Artikel Ilmiah : I2A023002 a.n. ANISAH

Kembali Update Delete

NIMI2A023002
NamamhsANISAH
Judul ArtikelEvaluasi Kebijakan Open Defecation Free Di Kabupaten Pangaandaran Tahun 2024
Abstrak (Bhs. Indonesia) Abstrak
EVALUASI KEBIJAKAN OPEN DEFECATION FREE (ODF)
DI KABUPATEN PANGANDARAN TAHUN 2024

1Anisah 2Budi Aji, 3Arih Diyaning Intiasari
1,2,3 Program Studi Ilmu- ilmu Kesehatan Masyarakat Jurusan Kesehatan Masyarakat
Fakultas Ilmu- Ilmu Kesehatan
Universitas Jenderal Soedirman

Latar Belakang : sanitasi merupakan salah satu usaha yang sangat mendasar bagi terwujudnya lingkungan yang sehat. Hal ini sesuai dengan salah satu target penting Bappenas (2023) dari Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu Open Defecation Free (ODF). Kabupaten Pangandaran tahun 2023 seluruh desa sudah terverifikasi Open Defecation Free (ODF). Dari hasil pengawasan diketahui kondisi ODF setelah satu tahun berjalan ternyata ada dua desa yang masyarakatnya kembali ke kebiasaan semula yaitu desa Harumandala dan desa Kertajaya.
Tujuan Penelitian : untuk mengevaluasi kebijakan Open Defecation Free (ODF) di kabupaten Pangandaran tahun 2024.
Metode : penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus, pengambilan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi terhadap informan yang telah ditentukan. Analisis data dengan cara mendeskripsikan hasil penelitian yang berhubungan dengan STBM.
Hasil : peneliti menemukan bahwa sanitarian sudah mengikuti pelatiham STBM. Namun masih kekurangan SDM pada pelaksanaan pemicuan. Dana untuk STBM berasal dari Dana ADD dan dana BOK. Tidak semua Informan mengetahui pedoman yang digunakan dalam pelaksanaan STBM. Sarana transportasi menggunakan milik sendiri. Perencanaan STBM dilaksanakan setiap tahun dengan melibatkan stakeholder terkait. Puskesmas Cigugur tidak dibentuk pengorganisasian STBM. Sosialisasi dilaksanakan dengan cara pemicuan dan penyuluhan. Puskesmas melakukan pengawasan langsung dan pengawasan tidak langsung dengan melibatkan stakeholder terkait. Output membuat komitmen bersama untuk tujuan Desa ODF. Pendanaan menjadi masalah terbesar untuk pencapaian Desa ODF.
Kesimpulan : terdapat hambatan dalam upaya perubahan perilaku yaitu faktor pendanaan yang kurang mendukung, sehingga masyarakat kesulitan untuk melakukan perubahan.

Kata Kunci : evaluasi, kebijakan, Desa Open Defecation Free (ODF)
Abtrak (Bhs. Inggris) Abstrak
EVALUATION OF OPEN DEFECATION FREE (ODF) POLICY
IN PANGANDARAN REGENCY IN 2024

1Anisah 2Budi Aji, 3Arih Diyaning Intiasari
1,2,3 Public Health Sciences Study Program Department of Public Health
Faculty of Health Sciences
Universitas Jenderal Soedirman

Background: sanitation is one of the most basic efforts to realize a healthy environment. This is in accordance with one of the important targets of Bappenas (2023) from the Sustainable Development Goals (SDGs), namely Open Defecation Free (ODF). In Pangandaran Regency in 2023, all villages have been verified as Open Defecation Free (ODF). From the results of the monitoring, it is known that the ODF condition after one year has been running, it turns out that there are two villages whose people have returned to their original habits, namely Harumandala Village and Kertajaya Village. Research Objective: to evaluate the Open Defecation Free (ODF) policy in Pangandaran Regency in 2024. Method: the study used qualitative with a case study approach, data collection by means of observation, interviews and documentation of predetermined informants.
Results: the researcher found that sanitarians had participated in STBM training. However, there is still a lack of human resources in the implementation of triggering. Funds for STBM come from ADD funds and BOK funds. Not all informants know the guidelines used in the implementation of STBM. Transportation facilities use their own. STBM planning is carried out every year by involving relevant stakeholders. Cigugur Health Center did not form an STBM organization. Socialization is carried out by means of triggering and counseling. The Health Center carries out direct supervision and indirect supervision by involving relevant stakeholders. Output makes a joint commitment to the goals of the ODF Village. Funding is the biggest problem for achieving the ODF Village.
Conclusion: there are obstacles in efforts to change behavior, namely the lack of supportive funding factors, so that the community has difficulty making changes.
Keywords: evaluation, policy, Open Defecation Free (ODF) Village
Kata kuncievaluasi, kebijakan, Desa Open Defecation Free (ODF)
Pembimbing 1Budi Aji
Pembimbing 2Arih Diyaning Intiasari
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman58
Tgl. Entri2025-02-14 15:02:41.297329
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.