Home
Login.
Artikelilmiahs
46431
Update
SYAHRUL SAEPULOH
NIM
Judul Artikel
Struktur Komunitas Fitoplankton di Teluk Funka, Hokkaido, Jepang
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Teluk Funka merupakan teluk semi-tertutup yang berada di Hokkaido, Jepang dan merupakan salah satu kawasan budidaya kerang hotate (Mizuhopecten yessoensis) terbesar. Produktifitas budidaya kerang hotate dipengaruhi oleh keberadaan jenis dan jumlah fitoplankton yang ada di perairan Teluk Funka. Ketersediaan fitoplankton juga dapat digunakan sebagai bioindikator kualitas perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas fitoplankton termasuk kelimpahan, keanekaragaman, kemerataan, dominansi, dan hubungan kelimpahan dengan parameter kualitas air di Teluk Funka, Hokkaido, Jepang. Metode penelitian yang digunakan adalah purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2023 – Agustus 2024 dengan frekuensi pengambilan sampel dilakukan sebanyak dua kali dan interval waktu tiga minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan fitoplankton tertinggi berasal dari divisi Bacillariophyta. Indeks keanekaragaman berkisar antara 2,08 – 2,76 dan termasuk kategori sedang. Indeks kemerataan berkisar antara 0,58 – 0,77 dan termasuk kategori sedang. Indeks dominansi berkisar antara 0,10 – 0,21 dan termasuk ke dalam kategori rendah. Terdapat hubungan antara penurunan suhu, ph, dan kenaikan salinitas yang berdampak pada penurunan kelimpahan fitoplankton.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Funka Bay is a semi-enclosed bay located in Hokkaido, Japan and is one of the largest scallops (Mizuhopecten yessoensis) farming areas. The productivity of scallops farming was influenced by the presence of phytoplankton species and numbers in the waters of Funka Bay. The availability of phytoplankton can also be used as a bioindicator of water quality. The objective of this study was to determine the phytoplankton community structure including abundance, diversity, uniformity, dominance, and the relationship of abundance with water quality parameters in Funka Bay, Hokkaido, Japan. The research method used was purposive sampling. This study was conducted in November 2023 - August 2024 with a sampling frequency of two times and a time interval of three weeks. The results showed that the highest abundance of phytoplankton came from the Bacillariophyta division. The diversity index ranged from 2.08 - 2.76 and was categorized as medium. The uniformity index ranged from 0.58 - 0.77 and was categorized as moderate. The dominance index ranged from 0.10 - 0.21 and fell into the low category. There is a relationship between a decrease in temperature, ph, and an increase in salinity which results in a decrease in phytoplankton abundance.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save