Artikelilmiahs

Menampilkan 41.161-41.180 dari 48.878 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4116143010K1B019040Prediksi Konsumsi Energi Listrik di Kabupaten Kebumen Tahun 2023 Menggunakan Metode Long Short-Term MemoryEnergi listrik merupakan salah satu sumber energi dasar yang sangat dibutuhkan oleh manusia dalam menjalankan berbagai aktivitas. Energi listrik juga termasuk salah satu permasalahan global yang saat ini tengah mengemuka di Indonesia. Pasokan energi listrik Indonesia berada pada status siaga karena cadangan yang tersisa tidak banyak tersedia. Oleh karena itu, diperlukan adanya suatu prediksi untuk mengetahui jumlah konsumsi energi listrik di Indonesia pada masa mendatang. Kegiatan prediksi memerlukan penerapan metode yang optimal agar hasil yang diperoleh mendekati hasil realitasnya. Metode yang dapat digunakan untuk memprediksi konsumsi energi listrik adalah Long Short-Term Memory (LSTM). Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan mekanisme metode LSTM, memperkirakan jumlah konsumsi energi listrik di Kabupaten Kebumen pada tahun 2023, dan menentukan akurasi metode LSTM dalam memprediksi konsumsi energi listrik di Kabupaten Kebumen. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data konsumsi energi listrik di Kabupaten Kebumen pada bulan Januari 2018 sampai Maret 2023. Data tersebut merupakan data time series yang memiliki interval per bulan. Metode LSTM memiliki akurasi yang tinggi dalam memprediksi konsumsi energi listrik di Kabupaten Kebumen dengan nilai MAPE sebesar 4,07%.Electrical energy is one of the basic energy sources that is highly needed by humans to carry out various activities. Electrical energy is also one of the global problems that is currently emerging in Indonesia. Indonesia's electrical energy supply is on standby status because the remaining reserves are not much available. Therefore, a prediction is needed to determine the amount of electrical energy consumption in Indonesia in the future. Prediction activities require the application of optimal methods so that the results obtained are close to the reality. A method that can be used to predict electrical energy consumption is Long Short-Term Memory (LSTM). This research aims to describe the mechanism of the LSTM method, estimate the amount of electrical energy consumption in Kebumen Regency in 2023, and determine the accuracy of the LSTM method in predicting electrical energy consumption in Kebumen Regency. The data used in this research is data on electrical energy consumption in Kebumen Regency from January 2018 to March 2023. The data is time series data that has monthly intervals. The LSTM method has high accuracy in predicting electrical energy consumption in Kebumen Regency with a MAPE value of 4.07%.
4116245008J1E017011THE EFFECTIVENESS OF TOTAL PHYSICAL RESPONSE (TPR) IN TEACHING ACTION VERBS TO YOUNG LEARNERSPenelitian ini membahas tentang penguasaan action verbs pada pembelajar usia dini. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan Total Physical Response dalam pengajaran action verbs. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode purposive sampling adalah metode yang digunakan dalam pengambilan sampel. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas Al-Qomar dan kelas Ar-Rahman yang berjumlah 62 siswa dari total populasi sebanyak 252 siswa. Instrumen yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data adalah observasi, pre-test, post-test dan angket. Penelitian ini dianalisis menggunakan normalitas, homogenitas dan uji T. Hasil penelitian ini adalah: (1) Implementasi Total Physical Response berhasil diterapkan dalam pengajaran action verbs pada pembelajar muda. Terlihat dari hasil observasi dan angket siswa terdorong untuk lebih berpartisipasi dalam pembelajaran. (2) Hasil perhitungan statistik menunjukkan bahwa penggunaan Total Physical Response efektif dalam mengajarkan action verbs. Hal ini terlihat dari peningkatan nilai rata-rata kelas eksperimen dari 67,97 menjadi 82,81. Dapat dikatakan efektif untuk digunakan. Selain itu, perhitungan uji T menunjukkan bahwa hipotesis alternatif diterima. Kesimpulannya, penggunaan Total Physical Response efektif untuk meningkatkan penguasaan kosakata action verbs siswa pada siswa kelas 5 MI Istiqomah Sambas Purbalingga.This research discusses about action verbs mastery of young learners. This research aims to determine how effectively Total Physical Response works as a teaching method for action verbs. In this research, a quantitative approach was taken. Purposive sampling is the technique used to obtain the samples. The two classes used as samples are Al-Qomar and Ar-Rahman, each with 62 students out of the 252 total population. Pre-test, post-test, and observation were the instruments used to get the data. The T-test, homogeneity, and normality of this study were used in its analysis. The study's findings are as follows: (1) Teaching action verbs to young learners through the use of Total Physical Response is successful. Students are being encouraged to participate more in their learning experiences, as evidenced by the findings of the questionnaire and observation. (2) The statistical computation result indicates that teaching action verbs using Total Physical Response is successful. The experimental class's mean score improved from 67.97 to 82.81, indicating this. It can be argued that using it is effective. Furthermore, the alternative hypothesis is supported by the t-test computation. In conclusion, the fifth-grade students at MI Istiqomah Sambas Purbalingga have advantages using Total Physical Response because it helps them become more proficient in the vocabulary of action verbs.
4116343321I1A020098PENGARUH KONDISI FISIK RUMAH DAN PERILAKU INDIVIDU TERHADAP KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI KELURAHAN KOBERLatar belakang : Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kelurahan Kober merupakan pemukiman padat yang terletak di Kecamatan Purwokerto Barat. Kasus tuberkulosis tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Barat terdapat di Kelurahan Kober.
Tujuan : Mengetahui pengaruh kondisi fisik rumah dan perilaku individu terhadap kejadian tuberkulosis paru di Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto Barat.
Metode : Penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain studi case control. Pengambilan data menggunakan wawancara dengan kuesioner dan observasi. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas pada bulan September 2023 sampai Januari 2024. Responden berjumlah 28 orang kasus dan 56 orang kontrol.
Hasil : Analisis multivariat yang dilakukan kepada 84 responden didapatkan hasil sebagai berikut: kepadatan hunian (p-value = 0,072) OR=11,707; luas ventilasi (p-value = 0,022) OR=7,742; kondisi lantai (p-value = 0,062) OR=3,013; suhu (p-value = 0,099) OR=0,372; perilaku menjemur kasur (p-value = 0,001) OR=6,816.
Kesimpulan : Faktor yang berpengaruh terhadap kejadian tuberkulosis paru di Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto Barat yaitu luas ventilasi dan perilaku menjemur kasur. Faktor yang paling berpengaruh yaitu luas ventilasi. Diharapkan masyarakat lebih memperhatikan kondisi luas ventilasi rumah dan menjemur kasur secara baik dan benar.
Background : Tuberculosis is a disease caused by Mycobacterium tuberculosis. Kober urban village is a densely populated area in West Purwokerto sub-district. In the working area of the West Purwokerto Health Center, Kober Village has the highest number of tuberculosis cases.
Objective : To determine the influence of physical housing conditions and individual behavior on pulmonary tuberculosis cases in Kober Village, West Purwokerto.
Method : A case-control study design was used for analytical observational research. Data were collected through interviews with questionnaires and observations. This research was conducted in Kober Village, West Purwokerto District, Banyumas Regency, from September 2023 to January 2024. There were 56 controls and 28 cases among the respondents.
Results : The following results were obtained from multivariate analysis on 84 respondents: occupancy density (p-value = 0.072) OR=11.707; ventilation area (p-value = 0.022) OR=7.742; floor condition (p-value = 0.062) OR=3.013; temperature (p-value = 0.099) OR=0.372; mattress drying behavior (p-value = 0.001) OR=6.816.
Conclusion : Factors influencing the number of cases of pulmonary tuberculosis in Kober Village, West Purwokerto Subdistrict are ventilation area and mattress drying behavior. The most significant factor is the ventilation area. It is intended that the community will pay more attention to the house ventilation area's condition and properly drying mattresses.
4116445009H1A020081ANALISIS VARIASI METODE PENGHITUNGAN JARAK PADA PERFORMA ALGORITMA K-NEAREST NEIGHBOR DALAM KLASIFIKASI DETEKSI PRA-KANKER SERVIKSKanker serviks pada saat ini menempati urutan kedua sebagai penyakit kanker pada sistem reproduksi wanita dan peringkat keempat sebagai penyakit paling mematikan bagi wanita di seluruh dunia. Salah satu pencegahan yang telah dilakukan adalah dengan mendeteksi secara dini dari kanker tersebut atau deteksi pra-kanker menggunakan kolposkopi. Mengombinasikan kolposkopi dan perlakuan asam asetat pada serviks membantu tenaga medis dalam melihat adanya indikasi kanker berupa lesi. Dengan bantuan pengolahan citra, diharapkan proses deteksi pra-kanker ini dapat dilakukan dengan lebih efisien. Klasifikasi citra yang telah melalui preprocessing dan ekstraksi fitur akan menggunakan algoritma KNN (K-Nearest Neighbor) yang dapat membedakan citra normal dan citra abnormal (terindikasi adanya lesi). Pemilihan metode penghitungan jarak antar data citra menjadi salah satu faktor penting terhadap performa klasifikasi algoritma KNN, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi metode penghitungan jarak pada algoritma dan merancang sistem deteksi pra-kanker yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penghitungan jarak Chebyshev memiliki tingkat akurasi tertinggi dengan angka 97%.At the moment, cervical cancer is ranked second in the most number of cancer cases in women’s reproduction system and fourth as the most lethal disease for woman around the world. One of the preventive approaches to this issue is by conducting a pre-cancer detection using colposcopy. Combining both colposcopy and the usage of acetic acid solution, medical personnel can see indications of pre-cancer in the form of lesions on the cervix. With the help of image processing, the efforts of pre-cervical cancer detection can hopefully be done in a more efficient manner. Classification of preprocessed and feature-extracted images will utilize KNN (K-Nearest Neighbor) algorithm to differentiate normal and abnormal images. With distance measure selection being a key factor in classification performance, this research aims to analyze various distance measures used in the algorithm and design an optimal pre-cervical cancer detection system. The result has shown that Chebyshev distance measure yields the highest accuracy score of 97% for this application.
4116543303I1A020099Hubungan antara Jenis Kelamin dan Kondisi Fisik Rumah dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Baturraden IILatarBelakang : Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh
bakteri Mycrobacterium tuberculosis. Desa Rempoah dan Kemutug Kidul
merupakan desa yang memilki kasus positif tuberkulosis paru dengan jumlah 19
penderita. Tujuan penelitian adalah mengetahui apakah terdapat hubungan antara
perilaku kebiasaan merokok dan kondisi fisik rumah terhadap kejadian tuberculosis
paru di Desa Rempoah dan Desa Kemutug Kidul, Baturraden.
Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan
case control. Responden penelitian berjumlah 19 orang pada kelompok kasus dan
57 pada kelompok kontrol. Variabel penelitian antara lain perilaku kebiasaan
merokok, jenis kelamin, kepadatan hunian, luas ventilasi, suhu dan kelembaban.
Penelitian dilakukan pada bulan September sampai Desember 2023. Penelitian ini
menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square.
Hasil Penelitian: Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi square didapatkan
nilai p-value perilaku kebiasaan merokok sebesar 0,104; jenis kelamin sebesar
0,023; kepadatan hunian sebesar 0,002; luas ventilasi sebesar 0,004; suhu sebesar
0,495; kelembaban sebesar 0,000.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara jenis kelamin, kepadatan hunian, luas
ventilasi dan kelembaban dengan kejadian TB paru di Desa Rempoah dan Desa
Kemutug Kidul. Diharapkan masyarakat memperhatikan kondisi luas ventilasi,
kepadatan hunian dan kelembaban rumah.
Background: Tuberculosis is an infectious disease caused by Mycrobacterium
tuberculosis. Rempoah and Kemutug Kidul are villages that still have positive cases
of pulomunary tuberculosis with a total of 19 patients. The aim of the research is
to determine whether ther is a relationship between smoking behavior and the
physical condition of house on the incidence of pulmonary tuberculosis in Rempoah
Village and Kemutug Kidul Village, Baturraden.
Methods: This study is a quantitative study with a case control approach. There
were 19 respondents in the case group and 57 in the control group. Research
variables include smoking behavior, gender, occupancy density, ventilation area,
temperature and humidity. The research was conducted from September to
December 2023.This study used univariate and bivariate analysis using the chisquare test.
Results: The results of bivariate analysis using the chi square test obtained a pvalue of smoking behavior is 0.104; gender is 0.023; residential density is 0.002;
ventilation area is 0.004; temperature is 0.495; humidity of 0.000.
Conclusion: There is an association between gender, occupancy density,
ventilation area and humidity with the incidence of pulmonary TB in Rempoah
Village and Kemutug Kidul Village. It is hoped that the public will pay more
attention to the condition of ventilation area, residential density dan house
humidity.
4116642807C1G020028ANALYSIS OF THE IMPACT OF USING QUICK RESPONSE CODE INDONESIAN STANDARD (QRIS) ON INCOME LEVEL AND PROFIT OF MSMEs IN GOR SATRIA PURWOKERTO AREA
Penelitian ini merupakan penelitian survei pada UMKM yang menggunakan QRIS di Purwokerto Timur khususnya di GOR Satria Purwokerto. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Dampak Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Terhadap Tingkat Pendapatan dan Profit Pelaku UMKM di Area GOR Satria Purwokerto”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengetahuan, hambatan, pendapatan sebelum dan sesudah menggunakan QRIS, dan profit sebelum dan sesudah menggunakan QRIS. Populasi dalam penelitian ini adalah pelaku UMKM yang ada di area GOR Satria Purwokerto. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 41 responden menggunakan rumus lemeshow untuk populasi yang tidak diketahui. Snowball sampling method digunakan dalam penentuan responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan Uji Normalitas, Paired T Test dan Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa: (1) Pelaku UMKM di GOR Satria Purwokerto mengetahui tentang QRIS dan penggunannya. (2)Pelaku UMKM di GOR Satria Purwokerto tidak merasa ada hambatan saat penggunaan QRIS.(3) Penggunaan QRIS mengalami peningkatan pada pendapatan pelaku UMKM di GOR Satria Purwokerto.(4)Penggunaan QRIS mengalami peningkatan pada profit pelaku UMKM di GOR Satria Purwokerto. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu Berdasarkan penelitian ini maka penulis dapat mengambil implikasi bahwa teori Technology acceptance model (TAM) dapat menjelaskan dengan adanya QRIS telah membantu pelaku usaha untuk meningkatkan pendapatan dan profit penjualan dalam rangka mengembangkan usaha khususnya bagi UMKM. Adanya teori ini selaras dengan kejadian di lapangan. Masyarakat menerima keluaran teknologi terbaru dan menggunakannya dengan baik. Perkembangan dalam penggunaan QRIS yang positif ini juga perlu diperluas lagi agar percepatan digitalisasi pembayaran dapat merata di seluruh daerah. Digitalisasi pembayaran dalam bentuk QRIS ini juga telah terbukti memberikan efek yang positif terhadap peningkatan pendapatan dan profit pada penjualan UMKM di Wilayah Gor Satria Purwokerto Lor sehingga pembayaran melalui digital harus dikembangkan kembali dalam mengaplikasikan kebijakan cashless oleh pemerintah.
This research is a survey research on MSMEs that use QRIS in East Purwokerto, especially at GOR Satria Purwokerto Area. This study takes the title: "Analysis of the Impact of Using the Indonesian Standard Quick Response Code (QRIS) on the Income and Profit Levels of MSME Players in GOR Satria Purwokerto Area. The purpose of this study is to analyze knowledge, barriers, income before and after using QRIS, and profit before and after using QRIS. The population in this study are MSME actors in GOR Satria Purwokerto Area. The number of respondents taken in this study was 41 respondents using the lemeshow formula for an unknown population. The snowball sampling method is used to determine the respondents.
Based on the results of research and data analysis using the Normality Test, Paired T Test and Wilcoxon Test, it shows that: (1) MSME actors in GOR Satria Purwokerto know about QRIS and its use. (2) MSME players at GOR Satria Purwokerto did not experience any obstacles when using QRIS. (3) QRIS usage has increased the income of MSME players at GOR Satria Purwokerto. (4) QRIS usage has increased profits for MSME players at GOR Satria Purwokerto.
The implication of the conclusions above is that based on this research, the authors can take the implication that the theory of Technology Acceptance Model (TAM) can explain that the existence of QRIS has helped businesses to increase sales revenue and profits in order to develop business , especially for MSMEs. The existence of this theory is in line with events in the field. Society accepts the latest technological outputs and uses them well. This positive development in the use of QRIS also needs to be expanded again so that the acceleration of digitization of payments can be evenly distributed in all regions. Digitization of payments in the form of QRIS has also proven to have a positive effect on increasing income and profits on MSME sales in the Gor Satria Purwokerto Lor Region so that digital payments must be redeveloped in applying cashless policies by the government.
4116743306H1E019013Perancangan Strategi Digital Marketing Melalui Media Sosial Untuk Meningkatkan Penjualan Menggunakan Metode SWOT dan QSPM (Studi Kasus : UMKM Batik Dwi Putro)UMKM Batik Dwi Putro merupakan usaha yang bergerak pada bidang kerajinan dengan memproduksi berbagai macam batik seperti batik tulis, batik cap, batik eco-printing dan batik campuran. Selain itu, UMKM Dwi Putro juga memproduksi sepatu, tas dan pakaian untuk pria dan wanita. Penerapan digital marketing yang dilakukan oleh UMKM Batik Dwi Putro yakni dengan melakukan promosi melalui beberapa platform media sosial yang sering digunakan seperti WhatsApp, Instagram dan Facebook. Namun adanya penerapan digital marketing belum mendapatkan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan penjualan. Hal ini dibuktikan dengan menurunnya jumlah penjualan batik selama 3 tahun terakhir semenjak adanya pandemi covid 19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi tingkat penjualan dalam lingkup digital marketing khususnya melalui media sosial, posisi perusahaan saat ini menggunakan IE matriks serta mengusulkan beberapa alternatif strategi digital marketing yang sesuai dan terbaik menggunakan pendekatan SWOT dan QSPM. Berdasarkan matriks SWOT didapatkan faktor dominan pada aspek kekuatan yaitu perusahaan mempunyai berbagai media sosial untuk sarana pemasaran, sedangkan pada aspek kelemahan yaitu kegiatan promosi online yang dilakukan belum optimal. Faktor eksternal yang dominan pada aspek peluang yaitu jangkauan postingan dapat menyebar lebih luas, sedangkan pada aspek ancaman yaitu bertambahnya kompetitor dalam pasar digital. Hasil Matrix IE berada pada kuadran I (3,52 ; 3,64) yang disebut strategi tumbuh dan berkembang. Analisis SWOT yang dilakukan menghasilkan 10 alternatif strategi digital marketing. Pemilihan strategi yang diprioritaskan menggunakan metode QSPM ialah dengan mengadakan promosi online secara aktif dan kreatif dengan skor TAS sebesar 5.519.UMKM Batik Dwi Putro is a business engaged in the craft sector by producing various kinds of batik such as written batik, stamped batik, ecoprinting batik and mixed batik. In addition, UMKM Dwi Putro also produces shoes, bags and clothing for men and women. The application of digital marketing carried out by UMKM Batik Dwi Putro is by promoting through several social media platforms that are often used such as WhatsApp, Instagram and Facebook. However, the application of digital marketing has not had a significant effect in increasing sales. This is evidenced by the decline in the number of batik sales over the past 3 years since the covid 19 pandemic. This study aims to determine the dominant factors that influence the level of sales in the scope of digital marketing, especially through social media, the company's current position using the IE matrix and propose several alternative digital marketing strategies that are suitable and best using the SWOT and QSPM approaches. Based on the SWOT matrix, the dominant factor in the strength aspect is that the company has various social media for marketing facilities, while in the weakness aspect is that the online promotion activities carried out are not yet optimal. The dominant external factor in the opportunity aspect is the reach of posts can spread more widely, while in the threat aspect is the increase in competitors in the digital market. The results of the IE Matrix are in quadrant I (3.52; 3.64) which is called a grow and build strategy. The SWOT analysis conducted resulted in 10 alternative digital marketing strategies. The selection of strategies that are prioritized using the QSPM method is to hold active and creative online promotions with a TAS score of 5,519.
4116844968A1D018057Fluktuasi Populasi dan Intensitas Serangan Hama Ulat Grayak (Spodoptera frugiperda) pada Pertanaman Jagung Manis yang Diperlakukan dengan ZPT 2,4 Dimetil AminaUlat grayak Spodoptera frugiperda (Lepidoptera: Noctuidae) merupakan serangga yang menjadi hama utama tanaman jagung di Indonesia, bersifat polifag dan mampu menyerang lebih dari 80 jenis tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ZPT 2,4 DMA terhadap populasi, intensitas serangan dan jenis musuh alami hama S. frugiperda pada pertanaman jagung. Penelitian dilakukan di Desa Pasir Kulon, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas mulai bulan September sampai dengan November 2023. Penelitian dilaksanakan dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Perlakuan yang dicoba adalah lima konsentrasi ZPT 2,4 DMA. Konsentrasi yang digunakan 3 ppm, 2,25 ppm, 1,5 ppm, 0,75 ppm dan kontrol 0 ppm masing masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Variabel yang diamati yaitu populasi dan intensitas serangan hama S. frugiperda, serta musuh alaminya. Data penelitian diuji dengan uji F dan dilanjutkan dengan DMRT pada taraf α 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ZPT 2,4 DMA (1) menurunkan populasi S. frugiperda, sebesar 39,62% pada konsentrasi 3 ppm, sebesar 49,69% pada konsentrasi 2,25 ppm, sebesar 49,06% pada konsentrasi 1,5 ppm dan sebesar 30,19% pada konsentrasi 0,75 ppm, (2) menurunkan kerusakan tanaman akibat serangan ulat S. frugiperda, sebesar 39,62% pada konsentrasi 3 ppm, sebesar 49,69% pada konsentrasi 2,25 ppm, sebesar 37,74% pada konsentrasi 1,5 ppm dan sebesar 27,67% pada konsentrasi 0,75 ppm, (3) musuh alami yang dijumpai adalah laba-laba Oxyopes salticus (Araneae: Oxypidae), kepik Orius insidiosus (Hemiptera: Anthocoridae), semut Dolichoderus sp., semut Paratrechina sp., semut Oecophylla sp. (Hymenoptera: Formicidae), belalang Conocephalus longipennis (Orthoptera: Tettigoniidae), belalang sembah Hierodula patellifera (Mantodea: Mantidea) dan Onychogomphus forcipatus (Odonata: Gomphide).The armyworm Spodoptera frugiperda (Lepidoptera: Noctuidae) is an insect that is the main pest of corn plants in Indonesia, is polyphagous and is capable of attacking more than 80 types of plants. This research aims to determine the effect of PGR 2.4 DMA concentration on the population, intensity of attacks and types of natural enemies of the S. frugiperda pest in corn plantings. This research was carried out in Pasir Kulon Village, Karanglewas District, Banyumas Regency, for 3 months from September to November 2023. The research was carried out in a randomized complete block design (RCBD), the treatments tried were five concentrations of PGR 2.4 DMA. The concentrations used were 3 ppm, 2.25 ppm, 1.5 ppm, 0.75 ppm and control 0 ppm, each treatment was repeated 5 times. The variables observed were the population and intensity of attacks by the pest S. frugiperda, as well as its natural enemies. The research data was tested with the F test and continued with DMRT at an α level of 5%. The results showed that PGR 2.4 DMA (1) treatment reduced the population of S. frugiperda, by 39.62% at a concentration of 3 ppm, by 49.69% at a concentration of 2.25 ppm, by 49.06% at a concentration of 1.5 ppm and by 30.19% at a concentration of 0.75 ppm, (2) reducing plant damage due to attacks by S. frugiperda caterpillars, by 39.62% at a concentration of 3 ppm, by 49.69% at a concentration of 2.25 ppm, amounting to 37.74% at a concentration of 1.5 ppm and 27.67% at a concentration of 0.75 ppm, (3) the natural enemies encountered were the spider Oxyopes salticus (Araneae: Oxypidae), ladybugs Orius insidiosus (Hemiptera: Anthocoridae), ants Dolichoderus sp., ants Paratrechina sp., ants Oecophylla sp. (Hymenoptera: Formicidae), grasshopper Conocephalus longipennis (Orthoptera: Tettigoniidae), praying mantis Hierodula patellifera (Mantodea: Mantidea) and Onychogomphus forcipatus (Odonata: Gomphide).
4116943300L1C019031PENGARUH CEMARAN CRUDE OIL TERHADAP PRODUKTIVITAS SUARA IKAN BADUT (Amphiprion clarkii) PADA SKALA LABORATORIUMCrude oil di lingkungan perairan memberikan dampak terhadap organisme laut dalam berbagai cara. Salah satu metode untuk memantau aktivitas harian organisme terdampak crude oil adalah degan memanfaatkan ilmu bioakustik yang memungkinkan melakukan pengamatan secara terus menerus. Metode ini dapat mengukur aktivitas harian organisme terdampak melalui nilai produktivitas dan karakteristik suaranya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pola produktivitas dan karakteristik suara ikan giru ekor kuning (Amphiprion clarkii) akibat kontaminasi crude oil. Metode observasi digunakan dengan 3 tahap penelitian, meliputi persiapan, pengamatan, dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 jenis suara yang dihasilkan oleh A. clarkii yaitu suara chirp dan pops. Suara chirp memiliki frekuensi 303-1546 Hz, intensitas (-82)-(-40) dB, dan durasi 10-34 ms. Jenis suara pops memiliki frekuensi 304-1760 Hz, intesitas (-75)-(-44) dB, dan durasi 12-35 ms. Setiap penambahan konsentrasi crude oil dilihat dari produktivitas, intensitas dan durasi cenderung menurun tetapi frekuensinya cenderung meningkat. Pada jenis suara pops cenderung meningkat pada segi durasi dan cenderung menurun dari segi produktivitas, intensitas, dan frekuensi. Hubungan produktivitas suara harian ikan A. clarkii dengan peningkatan konsentrasi crude oil pada penelitian ini dapat dilihat dengan persamaan y = 174,94e-0,007x dengan koefisien determinasi (R^2) sebesar R² = 0,9727.Crude oil in the aquatic environment impacts marine organisms in various ways. One method for monitoring the daily activities of organisms affected by crude oil is to utilize the science of bioacoustics which allows continuous observation. This method can measure the daily activities of affected organisms through productivity values and sound characteristics. The aim of this research is to analyze the productivity patterns and sound characteristics of the yellowtail clownfish (Amphiprion clarkii) due to crude oil contamination. The observation method was used with 3 research stages, including preparation, observation and data analysis. The research results show that there are 2 types of sounds produced by A. clarkii, namely chirps and pops. Chirp sounds have a frequency of 303-1546 Hz, an intensity of (-82)-(-40) dB, and a duration of 10-34 ms. This type of pops sound has a frequency of 304-1760 Hz, an intensity of (-75)-(-44) dB, and a duration of 12-35 ms. With each increase in crude oil concentration, the productivity, intensity and duration tends to decrease but the frequency tends to increase. In this type of sound, pops tend to increase in terms of duration and tend to decrease in terms of productivity, intensity and frequency. The relationship between daily sound productivity of A. clarkii fish and increasing crude oil concentration in this study can be seen with the equation y = 174,94e-0,007x with a coefficient of determination (R^2) of R² = 0,9727.
4117043301I1A020050HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN FISIK DAN PAPARAN ASAP ROKOK
DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI KELURAHAN PURWOKERTO LOR
Latar Belakang: Tahun 2021 jumlah orang yang terdiagnosis menderita TBC sebesar 6,4 juta. Kelurahan Purwokerto Lor menjadi kelurahan kasus terbanyak di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Timur II terdapat kasus warga positif TB paru dengan 30 penderita dengan rentang usia 0-87 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan faktor-faktor lingkungan fisik dan paparan asap rokok dengan kejadian tuberkulosis paru di Kelurahan Purwokerto Lor.

Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan case-control di Kelurahan Purwokerto Lor pada bulan September-Desember 2023. Responden berjumlah 30 orang kasus dan 60 orang kontrol. Pengumpulan data primer menggunakan pengukuran dan kuesioner terdiri atas kelembaban, pencahayaan, lubang asap dapur, kepadatan hunian, serta paparan asap rokok, sedangkan suhu menggunakan data sekunder dari BMKG. Variabel dependen yaitu kejadian tuberkulosis paru. Penelitian menggunakan analisis univariat dan bivariat uji chi-square.

Hasil: Hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan paparan asap rokok (p value=0,005) dengan kejadian tuberkulosis paru. Tidak ada hubungan antara suhu (p value=1,000), kelembaban (konstan), pencahayaan (p value=0,601), lubang asap dapur (p value=0,936), dan kepadatan hunian (p value=1,000) dengan kejadian tuberkulosis paru.

Kesimpulan: Variabel paparan asap rokok ada hubungan dengan kejadian tuberkulosis paru di Kelurahan Purwokerto Lor. Diharapkan masyarakat untuk dapat memperbaiki kualitas lingkungan dan berperilaku hidup sehat.
Background: In 2021, the number of people diagnosed with TB is 6.4 million. Purwokerto Lor Village is the village with the most cases in the East Purwokerto Health Center Working Area II, there are cases of positive residents with pulmonary TB with 30 patients with an age range of 0-87 years. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between physical environmental factors and exposure to cigarette smoke with the incidence of pulmonary tuberculosis in Purwokerto Lor Village.

Method: Quantitative research with a case-control approach in Purwokerto Lor Village in September-December 2023. Respondents totaled 30 cases and 60 controls. Primary data collection using measurements and questionnaires consisted of humidity, lighting, kitchen smoke holes, residential density, and exposure to cigarette smoke, while temperature used secondary data from BMKG. The dependent variable was the incidence of pulmonary tuberculosis. The study used univariate analysis and bivariate chi-square test.

Result: The results of bivariate analysis showed that there was a relationship between cigarette smoke exposure (p value=0.005) with the incidence of pulmonary tuberculosis. There was no relationship between temperature (p value=1.000), humidity (constant), lighting (p value=0.601), kitchen smoke holes (p value=0.936), and occupancy density (p value=1.000) with the incidence of pulmonary tuberculosis.

Conclusion: The variable of cigarette smoke exposure has a relationship with the incidence of pulmonary tuberculosis in Purwokerto Lor Village. The community is expected to be able to improve environmental quality and healthy living behavior.
4117143302I1A020058Hubungan Antara Faktor Lingkungan Fisik Rumah dan Perilaku dengan Kejadian Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Baturraden I Kabupaten BanyumasLatar Belakang : Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh
Mycobacterium tuberculosis. Jumlah temuan kasus tuberkulosis di Kabupaten
Banyumas tahun 2023 sebanyak 1.844 kasus. Sementara itu, sebanyak 48 kasus
ditemukan di Wilayah Kerja Puskesmas Baturraden I. Faktor risiko tuberkulosis
disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya faktor lingkungan fisik dan perilaku.
Metodologi: Desain penelitian ini menggunakan case control. Sampel penelitian
sejumlah 96 orang dengan 48 orang kasus dan 48 orang kontrol. Analisis data yang
dilakukan yaitu univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Variabel yang
diteliti antara lain jenis dinding, jenis lantai, kepadatan hunian, suhu, kelembaban,
perilaku membuka jendela, dan perilaku menjemur peralatan tidur. Penelitian
dilakukan pada bulan Agustus-Desember 2023.
Hasil Penelitian: Berdasarkan analisis bivariat menggunakan uji chi square
didapatkan nilai p-value jenis lantai sebesar 0,758; jenis dinding sebesar 0,466;
kepadatan hunian sebesar 0,003; suhu sebesar 0,029; kelembaban 0,031; perilaku
membuka jendela sebesar 0,010; perilaku menjemur peralatan tidur sebesar 0,675.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kepadatan hunian, suhu, kelembaban, dan
perilaku membuka jendela dengan kejadian tuberkulosis. Tidak terdapat hubungan
antara jenis lantai, jenis dinding, dan perilaku menjemur peralatan tidur dengan
kejadian tuberkulosis. Diharapkan semua pihak dapat membantu menurunkan
kasus tuberkulosis.
Background: Tuberculosis is infectious disease caused by Mycobacterium
tuberculosis. The number of tuberculosis cases found in Banyumas Regency in
2023 was 1,844 cases. Meanwhile, 48 cases were found in the Baturraden I Health
Center Working Area. Risk factors for tuberculosis are caused by several factors
including physical environment and behavioral factors.
Methods: his research design used case control. The study sample was 96 people
with 48 cases and 48 controls. The data analysis was univariate and bivariate using
chi square test. The variables studied included wall type, floor type, occupancy
density, temperature, humidity, window opening behavior, and bedding drying
behavior. The research was conducted in August-December 2023.
Results: Based on bivariate analysis using the chi square test, the p-value of floor
type is 0.758; wall type is 0.466; residential density is 0.003; temperature is 0.029;
humidity is 0.031; window opening behavior is 0.010; behavior of drying sleeping
equipment is 0.675.
Conclusion: There was an association between occupancy density, temperature,
humidity, and window opening behavior with the incidence of tuberculosis. There
was no association between floor type, wall type, and bedding drying behavior with
the incidence of tuberculosis. It is hoped that all parties can help reduce the
incidence of tuberculosis.
4117243304H1E019001Evaluasi Situational Awareness dan Usulan Perancangan Mitigasi Bencana di Fakultas Teknik Universitas Jenderal SoedirmanSepanjang tahun 2022, Indonesia mengalami bencana alam dengan jumlah yang cukup banyak yaitu sebanyak 3.522 bencana. Bencana alam tersebut dapat mengganggu aktivitas belajar mengajar yang berada di FT Unsoed. Untuk membantu permasalahan mitigasi bencana yang terdapat di FT diperlukan tingkat kesadaran mengenai kebencanaan dari civitas akademika yang terdapat di lingkungan fakultas yang disebut dengan situational awareness. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat situational awareness civitas akademika di lingkungan fakultas dan memberikan evaluasi terhadap mitigasi bencana di fakultas. SA (Situational awareness) akan dihitung menggunakan metode QUASA (Quantitative Analysis of Situational Awareness). Subjek penelitian adalah civitas akademika di lingkungan FT Unsoed. Objek penelitian adalah tingkatan SA dari civitas akademika di lingkungan FT Unsoed dan mitigasi bencana yang ada di FT Unsoed. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Hasil perhitungan SA civitas akademika di lingkungan FT Unsoed adalah 44,64%.Throughout 2022, Indonesia experienced quite a large number of natural disasters, namely 3,522 disasters. These natural disasters can disrupt teaching and learning activities at FT Unsoed. To help with disaster mitigation problems in FT, a level of awareness regarding disasters is needed from the academic community within the faculty, which is called situational awareness. The aim of the research is to determine the level of situational awareness of the academic community in the faculty environment and provide an evaluation of disaster mitigation in the faculty. SA (Situational awareness) will be calculated using the QUASA (Quantitative Analysis of Situational Awareness) method. The research subjects were the academic community in the FT Unsoed environment. The research object is the SA level of the academic community in the FT Unsoed environment and disaster mitigation in the FT Unsoed. The statistical tests used in this research are validity tests and reliability tests. The SA calculation result for the academic community in the FT Unsoed environment is 44.64%.
4117343308L2B021003Analisis Hubungan Sertifikasi Ekolabel Terhadap Mutu dan Produksi Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) PT YSI, Buton TengahSertifikasi ekolabel menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi untuk melakukan ekspor udang vannamei (Litopenaeus vannamei) dengan negara-negara tujuan Eropa dan Amerika. Metode penelitian menggunakan mix method (kualitatif dan kuantitatif). Teknik pengambilan sampel menggunakan daftar periksa Global Aquaculture Alliance-Best Aquaculture Practices (GAA-BAP). Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan data primer dan sekunder. Nilai total penerapan GAA-BAP di tambak udang vannamei PT YSI untuk kategori critical questions dan kategori scored questions diatas batas minimal presentase ketercapaian sertifikasi ekolabel GAA-BAP dengan mendapatkan total nilai 96,4% dan 90,6%. Hasil pengujian mutu udang vannamei yang dibudidayakan oleh PT YSI menunjukkan bahwa udang vannamei memenuhi kriteria sertifikasi ekolabel GAA-BAP. Performa budidaya PT YSI sesuai dengan target perusahaan dengan mendapatkan hasil rerata panen 2,1 ton/kolam dan jumlah panen 61.488 kg/ 30 kolam dengan nilai produktivitas 50,5 ton/ha kolam diameter 20m². Hal tersebut dapat dicapai dengan nilai FCR 1,68, SR 92.80%, ADG 0,26, MBW 22,8 gr, size rerata 43 dan pakan total 103.603 kg. Nilai kualitas air rata-rata DO 5,12 mg/l, suhu 32 °C, salinitas 38 ppt dan pH 7,8.Ecolabel certification is one of the requirements that must be met to export vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) with European and American destination countries. The research method uses a mix method (qualitative and quantitative). The sampling technique uses the Global Aquaculture Alliance-Best Aquaculture Practices (GAA-BAP) checklist. Data were collected using observation techniques, in-depth interviews, and literature studies. Data analysis uses descriptive analysis with primary and secondary data approaches. The total value of GAA-BAP application in PT YSI's vannamei shrimp pond for the critical questions category and the scored questions category is above the minimum percentage of achievement of GAA-BAP ecolabel certification by obtaining a total value of 96.4% and 90.6%. The results of quality testing of vannamei shrimp cultivated by PT YSI show that vannamei shrimp meet the criteria for GAA-BAP ecolabel certification. PT YSI's cultivation performance is in accordance with the company's target by obtaining an average harvest of 2.1 tons/pond and a total harvest of 61,488 kg/30 ponds with a productivity value of 50.5 tons/ha of 20m² diameter ponds. This can be achieved with FCR values of 1.68, SR 92.80%, ADG 0.26, MBW 22.8 gr, average size 43 and total feed 103,603 kg. The average water quality value is DO 5.12 mg/l, temperature 32 °C, salinity 38 ppt and pH 7.8.
4117443309F1B019082Collaborative Governance dalam Peningkatan Daya Saing UMKM di Indonesia (Studi Kasus di Banyumas)Collaborative governance timbul karena adanya keterbatasan kapasitas baik kemampuan dan sumber daya yang dimiliki pemerintah sehingga mendorong terjalinnya kerja sama dengan sektor swasta maupun masyarakat dalam mencapai tujuan kebijakan. Praktik kolaborasi ini dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM dalam upaya mencapai tujuan meningkatkan daya saing UMKM di Kab. Banyumas.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih mendalam mengenai kolaborasi Dinas Tenaker, Koperasi, dan UMKM Kab. Banyumas dalam mencapai peningkatan daya saing UMKM. Penelitian ini menggunakan teori collaborative governance Emerson, Nabatchi dan Balogh (2012). Selain itu, dilakukan juga analisis terhadap ukuran keberhasilan collaborative governance tersebut dari konsep DeSeve (2007).
Hasil penelitian dari proses kolaborasi melalui Program Pelatihan Kewirausahaan dan Manajemen Pemasaran menunjukkan hasil yang baik, meski perlu perhatian dan perbaikan dalam beberapa hal. Aspek dinamika kolaborasi, tindakan-tindakan dalam kolaborasi, serta dampak dan adaptasi hasil tindakan pada dinamika kolaborasi menunjukkan hasil yang baik. Permasalahan pemasaran pada UMKM setidaknya mampu teratasi secara bertahap.
Kata Kunci: Kebijakan Publik, Governance, Collaborative Governance, UMKM
Collaborative governance arises because of limited capacity, both abilities and resources owned by the government, thereby encouraging cooperation with the private sector and society in achieving policy goals. This collaborative practice is carried out by the Banyumas Regency Government through the Department of Manpower, Cooperatives and MSMEs in an effort to achieve the goal of increasing the competitiveness of MSMEs in the Regency. Banyumas.
The research was conducted using descriptive qualitative methods. So this research aims to find out more deeply about the collaboration between the Department of Manpower, Cooperatives and UMKM District. Banyumas in achieving increased competitiveness of MSMEs. This research uses the collaborative governance theory of Emerson, Nabatchi and Balogh (2012). Apart from that, an analysis was also carried out on measures of the success of collaborative governance based on the DeSeve (2007) concept.
The research results from the collaboration process through the Entrepreneurship and Marketing Management Training Program show good results, although they need attention and improvement in several areas. Aspects of collaboration dynamics, actions in collaboration, as well as the impact and adaptation of the results of actions on collaboration dynamics show good results. Marketing problems in MSMEs can at least be resolved gradually. In implementing collaboration, there are still aspects that need attention and improvement, including those related to SOPs and the involvement of authority between parties.
Keywords: Public Policy, Governance, Collaborative Governance, MSMEs
4117543310I1G021002FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUMBIR
Pendahuluan: Pneumonia pada balita masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan di Kabupaten Banyumas, termasuk di Wilayah Kerja Puskesmas Lumbir. Hasil survey pendahuluan menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Kecamatan Lumbir menggunakan ventilasi permanen dengan luas ventilasi yang bervariasi dan masih banyak rumah yang dihuni oleh lebih dari dua kepala keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui factor-faktor lingkungan (luas ventilasi, jenis lantai, kepadatan hunian dan ada atau tidaknya anggota keluarga yang merokok) yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan case control (kasus control). Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2023. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 66 responden yang terdiri dari 33 sampel kasus dan 33 sampel kontrol. Instrumen penelitian menggunakan formulir observasi. Analisis data berupa analisis univariat, bivariat dengan uji chi square, dan multivariat dengan regresi logistik.
Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukan bahwa luas ventilasi merupakan faktor lingkungan yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita dengan p-value 0,025 dan nilai OR sebesar 3,320 (1,163-9,477). Variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita yaitu jenis lantai, kepadatan hunian dan ada atau tidaknya anggota keluarga yang merokok.
Kesimpulan: Faktor lingkungan yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lumbir, Kabupaten Banyumas adalah luas ventilasi. Disarankan bagi masyarakat, ketika akan membangun/ merenovasi rumah sebaiknya merencanakan luas ventilasi yang sesuai syarat kesehatan, yaitu minimal 10% dari luas lantai dan tidak menutup ventilasi secara permanen sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Background: Pneumonia in toddlers is still a health problem in Banyumas Regency, including in the Lumbir Health Center Working Area. Preliminary survey results show that the majority of Lumbir District residents use permanent ventilation with varying ventilation areas and there are still many houses inhabited by more than two heads of families. This study aimed to determine environmental factors (ventilation area, floor type, residential density, and whether or not family members smoke) that are associated with the incidence of pneumonia in toddlers.
Methods: This research uses quantitative methods with a case control approach. The research was carried out in October-November 2023. The number of samples in this study was 66 respondents consisting of 33 case samples and 33 control samples. The research instrument uses an observation form. Data analysis took the form of univariate, bivariate analysis using the chi square test, and multivariate analysis using logistic regression.
Results: The results of the analysis show that ventilation area is an environmental factor that is associated with the incidence of pneumonia in toddlers with a p-value of 0.025 and an OR value of 3.320 (1.163-9.477). Variables that were not related to the incidence of pneumonia in toddlers were floor type, residential density and whether or not family members smoked.
Conclusion: The environmental factor associated with the incidence of pneumonia in toddlers in the Lumbir Health Center Working Area, Banyumas Regency is the ventilation area. It is recommended that the public when building/renovating a house, should plan the ventilation area by health requirements, namely at least 10% of the floor area, and not permanently close the ventilation so that it can function as it should.
4117643305F1A017008STUDI TENTANG RELASI KELUARGA DAN EKSISTENSI DIRI GAY DI PURWOKERTOCARIAN CITRA DIRI GAY DI PURWOKERTOLaki-laki gay dipandang sebagai perilaku menyimpang, baik oleh masyarakat luas maupun keluarga. Padahal, keluarga merupakan salah satu fondasi sosial pertama di dalam masyarakat. Keluarga berfungsi membentuk karakter dan cara bersikap anggota keluarga di tengah masyarakat. Namun, kesulitan yang dihadapi oleh laki-laki gay di dalam keluarga adalah penerimaan sebagai laki-laki gay. Penerimaan keluarga terhadap anggotanya yang gay terkait dengan upaya laki-laki gay itu sendiri untuk coming-out (melela).
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menjelaskan upaya gay di Purwokerto dalam membangun citra diri di hadapan keluarga. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif. Data yang didapat dalam penelitian ini dianalisis menggunkan metode analisis data berupa analisis interaktif (ongoing analysis) dan analisis domain serta taksonomi. Lokasi penelitian ini terletak di Purwokerto. Kemudian sasaran penelitian ini berjumlah tiga orang.
Hasil penelitian menemukan bahwa laki-laki gay berusaha menyembunyikan perilaku homoseksualya dari lingkungan keluarganya. Mereka pandai menyembunyikannya sehingga tidak nampak berbeda dari orang lain yang ada di lingkungannya. Masing-masing informan dalam penelitian ini berusaha untuk menyembunyikan perilaku homoseksualnya dari lingkungannya, sehingga memungkinkan mereka untuk memainkan peran yang berbeda sesuai dengan situasi dan identitasnya di lingkungan keluarganya.
Gay are often viewed as deviant behavior by both society at large and within families. Yet, the family stands as one of the primary social foundations within society. Families function to shape the character and behaviors of their members within society. However, the challenge faced by gay within families is the acceptance of their identity as gay. Family acceptance of their gay members is related to the efforts of the gay individuals themselves to coming-out.
This research aims to understand, describe, and explain the efforts of gay in Purwokerto in constructing their self-image within their families. The research is qualitative in nature. Data obtained in this research were analyzed using data analysis methods such as ongoing analysis and domain and taxonomy analysis. The research location is in Purwokerto, involving three participants.
The findings reveal that gay strive to conceal their homosexual behavior from their family environment. They are adept at hiding it, appearing no different from others in their family environment. Each informant in this study attempts to conceal their homosexual behavior within their environment, allowing them to play different roles according to the situation and their identity within the family environment.
4117745112K1A020017PENGGUNAAN KEMBALI POLIMER SEBAGAI BAHAN MEMBRAN UNTUK ADSORBEN AMONIALimbah polimer dapat digunakan kembali agar bisa didapatkan manfaatnya. Salah satu pemanfaatan tersebut yaitu untuk pembuatan membran sebagai adsorben amonia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses sintesis beberapa jenis variasi komposisi membran, mengetahui karakteristik membran, mengetahui efisiensi penghilangan (removal efficiency), serta kapasitas adsorpsi membran. Hasil karakterisasi seluruh membran menunjukkan serat yang halus tanpa beads, dengan diameter dan derajat kristalinitas beragam. Pengujian sudut kontak menunjukkan bahwa seluruh membran komposit memiliki sifat hidrofilik. Pengujian porositas menunjukkan hasil bervariasi dari rendah hingga tinggi. Persen efisiensi penghilangan tertinggi dari beberapa jenis membran diperoleh dengan angka di atas 90% dan kapasitas adsorpsi tertinggi dari beberapa jenis membran diperoleh dengan angka di bawah 0,05 mmol/g. Polymer waste can be reused so that benefits can be obtained. One of these utilizations is for the manufacture of membranes as ammonia adsorbents. This study aims to determine the synthesis process of several types of membrane composition variations, determine membrane characteristics, determine removal efficiency, and membrane adsorption capacity. The characterization results of all membranes showed smooth fibers without beads, with various diameters and degrees of crystallinity. Contact angle testing shows that all composite membranes have hydrophilic properties. Porosity testing showed results varying from low to high. The highest percent removal efficiency of several types of membranes was obtained with a number above 90% and the highest adsorption capacity of several types of membranes was obtained with a number below 0.05 mmol/g.
4117843311F1B019068EFEKTIVITAS KERJA KARYAWAN MENGGUNAKAN SISTEM DIGITALISASI DI PT. PLN (PERSERO) UNIT LAYANAN PELANGGAN (ULP) PURBALINGGAPenyelenggaraan pelayanan publik merupakan upaya negara untuk memenuhi kebutuhan dasar dan hak-hak setiap warga negara atas barang, jasa, dan pelayanan administrasi yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. PT. PLN (Persero) yang notabenenya merupakan salah satu penyelenggara pelayanan publik memiliki komitmen dalam memberikan pelayanannya dengan melakukan transformasi digital yaitu dengan mengeluarkan Peraturan Direksi PT. PLN (Persero) Nomor: 0018.P/DIR/2023 tentang kebijakan strategis pengadaan barang/jasa memanfaatkan teknologi informasi/penerapan digitalisasi. Salah satu PT. PLN (Persero) yang sudah menerapkan peraturan tersebut yaitu PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Purbalingga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat efektivitas kerja karyawan menggunakan sistem digitalisasi di PT. PLN (Persero) ULP Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik sampling jenuh atau sensus. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder dengan metode pengumpulan data observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan teknik product moment dan uji reliabilitas data menggunakan teknik alpha cronbach. Analisis data dilakukan menggunakan analisis statistik deskriptif distribusi frekuensi, indeks pengukuran, dan elaborasi yang di dalamnya menggunakan analisis tabulasi silang (crosstab). Hasil penelitian ini menyatakan bahwasanya penerapan digitalisasi di PT. PLN (Persero) ULP Purbalingga dinilai sudah sangat efektif. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil pengukuran indeks yang memperoleh nilai indeks sebesar 89,2%. Kemudian pada analisis elaborasi menunjukkan hasil bahwasanya setiap karakteristik responden dalam penelitian ini memiliki kecenderungan menilai penerapan digitalisasi menggunaan aplikasi korporat dalam bekerja sudah sangat efektif.The implementation of public services is an effort by the state to meet the basic needs and rights of every citizen for goods, services, and administrative services provided by public service providers. PT. PLN (Persero), which in fact is one of the public service providers, is committed to providing its services by carrying out digital transformation, namely by issuing a regulation of the Board of Directors of PT. PLN (Persero) number: 0018.P/DIR/2023 on strategic policy on procurement of goods/services utilizing information technology / implementation of digitization. One of PT. PLN (Persero) which has implemented the regulation is PT. PLN (Persero) Customer Service Unit (ULP) Purbalingga. The purpose of this study was to determine how much the level of effectiveness of employees using the digitization system in PT. PLN (Persero) ULP Purbalingga. This study uses quantitative research methods with descriptive approach. The sampling technique used in this study is using saturated sampling technique or census. Data collected in the form of primary and secondary data with the method of collecting observational data, questionnaires, and documentation. Data validity test using product moment technique and data reliability test using alpha cronbach technique. Data analysis was done using descriptive statistical analysis of frequency distribution, measurement index, and elaboration in which using cross tabulation analysis (crosstab). The results of this study stated that the application of digitization in PT. PLN (Persero) ULP Purbalingga is considered very effective. This can be seen from the index measurement results which obtained an index value of 89.2%. Then the elaboration analysis showed that each characteristic of the respondents in this study has a tendency to assess the application of digitization using corporate applications in the work has been very effective.
4117943312I1A020034Determinan Pemberian Vaksinasi Dasar BCG pada Bayi Berusia 0-1 Tahun untuk Mencegah Tuberkulosis di Desa KembaranLatar Belakang: Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Salah satu pencegahan penyakit tuberkulosis adalah melakukan vaksinasi dasar BCG pada bayi berusia 0-1 tahun. Namun, ditemukan adanya penurunan cakupan imunisasi dasar BCG dan adanya penolakan vaksin BCG. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pemberian vaksinasi dasar BCG pada bayi berusia 0-1 tahun di Desa Kembaran.
Metodologi: Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectionl. Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi berusia 0-1 tahun. Metode pemilihan sampel yang digunakan adalah total sampling dan didapatkan sebanyak 56 responden. Analisis data yang digunakan meliputi analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji chi square, dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik multivariabel.
Hasil Penelitian: Analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap pemberian vaksinasi dasar BCG di Desa Kembaran adalah pengetahuan (p value = 0,026 ; OR = 8,257) dan sumber informasi (p value = 0,012 ; OR = 12,399). Faktor karakteristik ibu berupa usia (p value = 0,784), pendidikan (p value = 0,766), pekerjaan (p value = 0,710), paritas (p value = 0,576), sikap (p value = 0,948), dukungan keluarga (p value = 0,394), dan dukungan tenaga kesehatan (p value = 0,168) tidak terbukti berpengaruh terhadap pemberian vaksinasi dasar BCG.
Kesimpulan: Faktor yang paling berpengaruh terhadap pemberian vaksinasi dasar BCG adalah sumber informasi. Ibu dengan sumber informasi buruk berisiko 12 kali memberikan vaksinasi dasar BCG tidak sesuai jadwal. Penyebarluasan informasi kepada ibu penting untuk membentuk komitmen ibu memberikan vaksin BCG segera setelah lahir tanpa adanya penundaan. Hal tersebut ditujukan sebagai upaya pencegahan maksimal dari paparan infeksi tuberkulosis.


Background: Tuberculosis is an infectious disease that is still a public health problem. This disease is caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis. One way to prevent tuberculosis is to carry out a basic BCG vaccination in infants aged 0–1 year. However, it was found that there was a decrease in basic BCG immunization coverage and no rejection of the BCG vaccine. This study aims to determine the factors that influence the provision of basic BCG vaccination to infants aged 0–1 years in Kembaran Village.
Methodology: The research design used was analytical observational research with a cross-sectional approach. The population of this study were mothers who had infants aged 0–1 year. The sample selection method used was total sampling and 56 respondents were obtained. The data analysis used included univariate analysis, bivariate analysis using the chi square test, and multivariate analysis using the multivariable logistic regression test.
Result: Multivariate analysis shows that the factors that influence the provision of basic BCG vaccination in Kembaran Village are knowledge (p value = 0.026; OR = 8.257) and sources of information (p value = 0.012; OR = 12.399). Maternal characteristic factors, including age (p value = 0.784), education (p value = 0.766), occupation (p value = 0.710), parity (p value = 0.576), attitude (p value = 0.948), family support (p value = 0.394), and support from health workers (p value = 0.168), were not proven to have an effect on basic BCG vaccination.
Conclusion: The factor that most influences the provision of basic BCG vaccination is the source of information. Mothers with poor information sources are at risk 12 times of giving basic BCG vaccinations not according to schedule. Disseminating information to mothers is important to form the mother's commitment to give the BCG vaccine immediately after birth without any delay. This is intended as an effort to maximize the prevention of exposure to tuberculosis infection.
4118043313I1A020006FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS PADA PENDERITA USIA PRODUKTIF (15-64 TAHUN) DI KECAMATAN PURWOKERTO BARAT
Latar Belakang: Tuberkulosis paru atau yang lebih dikenal dengan TBC paru merupakan salah satu jenis penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Angka keberhasilan pengobatan TBC di Indonesia masih belum mencapai target minimal yaitu sebesar 85,9% pada tahun 2021. Tingkat keberhasilan pengobatan seseorang dari penyakit TBC berhubungan dengan kepatuhan seseorang dalam mengkonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis pada kelompok usia produktif 15-64 tahun di Kecamatan Purwokerto Barat. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien tuberkulosis periode Januari-Agustus 2023 yang masih melakukan pengobatan di Puskesmas Purwokerto Barat dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan data menggunakan total sampling yaitu sebanyak 62 sampel untuk dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil: Analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis pada kelompok usia produktif 15-64 tahun di Kecamatan Purwokerto Barat adalah sikap (p value = 0,024). Sementara faktor jenis kelamin (p value = 0,679), usia (p value = 1,000), status ekonomi (p value = 1,000), komorbid (p value = 0,877), dan pengetahuan (p value = 0,297) tidak terbukti berhubungan dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis pada kelompok usia produktif 15-64 tahun di Kecamatan Purwokerto Barat. Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis pada usia produktif 15-64 tahun di Kecamatan Purwokerto Barat adalah sikap dengan nilai p value = 0,024.

FACTORS RELATED TO COMBATING ANTI-TUBERCULOSIS DRUGS IN THE PRODUCTVE AGE (15-64 TAHUN) IN THE WESTERN PURWOKERTO DISTRICT
Background: Pulmonary or pulmonary tuberculosis is one of the diseases caused by the mycobacterium tuberculosis. Indonesia's TB treatment rate has not reached a minimum of 85.9% by 2021. The success rate of one's treatment from tuberculosis is linked to one's adherence to anti-tuberculosis (OAT) drugs. The study aims to know of the factors associated with conformity to anti-tuberculosis drugs in the productive age group of 15-64 years in the west Purwokerto district. Methodology: The research is a quantitative study with a cross-sectional approach. The population in this study is all of the tuberculosis patients of January 2023 who are still treating the western Purwokerto center with the inclusion and exclusion criteria. The data retrieval technique uses a total sample of 62 samples to analyze using the chi square test. Research result: Bivariates analysis shows that the factors associated with conformity to a productive age group of 15-64 years in the west purwokerto seed are attitudes (p value = 0.024). While gender factors (p value = 0.679), age (p value = 1,000), economic status (p value = 1,000), komorbide (p value = 0.877), and knowledge (p value = 0.297) have not proved to be associated with conformity to the productive age group 15-64 in the west purwokerto district. Conclusion: A factor relating to combating anti-tuberculosis drugs at the age of 15-64 in the west purwokerto subring is attitude with a value of 0.024.