Artikel Ilmiah : G1A019080 a.n. NAFRISA DIAN RIZKIANA

Kembali Update Delete

NIMG1A019080
NamamhsNAFRISA DIAN RIZKIANA
Judul ArtikelPERBEDAAN NILAI APGAR NEONATUS ATERM PADA PASIEN SEKSIO SESAREA DENGAN METODE ERACS DAN NON ERACS DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar belakang: Seiring berkembangnya ilmu kesehatan dan kedokteran di bidang obstetri dan ginekologi, Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS) menjadi pilihan metode terbaru dalam seksio sesarea. ERACS merupakan serangkaian manajemen perioperatif yang dilakukan untuk mempercepat pemulihan pasien dan mengurangi lama rawat pasien. Perbedaan antara seksio sesarea metode ERACS dan konvensional atau non-ERACS memungkinkan adanya perbedaan keluaran kondisi pasien, termasuk kondisi neonatus yang dilahirkan. Literatur dan penelitian terkait ERACS saat masih sangat terbatas. Penelitian mengenai ERACS dan keluaran nilai APGAR neonatus belum ada sampai saat ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai APGAR Neonatus Pada Pasien yang Dilakukan ERACS dan Non ERACS di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok ERACS dan non-ERACS dengan jumlah masing-masing kelompok sebanyak 47 pasien. Sampel diambil dengan metode consecutive sampling menggunakan data sekunder dari rekam medis. Analisis data univariat menggambarkan frekuensi karakteristik tiap variabel. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji fisher. Hasil: Nilai APGAR neonatus pada pasien non-ERACS menunjukkan 12.76% neonatus mengalami asfiksia sedang dan 87.24% mengalami asfiksia ringan atau normal pada menit pertama. Sedangkan pada pasien ERACS didapatkan nilai APGAR neonatus yaitu 2.12% mengalami asfiksia sedang dan 97.88% mengalami asfiksia ringan atau normal. Setelah dianalisis menggunakan uji fisher, keduanya tidak dapat perbedaan yang signifikan (p = 0.11) karena nilai p > 0.05. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan antara nilai APGAR neonatus aterm yang lahir secara seksio sesarea dengan metode ERACS dan non-ERACS di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto pada periode Mei 2022–Februari 2023.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Alongside advancements in obstetrics and gynecology, Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) has emerged as the latest method in cesarean section. ERACS involves a series of perioperative management strategies aimed at accelerating patient recovery and reducing hospital stay duration. Differences between ERACS and conventional cesarean section methods may influence patient outcomes, including neonatal conditions. Literature and research on ERACS are currently limited. Research specifically focusing on ERACS and neonatal APGAR scores has not been conducted to date. Objective: This study aims to investigate the differences in neonatal APGAR scores between patients undergoing ERACS and those undergoing non-ERACS cesarean section at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Methods: This study is an analytical observational research with a cross-sectional approach. The study sample consists of two groups: the ERACS group and the non-ERACS group, each comprising 47 patients. Consecutive sampling was used to select the sample, utilizing secondary data from medical records. Univariate data analysis described the frequency of characteristics for each variable. Bivariate analysis was performed using Fisher's exact test. Results: Neonatal APGAR scores among non-ERACS patients showed 12.76% of neonates experiencing moderate asphyxia and 87.24% experiencing mild or normal asphyxia at the first minute. In the ERACS group, neonatal APGAR scores revealed 2.12% experiencing moderate asphyxia and 97.88% experiencing mild or normal asphyxia. After Fisher's exact test analysis, no significant difference was found between the two groups (p = 0.11, where p > 0.05). Conclusion: There is no significant difference in neonatal APGAR scores between cesarean sections performed using ERACS and those performed using non-ERACS methods at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto during the period of May 2022 to February 2023.
Kata kunciSeksio sesarea, ERACS, APGAR
Pembimbing 1dr. Wisnu Budi Pramono, Sp.An-TI
Pembimbing 2dr. Aditiyono, Sp.OG. Subsp. Onk.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2024-08-21 15:07:42.635443
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.