Artikel Ilmiah : H1E020032 a.n. KEZIA BURA ROMBE TULAK
| NIM | H1E020032 |
|---|---|
| Namamhs | KEZIA BURA ROMBE TULAK |
| Judul Artikel | "Usulan Perbaikan Dan Evaluasi Kinerja Supplier Bahan Baku Karet Pada Proyek Konstruksi Menggunakan Metode Analytic Network Process (ANP)" |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | PT. Bukaka Forging Industries (BFI) merupakan perusahaan konstruksi yang memperoduksi bantalan jembatan. Salah satu komponen utama produksi PT. BFI yaitu karet. Untuk memperoleh bahan yang berkualitas maka perusahaan harus selektif. Oleh karena itu, evaluasi kinerja supplier menjadi faktor penting untuk melihat kinerja supplier atau sebagai bahan pertimbangan dalam mencari alternatif supplier lainnya. Dalam melakukan evaluasi kinerjanya perusahaan memiliki 2 Supplier tetap dalam pengadaan bahan bakunya yaitu Supplier Balai Karet dan Ritech. Permasalahan di PT. BFI adalah pada kualitas yang dikirimkan berbeda, keterlambatan bahan baku dan jumlah bahan baku yang tidak sesuai dengan yang dipesan. Pengumpulan data diperoleh melalui hasil wawancara dan penyebaran kuesioner kepada expert untu mendapatkan kriteria dan subkriteria yang terpilih dalam pemilihan supplier bahan baku karet sehingga, didapatkan 6 kriteria dan 16 subkriteria terpilih. Dari keenam kriteria pemilihan supplier tersebut dilakukan pembobotan kriteria dengan mempergunakan model Analytic Network Process (ANP). Hasil pengelolaan data dengan metode ANP didapatkan bobot kriteria tertinggi yaitu pada kriteria kualitas. Lalu, Subkriteria yang menjadi prioritas utama atau pertimbangan dalam melakukan evaluasi Supplier adalah subkriteria Kesesuain barang dengan spesifikasi dan Alternatif terendah adalah supplier balai karet. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | PT. Bukaka Forging Industries (BFI) is a construction company specializing in the production of bridge bearings. One of the main components of PT. BFT'S production is rubber. To ensure high-quality materials, the company must be selective. Therefore, evaluating supplier performance is a critical factor in assessing supplier capabilities or considering alternative suppliers. In evaluating its suppliers, the company collaborates with two primary suppliers for raw materials: Balai Karet and Ritech. The issues faced by PT. BFI include discrepancies in the quality of delivered materials, delays in raw material delivery, and mismatches between the ordered and received quantities. Data collection was conducted through interviews and the distribution of questionnaires to experts to identify the selected criteria and sub-criteria for rubber raw material supplier selection. As a result, six criteria and 16 sub-criteria were identified. Using these criteria, the weighting process was carried out employing the Analytic Network Process (ANP) model. The data analysis using the ANP method revealed that the highest-weighted criterion was quality. The sub-criterion deemed the top priority for supplier evaluation was the conformity of materials with specifications, while the lowest-performing alternative supplier was Balai Karet. |
| Kata kunci | Evaluasi Kinerja Supplier, Analytical Network Process (ANP) |
| Pembimbing 1 | Heri Irawan, S.T., M.T. |
| Pembimbing 2 | Reza Azizul Nasa Al Hakim, S.T., M.T. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 19 |
| Tgl. Entri | 2024-11-21 16:27:06.868059 |