kuantitatif digunakan, dengan data yang dikumpulkan dari 63 UMK di Purwokerto. Hasilnya menunjukkan bahwa empat konstruk model UTAUT2 secara signifikan memengaruhi niat perilaku untuk menggunakan sistem POS, dengan ekspektasi kinerja, pengaruh sosial, motivasi hedonis, dan nilai harga memiliki dampak paling substansial pada keputusan untuk mengadopsi teknologi. Namun, konstruk yang tersisa tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap niat perilaku untuk menggunakan sistem POS. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman adopsi teknologi dalam usaha kecil dan memberikan wawasan praktis bagi para pembuat kebijakan, pemerintah daerah, dan penyedia teknologi untuk mendorong adopsi teknologi digital di UMK.This study explores the factors influencing the intention of Micro and Small Enterprises (MSEs) in Banyumas Regency, Indonesia, to adopt Point of Sales (POS) systems. Using the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2) model, the study examines the impact of seven key factors: performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions, hedonic motivation, price value, and habit. A quantitative research approach was employed, with data collected from 63 MSEs in Purwokerto. The results indicate that four constructs of the UTAUT2 model significantly influence the behavioural intention to use POS systems, with performance expectancy, social influence, hedonic motivation, and price value having the most substantial impact on the decision to adopt the technology. However, the remaining constructs did not show a significant effect on the behavioural intention to use POS systems. The study contributes to the understanding of technology adoption in small businesses and provides practical insights for policymakers, local governments, and technology providers to foster the adoption of digital technologies in MSEs.
4464948027J1B020054PESAN MORAL DALAM NOVEL PEREMPUAN DI TITIK NOL
KARYA NAWAL EL SAADAWI
Penelitian ini berfokus pada pesan moral dalam novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal El Saadawi. Novel ini menggambarkan realitas kehidupan seorang perempuan Mesir bernama Firdaus yang mengalami penderitaan, kekerasan, dan ketidakadilan sosial hingga akhirnya dihukum mati. Melalui kisah yang menyentuh, novel ini menyampaikan berbagai nilai moral yang relevan dengan kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tokoh, alur, latar, serta pesan moral yang terkandung dalam novel Perempuan di Titik Nol. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan struktural, yang bertujuan untuk mengungkap unsur-unsur intrinsik yang membangun cerita dan makna moralnya. Data dikumpulkan dengan teknik membaca, mencatat, dan menganalisis isi novel serta literatur pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini mengandung pesan moral yang mendalam, seperti pentingnya keberanian dalam menghadapi penindasan, harga diri yang tidak dapat ditukar dengan materi, serta kritik terhadap budaya patriarki yang merendahkan perempuan. Firdaus, sebagai tokoh utama, menunjukkan transformasi karakter yang kuat dari seorang perempuan tertindas menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa novel Perempuan di Titik Nol tidak hanya menawarkan cerita yang emosional, tetapi juga memberikan refleksi penting mengenai nilai moral dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini menyarankan agar karya sastra seperti ini dapat dijadikan media pembelajaran moral yang efektif di berbagai lingkungan pendidikan.This study focuses on the moral messages conveyed in the novel Woman at Point Zero by Nawal E.l Saadawi. The novel portrays the harsh realities faced by an Egyptian woman named Firdaus, who endures suffering, violence, and social injustice before being sentenced to death. Through its poignant narrative, the novel presents profound moral values relevant to societal life. This research aims to describe and analyze the characters, plot, setting, and moral messages found in the novel. A descriptive. qualitative method with a structural approach was employed to explore the intrinsic elements of the story and its moral meanings. Data were collected through reading, note-taking, and analyzing the content of the novel along with supporting literature. The results indicate that the novel contains significant moral lessons, such as the importance of courage in facing oppression, the irreplaceable value of dignity, and a critique of patriarchal culture that oppresses women. Firdaus, as the main character, demonstrates a strong transformation from a victim to a symbol of resistance against injustice. The conclusion of this research highlights that Woman at Point Zero offers not only an emotional story but also essential reflections on moral values in society. The study suggests that literary works like this can beused as effective media for moral education in various educational settings.
4465048028K1C019007OTOMATISASI SISTEM PENGGERAK MOUNTING
TELESKOP BERDASARKAN ANALISIS GERAK
MELINGKAR DAN PENGGUNAAN POTENSIOMETER
MULTITURN
Pengamatan hilal sebagai penanda awal bulan dalam kalender Hijriah memerlukan teleskop yang mampu menyesuaikan arah pandang secara presisi. Namun, teleskop dengan sistem penggerak manual seringkali menghasilkan penyimpangan koordinat akibat kesalahan manusia dalam pengoperasian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem penggerak otomatis (mounting) teleskop berbasis mikrokontroler Arduino UNO, menggunakan potensiometer multiturn sebagai sensor posisi dan motor DC sebagai aktuator utama. Penelitian dilakukan melalui lima tahapan utama, yaitu analisis gerak melingkar untuk menentukan kebutuhan torsi dan konfigurasi rasio gearbox, pengujian karakteristik potensiometer P232 dan potensiometer 3590 multiturn, perancangan mounting dan rangkaian elektronika, pemrograman sistem menggunakan Arduino IDE, serta pengujian prototipe dengan [engamatan bulan secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensiometer multiturn memiliki sensitivitas tinggi dan penyimpangan relatif kecil dalam pembacaan korrdinat azimuth. Sistem mampu mengarahkan teleskop secara otomatis ke posisi bulan berdasarkan koordinat dari perangkat lunak Stellarium dan Accurate Hijri Calculator. Prototipe ini juga dilengkapi dengan fitur input koordinat menggunakan keypad dan umpan balik posisi melalui LCD, serta opsi pengendalian manual. Dengan demikian, sistem ini dapat menjadi alternatif mounting teleskop yang lebih presisi dan mudah digunakan oleh pengamata amatir dalam kegiatan rukyatul hilal.Observing the hilal as a marker of the beginning of the month in the Hijri calendar requires a telescope that is able to adjust the viewing direction precisely. However, telescopes with manual drive systems often produce coordinate deviations due to human error in operation. Therefore, this research aims to design and implement an automatic telescope mounting system based on Arduino UNO microcontroller, using multiturn potentiometer as position sensor and DC motor as the main actuator. The research was conducted through five main stages, namely circular motion analysis to determine torque requirements and gearbox ratio configuration, testing the characteristics of the P232 potentiometer and 3590 multiturn potentiometer, designing mounting and electronic circuits, programming the system using the Arduino IDE, and testing the prototype with direct moon observation. The results show that the multiturn potentiometer has high sensitivity and relatively small deviation in azimuth corridor reading. The system is able to point the telescope automatically to the position of the moon based on coordinates from Stellarium software and Accurate Hijri Calculator. The prototype also features coordinate input using a keypad and position feedback via LCD, as well as manual control options. Thus, this system can be an alternative telescope mounting that is more precise and easy to use by observers.
4465148029I1D021032HUBUNGAN PROTEIN, KARBOHIDRAT, DAN LATIHAN DENGAN KEKUATAN OTOT PADA ATLET BELA DIRI DI BANYUMASLatar Belakang: Kekuatan otot berpengaruh pada performa atlet bela diri. Asupan yang adekuat
dan latihan dapat mempengaruhi kekuatan otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
kecukupan protein, kecukupan karbohidrat, dan durasi latihan dengan kekuatan otot lengan dan otot
tungkai pada atlet bela diri di Banyumas.
Metodologi: Penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan 52 atlet
bela diri dengan cabang olahraga pencak silat, karate, dan taekwondo di Banyumas. Sampel
ditentukan dengan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Pengambilan data
dilakukan selama tiga hari. Pengisian formulir karakteristik, pengukuran komposisi tubuh, dan
wawancara 24h food recall pertama dilakukan pada hari pertama. Pengukuran kekuatan otot dan
wawancara 24h food recall kedua dilakukan pada hari kedua. Wawancara 24h food recall ketiga
dilakukan pada hari ketiga. Uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov dan uji korelasi
menggunakan Rank Spearman dan Pearson.
Hasil Penelitian: Sebanyak 82,7% responden memiliki tingkat kecukupan protein yang tergolong
defisit. Sebanyak 69,2% responden memiliki tingkat kecukupan karbohidrat yang tergolong
berlebih. Seluruh responden memiliki durasi latihan yang cukup, tetapi sebanyak 42,3% responden
memiliki frekuensi latihan yang tergolong kurang. Tidak terdapat hubungan kecukupan protein
dengan kekuatan otot lengan dan tungkai, kecukupan karbohidrat dengan kekuatan otot lengan dan
tungkai, serta durasi latihan dengan kekuatan otot lengan dan tungkai.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan kecukupan protein dengan kekuatan otot lengan dan
kekuatan otot tungkai. Tidak terdapat hubungan kecukupan karbohidrat dengan kekuatan otot lengan
dan kekuatan otot tungkai. Tidak terdapat hubungan durasi latihan dengan kekuatan otot lengan dan
kekuatan otot tungkai.
Background: Muscle strength is crucial for martial arts performance. Nutrition and training impact muscle strength. This study aimed to determine the relationship between protein adequacy, carbohydrate adequacy, and training duration with arm and leg muscle strength in Banyumas martial arts athletes.
Methods: A cross-sectional correlational study involving 52 athletes from pencak silat, karate, and taekwondo. Participants were selected via purposive and snowball sampling. Data collection spanned three days, including characteristic forms, body composition, 24-hour food recall interviews, and muscle strength measurements. Data were analyzed using Kolmogorov Smirnov and Spearman/Pearson correlation tests.
Results: As many as 82.7% of respondents had deficient protein intake, while 69.2% had excessive carbohydrate intake. All respondents had sufficient training duration, but 42.3% had insufficient frequency. No significant relationship was found between protein adequacy, carbohydrate adequacy, or training duration with arm and leg muscle strength.
Conclusion: This study found no relationship between protein adequacy, carbohydrate adequacy, or training duration and arm and leg muscle strength in martial arts athletes.
4465248035F1F021036Analisis Perubahan Kebijakan Luar Negeri Turki Terhadap Pengungsi Suriah (2018-2023)Penelitian ini mengkaji evolusi kebijakan luar negeri Turki terhadap pengungsi
Suriah sebagai respons terhadap krisis multidimensional yang kompleks, yang
mencakup tekanan sosial, ekonomi, politik, dan keamanan, baik di tingkat domestik
maupun internasional. Pada awalnya, Turki menerapkan kebijakan open door yang
didasarkan pada prinsip-prinsip kemanusiaan, Konvensi Jenewa 1951, serta doktrin
zero problems with neighbours, yang sejalan dengan identitas neo-Ottomanisme dan
aspirasi soft power negara tersebut. Namun, seiring berlarutnya krisis pengungsi dan
meningkatnya ketegangan sosial, tekanan ekonomi, serta kekhawatiran keamanan
nasional, kebijakan ini mengalami transformasi yang signifikan. Untuk menganalisis
perubahan ini, penelitian menggunakan model perubahan kebijakan luar negeri Jakob
Gustavsson yang menekankan pengaruh faktor politik dan ekonomi, baik domestik
maupun internasional, dalam mendorong perubahan arah kebijakan. Sejak tahun 2018,
perubahan kebijakan luar negeri Turki tercermin melalui pembangunan tembok
perbatasan, peluncuran operasi militer di Suriah, dan institusionalisasi program
pemulangan sukarela. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan tersebut
bukan sekadar penyesuaian teknis, melainkan mencerminkan goal change, yaitu
pergeseran tujuan strategis dari yang semula bersifat normatif menuju orientasi yang
lebih realistis demi menjaga stabilitas internal dan keamanan nasional.
This research examines the evolution of Turkey’s foreign policy towards Syrian
refugees as a response to a complex and multidimensional crisis involving social,
economic, political, and security pressures at both the domestic and international
levels. Initially, Turkey adopted an open-door policy inspired by humanitarian
principles, the 1951 Geneva Convention, and the "zero problems with neighbours"
doctrine, aligning with its neo-Ottomanist identity and soft power aspirations.
However, the prolonged nature of the refugee crisis, combined with growing societal
tensions, economic strain, and national security concerns, triggered a significant
policy transformation. To analyze this shift, the study employs Jakob Gustavsson’s
foreign policy change model, which highlights the influence of both domestic and
international political-economic factors in driving policy transformation. From 2018
onwards, Turkey’s foreign policy visibly shifted through the construction of border
walls, military operations in Syria, and the institutionalization of voluntary return
programs. The findings demonstrate that Turkey’s policy change reflects not merely
programmatic adjustments but a strategic goal change, where the original normative
objectives gave way to more pragmatic goals centered on internal stability and
national security.
4465348036D1A021092PERBEDAAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN FEED CONVERSION RATIO PADA LANTAI 1 DAN 3 DI CV DIAN PRATAMA FARMPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan produktivitas ayam broiler, yang diukur melalui pertambahan bobot badan (PBB) dan Feed Conversion Ratio (FCR), antara lantai 1 dan lantai 3 pada kandang tertutup bertingkat. Penelitian ini dilakukan di CV Dian Pratama Farm yang berlokasi di Desa Cendana, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Materi penelitian yang digunakan adalah ayam broiler strain Cobb dengan populasi masing-masing 16.000 ekor pada lantai 1 dan lantai 3. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah Feed Conversion Ratio dan pertambahan bobot badan ayam pedaging. Data diperoleh melalui survei dilapangan, data primer didapatkan dari recording dan data sekunder dari wawancara dengan kepala kandang. Data Primer yang telah didapatkan diuji menggunakan independent simple t-test. Hasil uji t berbeda nyata, rata-rata Pertumbuhan Bobot Badan (PBB) pada lantai 1 sebesar 1044,49 ± 27,34 g/ekor dan lantai 3 sebesar 1111,10 ± 41,70 g/ekor. Rata-rata Feed Conversion Ratio (FCR) lantai 1 sebesar 1,48 ± 0,03 dan lantai 3 sebesar 1,39 ± 0,05. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pertambahan bobot badan dan nilai FCR ayam broiler yang dipelihara di lantai 1 dan lantai 3 menunjukkan perbedaan yang signifikan (P<0,05). Perbedaan ini diduga disebabkan oleh kondisi mikroklimat dan makroklimat yang lebih optimal di lantai 3, terutama terkait suhu, kelembapan, dan ventilasi. Selain itu, perbedaan signifikan pada nilai FCR antara kedua lantai juga teramati pada periode awal pemeliharaan, yaitu pada rentang usia 0-21 hari.This research aimed to identify differences in broiler productivity, measured by Average Daily Gain (ADG) and Feed Conversion Ratio (FCR), between the first and third floors of a multi-tiered closed house. The study was conducted at CV Dian Pratama Farm located in Cendana Village, Kutasari Subdistrict, Purbalingga Regency, Central Java. The research material consisted of Cobb strain broiler chickens with a population of 16,000 birds on each of the first and third floors. The variables observed were Feed Conversion Ratio and the weight gain of broiler chickens. Data were collected through field surveys, with primary data obtained from daily records and secondary data from interviews with the farm manager. The primary data obtained were analyzed using an independent simple t-test. The t-test results showed a significant difference, with the average Average Daily Gain (ADG) on the first floor being 1044.49 ± 27.34 g/bird and on the third floor being 1111.10 ± 41.70 g/bird. The average Feed Conversion Ratio (FCR) on the first floor was 1.48 ± 0.03 and on the third floor was 1.39 ± 0.05. Based on the research results, it can be concluded that the average daily gain and FCR values of broiler chickens raised on the first and third floors showed a significant difference (P<0.05). This difference is thought to be due to the more optimal microclimatic and macroclimatic conditions on the third floor, particularly regarding temperature, humidity, and ventilation. In addition, a significant difference in FCR values between the two floors was also observed during the early rearing period, specifically between 0-21 days of age.
4465448030C1B021103Pengaruh Collaboration Tools dan Infrastruktur Teknologi Informasi terhadap Integrasi Rantai Pasok dan Kualitas Layanan (Studi pada Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah)Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak dari alat kolaborasi dan infrastruktur TI terhadap kualitas layanan dan integrasi rantai pasok di Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah, dengan menggunakan kerangka teori Resource-Based View (RBV). Dengan menggunakan metodologi kuantitatif dan data dari karyawan melalui kuesioner, analisis dilakukan dengan SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Collaboration tools dan Infrastruktur TI berpengaruh positif terhadap kualitas layanan dan integrasi rantai pasok, infrastruktur TI berpengaruh positif terhadap keduanya. Temuan ini memberikan wawasan teoritis dan praktis untuk implementasi TI di sektor publik dan dapat menjadi tolak ukur bagi pemerintah dalam implementasi teknologi.This study aims to examine the impact of collaboration tools and IT infrastructure on service quality and supply chain integration in Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah, using the Resource-Based View (RBV) theoretical framework. Using quantitative methodology and data from employees through questionnaires, the analysis was conducted with SEM-PLS. Results show that Collaboration tools and IT Infrastructure has a positive effect service quality and supply chain integration, IT infrastructure has a positive effect on both. The findings provide theoretical and practical insights for IT implementation in the public sector and can serve as a benchmark for government in technology implementation.
4465548031A1D021179Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat pada Salinitas Udara dan Volume Pembilasan di Screenhouse pada Media Tanah Pasir PantaiPemanfaatan lahan marginal seperti pasir pantai dapat menjadi pilihan yang menjanjikan untuk mendukung ketahanan pangan di negara Indonesia. Namun, kondisi lingkungan yang ektream, seperti salinitas udara dan keterbatasan air, menjadi penghalang bagi pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menentukan pengaruh tingkat salinitas udara terhadap fisiologi dan hasil tanaman tomat yang ditanam pada media pasir pantai; 2) menentukan pengaruh beragam volume pembilasan terhadap fisiologi dan hasil tanaman tomat yang ditanam pada media pasir pantai; 3) mendapatkan interaksi terbaik dari penggunaan salinitas udara dan volume pembilasan pada pengaruh fisiologi dan hasil pertumbuhan tanaman tomat yang ditanam pada media tanah pasir pantai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari dua faktor yaitu salinitas udara (0, 12, dan 24 mS/cm) dan volume pembilasan (0; 3,5; 7,0 mm). Variabel yang diamati meliputi pertumbuhan, hasil tanaman, dan fisiologi tanaman tomat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dan apabila berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji DMRT 5%. Penelitian menunjukkan bahwa salinitas udara 24 mS/cm meningkatkan beberapa variabel pertumbuhan tanaman tomat seperti luas daun (433,12 cm²), bobot segar akar (5,17 g), dan bobot segar batang (30,77 g), namun menurunkan bobot segar buah (3,42 g) dan hasil tanaman (3,41 g/tanaman). Pada volume pembilasan 7 mm, terjadi peningkatan luas daun (459,47 cm²), bobot segar akar (4,94 g), bobot segar batang (31,64 g), dan bobot segar buah (5,05 g), namun hasil tanaman tetap menurun (5,05 g/tanaman). Interaksi antara salinitas 24 mS/cm dan volume pembilasan 7 mm (S2V2) menunjukkan peningkatan signifikan pada pertumbuhan tanaman, yaitu luas daun (672,74 cm²), bobot segar akar (9,82 g), dan bobot segar batang (63,13 g), tetapi menurunkan bobot segar buah (2,56 gr) dan hasil tanaman (2,56 g/tanaman).Utilization of marginal land such as beach sand can be a promising option to support food security in Indonesia. However, extreme environmental conditions, such as air salinity and limited water, are obstacles to plant growth. This study aims to 1) determine the influence of air salinity levels on the physiology and yield of tomato plants planted in coastal sand media; 2) determine the effect of various flushing volumes on the physiology and yield of tomato plants planted in coastal sand media; 3) get the best interaction from the use of air salinity and water flushing volume on the physiological influence and growth results of tomato plants planted on coastal sand soil media. This study used a Completely Randomized Block Design (RCBD) consisting of two factors, with air salinity treatment (0, 12, and 24 mS/cm) and of spraying volume (0; 3,5; 7,0 mm). The variables observed included growth, plant yield, and tomato plant physiology. The data obtained were analyzed using ANOVA and if significantly different, continued with a 5% DMRT test. Research shows that air salinity of 24 mS/cm increases several variables of tomato plant growth such as leaf area (433,12 cm²), fresh weight of roots (5,17 g), and fresh weight of stems (30,77 g), but decreases the fresh weight of fruit (3,42 g) and crop yield (3,41 g/plant). At a flushing volume of 7 mm, there was an increase in leaf area (459,47 cm²), fresh weight of roots (4,94 g), fresh weight of stems (31.64 g), and fresh weight of fruit (5,05 g), but plant yield continued to decrease (5,05 g/plant). The interaction between salinity of 24 mS/cm and the flushing volume of 7 mm (S2V2) showed a significant increase in plant growth, namely leaf area (672,74 cm²), fresh weight of roots (9.82 g), and fresh weight of stems (63,13 g), but decreased the fresh weight of fruit (2,56 gr) and crop yield (2,56 g/plant).
4465648032K1B021037KLASIFIKASI PENYAKIT DIABETES MENGGUNAKAN METODE RANDOM FOREST
Diabetes merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. International Diabetes Federation (IDF) mencatat pada tahun 2011 dan 2021 ada sebanyak 366 juta dan 537 juta penderita diabetes dan kematian sebanyak 4,6 juta dan 6,7 juta jiwa. Diagnosis dini perlu dilakukan untuk mengidentifikasi potensi pasien terkena diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan diabetes menggunakan machine learning yaitu metode Random Forest dengan tiga rasio data split, yaitu 80:20, 75:25, dan 70:30. Data yang digunakan yaitu Diabetes Prediction Dataset yang diunggah oleh Mohammed Mustafa di Kaggle. Model klasifikasi Random Forest dibentuk berdasarkan kombinasi parameter terbaik yang telah ditentukan yaitu max features, n estimators, max depth, min samples split, dan criterion. Evaluasi kinerja model dilakukan dengan menghitung akurasi ketiga model yang hasilnya berturut-turut yaitu 90,70%, 90,11%, dan 89,71%. Ketiganya menunjukkan performa yang sangat baik dalam mengklasifikasikan pasien negatif dan positif diabetes serta tidak ada perbedaan yang berarti. Implementasi ketiga model dilakukan terhadap dataset baru dan ketiganya memberikan prediksi diabetes yang hampir sama dengan persentase kesamaan antar model lebih dari 99%. Hal ini mengindikasikan bahwa algoritma Random Forest memberikan hasil yang stabil terhadap variasi data split dan layak digunakan untuk mengklasifikasikan penyakit diabetes.Diabetes is a metabolic disease characterized by high blood sugar levels. The International Diabetes Federation (IDF) noted that in 2011 and 2021 there were 366 million and 537 million people with diabetes and 4.6 million and 6.7 million deaths. Early diagnosis needs to be done to identify the potential for patients to develop diabetes. This study aims to classify diabetes using machine learning, Random Forest method, with three split data ratios, such as 80:20, 75:25, and 70:30. The data used is “Diabetes Prediction Dataset” uploaded by Mohammed Mustafa on Kaggle. Random Forest classification model is formed based on the best combination of parameters that have been determined, which are max features, n estimators, max depth, min samples split, and criterion. Model performance evaluation is done by calculating accuracy of the three models, the results are 90.70%, 90.11%, and 89.71%. All three models showed excellent performance and there was no significant difference. Implementation of the three models was done on a new dataset and provided almost the same diabetes predictions with a similarity percentage between the models is over 99%. This indicates that the Random Forest algorithm provides stable results against split data variations and is suitable for classifying diabetes.
4465748033C1A021057Pengaruh Investasi, TPAK, dan UMK terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Riau Permasalahan pengangguran merupakan permasalahan makroekonomi yang signifikan dan berdampak terhadap stabilitas ekonomi serta kondisi sosial masyarakat. Kepulauan Riau secara konsisten mencatat tingkat pengangguran tinggi dan disparitas pengangguran yang signifikan, meskipun memiliki posisi strategis sebagai jalur perdagangan dan jumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terbanyak di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh Investasi yang meliput PMA dan PMDN, TPAK serta UMK terhadap TPT Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Riau dengan periode waktu tahun 2016–2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder melalui teknik analisis regresi data panel dengan Common Model Effect (CEM). Hasil penelitian secara parsial membuktikan bahwa PMA dan PMDN berpengaruh positif dan signifikan terhadap TPT, TPAK berpengaruh negatif dan signifikan terhadap TPT sedangkan UMK tidak berpengaruh terhadap TPT. Secara bersama-sama PMA, PMDN, TPAK, dan UMK berpengaruh signifikan terhadap TPT.Unemployment is a significant macroeconomic issue that affects both economic stability and the social conditions of society. The Riau Islands consistently record high unemployment rates and significant disparities in unemployment, despite having a strategic position as a trade route and the highest number of Special Economic Zones (SEZs) in Indonesia. This study aims to examine the influence of investment comprising Foreign Direct Investment (FDI) and Domestic Direct Investment (DDI), the Labor Force Participation Rate (LFPR), and the Regional Minimum Wage on the Open Unemployment Rate in regencies/cities within the Riau Islands Province for the period 2016–2023. This research uses a quantitative approach with secondary data through panel data regression analysis using the Common Effect Model (CEM). The results of the study partially show that FDI and DDI have a positive and significant effect on Open Unemployment Rate, LFPR has a negative and significant effect on Open Unemployment Rate, while Regional Minimum Wage has no effect on Open Unemployment Rate. Collectively, FDI, DDI, LFPR, and Regional Minimum Wage have a significant influence on Open Unemployment Rate.
4465848034E1A021017IMPLEMENTASI HUKUM KELAS RAWAT INAP STANDAR (KRIS) DALAM PELAYANAN KESEHATAN (Studi di Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang)Pelaksanaan BPJS Kesehatan masih menghadapi ketimpangan fasilitas akibat sistem kelas dalam layanan rawat inap. Oleh karena itu, diterbitkan regulasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) guna memastikan kesetaraan fasilitas dan layanan bagi peserta BPJS Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hukum KRIS dan faktor-faktor yang memengaruhi implementasi hukum KRIS di Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Penyajian data dalam bentuk matriks kualitatif dan teks naratif. Metode analisis data dengan analisis kualitatif model content analysis dan comparative analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang telah dilaksanakan dengan baik, namun belum maksimal. Hal tersebut dilihat dari parameter meliputi: sarana dan prasarana belum terimplementasikan secara maksimal, jumlah tempat tidur telah terimplementasikan dengan baik, dan peralatan yang digunakan telah terimplementasikan dengan baik sesuai standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Faktor-faktor yang memengaruhi implementasi tersebut, faktor pendukung meliputi: kedisiplinan dan profesionalitas tenaga medis dan tenaga kesehatan RSUD Ajibarang, kesigapan pihak manajemen rumah sakit, respon positif pasien terhadap Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), dan faktor sarana dan prasarana, serta peralatan yang mendukung. Sedangkan faktor penghambat meliputi: kurangnya peraturan hukum yang memadai, keterbatasan ruangan KRIS, kebiasaan penunggu pasien yang tidur di lantai dengan tikar, kurangnya pengetahuan pasien tentang Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), proses transfer pasien berjalan tidak optimal, dan ketidaksinkronan antar pasien dalam menggunakan sarana prasarana KRIS.The implementation of BPJS Kesehatan still faces inequality in facilities due to the class system in inpatient services. Therefore, the Standard Inpatient Class (KRIS) regulation was issued to ensure equality of facilities and services for BPJS Health participants. This study aims to determine the legal implementation of KRIS and the factors that influence the legal implementation of KRIS at Ajibarang Regional General Hospital. This research uses empirical juridical research methods with a qualitative approach. The data used are primary data and secondary data. Data presentation in the form of qualitative matrix and narrative text. Data analysis method with qualitative analysis content analysis model and comparative analysis. The results showed that the implementation of the Standard Inpatient Class (KRIS) law in health services at the Ajibarang Regional General Hospital has been implemented well, but not maximized. This can be seen from the parameters including: facilities and infrastructure have not been implemented optimally, the number of beds has been implemented properly, and the equipment used has been implemented properly according to the Standard Inpatient Class (KRIS) standard. Factors that influence the implementation, supporting factors include: discipline and professionalism of medical personnel and health workers at RSUD Ajibarang, readiness of hospital management, positive patient response to the Standard Inpatient Class (KRIS), and facilities and infrastructure factors, and supporting equipment. While inhibiting factors include: lack of adequate legal regulations, limited KRIS rooms, the habit of waiting for patients who sleep on the floor with mats, lack of patient knowledge about the Standard Inpatient Class (KRIS), the patient transfer process is not optimal, and unsynchronized between patients in using KRIS infrastructure.
4465948339F1F021029Implementasi Anholt Branding Hexagon sebagai Strategi Nation Branding Malaysia terhadap Indonesia pada Sektor Medical Tourism Tahun 2019-2023Penelitian yang berjudul “Implementasi Anholt Branding Hexagon sebagai Strategi Nation Branding Malaysia terhadap Indonesia pada Sektor Medical Tourism Tahun 2019-2023” ditulis dengan menggunakan sudut pandang Anholt Branding Hexagon yang terdiri dari elemen Tourism, Export Brand, Governance, Investment & Immigration, Culture & Heritage, dan People. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi keenam elemen Anholt Branding Hexagon sebagai strategi nation branding Malaysia dalam menarik wisatawan medis dari Indonesia selama periode 2019-2023. Keenam elemen Anholt Branding Hexagon diimplementasikan Malaysia melalui beberapa langkah, antara lain ekspor merek “Malaysia Healthcare” dan promosi pariwisata melalui Malaysia Healthcare Expo, pembentukan Malaysia Healthcare Travel Council oleh pemerintah, investasi dari dalam negeri dan asing, kebijakan imigrasi yang mempermudah mobilitas lintas batas, praktik budaya dan tradisi kedua negara yang sejalan, serta partisipasi positif dari masyarakat Malaysia. Upaya branding melalui berbagai elemen berhasil membentuk citra positif Malaysia sebagai destinasi pariwisata medis bagi wisatawan medis asal Indonesia.The research entitled "Implementation of Anholt Branding Hexagon as Malaysia's Nation Branding Strategy for Indonesia in the Medical Tourism Sector in 2019-2023" is formed with the Anholt Branding Hexagon perspective consisting of the elements of Tourism, Export Brand, Governance, Investment & Immigration, Culture & Heritage, and People. The focus of this research is to determine how the implementation of the six elements of the Anholt Branding Hexagon as Malaysia's nation branding strategy in attracting medical tourists from Indonesia during the period 20192023. The six elements of the Anholt Branding Hexagon were implemented by Malaysia through several steps, including exporting the "Malaysia Healthcare" brand and promoting tourism through the Malaysia Healthcare Expo, the establishment of the Malaysia Healthcare Travel Council by the government, domestic and foreign investment, immigration policies that facilitate cross-border mobility, cultural practices and traditions of both countries that are in line, and positive participation from the Malaysian people. Branding efforts through various elements have succeeded in forming a positive image of Malaysia as a medical tourism destination for medical tourists from Indonesia.
4466048338L1A021084KAJIAN KUALITAS AIR WADUK MRICA BANJARNEGARA BERDASARKAN METODE STORET DAN INDEKS PENCEMARANWaduk Mrica, terletak di Kecamatan Bawang dan Kecamatan Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Waduk ini memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai tempat kegiatan perikanan, pertanian dan rekreasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status mutu air Waduk Mrica berdasarkan metode STORET dan Indeks Pencemaran. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei dengan penentuan sampling dilakukan secara purposive yang terdiri dari 5 stasiun dan 3 kali pengulangan. Data kualitas air dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan dengan baku mutu air danau dan sejenisnya berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021, kemudian status mutu air ditentukan menggunakan metode STORET dan Indeks Pencemaran berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003. Hasil menunjukan bahwa status mutu air Waduk Mrica jika digunakan dalam peruntukan kelas 2 berdasarkan metode STORET yaitu tercemar sedang, sedangkan Indeks Pencemaran yaitu tercemar ringan. Waduk Mrica masih memenuhi baku mutu apabila digunakan untuk kegiatan perikanan atau pertanian.Mrica Reservoir, located in Bawang District and Wanadadi District, Banjarnegara Regency, Central Java, serves multiple purposes, including fisheries, agriculture, and recreation. This study aims to determine the water quality status of Mrica Reservoir based on the STORET method and the Pollution Index. The research employed a survey method, with purposive sampling conducted at five stations, each repeated three times. Water quality data were analyzed descriptively and compared with the water quality standards for lakes and similar water bodies as regulated by Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 22 of 2021. The water quality status was then determined using the STORET method and the Pollution Index, based on the Decree of the Minister of Environment Number 115 of 2003. The results indicate that the water quality status of Mrica Reservoir for Class 2 water use, according to the STORET method, is moderately polluted, while the Pollution Index categorizes it as lightly polluted. Nevertheless, Mrica Reservoir still meets the quality standards for use in fisheries and agricultural activities.