Artikel Ilmiah : J1D019019 a.n. MULATSIH RETNO WULANDARI
| NIM | J1D019019 |
|---|---|
| Namamhs | MULATSIH RETNO WULANDARI |
| Judul Artikel | REPRESENTASI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL DAN FILM GARIS WAKTU KARYA FIERSA BESARI (KAJIAN EKRANISASI DAN INTERTEKSTUAL) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Transformasi perkembangan membuat suatu karya sastra turut mengalami transformasi. Transormasi tersebut dapat disebut sebagai Alih wahana. Alih wahana memiliki beberapa kegiatan salah satunya ekranisasi. Ekranisasi dalam hal ini meliputi penambahan, penciutan, dan perubahan bervariasi. Adapun novel yang mengalami transformasi menjadi film yakni Garis Waktu karya Fiersa Besari. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis proses ekranisasi pada novel dan film Garis Waktu karya besari (peciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi) menggunakkan pendektan ekranisasi menurut Pamusuk Eneste tahun 1991. Selain itu, penelitian ini turut menganalisis bentuk representasi tokoh utama dalam novel dan Film Garis Waktu menggunakan kajian intertekstual. Penelitian ini merupakan bentuk penelitian kualitatif dengan pendalaman deskriptif yang berupa kutipan kalimat dalam novel dan percakapan film. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode deskriptif komparatif yang menggeraikan proses ekranisasi dan representasi tokoh utama. Hasil pada penelitian ini menunjukkan data terbanyak berasal dari unsur penambahan. Penambahan dilakukan oleh sutradara untuk memunculkan hal yang mulanya tidak termuat dalam novel menjadi ada dalam film. Selain itu, pemerolehan data mengenai representasi tokoh utama dalam novel dan film Garis Waktu memiliki adanya persamaan dan perbedaan. Melalui hal tersebut Data yang paling banyak diperoleh berupa data “Membandingkan” atau perbedaan. Namun dibalik perbedaan tersebut kedua teks novel dan film Garis Waktu akan tetap memiliki kesamaan secara intertekstual Kata Kunci: ekranisasi, intertekstual, novel, film, Garis Waktu |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The transformation of development makes a literary work also undergo a transformation. This transformation can be referred to as Transfer of vehicles. Vehicle transfer has several activities, one of which is ecranization. Ecranization in this case includes adding, reducing, and varying changes. Meanwhile, the novel that has been transformed into a film is the Garis Waktu by Fiersa Besari. This study aims to analyze the ecranization process in the novel and film Garis Masai (squeezing, adding, and varying changes) using the ecranization approach according to Pamusuk Eneste 1991. In addition, this study also analyzes the form of representation of the main character in the novel and the Garis Waktu film. Time to use intertextual studies. This research is a form of qualitative research with descriptive deepening in the form of quotations from novels and film conversations. The data analysis method used in this study is a comparative descriptive method that moves the process of ecranization and representation of the main character. The results of this study show that most of the data comes from addition elements. Additions were made by the director to make things that weren't included in the novel appear in the film. In addition, data collection regarding the representation of the main character in the novel and film Garis Waktu has similarities and differences. The most data obtained is in the form of "Comparing" or difference data. Despite these differences, however, the texts of the two novels and the film Garis Waktu will still have intertextual similarities Keywords: ecranization, intertextual, novel, film, Garis Waktu. |
| Kata kunci | Ekranisasi, intertekstual, novel, film, Garis Waktu. |
| Pembimbing 1 | M. Riyanton, S.S., M.Pd. |
| Pembimbing 2 | Lalita Melasarianti, S.Pd., M.Pd. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 28 |
| Tgl. Entri | 2023-08-27 14:07:42.795364 |