| NIM | F1C017002 |
| Namamhs | MARYAM ALHUSNA |
| Judul Artikel | Analisis Resepsi Penonton Terhadap Pemaknaan Comfort Women Dalam Film I Can Speak |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Film I Can Speak merupakan film yang diangkat berdasarkan kisah nyata “Comfort Women” atau dalam bahasa Jepang disebut “Jugun ianfu”, istilah yang dipakai untuk merujuk pada para perempuan yang dipaksa menjadi budak seksual tentara Jepang pada masa Perang Dunia II. Khalayak yang telah menonton film I Can Speak memiliki pemaknaan dan penerimaan yang berbeda-beda terhadap comfort women dalam film I Can Speak dan di kehidupan nyata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui pemaknaan yang berbeda-beda dari comfort women yang dihasilkan oleh para penonton ketika menyaksikan film I Can Speak dengan melihat latar belakang sosio kultural yang beragam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan analisis resepsi oleh Stuart Hall untuk mengetahui resepsi khalayak mengenai comfort women dalam film I Can Speak. Khalayak dalam penelitian ini merupakan audience yang aktif dalam memaknai pesan yang disampaikan oleh media berdasarkan pengalaman pribadi mereka. Pemaknaan dan penerimaan tersebut kemudian terbagi menjadi tiga kemungkinan kategori posisi yaitu Dominant Hegemonic Position, Negotiated Position, dan Oppostional Position. Peneliti melakukan Focus Group Discussion yang dilakukan secara daring, kemudian dilanjutkan dengan wawancara mendalam. Hasil penelitian menujukkan bahwa khalayak membenarkan dan meneriman comfort women pada film I Can Speak. Namun, khalayak menempatkan diri dalam posisi yang berbeda-beda dalam memaknai comfort women itu sendiri. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | I Can Speak movie is a film based on the true story of "Comfort Women" in Japanese called "Jugun ianfu", a term used to refer to women who were forced to become sexual slaves for Japanese soldiers during World War II. Audiences have different interpretations and meanings of comfort women in I Can Speak movie and in real life. The purpose of this study was to find out the different interpretations of comfort women produced by the audience when watching I Can Speak movie based on their personal experiences. This study used qualitative research methods with Stuart Hall's Reception Analysis approach to determine the audience's reception of comfort women in I Can Speak movie. The audience in this research actively interprets messages the media conveys based on their personal experiences. The meaning and acceptance are then divided into three position categories, namely Dominant Hegemonic Position, Negotiated Position, and Oppositional Position. Researchers conducted an online Focus Group Discussion (FGD), informants were selected using a purposive sampling technique which was then followed by in-depth interviews. The results show that audiences confirmed and accepted the existence of comfort women in I Can Speak movie. However, audiences place themselves in different positions in interpreting comfort women themselves. |
| Kata kunci | Analisis Resepsi, Khalayak, Comfort Women, Film I Can Speak |
| Pembimbing 1 | Tri Nugroho Adi, S.Sos., M.Si |
| Pembimbing 2 | Dr. Mite Setiansah, S.IP., M.Si |
| Pembimbing 3 | Petrus Imam Prawoto Jati, S.Sos., M.I.Kom |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 11 |
| Tgl. Entri | 2024-02-11 16:56:05.474991 |
|---|