Artikel Ilmiah : C2A019015 a.n. NUR ISNAENI NOVITASARI

Kembali Update Delete

NIMC2A019015
NamamhsNUR ISNAENI NOVITASARI
Judul ArtikelAnalisis Penggunaan Internet, Pelatihan, Lembaga Jasa Keuangan
dan Nilai Tambah Produk Terhadap Kinerja UMKM Di Indonesia
Abstrak (Bhs. Indonesia)Usaha dalam skala mikro, kecil dan menengah merupakan salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama periode 2017-2021 tercatat UMKM yang menggunakan internet terus meningkat mencapai 65,42 persen. Kajian empiris menunjukkan penggunaan internet yang meningkat dapat memberikan dampak yang positif bagi pendapatan UMKM itu sendiri. Akan tetapi, pendapatan UMKM selama periode 2017-2021 mengalami penurunan sebesar 100,6 triliun rupiah. Selanjutnya untuk melihat kinerja UMKM didukung juga dari beberapa indikator penguat UMKM berlandaskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 dari segi Sumber Daya Manusia (SDM), akses terhadap lembaga jasa keuangan dan nilai tambah produk UMKM.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan internet, pelatihan, pinjaman perbankan dan kepemilikan sertifikat terhadap kinerja UMKM yang ditinjau melalui pendapatan UMKM pada 34 provinsi di Indonesia tahun 2017-2021. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis data panel. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan internet, pelatihan, pinjaman perbankan, dan kepemilikan sertifikat berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan UMKM di Indonesia pada tahun 2017-2021. Beberapa temuan lain dalam penelitian ini antara lain: 1) Persentase UMKM yang menggunakan internet lebih sedikit jika dibandingkan dengan yang tidak menggunakan internet. 2) Persentase UMKM yang pernah menerima pelatihan lebih sedikit jika dibandingkan dengan UMKM yang tidak pernah menerima pelatihan. 3) Terdapat 46 persen UMKM sudah memanfaatkan pinjaman kepada perbankan. 4) Kepemililikan sertifikat bukan merupakan prioritas bagi UMKM didukung dengan data yang menunjukkan hanya 0,14 persen UMKM memiliki sertifikat.
Implikasi dari penelitian ini yaitu 1) Diperlukan sosialisasi kepada para pelaku UMKM mengenai pentingnya penggunaan internet untuk pengembangan UMKM seperti kegiatan pemasaran, promosi, dan perluasan usaha. 2) Support dari sisi pemilik usaha untuk mengikutsertakan pegawainya apabia terdapat program pelatihan yang bersifat gratis dan terbuka dari pemerintah. 3) Dibutuhkan perbaikan akses perbankan yang merata di seluruh wilayah Indonesia serta perbaikan skema kredit bagi UMKM. 4) Diperlukan sosialisasi terkait pentingnya kepemilikan sertifikat dan kemudahan dalam mengurus sertifikat bagi UMKM.
Abtrak (Bhs. Inggris)Micro Small and Medium Enterprises (MSMEs) contributed an important role in the economy in Indonesia. Based on data from the Central Statistics Agency (BPS) during the 2017-2021 period, it was recorded that MSMEs using the internet continued to increase, reaching 65.42 percent. Empirical studies show that increased internet usage can have a positive impact on the income of MSMEs. However, MSMEs income during the 2017-2021 period decreased by 100.6 trillion rupiahs. Furthermore, to see the performance of MSMEs, it needs to be supported by several indicators that strengthen MSMEs which based on the 2020-2024 National Medium-Term Development Plan or Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) in terms of Human Resources (HR), access to financial service institutions and the added value of MSMEs products.
This study aims to analyze the effect of internet usage, training, banking loans, and certificates ownership on the performance of MSMEs that is reviewed by the MSMEs income from 34 provinces in Indonesia between 2017 and 2021. This type of research is a quantitative study using panel data analysis. The result shows that internet usage, training, banking loans, and certificates ownership have significant positive effects on MSMEs income in Indonesia in 2017-2021. Several other findings in this study include: 1) The MSMEs internet usage percentage is lesser than those who don’t use the internet. 2) The percentage of MSMEs that have received training is lesser than MSMEs that have never received training. 3) There are 46 percent of MSMEs that have applied for loans to the banks. 4) Certificates ownership is not a priority for MSMEs, proven by only 0.14 percent of MSMEs that have certificates.
The implications of this research are 1) It is necessary to introduce MSMEs to the stakeholders regarding the importance of internet usage for MSMEs development such as marketing activities, promotions, and business expansions. 2) Support from business owners to involve their employees if there is a free and open training program from the government. 3) It is necessary to improve the banking access that is evenly distributed throughout Indonesia and to improve the credit scheme for MSMEs. 4) Socialization is needed regarding certificate ownership importance and make certificates management accessible for MSMEs.
Kata kunciPendapatan UMKM, Penggunaan Internet, Pelatihan, Pinjaman Perbankan, Kepemilikan Sertifikat
Pembimbing 1Dr. E. Suharno, S.E., M.Si.
Pembimbing 2Dr. Arintoko, S.E., M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman80
Tgl. Entri2023-08-27 10:53:21.160187
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.