Artikelilmiahs

Menampilkan 42.981-43.000 dari 48.834 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4298146346A1F020026Pengaruh Variasi Konsentrasi Kitosan dan Span 80 Terhadap Karakteristik Minyak Sawit Merah Terenkapsulasi dengan Metode Foam Mat DryingBerdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa produksi kelapa sawit indonesia mencapai 45,58 juta ton pada tahun 2022 dan cenderung meningkat setiap tahunnya. Minyak Sawit Merah (MSM) merupakan produk turunan dari CPO yang tidak melalui proses bleaching sehingga kandungan fitonutrien seperti karotenoid dan tokoferol dalam minyak sawit dapat dipertahankan. Kandungan karotenoid pada MSM merupakan senyawa bioaktif yang sensitif dan mudah rusak karena kondisi lingkungan seperti reaksi oksidasi, autooksidasi, cahaya dan suhu tinggi sehingga pemanfaatan MSM secara langsung berisiko mengurangi kandungan karotenoidnya. Oleh karena itu, diperlukan pengolahan MSM menjadi produk enkapsulasi agar kandungan fitonutrien dalam MSM dapat terlindungi.
Enkapsulasi dapat dilakukan dengan metode foam mat drying (pengeringan buih) dengan menggunakan enkapsulan dan penstabil. Enkapsulan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kitosan sedangkan penstabil yang digunakan adalah span 80. tujuan dari penelitian ini antara lain, 1) mengetahui pengaruh variasi konsentrasi kitosan terhadap karakteristik minyak sawit merah terenkapsulasi; 2) mengetahui variasi konsentrasi span 80 terhadap karakteristik minyak sawit merah terenkapsulasi; 3) menentukan kombinasi perlakuan terbaik antara konsentrasi kitosan dan span 80 pada pembuatan minyak sawit merah terenkapsulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi enkapsulan dan penstabil terbaik dimiliki oleh sampel K1S3 dengan rerata rendemen 90,72%; kelarutan 46,41%; beta karoten 37,13 ppm; alfa tokoferol 137,27 mg/g; antioksidan 71,35%; kadar air 8,6%; warna (L) 63,67; warna (a) 7,32; warna (b) 104,63
Based on data from the Central Bureau of Statistics (BPS), Indonesia's palm oil production reached 45.58 million tons in 2022 and tends to increase every year. Red Palm Oil (MSM) is a derivative product of CPO that does not go through a bleaching process so that the content of phytonutrients such as carotenoids and tocopherols in palm oil can be maintained. The carotenoid content in MSM is a bioactive compound that is sensitive and easily damaged by environmental conditions such as oxidation reactions, autooxidation, light and high temperatures so that direct utilization of MSM risks reducing its carotenoid content. Therefore, it is necessary to process MSM into encapsulated products so that the phytonutrient content in MSM can be protected.
Encapsulation can be done by the foam mat drying method using solvents and stabilizers. The objectives of this study include, 1) to determine the effect of variations in chitosan concentration on the characteristics of encapsulated red palm oil; 2) to determine variations in span 80 concentration on the characteristics of encapsulated red palm oil; 3) to determine the best treatment combination between chitosan and span 80 concentrations in the manufacture of encapsulated red palm oil.
The results showed that the best combination of coating and stabilizer was owned by sample K1S3 with an average yield of 90.72%; solubility 46.41%; beta carotene 37.13 ppm; alfa tocopherol 137,27 mg/g; antioxidant 71.35%; moisture content 8.6%; color (L) 63.67; color (a) 7.32; color (b) 104.63.
4298246347A1F020048Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Bahan Enkapsulan terhadap Karakteristik Minyak Sawit Merah Terenkapsulasi Menggunakan Metode Foam Mat DryingMinyak sawit merah kaya akan beta-karoten dan vitamin E, namun sangat sensitif terhadap oksidasi yang dapat menyebabkan penurunan kualitas dan hilangnya nutrisi penting. Untuk melindungi komponen-komponen berharga ini, teknik enkapsulasi menjadi salah satu solusi yang efektif. Metode Foam Mat Drying merupakan salah satu teknik enkapsulasi yang dapat meningkatkan stabilitas minyak sawit merah dengan membentuk lapisan pelindung di sekitar droplet minyak. Pemilihan jenis dan konsentrasi bahan enkapsulan sangat penting karena dapat mempengaruhi efisiensi enkapsulasi dan karakteristik akhir dari produk. Tujuan dari penelitian ini antara lain 1) Mengetahui pengaruh penggunaan jenis bahan enkapsulan terhadap karakteristik produk minyak sawit merah terenkapsulasi; 2) Mengetahui pengaruh konsentrasi bahan enkapsulan terhadap karakteristik produk minyak sawit merah terenkapsulasi; dan 3) Menentukan kombinasi perlakuan terbaik antara jenis dan konsentrasi bahan enkapsulan pada pembuatan minyak sawit merah terenkapsulasi.
Minyak sawit merah dienkapsulasi menggunakan beberapa jenis bahan enkapsulan seperti gum arab, gum xanthan, dan gum guar dalam berbagai konsentrasi. Karakterisasi produk hasil enkapsulasi diuji fisikokimianya berupa rendemen, kadar air, kelarutan, warna, aktivitas antioksidan, dan beta-karoten. Selain itu, perlakuan terbaik dicari menggunakan metode indeks efektivitas.
Diperoleh bahwa jenis dan konsentrasi bahan enkapsulan memiliki pengaruh signifikan terhadap kandungan beta-karoten dan aktivitas antioksidan serta sifat fisiknya. Selain itu, diperoleh bahwa bahan enkapsulan gum guar dengan konsentrasi 2% merupakan perlakuan terbaik yang unggul pada kandungan beta karoten (37,82 ppm), aktivitas antioksidan (65,60% inhibisi), dan memiliki kadar air yang paling rendah (7,9%). Berdasarkan hasil SEM (Scanning Electron Microscope), sampel tersebut memiliki ukuran yang tidak homogen akibat proses foam mat drying dan tidak adanya penyeragaman ukuran.
Red palm oil is rich in beta-carotene and vitamin E, but it is very sensitive to oxidation which can lead to quality deterioration and loss of essential nutrients. To protect these valuable components, encapsulation techniques are an effective solution. Foam Mat Drying method is one of the encapsulation techniques that can improve the stability of red palm oil by forming a protective layer around the oil droplets. The selection of the type and concentration of the encapsulant material is very important because it can affect the encapsulation efficiency and the final characteristics of the product. The objectives of this research include 1) To investigate the effect of dressing type on the product characteristics of encapsulated red palm oil; 2) To determine the effect of the concentration of the encapsulant material on the product characteristics of encapsulated red palm oil; and 3) To determine the best treatment combination between the type and concentration of the encapsulant material in the manufacture of encapsulated red palm oil.
Red palm oil was encapsulated using several types of encapsulant materials such as gum arabic, xanthan gum, and guar gum in various concentrations. Characterization of the encapsulated product was tested physicochemically in the form of yield, moisture content, solubility, color, antioxidant activity, and beta-carotene. In addition, the best treatment was sought using the effectiveness index method.
It was observed that the type and concentration of the encapsulant material had a significant effect on beta-carotene content and antioxidant activity as well as physical properties. In addition, it was found that guar gum encapsulant with 2% concentration was the best treatment that excelled in beta carotene content (37,82 ppm), antioxidant activity (65,60% inhibition), and had the lowest water content (7,9%). Based on the SEM (Scanning Electron Microscope) results, the sample has an inhomogeneous size due to the foam mat drying process and the lack of a size uniformity step.
4298346348J1E020042Students' Perceptions Toward the Use of Liveworksheets.com as Media in Learning English for Reading Comprehension (A Descriptive-Qualitative Study at the Eight Grade of SMPN 4 Purwokerto in the Academic Year of 2023/2024)Liveworksheets.com merupakan media pembelajaran digital baru untuk menilai
aktivitas belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menyelidiki persepsi siswa
terhadap penggunaan liveworksheets.com sebagai media dalam pembelajaran bahasa
Inggris untuk pemahaman bacaan pada kelas delapan SMPN 4 Purwokerto pada tahun
akademik 2023/2024; (2) mengidentifikasi manfaat penggunaan liveworksheets.com
sebagai media dalam belajar bahasa Inggris untuk pemahaman bacaan yang diterima
siswa kelas delapan di SMPN 4 Purwokerto tahun akademik 2023/2024.; dan (3)
mengeksplorasi kesulitan dalam menggunakan liveworksheets.com sebagai media
dalam belajar bahasa Inggris untuk pemahaman bacaan yang dihadapi siswa kelas
delapan di SMPN 4 Purwokerto tahun akademik 2023/2024. Peneliti menggunakan
desain deskriptif-kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan
pengumpulan dokumen. Dari total populasi 288 siswa, 34 siswa dipilih sebagai sampel
penelitian. Mereka dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian
ini mengungkapkan bahwa: (1) siswa memiliki persepsi positif terhadap penggunaan
liveworksheets.com sebagai media dalam pembelajaran bahasa Inggris untuk
pemahaman bacaan; (2) ada tujuh manfaat yang diterima siswa ketika menggunakan
liveworksheets.com sebagai media dalam belajar bahasa Inggris untuk pemahaman
membaca; (3) tidak ada kesulitan yang dihadapi siswa ketika menggunakan
liveworksheets.com untuk belajar bahasa Inggris untuk pemahaman bacaan, namun
penelitian ini menemukan bahwa ada tiga permasalahan yang terjadi selama penerapan
liveworksheets.com sebagai media pembelajaran di kelas. Peneliti mendorong guru
untuk memastikan untuk memeriksa dan mengevaluasi lembar kerja sebelum
mendistribusikannya ke kelas. Peneliti merekomendasikan siswa untuk menyiapkan
ponsel mereka untuk digunakan di kelas. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih
dalam, peneliti yang tertarik untuk melakukan penelitian tentang masalah yang sama
disarankan untuk membaca berbagai buku tentang subjek tersebut.
Liveworksheets.com is a new digital learning media to assess students'
learning activities. This research aimed to: (1) investigated the students’ perceptions
toward the use of liveworksheets.com as media in learning English for reading
comprehension in eighth-grade at SMPN 4 Purwokerto in the academic year of
2023/2024; (2) identified the benefits of using liveworksheets.com as media in
learning English for reading comprehension that eighth-grade students received at
SMPN 4 Purwokerto in the academic year of 2023/2024.; and (3) explored the
difficulties in using liveworksheets.com as media in learning English for reading
comprehension that eighth-grade students faced at SMPN 4 Purwokerto in the
academic year of 2023/2024. The researcher employed a descriptive-qualitative
design. The data were collected through questionnaire, interview, and document
collection. From the total population of 288 students, 34 students were selected as
the research samples. They were chosen using purposive sampling technique. The
result of this research revealed that: (1) students had positive perception toward the
use of liveworksheets.com as media in learning English for reading comprehension;
(2) there were seven benefits that students received when they used
liveworksheets.com as media in learning English for reading comprehension; (3)
there was no difficulties that students faced when they used liveworksheets.com to
learn English for reading comprehension, but this research found that there were
three problems happened during the implementation of liveworksheets.com as
learning media in class. The researcher encouraged teachers to make sure to check
and evaluate the worksheet before distributing it to the class. The researcher
recommended students to prepare their phones to use in class. In order to gain
deeper understanding, researchers who are interested in conducting research on the
same problem are suggested to read a wide range of books on the subject.
4298446349K1A020070Sintesis dan Karakterisasi Hidrotalsit Ni/Al-Benzoat dan Aplikasinya Untuk Adsorpsi FenolFenol merupakan salah satu senyawa yang banyak digunakan oleh industri, seperti industri gas, jamu, farmasi, dan rumah tangga. Limbah fenol menjadi berbahaya karena dapat mencemari lingkungan apabila langsung dibuang tanpa diolah terlebih dahulu. Salah satu cara pengolahan fenol yang dapat dilakukan yaitu dengan metode adsorpsi. Salah satu material adsorben yang dapat digunakan yaitu hidrotalsit. Hidrotalsit adalah lempung anionik yang terdiri dari tumpukan lapisan bermuatan positif dan mempunyai anion diantara lapisan tersebut. Pada penelitian ini adsorben yang digunakan adalah hidrotalsit Ni/Al-Benzoat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan hidrotalsit Ni/Al-Benzoat sebagai adsorben dalam mengadsorpsi fenol. Hidrotalsit Ni/Al-Benzoat berhasil disintesis menggunakan metode kopresipitasi dengan perbandingan Ni2+:Al3+ sebesar 3:1 dan dilanjutkan proses hidrotermal pada suhu 120 °C selama 20 jam. Hasil sintesis hidrotalsit selanjutnya dikarakterisasi menggunakan FTIR dan XRD. Hasil analisis FTIR terdapat puncak C=C pada bilangan gelombang 1594 cm-1 yang menunjukkan adanya benzoat pada material. Hasil analisis XRD menunjukkan penggantian anion nitrat oleh anion benzoat di daerah antar lapis telah berhasil yang ditandai dengan pergeseran sudut ke 6,0390⁰. Material Ni/Al-Benzoat memiliki aktivitas adsorpsi optimal pada konsentrasi 20 ppm, dengan waktu kontak 120 menit, dan pH 4. Pada pengujian dalam kondisi optimum, penurunan konsentrasi fenol mencapai 71,31%. Adsorpsi fenol menggunakan Ni/Al-Benzoat sesuai dengan model kinetika adsorpsi pseudo orde dua dan memiliki kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 15,1037 mg/g.Phenol is one of the compounds widely used by industries, such as gas, herbal medicine, pharmaceutical, and household industries. Phenol waste is dangerous because it can pollute the environment if it is disposed of directly without being processed first. One of the processing phenol methods that can be done is using adsorption method. One of the absorbent materials that can be used is hydrotalcite. Hydrotalcite is an anionic clay consisting of a stack of positively charged layers and has anions between the layers. In this research, the adsorbent used is Ni/Al-Benzoate hydrotalcite. This research aims to determine the ability of Ni/Al-Benzoate hydrotalcite as an adsorbent in adsorbing phenol. Ni/Al-Benzoate hydrotalcite was successfully synthesized using the coprecipitation method with a Ni2+:Al3+ ratio of 3:1 and continued with a hydrothermal process at a temperature of 120 °C for 20 hours. The results of hydrotalcite synthesis were further characterized using FTIR and XRD. The results of FTIR analysis show a C=C peak at a wavenumber of 1594 cm-1 indicating the presence of benzoate in the material. The results of the XRD analysis show that the replacement of the nitrate anion by the benzoate anion in the interlayer area has been successful, which is indicated by an angle shift to 6.0390⁰. Ni/Al-Benzoate material has optimal adsorption activity at a concentration of 20 ppm, with 120 minutes of contact time, and pH 4. Testing under optimum conditions, the reduction in phenol concentration reached 71.31%. Phenol adsorption using Ni/Al-Benzoate is in accordance with the pseudo second order adsorption kinetics and has a maximum adsorption capacity of 15.1037 mg/g.
4298546350H1D019059PENETRATION TESTING APLIKASI WEB DENGAN OPEN WEB APPLICATION SECURITY PROJECT (OWASP) PADA WEBSITE DINAS KOMINFO BANYUMAS MELALUI KALI LINUXDengan berkembangnya era digital, website dapat menjadi sebuah sarana untuk memberikan informasi. Website juga dapat menjadi platform untuk memberikan informasi lengkap terkait pemerintahan tertentu sehingga masyarakat dapat mudah memperoleh informasi, seperti website Dinas Kominfo Banyumas. Tetapi website tersebut sangat rentan terhadap manipulasi data, bocornya data penting, maupun penyelundupan script berbahaya. Perlu mengidentifikasi kerentanan website dengan melakukan penetration testing dan memberikan mitigasi keamanan terhadap kerentanan yang ditemukan. Pengujian dilakukan menggunakan framework OWASP Top 10 melalui Kali Linux dengan tahap information gathering menggunakan Nmap, Whois, Dig, tahap vulnerability scanning menggunakan nuclei cent templates dan zaproxy, dan tahap exploitation menggunakan Burp Suite dan SQLMap. Hasil vulnerability scanning mengidentifikasi adanya kerentanan Potentially Exposed Metadata dan SQL Injection dengan tingkat kerentanan high. Hasil eksploitasi mengubah tingkat kerentanan Metadata menjadi informational dengan nilai report CVSS 0.0 sedangkan tingkat kerentanan SQL Injection menjadi medium dengan nilai report CVSS 4.8 dan kerentanan Cross-Site Scripting (XSS) dengan tingkat kerentanan informational dan nilai report CVSS 0.0. With the advancement of the digital era, websites have become a vital medium for disseminating information. They also serve as platforms to provide comprehensive details about specific governmental bodies, allowing the public easy access to information, such as the Dinas Kominfo Banyumas website. However, these websites are highly vulnerable to data manipulation, data breaches, and malicious script injections. Identifying vulnerabilities through penetration testing and implementing security mitigations for discovered vulnerabilities is crucial. The testing was conducted using the OWASP Top 10 framework via Kali Linux, involving stages such as information gathering with Nmap, Whois, and Dig; vulnerability scanning using nuclei cent templates and ZAP Proxy; and exploitation using Burp Suite and SQLMap. The vulnerability scanning results identified Potentially Exposed Metadata and SQL Injection vulnerabilities with a high severity level. The exploitation results changed the severity of the Metadata vulnerability to informational with a CVSS score of 0.0, while the SQL Injection vulnerability severity became medium with a CVSS score of 4.8, and Cross-Site Scripting (XSS) vulnerability had an informational severity with a CVSS score of 0.0.
4298646351A1F020042Optimasi Formula Cokelat Oles Fungsional Difortifikasi Minyak Biji Kelor (Moringa oleifera L.) Menggunakan Metode Mixture D-OptimalIndonesia adalah salah satu produsen utama kakao dengan produksi yang mengalami peningkatan setiap tahunnya. Salah satu produk diversifikasi kakao bernilai ekonomi tinggi adalah cokelat oles. Penggunaan lemak kakao murni dalam produk cokelat oles memiliki beberapa kekurangan, penggunaan minyak nabati sebagai alternatif pengganti lemak kakao dilakukan karena kemiripan komposisi trigliseridanya sehingga tidak menyebabkan perubahan tekstur produk. Minyak biji kelor kaya akan asam lemak tak jenuh dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh konsentrasi olein sawit dan minyak biji kelor terhadap nilai aktivitas antioksidan dan total fenol cokelat oles, 2) mengetahui formula optimal cokelat oles difortifikasi minyak biji kelor, dan 3) mengetahui karakteristik kimia dan hedonik dari formula optimal cokelat oles difortifikasi minyak biji kelor.
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan BRIN Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan dari bulan Desember 2023 sampai Mei 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mixture D-Optimal untuk menentukan formula optimal cokelat oles dengan variasi konsentrasi minyak biji kelor dan olein sawit dengan respon aktivitas antioksidan dan respon total fenol. Formula optimal yang diperoleh kemudian diverifikasi dan divalidasi, kemudian dilakukan karakterisasi sifat kimia (kadar air, kadar abu, kadar lemak, dan kadar protein) dan hedonik (tingkat kesukaan) meliputi kenampakan, aroma, sensasi meleleh di mulut, kelembutan, daya oles, rasa khas, dan penerimaan keseluruhan oleh panelis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula optimum yang diperoleh terdiri dari 9,91% olein sawit dan 4,08% minyak biji kelor dengan nilai desirability sebesar 0,835. Formula ini memiliki aktivitas antioksidan DPPH IC50 sebesar 618,02µg/mL dan total fenol 25,40 mg GAE/g. Formula optimum memiliki karakteristik kimia kadar air 18,40%, kadar abu 2,91%, kadar lemak 16,63%, dan kadar protein 7,10% dengan adanya perbedaan pada kadar protein. Karakteristik hedonik (tingkat kesukaan) formula optimum memiliki skor lebih tinggi pada atribut kenampakan, sensasi meleleh di mulut, kelembutan, dan daya oles dibandingkan dengan formula kontrol, tetapi skor hedonik lebih rendah pada atribut aroma, rasa khas, dan penerimaan keseluruhan oleh panelis. Cokelat oles formula optimum menunjukkan adanya perbedaan pada atribut hedonik aroma dan sensasi meleleh di mulut.
Indonesia is one of the leading cocoa producers, with production increasing every year. One of the high-economic-value diversified cocoa products is chocolate spread. The use of pure cocoa butter in chocolate spread products has several drawbacks, so the use of vegetable oils as an alternative to replace cocoa butter is done due to the similarity in triglyceride composition, which does not alter the product's texture. Moringa seed oil is rich in unsaturated fatty acids and antioxidants that are beneficial for health. This study aims to 1) determine the effect of palm olein and Moringa seed oil concentrations on the antioxidant activity and total phenol content of chocolate spread, 2) identify the optimal formula of chocolate spread fortified with Moringa seed oil, and 3) assess the chemical and hedonik characteristics of the optimal formula of chocolate spread fortified with Moringa seed oil.
The research was conducted at the Laboratory of the Center for Food Technology and Process Research, BRIN, in Gunungkidul, Special Region of Yogyakarta. The research took place from December 2023 to May 2024. The method used in this study was Mixture the D-Optimal to determine the optimal formula of chocolate spread with varying concentrations of Moringa seed oil and palm olein, with antioxidant activity and total phenol content as the response variabels. The optimal formula obtained was then verified and validated, followed by characterization of its chemical properties (moisture content, ash content, fat content, and protein content) and hedonik properties (preference level), including appearance, smell, melting in mouth, smoothness, spreadability, strange taste, and overall acceptance by panelists.
The research results showed that the optimum formula consisted of 9,91% palm olein and 4,08% moringa seed oil, with a desirability value of 0.835. This formula had a DPPH antioxidant activity IC50 value of 618,02µg/mL and a phenol content of 25.40 mg GAE/g. The optimum formula had chemical characteristics with a moisture content of 18.40%, ash content of 2.91%, fat content of 16.63%, and protein content of 7.10%, with differences observed in the protein content. The hedonik characteristics (preference level) of the optimum formula had higher scores in appearance, melting in mouth, smoothness, and spreadability compared to the control formula, but lower hedonik scores in smell, strange taste, and overall acceptability by the panelists. The optimum chocolate spread formula showed differences in the hedonik attributes of smell and melting in mouth.
4298746352A1H022011PENGARUH PEMBERIAN FLY ASH BOTTOM ASH DAN PUPUK NZEO-SR PLUS TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH INCEPTISOL PADA TANAMAN JAGUNG MANIS TALENTA F1Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Fly Ash-Bottom Ash
(FABA), pupuk NZEO-SR Plus, dan kombinasi antara keduanya terhadap sifat kimia tanah
Inceptisol dan hasil tanaman jagung manis talenta F1. Penelitian ini menggunakan
Rancangan Acak Kelompok faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor
pertama adalah NZEO-SR Plus, yaitu 0 kg/ha NZEO-SR Plus (T0), 100 kg/ha NZEO-SR
Plus (T1), 200 kg/ha NZEO-SR Plus (T2), 300 kg/ha NZEO-SR Plus (T3). Faktor kedua
adalah Fly Ash-Bottom Ash (FABA), yaitu 0 kg/ha FABA (F0), 5.000 kg/ha FABA (F1),
10.000 kg/ha FABA (F2). Variabel pengamatan yaitu sifat kimia tanah meliputi pH H₂O, pH
KCl, potensial redoks, daya hantar listrik, C-organik, KTK, N-tersedia, dan N-total, variabel
hasil tanaman meliputi berat, panjang, dan diameter bonggol dengan kelobot. Hasil dari
penelitian pemberian FABA tidak mempengaruhi sifat kimia tanah, namun menurunkan
kapasitas tukar kation. FABA juga tidak mempengaruhi berat, panjang, dan diameter
bonggol dengan kelobot, tetapi menunjukkan penurunan pada variabel hasil tanaman seiring
dengan peningkatan jumlah FABA yang diberikan. Pemberian NZEO-SR Plus menurunkan
pH H₂O (8 MST, 12 MST, dan setelah panen), dan meningkatkan potensial redoks 10 MST
dan 12 MST dengan dosis optimum pada 133,6 kg/ha dengan nilai 157,18 mV dan 139,56
kg/ha dengan nilai 166,42 mV, serta potensial redoks setelah panen dengan hasil tertinggi
pada perlakuan T3 (300 kg/ha) sebesar 136 mV, kapasitas tukar kation dengan hasil tertinggi
pada perlakuan T3 (300 kg/ha) sebesar 9,987 cmol/kg, N-total dengan dosis optimum pada
230 kg/ha dengan nilai 1,239%. Pemberian NZEO-SR Plus juga tidak mempengaruhi berat,
panjang, dan diameter bonggol dengan kelobot, tetapi menunjukkan peningkatan berat,
panjang, dan diameter bonggol dengan kelobot mengikuti jumlah NZEO-SR Plus yang
diberikan. Terdapat interaksi pemberian NZEO-SR Plus dan FABA terhadap sifat kimia
tanah Inceptisol yaitu pada variabel pH H₂O pengamatan 6 MST dengan hasil kombinasi
terbaik pada perlakuan T3F1 (300 kg/ha NZEO-SR Plus dan 5.000 kg/ha FABA) dengan
nilai 5,65 dan kapasitas tukar kation dengan hasil kombinasi terbaik pada perlakuan T3F2
(300 kg/ha NZEO-SR Plus dan 10.000 kg/ha FABA) dengan nilai 10,613 cmol/kg.
This research aims to determine the effect of applying Fly Ash-Bottom Ash (FABA),
NZEO-SR Plus fertilizer, and a combination of the two on the chemical properties of
Inceptisol soil and the yield of F1 talent sweet corn plants. This research used a factorial
Randomized Block Design consisting of 2 factors and 3 replications. The first factor is
NZEO-SR Plus, namely 0 kg/ha NZEO-SR Plus (T0), 100 kg/ha NZEO-SR Plus (T1), 200
kg/ha NZEO-SR Plus (T2), 300 kg/ha NZEO -SR Plus (T3). The second factor is Fly AshBottom Ash (FABA), namely 0 kg/ha FABA (F0), 5,000 kg/ha FABA (F1), 10,000 kg/ha FABA
(F2). The observation variables are soil chemical properties including pH H₂O, pH KCl,
redox potential, electrical conductivity, C-organic, CEC, N-available, and N-total, plant
yield variables include weight, length and diameter of tubers with husks. The results of
research on the application of FABA did not affect the chemical properties of the soil, but
reduced the cation exchange capacity. FABA also did not affect the weight, length and
diameter of tubers with husks, but showed a decrease in plant yield variables as the amount
of FABA given increased. Application of NZEO-SR Plus reduces the pH of H₂O (8 WAP, 12
WAP, and after harvest), and increases the redox potential at 10 WAP and 12 WAP with an
optimum dose of 133.6 kg/ha with values of 157.18 mV and 139.56 kg /ha with a value of
166.42 mV, as well as redox potential after harvest with the highest yield in the T3 treatment
(300 kg/ha) of 136 mV, cation exchange capacity with the highest yield in the T3 treatment
(300 kg/ha) of 9,987 cmol/kg , N-total with an optimum dose of 230 kg/ha with a value of
1.239%. Administration of NZEO-SR Plus also did not affect the weight, length and
diameter of the tubers with kelobot, but showed an increase in the weight, length and
diameter of tubers with kelobot following the amount of NZEO-SR Plus given. There was
an interaction between the administration of NZEO-SR Plus and FABA on the chemical
properties of Inceptisol soil, namely on the pH H₂O variable observed at 6 WAP with the
best combination results in the T3F1 treatment (300 kg/ha NZEO-SR Plus and 5,000 kg/ha
FABA) with a value of 5.65 and cation exchange capacity with the best combination results
in the T3F2 treatment (300 kg/ha NZEO-SR Plus and 10,000 kg/ha FABA) with a value of
10,613 cmol/kg.
4298846353A1H022001PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NZEO SR PLUS DAN FABA TERHADAP
SIFAT FISIKA TANAH DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccharata) PADA TANAH INCEPTISOL
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon sifat fisika tanah dan pertumbuhan
tanaman jagung manis terhadap berbagai dosis pupuk NZEO-SR Plus dan pemberian FABA
(Fly Ash Bottom Ash), serta untuk menilai interaksi antara keduanya. Rancangan Acak
Kelompok (RAK) diterapkan dalam penelitian ini dengan dua faktor yang masing-masing diuji
dalam tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk NZEO-SR Plus, yang meliputi 0 kg/ha
(A0), 0,06 kg/ha (A1), 0,12 kg/ha (A2), dan 0,18 kg/ha (A3). Faktor kedua adalah dosis FABA,
dengan perlakuan 0 kg/ha (F0), 3 kg/ha (F1), dan 6 kg/ha (F2). Variabel yang diamati mencakup
sifat fisika tanah, seperti tekstur, konsistensi, kadar air, dan porositas tanah, serta variabel
pertumbuhan tanaman, termasuk tinggi tanaman, jumlah helai daun, diameter batang, dan
jumlah bonggol jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk NZEO-SR Plus secara
signifikan meningkatkan variabel pertumbuhan tanaman, dengan dosis A3 (0,18 kg/ha)
menghasilkan rata-rata jumlah helai daun sebesar 12,64 helai, tinggi tanaman 80,93 cm, dan
diameter batang 6,84 cm. Nilai regresi yang tinggi didapatkan untuk variabel-variabel
pertumbuhan (0,7492 untuk jumlah helai daun), (0,8691 untuk tinggi tanaman) dan (0,9689
untuk diameter batang) mengindikasikan hubungan linear yang kuat dan peningkatan signifikan
dalam pertumbuhan tanaman. Namun, meskipun pupuk NZEO-SR Plus meningkatkan
pertumbuhan tanaman, ia tidak mempengaruhi sifat fisika tanah seperti tekstur, kadar air,
konsistensi, dan porositas tanah, serta tidak berpengaruh pada jumlah bonggol jagung. Begitu
juga, pemberian FABA tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap variabel pertumbuhan
tanaman atau sifat fisika tanah yang diamati. Kesimpulannya, sementara pupuk NZEO-SR Plus
meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung manis, baik NZEO-SR Plus maupun FABA tidak
mempengaruhi sifat fisika tanah secara signifikan.
This research aimed to evaluate the response of soil physical properties and the growth of
sweet corn to various doses of NZEO-SR Plus fertilizer and the application of FABA (Fly Ash
Bottom Ash), as well as to assess the interaction between the two. A Randomized Block Design
(RBD) was used, consisting of two factors tested in three replications. The first factor was the
dose of NZEO-SR Plus fertilizer, including A0 (0 kg/ha), A1 (0,06 kg/ha), A2 (0.12 kg/ha), and
A3 (0.18 kg/ha). The second factor was the dose of FABA, with treatments of 0 kg/ha (F0), 3
kg/ha (F1), and 6 kg/ha (F2). The observed variables included soil physical properties such as
texture, consistency, moisture content, and porosity, as well as growth parameters including
plant height, number of leaves, stem diameter, and cob count. The results showed that NZEOSR Plus fertilizer significantly improved plant growth, with the A3 dose (0,18 kg/ha) achieving
an average of 12,64 leaves, 80,93 cm in plant height, and a stem diameter of 6,84 cm. High
regression values were obtained for growth variables (0,7492 for the number of leaves),
(0,8691 for plant height) and (0,9689 for stem diameter) indicating a strong linear relationship
and significant growth improvement. However, while NZEO-SR Plus improved plant growth, it
did not affect soil physical properties such as texture, moisture content, consistency, and
porosity, nor did it impact cob count. Similarly, FABA did not significantly influence plant
growth variables or the observed soil physical properties. In conclusion, while NZEO-SR Plus
enhanced the growth of sweet corn, neither NZEO-SR Plus nor FABA had a significant effect
on soil physical properties.
4298946354A1H022004PENGARUH PUPUK N-ZEO-SR PLUS TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH INCEPTISOL DENGAN VARIASI CEMARAN KADMIUM (Cd) PADA TANAMAN STROBERI (Fragaria sp.)Tanah Inceptisol merupakan lahan pertanian utama dengan luasan mencapai 70,52 ha atau menempati 40 % dari luas total daratan Indonesia. Aktivitas pertanian sangat berorientasi pada penggunaan bahan-bahan kimia anorganik. Hal ini menyebabkan terjadinya penurunaan kesuburan tanah dan pencemaran tanah dengan logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh pupuk N-ZEO-SR Plus terhadap sifat kimia tanah Inceptisol meliputi pH H2O, pH KCl, Daya Hantar Listrik, N-total, N-tersedia, Kapasitas Tukar Kation dengan variasi cemaran kadmium (Cd) pada tanaman stroberi (Fragaria sp.) (2) mengetahui pengaruh pupuk N-ZEO-SR Plus terhadap bobot buah per panen dan total produksi buah pada tanaman stroberi (Fragaria sp.). Penelitian dilakukan di screenhouse Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, dan Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu dosis pupuk N-ZEO-SR Plus terdiri dari atas 4 taraf: D0 (0 kg/ha), D1 (150 kg/ha), D2 (300 kg/ha), dan D3 (450 kg/ha). Faktor kedua konsentrasi kadmium (Cd) terdiri dari 3 taraf: K0 (0,16 ppm), K1 (2 ppm), K2 (4 ppm). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk N-ZEO-SR Plus dengan variasi cemaran kadmium (Cd) berpengaruh tidak nyata terhadap sifat kimia tanah yang diteliti yaitu pH H2O, pH KCl, Daya Hantar Listrik, N-total, N-tersedia dan Kapasitas Tukar Kation. Namun demikian faktor dosis pupuk N-ZEO-SR Plus terbukti memiliki pengaruh terhadap sifat kimia tanah Inceptisol. Pada variabel panen, pemberian pupuk N-ZEO-SR Plus berpengaruh nyata terhadap panen minggu 1, rerata bobot panen, dan total produksi buah stroberi (Fragaria sp.) dengan dosis terbaik pada dosis 450 kg/ha.Inceptisol soil is the main agricultural land with an area reaching 70.52 ha or occupying 40% of the total. Agricultural activities are highly oriented towards the use of inorganic chemicals. This causes a decrease in soil fertility and soil pollution with heavy metals. This experiment aims to (1) determine the influence of N-ZEO-SR Plus fertilizer on Inceptisol soil chemical characteristics including pH H2O, pH KCl, Electrical Conductivity, N-total, N-available, Cation Exchange Capacity with variations in cadmium (Cd) contamination in strawberry plants (Fragaria sp.) (2) determine the influence of N-ZEO-SR Plus fertilizer on fruit weight per harvest and total production in strawberry plants (Fragaria sp.). The experiments were conducted in the screenhouse of Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, and Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The experiment used a Randomized Group Design (RAK) with two factors. The first factor was the dose of N-ZEO-SR Plus fertilizer consisting of 4 levels: D0 (0 kg/ha), D1 (150 kg/ha), D2 (300 kg/ha), and D3 (450 kg/ha). The second factor cadmium (Cd) concentration consisted of 3 levels: K0 (0,16 ppm), K1 (2 ppm), K2 (4 ppm). The results showed that the application of N-ZEO-SR Plus fertilizer with variations in cadmium (Cd) contamination had no significant influence on the soil chemical characteristics studied, namely pH H2O, pH KCl, Electrical Conductivity, N-total, N-available and Cation Exchange Capacity. However, the dose factor of N-ZEO-SR Plus fertilizer proved to have an influence on the chemical characteristics of Inceptisol soil. In the harvest variable, the application of N-ZEO-SR Plus fertilizer has a significant effect on week 1 harvest, average harvest weight, and total strawberry fruit production (Fragaria sp.) with the best dose at a dose of 450 kg/ha.
4299046355B1A020038PENGARUH SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK JAMUR Lentinula edodes TERHADAP SEL KANKER KOLON WiDr DAN SEL KANKER HATI HepG2Lentinula edodes atau jamur shiitake merupakan jenis edible mushroom yang memiliki senyawa bioaktif tinggi sehingga berpotensi sebagai agen anti kanker, jenis kanker di antaranya adalah kanker kolon dan kanker hati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa bioaktif dari ekstrak kloroform, n-heksana, dan etil asetat tubuh buah jamur L. edodes dan mengetahui aktivitas sitotoksik ketiga ekstrak tubuh buah jamur L. edodes terhadap sel kanker WiDr dan sel kanker HepG2. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental dan deskriptif. Metode eksperimental untuk mengetahui aktivitas sitotoksik menggunakan uji MTT Assay dan metode deskriptif untuk mendeteksi senyawa bioaktif menggunakan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linier yang dilihat dari nilai IC50 dan deteksi senyawa bioaktif dianalisis secara deskriptif dilihat dari spot warna yang terelusi. Hasil penelitian menunjukkan adanya kandungan senyawa bioaktif terpenoid dan flavonoid pada ketiga ekstrak uji, sedangkan uji sitotoksik menunjukkan hasil yang berbeda pada ketiga ekstrak dan kedua sel uji (WiDr dan HepG2) yang digunakan. Pada sel WiDr nilai IC50 ekstrak kloroform sebesar 144,74 µg/ml, ekstrak n-heksana sebesar 24,44 µg/ml, dan ekstrak etil asetat sebesar 280,01 µg/ml. Sedangkan pada sel HepG2 nilai IC50 ekstrak kloroform sebesar 414,83 µg/ml, ekstrak n-heksana sebesar 380,13 µg/ml, dan esktrak etil asetat sebesar 52,82 µg/ml.Lentinula edodes atau jamur shiitake merupakan jenis edible mushroom yang memiliki senyawa bioaktif tinggi sehingga berpotensi sebagai agen anti kanker, jenis kanker di antaranya adalah kanker kolon dan kanker hati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa bioaktif dari ekstrak kloroform, n-heksana, dan etil asetat tubuh buah jamur L. edodes dan mengetahui aktivitas sitotoksik ketiga ekstrak tubuh buah jamur L. edodes terhadap sel kanker WiDr dan sel kanker HepG2. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental dan deskriptif. Metode eksperimental untuk mengetahui aktivitas sitotoksik menggunakan uji MTT Assay dan metode deskriptif untuk mendeteksi senyawa bioaktif menggunakan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linier yang dilihat dari nilai IC50 dan deteksi senyawa bioaktif dianalisis secara deskriptif dilihat dari spot warna yang terelusi. Hasil penelitian menunjukkan adanya kandungan senyawa bioaktif terpenoid dan flavonoid pada ketiga ekstrak uji, sedangkan uji sitotoksik menunjukkan hasil yang berbeda pada ketiga ekstrak dan kedua sel uji (WiDr dan HepG2) yang digunakan. Pada sel WiDr nilai IC50 ekstrak kloroform sebesar 144,74 µg/ml, ekstrak n-heksana sebesar 24,44 µg/ml, dan ekstrak etil asetat sebesar 280,01 µg/ml. Sedangkan pada sel HepG2 nilai IC50 ekstrak kloroform sebesar 414,83 µg/ml, ekstrak n-heksana sebesar 380,13 µg/ml, dan esktrak etil asetat sebesar 52,82 µg/ml.
4299146357H1E020003REDESAIN KEMASAN KERIPIK TEMPE MENGGUNAKAN
METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT DAN VALUE
ENGINEERING
Kemasan keripik tempe Gandhes saat ini tidak kedap udara dan air sehingga
beresiko mengalami kerusakan seperti tidak renyah, mudah hancur, dan bau tengik.
Dari permasalahan kemasan tersebut perlu adanya pengembangan kemasan agar
dapat meningkatkan fungsi dari kemasan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah
menentukan atribut kemasan berdasarkan preferensi konsumen untuk
meningkatkan nilai kemasan keripik tempe Ghandes berdasarkan nilai tertinggi
dengan menggunakan metode Value Engineering. Pengembangan dilakukan
dengan mengintegrasikan teknik Quality Function Deployment dan Value
Engineering dengan bantuan House of Quality, diagram FAST, dan tabel kombinasi
konsep. Ditemukan 10 atribut yang menjadi kebutuhan konsumen (whats) dan 12
respon teknis (hows). Hasil penelitian menunjukkan 4 alternatif konsep kemasan
yang dapat dibuat dan diurutkan untuk menentukan konsep yang terbaik dari segi
biaya dan kinerja. Alternatif konsep yang terpilih adalah Alternatif C dengan value
1,78. Spesifikasi kemasan yang terpilih antara lain bahan paper metalize 100
micron, mencantumkan informasi label, finishing doff, bentuk kemasan standing
pouch, ukuran 17×29 cm, 200 gram, kemasan ziplock, harga per kemasan Rp 2.850,
menggunakan kombinasi warna merah dan oren.
The current packaging of Gandhes tempeh chips is not air and water tight so it is
at risk of damage such as not crispy, easily destroyed, and rancid odour. From
these packaging problems, it is necessary to develop packaging in order to improve
the function of the packaging. The purpose of this study is to determine packaging
attributes based on consumer preferences to increase the value of Ghandes tempeh
chips packaging based on the highest value using the Value Engineering method.
The development was conducted by integrating Quality Function Deployment and
Value Engineering techniques with the help of House of Quality, FAST diagram,
and concept combination table.. 10 attributes were found to be consumer needs
(whats) and 12 technical responses (hows). The results showed 4 alternative
packaging concepts that could be created and ranked to determine the best concept
in terms of cost and performance. The selected alternative concept is Alternative C
with a value of 1.78. The selected packaging specifications include 100 micron
metalised paper material, label information, finishing doff, shape standing pouch,
size 17×29 cm, 200 grams, ziplock packaging, price per package Rp 2,850, using a
combination of red and orange colours.
4299246358I1D020015Kesadaran, Perubahan, dan Motivasi Konsumsi Downsized Packaged Comfort Food pada Mahasiswa Universitas Jenderal SoedirmanLatar Belakang: Anjuran pembatasan gula, garam, dan lemak (GGL) oleh pemerintah bertujuan mencegah Penyakit Tidak Menular seperti hiperkolesterolemia. Packaged downsized comfort food berpotensi membantu konsumen mengontrol asupan lemak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesadaran, perubahan, dan motivasi konsumsi packaged downsized comfort food pada mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman.

Metodologi: Penelitian menggunakan metode kualitatif desain fenomenologi. Informan utama dipilih menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah enam orang. Keabsahan data dilakukan dengan konfirmasi enam informan pendukung dan seorang pakar ilmu pangan dalam triangulasi sumber. Data dianalisis melalui tiga tahap level coding yakni reduksi, display, dan kesimpulan.

Hasil Penelitian: Sebanyak tiga orang mahasiswa sadar akan adanya fenomena packaged downsized comfort food sementara tiga orang lainnya tidak sadar. Perubahan konsumsi dari fenomena tersebut adalah konsumsi produk berlanjut, mengganti merek produk, mengganti jenis produk, dan berhenti konsumsi produk. Faktor-faktor yang memotivasi konsumsi packaged comfort food pasca downsizing meliputi preferensi, ekonomi, dan kesehatan.

Kesimpulan: Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman berjumlah seimbang antara yang tidak sadar dan sadar akan adanya packaged downsized comfort food. Sebagian besar kuantitas konsumsi packaged comfort food pasca downsizing menurun. Mayoritas motivasi perubahan konsumsi packaged downsized comfort food berasal dari faktor preferensi.
Introduction: Downsized packaged comfort food potentially assisting fat intake controls. This study aims to understand the awareness, changes and consumption motivations of downsized packaged comfort food among students of Jenderal Soedirman University.

Method: This research used a qualitative phenomenological methodology. Informants were selected used accidental sampling with total six main informants. Data validity was confirmed by triangulating sources that carried out by confirming six supporting informants and a food science expert. Data were analyzed through three stages of coding levels, namely reduction, display and summarization.

Results: Three students at Jenderal Soedirman University were aware of the phenomenon of packaged downsized comfort food while three others were not aware. The change in consumption from this phenomenon is continuing product consumption, changing product brands, changing product types and stopping product consumption. Factors that motivate the consumption of packaged comfort food after downsizing include preference, economics and health.

Conclusion: Theres equal number between those who are unaware and aware of the existence of downsized packaged comfort food. The quantity of packaged comfort food consumption mostly decreased after downsized. The motivation for changes in consumption of downsized packaged comfort food majority comes from preference factors.
4299346359L1C020075Upaya Konservasi Pari Manta Karang (Mobula Alfredi, Krefft 1868) melalui Pengamatan Respon Tingkah Laku terhadap Penyelam di Lokasi Wisata Laut Manta Sandy, Selat Dampier, Raja AmpatWisata laut berbasis pari manta menjadi objek wisata populer yang terus berkembang secara global, termasuk di Indonesia. Raja Ampat, menjadi destinasi utama wisata berbasis pari manta, dengan Manta Sandy sebagai situs yang sering dikunjungi pari manta karang (Mobula alfredi) untuk membersihkan diri dari parasit dan menjadi situs favorit bagi penyelam. Penelitian ini bertujuan mengamati respon tingkah laku pari manta terhadap penyelam serta mengevaluasi pelaksanaan wisata melalui pengamatan kepatuhan terhadap kode etik wisata (CoC). Penelitian dilakukan selama 23 hari menggunakan kamera bawah air yang dipasang secara stasioner dengan durasi perekaman selama 4 jam dari pukul 08:00 – 12:00 WIT. Hasil menunjukkan respon yang paling umum terlihat adalah kinetik terarah (60%). Sementara itu, 40% respon pari manta berupa kinetik tidak terarah, taksis positif, dan taksis negatif. Sebagian besar perilaku penyelam (81%) adalah mengobservasi pasif, tidak menggangu pari manta serta taat dengan peraturan yang berlaku. Pelaksanaan kegiatan wisata Manta Sandy terlaksana sangat baik, dengan persentase kepatuhan 87% dan 13% masih terjadi pelanggaran. Sebagai kesimpulan, aktivitas wisata di Manta Sandy relatif tidak mengganggu perilaku pari manta di stasiun pembersihan. Namun, kemungkinan habituasi tidak dapat diabaikan. Selain itu, tingkat kepatuhan penyelam terhadap kode etik yang cukup tinggi menunjukkan bahwa kegiatan wisata di Manta Sandy berjalan baik. Manta ray-based marine tourism is a popular tourist attraction that has been grow globally, including in Indonesia. Raja Ampat is a major destination for manta ray-based tourism, with Manta Sandy being a site frequented by reef manta rays (Mobula alfredi) to cleanse themselves from parasites and become a favorite site for divers. This study aimed to observe the behavioral responses of manta rays toward divers and evaluate the implementation of tourism through observations of compliance with the tourism code of conduct (CoC). The study was conducted over 23 days using stationary underwater cameras with a recording duration of 4 hours from 08:00 - 12:00 WIT. Results showed that the most common response was kinetic directional (60%). Meanwhile, 40% of manta ray responses were kinetic non-directional, positive taxis, and negative taxis. Most of the divers' behavior (81%) was passive observation, not disturbing the manta rays and obeying the applicable regulations. The implementation of Manta Sandy tourism activities is very well implemented, with a compliance percentage of 87% and 13% still occurring violations. In conclusion, tourist activities at Manta Sandy are relatively non-disruptive to manta ray behavior at the cleaning station. However, the possibility of habituation cannot be ignored. In addition, the high level of diver compliance with the code of conduct suggests that tourist activities at Manta Sandy are working well
4299446361A1A019081PENGARUH CAFE ATMOSPHERE DAN GAYA HIDUP TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN GENERASI Z PADA COFFEE SHOP DI KOTA PURWOKERTOKopi merupakan komoditi unggul subsektor perkebunan yang berpotensi besar dalam perekonomian Indonesia. Konsumsi kopi semakin meningkat karena adanya coffee shop. Besarnya persaingan antar coffe shop membuat pengusaha coffee shop terus menyusun strategi pengembangan usaha untuk menarik konsumen dalam melakukan pembelian. Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan memperhatikan suasana coffe shop atau cafe atmosphere. Konsumen coffe shop didominasi oleh generasi Z. Pemenuhan gaya hidup generasi Z yaitu dengan memberikan fasilitas sesuai kebutuhan menjadi salah satu daya tarik konsumen dalam melakukan pembelian. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui pengaruh cafe atmosphere dan gaya hidup terhadap keputusan pembelian generasi Z. Penelitian ini dilakukan pada coffe shop di Kota Purwokerto. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner dan wawancara. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan accidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah metode analisis statistik deskriptif dan Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cafe atmosphere dan gaya hidup berpengaruh langsung signifikan terhadap keputusan pembelian generasi Z pada coffe shop di Kota Purwokerto. Indikator yang memiliki nilai tertinggi pada variabel cafe atmosphere adalah interior point of purchase dengan nilai 0.829 atau 82.9%. Sedangkan, indikator yang memiliki nilai tertinggi pada variabel gaya hidup adalah minat dengan nilai 0.837 atau 83.7%. Coffee is a superior commodity in the plantation subsector that has great potential in the Indonesian economy. Coffee consumption is increasing due to the existence of coffee shops. The amount of competition between coffee shops makes coffee shop entrepreneurs continue to develop business development strategies to attract consumers to make purchases. One strategy is to pay attention to the coffee shop atmosphere or cafe atmosphere. Coffee shop consumers are dominated by generation Z. Fulfilling the lifestyle of generation Z, namely by providing facilities as needed, is one of the attractions for consumers in making purchases. Therefore, it is important to know the effect of cafe atmosphere and lifestyle on generation Z purchasing decisions. This research was conducted at a coffee shop in Purwokerto City. Data collection was carried out by filling out questionnaires and interviews. The sampling technique was carried out using accidental sampling. The data analysis used is descriptive statistical analysis method and Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM-PLS). The results showed that cafe atmosphere and lifestyle had a significant direct effect on generation Z's purchasing decisions at coffee shops in Purwokerto City. The indicator that has the highest value in the cafe atmosphere variable is the interior point of purchase with a value of 0.829 or 82.9%. Meanwhile, the indicator that has the highest value on the lifestyle variable is interest with a value of 0.837 or 83.7%.
4299546360C1A020037Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Rasio Pajak, Indeks Pembangunan Manusia, Tingkat Pengangguran Terbuka, dan Persentase Penduduk Miskin terhadap Ketimpangan Pendapatan Provinsi DIY Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama maupun
parsial antara pertumbuhan ekonomi, rasio pajak, indeks pembangunan manusia, tingkat
pengangguran terbuka, dan persentase penduduk miskin terhadap ketimpangan pendapatan Provinsi DIY tahun 2010 - 2022 dari 5 kabupaten/kota. Jenis penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data sekunder. Menggunakan analisis regresi data panel dengan model terbaik yang dipilih Fixed Effect Model (FEM) yang dianalisis menggunakan software Eviews 12.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Secara bersama-sama pertumbuhan
ekonomi, rasio pajak, indeks pembangunan manusia, tingkat pengangguran terbuka, dan
persentase penduduk miskin kabupaten/kota berpengaruh terhadap ketimpangan
pendapatan, (2) Pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif tidak signifikan terhadap
ketimpangan pendapatan, (3) Rasio pajak berpengaruh positif tidak signifikan terhadap
ketimpangan pendapatan, (4) Indeks pembangunan manusia berpengaruh positif signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, (5) Tingkat pengangguran terbuka berpengaruh positif tidak signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, (6) Persentase penduduk miskin berpengaruh positif signifikan terhadap ketimpangan pendapatan.
This research aims to determine the joint or partial influence between economic growth, tax ratio, human development index, open unemployment rate, and percentage of the poor population on income inequality in DIY Province in 2010 - 2022 from 5 districts/cities. The type of research uses a quantitative descriptive approach with a secondary data collection method from the Central Bureau of Statistics and the Directorate General of Fiscal Balance. Using regression analysis of panel data with the best model namely fixed effect model (FEM) which was analyzed using Eviews 12 software.
The results of this study indicated that (1) Together with economic growth, tax ratio,
human development index, unemployment rate open, and the percentage of the poor population of the district/city influenced income inequality, (2) Economic growth had a positive insignificant effect on incomes inequity, (3) Tax ratio had a positive insignificant effect on incomes disparity, (4) the Human Development Index had a positive significant effect on income inequency, (5) the rate of the unemployed population open had a positive insignificant effect on income disparities, (6) the percent of poor population had a positive significant effect upon income disparity.
4299646362D1A020130ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN DAGING SAPI DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian yang berjudul “Analisis Efisiensi Pemasaran Daging Sapi di Kabupaten Banyumas” bertujuan untuk mengetahui besarnya efisiensi pemasaran daging sapi dan mengetahui berbagai faktor yang berpengaruh terhadap efisiensi pemasaran daging sapi pada kecamatan yang terpilih di Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei dengan sasaran pedagang daging sapi di pasar terpilih di Kabupaten Banyumas. Sampel wilayah ditentukan dengan metode purposive sampling di Kabupaten Banyumas dengan pertimbangan sebagai salah satu kabupaten yang memiliki potensi pemasaran daging sapi potong yang tinggi khususnya pasar di Kecamatan Ajibarang, Wangon, Sokaraja, dan Purwokerto. Penentuan responden dengan metode accidental sampling melalui pedagang daging sapi di pasar. Variabel independent yang diteliti yaitu harga beli, pengalaman bekerja, volume pembelian, dan jarak rumah ke pasar terhadap variabel dependent yaitu efisiensi pemasaran. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis efisiensi pemasaran dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar rataan efisiensi pemasaran daging sapi adalah 2,99%. Hasil analisis menunjukkan bahwa harga beli, volume penjualan, dan jarak rumah ke pasar berpengaruh terhadap efisiensi pemasaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa efisiensi pemasaran daging sapi di Kabupaten Banyumas sudah efisien.The research entitled “Analysis of Beef Marketing Efficiency in Banyumas Regency” aims to determine the magnitude of beef marketing efficiency and to identify various factors that influence beef marketing efficiency in selected sub-districts in Banyumas Regency. The research was conducted using a survey method targeting beef traders in selected markets in Banyumas Regency. The sample area was determined using purposive sampling method in Banyumas Regency with consideration as one of the regencies with high beef marketing potential, especially markets in Ajibarang, Wangon, Sokaraja, and Purwokerto sub-districts. Determination of respondents using accidental sampling method through beef traders in the market. The independent variables studied were purchase price, work experience, purchase volume, and distance from home to market on the dependent variable, marketing efficiency. The analysis method used was marketing efficiency analysis and multiple linear regression analysis. The results showed that the average marketing efficiency of beef was 2.99%. The results of the analysis show that purchase price, sales volume, and distance from the house to the market affect marketing efficiency. Based on the results, it can be concluded that beef marketing efficiency in Banyumas Regency is efficient.
4299746372H1D020035IMPLEMENTASI ALGORITMA GENETIKA DALAM PENENTUAN RUTE OBJEK WISATA DI KABUPATEN WONOSOBO DENGAN PENDEKATAN SOLUSI TRAVELING SALESMAN PROBLEMSektor pariwisata di Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, memiliki beragam potensi wisata yang tersebar di berbagai wilayah. Namun, banyaknya pilihan destinasi wisata seringkali membuat wisatawan kesulitan menentukan rute perjalanan yang optimal. Permasalahan ini dapat diatasi dengan menerapkan pendekatan Traveling Salesman Problem (TSP) yang diimplementasikan menggunakan Algoritma Genetika. Algoritma Genetika mampu mengoptimalkan rute perjalanan wisata dengan mempertimbangkan jarak dan waktu tempuh antar objek wisata dengan memanfaatkan Google Maps API. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi berbasis web yang memanfaatkan Algoritma Genetika dalam menentukan rute perjalanan wisata di Kabupaten Wonosobo. Pengguna dapat memilih titik awal serta destinasi wisata, dan algoritma akan menghitung rute optimal berdasarkan populasi sebesar 150, probabilitas crossover dan mutasi sebesar 0,2 dan 0,8, serta dengan kriteria berhenti berupa maksial generasi 1.000 atau menggunakan threshold sebesar 20.The tourism sector in Wonosobo Regency, Central Java Province, has various tourist potentials spread across different areas. However, the abundance of destination options often makes it difficult for tourists to determine the optimal travel route. This problem can be addressed by applying the Traveling Salesman Problem (TSP) approach, implemented using a Genetic Algorithm. The Genetic Algorithm is capable of optimizing tourist travel routes by considering the distance and travel time between tourist attractions, utilizing the Google Maps API. This research aims to develop a web-based application that uses a Genetic Algorithm to determine optimal travel routes in Wonosobo Regency. Users can select the starting point and tourist destinations, and the algorithm will calculate the optimal route based on a population size of 150, a crossover and mutation probability of 0.2 and 0.8, with a stopping criterion of a maximum of 1,000 generations or a threshold of 20.
4299846400L1C020071Krakteristik Suara Kapal di Pantai Utara Jawa TengahIndonesia adalah negara maritim yang memiliki potensi sumberdaya alam laut yang sangat tinggi. Oleh karena itu, banyak masyarakat yang memanfaatkan potensi sumberdaya alam laut sebagai mata pencaharian seperti kegiatan pelayaran baik kapal
transportasi, perikanan, maupun pariwisata. Namun kegiatan pelayaran tersebut menghasilkan kebisingan perairan yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti suara yang dihasilkan oleh baling-baling, mesin utama, mesin bantu, serta kebisingan aliran. Sumber suara yang diciptakan oleh kapal di bawah air sangat beragam yang dapat dibedakan berdasarkan karakteristiknya diantaranya adalah frekuensi, intensitas, durasi pulsa, dan durasi interval. Selain itu, perbedaan karakteristik suara yang dihasilkan oleh
kapal juga dapat disebabkan oleh ukuran, jenis mesin, kecepatan kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik suara kapal di Pantai Utara Jawa Tengah. Terdapat 6 jenis kapal dengan fungsi yang beragam yang berlayar di Pantai Utara Jawa
Tengah, antara lain kapal nelayan tradisional, kapal perikanan, kapal penyeberangan kecil, kapal tunda, kapal patroli dan kapal pandu. Karakteristik suara kapal nelayan tradisional memiliki frekuensi tertinggi (281 - 8152 Hz). Namun, kapal perikanan memiliki intensitas tertinggi (125,80 - 173,58 dB re/1µPa). Berdasarkan penelitian diduga sumber kebisingan di Pantai Utara Jawa Tengah sebagian besar bersumber dari kapal nelayan tradisional dan kapal perikanan.
Indonesia is a maritime country that has a very high potential for marine natural resources. Therefore, many people utilize the potential of marine natural resources as a livelihood such as shipping activities for transportation, fisheries, and tourism vessels. However, these shipping activities produce water noise caused by various factors such as the sound produced by propellers, main engines, auxiliary engines, and flow noise. The sound sources created by ships underwater are very diverse which can be distinguished based on their characteristics including frequency, intensity, pulse duration, and interval duration. In addition, differences in sound characteristics produced by ships can also be caused by the size, type of engine, and speed of the ship. This study aimed to determine the sound characteristics of ships on the North Coast of
Central Java, used the observation method. There were 6 types of ships with various functions sailing on the North Coast of Central Java, including traditional fishing boats, fishing boats, small crossing boats, tugboats, patrol boats and pilot boats. The sound characteristics of traditional fishing boats have the highest frequency (281 - 8152 Hz). However, fishing boats have the highest intensity (125,80 - 173,58 dB re/1µPa). Based on the research, it was suspected that the source of noise on the North Coast of Central Java is mostly from traditional fishing boats and fishing boats.
4299946363D1A020129ANALISIS KARAKTERISTIK KONSUMEN DAGING SAPI DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian yang berjudul “Analisis Karakteristik Konsumen Daging Sapi di Kabupaten Banyumas” bertujuan untuk mengetahui berbagai macam karakteristik konsumen dan pengaruhnya terhadap jumlah pembelian daging sapi di wilayah Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei dengan sasaran penelitian adalah konsumen daging sapi yang secara langsung melakukan pembelian. Lokasi penelitian ditentukan menggunakan purposive sampling dan didapatkan 4 lokasi berbeda yaitu Pasar Sokaraja, Pasar Wage, Pasar Ajibarang, dan Pasar Wangon. Pertimbangan dalam menentukan lokasi adalah memilih pasar terbesar yang memiliki lokasi berdekatan dengan RPH sehingga jumlah konsumen banyak serta ketersediaan daging terjamin. Penetapan responden menggunakan teknik accidental sampling dan penentuan jumlah responden menggunakan bantuan aplikasi G*Power sehingga diperoleh 75 responden. Variabel bebas yang diteliti adalah umur, tingkat pendapatan, jumlah anggota keluarga, pendidikan ibu, dan tujuan pembelian terhadap variabel terikat, yaitu jumlah pembelian daging sapi. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari observasi dan wawancara secara langsung terhadap responden, sementara untuk data sekunder diperoleh melalui jurnal dan literatur untuk mendukung data primer. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan persamaan regresi, Y = 1,416 – 0,052X1 + 1,33X2 + 0,165X3 – 0,286X4 + 12,328D dengan R square sebesar 65%. Karakteristik konsumen sapi di Kabupaten Banyumas meliputi rata rata umur 44 ± 9,92 tahun, tingkat pendapatan Rp2.937.333 ± 1.080.762, jumlah anggota keluarga 4,17 ± 1,17 jiwa, pendidikan ibu 9,17 ± 3,05 tahun, dan tujuan pembelian adalah untuk dikonsumsi. Jumlah pembelian daging yang dilakukan dalam satu bulan rata rata 2,88 ± 5,90 kilogram. Variabel tingkat pendapatan dan tujuan pembelian berpengaruh terhadap jumlah pembelian daging sapi di Kabupaten Banyumas.The study entitled "Analysis of Beef Consumer Characteristics in Banyumas Regency" aims to determine various consumer characteristics and their influence on the number of beef purchases in the Banyumas Regency area. The research was conducted using a survey method with the research target being beef consumers who directly made purchases. The research location was determined using purposive sampling and 4 different locations were obtained, namely Sokaraja Market, Wage Market, Ajibarang Market, and Wangon Market. The consideration in determining the location is to choose the largest market which is
located close to the slaughterhouse so that the number of consumers is large and the availability of meat is guaranteed. Determining respondents used accidental sampling techniques and determining the number of respondents using the G*Power application with result 75 respondents. The independent variables studied were age, income level, number of family members, mother's education level, and purchase purpose, for the dependent variable, namely the amount of beef purchased. The data used in the research are primary data and secondary data. Primary data was obtained from direct observation and interviews with respondents, while secondary data was obtained through journals and literature to support the primary dataThe research method used is descriptive method and multiple linear regression analysis. The research results show the regression equation, Y = 1,416 – 0,052X1 + 1,33X2 + 0,165X3 – 0,286X4 + 12,328D with an R square of 65%. Characteristics of cattle consumers in Banyumas Regency include average age 44 ± 9,92 years, income level IDR 2.937.333 ± 1.080.762, number of family members 4,17 ± 1,17 people, mother's education 9,17 ± 3,05 years, and the purpose of purchase is for consumption. The average number of meat purchases made in one month is 2,88 ± 5,90 kilograms. The variables income level and purchase purpose have a very significant effect on the amount of beef purchased in Banyumas Regency.
4300046364F1A020004Twitter/ "X" Sebagai Media Self Disclosure (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman)Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui motivasi pengguna Twitter di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman dalam mengelola self disclosure mereka di Twitter serta dampak dari interaksi pengguna Twitter yang timbul dari self disclosurenya. Penelitian ini penggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara mendalam dengan tujuh informan. Analisis data yang dilakukan adalah dengan melakukan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi mahasiswa melakukan self disclosure di Twitter berupa mencari informasi, menyampaikan pendapat dan berkeluh kesah. Dampak interaksi yang muncul dari adanya self disclosure ini adalah dukungan emosional dan memperoleh informasi. Alasan mereka menggunakan Twitter sebagai media self disclosure dikarenakan, mereka merasa bahwa Twitter merupakan sosial media yang berbeda dengan yang lainnya, karena Twitter merupakan sosial media yang bisa dikatakan berbasis text. This study aims to describe and explore the motivations of Twitter users among students of the Faculty of Social dan Political Sciences at Jenderal Soedirman University in managing their self-disclosure on Twitter, as well as the impact of user interactions that result from their self-disclosure. The research uses a descriptive qualitative method. Data collection was conducted through in-depth interviews with seven informants. data analysis involved data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that students motivations for self-disclosure on Twitter include seeking information, expressing opinions and venting. The impacts of these interactions are emotional support and gaining information. The reason for choosing Twitter as a platform for self-disclosure is that they feel Twitter is distinct from other sosial media platforms, as it is more text-based.