Artikelilmiahs

Menampilkan 43.021-43.040 dari 48.832 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4302146387A1D020052Pengaruh Jenis Pupuk Organik Cair dan Pemangkasan terhadap Hasil Kacang Sacha Inchi (Plukenetia volubilis L.)Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemangkasan dan jenis pupuk organik cair (POC) terbaik untuk meningkatkan hasil kacang sacha inchi. Penelitian dilaksanakan di kebun kacang sacha inchi di Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas pada bulan Oktober 2023 sampai Mei 2024. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot). Petak utama (Main plot) adalah pemangkasan (P0: tanpa pemangkasan dan P1: pemangkasan). Anak petak (Sub plot) adalah jenis POC (C1: asam amino, C2: urine kelinci, C3: eco enzyme, dan C4: biosaka). Variabel yang diamati, meliputi jumlah tunas baru, jumlah bunga, umur muncul tunas, umur muncul bunga, umur panen, luas daun, jumlah buah per petak, bobot buah per petak, bobot kering biji per petak, bobot kering biji per tanaman, bobot kering brangkasan, bobot kering 30 biji, jumlah polong dalam satu buah, persentase bunga menjadi buah, dan produksi per hektar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F pada taraf kepercayaan 95% dan apabila berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pemangkasan dan jenis POC urine kelinci mampu meningkatkan jumlah tunas baru dan umur muncul bunga, sedangkan interaksi tanpa pemangkasan dan POC urine kelinci mampu meningkatkan bobot kering 30 biji.

Kata kunci: pemangkasan, POC, sacha inchi
The purpose of this research was to determine the effect of pruning and the best type of liquid organic fertilizer (LOF) to improve the yield of sacha inchi. The research was conducted at a sacha inchi farm in Singasari Village, Karanglewas Sub-district, Banyumas Regency, from October 2023 to May 2024. The design used was a Split-Plot Design. The main plot was pruning (P0: no pruning and P1: pruning). The sub-plots were types of LOF (C1: amino acid, C2: rabbit urine, C3: eco enzyme, and C4: biosaka). The observed variables included the number of new shoots, number of flowers, time of shoot emergence, time of flower emergence, harvesting age, leaf area, number of fruits per plot, fruit weight per plot, dry seed weight per plot, dry seed weight per plant, dry biomass weight, dry weight of 30 seeds, number of pods in one fruit, percentage of flowers that turned into fruits, and yield per hectare. The data obtained were analyzed using an F-test at a 95% confidence level, and if significantly different, were further analyzed using Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at a 5% error level. The results showed that the interaction of pruning and rabbit urine LOF increased the number of new shoots and flower emergence time, while the interaction of no pruning and rabbit urine LOF increased the dry weight of 30 seeds.

Keywords : pruning, LOF, sacha inchi
4302246388I1A018077Analisis Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis Paru di Klinik Utama Rawat Jalan Kesehatan Paru Masyarakat Kelas ALatar Belakang: Kejadian Tuberkulosis Paru di Kabupaten Banyumas merupakan salah satu penyumbang angka kejadian TB Paru tertinggi di Jawa Tengah dan cenderung mengalami peningkatan kasus setiap tahunnya. Maka dari itu penting untuk mengetahui faktor risiko yang paling berpengaruh agar dapat melakukan tindakan preventif yang tepat.
Metode: Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kasus kontrol. Sampel penelitian ini berjumlah 92 responden yang mencakup 46 kasus dan 46 kontrol. Pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan insidential sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kuesioner. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, indeks massa tubuh, riwayat kontak, status merokok, kuantitas merokok, lama merokok, jenis rokok, dan paparan asap rokok. Data dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat.
Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis multivariat, variabel yang berpengaruh terhadap kejadian Tuberkulosis di Klinik Utama Rawat Jalan Kesehatan Paru Masyarakat Kelas A yaitu, pendidikan yang rendah (OR 2,528), pengetahuan yang rendah (OR 2,901), riwayat kontak yang ada riwayat kontak (OR 3,033), dan paparan asap rokok yang terpapar (OR 4,960).
Simpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan, pengetahuan, riwayat kontak dan paparan asap rokok dengan kejadian tuberkulosis paru di Klinik Utama Rawat Jalan Kesehatan Paru Masyarakat Kelas A. Masyarakat dengan menghindari paparan asap rokok dari orang lain dan mencari informasi lebih banyak mengenai TB Paru dapat mengurangi faktor risiko kejadian TB Paru.
Background: Pulmonary tuberculosis incidents in Banyumas district are one of the contributors to the highest TB incidence rate in Central Java and tend to experience an increase in cases every year. Therefore, it is important to identify the most influential risk factors in order to be able to take appropriate preventive measures.
Methods: This type of research uses a quantitative approach with case control methods. The sample consisted of 92 respondents covering 46 cases and 46 controls. Sampling using nonprobability sampling with incidental samplings. Data collection was done with a questionnaire interview. The independent variables used in this study are age, gender, education, employment, knowledge, body mass index, contact history, smoking status, quantity of smokes, length of smoke, type of cigarette, and exposure to cigarette smoke. Data is analyzed using univariate, bivariate and multivariate analysis.
Results: Based on the results of multivariate analysis, the variables that influenced the incidence of tuberculosis in the Klinik Utama Rawat Jalan Kesehatan Paru Masyarakat Kelas A are low education (OR 2,528), low knowledge (OR 2,901), contact history, contact history (OR 3,033), and exposure to cigarette smoke exposure. (OR 4,960).
Conclusion: There is a significant influence between knowledge and exposure to cigarette smoke and the incidence of pulmonary tuberculosis in Klinik Utama Rawat Jalan Kesehatan Paru Masyarakat Kelas A. By avoiding exposure to other people's cigarette smoke and seeking more information about lung tuberculosis, people can reduce the risk factors for lung TB.
4302347179F1B021019Keberhasilan Implementasi Aplikasi ‘AoRA’ dalam Pengelolaan Kearsipan Laporan Masyarakat di Ombudsman RIPenelitian ini mengkaji tentang penggunaan aplikasi AoRA (Archive of Reports Application) di Ombudsman Republik Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi aplikasi AoRA dalam pengelolaan kearsipan Laporan Masyarakat, sekaligus mengkaji penerapannya sebagai bentuk penyelenggaraan e-government. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui pengumpulan data berdasarkan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, menggunakan Model Keberhasilan Sistem Informasi oleh DeLone dan McLean (1992). Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum optimalnya aplikasi disebabkan oleh ketergantungan pada stabilitas jaringan internet, kompetensi SDM yang belum mumpuni seluruhnya, belum adanya pengembangan fitur sesuai dengan kebutuhan penggunanya, serta belum adanya keterhubungan langsung antara aplikasi AoRA dengan aplikasi lainnya. Pelaksanaan penguatan infrastruktur jaringan, optimalisasi fitur dan integrasi antar sistem informasi, serta pengembangan kompetensi SDM akan mendorong keberhasilan implementasi aplikasi AoRA secara lebih lanjut.This study examines the use of the AoRA (Archive of Reports Application) application at the Ombudsman of the Republic of Indonesia. This study aims to determine the implementation of the AoRA application in managing Public Report archives, as well as to examine its application as a form of e-government implementation. This research was conducted by qualitative approach through data collection based on interviews, observations, and documentation studies related, using the I/S Success Model by DeLone and McLean (1992). The results showed that the suboptimal performance of the application is caused by the dependence on the stability of the internet network, human resources competencies that are not yet fully qualified, the absence of feature development according to user needs, and the absence of direct connectivity between the AoRA application and other applications. Implementation of network infrastructure strengthening, feature optimization and integration between information systems, along with human resources competency development will further encourage the successful implementation of the AoRA application.
4302446392H1D018007Sistem Pakar Rekomendasi Resep Makanan Berdasarkan Jumlah Bahan Makanan Yang Tersedia Berbasis Web Menggunakan Metode Forward ChainingMakanan merupakan salah satu kebutuhan dasar dalam kehidupan. Dengan beragamnya variasi resep masakan yang tersedia, terkadang kita menghadapi kesulitan dalam menentukan pilihan menu yang ingin disajikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan sebuah sistem pakar yang dapat memberikan rekomendasi resep makanan berdasarkan bahan-bahan yang tersedia kepada pengguna. Sistem ini akan diimplementasikan pada website sebagai antarmuka untuk memfasilitasi input basis pengetahuan dan interaksi antara pengguna umum dengan sistem pakar. Sistem pakar ini menggunakan metode Forward Chaining untuk menghasilkan kesimpulan berdasarkan informasi yang diberikan. Proses pengembangan sistem ini menggunakan model pengembangan Expert System Development Cycle (ESDLC) yang mencakup enam tahap, yakni tahap penilaian, tahap akuisisi pengetahuan, tahap desain, tahap pengujian, tahap dokumentasi, dan tahap pemeliharaan. Pengujian fungsionalitas sistem menggunakan metode Blackbox Testing untuk mengevaluasi apakah sistem mampu menghasilkan kesimpulan secara akurat berdasarkan fakta-fakta yang telah diberikan.Food is one of the basic needs in life. With the wide variety of recipes available, sometimes we face difficulties in deciding which menu to serve. The aim of this research is to develop an expert system that can provide food recipe recommendations based on available ingredients to users. This system will be implemented on the website as an interface to facilitate knowledge base input and interaction between general users and expert systems. This expert system uses the Forward Chaining method to produce conclusions based on the information provided. The system development process uses the Expert System Development Cycle (ESDLC) development model which includes six stages, namely the assessment stage, knowledge acquisition stage, design stage, testing stage, documentation stage and maintenance stage. System functionality testing uses the Blackbox Testing method to evaluate whether the system is able to produce accurate conclusions based on the facts that have been provided.
4302546393J1B019056Register pada Komunitas Skincare Newbies di Aplikasi Female Daily (Kajian Sosiolinguistik)Penelitian ini berjudul “Register pada Komunitas Skincare Newbies di Aplikasi Female Daily (Kajian Sosiolinguistik)”. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk, makna dan fungsi bahasa register pada komunitas Skincare Newbies di aplikasi Female Daily. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kata, kata majemuk, idiom, pemendekan berupa singkatan, akronim, dan penggalan. Lalu, mendeskripsikan makna leksikal dan makna kontekstual serta fungsi bahasa register. Sumber data berupa data primer dari postingan dalam diskusi komunitas Skincare Newbies di aplikasi Female Daily dan diambil dalam kurun waktu bulan November 2022 s.d Agustus 2023. Metode pengumpulan data berupa metode simak dengan teknik sadap dan simak bebas libat cakap. Selanjutnya, teknik simak bebas libat cakap ini diikuti dengan teknik lanjutan, yaitu teknik catat dan rekam. Metode analisis data menggunakan metode padan dengan teknik dasar pilah unsur penentu (PUP) dengan teknik lanjutan adalah teknik hubung banding membedakan (HBB). Metode penyajian data menggunakan metode informal dengan menggunakan kata-kata biasa.
Hasil Penelitian ini ditemukan 58 data register yang digunakan dalam komunitas tersebut. Dari 58 data tersebut dapat diklasifikasikan menjadi; 8 data berbahasa Indonesia dan 50 data berbahasa Inggris. Masing-masing 29 data berjenis register umum dan register khusus. Kemudian, bentuk register yang telah ditemukan antara lain, kata tunggal berjumlah 10 data, kata berafiks berjumlah 3 data, kata majemuk berjumlah 24 data, idiom berjumlah 8 data, penggalan berjumlah 2 data, singkatan berjumlah 7 data, dan akronim berjumlah 4 data. Lalu, 3 fungsi register yang telah ditemukan, antara lain fungsi heuristik berjumlah 33 data, fungsi informatif berjumlah 24 data dan fungsi instrumental berjumlah 1 data. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa dalam komunitas Skincare Newbies di aplikasi Female Daily ditemukan register dengan beragam jenis bentuk satuan lingual untuk mempermudah komunikasi antar pengikut.
This research is entitled "Register in the Skincare Newbies Community on the Female Daily Application (Sociolinguistic Study)". The purpose of this research is to describe the form, meaning and function of register language in the Skincare Newbies community on the Female Daily application. This research uses a qualitative descriptive method. The data in this research are in the form of words, compound words, idioms, abbreviations, acronyms, and excerpts. Then, describe the lexical meaning and contextual meaning and function of register language. The data source is primary data from posts in the Skincare Newbies community discussion on the Female Daily application and was taken from November 2022 to August 2023. The data collection method is a observation method with the technique of tapping and listening without engaging in conversation. Furthermore, this listening without engaging in conversation technique is followed by advanced techniques, namely note-taking and record technique. The data analysis method uses the matching method with the basic technique of sorting the determinants with the advanced technique is the form of appeal-differentiation technique. The data presentation method uses an informal method using ordinary words.
The results of this research found 58 register data used in the community. Of the 58 data can be classified into; 8 data in Indonesian and 50 data in English. Each of the 29 data is of the general register type and the special register type. Then, the forms of registers that have been found include, single words totaling 10 data, affixed words totaling 3 data, compound words totaling 24 data, idioms totaling 8 data, excerpts totaling 2 data, abbreviations totaling 7 data, and acronyms totaling 4 data. Then, 3 register functions that have been found, including the heuristic function totaling 33 data, informative function totaling 24 data and instrumental function totaling 1 data. From this research it can be seen that in the Skincare Newbies community in the Female Daily application, registers with various types of lingual unit forms were found to facilitate communication between followers.
4302646395E1A020188PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA ANAK DALAM TINDAK PIDANA
MENGEDARKAN SEDIAAN FARMASI YANG TIDAK MEMENUHI STANDAR
PERSYARATAN KEAMANAN
(Studi Putusan Nomor 1/Pid.Sus.Anak/2023/PN Pbg)
Kesehatan merupakan hal yang terpenting dalam hidup kita. Oleh karena itu banyak
orang yang menyalahgunakan obat baik untuk dikonsumsi sendiri maupun untuk
diperjualbelikan. Penyalahgunaan obat tersebut tidak hanya dapat dilakukan oleh
orang dewasa tetapi juga anak. Hal ini terjadi dalam Putusan Nomor
1/Pid.Sus.Anak/2023/PN Pbg tentang seorang anak yang mengedarkan sediaan
farmasi yang tidak memenuhi standar persyaratan keamanan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur-unsur tindak pidana yang
didakwaankan dan pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap
pelaku tindak pidana dalam kasus tersebut. Penelitian ini adalah penelitian
Preskriptif analisis dengan jenis penelitian yuridis normatif. Teori yang digunakan
adalah teori rehabititatif, teori syarat pemidanaan dan teori pembuktian. Hasil akhir
dari penerapan unsur-unsur tindak pidana dan pertimbangan hakim yaitu hakim
dalam putusannya menjatuhkan pidana terhadap anak yang berhadapan dengan
hukum dengan pidana dengan syarat berupa pembinaan selama 1 (satu) tahun di
dalam Lembaga Pondok Pesantren Mambaul Ulum Tunjungmuli Purbalingga dan
menjalani pelatihan kerja dan dengan mengikuti pelatihan kerja selama 3 (tiga)
bulan di Pondok Pesantren Mambaul Tunjungmuli Purbalingga maksimal 3 (tiga)
jam perhari.
Health is the most important thing in our lives. Therefore, many people abuse drugs either for personal consumption or for sale. Drug abuse can be done not only by adults but also by children. This happened in Decision Number 1/Pid.Sus.Anak/2023/PN Pbg This happened in Decision Number 1/Pid.Sus.Anak/2023/PN Pbg regarding a child who distributed pharmaceutical preparations that did not meet standard safety requirements. This study aims to determine the application of the elements of the criminal act charged and the judge's considerations in sentencing the perpetrators of the crime in the case. This research is a rescriptive analysis research with a normative juridical research type. The theories used are rehabilitative theory, theory of sentencing requirements and theory of proof. The final result of the application of the elements of a criminal act and the judge's consideration is that the judge in his decision imposes a criminal sentence on a child who is in conflict with the law with the condition of being trained for 1 (one) year at the Mambaul Ulum Tunjungmuli Purbalingga Islamic Boarding School and undergoing job training and by attending work training for 3 (three) months at the Mambaul Tunjungmuli Purbalingga Islamic Boarding School for a maximum of 3 (three) hours per day.
4302746396D1B022002PERBANDINGAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN DEPLESI AYAM BROILER STRAIN COBB DI KANDANG CLOSED HOUSE
BERDASARKAN KETINGGIAN LANTAI KANDANG
Kegiatan magang bertujuan untuk mengetahui perbandingan pertambahan bobot badan dan deplesi
ayam broiler pada kandang closed house berdasarkan ketinggian lantai kandang. Materi yang digunakan
ayam broiler strain Cobb CP 707 populasi 21.000 ekor pada kandang 2 dan 21.000 ekor pada kandang 3
dengan umur panen 35 hari. Metode yang digunakan adalah metode sampling data dengan membagi
ayam broiler menjadi 2 kelompok yaitu perlakuan 1 adalah kelompok ayam pada lantai 2 dengan
ketinggian 3 meter dari tanah dan perlakuan 2 adalah kelompok ayam pada lantai 3 dengan ketinggian
5 meter dari tanah. Variabel yang diamati adalah pertambahan bobot badan (PBB) dan deplesi. Data
dianalisis dengan uji T (T-test). Hasil magang menunjukkan rata-rata PBB pada lantai 2 dengan
ketinggian 3 meter dari tanah sebesar 439,6 gram dan lantai 3 dengan ketinggian 5 meter dari tanah
sebesar 471,4 gram dan rata-rata jumlah deplesi pada lantai 2 dengan ketinggian 3 meter dari tanah
sebesar 1,886 % dan lantai 3 dengan ketinggian 5 meter dari tanah sebesar 2,075 %. Hasil tersebut
menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada PBB tetapi ada perbedaan yang signifikan pada
deplesi. Pemeliharaan pada kandang closed house dengan lantai yang lebih tinggi dan lantai yang lebih
rendah tidak memiliki perbedaan PBB yang signifikan, tetapi memiliki perbedaan deplesi yang
signifikan.
The internship activity aims to determine the comparison of body weight gain and depletion of broiler
chickens in closed house cages based on the height of the cage floor. The material used was Cobb CP 707
strain broiler chickens with a population of 21,000 in cage 2 and 21,000 in cage 3 with a harvest age of 35
days. The method used was the data sampling method by dividing the broiler chickens into 2 groups, namely
treatment 1 was a group of chickens on the 2nd floor with a height of 3 meters from the ground and
treatment 2 was a group of chickens on the 3rd floor with a height of 5 meters from the ground. The
variables observed were body weight gain (PBB) and depletion. Data were analyzed by T-test. The results
of the internship showed that the average PBB on the 2nd floor with a height of 3 meters from the ground
was 439.6 grams and the 3rd floor with a height of 5 meters from the ground was 471.4 grams and the
average amount of depletion on the 2nd floor with a height of 3 meters from the ground was 1.886% and
the 3rd floor with a height of 5 meters from the ground was 2.075%. These results show that there is no
significant difference in PBB but there is a significant difference in depletion. Maintenance in a closed house
with a higher floor and a lower floor does not have a significant difference in PBB, but has a significant
difference in depletion.
4302846397D1B022011PERBEDAAN PERFORMA AYAM BROILER PADA LANTAI 1 DAN LANTAI 5 PADA SISTEM
KANDANG CLOSED HOUSE
Magang ini bertujuan untuk mengevaluasi performa ayam broiler yang dipelihara dalam pada
lantai 1 dan 5 kandang closed house Ishak Farm. Magang ini dilaksanakan pada tanggal 9
Oktober sampai 18 November 2023 di Ishak Farm, Sirampog, Brebes. Materi yang digunakan
ayam broiler strain Cobb CP707 populasi 21.000 ekor dengan umur panen 35 hari. Metode
yang digunakan metode survei dengan pengambilan data secara random sampling. Variabel
yang diamati pertambahan bobot badan, Feed convertion ratio (FCR), feed intake, indeks
perfoma dan deplesi. Data dianalisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan uji T (T-test).
Hasil magang menunjukan tidak ada perbedaan yang signifikan antara pertambahan bobot
badan, Feed convertion ratio (FCR), feed intake, indeks perfoma dan ada perbedaan siginifikan
pada deplesi. Deplesi pada lantai 5 lebih tinggi yaitu 3,39 % hal tersebut terjadi karena
manajemen kadang, kebersihan dan biosecurity yang kurang baik.
This internship aims to evaluate the performance of broiler chickens kept on the 1st and 5th
floors of Ishak Farm's closed house cages. This internship will be held from 9 October to 18
November 2023 at Ishak Farm, Sirampog, Brebes. The material used is the Cobb CP707 strain
of broiler chickens, a population of 21,000 with a harvest age of 35 days. The method used is
a survey method with random sampling of data. The variables observed were body weight
gain, feed conversion ratio (FCR), feed intake, performance index and depletion. Data were
analyzed descriptively qualitatively using the T test (T-test). The results of the internship
showed that there was no significant difference between body weight gain, feed conversion
ratio (FCR), feed intake, performance index and there was a significant difference in depletion.
Depletion on the 5th floor was higher, namely 3.39%, this occurred due to poor management,
cleanliness and biosecurity.
4302946399A1C020015APLIKASI FLOATING HYDROPONIC SYSTEM (FHS) DAN PERBEDAAN ELECTRIC CONDUCTIVITY (EC) LARUTAN NUTRISI TERHADAP PERTUMBUHAN KANGKUNGSalah satu jenis sayuran yang memiliki peminat cukup banyak dan kandungan gizi yang baik yaitu kangkung. Produksi kangkung di Indonesia tahun 2021 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, tetapi produksi kangkung tahun 2022 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh pengalihan fungsi lahan, kondisi cuaca, serta serangan hama dan penyakit. Penerapan floating hydroponic system(FHS) dalam greenhouse dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan dalam produksi kangkung serta meningkatkan hasil. Keberhasilan hidroponik dipengaruhi oleh kondisi iklim serta larutan nutrisi yang diberikan. Aktivitas perakaran dan pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh nilai EC. Oleh karena itu, aplikasi FHS dan perbedaan nilai EC larutan nutrisi pada budidaya kangkung akan diterapkan pada penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan nilai EC yang sesuai untuk pertumbuhan dan hasil kangkung pada FHS, serta mendapatkan pertumbuhan dan hasil varietas kangkung terbaik pada FHS.Penelitian ini dilaksanakan dengan metode RAL, 4 nilai EC dan 3 varietas yang berbeda. Pengontrolan nilai EC sesuai perlakuan dilakukan pada pagi hari. Terdapat 12 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Setiap unit percobaan terdiri dari 3 tanaman, sehingga tanaman yang digunakan sebanyak 108 tanaman. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah tanaman, bobot basah tajuk, bobot basah akar, suhu udara, RH, dan intensitas cahaya. Data iklim mikro dianalisis menggunakan grafik. Data pertumbuhan tanaman dianalisis menggunakan uji ANOVA dan bila terdapat perbedaan nyata, dilanjut uji DMRT taraf kesalahan 5 %. Pertumbuhan kangkung umur 7 dan 14 HST menunjukkan hasil terbaik pada variabel tinggi tanaman dengan perlakuan EC 1 mS/cm yang menghasilkan 20,86 cm dan 29,92 cm. Kangkung umur 21 HST menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah tanaman, bobot basah tajuk, dan bobot basah akar terbaik pada perlakuan EC 2,5 mS/cm dengan hasil berturut-turut 75,31 cm; 49 helai; 85,41 g; 73,15 g, dan 12,26 g. Pertumbuhan kangkung terbaik umur 7 dan 14 HST dihasilkan oleh kangkung varietas Bangkok LP-1, begitupun dengan hasil kangkung terbaik untuk variabel bobot basah pada pemanenan 21 HST dihasilkan oleh kangkung varietas Bangkok LP-1.One type of vegetable that has a significant following and good nutritional content is kangkung. The production of kangkung in Indonesia in 2021 increased compared to the previous year, but in 2022, the production experienced a decline. This decline was attributed to land use changes, weather conditions, and pest and disease attacks. The implementation of a floating hydroponic system (FHS) in greenhouses could serve as a solution to the issues in kangkung production and improve yields. The success of hydroponics is influenced by climate conditions and the nutrient solution provided. Root activity and plant growth are affected by the electrical conductivity (EC) value. Therefore, this study will apply the FHS and examine the effects of different EC values of nutrient solutions on kangkung cultivation. The aim of this research is to determine the appropriate EC value for the growth and yield of kangkung in the FHS, as well as to identify the best kangkung variety in terms of growth and yield within the FHS.This research was conducted using a completely randomized design (RAL), with 4 different EC values and 3 different varieties. The EC values were monitored according to treatments in the morning. There were 12 treatment combinations, each repeated 3 times. Each experimental unit consisted of 3 plants, resulting in a total of 108 plants. The observed variables included plant height, number of leaves, wet weight of the plant, wet weight of the canopy, wet weight of the roots, air temperature, relative humidity (RH), and light intensity. Microclimate data were analyzed using graphs. Plant growth data were analyzed using ANOVA, and if significant differences were found, a DMRT test at a 5% significance level was conducted. The growth of kangkung at 7 and 14 days after transplanting (HST) showed the best results in plant height with an EC treatment of 1 mS/cm, resulting in heights of 20.86 cm and 29.92 cm, respectively. Kangkung at 21 HST produced the best outcomes in terms of plant height, number of leaves, wet weight of the plant, wet weight of the canopy, and wet weight of the roots at an EC treatment of 2.5 mS/cm, yielding 75.31 cm; 49 leaves; 85.41 g; 73.15 g; and 12.26 g, respectively. The best growth of kangkung at 7 and 14 HST was produced by the Bangkok LP-1 variety, which also yielded the highest wet weight at harvest for 21 HST.
4303046398K1C019072Rancang Bangun Modul Dual Frequency DC to AC Inverter Berbasis Arduino UNOInverter merupakan perangkat elektronik yang memiliki fungsi untuk mengubah arus DC menjadi AC. Inverter banyak diaplikasikan dalam instrumen elektronik dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya dalam instrumen penelitian geolistrik metode Induced Polarization (IP) domain frekuensi. Metode IP domain frekuensi dilakukan dengan menginjeksikan tegangan dan arus AC dalam frekuensi rendah 1 Hz dan 10 Hz untuk meneliti kandungan mineral bawah tanah. Oleh karena itu, diperlukan sebuah modul untuk mengubah arus searah DC menjadi arus bolak-balik AC yang memiliki dua buah frekuensi keluaran 1 Hz dan 10 Hz. Penelitian ini menggunakan topologi H-Bridge Inverter, rangkaian driver IC IR2110 untuk mengubah arus searah DC menjadi arus bolak-balik AC dengan frekuensi keluaran sebesar 0,99 Hz dan 9,80 Hz. Uji pembebanan dilakukan dengan memberikan variasi beban resistif berupa resistor berukuran 2 kΩ-50 kΩ dan tegangan masukan 273 VDC. Saat frekuensi 0,99 Hz arus keluaran maksimal yang terukur sebesar 0,132 A, dan daya maksimal 33,05 W dan terjadi penurunan tegangan sebesar 9% dengan bentuk gelombang berupa gelombang kotak tidak sempurna yang nilai amplitudonya berubah mengikuti nilai arus keluaran. Sedangkan pada frekuensi keluaran 9,80 Hz dengan tegangan masukan 273 VDC, terjadi penurunan tegangan sebesar 10% dengan bentuk respon gelombang berupa gelombang kotak, arus maksimal sebesar 0,124 A, dan daya maksimum sebesar 30,56 W. Inverter is an electronic device that has a function to convert DC current into AC current. Inverters are widely used in electronic instruments commonly used in daily life. One application of inverters is in geoelectrical instruments such as frequency domain Induced Polarization (IP) method. The frequency domain IP method is performed by injecting AC current in the low frequencies (1 Hz and 10 Hz) to examine underground mineral content. Therefore, a module is needed to convert DC (direct current) into AC (alternating current) which has two output frequencies of 1 Hz and 10 Hz. This research uses H-Bridge Inverter topology, driver circuit IC IR2110 to convert DC direct current into AC alternating current with output frequencies of 0,99 Hz and 9,80 Hz. The loading test is carried out by providing a variety of resistive loads 2 kΩ-50 kΩ and an input voltage of 273 VDC. The loading test was carried out by providing a variety of resistive loads, resistors 2 kΩ-50 kΩ and an input voltage of 273 VDC. At a frequency of 0,99 Hz, the maximum output current is 0.132A, maximum power is 33,05 W, the voltage drop is 9%, and the waveform of output voltage is an imperfect square wave whose amplitude value changes following the output current value. While at an output frequency of 9,80 Hz with an input voltage of 273 VDC, the voltage drop is 10%, the maximum current value is 0,124 A, the maximum power is 30,567 W, and the output voltage waveform is a square wave.
4303146401K1B020026RANK MATRIKS ATAS RING KOMUTATIFDalam aljabar linier, penentuan rank matriks dilakukan menggunakan basis ruang baris atau kolom. Namun, pada pembahasan matriks atas ring komutatif, penentuan basis ruang baris atau kolom tidak selalu memungkinkan. Oleh karena itu, pembahasan tentang rank matriks atas ring komutatif tidak dapat dilakukan seperti dalam aljabar linier. Dalam penelitian ini, kami membahas rank matriks atas ring komutatif. Penentuan ini dilakukan dengan menggunakan annihilator dari ideal yang dibentuk oleh minor-minor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rank matriks atas ring komutatif adalah nilai maksimum t pada annihilator dari semua ideal yang dibentuk oleh minor t×t yang hanya mengandung nol.In linear algebra, the determination of rank of matrix is done using basis of the row or column space. In the discussion of matrices over commutative rings, determining the basis of the row or column space is not necessarily possible. Thus, discussion of the rank of a matrix over a commutative ring cannot be carried out as in linear algebra. In this research, we discuss the rank matrix over the commutative ring. This determination is done using annihilator of ideals which is formed by minors. The results show that the rank of the matrix over the commutative ring is the maximum value t in the annihilator of all ideals formed by t×t minors which only contain zero.
4303246402F1B020040EFEKTIVITAS APLIKASI RPD (RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH) TERHADAP PROSES PENYUSUNAN DOKUMEN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2024-2026 DI KABUPATEN BANYUMASPembangunan daerah merupakan salah satu aspek penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Tanpa adanya perencanaan yang matang, pembangunan daerah berpotensi mengalami kekacauan dan inefisiensi yang dapat menghambat tercapainya tujuan pembangunan. Oleh karena itu, dalam membantu penyusunan Rencana Pembangunan Daerah tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyumas, khususnya Bappedalitbang Kabupaten Banyumas melakukan inovasi dengan meluncurkan aplikasi RPD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pemilihan informan purposive sampling. Dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model interaktif menurut Miles, Huberman, dan Saldana (2014), serta melakukan uji validitas data menggunakan triangulasi sumber. Penelitian ini menggunakan teori efektivitas menurut Duncan dalam steers (1985) yang menyebutkan 3 (tiga) indikator dalam pengukuran efektivitas, yaitu, pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas aplikasi RPD dalam proses penyusunan Rencana Pembangunan Daerah Kabupaten Banyumas Tahun 2024-2026 sudah cukup efektif. Namun, dalam pelaksanaannya masih terjadi beberapa kendala. Regional development is one of the important aspects in efforts to improve people's welfare and encourage economic growth. Without careful planning, regional development has the potential to experience chaos and inefficiency that can hinder the achievement of development goals. Therefore, in assisting the preparation of the Regional Development Plan, the Banyumas Regency Government, especially Bappedalitbang of Banyumas Regency, made an innovation by launching the RPD application. This research used descriptive qualitative method with purposive sampling informant selection technique. With data collection techniques through in-depth interviews, and documentation, which were analyzed using an interactive model according to Miles, Huberman, and Saldana (2014), and tested the validity of the data using source triangulation. This study uses the theory of effectiveness according to Duncan in Steers (1985) which states 3 (three) indicators in measuring effectiveness, namely, goal achievement, integration, and adaptation. The results of this study indicate that the effectiveness of the RPD application in the process of preparing the Banyumas Regency Regional Development Plan Year 2024-2026 is quite effective. However, several obstacles still occur in its implementation.
4303346403D1A019006HUBUNGAN LINGKAR DADA DAN PANJANG BADAN
DENGAN PRODUKSI SUSU KAMBING SAPERA
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana hubungan lingkar dada dan panjang badan dengan produksi susu yang dihasilkan oleh kambing Sapera. Sampel penelitian menggunakan kambing sapera yang berjumlah 20 dengan kriteria kambing sapera laktasi ke-3. Pengambilan sampel didasarkan pada metode purposive sampling. Penelitian dilakukan selama 26 hari yaitu pada tanggal 25 November sampai dengan 20 Desember 2022. Rataan produksi kambing Sapera sekitar 2,4 ± 0,5 liter/hari. Metode pengambilan
data dengan metode survey dengan mengukur lingkar dada dan panjang badan menggunakan pita ukur. Metode analisis data menggunakan analisis korelasi serta analisis
regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh. Rata-rata lingkar dada 89,15 ± 4,5 cm serta panjang badan 83,45 ± 4,7 cm. Analisis menunjukan
bahwa ada hubungan positif antara lingkar dada dan panjang badan dengan produksi susu kambing Sapera. Hal ini ditunjukkan oleh persamaan regresi Y = - 4,905 + 0,65 LD + 0,19 PB.
Kata Kunci: kambing sapera, lingkar dada, panjang badan, produksi susu
This research was conducted to find out how the circumference of the chest and length of the body relates to the milk production produced by the Sapera goats. The sample of the study used a total of 20 sheep goats with the criterion of a lactating sheep 3rd. Sampling is based on purposive sampling. The study lasted 26 days, from November 25 to December 20, 2022. The average production of goats is about 2.4 ± 0.5 liters per day. Data collection method with survey method by measuring chest circumference and body length using
measuring tape. Data analysis methods using correlation analysis as well as multiple liniear regression analysis are used to analyze the data obtained. the chest circumference and between body length of a lactating goat has a chest circumference of 89.15 ± 4.5 cm and a body length of 83.45 ± 4.7 cm. The analysis show that there is a positive relationship between the chest circumference and between body length and milk production in lactating geese. This indicated by the regression equation Y=-4.905 + 0.65 LD + 0.19 PB.
Keywords: sapera goat, chest circumference, body length, milk production
4303446404A1C020058ANALISIS PREFERENSI DAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PEMBELIAN BERAS HASIL PRODUKSI RICE MILLING UNIT (RMU) “TEACHING INDUSTRY” UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANTujuan penelitian ini adalah menganalisis preferensi dan kepuasan konsumen terhadap atribut beras hasil produksi RMU “Teaching Industry”. Alat penelitian yaitu kuesioner, alat tulis, laptop berisi software berupa aplikasi SPSS 27.0, dan Microsoft Excel 2019. Bahan penelitian yaitu hasil dari pendapat yang berbentuk rating dari responden yang pernah membeli dan mengonsumsi beras hasil produksi RMU “Teaching Industry” baik di Kosuku, toko mitra, dan membeli langsung dari RMU “Teaching Industry”. Rancangan pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dan snowball sampling dengan jumlah responden sebanyak 100. Variabel yang digunakan dalam penelitian yaitu atribut beras hasil produksi RMU “Teaching Industry” (tingkat kekerasan beras, kebersihan, warna, aroma, daya tahan saat disimpan, keutuhan dan keseragaman beras, harga, kemasan, dan tempat). Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, uji instrumen, Customer Satisfaction Index (CSI), Importance Performance Analysis (IPA), Model Kano, dan Integrasi Metode IPA-Kano.
Hasil survei dari kuesioner didapatkan karakteristik konsumen beras hasil produksi RMU “Teaching Industry” terbanyak yaitu wanita, rentang usia 21-35 tahun, pekerjaan karyawan swasta, tingkat pendidikan perguruan tinggi, tingkat pendapatan perbulan Rp. 2.001.000 – Rp. 4.000.000, dengan frekuensi pembelian 2-5 kali, dan kemasan yang banyak dibeli yaitu kemasan 2. Tingkat kepuasan konsumen secara keseluruhan terhadap atribut beras hasil produksi RMU “Teaching Industry” berada pada rentang 60%-80%, yaitu sebesar 79,534%, dan dapat diartikan konsumen merasa “puas” terhadap atribut yang terdapat pada beras hasil produksi RMU “Teaching Industry”. Atribut beras yang menjadi preferensi atau kesukaan konsumen pada pembelian beras hasil produksi RMU “Teaching Industry”, yaitu pada atribut kebersihan (KB), daya tahan (DT), keutuhan dan keseragaman beras (KK2), dan warna beras yang sesuai standar mutu (W1) dikarenakan atribut tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerja tinggi. Berdasarkan analisis Integrasi IPA-Kano terdapat 6 atribut yang termasuk ke dalam kategori peningkatan kinerja, yaitu tingkat kekerasan beras (TK), harga beras (H1), bahan kemasan beras (KM1), desain kemasan beras (KM2), lokasi strategis (TM1), dan lokasi dapat dikenal secara luas (TM2). Sedangkan 7 atribut yang termasuk ke dalam kategori pertahankan kinerja, yaitu beras memiliki aroma harum (A1), aroma beras bertahan lama (A2), warna beras sesuai standar mutu (W1), warna beras bertahan lama (W2), kebersihan beras (KB), beras bersih dari campuran (KK2), dan daya tahan beras (DT).
The purpose of this study is to analyse consumer preferences and satisfaction with the attributes of rice produced by RMU ‘Teaching Industry’. Research tools are questionnaires, stationery, laptops containing software in the form of SPSS 27.0 applications, and Microsoft Excel 2019. Research materials are the results of opinions in the form of ratings from respondents who have bought and consumed rice produced by RMU ‘Teaching Industry’ both at Kosuku, partner stores, and buy directly from RMU ‘Teaching Industry’. The sampling design uses Purposive sampling and snowball sampling with a total of 100 respondents. The variables used in the study are the attributes of rice produced by RMU “Teaching Industry” (rice hardness, cleanliness, color, aroma, durability when stored, integrity and uniformity of rice, price, packaging, and place). The data analysis used is descriptive analysis, instrument test, Customer Satisfaction Index (CSI), Importance Performance Analysis (IPA), Kano Model, and IPA-Kano Method Integration.
The survey results from the questionnaire found that the characteristics of consumers of rice produced by RMU “Teaching Industry” are mostly women, age range 21-35 years, private employee jobs, college education level, monthly income level Rp. 2,001,000 - Rp. 4,000,000, with a frequency of purchase of 2-5 times, and the packaging that is mostly purchased is packaging 2. The overall level of consumer satisfaction with the attributes of rice produced by RMU “Teaching Industry” is in the range of 60%-80%, which is 79.534%, and can be interpreted as consumers feeling “satisfied” with the attributes contained in the rice produced by RMU “Teaching Industry”. Rice attributes that become consumers' preferences or preferences in purchasing rice produced by RMU “Teaching Industry”, namely attributes of cleanliness (KB), durability (DT), wholeness and uniformity of rice (KK2), and rice color according to quality standards (W1) because these attributes have a high level of importance and a high level of performance. Based on the IPA-Kano Integration analysis, there are 6 attributes that fall into the performance improvement category, namely the level of rice hardness (TK), rice price (H1), rice packaging material (KM1), rice packaging design (KM2), strategic location (TM1), and location can be widely recognized (TM2). While 7 attributes are included in the maintain performance category, namely rice has a fragrant aroma (A1), rice aroma lasts long (A2), rice color according to quality standards (W1), rice color lasts long (W2), rice cleanliness (KB), clean rice from mixture (KK2), and rice durability (DT).
4303546340A1D020155KAJIAN PERSEBARAN UNSUR P DAN SERAPANNYA OLEH TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa) DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) SERAYU TENGAH KECAMATAN MANDIRAJA KABUPATEN BANJARNEGARAPeningkatan produksi padi perlu dilakukan dengan mengetahui ketersediaan unsur hara dalam tanah untuk menentukan dosis pemupukan yang efektif dan efisien. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari – Agustus 2024 di DAS Serayu Tengah Kecamatan Mandiraja dan analisis di Laboratorium Tanah dan Sumber daya Lahan Fakultas Pertanian Unsoed. Penelitian ini menggunakan teknik survei dengan pengambilan sampel tanah metode purposive random sampling. Variabel yang diamati adalah sifat kimia tanah (pH H2O, pH KCl, DHL, potensial redoks), P-tersedia tanah, serapan P pada daun dan gabah, serta hasil tanaman yang berasal dari survei dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, kandungan pH H2O dan pH KCl berada pada nilai rata-rata 6,35 (agak masam) dan 4,79 (netral). Nilai DHL dengan rata-rata 125 μS/cm (non salin) dan potensial redoks dengan nilai rata-rata 203 mV (reduksi sedang). Variabel P-tersedia tanah cenderung rendah (12,14 ppm P2O5) sehingga mempengaruhi nilai serapan P pada tanaman. Serapan P daun menunjukkan nilai yang lebih rendah (4,07 mg P2O5/daun tanaman) daripada nilai serapan P pada gabah (69,17 mg P2O5/malai tanaman atau 3,36 mg P2O5/butir gabah). Dengan demikian, rekomendasi pemupukan ditentukan berdasarkan nilai uji tanah sebagai dosis pupuk SP-36 dan TSP pada seluruh titik lokasi pengamatan, yaitu 118,32 kg SP-36/ha dan 92,60 kg TSP/ha.Increasing rice production needs to be done by knowing the availability of nutrients in the soil to determine effective and efficient fertilizer doses. This research was conducted in February - August 2024 in the Serayu Tengah Watershed, Mandiraja District and analyzed at the Soil and Land Resources Laboratory, Faculty of Agriculture, Unsoed. This study used a survey technique with soil sampling using the purposive random sampling method. The variables observed were soil chemical properties (pH H2O, pH KCl, DHL, redox potential), soil P-available, P absorption in leaves and grain, and crop yields from surveys and interviews. Based on the results of the study, the pH H2O and pH KCl content were at an average value of 6.35 (slightly acidic) and 4.79 (neutral). The DHL value with an average of 125 μS/cm (non-saline) and the redox potential with an average value of 203 mV (moderate reduction). The P-available soil variable tends to be low (12.14 ppm P2O5) so that it affects the P absorption value in plants. Leaf P absorption shows a lower value (4.07 mg P2O5/plant leaf) than the P absorption value in grain (69.17 mg P2O5/plant panicle or 3.36 mg P2O5/plant grain). Thus, fertilization recommendations are determined based on soil test values as doses of SP-36 and TSP fertilizers at all observation location points, namely 118.32 kg SP-36/ha and 92.60 kg TSP/ha.
4303646405A1D020143KAJIAN DISTRIBUSI UNSUR N DAN SERAPANNYA DI LAHAN SAWAH DAS SERAYU TENGAH WILAYAH KECAMATAN MANDIRAJA KABUPATEN BANJARNEGARATanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman penghasil beras yang merupakan sumber pangan utama bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Kebutuhan padi menjadi beras sebagai prioritas pangan meningkat dari tahun ke tahun sejalan dengan laju pertumbuhan penduduk. Peningkatan produksi padi perlu dilakukan dengan mengetahui ketersediaan unsur hara dalam tanah untuk menentukan dosis pemupukan yang efektif dan efisien. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari – Agustus 2024 di DAS Serayu Tengah Kecamatan Mandiraja dan analisis di Laboratorium Tanah dan Sumber daya Lahan Fakultas Pertanian Unsoed. Penelitian ini menggunakan teknik survei dengan pengambilan sampel tanah metode purposive random sampling. Variabel yang diamati adalah sifat kimia tanah (pH H2O, pH KCl, DHL, potensial redoks), N-total tanah, serapan N pada daun dan gabah, serta hasil tanaman yang berasal dari survei dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, kandungan pH H2O dan pH KCl berada pada nilai rata-rata 6,34 (agak masam) dan 4,75 (netral). Nilai DHL dengan rata-rata 125 μS cm-1 (non salinitas) dan potensial redoks dengan nilai rata-rata 203 mV (reduksi sedang). Variabel N-total tanah memiliki nilai tingga (0,96%). Serapan N daun menunjukkan nilai yang lebih rendah (9,65 mg N daun tanaman-1) daripada nilai serapan N pada gabah (110,21 mg N malai tanaman-1). Dengan demikian, rekomendasi pemupukan ditentukan berdasarkan nilai uji tanah sebagai dosis pupuk urea pada seluruh titik lokasi pengamatan.
Rice plant (Oryza sativa L.) is a rice-producing plant that is the main food source for most of the Indonesian population. The need for rice as a food priority increases from year to year in line with the rate of population growth. Increasing rice production needs to be done by knowing the availability of nutrients in the soil to determine effective and efficient fertilization doses. This research was conducted from February to August 2024 in the Middle Serayu Watershed, Mandiraja District and analyzed at the Soil and Land Resources Laboratory, Faculty of Agriculture, Unsoed. This research used survey technique with soil sampling purposive random sampling method. The variables observed were soil chemical properties (pH H2O, pH KCl, DHL, redox potential), soil N-total, N uptake in leaves and grain, and crop yields derived from surveys and interviews. Based on the results of the study, the content of pH H2O and pH KCl was at an average value of 6.34 (slightly acidic) and 4.75 (neutral). DHL value with an average of 125 μS cm-1 (non-salinity) and redox potential with an average value of 203 mV (moderate reduction). The soil N-total variable had a high value (0.96%). Leaf N uptake showed lower values (9.65 mg N leaf plant-1) than grain N uptake (110.21 mg N panicle plant-1). Thus, fertilization recommendations were determined based on soil test values as urea fertilizer doses at all observation location points..
4303746406L1A020063PENGARUH TUTUPAN DAN KERAPATAN LAMUN TERHADAP STRUKTUR KOMUNITAS GASTROPODA DI PULAU PRAMUKAPulau Pramuka merupakan salah satu pulau yang memiliki ekosistem pesisir yang terdiri dari mangrove, lamun dan terumbu karang. Lamun merupakan salah satu tumbuhan yang berada di perairan dangkal yang juga menjadi rumah bagi biota laut salah satunya gastropoda. Penelitian ini bertujuan menganalisis tutupan dan kerapatan lamun, menganalisis struktur komunitas gastropoda, menganalisis pengaruh tutupan dan kerapatan lamun terhadap komunitas gastropoda di Pulau Pramuka. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2024. Lokasi penelitian berada di sebelah Selatan, Timur dan Utara Pulau Pramuka. Kondisi tutupan lamun Pulau Pramuka berada pada kategori sehat-kurang sehat dan kerapatan lamun berada di kategori rapat. Nilai keanekaragaman (H’) gastropoda berada pada kategori sedang-rendah. Nilai kemerataan (e) gastropoda cukup merata. Nilai dominansi (C) gastropoda berada di kategori sedang-rendah. Hasil analisis CCA lamun dengan gastropoda C. coralium dapat ditemukan di lokasi yang memiliki persen tutupan lamun yang tinggi. Speseis N. subsulcata, R. aspera, C. tigris, dan S. Epidromis banyak ditemukan di lokasi yang memiliki kerapatan lamun yang tinggi. Sementara Spesies R. vertatus, N. didyma, P. mamila, C. annulus, S. urceus tidak dapat dijelaskan persebarannya berdasarkan parameter penelitian yang diamati.Pramuka Island is one of the islands that has a coastal ecosystem consisting of mangroves, seagrass and coral reefs. Seagrass is a plant that lives in shallow waters which is also home to marine biota, one of which is gastropods. This research aims to analyze seagrass cover and density, analyze the structure of the gastropod community, and analyze the influence of seagrass cover and density on the gastropod community on Pramuka Island. The research was conducted in August 2024. The research location was to the South, East and North of Pramuka Island. The condition of Pramuka Island's seagrass cover is in the healthy-unhealthy category and the seagrass density is in the dense category. The gastropod diversity value (H’) is in the medium-low category. Gastropod evenness values (e) were quite even. The gastropod dominance value (C) is in the medium-low category. The results of CCA analysis of seagrass with the gastropod C. coralium can be found in locations that have a high percentage of seagrass cover. The species N. subsulcata, R. aspera, C. tigris, and S. epidromis found a lot in locations that have a high density of seagrass. Meanwhile, the distribution of the species R. vertatus, N. didyma, P. mamila, C. annulus, S. urceus cannot be explained based on the observed research parameters.
4303846407F1C020074ANALISIS RESPONS AUDIENS TERHADAP KOMUNIKASI DIGITAL BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI GEOFISIKA DALAM PENYEBARAN INFORMASI CUACA, IKLIM, BENCANA (STUDI KASUS: WHATSAPP CHANNEL BMKG)Penelitian ini menganalisis respons audiens terhadap WhatsApp Channel Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam penyebaran informasi cuaca, iklim, dan bencana. Penelitian ini memanfaatkan metode kualitatif dengan jenis studi kasus, melibatkan wawancara dan observasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya audiens merespons informasi yang disebarkan melalui WhatsApp Channel BMKG dengan beragam reaksi, mulai dari positif hingga netral. Faktor utama yang memengaruhi respons audiens adalah relevansi dan akurasi informasi, serta kemudahan akses. Audiens yang merasa informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG akurat dan bermanfaat cenderung memberikan respons positif, sementara yang merasa informasi kurang relevan memberikan respons netral atau negatif. WhatsApp Channel BMKG berhasil menjadi media komunikasi yang efektif, terutama dalam memberikan informasi yang penting untuk keselamatan dan keseharian pengguna.This research analyzes audience responses to the WhatsApp Channel of the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency (BMKG) in disseminating weather, climate and disaster information. This research uses a qualitative method with a case study type, involving interviews and observations as data collection techniques. The results showed that the audience responded to the information disseminated through BMKG's WhatsApp Channel with various reactions, ranging from positive to neutral. The main factors influencing audience responses are the relevance and accuracy of the information, as well as ease of access. Audiences who felt that the weather information and early warnings from BMKG were accurate and useful tended to give positive responses, while those who felt the information was less relevant gave neutral or negative responses. BMKG's WhatsApp Channel has succeeded in becoming an effective communication medium, especially in providing information that is important for users' safety and daily lives.
4303946408J1C020019Bentuk dan Perubahan Makna Gairaigo dalam Anime Joshikousei no MudazukaiPenelitian ini mengkaji tentang Proses penyerapan gairaigo ke dalam bahasa Jepang dilakukan melalui proses adaptasi, baik bentuk morfologis dan semantisnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan perubahan makna yang terjadi dalam proses penyerapan gairaigo yang terdapat pada anime Joshikousei no Mudazukai. Untuk menganalisis bentuk dan perubahan makna digunakan teori penyerapan gairaigo bahasa Jepang oleh Sakata. Untuk analisis morfologis digunakan teori pembentukan kata Tsujimura. Sementara itu, untuk mengkaji perubahan maknanya digunakan teori Shibatani. Data di dalam penelitian ini adalah transkrip dialog dan monolog karakter pada anime Joshikousei no Mudazukai yang mengandung unsur kosakata gairaigo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 87 kosakata gairaigo, 21 kosakata tidak mengalami perubahan bentuk dan makna, 9 kosakata mengalami perubahan bentuk, tetapi makna tetap, 52 kosakata tanpa perubahan bentuk, tetapi makna berubah, dan 5 kosakata dengan perubahan bentuk dan makna. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa penyerapan gairaigo ke dalam bahasa Jepang melibatkan adaptasi morfologis dan semantis yang berfungsi untuk memperkaya leksikal dan memenuhi kebutuhan komunikasi masyarakat Jepang.This research examines the process of incorporating gairaigo (loanwords) into the Japanese language through adaptation, both in morphological and semantic aspects. The purpose of this study is to describe the form and semantic changes that occur in the adaptation process of gairaigo found in the anime Joshikousei no Mudazukai. To analyze form and semantic changes, the theory of gairaigo absorption into Japanese by Sakata is employed. For morphological analysis, Tsujimura's word formation theory is used, while Shibatani's theory is applied to examine semantic changes. The data for this study consists of transcripts of character dialogues and monologues in Joshikousei no Mudazukai containing gairaigo vocabulary. The results indicate that out of 87 gairaigo words, 21 words show no change in form or meaning, 9 words show form changes but retain meaning, 52 words show no change in form but have semantic shifts, and 5 words show changes in both form and meaning. Based on the data analysis results, it can be concluded that the incorporation of gairaigo into Japanese involves morphological and semantic adaptations that serve to enrich the lexicon and fulfill the communicative needs of Japanese society.
4304046409H1D020036SISTEM PEMANTAUAN DAN DOKUMENTASI PEMINJAMAN MOBIL MENGGUNAKAN GPS BERBASIS APLIKASI MOBILE DAN WEBSITE (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN KAMPUNG MAGHFIRAH BOGOR)Pondok Pesantren Kampung Maghfirah menyediakan berbagai fasilitas bagi sivitas akademika, salah satunya adalah fasilitas peminjaman mobil yang dikelola oleh lembaga khusus. Sebelumnya, proses peminjaman mobil dilakukan secara manual, yang berpotensi menyebabkan ketidakakuratan dalam pencatatan transaksi peminjaman. Selain itu, belum tersedia sistem pelacakan mobil selama masa peminjaman. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi mobile bagi pengguna yang meminjam mobil dan aplikasi website bagi staf lembaga peminjaman, guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses peminjaman mobil. Framework Flutter dipilih untuk pengembangan aplikasi mobile. Sementara itu, aplikasi website yang dikembangkan menggunakan framework Next.js ini memungkinkan staf lembaga untuk memantau lokasi mobil secara real-time dan mengelola data peminjaman, termasuk persetujuan pemesanan. Pengembangan aplikasi ini menerapkan metodologi scrum, yang mendukung fleksibilitas dan efektivitas dalam menghadapi perubahan dan penyesuaian. Hasil pengujian UAT (User Acceptance Testing) menunjukkan bahwa aplikasi ini efektif dan mudah digunakan, dengan nilai Mean Opinion Score (MOS) tertinggi 4,43, terendah 4,07, dan rata-rata 4,30. Hal ini mencerminkan penilaian yang sangat positif dari mayoritas pengguna. Hampir semua aspek aplikasi mendapat interpretasi "Sangat Baik", meskipun aspek kelengkapan fitur memperoleh nilai "Baik", yang mengindikasikan masih adanya ruang untuk peningkatan.Kampung Maghfirah Islamic Boarding School provides various facilities for its academic community, one of which is a car rental service managed by a dedicated institution. Previously, the car rental process was conducted manually, which posed a risk of inaccuracies in transaction records. Additionally, there was no system in place to track car during the renting period. Therefore, this research aims to develop a mobile application for vehicle borrowers and a website application for rent management staff, to enhance the efficiency and effectiveness of the vehicle rent process. Flutter was chosen for mobile application development. On the other hand, the website application, developed using the Next.js framework, allows staff to monitor vehicles in real-time and manage rent data, including booking approvals. The development process employed the scrum methodology, supporting flexibility and efficiency in responding to changes and adjustments. The results of the User Acceptance Testing (UAT) showed that the application is highly effective and easy to use, with a Mean Opinion Score (MOS) ranging from 4.07 to 4.43, and an average of 4.30. This reflects very positive feedback from the majority of users. Almost all aspects of the application received a "Very Good" rating, although the feature completeness aspect was rated as "Good", indicating room for further improvement.