Home
Login.
Artikelilmiahs
45872
Update
BUNGA WAHDAH WAFIQOH
NIM
Judul Artikel
REPRESENTASI KELAS SOSIAL DALAM HAJATAN MELALUI PEMAKNAAN SAJIAN MAKANAN DI DESA BONO TAPUNG KECAMATAN TANDUN KABUPATEN ROKAN HULU RIAU
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengeksplorasi representasi kelas sosial dalam hajatan melalui pemaknaan sajian makanan di desa BonoTapung, Kec. Tandun, Kab. Rokan Hulu, Riau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pedekatan deskriptif dan teori tindakan sosial Max Weber. Teknik penentuan informan menggunakan Porposive sampling dan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif (ongoing) dan uji validitas dengan triangulasi sumber. Subjek penelitian terdiri dari, 3 orang informan yang sudah pernah melangsungkan hajatan pernikahan, 2 orang informan yang sudah pernah melangsungkan hajatan khitanan, Kaur Kesra, Anggota TAPSD, pemandu adat dan tamu/tetangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Desa Bono Tapung, hajatan merupakan perayaan yang menggabungkan tradisi dan nilai sosial-ekonomi, dimana warga merayakan kehidupan, mengekspresikan identitas budaya dan status sosial, serta memperkuat ikatan sosial. Dalam masyarakat Desa Bono Tapung, sajian makanan pada hajatan dapat mencerminkan kelas sosial, diidentifikasi melalui jenis makanan, jumlah menu, bahan baku, dan menu akulturasi, menunjukkan perbedaan status sosial dan nilai budaya antar kelompok masyarakat. Kesimpulan berdasarkan teori tindakan sosial Max Weber, pemaknaan dan penyajian sajian hajatan di desa Bono Tapung merupakan tindakan instrumental yang digunakan untuk menunjukkan status sosial dan mempertahankan posisi dalam struktur sosial. Sajian makanan tidak hanya berfungsi sebagai upaya mencapai tujuan pragmatis, tetapi juga berperan penting dalam dinamika sosial-ekonomi karena setiap kelas sosial memiliki strategi berbeda dalam hal kualitas dan kuantitas makanan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aims to find out and explore the representation of social class in celebrations through the meaning of food offerings in BonoTapung village, Kec. Tandun, Kab. Rokan Hulu, Riau. This research uses qualitative methods through a descriptive approach and Max Weber's theory of social action. The technique for determining informants uses porposive sampling and data collection through in-depth interviews, participatory observation and documentation. The data analysis method used is interactive analysis (ongoing) and validity testing with source triangulation. The research subjects consisted of 3 informants who had previously held wedding celebrations, 2 informants who had previously held circumcision celebrations, Kaur Kesra, TAPSD members, traditional guides and guests/neighbors. The research results show 1 that in Bono Tapung Village, celebrations are celebrations that combine tradition and socio- economic values, where residents celebrate life, express cultural identity and social status, and strengthen social ties. In the Bono Tapung Village community, food offerings at celebrations can reflect social class, identified through the type of food, number of menus, raw materials, and acculturation menus, showing differences in social status and cultural values between community groups. Conclusions based on Max Weber's theory of social action, the meaning and presentation of celebration dishes in Bono Tapung village are instrumental actions used to show social status and maintain position in the social structure. Food serving not only functions as an effort to achieve pragmatic goals, but also plays an important role in socio-economic dynamics because each social class has different strategies in terms of food quality and quantity.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save