Artikelilmiahs

Menampilkan 37.561-37.580 dari 48.977 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3756140349I1C018082PROFIL KROMATOGRAFI VAKUM CAIR EKSTRAK METANOL KULIT BUAH JERUK LEMON (Citrus limon) MENGGUNAKAN ELUEN ETIL ASETAT DAN METANOLCitrus limon memiliki senyawa metabolit sekunder yaitu saponin, tannin, fenolik, alkaloid, flavonoid, dan terpenoid. Senyawa flavonoid, tanin dan saponin umumnya merupakan senyawa yang bersifat polar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder pada kulit buah jeruk lemon (Citrus limon) yang bersifat relatif polar. Penelitian ini meliputi maserasi serbuk kering kulit Citrus limon menggunakan methanol. Kandungan metabolit dalam ekstrak diidentifikasi menggunakan metode uji tabung dilanjutkan fraksinasi dengan kromatografi vakum cair (KVC) menggunakan eluen gradien etil asetat dan metanol. Metabolit yang ada pada masing-masing fraksi diidentifikasi menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil skrining fitokimia ekstrak kulit buah mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, terpenoid dan tanin. Hasil kromatografi lapis tipis (KLT) fraksi kromatografi vakum cair (KVC) ekstrak kulit buah jeruk lemon terdapat senyawa flavonoid pada semua fraksi etil asetat dan metanol, serta terdapat senyawa tanin pada fraksi etil asetat dan metanol (9:1, 8:2, 7:3, 6:4, 5:5, dan 4:6). Senyawa metabolit sekunder yang ditemukan pada fraksi etil asetat dan metanol kromatografi vakum cair (KVC) pada kulit buah jeruk lemon (Citrus limon) yaitu flavonoid dan tanin.Citrus limon has secondary metabolites such as saponins, tannins, phenolics, alkaloids, flavonoids, and terpenoids. Flavonoids, tannins and saponins are generally polar compounds. This study aims to identify secondary metabolites in lemon (Citrus limon) peels which are relatively polar. This study involve maceration of Citrus limon peel dry powder using methanol. The metabolite content in the extract was identified using the test tube method followed by fractionation by vacuum liquid chromatography (VLC) using gradient eluents of ethyl acetate and methanol. The metabolites present in each fraction were identified using thin layer chromatography (TLC). The results of the phytochemical screening of fruit peel extracts contained secondary metabolites such as flavonoids, terpenoids, tannins and saponins. The results of thin layer chromatography (TLC) of the vacuum liquid chromatography (VLC) fraction of lemon peel extract contained flavonoid compounds in all ethyl acetate and methanol fractions, and there were tannin compounds in the ethyl acetate fraction and methanol (9:1, 8:2, 7 :3, 6:4, 5:5, and 4:6). Secondary metabolite compounds found in the ethyl acetate and methanol fraction of vacuum liquid chromatography (VLC) on lemon peel (Citrus limon) are flavonoids and tannins.
3756240350C1G019008The Effect of The Number of Indonesian Migrant Workers and GDP on Remittance in Indonesia in 2007-2022 Remitansi menjadi sebuah fenomena keuangan baru dan merupakan salah satu sumber dana terpenting serta berpengaruh terhadap perekonomian dunia. Remitansi menjadi salah satu sumber masuknya devisa negara. spacing after. It must be in the first of article and written in Bahasa. Pada saat ini rata-rata biaya remitansi secara global mencapai 13 persen. Maka dari itu, jika pekerja migran ingin mengirim uang ke negaranya kena tarif semahal itu justru membebani pekerja migran dari negara miskin dan berkembang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh jumlah TKI dan PDB terhadap remitansi di Indonesia. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini menggunakan regresi linier berganda dan data time series. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel jumlah TKI berpengaruh positif dan signifikan terhadap remitansi di Indonesia. Sedangkan, untuk variabel PDB tidak berpengaruh terhadap remitansi di Indonesia. Remittances have become a new financial phenomenon and are one of the most important sources of funds and have an impact on the world economy. Remittances are a source of foreign exchange for the country. The average cost of remittances globally reaches 13 per cent. Therefore, if migrant workers want to send money to their countries, they are subject to tariffs as high as that, which will burden migrant workers from poor and developing countries. The purpose of this research is to analyze the effect of the number of migrant workers and GDP on remittances in Indonesia. The analysis technique used in this study uses multiple linear regression and time series data. The results of this study indicate that the variable number of migrant workers has a positive and significant effect on remittances in Indonesia. Meanwhile, the GDP variable has no effect on remittances in Indonesia.
3756340352G1B019019Hubungan Pengetahuan dan Sikap tentang Kesehatan Periodontal dengan Aktivitas Terkait Pencegahan Gingivitis pada Anak Usia 12-15 Tahun. (Studi pada Anak Asuh Panti Asuhan di Wilayah Eks Kota Administratif Purwokerto).Penyakit periodontal yang paling sering terjadi pada anak adalah gingivitis. Tingginya angka kejadian gingivitis di Indonesia dapat dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap tentang kesehatan periodontal. Pengetahuan dan sikap tentang kesehatan periodontal yang baik dibutuhkan untuk membangun aktivitas pencegahan gingivitis yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang kesehatan periodontal dengan aktivitas terkait pencegahan gingivitis pada anak usia 12-15 tahun Panti Asuhan di wilayah eks Kota Administratif Purwokerto. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak asuh panti asuhan di Wilayah Eks Kota Administratif Purwokerto. Sampel yang diambil berjumlah 71 anak asuh dengan teknik total sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang telah diujikan dan dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi- square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang kesehatan periodontal dengan aktivitas terkait pencegahan gingivitis (p>0,05). Simpulan penelitian ini adah tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dan sikap tentang kesehatan periodontal dengan aktivitas terkait pencegahan gingivitis pada anak usia 12-15 tahun pada anak asuh panti asuhan di Wilayah Eks Kota Administratif Purwokerto.The most frequent form of periodontal disease in children is gingivitis. The high incidence of gingivitis in Indonesia can be influenced by knowledge and attitudes about periodontal health. Knowledge and attitudes about periodontal health are needed to establish proper gingivitis prevention activities. This study aimed to determine the relationship between knowledge and attitudes about periodontal health with activities related to prevention of gingivitis in children aged 12-15 years at the orphanage in Purwokerto Administrative City. This research method is analytic observational with a cross sectional approach. The population in this study were children at an orphanage in the Purwokerto Administrative City. The samples taken were 71 foster children with total sampling technique. Data collection was carried out using a questionnaire that had been tested and declared valid and reliable. Data analysis was performed univariately and bivariately using the chi-square test. The results showed that there was no correlation between knowledge and attitudes about periodontal health and activities related to gingivitis prevention (p>0.05). The conclusion of this study is that there is no significant correlation between knowledge and attitudes about periodontal health and activities related to the prevention of gingivitis in children aged 12-15 years in orphanages in the Purwokerto Administrative City.
3756444227G1B020017PERBANDINGAN RASIO Ca/P DAN GUGUS FUNGSI HYDROGEL SCAFFOLD HIDROKSIAPATIT CANGKANG TELUR PUYUH-
PATI JAGUNG BERBAGAI KONSENTRASI DENGAN
NILAI GOLD STANDARD
(Bahan Alternatif Regenerasi Pulpa)
Hydrogel scaffold hidroksiapatit (HA) cangkang telur puyuh-pati jagung merupakan material yang berpotensi untuk diaplikasikan pada perawatan regenerasi pulpa. HA mampu merangsang pembentukan dentin reparatif tanpa tunnel defect. Sumber HA dapat berasal dari cangkang telur puyuh karena memiliki kadar kalsium yang tinggi. HA masih memiliki kekurangan yaitu brittle. Untuk mengatasi kekurangan tersebut dapat dilakukan dengan menambahkan biopolimer pati jagung yang dapat mempererat antarpartikel HA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rasio Ca/P dan gugus fungsi hydrogel scaffold HA-pati jagung. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode eksperimental laboratoris dan rancangan pure descriptive research design. Pembuatan HA dilakukan dengan mengkalsinasi cangkang telur dengan suhu 900°C kemudian diberi prekursor H3PO4. HA dilakukan uji FTIR dan SEM-EDS. Serbuk HA dilarutkan ke dalam 2 ml air deionisasi dan dicampur dengan pati jagung yang dilarutkan ke dalam 2 ml air deionisasi dengan perbandingan HA:pati sebesar 90:10 (kelompok A), 70:30 (kelompok B), dan 50:50 (kelompok C). Larutan HA dan pati jagung yang telah homogen dimasukkan ke larutan HPMC 2% suhu 100°C, lalu dilakukan uji FTIR dan SEM-EDS. Hasil uji FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi PO4, O-H, dan CO3 yang merupakan ciri dari HA. SEM-EDS menunjukkan ukuran partikel hydrogel scaffold sebesar 10,50 µm, 12,20 µm, dan 9,56 µm. Rasio Ca/P yang didapatkan yaitu 1,86, 1,98, dan 2,06 dan rasio Ca/P pada serbuk HA sebesar 1,66. Simpulan penelitian ini adalah karakteristik hydrogel scaffold HA cangkang telur puyuh-pati jagung memenuhi kriteria ideal sehingga berpotensi untuk digunakan sebagai bahan regenerasi pulpa.Hydrogel scaffold of hydroxyapatite (HA) from quail eggshell-corn starch extract is materials with potential for application in pulp regeneration. HA can stimulate formation reparative dentin without tunnel defects. Source of HA come from quail eggshells because have high calcium. Quail eggshell HA still has drawback of being brittle. To overcome this deficiency, it can be done by adding corn starch biopolymer which can strengthen interparticle HA. Purpose of this research is to determine characteristics HA-corn starch hydrogel scaffold from Ca/P ratio and functional groups. Type of research is descriptive with laboratory experimental methods and pure descriptive research design. HA production is done by calcining them at 900°C then adding precursor H3PO4. HA tested using FTIR and SEM-EDS. HA dissolved in 2 ml deionized water and mixed with corn starch dissolved in 2 ml deionized water with HA:starch ratio 90:10 (Group A), 70:30 (Group B), and 50:50 (Group C). The homogeneous solution of HA and corn starch was added to 2% HPMC solution at 100°C, then subjected to FTIR and SEM-EDS tests. The FTIR test results showed the presence of functional groups PO4, O-H, and CO3 which are characteristic of HA. SEM-EDS revealed particle sizes of the hydrogel scaffold were 10,50 µm, 12,20 µm, and 9,56 µm. The Ca/P ratios obtained were 1,86, 1,98, and 2,06 and Ca/P ratio in HA powder of 1,66. The conclusion of this research is the characteristics of hydrogel scaffold from quail eggshell-HA-corn starch meet ideal criteria, thus having potential for use as pulp regeneration material.
3756544228E1A020127Kekuatan Pembuktian Keterangan Crown Witness yang Memiliki Hubungan Perkawinan dengan Terdakwa Tindak Pidana Pembunuhan Berencana (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 88/Pid.B/2023/PN Tar)Kekuatan Pembuktian Keterangan Crown Witness yang Memiliki Hubungan
Perkawinan dengan Terdakwa Tindak Pidana Penyertaan dalam
Pembunuhan Berencana (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor
88/Pid.B/2023/PN Tar)
Oleh: Dhita Nur Hanifah
E1A020127
ABSTRAK
Penuntut umum berewenang menggabungkan berkas perkara tindak pidana yang
dilakukan beberapa orang berdasarkan pasal 141 KUHAP. Namun, pasal 142
KUHAP mengatur bahwa penuntut umum juga berwenang melakukan pemisahan
berkas perkara. Pemecahan berkas perkara disebut splitsing. Memecah berkas
perkara menjadi dua/lebih disebut a split trial. Splitsing biasanya dilakukan pada
perkara minim alat bukti dengan tujuan para terdakwa secara timbal balik dapat
menjadi saksi bagi terdakwa lainnya yang sering disebut sebagai saksi mahkota.
Splitsing memungkinkan para terdakwa yang merupakan suami istri dapat
memberikan keterangannya sebagai saksi mahkota pada berkas perkara yang
menuntut suami/isterinya. Penggunaan saksi mahkota yang memiliki hubungan
perkawinan dengan terdakwa terdapat pada kasus tindak pidana yang terjadi di
wilayah hukum Pengadilan Negeri Tarakan dengan saksi mahkota yang merupakan
suami dari terdakwa tindak pidana penyertaan dalam pembunuhan berencana.
Penelitian ini membahas kekuatan pembuktian keterangan saksi mahkota yang
memiliki hubungan perkawinan dengan terdakwa serta penggunaan keterangan
saksi mahkota tersebut dalam pemenuhan unsur tindak pidana pada pertimbangan
hakim. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan
spesifikasi penelitian preskriptif. Sumber data yang digunakan yaitu data sekunder.
Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan dan dokumenter.
Data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif yang dianalisis dengan metode
normatif kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan keterangan saksi mahkota yang
mempunyai hubungan perkawinan dengan terdakwa tindak pidana penyertaan
dalam pembunuhan berencana memiliki kekuatan pembuktian bebas tergantung
penilaian hakim serta keterangannya digunakan sebagai pertimbangan dalam
membuktikan unsur-unsur penyertaan dalam pembunuhan berencana. Namun,
keberadaan saksi mahkota pada perkara ini tidak disebutkan secara tegas pada
pertimbangan yuridis majelis hakim sehingga saksi tersebut pada perkaranya yang
menuntutnya tidak dapat mengajukan pledoi atas kedudukannya sebagai saksi
mahkota.
Kata Kunci: Kekuatan Pembuktian, Saksi Mahkota, Tindak Pidana Penyertaan
The Evidentiary Power of the Testimony of Crown Witnesses Who Have a
Marital Relationship with the Defendant of the Crime of Participation in a
Planned Murder (Juridical Review of Decision Number 88/Pid.B/2023/PN Tar)
Written By:
Dhita Nur Hanifah
E1A020127
ABSTRACT
The public prosecutor has the authority to combine the case files of criminal acts committed
by several people under article 141 of the Code of Criminal Procedure. However, article
142 of the Criminal Procedure Code stipulates that the public prosecutor is also authorized
to separate case files. Splitting a case file is called splitsing. Splitting the case file into
two/more is called a split trial. Splitsing is usually done in cases of lack of evidence with
the aim that the defendants can reciprocally become witnesses for other defendants who
are often referred to as crown witnesses. Splitsing allows defendants who are husband and
wife to give their testimony as crown witnesses in case files that prosecute their
husbands/wives. The use of crown witnesses who have a marital relationship with the
accused is found in criminal cases that occur in the jurisdiction of the Tarakan District
Court with the crown witness who is the husband of the accused of the crime of
participation in premeditated murder. This study discusses the evidentiary strength of the
testimony of crown witnesses who have a marital relationship with the accused and the use
of crown witness statements in fulfilling the elements of criminal acts at the judge's
consideration. This research uses a normative juridical approach method with prescriptive
research specifications. The data source used is secondary data. The data collection
method is carried out by literature and documentary studies. The data obtained are
presented with narrative texts analyzed by qualitative normative methods. The results of
the study concluded that the testimony of crown witnesses who had a marital relationship
with the accused of the crime of participation in premeditated murder had free evidentiary
power depending on the judge's judgment and his testimony was used as a consideration
in proving the elements of participation in premeditated murder. However, the existence
of a crown witness in this case is not expressly mentioned in the juridical judgment
of the panel of judges so that the witness in his case who claims him cannot apply
for a plea to his position as a crown witness.
Keywords: Power of Evidence, Crown Witness, Criminal Participation
3756644712C1C020034Pengaruh Peluang Pertumbuhan, Ukuran Perusahaan, Kepemilikan Institusional, Investment opportunity set Dan Leverage Terhadap Konservatisme Akuntansi Penelitan ini mengkaji Pengaruh Peluang Pertumbuhan, Ukuran Perusahaan, Kepemilikan Institusional, Investment opportunity set dan Leverage Terhadap Konservatisme Akuntansi. Dasar teori pada penelitian ini yaitu teori akuntansi positif dan teori agensi. Populasi penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018 sampai dengan 2022. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 54 perusahaan. Penentuan kriteria sampel menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1) Peluang pertumbuhan berpengaruh negatif terhadap konservatisme akuntansi, (2) ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi, (3) kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi, (4) investment opportunity set berpengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi, dan (5) leverage berpengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi. Implikasi dari penelitian ini adalah dengan memperhatikan dan mempertimbangkan faktor yang memengaruhi konservatisme akuntansi yaitu investment opportunity set dan leverage kepada pihak yang ingin berinvestasi dan memberikan pinjaman. Memperhatikan faktor-faktor yang memengaruhi konservatisme akuntansi untuk memperoleh informasi baru dan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini memiliki keterbatasan berupa hasil penelitian menunjukkan bahwa konservatisme akuntansi hanya dapat dijelaskan dan dipengaruhi sebesar 18,2 persen oleh variabel penelitian ini, sedangkan sisanya 81,8 persen dijelaskan oleh variabel lain. Terdapat banyak data yang yang memiliki nilai ekstrim dan beberapa perusahaan manufaktur yang belum memiliki kelengkapan data penelitian yang terkait dengan peluang pertumbuhan, kepemilikan institusional dan investment opportunity set sehingga sampel yang digunakan menjadi lebih sedikit karena outlier. This research examines the influence of growth opportunities, company size, institutional ownership, investment opportunity set and leverage on accounting conservatism. The theoretical basis for this research is positive accounting theory and agency theory. The population of this research is manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2018 to 2022. The number of samples taken in this research was 56 companies. Determination of sample criteria using the purposive sampling method. Based on the results of research and data analysis, it shows that: (1) Growth opportunities have a negative effect on accounting conservatism, (2) company size has no effect on accounting conservatism, (3) institutional ownership has no effect on accounting conservatism, (4) investment opportunity set has a positive effect on accounting conservatism, and (5) leverage has a positive effect on accounting conservatism.The implication of this research is to pay attention to and consider the factors that influence accounting conservatism, namely investment opportunity set and leverage for parties who want to invest and provide loans. Pay attention to the factors that influence accounting conservatism to obtain new information and as consideration in decision making. This research has limitations in the form of research results showing that accounting conservatism can only be explained and influenced by 18,2 percent by this research variable, while the remaining 81,8 percent is explained by other variables. There is a lot of data that has extreme values and several manufacturing companies do not have complete research data related to growth opportunity, institutional ownership and investment opportunity sets so that the sample used is smaller due to outlier.
3756740355L1C017045Potensi Kandungan Karbon Tersimpan pada Vegetasi Mangrove di Kawasan Mangrove Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa BaratKawasan mangrove Blanakan memiliki sumberdaya pesisir tinggi berupa hutan mangrove, serta diduga memiliki potensi untuk menyimpan karbon pada tegakan mangrove. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kerapatan, Indeks Nilai Penting (INP), biomassa dan kandungan karbon pada tegakan mangrove. Metode yang digunakan adalah metode survey yang terdiri dari 5 stasiun. Pengukuran vegetasi mangrove dilakukan secara langsung pada lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan nilai kerapatan spesies bervariasi antara 67-1.444 ind/Ha dengan nilai tertinggi pada Avicennia alba sebesar 1.444 ind/Ha dan masuk dalam kategori kerapatan sedang. Spesies yang memiliki Indeks Nilai Penting tertinggi adalah Avicennia alba dan Avicennia marina. Kawasan mangrove Blanakan memiliki nilai total biomassa sebesar 400,25 ton/Ha dan nilai total kandungan karbon sebesar 184,11 ton C/Ha.Blanakan mangrove area has high coastal resources from mangrove forests, which potentially to store carbon. The purpose of this study were to determine density, Important Value Index (IVI), biomass and carbon stored in mangrove. The method used was a survey method with 5 research station. Measurement of mangrove vegetation was carried out directly at the research location. The results showed that the species density values varied between 67-1,444 ind/Ha with the highest value was Avicennia alba of 1,444 ind/Ha belonging to the medium density category. species that have the highest values were Avicennia alba and Avicennia marina. Blanakan mangrove area has a total biomass value: 400.25 tons/Ha and total carbon content value: 184.11 tons C/Ha.
3756840357K1A019029PENURUNAN NILAI BOD DAN COD LIMBAH CAIR TAHU MENGGUNAKAN MEMBRAN SA-PS DARI AMPAS TEBU DENGAN ADITIF MONOSODIUM GLUTAMATELimbah cair tahu mengandung nilai BOD dan COD yang tinggi, sehingga dapat mencemari perairan bila langsung dibuang tanpa diolah terlebih dahulu. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengolahan limbah sebelum dibuang ke perairan. Salah satu cara untuk pengolahan limbah ini adalah menggunakan membran selulosa asetat. Pada penelitian ini dilakukan sintesis membran selulosa asetat dari serat ampas tebu menggunakan metode inversi fasa. Membran ditambahkan MSG 6% sebagai aditif untuk meningkatkan kinerjanya. Membran tersebut diaplikasikan untuk mengolah limbah tahu dengan parameter BOD dan COD. Nilai fluks membran yang diperoleh pada penelitian ini adalah 33,56 L/(m2.jam) untuk air dan 26,85 L/(m2.jam) untuk limbah cair tahu. Hasil uji SEM menunjukkan membran dengan aditif MSG 6% memiliki jumlah pori yang lebih banyak dan permukaannya lebih rapat dibandingkan dengan membran tanpa aditif. Membran tersebut mampu menurunkan BOD sebesar 62,5% dan COD sebesar 75,3% pada limbah cair tahu.Tofu liquid waste that has high BOD and COD values can contaminate waters if it is disposed of directly without being treated first. Therefore, it is necessary to treat waste before it is discharged into the waters. One way to treat this waste is to use a cellulose acetate membrane. In this research, synthesis of cellulose acetate membrane from bagasse fiber was carried out using the phase inversion method. The membrane was added 6% MSG as an additive to improve its performance. The membrane is applied to treat tofu waste with BOD and COD parameters. The membrane flux values obtained in this study were 33.56 L/(m2.hour) for water and 26.85 L/(m2.hour) for tofu liquid waste. The results of the SEM test showed that the membrane with 6% MSG additive had more pores and a denser surface compared to the membrane without the additive. The membrane was able to reduce the BOD and COD values of tofu liquid waste with a total reduction percentage of 62.5% and 75.3%.
3756940358D1A019091KONSUMSI DAN KECERNAAN BAHAN ORGANIK PAKAN SAPI BALI JANTAN
YANG DISUPLEMENTASI COMPLETE RUMEN MODIFIER (CRM)
Suatu penelitian yang bertujuan untukmengetahui pengaruh suplementasi rumen conditioner (CRM) lengkap terhadap konsumsi dan kecernaan bahan organik pakan pada sapi Bali jantan. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan bujur sangkar latin (RBSL) dengan menggunakan 3 ekor Sapi Bali Jantan berumur 2 tahun dengan bobot badan ± 200 kg. Konsumsi bahan kering diberikan 2% dari bobot badan dengan imbangan konsentrat dan jerami padi adalah 70% dan 30%. Konsentrat yang digunakan terdiri atas onggok, dedak padi, bungkil kelapa, bungkil sawit, pollard, molases, kulit kopi, dolomit,aminosin, garam, urea, zeolit dan mineral. Perlakuan yang diberikan berupa penambahan CRM 0, 0,5 dan 1% dari bahan kering konsentrat untuk A, B dan C. Variabel yang diamati meliputi konsumsi dan kecernaan bahan organik. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata konsumsi bahan organik dari taraf CRM 0% sebesar 4,06 ± 0,56 kg/ekor, taraf CRM 0,5% sebesar 4,23 ± 0,56 kg/ekor pada taraf CRM 1% sebesar 4,69 ± 0,70
kg/ekor. Rata –rata kecernaan bahan organik CRM 0% sebesar 54,78 ± 1,50%, CRM 0,5% sebesar 56,62 ± 1,48 % dan CRM 1% sebesar 58,45 ± 2,22%. Kesimpulan penelitian,suplementasi CRM sebesar 1% merupakan hasil optimal untuk menaikan konsumsi dan kecernaan bahan organik pada pakan Sapi Bali Jantan.
The reserch was carried out to study the to determine the effect of complete rumen conditioner (CRM) supplementation on the consumption and digestibility of feed organic matter in male Bali cattle. The study was conducted experimentally using the Latin square design (RBSL) using 3 male Bali cattle aged 2 years with body weight ± 200 kg. Consumption of dry matter is given 2% of body weight with a balance of concentrate and rice straw is 70% and 30%. The concentrates used consist of onggok, rice bran, coconut cake, palm oil cake, pollard, molasses, coffee husk, dolomite, aminosine, salt, urea, zeolite and minerals. The treatment given was the addition of 0, 0.5 and 1% CRM of dry matter concentrate for A, B and C. The variables observed included consumption and digestibility of organic matter. The results showed that the average consumption of organic matter from the CRM level of 0% was 4.06 ± 0.56 kg/head, the CRM level of 0.5% was 4.23 ± 0.56 kg/head at the CRM level of 1% 4.69 ± 0.70 kg/head. The average digestibility of 0% CRM organic matter was 54.78 ± 1.50%, 0.5% CRM was 56.62 ± 1.48% and 1% CRM was 58.45 ± 2.22%. The conclusion of the study, CRM supplementation of 1% is the optimal result to increase the consumption and digestibility of organic matter in male Bali cattle feed.
3757040354I1C017013Profil Kromatografi Vakum Cair Ekstrak Metanol Kulit Buah Jeruk Lemon (Cirus limon) Menggunakan Eluen N-Heksan dan KloroformLatar Belakang : Buah citrus memiliki nutrisi yang tinggi dan dapat ditemukan di daerah tropis. Buah yang termasuk jenis citrus adalah buah jeruk, jeruk lemon, jeruk nipis dan jeruk bali, dan jeruk keprok dan salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai obat tradisional, serta sumber vitamin C. Kulit buah lemon memiliki kandungan metabolit sekunder yaitu flavonoid,alkaloid, tanin, saponin, dan terpenoid. Metode KVC dipilih karena metode yang memisahkan suatu senyawa lebih baik dibandingkan ekstrasksi cair-cair, dapat mengelusi dalam jumlah banyak, dan lebih cepat dibanding kromatografi kolom.
Metodologi : Kulit lemon dari Banjarnegara Jawa Tengah dikeringkan dan dihaluskan hingga menjadi serbuk. Serbuk kulit lemon diekstrasi secara maserasi menggunakan metanol. Ekstrak yang didapat menggunakan rotary evaporator didapatkan ekstrak kental. Fraksi metanol diambil untuk dimurnikan menggunakan kromatografi vakum cair dan kromatografi lapis tipis. Skrining fitokimia yang dihasilkan menggunakan sinar tampak, lampu UV, dan uji tabung reaksi, lalu dibandingkan dengan literature.
Hasil Penelitian :. Hasil identifikasi senyawa flavonoid dengan KLT ditemukan pada fraksi n-heksan : kloroform (4:6, 3:7, 2:8, 1:9, dan kloroform 100%). Hasil identifikasi senyawa terpenoid dengan KLT ditemukan pada fraksi n-heksan : kloroform (4:6, 3:7, 2:8, 1:9, dan kloroform 100%). Hasil identifikasi senyawa alkaloid dan tanin tidak ditemukan pada semua fraksi n-heksan dan kloroform.
Kesimpulan : penelitian melakukan skrining fitokimia dan identifikasi KLT dari fraksi KVC ekstrak kulit buah jeruk lemon dari senyawa yang lebih nonpolar yaitu n-heksan dan kloroform.

Background: Citrus fruits have high nutrition and can be found in tropical areas. Citrus fruits are citrus fruits, lemons, limes and grapefruits, and tangerines and are a plant that has potential as a traditional medicine, as well as a source of vitamin C. Lemon rind contains secondary metabolites, namely flavonoids, alkaloids, tannins. , saponins, and terpenoids. The VLC method was chosen because the method for separating a compound is better than liquid-liquid extraction, can elute in large quantities, and is faster than column chromatography.
Methodology : Lemon peel from Banjarnegara, Central Java, is dried and ground into a powder. Lemon peel powder was extracted by maceration using methanol. The extract obtained using a rotary evaporator obtained a thick extract. The methanol fraction was taken to be purified using liquid vacuum chromatography and thin-layer chromatography. Phytochemical screening was using visible light, UV lamp, and test tube test, then compared with the literature.
Research Results: The results of the identification of flavonoid compounds with TLC were found in the n-hexane : chloroform fractions (4:6, 3:7, 2:8, 1:9, and 100% chloroform). The results of the identification of terpenoid compounds with TLC were found in the n-hexane : chloroform fractions (4:6, 3:7, 2:8, 1:9, and 100% chloroform). The results of the identification of alkaloids and tanins were not found in all n-hexane and chloroform fractions.
Conclusion: This study conducted phytochemical screening and identification of TLC from the VLC fraction of lemon peel extract from more nonpolar compounds, namely n-hexane and chloroform.

3757140356A1D019006POTENSI TIGA ISOLAT Pseudomonas KELOMPOK PENDAR UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT BULAI PADA JAGUNG MANISPenelitian bertujuan untuk mengetahui potensi Pseudomonas spp. kelompok pendar asal rizosfer untuk pengendalian penyakit bulai dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman jagung manis. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian dan Laboratorium Perlindungan Tanaman, Universitas Jenderal Soedirman, dari Oktober 2022 sampai Januari 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dengan 8 perlakuan dan ulangan 4 kali. Perlakuan terdiri atas kontrol, fungisida metalaksil, Pseudomonas putida BB.R1, Pseudomonas sp. BK.R2, Pseudomonas sp. PPD.R2, serta konsorsium Pseudomonas putida BB.R1 dan Pseudomonas sp. BK.R2, Pseudomonas putida BB.R1 dan Pseudomonas sp. PPD.R2, dan Pseudomonas sp. BK.R2 dan PPD.R2. Variabel yang diamati meliputi masa inkubasi, intensitas penyakit, Area Under Disease Progress Curve (AUDPC), nilai efektivitas pengendalian, senyawa fenol (saponin, tanin, glikosida) secara kualitatif, tinggi tanaman akhir, jumlah daun, bobot kering tanaman, bobot kering akar, dan panjang akar. Data dianalisis dengan uji F pada taraf kesalahan 5%. Apabila hasil analisis menunjukkan berbeda nyata, maka dilakukan dengan BNT taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat Pseudomonas spp. kelompok pendar asal rizosfer tidak efektif dalam mengendalikan penyakit bulai, kecuali Pseudomonas sp. BK.R2 yang mampu menunda masa inkubasi 12 hari. Konsorsium Pseudomonas putida BB.R1 dan Pseudomonas sp. PPD.R2, serta konsorsium Pseudomonas sp. BK.R2 dan PPD.R2, mampu meningkatkan senyawa tanin dan senyawa glikosida. Tiga isolat Pseudomonas spp. kelompok pendar asal risozfer belum mampu memacu pertumbuhan tanaman jagung manis secara efektif.The research aims to determine the potential of Pseudomonas spp. glow groups from the rhizosphere for controlling downy mildew and its effect on the growth of sweet corn plants.The research was conducted at the experimental field of the Faculty of Agriculture and Plant Protection Laboratory, Jenderal Soedirman University, from October 2022 to January 2023. Randomized Complete Block Design was used with eight treatments and four replicates. The treatments consisted of control, metalaxyl fungicide, Pseudomonas putida BB.R1, Pseudomonas sp. BK.R2, Pseudomonas sp. PPD.R2, and consortium of Pseudomonas putida BB.R1 and Pseudomonas sp. BK.R2, Pseudomonas putida BB.R1 and Pseudomonas sp. PPD, and Pseudomonas sp. BK.R2 and PPD.R2. The observed variables included incubation period, disease intensity, Are Under Disease Progress Curve (AUDPC), control effectiveness, phenolic compound (saponin, tannin, glycoside) qualitatively, late plant height, leaf number, plant dry weight, root dry weight, and root length. Data were analyzed using F test at a significance level of 5%. If the results showed a significant difference, further testing was conducted using the Least Significant Difference test at a significance level of 5%. The results showed that isolates of Pseudomonas spp. the glow group from the rhizosphere was not effective in controlling downy mildew, except for Pseudomonas sp. BK.R2 which is able to delay the incubation period of 12 days. The consortium of Pseudomonas putida BB.R1 and Pseudomonas sp. PPD.R2, as well as the consortium Pseudomonas sp. BK.R2 and PPD.R2, able to increase tannin compounds and glycoside compounds. Three isolates of Pseudomonas spp. the glow group from the risozfer has not been able to stimulate the growth of sweet corn plants effectively.
3757240360B1A019020Aktivitas Superoksida Dismutase (SOD) dan Kadar Glutathione Sulfihidril (GSH) Kayu Apu (Pistia stratiotes L.) pada Media Tanam yang Mengandung Remazol Pewarna remazol merupakan pewarna sintetik yang sering digunakan pada industri batik dan memiliki kandungan logam berat kadmium (Cd) yang beracun. Tumbuhan kayu apu (Pistia stratiotes L.) adalah gulma dengan akar yang mampu menyerap beberapa logam berat termasuk Cd. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biomassa kayu apu terhadap aktivitas Superoksida Dismutase (SOD) dan kadar Glutathione Sulfihidril (GSH) serta menentukan biomassa yang efektif untuk menurunkan toksisitas Cd pada pewarna remazol yang ditinjau dari aktivitas SOD dan kadar GSH. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan yaitu Perlakuan 1 (50 g kayu apu ditanam pada media air), Perlakuan 2 (50 g kayu apu ditanam pada media pewarna remazol), Perlakuan 3 (100 g kayu apu ditanam pada media air), Perlakuan 4 (100 g kayu apu ditanam pada media pewarna remazol), Perlakuan 5 (150 g kayu apu ditanam pada media air), dan Perlakuan 6 (150 g kayu apu ditanam pada media pewarna remazol). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 kali sehingga didapatkan 36 perlakuan. Data dianalisis dengan ANOVA pada taraf kepercayaan 95% dan 99%, dilanjutkan uji BNT dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomassa kayu apu berpengaruh terhadap aktivitas SOD dan kadar GSH. Biomassa kayu apu yang efektif untuk menurunkan toksisitas Cd pada pewarna remazol yang ditinjau dari aktivitas SOD yaitu biomassa 150 g. Biomassa kayu apu yang efektif untuk menurunkan toksisitas Cd pada pewarna remazol yang ditinjau dari kadar GSH yaiut biomassa 50 g. Remazol dye is a synthetic dye that is often used in the batik industry and contains the toxic heavy metal cadmium (Cd). Kayu apu plant (Pistia stratiotes L.) is a weed with roots capable of absorbing several heavy metals including Cd. This study aims to determine the effect of kayu apu biomass on Superoxide Dismutase (SOD) activity and Glutathione Sulfihydryl (GSH) levels and to determine the effective biomass for reducing Cd toxicity in remazol dyes in terms of SOD activity and GSH levels. This research was conducted using an experimental method using a completely randomized design (CRD) with 6 treatments, namely Treatment 1 (50 g of kayu apu grown in water media), Treatment 2 (50 g of kayu apu planted on remazol dye medium), Treatment 3 (100 g of kayu apu was grown in water media), Treatment 4 (100 g of kayu apu grown in Remazol dye), Treatment 5 (150 g of kayu apu was grown in water), and Treatment 6 (150 g of kayu apu was grown in Remazol dye). Each treatment was repeated 6 times to obtain 36 treatments. Data were analyzed by ANOVA at 95% and 99% confidence level, followed by LSD test with 5% error rate. The results showed that the biomass of kayu apu had an effect on SOD activity and GSH levels. The effective biomass of kayu apu to reduce Cd toxicity in remazol dye in terms of SOD activity is 150 g of biomass. Kayu apu biomass that was effective in reducing Cd toxicity in remazol dye in terms of GSH content was 50 g.
3757344231J1D020015TINDAK TUTUR PERLOKUSI DALAM INDONESIA’S NEXT TOP MODEL CYCLE 3 BABAK 15 BESAR Penelitian ini berisi tindak tutur perlokusi dalam program acara Indonesia’s Next Top Model Cycle 3 babak 15 besar beserta dampaknya terhadap kesehatan mental peserta. Data penelitian berupa tuturan model dan juri Indonesia’s Next Top Models Cycle 3 yang mengandung tindak perlokusi. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode simak dengan teknik dasar simak bebas libat cakap dengan teknik lanjutan catat dan rekam. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode padan ekstralingual dengan teknik hubung banding membedakan (HBB). Hasil analisis data penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat duabelas bentuk tindak tutur perlokusi yang digunakan oleh peserta dan juri. Terdapat dua tindak tutur perlokusi yang paling dominan yaitu tindak tutur perlokusi menyenangkan dan tindak tutur perlokusi membuat petutur berpikir tentang suatu hal, masing-masing ditemukan sebanyak 13 data. Adapun dampak yang ditemukan paling banyak karena tidak terpenuhinya dimensi rasa aman yang memadai sebanyak 16 data.
This research contains perlocutionary speech acts in the Indonesia's Next Top Model Cycle 3 round 15 program and their impact on the participants' mental health. The research data is in the form of speech from the models and judges of Indonesia's Next Top Models Cycle 3 which contain perlocutionary acts. The data collection method in this research is the listening method with the basic techniques of free, proficient listening and advanced techniques of note-taking and recording. Data analysis in this study used the extralingual matching method with the contrast comparison technique (HBB). The results of this research data analysis show that there are twelve forms of perlocutionary speech acts used by participants and judges. There are two most dominant perlocutionary speech acts, namely pleasant perlocutionary speech acts and perlocutionary speech acts that make the speaker think about something, each with 13 data found. Most of the impacts found were due to the lack of adequate security dimensions, amounting to 16 data.
3757440359D1A019097PENGARUH SUPLEMENTASI SELENIUM YEAST DAN VITAMIN E PADA PAKAN AYAM NIAGA PETELUR TERHADAP BOBOT ALBUMEN, HAUGH UNIT, DAN SPESIFIK GRAVITASIPenelitian dengan judul Pengaruh Suplementasi Selenium Yeast dan Vitamin E pada Pakan Ayam Niaga Petelur terhadap Bobot Albumen, Haugh Unit, dan Spesifik gravitasi yang dilaksanakan pada tanggal 28 September sampai dengan 16 November 2022. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji suplementasi selenium yeast dan vitamin E pada pakan ayam niaga petelur terhadap bobot albumen, haugh unit, dan spesifik gravitasi. Materi penelitian yang digunakan, yaitu ayam niaga petelur umur 94 minggu sebanyak 100 ekor, garam kasar, selenium yeast, vitamin E, dan pakan ayam periode produksi. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan rancangan penelitian berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, apabila terdapat pengaruh pada perlakuan dilanjutkan dengan Uji Lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT). Perlakuan yang diberikan adalah P0 (pakan basal tanpa penambahan selenium yeast dan vitamin E), P1 (100 mg/kg selenium yeast dan vitamin E 100 mg/kg dalam pakan basal), P2 (150 mg/kg selenium yeast dan vitamin E 100 mg/kg dalam pakan basal), P3 (100 mg/kg selenium yeast dan vitamin E 200 mg/kg dalam pakan basal), dan P4 (150 mg/kg selenium yeast dan vitamin E 200 mg/kg dalam pakan basal). Variabel yang diamati, yaitu bobot albumen, haugh unit, dan spesifik gravitasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian menunjukkan bahwa bobot albumen pada perlakuan P0 sebesar 34,73 ± 1,70 g, P1 sebesar 36,56 ± 1,82 g, P2 sebesar 38,46 ± 1,13 g, P3 sebesar 37,65 ± 1,34 g, dan P4 sebesar 36,95 ± 1,61 g. Hasil yang diperoleh dari penelitian menunjukkan bahwa haugh unit pada perlakuan adalah P0 87,82 ± 2,87, P1 88,04 ± 1,79, P2 87,05 ± 2,57, P3 86,91 ± 2,41, dan P4 84,67 ± 2,45. Hasil yang diperoleh dari penelitian menunjukkan bahwa spesifik gravitasi pada perlakuan P0 yaitu 1,104 ± 0,0016, P1 1,107 ± 0,0048, P2 1,106 ± 0,0036, P3 1,104 ± 0,0013, dan P4 1,104 ± 0,0035. Analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot albumen, akan tetapi tidak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap haugh unit dan spesifik gravitasi. Kesimpulan yang diperoleh bahwa suplementasi selenium yeast dan vitamin E pada pakan ayam niaga petelur dapat meningkatkan bobot albumen telur, tetapi tidak dapat meningkatkan haugh unit dan spesifik gravitasi telur. The research “The Effect of Selenium Yeast and Vitamin E Supplementation on Laying Hens Feed on Albumen Weight, Haugh Unit, and Spesifik gravitasi” which was conducted on September 28 to November 16, 2022. The purpose of the study was to assess the supplementation of selenium yeast and vitamin E in commercial layer feed on albumen weight, haugh unit, and spesifik gravitasi. The research materials used were 100 94-week-old commercial laying hens, crude salt, selenium yeast, vitamin E, and production period chicken feed. The method used is an experimental method with a research design in the form of a Completely Randomized Design (RAL) consisting of 5 treatments and 5 replicates, if there is an effect on the treatment followed by the Duncan Multiple Range Test (DMRT). The treatments given were P0 (basal feed without the addition of selenium yeast and vitamin E), P1 (100 mg/kg selenium yeast and vitamin E 100 mg/kg in basal feed), P2 (150 mg/kg selenium yeast and vitamin E 100 mg/kg in basal feed), P3 (100 mg/kg selenium yeast and vitamin E 200 mg/kg in basal feed), and P4 (150 mg/kg selenium yeast and vitamin E 200 mg/kg in basal feed). The observed variables were albumen weight, haugh unit, and spesifik gravitasi. The results obtained from the study showed that the albumen weight in the P0 treatment was 34,73 ±1,70 g, P1 was 36,56 ±1,82 g, P2 was 38,46 ±1,13 g, P3 was 37,65 ±1,34 g, and P4 was 36,95 ±1,61 g. The results obtained from the study showed that the haugh units in the treatments were P0 87,82 ±2,87, P1 88,04 ±1,79, P2 87,05 ±2,57, P3 86,91 ±2,41, and P4 84,67 ±2,45. The results obtained from the study showed that the spesifik gravitasi in the P0 treatment was 1,104 ±0,0016, P1 1,107 ±0,0048, P2 1,106 ±0,0036, P3 1,104 ±0,0013, and P4 1,104 ±0,0035. The data obtained were subjected to Analysis of Variance (ANOVA) to see the effect of treatment on the parameters. Analysis of variance showed that the treatment had a significant effect (P>0.05) on albumen weight, but no significant effect (P<0.05) on haugh unit and spesifik gravitasi. It was concluded that selenium yeast and vitamin E supplementation in commercial layer feed could increase egg albumen weight, but could not increase haugh unit and spesifik gravitasi of eggs.
3757544232J1A019031Korean Cultural Identity of Yi’s Family Depicted in Minari Movie (2020)Penelitian ini berjudul “Korean Cultural Identity of Yi’s Family Depicted in Minari Movie (2020)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan gambaran identitas budaya Korea pada generasi imigran generasi pertama dan generasi kedua dengan menggunakan teori identitas budaya Stuart Hall dan tahap perkembangan identitas budaya oleh Myron W. Lustig dan Jolene Koester. Data penelitian ini dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasilnya, terdapat dua penggambaran identitas budaya Hall yang berbeda dalam film tersebut. Para imigran generasi pertama menggambarkan dirinya sebagai “being” karena mereka terus melestarikan warisan budaya nenek moyang mereka melalui pelestarian masakan asli Korea, terus menggunakan bahasa Korea sebagai bahasa komunikasi dan promosi bisnis, serta melalui penanaman dan menjual sayuran Korea. Terlebih lagi, mereka telah memasuki tahap pencapaian identitas budaya karena mereka menunjukkan rasa percaya diri terhadap identitas budayanya. Sementara itu, generasi imigran kedua menunjukkan identitas budaya sebagai “becoming” karena mereka mulai terlibat dalam budaya tuan rumah sekaligus melestarikan budaya Korea. Keterlibatan mereka dalam bentuk makanan, karena mereka mulai mengikuti pilihan makanan, kebiasaan, dan Bahasa orang Amerika, serta mampu berbicara bahasa Korea dan Inggris tergantung pada situasinya. Namun mereka belum menunjukkan keingintahuan terhadap kedua budaya tersebut karena masih dalam tahap identitas budaya yang belum teruji.This research is entitled “Korean Cultural Identity of Yi’s Family Depicted in Minari Movie (2020)”. The purpose of this research is to show the depiction of Korean cultural identity in the first-generation and second-generation of immigrants using Stuart Hall’s cultural identity theory and the development stage of cultural identity by Myron W. Lustig and Jolene Koester. The data of this research are analyzed using descriptive qualitative method. As a result, there are two different depiction of Hall’s cultural identity found in the movie. The first-generation of immigrants portrays themselves as “being” because they continue to preserve the cultural heritage of their ancestors through the preservation of authentic Korean cuisine, the continued use of Korean as a language for communication and business promotion, as well as through planting and selling Korean vegetables. Furthermore, they have entered cultural identity achievement because they show self-confidence about their cultural identity. Meanwhile, the second-generation of immigrants shows cultural identity as “becoming” because they begin to engage in host culture while preserving Korean culture. Their engagement is in the form of food, as they start to engage with American food choices, habits, and language, as are they able to speak Korean and English depending on the situation. However, they do not show any curiosity about both cultures because they still in unexamined cultural identity stage.
3757640361K1A019035Ekstraksi Alumina Silika (Al2O3/SiO2) dari FABA (Fly Ash Bottom Ash) untuk Aplikasi Katalisis Produksi Bahan Bakar CairFly Ash Bottom Ash (FABA) merupakan produk samping hasil pembakaran batu bara. Produk samping ini banyak sekali pemanfaatan yang dapat digunakan salah satunya dapat diekstraksi alumina silika sebagai katalis. Katalis alumina silika ini dapat diekstrak dari FABA dengan menggunakan metode sol-gel waktu aging selama 18 jam. Penambahan gugus asam divariasikan pada penyangga katalis dengan menggunakan asam sulfat dengan konsentrasi 3M. Selanjutnya, dilakukan penambahan logam melalui langkah impregnasi basah menggunakan logam nikel dan molibdenum, logam nikel menggunakan prekursor garam nitrat Ni(NO3)2.6H2O dan prekursor garam ammonium untuk molibdenum (NH4)6Mo7O24.4H2O. Impregnasi logam dilakukan pada kondisi temperatur 60℃ hingga terbentuk sludge, lalu dikeringkan pada 120℃. Aktivasi katalis dilakukan dengan kalsinasi pada suhu 500℃ selama 2 jam, dilanjutkan dengan direduksi pada temperatur 500℃ selama 2 jam dengan dialiri gas H2 menggunakan tubular furnace. Katalis yang telah dipreparasi dilakukan karakterisasi yang meliputi X-Ray Diffraction (XRD) untuk mengetahui fase kristal yang terbentuk akibat proses impregnasi logam nikel dan molibdenum ke dalam pori katalis alumina silika, X-Ray Fluorescence (XRF) untuk mengetahui komposisi yang terkandung dalam katalis, Fourier Transform Infra Red (FTIR) untuk mengetahui tingkat keasaman dari katalis yang telah ditambahkan gugus asam (H+) dan juga gugus ikatan yang ada pada katalis, Brunauer–Emmett–Teller (BET) untuk mengukur luas permukaan; volume dan ukuran pori katalis, dan Scanning Electron Microscopic (SEM) untuk mengetahui morfologi katalis dari masing-masing katalis. Hasil katalis yang telah dipreparasi diaplikasian dalam produksi bahan bakar cair, dengan menggunakan substract/umpan minyak kelapa. Produk yang diharapkan adalah hidrokarbon sebagai biofuel. Produk reaksi katalisis dianalisa dengan menggunakan GC-MS. Reaksi katalisis produksi bahan bakar cair paling optimal yaitu dengan menggunakan katalis Ni-Al2O3/SiO2 0M dengan menghasilkan produk hidrokarbon sebesar 98,9%.Fly Ash Bottom Ash (FABA) is a by-product of coal combustion. This by-product has many uses, including the extraction of alumino silicate content for catalyst application. This aluminosilicate can be extracted from FABA using the sol-gel method with an aging time of 18 hours. Acidic group was added to the catalyst using 3M of sulfuric acid. Nickle or molybdenum metal was then impregnated using metal precursor of Ni(NO3)2.6H2O and (NH4)6Mo7O24.4H2O. Metal impregnation was carried out at 60℃ until sludge formed, followed by drying at 120℃ overnight. Catalyst was then activated by calcination at 500℃ for 2 hours, then reduced at 500℃ for 2h under H2 flow. The prepared catalust was characterized by X-Ray Diffraction (XRD) to determine its crystalline phase, X-Ray Flourescene (XRF), analysis was applied to determine the elemental composition the catalyst, Fourier Transform Infra Red (FTIR) was applied to detemine the acidity level of the catalyst as a result of acid groups (H+) addition and also to identify the functional groups on the catays surface, Brunauer-Emmett-Teller (BET) method was used to measure the surface area; volume and pore size of the catalyst, and Scanning Electron Microscopic (SEM) was used to detemine the morphology of the catalyst. The prepared catalysts were applied for liquid fuel production, using coconut oil as reaction feed. The reaction products were analyzed using GC-MS. The best result was shown by 0M Ni-Al2O3/SiO2 catalyst to produce 98,9% hydrocarbon product.
3757740362A1A016022MOTIVASI PETANI BERUSAHATANI BAWANG MERAH
PADA LAHAN PASIR DI KECAMATAN ADIPALA
Penduduk Indonesia pada tahun 2020 berjumlah 270 juta jiwa dan
diproyeksikan terus bertambah. Peningkatan tersebut akan menuntut ketersediaan
pangan dan produksi pangan serta terjadinya alih fungsi lahan untuk tempat tinggal.
Penggunaan lahan marginal seperti lahan pesisir dengan jenis tanah regosol menjadi
salah satu solusinya. Adipala adalah kecamatan di Kabupaten Cilacap dengan tanah
regosol yang memproduksi bawang merah dan pernah mencapai produktivitas
tertinggi di Jawa Tengah sebanyak 123,69 kw/ha pada tahun 2019. Namun kegagalan
panen di tahun berikutnya menimbulkan jumlah petani mengalami fluktuasi. Jumlah
petani yang menanam bawang merah di Kecamatan Adipala setiap tahunya
berfluktuasi. Fluktuasi ini sangat dipengaruhi oleh motivasi petani serta faktor internal
dan faktor eksternal yang mempengaruhi motivasi tersebut
Penelitian dilakukan dengan metode survei pada bulan November – Desember
2022 di 3 desa di Kecamatan Adipala yaitu Bunton, Karanganyar dan Adipala dengan
teknik pengambilan sampel sensus. Jumlah responden adalah 33 petani bawang merah.
Analisis data menggunkan teori motivasi ERG (existence, relatedness dan growth)
untuk mengukur tingkat motivasi petani. Faktor internal motivasi terdiri dari usia,
pendidikan formal dan pengalaman usahatani bawang merah. Faktor eksternal
motivasi terdiri dari pendapatan usahatani bawang merah, lahan garapan, ketersediaan
saprodi, tingkat ketahanan risiko, pemasaran bawang merah dan lingkungan fisik. Alat
analisis yang digunakan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi motivasi adalah
Structural Equation Modelling (SEM).
Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat motivasi petani bawang merah
pada tingkatan sedang. Faktor internal dan faktor eksternal motivasi mempengaruhi
tingkat motivasi petani bawang merah. Dimensi faktor internal yang paling
berpengaruh terhadap motivasi petani adalah pengalaman usahatani bawang merah,
sedangkan dimensi faktor eksternal yang paling berpengaruh adalah ketersediaan
saprodi.
Indonesia's population in 2020 is 270 million people and is projected to continue to grow. This increase will demand food availability and food production as well as land conversion for residence. Marginal land use such as coastal land with regosol soil type is one solution. Adipala is a sub-district in Cilacap Regency with regosol land that produces shallots and once achieved the highest productivity in Central Java of 123.69 kw/ha in 2019. However, crop failure the following year caused the number of farmers to fluctuate. The number of farmers planting shallots in Adipala District fluctuates every year. These fluctuations are strongly influenced by farmer motivation as well as internal and external factors that influence this motivation.
The research was conducted using the survey method in November - December 2022 in 3 villages in Adipala District, namely Bunton, Karanganyar and Adipala using a census sampling technique. The number of respondents was 33 shallot farmers. This study uses the theory of ERG motivation (existence, relatedness, and growth) to measure the level of farmer motivation. Internal motivational factors consist of age, formal education, and shallot farming experience. External factors of motivation consist of shallot farming income, arable land, availability of production inputs, level of risk resilience, shallot marketing and physical environment. The analytical tool used to determine the factors that influence motivation is Structural Equation Modeling (SEM).
The results showed that the motivation level of shallot farmers was at a moderate level. Internal factors and external factors of motivation affect the motivation level of shallot farmers. The internal factor dimension that has the most influence on farmer motivation is the shallot farming experience, while the external factor dimension that has the most influence is the availability of production inputs.
3757840363A1A018013Analisis Rantai Pasok Klanting Pada Industri Rumah Tangga di Desa Kalikidang, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten BanyumasIndustri pengolahan berbasis industri rumah tangga merupakan salah satu industri yang memberikan kekuatan dan pendorong dalam pembangunan ekonomi. Salah satu Industri rumah tangga yang bergerak di bidang pangan di Kabupaten Banyumas adalah klanting. Industri klanting di Desa Kalikidang merupakan salah satu sentra industri klanting yang terdapat di Kabupaten Banyumas. Masalah fluktuasi harga ubi kayu yang berpengaruh terhadap harga jual klanting dan banyaknya lembaga pemasaran yang terlibat menyebabkan biaya pemasaran tinggi. Selain itu, terjadi kendala pada proses aliran rantai pasok klanting. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui aliran rantai pasok pada industri rumah tangga klanting di Desa Kalikidang, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, (2) mengetahui marjin pemasaran pada masing-masing saluran rantai pasok industri rumah tangga klanting di Desa Kalikidang, dan (3) menganalisis saluran rantai pasok yang paling efisien pada industri rumah tangga klanting di Desa Kalikidang.
Penelitian dilaksanakan pada Bulan September sampai Oktober tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif untuk menganalisis aliran rantai pasok, analisis margin pemasaran, producer’s share, perhitungan persentase keuntungan dan biaya pemasaran, serta perhitungan efisiensi pemasaran.
Berdasarkan hasil penelitian, aliran produk bergerak dari industri rumah tangga klanting ke konsumen akhir dengan melalui tiga saluran, aliran uang bergerak dari konsumen ke pengrajin dengan teknik pembayaran secara tunai, serta aliran informasi bergerak dari pengrajin ke konsumen dan juga konsumen ke pengrajin. Saluran III merupakan saluran yang paling efisien, karena mempunyai nilai margin pemasaran terkecil yaitu Rp19.813,33/kg dan memiliki nilai producer’s share terbesar yaitu 100 persen. Saluran III juga memiliki nilai efisiensi pemasaran terkecil yaitu 15,90 persen.
The home industry-based processing industry is one of the industries that provides strength and driving force in economic development. One of the home industries engaged in the food sector in Banyumas Regency is klanting. The klanting industry in Kalikidang Village is one of the klanting industrial centers in Banyumas Regency. The problem of cassava price fluctuations that affect the selling price of clans and the number of marketing agencies involved causes high marketing costs. In addition, there are constraints in the flow process of the clan supply chain. This study aims to: (1) determine the supply chain flow in the klanting home industry in Kalikidang Village, Sokaraja District, Banyumas Regency, (2) determine the marketing margin in each supply chain channel of the klanting home industry in Kalikidang Village, and (3) analyze the most efficient supply chain channel in the klanting household industry in Kalikidang Village.
The research was conducted from September to October 2022. The research method used was a survey method. The types of data used in this study are primary data and secondary data. Data analysis used in this research is descriptive analysis to analyze supply chain flows, analysis of marketing margins, producer's share, calculation of percentages profits and marketing costs, as well as calculation of marketing efficiency.
Based on the research results, the flow of products moves from home industri of klanting to final consumers through three channels, the flow of money moves from consumers to craftsmen with cash payment techniques, and the flow of information moves from craftsmen to consumers and also consumers to craftsmen. Marketing channel III is the most efficient marketing channel because it has the smallest marketing margin value, namely Rp19.813,33/kg and has the largest farmer's share value, namely 100 percent. Marketing channel IV also has the smallest marketing efficiency, namely 15,90 percent.
3757940365H1D019010UJI EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE CODE SPLITTING PADA LIBRARY
REACT JS
React merupakan library JavaScript populer yang cepat, namun seiring berkembangnya aplikasi maka berkas aplikasi pun akan semakin besar sedangkan waktu pemuatan halaman untuk menampilkan konten pada sebuah situs web merupakan hal krusial dalam mempertahankan nilai pengalaman pengguna sehingga meningkatkan market value perusahaan, bila waktu pemuatan situs web memakan waktu lebih dari satu detik maka dapat membuat pengguna frustrasi dan pengguna keluar dari lingkungan situs web perusahaan. Berbagai macam metode optimasi kecepatan pemuatan halaman yang dipakai pada Single Page Application untuk mengurangi waktu pemuatan halaman salah satunya adalah metode code splitting. Kemudian untuk mengetahui tingkat efektivitas metode code splitting dan dampaknya terhadap Search Engine Optimization dapat melakukan pengujian menggunakan Google Lighthouse serta Chrome DevTools sebagai alat uji performa halaman. Hasil pengujian terhadap aplikasi sebanyak 13 halaman menunjukkan penggunaan metode code splitting efektif terhadap peningkatan performa situs web dengan tingkat efektivitas terhadap waktu kecepatan pemuatan DCL menurun hingga 49,62%, waktu kecepatan pemuatan FCP menurun hingga 47,86%, waktu kecepatan pemuatan TTI menurun hingga 41,96%, ukuran berkas yang diunduh menurun hingga 52,07%, pemakaian RAM pada saat pertama kali dimuat menurun hingga 18,09%, pemakaian RAM berkelanjutan dengan berpindah halaman menurun hingga 20,03% dan membentuk grafik menaik. Namun nilai SEO tetap tidak berubah, dan pengimplementasian metode code splitting pada aplikasi mengakibatkan bertambahnya jumlah request berkas ke server dengan peningkatan tertinggi dari 1(satu) menjadi 10(sepuluh) request ke server.React is a popular JavaScript library that is fast, but as the application grows, the application files will get bigger while the page loading time for displaying content on a website is crucial in maintaining the value of the user experience thereby increasing the company's market value if the website loading time takes up time longer than one second then it can frustrate the user and the user leaves the corporate website environment. Various kinds of page loading speed optimization methods are used in Single Page Applications to reduce page loading time, one of which is code splitting. Then to find out the level of effectiveness of the code splitting method and its impact on Search Engine Optimization, you can do a test using Google Lighthouse and Chrome DevTools as a page performance test tool. The test results of the 13 page application show that using the code splitting method is effective in increasing website performance with the efficiency level in terms of DCL loading speed decreasing by 49,62%, FCP load speed decreased by 47,86%, TTI load speed decreasing up to 41,96%, downloaded file size decreasing up to 52,07%, RAM usage when loaded by first time decreased to 18,09%, continuous RAM usage on page flip decreased to 20,03 %, and produce ascending graph output, but SEO value still unchanged, and code split method implementation in the application resulted in an increase in the number of file requests to the server with the largest increase from 1 (one) to 10 (ten) requests to the server.
3758040366C1A019040ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN, AGLOMERASI, PAD, DAN INVESTASI TERHADAP KETIMPANGAN PENDAPATAN ANTAR WILAYAH PADA KABUPATEN/KOTA DI YOGYAKARTA TAHUN 2011-2022Ketimpangan pendapatan antar wilayah terjadi karena terdapat perbedaan proses pembangunan dan perbedaan kebijakan masing-masing wilayah. Ketimpangan pendapatan antar wilayah terjadi di Yogyakarta yang merupakan provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Pulau Jawa. Kemiskinan di Yogyakarta salah satunya disebabkan oleh ketimpangan di sisi utara dan sisi selatan. Pembangunan di sisi utara berjalan secara masif sedangkan pembangunan di sisi selatan relatif tertinggal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dan elastisitas dari pertumbuhan per kapita, aglomerasi, pendapatan asli daerah, dan investasi terhadap ketimpangan pendapatan antar wilayah.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ketimpangan berdasarkan indeks Bonet, PDRB per kapita, aglomerasi, pendapatan asli daerah, dan investasi dari 5 kabupaten/kota yang ada di Yogyakarta selama tahun 2011 hingga tahun 2022. Data diperoleh dari publikasi BPS Yogyakarta dan publikasi DJPK. Data diolah menggunakan analisis data panel dengan model fixed effect.
Hasi penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan per kapita berpengaruh positif signifikan terhadap ketimpangan pendapatan anatar wilayah, aglomerasi berpengaruh positif signifikan terhadap ketimpangan pendapatan antar wilayah, pendapatan asli daerah berpengaruh negatif signifikan terhadap ketimpangan pendapatan antar wilayah, dan investasi berpengaruh negatif signifikan terhadap ketimpangan pendapatan antar wilayah. Dengan adanya penelitian ini diharapkan pemerintah daerah dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan melakukan pemerataan investasi khususnya di wilayah selatan dengan mempertimbangkan potensi lokal yang dimiliki.
Income inequality between regions occurs because there are differences in the development process and differences in policies for each region. Income inequality between regions occurs in Yogyakarta, which is the province with the highest poverty rate in Java. One of the causes of poverty in Yogyakarta is inequality in the north and south sides. Development on the north side is progressing massively while development on the south side is relatively lagging behind. The purpose of this research is to analyze the effect and elasticity of per capita growth, agglomeration, local own-source revenue, and investment on income inequality between regions.
This research is a quantitative research using secondary data. The data used in this research are inequality based on the Bonet index, GRDP per capita, agglomeration, local own-source revenue, and investment from 5 regencies/cities in Yogyakarta from 2011 to 2022. The data were obtained from BPS Yogyakarta publications and DJPK publications. Data were analyzed using panel data analysis with the fixed effect model.
The results showed that per capita growth has a positive and significant effect on income inequality between regions, agglomeration has a positive and significant effect on income inequality between regions, local own-source revenue has a negative and significant effect on income inequality between regions, and investment has a negative and significant effect on income inequality between regions. Based on this research, it is hoped that local governments can increase economic growth and make investment equitable, especially in the southern region by considering the potential of the area they have.