Artikel Ilmiah : J1B020038 a.n. ANWAR MUBHAROK

Kembali Update Delete

NIMJ1B020038
NamamhsANWAR MUBHAROK
Judul ArtikelAnalisis Semiotika Riffaterre Pada Puisi Bertema COVID-19 dalam Sepotong Hati di Angkringan
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini membahas analisis semiotika Riffaterre pada puisi bertema pandemi COVID-19 dalam buku *Sepotong Hati di Angkringan* karya Joko Pinurbo, dengan fokus pada puisi berjudul “Maut Tersenyum”. Pandemi COVID-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia, memicu lahirnya berbagai karya sastra yang merefleksikan kondisi sosial, emosional, dan spiritual masyarakat. Puisi ini menampilkan personifikasi "maut" sebagai tokoh yang ramah dan peduli, menghadirkan kritik dan refleksi terhadap situasi pandemi. Pendekatan semiotika Riffaterre digunakan untuk mengungkap makna puisi melalui pembacaan heuristik dan hermeneutik, identifikasi ketidaklangsungan ekspresi, serta pencarian matriks, model, varian, dan hipogram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi ini membangun ironi dan paradoks melalui citra maut yang tersenyum, mengulurkan mawar, dan mengecup, yang mengubah persepsi kematian menjadi simbol refleksi dan adaptasi. Model "Maut tersenyum" menjadi inti simbolisme, dengan varian-varian seperti mawar sebagai simbol virus, kecupan sebagai transformasi kasih sayang, dan pembersih dosa sebagai upaya spiritual. Hermeneutika mendalam mengungkap perubahan persepsi manusia terhadap kesepian, rumah, dan ketakutan selama pandemi. Penelitian ini menunjukkan bagaimana sastra dapat menjadi media refleksi dan kritik terhadap kondisi sosial, menawarkan makna baru terhadap ketakutan dan kematian melalui narasi pandemi.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study discusses Riffaterre's semiotic analysis of a COVID-19 themed poem in the book Sepotong Hati di Angkringan by Joko Pinurbo, with a focus on the poem titled "Maut Tersenyum" (Death Smiles). The COVID-19 pandemic, which affected the world, including Indonesia, triggered the creation of various literary works reflecting the social, emotional, and spiritual conditions of society. This poem presents the personification of "death" as a friendly and caring character, offering critique and reflection on the pandemic situation. Riffaterre's semiotic approach is used to uncover the meaning of the poem through heuristic and hermeneutic readings, identification of discontinuous expression, and the search for matrix, model, variant, and hypogram. The findings show that the poem constructs irony and paradox through the image of death smiling, offering a rose, and kissing, transforming the perception of death into a symbol of reflection and adaptation. The model of "Death smiles" becomes the core of the symbolism, with variants such as the rose symbolizing the virus, the kiss as a transformation of affection, and the cleanser of sins as a spiritual effort. Deep hermeneutics reveal changes in human perception of loneliness, home, and fear during the pandemic. This study demonstrates how literature can serve as a medium for reflection and critique of social conditions, offering new meanings of fear and death through the narrative of the pandemic.
Kata kunciMaut tersenyum; Pandemi; Semiotika Riffaterre
Pembimbing 1Imam Suhardi, S.S., M.Hum.
Pembimbing 2Nila Mega Marahayu, S.S., M.A.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman7
Tgl. Entri2025-01-23 14:57:28.143203
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.