Artikelilmiahs

Menampilkan 41.201-41.220 dari 48.878 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4120143331F1F019071Analisis Penyebab Peningkatan TKA Cina pada Bidang Infrastruktur di Indonesia (2020-2022)Kehadiran TKA di negara Indonesia terus semakin meningkat drastis pada tahun 2022, setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan pada tahun 2021. Jumlah TKA yang fluktuatif tersebut terus didominasi oleh TKA asal Cina. Pengunaan TKA di Indonesia terutama pada bidang infrastruktur menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. Ada yang menilai ini merupakan langkah yang tepat bagi Indonesia dalam proses pembangunannya untuk meningkatkan perekonomian negara serta mendapatkan bantuan investasi asing. Sedangkan Cina dapat memperluas pengaruhnya di berbagai negara dengan melakukan berbagai kerja sama berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan investasi di Indonesia, melalui inisiasi Belt Road Initiative. Di sisi lain, tidak sedikit yang mengkritik dengan kehadiran TKA Cina di Indonesia yang selama ini menimbulkan rasa ketergantungan Indonesia terhadap Cina serta memicu adanya ketegangan antara TKA dengan tenaga kerja lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kausalitas dalam memahami apa penyebab peningkatan TKA Cina pada bidang infrastruktur di Indonesia pada tahun 2020-2022. Sedangkan teknik pengumpulan data dihimpun dari data primer yang diolah dari hasil wawancara dan data sekunder yang diolah dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, laporan, dan situs yang di analisis secara kualitatif.
The presence of foreign workers In Indonesia has continued to increase drastically in 2022, following a previous decline in 2021. The fluctuating number of foreign workers is consistently dominated by those from China. The use of foreign workers in Indonesia, especially in the infrastructure sector, has sparked both positive and negative reactions from various parties. Some view it as a suitable step for Indonesia in its developmental process, aiming to boost the country's economy and attract foreign investment. Meanwhile, China can expand its influence in various countries by engaging in collaborations related to infrastructure development and investments in Indonesia through the Belt and Road Initiative (BRI). On the other hand, there are critics who express concern about the presence of Chinese foreign workers in Indonesia, citing the dependency it creates on China and tensions between Chinese workers and local labor.
This research employs a qualitative causality method to understand the reasons behind the increase in Chinese foreign workers in the Indonesian infrastructure sector from 2020 to 2022. Data collection techniques include primary data processed from interviews and secondary data gathered from various sources such as books, journals, reports, and websites, analyzed qualitatively.
4120243332I1A020015PENGARUH LITERASI KESEHATAN TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PADA REMAJA
DI SMA N 1 BATURRADEN
Latar Belakang : Meningkatnya kasus TB pada remaja masih memerlukan penanganan agar jumlahnya dapat diminimalisir. Remaja bisa menerapkan perilaku pencegahan TB di rumah maupun di sekolah dengan di dukung adanya literasi kesehatan. Literasi kesehatan merupakan kemampuan untuk memperoleh dan memahami serta menggunakan informasi untuk membuat keputusan kesehatan yang tepat.

Tujuan : Mengetahui pengaruh literasi kesehatan terhadap perilaku pencegahan penyakit Tuberkulosis pada remaja di SMA N 1 Baturraden.

Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah populasi sebanyak 739 siswa dan 84 sampel. Data dianalisis menggunakan SPSS meliputi analisis univariat, bivariat menggunakan chi-square serta multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Pengambilan data melalui wawancara dengan kuesioner.

Hasil : Hasil menunjukkan bahwa efikasi diri (p=0,016) berpengaruh terhadap perilaku pencegahan TB pada remaja di SMA N 1 Baturraden. Sedangkan akses informasi kesehatan (p=0,392), dan tingkat pemahaman informasi TB (p=0,064) tidak berpengaruh terhadap perilaku pencegahan pada remaja di SMA N 1 Baturraden.

Kesimpulan : Efikasi diri merupakan indikator literasi kesehatan yang berpengaruh terhadap perilaku pencegahan TB pada remaja di SMA N 1 Baturraden.
Background: The increasing number of TB cases in teenagers still requires treatment so that the number can be minimized. Adolescents can implement TB prevention behavior at home and at school with the support of health literacy. Health literacy is the ability to obtain, understand and use information to make appropriate health decisions.

Objective: To determine the influence of health literacy on tuberculosis prevention behavior among adolescents at SMA N 1 Baturraden.

Method : This research uses a quantitative analytical design with a cross-sectional approach. The sampling technique used simple random sampling with a population of 739 students and 84 samples. Data were analyzed using SPSS including univariate, bivariate analysis using chi-square and multivariate analysis using multiple logistic regression. Data collection through interviews with questionnaires.

Result : The results show that self-efficacy (p=0.016) influences on TB prevention behavior in adolescents at SMA N 1 Baturraden. Meanwhile, access to health information (p=0.392) and level of understanding of TB information (p=0.064) had no effect on preventive behavior among teenagers at SMA N 1 Baturraden.

Conclusion : Self-efficacy is an indicator of health literacy that influences TB prevention behavior among adolescents at SMA N 1 Baturraden.
4120345014L1A020081Kajian Daya Tampung Beban Pencemaran Air Embung Maron,
Baturraden Berdasarkan Parameter Total Fosfat, Nitrat, Dan
Ammonia
Embung Maron terletak di Desa Kebumen Baturraden Jawa Tengah. Embung ini biasanya digunakan oleh warga sekitar untuk lahan pertanian, peternakan, sumber air kegiatan budidaya perikanan, dan sebagai tempat rekreasi air. Embung memiliki berbagai fungsi sehingga perlu dilakukan pemantauan kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dan daya tampung beban pencemaran berdasarkan parameter Total Fosfat, Nitrat, dan Ammonia pada embung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik Purposive Sampling dan hasilnya dibandingkan dengan baku mutu air sungai dan sejenisnya berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021. Berdasarkan rata-rata hasil uji konsentrasi (Total fosfat 0,18 mg/L, Nitrat 1,6 mg/L, Ammonia 0,16 mg/L). Jumlah daya tampung beban pencemaran Embung Maron berdasarkan parameter total fosfat dan Ammonia untuk baku mutu kelas 2 menunjukan hasil yang negatif untuk nitrat menunjukan hasil yang positif, jika menggunakan baku mutu kelas 3 untuk setiap parameter menunjukan hasil positif, sehingga masih dapat menampung beban pencemaran yang masuk kedalam Embung Maron.Embung Maron is located in Kebumen Village, Baturraden, Central Java. This embung is usually used by local residents for agricultural land, livestock, water sources for aquaculture activities, and as a place for water recreation. Embung has various functions so it is necessary to monitor water quality. This study aims to determine the content and capacity of pollution load based on the parameters of Total Phosphate, Nitrate, and Ammonia in the embung. The method used in this research is the survey method. The sampling technique used purposive sampling technique and the results were compared with the quality standards of river water and the like based on Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 22 of 2021. Based on the average concentration test results (Total phosphate 0.18 mg/L, Nitrate 1.6 mg/L, Ammonia 0.16 mg/L). The amount of pollution load capacity of Embung Maron based on the parameters of total phosphate and ammonia for class 2 quality standards shows negative results for nitrates shows positive results, if using class 3 quality standards for each parameter shows positive results, so it can still accommodate the pollution load entering Embung Maron.
4120443333F1C020004STRATEGI HUMAS BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA PUSAT DALAM DISEMINASI MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI MELALUI MEDIA ONLINEHumas BMKG Pusat merupakan praktisi humas lembaga dalam bidang kebencanaan di Indonesia. Melihat kondisi geologis Indonesia salah satunya mengenai bencana alam gempa bumi yang sangat sering terjadi di mana tahun 2023 telah terjadi 10.843 kali gempa bumi serta memiliki dampak yang merugikan khususnya bagi masyarakat terdampak. Berangkat dari hal tersebut, humas BMKG yang menjadi corong informasi kebencanaan antara lembaga dengan stakeholder dan masyarakat, perlu menerapkan strategi humas agar penyebaran informasi mengenai kebencanaan salah satunya mitigasi bencana alam gempa bumi menjadi optimal serta dapat meningkatkan kinerja Humas BMKG lebih baik kedepannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Humas BMKG sebagai humas lembaga kebencanaan, serta mengetahui dan menganalisis strategi yang dilakukan Humas BMKG terkait diseminasi mitigasi bencana alam gempa bumi melalui media online. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan teknik pemilihan informan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas BMKG melakukan proses diseminasi mitigasi gempa bumi melalui media online dengan melakukan riset kebutuhan informasi masyarakat, perencanaan dan pelaksanaan, memperhatikan pemilihan media yang tepat, serta melakukan evaluasi. Adapun strategi yang dilakukan berdasarkan 4 tahap model strategi humas Cutlip Center dan Broom meliputi 1) analisis masalah atau situasi; 2) perencanaan; 3) pelaksanaan aksi dan komunikasi; 4) evaluasi aktivitas yang dilakukan. Humas BMKG yang bertugas aktif dalam diseminasi informasi, hadirnya media online sebagai perkembangan teknologi digital tidak hanya berperan dalam mempublikasikan sebuah informasi saja tetapi penting sebagai saluran komunikasi dalam mendukung fungsi dari Humas BMKG sendiri untuk menyediakan informasi yang cepat, tanggap, dan akurat khususnya mengedukasi masyarakat dalam menghadapi kebencanaan.Central BMKG Public Relations is an institutional public relations practitioner in the field of disasters in Indonesia. Looking at Indonesia's geological conditions, one of them is the natural disaster of earthquakes which occurs very frequently, where in 2023 there have been 10,843 earthquakes and they have had a detrimental impact, especially on the affected communities. Based on this, BMKG public relations, which is a mouthpiece for disaster information between institutions, stakeholders and the community, needs to implement a public relations strategy so that the dissemination of information about disasters, one of which is earthquake mitigation, is optimal and can improve BMKG's public relations performance better in the future. The aim of this research is to determine the role of BMKG Public Relations as public relations for disaster agencies, as well as to understand and analyze the strategies carried out by BMKG Public Relations regarding the dissemination of earthquake natural disaster mitigation through online media. This type of research is descriptive qualitative with purposive sampling informant selection techniques. The research results show that BMKG Public Relations carried out the process of disseminating earthquake mitigation through online media by conducting research on public information needs, planning and implementation, paying attention to selecting appropriate media, and conducting evaluations. The strategy carried out is based on the 4 stages of the Cutlip Center and Broom public relations strategy model, including 1) problem or situation analysis; 2) planning; 3) implementation of actions and communication; 4) evaluate the activities carried out. BMKG Public Relations is on active duty in information dissemination, the presence of online media as a development of digital technology not only plays a role in publishing information but is important as a communication channel in supporting the function of BMKG Public Relations itself to provide fast, responsive and accurate information, especially educating the public in facing disaster.
4120543335I1A020033Implementasi Program Penanggulangan Tuberkulosis Paru
Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbang I Tahun 2023
Latar Belakang : Angka keberhasilan pengobatan (success rate) TB Paru merupakan salah satu indikator penanggulangan TB Paru. Angka keberhasilan pengobatan TB Paru di Kabupaten Banyumas pada tahun 2021 sebesar 80,2% dan tahun 2022 sebesar 85,2%. Angka keberhasilan pengobatan di Puskesmas Sumbang I pada tahun 2022 sebesar 80%. Hal tersebut belum sesuai dengan target nasional yaitu sebesar 90%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program penanggulangan tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Sumbang I tahun 2023.

Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam serta telaah dokumen yang dianalisis menggunakan thematic analysis.

Hasil Penelitian : Implementasi program penanggulangan TB Paru di Puskesmas Sumbang I sudah berjalan dengan baik dari segi komunikasi, sumber dana, disposisi dan SOP. Namun untuk sumber daya manusia masih terdapat kendala seperti tidak adanya kader TB dan programmer belum mendapatkan pelatihan. Sarana dan prasarana masih kurang seperti belum tersedianya alat TCM, terjadi kekosongan OAT untuk anak dan kondisi gudang penyimpanan obat yang masih lembab. Pembagian tugas tenaga pelaksana sudah merata namun masih terdapat double job.

Kesimpulan : Implementasi program penanggulangan TB Paru di Puskesmas Sumbang I secara keseluruhan sudah terlaksana dengan baik namun masih terdapat kekurangan serta kendala yang harus diatasi.
Background : The success rate of pulmonary TB treatment is one indicator of pulmonary TB control. The success rate of pulmonary TB treatment in Banyumas Regency in 2021 is 80.2% and in 2022 is 85.2%. The success rate of treatment at Sumbang I Health Center in 2022 is 80%. This is not in line with the national target of 90%. This study aims to analyze the implementation of the pulmonary tuberculosis control program in the working area of the Sumbang I Health Center in 2023.

Methodology : This research uses qualitative methods with a phenomenological approach. Data was obtained through in-depth interviews and review of documents analyzed using thematic analysis.

Results : The implementation of the pulmonary TB control program at Sumbang I Health Center has been going well in terms of communication, funding sources, disposition and SOPs. However, for human resources, there are still obstacles such as the absence of TB cadres and programmers have not received training. The distribution of duties of implementing personnel is evenly distributed but there are double jobs. Facilities and infrastructure are still lacking such as the unavailability of TCM tools, there is a void of OAT for children and the condition of the drug storage warehouse is still humid.

Conclusion : The implementation of the Pulmonary TB control program at Sumbang I Health Center as a whole has been carried out well but there are still shortcomings and obstacles that must be overcome.
4120643336I1A020027Evaluasi Pelaksanaan Program Terapi Pencegahan Tuberkulosis Di Puskesmas Baturraden II Kabupaten Banyumas Tahun 2023Latar Belakang: Pelaksanaan Program Terapi Pencegahan Tuberkulosis di Puskesmas Baturraden II belum mencapai target yaitu dengan jumlah cakupan 0% pada triwulan I dari target nasional tahun 2023 sebanyak 58%. Penelitian ini menggunakan metode CIPP (Context, Input, Process, Product) yaitu model evaluasi yang memandang program sebagai sebuah sistem. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pelaksanaan program TPT dilihat dari komponen konteks, input, proses, dan produk.

Metodologi: Penelitian kualitatif dengan desain eksploratif di Puskesmas Baturraden II dengan jumlah informan 9 orang. Analisis data menggunakan analisis tematik. Instrumen penelitian berupa lembar wawancara, alat perekam, alat tulis, dan lembar observasi.

Hasil Penelitian: Cakupan pemberian TPT di Puskesmas Baturraden II masih rendah. Hal ini disebabkan karena kurangnya pelatihan TPT yang diterima tenaga kesehatan dan masyarakat, terdapat stigma negatif masyarakat, kendala pengadaan tes mantoux, kendala pengadaan dokumen pendukung pencatatan TPT, dan kendala pengadaan media edukasi TPT, belum tersedia dukungan pembiayaan dari pemerintah desa, serta kurangnya keterlibatan kader dan pemerintah desa.

Kesimpulan: Pelaksanaan Terapi Pencegahan Tuberkulosis di Puskesmas Baturraden II belum mencapai tujuan. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Sehingga diperlukan kerjasama dari berbagai pihak untuk mendukung tercapainya tujuan program TPT.
Background: The implementation of the Tuberculosis Prevention Therapy Program at the Baturraden II Community Health Center has not yet reached the target, namely with 0% coverage in the first quarter of the 2023 national target of 58%. This research uses the CIPP (Context, Input, Process, Product) method, an evaluation model that views the program as a system. The aim of this research is to analyze the implementation of the TPT program in terms of context, input, process and product components.

Methodology: Qualitative research with an exploratory design at the Baturraden II Community Health Center with 9 informants. Data analysis uses thematic analysis. Research instruments include interview sheets, recording equipment, writing instruments, and observation sheets.

Research Results: Coverage of TPT provision at the Baturraden II Community Health Center is still low. This is due to the lack of TPT training received by health workers and the community, there is a negative stigma from the community, obstacles in procuring the mantoux test, obstacles in procuring supporting documents for TPT recording, and obstacles in procuring TPT educational media, there is no financial support available from the village government, and a lack of cadre involvement and village government.

Conclusion: The implementation of Tuberculosis Prevention Therapy at the Baturraden II Community Health Center has not achieved its goals. This is because there are several obstacles in its implementation. So cooperation from various parties is needed to support the achievement of the TPT program objectives.
4120743337F1B020035PENGEMBANGAN KAPASITAS KELEMBAGAAN (PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS DI BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BANYUMAS)Belum terwujudnya tujuan reformasi birokrasi dan akuntabilitas kerja aparatur yang rendah membawa pada pembangunan zona integritas sebagai upaya pengembangan kapasitas kelembagaan. Penelitian ini berfokus pada pengembangan kapasitas kelembagaan dalam pembangunan zona integritas di BPS Kabupaten Banyumas melalui kajian pengembangan kapasitas kelembagaan model 7S McKinsey dan Company yang terdiri dari elemen strategy, structure, system, skill, staff, style, dan shared value. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas kelembagaan melalui pembangunan zona integritas sebagai upaya mewujudkan tujuan reformasi birokrasi telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan meskipun belum optimal. Pada saat yang sama, pembangunan zona integritas bisa mengembangkan kapasitas kelembagaan. The lack of realization of the goals of bureaucratic reform and low accountability of apparatus work has led to the construction of integrity zones as an effort to develop institutional capacity. This research focuses on developing institutional capacity in building an integrity zone at BPS Banyumas Regency through studying the institutional capacity development of the McKinsey and Company 7S model which consists of strategy, structure, system, skills, staff, style and shared value elements. The method used in this research is a qualitative method with a case study approach with data collection through interviews, observation and documentation. Research shows that developing institutional capacity through building integrity zones as an effort to realize the goals of bureaucratic reform has gone as expected, although not yet optimally. At the same time, building integrity zones can develop institutional capacity.
4120843338H1E020048USULAN RUTE PENGANGKUTAN HASIL PRODUKSI IKM GULA SEMUT KE CONSOLIDATION WAREHOUSE DI PURBALINGGA DENGAN MENGGUNAKAN CROW SEARCH ALGORITHMRevolusi industri 4.0 membuat perubahan besar dalam proses produksi industri dan kecepatan ketersediaan informasi. Perubahan tersebut memaksa industri untuk berkembang dan berinovasi sehingga persaingan pasar semakin ketat. Persaingan pasar dialami oleh IKM gula semut, dimana mereka harus menerapkan strategi baru dalam proses logistiknya. Proses logistik yang menjadi salah satu kunci penting adalah transportasi dan distribusi. Proses ini dapat memaksimalkan profitabilitas dari industri sehingga keuntungan yang dihasilkan tidak habis pada proses tersebut. Permasalahan yang dialami oleh IKM gula semut adalah belum adanya penentuan rute pengangkutan tetap untuk hasil produksi ke gudang konsolidasi. Sedangkan permasalahan lainnya adalah waktu hasil produksi setiap IKM yang berbeda-beda, kapasitas gudang dari setiap IKM, dan luas jalanan yang sempit sehingga permasalahan ini tergolong dalam capacitated vehicle routing problem with time windows (CVRPTW). Tujuan dari penelitian ini adalah penentuan rute pengangkutan tetap dengan jarak tempuh terkecil dengan menggunakan crow search algorithm (CSA). Pengembangan model dilakukan untuk menyesuaikan model CVRPTW yang digunakan dengan permasalahan aktualnya. Hasil dari penelitian dengan CSA dikatakan layak karena berhasil menyelesaikan permasalahan CVRPTW. Hasil akhir didapatkan rute pengangkutan yang bermula dari gudang konsolidasi, kemudian ke KUB Sari Bumi, Rafisa Jaya, KUB Nira Mulya, Nafil, Kelompok Sari Nira Food, KUB Central Argo Lestari, Nira Perwira, Kub Candita, Kelompok Sumber Rejeki, PT Daya Alam Sejahtera, CV Bunga Palm, dan titik akhir kembali lagi ke gudang konsolidasi. Jarak rute pengangkutan yang terbentuk sebesar 354,15 km.The 4.0 industrial revolution has brought significant changes to industrial production processes and the speed of information availability. These changes force industries to evolve and innovate, intensifying market competition. Small and medium enterprises (SMEs) in the palm sugar industry also face market competition and must adopt new strategies in their logistics processes. A crucial aspect of logistics is transportation and distribution, as it can maximize industry profitability, ensuring that the generated profits are not exhausted in the process. The issue faced by palm sugar SMEs is the absence of a fixed transportation route for the production results to the consolidation warehouse. Other challenges include varying production times among different SMEs, warehouse capacities for each SME, and narrow roads, categorizing the problem as a Capacitated Vehicle Routing Problem with Time Windows (CVRPTW). The objective of this research is to determine a fixed transportation route with the shortest travel distance using the Crow Search Algorithm (CSA). Model development is undertaken to adapt the CVRPTW model to the actual problem. The results of the research using CSA are considered feasible as it successfully addresses the CVRPTW problem. The final result obtained a transportation route that starts from the consolidation warehouse, then to KUB Sari Bumi, Rafisa Jaya, KUB Nira Mulya, Nafil, Sari Nira Food Group, KUB Central Argo Lestari, Nira Perwira, Candita Cooperative, Sumber Rejeki Group, PT Daya Alam Sejahtera, CV Bunga Palm, and the endpoint returns to the consolidation warehouse. The total distance of the transportation route is 354.15 km.
4120943339G2A021006PENGARUH RENANG BERBAGAI INTENSITAS TERHADAP AKTIVITAS CREATINE KINASE (CK) DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI MUSCULUS VASTUS LATERALIS PADA TIKUS (RATTUS NORVEGICUS) MODEL OBESITASLatar Belakang: Obesitas merupakan masalah kesehatan global dan mempengaruhi hampir semua fungsi fisiologis tubuh secara signifikan. Renang dapat mengurangi kondisi obesitas. Namun, renang yang melebihi kapasitas mampu menyebabkan kerusakan otot rangka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh renang berbagai intensitas (ringan, sedang, dan berat) terhadap aktivitas creatine kinase (CK) dan gambaran histopatologi musculus vastus lateralis pada tikus (Rattus norvegicus) model obesitas. Metode: Penelitian menggunakan true experimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) pendekatan posttest-only control group design. Sampel merupakan tikus putih (Rattus norvegicus) strain wistar jantan, berat badan 150-200 gram, dan umur 6-8 minggu. Induksi obesitas; Pokphand 551, BOLT, singkong dan wortel. Tikus dibagi 5 kelompok dan tiap kelompok terdiri 4 ekor tikus. Renang diberikan satu kali per hari setiap pagi selama 14 hari. Aktivitas CK di ukur menggunakan spektrofotometeri UV-Vis dan preparat histopatologi musculus vastus lateralis menggunakan pewarnaan Hematoxyline Eosine (HE). Shapiro Wilk digunakan untuk uji normalitas, Levene’s test untuk homogenitas yang dilanjut Oneway ANOVA dan post hoc LSD untuk melihat perbedaan bermakna antar kelompok variabel CK, sedangkan variabel histopatologi musculus menggunakan uji lanjut Kruskal Wallis. Hasil: Renang signifikan (p <0,05) menurunkan aktivitas CK kelompok 3, 4, dan 5. K-4 merupakan hasil terbaik karena tidak ditemukan adanya perbedaan signifkan (p > 0,05) dengan kontrol sehat (K-1). Hasil histopatologi musculus vastus lateralis didapatkan perbedaan signifikan (p > 0,05) pada K-2, K-3, dan K-4 yaitu adanya peningkatan atropi dibandingkan K-1. K-4, dan K-5 terjadi perbedaan signifkan (p > 0,05) yaitu peningkatan massa otot (hipertropi) dari K-2. K-5 diperoleh perbedaan signifkan (p > 0,05) kondisi regenerasi dari K-2. Kesimpulan: Kelompok 4 (obesitas + renang intensitas sedang) merupakan perlakuan paling efektif untuk menurunkan aktivitas CK dan kelompok 5 (obesitas + renang intensitas berat) adalah perlakuan paling efektif untuk meningkatan massa otot dan regenerasi musculus vatsus lateralis tikus obesitas.Background: Obesity is a global health problem and significantly affects almost all physiological functions of the body. Swimming can reduce obesity. However, swimming that exceeds capacity can cause skeletal muscle damage. This study aims to determine the effect of swimming of various intensities (light, moderate and heavy) on creatine kinase (CK) activity and the histopathological appearance of the vastus lateralis muscle in rats (Rattus norvegicus) models of obesity. Method: The research used a true experimental Completely Randomized Design (CRD) posttest-only control group design approach. The samples were male white rats (Rattus norvegicus) Wistar strain, body weight 150-200 grams, and 6-8 weeks old. Obesity induction; Pokphand 551, BOLT, cassava and carrots. The rats were divided into 5 groups and each group consisted of 4 rats. Swimming is given once per day every morning for 14 days. CK activity was measured using UV-Vis spectrophotometer and histopathological preparations of the vastus lateralis muscle using Hematoxyline Eosine (HE) staining. Shapiro Wilk was used for the normality test, Levene's test for homogeneity followed by Oneway ANOVA and post hoc LSD to see significant differences between groups of CK variables, while the muscle histopathology variable used the Kruskal Wallis test. Results: Swimming significantly (p < 0.05) reduced CK activity in groups 3, 4, and 5. K-4 was the best result because there were no significant differences (p > 0.05) with healthy controls (K-1). Histopathological results of the vastus lateralis muscle showed significant differences (p > 0.05) in K-2, K-3, and K-4, namely there was increased atrophy compared to K-1. There was a significant difference between K-4 and K-5 (p > 0.05), namely an increase in muscle mass (hypertrophy) from K-2. K-5 obtained significant differences (p > 0.05) in regeneration conditions from K-2. Conclusion: Group 4 (obesity + moderate intensity swimming) is the most effective treatment for reducing CK activity and group 5 (obesity + heavy intensity swimming) is the most effective treatment for increasing muscle mass and regeneration of the vatsus lateralis muscle in obese rats.
4121045015L1C020010Pola Pertumbuhan Kepiting Bakau di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Hutan
Mangrove Muara Kali Ijo, Kebumen
Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Hutan Mangrove Muara Kali Ijo, Kebumen memiliki vegetasi mangrove
cukup rapat yang dapat mendukung pertumbuhan kepiting bakau. Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah
satu komoditas yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak ditemukan di ekosistem mangrove. Penelitian ini
memiliki tujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan, faktor kondisi, dan hubungan hasil tangkapan kepiting bakau
dengan faktor kondisi yang dilihat dari kandungan karbon organik dan tekstur sedimen. Metode yang digunakan
adalah metode survei yang dilakukan pada bulan November dan Desember 2023 dengan penentuan stasiun dipilih
secara random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepiting bakau (Scylla serrata) di KEE Hutan
Mangrove Muara Kali Ijo, Kebumen memiliki lebar asimptotik sebesar 10 cm dengan persamaan von Bertalanffy
Lt = 10(1-e
1,01(t-0,2129)) dan memiliki pola pertumbuhan alometrik negatif (b = 2,1006). Faktor kondisi kepiting bakau
di KEE Hutan Mangrove memiliki pertumbuhan yang baik (Kn = 1,10). Hubungan hasil tangkapan kepiting bakau
dengan faktor kondisi memiliki hubungan yang cukup kuat (r = 0,6). Dengan demikian, hasil penelitian dapat
digunakan untuk memudahkan penentuan habitat yang cocok untuk kepiting bakau.
Kata kunci: kepiting bakau, pola pertumbuhan, mangrove, kali ijo
Essential Ecosystem Area (EEA) Mangrove Forest Kali Ijo Estuary, Kebumen has sufficient vegetation that can
support the growth of mud crabs. Mud crab (Scylla serrata) is one of the commodities that has high economic value
and mostly found in mangrove ecosystems. This research has the purpose to know the growth patterns, condition
factors, and the relationship of mud crab catches with condition factors based on organic carbon content and
sediment texture. The method used is a survey method conducted in November and December 2023 with the
determined station selected by random sampling. The results revealed that mud crabs (Scylla serrata) in KEE Muara
Kali Ijo Mangrove Forest, Kebumen had an asymptotic width of 10 cm with the equation von Bertalanffy Lt =
10(1-e
1,01(t-0,2129)) and had a negative allometric growth pattern (b = 2,1006). The condition factor of mud crabs in
the Mangrove Forest KEE has a good growth (Kn = 1.10). The relationship between mud crab catch and condition
factor is quite strong (r = 0,6). Therefore, the results of the study can be used to facilitate the determination of
suitable habitat for mud crabs.
4121145114F1C020033Strategi Produksi Program Point of View Liputan6 SCTV sebagai Talkshow Tema Politik di IndonesiaProgram Point of View merupakan salah satu program khusus (di Liputan6 SCTV yang membahasmengenai sisi lain kehidupan para pejabat pemerintahan, public figure, hingga tokoh politik Indonesia yang disajikan dalam bentuk talkshow berita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi produksi yang dilakukan oleh tim Liputan6 SCTV pada Program Point of View sebagai talkshow tema politik Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang diterapkan untuk menunjang informasi dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian yang diperoleh meliputi empat fungsi dalam Teori Manajemen POAC oleh George T. Terry, yaitu: (1) Planning dengan melakukan production meeting, menentukan host, resource person, content, research, membuat treatment dan gimmick, serta pendekatan interaktif kepada audiens;(2) Organizing dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada;(3) Actuating dilakukan dengan mengawasi proses produksi supaya berjalan dengan baik;(4) Controlling dilakukan dengan melakukan pengawasan mulai dari tahap praproduksi, produksi, hingga pascaproduksi. Selain itu, tim Point of View juga melakukan startegi lain di luar startegi manajemen POAC yakni, strategi promotion untuk menggaet lebih banyak penonton.Point of View is a special program on Liputan6 SCTV that discusses about the other side of the lives of government officials, public figures, and political figures in Indonesia, presented as a news talkshow. This study aims to analyze the production strategies employed by the Liputan6 SCTV team for the Point of View program as a political talk show in Indonesia. This research used descriptive qualitative method. Data collection techniques applied to support the information was conducted using observation, interviews, and documentation. Informants were selected using purposive sampling. The research results cover the four functions in George T. Terry's POAC Management Theory, namely: (1) Planning by conducting production meetings, determining the host, resource person, content, research, creating treatment and gimmicks, as well as interactive approaches to the audience; (2) Organizing by optimizing the available human resources; (3) Actuating by supervising the production process to ensure it runs smoothly; (4) Controlling by overseeing the pre-production, production, and post-production stages. Furthermore, the Point of View team also implements additional strategies beyond the POAC management strategy, namely promotion strategies to attract more viewers.
4121245115H1E020010USULAN PERBAIKAN KUALITAS LAYANAN SERTA PENGALAMAN PENGGUNA PADA APLIKASI BECERAN DAN SAYURBOX MENGGUNAKAN METODE M-S-QUAL DAN USER EXPERIENCE BENCHMARKINGDi Indonesia, peningkatan jumlah pengguna internet yang mencapai 215,63 juta pada tahun 2022-2023 telah memfasilitasi pertumbuhan aplikasi belanja mobile seperti Sayurbox dan Beceran, yang melayani kebutuhan sehari-hari seperti bahan makanan dan produk segar. Meskipun mendapatkan rating tinggi dari pengguna, aplikasi-aplikasi ini menghadapi masalah teknis yang dapat mempengaruhi kepuasan pengguna dan pendapatan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas layanan dan pengalaman pengguna aplikasi Sayurbox dan Beceran menggunakan metode M-S-QUAL dan UX Benchmarking. Metode M-S-QUAL menilai kualitas layanan melalui sembilan dimensi, sementara UX Benchmarking mengevaluasi kepuasan pengguna, kemudahan penggunaan, jumlah kesalahan, tingkat keberhasilan, dan waktu penyelesaian tugas. Analisis M-S-QUAL menunjukkan bahwa kedua aplikasi memiliki nilai kesenjangan negatif pada sebagian besar atribut layanan, dengan Sayurbox sedikit lebih baik dibandingkan Beceran. Sayurbox memperoleh nilai -0,25 untuk kesenjangan nilai pada skala M-S-QUAL, sedangkan Beceran memperoleh nilai -0,41 untuk kesenjangan nilai. Hasil UX Benchmarking mengungkapkan bahwa Sayurbox memiliki lebih sedikit kesalahan dan kepuasan pengguna yang lebih tinggi dibandingkan Beceran, yang memiliki waktu pemuatan lebih cepat tetapi lebih banyak kesalahan.In Indonesia, the increase in internet users, reaching 215.63 million in 2022-2023, has facilitated the growth of mobile shopping applications like Sayurbox and Beceran, which cater to daily needs such as groceries and fresh food items. Despite receiving high user ratings, these applications face technical issues that could impact user satisfaction and company revenue. This study aims to evaluate the service quality and user experience of the Sayurbox and Beceran applications using the M-S-QUAL and UX Benchmarking methods. The M-S-QUAL method assesses service quality across nine dimensions, while UX Benchmarking evaluates user satisfaction, ease of use, error counts, success rates, and task completion times. The M-S-QUAL analysis indicates that both applications have negative gap values in most service attributes, with Sayurbox performing slightly better than Beceran. Sayurbox received a score of -0.25 for the value gap on the M-S-QUAL scale, while Beceran received a score of -0.41 for the value gap. The results of UX Benchmarking reveal that Sayurbox has fewer errors and higher user satisfaction compared to Beceran, which has faster loading times but more errors
4121343340J0B020013PENERJEMAHAN DOKUMEN PANDUAN PENGAJUAN VISA TINGGAL TERBATAS PENANAMAN MODAL ASING DI KANTOR IMIGRASI KELAS 1 TPI JAKARTA TIMURArtikel ini berjudul “Penerjemahan Dokumen Panduan Pengajuan Visa Tinggal
Terbatas Penanaman Modal Asing Di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur”. Kegiatan praktik kerja bertujuan untuk menghasilkan Dokumen Panduan Pengajuan Visa Tinggal Terbatas Penanaman Modal Asing berbahasa Mandarin yang dapat digunakan oleh Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Jakarta Timur sebagai dokumen tertulis dalam melayani pembuatan visa bagi penutur bahasa Mandarin. Belum tersedianya dokumen informasi mengenai pengajuan Visa Tinggal Terbatas Penanaman Modal Asing berbahasa Mandarin menjadi latar belakang dilakukannya kegiatan praktik kerja di Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Jakarta Timur. Pada kegiatan praktik kerja ini penulis menggunakan empat metode pengumpulan data yaitu, wawancara, observasi, studi pustaka, dan jelajah internet. Selanjutnya pada penerjemahan dokumen, penulis menggunakan metode penerjemahan komunikatif yang efektif dan mudah dipahami oleh penutur bahasa Mandarin. Hasil dari kegiatan praktik kerja yaitu Dokumen Panduan Pengajuan Visa Tinggal Terbatas Penanaman Modal Asing berbahasa Mandarin sebagai peningkatan layanan Warga Negara Asing di kantor imigrasi kelas 1 TPI Jakarta Timur. Hasil terjemahan dokumen telah diserahkan dan diterima pihak Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Jakarta Timur.
This article is titled "Translation of Guidance Documents for Filing Limited Stay Visas for Foreign Investment at the Immigration Office Class I TPI East Jakarta". the work practice activity aims to produce a Guidance Document for Filing Limited Stay Visas for
Foreign Investment in Chinese that can be used by the Immigration Office Class 1 TPI East Jakarta as a written document in serving visa applications for Chinese speakers. The unavailability of information documents regarding the application of Limited Stay Visas for Foreign Investment in Chinese is the background for the work practice activities at the Immigration Office of Class 1 TPI East Jakarta. In this work practice activity, the author uses four data collection methods, namely, interviews, observations, literature studies, and internet browsing. Furthermore, in document translation, the author uses a communicative translation method that is effective and easily understood by Mandarin speakers. The result of the work practice activity is the Chinese Language Foreign Investment Limited Stay Visa Application Guidance Document as an improvement of Foreign Citizen services at the East Jakarta TPI class 1 immigration office. The results of the translation of documents have been submitted and accepted by the East Jakarta Class 1 TPI Immigration Office.
4121443341C1C020099Analisis Fraud Pengadaan Alat Kesehatan Menggunakan Konsep 5W+2H (Studi Kasus pada Pemerintah Kota Z Tahun 2012)Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus pada pengadaan alat kesehatan kedokteran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2012 pada Pemerintah Kota Z. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kasus fraud pada pengadaan alkes tersebut dengan menjawab pertanyaan what, who, when, where, why, how, dan how much. Teori Fraud Hexagon digunakan sebagai dasar penelitian ini.
Hasil dari penelitian ini, yaitu terjadi KKN secara sistematis dan struktural yang melibatkan Pemerintah Daerah, Organisasi Pengadaan Barang/Jasa, dan pihak eksternal terkait. Kasus ini dapat terjadi karena pelaku mendapat tekanan, memiliki kemampuan, melakukan rasionalisasi, memiliki ego, serta terdapat peluang dan terjadi kolusi antarpihak. Kerugian yang diderita negara atas kecurangan yang terjadi mencapai Rp 20 miliar. Implikasi yang muncul antara lain negara dan masyarakat mengalami kerugian sehingga rasa kepercayaan masyarakat kepada pemerintah menurun. Oleh karena itu, perlu dilakukan perampingan dan pemutusan jaringan birokrasi bernuansa primordial, penerapan sanksi pidana secara tegas, dan perbaikan sistem e-procurement dalam pengadaan barang/jasa pemerintah.
This research presents case study research on the procurement of medical equipment for the Regional Revenue and Expenditure Budget (APBD) for the 2012 Fiscal Year in the Z City Government. This study aims to analyze fraud cases in the procurement of medical equipment by answering the questions of what, who, when, where, why, how, and how much. The Fraud Hexagon Theory is used as the basis for this research.
The results of this research show that corruption, collusion, and nepotism occur systematically and structurally involving the Regional Government, Goods/Services Procurement Organizations, and related external parties. This case arises due to various factors, such as the perpetrator is under pressure, has the ability, rationalizes, has an ego, and there is an opportunity and collusion between parties. The financial losses incurred by the state due to the fraud amount to Rp 20 billion. Implications include both the state and society experiencing losses, leading to a decline in public trust in the government. Therefore, it is necessary to streamline and terminate the bureaucratic network with primordial nuances, apply strict criminal sanctions, and improve the e-procurement system in the procurement of government goods/services.
4121545016J1A020010TRANSLATION TECHNIQUES AND ITS READABILITY OF FOOD NAMES ON TWO INDONESIAN RESTAURANT MENUS IN THE UNITED STATESPenelitian ini bertujuan untuk meneliti teknik penerjemahan yang digunakan dan keterbacaan nama-nama makanan pada menu di dua restoran Indonesia di Amerika Serikat: Awang’s Kitchen dan Medan Kitchen. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, teori teknik penerjemahan mengacu pada Molina dan Albir dan teori keterbacaan yang mengacu pada Nababan, Nuraeni, dan Sumardiono. Dari 135 data yang diteliti, teridentifikasi 10 teknik penerjemahan. Untuk tingkat keterbacaan, secara keseluruhan nama-nama makanan di kedua restoran memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi. Terdapat juga kesalahan penulisan pada empat nama makanan, namun hal ini tidak berdampak pada hasil tingkat keterbacaan. Dengan demikian, deskripsi terbukti menjadi teknik yang paling ideal untuk menerjemahkan nama makanan karena mampu meningkatkan tingkat keterbacaan dan menyampaikan keunikan makanan. This research aims to examine the translation techniques used and the readability of food names on menus at two Indonesian restaurants in the United States: Awang’s Kitchen and Medan Kitchen. By utilizing descriptive qualitative method, the theory of translation techniques refers to Molina and Albir and the theory of readability refers to Nababan, Nuraeni, and Sumardiono. From the 135 data examined, 10 translation techniques are identified. As for the readability level, the overall food names in the two restaurants have a high level of readability. There were also writing errors in four food names, however, this has no impact on the result of the readability level. Thus, description proves to be the most ideal technique for translating food names due to enhancing readability and conveying the uniqueness of the food.
4121643342E1A020233PERMOHONAN PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA SAUDARA SEPERSUSUAN (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Tembilahan Nomor 468/Pdt.G/2023/PA.Tbh)Perkawinan dianggap sah apabila dilakukan berdasarkan hukum masing-masing agama, kepercayaan, dan memenuhi syarat serta rukun perkawinan yang telah ditetapkan baik secara Undang-Undang yang berlaku maupun menurut hukum Islam. Perkawinan yang dilaksanakan dengan tidak terpenuhinya syarat dan rukun perkawinan menjadi tidak sah dan dapat dilakukan pembatalan perkawinan melalui permohonan ke pengadilan agama. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara permohonan pembatalan perkawinan dan akibat hukum dari dilakukannya pembatalan perkawinan pada putusan Pengadilan Agama Tembilahan Nomor 468/Pdt.G/2023/PA.Tbh. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian perspektif analisis, pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dan hasil penelitian disajikan dengan teks naratif serta analisis normatif kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa hakim dalam mengabulkan permohonan pembatalan perkawinan karena saudara sepersusuan didasarkan pada Pasal 8 huruf (c) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 70 huruf (d) angka (3) Kompilasi Hukum Islam. Menurut peneliti, hakim kurang tepat dalam memberikan pertimbangannya karena pada kasus ini perkawinan batal bukan karena hubungan semenda tetapi saudara sepersusuan. Sehingga lebih tepat menggunakan Pasal 8 huruf (d) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 70 huruf (d) angka (4) Kompilasi Hukum Islam. Hakim juga dapat melengkapi dengan Pasal 22, Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 75 huruf (b) Kompilasi Hukum Islam. Pembatalan perkawinan memiliki akibat hukum terhadap para pihak dan anak.Marriage is considered valid if it is carried out based on the laws of each religion, belief and fulfills the conditions and pillars of marriage that have been stipulated both in the applicable laws and according to Islamic law. Marriages that are conducted without fulfilling the conditions and pillars of marriage are invalid and can be annulled through an application to the religious court. The research conducted, aims to determine the basis of the judge’s legal reasoning in deciding the case of a marriage annulment application and the legal consequences of the annulment of marriage in the decision of the Tembilahan Religious Court Number 468/Pdt.G/2023/PA.Tbh. the research, data collection using literature study and research results presented with narrative text and qualitative normative analysis. The result of the research and discussion can be concluded that the judge granted the petition for annulment of marriage due to cousins based on Article 8 letter (c) of Law Number 1 Year 1974 jo Article 70 letter (d) number (3) of the Compilation of Islamic Law. According to the researcher, the judge less precise in giving his consideration because in this case the marriage was annulled not because of consanguineous relations but because of breast-fed siblings. So it can be corrected using Article 8 letter (d) of Law Number 1 year 1974 jo Article 70 letter (d) number (4) of the Compilation of Islamic Law. The judge can also supplement it with Article 22, Article 28 paragraph (1) of Law Number 1 Year 1974, and Article 28 paragraph (2) letter (a) of Law Number 1 Year 1974 jo 75 letter (b) of the Compilation of Islamic Law. The annulment of marriage has legal consequences for the parties, and children.
4121743343I1A020044Determinan Perilaku Pencegahan Tuberkulosis Paru pada Santri di Pondok Pesantren Al-Ikhsan Beji Kecamatan Kedungbanteng Tahun 2023Pendahuluan : Tuberkulosis paru (TB) merupakan penyakit menular yang salah satu faktor risikonya adalah kurangnya perilaku pencegahan masyarakat. Upaya pencegahan TB penting dilakukan pada kelompok masyarakat di tempat berisiko tinggi, seperti pondok pesantren dengan karakteristik hunian padat dan interaksi intens diantara para santri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan perilaku pencegahan TB pada santri.
Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh santri Pondok Pesantren Al-Ikhsan Beji. Prosedur pengambilan sampel menggunakan stratifikasi proporsional diperoleh 81 responden. Variabel penelitian meliputi pengetahuan, persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, isyarat bertindak, dan perilaku pencegahan TB. Pengambilan data dengan kuesioner melalui wawancara. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat (kai kuadrat), dan multivariat (regresi logistik).
Hasil Penelitian : Perilaku pencegahan TB pada mayoritas responden kurang baik (51,9%). Faktor yang berpengaruh adalah pengetahuan (p-value=0,049), persepsi manfaat (p-value=0,018), dan persepsi hambatan (p-value=0,043). Persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, dan isyarat bertindak tidak berpengaruh terhadap perilaku pencegahan TB santri.
Kesimpulan : Faktor yang memengaruhi perilaku pencegahan TB pada santri, yaitu pengetahuan, persepsi manfaat, dan persepsi hambatan. Peningkatan pesan edukasi pencegahan TB, serta kolaborasi antara puskesmas, pengasuh pesantren, dan pos kesehatan pesantren perlu dilakukan.
Introduction : Pulmonary tuberculosis (TB) is an infectious disease, one of the risk factors is the low level of community prevention behavior. TB prevention efforts is important in community groups in high-risk places, such as Islamic boarding schools, which have characteristics of dense occupancy and intense interaction among students. This study aims to determine the determinants of TB prevention behavior among students.
Method : The quantitatve study type with a cross-sectional study design. The study population was the entire students at the Al-Ikhsan Beji Islamic Boarding School. The sampling procedure used proportional stratification obtained 81 respondents. The research variables include knowledge, perceived vulnerability, perceived seriousness, perceived benefits, perceived barriers, cues to action, and TB prevention behavior. Data were collected using a questionnaire through interviews. Data analysis used univariate, bivariate (chi-square), and multivariate (logistic regression).
Result : The TB prevention behavior of most respondents in a poor category (51.9%). The determinant factors are knowledge (p-value=0,049), perceived benefits (p-value=0,018), and perceived barriers (p-value=0,043). Perceived vulnerability, perceived seriousness, and cues to action did not determine the TB prevention behavior of students.
Conclusion : Factors that determine the behavior of TB prevention in students are knowledge, perceived benefits, and perceived barriers. Increasing educational messages on TB prevention, collaboration between community health center, Islamic boarding school caregivers, and Islamic boarding school health post need to be carried out.
4121843344D1A019110PENAMBAHAN SARI BUAH TOMAT DALAM PENGENCER SEMEN DENGAN LAMA PENYIMPANAN YANG BERBEDA TERHADAP MOTILITAS DAN VIABILITAS SPERMATOZOA AYAM PELUNGLatar Belakang. Penelitian dengan judul penambahan sari buah tomat dalam pengencer semen dengan lama penyimpanan yang berbeda terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa ayam pelung bertujuan untuk mengamati persentase motilitas dan viabilitas spermatozoa ayam pelung. Penelitian dilakukan di Experimental Farm dan Laboratorium Produksi Ternak Unggas, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi dan Metode. penelitian yang digunakan adalah 3 ekor ayam pelung jantan. Bahan yang digunakan yaitu semen ayam pelung, tomat, kuning telur, SDS, ringer laktat, trisodium sitrat dihidrat dan larutan eosin nigrosin. Alat yang digunakan yaitu mikroskop, mikrotube, mikropipet, mikrotip, timbangan analitik, centifunge, centifunge tube, spuit, object glass, cover glass, egg sparator, blender, kertas saring Whatman, gelas ukur, saringan dan kulkas. Metode penelitian menggunakan rancangan split plot dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Penambahan sari buah tomat (0%, 9%, 17%, 23%) sebagai main plot, sementara lama penyimpanan (0, 2, 4, 6, 8, 10 jam) sebagai sub plot. Variabel yang diamati meliputi motilitas dan viabilitas spermatozoa ayam pelung, dan analisis data dilakukan dengan uji lanjut Duncant Multiple Range Test (DMRT). Hasil. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan sari buah tomat berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa ayam pelung, sementara lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap motilitas spermatozoa ayam pelung. Simpulan. penambahan sari buah tomat sebesar 9% dalam pengencer menghasilkan persentase motilitas dan viabilitas yang paling optimal. Selain itu, lama penyimpanan selama 10 jam masih menghasilkan persentase motilitas dan viabilitas yang layak untuk digunakan inseminasi buatan.Background. A study titled "The Addition of Tomato Juice in Semen Extender with Different Storage Times on the Motility and Viability of Pelung Rooster Spermatozoa" aimed to observe the percentage of motility and viability of pelung rooster spermatozoa. The research was conducted at the Experimental Farm and Poultry Production Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materrials and Methods. The study utilized 3 pelung roosters. The materials used included pelung rooster semen, tomato, egg yolk, SDS, lactate ringer, trisodium citrate dihydrate, and eosin nigrosin solution. The equipment used comprised a microscope, microtubes, micropipettes, microtips, analytical balance, centrifuge, centrifuge tubes, syringe, object glass, cover glass, egg separator, blender, Whatman filter paper, measuring glass, sieve, and refrigerator. The research method employed a split-plot design with 4 treatments and 5 replications. The addition of tomato juice (0%, 9%, 17%, 23%) served as the main plot, while the storage time (0, 2, 4, 6, 8, 10 hours) served as the subplot. The observed variables included the motility and viability of pelung rooster spermatozoa, and data analysis was conducted using the Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Results. The analysis results indicated that the addition of tomato fruit extract significantly influenced (P<0.05) the motility and viability of pelung rooster spermatozoa, while the storage time significantly affected (P<0.01) the motility of Pelung chicken spermatozoa. Conclusion. The addition of 9% tomato juice in the extender resulted in the most optimal percentage of motility and viability. Additionally, a storage time of 10 hours still produced a viable percentage of motility and viability suitable for artificial insemination.
4121943345A1A019058STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BUAH MANGGA HARUMANIS DI CV. TIARA BUAH KECAMATAN KEDAWUNG KABUPATEN CIREBON
CV. Tiara Buah merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam menyalurkan dan memasarkan buah-buahan segar khususnya mangga harumanis. Latar belakang pengembangan usaha yang dilakukan secara otodidak serta mulai bermunculannya perusahaan-perusahaan sejenis yang membuat semakin ketatnya tingkat persaingan menjadikan tantangan tersendiri bagi perusahaan ini. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November dan Desember 2023. Analisis data yang digunakan pada analisis strategi pengembangan usaha buah mangga harumanis pada CV. Tiara Buah adalah dengan menggunakan matriks IFAS (Internal Strategic Factor Analysis Summary)-EFAS (External Strategic Factor Analysis Summary), matriks IE (Internal-External), dilanjutkan dengan matriks SWOT, dan diakhiri dengan analisis QSPM (Quantitative Strategic Planning Matriks). Analisis ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal, merumuskan alternatif strategi dan menentukan prioritas strategi perusahaan. Terdapat enam alternatif strategi pengembangan yang dapat dilakukan oleh perusahaan CV. Tiara Buah dengan tingkat prioritas tertinggi hingga terendah yaitu sebagai berikut: 1) Perluasan pasar dan promosi menggunakan internet untuk menjangkau konsumen yang lebih luas (STAS=6,341), 2) Membentuk divisi khusus yang menangani ekspor (STAS=6,141), 3) Menjaga dan meningkatkan konsistensi produk baik kuantitas maupun kualitas untuk mempertahankan pangsa pasar yang sudah ada (STAS=5,388), 4) Menciptakan anak perusahaan atau bekerjasama dengan perusahaan yang dapat mengolah produk mangga harumanis menjadi produk olahan (STAS=5,182), 5) Menetapkan kontrak perjanjian antara perusahaan dengan konsumen (STAS=4,781), 6) Penggunaan metode atau teknologi tepat guna sederhana dalam proses operasional maupun budidaya mangga harumanis, apabila bantuan dari pemerintah belum tepat sasaran (STAS=3,756).CV. Tiara Buah is a company that is engaged in distributing and marketing fresh fruit, especially harumanis mangoes. The background of business development being self-taught and the emergence of similar companies which have made the level of competition increasingly fierce have created challenges for this company. Therefore, it is necessary to formulate a strategy in an effort to develop this company so that it can be more sustainable and have strong competitiveness for the future. This research was carried out in November and December 2023. Data analysis used in the strategy analysis for developing the harumanis mango fruit business at CV. Tiara Buah uses the IFAS (Internal Strategic Factor Analysis Summary)-EFAS (External Strategic Factor Analysis Summary) matrix, the IE (Internal-External) matrix, followed by the SWOT matrix, and ending with the QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) analysis. This analysis aims to determine internal and external factors, formulate strategic alternatives and determine the company's strategic priorities. There are six alternative development strategies that can be carried out by CV. Tiara Buah companies with the highest to lowest priority levels, namely as follows: 1) Market expansion and promotion using the internet to reach wider consumers (STAS=6,341), 2) Forming a special division that handles export (STAS=6,141), 3) Maintain and improve product consistency in both quantity and quality to maintain existing market share (STAS=5,388), 4) Create subsidiaries or collaborate with companies that can process aromatic mango products into processed products (STAS=5,182), 5) Establish contractual agreements between companies and consumers (STAS=4,781), 6) Use of simple appropriate methods or technology in operational processes and cultivation of harumanis mangoes, if assistance from the government is not yet on target (STAS=3,756).
4122043346F1C020040JURNALIS DI TENGAH PUSARAN KEPENTINGAN DALAM PROSES PRODUKSI BERITA (Studi Kasus Tempo.Co)Pada prinsipnya, tidak ada media yang benar-benar riil, selalu ada kepentingan di balik media. Pernyataan ini diperkuat dengan perspektif ekonomi politik yang melihat bahwa media tidak lepas dari kepentingan, baik kepentingan pemilik modal, negara, atau kelompok lainnya. Berita—sebagai produk media—sebelum ditayangkan, terlebih dahulu melalui proses produksi dan dipengaruhi berbagai lapisan yang melingkupi institusi media. Di mana tiap lapisan memiliki kepentingan dan jangkauannya masing-masing, tetapi tetap tunduk dan dibatasi oleh tingkatan yang lebih tinggi. Jurnalis merupakan level pertama yang memengaruhi proses produksi. Jurnalis merupakan profesi sekaligus sebagai ujung tombak sebuah media. Tidak hanya terlibat dalam proses produksi berita, jurnalis juga menjadi orang pertama yang mendapat fakta di lapangan. Namun, jurnalis tidak bisa menayangkan beritanya begitu saja. Jurnalis memiliki jangkauan sesuai tingkatannya dan dibatasi tingkatan yang lebih tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana jurnalis Tempo.Co, sebagai media yang dikenal memiliki kredibilitas tinggi, di tengah pusaran kepentingan dalam proses produksi berita. Penelitian ini menggunakan Teori Hierarki Pengaruh untuk dapat melihat bagaimana jurnalis dalam proses produksi berita di media. Peneliti melakukan studi fenomenologi yang datanya diperoleh dengan teknik wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara hierarki jurnalis Tempo.Co berada di level terbawah dalam struktur redaksi tetapi jurnalis memegang peran vital dalam proses produksi berita. Proses produksi berita di Tempo.Co tidak lepas dari berbagai kepentingan kelima level pengaruh baik internal maupun eksternal. Dalam menyeimbangkan berbagai kepentingan dalam proses produksi berita, jurnalis kerap kali harus melakukan negosiasi dengan sejumlah pihak untuk mencapai kesepakatan. In principle, there is no real media, there are always interests behind the media. This statement is reinforced by the political economy perspective which sees that the media cannot be separated from interests, whether the interests of capital owners, the state, or other groups. News - as a media product - before being aired, first goes through a production process and is influenced by various layers that surround the media institution. Each layer has its own interests and reach, but is still subject to and limited by higher levels. Journalists are the first level to influence the production process. Journalists are both a profession and the spearhead of a media. Not only are they involved in the news production process, journalists are also the first people to get the facts on the ground. However, journalists cannot just broadcast the news. Journalists have a range according to their level and are limited by higher levels. The purpose of this study is to find out how Tempo.Co journalists, as a media known to have high credibility, are in the midst of a vortex of interests in the news production process. This research uses the Hierarchy of Influence Theory to be able to see how journalists in the news production process in the media. The researcher conducted a phenomenological study whose data was obtained using in-depth interview and observation techniques. The results showed that Tempo.Co journalists are hierarchically at the lowest level in the editorial structure but journalists play a vital role in the news production process. The news production process at Tempo.Co cannot be separated from the various interests of the five levels of influence, both internal and external. In balancing various interests in the news production process, journalists often have to negotiate with a number of parties to reach an agreement.