Artikel Ilmiah : F1B020074 a.n. KHOIRUL HUSNA

Kembali Update Delete

NIMF1B020074
NamamhsKHOIRUL HUSNA
Judul ArtikelEFEKTIVITAS PENASIHATAN PERKAWINAN BP4 PADA PASANGAN BERMASALA H DALAM UPAYA PENCEGAHAN PERCERAIAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah dianggap sebagai strategi efektif untuk mengurangi tingkat perceraian di Indonesia. Badan Penasihat Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) dapat menjadi tempat di mana pasangan yang berencana untuk bercerai dapat memperoleh penasihatan perkawinan untuk memahami penyebab mendasar dari keinginan mereka untuk bercerai. Namun demikian, BP4 Kementerian Agama Kabupaten Banyumas sering menghadapi kendala dalam mendamaikan pasangan yang sedang menghadapi masalah perkawinan dan menuju proses perceraian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efektivitas penasihatan perkawinan BP4 pada pasangan bermasalah dalam upaya pencegahan perceraian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik penentuan informan dengan metode purposive sampling dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan dari S. B. Hari Lubis dan Martani Huseini, yaitu pendekatan sasaran, pendekatan sumber, dan pendekatan proses dalam menganalisis efektivitas penasihatan perkawinan BP4 pada pasangan bermasalah. Disimpulkan bahwa penasihatan perkawinan BP4 pada pasangan bermasalah dalam upaya pencegahan perceraian kurang efektif. Adapun hambatan yang dihadapi yaitu BP4 Kementerian Agama Kabupaten Banyumas tidak dapat mendamaikan pasangan yang sedang bermasalah, kurangnya sumber daya manusia yang berkualifikasi, dan tidak berjalanya standar operasional prosedur secara optimal.
Abtrak (Bhs. Inggris)Forming a sakinah, mawaddah and warahmah family is considered an effective strategy for reducing the divorce rate in Indonesia. The Marriage Development and Preservation Advisory Board (BP4) can be a place where couples who are planning to divorce can get marriage counseling to understand the underlying causes of their desire to divorce. However, BP4 Ministry of Religion of Banyumas Regency often faces obstacles in reconciling couples who are facing marital problems and are heading towards the divorce process. The aim of this research is to find out how effective BP4 marriage counseling is for problematic couples in efforts to prevent divorce. This research uses descriptive qualitative methods. The technique for determining informants is using the purposive sampling method with data collection techniques of observation, interviews and documentation. Data analysis is carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification. This research uses the approach of S. B. Hari Lubis and Martani Huseini, namely the target approach, source approach, and process approach in analyzing the effectiveness of BP4 marriage counseling for problematic couples. It was concluded that BP4 marriage counseling for problematic couples in efforts to prevent divorce was less effective. The obstacles faced are that BP4 Ministry of Religion, Banyumas Regency cannot reconcile couples who are having problems, lack of qualified human resources, and standard operational procedures are not running optimally.

Kata kunciBP4, Efektivitas, Perceraian, Penasihatan Perkawinan
Pembimbing 1Dr. Abdul Rohman, M.Ag.
Pembimbing 2Dr. Alizar Isna, M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman18
Tgl. Entri2024-02-07 15:22:43.43849
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.