Artikelilmiahs

Menampilkan 42.961-42.980 dari 48.834 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4296146328H1C020075Pengaruh Lingkungan Pengendapan Terhadap Kualitas Batubara Pada Daerah Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Sumatra SelatanPenelitian ini ditujukan untuk mengetahui lingkungan pengendapan batubara dan pengaruhnya terhadap kualitas batubara pada daerah Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan. Metode yang digunakan untuk menentukan lingkungan pengendapan yaitu analisis data log geofisika yang menghasilkan kolom stratigrafi. Terdapat beberapa analisis yang dilakukan untuk menentukan kualitas batubara, yaitu analisis proksimat, analisis nilai kalor, dan analisis total sulfur sehingga didapatkan peringkat batubara menurut ASTM D-388. Penelitian ini dilakukan pada empat lapisan utama batubara pada daerah penelitian yaitu Seam A1, Seam A2, Seam B, dan Seam C1 yang terdapat pada lima data sumur log geofisika Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan pengendapan memiliki pengaruh terhadap kualitas batubara. Hal ini ditunjukkan oleh lingkungn yang semakin dekat dengan laut (back barrier) akan menghasilkan batubara dengan peringkat yang lebih rendah seperti batubara seam A1 yang memiliki nilai kalori rata-rata sebesar 10758,14 btu/lb (mmmf). Sedangkan, batubara yang terendapkan pada lingkungan pengendapan yang secara relatif lebih jauh dari laut (lower delta plain) seperti seam A2, seam B, dan seam C1 memiliki nilai kalori rata-rata sebesar 10789,70 – 10972,91 btu/lb (mmmf).This research is intended to determine the depositional environment of coal and its impact on coal quality in the East Merapi area, Lahat Regency, South Sumatra. The method used to determine the depositional environment is the analysis of geophysical log data, which results in a stratigraphic column. Several analyses were carried out to determine the coal quality, namely proximate analysis, calorific value analysis, and total sulfur analysis, leading to coal ranking based on ASTM D-388. The research was conducted on four main coal seams in the study area, namely Seam A1, Seam A2, Seam B, and Seam C1, which were identified through five geophysical well log data. The results of this research indicate that environmental deposition has an influence on coal quality. This is shown by the environment that is closer to the sea (back barrier) tends to have a lower rank, such as coal in Seam A1, which has an average calorific value of 10,758.14 btu/lb (mmmf). Meanwhile, coal deposited in an environment relatively farther from the sea (lower delta plain), such as Seam A2, Seam B, and Seam C1, has an average calorific value ranging from 10,789.70 to 10,972.91 btu/lb (mmmf).
4296246329A1C020014Pendugaan Nilai Evapotranspirasi Tanaman Bayam Merah pada FONi (Fertigasi Otomatis Nir Daya) Menggunakan Metode Keseimbangan AirFONi (Fertigasi Otomatis Nir Daya) merupakan salah satu teknik hidroponik dimana pemberian nutrisi didistribusikan bersama melalui saluran irigasi. Selama budidaya tanaman bayam merah tentunya tidak terlepas dari peristiwa kehilangan air baik itu evaporasi, transpirasi, limpasan, air yang masuk kedalam lapisan tanah, dan evapotranspirasi. Evapotranspirasi merupakan komponen hidrologi dalam penjadwalan irigasi yang memperhitungkan ketersedian air di dalam tanah selama budidaya tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk pendugaan nilai evapotranspirasi harian tanaman bayam merah pada FONi (Fertigasi Otomatis Nir Daya) dengan menerapkan metode keseimbangan air.
Penelitian ini dilaksanakan dari Bulan Oktober 2023 sampai Juli 2024. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Pengelolaan dan Pengendalian Bio-Lingkungan (TPPBL) dan lahan percobaan Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Metode penelitian yang dilakukan yaitu melakukan perancangan dan persiapan, pengambilan dan pengukuran data, serta pengolahan dan analisis data. Variabel yang diukur dalam penelitian ini yaitu variabel cuaca yaitu curah hujan yang diperoleh dari stasiun cuaca dan variabel air yang diukur meliputi debit air masuk (irigasi) dan debit air keluar (drainase) yang diukur menggunakan meteran air serta kandungan air tanah yang akan diukur menggunakan alat pengukur kadar air.
Hasil penelitian menunjukan pendugaan nilai evapotranspirasi dengan menerapkan persamaan keseimbangan air didapatkan nilai evapotranspirasi tertinggi pada semua media tanam terjadi pada HST ke 13 dengan nilai sebesar 3,8 mm h-1 pada 100% arang sekam (sk), sebesar 3,7 mm h-1 pada 100% cocopeat (cp), sebesar 3,6 mm h-1 pada 50% arang sekam 50% cocopeat, sebesar 3,5 mm h-1 pada 75% arang sekam 25% cocopeat, sebesar 3,9 mm h-1 pada 25% arang sekam 75% cocopeat, sebesar 4,0 mm h-1 pada kompos dan sebesar 4,8 mm h-1 pada tanah. Sedangkan untuk nilai evapotranspirasi terendah pada semua media tanam terjadi pada hst ke 4, 9, dan 10 yaitu sebesar nol (tidak ada evapotranspirasi). Hal ini dikarenakan intensitas curah hujan yang terjadi pada hari tersebut tinggi.
FONi (Fertigasi Otomatis Nir Daya) is a hydroponic technique where nutrients are distributed through irrigation channels. During the cultivation of red spinach plants of course, there is no loss of water, incuding evaporation, transpiration, runoff, water entering the soil layer, and evapotranspiration. Evapotranspiration is a hydrological component in irrigation scheduling which explains the availability of air in the soil during plant cultivation. This research aims to estimate the daily evapotranspiration value of red spinach plants in FONi (Fertigasi Otomatis Nir Daya) by applying the water balance method.
This research was carried out from October 2023 to July 2024. This research was carried out at the Laboratorium Pengelolaan dan Pengendalian Bio-Lingkungan (TPPBL) and the experimental field of the Agricultural Tehnology Department, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The research method used is designing and preparing, collecting and measuring data, as well as processing and analyzing data. The variables measured in this research are weather variables, namely rainfall obtained from the weather station and water variables measured include incoming water discharge (irrigation) and outgoing water discharge (drainage) which are measured using an water meter and soil water content which will be measured using a tool water level meter.
The results of the reaserch showed that estimating the evapotranspiration value by applying the water balance equation obtained in highest evapotranspiration value in all planting media which occurred on the 13th HST with a value of 3,8 mm h-1 on 100% husk charcoal (sk), amouting to 3,7 mm h-1 at 100% cocopeat (cp), at 3,6 mm h-1 at 50% husk charcoal 50% cocopeat, at 3,5 mm h-1 at 75% husk charcoal 25% cocopeat, at 3,9 mm h-1 in 25% husk charcoal 75% cocopeat, 4,0 mm h-1 in compost and 4,8 mm h-1 in soil. Meanwhile the lowest evapotranspiration value for all planting media occurred on the 4th, 9th, and 10th HST, namely zero ( no evapotranspiration). This is due to the intensity of rainfall that occurs on these high days.
4296346330A1C020031ANALISIS REGRESI EVAPOTRANSPIRASI DAN PEMBUKAAN STOMATA PADA TANAMAN BAYAM MERAH DENGAN SISTEM PENANAMAN FONi (Fertigasi Otomatis Nirdaya)Sumber daya air dan lahan pertanian adalah dua hal yang sangat penting dalam sektor pertanian. Salah satu sistem fertigasi yang dapat diterapkan yaitu sistem FONi (Fertigasi Otomatis Nirdaya) yang dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air. Hal tersebut penting untuk diperhatikan karena air berperan penting dalam fotosintesis pada tambuhan. Air yang digunakan dalam fotosintesis akan mengatur pembukaan dan penutupan stomata. Pembukaan stomata merupakan pori kecil di permukaan daun berperan penting dalam fotosintesis dan transpirasi. Pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara pembukaan stomata dan evapotranspirasi dapat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan air dalam pertanian. Oleh sebab itu, perlu dilakukannya analisis regresi untuk mengatahui hubungan anatara evapotranspirasi dan pembukaan stomatanya. Pada penelitian ini dilakukan 3 kali pengambilan sampel pembukaan stomata dan pengukuran evapotranspirasi di setiap jamnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) Menghitung nilai evapotranspirasi dengan memanfaatkan persamaan Penman-Monteith, 2) Menganalisis hubungan antara evapotranspirasi berdasarkan persamaan Penman-Monteith dan pembukaan stomata pada tanaman yang dibudidayakan dengan metode FONi (fertigasi otomatis nirdaya).
Prosedur penelitian yang dilakukan yaitu melakukan perencanaan dan persiapan, pengambilan data, dan pengolahan data. Variabel yang digunakan untuk menghitung evapotranspirasi (ET) meliputi radiasi matahari (Rs), suhu udara (T), kelembapan udara (RH), kecepatan angin (U), tekanan uap jenuh (es), dan tekanan uap aktual (ea). Sedangkan variabel untuk analisis regresi terdiri atas pembukaan stomata (Gs) dan evapotranspirasi (ET).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis regresi yang dilakukan tidak selalu berkorelasi positif, hal tersebut terjadi karena pembukaan stomata pada tanaman perlu penyesuaian dengan kebutuhan tanaman saat fotosintesis bukan hanya kondisi cuacanya saja. Sedangkan evapotranspirasi yang dihitung hanya bergantung pada kondisi cuaca saja.
Water resources and agricultural land are two very important things in the agricultural sector. One of the fertigation systems that can be applied is the FONi (Automatic Fertigation Without Power) system which can increase the efficiency of water use. This is important to note because water plays an important role in photosynthesis in plants. The water used in photosynthesis will regulate the opening and closing of stomata. Stomata opening is a small pore on the surface of the leaf that plays an important role in photosynthesis and transpiration. A better understanding of the relationship between stomata opening and evapotranspiration can help improve the efficiency of water use in agriculture. Therefore, it is necessary to conduct a regression analysis to determine the relationship between evapotranspiration and stomata opening. In this study, 3 times of stomata opening sampling and evapotranspiration measurements were carried out every hour. The objectives of this study were 1) To calculate the evapotranspiration value by utilizing the Penman-Monteith equation, 2) To analyze the relationship between evapotranspiration based on the Penman-Monteith equation and stomatal opening in plants cultivated using the FONi method (powerless automatic fertigation).
The research procedures carried out were planning and preparation, data collection, and data processing. The variables used to calculate evapotranspiration (ET) include solar radiation (Rs), air temperature (T), air humidity (RH), wind speed (U), saturated vapor pressure (es), and actual vapor pressure (ea). While the variables for the regression analysis consisted of stomatal opening (Gs) and evapotranspiration (ET).
The results of the study showed that the regression analysis carried out was not always positively correlated, this happened because the opening of stomata in plants needed to be adjusted to the needs of the plants during photosynthesis, not just the weather conditions. While the calculated evapotranspiration only depends on weather conditions.
4296446331F1F020050ANALISIS KEBIJAKAN LUAR NEGERI JEPANG DALAM MENDUKUNG SOLUSI DUA NEGARA PADA KONFLIK PALESTINA-ISRAEL DI BAWAH KEPEMIMPINAN KEDUA SHINZO ABE (2012-2020)Konflik antara Palestina dan Israel merupakan salah satu konflik internasional terpanjang yang masih berlangsung hingga saat ini. Sebagai upaya penyelesaian, terdapat dua solusi utama yang diajukan: solusi dua negara dan solusi satu negara. Di antara keduanya, solusi dua negara menjadi pilihan yang lebih populer dan didukung oleh banyak negara, termasuk Jepang. Namun, terdapat dua masalah utama terkait sikap Jepang terhadap solusi ini. Pertama, solusi dua negara semakin dianggap tidak relevan akibat kurangnya kemajuan diplomatik antara Palestina dan Israel. Kedua, dukungan Jepang terhadap solusi ini mengalami perubahan sejak Shinzo Abe kembali menjabat sebagai perdana menteri. Melalui kerangka pemikiran rational choice theory, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana dukungan Jepang terhadap solusi dua negara berkembang di bawah kepemimpinan kedua Shinzo Abe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jepang, di bawah kepemimpinan Shinzo Abe, menyesuaikan strategi dukungannya dengan meningkatkan intensitas dukungan terhadap Palestina, di antaranya melalui inisiatif seperti JAIP dan CEAPAD. Meskipun terjadi stagnasi dalam perkembangan solusi dua negara, tetap rasional bagi Jepang untuk mendukung solusi ini karena dapat memperkuat komitmen Jepang, menjaga citra baik di mata Amerika Serikat, serta memperkuat hubungannya dengan negara-negara di Timur Tengah.The conflict between Palestine and Israel is one of the longest-standing international conflicts still ongoing today. As a resolution, two primary solutions have been proposed: the two-state solution and the one-state solution. Among these, the two-state solution has emerged as the more popular option, supported by many countries, including Japan. However, there are two main issues with Japan's stance on this solution. First, the two-state solution is increasingly seen as irrelevant due to the lack of diplomatic progress between Palestine and Israel. Second, Japan’s support for this solution has shifted since Shinzo Abe returned as prime minister. Using the framework of rational choice theory, this study aims to analyze how Japan's support for the two-state solution evolved under Shinzo Abe’s second leadership. The findings reveal that Japan, under Abe’s leadership, adjusted its support by intensifying its efforts toward Palestine, including initiatives such as JAIP and CEAPAD. Despite the stagnation in the progress of the two-state solution, it remains rational for Japan to continue supporting it, as this stance helps Japan maintain its commitment, project a positive image to the United States, and strengthen its relations with countries in the Middle East.
4296546332B1A020050ISOLASI FUNGI RIZOSFER TANAMAN DAMAR (Agathis dammara) SEBAGAI AGENSIA BIOKONTROL
Fusarium oxysporum

Patogen penyebab penyakit pada tanaman menjadi suatu permasalahan serius bagi pertanian di berbagai wilayah. Patogen tanaman dapat berupa bakteri, virus, nematoda, dan juga fungi. Fusarium khususnya F. oxysporum merupakan fungi yang dikenal mampu menyebabkan layu dan busuk batang serta termasuk ke dalam sepuluh besar patogen berdasarkan kepentingan ilmiah dan ekonomi dalam patologi tanaman. Strategi pengendalian penyakit yang dapat dilakukan salah satunya dengan menggunakan agensia hayati yang mampu menjadi agensia biokontrol. Agensia biokontrol dapat ditemukan di berbagai habitat termasuk tanah rizosfer. Tanah rizosfer termasuk pada tanaman damar (Agathis dammara) mengandung populasi mikroba yang lebih besar apabila dibandingkan dengan tanah non rizosfer, termasuk di dalamnya fungi antagonis yang dapat menjadi agensia biokontrol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fungi apa saja yang diperoleh dari hasil isolasi rizosfer tanaman damar Kebun Raya Baturraden dan mengetahui potensi fungi rizosfer tanaman damar dalam menekan pertumbuhan fungi patogen.
Penelitian ini menggunakan metode survei dan eksperimental. Metode survei digunakan untuk mendapatkan isolat fungi dengan cara mengisolasi tanah rizosfer tanaman Damar dengan teknik random sampling pada 3 titik kemudian dikarakterisasi dan diidentifikasi. Isolat yang diperoleh selanjutnya dilakukan uji antagonisme berdasarkan dual culture dan uji aktivitas senyawa volatil terhadap fungi patogen dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam/Analysis of Variance (ANOVA). Hasil ANOVA menunjukkan signifikansi diuji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%.
Hasil dari isolasi fungi rizosfer tanaman damar Kebun Raya Baturraden diperoleh 10 isolat yang dikelompokkan ke dalam 3 genera yaitu Gliocladium, Aspergillus, dan Trichoderma. Fungi rizosfer yang diperoleh dari hasil isolasi menunjukkan kemampuan dalam menghambat pertumbuhan patogen F. oxysporum. Kemampuan penghambatan pertumbuhan patogen F. oxysporum berdasarkan uji antagonisme dengan metode dual culture menunjukkan isolat Trichoderma sp.3 (I7A3) memiliki nilai penghambatan paling baik, sedangkan berdasarkan uji aktivitas senyawa volatil isolat Trichoderma sp.3 (I7A1) menunjukkan nilai penghambatan paling baik.
Pathogens that cause disease in plants are a serious problem for agriculture in various regions. Plant pathogens can be bacteria, viruses, nematodes, and also fungi. Fusarium, especially F. oxysporum, is a known fungus capable of causing wilt and stem rot and is included in the top ten pathogens based on scientific and economic importance in plant pathology. One of the disease control strategies that can be done is by using biological control or by using biological agents that are able to become biocontrol agents. Biocontrol agents can be found in various habitats including rhizosphere soil. Rhizosphere soil contains a larger microbial population when compared to non-rhizosphere soil, including antagonistic fungi that can become biocontrol agents. Exudates in the plant rhizosphere are present in all plant root systems, including the root system of resin plants. The purpose of this study was to determine what fungi were obtained from the isolation of resin plant rhizosphere of Baturraden Botanical Garden and to determine the potential of resin plant rhizosphere fungi in suppressing the growth of pathogenic fungi.
This study used survey and experimental methods. The survey method is used to obtain fungal isolates by isolating the rhizosphere soil of Damar plants with random sampling techniques at 3 points then characterized and identified. The isolates obtained will then be tested for antagonism based on dual culture and volatile compound activity tests against pathogenic fungi with experimental methods using a Completely Randomized Design (CRD) with 3 replications. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). ANOVA results showed significance were further tested with Duncan Multiple Range Test (DMRT) at 95% confidence level.
The results of the isolation of rhizosphere fungi of damar plants in Baturraden Botanical Garden obtained 10 isolates grouped into 3 genera namely Gliocladium, Aspergillus, and Trichoderma. The rhizosphere fungi obtained from the isolation results showed the ability to inhibit the growth of the pathogen F. oxysporum. The ability to inhibit the growth of the pathogen F. oxysporum based on the antagonism test with the dual culture method showed that the isolate Trichoderma sp.3 (I7A3) had the best value. Meanwhile, based on the volatile compound activity test, the isolate Trichoderma sp.3 (I7A1) showed the best inhibition value.
4296646333K1B020048Penjadwalan Bus Trans Banyumas Menggunakan Aljabar Max-PlusBus Trans Banyumas saat ini belum memiliki jadwal keberangkatan yang tepat di setiap tempat pemberhentian, sehingga penumpang seringkali menunggu dengan ketidakpastian. Pada penelitian ini, dibuat suatu desain penjadwalan keberangkatan bus Trans Banyumas dengan menggunakan aljabar max-plus. Pembuatan desain penjadwalan dilakukan dengan memperhatikan aturan sinkronisasi menggunakan aljabar max-plus dan perhitungan model menggunakan algoritma power yang didukung dengan data lapangan dan proses komputasi dengan aplikasi Scilab 5.2.2 yang dikolaborasikan dengan Toolbox Matrix Algebra. Berdasarkan hasil perhitungan, didapatkan nilai eigen matriks sebesar dan vektor eigen yang bersesuaian, sehingga dapat dibuat penjadwalan bus yang tersinkronisasi. Nilai eigen tersebut menyatakan periode keberangkatan bus dari tempat pemberhentian awal yaitu setiap 6888 detik sekali atau setiap 1 jam 54 menit sekali. Sementara itu, vektor eigen yang diperoleh menyatakan waktu keberangkatan bus di setiap tempat pemberhentian.Trans Banyumas bus does not have a precise bus departure schedule at each stop, so passengers often wait uncertainly. In this study, a Trans Banyumas bus departure scheduling design was created by max-plus algebra. Scheduling design created by considering the synchronization rules using max-plus algebra and model calculations using the power algorithm supported by observation data and computational processes with the Scilab 5.2.2 application in collaboration with the Matrix Algebra Toolbox. Based on the calculation results, the matrix eigenvalue is 6888 and the corresponding eigenvector is obtained, so that synchronized bus scheduling can be created. The eigenvalue states the bus departure period from the initial stop, namely every 6888 seconds or once every 1 hour 54 minutes. Meanwhile, the eigenvector obtained states the bus departure time at each stop.
4296746334C1I019010THE INFLUENCE OF MENTAL ACCOUNTING ON INVESTMENT DECISION AND GENDER AS A VARIABLE MODERATIONStudi ini menyelidiki pengaruh akuntansi mental pada keputusan investasi dan gender sebagai variabel moderasi. Menggunakan data primer dari 150 responden dan analisis melalui IBM SPSS, penelitian ini menemukan bahwa akuntansi mental secara positif mempengaruhi keputusan investasi, sementara gender tidak memoderasi pengaruh akuntabilitas mental pada keputusan investasinya.
Studi ini mengungkapkan bahwa individu yang memiliki kemampuan akuntansi mental yang tinggi lebih berani dalam membuat keputusan investasi. Investor diharapkan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang Akuntansi Mental. Ini bertujuan untuk membuat investor lebih berhati-hati sebelum membuat keputusan investasi dengan menjadi lebih menyadari dampak akuntansi mental pada keputusan mereka.
Studi ini juga mengungkapkan bahwa gender tidak mengurangi pengaruh akuntansi mental pada keputusan investasi. Ini berarti bahwa pengaruh akuntansi mental pada keputusan investasi tetap sama untuk pria dan wanita.
This study investigates the infuence of mental acccounting on the investment decision and gender as moderating variable. Using primary data from 150 respondents and analysis via IBM SPSS, this study found that mental accounting positively influence the investment decision, while gender does not moderate the influence of mental accounting on investment decision.
The study reveals that individuals that have high aptitude of mental accounting are more courageus on taking investment decision. Investors are expected to improve their understanding of mental Accounting. It aims to make investors more cautious before making investment decisions by becoming more aware of the impact of mental accounting on their decisions.
The study also reveals that gender does not moderate the influence of mental accounting on investment decision. This means that the influence of mental accounting on investment decisions remained the same for both men and women.
4296846275H1B020057KATALOG RIWAYAT WAKTU GEMPA PATAHAN UNTUK PEMBUATAN RIWAYAT WAKTU GEMPA TIRUAN BERDASARKAN RESPONS SPEKTRUM TARGETIndonesia merupakan negara kepulauan yang seringkali terjadi gempa bumi, sehingga diperlukan mitigasi untuk mengurangi risiko dan dampak bencana, salah satu upayanya yaitu dengan membangun struktur bangunan tahan gempa. Data respons spektrum masih sangat dibutuhkan untuk melengkapi analisis pembuatan struktur bangunan tahan gempa, tetapi sayangnya data tersebut saat ini hanya bisa diakses dari data luar negeri. Oleh sebab itu penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan data respons spektrum target untuk membuat katalog riwayat waktu gempa tiruan patahan agar memudahkan ahli dalam perencanaan struktur bangunan tahan gempa. Data yang dibutuhkan berdasarkan dari Buku Peta Deagregasi Indonesia. Selanjutnya pengambilan data gempa bersumber dari laman Peer Ground Motion Database. Data ini kemudian diolah menjadi riwayat waktu tiruan dan dikategorikan berdasarkan nilai periode waktu getar (TS) yang dihasilkan dari masing masing data gempa yang terkumpul. Data yang dihasilkan merupakan pencocokan dari nilai maksimal dari berbagai arah gempa (RotD100) dengan spectral displacement at short period (SDS) gempa tiruan. Hasil akhir terkumpul 63% data yaitu 291 data dari 462 data target. Magnitudo yang mempunyai data paling lengkap yaitu magnitudo 5,2-5,4 dengan jumlah 32 data dan kategori desain nilai periode waktu getar (TS) yang mendominasi yaitu desain I dengan rentang 0,4-0,6 s. Indonesia is an island country with frequent earthquakes, so mitigation is needed to reduce the risk and impact of disasters, one of its efforts is to build earthquake-resistant building structures. Spectral response data is still very much needed to supplement the analysis of construction of earthquake-resistant building structures, but unfortunately the data is currently only accessible from foreign data. Therefore, the research is expected to generate target spectrum response data to create a catalogue of simulated earthquake history fractures to facilitate experts in the planning of seismic-resistant building structures. The required data is based on the Indonesian Deagregation Map Book. The seismic data is from the Peer Ground Motion Database. This data is then processed into a simulated time history and categorized according to the TS value of the vibration period (TS) generated from the individual earthquake data collected. The resulting data is a matching of the maximum values of the various directions of the quake (RotD100) with the spectral displacement at short period (SDS) of the simulated quake. The final result was 63% of the data, which is 291 data from 462 target data. The magnitudo with the most complete data is a magnitude of 5.2-5.4 with a total of 32 data and the dominant design category of the vibration time period value (TS) is a design I with a range of 0.4-0.6 s.
4296946356B1A020033POTENSI ANTIKANKER TUBUH BUAH JAMUR Pleurotus ostreatus TERHADAP SEL KANKER KOLON (WiDr) DAN HATI (HepG2) DENGAN UJI SITOTOKSIKKanker merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia seperti kanker kolon dan hati. Pengobatan kanker dari bahan alam perlu dikembangkan karena tidak banyak menimbulkan efek samping. Senyawa bioaktif yang terkandung dalam bahan alam memiliki potensi sebagai antikanker. Jamur Pleurotus ostreatus merupakan jamur edible sekaligus memiliki banyak manfaat dalam bidang kesehatan. Kandungan senyawa bioaktif jamur P. ostreatus memiliki potensi sebagai antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antikanker tubuh buah jamur P. ostreatus terhadap sel kanker hati (HepG2) dan kolon (WiDr) dari kandungan senyawa bioaktifnya..

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga ekstrak tubuh buah jamur P. ostreatus positif terdapat adanya senyawa alkaloid, flavonoid dan terpenoid. Hasil uji sitotoksik ketiga ekstrak tubuh buah jamur P. ostretaus memiliki hasil yang berbeda pada sel kanker WiDr dan HepG2. Uji sitotoksik terhadap sel WiDr untuk ekstrak n-Heksana memiliki nilai IC50 sebesar 507,77 μg/mL, ekstrak etil asetat sebesar 184,34 μg/mL dan ekstrak kloroform sebesar 168,97 μg/mL. Berbeda halnya dengan sel WiDr, nilai IC50 dari ketiga ekstrak terhadap sel HepG2 memiliki perbedaan yang tidak cukup jauh diantara ketiga ekstrak, untuk ekstrak n-heksana memiliki nilai IC50 sebesar 475,51 μg/mL, ekstrak kloroform sebesar 477,05 μg/mL dan ekstrak etil asetat sebesar 457,19 μg/mL.
Cancer is one of the biggest causes of death in the world, such as colon and liver cancer. Cancer treatment from natural ingredients needs to be developed because it does not cause many side effects. Bioactive compounds contained in natural ingredients have anticancer potential. The Pleurotus ostreatus mushroom is an edible mushroom and has many benefits in the health sector. The bioactive compound content of the P. ostreatus fungus has anticancer potential. This research aims to determine the anticancer potential of the fruit body of the P. ostreatus fungus against liver (HepG2) and colon (WiDr) cancer cells from thh content of bioactive compounds.
The results showed that the three fruit body extracts of P. ostreatus mushrooms were positive for the presence of alkaloid, flavonoid and terpenoid compounds. The cytotoxic test results of the three fruit body extracts of P. ostretaus mushrooms had different results on WiDr and HepG2 cancer cells. The cytotoxic test on WiDr cells for n-Hexane extract had an IC50 value of 507.77 μg/mL, ethyl acetate extract of 184.34 μg/mL and chloroform extract of 168.97 μg/mL. In contrast to the WiDr cells, the IC50 values of the three extracts for HepG2 cells were not quite different between the three extracts, for the n-hexane extract the IC50 value was 475.51 μg/mL, for the chloroform extract 477.05 μg/mL and ethyl acetate extract was 457.19 μg/mL
4297046391A1G022001Analisis Potensi Wilayah Berbasis Komoditas Unggulan Dalam Upaya Pengembangan Pertanian Kabupaten Kulon Progo
Di Daerah Istimewa Yogyakarta
Pengembangan ekonomi daerah dapat dilakukan melalui pengembangan pertanian berbasis komoditas unggulan dengan melihat besarnya kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Nilai PDRB sektor pertanian Kabupaten Kulon Progo berada paling rendah diantara kabupaten lainnya. Daerah pusat produksi pertanian Kabupaten Kulon Progo hanya tersebar di beberapa wilayah kecamatan saja meskipun kecamatan lain juga memiliki potensi pertanian yang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komoditas basis, komoditas yang berdaya saing, komoditas yang menjadi prioritas pengembangan di setiap kecamatan, dan peran stakeholder pertanian di Kabupaten Kulon Progo. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode studi kasus menggunakan data primer dan data sekunder. Alat analisis penelitian ini menggunakan analisis Location Quotient, Shift Share, Tipologi Klassen, dan analisis Stakeholder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kacang panjang menjadi komoditas basis karena dihasilkan di 9 dari 12 kecamatan. Kelapa merupakan komoditas yang berdaya saing karena dihasilkan di 9 kecamatan. Kacang panjang menjadi komoditas prioritas pengembangan karena merupakan komoditas unggulan di 8 kecamatan. Terdapat 4 stakeholder key player, 4 stakeholder subject, 2 stakeholder context setter, dan 1 stakeholder crowd.Regional economic development can be carried out through the development of superior commodity-based agriculture by looking at the large contribution of the agricultural sector to Gross Regional Domestic Product (GRDP). The GDP value of the agricultural sector of Kulon Progo Regency is the lowest among other districts. The agricultural production center area of Kulon Progo Regency is only spread across a few sub-districts, although other sub-districts also have supporting agricultural potential. This research aims to determine basic commodities, competitive commodities, commodities that are development priorities in each sub-district, and the role of agricultural stakeholders in Kulon Progo Regency. The method used in this research is a case study method using primary data and secondary data. The analytical tools for this research use Location Quotient analysis, Shift Share, Klassen Typology, and Stakeholder analysis. The research results show that long beans are the basic commodity because they are produced in 9 of the 12 sub-districts. Coconut is a competitive commodity because it is produced in 9 sub-districts. Long beans are a priority commodity for development because they are the leading commodity in 8 sub-districts. There are 4 key player stakeholders, 4 subject stakeholders, 2 context setter stakeholders, and 1 crowd stakeholder.
4297146335H1B020003KAJIAN PENGARUH VARIASI LEBAR DAN DIAMETER KAWAT SPRING TERHADAP KEKAKUAN SPRING – ROLLING BASE ISOLATION SYSTEM MENGGUNAKAN ANALISIS METODE ELEMEN HINGGA Perangkat spring - rolling base isolation (SRBI) sebagai inovasi base isolation untuk bangunan tingkat rendah memiliki risiko kegagalan apabila tidak dapat menahan simpangan bolak balik ketika terjadi gempa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekakuan perangkat spring - rolling base isolation akibat perubahan variabel spring yang berupa variasi panjang dan diameter kawat spring. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang berfokus pada pengumpulan data numerik menggunakan analisis metode elemen hingga dengan bantuan software Simulia Abaqus.Penelitian ini dilakukan dengan membuat 6 model spring dan 2 model SRBI yang memiliki variasi dimensi lebar spring yaitu 100 mm dan 200 mm serta variasi diameter kawat spring yaitu 13 mm dan 19 mm. Material yang digunakan untuk bagian spring yaitu baja karbon mutu tinggi dan material yang digunakan untuk bagian SRBI selain bagian spring yaitu baja paduan rendah mutu tinggi. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini analisis tekan dan tarik untuk model spring serta analisis monotonic dan siklik untuk model SRBI. Masing - masing analisis dilakukan dengan mendefinisikan perpindahan maksimum dari masing – masing model spring.Hasil dari penelitian yang dilakukan yaitu grafik hubungan gaya dan perpindahan serta grafik kekakuan dari masing – masing model spring dan SRBI. Perbandingan kekakuan antar model menunjukkan bahwa spring dengan dimensi yang lebih pendek dan diameter kawat yang lebih besar akan menghasilkan kekakuan yang lebih besar terhadap perangkat SRBI.The spring - rolling base isolation (SRBI) device as an innovative base isolation for low-level buildings has a risk of failure if it cannot withstand alternating deviation during an earthquake. This study aims to identify the stiffness of spring - rolling base isolation devices due to changes in spring variables in the form of variations in spring wire length and diameter. This research is a quantitative study that focuses on collecting numerical data using finite element method analysis with the help of Simulia Abaqus software. This research was conducted by making 6 spring models and 2 SRBI models that have variations in spring width dimensions of 100 mm and 200 mm and variations in spring wire diameters of 13 mm and 19 mm. The material used for the spring part is high quality carbon steel and the material used for the SRBI part other than the spring part is high quality low alloy steel. The analysis conducted in this research is compressive and tensile analysis for the spring model and monotonic and cyclic analysis for the SRBI model. Each analysis was carried out by defining the maximum displacement of each spring model. The results of the research conducted are force and displacement relationship graphs and stiffness graphs of each spring and SRBI model. The comparison ofstiffness between models shows that the spring with shorter dimension and larger wire diameter will produce a higher stiffness.
4297246337J1A020012Translation Procedures and Shifts of Cultural Terms in The Novel AmbaABSTRAK. Penelitian ini menganalisis prosedur dan pergeseran penerjemahan pada
118 istilah budaya dalam novel Amba karya Laksmi Pamuntjak, yang diterjemahkan
ke dalam bahasa Inggris dengan judul The Question of Red. Menggunakan teori
Newmark (1988) dan prinsip-prinsip penerjemahan Nida (1975), studi ini
mengidentifikasi berbagai istilah budaya dan memeriksa bagaimana istilah tersebut
diterjemahkan menggunakan prosedur seperti transferensi, kesetaraan deskriptif, dan
kesetaraan fungsional. Penelitian ini juga mengeksplorasi pergeseran penerjemahan,
termasuk penambahan, pengurangan, dan penyimpangan informasi, yang
memengaruhi cara istilah budaya diinterpretasikan dalam teks target. Temuan ini
memberikan kontribusi terhadap pemahaman kompleksitas penerjemahan istilah budaya dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris sambil mempertahankan nuansa
budaya.
ABSTRACT. This research analyzes the translation procedures and shifts of 118
cultural terms in the novel Amba by Laksmi Pamuntjak, translated into English as The
Question of Red. Using Newmark's theory (1988) and Nida’s principles of translation
(1975), the study identifies various cultural terms and examines how they were
translated using different procedures, such as transference, descriptive equivalence, and
functional equivalence. The study also explores translation shifts, including gains,
losses, and skewing of information, which affect how cultural terms are interpreted in
the target text. The findings contribute to understanding the complexities of translating
cultural terms from Indonesian to English while maintaining cultural nuances.
4297346338A1D020076Pengaruh Aplikasi Pupuk Amino-Age dan Sitokinin (BAP) terhadap Pertumbuhan Vegetatif dan Perbanyakan Anggrek CymbidiumAnggrek Cymbidium merupakan salah satu tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi tinggi tetapi belum banyak dibudidayakan di Indonesia karena kurang optimalnya pertumbuhan tanaman sehingga menyebabkan kualitas tanaman menurun. Oleh karena itu, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung pertumbuhan tanaman anggrek Cymbidium adalah adanya upaya penelitian dengan pemberian asam amino dalam bentuk pupuk dan penambahan zat pengatur tumbuh sitokinin (BAP) dengan konsentrasi yang tepat. Penelitian ini dilaksanakan di screenhouse Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto pada bulan Februari hingga Mei 2024. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh asam amino dalam bentuk pupuk cair Amino-Age dan sitokinin (BAP) terhadap pertumbuhan vegetatif dan perbanyakan tanaman anggrek Cymbidium. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga ulangan. Faktor perlakuan yang diberikan adalah empat taraf konsentrasi pupuk Amino-age (0 mL/L, 1 mL/L, 2 mL/L, dan 3 mL/L) dam tiga taraf konsentrasi sitokinin (0 ppm, 150 ppm, dan 300 ppm). Variabel yang diamati adalah waktu mucul tunas baru, waktu muncul daun baru, jumlah anakan, tinggi anakan, jumlah daun baru, luas daun, kadar klorofil daun, kerapatan stomata, jumlah stomata membuka, dan jumlah stomata menutup. Hasil percobaan menunjukkan terdapat pengaruh asam amino terhadap variabel waktu muncul tunas baru, waktu muncul daun baru dan tinggi anakan, sedangkan sitokinin (BAP) dan interaksi antara asam amino dan sitokinin (BAP) tidak menunjukkan pengaruh terhadap semua variabel pengamatan. Perlakuan pupuk Amino-age dengan konsentrasi 1 mL/L memberikan pengaruh terbaik terhadap waktu muncul tunas dan daun baru, sedangkan konsentrasi 0 mL/L memberikan pengaruh terbaik pada tinggi tanaman.Cymbidium orchids are one of the houseplants with high economic value but have not been widely cultivated in Indonesia due to suboptimal plant growth which causes plant quality to decrease. Therefore, one of the efforts that can be made to support the growth of Cymbidium orchids is to conduct research by providing amino acids in the form of fertilizers and adding cytokinin growth regulators (BAP) with the right concentration. This research was conducted at the screenhouse of Jenderal Soedirman University, Purwokerto from February to May 2024. The purpose of this study was to determine the effect of amino acids in the form of Amino-Age liquid fertilizer and cytokinin (BAP) on vegetative growth and propagation of Cymbidium orchids. This study used a Complete Randomized Block Design (RAKL) with three replications. The treatment factors given were four levels of Amino-age fertilizer concentration (0 mL/L, 1 mL/L, 2 mL/L, and 3 mL/L) and three levels of cytokinin concentration (0 ppm, 150 ppm, and 300 ppm). The variables observed were the time of emergence of new shoots, the time of emergence of new leaves, the number of tillers, the height of tillers, the number of new leaves, the area of leaves, the chlorophyll content of leaves, the density of stomata, the number of stomata opening and the number of stomata closing. The results of the experiment showed that there was an effect of amino acids on the variables of the time of emergence of new shoots, the time of emergence of new leaves, and the height of tillers, while cytokinin (BAP) and the interaction between amino acids and cytokinin (BAP) did not show any effect on all observed variables. The treatment of Amino-age fertilizer with a concentration of 1 mL/L gave the best effect on the time of emergence of new shoots and leaves, while the concentration of 0 mL/L gave the best effect on plant height.
4297446336K1B020007Peramalan Jumlah Kunjungan Wisatawan di Provinsi Bali Menggunakan Analisis Timeseries Metode Long Short Term MemoryProvinsi Bali merupakan salah satu destinasi wisata dengan beragam potensi alam, tradisi,
budaya dan agama yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Namun, adanya pandemi Covid-19 pada Maret 2020 menyebabkan penurunan jumlah kunjungan
wisatawan di Provinsi Bali yang berdampak pada penyusutan sektor perekonomian. Oleh karena itu
diperlukan sebuah langkah cerdas dan strategis dalam mengatasi masalah tersebut. Salah satu langkah
yang dapat dilakukan adalah dengan membuat suatu peramalan kunjungan wisatawan dengan
memahami pola dan perilaku kunjungan wisatawan. Peramalan kunjungan wisatawan diharapkan
mampu menjadi bahan pertimbangan bagi pengelola destinasi pariwisata di Provinsi Bali dalam
pemulihan sektor pariwisata. Salah satu metode yang dapat dimanfaatkan adalah metode Long Short-
Term Memory (LSTM). Penelitian ini menggunakan data jumlah kunjungan wisatawan di Provinsi Bali
pada Januari 2014 sampai Desember 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan model
dan kinerja model terbaik dalam meramalkan kunjungan wisatawan di Provinsi Bali. Model peramalan
terbaik metode LSTM yang diperoleh adalah model Sequantial 2 layer dengan arsitektur jaringan 84-
96-1. Hasil pelatihan pada model ini menghasilkan nilai MAPE sebesar 9,09% sehingga dapat dikatakan
metode LSTM memiliki kemampuan yang sangat baik dalam meramalkan jumlah kunjungan wisatawan
di Provinsi Bali. Rata-rata jumlah kunjungan wisatawan di Provinsi Bali adalah sebanyak 799.442 jiwa
dengan kunjungan tertinggi pada bulan Desember sebanyak 877.299 jiwa.
Bali Province is one of the tourist destinations with a variety of natural potential, traditions,
culture and religion which is a special attraction for domestic and foreign tourists. However, the Covid-
19 pandemic in March 2020 caused a decrease in the number of tourist visits in Bali Province which
had an impact on the shrinkage of the economic sector. Therefore, a smart and strategic step is needed
to overcome this problem. One of the steps that can be taken is to make a forecast of tourist visits by
understanding the patterns and behavior of tourist visits. Forecasting tourist visits is expected to be a
consideration for tourism destination managers in Bali Province in the recovery of the tourism sector.
One method that can be utilized is the Long Short-Term Memory (LSTM) method. This research uses
data on the number of tourist visits in Bali Province from January 2014 to December 2023. The purpose
of this research is to determine the best model and model performance in forecasting tourist visits in
Bali Province The best forecasting model of the LSTM method obtained is the Sequantial 2 layer model
with 84-96-1 network architecture. The training results on this model produce a MAPE value of 9.09%
so it can be said that the LSTM method has a very good ability to forecast the number of tourist visits
in Bali Province. The average number of tourist visits in Bali Province is 799.442 people with the
highest visit in December of 877.299 people.
Kata kunci: Travelers, Forecasting, Long Short-Term Memory (LSTM), Mean Absolute
Percentage Error (MAPE)
4297546339F1A020060PEMAKNAAN MAHASISWA TERHADAP RISIKO AKTIVITAS KENCAN DARING MELALUI APLIKASI BUMBLEPenelitian ini membahas mengenai pemahaman mahasiswa terhadap dinamika interaksi sosial yang terjadi dalam aplikasi Bumble karena terdapat tantangan yang muncul dalam aktivitas kencan daring melalui Bumble, seperti pengalaman negatif yang pernah dialami di dalam aplikasi tersebut. Hal ini menjadi penting agar di masa depan, mahasiswa dapat terhindar dari risiko-risiko pengalaman negatif yang muncul saat melakukan aktivitas kencan daring khususnya di aplikasi ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan untuk menentukan informan yaitu purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan dan wawancara mendalam. Penelitian ini mengambil lokasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah, dengan mewawancarai sebanyak enam informan yang merupakan mahasiswa aktif FISIP Universitas Jenderal Soedirman. Ditemukan bahwa informan dapat memperkirakan risiko-risiko yang sekiranya akan menimpa mereka ketika sedang beraktivitas di dalam aplikasi kencan daring. Jenis risiko yang paling sering ada adalah pelecehan verbal dan nonverbal, penipuan, tindakan kriminal, dan ghosting. Selain itu, mahasiswa mengalami pengalaman negatif dalam aktivitas kencan daring melalui aplikasi Bumble, seperti di-ghosting dan pelecehan seksual.This research discusses students' understanding of the dynamics of social interactions occurring within the Bumble application, as challenges arise in online dating activities through Bumble, such as negative experiences encountered within the app. This is important so that in the future, students can avoid the risks of negative experiences that may emerge when engaging in online dating activities, particularly on this app. This study employs a qualitative descriptive method. The technique used to determine informants is purposive sampling. Data collection was conducted through non-participant observation and in-depth interviews. The research took place at the Faculty of Social and Political Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Central Java, by interviewing six informants who are active students of the Faculty of Social and Political Sciences at Jenderal Soedirman University.It was found that informants can anticipate the risks they might face while engaging in online dating apps. The most common types of risks include verbal and non-verbal harassment, fraud, criminal acts, and ghosting. Additionally, students experienced negative experiences in online dating activities through the Bumble app, such as being ghosted and sexual harassment.
4297646341A1D020071KERAGAAN LIMA VARIETAS KUBIS (Brassica oleracea var. capitata L.) INTRODUKSI YANG DITANAM DI DATARAN TINGGI DI KABUPATEN PEMALANG
Produktivitas kubis di Indonesia masih belum mencapai potensi maksimalnya. Untuk meningkatkan hasil, perlu dilakukan introduksi varietas kubis yang unggul. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menilai adaptasi varietas kubis introduksi selama musim hujan di Kabupaten Pemalang, 2) mengidentifikasi ragam genetik dan fenotipe varietas kubis introduksi, serta 3) mengukur heritabilitas varietas tersebut. Penelitian berlangsung di Desa Gombong, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, pada ketinggian 1.100 mdpl, dengan jenis tanah andosol, dari Februari 2023 hingga Agustus 2024. Lima varietas kubis introduksi yang diuji adalah Oxylus, Tropicana, Kaelo, Saint, dan Dolares, dengan Grand 11/Kubindo-1 dan Green Nova sebagai pembanding. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan analisis data kuantitatif menggunakan uji F (ANOVA) dan uji Dunnet pada taraf kesalahan 5%, serta pendugaan ragam genetik dan fenotipe. Data kualitatif dianalisis menurut UPOV 2016. Hasil menunjukkan bahwa varietas kubis introduksi memiliki adaptasi yang berbeda-beda, dengan keragaman genetik tinggi yang mempengaruhi ekspresi fenotipik. Heritabilitas tiap varietas juga tinggi, dengan variasi kuantitatif lebih dipengaruhi oleh faktor genetik dibandingkan faktor lingkungan.Cabbage productivity in Indonesia is below its potential, introducing new cabbage varieties is essential to find those with specific advantages. This study aims to: 1) assess the adaptation of introduced cabbage varieties planted during the rainy season in Pemalang Regency, 2) compare genetic and phenotypic variations among these varieties, and 3) determine their heritability. The research took place in Gombong Village, Belik District, Pemalang Regency, at an altitude of 1,100 meters above sea level, on andosol soil, from February 2023 to August 2024. The study tested five introduced cabbage varieties—Oxylus, Tropicana, Kaelo, Saint, and Dolares—alongside comparison varieties Grand 11/Kubindo-1 and Green Nova. A randomized block design (RBD) was used, and quantitative data were analyzed with an F test (ANOVA) at a 5% error level, followed by a Dunnet test and estimates of genetic and phenotypic diversity. Qualitative data were analyzed according to UPOV 2016 guidelines. Results showed that the introduced varieties had different adaptations, with high genetic diversity significantly influencing phenotypic traits. The heritability of each variety was relatively high, with genetic factors accounting for a larger share of variation in nine quantitative traits than environmental factors.
4297746342A1F020024Strategi Perbaikan Yoghurt Cup Sehati Purwokerto berdasarkan Tingkat Kepuasan dan Kepentingan KonsumenYoghurt adalah minuman yang dihasilkan dari fermentasi susu menggunakan bakteri Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus sebagai starternya. Untuk mengembangkan produk yoghurt cup dari Yoghurt Sehati Purwokerto, diperlukan data mengenai persepsi konsumen terhadap karakteristik produk yang dipasarkan, dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI).
Penelitian ini dilakukan di Usaha Kecil Menengah Yoghurt Sehati Purwokerto dan berlangsung dalam beberapa tahap, yaitu identifikasi profil konsumen, penyusunan dan penyebaran kuesioner, pengujian validitas dan reliabilitas, penentuan tingkat kepuasan, kepentingan, dan kesesuaian konsumen, penentuan atribut yang harus diperbaiki pada produk menggunakan IPA, penetapan kepuasan konsumen menggunakan CSI, dan penentuan strategi perbaikan produk menggunakan Causal Loop Diagram. Kuesioner dibagikan kepada konsumen yoghurt cup sebanyak 100 responden. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah produk, kemasan, serta promosi dan pemasaran.
Hasil penelitian menunjukkan atribut dengan tingkat kepentingan tertinggi pada setiap variabel produk yoghurt cup, yaitu umur simpan, kemampuan melindungi produk dari kerusakan, dan promosi melalui pameran. Tingkat kepuasan tertinggi pada setiap variabel produk yoghurt cup pada Yoghurt Sehati Purwokerto, yaitu atribut rasa manis, kesediaan alat bantu sedotan, dan kesesuaian harga produk. Tingkat kesesuaian konsumen tertinggi pada setiap variabel produk yoghurt cup pada Yoghurt Sehati Purwokerto terdapat pada atribut rasa manis, kesediaan alat bantu sedotan, dan kesesuaian harga dengan mutu produk.
Berdasarkan matriks IPA atribut yang direkomendasikan untuk diperbaiki pada produk yoghurt cup dari Yoghurt Sehati Purwokerto, yaitu kelengkapan informasi produk, kelengkapan informasi penyimpanan, homogenitas, desain label, dan promosi melalui pameran. Rekomendasi perbaikan meliputi menantumkan tanggal kadaluarsa, mencantumkan pentunjuk cara penyimpanan yoghurt pada label kemasan, menambahkan stabilizer dan emulsifier saat pembuatan yoghurt, mencari informasi dan mengikuti pameran baik online maupun offline, serta mempromosikan kegiatan pameran melalui media sosial. Nilai indeks kepuasan konsumen produk yoghurt cup pada Yoghurt Sehati Purwokerto sebesar 79,59% dan masuk ke dalam kategori puas.
Yoghurt is a beverage made from fermented milk using Streptococcus thermophiles and Lactobacilus bulgaricus bacteria as starters. In developing yoghurt cup products from Yoghurt Sehati Purwokerto, data is needed regarding consumer perceptions of marketed product characteristics using Importance Performance Analysis (IPA) and Customer Satisfaction Index (CSI) methods.
This research was conducted at UMKM Yoghurt Sehati Purwokerto and took place in several stages, namely identifying consumer profiles, preparing and distributing questionnaires, testing validity and reliability, determining the level of consumer satisfaction, importance, and suitability, determining attributes that need to be improved in products using IPA, determining consumer satisfaction using CSI, and determining product improvement strategies using Causal Loop Diagram. Questionnaires were distributed to 100 respondents of yoghurt cup consumers. The parameters used in this study are product, packaging, as well as promotion and marketing.
The results of the study show that the attributes with the highest level of importance for each yoghurt cup product variable are shelf life, the ability to protect the product from damage, and promotion through exhibitions. The highest level of satisfaction for each yoghurt cup product variable at Yoghurt Sehati Purwokerto is the sweet taste attribute, the availability of straw aids, and the suitability of the product price. The highest level of consumer suitability for each yoghurt cup product variable at Yoghurt Sehati Purwokerto is found in the attributes of sweet taste, availability of straw aids, and price suitability with product quality.
Based on the IPA matrix, the attributes that are recommended for improvement in yoghurt cup products from Yoghurt Sehati Purwokerto are product information completeness, storage information completeness, homogeneity, label design, and promotion through exhibitions. Recommendations for improvement include adding expiration dates, providing storage instructions on the yogurt packaging labels, incorporating stabilizers and emulsifiers during yogurt production, researching and participating in both online and offline exhibitions, and promoting these events through social media. The consumer satisfaction index value for yoghurt cup products at Yoghurt Sehati Purwokerto is 79.59% and falls into the satisfied category
4297846343A1A020014Analisis Faktor-faktor yang Memengaruhi Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Padi di Kecamatan Kembaran Kabupaten BanyumasKetahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan bagi setiap rumah tangga baik dari segi jumlah, mutu, keamanan pangan, merata serta terjangkau oleh setiap rumah tangga. Sektor pertanian merupakan sektor yang memiliki peran penting terhadap pemenuhan kebutuhan pangan di Indonesia, namun sektor tersebut sangat dipengaruhi oleh iklim. Kecamatan Kembaran merupakan salah satu kecamatan yang terdampak akibat perubahan iklim sehingga produktivitas padinya menurun dibanding tahun sebelumnya yaitu 5,83 ton per hektar. Penurunan tersebut mengancam kesejahteraan rumah tangga petani padi yang pendapatannya sebagian besar dari usahatani padi, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) tingkat ketahanan pangan rumah tangga petani di Kecamatan Kembaran 2) faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan pangan rumah tangga petani.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pemilihan Lokasi penelitian dilakukan secara sengaja di Kecamatan Kembaran Banyumas. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai juli 2024. Penentuan sampel pada penelitian ini dilakukan melalui purposive dengan jumlah responden 61 petani padi. Alat analisis yang digunakan adalah pangsa pengeluaran pangan untuk mengetahui tingkat ketahanan pangan dan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan pangan rumah tangga petani padi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) sebesar 80 persen rumah tangga petani padi sudah berada pada status tahan pangan, sedangkan 20 persen lainnya masih berada pada status rawan pangan 2) variabel pendapatan usahatani, pendapatan di luar usahatani, luas lahan, pendidikan kepala keluarga, usia kepala keluarga, pendidikan ibu rumah tangga, jumlah tanggungan keluarga, dan harga beras secara bersama-sama memengaruhi ketahanan pangan. Variabel pendapatan usahatani, pendapatan diluar usahatani, pendidikan ibu rumah tangga, dan jumlah tanggungan keluarga secara parsial memengaruhi ketahanan pangan rumah tangga petani padi, sedangkan luas lahan, pendidikan kepala keluarga, usia kepala keluarga, dan harga beras secara parsial tidak memengaruhi ketahanan pangan rumah tangga petani padi.
Food security is the condition where the food needs of every household are adequately met in terms of quantity, quality, safety, equitable distribution, and affordability. The agricultural sector plays a vital role in ensuring food security in Indonesia, yet it is highly susceptible to climatic conditions. Kembaran District, in particular, has experienced the adverse effects of climate change, leading to a decline in rice productivity to 5.83 tons per hectare compared to previous years. This decline poses a significant threat to the welfare of rice farming households, whose incomes largely depend on rice cultivation. Consequently, this study aims to: 1) assess the level of food security among farming households in Kembaran District, and 2) identify the factors influencing their food security.
This research utilized a survey method, with Kembaran District, Banyumas, intentionally selected as the study location. The research was conducted from April to July 2024. The sample was determined purposively, consisting of 61 rice farmers as respondents. The analytical method in this research is the Food Expenditure Share to determine the level of food security, and Multiple Linear Regression Analysis to identify the factors affecting the food security of rice farming households.
The findings of this study reveal that: 1) 80 percent of rice farming households are categorized as food secure, while the remaining 20 percent are categorized as food insecure; 2) the variables of farm income, non-farm income, land size, head of household’s education, head of household’s age, mother’s education, number of dependents, and rice prices collectively impact food security. Among these, farm income, non-farm income, mother’s education, and the number of dependents have a significant partial effect on the food security of rice farming households, whereas land size, head of household’s education, head of household’s age, and rice prices do not have a significant partial effect.
4297946344A1A020034Preferensi Konsumen Terhadap Produk Keripik Tempe (Studi Kasus Pada Toko Oleh-oleh "Sawangan No.1" di Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas)Umur simpan tempe yang singkat membuat banyak UMKM seperti toko oleh-oleh “Sawangan No.1” mengolahnya menjadi keripik. Namun, persaingan ketat dalam industri keripik tempe memaksa produsen untuk terus berinovasi, meskipun itu bukan hal yang mudah. Pengetahuan tentang preferensi konsumen diperlukan untuk melakukan inovasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui karakteristik umum konsumen keripik tempe “Sawangan No.1” Purwokerto, 2) mengetahui peringkat kepentingan konsumen berdasarkan atribut yang dipertimbangkan dalam pembelian, dan 3) mengetahui preferensi konsumen terhadap keripik tempe “Sawangan No.1” Purwokerto. Penelitian dilaksanakan secara studi kasus di toko oleh-oleh “Sawangan No.1” Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juni sampai Juli 2024. Objek penelitiannya adalah preferensi konsumen akhir sedangkan subjeknya adalah konsumen yang berusia 17 tahun keatas dan pernah membeli produk keripik tempe “Sawangan No.1” minimal 2 kali dalam 2 bulan terakhir. Metode pengambilan sampel adalah sampling insidental sebanyak 100 responden. Atribut produk yang digunakan yaitu rasa, harga, daya tahan, kemasan, aksesibilitas, dan ketersediaan. Sampel yang diperoleh dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji cochran, dan uji konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen keripik tempe “Sawangan No.1” lebih banyak yang berjenis kelamin perempuan, berusia 26-40 tahun, sudah menikah, bekerja sebagai ibu rumah tangga, dan memiliki pendapatan rumah tangga sebesar Rp 1.500.000 – Rp 3.000.000. Peringkat kepentingan berdasarkan atribut yang dipertimbangkan konsumen dalam membeli keripik tempe “Sawangan No.1” berturut-turut adalah ketersediaan, harga, aksesibilitas, dan rasa. Preferensi konsumen terhadap produk keripik tempe “Sawangan No.1” adalah rasa gurih, harga ≤Rp 20.000/bungkus, aksesibilitas toko dekat dengan tempat tinggal, dan produk yang selalu tersedia.The short shelf life of tempe has led many micro, small and medium enterprises such as the "Sawangan No.1" gift shop to process it into chips. Due to intense competition, producers must innovate continually, guided by consumer preferences. This study aims to 1) determine the general characteristics of consumers of tempeh chips "Sawangan No.1" Purwokerto, 2) rank the importance of purchasing attributes, and 3) determine consumer preferences for tempeh chips "Sawangan No.1" Purwokerto. The research was conducted as a case study at the "Sawangan No.1" Purwokerto, Banyumas. The research was conducted from June to July 2024. The object of the research is the preferences of end consumers while the subjects are consumers aged 17 years and who had purchased tempe chips "Sawangan No.1" at least twice in the last 2 months. The sampling method is incidental sampling of 100 respondents. The product attributes used are taste, price, durability, packaging, accessibility, and availability. The samples obtained were analyzed using validity test, reliability test, Cochran test, and conjoin test. The results showed that consumers of "Sawangan No.1" tempe chips are mostly female, aged 26-40 years, married, housewives, and have a monthly income of Rp 1,500,000 - Rp 3,000,000. The importance ranking based on attributes that consumers consider in buying tempeh chips "Sawangan No.1" is availability, price, accessibility, and taste, respectively. Consumer preferences for "Sawangan No.1" tempeh chips products are savory taste, price ≤Rp 20,000 / pack, accessibility of stores close to where they live, and products that are always available.
4298046345A1F020081Karaktersitik Fisikokimia Minyak Sawit Merah Terenkapsulasi pada Variasi Rasio Alginat dan Kitosan serta KonsentrasinyaAsupan vitamin A alami dapat berasal hewani, namun memiliki harga yang relatif tinggi, selain itu dapat berasal dari nabati seperti minyak sawit merah, yang merupakan bahan turunan dari minyak kelapa mentah, dengan kandungan yang dimanfaatkan salah satunya yaitu betakaroten sebagai provitamin A. Beta-karoten diketahui sensitif pada suhu tinggi karena dapat menyebabkan terjadinya oksidasi.
Penelitian penggunaan alginat dan kitosan dalam enkapsulasi minyak sawit merah telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) mengetahui pengaruh rasio bahan enkapsulasi terhadap karakteristik MSM terenkapsulasi, 2) mengetahui pengaruh variasi konsentrasi bahan enkapsulasi terhadap karakteristik fisikokimia MSM terenkapsulasi, dan 3) menentukan kombinasi perlakuan terbaik MSM yang terenkapsulasi. Bahan-bahan yang digunakan dalam formulasi enkapsulasi minyak sawit merah adalah minyak sawit merah, albumin, span 80, enkapsulasi alginat dan kitosan, dan asam asetat sebagai pelarut. Minyak sawit merah diperoleh dari Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan, Indonesia. Bahan Alginat yang digunakanakan berasal dari ganggang coklat yang berasal dari genus Sargassum. Kitosan didapatkan dari ekstraksi udang. Penggunaan alginat dan kitosan dalam produk enkapsulasi minyak sawit merah divariasi dari konsentrasi 2 ; 4 ; 6% dengan penggunaan perbandingan dua enkapsulasi tersebut yaitu 1 ; 1, 1 ; 2, dan 2 ; 1. Parameter yang diamati untuk enkapsulasi minyak sawit merah diantaranya yaitu beta-karoten, antioksidan, rendemen, kelarutan, kadar air, warna, kemudian untuk perlakuan terbaik sampel setelah dilakukan indeks efektivitas meliputi tokoferol, SEM, dan IC50.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin rendah konsentrasi enkapsulasi yang digunakan, menunjukkan sampel tersebut semakin baik. Konsentrasi 2% dengan perbandingan 1 ; 1 diketahui menghasilkan produk yang terbaik, dengan karakteristik kandungan beta-karoten 38,48%, kandungan antioksidan 58,5%, rendemen 97,68%, kelarutan 45%, kadar air 9,4%, dan untuk warna pada Lightness 83,02, dimana semakin kearah positif menandakan semakin terang, untuk warna a 3,82, dimana semakin kearah positif menandakan semakin merah, dan untuk warna b 8,98, dimana semakin kearah positif menandakan semakin kuning.
Natural sources of vitamin A can be animal-based, but they tend to be relatively expensive. Alternatively, vitamin A can be obtained from plant sources such as red palm oil, which is derived from crude palm oil and contains beta-carotene, a provitamin A. Beta-carotene is known to be sensitive to high temperatures, which can lead to oxidation.
A study was conducted on the use of alginate and chitosan for encapsulating red palm oil. The aim of the research was to 1) determine the effect of the encapsulation material ratio on the characteristics of encapsulated MSM, 2) determine the effect of variations in encapsulation material concentration on the physicochemical characteristics of encapsulated MSM, and 3) find out the best treatment combination for encapsulated MSM. The materials used in the formulation of red palm oil encapsulation include red palm oil, albumin, Span 80, alginate and chitosan for encapsulation, and acetic acid as a solvent. Red palm oil was obtained from Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan, Indonesia. The alginate used was derived from brown algae of the genus Sargassum, and chitosan was extracted from shrimp. The study varied the concentrations of alginate and chitosan in the encapsulation process at 2%, 4%, and 6%, and used different ratios of these encapsulating agents: 1:1, 1:2, and 2:1. Parameters observed for the encapsulation of red palm oil included beta-carotene content, antioxidant capacity, yield, solubility, moisture content, and color. The best treatment was further evaluated using effectiveness indices such as tocopherol content, SEM, and IC50.
The results showed that lower concentrations of encapsulation agents produced better samples. The 2% concentration with a 1:1 ratio was found to yield the best product, characterized by a beta-carotene content of 38.48%, antioxidant content of 58.5%, yield of 97.68%, solubility of 45%, moisture content of 9.4%, and color parameters as follows: Lightness 83.02 (where higher values indicate greater brightness), a* value of 3.82 (where higher values indicate more redness), and b* value of 8.98 (where higher values indicate more yellowness).