Home
Login.
Artikelilmiahs
13530
Update
FITRIAH
NIM
Judul Artikel
REMAJA JAWA TIDAK BERBAHASA JAWA(Studi tentang Penggunaan Bahasa Jawa di Kalangan Remaja Jawa yang Tinggal di Wilayah Masyarakat Trans, Desa Batubi Jaya, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna).
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Besarnya jumlah penutur Bahasa Jawa, tidak berarti membuatnya mampu bertahan dan menjadi bahasa tutur selamanya bagi para penuturnya. Di beberapa wilayah tertentu seperti di daerah-daerah “Trans”, para penutur bahasa Jawa, tidak tinggal tertutup. Interaksi dengan warga setempat, dengan demikian, hanya terjadi dan berlangsung melalui atau dalam Bahasa Indonesia. Setidaknya, dalam situasi demikian itu, Bahasa Jawa akan dipergunakan bersamaan dan bercampur dengan Bahasa Indonesia tersebut. Dengan perkataan lain, kenyataan seperti itu mengurangi atau menurunkan penggunaan bahasa Jawa itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari para penuturnya. Berdasarkan kondisi tersebut maka penelitian yang berjudul Remaja Jawa Tidak Berbahasa Jawa (Studi tentang Penggunaan Bahasa Jawa di Kalangan Remaja Jawa yang Tinggal di Wilayah Masyarakat Trans, Desa Batubi Jaya Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna) bertujuan mendeskripsikan penggunaan Bahasa Jawa di Kalangan Remaja Jawa yang tinggal di Wilayah Masyarakat Trans, di Desa Batubi Jaya, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif diskriptif. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah remaja yang merupakan anak dari suami istri yang berasal dari Jawa, di desa Batubi Jaya, Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna, Teknik penentuan informan yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa kualitatif deskriptif dengan model interaktif Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa bahasa Jawa yang dipergunakan oleh para remaja dalam penelitian ini adalah ragam ngoko lugu yaitu Bahasa Jawa ngoko yang netral, ringan, tidak diselipi dengan bahasa Jawa halus melainkan, dalam penelitian ini, Bahasa Indonesia. Dalam kehidupan para remaja yang diteliti, bahasa Jawa bukanlah bahasa komunikasi utama. Bahasa Jawa diselipkan dalam percakapan yang lebih didominasi oleh Bahasa Indonesia. Ragam bahasa Jawa ngoko yang digunakan penerapannya dalam situasi yang terbatas, yaitu hanya di lingkungan keluarga. Interaksi keseharian yang mengunakan bahasa Indonesia terutama di sekolah dan juga lingkungan pertemanan membuat bahasa Indonesia lebih banyak menjadi bahasa keseharian mereka. Kurangnya pembiasaan berbahasa Jawa di keluarga menjadi salah satu faktor penyebab menurunya penggunaan bahasa Jawa. Lemahnya penggunaan bahasa Jawa di kalangan remaja transmigrasi yang berasal dari Jawa akan berdampak pada hilangnya bahasa Jawa di wilayah trans. Pembiasaan di keluarga yang sudah jarang menggunakan bahasa Jawa menjadi salah satu faktor pemicunya. Karena itulah bila eksistensi bahasa Jawa tetap diharapkan menjadi salah satu bahasa di wilayah transmigrasi maka hal ini dapat dimulai dari pembiasaan penggunaan bahasa Jawa di lingkungan rumah, yang kemudian di perkuat dengan pembiasan pada lingkungan pertemanan yang berasal dari Jawa.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The large number of speakers of the Java language, does not mean making it able to survive and become a speech language forever for its speakers. In certain areas such as in the areas of "Trans", the Java language speakers, do not stay closed. Interaction with local residents, thus, only occurs and lasts through or in Indonesian. At least, in such a situation, the Java language will be used in conjunction with Indonesian and mix them. In other words, reality as it reduces or lowers the use of the Java language itself in the daily life of its speakers. Under these conditions, the study entitled Youth Java No Speak Java (Study on the Use of Java Language Among Teens Java Staying in Region Public Trans, Village Batubi Jaya Bunguran West Natuna) aims to describe the use of the Java Language Among Young Javanese living in Trans Community territory, in the village of Batubi Jaya, Bunguran West Natuna. The method used in this research is qualitative descriptive. The main target of this research is a teenager who is the son of a couple who came from Java, in the village of Batubi Jaya, Bunguran West Natuna regency, informants determination technique used was purposive sampling technique. The data analysis technique used in this research is qualitative descriptive analysis with interactive model Based on the survey results revealed that the Java language used by teenagers in this study were diverse ngoko innocent namely low Javanese language neutral, mild, not inserted with the smooth Java language but, in this study, Indonesian. In the lives of adolescents studied, the Java language is not the primary language of communication. Java language inserted in a conversation that is dominated by Indonesian. Variety ngoko used Java language application in limited situations, ie only in the family environment. Daily interactions that use teerutama Indonesian in schools and also make Indonesian friendship environment more into their everyday language. Lack of habituation Java language in the family to be one of the factors causing the waning use of the Java language. Weak Java language use among teens bearsal transmigration of Javanese will impact the Java language in the region LOSS trans. Habituation in a family that has rarely uses the Java language into one of the trigger factors. That's why when the existence of the Java language still expected to be one of the languages in the transmigration area then this can be started from habituation use of the Java language in the home environment, which is then strengthened by refraction in an environment of friendship that comes from Java.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save