Artikelilmiahs

Menampilkan 41.141-41.160 dari 48.888 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4114145002H1A020032PERANCANGAN MODEL DEEP LEARNING DENGAN ARSITEKTUR CNN PADA RICE DISEASES DATASET UNTUK APLIKASI PADI CAREPenyakit padi dapat menyebabkan kerugian berupa gagal panen, yang berimbas pada penurunan produksi tanaman padi. Oleh karena itu, deteksi dini penyakit pada tanaman padi sangat penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar. Padi Care merupakan aplikasi yang dapat membantu dalam mendeteksi penyakit padi. Padi Care ini memberikan 1 fitur utama yaitu mendeteksi penyakit padi dan 2 fitur tambahan yaitu blog dan edukasi. Dalam membangun aplikasi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk melakukan perancangan model dengan akurasi terbaik pada rice leaf diseases dataset dengan arsitektur CNN dengan cara membandingkan tiga arsitektur, yaitu ResNet, MobileNet, dan Inception. Perancangan melalui 3 tahapan yaitu Persiapan Dataset (menyimpan di Kaggle dan Prepocessing Data), Pemilihan layer untuk model, Training dataset dengan model, dan Evaluasi atau pengujian akurasi dengan dataset itu sendiri menggunakan confussion matrixRice diseases can cause losses in the form of crop failure, which results in a decrease in rice crop production. Therefore, early detection of diseases in rice plants is very important to prevent greater losses. Padi Care is an application that can help in detecting rice diseases. Padi Care provides 1 main feature, namely detecting rice diseases and 2 additional features, namely blogs and education. In building the application, this research aims to design a model with the best accuracy on rice leaf diseases dataset with CNN architecture by comparing three architectures, namely ResNet, MobileNet, and Inception. The design goes through 3 stages, namely Dataset Preparation (storing in Kaggle and Prepocessing Data), Layer Selection for the model, Dataset Training with the model, and Evaluation or accuracy testing with the dataset itself using a confusion matrix
4114245003G1A020014Hubungan Neutrophil-to-Lymphocite Ratio dengan HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Klinik Penyakit Dalam RSUD Prof. Dr. Margono SoekarjoLatar belakang: HbA1c dapat digunakan sebagai prediktor komplikasi pada berbagai sistem organ akibat diabetes melitus. Pengukuran HbA1c relatif mahal dan tidak tersedia di beberapa daerah terpencil di negara-negara berkembang, salah satunya di Indonesia. Neutrophil-to-lymphocyte ratio (NLR) merupakan parameter laboratorium sederhana dan murah yang dipelajari sebagai penanda inflamasi yang digunakan untuk memprediksi prognosis diabetes melitus.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara NLR dengan HbA1c pada pasien diabetes melitus tipe 2 (DMT2) di Klinik Penyakit Dalam RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan rancangan potong lintang. Populasi penelitian ini adalah pasien diabetes melitus tipe 2 di Klinik Penyakit Dalam RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Pasien DMT2 berusia 18 – 75 tahun dengan data identitas dan hasil pemeriksaan laboratorium lengkap diinklusi sebagai subjek penelitian. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pasien dengan komorbid kanker, HIV, infark miokard akut, sepsis, pneumonia, tuberkulosis, atau anemia dieksklusikan dari subjek. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman pada taraf signifikansi 0,05.
Hasil: Analisis terhadap 62 pasien DMT2 menunjukkan rata-rata kadar HbA1c sebesar 9,1 ± 2,5% dan NLR sebesar 2,3 ± 1,1. Koefisien korelasi antara NLR dan HbA1c sebesar 0,310 (p=0,014).
Kesimpulan: Kadar NLR memiliki hubungan yang signifikan dengan HbA1c pada pasien DMT2.
Background: HbA1c can be used as a predictor of complications in various organ systems due to diabetes mellitus. Measuring HbA1c is relatively expensive and not available in some remote areas in developing countries, including Indonesia. The neutrophil-to-lymphocyte ratio (NLR) is a simple and inexpensive laboratory parameter studied as an inflammatory marker used to predict the prognosis of diabetes mellitus.
Objective: To determine the relationship between NLR and HbA1c in patients with type 2 diabetes mellitus (T2DM) at the internal medicine clinic of RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
Methods: This study is an analytical observational study with a cross-sectional design. The study population consisted of patients with type 2 diabetes mellitus at the Internal Medicine Clinic of RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. T2DM patients aged 18 – 75 years with complete identity data and laboratory examination results were included as research subjects. Sampling was done using a purposive sampling method. Patients with comorbid cancer, HIV, acute myocardial infarction, sepsis, pneumonia, tuberculosis, or anemia were excluded from the subjects. Data analysis used Spearman correlation test at a significance level of 0.05.
Results: Analysis of 62 T2DM patients showed an average HbA1c level of 9.1 ± 2.5% and an NLR of 2.3 ± 1.1. The correlation coefficient between NLR and HbA1c was 0.310 (p=0.014).
Conclusion: NLR levels have a significant relationship with HbA1c in T2DM patients.
4114345101L1A019016STRUKTUR TROFIK IKAN JAGUAR (Parachromis managuensis) YANG TERTANGKAP DI WADUK PENJALIN, JAWA TENGAHIkan jaguar cichlid (Parachromis managuensis) atau dengan nama lokal ikan marsela merupakan ikan asli yang berasal dari perairan Amerika Tengah tetapi sudah diintroduksi ke beberapa negara seperti Amerika Utara, Amerika Selatan dan Asia Tenggara. Ikan jaguar yang sudah berada di Waduk Penjalin menunjukkan indikasi adanya sifat invasif karena menunjukkan jumlah yang mendominasi dibanding ikan asli yang berada di perairan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran terkini mengenai struktur trofik ikan pada ekosistem perairan. Metode pada penelitian ini menggunakan perhitungan Index of Preponderance (IP) atau Indeks Bagian Terbesar (IBT) dalam menganalisis isi komposisi makanan serta penentuan nilai trofik level berdasarkan kelas ukuran panjang. Penelitian ini menunjukkan komposisi makanan rata-rata ikan jaguar terdiri dari potongan ikan 85,05%, potongan insekta 4,70%, potongan zooplankton 0,16%, potongan gastropoda 2,24% dan detritus 7,84%. Rata-rata nilai trofik level ikan secara keseluruhan yaitu 4,22 (TL5) atau dikategorikan sebagai ikan karnivora. The jaguar cichlid fish (Parachromis managuensis) or with the local name marsella fish is a native fish originating from Central American waters but has been introduced to several countries such as North America, South America and Southeast Asia. The jaguar fish that are already in the Penjalin Reservoir show indications of their invasive nature because they show dominant numbers compared to native fish in these waters. This research aims to provide the latest picture of the trophic structure of fish in aquatic ecosystems. The method in this research uses the calculation of the Index of Preponderance (IP) or Largest Part Index in analyzing the content of food composition and determining trophic level values based on length size classes. Current study revealed that the average food composition of jaguar fish consists of 85,05% fish pieces, 4,70% insect pieces, 0,16% zooplankton pieces, 2,24% gastropods pieces and 7,84% detritus. The overall average trophic level value for fish is 4.22 (TL5) or carnivorous fish.
4114443286H1C019046GEOLOGI DAN ANALISIS GEOKIMIA PADA BATUAN SEDIMEN FORMASI TOTOGAN DAERAH CANGKRING DAN SEKITARNYA KECAMATAN SADANG KABUPATEN KEBUMEN PROVINSI JAWA TENGAHDitemukan pengkayaan unsur Logam Tanah Jarang (LTJ) yang signifikan sesuai penelitian tahun 2021 pada Formasi Totogan yang tersingkap di daerah Kecamatan Sadang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Hal tersebut menjadikan latar belakang penelitian kali ini dengan menerapkan tujuan untuk melanjutkan dan mengidentifikasi kondisi geologi serta keterdapatan unsur kimia yang akan berkaitan erat dengan karakteristik dan jenis mineral yang ada pada batuan, seperti mengakibatkan adanya perubahan warna pada batuan yang akan berkorelasi dengan kondisi geomorfologi, struktur, stratigrafi, sejarah geologi serta aspek lainnya untuk daerah yang diduga memiliki potensi tertentu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pemataan geologi dengan proses pengambilan sampel secara sistematis dan analisis sampel batuan yang dilakukan secara kimia menggunakan X-ray fluorescence (XRF) dan Inductively Coupled Plasma-Mass Spectrometry (ICP-MS) untuk mengetahui unsur utama, unsur jejak dan unsur logam tanah jarang disertai pengamatan Petrografi dan Scanning Electron Microscope (SEM) untuk mengetahui karakteristik dan jenis mineral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara morfologi terdiri atas Perbukitan hingga Punggungan yang di kontrol oleh struktur geologi berupa Sesar dengan tatanan stratigrafi yang menyusun dari yang tua ke muda terbagi atas Satuan Sekis Mika, Satuan Batulempung, Satuan Breksi Totogan, Satuan Batupasir, dan Satuan Breksi Waturanda. Berdasarkan pola normalisasi Post Archean Australian Shales (PAAS) dan Cl Chondrite hasilnya menunjukkan pola yang mengindikasi batuan dan sumber tersebut berasal dari satu sumber yang sama yakni continental island arc dan/atau active continental margin. Sesuai dengan data sampel batuan yang terendapkan pada lingkungan kipas bawah laut dan berkembang membentuk endapan olisostrom mélange sedimenter pada area slope atau lekukan dari prisma akresi. Dan berdasarkan analisis kimia melalui XRF dan ICP MS serta analisis karakteristik mineral melalui Petrografi dan SEM perubahan warna yang dihasilkan dari setiap sampel yang diteliti ini bukan di sebabkan oleh adanya kelimpahan unsur kimia tertentu melainkan adanya komposisi mineral penciri yang memiliki warna tertentu.Significant enrichment of Rare Earth Elements (REE) was found according to research in 2021 in the Totogan Formation which is exposed in the area of Sadang District, Kebumen Regency, Central Java. This is the background for this research by applying the aim to continue and identify geological conditions and the presence of chemical elements that will be closely related to the characteristics and types of minerals present in rocks, such as resulting in changes in the color of rocks that will correlate with geomorphological conditions, structure, stratigraphy, geological history and other aspects for areas suspected of having certain potential. The methods used in this study include geological mapping with a systematic sampling process and analysis of rock samples carried out chemically using X-ray fluorescence (XRF) and Inductively Coupled Plasma-Mass Spectrometry (ICP-MS) to determine the main elements, trace elements, and rare earth elements accompanied by Petrographic observations and Scanning Electron Microscope (SEM) to determine the characteristics and types of minerals. The results showed that the morphology consists of hills to ridges that are controlled by geological structures in the form of faults and with stratigraphic order composed from old to young divided into Mica Shale Unit, Claystone Unit, Totogan Breccia Unit, Sandstone Unit, and Waturanda Breccia Unit. Based on the normalized pattern of Post Archean Australian Shales (PAAS) and Cl Chondrite, the results show a pattern that indicates the rocks and their sources come from the same source, namely continental island arcs and/or active continental margins. According to the data, the rock samples were deposited in a submarine fan environment and developed to form olisostrom mélange sedimentary deposits on the slope or curve of the accretionary prism. Based on chemical analysis through XRF and ICP MS as well as analysis of mineral characteristics through Petrography and SEM, the color changes produced from each sample studied are not caused by the abundance of certain chemical elements but by the characteristic composition of minerals that have a certain color.
4114543287F1B019030PROSES PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM DESA
MANDIRI ENERGI BERBASIS PLTMH DI DESA KARANGTENGAH,
KECAMATAN CILONGOK, KABUPATEN BANYUMAS
Latar belakang penelitian ini didasari oleh tingginya angka kemiskinan di Kecamatan
Cilongok dan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah dengan
memanfaatkan sumber energi terbarukan dan mengurangi konsumsi energi tak terbarukan.
Dalam rangka mencapai hal tersebut salah satu bentuk upaya yang dapat dilakukan adalah
melalui program desa mandiri energi. Desa Karangtengah merupakan salah satu desa yang
melakukan program desa mandiri energi yaitu berbasis PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga
Mikro Hidro).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pemberdayaan
masyarakat dalam pelaksanaan program desa mandiri energi berbasis PLTMH di Desa
Karangtengah. Peneltian ini menggunakan model tahap pemberdayaan masyarakat, tahap
penyadaran, tahap peningkatan kapasitas, tahap penyediaan daya. Metode penelitian ini
menggunakan metode penelitian kualitatif deskrptif. Teknik pemilihan informan
menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data
menggunakan metode wawancara, dokumentasi, dan observasi. Validitas data menggunakan
Teknik triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan program desa mandiri energi
berbasis PLTMH ini dilihat dari aspek tahap penyadaran, tahap pengingkatan kapasitas, dan
tahap penyediaan daya sudah berjalan dengan baik. Pada tahap penyadaran, masyarakat
menyadari bahwa perlunya mereka untuk diberdayakan agar kebutuhan mereka dapat
terpenuhi. Dalam tahap peningkatan kapasitas, walaupun program desa mandiri energi ini
berjalan dengan baik, namun masyarakat itu sendiri masih dibutuhkannya sebuah pelatihan.
Dalam tahap penyediaan daya, secara keseluruhan masyarakat sudah mampu memberdayakan
diri mereka sendiri dan sudah bisa mengelola program ini secara mandiri.
The background to this research is based on the high poverty rate in Cilongok District
and one of the efforts that can be made by the government is to utilize renewable energy
sources and reduce non-renewable energy consumption. In order to achieve this, one form of
effort that can be made is through the energy independent village program. Karangtengah
Village is one of the villages that carries out an energy independent village program, namely
based on PLTMH (Micro Hydro Power Plant).
The purpose of this research is to find out the process of community empowerment in
implementing the PLTMH-based energy independent village program in Karangtengah
Village. This research uses a model of community empowerment stages, awareness stages,
capacity building stages, and power provision stages. This research method uses descriptive
qualitative research methods. The informant selection technique used purposive sampling
and snowball sampling techniques. Data collection uses interview, documentation and
observation methods. Data validity uses source triangulation techniques.
The research results show that the implementation of the PLTMH-based energy
independent village program seen from the aspects of the awareness stage, capacity building
stage and power supply stage has gone well. At the awareness stage, people realize that they
need to be empowered so that their needs can be met. In the capacity building stage, even
though the energy independent village program is running well, the community itself still
needs training. In the power provision stage, the community as a whole is able to empower
themselves and can manage this program independently.
4114643288L1B019041Pertumbuhan dan Sintasan Udang
Vaname (LitopenaeusVannamei) Dengan Padat Tebar Yang Berbeda
Pada Sistem Intensif Di PT Biru Laut Nusantara Pangandaran
Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu
komoditas unggulan dengan permintaan pasar yang sangat tinggi.
Udang vaname memiliki peluang pasar dan potensial untuk terus dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui tingkat
pertumbuhan, sintasan dan konversi pakan udang vaname dengan padat
tebar yang berbeda. Luas tambak A dan B 3000 m2 dengan padat tebar
tambak A 500.000 ekor dan tambak B 250.000 ekor. Metode yang
digunakan yaitu metode survei dan dianalisis dengan uji independent T-
test untuk mengetahui perbedaan rata-rata tambak A dan B. Parameter
yang diukur pada penelitian ini yaitu Berat rata-rata, Pertumbuhan
Harian, Sintasan dan Konversi Pakan. Hasil rata-rata yang di analisis
menggunakan uji Independent T-test yaitu Berat rata-rata udang 11,9
ditambak A dan 24 ditambak B. Pertumbuhan harian 0,2 ditambak A dan
0,3 ditambak B. Sintasan (SR) di tambak A adalah 72,34% dan 53% di
tambak B. Konversi pakan (FCR) 1,47 ditambak A dan 1,96 ditambak B.
Hasil analisis kualitas air pH tambak A 6,8-7,4 dan pH tambak B 6,5-8,8,
suhu tambak A 240C-31,10C dan suhu tambak B 210C-31,70C, oksigen
terlarut tambak A 4,2-8,7 dan oksigen terlarut tambak B 3,4-9,0, salinitas
tambak A 7-20 dan salinitas tambak B 7-30
White shrimp (Litopenaeus vannamei) is one of the leading commodities with
very high market demand. White shrimp have market opportunities and
potential to continue to be developed. The aim of this research is to determine
the growth rate, survival and feed conversion of vaname shrimp with different
stocking densities. The area of ponds A and B is 3000 m2 with a stocking
density of pond A 500,000 head and pond B 250,000 head. The method used
was a survey method and analyzed using an independent T-test to determine
the average difference between ponds A and B. The parameters measured in
this study were average weight, daily growth, survival, feed conversion. The
average results were analyzed using the Independent T-test, namely the
average weight of shrimp was 11.9 in pond A and 24 in pond B. Daily growth
was 0.2 in pond A and 0.3 in pond B. Survival (SR) in pond A was 72.34% and
53 % in pond B. Feed Conversion (FCR) 1.86 in pond A and 1.96 in pond B.
Water quality analysis results, pH of pond A 6.8-7.4 and pH of pond B 6.5-8.8,
Temperature of pond A 240C-31.10C and temperature of pond B 210C-31.70C,
dissolved oxygen of pond A 4.2-8.7 and dissolved oxygen of pond B 3.4-9.0,
salinity of pond A 7-20 and salinity of pond B 7 -30.
4114745005H1B020089ANALISIS TRANSPOR SEDIMEN DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK JAKARTA UTARA MENGGUNAKAN SOFTWARE DELFT3DPelabuhan Tanjung Priok merupakan salah satu pelabuhan tersibuk yang berada di Jakarta Utara. Pemeliharaan rutin pelabuhan perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya pendangkalan pada area sekitar pelabuhan Tanjung Priok akibat sedimentasi atau pengendapan sedimen. Transpor sedimen atau perpindahan material sedimen erat kaitannya dengan arus, pasang-surut, dan gelombang yang dibangkitkannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola sebaran sedimen dan kumulatif erosi/sedimentasi berdasarkan waktu pasang surut yang terjadi pada rentang waktu 1 – 30 November 2023. 

Penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari dengan interval waktu tiap satu jam. Data yang digunakan adalah data sekunder, di antaranya yaitu karakteristik sedimen, data angin dan gelombang yang didapat dari ECMWF (European Centre for Medium-Range Weather Forecasts), serta beberapa data masukan yang dihasilkan melalui Delft Dashboard yang meliputi grid, garis pantai, batimetri, boundaries, dan observation points. 

Hasil dari penelitian ini yaitu pasang surut purnama secara berturut-turut terjadi pada tanggal 16 November 2023 pukul 04.00 WIB dan 14.00 WIB sedangkan pasang surut perbani terjadi pada tanggal 22 November 2023 pukul 04.00 WIB dan 19.00 WIB. Di antara waktu pasang surut tersebut, total transport tertinggi terjadi saat surut purnama yaitu sebesar 2,5 × 10-5 m2/s dengan hasil perhitungan rerata total transport yang ditinjau pada titik observasi TANDJOENG PRIOK IHO adalah sebesar 0,013 m2/hari sedangkan pada S-28 TP Tanjung Prio adalah sebesar 0,008 m2/hari. Selain itu, hasil pemodelan menunjukkan bahwa area yang mengalami sedimentasi berada di dekat garis pantai atau bangunan di pesisir pantai dengan ketebalan 0,06 meter.
Tanjung Priok Port is one of the busiest ports in North Jakarta. Routine port maintenance should be carried out to avoid the occurrence of landing in the area around the port of Tanjung Priok due to sedimentation or sediment deposition. The transport of sediment or sediment material is closely related to the current, sequence, and wave it generates. The study was conducted to determine the patterns of sediment spread and cumulative erosion/sedimentation based on the recession time that occurred in the time range from 1st to 30th November 2023. 

The study lasted 30 days with an hourly interval. The data used are secondary data, including sediment characteristics, wind and wave data obtained from the ECMWF (European Centre for Medium-Range Weather Forecasts), as well as some input data generated through the Delft Dashboard that includes grid, coastline, batimetry, boundaries, and observation points. 

The result of this study is that a consecutive full recession occurred on November 16, 2023 at 4:00 PM and 2:00 PM while a recession took place on November 22, 2023, at 4:00 PM and 7:00 PM. Between the time of the recession, the maximum total transport occurs during the full recession of 2.5 × 10-5 m2/s with the calculation of the total transport rate reviewed at the observation point of TANDJOENG PRIOK IHO is 0.013 m2/day whereas at S-28 TP Tanjung Prio is 0.008 m3/day. In addition, the modeling results showed that the area undergoing sedimentation was near the coastline or buildings on the coastal coast with a thickness of 0.06 meters.
4114845007K1C020057Identifikasi Lapisan Akuifer di Wilayah Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Schlumberger Penelitian terkait identifikasi lapisan akuifer pada kawasan cekungan air tanah Purwokerto – Purbalingga di wilayah Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga telah dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi Schlumberger. Tujuan dari penelitian ini adalah menginterpretasikan litologi struktur batuan bawah permukaan, kedalaman akuifer, serta jenis akuifer di kawasan cekungan air tanah Purwokerto – Purbalingga di wilayah Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga dapat diketahui. Akuisisi data menggunakan metode geolistrik konfigurasi schlumberger di lakukan sebanyak lima titik sounding dengan bentangan 400 meter pada masing – masing titik sounding. Berdasakan interpretasi litologi, daerah penelitian tersusun atas tanah penutup atau top soil dengan nilai resistivitas 18,62 – 34,28 Ωm, lempung, lanau dan pasir butiran bervariasi dengan nilai resistivitas 4,41 – 50,40 Ωm, pasir butiran bervariasi dengan nilai resistivitas 5,32 – 47,89 Ωm, batupasir tufan dengan nilai resistivitas 13,74 – 30,77 Ωm, pasir dan tuff dengan nilai resistivitas sebesar 8,70 – 27,12 Ωm. Jenis akuifer yang diperoleh pada daerah penelitian berupa akuifer bebas. Selain itu, ditemukan akuifer dangkal pada kedalaman 7,97 – 45,04 meter pada formasi batuan aluvium dan akuifer dangkal ditemukan pada kedalaman 25,54 – 172,38 meter pada formasi batuan undak. Secara umum potensi air tanah pada daerah penelitian diperkirakan sangat baik, sehingga dapat dijadikan sebagai sumber irigasi berbasiskan air tanah.Research related to the identification of aquifer layers in the Purwokerto - Purbalingga groundwater basin area in Bukateja District, Purbalingga Regency has been conducted using the Schlumberger configuration geoelectric method. The purpose of this research is to interpret the lithology of subsurface rock structure, aquifer depth, and aquifer type in Purwokerto - Purbalingga groundwater basin area in Bukateja District of Purbalingga Regency. Data acquisition using the schlumberger configuration geoelectric method was carried out as many as five sounding points with a stretch of 400 meters at each sounding point. Based on the interpretation of lithology, the research area is composed of top soil with a resistivity value of 18.62 - 34.28 Ωm, clay, silt and sand with varying grain sizes with a resistivity value of 4.41 - 50.40 Ωm, sand with varying grain sizes with a resistivity value of 5.32 - 47.89 Ωm, tuffaceous sandstone with a resistivity value of 13.74 - 30.77 Ωm, sand and tuff with a resistivity value of 8.70 - 27.12 Ωm. The type of aquifer obtained in the study area is free aquifer. In addition, a shallow aquifer was found at a depth of 7.97 - 45.04 meters in the alluvium rock formation and a shallow aquifer was found at a depth of 25.54 - 172.38 meters in the undak rock formation.
4114943289A1A018057Kajian Preferensi Konsumen Terhadap Atribut Buah Durian Bawor di Kabupaten Banyumas Banyumas merupakan salah satu daerah sentra buah durian di Provinsi Jawa Tengah
dengan produk unggulannya yaitu Durian Bawor. Durian ini menjadi sumber penghasilan
bagi sebagian masyarakat Kabupaten Banyumas. Tantangan bisnis ini adalah konsumen
dengan preferensi yang beragam, sehingga perlu dilakukan riset yang akurat agar dapat
meningkatkan kepuasan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik
konsumen, menganalisis atribut-atribut buah durian yang menjadi preferensi konsumen,
mengkaji atribut yang paling dipertimbangkan oleh konsumen pada pembelian buah Durian
Bawor di Kabupaten Banyumas.
Lokasi penelitian ditentukan secara purposive di Desa Karangsalam dan Desa
Alasmalang Kecamatan Kemranjen, serta Desa Karangrau Kecamatan Banyumas. Waktu
penelitian dilaksanakan mulai bulan September 2022 hingga bulan Januari 2023. Penelitian
dilaksanakan menggunakan metode survey deskriptif terhadap konsumen Durian Bawor
sebanyak 100 orang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis
Chi-Square dan analisis konjoin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk Durian Bawor memiliki konsumen
berusia 43-49 tahun, berpendidikan tinggi, pekerjaan wiraswasta atau seorang
wirausahawan dan memiliki 3 sampai 4 tanggungan keluarga. Durian Bawor yang menjadi
preferensi konsumen memiliki atribut rasa manis, harga murah, ukuran sedang, warna
daging kuning kemerahan, tekstur daging lembut kering, beraroma, dan warna kulit coklat
muda. Atribut yang paling dipertimbangkan oleh konsumen adalah atribut rasa dengan nilai
Importance Value sebesar 53,544.
Banyumas is one of the durian fruit centers in Central Java Province with its
superior product, Durian Bawor. This durian is a source of income for some people in
Banyumas Regency. The challenge of this business is consumers with diverse preferences,
so it is necessary to conduct accurate research in order to increase customer satisfaction.
This study aims to determine the characteristics of consumers, analyze the attributes of
durian fruit that become consumer preferences, examine the attributes that are most
considered by consumers purchasing Durian Bawor fruit in Banyumas Regency.
The research location was determined purposively in Karangsalam Village and
Alasmalang Village, Kemranjen District, and Karangrau Village, Banyumas District. The
research was conducted from September 2022 to January 2023. The research was
conducted using descriptive survey method on Durian Bawor consumers as many as 100
people. The analysis method used is descriptive analysis, Chi-Square analysis and conjoin
analysis.
The results showed that Durian Bawor products have consumers aged 43-49 years,
highly educated, self-employed or an entrepreneur and have 3 to 4 family dependents.
Durian Bawor which is the preference of consumers has attributes of sweet taste, low price,
size, and quality. The attribute most considered by consumers is the flavor attribute with
an Importance Value of 53.544.
4115043290I1A020008FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRAKTIK PEMANFAATAN KLINIK SANITASI OLEH KELUARGA PENDERITA TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATURRADEN I Penyakit menular masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Salah satu penyakit menular yang menjadi tantangan kesehatan global adalah Tuberkulosis. Sehingga diperlukan berbagai upaya penanggulangan diantaranya melalui pemanfaatan layanan klinik sanitasi puskesmas. Hasil studi pendahuluan menunjukkan angka pemanfaatan klinik sanitasi khususnya oleh keluarga penderita Tuberkulosis masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi praktik pemanfaatan klinik sanitasi oleh keluarga penderita Tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Baturraden I. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Responden pada penelitian ini adalah keluarga penderita Tuberkulosis yang tercatat di buku registrasi Tuberkulosis milik Puskesmas Baturraden I mulai dari bulan Januari-September 2023. Instrumen pengambilan data berupa kuesioner. Data kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat menggunakan Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Variabel yang berpengaruh terhadap praktik pemanfaatan klinik sanitasi di wilayah kerja Puskesmas Baturraden I yaitu pengetahuan (0,038) dengan OR 20,950 , sikap (0,014) dengan OR 36,659, dan akses pelayanan kesehatan (0,017) dengan OR 35,383. Sedangkan variabel yang tidak perpengaruh adalah persepsi sakit (0,078). Variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap praktik pemanfaatan klinik sanitasi di wilayah kerja Puskesmas Baturraden I adalah sikap.Infectious diseases are still a public health problem. One of the infectious diseases that has become a global health challenge is Tuberculosis. Thus, various prevention efforts are needed, including through the utilization of puskesmas sanitation clinic services. The results of the preliminary study showed that the utilization rate of the sanitation clinic, especially by families of Tuberculosis patients, was still very low. This study aims to determine the factors that influence the utilization of the sanitation clinic by families of Tuberculosis patients in the working area of Puskesmas Baturraden I. Quantitative research with a cross-sectional approach. The sampling technique was total sampling. Respondents in this study were families of Tuberculosis patients who were recorded in the Tuberculosis registration book belonging to the Baturraden I Health Center starting from January-September 2023. The data collection instrument was a questionnaire. Data were then analyzed using univariate analysis, bivariate using Chi-Square, and multivariate using logistic regression. Variables that influence the practice of utilizing sanitation clinics in the working area of Puskesmas Baturraden I are knowledge (0.038) with OR 20.950, attitude (0.014) with OR 36.659, and access to health services (0.017) with OR 35.383. While the variable that does not affect is the perception of pain (0.078). The variable that most influences the practice of utilizing the sanitation clinic in the working area of Puskesmas Baturraden I is attitude.
4115143216F1A019119Alienasi Pecandu Mobile Legend Di SMA Negeri 1 DayeuhluhurAlienasi merupakan aspek perasaan kesendirian seseorang karena merasa terpisah dari nilai-nilai kelompok atau hubungan antara anggota kelompok. Alienasi merupakan akibat dari konflik yang timbul oleh hubungan antarmanusia. Manusia menemukan, dirinya tidak berdaya, tidak berguna, dan kehilangan motivasi. Alienasi ini terkadang dapat muncul karena manusia tidak mampu mencapai apa yang diharapkannya. Manusia selalu mencari solusi atas masalah yang dihadapinya. Apabila individu merasa tidak nyaman di lingkungannya, dia akan mencari tempat yang nyaman seperti individu yang kurang diterima di rumah, maka akan mencari orang lain yang menerima dirinya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui alienasi yang dialami oleh siswa pecandu game mobile legend di SMA Negeri 1 Dayeuhluhur. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara. Subyek dari penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Dayeuhluhur mulai dari kelas x sampai xii periode tahun pelajaran 2022/2023. Terdapat lima informan yang diwawancarai dan hasil wawancara kelima informan tersebut diolah dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan game mobile legend memiliki beberapa manfaat dan memiliki beberapa dampak negatif yang membuat anak menjadi kecanduan atau adiksi.Alienation is the aspect of an individual's sense of loneliness due to feeling detached from the group's values or relationships between group members. Alienation is a result of conflicts arising from interpersonal relationships. Humans find themselves powerless, useless, and losing motivation. This alienation can sometimes emerge because humans are unable to achieve what they hope for. Humans always seek solutions to the problems they face. If an individual feels uncomfortable in their environment, they will seek a comfortable place, such as someone who is not accepted at home, and will then look for others who accept them. The aim of this research is to understand the alienation experienced by students addicted to the mobile legend game at SMA Negeri 1 Dayeuhluhur. The researcher chose this method because it allows for obtaining comprehensive and in-depth data related to the research problem. Additionally, using a qualitative descriptive method, the researcher can employ interview techniques to obtain all the information known by the respondents regarding the research problem in more detail and depth. The data generated are not just quantitative
figures, so they are considered insufficient to answer the research problem more deeply. The research results show that the mobile legend game has several benefits and negative impacts that can lead to addiction.
4115245006C1A020050Pengaruh Pariwisata Heritage terhadap Pendapatan Pedagang Kaki Lima di Kota Semarang (Studi Kasus : Objek Wiasata Lawang Sewu)ABSTRAK
Lawang Sewu merupakan salah satu bangunan bersejarah di Indonesia yang termasuk dalam objek wisata heritage karena memiliki arsitektur peninggalan zaman penjajahan Belanda. Bangunan Lawang sewu sendiri di dirikan pada tahun 1904 oleh Het Hoofdkantoor van de Nederland-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Bangunan lawing Sewu sebagai objek wisata berperan penting dalam perekonomian sektor informal di sekitarnya khususnya pedagang kaki lima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh objek wisata heritage terhadap pendapatan pedagang kaki lima. Faktor yang dianalisis meliputi modal usaha, lama bekerja, jumlah tenaga kerja, lokasi uaha, dan jumlah pengunjung. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda metode ordinary least square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa objek wisata Lawang Sewu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan pedagang kaki lima. Modal usaha, lama bekerja, dan jumlah tenaga kerja memberikan pengaruh yang postif dan signifikan terhadap pendapatan pedagang kaki lima. Sedangkan lokasi usaha dan jumlah pengunjung tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan pedagang kaki lima. Implikasi pada penelitian ini adalah pedagang kaki lima harus menentukan lokasi usaha yang optimal sehingga mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan pedagang.
Kata kunci : Modal usaha, lama bekerja, jumlah tenaga kerja, lokasi usaha, jumlah pengunjung, pendapatan


ABSTRACT
Lawang Sewu is one of the historical buildings in Indonesia which is included in the heritage tourist attraction because it has architecture left over from the Dutch colonial era. The Lawang Sewu building itself was founded in 1904 by Het Hoofdkantoor van de Nederland-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). The Sewu lawing building as a tourist attraction plays an important role in the surrounding informal sector economy, especially street vendors. This research aims to analyze the influence of heritage tourist attractions on street vendor income. Factors analyzed include business capital, length of work, number of workers, business location, and number of visitors. This research uses multiple linear regression analysis using the ordinary least square method. The research results show that the Lawang Sewu tourist attraction has a significant influence on the income of street vendors. Business capital, length of work, and number of workers have a positive and significant influence on street vendor income. Meanwhile, business location and number of visitors do not have a significant influence on street vendor income. The implication of this research is that street vendors must determine the optimal business location so that they can have a significant influence on the trader's income
Keywords: Business capital, length of work, number of workers, business location, number of visitors, income
4115343292C1C020067PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN FEE AUDIT TERHADAP KUALITAS AUDIT PADA PERUSAHAAN BUMN TAHUN 2018-2022Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh good corporate governance dan fee audit terhadap kualitas audit pada perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2023. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian sebesar 75 perusahaan. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan selama periode 2018-2023. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi logistik. Hasil penelitian menggunakan SPSS versi 25 menunjukkan bahwa: (1) Kepemilikan institusional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit, (2) Komite audit berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kualitas audit, dan (3) Fee audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas.This study aims to analyze and determine the effect of good corporate governance and audit fees on audit quality in state-owned companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2018-2023. This type of research is quantitative research. The sampling technique uses purposive sampling techniques with a total research sample of 75 companies. This research uses secondary data obtained through the company's annual report and financial statements during the 2018-2023 period. The analysis technique used is logistic regression analysis. The results of the study using SPSS version 25 showed that: (1) Institutional ownership has a positive and significant effect on audit quality, (2) Audit committee has a negative and insignificant effect on audit quality, and (3) Audit fees have a positive and significant effect on quality.
4115443170H1E020018OPTIMASI PARAMETER PROSES 3D PRINTING UNTUK MENINGKATKAN AKURASI DIMENSI SPESIMEN AKSESORIS MENGGUNAKAN PENDEKATAN TAGUCHI Fused Deposition Modelling (FDM) merupakan teknologi 3D printing yang mudah dijangkau bagi industri mikro terutama untuk industri aksesoris. Dalam memproduksi produk aksesoris, akurasi dimensi menjadi sangat penting untuk diperhatikan karena produk tersebut melekat dengan objek lain atau dikenakan pada tubuh manusia. Namun, penggunaan teknologi 3D printing Fused Deposition Modeling (FDM) memiliki kelemahan berupa akurasi dimensi hasil cetak yang rendah. Berdasarkan permasalahan tersebut, kombinasi parameter proses yang optimal sangat dibutuhkan untuk menghasilkan produk aksesoris dengan akurasi dimensi yang tinggi. Oleh karena itu, dilakukan eksperimen dengan menggunakan metode Taguchi untuk mengetahui pengaruh parameter proses printing speed, bed temperature, layer thickness, dan extrusion temperature terhadap akurasi dimensi produk aksesoris. Dari hasil analisis ANOVA ditemukan bahwa parameter proses layer thickness dan bed temperature memengaruhi akurasi dimensi produk aksesoris. Hasil penelitian menyatakan bahwa kombinasi parameter proses yang mencapai akurasi dimensi optimal berdasarkan nilai respon faktor dan SNR adalah printing speed sebesar 50mm/s, bed temperature sebesar 50 oC, layer thickness sebesar 0,100 mm, dan extrusion temperature sebesar 190 oC. Hasil implementasi kombinasi parameter proses tersebut diketahui adanya penurunan nilai rata – rata error (μ) dari 0,187 mm ke 0,124 mm dan meningkatnya nilai SNR dari 14,358 ke 18,118. Hasil tersebut menegaskan bahwa kombinasi parameter proses yang optimal dapat meningkatkan akurasi dimensi produk aksesoris. Fused Deposition Modeling (FDM) is a 3D printing technology that is easily accessible to the micro industry, especially for the accessories industry. In producing accessory products, dimensional accuracy is very important to pay attention to because the product is attached to other objects or worn on the human body. However, the use of 3D printing Fused Deposition Modeling (FDM) technology has a disadvantage in the form of low dimensional accuracy of print results. Based on these problems, an optimal combination of process parameters is needed to produce accessories products with high dimensional accuracy. Therefore, experiments were conducted using the Taguchi method to determine the effect of printing speed process parameters, bed temperature, layer thickness, and extrusion temperature on the dimensional accuracy of accessory products. From the results of ANOVA analysis, it was found that the process parameters of layer thickness and bed temperature affect the dimensional accuracy of accessory products. The results stated that the combination of process parameters that achieved optimal dimensional accuracy based on the value of response factors and SNR was printing speed of 50mm/s, bed temperature of 50 oC, layer thickness of 0.100 mm, and extrusion temperature of 190 oC. The results of the implementation of the combination of process parameters are known to decrease the average error value from 0.187 mm to 0.124 mm and an increase in the SNR value from 14.358 to 18.118. These results confirm that the optimal combination of process parameters can improve the dimensional accuracy of accessory products.
4115543293L1C020024RESPON TINGKAH LAKU IKAN BADUT Amphiprion ocellaris TERHADAP KONTAMINASI CRUDE OIL PADA SKALA LABORATORIUMPengaruh paparan crude oil terhadap perilaku, aktivitas dan buka tutup operkulum Ikan Badut (Amphiprion ocellaris) diuji dalam akuarium dengan memanipulasi tingkat kontaminasi crude oil. Penelitian ini melibatkan paparan tingkat kontaminasi crude oil yang bervariasi dari rendah hingga tinggi. Tingkah laku ikan badut diamati melalui pengamatan langsung dan analisis video untuk memantau perubahan perilaku dan perubahan buka tutup operkulum selama periode pemberian perlakuan crude oil. Penelitian ini dilakukan selama 4 hari dengan menggunakan metode eksperimental dan 4 perlakuan. Perlakuan terdiri dari P0 (tanpa tambahan crude oil atau kondisi terkontrol), P1 (5 ppm atau setara 0,15 mg/l), P2 (20 ppm atau setara 0,6 mg/l) dan P3 (50 ppm atau setara 1,5 mg/l). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa semakin tinggi kadar kontaminasi crude oil yang diberikan, maka aktivitas pergerakan Ikan cenderung semakin aktif bahkan agresif. Untuk buka tutup operkulum didapatkan kesimpulan semakin tinggi kadar kontaminasi crude oil maka buka tutup operkulum Ikan Badut cenderung semakin meningkat yaitu pada 0 ppm sebesar 228 per menit, pada 5 ppm sebesar 179 per menit, kemudian 20 ppm sebesar 209 per menit dan pada konsentrasi 50 ppm sebesar 218 per menit.The effect of crude oil exposure to behavior, activity and the opening of Clownfish’s operculums (Amphiprion ocellaris) were tested in aquarium by manipulating the contamination level of crude oil. The aim of this research is to observe changes in behavior in the form of movement and opening of the operculum carried out by Clownfish (Amphiprion ocellaris) in each treatment. Clownfish behavior was observed through direct observation and video analysis using monitor to see the changes in behavior and the opening of operculum during the treatment period. This research was conducted for 4 days using experimental methods and 4 treatments. Treatment consisted of P0 (no addition of crude oil or controlled conditions), P1 (5 ppm crude oil concentration), P2 (20 ppm crude oil concentration) and P3 (50 ppm crude oil concentration). The results of this research show that the higher the level of contamination crude oil given, the fish's movement activity becomes more active and even aggressive. The opening of the operculum was concluded that the higher concentration of crude oil then the opening of the Clownfish’s operculum increases which at 0 ppm it reach 228 per minute, at 5 ppm it reach 179 per minute, then at 20 ppm it is 209 per minute and at a concentration of 50 ppm it reach 218 per minute.
4115643294H1E020052MULTI-OBJECTIVE AGGREGATE PLANNING DENGAN ALGORITMA GENETIKA UNTUK MINIMASI BIAYA PRODUKSI DAN PENGGUNAAN ENERGI LISTRIK (STUDI KASUS PT JAEIL INDONESIA)PT Jaeil Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi produk Plastic Injection Molding untuk keperluan di bidang otomotif. Perusahaan memiliki beberapa jenis produk yang dapat dikelompokkan berdasarkan model kegunaan produk yang diberikan oleh konsumen. Dalam memenuhi pesanannya, perusahaan menerapkan sistem perencanaan produksi jangka pendek yang kemudian dirmuskan menjadi produksi harian perusahaan. Perencanaan produksi jangka pendek ini kerap kali menyebabkan munculnya strategi pemenuhan pesanan tanpa perhitungan analitis jangka panjang yang dapat merugikan keberlangsungan perusahaan. Selain permasalahan pemenuhan pesanan, tugas perusahaan juga menjadi semakin kompleks terkait meningkatnya isu pengendalian dampak terhadap lingkungan. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, dikembangkan model perencanaan agregat yang mampu meminimasi biaya produksi dan penggunaan energi perusahaan. Pada penelitian ini, model permasalahan perencanaan agregat diselesaikan dengan menggunakan genetic algorithm (GA) dengan fungsi tujuan berupa minimasi biaya produksi dan penggunaan energi perusahaan. Berdasarkan perencanaan agregat yang telah dibangun dengan GA, hasil menunjukkan bahwa terjadi penurunan biaya produksi perusahaan sebesar 1,817% dari Rp 1.768.205.844 menjadi Rp 1.736.083.783,26 dan juga terjadi penurunan penggunaan energi listrik perusahaan sebesar 0,868% dari 420842,12 kW menjadi 417188,24 kW. Pengujian model dilakukan melalui 2 skenario yaitu peningkatan jumlah permintaan produk dan waktu proses produksi perusahaan. Pengujian skenario pertama menunjukan terjadinya peningkatan biaya produksi dan penggunaan energi perusahaan ketika jumlah permintaan mengalami peningkatan. Pengujian skenario kedua menunjukan selalu terjadinya peningkatan terhadap biaya produk tetapi tidak terhadap penggunaan energi perusahaan. Hasil pengujian menunjukkan model yang dibangun mampu menghasilkan nilai yang logis ketika terjadi perubahan pada parameter yang digunakan.PT Jaeil Indonesia is a manufacturing company specializing in Plastic Injection Molding products for the automotive sector. The company offers various products categorized based on consumer-provided usability models. While fulfilling orders, the company employs a short-term production planning system, which is then translated into daily production. However, this approach often leads to the emergence of order supply strategies without long-term analytical calculations, potentially impacting the company's sustainability. Apart from order-related challenges, the company's tasks are becoming increasingly complex due to the growing issue of environmental emission control. To address these issues, an aggregate planning model was developed to minimize production costs and energy usage. In this research, the aggregate planning problem model is solved using a genetic algorithm (GA) with the objective of minimizing the company's production costs and energy usage. Results from the GA-based aggregate planning show a 1.817% decrease in production costs from IDR 1,768,205,844 to IDR 1,736,083,783.26 and a 0.868% reduction in electrical energy usage from 420,842.12 kW to 417,188.24 kW. Model testing, conducted through two scenarios involving increased product requests and extended production process time, demonstrates the model ability to produce logical values amidst parameter changes.
4115743295B1A019048Identifikasi Molekuler Bakteri dari Sampel Biofilm di
Lingkungan Akuakultur Indramayu dan Lombok serta Uji Pembentukan Biofilm secara In Vitro.
Eksplorasi berbagai jenis bakteri penyusun biofilm pada sistem akuakultur penting dilakukan agar dapat diketahui keuntungan dan kerugian yang diakibatkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri penyusun biofilm yang ditemukan pada sampel biofilm dari tambak udang di Indramayu dan keramba ikan di Lombok serta mengetahui kemampuan pembentukan biofilm secara in vitro. Hasil penelitian diperoleh 2 isolat yang diisolasi dari sampel lumpur tambak udang di Indramayu dan 8 isolat yang diisolasi dari lumut pada keramba ikan di Lombok, berdasarkan nilai OD menunjukkan kategori pembentukan biofilm yang kuat. Isolat dari sampel lumpur tambak udang dengan kode 7 SNA AN2 dan 8 SNA AN4 memiliki kemiripan dengan Staphylococcus saprophyticus ATCC 15305 (99,92%) dan Staphylococcus edaphicus CCM 8730 (99,92%). Bakteri dari lumut pada keramba ikan yaitu isolat 50 SNA KLA dan 58 SNA KLA memiliki kemiripan dengan S. saprophyticus ATCC 15305 (100%) dan S. edaphicus CCM 8730 (100%), isolat 52 SNA KLA memiliki kemiripan dengan Staphylococcus arlettae RRN (99,92%), isolat 65 SNA KLA, 66 SNA KLA dan 95 TSA KLB memiliki kemiripan dengan Stutzerimonas stutzeri ATCC 17588 (100%), isolat 80 YSA KLA memiliki kemiripan dengan Bacillus tequilensis 10B (99,93%), dan isolat 96 TSA KLB teridentifikasi sebagai Staphylococus borealis 5148 (99,92%).It is important to explore various types of bacteria that make up biofilms in aquaculture systems so that the advantages and disadvantages they cause can be identified. This research aims to identify biofilm-forming bacteria found in biofilm samples from shrimp ponds in Indramayu and fish cages in Lombok and to determine the ability to form biofilms in vitro.The research results obtained 2 isolates isolated from shrimp pond mud samples in Indramayu and 8 isolates isolated from moss in fish cages in Lombok, based on the OD value indicating a strong biofilm formation category. Isolates from shrimp pond mud samples with codes 7 SNA AN2 and 8 SNA AN4 , have similarities to Staphylococcus saprophyticus ATCC 15305 (99.92%) and Staphylococcus edaphicus CCM 8730 (99.92%). Bacteria from moss in fish cages, namely isolates 50 SNA KLA and 58 SNA KLA, have similarities with S. saprophyticus ATCC 15305 (100%) and S. edaphicus CCM 8730 (100%), isolates 52 SNA KLA have similarities with Staphylococcus arlettae RRN (99 .92%), isolates 65 SNA KLA, 66 SNA KLA and 95 TSA KLB have similarities to Stutzerimonas stutzeri ATCC 17588 (100%), isolates 80 YSA KLA have similarities to Bacillus tequilensis 10B (99.93%), and isolates 96 TSA KLB have similarities with Staphylococcus borealis 5148 (99.92%).
4115843297B1A019010Pengaruh Campuran Limbah Cair Mocaf dengan Inokulan Aspergillus sp. dan Fermentasi Kulit Pisang terhadap Kesehatan Tanaman Bayam (Amaranthus tricolor)Limbah cair yang berasal dari proses mocaf dan dibuang ke lingkungan menimbulkan bau yang tidak sedap. Limbah cair mocaf dapat diolah untuk menghilangkan bau tersebut dengan inokulan Aspergillus sp. Enzim yang terkandung pada Aspergillus sp. dapat mengurai senyawa kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana. Kulit pisang dapat dijadikan aktivator untuk mempercepat proses fermentasi limbah cair. Kesehatan tanaman dapat menurun berdasarkan kondisi kerusakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran limbah cair mocaf dengan inokulan Aspergillus sp dan fermentasi kulit pisang terhadap kesehatan tanaman bayam (Amaranthus tricolor) serta mengetahui perlakuan yang terbaik dari campuran limbah cair mocaf dengan inokulan Aspergillus sp. dan fermentasi kulit pisang terhadap kesehatan tanaman bayam (A. tricolor). Penelitian dilakukan secara ekperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dilakukan terdiri atas 6. Masing-masing perlakuan dengan pengulangan sebanyak 5 kali dengan total sebanyak 30 unit percobaan. Variabel bebas yaitu konsentrasi limbah cair mocaf hasil inokulan dengan isolat jamur Aspergillus sp. dan fermentasi kulit pisang. Variabel terikat yaitu kesehatan tanaman bayam (A. tricolor). Parameter utama intensitas kerusakan tanaman bayam. Parameter pendukung meliputi tinggi tanaman, lebar daun, panjang akar, berat basah tanaman, dan berat kering tanaman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran limbah cair mocaf dengan inokulan Aspergillus sp. dan fermentasi kulit pisang berpengaruh sangat nyata terhadap kesehatan bayam (A. tricolor). Perlakuan yan terbaik yaitu campuran limbah cair mocaf dengan inokulan Aspergillus sp. dan fermentasi kulit pisang yaitu pada konsentrasi 10%.
Liquid waste that comes from the mocaf process and is discharged into the environment causes an unpleasant odor. Mocaf liquid waste can be processed to remove the odor with an Aspergillus sp. inoculant. The enzyme contained in Aspergillus sp. can break down complex compounds into simpler forms. Banana peels can be used as an activator to speed up the liquid waste fermentation process. Plant health can decrease based on the condition of the damage. This research aims to determine the effect of a mixture of mocaf liquid waste with Aspergillus sp. inoculant and banana peel fermentation on the health of spinach plants (Amaranthus tricolor) and to find out the best treatment for a mixture of mocaf liquid waste with Aspergillus sp. inoculant. and banana peel fermentation on the health of spinach plants (A. tricolor). The research was carried out experimentally using a design in the form of a completely randomized design (CRD). The treatments carried out consisted of six. Each treatment was repeated five times, for a total of 30 experimental units. The independent variable is the concentration of mocaf liquid waste resulting from inoculation with the fungus isolate Aspergillus sp. and fermented banana peels. The dependent variable is the health of spinach plants (A. tricolor). The main parameters of damage intensity to spinach plants. Supporting parameters include plant height, leaf width, root length, plant wet weight, and plant dry weight.
The results showed that the mixture of mocaf liquid waste with Aspergillus sp. inoculant. and banana peel fermentation has a very significant effect on the health of spinach (A. tricolor). The best treatment is a mixture of mocaf liquid waste and Aspergillus sp. inoculant. and fermentation of banana peel at a concentration of 10%.
4115943298B1A020100Penggunaan Marka Molekuler trnT(UGU) - trnL(UAA) untuk Mendeteksi Perbedaan Genetik Beberapa Kultivar Tanaman Tapak Dara [Catharanthus roseus (L.) G. Don]Tapak dara [Catharanthus roseus (L.) G. Don] merupakan salah satu anggota Familia Apocynaceae yang berasal dari Pulau Madagaskar. C. roseus pada umumnya dimanfaatkan sebagai tanaman hias dan juga tanaman obat. Saat ini dikenal sejumlah kultivar C. roseus, yang mendorong perlunya dilakukan analisis perbedaan genetik di antara beberapa kultivar tersebut menggunakan marka molekuler tertentu. Oleh karena itu, akan dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan genetik di antara beberapa kultivar C. roseus berdasarkan sekuen IGS trnT(UGU)-trnL(UAA) dan hubungan filogenetik di antara beberapa kultivar C. roseus. Penelitian dilakukan di Laboratorium Genetika dan Molekuler serta Laboratorium Pengajaran III Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman menggunakan 10 sampel C. roseus yang mewakili beberapa kultivar C. roseus yang berbeda. DNA genomik diekstraksi dari masing-masing sampel tersebut menggunakan metode CTAB untuk selanjutnya digunakan sebagai templat PCR untuk mengamplifikasi IGS trnT(UGU)-trnL(UAA). Produk amplifikasi yang diperoleh kemudian ditentukan sekuen basanya menggunakan metode dideoksi yang diotomatisasi. Hasil sekuensing disunting menggunakan piranti lunak BioEdit, penjajaran sekuen dilakukan menggunakan Program ClustalW, melakukan perbandingan dengan data sekuen yang ada di pangkalan data NCBI, kemudian dendogram hubungan filogenetik antarhaplotipe kultivar C. roseus dikonstruksi menggunakan analisis Neighbor-Joining, Maximum Likelihood, dan UPGMA yang diimplementasikan dalam Program MEGA versi 11. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekuen IGS trnT(UGU)-trnL(UAA) pada beberapa kultivar C. roseus memperlihatkan ukuran yang bervariasi dan semuanya memiliki tingkat similaritas yang tinggi dengan sekuen genom kloroplas C. roseus kultivar Pacifica Halo yang ada di pangkalan data NCBI. Konstruksi pohon filogenetik menunjukkan adanya hubungan kekerabatan genetik yang dekat di antara seluruh kultivar C. roseus. Madagascar periwinkle [Catharanthus roseus (L.) G. Don] is a member of the Family of Apocynaceae originating from Madagascar Island. C. roseus is commonly utilized as both an ornamental plant and medicinal herb. Currently, several cultivars of C. roseus are known, prompting the need for genetic analysis among these cultivars using specific molecular markers. Therefore, a study has been conducted with the aim of determining the presence of genetic differences among various C. roseus cultivars based on the trnT(UGU)-trnL(UAA) IGS sequence and elucidating the phylogenetic relationships among these cultivars using these molecular markers. The study was carried out at the Genetics and Molecular Laboratory and Teaching Laboratory III of the Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University by using 10 samples of C. roseus representing some different cultivars. Genomic DNA was extracted from each sample using the CTAB method and subsequently used as a PCR template to amplify trnT(UGU)-trnL(UAA) IGS. The obtained amplification products were then sequenced using automated dideoxy sequencing. The sequencing results were edited using BioEdit software, sequence alignment was performed using the ClustalW program, blasting was made with the sequence data available in the NCBI database, then dendrogram depicting the phylogenetic relationships of C. roseus cultivars was constructed using Neighbor-Joining, Maximum Likelihood, and UPGMA analyses implemented in MEGA software version 11. The results indicate that the sequence of the trnT(UGU)-trnL(UAA) IGS varies among different C. roseus cultivars and all exhibit high similarity with that of chloroplast genome of the C. roseus cultivar Pacifica Halo available in the NCBI database. The construction of a phylogenetic tree demonstrates a close genetic relationship among all C. roseus cultivars.
4116043010K1B019040Prediksi Konsumsi Energi Listrik di Kabupaten Kebumen Tahun 2023 Menggunakan Metode Long Short-Term MemoryEnergi listrik merupakan salah satu sumber energi dasar yang sangat dibutuhkan oleh manusia dalam menjalankan berbagai aktivitas. Energi listrik juga termasuk salah satu permasalahan global yang saat ini tengah mengemuka di Indonesia. Pasokan energi listrik Indonesia berada pada status siaga karena cadangan yang tersisa tidak banyak tersedia. Oleh karena itu, diperlukan adanya suatu prediksi untuk mengetahui jumlah konsumsi energi listrik di Indonesia pada masa mendatang. Kegiatan prediksi memerlukan penerapan metode yang optimal agar hasil yang diperoleh mendekati hasil realitasnya. Metode yang dapat digunakan untuk memprediksi konsumsi energi listrik adalah Long Short-Term Memory (LSTM). Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan mekanisme metode LSTM, memperkirakan jumlah konsumsi energi listrik di Kabupaten Kebumen pada tahun 2023, dan menentukan akurasi metode LSTM dalam memprediksi konsumsi energi listrik di Kabupaten Kebumen. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data konsumsi energi listrik di Kabupaten Kebumen pada bulan Januari 2018 sampai Maret 2023. Data tersebut merupakan data time series yang memiliki interval per bulan. Metode LSTM memiliki akurasi yang tinggi dalam memprediksi konsumsi energi listrik di Kabupaten Kebumen dengan nilai MAPE sebesar 4,07%.Electrical energy is one of the basic energy sources that is highly needed by humans to carry out various activities. Electrical energy is also one of the global problems that is currently emerging in Indonesia. Indonesia's electrical energy supply is on standby status because the remaining reserves are not much available. Therefore, a prediction is needed to determine the amount of electrical energy consumption in Indonesia in the future. Prediction activities require the application of optimal methods so that the results obtained are close to the reality. A method that can be used to predict electrical energy consumption is Long Short-Term Memory (LSTM). This research aims to describe the mechanism of the LSTM method, estimate the amount of electrical energy consumption in Kebumen Regency in 2023, and determine the accuracy of the LSTM method in predicting electrical energy consumption in Kebumen Regency. The data used in this research is data on electrical energy consumption in Kebumen Regency from January 2018 to March 2023. The data is time series data that has monthly intervals. The LSTM method has high accuracy in predicting electrical energy consumption in Kebumen Regency with a MAPE value of 4.07%.