Home
Login.
Artikelilmiahs
46445
Update
NURUL ISLAMI
NIM
Judul Artikel
KEPUTUSAN PERAJIN GULA KELAPA KRISTAL UNTUK BERMITRA DENGAN BUMDES ELSAM DI DESA SUNYALANGU KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
BUMDES Elsam merupakan satu-satunya BUMDES di Desa Sunyalangu yang memiliki program kemitraan dengan perajin gula kelapa kristal. Perajin gula kelapa kristal di Desa Sunyalangu sebanyak 116 perajin akan tetapi perajin gula kelapa kristal bermitra dengan BUMDES Elsam hanya sebanyak 60 perajin, padahal dengan mengikuti kemitraan perajin akan mendapatkan berbagai manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) profil perajin gula kelapa kristal mitra, pola kemitraan yang terjalin antara perajin dengan BUMDES Elsam, dan manfaat yang didapatkan oleh perajin gula kelapa kristal setelah bermitra dengan BUMDES Elsam di Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas. 2) faktor yang memengaruhi keputusan perajin gula kelapa kristal untuk bermitra dengan BUMDES Elsam di Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas dengan total responden sebanyak 75 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil perajin gula kelapa kristal mitra BUMDES Elsam di Desa Sunyalangu didominasi oleh perempuan dengan kelompok usia 40-49 tahun, pendidikan terakhir SD, berpendapatan sedang, berpengalaman sebagai perajin selama 1-15 tahun dan lama bermitra selama 4-5 tahun. Pola kemitraan yang terjalin antara perajin gula kelapa kristal mitra dengan BUMDES Elsam adalah pola kemitraan KOA. Manfaat yang didapatkan perajin gula kelapa kristal setelah bermitra dengan BUMDES Elsam yaitu manfaat ekonomi, manfaat teknis, dan manfaat sosial. Faktor dominan yang memengaruhi keputusan perajin gula kelapa kristal untuk bermitra dengan BUMDES Elsam yaitu lingkungan ekonomi dan lingkungan sosial.
Abtrak (Bhs. Inggris)
BUMDES Elsam was the only BUMDES in Sunyalangu Village that had a partnership with coconut sugar craftsmen. There are 116 coconut sugar craftsmen in Sunyalangu Village but coconut sugar craftsmen in partnership with BUMDES Elsam are only 60 craftsmen, even though participating in a craftsman partnership will get various benefits. This research aims to find out 1) the profile of partner coconut sugar craftsmen, the pattern of partnership between craftsmen and BUMDES Elsam, and the benefits obtained by coconut sugar craftsmen after partnering with BUMDES Elsam in Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency. 2) a factor that influenced the decision of the coconut sugar craftsman to partner with the Elsam BUMDES in Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency. This research was conducted in Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency, with a total of 75 respondents. Sampling was done using purposive sampling techniques. Analysis of the data was used in descriptive analysis and logistic regression analysis. Research results show that the profile of the crystal coconut sugar craftsman partner of BUMDES Elsam in Sunyalangu Village are dominated by women with a 40-49 age group, the last elementary school education, middle income, experienced as craftsman for 1-15 years and long partners for 4-5 years. The partnership pattern established between the coconut sugar craftsmen and the BUMDES Elsam was the KOA partnership pattern. The benefits of partnership are economic benefits, technical benefits, and social benefits. The dominant factor influencing the decision of the coconut sugar craftsman to partner with the BUMDES Elsam is the economic environment and the social environment.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save