Artikel Ilmiah : B1J011147 a.n. DEWI SAROH
| NIM | B1J011147 |
|---|---|
| Namamhs | DEWI SAROH |
| Judul Artikel | Derajat Parasitemia Pada Darah Berbagai Hewan Uji Yang Diinfeksi Oleh Plasmodium falciparum Secara In Vitro |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi Plasmodium sp. dan disebarkan oleh nyamuk Anopheles sp. betina. Infeksi Plasmodium sp. dimulai ketika sporozoit dari kelenjar ludah nyamuk masuk bersama gigitan nyamuk ke tubuh manusia menuju ke hati kemudian berkembang menjadi tropozoit selanjutnya menjadi skizon. Skizon yang telah matang akan membebaskan merozoit lalu merozoit menginfeksi ke darah. Plasmodium sp. dalam darah dapat digunakan untuk mendeteksi derajat parasitemia. P. falciparum merupakan salah satu parasit paling patogenik yang menginfeksi manusia karena dapat menyebabkan infeksi akut. P. falciparum memiliki kemiripan morfologi dengan P. knowlesi yang menginfeksi monyet ekor panjang dan bersifat zoonosis. Berdasarkan kemiripan tersebut maka dilakukan penelitian dengan rumusan masalah yaitu bagaimana derajat parasitemia pada berbagai darah hewan uji yang diinfeksi oleh P. falciparum, darah dari hewan uji mana yang memiliki derajat parasitemia tertinggi, bagaimana potensi zoonosis dari infeksi P. falciparum, dan bagaimana perkembangan P. falciparum dalam darah uji yang diinfeksi secara in vitro. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui derajat parasitemia pada darah berbagai hewan uji yang diinfeksi P. falciparum, mengetahui potensi zoonosis dari P. falciparum, dan mengatahui perkembangan P. falciparum pada darah uji yang diinfeksi secara in vitro. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental, dengan rancangan acak kelompok. Perlakuan yang digunakan berupa darah manusia sebagai kontrol, darah monyet ekor panjang, darah sapi, dan darah mencit, setiap perlakuan diulang 7 kali. Variabel bebas penelitian ini ialah P. falciparum, darah manusia dan darah hewan uji, sedangkan variabel terikatnya ialah derajat parasitemia, potensi zoonosis, dan perkembangan P. falciparum . Parameter yang diamati yaitu jumlah darah yang terinfeksi P. falciparum, potensi zoonosis dari P. falciparum, dan stadium P. falciparum selama kultur in vitro. Pengujian derajat parasitemia dilakukan dengan menghitung banyaknya eritrosit yang terinfeksi P. falciparum per 1000 eritrosit pada apusan darah tipis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat parasitemia pada darah manusia lebih tinggi dibandingkan dengan darah hewan uji lainnya, P. falciparum tidak berpotensi menyebabkan zoonosis, serta P. falciparum berkembang secara normal (stadium tropozoit, skizon, merozoit dan tropozoit) terjadi pada kultur darah manusia. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Malaria is a disease caused by Plasmodium sp. and transmitted by Anopheles sp. female. Infection of Plasmodium sp. starts when the sporozoit from the salivary gland of mosquitos enter the human body by biting of infected mosquito enter to the liver and develop into tropozoit and later schizonts. Mature schizonts will rupture, releasing merozoit into the bloodstream and infect to the red blood cell. The red blood cell infecting of Plasmodium sp. can be used to detect the degree of parasitemia. P. falciparum is the most pathogenic human parasite that cause an acute infection. P. falciparum has similar morphology with P. knowlesi that infects long-tailed macaque and zoonotic. Based on the similarity of morphology, the research conducted by the formulation of the problem are how the degree of parasitemia on various blood animal tested, is the P. falciparum potential as zoonotic, and how the development of P. falciparum in fected blood test in vitro. The purpose of this research are to determine the degree of parasitemia on various blood of animals tested, potential zoonotic of P. falciparum, and development of P. falciparum in the red blood cell test in vitro. Research carried out by experimentally, with rondom block design. The red blood cell used are human blood as a control, long-tailed macaque, cow, and mice ech treatment was repeated 7 times. The independent variable is P. falciparum, human blood, and animal blood test, while the dependent variable are the degree of parasitemia, zoonotic potential, and development of P. falciparum. Parameters observated are the number of red blood cell infect by P. falciparum, zoonotic potential of P. falciparum, and the development of P. falciparum inside the red blood cell. The degree of parasitemia was done by counting the number of erythrocytes infected with P. falciparum per 1000 erythrocytes in thin blood smear. The result showed that the degree of parasitemia in human blood is higher than the red blood cell of animal tested, P. falciparum is not a potential cause zoonoses, subsequently P. falciparum is developing normally (stage tropozoit, schizonts, merozoites, and tropozoid) during 24 hours occurs in cultured human blood. |
| Kata kunci | malaria, zoonosis, derajat parasitemia, in vitro. |
| Pembimbing 1 | Dra. Endang Ariyani Setyowati, M.Si |
| Pembimbing 2 | Prof. Dra. Endang Srimurni Kusmintarsih, SU. Ph.D |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 9 |
| Tgl. Entri | 2016-02-21 12:49:16.230527 |