Artikelilmiahs
Menampilkan 37.541-37.560 dari 48.977 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 37541 | 40334 | D1A019023 | KONSUMSI DAN KECERNAAN PROTEIN KASAR PAKAN SAPI BALI JANTAN YANG DIBERI COMPLETE RUMEN MODIFIER | Penelitian yang bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian Complete Rumen Modifier terhadap konsumsi dan kecernaan Protein Kasar (PK) pakan Sapi Bali jantan. Materi yang digunakan yaitu 3 ekor Sapi Bali jantan, pakan yang diberikan terdiri dari konsentrat 2% bobot badan sapi dan Jerami voluntary feed intake. Adapun konsentrat tersusun dari onggok 38,58%, dedak padi 14,29%, bungkil kelapa 13,14%, bungkil sawit 10%, pollard 9,43%, molases 4,86%, kulit kopi 4,28%, dolomit 1,43%, aminosin 1,42%, garam 0,86%, urea 0,86%, zeloit 0,57%, dan mineral 0,28%. Komposisi CRM terdiri dari tepung daun mengkudu 30%, tepung daun ketela rambat 30%, ampas teh kering 30%, Saccharomyches cerevisiae 3%, methionin 2%, urea 1% dan sulfur 4%. Penelitian menggunakan metode eksperimental Rancangan Bujur Sangkar Latin, terdapat tiga perlakuan yang diuji yaitu P0 (konsentrat 2% bobot badan sapi dan Jerami voluntary feed intake), P1 (P0+ CRM 0,5% dari BK konsentrat), dan P2 (P0 + CRM 1% dari BK konsentrat). Variabel yang diukur yaitu Konsumsi dan Kecernaan protein kasar, data yang diperoleh diuji menggunakan analisis variansi dan perbedaan perlakuan dengan uji Orthogonal Polynomial. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa pakan perlakuan yang diberi CRM berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kecernaan PK. Sedangkan konsumsi PK berpengaruh nyata (P<0,05) pada pakan yang diberi perlakuan P1 dan P2 dibandingkan P0. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah pemberian CRM dapat meningkatkan konsumsi PK sedangkan kecernaan PK semakin menurun ketika diberi CRM. | Research aimed to examine the effect of giving Complete Rumen Modifier on the intake and digestibility of Crude Protein (CP) feed of Bali bulls. The material used is 3 male Balinese cows, the feed given consists of concentrate 2% of the cow's body weight and voluntary feed intake hay. The concentrate is composed of onggok 38,58%, rice bran 14,29%, coconut cake 13,14%, palm cake 10%, pollard 9,43%, molasses 4,86%, coffee husk 4,8%, dolomite 1,43%, aminosine 1,2%, salt 0,86%, urea 0,86%, zeloite 0,57%, and minerals 0,28%. The composition of CRM consists of noni leaf flour 30%, cassava vine leaf meal 30%, dry tea pulp 30%, Saccharomyches cerevisiae 3%, methionin 2%, urea 1% and sulfur 4%. The research used the experimental method of Latin Square Design, there were three treatments tested, namely P0 (concentrate 2% body weight cow and straw voluntary feed intake), P1 (P0 + CRM 0.5% from Dry Matter concentrate), and P2 (P0 + CRM 1% from concentrate). The variables measured are intake and Digestibility of crude protein, the data obtained were tested using analysis of variance and differences in treatment with the Orthogonal Polynomial test. The results of the analysis of variance showed that the treated feed given CRM had no significant effect (P>0.05) on PK digestibility. Meanwhile, PK consumption had a significant effect (P<0.05) on feed treated with P1 and P2 compared to P0. The conclusion obtained from this study is that the provision of CRM can increase consumption of PK while the digestibility of PK decreases when given CRM | |
| 37542 | 40335 | B1A019037 | Seleksi Bakteri Asam Laktat Unggul Sebagai Inokulum Silase Berbasis Karakterisasi Sumber Karbon pada Substrat Berbeda | Silase merupakan hijauan yang telah diawetkan dengan cara fermentasi. Pembuatan silase dapat menggunakan berbagai macam hijauan seperti rumput, legum, jerami, jagung, pelepah sawit, rumput gajah dan sebagainya yang mengandung berbagai macam sumber karbon. Penambahan inokulum pada silase diperlukan untuk memastikan fermentasi berlangsung dengan baik dan meningkatkan kualitas silase. Bakteri asam laktat berperan dalam mengubah gula menjadi asam laktat, menghambat perkembangan patogen penyebab terjadinya pembusukan dan memperlambat respirasi sehingga hijauan tetap awet dalam penyimpanan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menyeleksi isolat bakteri asam laktat sebagai inokulum unggul dan mengetahui kemampuan isolat bakteri asam laktat dalam menghasilkan selulase pada berbagai sumber karbon serta kemampuan dalam memfermentasi gula-gula pada isolat terpilih. Metode penelitian yaitu deskriptif kuantitatif untuk menyeleksi isolat unggul inokulum silase dan kemampuan penghasil selulase pada berbagai sumber karbon serta kemampuan isolat terpilih dalam memfermentasikan gula-gula. Data yang diperoleh kemudian dianalisis kemudian disimpulkan sebagai isolat terpilih. Penelitian ini diharapkan memberikan informasi mengenai karakteristik bakteri asam laktat unggul sebagai inokulum silase pada berbagai sumber karbon. Berdasarkan kemampuan menghasilkan asam laktat, menghasilkan selulase dan penghambatan bakteri patogen pada berbagai sumber karbon dari 24 isolat terpilih 1 isolat yaitu isolat InaCC B992. Isolat ini memiliki rata-rata pertumbuhan pada berbagai sumber karbon sebesar 5,45 dan mampu menurunkan pH hingga 3,76 dengan konsentrasi asam laktat sebesar 259,91 mM pada MRS-glukosa, 238,53 mM pada MRS-sukrosa, dan 106,186 mM pada MRS-CMC. Memiliki aktivitas enzim selulase sebesar 7,55 U/mL pada MRS-glukosa, 2,47 U/mL pada MRS-sukrosa, dan 9,28 U/mL pada MRS-CMC. Kemampuan penghambatan bakteri patogen isolat tersebut mampu menghambat Bacillus subtilis (88,92% pada MRS-glukosa), Escherichia coli (94,85% pada MRS-glukosa, 95,652% pada MRS-sukrosa), Micrococcus luteus (97,75% pada MRS-glukosa, 98,03% pada MRS-sukrosa, 25,12% pada MRS-CMC) dan Staphylococcus aureus (98,72% pada MRS-glukosa, 97,56 % pada MRS-sukrosa. Isolat InaCC B992 memiliki penghambatan terhadap jamur Mucor ramosissimus (3,44%),, Aspergillus flavus Link (22,22%), Aspergillus flavus Fresen (23,07%), Fusarium oxysporum (37,07%), dan Penicillium griseofulvum (50%). Berdasarkan identifikasi biokimia menggunakan API dan pengujian 16S isolat InaCC B992 mampu memfermentasikan 48 jenis gula serta merupakan Lactobacillus plantarum. | Silage is forage that has been preserved by fermentation. Making silage can use various kinds of forages such as grass, legumes, straw, corn, palm fronds, elephant grass and so on which contain various kinds of carbon sources. The addition of inoculum to the silage is necessary to ensure proper fermentation and to improve the quality of the silage. Lactic acid bacteria play a role in converting sugar into lactic acid, inhibiting the development of pathogens that cause decay and slow down respiration so that the forage remains durable in storage. The purpose of this study was to select isolates of lactic acid bacteria as superior inoculums and to determine the ability of isolates of lactic acid bacteria to produce cellulase at various carbon sources and the ability to ferment sugars in selected isolates. The research method was descriptive quantitative to select superior isolates for silage inoculums and the ability to produce cellulase at various carbon sources as well as the ability of the selected isolates to ferment sugar. The data obtained were then analyzed and then concluded as selected isolates. This research is expected to provide information on the characteristics of superior lactic acid bacteria as silage inoculums on various carbon sources. Based on the ability to produce lactic acid, produce cellulase and inhibition of pathogenic bacteria on various carbon sources from 24 selected isolates 1 isolate, namely InaCC B992 isolate. This isolate has an average growth rate on various carbon sources of 5.45 and is able to lower pH to 3.76 with lactic acid concentrations of 259.91 mM on MRS-glucose, 238.53 mM on MRS-sucrose , and 106.186 mM on the MRS-CMC. It has cellulase enzyme activity of 7.55 U/mL on MRS-glucose, 2.47 U/mL on MRS-sucrose, and 9.28 U/mL on MRS-CMC. The ability to inhibit pathogenic bacterial isolates was able to inhibit Bacillus subtilis (88.92% on MRS-glucose), Escherichia coli (94.85% on MRS-glucose, 95.652% on MRS-sucrose), Micrococcus luteus (97.75% on MRS -glucose, 98.03% on MRS-sucrose, 25.12% on MRS-CMC) and Staphylococcus aureus (98.72% on MRS-glucose, 97.56% on MRS-sucrose. InaCC B992 isolate has inhibition against fungi Mucor ramosissimus (3.44%), Aspergillus flavus Link (22.22%), Aspergillus flavus Fresen (23.07%), Fusarium oxysporum (37.07%), and Penicillium griseofulvum (50%). Based on biochemical identification using API and 16S testing, isolate InaCC B992 is capable of fermenting 48 types of sugar and is a Lactobacillus plantarum. | |
| 37543 | 40337 | I1B019028 | HUBUNGAN PERILAKU CELEBRITY WORSHIP PENGGEMAR K-POP TERHADAP TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI PADA MAHASISWA JURUSAN KESEHATAN | Latar Belakang: Celebrity worship merupakan kecenderungan penggemar untuk memformulasikan kedekatan dengan idola yang dapat disebut sebagai suatu perilaku menyimpang pada usia dewasa awal. Kepercayaan diri penting untuk dimiliki oleh mahasiswa jurusan kesehatan yang secara usia termasuk ke dalam kelompok usia dewasa awal agar dapat menyelesaikan tugas-tugas perkembangan usia dewasa maupun tugas-tugas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara perilaku celebrity worship dengan tingkat kepercayaan diri pada mahasiswa jurusan kesehatan penggemar K-Pop di pulau Jawa. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan metode analisis korelasi. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 107 orang dengan metode sampling accidental sampling. Penelitian dilakukan dengan menggunakan instrumen kuesioner yang disebarkan melalui Twitter. Analisis korelasi dilakukan dengan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara perilaku celebrity worship dan tingkat kepercayaan diri pada mahasiswa jurusan kesehatan penggemar K-Pop dengan p=0,046 (p<0,05) dan r=(-0,193). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara perilaku celebrity worship dan tingkat kepercayaan diri pada mahasiswa jurusan kesehatan penggemar K-Pop. | Background: Celebrity worship is a proclivity of fans to formulate closeness to their idols that can be considered as a deviant behavior in early adult. Self-confidence is important to health department students who can be included in early adulthood in terms of age so students could finish developmental tasks for early adults and academical assignments easily. The purpose of this research is to identify the relationship between celebrity worship behavior and the level of self-confidence in health department students who idolize K-Pop in Java. Method: The research used cross-sectional approach with correlation analysis method. Number of respondents participated in this research is 107 people that were collected using accidental sampling method. Questionnaire is used as instrument that were shared via Twitter. Spearman Rank test is used to analyze correlation between two variables. Result: Result showed that there was a significant relationship between celebrity worship behavior in K-Pop fans and the level of self-confidence in health department students by p-value 0.046 (p<0.05) and coefficient correlation r=(-0.193). Conclusion: There is a significant relationship between celebrity worship behavior in K-Pop fans and the level of self-confidence in health department students. | |
| 37544 | 40336 | I1B019010 | HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA MAHASISWI KEPERAWATAN UNSOED | HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA MAHASISWI KEPERAWATAN UNSOED Isti Kharah . Mekar Dwi Anggraeni , Nina Setiawati Latar Belakang: Kanker payudara merupakan salah satu kanker yang paling banyak ditemukan pada wanita. Deteksi dini merupakan langkah awal untuk mengetahui secara dini adanya tumor atau benjolan pada payudara. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah salah satu pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi dini kanker payudara. SADARI merupakan suatu metode sederhana yang mudah untuk dilakukan, nyaman, tidak mahal, tidak nyeri, dan tidak berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku SADARI. Metodologi: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode korelatif. Jenis penelitian ini bersifat observasional dengan desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian 146 yang terdiri dari angkatan 2019, 2020, dan 2021. Metode sampling menggunakan teknik non-probability sampling dengan convenience sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan mahasiswi dalam kategori baik 54,4 %. Sikap dalam kategori positif 55,1 %, dan perilaku dalam kategori kurang 65,3 %. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku SADARI dengan nilai p=1,000 (p-value >0,05) dan tidak terdapat hubungan antara sikap dengan perilaku SADARI dengan nilai p=0,890 (p-value >0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku SADARI pada mahasiswi Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman. Kata kunci: Pengetahuan, Perilaku, Sikap, SADARI | THE RELATIONSHIP OF KNOWLEDGE AND ATTITUDE TO THE SELF-EXAMINATION BEHAVIOR OF UNSOED NURSING STUDENTS Isti Kharah . Mekar Dwi Anggraeni , Nina Setiawati Background: Breast cancer is one of the most common cancers found in women. Early detection is the first step to detect early the presence of a tumor or lump in the breast. Breast self-examination (BSE) is one of the tests performed to detect early breast cancer. BSE is a simple method that is easy to do, comfortable, inexpensive, painless, and harmless. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes towards BSE behavior. Methodology: This study uses a type of quantitative research with correlative methods. This type of research is observational with a research design using a cross sectional approach. The number of study samples is 146 consisting of batches of 2019, 2020 and 2021. The sampling method uses a non-probability sampling technique with convenience sampling. Data analysis used the Chi-square test.. Research Results: The results showed that the knowledge of female students was in the good category, 54.4%. Attitudes in the positive category are 55.1%, and behavior in the less category is 65.3%. There is no relationship between knowledge and BSE behavior with p=1.000 (p-value > 0.05) and there is no relationship between attitude and BSE behavior with p = 0.890 (p-value > 0.05). Conclusion: There is no relationship between knowledge and attitude towards BSE behavior in Nursing students at Jenderal Soedirman University. Keywords: Attitude, Behavior, BSE, Knowledge | |
| 37545 | 40340 | A1A019007 | ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN KINERJA PRODUKSI INDUSTRI RUMAH TANGGA MINO DI DESA PEKUNDEN KECAMATAN BANYUMAS KABUPATEN BANYUMAS | Industri rumah tangga mino di Desa Pekunden merupakan kegiatan usaha turun temurun. Terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh perajin mino dalam pelaksanaan kegiatan produksi, yakni tidak adanya ketetapan harga antar perajin mino, perajin belum membuat perencanaan produksi dan perhitungan yang rinci untuk usahanya, serta adanya keterbatasan alat dalam proses penggilingan adonan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan yang diperoleh industri rumah tangga mino selama satu bulan. (2) Mengetahui kelayakan finansial dari industri rumah tangga mino selama satu bulan. (3) Mengetahui kinerja produksi dari industri rumah tangga mino. Rancangan pengambilan sampel menggunakan sampling total. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan, analisis kelayakan finansial, dan analisis kinerja produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama satu bulan total biaya industri rumah tangga mino di Desa Pekunden sebesar Rp22.229.028, total penerimaan sebesar Rp30.913.250, dan total pendapatan sebesar Rp8.684.234. Industri rumah tangga mino di Desa Pekunden dikatakan layak. Hal ini didasarkan pada: (1) Nilai R/C yang menunjukkan lebih dari satu, yaitu 1,41. (2) Nilai π/C sebesar 28,92 persen yang menunjukkan angka lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat suku bunga bank pinjaman yaitu 0,2 persen. (3) Nilai BEP produksi sebesar 537 kg, BEP penerimaan sebesar Rp13.927.290, dan BEP harga sebesar Rp18.096. (4) Produktivitas tenaga kerja sebesar Rp546.750/HOK. (5) Payback period yang lebih pendek dari periode usaha yakni sebesar 4,2 bulan. Industri rumah tangga mino sudah melakukan kinerja produksi dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai kapasitas produksi mencapai 84,43 persen. | The Mino home industry in Pekunden Village is a traditional business activity that has been passed down through generations. There are several challenges faced by Mino artisans in the production process, including the absence of standardized pricing among Mino artisans, artisans' lack of production planning and detailed calculations for their business, and limited equipment for the dough grinding process. This study aims to: (1) Determine the cost, revenue, and income generated by the Mino home industry in one month. (2) Assess the financial feasibility of the Mino home industry in one month. (3) Evaluate the production performance of the Mino home industry. The sampling design used in this research is total sampling. The data analysis includes cost, revenue, and income analysis, financial feasibility analysis, and production performance analysis. The results of the study indicate that the total cost incurred by the Mino home industry in Pekunden Village in one month is Rp22.229.028, the total revenue is Rp30.913.250, and the total income is Rp8.684.234. The Mino home industry in Pekunden Village is considered feasible based on: (1) The R/C ratio, which is greater than one, specifically 1,41. (2) The π/C ratio of 28,92 percent, which is higher than the loan interest rate of 0,5 percent. (3) The production break-even point (BEP) is 537 kg, the revenue BEP is Rp13.927.290, and the price BEP is Rp18.096. (4) The labor productivity is Rp546.750 per man-day. (5) The payback period is shorter than the business period, specifically 4.2 months. The Mino home industry has performed well in terms of production performance, as evidenced by the production capacity reaching 84,43 percent. | |
| 37546 | 40344 | D1A019156 | PENGARUH HORMON PG-600 TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN PADA DOMBA SAKUB | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hormon PG-600 terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan domba Sakub. Peubah yang diamati adalah konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan domba Sakub setelah diberi perlakuan hormonal dan pada saat pemeriksaan kebuntingan. Pengukuran konsumsi pakan dilakukan setiap hari dan pengukuran PBBH setiap 7 hari. Penelitian menggunakan 21 ekor domba Sakub betina dengan metode eksperimental dengan P1 = Kontrol yaitu diberikan double injeksi hormon PGF2α masing-masing sebanyak 1,5 ml secara intramuskuler dengan selang waktu 11 hari dan P2 = Diberikan double injeksi hormon PGF2α sebagaimana dilakukan pada perlakuan P1 namun pada hari ke-9 ditambahkan hormon PG-600 sebanyak 2,5 ml (200 IU) secara intramuskuler. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 9 kali untuk P1 dan 12 kali untuk P2. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan t-test unequal. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian hormon PG-600 tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada konsumsi pakan dan PBBH domba Sakub, namun berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot badan domba Sakub betina. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi pakan domba Sakub saat awal perlakuan, berahi dan awal kebuntingan pada P1 memiliki rataan berturut-turut 855,32±127,95 g/ekor/hari; 771,84±114,90 g/ekor/hari; dan 809,03±121,17 g/ekor/hari. P2 memiliki rataan berturut – turut 844,93±138,58 g/ekor/hari; 763,13±124,40 g/ekor/hari; dan 793,46±127,27 g/ekor/hari. Konsumsi pakan harian domba Sakub setelah diinduksi perlakuan hormonal pada perlakuan P1 772,12±115,71 g/ekor/hari dan P2 757,12±121,42 g/ekor/hari. Hasil rataan bobot badan setelah diberi perlakuan hormonal pada P1 43,68±6,91 kg dan P2 37,55±5,93 kg. Hasil rataan PBBH setelah diberi perlakuan hormonal pada perlakuan P1 185,56±210,60 g/ekor/hari dan P2 195,32±191,05 g/ekor/hari. Disimpulkan bahwa konsumsi pakan dan PBBH pada domba Sakub relatif sama antara yang diinduksi PG-600 dan yang tidak diinduksi, namun bobot badan domba Sakub setelah diberikan perlakuan hormon PG-600 lebih rendah daripada yang tidak diinduksi. | This research aimed to determine the effect of PG-600 hormone on feed intake and body weight gain in Sakub ewe. The observed variables were feed intake and body weight gain of Sakub sheep after hormonal treatment and during pregnancy examination. Feed intake was measured every day and ADG was measured every 7 days. The research used 21 Sakub ewes with an experimental method with P1 = Control, namely given double injections of PGF2α hormone each of 1,5 ml intramuscularly with an interval of 11 days and P2 = Given double injections of PGF2α hormone as was done in treatment P1 but on the 3rd day 9 After being given PGF2α, the first hormone PG-600 was added as much as 2,5 ml (200 IU) intramuscularly. Each treatment was repeated 9 times for P1 and 12 times for P2. The data obtained were analyzed using an unequal t-test. The results of the statistical analysis showed that there was no significant difference (P>0.05) in feed consumption and weight gain of Sakub sheep. However, there was a significant difference (P<0.05) in the body weight of Sakub sheep. The results showed that the feed intake of Sakub sheep at the start of treatment, oestrous and early pregnancy in treatment P1 had successive averages 855,32±127,95 g/head/day; 771,84±114,90 g/head/day; and 809,03±121,17 g/head/day. P2 treatment had successive averages 844,93±138,58 g/head/day ; 763,13±124,40 g/head/day; and 793,46±127,27 g/head/day. Average daily feed intake of Sakub sheep after being induced by hormonal treatment in treatment P1 772,12±115,71 g/head/day and P2 757,12±121,42 g/head/day. The results of the average body weight after being given hormonal treatment at P1 43,68±6,91 kg and P2 37,55±5,93 kg. The average results of ADG after being given hormonal treatment in treatment P1 185,56±210,60 g/head/day and P2 195,32±191,05 g/head/day. It can be concluded that the feed intake and ADG of Sakub sheep were relatively similar between the PG-600 induced group and the control group. However, the body weight of Sakub sheep was lower after hormonal treatment with PG-600 compared to the control group. | |
| 37547 | 44224 | F1B020056 | Analisis Preferensi Mahasiswa Terhadap Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Transportasi Dan Infrastruktur Lalu Lintas Di Wilayah Universitas Jenderal Soedirman | Standar Pelayanan Minimal (SPM) adalah ketentuan dan mutu pelayanan dasar minimal sebagai urusan pemerintah untuk memenuhi hak setiap warga negara. Dalam objek ini adalah lingkungan kampus Unsoed yang belum memiliki Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang transportasi serta infrastruktur memadai dalam berlalu lintas yang seharusnya pihak kampus bisa memenuhi kebutuhan akan pelayanan publik tersebut. Preferensi dari mahasiswa ini bisa menjadi acuan terhadap pelayanan publik di kampus terkhususnya bidang transportasi dan infrastruktur lalu lintas. Selain itu, seiring dengan meningkatnya jumlah mahasiswa di setiap tahun, masalah terkait transportasi dan lalu lintas semakin penting untuk dipecahkan. Transportasi internal, infrastruktur, dan mobilitas menjadi hal yang penting dalam kerangka untuk mengetahui kinerja sistem transportasi internal dan implementasinya di lapangan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa fasilitas kampus di bidang transportasi dan infrastruktur lalu lintas belum memadai secara penuh untuk menunjang mahasiswa dalam kegiatan perkuliahan mereka. Hal ini dibuktikan dengan survey yang diperoleh lebih dari 50% menjawab bahwa fasilitas kampus di bidang transportasi dan infrastruktur lalu lintas belum cukup memadai. Selain itu juga peneliti mendapat temuan dari beberapa mahasiswa, bahwa mereka menyoroti mengenai sistem pembangunan fasilitas di bidang infrastruktur lalu lintas yang tidak merata di wilayah kampus dan fakultas. Namun, hal ini ditepis oleh pihak kampus yang merasa bahwa pembangunan kampus itu menggunakan sistem bertahap yang tidak dapat langsung dirasakan oleh semua tataran mahasiswa sekaligus. Sehingga diperlukannya pedoman regulatif seperti Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang dapat menjadi acuan dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa di bidang transportasi dan nfrastruktur lalu lintas. | Minimum Service Standards (MSS) are the provisions and quality of minimum basic services as a government matter to fulfill the rights of every citizen. In this object, Unsoed as campus environment does not yet have Minimum Service Standards (MSS) in the field of transportation and adequate infrastructure for traffic that the campus should be able to meet the need for public services. These student preferences can be a reference for public services on campus, especially in the fields of transportation and traffic infrastructure. In addition, as the number of students increases every year, problems related to transportation and traffic are increasingly important to solve. Internal transportation, infrastructure, and mobility are important in the framework for knowing the performance of the internal transportation system and its implementation in the field. The results of this research conclude that campus facilities in the field of transportation and traffic infrastructure are not fully adequate to support students in their study activities. This is proven by a survey in which more than 50% answered that campus facilities in the field of transportation and traffic infrastructure were not adequate. Apart from that, researchers also received findings from several students, that they highlighted the uneven distribution of facilities development systems in the field of traffic infrastructure in campus and faculty areas. However, this was dismissed by the campus who felt that campus construction used a gradual system that could not be immediately felt by all levels of students at once. So there is a need for regulatory guidelines such as Minimum Service Standards (MSS) which can be a reference in providing services to students in the field of transportation and traffic infrastructure. | |
| 37548 | 40338 | C1A019098 | Dampak Keberadaan Kampung Marketer Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja dan Tingkat Pendapatan Masyarakat (Karyawan dan Usaha Mikro Kecil Menengah) Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga | Penelitian ini meneliti tentang dampak keberadaan Kampung Marketer terhadap penyerapan tenaga kerja, berbedaan pendapatan karyawan, perbedaan pendapatan UMKM setelah menggunakan jasa Kampung Marketer dan kontribusi Kampung Marketer terhadap kesejahteraan karyawan. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data primer, yang responden adalah karyawan Kampung Marketer dan UMKM pengguna jasa Kampung Marketer yang berasal dari Kecamatan Karngmoncol. Penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxson Signed Rank untuk melihat perbedaan pendapatan dan kontribusi sebelum dan sesudah adanya Kampung Marketer terhadap karyawan, sedangkan untuk UMKM menngunakan uji z dikarenakan data normal dan responden lebih dari 30. Hasil penelitian menunjukan bahwa keberadaan Kampung Marketer menyerap tenaga kerja pada kecamatan karangmoncol sebesar 1,2 persen dari ttotal angkatan kerja. Kemudian berkontribusi terhadap peningkatakn pendapatan karyawan dan UMKM pengguna jasa Kampung Marketer dan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sesudah bekerja di Kampung Marketer terhadap pendapatan karyawan lebih tinggi dibandingkan sebelumbekerja di Kampung Marketer. Implikasi penelitian ini adalah bahwasanya adanya Kampung Marketer diharapkan dapat menjadi bahan kajian dan informasi bagi pemerintah daerah dan pemerintah desa Kecamatan Karangmoncol dalam memaksimalkan pengurangan tingkat pengangguran dengan memberdayakan masyarakat dan memberikan ruang untuk dapat bekerja | This study examines the impact of the existence of Kampung Marketer on employment, differences in employee income, differences in MSME income after using the services of Kampung Marketer and the contribution of Kampung Marketer to employee welfare. This research method is a quantitative descriptive research using primary data, the respondents are Village Marketer employees and SMEs who use Kampung Marketer services from Karngmoncol District. This study uses the Wilcoxson Signed Rank Test to see differences in income and contributions before and after the Village Marketer for employees, while for SMEs using the z test because the data is normal and the respondents are more than 30. The results show that the existence of Kampung Marketer absorbs labor in Karangmoncol District 1.2 percent of the total workforce. Then it contributes to increasing the income of employees and MSMEs who use Kampung Marketer services and Decent Living Needs (KHL) after working in the Marketer Village to higher employee income compared to before working in the Marketer Village. The implication of this research is that the existence of Kampung Marketer is expected to be material for study and information for the local government and the village government of Karangmoncol District in maximizing the reduction of unemployment rates by empowering the community and providing space to be able to work. | |
| 37549 | 40339 | A1A019090 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LOYALITAS PELANGGAN TAHU SUMEDANG DI PABRIK TAHU BUNGKENG KABUPATEN SUMEDANG | Tahu sumedang merupakan makanan khas Kabupaten Sumedang. Salah satu produsen tahu sumedang yang terkenal adalah Tahu Bungkeng. Tahu Bungkeng merupakan perintis pertama sejak tahun 1917. Pelanggan Tahu Bungkeng dari masa kemasa selalu ada dan memegang peranan penting bagi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi 1) karakteristik responden pelanggan Tahu Bungkeng, 2) pengaruh secara simultan faktor yang mempengaruhi loyalitas pelanggan Tahu Bungkeng 3) pengaruh secara parsial faktor yang mempengaruhi loyalitas pelanggan Tahu Bungkeng. Metode yang digunakan analisis ,deskriptif, dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi secara simultan loyalitas pelanggan Tahu Bungkeng adalah kualitas produk, persepsi harga, lokasi, promosi, dan kualitas pelayanan. Sedangkan variabel yang mempengaruhi secara parsial adalah kualitas produk, persepsi harga, dan kualitas pelayanan. | Tahu sumedang is a traditional food of Sumedang Regency. One of the famous tahu sumedang producers is Tahu Bungkeng Tahu Bungkeng was the first pioneer since 1917. Customers of Tahu Bungkeng have always been there and have played an important role for the company. This study aims to identify 1) characteristics of customer respondents Tahu Bungkeng 2 simultaneous influence of factors that affect Tahu Bungkeng customer loyalty 3) the partial influence of factors that influence Tahu Bungkeng customer loyalty. The method used is descriptive analysis and multiple linear regression. The results showed that the factors that simultaneously influence the loyalty of Tahu Bungkeng customers are product quality, price perception, location, promotion, and service quality. While the variables that partially influence are product quality, perceived price, and service quality. | |
| 37550 | 40333 | C1A019102 | Dampak Keberadaan Kelompok Wanita Tani Terhadap Pendapatan dan Pengeluaran Konsumsi Anggota Di Desa Pengalusan Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga | Penelitian ini meneliti tentang dampak keberadaan Kelompok Wanita Tani terhadap pendapatan dan pengeluaran konsumsi anggota. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dampak keberadaan Kelompok Wanita Tani terhadap pendapatan anggota keluarga KWT Karya Tani di Desa Pengalusan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga dan menganalisis dampak keberadaan Kelompok Wanita Tani terhadap pengeluaran konsumsi sayuran rumah tangga para anggota KWT Karya Tani di Desa Pengalusan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data primer. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota KWT Karya Tani yang berjumlah 30 orang. Dalam penelitian ini menggunakan Alat Analisis Uji Beda dua rata-rata Uji Wilcoxon Signed Rank dengan SPSS untuk melihat perbedaan pendapatan dan pengeluaran konsumsi sayur sebelum dan sesudah adanya Kelompok Wanita Tani (KWT). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pendapatan keluarga sesudah adanya KWT lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan keluarga sebelum adanya KWT, dan (2) Pengeluaran belanja sayur sesudah adanya KWT lebih rendah dibandingkan dengan pengeluaran belanja sayur sebelum adanya KWT. Implikasi dari penelitian ini adalah (1) Pembentukan dan kegiatan Kelompok Wanita Tani Karya Tani untuk diformalkan atau disahkan oleh pemerintah daerah tersebut agar pemerintah mengetahui adanya KWT Karya Tani sehingga memudahkan para anggota dalam memasarkan hasil produk usahatani sehingga memiliki nilai jual tinggi dan juga memudahkan kelompok untuk mendapatkan bantuan. (2) Dapat menambah jumlah Kelompok Wanita Tani dengan membentuk KWT baru di daerah lain, sehingga dapat meningkatkan kemandirian dalam meningkatkan pendapatan keluarga dengan memaksimalkan pemanfaatan pekarangan rumah. | This study examines the impact of the existence of the Women Farmers Group on the income and consumption expenditure of members. The purpose of this study was to analyze the impact of the existence of the Women Farmer Group on the income of KWT Karya Tani family members in Pengalusan Village, Mrebet District, Purbalingga Regency and to analyze the impact of the existence of the Women Farmer Group on the household vegetable consumption expenditure of KWT Karya Tani members in Pengalusan Village, District Mrebet, Purbalingga Regency. This research is a quantitative research using primary data. The population in this study were all members of KWT Karya Tani Pengalusan Village, Mrebet District, Purbalingga Regency. Respondents in this study were 30 people, so that all KWT members were used as respondents. In analyzing the data using the Wilcoxon Signed Rank Test to see differences in income and spending on vegetable consumption before and after the Women Farmer Group (KWT). The results of this study indicate that: (1) Family income after KWT is higher than family income before KWT, and (2) Vegetable spending after KWT is lower than vegetable spending before KWT. The implications of this research are (1) The formation and activities of the Karya Tani Women Farmers Group to be formalized or ratified by the local government so that the government is aware of the existence of KWT Karya Tani so that it makes it easier for members to market the agricultural products so that they have high selling value and also make it easier for the group to get help. (2) Can increase the number of Women Farmer Groups by forming new KWTs in other areas, so as to increase independence in increasing family income by maximizing the utilization of the yards. | |
| 37551 | 44225 | E1A020180 | PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA PT. BINTANG SERVICE MANAGEMENT SEMARANG | Good Corporate Governance adalah suatu sistem pengelolaan perusahaan yang dirancang untuk meningkatkan kinerja perusahaan, melindungi kepentingan stakeholders dan meningkatkan kepatuhan terahadap peraturan perundangundangan serta nilai-nilai etika yang berlaku secara umum. Tak hanya perusahaan BUMN saja, namun seluruh perusahaan termasuk perusahaan swasta harus menerapkan prinsip Good Corporate Governance. PT. Bintang Service Management merupakan salah satu perusahaan swasta yang harus menerapkan Good Corporate Governance. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana penerapan Good Corporate Governance pada PT. Bintang Service Management Semarang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan yuridis empiris dengan spesifikasi penelitiaan deskriptif-analisis. Sumber data yang digunakan adalah data primer berupa wawancara dengan narasumber dari PT. Bintang Service Management dan data sekunder berupa studi kepustakaan yang relevan dengan penelitian ini. Pengolahan data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang selanjutnya disajikan dalam bentuk teks naratif melalui metode analisis normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa telah dilakukan penerapan Good Corporate Governance PT. Bintang Service Management. Tetapi hal yang perlu dioptimalisasi dalam hal transparansi, PT. Bintang Service Management belum mencantumkan struktur perusahaan pada website resmi perusahaan, dimana hal tersebut termasuk dalam keterbukaan informasi. Selanjutnya pada prinsip pertanggungjawaban, PT. Bintang Service Management hanya melaksanakan satu dari tiga pertanggungjawaban sosial perusahaan, yaitu bidang sosial saja. | Good Corporate Governance is a company management system designed to improve company performance, protect the interests of stakeholders and improve compliance with laws and regulations and generally accepted ethical values. Not only BUMN companies, but all companies including private companies must apply the principles of Good Corporate Governance. PT Bintang Service Management is one of the private companies that must implement Good Corporate Governance. This study aims to determine how the implementation of Good Corporate Governance at PT Bintang Service Management Semarang. This research was conducted using an empirical juridical approach method with descriptive-analytical research specifications. The data sources used are primary data in the form of interviews with sources from PT Bintang Service Management and secondary data in the form of literature studies relevant to this research. Data processing is done by data reduction, data presentation, and conclusion drawing which is then presented in the form of narrative text through qualitative normative analysis method. Based on the results of the study, it can be seen that the implementation of Good Corporate Governance of PT Bintang Service Management has been carried out. But what needs to be optimized in terms of transparency, PT Bintang Service Management has not included the company structure on the company's official website, where is included in information disclosure. Furthermore, in the principle of accountability, PT Bintang Service Management only carries out one of the three corporate social responsibilities, namely the social sector. | |
| 37552 | 40346 | C1C019067 | Pengaruh Komisaris Independen, Reputasi Kantor Akuntan Publik, dan Komite Audit terhadap Ketepatwaktuan Penyampaian Laporan Keuangan (Studi Empiris Perusahaan Barang Konsumen Primer yang Terdaftar di BEI Tahun 2019-2021) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komisaris independen, reputasi KAP, dan komite audit terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan pada perusahaan barang konsumen primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2021. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 59 perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan memperhatikan kriteria-kriteria tertentu. Hasil penelitian menggunakan IBM SPSS 26 menunjukkan bahwa: (1) Komisaris independen tidak berpengaruh positif terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan, (2) Reputasi KAP berpengaruh positif terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan. (3) Komite audit tidak berpengaruh positif terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan. | This research aims to determine the effect of independent commissioners, KAP reputation, and audit committees on the timeliness of financial reports submissions on non-cyclicals sector companies listed on Indonesia Stock Exchange in 2019-2021. The type of data used is secondary data in the form of financial report the company. The sample used in this research is 58 companies. The sampling technique used in this research is purposive sampling based on certain criteria. Based on the results of research and data analysis using IBM SPSS 26 showed that: (1) Independent commissioners has no positive effect on the timeliness of financial report submission, (2) KAP reputation has a positive effect on the timeliness of financial report submission, (3) Audit committee has no positive effect on timeliness of financial reports submission. | |
| 37553 | 40341 | A1A019033 | Respons Petani terhadap Kegiatan Sekolah Lapang Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (SL- IPDMIP) di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas | Sekolah Lapang Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (SL-IPDMIP) merupakan salah satu contoh dari program penyuluhan bagi petani secara intensif dengan kelompok tani sebagai sasaran utama. Melalui kegiatan SL-IPDMIP diharapkan petani mampu meningkatkan produksi tanaman padi yang dihasilkan dan produktivitasnya agar menciptakan kesejahteraan bagi petani serta mencapai swasembada pangan. Adanya program SL-IPDMIP tersebut, menimbulkan berbagai respons yang diberikan oleh petani. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons petani, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi respons petani terhadap kegiatan SL-IPDMIP, serta mengetahui pengaruh tingkat penerapan budi daya petani melalui kegiatan SL-IPDMIP terhadap peningkatan produksi tanaman padi Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas khususnya di Desa Lemberang, Klahang, dan Karangduren dengan total responden sebanyak 60 petani yang mengikuti kegiatan SL-IPDMIP. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan uji proporsi, uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, serta pengujian menggunakan teknik analisis regresi linier berganda dan sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar petani (lebih dari 50%) memiliki respons yang baik terhadap kegiatan SL-IPDMIP. Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi respons petani terhadap kegiatan SL-IPDMIP adalah pengairan, penggunaan pupuk, penggunaan benih, pengendalian OPT, frekuensi petani dalam mengikuti kegiatan penyuluhan, dan keaktifan petani dalam kegiatan kelompok tani. Keenam variabel tersebut mempengaruhi respons petani terhadap kegiatan SL-IPDMIP secara simultan. Namun, hanya terdapat tiga variabel yang mempengaruhi respons petani terhadap kegiatan SL-IPDMIP yaitu pengairan, penggunaan pupuk, dan keaktifan petani dalam kegiatan kelompok tani. Selain itu, tingkat penerapan budi daya petani melalui kegiatan SL-IPDMIP berpengaruh terhadap peningkatan produksi tanaman padi di Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, sehingga semakin baik tingkat penerapan budi daya yang sesuai dengan anjuran SL-IPDMIP maka akan semakin tinggi produksi tanaman padi. | The Field School Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (SL-IPDMIP/Sekolah Lapang Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program) is an example of an intensive extension program for farmers with farmer groups as the main target. Through the SL-IPDMIP activities it is hoped that farmers will be able to increase the production of rice produced and their productivity in order to create welfare for farmers and achieve food self-sufficiency. The SL-IPDMIP program has generated various responses from the farmers.Therefore, this study aims to determine the response of farmers, the factors that influence the response of farmers to SL-IPDMIP activities, and determine the effect of the level of implementation of farmer cultivation through SL-IPDMIP activities on increasing rice production in Sokaraja District, Banyumas Regency. This research was conducted in Sokaraja District, Banyumas Regency, especially in the Villages of Lemberang, Klahang, and Karangduren with a total of 60 farmers participating in the SL-IPDMIP activities. Sampling was done by purposive sampling technique, namely taking samples with certain considerations. The data analysis used in this study is used a proportion test, validity test, reliability test, classic assumption test, as well as testing using multiple and simple linier regression analysis techniques. The results of this study indicate that the majority of farmers (more than 50%) have a good response to SL-IPDMIP activities. Factors that are thought to be the influence for the farmers' responses to SL-IPDMIP activities are irrigation, use of fertilizers, use of seeds, pest control, frequency of farmers participating in extension activities, and farmers' activeness in farmer group activities. These six variables affect farmers' responses to SL-IPDMIP activities simultaneously. However, there were only three variables that influenced farmers' responses to SL-IPDMIP activities, namely irrigation, use of fertilizers, and farmers' active participation in farmer group activities. Moreover, the level of implementation of farmer cultivation through SL-IPDMIP activities has an effect on increasing rice production in Sokaraja District, Banyumas Regency, so that the better the level of application of cultivation in accordance with the recommendations of SL-IPDMIP, the higher the rice crop production. | |
| 37554 | 44226 | E1A017074 | KESADARAN HUKUM PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) TERHADAP KEWAJIBAN DAN LARANGAN DALAM PENATAAN DAN PENGELOLAAN PKL (Studi di Taman Kota Pancasila, Salatiga) | KESADARAN HUKUM PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) TERHADAP KEWAJIBAN DAN LARANGAN DALAM PENATAAN DAN PENGELOLAAN PKL (Studi di Taman Kota Pancasila, Salatiga) Oleh: BAGAS ARDIANTO E1A017074 ABSTRAK Masih terdapat pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di tempat yang bukan semestinya, sehingga perlu adanya penataan dan pengelolaan PKL. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesadaran hukum PKL terhadap kewajiban dan larangan dalam penataan dan pengelolaan PKL serta mengetahui pengaruh faktor motivasi, kedisiplinan dan pendapatan terhadap kesadaran hukum PKL pada kewajiban dan larangan dalam penataan dan pengelolaan PKL. Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan metode pendekatan yuridis, empiris kuantitatif, spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian di Taman Kota Pancasila, Salatiga dengan responden 28 PKL. Pengambilan sampel penelitian menggunakan random sampling. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan metode angket, dokumenter dan kepustakaan. Data diolah menggunakan metode coding, editing, dan tabulasi serta dianalisis dengan distribusi frekuensi analisis, tabel silang analisis, analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran hukum PKL terhadap kewajiban dan larangan dalam penataan dan pengelolaan PKL, adalah tinggi. Hal ini dapat dibuktikan dengan 4 (empat) indikator, yaitu; tingginya tingkat pengetahuan hukum PKL terhadap kewajiban dan larangan PKL; tingginya tingkat pemahaman hukum PKL terhadap kewajiban dan larangan PKL; banyaknya sikap hukum PKL yang setuju terhadap kewajiban dan larangan PKL; banyaknya pola perilaku hukum PKL yang sesuai terhadap kewajiban dan larangan PKL. Faktor motivasi dan kedisiplinan cenderung berpengaruh positif, artinya semakin tinggi tingkat motivasi dan kedisiplinan PKL, maka semakin tinggi pula tingkat kesadaran hukum PKL terhadap kewajiban dan larangan dalam penataan dan pengelolaan PKL, sedangkan faktor pendapatan cenderung tidak berpengaruh signifikan terhadap kesadaran hukum PKL terhadap kewajiban dan larangan dalam penataan dan pengelolaan PKL. Kata Kunci ; Kesadaran Hukum PKL; Kewajiban; Larangan; Penataan; Pengelolaan; | LEGAL AWARENESS OF STREET VENDORS (PKL) REGARDING OBLIGATIONS AND PROHIBITIONS IN STRUCTURING AND MANAGING STREET VENDORS (Study at Pancasila City Park, Salatiga) By: BAGAS ARDIANTO E1A017074 ABSTRACT There are still street vendors selling in inappropriate places, so there is a need for structuring and managing street vendors. The aim of this research is to determine the level of legal awareness of street vendors (PKL) regarding the obligations and prohibitions in structuring and managing PKL and to determine the influence of motivation, discipline and income factors on PKL's legal awareness of the obligations and prohibitions in structuring and managing PKL. This research is empirical research with a quantitative empirical, juridical approach method, descriptive research specifications. The research location was Pancasila City Park, Salatiga with 28 street vendors as respondents. Research samples were taken using random sampling. Types and sources of data include primary data and secondary data obtained using questionnaire, documentary and library methods. The collected data was processed using coding, editing and tabulation methods and analyzed using frequency distribution analysis, cross table analysis, content analysis and comparative analysis. The research results show that the level of street vendors' legal awareness of the obligations and prohibitions in structuring and managing street vendors is high. This can be proven by 4 (four) indicators, namely; the high level of legal knowledge of street vendors regarding the obligations and prohibitions of street vendors; the high level of legal understanding of street vendors regarding the obligations and prohibitions of street vendors; the large number of street vendors' legal attitudes that agree with the obligations and prohibitions of street vendors; the many patterns of legal behavior of street vendors that are in accordance with the obligations and prohibitions of street vendors. Motivation and discipline factors tend to have a positive effect, a this means that the higher the level of motivation and discipline of street vendors, the higher the level of legal awareness of street vendors regarding obligations and prohibitions in structuring and managing street vendors, while income factors tend not to have a significant effect on street vendors' legal awareness of obligations and prohibitions in structuring and managing street vendors. Keywords ; Legal Awareness of Street Vendors; Obligation;, Prohibitions; Structuring; Managing; | |
| 37555 | 40342 | C1B019111 | Pengaruh Green Innovation terhadap Kinerja Pemasaran dengan Resource Integration sebagai Variabel Mediasi (Studi pada UMKM Makanan di Banyumas) | Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh green product innovation dan green process innovation terhadap kinerja pemasaran UMKM makanan dan apakah resource integration dapat memediasi pengaruh tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Sampel pada penelitian ini adalah pelaku UMKM makanan yang tersebar di wilayah Banyumas. Data dikumpulkan melalui survei berbasis kuesioner dengan skala likert pada 147 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Model (SEM) melalui program AMOS. Hasil dari uji statistik pada penelitian ini menunjukan bahwa green product innovation berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pemasaran, sementara green process innovation tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pemasaran. Pada penelitian ini variabel resource integration memiliki peran yang dapat memediasi pengaruh green product innovation terhadap kinerja pemasaran secara parsial dan pada pengaruh green process innovation terhadap kinerja pemasaran secara parsial. Studi ini dapat memberikan implikasi pada pelaku UMKM makanan untuk menerapkan inovasi hijau yang berupa inovasi produk, kemasan dan proses yang ramah lingkungan dengan mengintegrasikan sumber daya yang dimiliki UMKM guna meningkatkan kinerja pemasaran yang berkelanjutan. | This study aims to examine the effect of green product innovation and green process innovation on marketing performance of food SMEs and whether resource integration mediates this relationship. The research method used is quantitative research. The sampling technique in this study used purposive sampling. The sample in this study were SMEs food industry spread across the Banyumas area. Data was collected through a questionnaire-based survey with a Likert scale on 147 respondents. The data analysis method used is the Structural Equation Model (SEM) through the AMOS program. The results of the statistical tests in this study show that green product innovation has a significant positive effect on marketing performance, and green process innovation has no significant effect on marketing performance. In this study, the resource integration variable has a mediating role on the effect of green product innovation on marketing performance partially and on the effect of green process innovation on marketing performance partially. This study provides implications for food SMEs actors to implement green innovation in the form of environmentally friendly product, packaging and process innovations by integrating SMEs resources to improve sustainable marketing performance. | |
| 37556 | 44711 | F1B020076 | PERAN POLICY ACTOR DALAM FORMULASI KEBIJAKAN PEMEKARAN WILAYAH KABUPATEN BANYUMAS | Upaya Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam menyusun kebijakan pemekaran wilayah masih berjalan hingga saat ini. Upaya ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa terdapat ketimpangan pembangunan yang terjadi di Banyumas. Penelitian ini berfokus pada peran aktor yang terlibat dalam proses formulasi kebijakan pemekaran wilayah serta hambatan yang dialami oleh para aktor. Dengan menggunakan teori tiga aliran milik kingdom yakni aliran masalah, aliran kebijakan, dan aliran politik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dengan proses yang cukup panjang meliputi aliran masalah, aliran kebijakan, dan aliran politik. Ketiga aliran tersebut belum berhasil dilalui oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas dalam upaya merumuskan kebijakan pemekaran wilayah yang melibati banyak aktor. Jendela kebijakan yang terbuka saat ketiga aliran bertemu belum dapat terwujud. | The efforts of the Banyumas Regency Government in formulating the policy on regional expansion are still ongoing. This effort was made with the consideration that there were development imbalances that occurred in Banyumas. This research focuses on the role of actors involved in the process of regional expansion policy formulation as well as the obstacles experienced by the actors. By using Kingdom's three-streams theory, namely problem stream, policy stream, and political stream. The method used in this research is qualitative method with data collection through interviews, observation, and documentation. The process is quite long, including problem stream, policy stream, and political stream. The three streams have not been successfully passed by the Banyumas Regency Regional Government in an effort to formulate a regional expansion policy that involves many actors. The policy window that opens when the three streams meet cannot be realized. | |
| 37557 | 40343 | A1F019021 | PENGARUH JENIS KEMASAN DAN WAKTU PENYIMPANAN TERHADAP MUTU GULA KELAPA CAIR DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) | Kebutuhan akan gula yang semakin meningkat mendorong adanya inovasi terhadap pengolahan gula dari nira kelapa. Inovasi yang dilakukan adalah pengolahan nira menjadi gula cair. Gula cair memiliki tingkat efektivitas yang baik dari segi produsen atuapun konsumen. Gula kelapa cair merupakan produk yang mudah mengalami kerusakan. Salah satu penyebabnya karena kristalisasi yang disebabkan oleh kandungan sukrosa didalamnya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah kristalisasi adalah penambahan ekstrak rosela. Gula kelapa cair pada penelitian ini ditambah ekstrak rosela dengan persentase yang sama pada semua perlakuan (7,5%). Pengemasan produk juga perlu diperhatikan karena kemasan merupakan faktor yang paling penting dalam menjaga produk dari kontaminasi dan hal lain yang dapat mempercepat kerusakan produk. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 3 jenis kemasan yaitu Standing Pouch Polipropilen (PP), Polietilen Terephthalate (PET), dan kemasan kaca. Kemasan ini memiliki permeabilitas yang berbeda-beda dan permeabilitas merupakan salah satu hal yang penting dalam menjaga produk pangan. Gula kelapa cair yang dikemas dengan 3 jenis kemasan tersebut disimpan dengan rentang waktu 0 hari, 45 hari, dan 90 hari. Dilakukan analisis fisikokimia dan sensori terhadap gula kelapa cair tersebut selama penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemasan kaca memiliki kemampuan yang cukup baik untuk mempertahankan mutu gula kelapa cair dengan hasil kecerahan 23,05; warna (b) Biru-Kuning 2,91; kadar air 32,8%; kadar abu 1,18%; vitamin C 0,1%; gula total 73,61%; gula reduksi 24,99%; gula sukrosa 48,63%; pH 4,4; dan Brix 66,78. | The increasing demand for sugar has encouraged innovation in the processing of sugar from coconut sap. The innovation is processing of nira into liquid sugar. Liquid sugar has a good level of effectiveness in terms of producers and consumers. Liquid coconut sugar is a perishable product. One of the causes is due to crystallization caused by the sucrose content in it. One way that can be done to prevent the crystallization process is by adding roselle extract. In this study, roselle was added with the same percentage in all treatments (7,5%). Product packaging also needs to be considered because packaging is the most important factor in keeping the product from contamination and other things that can accelerate product damage. This research was conducted using 3 types of packaging, namely Standing Pouch Polypropylene (PP), Polyethylene Terephthalate (PET), and glass packaging. This packaging has different permeability and permeability is one of the important things in maintaining food products. Liquid coconut sugar packed with 3 types of packaging was stored for 0 days, 45 days, and 90 days. Physicochemical and sensory analysis were conducted on the liquid coconut sugar during storage. The results showed that glass packaging has a good ability to maintain the quality of liquid coconut that has brightness 23,05; Color (a) blue-yellow 2,91; water content 32,8%; ash content 1,18%; vitamin C 0,1%; total sugar 73,61%; reducing sugar 24,99%; sucrose 48,63%; pH 4,4; and Brix 66,78. | |
| 37558 | 40345 | D1A019162 | PENGARUH INDUKSI HORMON PG-600 TERHADAP PERIODE WAKTU KAWIN DAN LAJU KEBUNTINGAN DOMBA SAKUB | Penelitian yang berjudul “Pengaruh Induksi Hormon PG-600 Terhadap Periode Waktu Kawin dan Laju Kebuntingan Domba Sakub” bertujuan untuk mengetahui pengaruh hormon PG-600 terhadap periode waktu kawin dan laju kebuntingan domba Sakub. Adanya induksi hormon PG-600 dengan jarak waktu yang telah ditentukan diharapkan mampu meningkatkan folike-folikel kemudian mengalami superovulasi sehingga meningkatkan efisiensi reproduksi ternak. Materi penelitian menggunakan domba Sakub sebanyak 2 ekor pejantan dan 21 ekor betina dengan paritas 2 dan 3, bobot 35-50 kg, dan berumur 2-3 tahun. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental dengan perlakuan P1 = kontrol yaitu double injeksi hormon PGF2α masing- masing sebanyak 1,5 ml dengan selang waktu 11 hari. P2 = double injeksi hormon PGF2α masing-masing sebanyak 1,5 ml dengan selang waktu 11 hari + hormon PG-600 sebanyak 2,5 ml pada hari ke 9 setelah penyuntikan PGF2α yang pertama. Peubah yang diamati yaitu periode waktu kawin dan laju kebuntingan domba Sakub. Data diuji menggunakan uji t student unequal untuk periode waktu kawin dan uji Chi Square untuk laju kebuntingan. Hasil analisis statistik ternyata menunjukkan bahwa PGF2α (P1) dan pemberian PGF2α + PG-600 (P2) menghasilkan perbedaan yang tidak nyata (P>0.05) terhadap periode waktu kawin dan laju kebuntingan domba Sakub. Disimpulkan bahwa pemberian PG-600 pada periode waktu kawin dan laju kebuntingan menunjukkan hasil yang relatif sama. Namun, secara numerik hasil pada periode waktu kawin dengan P2 menunjukkan angka yang lebih kecil dari P1. | The research entitled “The Effect of PG-600 Hormone Induction on the Mating Time Period and Pregnancy Rate of Sakub Ewe” aims to determine the effect of PG-600 hormone on the mating period and pregnancy rate of Sakub ewe. The induction of the hormone PG- 600 with a predetermined time interval is expected to increase the follicles then experience superovulation thereby increasing the efficiency of livestock reproduction. The research material used 2 rams and 21 ewes with parities of 2 and 3, weighing 35-50 kg, and aged 2-3 years. The research method used was experimental with treatment P1 = control, namely double injection of the hormone PGF2α each of 1.5 ml with an interval of 11 days. P2 = double injection of PGF2α hormone each of 1.5 ml with an interval of 11 days + 2.5 ml of PG-600 hormone on day 9 after the first PGF2α injection. The variables observed were the mating time period and pregnancy rate of Sakub ewe. Data were tested using unequal student's t test for mating time period and Chi Square test for pregnancy rate. The results of the statistical analysis showed that PGF2α (P1) and administration of PGF2α + PG- 600 (P2) produce an insignificant difference (P>0.05) on the mating period and pregnancy rate of Sakub ewe. It was concluded that the administration of PG-600 in the mating period and the pregnancy rate showed relatively the same results. However, numerically in the mating time period, P2 shows a smaller number than P1. | |
| 37559 | 40347 | A1A019010 | Fluktuasi Harga dan Integrasi Pasar Horizontal Komoditas Bawang Merah (Kasus di Pasar Sokaraja, Pasar Wage, dan Pasar Manis) | Bawang merah merupakan komoditas penyumbang inflasi di Kabupaten Banyumas. Upaya untuk mengendalikan inflasi dapat dilakukan melalui stabilisasi harga. Implementasi dari kebijakan stabilisasi harga ini akan lebih efektif pada pasar-pasar yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui fluktuasi harga komoditas bawang merah di Pasar Sokaraja, Pasar Wage, dan Pasar Manis, 2) menganalisis keterpaduan pasar secara horizontal pada komoditas bawang merah antara Pasar Sokaraja, Pasar Wage, dan Pasar Manis. Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Sokaraja, Pasar Wage, dan Pasar Manis. Penentuan tempat penelitian dilakukan dengan pertimbangan bahwa ketiga pasar tersebut merupakan pasar konsumen. Metode yang digunakan adalah metode survei. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2023. Data yang digunakan yaitu data primer berupa daftar pertanyaan dan data sekunder dalam bentuk data deret waktu (time series) mingguan dengan periode waktu 257 series yaitu dari Januari 2018 hingga November 2022. Metode analisis yang digunakan adalah analisis koefisien variasi, analisis Vector Autoregression (VAR), dan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) harga bawang merah di Pasar Sokaraja, Pasar Wage, dan Pasar Manis dikatakan memiliki fluktuasi harga yang tinggi/harganya tidak stabil dengan nilai koefisien variasinya lebih besar dari 9 persen, 2) dari hasil uji kointegrasi Johansen dan analisis VAR in level dapat dikatakan bahwa sudah terjadi keterpaduan pasar secara horizontal pada komoditas bawang merah antara Pasar Sokaraja, Pasar Wage, dan Pasar Manis. | Shallot is commodity that contributes to inflation in Banyumas Regency. Efforts to control inflation can be done through price stabilization. Implementation of this price stabilization policy will be more effective in integrated markets. This study aims to 1) determine the price fluctuations of shallots at Sokaraja Market, Wage Market, and Manis Market, and 2) analyze horizontal market integration for shallots at Sokaraja Market, Wage Market, and Manis Market. This research was conducted between Sokaraja Market, Wage Market, and Manis Market. The determination of the location of the research was carried out with the consideration that the three markets were consumer markets. The method used was a survey method. The research was conducted in February 2023. The data used namely primary data in the form of a list of questions and secondary data in the form of weekly time series data with a time period of 257 series, namely from January 2018 to November 2022, The analytical methods used are analysis of the coefficient of variation, vector autoregression (VAR) analysis, and descriptive analysis. The results of this study indicate that, 1) the price of shallots at Sokaraja Market, Wage Market, and Manis Market is said to have high price fluctuations or unstable prices with a coefficient of variation greater than 9 percent, 2) from the results of the Johansen cointegration test and the in-level VAR analysis, it can be said that there has been horizontal market integration for the shallot commodity between Sokaraja Market, the Wage Market, and the Manis Market. | |
| 37560 | 40348 | G1B017002 | Kepekaan Klebsiella pneumoniae Isolat Komponen Dental Unit RSGMP Universitas Jenderal Soedirman terhadap Amoksisilin dan Siprofloksasin | Dental unit merupakan alat yang digunakan oleh dokter gigi untuk membantu perawatan gigi dan mulut yang dapat berpotensi menjadi reservoir terjadinya infeksi nosokomial di Rumah Sakit Gigi dan Mulut. Salah satu agent penyebab infeksi nosokomial adalah bakteri Klebsiella pneumonia. Bakteri K. pneumoniae tergolong Multi-drug Resistant (MDR) terhadap antibiotik. Antibiotik amoksisilin dan siprofloksasin umum diresepkan oleh dokter gigi di RSGMP Unsoed sehingga memungkinkan terjadinya resistensi yang dapat berakibat meningkatkan infeksi nosokomial. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kepekaan K. pneumoniae pada isolat dental unit di RSGMP Unsoed terhadap amoksisilin dan siprofloksasin. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris secara in vitro dengan rancangan penelitian deskriptif. Bakteri diisolasi dari pegangan kursi, pegangan meja, dan pegangan lampu dental unit pada Unit Pelayanan Umum RSGMP Unsoed. Bakteri yang ditemukan diidentifikasi berdasarkan morfologi koloni, morfologi sel, dan uji biokimia sesuai dengan Bergey's Manual of Sistemic Bacteriology dan Manual Clinic of Microbiology. Uji kepekaan bakteri terhadap antibiotik menggunakan metode Kirby Bauer yang hasilnya dibandingkan dengan standar BSAC dan CLSI. Hasil menunjukkan terdapat isolat K. pneumoniae yang terisolasi pada komponen pegangan lampu dental unit dan isolat masih sensitif terhadap antibiotik amoksisilin (25,7 mm) dan siprofloksasin (31,4 mm). Simpulan penelitian adalah K. pneumoniae isolat pegangan lampu dental unit di RSGMP Unsoed masih sensitif terhadap amoksisilin dan siprofloksasin. | Dental unit is a tool used by dentists in dental and oral treatment can potentially become a reservoir for nosocomial infections in the Dental Hospital. One of the agents causing nosocomial infections is Klebsiella pneumoniae. The bacteria is classified as Multi-drug Resistant (MDR) to antibiotics. Amoxicillin and ciprofloxacin are commonly prescribed by dentists at RSGMP Unsoed, thus allowing resistance to occur which can result in increased nosocomial infections. Aim of the study was to determine the sensitivity of K. pneumoniae in the dental unit at RSGMP Unsoed to amoxicillin and ciprofloxacin. This research was an experimental laboratory in vitro with descriptive design. Bacteria were isolated from chair handles, table handles, and lamp handles of the dental unit at the Unit Pelayanan Umum (UPU) of RSGMP Unsoed. The bacteria that have been found were identified by colony morphology, cell morphology, and biochemical tests of K. pneumoniae adjusted to Bergey's Manual of Systemic Bacteriology and Clinic Manual of Microbiology. Bacterial sensitivity to antibiotics was tested using the Kirby Bauer method and the results were compared with the standard of BSAC and CLSI. Results showed that there was a K.pneumoniae bacteria which was isolated from the dental unit lamp handle and showed that it was still sensitive to the antibiotics amoxicillin (25,7 mm) and ciprofloxacin (31,4 mm).The conclusion of the study was that K .pneumoniae isolated from the lamp handle of the dental unit at RSGMP Unsoed was still sensitive to amoxicillin and ciprofloxacin. |