Home
Login.
Artikelilmiahs
48127
Update
LAURENSIUS KATON KANDELA
NIM
Judul Artikel
Otonomi Masyarakat Kurdi di Suriah sebagai Bagian dari Hak Menentukan Nasib Sendiri pada Tahun 2020—2022
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Masyarakat Kurdi di Suriah telah terlibat dalam Perang Saudara Suriah selama lebih dari satu dekade. Kelompok masyarakat minoritas yang kerap mengalami diskriminasi dari pemerintah Suriah ini telah mengalami banyak perkembangan dalam perang saudara tersebut, seperti dengan mendirikan dan memimpin sebuah pemerintahan otonom di Suriah, yaitu Administrasi Otonom Utara dan Timur Suriah (AANES). Akan tetapi, hingga akhir tahun 2019, pemerintahan otonom tersebut masih bersifat de facto karena belum diakui oleh Suriah dan negara-negara lain. Dalam tahun-tahun berdirinya AANES, masyarakat Kurdi dan masyarakat AANES lain juga telah mendapatkan banyak serangan dan campur tangan dari pihak luar dalam menjalani kehidupan dan mengatur pemerintahan otonomnya secara bebas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat berbagai peristiwa yang dialami dan tindakan yang dilakukan masyarakat Kurdi di Suriah pada tahun 2020—2022 untuk menentukan nasibnya sendiri secara bebas. Analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan konsep hak menentukan nasib sendiri (the right to self-determination) dan dibantu dengan penggunaan teori poskolonialisme karena banyaknya pihak asing yang terlibat dengan masyarakat Kurdi di Suriah. Untuk menjelaskan berbagai aspek dari kehidupan masyarakat Kurdi di Suriah, yang datanya diambil dari studi pustaka, maka penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan juga dengan memaksimalkan daya eksplanasi dari konsep dan teori yang digunakan. Berdasarkan temuan dari hasil penelitian, penulis berargumen bahwa masyarakat Kurdi di Suriah telah menerapkan hak menentukan nasib sendirinya dengan mempertahankan otonomi AANES pada tahun 2020—2022 melalui berbagai kebijakan dan tindakan, mulai dari militer, politik, ekonomi, hingga kesehatan. Meski begitu, penerapan hak menentukan nasib sendiri tersebut belum dapat dijalankan dengan keleluasaan yang penuh karena masih adanya pengaruh-pengaruh yang bersifat poskolonial dari berbagai pihak luar, yaitu Suriah, Turki, Daesh, hingga Amerika Serikat beserta sekutunya, di AANES.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Kurds in Syria have been involved in the Syrian Civil War for more than a decade. This minority community, which is often discriminated against by the Syrian government, has experienced many progresses in the civil war, such as establishing and leading an autonomous administration in Syria, namely the Autonomous Administration in North and East Syria (AANES). However, by the end of 2019, the autonomous administration was still de facto in nature, for Syria and other states hadn’t recognised it. In the years since the AANES’s establishment, the Kurds in Syria and the other AANES citizens also have been the subjects of many attacks and interferences from outside parties in living their lives and administering their autonomous administration freely. Therefore, this research aims to look at the various events experienced by and actions taken by the Kurds in Syria in 2020—2022 to determine their own fates freely. The analysis in this research is conducted by using the concept of the right of self-determination and aided by the use of postcolonialism theory due to the number of foreign parties that are involved with the Kurds in Syria. In order to explain the many aspects of the life of the Kurds in Syria, whose data are sourced from literature studies, the research is conducted with a descriptive qualitative approach and also by maximising the explanatory power of the concept and theory that are used. Based on the findings of the result of the research, the author argues that the Kurds in Syria have implemented their right of self-determination by defending the AANES’s autonomy in 2020—2022 through various policies and actions, ranging from military, political, economic, to health. However, the implementation of the right of self-determination still cannot be conducted with full discretion, for there are many influences that are postcolonial in nature from various outside parties, namely Syria, Turkey, Daesh, and the United States and its allies, in the AANES.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save