Artikelilmiahs

Menampilkan 41.601-41.620 dari 48.877 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4160143671F1D019076PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP PERILAKU MEMILIH PEMILIH PEMULA DALAM PEMILU PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2019 DI KELURAHAN JOHAR BARU KOTA JAKARTA PUSATArtikel ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh lingkungan keluarga terhadap perilaku memilih pemilih pemula di Kelurahan Johar Baru Kota Jakarta Pusat dimana pemuda di Johar Baru sangat identik dengan kekerasan hal tersebut terlihat dari banyaknya peristiwa tawuran antar pemuda. dengan adanya hal tersebut membuat pemuda di Johar Baru cenderung menjadi apatis terkait politik dan kehilangan moralitas serta idealisme dalam berpolitik. Kelurahan johar baru juga menjadi kelurahan dengan jumlah pemilih terbanyak yang menggunakan hak suaranya dibandingkan kelurahan lain. Jumlah populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 3.482 orang dengan perhitungan margin of error sebesar 10% menghasilkan sampel sebanyak 100 responden. Berdasarkantujuannya, perspektif yang digunakan dalam penelitian ini adalah perspektif behavioralisme. Kemudian berdasarkan perspektifnya, maka paradigma yang sesuai dengan dengan penelitian ini adalah paradigma positivisme. Berdasarkan perspektif dan paradigmanya, maka metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam tulisan ini menggunakan teknik simple random sampling. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan korelasi product momen, kemudian uji realibilitas menggunakan Alpha Cronbach, dan teknik analisis data menggunakan analisis korelasi Rank Spearman kemudian dilanjutkan dengan uji regresi ordinal.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai-nilai yang diberikan oleh keluarga seperti afiliasi politik orang tua, keharmonisan individu dengan keluarga, dan nilai-nilai politik lainnya mempengaruhi perilaku mereka untuk terlibat dalam kampanye presiden dan wakil presiden, mencari informasi untuk menentukan siapa yang akan dipilih oleh mereka, dan menetapkan pilihan mereka dalam Pilpres akan terpengaruh. Tingkat pengaruhnya lingkungan keluarga terhadap perilaku pemilih pemula sebesar 24%.
This article aims to explain the influence of the family environment on the voting behavior of novice voters in Johar Baru Subdistrict, Central Jakarta City, where youth in Johar Baru are very synonymous with violence, this can be seen from the many incidents of brawls between youths. With this, young people in Johar Baru tend to become apathetic regarding politics and lose morality and idealism in politics. Johar Baru sub-district is also the sub-district with the highest number of voters who use their voting rights compared to other sub-districts. The total population in this study was 3,482 people with a calculated margin of error of 10% resulting in a sample of 100 respondents. Based on its objectives, the perspective used in this research is the behavioral perspective. Then, based on the perspective, the paradigm that suits this research is the positivism paradigm. Based on the perspective and paradigm, the research method in this study uses quantitative methods. The sampling technique in this paper uses a simple random sampling technique. The validity test in this research used product moment correlation, then the reliability test used Cronbach's Alpha, and the data analysis technique used Spearman Rank correlation analysis, then continued with the ordinal regression test.
The results of this study indicate that the values given by the family such as parents' political affiliation, individual harmony with the family, and other political values influence their behavior in getting involved in the presidential and vice presidential campaigns, seeking information to determine who they will vote for. them, and determining their choice in the presidential election will influence. The level of influence of family environment on novice voter behavior is 24%.
4160243639H1E018041PENENTUAN RUTE PENGIRIMAN PERSEDIAAN DARAH DENGAN ALGORITMA GENETIKA UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS JARAK PENGIRIMAN DI UNIT DONOR DARAH PALANG MERAH INDONESIAPalang Merah Indonesia (PMI) merupakan organisasi yang bergerak di bidang kesehatan, salah satu kegiatan di PMI adalah donor darah yaitu kegiataan pemanfaatan darah manusia sebagai bahan baku untuk tujuan kemanusiaan tanpa ada keuntungan komersial, untuk memastikan tujuan dapat dipenuhi maka diperlukan suatu rantai pasok darah yang berfungsi untuk mengatur alur dari pengumpulan darah hingga pengiriman darah ke bank darah rumah sakit (BDRS). Permasalahan yang dihadapi oleh Unit Donor Darah (UDD) PMI Banyumas adalah permasalahan Vehicle Routing Problem karena adanya keluhan keterlambatan pengiriman di beberapa BDRS yang diakibatkan pemilihan rute pengemudi tidak efektif karena bergantung dengan preferensi pengemudi serta tidak adanya informasi rute pengiriman yang efektif. Maka untuk mengurangi ketergantungan terhadap preferensi pengemudi diperlukan pembuatan rute pengiriman yang lebih efektif menggunakan algoritma genetika untuk membantu pengiriman di UDD PMI. Berdasarkan hasil pembuatan rute terdapat perbedaan jarak dan waktu sebelum dan sesudah mengimpelementasikan solusi, dimana jarak pengiriman memiliki rata – rata selisih 9.85% dari rute awal, dan waktu pengiriman berkurang sebesar 17.4% dari waktu pengiriman awal. Sehingga dengan adanya rute pengiriman baru memberikan gambaran pengiriman di UDD PMI dapat menjadi lebih cepat jika pemilihan rute sudah ditentukan sebelumnya karena dengan pemilihan rute tersebut dapat membantu pemenuhan pengiriman permintaan darah di Banyumas dengan baik.The Indonesian Red Cross (PMI) is an organization that operates in the health sector. One of the activities at PMI is blood donation, namely the activity of using human blood as raw material for humanitarian purposes without any commercial profit. To ensure that the goals can be met, a blood supply chain is needed. functions to regulate the flow from blood collection to blood delivery to the hospital blood bank (BDRS). The problem faced by the PMI Banyumas Blood Donation Unit (UDD) is the Vehicle Routing Problem due to complaints of delivery delays at several BDRs due to ineffective driver route selection because it depends on the driver's preferences and the absence of effective delivery route information. So to reduce dependence on driver preferences, it is necessary to create more effective delivery routes using genetic algorithms to assist deliveries at UDD PMI. Based on the results of route creation, there are differences in distance and time before and after implementing the solution, where the delivery distance has an average difference of 9.85% from the initial route, and delivery time is reduced by 17.4% from the initial delivery time. So with the new delivery route, it gives an idea that delivery at UDD PMI can be faster if the route selection has been determined beforehand because choosing this route can help fulfill blood demand delivery in Banyumas well.
4160343670C1B020049Pengaruh Self Efficacy dan Regulatory Focus Terhadap Motivasi Memimpin (Studi Empiris di Desa Ponggok Klaten)Penelitian ini memiliki tujuan mengkaji pengaruh self efficacy dan regulatory focus terhadap motivasi memimpin di Desa Ponggok. Desa Ponggok merupakan salah satu desa wisata terbaik Kategori Pemberdayaan Masyarakat dari Kementerian Desa. Pendapatan asli Desa Ponggok bahkan pernah mencapai satu miliar pada tahun 2019. Pencapain tersebut tidak tidak terlepas dari keterlibatan pemimpin dari berbagai lembaga dan tentunya peran masyarakat desa. Namun pasca pandemic covid-19, Desa Ponggok mengalami penurunan kondisi. Salah satu faktor penurunan ini adalah kurang efektivitas para pemimpin dalam mengelola instansi, lembaga, atau organisasi di Desa Ponggok.
Kepemimpinan merupakan kemampuan seorang pemimpin untuk memberikan pengaruh kepada para pengikutnya untuk melakukan suatu perubahan dan mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan (Daft, 2011). Penelitian ini mengintegrasikan teori motivasi memimpin Chan & Drasgow (2001) dan teori regulatory focus (Higgins, 1997, 1998). Terdapat tiga jenis motivasi memimpin yaitu afektif, normative, dan nonkalkulatif yang dipengaruhi oleh nilai socio cultural, kepribadian, self efficacy dan pengalaman (Chan & Drasgow, 2001). Penelitian ini dilakukan di Desa Ponggok Klaten dengan menyebarkan kuesioner kepada Pimpinan, Direktur, Kepala, Ketua, Manajer pada instansi, lembaga, organisasi masyarakat, paguyuban dan pengelola wisata swasta. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 40 responden.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa self efficacy memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi memimpin afektif, normative dan nonkalkulatif. Fokus promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi memimpin afektif dan nonkalkulatif tetapi tidak berpengaruh terhadap motivasi memimpin normative. Fokus pencegahan tidak berpengaruh terhadap motivasi memimpin afektif, normative maupun nonkalkulatif.
This research aims to examine the influence of self-efficacy and regulatory focus on motivation to lead in Ponggok Village. Ponggok Village is one of the best tourist villages in the Community Empowerment category according to the Ministry of Village. Ponggok Village's original income even reached one billion in 2019. This achievement is inseparable from the involvement of leaders from various institutions and, of course, the role of the village community. However, after the COVID-19 pandemic, Ponggok Village experienced a decline in conditions. One of the factors contributing to this decline is the reduced effectiveness of leaders in managing institutions, agencies, or organizations in Ponggok Village.
Leadership is defined as a leader's ability to influence followers to make a change and achieve predetermined goals (Daft, 2011). This study integrates Chan & Drasgow's (2001) motivation to lead theory and the regulatory focus theory (Higgins, 1997, 1998). There are three types of motivation to lead: affective, normative, and noncalculative, influenced by socio-cultural values, personality, self efficacy, and experience (Chan & Drasgow, 2001). The research was conducted in Ponggok Village, Klaten, by distributing questionnaires to leaders, directors, heads, chairs, and managers in institutions, community organizations, associations, and private tourism managers. The total number of respondents in this study was 40.
The results of this research prove that self efficacy has a positive and significant influence on motivation to lead affective, normative, and noncalculative. Promotion focus has a positive and significant influence on motivation to lead affective and noncalculative, but does not affect motivation to lead normative. Prevention focus does not motivation to leaf affect affective, normative, or noncalculative.
4160443672C1A020026Pengaruh Penggunaan Dana Desa dan Dana Perimbangan Terhadap Ketimpangan Wilayah 5 Provinsi di Pulau JawaKetimpangan antarwilayah di Indonesia masih merupakan salah satu tantangan penting dalam pembangunan nasional. Saat ini, ketimpangan antar wilayah di Indonesia dipandang relatif masih cukup tinggi, khususnya ketimpangan antar wilayah di Pulau Jawa.
Penelitian ini melihat seberapa pengaruh variabel independen yang terdiri dari dana desa, dana perimbangan dan Human Development Index terhadap ketimpangan wilayah di 5 provinsi di Pulau Jawa. Tujuan penelitian ini selain untuk mengetahui pengaruh keempat variabel independen terhadap ketimpangan antar wilayah juga untuk mengetahui pengaruh signifikan terhadap ketimpangan wilayah di 5 provinsi di Pulau Jawa.
Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif, dengan metode pengumpulan data sekunder menggunakan studi pustaka yang diambil dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Djpk Keuangan). Data yang diambil berupa data tahun 2015-2022 dari 5 provinsi yang ada di Pulau Jawa. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan analisis regresi data panel dengan melakukan uji chow dan uji hausman untuk memilih regresi model terbaik antara Common Effect Model (FEM), Fixed Effect Model (FEM), dan Random Effect Model (REM). Teknik pengolahan data penelitian ini menggunakan data panel dengan bantuan software Eviews 12.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa (1) Dana Desa berpengaruh negatif terhadap ketimpangan wilayah (2) Dana Alokasi Umum berpengaruh positif terhadap ketimpangan wilayah (3) Dana Bagi Hasil berpengaruh positif terhadap ketimpangan wilayah (4) Human Development Index berpengaruh negatif terhadap ketimpangan wilayah.

Kata Kunci: Dana Desa, Dana Alokasi Umum, Dana Bagi Hasil, Human Development Index, Ketimpangan Wilayah.
Inequality between regions in Indonesia is still an important challenge in national development. Currently, inequality between regions in Indonesia is considered to be relatively high, especially inequality between regions on the island of Java.
This research looks at the influence of independent variables consisting of village funds, balancing funds and the Human Development Index on regional inequality in 5 provinces on the island of Java.
The aim of this research is not only to determine the influence of the four independent variables on inequality between regions, but also to determine the significant influence on regional inequality in 5 provinces on the island of Java. The type of research used is quantitative research, with secondary data collection methods using literature studies taken from the Central Statistics Agency (BPS) and the Directorate General of Financial Balance of the Ministry of Finance (Djpk Finance). The data taken is 2015-2022 data from 5 provinces on the island of Java. The research method used is panel data regression analysis by conducting the Chow test and Hausman test to select the best regression model between the Common Effect Model (FEM), Fixed Effect Model (FEM), and Random Effect Model (REM). This research data processing technique uses panel data with the help of Eviews 12 software.
Based on the research results, it is known that (1) Village Funds harm regional inequality (2) General Allocation Funds have a positive effect on regional inequality (3) Profit Sharing Funds have a positive effect on regional inequality (4) Human Development Index harms regional inequality.

Keywords: Village Funds, General Allocation Funds, Profit Sharing Funds, Human Development Index, Regional Inequality
4160545065C1A020030PENGARUH KEMISKINAN, TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DAN KUALITAS SUMBER
DAYA MANUSIA TERHADAP KETIMPANGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN DI PROVINSI
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemiskinan, tingkat
pengangguran terbuka dan kualitas sumber daya manusia terhadap ketimpangan
distribusi pendapatan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini
menggunakan alat analisis regresi data panel dengan data sekunder periode tahun
2012-2023 pada kabupaten/kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan
variabel jumlah penduduk miskin, TPT, RLS dan UHH. Hasil penelitian variabel
kemiskinan, TPT dan sumber daya manusia yang dilihat dari indikator pendidikan
dengan variabel RLS dan indikator kesehatan dengan variabel UHH secara bersama-
sama mempengaruhi ketimpangan distribusi pendapatan. Variabel kemiskinan dan RLS
berpengaruh positif signifikan terhadap ketimpangan distribusi pendapatan sedangkan
variabel TPT dan UHH tidak berpengaruh terhadap ketimpangan distribusi pendapatan.
Implikasi penelitian ini perlunya usaha dari pemerintah untuk fokus dalam mengatasi
kemiskinan di Provinsi DIY melalui pemberdayaan UMKM, perluasan lapangan kerja,
pemberian bantuan secara merata, terpantau dan tepat sasaran. Selanjutnya
memberikan peningkatan fasilitas pendidikan secara merata dan peningkatan RLS di
kabupaten yang memiliki nilai RLS rendah.
Kata Kunci : Indeks gini, kemiskinan, TPT, pendidikan, kesehatan.
This research aims to analyze the influence of poverty, the level of open
unemployment and the quality of human resources on the inequality of income distribution
in the Special Region of Yogyakarta Province. This research uses a panel data regression
analysis tool with secondary data for the 2012-2023 period in districts/cities in the
Yogyakarta Special Region Province with variables for the number of poor people, TPT,
RLS and UHH. The research results of the poverty, TPT and human resources variables seen
from education indicators with the RLS variable and health indicators with the UHH
variable together influence inequality in income distribution. The poverty and RLS
variables have a significant positive effect on income distribution inequality, while the TPT
and UHH variables have no effect on income distribution inequality. The implication of this
research is the need for government efforts to focus on overcoming poverty in DIY Province
through empowering MSMEs, expanding employment opportunities, providing aid evenly,
monitored and on target. Furthermore, it provides an even increase in educational
facilities and an increase in RLS in districts that have low RLS values.
Keywords: Gini index, poverty, TPT, education, health.
4160643673F1D020032Tagar #MosiTidakPercaya dan #MahkamahKeluarga: Peran Media Sosial Instagram sebagai Wacana Protes Dinasti Politik Presiden JokowiArtikel ini membahas aktivisme digital peran tagar #MosiTidakPercaya dan #MahkamahKeluarga sebagai wacana protes publik terhadap praktik dinasti politik Presiden Jokowi. Metode penelitian menggunakan pendekatan analisis wacana kritis Norman Fairclough. Teknik pengumpulan data studi kepustakaan. Sumber data, yakni data primer berasal dari tagar di postingan media sosial Instagram @fraksirakyat_id. Kemudian, data sekunder diperoleh dari buku serta berbagai jurnal yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian kedua tagar terbentuk karena protes dinasti politik tindakan nepotisme. Kekecewaan publik memunculkan #MosiTidakPercaya pada pemerintahan. Konflik kepentingan antara Anwar Usman Ketua MK sekaligus Paman dari Gibran, mengakibatkan tanggapan buruk dari publik mengubah singkatan MK menjadi “Mahkamah Keluarga”.This article discusses digital activism, the role of #MosiTidakPercaya hashtags and #MahkamahKeluarga as a discourse of public protest against the practices of President Jokowi's political dynasty. The research method uses Norman Fairclough's critical discourse analysis approach. Literature study data collection techniques. The source of the data, namely primary data comes from hashtags in @fraksirakyat_id Instagram social media posts. Then, secondary data were obtained from books as well as various journals related to research. The results of the study of both hashtags were formed due to dynastic protests, politics, acts of nepotism. Public disillusionment put #MosiTidakPercaya on the government. The conflict of interest between Anwar Usman, Chairman of the Constitutional Court and Gibran's uncle, resulted in a bad response from the public changing the abbreviation MK to "Family Court" or “Mahkamah Keluarga”.
4160745066F1C018050Proses Komunikasi Pendamping Kewirausahaan Pada Jakpreneur Dalam Upaya Pemasaran Produk UMKMJakpreneur merupakan sebuah wadah untuk pengembangan UMKM yang telah terfasilitasi dan dikreasi. Fokus utama Jakpreneur sendiri memajukan kesejahteraan UKM di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini memiliki fokus tujuan untuk mengetahui bagaimana proses komunikasi interpersonal antara pendamping kewirausahaan dengan pelaku UMKM. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi dibutuhkan dalam proses pendampingan kewirausahaan antara pendamping dengan pelaku UMKM. Terdapat faktor pendukung dan penghambat dalam pemasaran produk UMKM yaitu faktor pendukung: 1) pemerintah sangat membantu para pelaku UMKM yang mau memulai bisnis dari awal, akan dibantu segala persyaratannya oleh pendamping. 2) adanya dukungan dalam bentuk pelatihan, perizinan, permodalan dari Jakpreneur untuk pelaku usaha. Sedangkan faktor penghambat: 1) kurangnya platform online yang bersedia untuk bekerjasama secara berkelanjutan dengan Jakpreneur 2) kurangnya peralatan untuk pembuatan produk yang menjadi hambatan bagi beberapa pelaku usaha. Rekomendasi pada penelitian ini adalah pendamping kewirausahaan harus lebih memiliki motivasi agar dapat mengedukasi para pelaku usaha untuk lebih memiliki jiwa kewirausahaan, dan juga fokus dalam membangun brand Jakpreneur.Jakpreneur is a forum for the development of MSMEs that has been facilitated and created. Jakpreneur's main focus is advancing the welfare of SMEs in DKI Jakarta Province. This research focuses on finding out the interpersonal communication process between entrepreneurial assistants and MSME actors. The research method used is qualitative with data collection using observation, interviews and documentation using purposive sampling techniques. The results of this research show that communication is needed in the entrepreneurial mentoring process between mentors and MSME actors. There are supporting and inhibiting factors in marketing MSME products, namely supporting factors: 1) the government really helps MSME players who want to start a business from scratch, they will be assisted with all the requirements by a companion. 2) there is support in the form of training, licensing, capital from Jakpreneur for business actors. Meanwhile, inhibiting factors: 1) lack of online platforms that are willing to collaborate on an ongoing basis with Jakpreneur 2) lack of equipment for making products which is an obstacle for several business actors. The recommendation in this research is that entrepreneurial assistants must be more motivated so they can educate business actors to have a more entrepreneurial spirit, and also focus on building the Jakpreneur brand.
4160843674I1J020007The Correlation between Acculturative Stress and Adaptation Ability among International Students at UNSOEDPendahuluan: Stres akulturasi dapat diartikan sebagai stres yang dialami oleh individu yang mengalami akulturasi budaya yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan mental, fisik, atau psikologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara stres akulturatif dan kemampuan adaptasi pada mahasiswa internasional.
Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampelnya adalah total sampling dengan jumlah 33 mahasiswa asing program sarjana, magister dan Darmasiswa di UNSOED sesuai dengan kriteria inklusi.
Hasil: Mayoritas responden mengalami stres akulturatif tinggi yaitu sebanyak 18 responden (54,5%). Namun tingkat kemampuan adaptasi mahasiswa internasional berada pada kategori adaptasi sedang sebanyak 14 responden (42,4%). Hasil Korelasi Rank Spearman antara stres akulturasi dengan kemampuan adaptasi menunjukkan nilai p̑ sebesar 0,236 dan r sebesar -0.212.
Kesimpulan: Sebagian besar mahasiswa internasional mengalami stres akulturatif tinggi dengan kemampuan adaptasi sedang. Oleh karena itu, terdapat hubungan negatif tapi tidak signifikan antara stres akulturasi dengan kemampuan adaptasi pada mahasiswa internasional di UNSOED.
Introduction: Acculturative stress can be defined as the stress experienced by individual who experience acculturation that can result in mental, physical or psychological health problem. The aims of this study is to identify the correlation between acculturative stress and adaptation ability among international students.
Methods: The research method used in this research is descriptive quantitative with cross-sectional approach. The sampling technique is total sampling with 33 international students from bachelor, master and Darmasiswa program at UNSOED according to the inclusion criteria
Results: The majority of the respondents experience high acculturative stress with 18 respondents (54.5%). However the level of adaptation ability of international students is in the category of moderately adapted with 14 respondents (42.4%). The results of Spearman’s Rank Correlation between acculturative stress and adaptation ability shows a p̑ value of 0.236 and an r value of -0.212.
Conclusion: Most of the international students experience high acculturative stress with moderate adaptation ability. Therefore, there is a negative but not significant correlation between acculturative stress and adaptation ability among international students in UNSOED

4160943675I1A020095FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN TUBERKULOSIS PADA PEKERJA KONSTRUKSI DI DESA KEBUMEN KECAMATAN BATURADENLatar Belakang: Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Faktor-faktor yang dapat berpengaruh terhadap perilaku pencegahan tuberkulosis meliputi usia, tingkat pendidikan, masa kerja, pengetahuan, sikap, dan dukungan rekan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku pencegahan tuberkulosis pada pekerja konstruksi di Desa Kebumen Kecamatan Baturaden.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 pekerja. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, analisis bivariat dengan uji Chi Square dan uji Korelasi Spearman, serta analisis multivariat dengan uji Regresi Logistik Ganda.

Hasil: Variabel yang berpengaruh adalah pengetahuan (0,004) dan sikap (0,007). Variabel yang tidak berpengaruh adalah usia (0,817), tingkat pendidikan (0,682), masa kerja (1,000), dan dukungan rekan kerja (0,734).

Simpulan: Variabel yang berpengaruh adalah pengetahuan dan sikap. Variabel pengetahuan memiliki pengaruh paling besar dengan perilaku pencegahan tuberkulosis. Pekerja konstruksi disarankan untuk meningkatkan pengetahuan dan mempertahankan sikap positif dengan lebih mempelajari dan peduli tentang tuberkulosis lewat penyuluhan maupun media.
Background: Tuberculosis (TB) is a contagious infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. Factors that can influence tuberculosis prevention behavior, among others, are age, education level, length of service, knowledge, attitudes, and support from co-workers. The aim of this research is to determine the factors that influence tuberculosis prevention behavior among construction workers in Kebumen Village, Baturaden District.

Method: This research will be conducted quantitatively using analytical observational research methods and a cross-sectional approach. Samples are selected by using total sampling technique with a total sample of 60 workers. The data is analyzed using univariate analysis, bivariate analysis with Chi Square Test and Spearman Correlation Test, as well as multivariate analysis with Multiple Logistic Regression Test.

Result: The influencing variables are knowledge (0.004) and attitude (0.007). Variables that have no influence are age (0.817), education level (0.682), length of service (1.000), and co-worker support (0.734).

Conclusion: The influencing variables are knowledge and attitude. Variable knowledge has the greatest influence on tuberculosis prevention behavior. Construction workers are advised to raise their knowledge and maintain a positive attitude by learning and care more about tuberculosis and how to prevent it through education and the media.
4161043676I1J020001DESCRIPTION OF QUALITY OF LIFE IN THE ELDERLY WHO JOIN FARMER COMMUNITY IN KUTAYASA VILLAGELatar Belakang: Kualitas hidup lansia mengacu pada keseluruhan kesejahteraan dan kepuasan yang dialami individu lanjut usia dalam berbagai aspek kehidupannya. Kualitas hidup seorang lanjut usia dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, beberapa diantaranya adalah dukungan keluarga, dukungan teman sebaya, lingkungan tempat tinggal, kesehatan fisik, dan kesehatan psikologis. Komponen keterlibatan adalah interaksi sosial, dukungan sejawat dan kesejahteraan yang terdapat pada kelompok masyarakat seperti komunitas petani. Diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas hidup lansia yang tergabung dalam komunitas petani di Desa Kutayasa.

Metodologi Penelitian: Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif untuk mengetahui gambaran kualitas hidup lansia. Sampel terdiri dari 75 orang lansia yang tergabung dalam komunitas petani di Desa Kutayasa. Kualitas hidup pada lansia diukur dengan menggunakan World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF).

Hasil: Hasil penelitian kualitas hidup lansia yang mengikuti komunitas petani di Kutayasa 72% responden mempunyai kualitas hidup baik.

Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian gambaran kualitas hidup lansia yang mengikuti komunitas petani di Desa Kutayasa tahun 2023, dapat disimpulkan bahwa sekitar mayoritas responden yang mengikuti kelompok tani di Desa Kutayasa memiliki kualitas hidup yang baik.
Background: The quality of life of the elderly refers to the overall well-being and satisfaction experienced by older individuals in various aspects of their lives. The quality of life of an elderly can be influenced by various factors, some of which were found are family support, peer support, living environment, physical health, psychological health. The component of involvement is social interaction, peer support and welfare that can be found in community groups such as farmer community. Research is needed with aims to describe the quality of life of the elderly who participate in the farmer community in Kutayasa Village.

Methodology: This research design was descriptive research with a quantitative approach to know the description of the quality of life of the elderly. The sample consisted of 75 elderly who join farmer community in Kutaya Village. Quality of life in the elderly measured by using the World Health Organization Quality of Life-BREF(WHOQOL-BREF).

Results: Result of research for quality of life of the elderly who participated in the farmer community in Kutayasa 72% of respondents have a good quality of life.

Conclusion: Based on the results of research on the description of the quality of life of the elderly who participated in the farmer community in Kutayasa Village in 2023, it can be concluded that around majority of respondents who participated in the farmer group in Kutayasa Village have a good quality of life.
4161143677J1D020054Citra Tokoh Utama Perempuan dalam Novel Oh, My Baby Blue Karya Achi TMPinastika Junia Pinandita. 2024. ”Citra Tokoh Utama Perempuan dalam Novel Oh, My Baby Blue Karya Achi TM”. Skripsi. Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji citra tokoh utama perempuan dalam novel Oh, My Baby Blue karya Achi TM dengan menggunakan pendekatan kritik sastra feminis. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pertanyaan mengenai citra tokoh utama perempuan yang hidup dalam kehidupan modern. Citra perempuan yang dikaji dalam penelitian ini meliputi citra fisik, citra psikis, dan citra sosial dengan menggunakan teori yang dikemukakan oleh Satoto (1994).
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis isi. Data dikumpulkan melalui teknik baca catat dari novel tersebut, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan teori Miles dan Huberman. Hasil analisis akan diperkuat dengan triangulasi teori, menggunakan teori citra perempuan yang dikemukakan oleh Sofia dan Sugihastuti (2003).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 123 data yang terdiri atas 21 data citra fisik perempuan, 66 data citra psikis perempuan, dan 36 data citra sosial perempuan dalam novel Oh, My Baby Blue karya Achi TM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggambaran tokoh Kayla sebagai tokoh utama perempuan dalam novel Oh, My Baby Blue mencakup berbagai aspek seperti usia, jenis kelamin, kondisi fisik, ciri-ciri wajah, keadaan mental, temperamen, dan latar belakang sosialnya. Citra fisik Kayla menggambarkan variasi usia dan ciri-ciri wajahnya, sementara sisi psikisnya menyoroti moralitas, kemampuan membedakan baik dan buruk, serta temperamen yang kompleks. Secara sosial, perannya dalam masyarakat berubah dari motivator remaja dan guru menjadi ibu rumah tangga, dengan latar belakang pendidikan, agama, dan keturunan yang mencakup gelar sarjana psikologi, keyakinan Islam, dan keturunan etnis Padang-Aceh-Jawa.
Kata Kunci: Citra Perempuan, Novel Oh, My Baby Blue Karya Achi TM, Kajian Kritik Sastra Feminisme.
Pinastika Junia Pinandita. 2024. "The Image of the Female Main Character in the Novel Oh, My Baby Blue by Achi TM". Thesis. Faculty of Humanities, Universitas Jenderal Soedirman.
This study aims to examine the image of the main female character in the novel Oh, My Baby Blue by Achi TM using a feminist literary criticism approach. This research is motivated by the question of the image of the main female character who lives in modern life. The image of women studied in this research includes physical image, psychological image, and social image using the theory proposed by Satoto (1994).
This research is a qualitative research with content analysis method. The data is collected through the reading and writing technique from the novel, then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques based on Miles and Huberman's theory. The results of the analysis will be strengthened by theoretical triangulation, using the theory of women's image proposed by Sofia and Sugihastuti (2003).
The results show that there are 123 data consisting of 21 data of women's physical image, 66 data of women's psychological image, and 36 data of women's social image in the novel Oh, My Baby Blue by Achi TM. The results show that the portrayal of Kayla as the main female character in Oh, My Baby Blue covers various aspects such as age, gender, physical condition, facial features, mental state, temperament, and social background. Kayla's physical image depicts variations in her age and facial features, while her psychic side highlights her morality, ability to distinguish between good and bad, and complex temperament. Socially, her role in society changes from youth motivator and teacher to housewife, with educational, religious, and hereditary backgrounds that include a bachelor's degree in psychology, Islamic faith, and Padang-Aceh-Jawa ethnic descent.
Keywords: Women's Image, Novel Oh, My Baby Blue by Achi TM, Feminism Literary Criticism Study.
4161243678F1D019070STRATEGI ORGANISASI KESATUAN AKSI MAHASISWA MUSLIM INDONESIA (KAMMI) DALAM MEMPERTAHANKAN DOMINASINYA DI ORGANISASI INTERNAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANPenelitian ini bertujuan untuk membedah strategi yang digunakan oleh KAMMI dalam mempertahankan dominasinya di Universitas Jenderal Soedirman. Secara khusus penelitian ini membahas kenapa KAMMI dalam lima tahun belakang ini selalu memenangkan pemilihan presiden BEM Unsoed dan sekaligus juga mempertahankan dominasi kekuasaannya di Unsoed. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa strategi yang dilakukan oleh KAMMI dalam mempertahankan dominasinya di lingkup organisasi internal Unsoed dilakukan dengan dua cara. Strategi pertamanya adalah dengan membangun citra organisasi untuk membentuk presepsi mahasiswa Unsoed mengenai perilaku organisasi KAMMI atau para kadernya yang mengandung nilai-nilai religiusitas keislaman. Citra yang dibangun tersebut secara langsung merupakan segmentasi basis massa pendukung dan kader di lingkungan mahsiswa Unsoed. Kader dan pendukung yang tersegmentasi membuat KAMMI fokus untuk mencari modal politiknya di Unsoed. Modal utama yang KAMMI manfaatkan sebagai kekuatan utama mempertahankan dominasinya adalah modal jaringan sosial. Jaringan sosial tersebut dibentuk dengan memanfaatkan program- program yang telah di rumusan dan dijalankan oleh BEM Unsoed ataupun hadir di kegiatan-kegiatan mahasiswa lainnya. Kemudian jaringan sosial yang dimanfaatkan oleh KAMMI Unsoed juga berasal dari jaringan sosial dengan KAMMI daerah Purwokerto.This research aims to dissect the strategies used by KAMMI to maintain its dominance at Jenderal Soedirman University. Specifically, the study delves into why KAMMI has consistently won the elections for the BEM (Student Executive Board) presidency at Unsoed for the past five years and simultaneously retained its power dominance at the university. This research utilizes a qualitative method with a case study approach and employs data collection techniques such as interviews and observations. The findings of this research reveal that KAMMI's strategies in maintaining its dominance within the internal organization of Unsoed are carried out in two ways.

The first strategy involves building the organization's image to shape students' perceptions of KAMMI or its members, imbued with Islamic religious values. This image-building directly targets the segmented mass supporter base and cadres within the Unsoed student community. These segmented cadres and supporters enable KAMMI to focus on garnering its political capital at Unsoed. The primary capital leveraged by KAMMI to maintain its dominance is its social network capital. This social network is formed by utilizing programs formulated and implemented by the BEM Unsoed or participating in other student activities. Additionally, KAMMI Unsoed also utilizes social networks with KAMMI in the Purwokerto region.
4161343679J1D020040Metafora dalam Lirik Lagu pada Album Manusia Karya TulusPenelitian “Metafora dalam Lirik Lagu pada Album Manusia Karya Tulus” dilatarbelakangi oleh permasalahan dalam menafsirkan makna tersirat yang terkandung dalam karya sastra khususnya lirik lagu. Metafora dalam karya sastra tidak dapat dimaknai secara harfiah. Namun, dalam memaknai metafora dalam sebuah karya sastra tergantung penikmatnya dalam menerima informasi dan pesan yang dimaksud. Terdapat banyak lirik lagu yang mengandung metafora di dalamnya, salah satunya pada album Manusia karya Tulus. Penelitian ini membahas tentang jenis dan fungsi metafora dalam lirik lagu pada album Manusia karya Tulus. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi. Penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap serta teknik catat. Dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan metode padan dengan teknik pilah unsur penentu (PUP). Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, ditemukan 27 data yang masing-masing mengandung jenis dan fungsi metafora. Ditemukan satu data jenis metafora sinestetik, empat data jenis metafora antropomorfis, satu data jenis metafora binatang, dan 21 data jenis metafora konkret ke abstrak. Dalam penggunaan fungsi metafora, telah ditemukan 17 data fungsi informasi, lima data fungsi ekspresif, satu data fungsi direktif, dan empat data fungsi fatik. Kesimpulannya, penelitian ini telah mendeskripsikan jenis dan fungsi metafora dalam lirik lagu pada album Manusia karya Tulus. Dalam menulis lirik lagu, Tulus banyak menggunakan kata konkret yang dijabarkan ke dalam makna abstrak, sehingga metafora konkret ke abstrak paling banyak ditemukan. Selain itu, Tulus lebih banyak menggunakan bentuk metafora yang menyampaikan informasi atau pesan kepada pendengarnya dibanding kalimat yang mengandung makna harapan atau intruksi, sehingga lirik lagu pada album Manusia banyak mengandung fungsi informasi.The study on “Metaphors in Song Lyrics on Tulus’ Album Manusia” was prompted by challenges in interpreting the implied meanings within literary works, especially in song lyrics. Metaphors in literary works cannot be taken literally. However, the use of metaphors in a literary work also depends on the viewer in interpreting and receiving the information in question. There are many song lyrics that contain metaphors in them, one of which is on the album Manusia by Tulus. This reaserch aims to explore the types and functions of metaphors in song lyrics of Tulus album Manusia. It is a qualitative descriptive research with content analysis method. This research employs the listening method with free listening techniques, proficient involvement, and recording techniques. In analyzing the data, this study used the comparative method with the determining element sorting techniques (DES). Based on the results of the analysis conducted, 27 data were found, each of which contained metaphorical types and functions. One data type of synesthetic metaphor, four data type of anthropomorphic metaphor, one data type of animal metaphor, and 21 data type of concrete to abstract metaphor type. In the use of metaphor functions, 17 information function data, five expressive function data, one directive function data, and four phatic function data have been found. In conclusion, in writing song lyrics, Tulus uses a lot of concrete words that are translated into abstract meanings, so that concrete to abstract metaphors are most commonly found. In conclusion, this study has described the type and function of metaphors in song lyrics on the album Manusia by Tulus. In writing song lyrics, Tulus uses a lot of concrete words that are translated into abstract meanings, so that concrete to abstract metaphors are most commonly found. In addition, Tulus uses more forms of metaphors that convey information or messages to the listener than sentences that contain the meaning of hope or instruction, so that the song lyrics on the Manusia album contain a lot of information functions.
4161443681I1A020012Faktor yang Berpengaruh Terhadap Perilaku Pencegahan Penularan Tuberkulosis pada Pedagang di Kelurahan Sumampir Purwokerto UtaraLatar Belakang: Pedagang memiliki peran penting dalam penularan tuberkulosis karena kondisi kerja yang seringkali tidak teratur dan lingkungan kerja yang padat. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap perilaku pencegahan penularan tuberkulosis pada pedagang di Kelurahan Sumampir Purwokerto Utara.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang bekerja sebagai pedagang di Kelurahan Sumampir Purwokerto Utara sebanyak 202 orang. Didapatkan sampel sebanyak 135 sampel. Sampel penelitian ini dipilih dengan teknik purposive sampling mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik berganda.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh dan paling berpengaruh pada variabel dukungan tenaga kesehatan (p-value = 0,007) (OR = 3,525), sedangkan variabel usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pendapatan, pengetahuan, sikap, ketersediaan informasi tidak ada pengaruh terhadap perilaku pencegahan penularan tuberkulosis pada pedagang (p>0,05).
Kesimpulan: Terdapat pengaruh antara dukungan petugas kesehatan terhadap perilaku pencegahan penularan tuberkulosis. Diharapkan petugas kesehatan dapat lebih mendukung dalam hal memberikan edukasi, membuka layanan konsultasi, menyediakan sumber informasi lain (leaflet/poster) serta mengingatkan masyaratakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan tuberkulosis.
Background: Merchants have a high priority for preventing the occurrence of tuberculosis due to their often irregular working conditions and crowded work environments. This makes them more likely to transmit tuberculosis. This study aims to determine the factors that influence the behavior of preventing the transmission of tuberculosis among traders in District Sumampir, North Purwokerto.

Methods: This study used a quantitative descriptive method with a cross-sectional approach. The population of this study was all people working as merchants in Sumampir Village, North Purwokerto, totaling 202 people. The research sample was 135 merchants. The research sample was taken using a purposive sampling technique considering the inclusion and exclusion criteria. Data analysis was performed using the chi-square test and multiple logistic regression.

Results: The results of the logistic regression test showed that the factor that affected the behavior of preventing tuberculosis was the support of health workers (p=0.007), while the variables of age, gender, education level, income, knowledge, attitude, and availability of information had no effect on the behavior of preventing the transmission of tuberculosis (p>0.05).

Conclusion: There is an influence between health worker support and preventive behavior against tuberculosis transmission. It is expected that health workers can be more supportive in providing education, opening consultation services, providing other information sources (leaflets/posters), and reminding the community to practice a clean and healthy lifestyle as an effort to prevent tuberculosis
4161543682F1C020056Komunikasi Partisipatif antar Stakeholder pada Program Jo Kawin Bocah dalam Rangka Pencegahan Perkawinan Anak di Kabupaten BanyumasProgram Jo Kawin Bocah merupakan salah satu program pencegahan perkawinan anak yang diterapkan di Kabupaten Banyumas. Prinsip yang perlu diterapkan dalam program ini adalah partisipatif, mengingat perkawinan anak merupakan fenomena yang kompleks dan saling mempengaruhi. Partisipasi dari stakeholder terkait sangat dibutuhkan dalam program ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran stakeholder serta mendeskripsikan dan menganlisis proses komunikasi partisipatif antarstakeholder yang terjadi dalam program Jo Kawin Bocah dengan dianalisis menggunakan empat indikator komunikasi partisipatif dari Jan Servaes (2005) yaitu heteroglasia, dialog, poliponi, dan karnaval. Selain itu, digunakan pula dua teori untuk melakukan analisis stakeholder. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yang pertama menunjukkan bahwa terdapat 14 stakeholder yang terkait dengan Jo Kawin Bocah di Kabupaten Banyumas dengan peran yang berbeda, yaitu: (1) policy creator; (2) koordinator; (3) fasilitator; (4) implementer; (5) akselerator. Hasil kedua menunjukkan bahwa proses komunikasi partisipatif dalam program Jo Kawin Bocah sudah terjadi, diukur dengan indikator heteroglasia, dialog, poliponi, dan karnaval. The Jo Kawin Bocah program is one of the child marriage prevention programs implemented in Banyumas Regency. The principle that needs to be applied in this program is participatory, considering that child marriage is a complex phenomenon and affects each other. Participation from relevant stakeholders is needed in this program. This study aims to identify the role of stakeholders and describe and analyze the participatory communication process between stakeholders that occurs in the Jo Kawin Bocah program by analyzing using four participatory communication indicators from Jan Servaes (2005), namely heteroglacia, dialogue, polypony, and carnival. In addition, two theories are also used to conduct stakeholder analysis. This research uses qualitative methods with a case study model. Data collection was conducted using observation, interviews, and documentation. The results of the first study showed that there were 14 stakeholders who are related to Jo Kawin Bocah in Banyumas Regency with different roles, namely: (1) policy creator; (2) coordinator; (3) facilitators; (4) implementers; (5) accelerators. The second result showed that the participatory communication process in the Jo Kawin Bocah program had already occurred, measured by indicators of heteroglacia, dialogue, polypony, and carnival.
4161643683F1C018078Komunikasi Terapeutik Perawat kepada Pasien Gangguan Jiwa di Yayasan An-Nur Haji Supono Desa Bungkanel Kecamatan Karanganyar Kabupaten PurbalinggaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan komunikasi terapeutik perawat kepada pasien gangguan jiwa di Yayasan An-Nur Haji Supono. Yayasan ini menggunakan 3 metode pengobatan untuk membantu memulihkan kondisi kejiwaan pasien meliputi metode medis, non-medis, dan pekerjaan sosial. Fokus penelitian ada pada komunikasi terapeutik yang digunakan dalam konseling individu untuk membantu mengatasi masalah yang dialami oleh pasien. Pentingnya membangun Bina Hubungan Saling Percaya (BHSP) antara perawat dan pasien juga menjadi perhatian utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua pasien yang menjadi subjek penelitian, yaitu Pasien RB dan Pasien T mengalami progres yang positif melalui konseling individu dan program rehabilitasi lainnya. Ada 3 faktor pendukung yang membantu proses komunikasi terapeutik berjalan lebih efektif yaitu terapi mandi malam, PAGE (Personal Analysis Group Education), dan dukungan keluarga.The purpose of this study is to investigate the implementation of therapeutic communication by nurses to patients with mental disorders at the An-Nur Haji Supono Foundation. This foundation employs three treatment methods to aid in the recovery of patients' mental conditions, including medical, non-medical, and social work methods. The research focuses on therapeutic communication used in individual counseling to address patients' issues. The importance of building Trustful Relationship Development (TRD) between nurses and patients is also a primary concern. The research Jindings indicate that two patients who were the subjects of the study, namely Patient RB and Patient T, experienced positive progress through individual counseling and other rehabilitation programs. Three supportive factors help facilitate more effective therapeutic communication: nighttime bathing therapy, PAGE (Personal Analysis Group Education), and family support.
4161743689I1B020058The Relationship between Passive-aggressive Behavior with Stress Levels in Adolescents at SMPN 2 RancahLatar Belakang: Remaja dengan perilaku pasif-agresif tidak mampu menghadapi konfrontasi dan mengekspresikan diri, sehingga secara implisit menunjukkan emosi negatif. Ketidakmampuan mengekspresikan diri dapat disebabkan oleh usia, pola asuh, dan keadaan situasional. Ketiga faktor tersebut merupakan faktor predisposisi yang mempengaruhi stres. Penelitian ini menganalisis hubungan perilaku pasif-agresif dengan tingkat stres pada remaja di SMPN 2 Rancah.
Metodologi: Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 sampai dengan Januari 2024 dan menggunakan desain cross-sectional dengan analisis korelasi. Pengambilan sampel menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling yang berjumlah 161 siswa SMPN 2 Rancah. Instrumen yang digunakan adalah TPA (Test of Passive Aggression) dan PSS-10 (Perceived Stress Scale). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank.
Hasil Penelitian: Mayoritas responden memiliki perilaku pasif agresif dengan kategori sedang sebanyak 85 responden (52.8%), dan tingkat stres responden sebagian besar berada pada kategori sedang sebanyak 106 responden (65.8%). Analisis bivariat menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (<0,05), dan nilai r sebesar 0,333.
Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang cukup kuat antara perilaku pasif-agresif dengan tingkat stres pada remaja di SMPN 2 Rancah. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan landasan bagi upaya lebih lanjut dalam membimbing perilaku remaja dan mengajarkan mekanisme koping yang efektif.
Background: Adolescents with passive-aggressive behavior are unable to face confrontation and express themselves, so they show negative emotions implicitly. The inability to express oneself can be caused by age, parenting, and situational circumstances. These three factors are predisposing factors that influence stress. This research analyzes the relationship between passive-aggressive behavior with stress levels in adolescents at SMPN 2 Rancah.
Methodology: This research was carried out from August 2023 to January 2024 and used a cross-sectional design with correlation analysis. Sampling used a proportionate stratified random sampling, totaling 161 students at SMPN 2 Rancah. The instruments used are the TPA (Test of Passive Aggression) and the PSS-10 (Perceived Stress Scale). Data analysis used the Spearman Rank test.
Research Results: The majority of respondents had passive-aggressive behavior in the moderate category, with a total of 85 respondents (52.8%), and the majority of respondents’ stress levels were in the moderate category with 106 respondents (65.8%). The bivariate analysis shows a p-value of 0.000 (<0.05), and r value of 0.333.
Conclusion: The result shows that there is quite a strong positive relationship between passive-aggressive behavior with stress levels in adolescents at SMPN 2 Rancah. Therefore, this research provides a basis for further efforts in guiding adolescent behavior and teaching effective coping mechanisms.
4161845164B1A017099Aspergillus sp. 2-COATED MAGNETITE UNTUK MENDEKOLORISASI ZAT WARNA PADA LIMBAH BATIK DENGAN WAKTU INKUBASI YANG BERBEDAIndustri batik merupakan salah satu subsektor industri tekstil yang diketahui berkontribusi besar untuk perekonomian nasional. Namun, masih banyak industri batik di Indonesia yang belum memiliki instalasi pengolahan air limbah. Akibatnya, air limbah langsung dibuang ke perairan, sehingga dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan. Zat warna sintetis, yang terkandung tinggi dalam limbah cair batik, dapat terurai dengan sinar UV, namun membutuhkan waktu yang sangat lama. Hal tersebut dapat ditangani melalui upaya mikoremediasi dengan Aspergillus sp. 2- coated magnetite. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Aspergillus sp. 2-coated magnetite dalam mendekolorisasi zat warna pada limbah batik dan mengetahui pengaruh waktu inkubasi terhadap persentase dekolorisasi.
Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dimana ada 5 kelompok perlakuan. Kelompok tersebut yaitu A0 (tanpa waktu inkubasi), A1 (inkubasi 12 jam), A2 (inkubasi 24 jam), A3 (inkubasi 36 jam), dan A4 (inkubasi 48 jam). Parameter utama yang diamati yaitu persentase dekolorisasi. Data yang didapat dianalisis menggunakan analisis variansi (ANOVA) dengan tingkat kesalahan 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase dekolorisasi berkisar antara 26,917-50,49%. Persentase dekolorisasi tertinggi dicapai pada perlakuan waktu inkubasi 12 jam (50,49%), namun hasil uji ANOVA menunjukkan tidak adanya pengaruh nyata antarperlakuan.
The batik industry is a sub-sector of the textile industry, which has made a great contribution to the national economy. However, there are still many of those that do not have wastewater treatment plant. Thus, they discharged the wastewater directly into waters, which can have negative impacts on the environment and health of nearby residents. Synthetic dyes, which have a high content in batik wastewater, can be degraded by UV light, but it takes a long time. This can be overcome through mycoremediation with Aspergillus sp. 2- coated magnetite. This research aims to determine the potency of Aspergillus sp. 2-coated magnetite for decolorizing batik effluent and to determine the effect of incubation time on the decolorization percentage.
The research was conducted using experimental methods with a Completely Randomized Design (CRD), with 5 treatment groups. Those groups are A0 (with no incubation), A1 (12 hours incubation), A2 (24 hours incubation), A3 (36 hours incubation), and A4 (48 hours incubation). The main parameters measured is the decolorization percentage. The data then analyzed by analysis of variance (ANOVA) with a 5% error rate.
The results showed that the decolorization percentage by Aspergillus sp. 2-coated magnetite ranged from 26,917-50,49%. The highest decolorization percentage was achieved at the 12 hour incubation time treatment (50,49%), but the ANOVA showed that there was no real influence between each treatment on the decolorization percentage.
4161943684I1A020057Analisis Faktor Risiko yang Berpengaruh terhadap Upaya Penanggulangan Tuberkulosis pada Tenaga Kerja Puskesmas KedungbantengLatar Belakang: Upaya penanggulangan tuberkulosis di Indonesia perlu diselenggarakan khususnya di puskesmas yang menjadi sumber penularan tuberkulosis bagi tenaga kerja di dalamnya. Faktor risiko yang memengaruhi upaya penanggulangan TB paru adalah pengetahuan, sikap, tindakan, kepemimpinan, dan fasilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap upaya penanggulangan TB Paru pada tenaga kerja di Puskesmas Kedungbanteng.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel berjumlah 61 tenaga kerja dengan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, wawancara, dokumentasi, dan lembar observasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat, analisis bivariat dengan uji chi-square, dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda.
Hasil Penelitian: Variabel yang berpengaruh adalah kepemimpinan. Variabel yang tidak berpengaruh adalah pengetahuan, sikap, tindakan, dan fasilitas.
Simpulan: Variabel yang paling berpengaruh adalah kepemimpinan (OR=12,082). Tenaga kerja dengan kepemimpinan yang rendah memiliki risiko 12,082 lebih besar untuk tidak melaksanakan upaya penanggulangan tuberkulosis di tempat kerja. Kepala puskesmas perlu menyusun dan melaksanakan kebijakan upaya penanggulangan tuberkulosis bagi tenaga kerja di puskesmas.
Background: Tuberculosis control efforts in Indonesia need to be organized, especially in community health centers, which are a source of tuberculosis transmission for workforce. Risk factors that influence pulmonary TB control efforts are knowledge, attitudes, actions, leadership, and facilities. This study aims to determine the factors that influence efforts to control pulmonary TB in the workforce at Kedungbanteng Health Center.
Methods: This research used a cross sectional design. The sample is 61 workers with purposive sampling technique. The research instruments are questionnaires, interviews, documentation, and observation sheets. The data analysis used was univariate analysis, bivariate analysis with chi-square test, and multivariate analysis with multiple logistic regression test.
Research Results: The influential variable is leadership. Variables that do not influence are knowledge attitudes, actions, and facilities.
Conclusion: The most influential variable is leadership (OR=12,082). Workers with low leadership had a 12,082 greater risk of not implementing tuberculosis prevention efforts in the workplace. The head of health center needs to develop and implement a policy on tuberculosis prevention efforts for workers at the health center.
4162043685H1E019006OPTIMASI PERENCANAAN PRODUKSI DENGAN METODE
GOAL PROGRAMMING PADA UMKM MONALIS BAKERY
CIREBON
UMKM Monalis Bakery memproduksi 8 jenis roti dengan sistem produksi make to stock (MTS). Tingginya angka retur sales atau pengembalian barang sisa dan kelebihan bahan baku pada proses produksi inilah yang mengindikasikan kegagalan dalam perencanaan kuantitas setiap produk. Terkait hal itu penelitian ini mengusulkan model optimasi goal programming untuk perencanaan produksi 12 bulan dengan 5 tujuan yaitu memenuhi demand produksi, bahan baku, jam kerja efektif, biaya produksi minimal dan memaksimalkan pendapatan. Goal programming dipilih untuk menyelesaikan kasus multi tujuan pada UMKM Monalis Bakery karena sesuai dengan karakteristiknya di mana Monalis Bakery mengharapkan biaya produksi yang dikeluarkan kurang dari Rp 110.000.000/periode dengan pendapatan yang ingin diperoleh diatas Rp 150.000.000 selama perencanaan. Hasil penelitian ini ialah prediksi jumlah quantity produk Roti yang akan diproduksi per periode mulai Juni 2023 hingga Mei 2024 dengan total Roti: Mika Gulung 10.411 pcs, Jumbo Kasur 7.841 pcs, Jumbo Panjang 5.762 pcs, Kotak Jumbo 3.471 pcs, Spesial Aneka Rasa 24.048 pcs, Roti Pisang 9.762 pcs, Roti Kecil 201.201 pcs, dan Roti Tawar 111.207 pcs. Selain itu total penggunaan masing-masing bahan baku dalam 1 tahun perencanaan berhasil dioptimalkan mulai dari 1,24% sampai 50,2%, sedangkan untuk goal jam kerja tidak terpenuhi karena membutuhkan adanya penambahan jam kerja tiap periodenya, biaya produksi berhasil diminimalkan menjadi Rp 96.250.000 atau sebesar 13% serta pendapatan berhasil dimaksimalkan mulai dari Rp 154.151.125 hingga Rp 156.856.625 atau 2,8% sampai 4,6% dari target perusahaan.MSME Monalis Bakery produces 8 types of bread with a make-to-stock (MTS) production system. The high number of return sales or returns of leftover goods and excess raw materials in the production process indicates a failure in quantity planning for each product. Therefore, this study proposes a goal programming optimization model for 12-month production planning with 5 objectives, which fulfill production demand, raw materials, effective working hours, minimal production costs, and maximizing revenue. Goal programming was chosen to solve the multi-objective problems at MSME Monalis Bakery because it is in accordance with its characteristics where Monalis Bakery expects production costs incurred to be less than Rp 110,000,000/per period with revenues to be obtained above Rp 150,000,000 during planning. The research outcome involves projecting bread product quantities for June 2023 to May 2024. Total production includes Mica Roll 10,411 pcs, Jumbo Mattress 7,841 pcs, Jumbo Long 5,762 pcs, Jumbo Box 3,471 pcs, Special Various Flavors 24,048 pcs, Banana Bread 9,762 pcs, Small Bread 201,201 pcs, and White Bread 111,207 pcs. Raw materials utilization optimization ranged from 1.24% to 50.2% over the planning year. However, the goal of meeting specified working hours wasn't achieved due to the need for additional hours. Production costs decreased by IDR 96,250,000 (13%), while revenue increased from IDR 154,151,125 to IDR 156,856,625 (2.8% to 4.6% of the targeted revenue).