Artikelilmiahs

Menampilkan 43.841-43.860 dari 48.763 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4384147215F1A021001HIPERREALITAS ENDORSE DALAM MEDIA SOSIAL: UPAYA INFLUENCER DI KALANGAN MAHASISWA UNSOED DALAM MENCIPTAKAN KONTEN DI TIKTOKTikTok menjadi salah satu platform media sosial yang banyak digunakan oleh generasi muda karena berbagai fitur menarik di dalamnya. Salah satu generasi muda yang turut menggunakan TikTok adalah mahasiswa. Sebagian besar dari mereka menggunakan platform tersebut untuk membentuk citra menjadi Influencer. Influencer sebagai publik figur di platform TikTok memiliki peran penting untuk memengaruhi perilaku, preferensi, dan keputusan audiens mereka. Bantuan Influencer dalam mengiklankan produk atau jasa, seakan memberikan jaminan kepada para pengikutnya bahwa produk atau jasa tersebut memiliki kualitas yang baik. Mereka menciptakan konsensus bahwa sebuah produk memiliki kualitas yang baik melalui citra dirinya sebagai Influencer. Namun, realita kadang
menyatakan sebaliknya sehingga menciptakan suatu hiperrealitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis fenomena hiperrealitas endorse dalam media sosial, dengan fokus pada upaya Influencer di kalangan mahasiswa Unsoed dalam menciptakan konten di TikTok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan
purposive sampling dengan informan 2 orang Influencer mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman yang memiliki fokus bidang spesialisasi atau niche berbeda dan 3 orang konsumen konten dari dua influencer tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui TikTok para Influencer yang berasal dari kalangan mahasiswa dapat menciptakan, bahkan memfasilitasi hiperrealitas. Melalui proses tersebut akhirnya tercipta kemungkinan bahwa Influencer memiliki pengaruh untuk memanipulasi kebenaran. Hal ini menghasilkan kebenaran baru yang seolah mewakili semua kebenaran yang bersifat konsensus dan disepakati oleh seluruh manusia.
TikTok has become one of the most widely used social media platforms among the younger generation due to its various appealing features. Among this generation are college students, many of whom use the platform to build their image as Influencers. As public figures on TikTok, Influencers play a crucial role in shaping the behavior, preferences, and decisions of their audience. By endorsing products or services, Influencers seem to guarantee to their followers that these products or services have a good quality. They create a consensus that a product is of high quality through their image as Influencers. However, reality sometimes tells a different story, leading to the creation of a hyperreality. The purpose of this study is to understand and analyze the phenomenon of hyperreality
in social media endorsements, focusing on the efforts of Influencers among Unsoed students in creating content on TikTok. The research method used is qualitative with a phenomenological approach. The informants in this study were selected through purposive sampling, consisting of two student Influencers from Jenderal Soedirman University with different specialization fields or niches, and three content consumers from these two Influencers. Data collection techniques used in this study include observation, interviews, and literature studies. The results of the study show that through TikTok, Influencers from the student community can create and even facilitate hyperreality. Through this process, it creates the possibility that Influencers have the influence to manipulate the truth. This results in a new truth that seems to represent all truths that are consensus agreed upon by all humans.
4384247216C1B021029Membangun Pengalaman Berkesan: Pengaruh Autentisitas dan Experiencescape Terhadap Pengalaman Berkesan serta Niat Berkunjung Kembali Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh autentisitas dan experiencescape terhadap niat berkunjung kembali ke objek wisata alam di Kabupaten Bayumas yaitu Curug Jenggala, Curug Telu, Curug Pinang, dan Pagubugan Melung dengan pengalaman berkesan sebagai mediasi. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik non probability sampling dengan metode purposive sampling. Jumlah responden yaitu sebanyak 120 responden dari populasi pengunjung objek wisata alam di Kabupaten Banyumas. Menggunakan analisis SEM dengan software AMOS menunjukan hasil bahwa, autentisitas berpengaruh positif terhadap pengalaman berkesan, experiencescape berpengaruh positif terhadap pengalaman berkesan, pengalaman berkesan tidak berpengaruh postif terhadap niat berkunjung kembali, autentisitas berpengaruh postif terhadap niat berkunjung kembali, experiencescape tidak berpengaruh postif terhadap niat berkunjung kembali, pengalaman berkesan tidak mampu memediasi pengaruh antara autentisitas dengan niat berkunjung kembali, dan pengalaman berkesan juga tidak mampu memediasi pengaruh antara experiencescape dengan niat berkunjung kembali. Penelitian ini dapat diimplikasikan bagi pengelola objek wisata alam dalam meningkatkan niat berkunjung kembali. This study aims to determine the effect of authenticity and experiencescape on the intention to revisit natural tourist attractions in Bayumas Regency, namely Curug Jenggala, Curug Telu, Curug Pinang, and Pagubugan Melung with effective experience as mediation. The sample in this study was taken using a nonprobability sampling technique with a purposive sampling method. The number of respondents was 120 respondents from the population of visitors to natural tourist attractions in Banyumas Regency. Using SEM analysis with AMOS software shows the results that authenticity has a positive effect on memorable experiences, experiencescape has a positive effect on memorable experiences, memorable experiences do not have a positive effect on revisit intentions, authenticity has a positive effect on revisit intentions, experiencescape does not have a positive effect on revisit intentions, experiencescape does not have a positive effect on revisit intentions, memorable experiences are unable to mediate the influence between authenticity and revisit intentions, and memorable experiences are also unable to mediate the influence between experiencescape and revisit intentions. This study can be implied for managers of natural tourist attractions in increasing revisit intentions.
4384347217F1A021002Sulastri: A Biographical Study of a Woman in The Struggle to Survive Poverty and Patriarchal Culture Kemiskinan merupakan realitas sosial yang sulit diselesaikan, terutama bagi perempuan. Akibat permasalahan yang sistemik serta konstruksi sosial yang patriarkis, membuat perempuan lebih rentan mengalami kemiskinan. Penelitian ini mengekplorasi keterkaitan antara kemiskinan dan norma patriarki dalam memperdalam penindasan terhadap perempuan, dengan berfokus pada fenomena berupa beban ganda, perjodohan, dan pernikahan dini yang membatasi kesejahteraan perempuan. Kombinasi kemiskinan dan budaya patriarki tidak hanya meningkatkan penderitaan perempuan, namun juga membentuk pengalaman hidup mereka secara mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi biografi terhadap Sulastri, seorang perempuan yang hidup di bawah bayang-bayang persoalan tersebut. Melalui biografinya, muncul tantangan utama seperti: 1) perjodohan dan pernikahan dini yang berdampak luas terhadap kehidupan Sulastri; serta 2) beban ganda atas pekerjaan domestik dan tanggung jawab ekonomi. Meskipun menghadapi kondisi tersebut, Sulastri menunjukkan ketahanan dan perjuangan untuk mengatasi kesulitan, yang berdampak besar pada perubahan hidupnya. Kisah Sulastri menggambarkan perjuangan individu dan kolektif perempuan yang hidup dalam persoalan yang saling berkaitan. Studi biografi ini secara mendalam memberikan wawasan yang konkret tentang ketahanan perempuan serta langkah mereka dalam mengelola keterbatasan yang ada. Selain itu, penelitian ini menekankan dorongan terhadap kesetaraan gender melalui program sosial dan reformasi kebijakan untuk mengatasi dampak ganda dari kemiskinan dan budaya patriarki.Poverty is a social reality that is difficult to resolve, especially for women. Due to systemic issues and patriarchal social constructions, women are more vulnerable to experiencing poverty. This study explores the connection between poverty and patriarchal norms in deepening the oppression of women, focusing on phenomena such as the double burden, arranged marriages, and early marriages that limit women's well-being. The combination of poverty and patriarchal culture not only exacerbates women's suffering but also profoundly shapes their life experiences. This research adopts a qualitative approach through a biographical study of Sulastri, a woman who lives under the shadow of these issues. Through her biography, key challenges emerge, including: 1) arranged marriages and early marriages that have far-reaching impacts on Sulastri's life; and 2) the double burden of domestic work and economic responsibilities. Despite these conditions, Sulastri demonstrates resilience and determination in overcoming difficulties, significantly impacting her life changes. Sulastri’s story illustrates both individual and collective struggles of women facing interconnected issues. This biographical study provides concrete insights into women’s resilience and their strategies for managing existing limitations. Furthermore, this research emphasizes the need for gender equality initiatives through social programs and policy reforms to address the dual impact of poverty and patriarchal culture.
4384447218C1B021099Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perubahan Laba dengan Risiko Likuiditas sebagai Variabel Mediasi (Studi pada Bank Umum Swasta Nasional)Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perubahan laba dengan risiko likuiditas sebagai variabel mediasi. Faktor-faktor yang diteliti dalam penelitian ini adalah risiko kredit, rasio profitabilitas, efisiensi operasional, dan dana pihak ketiga. Pengukuran yang digunakan untuk risiko kredit yaitu NPL, rasio profitabilitas yang digunakan yaitu NIM, efisiensi operasional menggunakan OER, dan dana pihak ketiga dengan rasio DPK terhadap aset. Untuk variabel risiko likuiditas diukur dengan LDR dan perubahan laba diukur dengan rasio pertumbuhan. Subjek penelitian adalah Bank Umum Swasta Nasional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Data diperoleh dari laman resmi Bursa Efek Indonesia dan didapat jumlah sampel sebanyak 304. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penumpulan data dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NPL, NIM, dan DPK berpengaruh signifikan terhadap LDR namun OER berpengaruh tidak signifikan terhadap LDR. Hasil lainnya yaitu OER berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba namun NPL, NIM, DPK, dan LDR berpengaruh tidak signifikan terhadap perubahan laba. Selanjutnya, LDR tidak dapat memediasi pengaruh NPL, NIM, OER, dan DPK terhadap perubahan laba. Penelitian ini memberikan implikasi manajerial dan teoritis dalam memahami rasio-rasio keuangan seperti NPL, NIM, OER, DPK, dan LDR. Namun penelitian ini memiliki keterbatasan pada varians data yang relatif kecil pada beberapa variabel sehingga menghasilkan kesimpulan yang kurang luas.This study analyses the factors that influence profit changes with liquidity risk as a mediating variable. The factors examined in this study are credit risk, profitability ratio, operational efficiency, and third-party funds. The measurement used for credit risk is NPL, the profitability ratio used is NIM, operational efficiency uses OER, and third-party funds with the ratio of deposits to assets. For liquidity risk variables measured by LDR and profit changes measured by growth ratio. The research subjects are National Private Commercial Banks listed on the Indonesia Stock Exchange. Data obtained from the official website of the Indonesia Stock Exchange and obtained a total sample of 304. The research method uses a quantitative approach with data collection methods of documentation and literature study. The results showed that NPL, NIM, and DPK had a significant effect on LDR but OER had an insignificant effect on LDR. Another result is that OER has a significant effect on profit changes but NPL, NIM, DPK, and LDR have an insignificant effect on profit changes. Furthermore, LDR cannot mediate the effect of NPL, NIM, OER, and DPK on profit changes. This study provides managerial and theoretical implications in understanding financial ratios such as NPL, NIM, OER, DPK, and LDR. However, this study has limitations on the relatively small data variance in several variables, resulting in less broad conclusions.
4384547219F1A020104Problematika Metode Mengajar Guru dan Kemampuan Akademik Siswa

Ketidaktepatan metode mengajar menurunkan kualitas pembelajaran dan berdampak negatif bagi siswa, sehingga penting untuk dikaji secara mendalam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan penilaian siswa terkait metode mengajar guru. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian dijelaskan dalam tiga aspek utama yang dikaitkan dalam teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead :(1) Penyampaian materi tidak berurutan dan terlalu cepat sehigga simbol yang digunakan tidak dapat ditangkap dengan baik; (2)Perlakuan terhadap siswa dinilai kurang perhatian dan kurang mengapresiasi memperlihatkan symbol yang digunakan guru memberi pandangan negatif; (3) Harapan siswa terhadap guru untuk lebih memperhatikan siswa dan bahasa yang mudah dipahami. Harapan tersebut berkaitan dengan significant symbol dan significant others. Ketiga aspek diatas berkontribusi signifikan dalam konteks pendidikan terutama pada proses belajar mengajar. Selain itu, penelitian ini dapat menjadi evaluasi bagi pihak terkait dalam pengembangan metode pengajaran dan keterlibatannya terhadap siswa. The inaccuracy of teaching methods reduces the quality of learning and has a negative impact on students, so it is important to study it in depth. Therefore, this study aims to provide student assessments related to teacher teaching methods. The method used is qualitative descriptive with data collection using observation and interviews. The results of the study are explained in three main aspects associated with George Herbert Mead's theory of symbolic interactionism :(1) The delivery of teacher material is not sequential and too fast so that the symbols used cannot be captured properly; (2)Teachers' treatment of students is considered to be less attentive and less appreciative, showing the symbols used by teachers to give negative views; (3) Students' expectations of teachers to pay more attention to students and language that is easy to understand. These expectations are related to significant symbols and significant others. The three aspects above contribute significantly in the context of education, especially in the teaching and learning process. In addition, this research can be an evaluation for related parties in the development of teaching methods and their involvement with students.
4384647220E1A021081Tanggung Jawab Hukum Elektromedis Sebagai Tenaga Kesehatan Dalam Pelayanan KesehatanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan dan bentuk-bentuk tanggung jawab hukum elektromedis sebagai tenaga kesehatan dalam pelayanan kesehatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan, pendekatan analitis, dan pendekatan konsep. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan tanggung jawab hukum elektromedis sebagai tenaga kesehatan dalam pelayanan kesehatan telah menunjukkan adanya taraf sinkronisasi vertikal dan horizontal. Artinya, peraturan yang derajatnya lebih rendah tidak bertentangan dengan peraturan yang derajatnya lebih tinggi dan peraturan yang lebih tinggi menjadi dasar dibentuknya peraturan yang lebih rendah. Selain itu, peraturan yang sederajat tidak saling bertentangan dan dapat saling melengkapi. Bentuk tanggung jawab hukum elektromedis sebagai tenaga kesehatan dalam pelayanan kesehatan meliputi: tanggung jawab hukum pidana berdasarkan Pasal 308 ayat (1) dan Pasal 440 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan; tanggung jawab hukum perdata berdasarkan Pasal 308 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan; dan tanggung jawab hukum administrasi berdasarkan Pasal 283, Pasal 306, dan Pasal 313 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta Pasal 19 dan Pasal 20 Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2015 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Elektromedis.This research aims to determine the synchronization of regulations and the forms of legal responsibility of electromedical professionals as healthcare workers in health services. The type of research used is normative juridical, utilizing the statute approach, analytical approach, and conceptual approach. The data used in this research is secondary data obtained through a literature review. The results indicate that the regulation of legal responsibilities for electromedical professionals in health services has shown a level of vertical and horizontal synchronization. This means that lower-level regulations do not contradict higher-level regulations, and higher-level regulations serve as the basis for forming lower-level regulations. Additionally, regulations of equal levels do not contradict each other and can complement one another. The forms of legal responsibility for electromedical professionals in health services include: criminal law liability as stated in Article 308 paragraph (1) and Article 440 of Law Number 17 of 2023 concerning Health; civil law liability as stated in Article 308 paragraph (2) of Law Number 17 of 2023 concerning Health; and administrative law liability as stated in Articles 283, 306, and 313 of Law Number 17 of 2023 concerning Health, as well as Articles 19 and 20 of the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 45 of 2015 concerning Licenses and Implementation of Electromedical Practices.
4384747221F1B021006Kinerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten BanyumasKeberhasilan kinerja instansi pemerintah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya selalu tertuang dalam bentuk pelayanan publik kepada masyarakat. Pelayanan publik yang diberikan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas berfokus pada layanan keagamaan seperti, layanan haji dan umroh, layanan zakaf dan wakaf, pelayanan pondok pesanten, pelayanan kerukunan beragama, dan pelayanan pendidikan madrasah. Namun sampai saat ini pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat belum sepenuhnya maksimal, karena masih terdapat aduan mengenai layanan publik yang diberikan oleh Kantor Kemenag Banyumas. Aduan pelayanan tersebut diantaranya layanan sertifikasi halal, layanan haji dan umroh, aduan pendidikan madrasah, aduan layanan Kantor urusan agama, dan juga aduan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kinerja organisasi Kantor Kemenag Banyumas belum sepenuhnya bagus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kinerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data yaitu data primer dan sekunder. Teknik informan ditentukan dengan purposive sampling. Validitas dan reabilitas menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan pada aspek financial serapan realisasi anggarannya bagus mencapai 99,67% pada tahun 2023 dan 90,19% pada tahun 2024. Aspek customer survey kepuasan layanan publik cukup bagus dengan presentase 90% masyarakat (sangat puas) dan 10% sisanya masyarakat memberikan penilaian (puas) akan layanan publik. Aspek proses bisnis internal menunjukkan keberhasian hasil kinerja organisasi mendapat presentase sebesar 100% dengan keberhasilan realisasi lima puluh tiga program kerja. Kemudian untuk hasil kinerja pegawai mendapatkan predikat bagus yaitu sesuai ekspektasi. Aspek pertumbuhan dan pembelajaran menunjukkan hasil yang bagus baik pertumbuhan fisik maupun non fisik, namun untuk pembelajaran masih kurang bagus dikarenakan terdapat 25% pegawai yang memiliki kompetensi rendah pada penggunakan teknologi. The success of government agencies in carrying out their duties and functions is always reflected in the form of public services to the community. The public services provided by the Banyumas Regency Ministry of Religious Affairs Office focus on religious services such as Hajj and Umrah services, zakat and waqf services, pesantren services, interfaith harmony services, and madrasah education services. However, until now, the public services provided to the community have not been fully optimal, as there are still complaints regarding the public services offered by the Kemenag Banyumas office. Complaints about these services include halal certification services, hajj and umrah services, complaints about madrasah education, complaints about religious affairs office services, and also complaints about the One-Stop Integrated Service. The condition indicates that the performance of the Banyumas Ministry of Religious Affairs Office is not yet fully satisfactory. This research aims to describe the performance of the Banyumas Regency Ministry of Religious Affairs Office. The research method uses descriptive qualitative, with data collection techniques including interviews, observations, and documentation. The data sources are primary and secondary data. The informant technique is determined by purposive sampling. Validity and reliability were assessed using the source triangulation technique. The research results show that in the financial aspect, the budget realization absorption is good, reaching 99.67% in 2023 and 90.19% in 2024. The aspect of customer survey satisfaction with public services is quite good, with 90% of the community (very satisfied) and the remaining 10% of the community rating (satisfied) with public services. The aspect of internal business processes shows the success of the organization's performance with a percentage of 100% and the successful realization of fifty-three work programs. Then, the employee performance results received a good rating, which is in line with expectations. The aspect of growth and learning shows good results in both physical and non-physical growth, but the learning aspect is still lacking because there are 25% of employees with low competence in using technology.
4384847222I1A021109PERSEPSI MUTU PELAYANAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT HIPERTENSI PROLANIS DI PUSKESMAS PURWOJATILatar belakang: Masalah kepatuhan minum obat antihipertensi dapat dipengaruhi oleh peran petugas kesehatan. Kepatuhan minum obat pada peserta Prolanis Puskesmas Purwojati masih kurang. Dilihat dari peserta Prolanis hipertensi yang memiliki tekanan darah stabil hanya 35,86%. Kemauan pasien untuk sembuh dapat dipertahankan dengan dukungan keterlibatan petugas kesehatan dan pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi kualitas pelayanan dengan kepatuhan minum obat pada peserta Prolanis hipertensi.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling dengan jumlah 66 sampel.

Hasil: Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan antara dimensi reliability (p=0,0001), responsiveness (p=0,0001) dan assurance (p=0,001) dengan kepatuhan minum obat dan tidak ada hubungan antara emphaty (p=0,085) dan tangible (p=0,585) dengan kepatuhan minum obat pada peserta Prolanis hipertensi di Puskesmas Purwojati.

Kesimpulan: Ada hubungan antara persepsi kualitas pelayanan dimensi reliability, responsiveness dan emphaty dengan kepatuhan minum obat dan tidak ada hubungan antara persepsi kualitas pelayanan dimensi empathy dan tangible dengan kepatuhan minum obat. Puskesmas
Background: Problems regarding adherence to taking antihypertensive medication can be influenced by the role of health workers. Adherence to taking medication for Purwojati Health Center Prolanis participants is still lacking. Judging from the hypertension Prolanis participants who have stable blood pressure, only 35.86%. The patient's willingness to recover can be maintained with support from the involvement of health workers and the services provided. This study aims to determine the relationship between perceived service quality and adherence to taking medication for hypertension Prolanis participants.

Methodology: This study used an observational analytic method with a cross sectional approach. Sampling was done by accidental sampling method with a total of 66 samples.

Results: The results of the bivariate test showed a relationship between the
dimensions of reliability (p=0.0001), responsiveness (p=0.0001) and assurance (p=0.001) with adherence to taking medication and there was no relationship between empathy (p=0.085) and tangible (p=0.585) with adherence to taking medication for hypertension Prolanis participants at the Purwojati Health Center.

Conclusion: There is a relationship between the perception of service quality dimensions of reliability, responsiveness and empathy with adherence to taking medication and there is no relationship between the perception of service quality dimensions of empathy and tangible with adherence to taking medication. The health center is expected to improve the services provided to Prolanis participants.
4384947223C1L020024Pengaruh Praktik Microteaching, Persepsi Profesi Guru, Efikasi Diri terhadap Minat Melanjutkan Pendidikan Profesi Guru pada Mahasiswa Pendidikan EkonomiPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh praktik microteaching, persepsi profesi guru, efikasi diri terhadap minat melanjutkan Pendidikan Porfesi Guru pada mahasiswa Pendidikan Ekonomi. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2024.
Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan kuesioner tertutup, melalui metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2020, 2021, dan 2022 yang sudah atau sedang menjalani praktik microteaching sejumlah 71 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 71 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Data sekunder yang telah diperoleh ditransformasikan menjadi data interval menggunakan Method of Successive Interval (MSI).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik microteaching, persepsi profesi guru, efikasi diri memiliki pengaruh positif terhadap minat melanjutkan Pendidikan Profesi Guru. Semakin baik praktik microteaching, persepsi terhadap profesi guru, efikasi diri, maka semakin tinggi pula minat mahasiswa melanjutkan Pendidikan Profesi Guru.
Implikasi dari penelitian ini yaitu: diharapkan penelitian ini dapat menambah pengetahuan tentang pengaruh praktik microteaching, persepsi profesi guru, efikasi diri terhadap minat melanjutkan Pendidikan Profesi Guru. Hasilnya, penelitian ini diharapkan Universitas Jenderal Soedirman dapat terus meningkatkan kualitas pelaksanaan mata kuliah praktik microteaching, dapat membentuk persepsi profesi guru yang positif, dan meningkatkan efikasi diri mahasiswa, sehingga dapat meningkatkan minat mahasiswa untuk melanjutkan Pendidikan Profesi Guru.
This study is a descriptive quantitative research. The purpose of this study is to analyze the impact of microteaching practice, teacher profession perception, and self-efficacy on the interest in continuing the Pendidikan Profesi Guru (PPG) program among Economics Education students. The research was conducted in November 2024.
The data used in this study were collected using closed-ended questionnaires through a survey method. The population of this study consists of 71 students from the 2020, 2021, and 2022 cohorts of the Economics Education program who have completed or are currently undergoing microteaching practice. The sample for this study consisted of 71 students selected using purposive sampling. The data analysis technique used was multiple linear regression. The secondary data obtained were transformed into interval data using the Method of Successive Interval (MSI).
The results of this study show that microteaching practice, teacher profession perception, and self-efficacy have a positive influence on the interest in continuing the Pendidikan Profesi Guru (PPG) program. The better the microteaching practice, teacher profession perception, and self-efficacy, the higher the students interest in continuing the Pendidikan Profesi Guru (PPG) program.
The implications of this study are expected to contribute to knowledge about the impact of microteaching practice, teacher profession perception, and self-efficacy on the interest in continuing the Pendidikan Profesi Guru (PPG) program. The findings suggest that Universitas Jenderal Soedirman can continue to improve the quality of microteaching courses, foster a positive perception of the teaching profession, and enhance students' self-efficacy, thus increasing students' interest in pursuing the Pendidikan Profesi Guru (PPG) program.
4385047157D1A020049ANALISIS EKONOMI USAHA TERNAK DOMBA SAKUB DI SENTRA
PENGEMBANGAN DOMBA SAKUB KABUPATEN BREBES
Domba Sakub adalah jenis ternak lokal di Indonesia yang semakin banyak
dipelihara di Kabupaten Brebes. Informasi terkait analisis ekonomi usaha domba Sakub
masih terbatas, sehingga efisiensi usaha terkait faktor-faktor yang memengaruhi
peternak belum dipahami dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan penelitian mengenai
faktor-faktor yang memengaruhi efisiensi usaha (R/C) dalam beternak domba Sakub.
Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 69 peternak domba Sakub, dengan
responden yang dipilih melalui metode simple random sampling. Pengumpulan data
dilakukan melalui wawancara dan survei langsung dengan peternak menggunakan
kusioner. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling, dan penelitian
berlangsung dari bulan Oktober 2023 hingga Juni 2024 di Desa Pandansari, Kecamatan
Paguyangan, dan Desa Wanareja, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa
Tengah. Ukuran sampel ditentukan menggunakan rumus Nomograf Harry King.
Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa variabel usia peternak, tingkat pendidikan, dan jumlah ternak tidak
berpengaruh signifikan terhadap R/C (Revenue Cost Ratio). Namun, variabel
pengalaman peternak memiliki pengaruh signifikan terhadap R/C (Revenue Cost Ratio).
Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak pengalaman peternak, R/C (Revenue Cost
Ratio) cenderung menurun.
The Sakub sheep is a local livestock breed in Indonesia that is increasingly raised in Brebes Regency. Information related to the economic analysis of Sakub sheep farming is still limited, making the efficiency of the business concerning the factors affecting farmers not well understood. Therefore, research on the factors influencing business efficiency (R/C) in raising Sakub sheep is needed.

This study involved 69 Sakub sheep farmers, with respondents selected using the simple random sampling method. Data collection was carried out through interviews and direct surveys with farmers using questionnaires. The research location was determined using purposive sampling, and the study took place from October 2023 to June 2024 in Pandansari Village, Paguyangan Subdistrict, and Wanareja Village, Sirampog Subdistrict, Brebes Regency, Central Java. The sample size was determined using Harry King's Nomogram formula.

Data analysis was conducted using multiple linear regression analysis. The results showed that the variables of farmers' age, education level, and livestock quantity did not significantly affect the R/C (Revenue Cost Ratio). However, the variable of farming experience had a significant effect on the R/C (Revenue Cost Ratio). This indicates that the more experience a farmer has, the lower the R/C (Revenue Cost Ratio) tends to be.
4385147224F1B021110Kompetensi Sumber Daya Manusia
(Studi Kasus Pada Proses Penyusunan Buku Kecamatan Dalam
Angka)
Sumber daya manusia (SDM) adalah aset penting yang harus dikelola untuk mencapai
tujuan organisasi. Dalam penyusunan Buku Kecamatan Dalam Angka di Badan Pusat
Statistik (BPS) Kabupaten Banyumas, kendala utama adalah terbatasnya kompetensi
SDM, khususnya dalam penguasaan Adobe InDesign dan statistik. Minimnya pelatihan
meningkatkan risiko kesalahan data, sementara disiplin, tanggung jawab, dan
kepedulian staf masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
deskriptif untuk memahami realitas sosial secara mendalam. Data dikumpulkan
melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis
menggunakan model Miles. Teknik triangulasi diterapkan untuk memastikan validitas
data. Fokus penelitian mencakup analisis kompetensi, termasuk kemampuan,
pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja. Untuk mengatasi kendala, BPS Banyumas
telah mengambil beberapa langkah strategis, seperti memberikan pelatihan intensif
Adobe InDesign, menyusun panduan kerja, melakukan evaluasi berkala, dan
membudayakan profesionalisme melalui pelatihan dan pembinaan. Dengan strategi ini,
diharapkan kualitas penyusunan buku dapat meningkat secara signifikan, mendukung
akurasi data statistik, dan memperkuat kontribusi BPS terhadap pembangunan daerah.
Human resources (HR) are important assets that must be managed to achieve
organizational goals. In compiling the Sub-district Book in Figures at the Central
Statistics Agency (BPS) of Banyumas Regency, the main obstacle is the limited
competence of HR, especially in mastering Adobe InDesign and statistics. The lack of
training increases the risk of data errors, while staff discipline, responsibility, and
concern still need to be improved. This study uses a descriptive qualitative method to
understand social reality in depth. Data were collected through interviews,
observations, and documentation, which were then analyzed using the Miles model.
Triangulation techniques were applied to ensure data validity. The focus of the study
includes competency analysis, including abilities, knowledge, skills, and work
attitudes. To overcome obstacles, BPS Banyumas has taken several strategic steps,
such as providing intensive Adobe InDesign training, compiling work guidelines,
conducting periodic evaluations, and cultivating professionalism through training and
coaching. With this strategy, it is hoped that the quality of book compilation can
increase significantly, support the accuracy of statistical data, and strengthen BPS's
contribution to regional development.
4385247230C1A021107Analisis Pengaruh Belanja Modal, PDRB, Jumlah Wisatawan, Tingkat Penghunian Kamar Terhadap Pendapatan Asli Daerah Eks Karesidenan Kedu
Tahun 2009-2023
ABSTRACT
Inti masalah Pendapatan Asli Daerah adalah ketidakmampuan suatu daerah dalam memenuhi pendapatan – pendapatan yang bisa menunjandan masuk kedalam komponen Pendapatan Asli Daerah, semakin rendah PAD maka daerah tersebut belum bisa dikatakan mandiri secara fiskal. Maka dari itu pemerintah daerah perlu untuk melihat potensi daerah yang ada salah satunya sektor pariwisata. Penelitian ini melihat seberapa berpengaruh variabel independen yang terdiri dari Belanja Modal, PDRB, Jumlah Wisatawan, dan Tingkat Penghunian Kamar di Eks Karesidenan Kedu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari variabel Belanja Modal, PDRB, Jumlah Wisatawan, dan Tingkat Penghunian Kamar terhadap Pendapatan Asli Daerah di Eks Karesidenan Kedu.
Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diolah dengan menggunakan metode regresi data panel. Subjek penelitian ini adalah Eks Karesidenan Kedu dan time series dari tahun 2009-2023. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel belanja modal, PDRB berpengaruh positif dan signifikan, variabel jumlah wisatawan tidak berpengaruh, dan variabel tingkat penghunian kamar berpengaruh negatif dan signifikan. Menurut hasil olah data bahwa sebesar 59% variabel Belanja Modal, PDRB, Jumlah Wisatawan, dan Tingkat Penghunian Kamar mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah di Eks Karesidenan Kedu.
Implikasi penelitian ini berdasarkan kesimpulan tersebut adalah pemerintah daerah perlu mengembangkan lagi terkait promosi pariwisata, dan memperbaiki fasilitas, serta membuat acara yang bisa untuk menarik atensi wisatawan.
Keterbatasan penelitian ini yaitu penggunaan metode olah data belum melihat secara menyeluruh pada PAD di Eks Karesidenan Kedu. Disarankan penelitian selanjutnya untuk menggunakan metode ARDL (Autoregressive Distributed Lag) untuk melihat efek jangka panjang dari variabel independen ke dependen.

The main issue of Local Original Revenue (PAD) is the inability of a region to meet the revenues that can contribute to the components of Local Original Revenue. The lower the PAD, the less the region can be considered fiscally independent. Therefore, local governments need to examine the existing potential of the region, one of which is the tourism sector. This study examines how significantly the independent variables, which consist of Capital Expenditure, Gross Regional Domestic Product (GRDP), Number of Tourists, and Room Occupancy Rate, affect the Local Original Revenue in the former Kedu Residency. The purpose of this research is to determine the impact of the variables of Capital Expenditure, GRDP, Number of Tourists, and Room Occupancy Rate on Local Original Revenue in the former Kedu Residency.
This research uses secondary data processed with panel data regression methods. The subjects of this study are the former Kedu Residency and time series data from 2009 to 2023. The results indicate that the variables of Capital Expenditure and GRDP have a positive and significant effect, the variable of the number of tourists has no effect, and the variable of room occupancy rate has a negative and significant effect. According to the data processing results, 59% of the variables of Capital Expenditure, GRDP, Number of Tourists, and Room Occupancy Rate influence Local Original Revenue in the former Kedu Residency.
The implications of this research, based on these conclusions, are that local governments need to further develop tourism promotion, improve facilities, and create events that can attract tourists' attention.
The limitations of this study include the method of data processing, which has not comprehensively examined PAD in the former Kedu Residency. Future research is recommended to use the ARDL (Autoregressive Distributed Lag) method to observe the long-term effects of independent variables on the dependent variable.
4385347225F1B021037Disiplin Kerja Pegawai Pada Bagian Pelayanan Paspor Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) CilacapDisiplin kerja merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cilacap berperan dalam melayani pemohon keimigrasian, termasuk pembuatan paspor. Untuk mewujudkan pelayanan berkualitas, peningkatan disiplin kerja pegawai menjadi hal yang krusial. Ombudsman RI menilai pelayanan publik masih kurang efektif, sehingga penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan disiplin kerja pegawai di bagian pelayanan paspor Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sasaran pegawai dan pemohon paspor yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model interaktif serta diuji validitasnya menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja pegawai sudah baik, ditandai dengan kehadiran tepat waktu, kepatuhan terhadap peraturan, serta penyelesaian tugas sesuai SOP. Pegawai juga berhasil memenuhi target pelayanan paspor. Kesimpulannya, disiplin kerja pegawai di bagian pelayanan paspor sudah berjalan dengan baik. Rekomendasi yang diberikan meliputi pelatihan pegawai dan pengawasan lebih ketat untuk mempertahankan disiplin serta meningkatkan kualitas pelayanan.Work discipline is an important factor in improving service quality. Immigration Office Class I TPI Cilacap plays a role in serving immigration applicants, including making passports. To realize quality service, improving employee discipline is crucial. Ombudsman RI assesses that public services are still ineffective, so this study aims to describe the implementation of employee discipline in the passport service section of the Cilacap Class I TPI Immigration Office. This research uses descriptive qualitative method with the target employees and passport applicants selected through purposive sampling. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed using an interactive model and tested for validity using source triangulation. The results showed that employee discipline was good, characterized by punctual attendance, compliance with regulations, and completion of tasks according to the SOP. Employees also managed to meet the passport service target. In conclusion, employee discipline in the passport service section has gone well. Recommendations include employee training and stricter supervision to maintain discipline and improve service quality.
4385447226F1B021039ANALISIS PERBANDINGAN PENERAPAN PROGRAM NILAI DASAR “ANEKA” DAN CORE VALUES “BERAKHLAK” APARATUR SIPIL NEGARA DI KABUPATEN BANYUMASAparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pelayan publik wajib menerapkan etika dalam melaksanakan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah telah menetapkan program Nilai Dasar ANEKA yang kemudian digantikan oleh Core Values BerAKHLAK untuk meningkatkan profesionalitas ASN, termasuk di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan penerapan kedua program tersebut. Penelitian menggunakan metode studi kasus deskriptif kualitatif dengan pembuktian kuantitatif, melalui tahapan proses Exsplanatori Sekuensial. Data diperoleh melalui survei, wawancara, dan dokumentasi, dengan sampel ASN dari 26 unit kerja menggunakan teknik Stratified Random Sampling dengan penentuan jumlah responden menggunakan teknik kuota . Analisis data dilakukan secara deskriptif dan komparatif, dengan uji validitas Korelasi Product Moment dan reliabilitas Cronbach’s alpha. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara penerapan program ANEKA dan BerAKHLAK. Dimensi pemahaman, komitmen, dan pengurangan penyimpangan pada program BerAKHLAK menunjukkan hasil lebih baik dibandingkan ANEKA. Nilai signifikansi 0,000 (< 0,05) mengindikasikan perbedaan yang signifikan. Kesimpulannya, tingkat internalisasi Program Core Values BerAKHLAK lebih tinggi dibandingkan Program Nilai Dasar ANEKA, dengan perbedaan signifikan dalam penerapannya.Civil Servants (ASN) as public servants are required to uphold ethics in carrying out their duties and providing services to the community. The government introduced the ANEKA Basic Values program, which was later replaced by the Core Values of BerAKHLAK to enhance ASN professionalism, including in Banyumas Regency. This study aims to analyze the differences in the implementation of these two programs. The research employs a descriptive qualitative case study method with quantitative validation, following the Explanatory Sequential process. Data were collected through surveys, interviews, and documentation, with ASN samples from 26 work units selected using the Stratified Random Sampling technique, with the number of respondents determined using a quota sampling technique. Data analysis was conducted descriptively and comparatively, with validity tested using the Product Moment Correlation and reliability tested using Cronbach’s alpha.The results show significant differences in the implementation of the ANEKA and BerAKHLAK programs. The dimensions of understanding, commitment, and misconduct reduction in the BerAKHLAK program demonstrated better outcomes compared to ANEKA. A significance value of 0.000 (< 0.05) indicates a significant difference. In conclusion, the level of internalization of the Core Values of BerAKHLAK is higher than the ANEKA Basic Values Program, with significant differences in their implementation.
4385547227F1B021113KINERJA PEGAWAI BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN (BNNK) BANYUMAS DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PENCEGAHAN, PEMBERANTASAN, PENYALAHGUNAAN, DAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA (P4GN)Isu Penyalahgunaan dan peredaran narkotika di Kabupaten Banyumas menunjukkan angka peningkatan yang signifikan, menjadikannya peringkat ketiga tertinggi di Jawa Tengah. Hal ini menjadi ancaman serius bagi masyarakat, Menghadapi peningkatan kasus penyalahgunaan narkoba di Banyumas, penelitian ini secara mendalam bertujuan untuk menganalisis kinerja pegawai BNNK Banyumas dalam pelaksanaan program P4GN. Penelitian ini menggunakan teori Agus Dwiyanto yang mengidentifikasi indikator kinerja organisasi meliputi produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Dengan pendekatan deskriptif . pengumpulan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian menunjukkan bahwa BNNK Banyumas telah melaksanakan program P4GN secara menyeluruh, namun masih menghadapi kendala seperti terbatasnya sumber daya dan kurangnya pemahaman masyarakat. Kinerja pegawai secara umum baik, namun perlu ditingkatkan koordinasi lintas sektor.The issue of drug abuse and traf1icking in Banyumas Regency has shown a signi1icant upward trend, ranking it as the third highest in Central Java. This poses a serious threat to the community. Facing the increasing cases of drug abuse in Banyumas, this study aims to comprehensively analyze the performance of Banyumas District National Narcotics Agency (BNNK) employees in implementing the Prevention, Eradication, Abuse, and Illicit Traf1icking of Narcotics (P4GN) program. This research employs Agus Dwiyanto's theory, which identi1ies organizational performance indicators including productivity, service quality, responsiveness, responsibility, and accountability. A qualitative descriptive method is used. Data was collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The research shows that BNNK Banyumas has implemented the P4GN program comprehensively, but still faces challenges such as limited resources and lack of public understanding. Overall, employee performance is good, but inter-sectoral coordination needs to be improved.
4385647229J1D020003Masalah Sosial dan Nilai Moral dalam Novel Pengantin Remaja Karya Ken TeratePenelitian ini berawal dari karya sastra berupa novel yang mengangkat masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Karya sastra dapat menjadi salah satu media yang mencerminkan berbagai peristiwa yang terjadi dan dituangkan dalam bentuk tulisan. Novel yang mengangkat mengenai masalah sosial akan memberikan nilai moral yang dapat diambil dari pemeran atau tokoh. Atas dasar permasalahan tersebut, peneliti melakukan penelitian dengan tujuan untuk mendeskripsikan masalah sosial dan nilai moral dalam novel Pengantin Remaja karya Ken Terate. Penelitian tersebut berjenis kualitatif dengan mendeskripsikan data menggunakan teknik pengumpulan data yaitu baca dan catat. Kemudian, teknik analisis data dengan model Miles dan Hubberman serta teknik penyajian data dilakukan secara informal. Penelitian ini ditemukan data masalah sosial berupa kemiskinan, kejahatan, disorganisasi keluarga, masalah generasi muda dalam masyarakat modern, pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat, dan total berjumlah 53 data. Kemudian, terdapat empat wujud masalah sosial yang tidak ditemukan data yaitu peperangan, masalah kependudukan, masalah lingkungan hidup, dan birokrasi. Penelitian ini juga ditemukan data yang menunjukkan nilai moral berupa hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan diri sendiri, hubungan manusia dengan orang lain dalam lingkup sosial, dan berjumlah 51 data. Penelitian tersebut menunjukkan novel yang diteliti diangkat dari permasalahan yang terjadi dimasyarakat terutama lingkup keluarga dan memberikan nilai moral untuk peduli atau berbuat baik pada orang lain dengan berbagai cara. This research began with literary works in the form of novels that raised social problems that occurred in society. Literary works can be a medium that reflects various events that occur and are expressed in written form. Novels that deal with social issues will provide moral values that can be taken from the actors or characters. Based on these problems, researchers conducted research with the aim of describing social problems and moral values in the novel Pengantin Remaja by Ken Terate. This research is of a qualitative type by describing data using data collection techniques, namely reading and taking notes. Then, data analysis techniques using the Miles and Hubberman model and data presentation techniques were carried out informally. This research found data on social problems in the form of poverty, crime, family disorganization, problems of the younger generation in modern society, violations of societal norms, and a total of 53 data. Then, there are four forms of social problems for which no data was found, namely war, population problems, environmental problems, and bureaucracy. This research also found data showing moral values in the form of human relationships with God, human relationships with themselves, human relationships with other people in the social sphere, totaling 51 pieces of data. This research shows that the novel under study is based on problems that occur in society, especially in the family sphere, and provides moral values to care for or do good to other people in various ways.
4385747231I1A021071Pengaruh Lingkungan dan Pola Hidup Sehat Terhadap Kejadian Hipertensi di Desa Rempoah Kecamatan Baturraden Kabupaten BanyumasLatar Belakang: Hipertensi merupakan bagian dari penyakit kardiovaskular yang paling umum terjadi dengan angka kasus yang terus meningkat setiap tahunnya. Desa Rempoah menempati urutan pertama angka kejadian Hipertensi tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Baturraden II pada tahun 2024. Berbagai faktor risiko dari kejadian Hipertensi telah dikemukakan oleh beberapa penelitian, dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari lingkungan dan pola hidup sehat terhadap kejadian hipertensi di Desa Rempoah, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi case control. Populasi kasus yaitu seluruh masyarakat di Desa Rempoah yang menderita hipertensi periode Januari-November 2024 dan populasi kontrol yaitu tetangga penderita Hipertensi. Total sampel sebanyak 106 responden yang terdiri dari 53 responden dengan perbandingan 1:1 sehingga sampel kontrol sebanyak 53 responden. Teknik pengambilan sampel kasus menggunakan
consecutive sampling dan pada sampel kontrol menggunakan purposive sampling.
Hasil Penelitian: Responden yang menderita hipertensi terpapar asap rokok tinggi (37,7%), perilaku stres ringan (45,3%), mengonsumsi air putih kurang (26,4%), memiliki pola makan kurang baik (38,7%), beraktivitas fisik ringan (35,8%), dan bukan perokok (45,3%). Ada hubungan pada variabel aktivitas fisik (p=0,010), pola makan (p=0,022), konsumsi air putih (p=0,010), dan paparan asap rokok (p=0,024). Ada pengaruh pada variabel aktivitas fisik (OR=3,475), pola makan
(OR=2,932), dan konsumsi air putih (OR=2,626). Tidak ada pengaruh pada variabel paparan asap rokok, tingkat stres, dan kebiasaan merokok.
Kesimpulan: Aktivitas fisik, pola makan, dan konsumsi air putih berpengaruh terhadap kejadian Hipertensi di Desa Rempoah, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas.
Saran: Masyarakat perlu menerapkan perilaku pencegahan Hipertensi untuk menekan angka kejadian Hipertensi.
Kata Kunci: Hipertensi, Lansia, Lingkungan, Pola Hidup Sehat
Background: Hypertension is one of the most common cardiovascular diseases with the number of cases increasing every year. Rempoah Village ranks first in the highest incidence of hypertension in the working area of the Baturraden II Health Center in 2024. Various risk factors for hypertension have been suggested by several studies, and this study aims to determine the effect of environment and healthy lifestyle on the incidence of hypertension in Rempoah Village, Baturraden District, Banyumas Regency.
Methodology: This study used a quantitative approach with a case control study design. The case population is all people in Rempoah Village who suffer from hypertension in the January-November 2024 period and the control population is the neighbors of people with hypertension. The total sample was 106 respondents consisting of 53 respondents with a 1:1 ratio so that the control sample was 53 respondents. The case sampling technique used consecutive sampling and the control sample used purposive sampling.
Research Results: Respondents who suffer from hypertension are exposed to high cigarette smoke (37.7%), mild stress behavior (45.3%), consume less water (26.4%), have a poor diet (38.7%), have mild physical activity (35.8%), and are non-smokers (45.3%). There was a relationship between the variables of physical activity (p=0.010), diet (p=0.022), water consumption (p=0.010), and cigarette
smoke exposure (p=0.024). There is an influence on the variables of physical activity (OR=3.475), diet (OR=2.932), and water consumption (OR=2.626). There was no effect on the variables of cigarette smoke exposure, stress level, and smoking habit.
Conclusion: Physical activity, diet, and water consumption influence the incidence of hypertension in Rempoah Village, Baturraden District, Banyumas Regency.
Suggestion: The community needs to implement hypertension prevention behavior to reduce the incidence of hypertension.
Keywords : Hypertension, Elderly, Environment, Healthy Lifestyle
4385847228C1A021114Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Ketimpangan Pendapatan dan Pengangguran terhadap Tingkat Kemiskinan di Kota Magelang.Inti masalah kemiskinan adalah ketidakmampuan individu atau kelompok untuk memenuhi kebutuhan dasar akibat keterbatasan akses terhadap sumber daya, pendidikan, kesempatan kerja, dan layanan sosial, yang jika tingkat kemiskinan tinggi, dapat menyebabkan ketimpangan sosial, peningkatan kriminalitas, rendahnya produktivitas, dan lambatnya pertumbuhan ekonomi suatu negara. Penelitian ini melihat seberapa besar pengaruh variabel independen yang terdiri dari pertumbuhan ekonomi, ketimpangan pendapatan dan pengangguran terhadap tingkat kemiskinan di Kota Magelang pada jangka pendek dan jangka panjang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi, ketimpangan pendapatan serta pengangguran yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Kota Magelang pada jangka pendek dan jangka panjang.
Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diolah menggunakan metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk melihat pengaruh jangka pendek dan jangka panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif signifikan dalam jangka pendek serta tidak berpengaruh dalam jangka panjang, ketimpangan pendapatan tidak berpengaruh dalam jangka pendek serta berpengaruh negatif signifikan dalam jangka panjang dan variabel pengangguran berpengaruh negatif signifikan dalam jangka pendek serta tidak berpengaruh dalam jangka panjang di Kota Magelang pada tahun 2007-2023. Menurut hasil olah data bahwa sebesar 94,6% variabel pertumbuhan ekonomi, ketimpangan pendapatan dan pengangguran mempengaruhi tingkat kemiskinan di Kota Magelang
Implikasi penelitian ini berdasarkan kesimpulan tersebut adalah belum tepat sasarannya kebijakan yang dirancang oleh Pemerintah Kota Magelang dalam berupaya menurunkan tingkat kemiskinan di Kota Magelang agar dapat dirasakan masyarakat pada jangka panjang, serta masih perlunya kebijakan yang tepat guna menurunkan tingkat ketimpangan pendapatan di Kota Magelang yang sampai saat ini menempati posisi pertama tertinggi di Provinsi Jawa Tengah.
Keterbatasan penelitian ini yaitu data time-series yang hanya terdapat 17 tahun serta hanya berfokus membahas keterkaitan variabel makro terhadap kemiskinan.
The core problem of poverty is the inability of individuals or groups to fulfill basic needs due to limited access to resources, education, employment opportunities, and social services, which if the poverty rate is high, can lead to social inequality, increased crime, low productivity, and slow economic growth of a country. This study looks at how much influence the independent variables consisting of economic growth, income inequality and unemployment have on the poverty rate in Magelang City in the short and long term. The purpose of this study is to determine the effect of economic growth, income inequality and unemployment on the poverty rate in Magelang City in the short and long term.
This study uses secondary data processed using the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) method to see the short-term and long-term effects. The results showed that the economic growth variable had a significant negative effect in the short term and no effect in the long term, income inequality had no effect in the short term and a significant negative effect in the long term and the unemployment variable had a significant negative effect in the short term and no effect in the long term in Magelang City in 2007-2023. According to the results of data processing, 94.6% of economic growth, income inequality and unemployment variables affect the poverty rate in Magelang City.
The implication of this research based on the conclusion is that the policies designed by the Magelang City Government in reducing poverty level in Magelang City have not been targeted correctly so that it can be felt by the community in the long run, and there is still a need for appropriate policies to reduce the level of income inequality in Magelang City which until now occupies the first highest position in Central Java Province.
The limitation of this study lies in the time-series data, which spans only 17 years, and its exclusive focus on examining the relationship between macroeconomic variables and poverty.
4385947232I1A021055Hubungan Paparan Pestisida Terhadap Kejadian Hipertensi Pada Petani Di Desa Cindaga Kabupaten BanyumasLatar Belakang: Pestisida adalah bahan beracun berbahaya yang digunakan petani
untuk membasmi atau membunuh hama. Pestisida jika digunakan tidak sesuai
prosedur dapat menimbulkan dampak positif dan negatif bagi manusia dan
lingkungan secara langsung ataupun tidak langsung. Pestisida dapat masuk kedalam
tubuh manusia melalui tiga cara yaitu melalui kulit, mulut dan pernafasan.
Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang signifikan, terutama di kalangan
petani yang sering terpapar pestisida dalam proses pertanian.Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui hubungan antara paparan pestisida dengan kejadian hipertensi
pada petani di Desa Cindaga Kecamatan Kebasen.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah
sampel sebanyak 87 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan
kuesioner dan tensi darah. Sampel diambil menggunakan metode simpel random
sampling. Analisis data menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang
signifikan antara usia (p value = 0,014), tingkat pendidikan (0,000), frekuensi
penyemprotan(0,000), lama penyemprotan (0,007), penggunaan alat pelindung diri
(0,011) dan masa kerja (0,000). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak
terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat hipertensi (0,230), dosis pestisida
(0,760), jumlah pestisida (0,341), dan layanan kesehatan (0,887).
Kesimpulan: Terdapat faktor yang berhubungan terhadap kejadian hipertensi pada
petani di Desa Cindaga Kabupaten Banyumas yaitu tingkat pendidikan, usia, masa
kerja, lama penyemprotan, frekuensi penyemprotan, dan kelengkapan alat
pelindung diri.
Kata Kunci: Paparan Pestisida, Hipertensi, Petani, Desa Cindaga.
Background: Pesticides are hazardous toxic substances used by farmers to
eradicate or kill pests. When used improperly, pesticides can have both positive and
negative impacts on humans and the environment, both directly and indirectly.
Pesticides can enter the human body through three routes: the skin, mouth, and
respiratory system. Hypertension is a significant health issue, especially among
farmers who are often exposed to pesticides during agricultural processes.The
purpose of this study is to determine the relationship between pesticide exposure
and the incidence of hypertension among farmers in Cindaga Village, Kebasen
District.
Methodology: This research uses a cross-sectional design with a sample size of 87
respondents. Data collection was conducted using questionnaires and blood
pressure measurements. Samples were taken using a simple random sampling
method. Data analysis was performed using the chi-square test.
Result: The results showed a significant corelation between age (p value = 0.014),
education level (0.000), frequency of spraying (0.000), duration of spraying
(0.007), use of personal protective equipment (0.011), and years of work (0.000).
The study also indicated that there was no significant corelation between
hypertension history (0.230), pesticide dosage (0.760), amount of pesticide (0.341),
and healthcare services (0.887).
Conclusion: Factors associated with the incidence of hypertension among farmers
in Cindaga Village, Banyumas Regency include education level, age, work
experience, duration of spraying, frequency of spraying, and the completeness of
personal protective equipment.
Keywords: Pesticide Exposure, Hypertension, Farmers, Cindaga Village.
4386047234C1G021004The Effect of Government Policy, Digitalization,
and Market Access on MSME Growth in Banyumas Regency
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Kebijakan Pemerintah, Digitalisasi, dan Akses Pasar terhadap Pertumbuhan UMKM di Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh kebijakan pemerintah, digitalisasi, dan akses pasar terhadap pertumbuhan UMKM di Kabupaten Banyumas. UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian, namun berbagai tantangan dihadapi oleh UMKM dalam meningkatkan pertumbuhan usahanya. Kebijakan pemerintah mencakup regulasi, bantuan dana, pelatihan dan pendampingan untuk mendukung perkembangan UMKM. Digitalisasi mengacu pada adopsi teknologi digital dalam proses bisnis, seperti pemasaran daring. Akses pasar melibatkan kemampuan UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif, dengan metode survey melalui kuesioner yang disebarkan kepada pelaku UMKM di Kabupaten Banyumas. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear bergana untuk menguji hubungan antara variabel independen (kebijakan, pemerintah, digitalisasi, dan akses pasar) terhadap variabel dependen (pertumbuhan UMKM).
Hasil dari penelitian ini adalah variabel kebijakan pemerntah dan akses pasar berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan UMKM di Kabupaten Banyumas. Sedangkan variabel digitalisasi tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan UMKM di Kabupaten Banyumas. Variabel yang memiliki pengaruh paling besar pada penelitian ini adalah variabel kebijakan pemerintah.
Temuan ini memberikan implikasi pelaku UMKM dianjurkan untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah, seperti insentif usaha, pelatihan, dan program pendampingan, untuk meningkatkan kapasitas mereka dengan mengikuti pelatihan dan memanfaatkan subsidi yang tersedia. Meskipun digitalisasi dalam penelitian ini tidak menunjukkan pengaruh signifikan, pelaku UMKM tetap disarankan untuk meningkatkan literasi digital secara bertahap, seperti menggunakan e-commerce dan media sosial untuk pemasaran, sementara pemerintah memperbaiki pelatihan yang relevan, memberikan subsidi alat digital, dan meningkatkan infrastruktur teknologi. Untuk memperluas akses pasar, pelaku UMKM perlu aktif mengikuti pameran produk, bekerja sama dengan distributor, dan memanfaatkan platform digital, dengan dukungan pemerintah melalui program seperti penciptaan marketplace khusus produk lokal, penyelenggaraan pameran dagang, pembentukan kemitraan strategis dengan perusahaan besar, serta pembukaan peluang ekspor melalui dukungan administratif dan promosi.
This research is entitled “The Effect of Government Policy, Digitalization, and Market Access on MSME Growth in Banyumas Regency”. This study aims to analyze how government policies, digitalization, and market access affect the growth of MSMEs in Banyumas Regency. MSMEs have a strategic role in the economy, but various challenges are faced by MSMEs in increasing their business growth. Government policies include regulations, financial assistance, training and mentoring to support the development of MSMEs. Digitalization refers to the adoption of digital technology in business processes, such as online marketing. Market access involves the ability of MSMEs to reach a wider market.
The type of research used is quantitative research, with a survey method through questionnaires distributed to MSME players in the Banyumas Regency. The data analysis technique used was multiple linear regression to test the relationship between the independent variables (policy, government, digitalization, and market access) and the dependent variable (MSME growth).
The results of this study are that the variables of government policy and market access have a significant positive effect on the growth of MSMEs in Banyumas Regency. Meanwhile, the digitalization variable has no positive and insignificant effect on the growth of MSMEs in Banyumas Regency. The variable that has the greatest influence in this study is the government policy variable.
This finding implies MSME practitioners are encouraged to leverage government policies, such as business incentives, training, and mentoring programs, to enhance their capacity by participating in training and utilizing available subsidies. While digitalization showed no significant effect in this study, MSMEs should gradually improve their digital literacy, such as using e-commerce and social media for marketing, while the government enhances relevant training, subsidizes digital tools, and improves technology infrastructure. To expand market access, MSMEs should actively participate in product exhibitions, collaborate with distributors,and utilize digital platforms, supported by government initiatives like creating marketplaces, organizing trade shows, fostering partnerships with large companies, and promoting export opportunities through administrative and promotional assistance