Artikelilmiahs
Menampilkan 4.521-4.540 dari 48.761 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 4521 | 14325 | B1J010213 | Penyakit Yang Disebabkan Oleh Cendawan Pada Tanaman Bawang Daun ( Allium fistulosum ) Di Desa Sumbang Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas | Bawang daun (Allium fistulosum) merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang berpotensi dikembangkan secara intensif. Produksi bawang daun di daerah Sumbang setiap panen mengalami penurunan. Menurunnya produksi bawang daun tersebut salah satu penyebabnya karena penyakit yang disebabkan oleh cendawan, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis penyakit yang disebabkan oleh cendawan pada tanaman bawang daun, cendawan yang terdapat pada tanaman bawang daun yang menunjukan gejala sakit, jenis penyakit yang disebabkan oleh cendawan yang paling banyak muncul pada tanaman bawang, dan persentase penyakit yang disebabkan oleh cendawan di Desa Sumbang Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan dengan metode Survai dan pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling pada tiga lokasi berbeda. Deskripsi penyakit dilakukan dengan mengamati gejala dan tanda yang ditunjukkan pada tanaman bawang daun yang sakit, kemudian hasil gejala yang diperoleh dicocokkan dengan buku Penyakit-Penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia, Dasar-Dasar Ilmu Penyakit Tumbuhan, dan Ilmu Penyakit Tumbuhan, dilanjutkan dengan menghitung presentase penyakitnya. Sampel bagian tanaman yang menunjukkan gejala sakit kemudian diisolasi dan diidentifikasi dengan menggunakan buku Illustrated Genera of Imperfect Fungi, Compendium of Soil Fungi, dan Pictorial Atlas of Soil and Seed Fungi. Hasil Penelitian diperoleh dua jenis penyakit yang disebabkan cendawan pada tanaman bawang daun yaitu penyakit layu dan penyakit antraknosa. Cendawan yang terdapat pada tanaman bawang daun yang menunjukkan gejala penyakit yaitu cendawan Fusarium sp. dan cendawan Colletotrichum sp. penyakit yang disebabkan cendawan yang paling banyak muncul adalah layu fusarium sebanyak 239 kali kemunculan. Persentase penyakit layu sebesar 66,4% dan penyakit antraknosa sebesar 33,6%. Kata kunci : Bawang Daun, Cendawan, Desa Sumbang Kabupaten Banyumas. | Bunching onion (Allium fistulosum) is a type of vegetable crops that could potentially be developed intensively and commercially. The total product of bunching onion in the area Sumbang have decreased in some last harvest periodes. The decreased production of bunching onion was caused by a disease caused by the fungus, so it is necessary to find some solutions to increase the production of bunching onions. This study aims to determine the types of diseases caused by fungi on bunching onion, to find fungi in bunching onion that showing symptoms of disease, to determine types of fungal diseases that are the most widely appear on bunching onion, and to find the ratio of diseases caused by fungi in Sumbang, Banyumas. This research was conducted using survey method, while the sampling was done by simple random sampling in three different locations based on the symptoms and signs that are shown in Bunching onion, then the symptoms were matched to the category in book Diseases of Horticultural Crops in Indonesia, Basics Sciences Plant Pathology and Pathology Plant. Followed by calculating the percentage of the diseases. Samples of parts that show signs of diseases are isolated and identified using books Illustrated General of Imperfect Fungi, Compendium of Soil Fungi, and Pictorial Atlas of Soil and Seed Fungi. The results shows that there are two types of diseases caused by fungi on Bunching onion plants, the diseases are wilt and anthracnose. Fungus that are found on the leaves of Bunching onion plants that show symptoms of the disease are the fungus of Fusarium sp. and fungus of Colletotrichum sp. The most appearing disease caused by fungi is fusarium wilt, as much as 239 times occurrence. The percentage of 66.4% wilt and anthracnose amounted to 33.6%. Keywords:Bunching onion, Plant disease, Sumbang Banyumas. | |
| 4522 | 14326 | P2CB13009 | PENGARUH KUALITAS LAYANAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DENGAN KEPUASAN PELANGGAN, KOMITMEN PELANGGAN DAN KEPERCAYAAN PELANGGAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA SEPEDA MOTOR HONDA DI PURWOKERTO (Studi empiris pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman angkatan 2014) | Perkembangan teori terkait hubungan kualitas layanan terhadap loyalitas pelanggan masih menunjukkan hasil yang berbeda. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan ditambahkan variabel kepuasan pelanggan, komitmen pelanggan serta kepercayaan pelanggan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penentuan jumlah sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 175 responden dengan metode pengambilan sampel menggunakan random sampling. Alat pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pengukuran skala interval. Responden memberikan jawaban pada rentang jawaban dari sangat tidak setuju hingga sangat setuju. Kemudian, analisisnya menggunakan analisis Structural Equation Modelling (SEM). Dari hasil analisis SEM diketahui pengembangan model berbasis teori dalam penelitian ini sebanyak 5 variabel dan 28 indikator. Pada tahap Confirmatory Factor Analysis (CFA), semua indikator pada kelima variabel telah memenuhi standar validitas. Kemudian, pada uji pengukuran terdiri dari uji validitas konstruk dan uji reliabilitas seluruhnya juga telah terpenuhi. Pada asumsi SEM yang terdiri dari evaluasi normalitas data, outliers, dan multicolinierity & singularity juga telah memenuhi kriteria yang disyaratkan. Dari 8 kriteria indeks kesesuaian model (goodness of fit test) yang dijadikan acuan dalam penelitian ini terdapat sebanyak 7 kriteria yang masuk kategori Baik dan sisanya sebanyak 1 kriteria masuk kategori Marginal. Berdasarkan hasil uji hipotesis diketahui bahwa secara umum terdapat hubungan antara kualitas layanan, kepuasan pelanggan, komitmen pelanggan, kepercayaan pelanggan dan loyalitas pelanggan, meskipun tidak semua faktor personal secara langsung dapat berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan, yaitu kualitas layanan tidak berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan, komitmen pelanggan tidak berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan, Kepercayaan pelanggan tidak berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan, Komitmen pelanggan tidak memediasi hubungan antara kualitas layanan terhadap loyalitas pelanggan dan Kepercayaan pelanggan tidak memediasi hubungan antara kualitas layanan terhadap loyalitas pelanggan. | The development of theory that related the relationship service quality to customer loyalty still showed different results. Therefore, in this study has alredy been added some variables such as : customer satisfaction, customer commitment and customer trust. This research is a quantitative study using a survey method at student of Economic and Business Faculty in Jenderal Soedirman University. Determination of the number of samples in this study were 175 respondents with a sampling method used was random sampling. Measurement tools used in this study was an interval scale of measurement. Respondents answered the questionnaires ranging from strongly disagree to strongly agree. Then, the analysis used Structural Equation Modeling analysis (SEM). From the results of SEM analysis known model-based development theory in this study were 5 variables and 28 indicators. At the stage of Confirmatory Factor Analysis (CFA), all indicators on five variables have to meet the standards of validity. Then, the measurement test consisting construct validity test and reliability test entirely been fulfilled. On the assumption SEM evaluation consisting from data normality, outliers, and multicolinierity & singularity also has met the required criteria. From the 8 criteria suitability index model (goodness of fit test) were used as reference in this study, there are as many as 7 criteria are categorized as Good and the remaining 1 criteria in the category of Marginal. Based on the hypothesis test the results were known that there were effect toward service quality, customer satisfaction, customer commitment customer trust and customer loyalty, although there were no effect toward a part of personal factors on customer loyalty, such as there was no effect service quality to customer loyalty, there was no effect customer commitment to customer loyalty, there was no effect customer trust to customer loyalty, customer commitment does not mediate the relationship between service quality to customer loyalty, and customer trust does not mediate the relationship between service quality to customer loyalty. | |
| 4523 | 14332 | F1J011020 | Analisis Bentuk dan Strategi Tindak Tutur Penolakan Terhadap Tuturan Direktif dalam Bahasa Jepang | Penelitian ini adalah penelitian pragmatik yang membahas tentang bentuk dan strategi tindak tutur penolakan terhadap tuturan direktif dalam bahasa Jepang. Sumber data yang digunakan adalah dorama yang berjudul Seigi no Mikata. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini meliputi: 1) apa saja bentuk tindak tutur penolakan terhadap tuturan direktif. 2) strategi apa saja yang digunakan dalam tuturan penolakan terhadap tuturan direktif dalam dorama tersebut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik penjaringan data yang digunakan adalah metode simak bebas libat cakap dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 55 data yang mengandung tindak tutur penolakan terhadap tuturan direktif. 44 data berbentuk tindak tutur penolakan langsung dan 11 data adalah berbentuk tindak tutur penolakan tidak langsung. Kemudian dari data tersebut 11 data menggunakan strategi bald on record, 22 data menggunakan strategi possitive politeness, 11 data menggunakan strategi negative politeness dan 11 data menggunakan strategi off record. Strategi penolakan paling banyak digunakan adalah strategi possitive politeness yang berjumlah 10 data dengan sub-strategi penolakan meminta atau memberi alasan kepada petutur. | ABSTRACT This research is pragmatic research which discusses about the form and strategies of speech acts refusal trough the directive speech in Japanese language. The data that were used is the speech in dorama entitled Seigi no Mikata. This research focuses on 1) the forms of speech acts refusal through the directive speech. 2) the strategies that were used in speech act refusal trough the directive speech in the dorama. This is a qualitative descriptive research. This research used Uninvolved Conversation Observation method and noting technique in collecting the data. The results showed that there were 55 data of speech act refusal trough the directive speech. There were 44 data in the form of direct speech act refusal and 11 data in the form of indirect speech acts refusal. The data consisted of 11 data that used bald on record strategies, 22 data that used positive politeness strategies, 11 data that used negative politeness strategies and 11 data that used off record strategies. The most widely used of the refusal strategy is positive politeness strategies. There were 10 data with sub-strategies of refusal give or ask the reasons to the addressees. | |
| 4524 | 14321 | C1C011107 | Pengaruh Keadilan Organisasi dan Sistem Pengendalian Intern Terhadap kecurangan (Studi Empiris Pada Kantor Cabang Utama Bank Pemerintah di Purwokerto) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keadilan organisasi dan sistem pengendalian intern terhadap kecurangan pada bank pemerintah di Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan menggunakan metode Non Probability Purposive Sampling dalam pengumpulan datanya. Kuesioner didistribusikan kepada 55 responden yang merupakan karyawandari dari 4 bank pemerintah di Purwokerto. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh keadilan organisasi terhadap kecurangan , dan terdapat pengaruh sistem pengendalian intern terhadap kecurangan serta variabel sistem pengendalian intern lebih dominan terhadap kecurangan daripada variabel keadilan organisasi. | This study aims to determine the effect of organizational justice and internal control system of cheating on state banks in Purwokerto. This research is a quantitative research and using Non Probability purposive sampling method in data collection. The questionnaire was distributed to 55 respondents who are karyawandari of four state banks in Purwokerto. Data analysis technique used is multiple regression analysis. The results of data analysis showed that there is an influence of organizational justice to fraud, and there are significant internal control system of fraud and internal control system variables more dominant against fraud than the variable of organizational justice. | |
| 4525 | 14328 | C1J011011 | PENGARUH INFLASI, NILAI TUKAR, BI RATE DAN INDEKS PRODUKSI INDUSTRI TERHADAP PERGERAKAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN 2010-2014 | Penelitian ini adalah studi empiris pengaruh inflasi, nilai tukar, BI rate dan indeks produksi industri terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan 2010-2014. Pentingnya kondisi makro ekonomi terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan untuk negara berkembang sangat dibutuhkan, supaya mendukug kegiatan pasar modal. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh inflasi, nilai tukar, BI rate dan indeks produksi industri terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori siklus bisnis. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Data sekunder diperoleh dari literatur dan data diperoleh dari beberapa publikasi yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik dan Yahoo Finance. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi berganda. Hipotesis diuji menggunakan uji parsial (t), uji simultan (F) dan koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan variabel BI rate signifikan berpengaruh negatif terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, berarti peningkatan BI rate akan menurunkan Indeks Harga Saham Gabungan. Penelitian ini menunjukkan bahwa variabel indeks produksi industri signifikan berpengaruh positif terhadap Indeks Harga Saham Gabungan, berarti peningkatan indeks produksi industri akan menaikkan Indeks Harga Saham Gabungan. Hasil dari penelitian ini juga menemukan variabel inflasi dan nilai tukar tidak mempunyai pengaruh negatif terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia. Implikasi penelitian ini untuk meningkatkan harga saham membutuhkan upaya pemerintah untuk mendorong sektor industri sebagai mesin utama untuk pertumbuhan ekonomi karena adanya hubungan positif antara indeks produksi industri dan Indeks Harga Saham Gabungan. Untuk investor yang akan melakukan investasi saham harus memberikan perhatian terhadap informasi terkait BI rate dan indeks produksi industri karena hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan. Kata Kunci: Indeks Harga Saham Gabungan, Inflasi, Nilai Tukar, BI Rate dan Indeks Produksi Industri | This research is an empirical study on the effect of inflation, exchange rate, BI rate and industrial production index on the movement Jakarta Composite Index 2010 – 2014. The importance of macroeconomic conditions for movement Jakarta Composite Index for developing countries are important, in order to support capital market activity. The purpose of this research was to analyze the effect of inflation, exchange rate, BI rate, and industrial production index on the Jakarta Composite Index in Indonesia Stock Exchange. This research used the business cycle theory. This research uses secondary data. Secondary data were obtained from literature and data taken from several publications issued by Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik and Yahoo Finance. This research uses a quantitative method with multiple regression analysis. Hypothesis are tested using partial test, joined test (F test) and adjusted __. The results showed that the variable BI rate significant negative effect on the movement of Jakarta Composite Index, which means increasing BI rate will decrease Jakarta Composite Index. This study shows the industrial production index variable significant positive effect on the Jakarta Composite Index, which means the greater industrial production index will raise the Jakarta Composite Index. From the results of these research also found that the variable inflation and exchange rates had no significant effect on the Jakarta Composite Index in Indonesia Stock Exchange. As implications to increase stock price needs government's efforts to encourage the industrial sector as the main engine for economic growth because there are positive relation between industrial production index and Jakarta Composite Index. For investors who would conduct stock investment should pay attention to the information related BI rate and industrial production index because this research result shows there is a significant effect on Jakarta Composite Index. Keywords: Jakarta Composite Index, Inflation, Exchange Rate, BI Rate and Industrial Production Index | |
| 4526 | 14329 | F1G012040 | Romantisme Lirik Lagu Iwan Fals dalam Album Iwan Fals In Love | Penelitian yang berjudul "Romantisme Lirik Lagu Iwan Fals dalam Album Iwan Fals In Love", pada dasarnya membahas dan menganalisis tentang gaya bahasa serta romantisme percintaan Iwan Fals yang terkandung dalam album Iwan Fals In Love. Penelitian ini diharapkan dapat menambah manfaat terhadap pengembangan penelitian sastra dan juga dapat menambah wawasan bagi para penggemar Iwan Fals tentang gaya bahasa dan romantisme dalam album Iwan Fals In Love. Masyarakat luas tidak hanya menyukai lirik lagu yang disampaikan saja, tetapi juga dapat memahami gaya bahasa dan romantisme yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta yang kemudian dianalisis dengan pendekatan objektif yang difokuskan hanya pada struktur gaya bahasa serta romantismenya. Fokus penelitian ini yaitu mengidentifikasikan gaya bahasa dan romantisme yang terkandung dalam album Iwan Fals In Love. Sumber data yang digunakan adalah enam belas lirik lagu dalam album Iwan Fals In Love karya Iwan Fals. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik menyimak, mencatat, dan mengklasifikasikan. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis gaya bahasa dan romantisme dalam album Iwan Fals In Love dengan mengumpulkan dan menyajikan data, mengklasifikasikan, mendeskripsikan gaya bahasa dan romantisme, dan membuat simpulan. Berdasarkan analisis dan pembahasan pada penelitian tentang romantisme yang terkandung dalam album Iwan Fals In Love karya Iwan Fals dapat diperoleh data sebagai berikut, 16 lagu yang sudah diteliti terdapat total 156 baris, 48 data dari 156 baris tersebut mempunyai ciri-ciri romantisme. Data romantisme tersebut mengandung 1 majas simile, 29 majas metafora, 13 majas personifikasi, dan 5 majas hiperbola. Album Iwan Fals In Love di atas menunjukan banyaknya bahasa kiasan metafora yang digunakan dalam romantisme album tersebut. Terdapat 29 data majas metafora dari total 48 data yang termasuk romantisme, hal ini terbukti bahwa metafora merupakan bahasa kiasan yang paling dominan digunakan dalam romantisme album tersebut. Tujuan pemakaian bahasa kiasan metafora dalam album tersebut yaitu menyamakan suatu hal dengan hal yang lain agar membuat lirik lagu menjadi lebih indah dan menarik, selain itu juga dapat memberikan gambaran yang jelas, lebih menarik, dan lebih hidup. | The study, titled “Romantisme Lirik Lagu Iwan Fals dalam Album Iwan Fals In Love", basically discusses and analyzes of language style and romance of Iwan Fals romance contained in Iwan Fals In Love album. This study is expected to add benefit to the development of research literature and also can add insight to the fans Iwan Fals about style and romance in Iwan Fals In Love album. The people is not just like the lyrics of the song being delivered, but also be able to understand the language and style of romance contained therein. This research uses descriptive method of analysis by describing the facts which are then analyzed with the objective approach that is focused only on the structure of the language and style of romance. The focus of this study is to identify the style and romance languages contained in Iwan Fals In Love album. The data used is sixteen lyrics of the songs in the Iwan Fals In Love album. The data collection technique used is the technique of listening, recording, and classifying. Data analysis technique used is the analysis of language style and romance in Iwan Fals In Love album by collecting and presenting data, classify, describe the style and romance, and make inferences. Based on the analysis and discussion of the research on the romance that is contained in the Iwan Fals In Love album can be obtained the following data, 16 songs that have been examined contained a total of 156 lines, 48 of the 156 rows of data that have the characteristics of romanticism. The romance of the data 48 contains 1 simile, 29 metaphor, 13 personification, and 5 hyperbole. Iwan Fals In Love album at the top of the numbers of figurative language metaphor used in the romance of the album. There is 29 metaphor of data from a total of 48 data including romance, it is evident that the metaphor is a figure of speech which is the most dominant language used in the romance of the album. The purpose of the figurative language of metaphor in the album which equate one thing with another thing that makes the lyrics become more beautiful and attractive, but it also can provide a clear picture, more interesting, and more alive. | |
| 4527 | 14330 | F1G012033 | PESAN MORAL PADA LIRIK LAGU ALBUM SUNSET DI TANAH ANARKI KARYA SUPERMAN IS DEAD | Penelitian yang berjudul "Pesan Moral Pada Album Sunset di Tanah Anarki Karya Superman Is Dead", pada dasarnya membahas dan menganalisis tentang pesan moral dan makna yang terkandung dalam album Sunset di Tanah Anarki. Penelitian ini diharapkan dapat menambah manfaat terhadap pengembangan penelitian sastra dan juga dapat menambah wawasan bagi para penggemar Superman Is Dead tentang pesan moral dan makna dalam album Sunset di Tanah Anarki. Masyarakat luas tidak hanya menyukai lirik lagu yang disampaikan saja, tetapi juga dapat memahami pesan moral dan makna yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta yang kemudian dianalisis dengan pendekatan objektif yang difokuskan hanya pada pesan moral dan maknanya. Fokus penelitian ini yaitu mendeskrisikan pesan moral dan makna yang terkandung dalam album Sunset di Tanah Anarki. Sumber data yang digunakan adalah empat lagu dalam album Sunset di Tanah Anarki karya Superman Is Dead. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik observasi langsung. Teknik analisis data yang digunakan ialah menyebarkan angket kepada responden dan mendeskripsikan hasil angket tersebut. Berdasarkan analisis dan pembahasan pada penelitian tentang Resepsi Sastra yang terkandung dalam album Sunset di Tanah Anarki karya Superman Is Dead dapat diperoleh data sebagai berikut, 4 lagu yang sudah diteliti, dari hasil analisis memiliki pesan moral dan makna mengenai gambaran keadaan sosial masyarakat Bali. perlawanan terhadap segala ketidakadilan berkehidupan masyarakat Indonesia. Keempat lirik lagu dalam album Sunset di Tanah Anarki pun dapat memberikan pesan dan makna untuk cinta tanah air Indonesia, menanam dan konsisten menjaga rasa nasionalisme dan sikap patriotisme. | This research entitled “Moral Message in Sunset di Tanah Anarki Album by Superman is Dead”. This research discusses and analyzes about the moral message and meaning in Sunset di Tanah Anarki album. This research is expected to add the benefits of the literature research development and also can add the insight for fans of Superman is Dead on moral messages and meaning in Sunset di Tanah Anarki album. The community is not just like the lyrics of the song, but also can understand the moral message and meaning contained therein. This research used analysis of descriptive method by describing the facts which were then analyzed with the objective approach focused solely on the moral message and meaning. The focus of this research was to describe the moral message and meaning contained in Sunset di Tanah Anarki album. Source data used were four songs in Sunset di Tanah Anarki album by Superman is Dead. The data collection technique used was direct observation technique. Data analysis technique used was distributing questionnaires to the respondents and describes the result of the questionnaire. Based on the analysis and discussion of the research on the literary reception contained in Sunset di Tanah Anarki album by Superman is Dead can be obtained the following data: 4 songs have been examined. From the analysis result, the songs had the moral message and meaning about the portrayal of social conditions of Balinese people, such as fight against all kinds of injustice, the picture of injustice, the picture of injustice in the condition of Indonesian people. Likewise, the songs had moral messages and meaning for love the homeland of Indonesia by consistently improving the sense of Nationalism and Patriotism | |
| 4528 | 14280 | G1H011022 | PERBEDAAN TINGKAT ASUPAN VITAMIN A DAN PROTEIN ANTARA PENDERITA KERATITIS DAN ULKUS KORNEA DI BALAI KESEHATAN MATA MASYARAKAT PURWOKERTO | Keratitis dan ulkus kornea merupakan dua penyakit pada kornea mata dengan prevalensi yang tinggi. Terdapat peran vitamin A dan protein dalam pemeliharaan integritas mata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat asupan vitamin A dan protein antara penderita keratitis dan ulkus kornea. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptis analitik dengan metode potong lintang yang dilaksanakan di Balai Kesehatan Mata Masyarakat Purwokerto pada bulan September hingga Oktober 2015. Sampel berjumlah 19 orang penderita keratitis dan 7 orang penderita ulkus kornea yang diambil dengan metode total sampling. Masing-masing kelompok diukur tingkat asupan vitamin A dan protein dengan menggunankan metode food recall 24 jam. Analisis menggunakan uji T independent. Hasil analisis menunjukan karakteristik penderita laki-laki dengan rata-rata umur 41 tahun dan 52 tahun untuk penderita keratitis dan ulkus kornea. Tingkat asupan vitamin A pada penderita keratitis dan ulkus kornea berurutan sebesar 268,6% dan 247,9 % (p=0,51) dan tingkat asupan protein penderita keratitis dan ulkus kornea secara berurutan yaitu 59,4% dan 42 % (p=0,09). Kesimpulan pada penelitian ini tidak terdapat perbedaan tingkat asupan vitamin A dan protein antara penderita keratitis dan ulkus kornea. | Keratitis and corneal ulcers are high prevalence corneal diseases. Vitamin A and protein had a role in maintaining the integrity of the cornea. The aims this study to determine differences in levels of vitamin A and protein intake between keratitis and corneal ulcers patients. This research was a cross sectional study conducted at Eye Care Center Purwokerto in September to October 2015. The samples was taken by total sampling of 26 people with keratitis or corneal ulcers diagnose. Levels of vitamin A and protein intake were measure by 24 hour food recall method. Independent T test was perormed as statistical analysis. Results of the analysis predominantly male patients with an average age of 41 years and 52 years for keratitis and corneal ulcerpatients. Level of vitamin A intake quentially in patients with keratitis and corneal ulcers is 268.6% and 247.9% (p = 0.51) and the level of protein intake is 59.4% and 42% (p = 0.09). There is no difference in vitamin A and protein intake level between keratitis and corneal ulcers patients. | |
| 4529 | 14333 | F1F010070 | EXPLORING ENGLISH FOR SPECIFIC PURPOSES (ESP) MATERIALS FOR MARITIME STUDENTS (A case study of the 3rd grade nautical students at SMK-Sekolah Pelayaran Menengah Nasional Purwokerto, Academic Year of 2014/2015) | ABSTRAK Nur Permatasari, Atiqoh. 2015.Exploring English for Specific Purposes (ESP) Materials for Maritime Students (A Case Study of the 3rd Grade Nautical Students at SMK-Sekolah Pelayaran Menengah Nasional Purwokerto in Academic Year of 2014/2015). Thesis.Jenderal Soedirman University. First supervisor: Drs. Ashari, M.Pd. Second supervisor: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum. External examiner: Drs. Agus Sapto N, M.Ed., TESOL Pentingnya mempelajari materi Bahasa Inggris dengan Tujuan Khusus bagi siswa kelas tiga jurusan nautika yaitu untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang materi khusus yang diajarkan oleh guru, untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris siswa dan untuk membantu siswa yang siap dalam bidang pekerjaan. Fokus utama dalam penelitian ini yaitu pemeriksaan mengenai materi Bahasa Inggris dengan Tujuan Khusus untuk siswa Maritim (Studi kasus pada siswa kelas 3 jurusan nautika di SMK-Sekolah Pelayaran Menengah Nasional Purwokerto, pada tahun ajaran 2014/2015. Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan data berdasarkan dari hasil observasi, kuesioner, interview dan dokumentasi. Oleh karena itu, peneliti menggunakan metode triangulasi untuk validasi data. Kemudian, data tersebut dianalisis melalui data reduksi, data display, pemberian kesimpulan, dan verifikasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, sebagaimana dalam penelitian ini, metode deskriptif kualitatif diterapkan untuk menganalisis data. Hasil dari analisa data menunjukkan bahwa materi Bahasa Inggris dengan Tujuan Khusus untuk siswa kelas tiga nautika khususnya kelas A dan D sama. Materi tersebut berasal dari buku acuan yang digunakan oleh guru seperti buku karangan Tony Grice, Kamus maritim dan buku tentang Organisasi Maritim Internasional. Dalam hal ini, guru mengajarkan materi-materi khusus yang sesuai dengan level siswa. Kemudian terdapat tiga keuntungan materi tersebut untuk siswa kelas tiga jurusan nautika. Pertama, materi tersebut dapat dijadikan sebagai bekal masa depan siswa. Kedua, materi tersebut dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang ilmu kemaritiman dan meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris mereka. Ketiga, materi tersebut bermanfaat untuk dipelajari siswa nautika karena guru menggunakan sumber yang teruji dan diakui orisinalitasnya. Sedangkan kerugian materi ini hanya terdapat dalam penempatan dalam penggunaan materi tersebut. Kemudian, guru menggunakan metode penerapan secara langsung dalam menyampaikan materi tersebut untuk siswa kelas tiga nautika karena ini merupakan metode pengajaran yang lebih efektif dari metode ceramah dan sesuai dengan tingkatan siswa. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan bahwa baik guru maupun siswa seharusnya memiliki kerjasama yang baik dalam proses belajar-mengajar agar materi ESP tersebut dapat dipahami dan diterapkan dengan baik oleh siswa. | ABSTRACT Nur Permatasari, Atiqoh. 2015.Exploring English for Specific Purposes (ESP) Materials for Maritime Students (A Case Study of the 3rd Grade Nautical Students at SMK-Sekolah Pelayaran Menengah Nasional Purwokerto in Academic Year of 2014/2015). Thesis. Faculty of Humanities, Jenderal Soedirman University. First supervisor: Drs. Ashari, M.Pd. Second supervisor: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum. External examiner: Drs. Agus Sapto N, M.Ed., TESOL The importance of learning English for Specific Purposes (ESP) materials for the 3rd grade nautical students is able to increase the students’ knowledge about particular material taught by the teacher, to increase the students’ English competence, and to help the students get ready in the job field. The main concern of this research is Exploring English for Specific Purposes (ESP) Materials for Maritime Students (A Case Study of the 3rd Grade Nautical Students at SMK-Sekolah Pelayaran Menengah Nasional Purwokerto in Academic Year of 2014/2015). In this research, the researcher took the data from observation, questionnaire, interview, and documentation. Therefore, the researcher used triangulation method to validate the data. Then, the data were analyzed by using qualitative ways; including data reduction, data display, data analysis, conclusion, and verification. Kind of this research is descriptive qualitative, as in this research, descriptive qualitative method was applied to analyze the data. Results of data analysis showed that the ESP materials for the 3rd grade nautical students, class A and D, were same. The materials were from teacher’s references such as from Tony Grice’s book, Maritime Dictionary, and International Maritime Organization. The teacher taught the specific materials as suitable as student’s level. There were three advantages of ESP materials for the 3rd grade students of nautical majoring such as the materials could be used as students’ provisions in the future, ESP materials could increase students’ knowledge about maritime science and students’ English skills. ESP materials were useful to be learnt by nautical students because the teacher used some references that had been tested and recognized its originality. Meanwhile, disadvantage of ESP material was only on the place where this material was used. Then, the teacher used direct application method in delivering the ESP materials for the students because this was an effective teaching method rather than speech method, and it matched to the students’ level. Based on the result of the research, the researcher suggests that both the teacher and the students should have a good cooperation in teaching-learning process in order to make the ESP materials understood and applied well by the students. | |
| 4530 | 14334 | B1J010172 | PENGARUH PEMBERIAN KADMIUM DAN ASAM HUMAT TERHADAP PERTUMBUHAN AKAR STEK NILAM (Pogostemon cablin Benth) | Kadmium adalah logam berat yang dapat mencemari lingkungan karena bersifat toksik. Areal tanah yang tercemar oleh kadmium dapat dimanfaatkan sebagai lahan budidaya tanaman industri . Salah satu tanaman industri yang dapat dibudidayakan adalah tanaman nilam. Untuk meningkatkan serapan logam dan mengurangi toksisitas logam digunakan asam humat. Asam humat mempunyai gugus fungsional –COOH dan –OH sehingga mampu membentuk khelat dengan Cd. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara Cd dan asam humat terhadap pertumbuhan akar pada media yang terpapar logam berat dan menentukan konsentrasi Cd serta asam humat yang dapat ditoleransi tanaman. Metode penelitian adalah ekperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dua faktor. Faktor yang pertama adalah kadmium yang terdiri atas 3 taraf konsentrasi yaitu 0 ;250 ppm; 500 ppm. Faktor kedua adalah asam humat yang terdiri atas tiga taraf konsentrasi yaitu 0 ppm; 6000 ppm; 12.000 ppm. Kombinasi perlakuan yang didapat ada 9, masing–masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati adalah variabel bebas dan variabel tergantung. Variabel bebas berupa konsentrasi asam humat dan Cd, sedangkan variabel tergantung berupa pertumbuhan akar Nilam. Parameter yang diamati adalah panjang akar terpanjang, biomassa akar, dan konsentrasi Cd akar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis ragam pada tingkat kepercayaan 95%dan 99%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan akar tanaman nilam dipengaruhi oleh interaksi Cd dan asam humat. Kombinasi Cd 500 ppm dan asam humat 6000 ppm (Cd2H1) merupakan kombinasi yang dapat ditolerasi oleh tanaman nilam . | Cadmium is a heavy metal that can pollute the environmentdue to the toxic nature. The area of land contaminated by cadmium can be used as land cultivation industry. One of theindustrial plants that can be cultivated is the patchouli plant. To increase the uptake of metals and reduce the toxicity of metalsto use humic acid. Humic acid has the functional groups –COOH and – OH so capable of forming khelat with Cd. The research method is ekperimental with a complete Random Design (RAL) factorial pattern of two factors. The first factor is the cadmium which consists of 3 levels of concentration i.e. 0;250 ppm; 500 ppm. The second factor is humic acid, consisting of three levels of concentration that was 0 ppm; 6000 ppm; 12000 ppm. The observed parameter was the length of the longest root, rootbiomass, and root Cd concentration. The results showed thatthe growth of plant roots of patchouli is influenced by the interaction of CDs and humic acid. Combination Cd 500 ppm and humic acid 6000 ppm (Cd2H1) is a combination that can beditolerasi by patchouli plant. | |
| 4531 | 14337 | F1C011013 | Representasi Bias Gender Dalam Film G.I.Jane | Penelitian ini mengambil judul Representasi Bias Gender Dalam Film G.I.Jane. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tanda-tanda yang ada dan digunakan dalam film G.I.Jane yang dapat merepresentasikan tentang bias gender di dalam dunia militer. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis semiotika. Analisis semiotika yang dipergunakan adalah Codes of Television milik John Fiske. Subjek penelitian yang akan diteliti adalah film G.I.Jane yang akan dianalisis menggunakan analisis semiotika. Objek penelitian pada penelitian ini adalah mengenai representasi tentang bias gender yang ada di dalam film G.I.Jane. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan pemilihan beberapa scene di dalam film G.I.Jane. Selanjutnya penulis akan menganalisis scene yang telah terpilih dengan metode analisis data yang telah ditentukan, yaitu menggunakan teori semiotika Codes of Television yang diprakarsai oleh John Fiske. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah dalam film G.I.Jane terdapat beberapa tanda-tanda yang menciptakan sebuah representasi bias gender di dunia militer yang dijelaskan melalui tiga level dalam Codes of Television, yaitu level I Realitas, level II Representasi, dan level III Ideologi. Representasi bias gender yang ditunjukkan dalam film G.I.Jane terlihat dalam teks-teks maupun narasi yang mendiskriminasikan sosok perempuan, serta dialog-dialog dan suara dan mensubordinasikan perempuan serta pelabelan negatif dan secara visual dimana banyaknya marjinalisasi, subordnasi dan banyaknya tindakan kekerasan (violence) secara verbal kepada perempuan di dalam film. | This research titled Representation of Gender Bias in G.I.Jane Movie. This research was done to find out the signs used in GI Jane movie to represent the gender bias in military world. Research method used in this study was semiotic analysis. Semiotic analysis that used was Codes of Television by John Fiske. Subject of research that being analyzed was GI Jane movie using semiotic analysis. Object of research in this study was about representation of gender bias in GI Jane movie. Collecting data method used in this study was with selecting some scenes in GI Jane movie. Then researcher will analyze the scenes that had been selected with Codes of Television by John Fiske. The result from this research showed that in GI Jane movie there are some signs that represent gender bias in military world and described through three levels of Codes of Television, level I Reality, level II Representation and level III Ideology. The representation of gender bias in GI Jane movie seen in texts or narrative that discriminate againstthe female figure, as well as dialogues and voices and subordinated women, giving them negative labels and visually where there are lots of marginalization, subordination and so much violence verbally to the women in the movie. | |
| 4532 | 14034 | B1J011134 | KEANEKARAGAMAN DAN PEMANFAATAN TUMBUHAN PADA UPACARA ADAT DI KAMPUNG KUTA KABUPATEN CIAMIS | Kampung Kuta adalah suatu daerah di Kabupaten Ciamis yang masyarakatnya masih terikat kuat dengan adat istiadat. Masyarakat daerah tersebut berusaha menjunjung tinggi tradisi adat istiadat yang telah diwariskan oleh nenek moyangnya secara turun temurun. Salah satu tradisi yang masih dilaksanakan oleh masyarakat Kampung Kuta adalah masih melakukan ritual upacara adat dalam keseharian. Pelaksanaan upacara adat tidak bisa terlepas dari pemanfaatan spesies tumbuhan yang mendukung makna dari upacara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman spesies tumbuhan yang dimanfaatkan pada upacara adat dan untuk mengetahui manfaat serta cara pemanfaatan spesies tumbuhan pada upacara adat di Kampung Kuta Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei Participatory Rural Appraisal dengan metode pengambilan sampel Purposive Random Sampling. Data spesies tumbuhan yang telah didapat kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantatif. Analisis kualitatif dilakukan dengan mendeskripsikan nama lokal dan nama ilmiah spesies tumbuhan, bagian yang dimanfaatkan serta cara pemanfaatannya pada upacara adat di Kampung Kuta. Analisis kuantitatif dilakukan untuk mengetahui nilai pemanfaatan tumbuhan dengan menghitung Fidelity Level (FL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 35 spesies tumbuhan yang termasuk ke dalam 22 familia yang dimanfaatkan pada upacara adat nyuguh, sedekah bumi, babarit, nebusweteng, ngarupus, teya, upacara sunatan, dan upacara di hutan kramat. Cara pemanfaatannya adalah untuk dijadikan sawen, gegawar, sesaji, suraga, patok, nyamu, tumbuhan wajib, sebagai bahan untuk perawatan tali pusat, mandi bunga dan saweran. Spesies tumbuhan yang memiliki nilai pemanfaatan tertinggi adalah aren (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) sedangkan yang memiliki nilai pemanfaatan terendah adalah kiseueur (Antidesma tetrandum BI.). | Kampung Kuta is an area in Ciamis city which has people that are still bounded with tradition. The people in Kampung Kuta are trying to uphold the tradition that passed down by their ancestors through generations. One of the tradition that still carried by people in Kampung Kuta is perform traditional ceremonies in their life. Implementation of the ceremonies can not be separated from the utilization of plant species that support the meaning of the ceremony. The aims of the research are to determine the diversity of plant species that used in traditional ceremonies and to know the benefits and how to use the plants at the traditional ceremony in Kampung Kuta. Research method that used is Participatory Rural Appraisal survey, whereas sampling method is purposive random sampling. The data plant species that have been obtained are analyzed qualitatively and quantitatively. Qualitative analysis are used for describing the local names and scientific names, parts that being used and utilization of the plants in Kampung Kuta traditional ceremony. Quantitative analysis is used for determine beneficial value of the plants by calculating Fidelity Level (FL). The research results showed that there are 35 species of plants that grouped into 22 families. Those are being used in ceremonies like nyuguh, sedekah bumi, babarit, nebusweteng, ngarupus, teya, sunatan, and rituals in the sacred forest. Utilization of the plants are to become sawen, gegawar, sesaji, suraga, patok, nyamu, tumbuhan wajib, material for cord care, and saweran. Plant species with the highest beneficial value is palm, whereas the lowest one is kiseueur. Keywords : Diversity, plant utilization, traditional ceremonies, Kampung Kuta | |
| 4533 | 14338 | F1C011026 | Strategi Komunikasi Pemasaran Sambel Layah Area Banyumas Raya | Penelitian ini berjudul “Strategi Komunikasi Pemasaran Sambel Layah Area Banyumas Raya”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh Sambel Layah Area Banyumas Raya. Penelitian ini menggunakan Teori Integrated Marketing Communication dan bauran pemasaran 27P dalam melakukan analisis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Informan yang dipilih dalam penelitian ini adalah mereka yang mengetahui tentang strategi komunikasi pemasaran Sambel Layah area Banyumas Raya, yaitu pemilik sekaligus direktur marketing dan operasional, yang kedua adalah manajer marketing dan operasional serta manajer operasional Sambel Layah area Banyumas Raya. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Validitas data dalam penelitian ini dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik pengumpulan data/metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam strategi komunikasi pemasarannya, Sambel Layah area Banyumas Raya menggunakan 11 elemen bauran pemasaran yang berupa product, price, place, promotion, people, process, physical evidence, purpose, purchaser, positioning dan packaging. Dari keseluruhan strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan, terdapat dua strategi komunikasi pemasaran yang paling konsen diterapkan oleh Sambel Layah area Banyumas Raya, yaitu promotion dan packaging. | This research entitled “Marketing Communication Strategy Sambel Layah on Banyumas Raya Area”. The purpose of this research is to determine the marketing communication strategy adopted by Sambel Layah on Banyumas Raya Area. This research use Theory Integrated Marketing Communication and Marketing Mix 27P analysis. The method is descriptive with qualitative approach. Selection of respondents used purposive sampling. Respondents were selected in this research are those who know about marketing communication strategy Sambel Layah on Banyumas Raya Area, which is the owner and marketing and operational director, marketing and operational manager and operational manager Sambel Layah on Banyumas Raya Area. Data collection method done by means of observation, in-depth interviews and documentation. The validity of data in this research is done by triangulation of source and triangulation of method. This research result shows that marketing communication strategy Sambel Layah on Banyumas Raya Area using 11 elements of marketing mix which in form of Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence, Purpose, Purchaser, Positioning and Packaging. Of the overall marketing communications stratetgy which applied, there are two of the most concentrated marketing communications that apllied by Sambel Layah on Banyumas Raya Area, which is promotion and packaging. | |
| 4534 | 14340 | F1B010010 | Kinerja Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas dalam Pemberdayaan UMKM di Kabupaten Banyumas | RINGKASAN Penelitian ini berjudul “Kinerja Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi dalam Pemberdayaan UMKM di Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah yang maju, mandiri, tangguh dan berdaya saing melalui program pemberdayaan usaha kecil menengah. Lokasi penelitian bertempat di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas Bidang UMKM sebagai pelaksana program dalam pemberdayaan usaha kecil menengah serta beberapa pelaku UMKM di Kabupaten Banyumas yang terdiri dari pelaku UMKM Gula Kelapa, pelaku UMKM Batik dan pelaku UMKM Getuk Goreng sebagai penerima program pemberdayaan usaha kecil dan menengah. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas dalam pemberdayaan UMKM. Sedangkan metode yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keberhasilan atau outcome dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas dalam pemberdayaan UMKM di Kabupaten Banyumas masih belum mencapai hasil yang diharapkan, karena kurangnya sumber daya atau input yang dimiliki. Minimnya informasi dalam proses dan pelaksanaan pemberdayaan UMKM di Kabupaten Banyumas. Selain itu, anggaran APBD yang di alokasikan untuk melaksanakan program pemberdayaan UMKM tidak banyak, sedangkan jumlah UMKM di Kabupaten Banyumas sejumlah 66.530 UMKM Berdasarkan hal diatas guna memperoleh keberhasilan yang lebih baik, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas harus menjalin komunikasi dengan para pelaku UMKM di Kabupaten Banyumas guna mengawal kepentingan UMKM yang ada di Kabupaten Banyumas agar tercapainya tujuan pengembangan UMKM yang maju, mandiri, tangguh dan berdaya saing. Selain itu, dikarenakan minimnya anggaran dana kegiatan, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas perlu membangun kemitraan yang baik dengan pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan pemberdayaan UMKM seperti Dinas Pariwisata, Jasa Transportasi dan Hotel guna mecapai keberhasilan dalam pemberdayaan UMKM. Kata kunci: Kinerja, Pemberdayaan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) | SUMMARY The study entitled “the performance of the Department of industry, trade and cooperatives in the empowerment of small and medium businesses. The research was distributed by regency Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas effort to developsmall and medium enterprises, independent, resilient and competitive power throughsmall and medium businesses empowerment program. The location of the research department is housed in industry, trade and cooperatives districts implementing the programme in Banyumas as empowerment of small and medium businesses as well as some of the perpetrators of the Banyumas regency’s flagship UMKM cimprises principals UMKM coconut sugar, actors and actors batik UMKM, UMKM getuk goreng as recipient of the empowerment program of small and medium enterprises. As for the department of industry, trade and cooperatives in Banyumas regency, empowerment of UMKM. While the methods used i.e qualitative desriptive method. The results of this research show that the success or learning outcomes from the department of industry, trade adn cooperatives in Banyumas regency, the empowerment of UMKM in the regency of Banyumas has still not achieved the expected result, owing to lack of resources or inputs that are owned. The lack of information in the process and implementation of the empowerment of UMKM in Banyumas regency. In addition, the National budget is allocated to carry out the program of empowering UMKM not much, where as the number of UMKM in the regency of Banyumas 66.530 UMKM. Based on the things above in order to obtain a better success Banyumas regency Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi should establish communication with the perpetrators of the UMKM Banyumas regencyin order to achieve the goal of development of UMKM, independent, resilient and competitive power. In addition, due to the lack of budget funds activities, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi regency Banyumas need to build a good partnership with the parties involved in the implementation of the empowerment of UMKM such as tourism, transportation and hotel service to reach success in empowering UMKM. Keyword : Performance, Empowerment, Small and Medium Enterprises (UMKM) | |
| 4535 | 14341 | F1F011075 | BDSM (Bondage, Dominance, Submissive and Masochism) as Grey’s Defense Mechanism in E.L. James’ Fifty Shades of Grey | Penelitian berjudul “BDSM (Bondage, Dominance, Submissive and Masochism) as Grey’s Defense Mechanism in E.L. James’ Fifty Shades of Grey” ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme pertahanan yang terjadi pada karakter Christian Grey dan bagaimana mekanisme-mekanisme tersebut terjadi dalam bentuk praktek BDSM. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis data. Data utama dari penelitian ini adalah novel Fifty Shades of Grey yang dianalisis menggunakan teori mekanisme pertahanan oleh Sigmund Freud beserta teori BDSM. Ada tiga jenis mekanisme pertahanan yang digunakan untuk menjelaskan keterikatan Christian Grey terhadap BDSM dan bagaimana mekanisme-mekanisme ini membantunya menangani situasi yang meningkatan kecemasan dan emosi negatifnya. Lebih lanjut, teori BDSM berfokus untuk menjelaskan secara detail mengenai praktik-praktik BDSM dalam Fifty Shades of Grey. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan adanya tiga bentuk mekanisme pertahanan yang nampak dalam diri Christian Grey, seperti penekanan, undoing, dan displacement. Mekanisme penekanan yang dilakukan oleh Christian Grey menjelaskan tentang masa lalunya ketika ia dilecehkan secara seksual menjadi ingatan yang mendalam dan menjadikannya seorang yang dominan di hidupnya saat ini. Mekanisme undoing terjadi ketika ia mengingkari janjinya sendiri untuk tidak mempraktikkan BDSM sampai surat persetujuannya ditandatangani secara resmi oleh Anastasia Steele. Terakhir, mekanisme displacement terjadi ketika Christian Grey melampiaskan emosi negatifnya yang didapat dari pekerjaannya kepada Anastasia Steele sebagai objek untuk melampiaskan amarahnya melalui praktik BDSM. | This thesis entitled “BDSM (Bondage, Dominance, Subsmissive and Sadomasochism) as Grey’s Defense Mechanism in E.L. James’ Fifty Shades of Grey” aims to analyze the defense mechanism that is depicted in the character of Christian Grey and how the mechanisms come out in a form of BDSM practices. The research uses qualitative method to analyze the data. The main data source of this research is Fifty Shades of Grey novel which is analyzed by using Sigmund Freud’s defense mechanism theory and BDSM theory. There are three types of defense mechanism used to explain Christian Grey’s attachment to BDSM and how these mechanisms help him to cope with the situations that raise his anxiety and negative emotions. In addition, BDSM theory focuses to explain in detail of BDSM practices in Fifty Shades of Grey work. In result, there are three forms of defense mechanism that are depicted in Christian Grey, namely: repression, undoing and displacement. The repression explains how his past experience, when he is sexually seduced becomes latent and makes him dominant in his today’s life. The undoing mechanism happens when he violates his own promises to not practice BDSM until the agreement with Anastasia Steele is officially signed. Last one, displacement occurs when Christian Grey is placing his negative emotions from work’s pressure to Anastasia Steele as the object to release his tension through BDSM practice. | |
| 4536 | 14342 | F1A011047 | PENINGKATAN KUALITAS GURU TAMAN KANAK-KANAK DI KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN (STUDI TENTANG RESPON GURU TERHADAP TUNTUTAN KUALIFIKASI PENDIDIKAN STRATA SATU) | Tuntutan Kualifikasi Pendidikan S1 merupakan upaya peningkatan kualitas guru yang dilakukan pemerintah. Seluruh guru di Indonesia dituntut harus sudah menempuh pendidikan S1, namun guru taman kanak-kanak (TK) di Purwokerto masih banyak yang belum menempuh S1. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon guru TK terhadap tuntutan kualifikasi pendidikan S1, upaya-upaya peningkatan kualitas guru TK, serta dampak dari tuntutan kualifikasi pendidikan S1 terhadap peningkatan kualitas guru TK di kecamatan purwokerto selatan. Sasaran penelitian ini adalah guru TK di kecamatan purwokerto selatan. Penelitian ini merupakan penelitian survei deskriptif. Jumlah populasi penelitian ini sebanyak 139 orang dengan sampel sebanyak 34 orang. Pemilihan sampel menggunakan stratified random sampling. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, wawancara mendalam dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah tabel distribusi frekuensi dan tabel silang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) adanya respon positif dari tuntutan kualifikasi pendidikan S1. (2) Upaya-upaya peningkatan Kualitas Guru TK di kecamatan Purwokerto Selatan dengan menumbuhkan gaya mengajar secara bekerja, mengikuti pelatihan-pelatihan, belajar mengolah waktu pekerjaan lain dan mengembangkan kreativitasnya atau prestasi yang dimiliki, mengadakan kelompok belajar, memberikan motivasi, dan mengusulkan bantuan biaya. (3) adanya dampak tuntutan kualifikasi pendidikan S1 dalam peningkatan kualitas guru TK terbukti bahwa semakin banyak yang setuju tentang tuntutan kualifikasi maka cenderung semakin tinggi peningkatan kualitas guru TK di Purwokerto Selatan. Penelitian ini diharapkan kepada guru TK untuk selalu meningkatkan kualitas, baik melalui peningkatan kualifikasi pendidikan maupun mengikuti pelatihan-pelatihan. | Demand for bachelor degree as the minimun education qualification is an effort to improve the quality of teachers by the government. All teachers in Indonesia are required to should have finished their bachelor degree, however some of the kindergarten teachers in Purwokerto still haven't taken any bachelor degree. The purpose of this research was to evaluate responses from the demand of bachelor degree as the minimum for education qualification, efforts to improve the quality of kendergarten teachers, and impact from the demand of bachelor degree as the minimun for education qualification. Target of this research is the kindergarten teachers in subdistrict South Purwokerto. This research is a descriptive survey. Total population of this research are 139 people and 34 people as the sample. Selection for the sample used stratified random sampling. Data were collected from questionnaire, interview, and documentation. Analytical method used the frequency distibution table and cross table. These results indicate that: 1. The existence of positive responses for the demand of bachelor degree as the minimum for education qualification. 2. Efforts to increase quality of the kindergarten teachers in subdistrict South Purwokerto by make a style to teach, attend some trainings, learn to manage the time, and develop their creativity or achievement, make some groups to study, give them motivations, and propose for financial assistance. 3. The impact for demand of bachelor degree as the minimum for education qualification proved that the more we agree the higher teacher quality purwokerto in south. The research is expected to kindergarten teachers to contantly improve the quality, either through improved education and training qualifications. | |
| 4537 | 14098 | G1F007099 | ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP LAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS BANTARKAWUNG KABUPATEN BREBES | Puskesmas dalam proses penyelenggaraan upaya kesehatan individu dan masyarakat, perlu ditunjang dengan pelayanan kefarmasian yang bermutu. Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Pelayanan kefarmasian juga dilaksanakan di puskesmas yang memiliki instalasi farmasi di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks kepuasan masyarakat terhadap layanan kefarmasian di Puskesmas Bantarkawung Kabupaten Brebes. Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling, yaitu teknik penentuan sampel pada anggota populasi yang ditemui saat berlangsungnya penelitian sebanyak 120 pasien. Data diperoleh dari jawaban kuesioner baku yang telah diisi oleh pasien dan analisis data menggunakan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. KEP/25/M.PAN/2/2004. Hasil analisis penelitian kepuasan masyarakat atas pelayanan kefarmasian di Puskesmas Bantarkawung menunjukan bahwa nilai Indeks Kepuasan Masyarakat adalah sebesar 3,01 atau dalam nilai interval konversi IKM adalah sebesar 75,40% yang masuk dalam kategori baik, sehingga Puskesmas Bantarkawung Kabupaten Brebes perlu mempertahankan pelaksanaan pelayanan kefarmasian yang sudah dijalankan. | Public health centers during the effort of providing individual and community health services, to be supported with good quality of pharmaceutical services . Pharmacy services is a direct and responsible service to patients related to pharmaceutical products with the aim of achieving definite outcomes to improve the quality of life of patients. Pharmacy services are also available at public health center. This study aims to determine the index of people's satisfaction with pharmacy services in the health center Bantarkawung Brebes Regency. The method used was a cross-sectional approach. The sampling technique used accidental sampling which involved 120 patients at the health center Bantarkawung, Brebes Regency. Data obtained from the questionnaire answers have been filled by patients. Validity and reliability of the questionnaire was conducted using the Product Moment Correlation and with Cronbach Alpha. Analysis of data using Public Satisfaction Index (HPI) by the Minister of State for Administrative Reform No. KEP / 25 / M.PAN / 2/2004 with adjustment. The results of the analysis community satisfaction with the pharmacy services in the health center Bantarkawung showed that the value of Community Satisfaction Index is equal to 3.01 or the value of the conversion interval IKM amounted to 75.40%, which means it's included in good category of services, so the health center Bantarkawung Brebes need to maintain the implementation of pharmaceutical services that have been executed. | |
| 4538 | 14344 | B1J009019 | EVALUASI PENGGUNAAN KADAR DNA DALAM JARINGAN DAN DIMENSI ERITROSIT SEBAGAI INDIKATOR POLIPLOIDISASI PADA IKAN NILEM (Osteochilus vittatus V.) | Ikan nilem merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang potensial di kabupaten Banyumas. Permintaan benih ikan Nilem meningkat tetapi permintaan tersebut belum terpenuhi. Kendala utama yang dihadapi yaitu rendahnya produktivitas. Peningkatan produktivitas ikan nilem dapat dilakukan dengan peningkatan nutrisi dalam pakan. Saat ini disinyalir telah terjadi penurunan kualitas induk maupun benih ikan Nilem yang dipelihara oleh petani ikan. Beberapa usaha dan penelitian telah dilakukan dalam upaya peningkatan produktivitas dan perbaikan serta peningkatan kualitas genetik ikan nilem seperti manipulasi kromosom melalui teknik poliploidisasi. Poliploidisasi merupakan metode manipulasi kromosom untuk perbaikan dan peningkatan kualitas genetik ikan. Penelitian ini menggunakan metode tersebut bertujuan untuk menghasilkan kualitas benih yang unggul. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Poliploidisasi dalam penelitian ini dilakukan dengan memberikan kejut panas pada telur ikan yang telah di fertilisasi dengan menit tertentu yaitu menit ke 1 dan 3. Masing-masing perlakuan diulang 6 kali. Parameter uji adalah kecepatan pertumbuhan relatif (panjang tubuh), laju pertumbuhan spesifik (berat tubuh). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pemberian kejut panas, sedangkan variabel terikat adalah kadar DNA per gram jaringan, diameter dan volume sel serta inti eritrosit. Metode Analisis data yang digunakan adalah data kuantitatif meliputi kadar DNA dalam setiap gram jaringan sirip, luas, volume dan inti eritrosit akan dianalisis menggunakan Anova satu arah pada signifikasi 0,05. Keterkaitan antara ploidi dengan kadar DNA, ukuran eritrosit dan perkembangan ikan Nilem akan dianalisis menggunakan uji korelasi. Kata kunci : Osteochilus vittatus V., fertilisasi, kejut panas, poliploidisasi, triploid | SUMMARY Nilem fish is one type of freshwater fish potential in Banyumas district. Nilem fish seed demand increases but demand has not been met. The main obstacle faced is the low productivity. Increased productivity nilem fish can be done with increased nutrients in the feed. Currently allegedly had a decline in the quality of fish seed parent and Nilem reared by fish farmers. Some effort and research has been done in an effort to increase productivity and genetic improvement and increased quality of fish nilem as chromosome manipulation through poliploidisasi techniques. Poliploidisasi a chromosome manipulation method for the repair and improvement of the genetic quality of the fish. The method used in this study aims to produce a superior quality seed. This study was an experimental study using a completely randomized design (CRD).Poliploidisasi in this study conducted by providing heat shock on fish eggs that have been in fertilization with certain minutes are minutes to 1 and 3. Each treatment was repeated 6 times. Test parameter is the speed of relative growth (body length), specific growth rate (body weight). The independent variable in this study is the provision of heat shock, while the dependent variable is the level of DNA per gram of tissue, diameter and volume of the cell and nucleus erythrocytes. Data analysis method used is quantitative data includes DNA levels in each gram of tissue fins, area, volume and erythrocyte core will be analyzed using one-way ANOVA at 0.05 significance. The linkage between DNA ploidy levels, erythrocyte size and development Nilem fish will be analyzed using correlation. Keywords : Osteochilus vittatus V., fertilization, heat shock, poliploidisasi, triploid. | |
| 4539 | 14345 | F1G009001 | REDUPLIKASI DALAM KUMPULAN PUISI KALAU KAU RINDU AKU KARYA DHARMADI | Penelitiian ini berjudul “Reduplikasi dalam Kumpulan Puisi Kalau Kau Rindu Aku Karya Dharmadi”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna reduplikasi. Bentuk penelitiannya adalah deskriptif kualitatif data penelitian ini berupa puisi yang di dalamnya terdapat bentuk dan makna reduplikasi. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penellitian ini adalah metode simak. Metode analisis data dengan menggunakan metode padan, teknik dasar yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik pilah unsur penentu. Penyajian hasil analisis data pada penelitian ini menggunakan metode informal. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa bentuk pengulangan yang terdapat dalam kumplan puisi Kalau Kau Rindu Aku ada lah (1) pengulangan seluruh yaitu dua data yang termasuk dalam kategori verba ,delapan data yang termasuk dalam kategori nomina, dua data yang termasuk dalam kategori adjektiva , dan enam data yang termasuk dalam kategori adverbia . (2) pengulangan sebagian yaitu enam data yang termasuk dalam kategori verba dan satu data yang termasuk dalam kategori adjektiva . (3) pengulangan yang berkombinasi dengan pembubuhan afiks yaitu terdiri dari satu data yang termasuk dalam kategori verba. Makna reduplikasi dalam kumpulan puisi Kalau Kau Rindu Aku yang ditemukan dalam penelitian ini adalah (1) makna yang menyatakan „banyak‟, (2) Menyatakan makna „banyak‟, makna banyak disini tidak berhubungan dengan bentuk dasar, melainkan berhubungan dengan kata yang diterangkan , (3) Menyatakan makna „yang menyerupai apa yang tersebut pada bentuk dasar‟. Dalam hal ini proses pengulangan berkombinasi dengan pembubuhan afiks – an , (4) Menyatakan bahwa „perbuatan yang tersebut pada bentuk dasar dilakukan berulang - ulang . | This research is entitled “ Reduplikasi d alam Kumpulan Puisi Kalau Kau Rindu Aku Karya Dharmadi ” The research purposes are to describle the type and meaning of reduplication. This research is quantitative descriptive analysis. This research data formed a poetry which is contained type and redupli cation meaning. The methods used in this research are listening method. Data analysis is conducted using equivalent method with classifying determined element technique. Finnaly, the data in this research are published by means of informal method. Based on the result of the analysis and investigation, it can be defined that the forms of repeating in poetry entitled Kalau Kau Rindu Aku is (1) the whole repeating, that is three data which is included in verba category, the eight data that is included in nomina category, one data which is included in adjektiva category, and five data that is included in adverbial category. (2) The half repeating is seven data that is included in verba category, one data that is included in adjektiva category, s and one data that i s included adverbial category. (3) The combination repeating with affix addition is consist two data which is included in verba category. The reduplication meaning in the collection of poetry entitled KalauKauRinduAku which is defined in the poetry is (1) the meaning which declared „many‟, (2) declared the meaning of „many‟, the meaning here is not related to the main type, but it is related to the word which is explained, (3) declared meaning „that has the similar thing which is mentioned on the main type. In this case, the process combination repeating with affix addition, (4) declared that „the activity that is mentioned in the main type is repeated ly. | |
| 4540 | 14365 | G1D012088 | PENGARUH PEMBERIAN VIBRASI 80 Hz 10 MENIT/HARI TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA DIABETES PADA TIKUS YANG DIINDUKSI ALOKSAN | Latar belakang : Komplikasi yang sering terjadi pada penderita DM adalah luka diabetes. Salah satu terapi yang diduga dapat membantu mempercepat penyembuhan luka diabetes adalah dengan memanfaatkan getaran atau vibrasi. Sampai saat ini belum diketahui frekuensi vibrasi yang benar-benar efektif dalam mempercepat penyembuhan luka diabetes. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian vibrasi dengan frekuensi 80 Hz 10 menit/hari terhadap penyembuhan luka diabetes pada tikus. Metode : Penelitian ini menggunakan eksperimen murni dengan posttest only with control group design. Jumlah sampel adalah 10 ekor tikus wistar jantan. Perkembangan pada luka diamati secara makroskopis dan mikroskopis. Hasil : Secara makroskopis warna luka kedua kelompok pada hari ke-0 adalah kemerahan. Edema pada kedua kelompok terjadi pada hari ke-1 dan di hari ke-2 edema kelompok perlakuan sudah menghilang, sedangkan pada kelompok kontrol edema masih sedikit terlihat di hari ke-4. Jaringan putih (slough) kelompok kontrol muncul 2 hari lebih awal daripada kelompok perlakuan yaitu di hari ke-2. Area permukaan luka kelompok perlakuan di hari ke-7 lebih kecil dibandingkan dengan kelompok kontrol. Secara mikroskopis, intensitas inflamasi kelompok kontrol lebih banyak, reepitelisasi kelompok perlakuan lebih panjang, dan jaringan nekrotik lebih parah pada kelompok kontrol. Kesimpulan : Penggunaan terapi vibrasi 80 Hz 10 menit/hari dapat mempercepat penyembuhan luka diabetes pada tikus. | Background : Complication commonly occurred in patients with diabetes mellitus (DM) is diabetic wounds. One of the therapies that can help to accelerate diabetic wound healing is by using vibration. Currently, the effective frequency of vibration to accelerate diabetic wound healing remains unknown. Purpose : This research aimed to determine the effect of vibration with 80 Hz frequency for 10 minutes/day on diabetic wound healing in rats. Method : This research used true experimental design with posttest only with control group design. Total sample was 10 male Wistar rats. The development of wound was observed macroscopically and microscopically. Result : Macroscopically, the wound color of both groups on day 0 was reddish. Edema in both groups occurred on day 1. On day 2 edema in treatment group had disappeared, while edema in control group was still slightly visible on day 4. Slough tissue in control group appeared two days earlier than the treatment group that was on day 2. The surface area of the wound in treatment group on day 7 was smaller than the control group. Microscopically, the inflammation intensity in control group was greater, re-epithelialization in treatment group was longer, and necrotic tissue in the control group more severe than treatment group. Conclusion : Therapeutic use of 80 Hz vibration for 10 minutes/day can accelerate diabetic wound healing in rats. |