Home
Login.
Artikelilmiahs
43621
Update
EVI LUTVIATI
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Intensitas Mengakses Korean Fashion pada Aplikasi Instagram Terhadap Perilaku Imitasi Followers Akun Instagram Kpop Family Purwokerto
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Korean Wave atau Hallyu mengacu pada fenomena budaya populer korea yang mulai populer di Asia Tenggara dan daratan Cina pada akhir 1990-an. Korean Wave mencangkup beberapa aspek yakni musik, drama televisi, flim, makanan, literatur, kosmetik, Bahasa dan gaya berpakaian (Korean Fashion). penelitian ini menggunakan Teori S-O-R (Stimulus Organism Respon) yang dikemukakan oleh Houland, et. al pada tahun 1953. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang akan menjadi dasar untuk mengambil data, menentukan variable, dengan Analisa sesuai prosedur statistic yang berlaku. Pada analisis ditemukan, bahwa intensitas mengakses Korean fashion di Instagram terutama pada akun @dispatch_style terhadap perilaku imitasi yang dilakukan oleh followers @popmipwt, memiliki hasil hipotesis diterima dan terbukti setelah diuji menggunakan Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 22.0. Hasil dari pengujian tersebut menunjukan adanya hubungan positif yang sangat kuat antara intensitas mengakses Korean fashion di Instagram terhadap perilaku imitasi followers @popmipwt. Penelitian ini menunjukan bahwa Teori S-O-R berdasarkan hasil dari analisis data dan hipotesis penelitian, dimana teori ini menjelaskan Ketika terjadi proses penerimaan pesan yang dilakukan oleh individu maka akan timbul suatu respon dari perilaku tersebut.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Korean Wave atau Hallyu mengacu pada fenomena budaya populer korea yang mulai populer di Asia Tenggara dan daratan Cina pada akhir 1990-an. Korean Wave mencangkup beberapa aspek yakni musik, drama televisi, flim, makanan, literatur, kosmetik, Bahasa dan gaya berpakaian (Korean Fashion). penelitian ini menggunakan Teori S-O-R (Stimulus Organism Respon) yang dikemukakan oleh Houland, et. al pada tahun 1953. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang akan menjadi dasar untuk mengambil data, menentukan variable, dengan Analisa sesuai prosedur statistic yang berlaku. Pada analisis ditemukan, bahwa intensitas mengakses Korean fashion di Instagram terutama pada akun @dispatch_style terhadap perilaku imitasi yang dilakukan oleh followers @popmipwt, memiliki hasil hipotesis diterima dan terbukti setelah diuji menggunakan Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 22.0. Hasil dari pengujian tersebut menunjukan adanya hubungan positif yang sangat kuat antara intensitas mengakses Korean fashion di Instagram terhadap perilaku imitasi followers @popmipwt. Penelitian ini menunjukan bahwa Teori S-O-R berdasarkan hasil dari analisis data dan hipotesis penelitian, dimana teori ini menjelaskan Ketika terjadi proses penerimaan pesan yang dilakukan oleh individu maka akan timbul suatu respon dari perilaku tersebut. Abstrak Korean Wave or Hallyu refers to the Korean popular culture phenomenon that became popular in Southeast Asia and mainland China in the late 1990s. The Korean Wave covers several aspects, namely music, television dramas, films, food, literature, cosmetics, language and clothing styles (Korean Fashion). This research uses the S-O-R (Stimulus Organism Response) Theory proposed by Houland, et. al in 1953. This research uses quantitative research methods which will be the basis for collecting data, determining variables, with analysis according to applicable statistical procedures. In the analysis, it was found that the intensity of accessing Korean fashion on Instagram, especially on the @dispatch_style account, regarding the imitation behavior carried out by @popmipwt followers, had the hypothesis results accepted and proven after being tested using Pearson Product Moment with the help of SPSS version 22.0. The results of this test show that there is a very strong positive relationship between the intensity of accessing Korean fashion on Instagram and the imitation behavior of @popmipwt followers. This research shows that the S-O-R Theory is based on the results of data analysis and research hypotheses, where this theory explains that when an individual receives a message, a response will arise from that behavior.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save