Artikel Ilmiah : C1A020041 a.n. HESTI SEPTIANINGSIH

Kembali Update Delete

NIMC1A020041
NamamhsHESTI SEPTIANINGSIH
Judul ArtikelAnalisis Keuntungan Industri Rumah Tangga Kerajinan Rotan Di Kampung Wisata Rotan Galmantro Desa Tegalwangi
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kabupaten Cirebon merupakan penghasil kerajinan rotan terbesar di Indonesia. Industri kerajinan rotan yang berkembang di Kabupaten Cirebon masih dalam skala kecil dan industri rumah tangga. Salah satu wilayah yang menjadi sentra industri rumah tangga kerajinan rotan Kabupaten Cirebon adalah Desa Tegalwangi yang dikenal sebagai Kampung Wisata Rotan Galmantro. Sesuai dengan karakteristiknya, produktivitas industri rumah tangga kerajinan rotan di Desa Tegalwangi ini relatif lebih rendah.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keuntungan yang diterima oleh industri rumah tangga kerajinan rotan di Kampung Wisata Rotan Galmantro Desa Tegalwangi serta faktor – faktor yang mempengaruhi keuntungannya seperti modal, tenaga kerja, jenis produk, digital marketing dan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini ditujukan kepada industri rumah tangga kerajinan rotan di Kampung Wisata Rotan Galmantro Desa Tegalwangi dengan populasi sebanyak 217 industri rumah tangga dan sampel sebanyak 70 responden yang didapatkan dari perhitungan rumus slovin. Penentuan sample dilakukan melalui metode simple random sampling. Penelitian ini menggunakan analisis pendapatan dan analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata keuntungan yang didapatkan industri rumah tangga kerajinan rotan di Kampung Wisata Rotan Galmantro Desa Tegalwangi adalah sebesar Rp2.744.285,71 perbulan. Modal, tenaga kerja dan teknologi berpengaruh positif signifikan terhadap keuntungan industri rumah tangga kerajinan rotan di Kampung Wisata Rotan Galmantro Desa Tegalwangi, sedangkan jenis produk dan digital marketing tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keuntungan industri rumah tangga kerajinan rotan di Kampung Wisata Rotan Galmantro Desa Tegalwangi.
Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa pelaku usaha industri rumah tangga kerajinan rotan meningkatkan jumlah modal, tenaga kerja yang disertai dengan peningkatan kualitas dan teknologi. Pelaku usaha industri rumah tangga kerajinan rotan perlu memperhatikan kualitas tenaga kerja agar dapat meningkatkan produktivitasnya. Sehingga, diperlukan adanya berbagai pelatihan untuk mengembangkan kualitas tenaga kerja pengrajin rotan di Kampung Wisata Rotan Galmantro Desa Tegalwangi.
Abtrak (Bhs. Inggris)Cirebon Regency is the largest rattan handicraft producer in Indonesia. The rattan handicraft industry that is developing in Cirebon Regency is still on a small scale and household industry. One of the areas that is the center of rattan handicraft household industry in Cirebon Regency is Tegalwangi Village which is known as Galmantro Rattan Tourism Village. In accordance with its characteristics, the productivity of the rattan craft household industry in Tegalwangi Village is relatively lower.
This study aims to analyze the net income received by the rattan handicraft household industry in Galmantro Rattan Tourism Village, Tegalwangi Village as well as factors that affect its income such as capital, labor, product type, digital marketing and technology. This study used a quantitative approach. This research is aimed at rattan handicraft household industries in Galmantro Rattan Tourism Village, Tegalwangi Village with a population of 217 household industries and a sample of 70 respondents obtained from the calculation of the slovin formula. Sample determination is done through a simple random sampling method. This study used income analysis and multiple linear regression analysis.
The results showed that the average profit obtained by the rattan handicraft household industry in Galmantro Rattan Tourism Village, Tegalwangi Village was Rp2,744,285.71 per month. Capital, labor and technology have a significant positive effect on the income of rattan handicraft household industries in Galmantro Rattan Tourism Village, Tegalwangi Village, while product types and digital marketing do not significantly affect the income of rattan handicraft household industries in Galmantro Rattan Tourism Village, Tegalwangi Village.
The implication of this study is that rattan handicraft household industry business actors increase the amount of capital, labor accompanied by quality and technology improvements. Rattan handicraft household industry business actors need to pay attention to the quality of labor in order to increase their productivity. So, various training is needed to develop the quality of the rattan crafts workforce in the Galmantro Rattan Tourism Village, Tegalwangi Village.
Kata kunciModal, Keuntungan, Rotan, Teknologi, Tenaga Kerja
Pembimbing 1Istiqomah, S.E., M.Sc., Ph.D
Pembimbing 2Dwita Aprillia Floresti, S.E., M.Si.
Pembimbing 3Dra. Dijan Rahajuni, M.Si.
Tahun2024
Jumlah Halaman181
Tgl. Entri2024-02-12 09:10:36.659008
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.