Artikel Ilmiah : F1A020110 a.n. DEZA AYU SHABRINA

Kembali Update Delete

NIMF1A020110
NamamhsDEZA AYU SHABRINA
Judul ArtikelRepresentasi Ketidakadilan Gender dalam Film Wedding Agreement Karya Archie Hekagery (2019)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketidakadilan gender yang terjadi
pada film Wedding Agreement. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif
deskriptif dengan pendekatan semiotika dari Charles S. Peirce dan menggunakan teori
relasi kuasa Michel Foucault untuk menganalisis ketidakadilan gender yang ada pada film.
Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah adegan-adegan pada film yang
merepresentasikan bentuk ketidakadilan gender yang dialami oleh tokoh utama
perempuan dan data sekunder yang digunakan yaitu melalui studi kepustakaan. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa istri mengalami tiga bentuk ketidakadilan gender, yaitu:
subordinasi, beban ganda, dan kekerasan. Pada film Wedding Agreement, kekuasaan dalam
rumah tangga didominasi oleh suami, dimana suami dianggap sebagai kepala rumah tangga
yang memiliki derajat lebih tinggi, sebagai penentu, dan pembuat keputusan. Relasi yang
tidak setara antara suami dan istri dalam rumah tangga pada akhirnya menyebabkan
ketidakadilan gender kepada istri, yaitu keberadaan istri yang dirugikan. Selain itu,
ketidakadilan dalam film ini juga terjadi karena istri yang melanggengkan ketidakadilan
tersebut meskipun sang istri telah mengetahui bahwa dirinya mengalami ketidakadilan.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research aims to describe the gender inequality that occurs in the film Wedding
Agreement. This research using a descriptive qualitative research method with a semiotic
approach from Charles S. Peirce and using Michel Foucault’s power relation theory to
analyze inequality gender in the film. The main data used in this research are scenes from
the film that represent the forms of gender inequality experienced by the female protagonist
and the secondary data used is through literature study. The results of this study indicate
that the wife experiences three forms of gender inequality, that is: subordination, double
burden, and psychological. In the film Wedding Agreement, power within the household is
dominated by the husband, who is regarded as the head of the household with a higher
status, serving as the decision-maker and determiner. The unequal relationship between
husband and wife in a household ultimately leads to gender injustice for the wife, resulting
in her being disadvantaged. Furthermore, the injustice in this film also occurs because the
wife perpetuates the injustice even though she knows what she is experiencing.
Kata kunciKetidakadilan, Gender, Film
Pembimbing 1Dr. Tri Wuryaningsih, M.Si
Pembimbing 2Dr. Tyas Retno Wulan, M.Si
Pembimbing 3Drs. F.X. Wardiyono, M.Si
Tahun2024
Jumlah Halaman23
Tgl. Entri2024-11-18 12:03:12.828738
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.