Artikelilmiahs

Menampilkan 41.561-41.580 dari 48.878 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4156145146D1A020085FORTIFIKASI KEJU DENGAN EKSTRAK KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii)
SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fortifikasi keju susu sapi dengan ekstrak
kayu manis (Cinnamomum burmannii) terhadap aktivitas antioksidan, warna, dan total asam
tertitrasi. Materi penelitian yang digunakan yaitu 20.000 g susu sapi, 500 g kayu manis, 20 g
rennet, 0,4 g bakteri mesofilik (Lactococcus lactis), dan 10 g CaCl2. Metode penelitian dilakukan
secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4
ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan ekstrak kayu manis sebesar 0%, 0,5%,
1%, 1,5% dan 2%. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dengan uji lanjut orthogonal
polynomial. Hasil analisis menunjukkan penambahan ekstrak kayu manis berpengaruh nyata
terhadap aktivitas antioksidan, berpengaruh sangat nyata terhadap L* (lightness), a* (redness)
dan berpengaruh nyata terhadap b*(yellowness), serta tidak berpengaruh nyata terhadap total
asam tertitrasi. Rataan aktivitas antioksidan 63,53%, rataan L* (lightness) 40,44, a* (redness) -
4,35, b* (yellowness) 16,30, serta rataan total asam tertitrasi 0,04%. Kesimpulan, penambahan
ekstrak kayu manis yang semakin tinggi terbukti meningkatkan nilai aktivitas antioksidan.
Penambahan ekstrak kayu manis yang semakin tinggi mengubah warna keju menjadi gelap,
karena nilai L* (lightness) semakin menurun, nilai a* (redness) meningkat, dan nilai b*
(yellowness) menurun. Penambahan ekstrak kayu manis yang semakin tinggi tidak memengaruhi
nilai total asam tertitrasi.
This research aimed to determine the effect of fortifying cow's milk cheese with cinnamon
(Cinnamomum burmannii) extract on antioxidant activity, color and total titratable acids. The
research materials used were 20,000 g cow's milk, 500 g cinnamon, 20 g rennet, 0.4 g mesophilic
bacteria (Lactococcus lactis), and 10 g CaCl2. The research method was carried out
experimentally using a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4
replications. The treatment given was the addition of cinnamon extract at 0%, 0.5%, 1%, 1.5%
and 2%. Data were analyzed using variance analysis with further orthogonal polynomial tests.
The results of the analysis showed that the addition of cinnamon extract had a significant effect
on antioxidant activity, had a very significant effect on L* (lightness), a* (redness) and had a
significant effect on b* (yellowness), and had no significant effect on total titrated acid. The
average antioxidant activity was 63.53%, the average L* (lightness) was 40.44, a* (redness) -4.35, b* (yellowness) 16.30, and the average total titrated acid was 0.04%. In conclusion, the
addition of higher amounts of cinnamon extract was proven to increase the value of antioxidant
activity. The addition of increasing levels of cinnamon extract changes the color of the cheese to
dark, because the L* (lightness) value decreases, the a* (redness) value increases, and the b*
(yellowness) value decreases. The addition of higher amounts of cinnamon extract did not affect
the total value of titrated acid.
4156243627I1A020102PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN FISIK TERHADAP
KEJADIAN TB PARU DI KECAMATAN KEMBARAN
KABUPATEN BANYUMAS
Latar Belakang: Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan penyakit menular langsung
yang disebabkan oleh bakteri Mycrobacterium tuberculosis. Jumlah kasus TB pada
wilayah kerja Puskesmas Kembaran I per Juni 2023 sebanyak 62 kasus. jumlah kasus
TB pada Desa Dukuhwaluh sebanyak 19 kasus dan 18 kasus pada Desa Kembaran.
Tujuan: Mengetahui pengaruh faktor lingkungan fisik terhadap kejadian TB paru di
Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas.
Metodologi: Penelitian kuantitatif dengan studi case-control. Analisis univariat
dilakukan untuk mengetahui persebaran karakteristik responden, analisis bivariat
menggunakan uji chi-square, dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik
model determinan. Sampel penelitian sebanyak 111 sampel dengan 37 sampel
kelompok kasus dan 74 sampel kelompok kontrol dengan menggunakan total
sampling. Penelitian ini dilakukan pada Bulan November 2023 – Januari 2024.
Hasil Penelitian: Hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan keadaan ventilasi
(p-value=0,016) dan jenis atap (p-value=0,026). Tidak ada hubungan jenis dinding (pvalue=0,110), tingkat suhu udara (p-value=0,081), dan tingkat kelembaban udara (pvalue=1,000). Hasil analisis mutivariat didapatkan tidak ada pengaruh jenis dinding (p
value=0,562, OR=1,379), jenis atap (p value=0,088, OR=2,165), dan keadaan ventilasi
(p value=0,120, OR=4,090) terhadap kejadian TB paru.
Kesimpulan: Variabel keadaan ventilasi dan jenis atap memiliki hubungan dengan
kejadian TB paru dan tidak ada variabel yang berpengaruh terhadap kejadian TB paru
di Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas sehingga diharapkan masyarakat untuk
berperilaku hidup sehat dan memperbaiki kualitas lingkungan rumah.
Background: Pulmonary tuberculosis (TB) is a direct infectious disease caused by the
bacteria Mycrobacterium tuberculosis. The number of TB cases in the working area of
Puskesmas Kembaran I as of June 2023 was 62 cases. the number of TB cases in
Dukuhwaluh Village was 19 cases and 18 cases in Kembaran Village.
Objective: To determine the influence of physical environmental factors on the
incidence of pulmonary TB in Kembaran District, Banyumas Regency.
Method: Quantitative research with a case-control study. Univariate analysis was
conducted to determine the distribution of respondent characteristics, bivariate analysis
using the chi-square test, and multivariate analysis using the determinant model logistic
regression test. The study sample was 111 samples with 37 case group samples and 74
control group samples using total sampling. This research was conducted in November
2023 - January 2024.
Results: The results of bivariate analysis showed that there was an association between
ventilation (p-value=0.016) and roof type (p-value=0.026). There is no relationship
between wall type (p-value=0.110), temperature level (p-value=0.081), and humidity
level (p-value=1.000). The results of mutivariate analysis showed no effect of wall type
(p value=0.562, OR=1.379), roof type (p value=0.088, OR=2.165), and ventilation
condition (p value=0.120, OR=4.090) on the incidence of pulmonary TB.
Conclusion: The variables of ventilation condition and roof type have a relationship
with the incidence of pulmonary TB and there are no variables that affect the incidence
of pulmonary TB in Kembaran Subdistrict, Banyumas Regency so that the community
is expected to have healthy living behavior and improve the quality of the home
environment.
4156343638J1A019033SEMIOTIC ANALYSIS OF THE WHINING “KAREN” MEME ON XMeme "Karen" telah mendapatkan popularitas yang luas dan berkembang secara signifikan sejak awal kemunculannya, menjadi sebuah fenomena budaya yang lazim. Meme ini biasanya menggambarkan stereotip individu yang kuat, berhak, dan konfrontatif, yang sering dikaitkan dengan wanita kulit putih paruh baya tetapi diperluas untuk mencakup berbagai individu. Penelitian ini melakukan analisis semiotika terhadap meme "Karen" yang merengek di platform media sosial X, dengan menggunakan teori semiotika Ferdinand de Saussure. Penelitian ini mengkaji makna dari beberapa postingan X yang disampaikan oleh meme "Karen", dengan menggunakan teori Saussure untuk memahami bagaimana hubungan antara penanda dan petanda berkontribusi pada makna mereka. Hasilnya menggarisbawahi kemampuan adaptasi dan kedalaman teori Saussure dalam menguraikan seluk-beluk wacana daring, khususnya dalam ranah budaya meme.
Kata kunci: Meme, Semiotika, Ferdinand De Saussure, X, Meme Karen.
The "Karen" meme has gained widespread popularity and evolved significantly since its inception, becoming a prevalent cultural phenomenon. This meme typically depicts a stereotype of a forceful, entitled, and confrontational individual, often linked to middle-aged white women but expanded to encompass various individuals. This study conducts a semiotic analysis of the whining "Karen" meme on social media platform X, utilizing Ferdinand de Saussure's semiotic theory. The study examines the meaning of several X posts conveyed by "Karen" memes, employing Saussure's theory to understand how the relationship between the signifier and the signified contributes to their significance. The results underscore the adaptability and depth of Saussure's theory in deciphering the intricacies of online discourse, particularly within the realm of meme culture.
Keywords: Meme, Semiotic, Ferdinand De Saussure, X, Karen Meme.
4156445059K1C020017Rancang Bangun dan Implementasi Internet of Things Pada Sistem Monitoring Transformator Menggunakan Aplikasi BlynkKetersediaan energi listrik memiliki peran penting bagi rumah tangga dan industri. Transformator distribusi merupakan komponen vital dalam energi listrik yang memiliki peran penting dalam pendistribusian energi listrik ke konsumen. Gangguan pada transformator seperti overload dan overheat dapat terjadi dan menurunkan kinerja sistem distribusi listrik. Oleh karena itu, penting untuk melakukan monitoring transformator. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat sistem monitoring transformator berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan aplikasi Blynk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem monitoring berhasil dibuat dan berfungsi dengan baik dalam memantau suhu, arus, dan tegangan transformator dengan akurasi tinggi, yaitu 99,44% untuk suhu, 98,35% untuk arus, dan 98,09% untuk tegangan. Hasil monitoring transformator dapat diakses secara real-time melalui aplikasi Blynk. Selain itu, sistem otomatisasi bekerja sesuai harapan dengan mematikan beban secara otomatis dan mengirimkan notifikasi ke smartphone pengguna saat suhu mencapai nilai set point yang ditentukan, yaitu >50°C.
The availability of electrical energy plays a crucial role for households and industries. Distribution transformers are vital components in electrical energy that play an important role in distributing electrical energy to consumers. Disruptions such as overload and overheating in transformers can occur and reduce the performance of the electrical distribution system. Therefore, it is important to monitor transformers. This research aims to design and create a transformer monitoring system based on the Internet of Things (IoT) using the Blynk application. The research results show that the monitoring system was successfully created and functions well in monitoring the temperature, current, and voltage of the transformer with high accuracy, 99.44% for temperature, 98.35% for current, and 98.09% for voltage. The transformer monitoring results can be accessed in real-time through the Blynk application. Additionally, the automation system works as expected by automatically shutting down the load and sending notifications to the user's smartphone when the temperature reaches the set point, which is >50°C.
4156543183K1B019074METODE FUZZY TIME SERIES MODEL CHEN UNTUK PERAMALAN HARGA CABAI RAWIT MERAH DI KABUPATEN BANYUMAS
Cabai rawit merupakan komoditas sayuran yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Cabai rawit sering dijadikan bahan dasar dalam pembuatan berbagai jenis varian sambal, terutama pada industri rumah makan. Banyaknya rumah makan di Kabupaten Banyumas dapat menyebabkan terjadinya lonjakan harga cabai rawit. Kenaikan harga cabai yang fluktuatif mendorong pengusaha rumah makan untuk menyusun strategi penjualan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini untuk meramalkan harga cabai rawit merah di Kabupaten Banyumas bulan September 2022 hingga Juni 2023 dengan menggunakan metode fuzzy time series (FTS) model Chen dengan menggunakan data harga cabai rawit bulan September 2018 sampai Mei 2022. Hasil penelitian menyatakan peramalan harga cabai rawit merah di Kabupaten Banyumas dengan FTS model Chen belum baik. Hal ini ditunjukkan pada hasil perhitungan manual dan RStudio memberikan nilai rata-rata kesalahan ramalan yang sama yaitu sebesar 28,20%.Cayenne pepper is a vegetable commodity that is highly favored by the Indonesian people. Cayenne pepper is often used as a basic ingredient in the making of various types of sambal variants, especially in the restaurant industry. The abundance of restaurants in Banyumas Regency can lead to fluctuations in the price of cayenne pepper. The fluctuating increase in chili prices has encouraged restaurant entrepreneurs to develop sales strategies. Therefore, the aim of this research is to forecast the price of red cayenne pepper in Banyumas Regency from September 2022 to June 2023 using the fuzzy time series (FTS) Chen model, based on data on red cayenne pepper prices from September 2018 to May 2022. The results of the research state that Forecasting the price of red cayenne pepper in Banyumas Regency using the FTS Chen model is dificient. The results of manual calculations and RStudio which have the same results, with an average forecast error value of 28.20%.
4156645060C1L017024Pengaruh religiusitas, kecerdasan emosional, dan kecerdasan intelektual terhadap perilaku kecurangan akademik (studi pada mahasiswa program studi pendidikan ekonomi FEB UNSOED tahun akademik 2017/2018-2020/2021)Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode survei dengan judul “Pengaruh Religiusitas, Kecerdasan Emosional, dan Kecerdasan Intelektual Terhadap Perilaku Kecurangan Akademik (Studi Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FEB UNSOED Tahun Akademik 2017/2018 – 2020/2021)”. Penelitian in bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh religiusitas, kecerdasan emosional, dan kecerdasan intelektual terhadap perilaku kecurangan akademik mahasiswa.
Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FEB UNSOED yang berjumlah 194 mahasiswa. Jumlah responden sebanyak 131 mahasiswa diambil dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan program SPSS.
Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa: 1) religiusitas berpengaruh negatif terhadap perilaku kecurangan akademik mahasiswa, 2) kecerdasan emosional berpengaruh negatif terhadap perilaku kecurangan akademik mahasiswa, 3) kecerdasan intelektual berpengaruh negatif terhadap perilaku kecurangan akademik mahasiswa.
Implikasi dari penelitian ini adalah upaya mengurangi perilaku kecurangan akademik dapat dilakukan dengan menerapkan religiusitas, kecerdasan emosional, dan kecerdasan intelektual yang dapat menahan aktivitas kecurangan mahasiswa secara berkelanjutan. Bagi mahasiswa dapat meningkatkan religiusitas, kecerdasan emosional, dan kecerdasan intelektual untuk menghentikan perilaku kecurangan akademik yang berkelanjutan guna pencapaian kejujuran akademik.
Kata kunci: religiusitas, kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual, perilaku kecurangan akademik.
This research is a type of quantitative research using a survey method with the title “The Influence of Religiosity, Emotional Intelligence, and Intellectual Intelligence on Academic Fraud Behavior (Study on Students of the Economic Education Study Program FEB UNSOED Academic Year 2017/2018 – 2020/2021)”. This research aims to determine and analyze the influence of religiosity, emotional intelligence and intellectual intelligence on students’ academic cheating behavior.
The population in this research were 194 students of the FEB UNSOED Economic Education Study Program. The number of respondents was 131 students taken using proportional random sampling techniques. The analytical tool used is multiple linear regression with the SPSS program.
Based on the results of the analysis, it can be concluded that: 1) religiosity has a negative effect on students’ academic cheating behavior, 2) emotional intelligence has a negative effect on students’ academic cheating behavior, 3) intellectual intelligence has a negative effect on students’ academic cheating behavior.
The implication of this research is that efforts to reduce academic cheating behavior can be done by applying religiosity, emotional intelligence and intellectual intelligence which can restrain student cheating activities on an ongoing basis. Students can increase religiosity, emotional intelligence and intellectual intelligence to stop ongoing academic cheating behavior in order to achieve academic honesty.
Keywords: religiosity, emotional intelligence, intellectual intelligence and behavior Academic cheating.
4156743645J1A018028SUBTITLING STRATEGIES AND THE ACCEPTABILITY OF THE UTTERANCES CONTAINING POLITENESS EXPRESSIONS IN THE BUMI MANUSIA MOVIEPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penerjemahan takarir beserta aspek keberterimaannya terhadap ungkapan kesantunan dalam takarir film Bumi Manusia. Peneliti mengkategorikan ungkapan kesantunan menggunakan teori strategi kesantunan yang dikemukakan oleh Brown dan Levinson (1987), teori strategi penerjemahan takarir oleh Cintas dan Remael (2014), dan teori penilaian kualitas terjemahan oleh Nababan, dkk (2012) untuk menentukan tingkat keberterimaan takarir. Penelitian ini menggunakan pendekatan desriptif kualitatif dengan focus group discussion (FGD) dan jawaban kuesioner dari para penilai juga digunakan untuk menganalisis data. Data dalam penelitian ini berupa tuturan yang mewakili kesantunan Minke dalam film Bumi Manusia dan dikumpulkan dengan menggunakan purposive sampling. Hasil dari penelitian menunjukkan 43 jenis ungkapan kesantunan yang diucapkan oleh Minke dalam film Bumi Manusia. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat kategori ungkapan kesantunan; yaitu penutuiran terus terang (19%), kesantunan positif (30%), kesantunan negatif (42%), dan penuturan semu (9%). Untuk strategi penerjemahan takarir, hasilnya menunjukkan ada 8 strategi yang diterapkan. Yaitu; loan (2%), calque (30%), explicitation (19%), substitution (7%), transposition (14%), compensation (12%), omission (9%), dan addition (7%). Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sebagian besar takarir dianggap berterima (84%), dan hanya sebagian kecil yang dinilai kurang berterima (16%). Hal ini menunjukkan bahwa terjemahan takarir dalam film Bumi Manusia memiliki tingkat keberterimaan yang tinggi, sehingga menujukkan kualitas yang memuaskan secara keseluruhan. Singkatnya, penggunaan strategi calque berpengaruh positif terhadap kualitas terjemahan, terutama ketika menerjemahkan kesantunan negatif yang secara akurat menggambarkan bentuk dan makna asal takarir, sehingga menghasilkan takarir yang berterima.This research aims to examine the subtitling strategy and the acceptability of the politeness expressions in the Bumi Manusia movie. The research used Brown and Levinson (1987) to categorize the politeness expressions based on the theory of politeness strategies, the subtitling strategies theory by Cintas and Remael (2014), and the translation quality assessment theory proposed by Nababan, et al (2012) to determine the subtitle’s acceptability level. This study used a descriptive qualitative approach with focus group discussions (FGD) and the rater’s questionnaire answers to analyze the data. The data in this research are in the form of utterances representing Minke’s politeness expressions in the Bumi Manusia movie and collected using purposive sampling. The findings show 43 types of politeness expressions fall into four categories, those are; bald on record (19%), positive politeness (30%), negative politeness (42%), and off record (9%). For the subtitling strategies, the results show that 8 strategies were applied. Those are; loan (2%), calque (30%), explicitation (19%), substitution (7%), transposition (14%), compensation (12%), omission (9%), and addition (7%). The study also found that most of the subtitles were considered acceptable (84%), with only a small percentage found to be less acceptable (16%). This indicates that the subtitles in the Bumi Manusia movie have a high level of acceptability. In summary, the use of calque strategy positively affects the quality of translation, especially when translating negative politeness, accurately portraying the form and meaning of the original subtitle, resulting in a highly acceptable subtitle.
4156843647C1H018031THE IMPACT OF FINANCIAL LEVERAGE, FOREIGN OWNERSHIP, AND FOREIGN MANAGEMENT ON FIRM PERFORMANCE (Study at Consumer Non-Cyclicals Companies Listed on Indonesia Stock Exchange 2016-2022 Period)
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh financial leverage, kepemilikan asing, dan manajemen asing pada kinerja perusahaan. Populasi pada penelitian ini adalah perusaaan konsumer primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2016 sampai tahun 2022. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan yang didapat dari situs perusahaan masing-masing dan situs Bursa Efek Indonesia. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi dan studi pustaka. Metode analisis pada penelitian ini adalah uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji analisis regresi data panel, uji koefisien determinasi (uji adjusted R2), uji simultan (uji f), dan uji hipotesis (uji t). Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan perangkat lunak Eviews 12, hasil yang diperoleh adalah financial leverage tidak berpengaruh pada kinerja perusahaan, kepemilikan asing tidak berpengaruh pada kinerja perusahaan, manajemen asing berpengaruh positif dan signifikan pada kinerja perusahaan, tingkat pertumbuhan pendapatan sebagai variabel kontrol tidak berpengaruh pada kinerja perusahaan, dan product market competition atau persaingan pasar produk sebagai variabel kontrol berpengaruh positif dan signifikan pada kinerja perusahaan.

This research purpose is to analyze the impact of financial leverage, foreign ownership, and foreign management on firm performance. The population of this research are consumer non-cyclicals companies listed on Indonesia Stock Exchange 2016-2022 period. The sampling in this research used the purposive sampling method. The data used in this research are secondary data which are annual reports and financial statements obtained from the respective companies’ websites and Indonesia Stock Exchange website. The data collection method used in this research are documentation and literature study. The analytical methods used in this research are descriptive statistic test, classical assumption test, panel data regression analysis test, adjusted R2 test, F test, and hypothesis test (T test). Based on the results of the research and data analysis using Eviews 12 software, the results obtained are financial leverage has no effect on firm performance, foreign ownership has no effect on firm performance, foreign management have a positive and significant effect on firm performance, revenue growth rate as the control variable has no effect on firm performance, and product market competition as the control variable have a positive and significant effect on firm performance.
4156943640I1A020104Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Pencegahan Kejadian Tuberkulosis Pada Kader Yayasan Mentari Sehat Indonesia Di Kabupaten BanyumasLatar Belakang: Kader kesehatan rentan terpapar penyakit saat bekerja di lapangan, terlebih jika tidak memiliki perilaku pencegahan akan penyakit yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan kejadian tuberkulosis pada kader Yayasan Mentari Sehat Indonesia (MSI) di Kabupaten Banyumas.

Metode: Penelitian cross sectional dengan populasi seluruh kader aktif di Yayasan MSI sebanyak 70 orang. Sampel sebanyak 70 orang kader Yayasan MSI yang diambil dengan teknik total sampling. Variabel yang diteliti adalah umur, pendidikan, pengetahuan, sikap, masa kerja, akses pelayanan kesehatan, dukungan keluarga, dan perilaku.

Hasil Penelitian: Responden sebagian besar berada pada kategori umur lansia awal (37,1%), jenis kelamin perempuan (95,7%), kategori pendidikan menengah (70%), masa kerja baru (100%), pengetahuan baik (80%), sikap baik (52,9%), akses pelayanan kesehatan sulit (67,1%), dan dukungan keluarga positif (50%). Hasil uji chi square menunjukkan faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan kejadian tuberkulosis adalah pengetahuan (p-value=0,003) dan dukungan keluarga (p-value=0,000).

Kesimpulan dan Saran: Terdapat hubungan antara pengetahuan dan dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan kejadian tuberkulosis pada kader Yayasan MSI di Kabupaten Banyumas. Kader disarankan untuk proaktif mengikuti pelatihan dan mencari informasi terkait tuberkulosis dan pencegahannya. Keluarga kader disarankan untuk memberikan dukungan positif kepada kader
Background: Health cadres are vulnerable to being exposed to disease when working in the field, especially if they do not have good disease prevention behavior. This study aims to determine the factors related to the behavior of preventing the incidence of tuberculosis among cadres of the Mentari Sehat Indonesia Foundation (MSI) in Banyumas Regency.

Method: A cross sectional research with a population of all active cadres at the MSI Foundation of 70 people. The sample was 70 MSI Foundation active cadres taken using total sampling technique. The variables studied were age, education, knowledge, attitudes, years of work, access to health services, family support, and behavior.

Research Results: Respondents were mostly in the early elderly age category (37,1%), female gender (95,7%), secondary education category (70%), new work period (100%), good knowledge (80%), good attitude (52,9%), difficult access to health services (67,1%), and positive family support (50%). The results of the chi square test show that factors related to behavior preventing the incidence of tuberculosis are knowledge (p-value=0,003) and family support (p-value=0,000).

Conclusion and Suggestion: There is a relationship between knowledge and family support and behavior to prevent tuberculosis incidents among MSI Foundation cadres in Banyumas Regency. Cadres are advised to be proactive in participating in training and seeking information regarding tuberculosis and its prevention. Cadres families are advised to provide positive support to cadres.
4157043532I1A020031FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERILAKU PENGGUNAAN MASKER KADER KESEHATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN TUBERKULOSIS DI KELURAHAN TELUKLatar Belakang: Kelurahan Teluk sebagai kelurahan di Purwokerto Selatan memiliki jumlah penderita TBC terbanyak se-Kecamatan. Kader kesehatan Kelurahan Teluk masih banyak yang tidak menggunakan masker saat melaksanakan program kerja. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku penggunaan masker kader kesehatan Kelurahan Teluk.
Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional (potong lintang). Populasi responden yaitu 135 orang dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dengan observasi dan wawancara kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi Square untuk analisis bivariat dan uji Regresi Logistik Ganda untuk analisis multivariat dengan derajat kepercayaan 95%.
Hasil: Variabel yang berpengaruh yaitu pengetahuan (nilai p=0,002, OR=7,745) dan peran rekan kerja (nilai p=0,007, OR=6,059). Variabel yang tidak berpengaruh yaitu usia (nilai p=0,554), pendidikan (nilai p=0,442), masa kerja (nilai p=0,569), sikap (nilai p=0,286), motivasi (nilai p=0,741), ketersediaan masker (nilai p=0,140), sumber informasi (nilai p=0,074), dan pelatihan (nilai p=0,993).
Kesimpulan: Variabel yang berpengaruh terhadap perilaku penggunaan masker kader kesehatan yaitu pengetahuan dan peran rekan kerja. Kader kesehatan diharapkan saling mengingatkan penggunaan masker sesama rekan kader dan saling berbagi pengetahuan. Puskesmas Purwokerto Selatan hendaknya fokus memberikan edukasi dengan media yang lebih beragam.
Background: Teluk Village as a village in Purwokerto Selatan has the highest number of TB patients in the sub-district. Many health cadres in Teluk Village still did not use masks when implementing work programs. The purpose of this study was to determine the factors that influence the mask-use behavior of Teluk Village health cadres.
Methodology: The research design used was cross-sectional. The population were 135 people and used total sampling technique. Data collection was carried out by observation and interviews using a questionnaire. Data were analyzed using Chi Square test for bivariate analysis and Multiple Logistic Regression test for multivariate analysis with 95% confidence level.
Results: The influential variables are knowledge (p-value=0.002, OR=7,745) and the role of coworkers (p-value=0.007, OR=6,059). Variables that did not influence were age (p-value=0.554), education (p-value=0.442), length of work (p-value=0.569), attitude (p-value=0.286), motivation (p-value=0.741), availability of masks (p-value=0.140), source of information (p-value=0.074), and training (p-value=0.993).
Conclusion: Variables that influence the mask-use behavior of health cadres are knowledge and the role of colleagues. Health cadres are encouraged to urge their fellow colleagues to use masks and sharing knowledge. Puskesmas Purwokerto Selatan should focus on giving education with more diverse media.
4157143641C1A017122Pengaruh Kegunaan Fintech Payment, Kemudahan Fintech Payment dan Pendidikan Terhadap Inklusi Keuangan Pada UMKM di Kota PurwokertoUsaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyumbang pada pertumbuhan ekonomi dengan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pemerataan pendapatan, mempromosikan inovasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan fintech payment yang menawarkan kemudahan serta kegunaan dalam melakukan transaksi keuangan yang cepat, aman dan mudah memungkinkan UMKM untuk melakukan transfer dana dan manajemen keuangan secara efisien tanpa perlu melibatkan proses konvensional yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegunaan fintech payment, kemudahan fintech payment dan pendidikan terhadap inklusi keuangan pada UMKM di Kota Purwokerto secara simultan dan parsial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegunaan fintech payment dan kemudahan fintech payment memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap inklusi keuangan, sedangkan pendidikan memiliki pengaruh yang negatif dan tidak signifikan terhadap inklusi keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan tidak selalu menggambarkan tingkat literasi keuangan dan kesadaran terhadap penggunaan layanan fintech payment.Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) contribute to economic growth by creating jobs, increasing income depreciation, promoting innovation, and supporting local economic growth. With fintech payment that offers ease as well as utility in making financial transactions fast, secure and easy, it allows UMKM to perform payments, fund transfers and financial management efficiently without having to involve complex conventional processes. The study aims to analyse the impact of fintech payments, fintech payment facilities and education on financial inclusion on UMKM in Purwokerto City simultaneously and partially. In this study, the utility variables of fintech payments and fintech payment facilities have a positive and significant impact on financial inclusion. Then the education variable have a negative and not significant influence on financial inclusions. It shows that the level of education does not necessarily describe the degree of financial literacy and awareness faced with the use of financial services in particular fintech payment.
4157245061E1A019190PERKAWINAN WANITA HAMIL DI BAWAH UMUR (Studi Penetapan: Penetapan Pengadilan Agama 24/Pdt.P/2023/PA.Thn) Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara pria dan wanita dengan tujuan
membentuk keluarga berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Untuk sah, calon
mempelai harus memenuhi syarat agama dan hukum, termasuk menjauhi larangan
tertentu. Menikahi wanita hamil diperbolehkan, tetapi terdapat perbedaan pendapat
mengenai syaratnya. Kasus terjadi pada anak di bawah umur yang hamil, namun
Kantor Urusan Agama Tabukan Selatan menolak menikahkannya karena kurang
umur, memerlukan dispensasi kawin dari Pengadilan Agama.
Penelitian ini menganalisis dasar pertimbangan hukum hakim pada Penetapan
Pengadilan Agama Tahuna Nomor 24/Pdt.P/2023/PA.Thn dan akibat hukumnya.
Metode penelitian yuridis normatif, menggunakan data sekunder, dengan analisis
kualitatif. Hakim mengabulkan dispensasi berdasar Pasal 7 ayat (2) UU No. 16 Tahun
2019 dengan alasan sangat mendesak dan bukti pendukung. Hakim
mempertimbangkan perlindungan hak wanita hamil dan anaknya serta mencegah
mudharat lain berdasarkan Pasal 53 ayat (1) Kompilasi Hukum Islam dan Pasal 26 ayat
(1) huruf c UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Orang tua tidak
dianggap lalai dalam mencegah anaknya melakukan hubungan terlarang yang
berdampak pada perkawinan anak di Indonesia
Marriage is a physical and spiritual bond between a man and a woman with the aim of
forming a family based on the Almighty God. To be legitimate, the prospective bride and groom
must meet religious and legal requirements, including avoiding certain prohibitions. Marrying a
pregnant woman is allowed, but there are differing opinions regarding the conditions. This case
involved an underage pregnant girl, but the South Tabukan Religious Affairs Office refused to
marry her due to her age, requiring her to apply for a marriage dispensation from the Religious
Court. This research analyzes the legal considerations of judges in the Decision of the Tahuna
Religious Court Number 24/Pdt.P/2023/PA.Thn and its legal consequences. The research uses a
normative juridical method, utilizing secondary data, with qualitative analysis. The judge granted
the dispensation based on Article 7 paragraph (2) of Law No. 16 of 2019 due to urgent reasons
and sufficient supporting evidence. The judge considered protecting the rights of the pregnant
woman and her child and preventing further harm based on Article 53 paragraph (1) of the
Compilation of Islamic Law and Article 26 paragraph (1) letter c of Law No. 35 of 2014 on Child
Protection. Parents were not deemed negligent in preventing their child from engaging in
forbidden relationships, impacting child marriages in Indonesia.
4157343644D1A017027PENGARUH LEVEL KRIOPROTEKTAN DMA PADA PENGENCERAN SUSU SKIM DAN LAMA PENYIMPANAN PADA SUHU 5°C TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA AYAM PELUNGLatar Belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya interaksi antara level krioprotektan pada pengenceran susu skim dan lama penyimpanan pada suhu 5°C terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa ayam pelung. Materi dan metode. Semen segar yang dikoleksi dari 10 ekor ayam pelung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 3. Level krioprotektan pada pengenceran susu skim (k) sebagai faktor pertama dan lama penyimpanan pada suhu 5°C (l) sebagai faktor kedua. Faktor pertama terdiri atas k1 = krioprotektan 0%: susu skim 100%, k2 = krioprotektan 5%: susu skim 95% dan k3 = krioprotektan 10%: susu skim 90%. Faktor kedua terdiri atas l1 = lama penyimpanan 0 jam, l2 = lama penyimpanan 3 jam dan l3 = Lama penyimpanan 6 jam. Variabel yang diamati adalah motilitas dan viabilitas. Hasil. Analisis variansi menunjukan bahwa periode pengoleksian berpengaruh tidak nyata terhadap motilitas dan viabilias spermatozoa ayam pelung, interaksi antara level krioprotektan pada pengenceran susu skim dan lama penyimpanan pada suhu 5°C berpengaruh tidak nyata pada motilitas akan tetapi berpengaruh nyata pada viabilitas spermatozoa ayam pelung. Simpulan. Level krioprotektan pada pengencer susu skim dan lama penyimpanan menunjukkan interaksi terhadap viabilitas, akan tetapi tidak menunjukkan interaksi terhadap motilitas spermatozoa ayam pelung. Background. The purpose of this research was to know the interaction effect between cryoprotectant levels in skim milk dilution and storage time at 5°C on the motility and viability of pelung rooster spermatozoa. Materials and methods. Fresh semen collected from 10 pelung roosters. The research used was experimental using a Randomized Completely Block Design (RCBD) with a 3 x 3 factorial pattern. Cryoprotectant level in skim milk dilution (k) as the first factor and storage time at 5°C (l) as the second factor. The first factor consists of k1 = 0% cryoprotectant + 100% skim milk, k2 = 5% cryoprotectant + 95% skim milk and k3 = 10% cryoprotectant + 90% skim milk. The second factor consists of l1 = storage time 0 hours, l2 = storage time 3 hours and l3 = storage time 6 hours. The variables observed were motility and viability. Result. The group or collection had no significant effect on the motility and viability of pelung rooster spermatozoa, the interaction between cryoprotectant level in dilution of skim milk and storage time at 5°C had no significant effect on motility and had a significant effect on the viability of pelung rooster spermatozoa. Conclusion. The level of cryoprotectant in skim milk diluent and the storage time show an interaction on viability, and do not show an interaction on motility in pelung rooster spermatozoa.
4157443642I1A020082FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO BARATLatar Belakang : Kasus Tuberkulosis di Indonesia tahun 2022 melebihi 700.000 kasus. Puskesmas Purwokerto Barat periode Januari sampai Oktober 2023 memiliki kasus Tuberkulosis sebanyak 144 kasus. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Tuberkulosis di masyarakat wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Barat.
Metode : Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan rancangan case control. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 62 kasus dan 62 kontrol. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner terstruktur. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat.
Hasil Penelitian : Variabel yang berhubungan dengan kejadian Tuberkulosis dalam penelitian ini yaitu status gizi (p value 0,000). Sedangkan, variabel yang tidak berhubungan yaitu usia (p value 0,856), jenis kelamin (p value 1,000), tingkat pendidikan (p value 0,774), status pekerjaan (p value 0,699), kebiasaan merokok (p value 0,911), dan pengetahuan (p value 0,193).
Simpulan : Status gizi merupakan faktor yang paling berpengaruh dengan nilai OR = 3,308, artinya masyarakat dengan kategori status gizi kurang dapat memperbesar peluang risiko kejadian Tuberkulosis pada masyarakat 3,308 kali lebih besar jika dibanding responden dengan gizi normal. Disarankan masyarakat khususnya pasien Tuberkulosis dapat meningkatkan status gizi untuk mendukung kesembuhan dengan mengkonsumsi makanan yang berprotein tinggi.
Background : Tuberculosis cases in Indonesia in 2022 will exceed 700,000 cases. The West Purwokerto Health Center for the period from January to October 2023 had 144 cases of tuberculosis. The aim of the research is to determine the factors that influence the incidence of Tuberculosis in the community in the work area of the West Purwokerto Public Health Center.
Methods : This type of research is analytic observation using a case control research design. The sampling technique used 62 cases and 62 controls as total sampling. The structured questionnaire. Data were analyzed by univariate, bivariate, and multivariate.
Results : Variables related to the incidence of pulmonary Tuberculosis in this study were nutritional status (p value 0,000). Wherease, variables not related to the incidence of pulmonary Tuberculosis in this study were age (p value 0,856), gender (p value 1,000), level of education (p value 0,774), employment status (p value 0,699), smoking habits (p value 0,911), and knowledge (p value 0,193).
Conclusion : Nutritional status is the most influential factor with an OR = 3.308, meaning that people in the category of poor nutritional status can increase the risk of developing tuberculosis in the community 3.308 times greater than respondents with normal nutrition. It’s suggested that the public, especially Tuberculosis patients can improve their nutritional status to support recovery by consuming foods high in protein.
4157543643I1A020075FAKTOR FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP
KUALITAS HIDUP PENDERITA TUBERKULOSIS
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMBARAN II
KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS 2023
Latar Belakang: Salah satu permasalahan dari penyakit tuberkulosis adalah
adanya penurunan kualitas hidup penderitanya, yang dapat berdampak pada
produktifitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang
mempengaruhi kualitas hidup penderita tuberkulosis di Wilayah puskesmas
Kembaran II
Metode: Penelitian ini menggunaakan metode kuantitatif dengan pendekatan
crossectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh penderita tuberkulosis di
wilayah Puskesmas Kembaran II, sampel penelitian ini adalah 34 penderita
tuberkulosis yang memenuhi kriteria inklusi diambil dengan purpossive sampling.
Variabel yang diteliti yaitu tahap pengobatan, komorbid, stigma diri, persepsi
kepuasan pengobatan dan dukungan sosial terhadap kualitas hidup. Pengumpulan
data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data yang
digunakan yaitu analisis univariat, bivariat menggunakan chi-square, dan
multivariat menggunakan regresi logistik.
Hasil: Sebagian besar penderita memiliki kualitas hidup yang baik pada domain
gejala, aktivitas, dampak dan secara keseluruhan. Secara statistik didapat variabel
komorbid (p=0.55), stigma diri (p=0.168), persepsi kepuasan pengobatan
(p=0.122), dan dukungan sosial (0.180) tidak berpengaruh terhadap kualitas hidup.
Terdapat pengaruh tahap pengobatan terhadap kualitas hidup penderita
(OR=28.957)
Kesimpulan: Penderita tuberkulosis pada tahap pengobatan intensif 28 kali lebih
berpotensi memiliki kualitas hidup yang tidak baik.
Background: One of the tuberculosis problem is the decline in patients' quality of
life, which may impact their productivity. This study aims to determine the factors
that affect the quality of life of tuberculosis patients in the Puskesmas Kembaran II
area.
Methods: This study uses quantitative methods with a crossectional approach. The
population of this study were all tuberculosis patients in the Puskesmas Kembaran
II area, the sample were 34 patients who met the inclusion criteria taken by
purposive sampling. The variables studied were treatment stage, comorbidities,
self-stigma, treatment satisfaction and social support on quality of life. Data
collection was conducted by interview using questionnaire. Data analysis used was
univariate analysis, bivariate using chi-square, multivariate using logistic
regression.
Results: Most patients have good quality of life in the domains of symptoms,
activities, impact and overall. Statistically obtained comorbid (p=0.55), self-stigma
(p=0.168), treatment satisfaction (p=0.122), and social support (0.180) have no
effect on quality of life. There is an effect of treatment stage on the quality of life
of patients (OR = 28.957).
Conclusion: Tuberculosis patients in the intensive treatment stage are 28 times
more likely to have an unfavorable quality of life.
4157645062J1D020008Nilai Moral Tokoh Utama pada Novel Guru Aini Karya Andrea HirataABSTRAK

Andrean, Muhammad. 2024. “Nilai Moral Tokoh Utama pada Novel Guru Aini Karya Andrea Hirata ”. Skripsi. Purwokerto: Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman.
Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan struktur dan nilai moral dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur dan nilai moral tokoh utama pada novel Guru Aini karya Andrea Hirata yang meliputi: (1) struktur novel Guru Aini karya Andrea Hirata (2) nilai moral tokoh utama yang terdapat dalam novel Guru Aini Karya Andrea Hirata. Subjek penelitian ini adalah novel Guru Aini Karya Andrea Hiarata. Objek dalam penelitian ini adalah struktur dan nilai moral tokoh utama. Bentuk penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini difokuskan kepada struktur dan nilai moral tokoh utama pada novel Guru Aini karya Andrea Hiarata. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca catat. Analisis data menggunakan teori oleh Miles dan Hubermen. Hasil analisis struktur pada novel Guru Aini karya Andrea Hirata terdapat 33 data dan analisis nilai moral tokoh utama yang terdapat dalam novel Guru Aini Karya Andrea Hirata terdapat 42 data. Struktur pada novel Guru Aini karya Andrea Hirata terrdiri dari tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut pandang, dan amanat. Nilai moral pada Novel Guru Aini Karya Andrea Hirata terdiri dari beribadah, berdo’a, mengucapkan salam, kegigihan, jujur, istiqomah, tanggung jawab, pantang menyerah, sabar berani, percaya diri, semangat, kerja keras, ramah, peduli, menolong, berbakti kepada orang tua, mengakui kesalahan, mendengar nasihat.

Kata Kunci: nilai moral, tokoh utama, novel guru aini
ABSTRACT

Andrean, Muhammad. 2024. “Moral Value of the Main Character in the Novel Guru Aini by Andrea Hirata”. Thesis. Purwokerto: Faculty of Humanities, General Soedirman University.
This paper aims to describe the structure and moral values in the novel Guru Aini by Andrea Hirata. This study aims to describe the structure and moral values of the main character in the novel Guru Aini by Andrea Hirata which includes: (1) the structure of the novel Guru Aini by Andrea Hirata (2) the moral value of the main character contained in the novel Guru Aini by Andrea Hirata. The subject of this research is the novel Guru Aini by Andrea Hiarata. The object of this research is the structure and moral value of the main character. The form of this research is descriptive qualitative research. This research focuses on the structure and moral values of the main character in the novel Guru Aini by Andrea Hiarata. Data collection was done by reading and writing technique. Data analysis uses the theory by Miles and Hubermen. The results of the analysis of the structure in the novel Guru Aini by Andrea Hirata there are 33 data and the analysis of the moral values of the main character contained in the novel Guru Aini by Andrea Hirata there are 42 data. The structure of the novel Guru Aini by Andrea Hirata consists of theme, character and characterization, plot, setting, point of view, and mandate. Moral values in the novel Guru Aini by Andrea Hirata consist of worship, praying, saying greetings, persistence, honesty, istiqomah, responsibility, never giving up, patience, courage, self-confidence, and persistence, hard work, friendly, caring, helping, devotion to parents, admitting mistakes, listening to advice.

Keywords: moral values, main character, novel guru aini
4157743646A1F019079Optimasi Proporsi Gula Stevia dan Maltodekstrin pada Pembuatan Minuman Sari Buah CaricaBuah carica merupakan salah satu hasil perkebunan Dieng yang memiliki
kandungan antioksidan, dan asam askorbat yang memiliki fungsi sebagai
penangkal radikal bebas. Buah carica termasuk buah yang tidak bisa dikonsumsi
secara langsung namun memiliki sifat yang mudah rusak sehingga masyarakat
mengolah buah carica menjadi oleh-oleh khas Wonosobo berupa koktail carica. Selain koktail, buah carica dapat dimanfaatkan menjadi minuman sari buah carica
yang dapat dikonsumsi secara praktis. Minuman sari buah merupakan minuman
dengan penambahan air pada sari buah yang telah dilakukan penghancuran dan
pengepresan. Minuman sari buah dapat dipengaruhi oleh kestabilan produk dan
tingkat kemanisan produk. Penelitian ini dilakukan optimasi formula dengan
menambahkan gula stevia dan maltodekstrin sebagai upaya dalam meningkatkan
rasa manis dan homogenitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk : (1)
Menetapkan proporsi optimum gula stevia dan maltodekstrin untuk menghasilkan
produk minuman sari buah carica yang memiliki respon optimum; 2) Mengkaji
pengaruh kombinasi gula stevia dan maltodekstrin pada karakteristik sensori
minuman sari buah carica; 3) Membandingkan karakteristik sensori dan kimia dari
formula optimum yang dibandingkan dengan kontrol. Penelitian ini dilaksanakan di Pusat Inovasi Pangan Dukuhwaluh, dan
Laboratorium Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal
Soedirman. Kegiatan penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2023 hingga
November 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian berupa Respon Surface
Methodology (RSM) dengan rancangan percobaan Central Composite Design. Data yang diperoleh dianalisis dengan software Design Expert V.13 dan SPSS
IBM Statistics 25 menggunakan uji T 95%. Variabel pengukuran dilakukan
terhadap respon sensori yang meliputi intensitas warna kuning, homogenitas, aroma khas buah, rasa khas buah, rasa manis, rasa asam, kekentalan, dan kesukaan, sedangkan respon kimia meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, karbohidrat, dan gula total. Pengujian sensori dengan 35 panelis semi terlatih
dengan 15 sampel dan dilanjutkan dengan validasi produk yang diperoleh formula
optimum melalui Design Expert. Hasil formula optimum akan dibandingkan
dengan produk kontrol. Penelitian ini menghasilkan formula optimum minuman sari buah carica
dengan proporsi gula stevia sebesar 1,746% dan maltodekstrin sebesar 5,626%. Selanjutnya produk optimum dibandingkan dengan produk kontrol dan
menghasilkan karakterisasi sensori berupa rasa manis, aroma khas buah, rasa
khas buah, dan kekentalan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol, sedangkan intensitas warna kuning, rasa asam, dan homogenitas lebih rendah dari
produk kontrol. Pada karakterisasi kimia diperoleh bahwa produk optimum
dibandingkan dengan produk kontrol memiliki perbedaan yang nyata (p<0,05)
pada kadar air, kadar abu, dan gula total, sedangkan pada kadar protein, kadar
lemak, dan karbohidrat tidak memiliki perbedaan yang nyata (p>0,05).
Carica fruit is one of the products of Dieng plantations which contains
antioxidants and ascorbic acid which functions as an antidote to free radicals. Carica fruit is a fruit that cannot be consumed directly but is easily damaged, so
people process carica fruit into typical Wonosobo souvenirs in the form of carica
cocktails. Apart from cocktails, carica fruit can be used to make carica juice
drinks which can be consumed practically. Fruit juice drinks are drinks with the
addition of water to fruit juice that has been crushed and pressed. Fruit juice
drinks can be influenced by the stability of the product and the level of sweetness
of the product. This research carried out formula optimization by adding stevia
sugar and maltodextrin as an ef ort to increase the sweetness and homogeneity of
the product. This research aims to: (1) Determine the optimum proportion of
stevia sugar and maltodextrin to produce Carica fruit juice drink products that
have an optimum response; 2) Examining the ef ect of the combination of stevia
and maltodextrin sugar on the sensory characteristics of Carica fruit juice drinks;
3) Compare the sensory and chemical characteristics of the optimum formula
compared with the control. This research was carried out at the Dukuhwaluh Food Innovation Center
and the Agricultural Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal
Soedirman University. This research activity was carried out from March 2023 to
November 2023. The method used in the research was Response Surface
Methodology (RSM) with a Central Composite Design experimental design. The
data obtained were analyzed with Design Expert V.13 and SPSS IBM Statistics 25
software using the 95% T test. Measurement variables were carried out on
sensory responses which included yellow color intensity, homogeneity, typical
fruit aroma, typical fruit taste, sweetness, sour taste, viscosity, and preference, while chemical responses included water content, ash content, protein content, fat
content, carbohydrates. , and total sugar. Sensory testing with 35 semi-trained
panelists with 15 samples and continued with product validation which obtained
the optimum formula through Design Expert. The optimum formula results will be
compared with the control product. This research produced an optimum formula for Carica fruit juice drink
with a stevia sugar proportion of 1.746% and maltodextrin of 5.626%. Furthermore, the optimum product was compared with the control product and
produced sensory characteristics in the form of sweet taste, typical fruit aroma, typical fruit taste, and viscosity that were higher compared to the control, while
the intensity of the yellow color, sour taste, and homogeneity were lower than the
control product. In terms of chemical characteristics, it was found that the
optimum product compared to the control product had a significant dif erence
(p<0.05) in water content, ash content and total sugar, while there was no
significant dif erence in protein content, fat content and carbohydrate content
(p >0.05)
4157843648B2A021003Hematologikal dan Kadar Enzim Antioksidan Ikan Nilem (Osteochilus vittatus) yang Diberi Pakan Suplementasi
Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi Spirulina platensis, Chlorella vulgaris dan kombinasi Spirulina platensis + Chlorella vulgaris terhadap parameter hematologikal dan kadar enzim antioksidan ikan nilem, serta untuk mendapatkan suplementasi pakan terbaik untuk meningkatkan parameter hematologikal dan kadar enzim antioksidan ikan nilem. Penelitian dilakukan secara eksperimental, terdiri dari 5 perlakuan suplementasi pakan yang masing-masing perlakuan dilakukan sebanyak 4 kali ulangan. Suplementasi pakan dilakukan selama 84 hari. Hasil uji analisis anova menunjukkan seluruh kelompok perlakuan suplementasi pakan berbeda nyata dibandingkan kelompok tanpa perlakuan. Hasil uji Duncan parameter hematologikal seperti pengukuran kadar hemoglobin, jumlah eritrosit dan jumlah leukosit tidak berbeda nyata antar kelompok perlakuan, namun pengukuran nilai hematokrit pada pakan perlakuan Chlorella vulgaris 4 g/kg berbeda nyata dengan kelompok perlakuan lainnya. Hasil uji Duncan pengukuran kadar enzim SOD dan katalase pada kelompok yang diberi suplemen kombinasi Spirulina platensis 2 g + Chlorella vulgaris 3 g/kg pakan berbeda nyata dibandingkan kelompok perlakuan lainnya. Suplementasi Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris dapat meningkatkan kadar hematologikal dan enzim antioksidan. Suplementasi Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris merupakan suplementasi pakan terbaik untuk meningkatkan hematologikal dan enzim SOD dan katalase.This study aims evaluate effect of supplementation with Spirulina platensis, Chlorella vulgaris and a combination of Spirulina platensis + Chlorella vulgaris on hematological parameters and levels of antioxidant enzymes of nilem fish, as well as to obtain the best feed supplementation to increase hematological parameters and levels of antioxidant enzymes nilem fish. The research was carried out experimentally, consisting of 5 dietary supplementation treatments, each treatment carried out in 4 repetitions. Feed supplementation was carried out for 84 days. The results of the anova analysis test showed that all feed supplementation treatment groups were significantly different compared to the group without treatment. The results of further tests on hematological parameters measuring hemoglobin levels, erythrocytes counts and leukocytes counts were not significantly different between the treatment groups, however the measurement of hematocrit values in the Chlorella vulgaris 4 g/kg feed treatment was significantly different from the other treatment groups. The results of the Duncan test measuring SOD and catalase enzyme levels in the group supplemented with a combination of Spirulina platensis 2 g + Chlorella vulgaris 3 g /kg feed were significantly different compared to other treatment groups. Supplementation with Spirulina platensis and Chlorella vulgaris can increase hematological and antioxidant enzyme levels. Supplementation with Spirulina platensis and Chlorella vulgaris is the best feed supplementation to increase hematological and the enzymes SOD and catalase
4157943649J1A019040AN ANALYSIS OF SEMIOTIC MEANING IN THE ADVERTISEMENT OF MEN'S SKINCARE PRODUCTSSkripsi ini berjudul "An Analysis of Semiotic Meaning in the Advertisement of
Men’s Skincare Products". Penelitian ini menganalisis tanda, makna, dan
representasi pria melalui iklan produk perawatan kulit pria. Iklan perawatan kulit
tersebut adalah Loreal Men, Garnier Men, Laneige Homme & Nivea Men.
Kemudian, peneliti menganalisis makna dari setiap tanda yang ada di dalam iklan
tersebut dengan menggunakan pendekatan semiotika dari Ferdinand de Saussure
(1983), selain itu peneliti juga menggunakan teori representasi laki-laki dari
Edwards (2006). Definisi maskulin meliputi strong, powerful, rational &
competitive. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi elemenelemen tanda yang terdapat pada produk perawatan kulit pria dan untuk mengetahui
bagaimana pria direpresentasikan dalam iklan tersebut. Penelitian ini menggunakan
pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil yang ditemukan dari penelitian ini adalah
keempat iklan tersebut memiliki penanda (signifier), petanda (signified), dan
representasi laki-laki.
This study aims to reveal the signs, meanings, and men’s representation through the men's skincare advertisements. It is often associated with being masculine men who are not invested in skin care. However, there are many underlying factors in play that contribute to this notion. Furthermore, the researcher also used men’s representation theory by Edwards (2006). The definition of masculine includes strong, powerful, rational and competitive. The purpose of this research is to identify sign elements that consist in men skincare products and to find out how men represented in the advertisements. This research uses a qualitative descriptive approach. The result found from this research are the four advertisements with signifier, signified and men’s representation. It can be revealed that the interpretation of a masculine man is represented and perpetuated through advertisements. Qualitative methods were used in this study. Findings suggest that skincare advertisements play a significant role in shaping societal perceptions of masculinity, promoting ideals of physical strength, achievement, and rational decision-making. The study also highlights the evolving portrayal of masculinity in response to changing cultural attitudes towards male grooming and self-care practices.
4158043650I1B020052Gambaran Kualitas Hidup Pada Penyandang Talasemia di BanyumasLatar Belakang: Talasemia merupakan kelainan genetik pada sel darah merah yang diturunkan oleh orang tua dan pada klasifikasi talasemia mayor memerlukan terapi rutin untuk menunjang kehidupan. Di Indonesia terdapat 9082 orang penyandang talasemia. Namun faktanya, belum terdapat penelitian tentang kualitas hidup pada penyandang talasemia di Banyumas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas hidup penyandang talasemia di Banyumas.

Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan instrumen WHOQOL-BREF. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat. Pada penelitian ini terdapat 57 partisipan dengan 55 bersedia dan 2 tidak bersedia menjadi partisipan.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 41(75%) orang memiliki kualitas hidup baik, 6 (11%) orang memiliki kualitas hidup sangat baik, dan 8 (14%) orang memiliki kualitas hidup sedang.

Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka ditarik kesimpulan bahwa mayoritas penyandang talasemia di Banyumas memiliki kualitas hidup baik.
Background: Thalassemia is a blood genetic disorder from parents and in the classification of thalassemia major requires routine therapy to support life. In Indonesia, there are 9082 people with thalassemia. But in fact, there has been no research on the quality of life of people with thalassemia in Banyumas. The purpose of this study was to describe the quality of life of people with thalasemia in Banyumas.

Methodology: This research was a quantitative research with descriptive method. This research used the WHOQOL-BREF for research instrument. This study used a sampling technique that is simple random sampling. Data analysis was performed by univariate analysis. This study were 57 participants, 55 willing and 2 unwilling participants.

Research Results: The results of the study showed that 41 (75%) people had a good quality of life, 6 (11%) people had a very good quality of life, and 8 (14%) people had a moderate quality of life.

Conclusion: Based on the research that has been done, it is concluded that the majority of people with thalassemia in Banyumas have a good quality of life.