Home
Login.
Artikelilmiahs
46083
Update
AMTSALIL TASYA PRAMESTY
NIM
Judul Artikel
Pembuatan Buklet Berbahasa Mandarin Sebagai Media Informasi Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja Purbalingga
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Di era globalisasi, komunikasi lintas bahasa menjadi hal yang semakin penting. Komunikasi lintas bahasa memerlukan elemen penting seperti penerjemahan dan buklet. Penerjemahan merupakan sebuah proses mengubah teks dari satu bahasa ke bahasa lain. Buklet merupakan publikasi ringkas dan digunakan untuk menyampaikan informasi singkat tentang instansi, salah satunya museum. Museum memiliki peran yang penting dalam pelestarian sumber informasi sejarah dan budaya. Saat ini, museum daerah Kabupaten Purbalingga yang bernama Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja masih memiliki kendala dalam memberikan pelayanan berupa media informasi kepada pengunjung berlatar belakang bahasa Mandarin. Sebagai upaya mengatasi kendala tersebut, penulis melakukan pembuatan buklet berbahasa Mandarin sebagai media informasi Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja. Metode penerjemahan yang dilakukan menggunakan metode penerjemahan komunikatif untuk menjamin akurasi dalam konteks sosial budaya yang sesuai. Buklet terjemahan ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan museum kepada pengunjung berbahasa Mandarin, serta dapat menjadi media informasi yang mudah dipahami oleh pengunjung bahasa sasaran.
Abtrak (Bhs. Inggris)
In the era of globalization, cross-language communication is becoming increasingly important. Cross-language communication requires important elements such as translation and booklets. Translation is a process of changing text from one language to another. A booklet is a concise publication and is used to convey brief information about an institution, one of which is a museum. Museums have an important role in preserving historical and cultural information sources. Currently, the regional museum of Purbalingga Regency,namely the Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja Museum, still has obstacles in providing services in the form of information media to visitors with a Mandarin background. As an effort to overcome these obstacles, the author made a Mandarin booklet as an information media for the Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja Museum. The translation method used is the communicative translation method to ensure accuracy in the appropriate socio- cultural context. This translated booklet is expected to improve museum services to Mandarin-speaking visitors, and can be an information media that is easy to understand for visitors to the target language.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save