Artikel Ilmiah : F1A018059 a.n. LINTANG PRATIWI AF. HUZNIE

Kembali Update Delete

NIMF1A018059
NamamhsLINTANG PRATIWI AF. HUZNIE
Judul ArtikelKEKERASAN PADA ANAK INDONESIA PADA PANDEMI COVID-19 (ANALISIS ISI PADA DETIK.COM 2021)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia meningkat dalam rentang waktu tahun 2019-2021, terutama selama pandemi covid-19. Berdasarkan data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melalui Simfoni-PPA, jumlah laporan kekerasan terhadap anak naik dari 11.057 kasus pada tahun 2019 menjadi 14.517 kasus pada tahun 2021. Kebijakan pemerintah selama pandemi mungkin memicu faktor-faktor baru yang meningkatkan kekerasan terhadap anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan metode analisis isi untuk menggambarkan bagaimana isi berita mengenai kasus-kasus kekerasan terhadap anak di masa pandemi covid-19 yang diterbitkan di detik.com pada tahun 2021, dari bagaimana karakteristik pelaku dan korban, hubungan pelaku dan korban, bentuk kekerasan, tempat terjadinya kekerasan, serta motif yang melatarbelakangi terjadinya kekerasan. Penelitian ini menganalisis 80 berita, kemudian ditemukan bahwa mayoritas pelaku adalah laki-laki (80%), dengan usia dominan 12-18 tahun, sebagian besar berita tidak mencantumkan pekerjaan pelaku (74,54%). Korban didominasi oleh anak perempuan (47,6%), terutama yang berusia 7-12 tahun (29,52%). Pelaku kebanyakan adalah orang yang tidak dikenal korban (24,54%). Kekerasan fisik merupakan jenis kekerasan yang paling umum terjadi (41,50%), dengan sebagian besar kekerasan terjadi di rumah (48,75%). Motif terbanyak yang melatarbelakangi terjadinya kekerasan adalah dorongan nafsu seksual (42,50%).
Abtrak (Bhs. Inggris)Cases of child abuse in Indonesia increased between 2019 and 2021, especially during the COVID-19 pandemic. According to data from the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection through Simfoni-PPA, the number of reported child abuse cases rose from 11,057 cases in 2019 to 14,517 cases in 2021. Government policies during the pandemic may have triggered new factors that contributed to the increase in child abuse. This study uses a descriptive quantitative approach and content analysis method to describe how news articles regarding child abuse cases during the COVID-19 pandemic were reported on detik.com in 2021. The study analyzes characteristics of perpetrators and victims, the relationship between them, forms of violence, locations where the violence occurred, and the motives behind the violence. The research analyzed 80 news articles and found that the majority of perpetrators were male (80%), predominantly aged 12-18 years, with most articles not mentioning the perpetrator's occupation (74.54%). Victims were predominantly girls (47.6%), especially those aged 7-12 years (29.52%). Most of the perpetrators were strangers to the victims (24.54%). Physical violence was the most common form of abuse (41.50%), with most incidents occurring at home (48.75%). The most frequent motive behind the violence was sexual desire (42.50%).
Kata kuncikekerasan terhadap anak, covid-19, berita
Pembimbing 1Dr. Joko Santoso, M.Si
Pembimbing 2Dr. Tri Wuryaningsih, M.Si
Pembimbing 3Dr. Masrukin, M.Si
Tahun2024
Jumlah Halaman19
Tgl. Entri2024-08-21 13:50:38.172004
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.