Artikel Ilmiah : D1A020156 a.n. ADDIN DAHRI IFFANA

Kembali Update Delete

NIMD1A020156
NamamhsADDIN DAHRI IFFANA
Judul ArtikelPENGARUH PENGGUNAAN GRADIEN PUTIH TELUR SEBAGAI MEDIUM SEPARASI SEKS
DAN LAMA INKUBASI TERHADAP KONSENTRASI DAN TUDUNG AKROSOM UTUH (TAU)
SPERMATOZOA KAMBING PERANAKAN ETAWAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh medium gradien putih telur dan
lama inkubasi terhadap konsentrasi serta keutuhan tudung akrosom utuh (TAU)
spermatozoa pada kambing Peranakan Etawah (PE) hasil separasi seks. Prosedur penelitian
menggunakan medium gradien putih telur dengan dua konsentrasi, yaitu 10:30 dan 20:40,
serta variasi lama waktu inkubasi adalah 30, 45, dan 60 menit untuk memisahkan
spermatozoa betina (X) dan jantan (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa medium
gradien putih telur dengan konsentrasi 20:40 memberikan hasil yang lebih optimal dalam
memisahkan spermatozoa dan menjaga integritas tudung akrosom utuh dibandingkan
dengan gradien 10:30, menunjukkan bahwa konsentrasi gradien yang lebih tinggi mampu
memberikan lingkungan yang lebih stabil bagi kualitas spermatozoa. Uji statistik juga
mengindikasikan bahwa tidak ada pengaruh yang nyata antara lama inkubasi terhadap
konsentrasi dan kualitas tudung akrosom utuh, namun penggunaan medium gradien 20:40
secara konsisten menghasilkan konsentrasi spermatozoa dan kualitas TAU yang lebih baik
secara keseluruhan. Proses separasi seks dengan menggunakan gradien putih telur ini
terbukti efektif untuk memisahkan spermatozoa berdasarkan jenis kelamin dengan
mempertahankan kualitas struktur sperma yang dibutuhkan dalam proses fertilisasi,
sehingga metode ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi pemilihan jenis kelamin
keturunan tanpa mengurangi kualitas spermatozoa. Disimpulkan bahwa penggunaan
gradien putih telur 20:40 dan lama inkubasi selama 30 hingga 60 menit direkomendasikan
untuk aplikasi proses separasi seks pada kambing PE, karena kombinasi ini efektif dalam
menjaga kualitas spermatozoa yang diperlukan untuk menentukan hasil kelahiran.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to determine the effect of an egg white gradient medium and
incubation duration on the concentration and integrity of the intact acrosome cap (TAU) of
spermatozoa in sex-separated Peranakan Etawah (PE) goats. The research procedure
utilized an egg white gradient medium with two concentrations, namely 10:30 and 20:40,
as well as incubation times of 30, 45, and 60 minutes to separate female (X) and male (Y)
spermatozoa. The results showed that the 20:40 egg white gradient medium provided a
more optimal outcome in separating spermatozoa and maintaining the integrity of the
acrosome cap compared to the 10:30 gradient, indicating that a higher gradient
concentration can create a more stable environment for sperm quality. Statistical tests also
indicated that incubation time had no significant effect on sperm concentration or
acrosome cap quality; however, the 20:40 medium consistently yielded better sperm
concentration and TAU quality overall. The use of this egg white gradient medium proved
effective in sex separation by preserving the structural quality of the sperm necessary for
fertilization, making this method valuable in enhancing the efficiency of gender selection
without compromising sperm quality. It is concluded that using a 20:40 egg white gradient
and an incubation time of 30 to 60 minutes is recommended for sex separation in PE goats,
as this combination effectively maintains the sperm quality necessary to determine birth
outcomes.
Kata kunciseparasi seks, gradien putih telur, konsentrasi spermatozoa, tudung akrosom utuh, lama inkubasi, kambing Peranakan Etawah
Pembimbing 1Prof. Dr. Ir. Mas Yedi Sumaryadi, M.S., IPU. ASEAN. Eng.
Pembimbing 2Chomsiatun Nurul Hidayah, S.Pt., M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2024-11-12 19:35:09.131982
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.