Artikelilmiahs

Menampilkan 37.621-37.640 dari 48.977 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3762140763J1B017055ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA FILM PENDEK POLAPIKE (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)ABSTRAK

Penelitian mengenai campur kode dan alih kode sangatlah penting dalam kajian sosiolinguistik di tengah masyarakat Indonesia yang multikultural. Penilitian ini bertujuan untuk menelaah bentuk serta jenis alih kode dan campur kode dalam sebuah film pendek yang menceritakan tentang kehidupan masyarakat Kebumen di Jawa Tengah Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan sosiolinguistik, campur kode, dan alih kode, peneliti menggunakan metode penelitian deksriptif kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa terjadi peristiwa campur kode dan alih kode dalam film pendek Polapike. Dari dua bentuk alih kode yang dikemukan Suwito, alih kode pada film pendek Polapike hanya ditemukan alih kode internal. Dari 15 data alih kode, ditemukan bahwa 4 data merupakan jenis alih kode intra-sentensial, 1 data jenis tag-switching, dan 10 data jenis inter-sentensial. Ditemukan pula bahwa faktor penyebab terjadinya alih kode dalam film ini ialah dari pribadi penutur yang ingin meyakinkan lawan tuturnya terhadap pendapat yang mereka percayai, topik pembicaraan yang kadang berubah dari informal ke formal, sekadar bergengsi, mitra tutur, juga membangkitkan rasa humor. Ditemukan pula campur kode dalam film pendek Polapike yang berupa campur kode internal, ditemukan sejumlah 2 data dan eksternal sejumlah 25 data. Ditemukan pula bahwa faktor penyebab terjadinya campur kode dalam film ini ialah istilah yang lebih popular dalam bahasa Inggris, meningkatkan humor, fungsi dan tujuan, topik pembicaraan, dan terakhir mitra tutur. Dapat digarisbawahi bahwa alih kode internal yang ditemukan dalam film ini kebanyakan merupakan peristiwa tutur dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia dikarenakan latar cerita film ini berada di Jawa Tengah. Peristiwa tutur campur kode eksternal kebanyakan dilakukan pada penggunaan bahasa Inggris.

Kata kunci: campur kode, alih kode, sosiolingustik, film Polapike
ABSTRACT

This research aims to investigate the many sorts of code-switching and code-mixing in the Polapike short film, which depicts the life of the Kebumen people in Central Java, Indonesia. A qualitative descriptive research method was utilized in this research. The result shows that code mixing and code switching occurred in Polapike. Of the two forms of code switching proposed by Suwito, only internal code switching is found. Of the 15 internal code switching data, it is found 4 intra-sentential code switching, 1 tag-switching, and 10 inter-sentential. It is also found that the causal factor for code switching in this film are the personal speaker who wants to convince the interlocutor, the topic of conversation from informal to formal, to be prestigious, the interlocutor, and for humor's sake. Code mixing is also found in Polapike short film in the form of internal code mixing, 2 data are found and 25 data are external. For the factors causing code-mixing in this film are popular terms in English, humor, function and purpose, topics of conversation, and interlocutors. Thus, it can be highlighted that the internal code switching found in this film is mostly speech acts from Javanese to Indonesian because the setting of this film is in Central Java. Meanwhile, external code mixing speech acts are mostly carried out by using English.

Keywords: Code mixing, code switching, sociolinguistic, Polapike movie
3762244244E1A017019IMPLEMENTASI HUKUM PENYELENGGARAAN LABORATORIUM KLINIK
BERDASARKAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 43 TAHUN 2013
TENTANG PENYELENGGARAAN LABORATORIUM KLINIK YANG BAIK
(Studi di Laboratorium Klinik Kabupaten Karawang)
ABSTRAK
Laboratorium klinik merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang
memiliki peranan penting di dunia kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui implementasi hukum penyelenggaraan laboratorium klinik di
Kabupaten Karawang dan faktor-faktor yang cenderung memengaruhi
implementasi hukum penyelenggaraan laboratorium klinik di Kabupaten
Karawang. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris dengan pendekatan
kualitatif dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di 3
laboratorium klinik Kabupaten Karawang dengan informan masing-masing
laboratorium klinik sebanyak 2 orang. Metode penentuan informan menggunakan
purposive sampling atau criterian based selection. Jenis dan sumber data yang
digunakan meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan metode
wawancara, studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Pengolahan data dilakukan
dengan cara reduksi data, display data dan kategorisasi data dan kemudian
disajikan dalam bentuk tesk naratif dan di analisis seacara kualitatif. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan laboratorium klinik di Kabupaten
Karawang telah terimplementasi. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian
terhadap 6 (enam) parameter meliputi efektifnya manajemen organisasi, efektifnya
ruang dan fasilitas, efektifnya peralatan dan bahan spesimen, efektifnya metode
pemeriksaan, efektifnya mutu internal, efektifnya keamanan dan keselamatan
laboratorium klinik. Faktor-faktor yang cenderung mempengaruhi implementasi
tersebut adalah tersedianya aturan dan SOP, tenaga laboran yang kompeten, dan
faktor sarana dan prasarana yang memadai sebagai faktor pendukung, sedangkan
faktor pengetahuan masyarakat dan budaya masyarakat sebagai faktor
penghambat.
ABSTRACT
Clinical laboratories are one of the health service facilities that have an
important role in the world of health. This research aims to determine the
implementation of the law for running clinical laboratories in Karawang Regency
and the factors that tend to influence the implementation of the law for running
clinical laboratories in Karawang Regency. This research is empirical juridical
research with a qualitative approach and descriptive research specifications. This
research took place in 3 clinical laboratories in Karawang Regency with 2
informants for each clinical laboratory. The method for determining informants
uses purposive sampling or criteria based selection. The types and sources of data
used include primary data and secondary data obtained by interview methods,
literature study and documentation study. Data processing is carried out by means
of data reduction, data display and data categorization and then presented in the
form of narative tesx and analisisy matriks date qualitatif. The research results
show that the implementation of the law for running clinical laboratories in
Karawang Regency has been carried out effectively. This is proven by the results
of research on 6 (six) parameter including effective organizational management,
effective space and facilities, effective equipment and specimen materials,
effective examination methods, effective internal quality, effective clinical
laboratory safety and security. Factors that tend to influence implementation are
the availability of rules and SOPs, competent laboratory staff, and adequate
facilities and infrastructure as supporting factors, while community knowledge
and community culture are inhibiting factors.
3762340394C1L016010PENGARUH GAME ONLINE, MINAT BELAJAR SISWA DAN PERHATIAN ORANG
TUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI IPS
DI MAN 1 BANYUMAS MELALUI KEMAMPUAN BAHASA SEBAGAI VARIABEL
INTERVENING
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey pada kelas XI
IPS MAN 1 Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Pengaruh game
online terhadap motivasi belajar siswa kelas XI IPS MAN 1 Banyumas; (2) Pengaruh minat
belajar terhadap motivasi belajar siswa kelas XI IPS MAN 1 Banyumas; (3) Pengaruh
o]perhatian orang tua terhadap motivasi belajar siswa kelas XI IPS MAN 1 Banyumas; (4)
pengaruh game online, minat belajar dan perhatian orang tua terhadap motivasi belajar
siswa Kelas XI IPS MAN 1 Banyumas melalui kemampuan bahasa sebagai variabel
intervening.
Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPS MAN 1 Banyumas.
Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik sampel purposive sehingga didapatkan
sampel sebanyak 100 responden. Metode penelitian yang digunakan adalah Uji Normalitas,
Uji Mulitikolinieritas, Uji Hesteroskedastisitas dan Analisis Jalur dan Uji Sobel.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan SPSS 25 menunjukkan
bahwa: (1) Game online berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa kelas XI IPS
MAN 1 Banyumas; (2) Minat belajar berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa
kelas XI IPS MAN 1 Banyumas; (3) Perhatian orang tua berpengaruh positif terhadap
motivasi belajar siswa kelas XI MAN 1 Banyumas; (4) Game online, minat belajar dan
perhatian orang tua berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa kelas XI IPS MAN 1
Banyumas melalui kemampuan bahasa sebagai variabel intervening.
Kata kunci: Game Online, Minat Belajar, Perhatian Orang Tua, Motivasi Belajar dan
Kemampuan Bahasa
This research is a survey research with a quantitative descriptive approach in class X IPS
SMA Negeri 4 Purwokerto. This study aims to analyze: (1) the effect of learning facilities on the
interest in learning of class X social studies students at SMA Negeri 4 Purwokerto; (2) The effect
of professional teacher competence on the learning interest of class X social stdies students at
SMA Negeri 4 Purwokerto; (3) The influence of the peer environment on the learning interest of
students in class X IPS SMA Negeri 4 Purwokerto.
The population in this study were students of class X IPS SMA Negeri 4 Purwokerto. The
research sample was taken using simple random sampling technique so that a sample of 107
respondents was obtained. The research method used is Multiple Linear Regression Analysis,
Normality Test, Multilinearity Test, Hesteroscedasticity Test.
Based on the results of research and data analysis using SPSS 25, it shows that: (1)
learning facilities have a positive effect on student interest in learning in class X IPS SMA
Negeri 4 Purwokerto; (2) Professional teacher competence has a positive effect on student
interest in learning in class X IPS SMA Negeri 4 Purwokerto; (3) Peer environment has a
positive effect on student interest in learning in class X IPS SMA Negeri 4 Purwokerto.
Keywords: Learning Interest, Teacher Professional Competence, Peer Environment
3762444714D1A020047PENGARUH MEDIUM GRADIEN PERCOLL DAN PERBEDAAN LAMA INKUBASI TERHADAP MOTILITAS DAN ABNORMALITAS SPERMATOZOA HASIL SEPARASI SEKS
PADA KAMBING PERANAKAN ETAWAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh medium gradien percoll dan perbedaan lama inkubasi terhadap motilitas dan abnormalitas spermatozoa kambing Peranakan Etawah. Materi yang digunakan yaitu semen dari 2 ekor pejantan kambing Peranakan Etawah, medium percoll, NaCl fisiologis, dan eosin-negrosin. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 2x3 dengan ulangan sebanyak 3 kali dan terdiri dari dua faktor yaitu faktor gradien 40:55 dan 45:60 serta lama inkubasi 30, 45, dan 60 menit. Data penelitian yang telah diperoleh dianalisis variansi dan dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara medium gradien percoll dan perbedaan lama inkubasi terhadap motilitas dan abnormalitas (P>0,05), namun setiap faktor memberikan pengaruhnya masing-masing. Beradasarkan faktor gradient percoll pada fraksi atas (Y) didapatkan nilai motilitas dan abnormalitas spermatozoa masing-masing 64,4 – 72,36% dan 8,46 – 9,28%. Adapun nilai motilitas dan abnormalitas spermatozoa fraksi bawah (X) masing-masing yaitu 61,63 – 68,70% dan 7,27 – 8,35%. Nilai motilitas dan abnormalitas spermatozoa Y berdasarkan faktor lama inkubasi yaitu 64,16 – 74,27% dan 8,32 – 8,85%, sedangkan untuk spermatozoa X yaitu 60,44 – 71,70% dan 6,24 – 8,77%. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah motilitas dan abnormalitas spermatozoa kambing Peranakan Etawah hasil separasi seks terbaik pada gradien percoll 40:55 dengan lama inkubasi 30 menit pada suhu 37oC.This study aims to determine the effect of Percoll gradient medium and differences in incubation time on the motility and abnormalities of spermatozoa in Etawah Peranakan goats. The materials used were semen from 2 male Etawah crossbreed goats, Percoll medium, physiological NaCl, and eosin-negrosin. This research was carried out using a Randomized Block Design (RAK) with a 2x3 factorial pattern with 3 replications and consisting of two factors, namely gradient factors of 40:55 and 45:60 and incubation times of 30, 45 and 60 minutes. The research data that was obtained was analyzed for variance and further tested by Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The results showed that there was no interaction between Percoll gradient medium and differences in incubation time on motility and abnormalities (P>0,05), but each factor had its own influence. Based on the Percoll gradient factor in the upper fraction (Y), the spermatozoa motility and abnormality values were 64,4 – 72,36% and 8,46 – 9,28%, respectively. The motility and abnormality values for lower fraction (X) spermatozoa were 61,63 – 68,70% and 7,27 – 8,35% respectively. The motility and abnormality values for Y spermatozoa based on incubation time factors are 64,16 – 74,27% and 8,32 – 8,85%, while for X spermatozoa they are 60,44 – 71,70% and 6,24 – 8,77 %. The conclusion obtained from this research is the motility and abnormalities of spermatozoa in Etawah crossbreed goats with the best sex separation results on a Percoll gradient of 40:55 with an incubation time of 30 minutes at a temperature of 37oC.
3762544864H1B020071Potensi Ketersediaan Air Dengan Memperhitungkan Perubahan Iklim Daerah Aliran Sungai Cimanuk Menggunakan Model SWAT (Soil Water Assessment Tool)Perubahan iklim merupakan masalah yang terjadi di masa kini dan tidak bisa dianggap kecil. Dalam konteks perubahan iklim yang terjadi saat ini, pemahaman tentang dampaknya terhadap ketersediaan air sangat penting, terutama dalam mengatasi risiko kekeringan. Salah satu tanda dari terjadinya perubahan iklim adalah berubahnya curah hujan. Hal ini dapat memberikan dampak pada ketersediaan air di daerah aliran sungai (DAS), salah satunya pada DAS Cimanuk. DAS Cimanuk termasuk DAS yang berada dalam wilayah kerja Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung. Maka dari itu, diperlukannya penelitian yang membahas mengenai dampak perubahan iklim di DAS Cimanuk. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan mensimulasikan perubahan iklim menggunakan pendekatan scenario-neutral. Tujuan dari penelitian ini adalah (i) untuk mengetahui cara kerja model SWAT untuk melakukan pemodelan hidrologi pada DAS Cimanuk; (ii) untuk mengetahui proses kalibrasi dan validasi pada model SWAT; (iii) untuk mengetahui cara pembuatan skenario perubahan iklim berupa curah hujan menggunakan pendekatan scenario-neutral; (iv) untuk mengetahui respon sensitivitas parameter DAS Cimanuk terhadap skenario perubahan iklim.
Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif menggunakan data sekunder. Data yang digunakan adalah data digital elevation model (DEM), data land use and land cover (LULC), data tanah, dan data iklim (radiasi matahari, curah hujan, kelembaban relatif, temperatur, dan kecepatan angin). Pemodelan hidrologi dilakukan menggunakan model SWAT dengan beberapa tahapan yaitu deliniasi DAS, pembentukan HRU, penggabungan HRU dengan data iklim, simulasi SWAT, dan kalibrasi dan validasi. Untuk pendekatan scenario-neutral dilakukan menggunakan program RStudio.
Hasil dari penelitian ini adalah mendapatkan hasil pemodelan hidrologi DAS Cimanuk dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,93 dan nash-sutcliffe 0,92. Dalam skenario perubahan iklim menggunakan data curah hujan, didapatkan skenario curah hujan sebanyak 130 simulasi. Hasil analisis sensitivitas DAS menunjukan bulan yang memiliki ketersediaan air yang tinggi terjadi pada rentang bulan November – April, sedangkan bulan yang berpotensi terjadi kekeringan ada pada rentang bulan Mei – Oktober.
Climate change is a problem that is occurring in the present and cannot be considered trivial. In the context of current climate change, understanding its impact on water availability is crucial, especially in addressing the risk of drought. One sign of climate change is the alteration of rainfall patterns. This can have an impact on water availability in watersheds, including the Cimanuk Watershed. The Cimanuk Watershed is one of the basins within the jurisdiction of the Cimanuk-Cisanggarung Watershed Authority. Hence, there is a need for research that discusses the impacts of climate change in the Cimanuk Watershed. The analysis conducted in this study involves simulating climate change using a scenario-neutral approach. The objectives of this research are (i) to understand the functioning of the SWAT model for hydrological modelling in the Cimanuk Watershed, (ii) to comprehend the calibration and validation processes of the SWAT model, (iii) to determine the methodology for creating climate change scenarios, specifically rainfall scenarios, using a scenario-neutral approach, and (iv) to understand the sensitivity response of the parameters in the Cimanuk Watershed to climate change scenarios.
This research was conducted using a quantitative research method with secondary data. The data utilized includes digital elevation model (DEM) data, land use and land cover (LULC) data, soil data, and climate data (solar radiation, rainfall, relative humidity, temperature, and wind speed). Hydrological modelling was performed using the SWAT model, involving several stages such as watershed delineation, Hydrologic Response Unit (HRU) creation, merging HRUs with climate data, SWAT simulation, and calibration and validation. The scenario-neutral approach was implemented using the RStudio programming software.
The results of this research yielded hydrological modelling outcomes for the Cimanuk Watershed with a correlation coefficient of 0.93 and a Nash-Sutcliffe coefficient of 0.92. In the climate change scenario using rainfall data, a total of 130 rainfall scenarios were generated. The sensitivity analysis of the watershed indicated that months with high water availability occur between November and April, while months with potential drought occurrences are within the range of May to October.
3762645267K1A020056Optimasi Metode Ekstraksi Microwave Assisted Extraction (MAE) terhadap Kadar Kafein dan Aktivitas Antioksidan dari Green Bean Kopi Arabika Asal TorajaKopi arabika (Coffea arabica L.) adalah tumbuhan yang memiliki beragam senyawa kimia bermanfaat, di antaranya adalah kafein dan asam klorogenat. Kopi arabika dapat diproses menggunakan ekstraksi secara modern salah satunya adalah menggunakan Microwave Assisted Extraction (MAE). Aplikasi MAE menyediakan beragam keuntungan, seperti waktu yang singkat, meningkatkan yield ekstrak, dan ramah lingkungan. Pada penelitian ini, dilakukan optimasi yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh daya, konsentrasi pelarut, waktu ekstraksi, dan ukuran partikel terhadap kadar kafein dan aktivitas antioksidan serta memperoleh kondisi optimal untuk mendapatkan kadar kafein dan aktivitas antioksidan terbaik pada proses ekstraksi green bean kopi arabika Toraja menggunakan MAE. Optimasi dilakukan menggunakan pendekatan Response Surface Methodology (RSM) metode Box-Behnken Design dengan pengaruh daya sebesar 300; 450; dan 600 watt, konsentrasi pelarut sebesar 56; 76; dan 96%, ukuran partikel sebesar 40; 60; dan 80 mesh, serta waktu ekstraksi selama 10; 30; dan 50 menit. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kadar kafein dan aktivitas antioksidan dari green bean kopi arabika Toraja dapat dipengaruhi oleh daya, konsentrasi pelarut, waktu ekstraksi, dan ukuran partikel. Kondisi optimal untuk memperoleh kadar kafein dan aktivitas antioksidan terbaik pada proses ekstraksi MAE green bean kopi arabika Toraja menggunakan RSM adalah daya 450 watt, konsentrasi pelarut 96%, waktu ekstraksi 15 menit, dan ukuran partikel 40 mesh. Kondisi tersebut menghasilkan kadar kafein sebesar 5,12% dan aktivitas antioksidan sebesar 88.15%.Arabica coffee (Coffea arabica L.) is a plant which has variety of useful chemical compounds, including caffeine and chlorogenic acid. Arabica coffee can be processed using modern extraction, one of which is Microwave Assisted Extraction (MAE). MAE provides various advantages, such as shorter time, increasing yield extracts, and environmentally friendly. In this study, optimization was carried out to determine the effect of power, solvent concentration, extraction time, and particle size on caffeine content and antioxidant activity and to obtain optimal conditions for obtaining the best caffeine content and antioxidant activity in the extraction process of Toraja arabica coffee green beans using MAE. Optimization was conducted using Response Surface Methodology (RSM) approach of Box-Behnken Design method with the influence of power of 300; 450; and 600 watts, solvent concentration of 56; 76; and 96%, particle size of 40; 60; and 80 mesh, and extraction time of 10; 30; and 50 minutes. Based on the research conducted, caffeine content and antioxidant activity of Toraja arabica coffee green bean can be influenced by power, solvent concentration, extraction time, and particle size. The optimal condition to obtain the best caffeine content and antioxidant activity in the MAE extraction process of Toraja arabica coffee green beans using RSM is 450 watts of power, 96% solvent concentration, 15 minutes of extraction time, and 40 mesh particle size. These conditions resulted in caffeine content of 5.12% and antioxidant activity of 88.15%.
3762740395G1B016009PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH DURIAN VARIETAS BAWOR DAN FLUCONAZOLE TERHADAP
PENGHAMBATAN PERTUMBUHAN
Candida albicans
Kandidiasis oral merupakan infeksi fungi yang terjadi di rongga mulut dan umumnya disebabkan oleh C.albicans. Pengobatan lini pertama yang digunakan yaitu fluconazole. Beberapa obat antifungi seperti ketoconazole memiliki keterbatasan seperti toksisitas obat yang tinggi dan resistensi obat. Salah satu alternatif pengobatan kandidiasis oral yaitu dengan mengkombinasikan obat sintetik dengan bahan alam yang mengandung senyawa antifungi, misalnya kulit buah durian bawor seperti flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas kombinasi ekstrak etanol kulit buah durian bawor dan fluconazole dengan berbagai konsentrasi dalam menghambat pertumbuhan C.albicans. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian posttest-only control group design yang dilakukan dengan 6 kelompok kombinasi, 1 kelompok ekstrak tunggal, 1 kelompok kontrol positif dan 1 kontrol negatif dengan 3 ulangan. Aktivitas antifungi diuji dengan metode mikrodilusi untuk melihat KHM dan metode difusi kertas cakram untuk mengetahui zona hambat terhadap C.albicans. Rerata zona hambat dilakukan kategorisasi kekuatan penghambatannya dan dianalisis dengan uji Kruskal Wallis dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan nilai KHM ekstrak kulit buah durian bawor tunggal terdapat pada konsentrasi 6,25% dan nilai KHM pada kombinasi ekstrak kulit buah durian bawor dan fluconazole terdapat pada konsentrasi 3,125%+400 µg. Rerata zona hambat semua kelompok kombinasi termasuk dalam kategori sedang hingga kuat (7-11,5 mm). Kombinasi ekstrak kulit buah durian bawor dan fluconazole 50%+400 µg menunjukkan rerata daya hambat antar kelompok lebih tinggi dan berbeda signifikan ekstrak kulit buah durian bawor tunggal (p = 0,043). Simpulan penelitian ini yaitu kombinasi ekstrak kulit buah durian bawor dan fluconazole memiliki aktivitas terhadap penghambatan pertumbuhan C.albicans dengan konsentrasi paling efektif sebesar 50%+400 µg.Oral candidiasis is a fungal infection that occurs in the oral cavity and is generally caused by C.albicans. The first line of treatment used is fluconazole. Some antifungal drugs such as ketoconazole have limitations such as high drug toxicity and drug resistance. One alternative treatment for oral candidiasis is to combine synthetic drugs with natural ingredients that contain antifungal compounds, for example, Bawor durian rind such as flavonoids, saponins, tannins, triterpenoids, and alkaloids. This study aims to compare the effectiveness of the combination of ethanol extract of Bawor durian rind and fluconazole with various concentrations in inhibiting the growth of C.albicans. This research was carried out in an experimental laboratory with a posttest-only control group design with 6 combination groups, 1 single extract group, and 1 negative control with 3 replications. Antifungal activity was tested using the microdilution method to see MIC and the paper disc diffusion method to determine the inhibition zone against C.albicans. The inhibition zone mean was categorized for its inhibition strength and analyzed by the Kruskal Wallis test and the Mann-Whitney test. The results showed that the MIC value of a single Bawor durian rind extract was found at a concentration of 6.25% and the MIC value for a combination of Bawor durian rind extract and fluconazole was present at a concentration of 3.125%+400 µg. The average inhibition zone of all combination groups was included in the moderate to strong category (7-11.5 mm). The combination of Bawor durian rind extract and fluconazole 50%+400 µg showed a higher mean of inhibition between groups and significantly different single Bawor durian rind extract (p = 0.043). The conclusion of this study is that the combination of Bawor durian rind extract and fluconazole has activity against C.albicans growth inhibition with the most effective concentration of 50%+400 µg.
3762840396G1B019023HUBUNGAN FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT KECEMASAN DENTAL PASIEN SEBELUM TINDAKAN ODONTEKTOMI DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOOdontektomi merupakan prosedur kedokteran gigi di bidang bedah mulut untuk mengangkat gigi terpendam yang dilakukan dengan teknik pembedahan dan membutuhkan beberapa instrumen bedah tambahan. Prosedur odontektomi yang kompleks ini dapat menimbulkan masalah psikologis pada pasien yaitu munculnya kecemasan dental. Kecemasan dental dapat disebabkan oleh sejumlah faktor yaitu psikososial, perilaku, genetik, dan sosiodemografi. Faktor sosiodemografi dapat terdiri dari usia, jenis kelamin, dan pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor sosiodemografi dengan tingkat kecemasan dental pasien sebelum tindakan odontektomi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang akan dilakukan tindakan odontektomi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Sampel diambil menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah sebanyak 75 responden pasien yang akan dilakukan tindakan odontektomi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Uji Chi-square dan Uji Regresi Logistik Multinomial. Hasil penelitian didapatkan bahwa variabel usia mempunyai p (0,000) dan contingency coefficient cukup kuat (0,473), jenis kelamin mempunyai p (0,000) dan contingency coefficient kuat (0,673), dan pendidikan mempunyai p (0,041), dan contingency coefficient lemah (0,342). Simpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara faktor sosiodemografi meliputi usia, jenis kelamin, dan pendidikan dengan tingkat kecemasan dental pasien sebelum tindakan odontektomi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto serta variabel yang paling berpengaruh dengan tingkat kecemasan dental pasien sebelum tindakan odontektomi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto yaitu jenis kelamin.Odontectomy is a dental procedure in the field of oral surgery to remove impacted teeth which are done surgically and requires several additional surgical instruments. This complex odontectomy procedure can cause psychological problems in patients, called the emergence of dental anxiety. Dental anxiety can be caused by many factors, such as psychosocial factor, behavioral, genetic, and sociodemographic. Sociodemographic factors can consist of age, gender, and education. The purpose of this study was to determine the relationship between sociodemographic factors and the dental anxiety level of patients before odontectomy at General Hospital Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. This research method is analytically observational with a cross-sectional approach. The population in this study were patients undergoing odontectomy at General Hospital Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Samples were taken using an accidental sampling technique with a total of 75 patient respondents who would have had an odontectomy at General Hospital Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Data analysis in this study used the Chi-square test and Multinomial Logistic Regression Test. The results showed that the age variable had a fairly strong p (0.000) and contingency coefficient (0.473), gender had a strong p (0.000) and contingency coefficient (0.673), and education had a weak p (0.041) and contingency coefficient (0.342). The conclusion of this study is that there is a correlation between sociodemographic factors including age, gender, and education with the dental anxiety level of patients before odontectomy at General Hospital Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto and the variable that has the most influence on the dental anxiety level of patients before odontectomy at General Hospital Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto is gender.
3762940397C1C016052PENGARUH PROFITABILITAS DAN CORPORATE SOCIAL RESPONBILITY TERHADAP GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN TAHUN 2019-2021Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Profitabilitas Return On Asset (ROA) dan Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap Good Coporate Governannce (GCG) karena profitabilitas dan Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan komponen penting dalam menjaga keberlangsungan usaha perusahaan.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Sampel penelitian adalah 7 perusahaan tambang yang menyediakan data ROA, GCG CGPI dan CSR yang ditentukan berdasarkan teknik simple random sampling.
Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap good corporate governance pada perusahaan tambang pada perusahaan tambang di Perusahaan Tambang yang diteliti; CSR berpengaruh positif signifikan terhadap good corporate governance pada perusahaan tambang pada perusahaan tambang di Perusahaan Tambang yang diteliti; Profitabilitas dan CSR berpengaruh positif signifikan terhadap good corporate governance pada perusahaan tambang pada perusahaan tambang di Perusahaan Tambang yang diteliti. Implikasinya perusahaan tambang dapat melakukan usaha peningkatan profitabilitas dan perbaikan CSR bagi keberlangsungan organisasi dan kepercayaan masyarakat serta menyusun kode etik kerja yang disepakati.
This study aims to determine the effect of Profitability Return On Assets (ROA) and Corporate Social Responsibility (CSR) on Good Corporate Governance (GCG) because profitability and Corporate Social Responsibility (CSR) are important components in maintaining the sustainability of corporate businesses.
This study uses descriptive quantitative methods with data collection techniques through secondary documentation studies. The data analysis technique used is multiple linear regression. The research samples were 7 mining companies that provided ROA, GCG CGPI and CSR data which were determined based on a simple random sampling technique.
The results of the analysis in this study indicate that profitability has a significant effect on good corporate governance in the mining companies studied; CSR has a significant positive effect on good corporate governance in mining companies in the studied mining companies; Profitability and CSR have a significant positive effect on good corporate governance in the mining companies studied. The implication is that mining companies can make efforts to increase profitability and improve CSR for the sustainability of the organization and public trust and develop an agreed work code of ethics.
3763044715C1L020011Pengaruh Intensitas Penggunaan Aplikasi TikTok, Ekstrakurikuler, dan Kontrol Diri terhadap Prokrastinasi Akademik Siswa SMK Negeri 1 PurbalinggaPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas penggunaan aplikasi TikTok, ekstrakurikuler, dan kontrol diri terhadap prokrastinasi akademik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) dan Jurusan Pemasaran (PM) di SMK Negeri 1 Purbalingga. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 125 responden. Penentuan sampel menggunakan metode simple random sampling. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan SPSS 26 menunjukkan bahwa: (1) intensitas penggunaan aplikasi TikTok berpengaruh positif dan signifikan terhadap prokrastinasi akademik, (2) ekstrakurikuler berpengaruh positif dan signifikan terhadap prokrastinasi akademik, (3) kontrol diri berpengaruh negatif dan signifikan terhadap prokrastinasi akademik. Implikasi dari penelitian ini yaitu (1) sekolah dapat memberikan edukasi mengenai manajemen waktu dan pengaturan penggunaan media sosial yang sehat bagi siswa, merancang program ekstrakurikuler dengan mempertimbangkan beban akademik siswa, menyediakan layanan bimbingan konseling dan mengintegrasikan program pengembangan kontrol diri, (2) siswa harus bijak dalam menggunakan aplikasi TikTok agar tidak sampai mengabaikan tugas sekolah, mampu membagi waktu antara kegiatan ekstrakurikuler dan belajar, serta meningkatkan kontrol diri dengan mempertimbangkan dampak yang akan terjadi sebelum melakukan tindakan dan mengikuti bimbingan konseling di sekolah.

This study is a quantitative research using a survey method aimed at analyzing the impact of TikTok usage intensity, extracurricular activities, and self-control on academic procrastination. The population in this study comprises all 10th-grade students majoring in Office Management and Business Services (MPLB) and Marketing (PM) at SMK Negeri 1 Purbalingga. The sample size for this study is 125 respondents, determined through simple random sampling. Based on the research findings and data analysis using SPSS 26, it was shown that: (1) the intensity of TikTok usage has a positive and significant effect on academic procrastination, (2) extracurricular activities have a positive and significant effect on academic procrastination, (3) self-control has a negative and significant effect on academic procrastination. The implications of this study are: (1) schools should provide education on time management and healthy social media usage for students, design extracurricular programs considering students' academic load, provide counseling services, and integrate self-control development programs, and (2) students should use TikTok wisely to avoid neglecting school assignments, balance their time between extracurricular activities and studies, and improve self-control by considering the consequences of their actions and participating in school counseling services.

3763140399K1A019011APLIKASI SENYAWA C-3,4-DIMETOKSIFENILKALIKS[4]PIROGALOLARENA SEBAGAI ANTIJAMUR TARHADAP CANDIDA ALBICANSKandidiasis merupakan penyakit infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur candida albicans yang biasanya menyerang manusia yang memiliki daya tahan tubuh lemah. Penyakit kandidiasis dapat diobati Menggunakan obat antijamur komersial, akan tetapi penggunaan obat-obatan antijamur komersial dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan efek samping, maka dari itu perlu untuk mencari kandidat obat antijamur baru yang memiliki efektivitas yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah mensintesis dan mengkarakterisasi senyawa C-3,4-dimetoksifenilkaliks[4] pirogalolarena (CDMFKP), serta mengetahui aktivitas anti jamur terhadap jamur C. albicans berdasarkan nilai MIC nya. Senyawa CDMFKP merupakan senyawa turunan kaliksarena yang disintesis melalui reaksi kondensasi antara veratraldehid dan pirogalol dengan penambahan katalis asam. Senyawa hasil sintesis diidentifikasi dengan KLT kemudian dikarakterisasi dengan spektrofotometri FTIR, spektrometri 1H-NMR, dan 13C-NMR yang selanjtnya akan dilakukan uji antijamur terhadap jamur C. albicans. Hasil sintesis berupa padatan berwarna merah muda dengan rendemen sebesar 87,34%. Karakterisasi menggunakan spektrometri 1H-NMR menunjukkan ada sinyal pergeseran kimia pada δH 5,51 ppm; dan δH 5,70 ppm yang merupakan sinyal proton untuk jembatan metin (C-H), sedangkan pada hasil karakterisasi menggunakan spektrometri 13C-NMR terdapat sinyal pergeseran kimia pada δC 41,78 ppm yang merupakan sinyal karbon untuk jembatan metin (C-H). Pengujian antijamur pada penelitian ini menggunakan metode mikrodilusi cair untuk menentukan nilai MIC (minimum inhibitory concentration). Nilai MIC senyawa CDMFKP yang diperoleh terhadap jamur C. albicans sebesar 1560 µg/mLCandidiasis is a skin infection disease caused by the fungus Candida albicans which usually attacks humans who have weak immune systems. Candidiasis can be treated using commercial antifungal drugs, but the use of commercial antifungal drugs for a long time can cause side effects, therefore it is necessary to look for new antifungal drug candidates that have good effectiveness. The aim of this study was to synthesize and characterize C-3,4-dimethoxyphenylcalix[4]pyrogalolarene (CDMFKP), as well as to determine its antifungal activity against C. albicans based on its MIC value. The CDMFKP compound is a calixarene derivative compound which was synthesized through a condensation reaction between veratraldehyde and pyrogallol with the addition of an acid catalyst. The synthesized compounds were identified by TLC and then characterized by FTIR spectrophotometry, 1H-NMR, and 13C-NMR spectrometry. Antifungal tests will then be carried out on C. albicans. The result of the synthesis is a pink solid with a yield of 87,34%. Characterization using 1H-NMR spectrometry showed that there are chemical shift signal at δH 5.51 ppm; and δH 5.70 ppm which is the proton signals for the methine bridge (C-H), while in the results of characterization using the 13C-NMR spectrometry there is a chemical shift signal at δC 41.78 ppm which is the carbon signal for the methine bridge (C-H). Antifungal testing in this study used the liquid microdilution method to determine the MIC value (minimum inhibitory concentration). The MIC value of the CDMFKP compound obtained against C. albicans was 1560 µg/mL
3763240401I1A019083FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KESELAMATAN BERKENDARA (SAFETY RIDING) PADA KURIR PAKET SEPEDA MOTOR DI SICEPAT EKSPRES BEKASIPerusahaan pengiriman sedang berkembang pesat di Indonesia, pengiriman dilakukan oleh kurir menggunakan sepeda motor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan perilaku keselamatan berkendara (safety riding) pada kurir paket sepeda motor. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 43 kurir dan sampel menggunakan total sampling. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Variabel yang berhubungan adalah pengetahuan (p value = 0,042), sikap (p value = 0,010), persepsi (p value = 0,007), dan peran rekan kerja (p value = 0,004). Variabel yang tidak berhubungan adalah umur (p value = 0,639), pengalaman berkendara (p value = 0,818), kondisi kendaraan (p value = 0,280), dan ketersediaan alat pelindung diri (p value = 0,362). Terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, persepsi, dan peran rekan kerja dengan perilaku keselamatan berkendara. Tidak terdapat hubungan antara umur, pengalaman berkendara, kondisi kendaraan, dan ketersediaan APD dengan perilaku keselamatan berkendara pada kurir paket. Perusahaan dapat mengadakan pelatihan atau sosialisasi keselamatan berkendara, dan menerapkan sistem reward and punishment untuk meningkatkan kedisiplinan kurir saat bekerja.The courier delivery company is growing rapidly in Indonesia, and deliveries are made by couriers using motorcycles. This research aims to determine the factors related to safety riding behavior among motorcycle package couriers. This is a quantitative research with a cross-sectional approach. The research population consisted of 43 couriers, and total sampling was used as the sampling method. Data analysis in this study employed univariate and bivariate analyses using the chi-square test. The variables that were found to be related were knowledge (p value = 0.042), attitude (p value = 0.010), perception (p value = 0.007), and coworker's role (p value = 0.004). The variables that were not found to be related were age (p value = 0.639), driving experience (p value = 0.818), vehicle condition (p value = 0.280), and availability of personal protective equipment (p value = 0.362). There is a relationship between knowledge, attitude, perception, and coworker's role with safety riding behavior. There is no relationship between age, driving experience, vehicle condition, and availability of personal protective equipment with safety riding behavior among package couriers. The company can conduct training or awareness campaigns on safety riding and implement a reward and punishment system to improve courier discipline while working.
3763344245A1A019036EFISIENSI PEMASARAN KEDELAI VARIETAS GROBOGAN
DI KABUPATEN BANYUMAS
Populasi masyarakat Indonesia terus bertambah setiap tahunnya, yang diikuti oleh kebutuhan kedelai nasional yang tidak mampu dipenuhi oleh produksi kedelai dalam negeri. Kapasitas produksi kedelai terus menurun setiap tahunnya di daerah-daerah yang menjadi sentra industri kedelai, seperti Kabupaten Banyumas. Penurunan ini diduga disebabkan oleh kurangnya minat petani untuk menanam kedelai yang disebabkan oleh ketidakpastian pemasaran yang meliputi tingginya margin pemasaran dan fluktuasi harga kedelai yang pada akhirnya akan mengurangi pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi karakteristik petani dan lembaga pemasaran perantara pada sistem pemasaran kedelai varietas Grobogan di Kabupaten Banyumas, 2) mengidentifikasi saluran dan fungsi pemasaran yang terbentuk pada sistem pemasaran kedelai varietas Grobogan di Kabupaten Banyumas dan 3) mengidentifikasi rekomendasi saluran pemasaran kedelai yang relatif paling efisien berdasarkan analisis efisiensi pemasaran dengan pendekatan indikator efisiensi operasional.
Penelitian dilakukan di Kabupaten Banyumas pada bulan Agustus sampai Desember 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Tiga kecamatan di Kabupaten Banyumas dipilih secara purposive yaitu Kebasen, Jatilawang dan Banyumas sebagai wilayah penelitian. Digunakan proportional simple random sampling dan snowball sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Data yang digunakan didasarkan pada hasil panen kedelai pada musim tanam ketiga tahun 2022 yang diambil melalui wawancara terstruktur. Analisis deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik responden, daya serap serta panjang rantai saluran pemasaran. Efisiensi pemasaran dianalisis secara kuantitatif berdasarkan pendekatan indikator efisiensi operasional yang terdiri dari margin pemasaran, farmer’s share, rasio keuntungan atas biaya pemasaran, indeksi efisiensi teknis (IET) dan ekonomis (IEE). Rekomendasi saluran pemasaran ditentukan berdasarkan mayortias pemenuhan kriteria uji pada indikator efisiensi operasional yang digunakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia produktif atau pada rentang 15-64 tahun, memiliki tingkat pendidikan formal sekolah dasar (SD) dengan pengalaman usaha tani dan berdagang pada rentang 5-20 tahun, juga memiliki jumlah anggota keluarga sebanyak 3-5 orang dengan kepemilikan luas lahan kurang dari 0,25 ha yang berstatus lahan milik pribadi. Terbentuk enam saluran pemasaran yang terdiri dari Saluran I (Petani → Pengepul → Pengusaha Benih → Konsumen), saluran II (Petani → Pengepul → Pengusaha Benih → Konsumen), saluran III (Petani → Pengepul → Pedagang Pengecer → Konsumen), saluran IV (petani → Konsumen), saluran V (Petani → Pengepul → Pedagang Besar → Pedagang Pengecer → konsumen) dan saluran VI (Petani → Pedagang Pengecer → konsumen). Saluran pemasaran I direkomendasikan sebagai yang relatif paling efisien untuk memasarkan kedelai varietas Grobogan di Kabupaten Banyumas, karena paling banyak memenuhi kriteria uji pada indikator efisiensi operasional dengan skor pemenuhan kriteria sebanyak empat dari tujuh indikator yang digunakan.
Indonesia's population continues to grow every year, followed by national soybean demand that cannot be met by domestic soybean production. Soybean production capacity continues to decline every year in areas that are centers of the soybean industry, such as Banyumas Regency. This decline is thought to be caused by farmers' lack of interest in growing soybeans due to marketing uncertainties that include high marketing margins and fluctuations in soybean prices that will ultimately reduce farmers' income. This study aims to: 1) identify the characteristics of farmers and intermediary marketing institutions in the marketing system of Grobogan soybean varieties in Banyumas Regency, 2) identify the marketing channels and functions formed in the marketing system of Grobogan soybean varieties in Banyumas Regency and 3) identify recommendations for the relatively most efficient soybean marketing channels based on marketing efficiency analysis with an operational efficiency indicator approach.
The research was conducted in Banyumas Regency from August to December 2023. The research method used was survey. Three sub-districts in Kabupaten Banyumas were purposively selected, namely Kebasen, Jatilawang and Banyumas as the research areas. Proportional simple random sampling and snowball sampling were used as sampling techniques. The data used was based on soybean yields in the third planting season of 2022 taken through structured interviews. Descriptive analysis was used to identify respondent characteristics, absorptive capacity and marketing channel chain length. Marketing efficiency was analyzed quantitatively based on the approach of operational efficiency indicators consisting of marketing margin, farmer's share, ratio of profit over marketing cost, technical (IET) and economic (IEE) efficiency indices. Marketing channel recommendations were determined based on the major fulfillment of the test criteria on the operational efficiency indicators used.
The results showed that the majority of respondents were in the productive age range which is between 15-64 years old, had a formal education level of elementary school with farming and trading experience in the range of 5-20 years, also had 3-5 family members with land ownership of less than 0.25 ha with private land status. Six marketing channels were formed consisting of Channel I (Farmer → Collector → Seed Entrepreneur → Consumer), channel II (Farmer → Collector → Seed Entrepreneur → Consumer), channel III (Farmer → Collector → Retailer → Consumer), channel IV (Farmer → Consumer), channel V (Farmer → Collector → Wholesaler → Retailer → Consumer) and channel VI (Farmer → Retailer → Consumer). Marketing channel I is recommended as the relatively most efficient for Grobogan soybean varieties in Banyumas Regency because it meets the most test criteria on operational efficiency indicators with a score of four out of seven indicators used.
3763440402A1F019037OPTIMASI PENAMBAHAN PUTIH TELUR DAN MALTODEKSTRIN,
PADA PEMBUATAN BUBUK MELON DENGAN
METODE FOAM MAT DRYING
Melon (Cucumis melo L.) merupakan salah satu buah yang sering dikonsumsi karena mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Melon memiliki karakteristik yang tidak tahan lama atau mudah mengalami kerusakan, oleh karena itu dibutuhkan pengolahan lebih lanjut untuk memperpanjang umur simpan dari melon. Olahan buah melon yang dapat dibuat dengan masa umur simpan yang panjang adalah bubuk melon. Berbagai macam cara pengolahan yang dapat diaplikasikan pada pembuatan bubuk buah melon. Metode pengeringan menggunakan foam mat drying dapat menjadi metode pengeringan yang sesuai untuk mengeringkan buah melon, karena penggunaan suhu yang rendah sehingga nutrisi didalamnya dapat terjaga. Terdapat bahan pengisi dan juga bahan penstabil yang ditambahkan dalam pembuatannya, yaitu putih telur dan maltodekstrin. Konsentrasi penambahan putih telur dan maltodekstrin akan direkomendasikan oleh Response Surface Methodology (RSM). Berbagai jumlah konsentrasi yang direkomendasikan akan digunakan sebagai acuan untuk menghasilkan konsentrasi yang optimum.
Penelitian ini menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM) dengan rancangan central composite design (CCD). Data hasil penelitian menunjukkan konsentrasi optimum produk bubuk melon dengan metode foam mat drying adalah dengan penambahan konsentrasi putih telur sebanyak 20% dan maltodekstrin sebanyak 20%. Karakterisasi produk optimum bubuk melon meliputi rendemen 22,85%; kadar air 8,35%; vitamin C 44,98 mg/100gr; gula total 10,52%; kelarutan 75,467%; densitas busa 0,456 gr/cm3; stabilitas busa 75,44%; serat pangan 2,829%;warna kuning kehijauan (skor 2,20); rasa agak manis (skor 2,91); aroma melon tidak kuat (skor 2,38); dan kesukaan agak suka (skor 4,69).
Melon (Cucumis melo L.) is a fruit that is often consumed because it contains many nutrients that are beneficial to the body. Melon has characteristics that are not durable or easily damaged, therefore further processing is needed to extend the shelf life of the melon. Processed melon fruit that can be made with a long shelf life is melon powder. The drying method using foam mat drying can be a suitable drying method for drying melons, due to the use of low temperatures so that the nutrients in it can be maintained. There are fillers and stabilizers added in its manufacture, namely egg white, and maltodextrin. The concentration of the addition of egg white and maltodextrin will be recommended by the Response Surface Methodology (RSM). Various amounts of recommended concentrations will be used as a reference to produce optimal concentrations.
This study used the Response Surface Methodology (RSM) method with a central composite design (CCD). Research data shows the optimum concentration of melon powder product using the foam mat drying method is by adding 20% egg white concentration and 20% maltodextrin. Optimum product characterization of melon powder includes 22.85% yield; water content 8.35%; vitamin C 44.98 mg/100gr; total sugar 10.52%; solubility 75.467%; foam density 0.456 gr/cm3; foam stability 75.44%; dietary fiber 2.829%; yellow-green color (score 2.20); rather sweet taste (score 2.91); melon aroma is not strong (score 2.38); and preference rather like (score 4.69).
3763540603C1B019015MODEL RANTAI NILAI DAN FAKTOR-FAKTOR KEBERLANJUTAN USAHA PADA ORGANISASI PENGELOLA ZAKATPenelitian ini bertujuan untuk menyusun model rantai nilai pada organisasi pengelola zakat, objek yang diteliti adalah LAZ Al Irsyad dan Dompet Dhuafa. Bersumber dari model tersebut kemudian ditentukan faktor-faktor keberlanjutan usaha pada organisasi pengelola zakat. Berdasarkan hasil penelitian kualitatif dan analisis data menggunakan teknik AHP (Analytical Hierarchy Process) diketahui bahwa: (1) model rantai nilai organisasi pengelola zakat berbeda dengan perusahaan konvensional maupun instansi lain, tujuan organisasi bukan meraih keuntungan melainkan mewujudkan pemberdayaan masyarakat, (2) bobot terbesar sub-kriteria dari aktivitas utama dan aktivitas pendukung adalah infrastruktur senilai 16.03%, selanjutnya logistik masuk senilai 15.49%, kemudian sumber daya manusia senilai 15.37%. Implikasi yang didapatkan dari penelitian ini yaitu organisasi pengelola zakat dapat memprioritaskan investasi pada infrastruktur termasuk aset fisik dan non-fisik, logistik masuk yang berupa pendanaan baik online maupun offline, serta sumber daya manusia.
This research aims to develop a value chain model in zakat management organizations, the objects studied are LAZ Al Irsyad and Dompet Dhuafa. Based on this model, factors of business continuity in zakat management organizations are determined. According to the results of qualitative research and data analysis using the AHP (Analytical Hierarchy Process) technique, it is known that: (1) the value chain model of zakat management organizations is different from conventional companies or other agencies, the purpose of the organization is not to gain profit but to realize community empowerment, (2) the heaviest sub-criteria weighted from main activities and supporting activities are infrastructure at 16.03%, then inbound logistics at 15.49%, then human resources at 15.37%. The implications of this research are that zakat management organizations can prioritize investment in infrastructure including physical and non-physical assets, incoming logistics in the form of both online and offline funding, and human resources.
3763640398I1C019005Prediksi Mekanisme Aksi Resveratrol sebagai Antikanker Prostat Menggunakan Pendekatan BioinformatikaKanker prostat merupakan kanker ke-2 yang paling sering didiagnosis pada pria. Kanker prostat merupakan penyebab kedua kematian diseluruh dunia, namun pada pengobatannya masih terdapat resistensi sehingga diperlukan eksplorasi senyawa dari bahan alam, salah satunya yaitu resveratrol yang memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker prostat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui protein target potensial dan profil molecular docking senyawa resveratrol terhadap kanker prostat. Analisis bioinformatika menggunakan STITCH, STRING untuk mencari target protein resveratrol. Target potensial resveratrol dianalisis menggunakan Venny 2.1. WebGestalt digunakan untuk mendapatkan informasi terkait gen ontologi, jalur KEGG, dan asosiasi obat serta diolah menggunakan Cytoscape untuk mendapatkan top 10 hub gene. Analisis molecular docking menggunakan ChemDraw, AutoDock Tools, PyMol, AutoDock Vina untuk mendapatkan energi
ikatan dan divisualisasikan menggunakan DS Biovia. Hasil analisis bioinformatika didapatkan top 10 hub gene yaitu TP53, AKT1, CTNNB1, ESR1, EP300, SIRT1, PPARG, STAT3, HIF1A, JUN. Analisis molecular docking senyawa resveratrol terhadap AKT1 dan CTNNB1 menghasilkan energi ikatan yang lebih besar
daripada kontrol positif. Selain itu, resveratrol juga mengikat residu asam amino pada sisi aktif masing- masing protein. Target protein resveratrol terhadap kanker prostat yaitu pada protein AKT1 memiliki nilai energi ikatan yang lebih besar dibandingkan dengan kontrol positifnya yaitu capivasertib dan pada protein CTNNB1 memiliki nilai energi ikatan yang sama dengan kontrol positifnya yaitu ICRT3.
Prostate cancer is the 2nd most frequently diagnosed cancer in men. Prostate cancer is the second leading cause of death worldwide, but there is still resistance to its treatment so exploration of compounds from natural ingredients is needed, one of which is resveratrol which has cytotoxic activity against prostate cancer cells. This study aims to determine the potential target protein and molecular docking profile of resveratrol compounds against prostate cancer. Bioinformatic analysis using STITCH, STRING to search for resveratrol protein targets. Resveratrol potential target were analyzed using Venny 2.1. WebGestalt was used to obtain information
related to gene ontology, KEGG pathways, and drug associations and was processed using Cytoscape to obtain the top 10 hub genes. Molecular docking analysis using ChemDraw, AutoDock Tools, PyMol, AutoDock Vina to obtain bond energy and visualized using DS Biovia. The results of bioinformatics analysis
showed that the top 10 hub genes were TP53, AKT1, CTNNB1, ESR1, EP300, SIRT1, PPARG, STAT3, HIF1A, JUN. Molecular docking analysis of resveratrol
compounds against AKT1 and CTNNB1 resulted in a bond energy that was greater than the positive control. In addition, resveratrol also binds to amino acid residues on its side active for each protein. Target of resveratrol protein for prostate cancer is the AKT1 protein which has a higher bond energy value than the positive control namely capivasertib and the CTNNB1 proteins which has the same bond energy value as the positive control namely ICRT3.
3763740403F1F017044DIPLOMASI PERTAHANAN INDONESIA DALAM MENGHADAPI KONFLIK LAUT CINA SELATAN
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui Diplomasi Pertahanan yang dilakukan oleh Negara Indonesia yang bertujuan untuk mengatasi Konflik Laut Cina Selatan dalam mempertahankan daerah teritorinya. Situasi yang sama juga dihadapi oleh Pemerintah Indonesia dalam menjaga ketersediaan wilayah dan kepentingan strategisnya melalui TNI dan Polisi sebagai kemanan wilayah yang berada di Natuna dengan membangunya pangkalan militer. Penelitian ini menggunakan teknik pendekatan studi kasus dengan mengumpulkan informasi mengenai aspek diplomasi pertahanan dalam penyelesaian konflik Laut China Selatan antara Indonesia dan China atas Pulau Natuna. Kesimpulannya menunjukkan bahwa diplomasi Pertahanan Negara Indonesia dalam menghadapi konflik Laut Cina Selatan berperan penting bagi Indonesia untuk menghindari perseteruan, membangun dan mempertahankan kepercayaan, dan membantu dalam pengembangan angkatan bersenjata yang akuntabel secara modifikasi, namun Diplomasi Pertahanan Indonesia juga membawa perkembangan yang cukup baik dalam proses penyelesaian konflik Laut China Selatan dengan menggunakan Dialog dan Perundingan, Diplomasi Ekonomi, Kerjasama Pertahanan, Diplomasi Hukum Laut dan Diplomasi Publik dan Diplomasi Digital.

Kata Kunci: Diplomasi, Diplomasi Pertahanan, Konflik, Natuna
This study aims to determine Defense Diplomacy carried out by the State of Indonesia which aims to overcome the South China Sea Conflict in defending its territory. The Government of Indonesia also faces the same situation in maintaining the availability of the environment and its strategic interests through the TNI and Police as area security in Natuna by building military bases. This research uses a case study approach technique by gathering information on aspects of defence diplomacy in resolving the South China Sea conflict between Indonesia and China over Natuna Island. The conclusion shows that Indonesia's State Defense diplomacy in dealing with the South China Sea conflict plays a vital role in Indonesia avoiding hostilities, building and maintaining trust, and assisting in the development of modified accountable armed forces. Still, Indonesian Defense Diplomacy also brings quite good progress in the settlement process South China Sea conflict using Dialogue and Negotiations, Economic Diplomacy, Defense Cooperation, Law of the Sea Diplomacy and Public Diplomacy and Digital Diplomacy.

Keywords: Diplomacy, Defense Diplomacy, Conflict, Natuna


3763844246E1A020185KEBIJAKAN LARANGAN AKTIVITAS BUDI DAYA TAMBAK DALAM UPAYA OPTIMALISASI TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWAKeberadaan Taman Nasional Karimunjawa adalah sebuah taman nasional yang masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Jepara yang dikenal karena pesona keragaman alam dan wisata yang beranekaragam. Keunggulan Taman Nasional Karimunjawa sangat berpotensi untuk mengembangkan sektor pariwisata yang dimilikinya sehingga dapat menambah pendapatan Kabupaten Jepara dari sektor pariwisata. Sebagai wilayah sektor pariwisata tidak terlepas dari adanya banyaknya masyarakat pesisir yang juga melakukan pekerjaan sebagai pengusaha budi daya tambak dengan menciptakan lahan yang memerlukan potensi sumber daya laut sebagai tempat budi daya tambak. Pelaksanaan budidaya tambak tidak dapat dilakukan di tepi pantai, hal ini yang membuat potensi pariwisata Taman Nasional Karimunjawa sedikit berkurang dan terganggu sehingga diperlukannya penataan ruang. Adanya Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2023 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Tahun 2023-2043 Kabupaten Jepara bertujuan memberikan solusi atas permasalahan aktivitas budi daya tambak dalam upaya optimalisasi Taman Nasional Karimunjawa. Pada penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Metode pendekatan
perundang-undangan dan analisis dengan metode pengumpulan data bedasarkan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaturan larangan budi
daya tambak yang dilakukan Kabupaten Jepara telah ada dan diatur didalam Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2023. Akan tetapi tujuan penerapan optimalisasi
yang ada atas larangan tersebut belum dapat dikatakan optimal karena pada dasarnya penataan ruang yang ada didalam peraturan daerah tersebut tidak hanya
mengenai kawasan Taman Nasional Karimunjawa namun keseluruhan kawasan di Kabupaten Jepara yang juga mengalami beberapa faktor penghambat dalam penerapan optimalisasi tersebut.
The existence of Karimunjawa National Park is a national park within the administrative area of Jepara Regency which is known for its charming natural diversity and diverse tourism. The advantage of Karimunjawa National Park is that it has the potential to develop its tourism sector so that it can increase Jepara Regency's income from the tourism sector. As an area, the tourism sector is inseparable from the many coastal communities who also do work as pond cultivation entrepreneurs by creating land that requires potential marine resources as a place for pond cultivation. Pond cultivation cannot be carried out on the beach, this is what makes the tourism potential of Karimunjawa National Park slightly reduced and disturbed, so that spatial planning is needed. The existence of Regional Regulation Number 4 of 2023 concerning Regional Spatial Planning for 2023-2043 Jepara Regency aims to provide solutions to the problems of pond cultivation activities in an effort to optimize the Karimunjawa National Park. This research uses a normative juridical method with analytical descriptive research specifications. Legislative and analytical approach methods with data collection methods based on literature study. The results of the research show that the regulation on the prohibition on pond cultivation carried out by Jepara Regency already exists and is regulated in Regional Regulation Number 4 of 2023. However, the aim of implementing the existing optimization of this prohibition cannot be said to be optimal because basically the spatial planning in the regional regulation is not only regarding the Karimunjawa National Park area but the entire area in Jepara Regency which also experiences several inhibiting factors in implementing this optimization.
3763940404D1A019187PENGARUH SUHU DAN KELEMBABAN KANDANG DENGAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN
HARIAN DAN KONSUMSI PAKAN AYAM NIAGA PEDAGING SELAMA MASA BROODING
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan kelembaban terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan harian ayam niaga pedaging. Materi penelitian yang digunakan adalah ayam niaga pedaging dan 63.500 ekor yang berada di desa Lembupurwo, kecamatan Mirit, kabupaten Kebumen. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode studi kasus dan analisisnya menggunakan analisis regresi berganda, uji F, dan uji T
parsial. Pengambilan data dilakukan dengan cara random sampling sebanyak 42 sampel. Hasil dari studi kasus PBBH menunjukan koefisien determinasi adalah besarnya pengaruh varibel terhadap Y (PBBH) 0.408 R2 Besarnya pengaruh suhu dan RH terhadap PBBH 40%, uji F < 0,05 maka terdapat pengaruh yang nyata bersama-sama suhu dan kelembaban terhadap PBBH, dan hasil uji t parsial < 0,05 yang berarti bahwa terdapat pengaruh nyata suhu dan kelembaban terhadap PBBH. Hasil studi kasus konsumsi pakan menunjukan koefisien determinasi adalah besarnya pengaruh varibel terhadap X (konsumsi pakan) 0.054 R2 besarnya pengaruh suhu dan RH terhadap Konsumsi Pakan 5%. uji F > 0,05 maka tidak ada pengaruh yang nyata bersama-sama dari suhu dan kelembaban terhadap konsumsi pakan, dan hasil uji t parsial > 0,05 yang berarti bahwa tidak terdapat pengaruh yang nyata suhu dan kelembaban terhadap konsumsi pakan. Kesimpulan dari hasil studi kasus ini menunjukkan yaitu suhu dan kelembaban sangat berpengaruh nyata terhadap naik atau turunnya perubahan pertambahan bobo badan harian (PBBH). Suhu dan kelembaban tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi pakan yang diberikan untuk ayam broiler.
This study aims to determine the effect of temperature and humidity to feed consumption
and daily body weight gain of commercial broilers. The research materials used were commercial
broilers and 63,500 birds located in Lembupurwo village, Mirit sub-district, Kebumen district. The
research method used in this research is the case study method and the analysis uses multiple
regression analysis, F test, and partial T test. Data were collected by random sampling as many
as 42 samples. The results of the PBBH case study show the coefficient of determination is the
magnitude of the influence of variables on Y (PBBH) 0.408 R2 The magnitude of the influence of
temperature and RH on PBBH 40%, F test < 0.05 then there is a real influence together
temperature and humidity on PBBH, and the results of partial t test < 0.05 which means that there
is a real influence of temperature and humidity on PBBH. The results of the case study of feed consumption show the coefficient of determination is the magnitude of the influence of variables on X (feed consumption) 0.054 R2 the magnitude of the influence of temperature and RH on feed consumption 5%. F test > 0.05 then there is no significant effect together of temperature and humidity on feed consumption, and the results of the partial t test > 0.05 which means that there is no significant effect of temperature and humidity on feed consumption. The conclusion from
the results of the case study shows that temperature and humidity have a significant effect on the increase or decrease in changes in daily body weight gain (PBBH). Temperature and humidity have no significant effect on the consumption of feed given to broiler chickens.
3764040405I1C018077PROFIL KROMATOGRAFI VAKUM CAIR EKSTRAK METANOL KULIT BUAH JERUK LEMON (Citrus limon) MENGGUNAKAN ELUEN KLOROFORM DAN ETIL ASETATLatar Belakang: Lemon merupakan spesies genus Citrus yang memiliki senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, alkaloid, tanin, saponin dan terpenoid. Penelitian mengenai profil kromatografi vakum cair ekstrak metanol kulit buah jeruk lemon (Citrus limon) menggunakan eluen klorofom dan etil asetat belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder pada fraksi kromatografi vakum cair ekstrak metanol kulit jeruk lemon yang bersifat semi polar.
Metodologi: Penelitian ini meliputi maserasi serbuk kering kulit jeruk lemon dengan metanol. Kandungan senyawa metabolit dalam ekstrak diuji fitokimia menggunakan metode uji tabung dilanjutkan fraksinasi dengan kromatografi vakum cair menggunakan eluen gradien kloroform dan etil asetat. Metabolit yang dihasilkan pada masing-masing fraksi selanjutnya diidentifikasi menggunakan kromatografi lapis tipis.
Hasil Penelitian: Hasil skrining fitokimia ekstrak metanol kulit lemon mengandung senyawa flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid. Hasil identifikasi kromatografi lapis tipis dari fraksi kromatografi vakum cair ekstrak metanol kulit lemon mengandung senyawa flavonoid pada semua fraksi kloroform dan etil asetat.
Kesimpulan: Senyawa metabolit sekunder yang ditemukan pada ekstrak kulit lemon yaitu flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid dan pada fraksi kloroform dan etil asetat kromatografi vakum cair mengandung flavonoid.
Background: Lemon is a species of the genus Citrus which has secondary metabolites in the form of flavonoids, alkaloids, tannins, saponins and terpenoids. Research on vacuum liquid chromatography profiles methanol extract of lemon peel (Citrus limon) using chloroform and ethyl acetate as eluents has never been done. This study aims to determine the content of secondary metabolites in the vacuum liquid chromatography fraction of the semi-polar methanol extract of lemon peel. Methodology: This research involved maceration of dry lemon peel powder with methanol. The content of metabolites in the extract was tested for phytochemicals using the tube test method followed by fractionation by vacuum liquid chromatography using eluent gradient chloroform and ethyl acetate. The metabolites produced in each fraction were then identified using thin layer chromatography.
Results: The results of the phytochemical screening of the methanol extract of lemon peel contain flavonoids, tannins, saponins and terpenoids. The results of thin layer chromatography identification of the vacuum liquid chromatography fraction of the methanol extract of lemon peel contained flavonoid compounds in all chloroform and ethyl acetate fractions.
Conclusion: Secondary metabolites found in lemon peel extract were flavonoids, tannins, saponins and terpenoids and in the chloroform and ethyl acetate fractions of liquid vacuum chromatography contained flavonoids.