Artikelilmiahs
Menampilkan 37.681-37.700 dari 48.977 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 37681 | 40442 | C1B018070 | Sikap, Norma Subjektif, dan Persepsi Kontrol Perilaku Terhadap Niat Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Wisata Hijau (Studi Kasus Desa Wisata Karangsalam) | Penelitian ini merupakan penelitian survei pada masyarakat desa karangsalam. Penelitian ini mengambil judul: “Sikap, Norma Subjektif, Dan Persepsi Kontrol Perilaku Terhadap Niat Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Wisata Hijau (Studi Kasus Desa Wisata Karangsalam)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku terhadap niat partisipasi masyarakat. Populasi dalam penelitian ini adalah semua masyarakat desa karangsalam. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 110 responden dengan menggunakan metode pengambilan sampel yaitu Purposive sampling method. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data regresi berganda dengan menggunakan SPSS 26 menunjukkan bahwa: (1) Sikap berpengaruh positif terhadap Niat Partisipasi Masyarakat, (2) Norma Subjektif tidak berpengaruh terhadap Niat Partisipasi Masyarakat, (3) Persepsi Kontrol Perilaku berpengaruh positif terhadap Niat Partisipasi Masyarakat. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam upaya meningkatkan niat partisipasi masyarakat, pemerintah desa sebaiknya menyelenggarakan pelatihan dan sosialisasi tentang wisata hijau untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Bagi masyarakat agar ikut serta di dalam organisasi sebagai wadah tenaga dan pikirannya agar tidak terbuang sia-sia. Setelah berpartisipasi dalam pengembangan wisata hijau, masyarakat juga ingin mendapatkan imbalan seperti uang dan konsumsi serta diapresiasi ketika berpartisipasi supaya bentuk persepsi kontrol perilaku semakin meningkat dan apabila disarankan oleh orang lain masyarakat mau untuk berpartisipasi karena ada imbalan yang jelas sehingga norma subjektifnya semakin baik. | This research is a survey research on the Karangsalam village community. This research takes the title: "Attitudes, Subjective Norms, and Perceptions of Behavioral Control Against Community Participation Intentions in the Development of Green Tourism (Case Study of Karangsalam Tourism Village)". The purpose of this study was to determine the effect of attitudes, subjective norms, and perceptions of behavioral control on the intention to participate in society. The population in this study were all the people of Karangsalam village. The number of respondents taken in this study was 110 respondents using the purposive sampling method. Based on the results of research and analysis of multiple regression data using SPSS 26 shows that: (1) Attitude has a positive effect on Community Participation Intentions, (2) Subjective Norms have no effect on Community Participation Intentions, (3) Perceived Behavior Control has a positive effect on Community Participation Intentions . The implication of the conclusions above is that in an effort to increase community participation intentions, the village government should organize training and outreach about green tourism to increase public awareness. For the community to participate in the organization as a place for their energy and thoughts so that they are not wasted. After participating in the development of green tourism, people also want to get rewards such as money and consumption and be appreciated when participating so that the form of perception of behavior control increases and when suggested by other people the community wants to participate because there are clear rewards so that the subjective norms get better. | |
| 37682 | 40457 | I1D019007 | HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP NUTRITION FACTS DAN SUGAR CLAIM DENGAN PERTIMBANGAN LABEL DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN MINUMAN BERPEMANIS KEMASAN (Studi pada Remaja Akhir Usia 17-25 Tahun) | Pendahuluan: Pencantuman label informasi nilai gizi (nutrition facts) dan klaim (nutrition claim) dapat membantu konsumen untuk memilih pangan yang sehat sesuai kebutuhannya. Penggunaan label tersebut dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap konsumen dalam memilih pangan kemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap nutrition facts dan sugar claim dengan pertimbangan label dalam keputusan pembelian minuman berpemanis kemasan. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan sampel penelitian yaitu 106 remaja akhir (17-25 tahun) di Indonesia yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner secara daring menggunakan media g-form. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukan sebagian besar responden memiliki pengetahuan nutrition facts yang kurang (56,6%), pengetahuan sugar claim yang baik (54,7%), sikap negatif terhadap nutrition facts (55,7%), dan sikap positif terhadap sugar claim (51,9%). Hasil analisis uji Chi-square menunjukan terdapat hubungan antara pengetahuan nutrition facts, pengetahuan sugar claim, sikap terhadap nutrition facts, dan sikap terhadap sugar claim dengan pertimbangan label dalam keputusan pembelian minuman berpemanis kemasan (p<0,05). Kesimpulan: Pengetahuan dan sikap responden terhadap nutrition facts dan sugar claim berhubungan dengan pertimbangan label dalam keputusan pembelian minuman berpemanis kemasan. Maka penting untuk meningkatkan pemahaman konsumen mengenai label pangan. Kata Kunci: Keputusan Pembelian, Nutrition Facts, Pengetahuan, Sikap, Sugar Claim | Introduction: Inclusion of nutrition facts and nutrition claims on food labels help consumers choose healthy food according to their needs. Using these labels is influenced by consumer knowledge and attitudes. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitude towards nutrition labels and sugar claims with labels consideration in purchases decision of sugar sweetened beverages (SSB). Methods: This study used cross sectional design with a sample of 106 adolescents (17-25 years) in Indonesia who were selected by purposive sampling. Data collection was done by filling out questionnaires online using g-form. Results: The univariate analysis showed that most respondents had lesser knowledge about nutrition facts (56.6%), good knowledge about sugar claims (54.7%), negative attitude towards nutrition facts (55.7%), positive attitude towards sugar claims (51.9%), and high category purchases decisions (53.8%). The Chi-Square test showed that there was a relationship between knowledge of nutrition facts, knowledge of sugar claims, attitude towards nutrition facts, and attitude towards sugar claims with labels consideration in purchase decision of SSB (p<0,05). Conclusion: Respondents' knowledge and attitude towards nutrition labels and sugar claims are related to the purchase decision. Therefore, it is important to increase consumer understanding of food labels. Keywords: Sugar Claim, Purchases Decision, Nutrition Labels, Knowledge, Attitudes | |
| 37683 | 40466 | K1A019057 | KITOSAN TERMODIFIKASI MAGNETIT DAN SiO2 HASIL SINTESIS DARI ABU LAYANG UNTUK ADSORPSI ZAT WARNA MALACHITE GREEN | Perkembangan industri yang sangat meningkat mengakibatkan dampak negatif bagi lingkungan salah satunya masalah limbah zat warna. Malachite green (MG) salah satu zat warna dasar yang pada umumnya digunakan pada industri tekstil. Limbah MG berbahaya jika masuk ke dalam perairan karena efek toksiknya yang tinggi. Teknik pemisahan telah dikembangkan untuk mengurangi limbah berbahaya ini, salah satunya menggunakan metode adsorpsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik SiO2 dan Fe3O4@SiO2–CS yang disintesis, studi adsorbsi, kinetika adsorpsi, isoterm adsorpsi, serta pengujian pemakaian berulang Fe3O4@SiO2 dan Fe3O4@SiO2–CS. SiO2 diekstrak dari limbah abu layang menggunakan metode sol gel. Senyawa SiO2 yang dihasilkan berupa padatan kasar berwarna putih, kemudian digunakan untuk melapisi magnetit (Fe3O4) termodifikasi kitosan. Hasil sintesis Fe3O4@SiO2–CS berupa padatan berwarna hitam dan dapat ditarik menggunakan magnet. Senyawa Fe3O4@SiO2–CS kemudian dikarakterisasi menggunakan instrumen FTIR dan XRD. Analisis FTIR menunjukkan adanya serapan –NH pada daerah 1620 cm-1, serapan Fe–O pada daerah 586 cm-1, dan serapan Si–O–Si pada daerah 435 cm-1. Hasil XRD menunjukkan terbentuknya Fe3O4 dengan struktur kubik. Kondisi optimum adsorpsi MG oleh Fe3O4@SiO2 dan Fe3O4@SiO2–CS pada pH 6, waktu kontak masing-masing selama 80 dan 60 menit. Adsorpsi MG mengikuti kinetika pseudo orde dua dan Isoterm Langmuir dengan nilai qmaks Fe3O4@SiO2 dan Fe3O4@SiO2–CS berturut-turut sebesar 32,0512 dan 51,2820 mg/g. Selain itu, dilakukan pengujian pemakaian berulang sebanyak tiga kali untuk Fe3O4@SiO2 dan Fe3O4@SiO2–CS memberikan hasil desorpsi sebesar 32-50% dan 51-65%. | The rapid development of the industry has led to negative environmental impacts, one of which is the problem is industrial waste containing dyes. Malachite green (MG) is widely used, especially in the textile industry. MG dye waste is dangerous if it enters water due to high toxicity. Separation techniques have been developed to reduce this dangerous waste, including the use of adsorption methods. The objective of this research is to determine the characteristics of synthesized SiO2 and Fe3O4@SiO2-CS, adsorption studies, adsorption kinetics, adsorption isotherms, and the reusability of Fe3O4@SiO2 and Fe3O4@SiO2-CS. SiO2 is extracted from fly ash waste using the sol-gel method. The resulting SiO2 compound is a coarse white solid, which is then used to coating chitosan-modified magnetite (Fe3O4). The synthesized Fe3O4@SiO2-CS compound is a black solid that can be attracted using a magnet. The Fe3O4@SiO2-CS compound is characterized using FTIR and XRD instruments. FTIR analysis shows absorption peaks at 1620 cm-1 for -NH, 586 cm-1 for Fe-O, and 435 cm-1 for Si-O-Si. XRD results indicate the formation of cubic Fe3O4. The optimum adsorption conditions for MG by Fe3O4@SiO2 and Fe3O4@SiO2-CS are at pH 6, with contact times 80 and 60 minutes. MG adsorption follows pseudo-second-order kinetics and Langmuir isotherms, with maximum adsorption capacities (qmaks) 32,0512 and 51,2820 mg/g for Fe3O4@SiO2 and Fe3O4@SiO2-CS. Furthermore, reuasability test for Fe3O4@SiO2 and Fe3O4@SiO2-CS was conducted three times, resulting in desorption yields 32-50% and 51-65%. | |
| 37684 | 40444 | L1A017013 | PENGARUH PANDEMI COVID-19 TERHADAP PENDAPATAN KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN DI SRI UTAMA DESA SINGASARI, KECAMATAN KARANGLEWAS, KABUPATEN BANYUMAS | ABSTRAK Salah satu faktor yang diyakini mempengaruhi pendapatan adalah petani ikan yaitu pandemi COVID-19. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan juli 2022 di Pembudidaya Sri Utama Karanglewas. Tujuan penelitian yaitu membandingkan produksi hasil budidaya para pembudidaya ikan pada saat sebelum dan saat terjadinya pandemi COVID-19 dan membandingkan pendapatan kelompok pembudidaya ikan pada saat sebelum dan pada saat pandemi COVID-19 di wilayah Sri Utama Purwokerto. Metode yang digunakan yaitu metode survey dan wawancara. Hasil pada penelitian ini adalah produksi budidaya perikanan di Sri utama pada masa COVID-19 dari tahun 2018 - 2021 mengalami penurunan, dengan rincian produksi pada tahun 2018 sebesar 87,3 kg, pada tahun 2019 sebesar 89,3 kg, pada tahun 2020 sebesar 81,6 kg, dan pada tahun 2021 sebesar 83,3 kg. Penyebaran COVID-19 yang cukup cepat mengharuskan masyarakat melakukan pembatasan sosial berskala besar pada tahun 2020 dan 2021. Hasil budidaya perikanan di Sri utama dari tahun 2018 - 2021 mengalami penurunan secara signifikan, dengan rincian pendapatan pada tahun 2018 sebesar Rp 3.174.500, tahun 2019 sebesar Rp 3.502.500, tahun 2020 sebesar Rp 2.693.000, dan tahun 2021 sebesar Rp2.287.000. Kata kunci: Pendapatan; Petani ikan; Pandemi COVID-19; Pembudidaya Sri Utama; Karanglewas. | ABSTRACT Fluctuations in fish farmers' income have many factors, one of the factors believed to affect income is the COVID-19 pandemic. This research was conducted in January 2018 - December 2022 December 2021 at Sri Utama Karanglewas Farmer. The purpose of this study is to compare the production of aquaculture products of fish farmers before and during the Covid-19 pandemic and to compare the income of fish farmer groups before and during the Covid-19 pandemic at the sri main farm Purwokerto. The method used is survey and interview method. The results of the study are the production of aquaculture products in Sri Utama from 2018 - 2021 has decreased during the Covid-19 period which occurred in 2020 and 2021, with details of production in 2018 amounting to 87.3 kg, in 2019 amounting to 89.3 kg, in 2020 amounting to 81.6 kg, in 2021 amounting to 83.3 kg. The rapid spread of covid-19 requires the community to carry out large-scale social restrictions in 2020 and 2021. And the income from aquaculture in Sri Utama from 2018 - 2021 experienced a significant decrease in income during the covid-19 period which occurred in 2020 and 2021, with details of income in 2018 amounting to IDR 3,174,500, in 2019 amounting to IDR 3,502,500, in 2020 amounting to IDR 2,693,000, in 2021 amounting to IDR 2,287,000. The rapid spread of covid-19 requires people to carry out large-scale social restrictions in 2020 and 2021. Keywords: Income; fish farmers; COVID-19 pandemic; Sri Utama cultivators; Karanglewas. | |
| 37685 | 40445 | E1A019028 | PENEGAKAN HUKUM PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 4 TAHUN 2017 TENTANG PENANGGULANGAN PENYAKIT MASYARAKAT DI KABUPATEN PURBALINGGA | Penyakit masyarakat adalah fenomena sosial yang sudah ada sejak manusia diciptakan yang sejatinya perlu diselesaikan. Kebijakan mengenai penyakit masyarakat di Kabupaten Purbalingga diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2017 Tentang Penyakit Masyarakat. Penegakan hukum merupakan tahapan dari suatu kebijakan atau peraturan agar peraturan atau kebijakan itu senantiasa untuk ditegakan. Berkaitan dengan penegakan hukum itu, perlu diketahui mengenai kendala dan upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Purbalingga terhadap penanggulangan penyakit masyarakat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dan yuridis empiris dengan spesifikasi penelitian ini adalah deskriptif-analitis. Metode pengumpulan data ini dilaksanakan dengan melakukan wawancara dan studi pustaka yang berlokasi di Kabupaten Purbalingga dan disajikan dalam bentuk teks deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penegakan hukum yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga belum sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2017 Tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat. Kendala yang dialami selama melakukan penegakan hukum terdiri dari empat faktor yaitu faktor hukum, faktor penegak hukum, faktor anggaran, dan faktor masyarakat. Terkait upaya yang dilakukan, bahwa Pemerintah Kabupaten Purbalingga belum melakukan upaya terkait yang perlu segera dilakukan yaitu kordinasi dengan Pemkab untuk perbaikan rumah singgah. | Society's disease is a social phenomenon that has existed since humans were created that actually needs to be resolved. Policies regarding community diseases in Purbalingga Regency are regulated in Regional Regulation Number 4 of 2017 concerning Community Diseases. Law enforcement is a stage of a policy or regulation so that the regulation or policy is always upheld. In connection with law enforcement, it is necessary to know about the obstacles and efforts made by the government to overcome community diseases. The research method using normative juridical with the specification of this research is descriptive-analytical. This data collection method was carried out by conducting interviews and literature studies located in Purbalingga Regency and presented in the form of descriptive text. The results of this study indicate that law enforcement carried out by the Government of Purbalingga Regency is not fully in accordance with Regional Regulation Number 4 of 2017 concerning Management of Community Diseases. Obstacles experienced during law enforcement consisted of four factors, namely legal factors, law enforcement factors, budget factors, and community factors. Regarding the efforts made, the Government of Purbalingga Regency has not made the related efforts that need to be carried out immediately, namely coordination with the Regency Government for the repair of halfway houses. | |
| 37686 | 40446 | E1A019308 | PERMOHONAN BANDING YANG DIKABULKAN OLEH MAHKAMAH AGUNG DALAM PEMBATALAN PUTUSAN ARBITRASE (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 477 B/Pdt.Sus-Arbt/2022) | Perkara Nomor 477 B/Pdt.Sus-Arbt/2022 merupakan perkara pada tingkat banding terhadap permohonan pembatalan putusan arbitrase yang diajukan berdasarkan ketentuan Pasal 70 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. Proses pemeriksaan yang dilakukan oleh pengadilan tingkat pertama dan Mahkamah Agung memiliki perbedaan dalam pertimbangan hukumnya sebagai landasan majelis hakim memutus permohonan pembatalan putusan arbitrase. Perbedaan pertimbangan hukum tersebut, menjadi dasar penelitian ini dengan spesifikasi penelitian yuridis normatif dan spesifikasi penelitian preskriptif. Sumber data yang digunakan merupakan data sekunder yang meliputi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan dengan metode analisis kualitatif deduktif dan disajikan dalam bentuk teks naratif. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: bahwa pertimbangan hukum Majelis Hakim Mahkamah Agung dalam mengabulkan permohonan banding sudah tepat, hal ini didasari pada bukti-bukti bahwa seluruh dalil dan bukti-bukti yang diduga mengandung unsur tipu muslihat dengan tujuan memutarbalikkan fakta dalam proses pemeriksaan persidangan pada pengadilan tingkat pertama merupakan bukti-bukti yang telah diungkapkan dalam proses arbitrase sehingga tindakan yang dilakukan oleh majelis hakim pada tingkat pertama merupakan tindakan yang melampaui kewenangannya akibat kesalahan dalam penerapan hukum yang turut serta memeriksa dan menilai pertimbangan majelis arbitrase sebagaimana diatur dalam Pasal 60 juncto Pasal 62 Ayat (4) Undang-undang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa dan Pasal 30 Ayat (1) Undang-Undang Mahkamah Agung. Akibat hukum dari dikabulkannya permohonan banding terhadap pembatalan putusan arbitrase adalah putusan arbitrase yang sebelumnya dibatalkan oleh majelis hakim pengadilan tingkat pertama kembali berlaku. | Case Number 477 B/Pdt.Sus-Arbt/2022 is a case at the appeal level against an application for annulment of an arbitral award filed under the provisions of Article 70 of Law Number 30 of 1999 concerning Arbitration and Alternative Dispute Resolution. The examination process conducted by the court of first instance and the Supreme Court has differences in its legal considerations as the basis for the panel of judges to decide on a request for annulment of an arbitral award. The difference in legal considerations is the basis of this study with normative juridical research specifications and prescriptive research specifications. The data sources used are secondary data which include primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials with literature study data collection methods with deductive qualitative analysis methods and presented in the form of narrative texts. The results of this study are as follows: Legal considerations of the Supreme Court Judges in granting the appeal are appropriate, this is based on evidence that all evidence and evidence alleged to contain elements of deception with the aim of distorting the facts in the process of hearing the trial at the court of first instance is evidence that has been disclosed in the arbitration process so that the action taken by the panel of judges in the first instance is an act that exceeds its authority due to errors in the application of law that participates in examining and assessing the consideration of the arbitrator tribunal as stipulated in Article 60 juncto Article 62 Paragraph (4) of the Law on Arbitration and Alternative Dispute Resolution and Article 30 Paragraph (1) of the Law of the Supreme Court. The legal effect of an appeal against the annulment of an arbitral award is that the arbitral award previously annulled by a panel of judges of the court of first instance is again in force. | |
| 37687 | 40447 | D1A019051 | KARAKTERISTIK UKURAN TUBUH DAN BOBOT BADAN SAPI MADURA DI LOKA PENGUJIAN STANDAR INSTRUMEN RUMINANSIA BESAR | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ukuran tubuh dan bobot badan sapi Madura di Loka Pengujian Standar Instrumen Ruminansia Besar dan untuk menilai kesesuaiannya dengan SNI. Materi penelitian yang digunakan adalah 18 ekor sapi Madura jantan dan 15 ekor sapi Madura betina menggunakan metode survei dan pengambilan data secara purposive sampling dengan kriteria umur 1-3 tahun. Variabel yang diamati yaitu bobot badan, tinggi pundak, panjang badan dan lingkar dada. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan diuji dengan menggunakan one sample t test satu arah untuk menguji rataan variabel dengan SNI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan ± standar deviasi bobot badan, tinggi pundak, panjang badan dan lingkar dada sapi Madura jantan secara berurutan sebesar 231,9±20,94 kg; 131,75±12,35 cm; 132,43±10,36 cm dan 153,54±17,91 cm dengan koefisien keragaman 9,03%; 9,37%; 7,82% dan 11,67%, sedangkan pada sapi Madura betina sebesar 215,58±32,2 kg; 129,6±7,71 cm; 121,98±7,89 cm dan 150,37±9,91 cm dengan koefisien keragaman 14,94%; 5,95%; 6,47% dan 6,59%. Rataan bobot badan dan lingkar dada sapi Madura jantan lebih besar dibandingkan dengan SNI (P<0,05) dan tinggi pundak serta panjang badan lebih tinggi dibandingkan dengan SNI (P<0,01), sedangkan rataan bobot badan sapi Madura betina lebih besar dibandingkan dengan SNI (P<0,05) dan tinggi pundak, panjang badan serta lingkar dada lebih tinggi dibandingkan dengan SNI (P<0,01). Kesimpulan penelitian ini adalah ukuran tubuh dan bobot badan sapi Madura di Loka Pengujian Standar Instrumen Ruminansia Besar melampaui persyaratan kuantitatif SNI 7651-2:2020. | This study aims to determine the characteristics of body size and body weight of Madura cattle at the Large Ruminant Instrument Standard Testing Station and to assess its compliance with SNI. The research materials used were 18 male and 15 female Madura cattle using survey method with purposive sampling based on age criteria of 1-3 years. Variables observed were body weight, shoulder height, body length and chest circumference. Data analysis was done descriptively and tested using one sample t test one way to test the mean of variables with SNI. The results showed that the mean ± standard deviation of body weight, shoulder height, body length and chest circumference of male Madura cattle were 231.9 ± 20.94 kg; 131.75 ± 12.35 cm; 132.43±10.36 cm and 153.54±17.91 cm with coefficients of variation of 9.03%; 9.37%; 7.82% and 11.67%, while in female Madura cattle it was 215.58±32.2 kg; 129.6±7.71 cm; 121.98±7.89 cm and 150.37±9.91 cm with coefficients of variation of 14.94%; 5.95%; 6.47% and 6.59%. The mean body weight and chest circumference of male Madura cattle were greater than the SNI (P<0.05) and shoulder height and body length were higher than the SNI (P<0.01), while the mean body weight of female Madura cattle was greater than the SNI (P<0.05) and shoulder height, body length and chest circumference were higher than the SNI (P<0.01). The conclusion of this study is that the body size and body weight of Madura cattle at the Large Ruminant Instrument Standard Testing Station have exceeded the quantitative requirements of SNI 7651-2: 2020. | |
| 37688 | 44249 | E1A020021 | UPAYA PENINGKATAN KESADARAN HUKUM GUNA MELINDUNGI HAK ATAS MEREK YANG DIMILIKI OLEH USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI WILAYAH KABUPATEN BANYUMAS | Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menghasilkan suatu produk yang unggul dari kreativitas dan inovasi yang dimilikinya. Produk-produk yang dihasilkan oleh para pelaku UMKM ini memiliki pembeda, sehingga produk tersebut harus diberikan perlindungan Kekayaan Intelektual berupa hak atas merek dengan tujuan untuk mencegah terjadinya persaingan usaha yang tidak sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesadaran hukum pelaku UMKM di wilayah Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris dengan metode pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di Dinas Perindustrian & Perdagangan Kabupaten Banyumas, Dinas Tenaga Kerja, Koperasi & UKM Kabupaten Banyumas, Mal Pelayanan Publik Kabupaten Banyumas, dan tempat usaha pelaku UMKM di wilayah Kabupaten Banyumas, yang sekaligus menjadi informan penelitian. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan menggunakan metode wawancara dan studi dokumentasi. Data-data yang telah diperoleh diolah dengan Teknik kategorisasi data, reduksi data, dan penyajian data. Data yang telah diolah kemudian disajikan dalam bentuk teks narasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa tingkat kesadaran hukum pelaku UMKM di wilayah Kabupaten Banyumas masuk kategori sedang, sehingga diperlukan adanya upaya Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk meningkatkan kembali kesadaran hukum pelaku UMKM. Kata Kunci: Kesadaran Hukum, Merek, UMKM. | Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) produce superior products from their creativity and innovation. The products produced by MSMEs are different, so these products must be given Intellectual Property protection in the form of brand rights with the aim of preventing unfair business competition. The aim of this research is to determine the level of legal awareness of MSME actors in the Banyumas Regency area. This research is empirical juridical research with a qualitative approach method. The research was conducted at the Banyumas Regency Industry & Trade Service, the Banyumas Regency Manpower, Cooperatives & SMEs Service, the Banyumas Regency Public Service Mall, and the business premises of MSME actors in the Banyumas Regency area, who also served as research informants. The data sources used are primary data and secondary data obtained using interview methods and documentation studies. The data that has been obtained is processed using data categorization, data reduction and data presentation techniques. The data that has been processed is then presented in the form of narrative text. The results of the research state that the level of legal awareness of MSME actors in the Banyumas Regency area is in the medium category, so efforts are needed by the Banyumas Regency Government to increase the legal awareness of MSME actors again. Keywords: Legal Awareness, Brands, MSMEs. | |
| 37689 | 40448 | E1A016172 | WANPRESTASI ATAS JANJI UNTUK MENIKAHI (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor : 8/Pdt.G/2019/PN.Mme) | Penelitian ini dilatarbelakangi atas banyaknya kasus wanprestasi atas janji untuk menikahi, di mana tidak diatur dalam Undang-Undang Perkawinan sehingga hanya dapat mengacu pada Pasal 58 KUHPerdata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pertimbangan Hakim dalam memutus perkara wanprestasi atas janji untuk menikahi dalam Putusan No. 8/Pdt.G/2019/PN.Mme serta bagaimana pertimbangannya dalam menentukkan besarnya ganti kerugian. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data penelitian bersumber dari data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan. Metode analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data, maka dapat dideskripsikan bahwa Hakim mengabulkan gugatan Penggugat dengan menetapkan wanprestasi atas janji untuk menikahi berdasarkan Pasal 1338 ayat (2) KUHPerdata tentang asas kebebasan berkontrak dan Pasal 58 KUHPerdata di mana Penggugat hanya diperkenankan untuk menuntut ganti kerugian. Ganti rugi dalam putusan Hakim adalah sebesar Rp 13.950.000 untuk kerugian materiil berdasarkan bukti yang diserahkan Penggugat. Sedangkan kerugian immateriil adalah sebesar Rp 50.000.000 di mana didasarkan pada Hukum Adat setempat dan pertimbangan kedudukan kedua belah pihak. | This research is motivated by the many cases of default on promises to marry, which are not regulated in the Marriage Law so that they can only refer to Article 58 of the Civil Code. The purpose of this study is to find out how the judge's considerations in deciding cases of disavow on promises to marry in Decision No. 8/Pdt.G/2019/PN.Mme and what are the considerations in determining the amount of compensation. The approach method used in this research is the normative juridical approach method. Research data is sourced from secondary data. Data collection method is done by literature study. The analytical method used in this research is normative qualitative. Based on the results of the research and data analysis, it can be described that the Judge granted the Plaintiff's lawsuit by establishing a breach of promise to marry based on Article 1338 paragraph (2) of the Civil Code concerning the principle of freedom of contract and Article 58 of the Civil Code where the Plaintiff is only allowed to claim compensation. Compensation in the Judge's decision is IDR 13,950,000 for material losses based on the evidence submitted by the Plaintiff. While the immaterial loss is IDR 50,000,000 which is based on local Customary Law and consideration of the position of both parties. | |
| 37690 | 40449 | G1A016053 | PREVALENSI DAN KARAKTERISTIK KEJADIAN HEPATITIS B PADA PASIEN RAWAT JALAN DAN RAWAT INAP DI RSUD MARGONO SOEKARJO PADA TAHUN 2020 | Latar Belakang – Hepatitis B merupakan penyakit menular yang menjadi salah satu fokus masalah kesehatan utama di Indonesia, mengingat Indonesia merupakan negara kedua tertinggi di ASEAN dengan angka kejadian sebesar 1,2%, sedangkan di Jawa sebesar 5%. Tujuan – Mengetahui prevalensi dan karakteristik kejadian hepatitis B pada pasien rawat jalan dan rawat inap di RSUD Margono Soekarjo pada tahun 2020 berdasarkan riwayat sosiodemografi, keadaan klinis, laboratoris, dan status rawatan pasien. Metode – Penelitian observasional deskriptif ini menggunakan pendekatan retrospektif cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling melalui data sekunder dari rekam medik pasien yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 651 sampel. Data univariat diolah dengan metode statistik dengan hasil yang dijabarkan melalui analisis deskriptif. Hasil – Prevalensi pasien hepatitis B yang diperoleh sebesar 8,5%. Proporsi pasien hepatitis B tertinggi yaitu pada laki-laki (51,5%), kelompok umur dewasa muda 25-36 tahun (25,2%), tamat SLTA sederajat (32,1%), tidak bekerja (40,2%), sudah menikah (88,0%), dan tinggal di luar Banyumas (63,1%), pasien rawat jalan (83,7%), tipe hepatitis B kronik (97,1%), SGOT <2x ULN (74,0%), SGPT <2x ULN (77,6%), skor FIB 0 – 1 (50,7%), status HBeAg tidak diketahui (70,5%), status HBeAg negatif (17,8%), kadar HBV DNA tidak diketahui (79%), kadar HBV DNA ≥2.000 IU/mL (9,2%), tidak ada komplikasi (67,2%), pengobatan hepatoprotektor (60,8%), dan lama rawatan rata-rata pasien adalah 5,16 hari. | Background – Hepatitis B is an infectious disease which has become one of the main focus of health problems in Indonesia, considering that Indonesia is the second highest country in ASEAN with hepatitis incidence rate of 1.2%, and 5% in Java island. Aim – To determine the prevalence and characteristics of hepatitis B in outpatients and inpatients at Margono Soekarjo Hospital in year 2020 based on sociodemographic history, clinical manifestation, laboratory test results, and patient’s treatment chart. Methods – This descriptive observational study used a cross-sectional retrospective approach. Sampling was carried out by purposive sampling technique through secondary data from medical records of patients who met the inclusion criteria. The total sample of this study was 651 samples. Univariate data were processed using statistical methods with results explained through descriptive analysis. Results – The prevalence of patients with Hepatitis B was 8.5%. The highest proportion of hepatitis B patients were male (51.5%), in young adult age group 25-36 years old (25.2%), graduated from high school or equivalent (32.1%) , unemployed (40.2%), married (88.0%), and living outside Banyumas regency (63.1%), outpatient (83.7%), with chronic hepatitis B type (97.1% ), SGOT <2x ULN (74.0%), SGPT <2x ULN (77.6%), FIB score 0 – 1 (50.7%), unknown HBeAg status (70.5%), negative HBeAg status (17.8%), unknown HBV DNA level (79%), HBV DNA level ≥2,000 IU/mL (9.2%), no complications (67.2%), given hepatoprotector treatment (60.8%) , and the average length of stay of the patients was 5.16 days. | |
| 37691 | 40450 | A1D019056 | PENGARUH KETINGGIAN TEMPAT DAN PEMBENAH TANAH ORGANIK TERHADAP MORFOLOGI TANAMAN AREN (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat dan pembenah tanah organik terhadap morfologi tanaman aren di Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2022 hingga Februari 2023 dengan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel tanaman aren dilakukan dengan metode Purposive Random Sampling. Kriteria tanaman aren yang dipilih adalah yang telah berproduksi, sehat, terdapat mayang jantan dan betina. Penentuan ketinggian tempat dilakukan dengan metode Stratified Random Sampling. Penelitian ini menggunakan rancangan split plot dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah ketinggian tempat dengan tiga taraf, yaitu ≤ 500 m dpl (T1), 500 < x ≤ 650 m dpl (T2) dan > 650 m dpl (T3). Faktor kedua adalah pembenah tanah organik dengan tiga taraf, yaitu kontrol (P0), POC SO kontan konsentrasi 15 ml/l (P1) dan asam humat konsentrasi 15 ml/l (P2). Variabel morfologi yang diamati yaitu tinggi dan diameter batang (m), jumlah pelepah (helai), panjang sumbu daun/rachis (m), jumlah tandan betina dan jantan (buah) serta panjang rangkaian tandan betina (m). Hasil penelitian menunjukkan faktor ketinggian tempat berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi batang, panjang sumbu daun/rachis, jumlah tandan jantan dan betina, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap variabel diameter batang, jumlah pelepah dan panjang rangkaian mayang betina. Faktor pembenah tanah organik tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh variabel yang diamati. Terdapat interaksi antara faktor ketinggian tempat dan pembenah tanah organik terhadap variabel jumlah tandan jantan dan betina, tetapi tidak terdapat interaksi terhadap variabel tinggi dan diameter batang, jumlah pelepah, panjang sumbu daun/rachis dan panjang rangkaian mayang betina. | This study aims to determine the effect of altitude and organic soil amendments on the morphology of sugar palm plants in Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency. The research was carried out from September 2022 to February 2023 using a quantitative descriptive method. Sampling of palm plants was carried out by purposive random sampling method. The criteria for the selected sugar palm plants are those that have been productive, healthy, have male and female mayang. Determination of the altitude of the place is done by Stratified Random Sampling method. This study used a split plot design with two factors and three replications. The first factor is the altitude with three levels, namely ≤ 500 m asl (T1), 500 < x ≤ 650 m asl (T2) and > 650 m asl (T3). The second factor was organic soil enhancer with three levels, namely control (P0), POC SO solid concentration of 15 ml/l (P1) and humic acid concentration of 15 ml/l (P2). Morphological variables observed were stem height and diameter (m), number of fronds (strands), length of leaf axis/rachis (m), number of female and male bunches (fruit) and length of series of female bunches (m). The results showed that the altitude factor had a significant effect on the variables of stem height, length of leaf axis/rachis, number of male and female bunches, but had no significant effect on variables of stem diameter, number of midribs and length of female mayang series. Organic soil enhancer factors have no significant effect on all observed variables. There was an interaction between the altitude factor and the organic soil enhancer on the variable number of male and female bunches, but there was no interaction on the variable height and stem diameter, number of fronds, length of leaf axis/rachis and length of female mayang series. | |
| 37692 | 44250 | A1F019016 | Analisis Kesenjangan Penerapan Good Manufacturing Practice (GMP) pada UMKM Kerupuk Ampas Tahu Desa Kalisari Kecamatan Cilongok | Kerupuk ampas tahu merupakan inovasi di bidang pengolahan hasil samping. Bahan baku utama yang digunakan berupa ampas tahu yang kemudian diberi tambahan bahan lain sebagai pelengkap. Ampas tahu merupakan limbah padat hasil produksi tahu. Pemanfaatan ampas tahu terbatas dan biasanya hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Kandungan gizi dari ampas tahu sangat tinggi terutama kandungan proteinnya. Bentuk inovasi pemanfaatan ampas tahu adalah dibuatnya produk kerupuk ampas tahu. Industri yang mengolah kerupuk ampas tahu salah satunya adalah UMKM kerupuk ampas tahu di Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Selama proses produksi berjalan, UMKM ini masih belum menerapkan pengawasan terhadap standar GMP sehingga penelitian ini dilakukan dengan tujuan, 1) menganalisis kesenjangan antara kondisi UMKM kerupuk ampas tahu dengan standar GMP (Good Manufacturing Practice), 2) mengetahui penyimpangan GMP (Good Manufacturing Practice) pada UMKM kerupuk ampas tahu serta penyebab dari penyimpangan tersebut, 3) memberikan usulan perbaikan dari penyimpangan GMP (Good Manufacturing Practice) pada UMKM kerupuk ampas tahu. Penelitian dilaksanakan selama 4 Bulan dari November 2023 hingga Februari 2024 di UMKM kerupuk ampas tahu di Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Pengambilan data dilakukan dengan metode studi kasus yakni meneliti mengenai kasus atau fenomena tertentu dan menggambarkannya melalui data. Variabel yang akan diteliti berupa standar GMP yang mengacu pada Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia Tahun 2012 dengan 14 parameter. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya kesenjangan antara standar dengan yang kondisi yang sebenarnya. Empat belas parameter yang diteliti menghasilkan 5 parameter mendapatkan skor baik (75% - 100%), 5 parameter mendapatkan skor tengah (50%- 74%), dan 4 parameter mendapatkan skor rendah (1% - 49%). Dari setiap variabel per parameter yang mendapatkan skor 1 dan 2 akan dianalisis lebih lanjut menggunakan Root Cause Analysis (RCA) dan diberi usulan perbaikan melalui Focus Group Discussion (FGD) secara langsung dengan pihak UMKM. | Tofu dregs crackers are an innovation in the field of by-product processing. The main raw material used is tofu dregs which are then added with other ingredients as complements. Tofu dregs are solid waste resulting from tofu production. The use of tofu dregs is limited and is usually only used as animal feed. The nutritional content of tofu dregs is very high, especially the protein content. A form of innovation in the use of tofu dregs is the creation of tofu dregs cracker products. One of the industries that processes tofu dregs crackers is the MSMEs of tofu dregs crackers in Kalisari Village, Cilongok District, Banyumas Regency. During the production process, these MSMEs still have not implemented supervision of GMP standards so this research was carried out with the aim of, 1) analyzing the gap between the condition of tofu dregs cracker MSMEs and GMP (Good Manufacturing Practice) standards, 2) finding out deviations from GMP (Good Manufacturing Practice) on tofu dregs cracker MSMEs and the causes of these deviations, 3) provide suggestions for improvements to GMP (Good Manufacturing Practice) deviations on tofu dregs cracker MSMEs. The research was carried out for 4 months from November 2023 to February 2024 at tofu dregs cracker MSMEs in Kalisari Village, Cilongok District, Banyumas Regency. Data collection was carried out using the case study method, namely researching certain cases or phenomena and describing them through data. The variables to be studied are GMP standards which refer to the 2012 Regulation of the Head of the Food and Drug Supervisory Agency (BPOM) of the Republic of Indonesia with 14 parameters. The research results show that there is a gap between standards and actual conditions. The fourteen parameters studied resulted in 5 parameters getting good scores (75% - 100%), 5 parameters getting middle scores (50% - 74%), and 4 parameters getting low scores (1% - 49%). Each variable per parameter that gets a score of 1 and 2 will be analyzed further using Root Cause Analysis (RCA) and suggestions for improvement will be given through a Focus Group Discussion (FGD) directly with the MSMEs. | |
| 37693 | 40452 | C1H019012 | THE MODERATING ROLE OF FANATICISM ON THE EFFECT SHOPPING MOTIVATION ON PURCHASE INTENTION DIGITAL UNIQUE PRODUCT | Fanatisme di Indonesia sudah dirasakan oleh masyarakat sejak lama, terlihat jelas pada olahraga sepak bola Indonesia. Tingkat fanatisme masyarakat Indonesia dibuktikan dengan mendukung tim kesayangannya dengan berbagai cara seperti menonton pertandingan secara langsung atau membeli merchandise tim kesayangannya. Namun, hingga saat ini masih terdapat keterbatasan terhadap Variabel Fanatisme sebagai variabel moderasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran moderasi variabel Fanatisme pada pengaruh Motivasi Utilitarian dan Motivasi Hedonik terhadap Niat Pembelian Produk Unik Digital. Sampel dalam penelitian ini adalah 110 responden Mobile Legends Bang Bang. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan SEM Moderation Sub Group dan alat analisis AMOS menunjukkan bahwa variabel Motivasi Utilitarian dan Motivasi Hedonik berpengaruh terhadap Niat Beli. Variabel Fanatisme berhasil memoderasi pengaruh Variabel Motivasi Hedonik terhadap Niat Beli, tetapi gagal memoderasi pengaruh Motivasi Utilitarian terhadap Niat Beli. | Fanaticism in Indonesia has been felt by the public for a long time, clearly seen in the sport of Indonesian football. Fanatical level of Indonesians is evidenced by supporting their team in various ways such as watching the game live or buying their favorite team merchandise. However, until now there are still limitations to the Fanaticism Variable as a moderating variable. This study aims to analyze the moderating role of Fanaticism variables on the effect of Utilitarian Motivation and Hedonic Motivation on Digital Unique Product Purchase Intention. The sample in this study were 110 respondents Mobile Legends Bang Bang. Based on the results of research using SEM Moderation Sub Group and the AMOS analysis tool shows that Utilitarian and Hedonic Motivation variables affect Purchase Intentions. The fanaticism variable was successful in moderating the effect of the Hedonic Motivation Variable on Purchase Intentions, but it failed to moderate the effect of Utilitarian Motivation on Purchase Intentions. | |
| 37694 | 44251 | E1A019243 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI KORBAN INCEST YANG DILAKUKAN OLEH AYAH KANDUNG DARI PERSPEKTIF VIKTIMOLOGI (Studi Kasus di Satreskrim Unit PPA Kabupaten Banyumas) | Incest adalah hubungan seksual yang terjadi antar anggota keluarga, dan dalam hal ini anak menjadi korban incest. Oleh karenanya dibutuhkan perlindungan hukum sebagai pemenuhan hak anak yang menjadi korban incest. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum yang diberikan oleh Satreskrim Polresta Unit PPA Kabupaten Bayumas. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris dengan metode pendekatan kualitatif dan spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analitis. Data yang digunakan dalam penulisan ini yaitu data primer dan data sekunder. Data kemudian diolah dengan menggunakan metode reduksi, display data, dan kategorisasi data untuk selanjutnya disajikan dalam bentuk teks naratif, bagan, dan grafik. Hasil penelitian ini menunjukkan pemberian perlindungan hukum berupa pengajuan restitusi, pemberian fasilitasi shelter atau rumah aman, rehabilitasi medis dan psikologi terhadap anak yang menjadi korban incest. Selanjutnya untuk faktor penghambat dari struktur hukum yaitu kurangnya sumber daya manusia, seperti tidak tersedianya psikiater dan/atau psikolog forensik untuk menangani dan mengatasi rasa trauma korban akibat peristiwa yang terjadi, serta kurangnya anggaran biaya untuk visum. Terakhir terkait sarana dan prasarana, Satreskrim Unit PPA Kabupaten Banyumas tidak menyediakan shelter atau rumah aman untuk korban. Selanjutnya dari substansi hukum, tidak ada hambatan yang dialami oleh Satreskrim Unit PPA Kabupaten Banyumas, sedangkan dari faktor kultur hukum adanya stigma negatif dari masyarakat yang menganggap korban aib di lingkungan masyarakat, serta menganggap incest sebagai aib sehingga korban merasa takut dan malu untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib, termasuk adanya budaya patriarki dan sikap superior dari laki – laki membuat perempuan tidak berdaya dan tidak mampu melakukan penolakan. | Incest is a sexual relationship that occurs between family members, and in this case the child becomes a victim of incest. Therefore, legal protection is needed to fulfill the rights of children who are victims of incest. This research aims to determine the legal protection provided by the Criminal Investigation Unit of the Banyumas Regency Women and Children Protection Unit. This research is empirical juridical research with a qualitative approach method and the research specifications are analytical descriptive. The data used in this writing are primary data and secondary data. The data is then processed using reduction methods, data display and data categorization and then presented in the form of narrative text, charts and graphs. The results of this research show the provision of legal protection in the form of applying for restitution, providing shelter or safe houses, medical and psychological rehabilitation for children who are victims of incest. Furthermore, the inhibiting factors of the legal structure are the lack of human resources, such as the unavailability of psychiatrists and/or forensic psychologists to handle and resolve victims' trauma due to the events that occurred, as well as the lack of budget for post-mortems. Finally, regarding facilities and infrastructure, the Criminal Investigation Unit of the Banyumas Regency Women and Children Protection Unit does not provide shelter or safe houses for victims. Furthermore, from the legal substance, namely the absence of specific regulations governing incest, while from the legal culture factor there is a negative stigma from society which views victims as disdainful, and considers incest a disgrace so that victims feel afraid and embarrassed to report it to the authorities, including The existence of patriarchal culture and superior attitudes from men makes women powerless and unable to resist. | |
| 37695 | 44252 | E1B020042 | PUBLIC COMMUNITY’S LEGAL AWARENESS OF CLEAN AND HEALTHY LIVING BEHAVIOR IN PREVENTING INFECTIOUS DISEASES (Study in Kedungbanteng Village, Kedungbanteng District, Banyumas, Central Java) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran hukum masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pengaruh faktor sarana dan prasarana, faktor kedisiplinan, dan faktor motivasi terhadap kesadaran hukum masyarakat tentang PHBS dalam mencegah penyakit menular di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, Jawa Tengah. Responden penelitian sebanyak 70 warga. Dengan pengambilan sampel melalui metode simple random sampling. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan metode angket, kepustakaan, dan dokumenter. Pengolahan data menggunakan metode editing, coding, dan tabulasi serta dianalisis dengan distribusi frekuensi analisis, tabel silang analisis, analisis isi, dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran hukum masyarakat terhadap PHBS dalam mencegah penyakit menular di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, Jawa Tengah adalah sedang. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap 4 (empat) indikator meliputi tingginya pengetahuan hukum masyarakat, sedangnya pemahaman hukum masyarakat, banyaknya sikap hukum masyarakat yang setuju, dan banyaknya pola perilaku masyarakat yang kurang sesuai terhadap PHBS. Faktor sarana dan prasarana sebagai faktor sosial, faktor kedisiplinan dan faktor motivasi sebagai faktor personal berpengaruh secara positif terhadap kesadaran hukum masyarakat terhadap PHBS dalam mencegah penyakit menular. | This research aims to determine the level of public community’s legal awareness regarding the clean and healthy living behavior as well as the influence of facilities and infrastructure factors, discipline factors, and motivation factors on public community’s legal awareness regarding the clean and healthy living behavior in preventing infectious diseases in Kedungbanteng Village, Kedungbanteng District, Banyumas, Central Java. This research uses quantitative research methods with an empirical juridical approach and descriptive research spesifications. This research respondents were 70 residents. Research sampling used simple random sampling. Data types and sources include primary data and secondary data obtained using questionnaire, literature and documentary methods. Data processing using editing, coding, and tabulation methods and analyses with frequency distribution analysis, cross-table analysis, content analysis, and comparative analysis. The research results show that the level of legal awareness of the public community’s regarding the clean and healthy living behavior in preventing infectious diseases in Kedungbanteng Village, Kedungbanteng District, Banyumas, Central Java is moderate. This is proven by the results of research on 4 (four) indicators including the high level of public community’s legal knowledge, the middle of the public community’s legal understanding, the number of public community’s legal attitudes that agree, and the number of public community’s behavior patterns that are less appropriate with clean and healthy living behavior. Facilities and infrastructure factors as social factors, discipline factors and motivation factors as personal factors have a influence on public community’s legal awareness regarding the clean and healthy living behavior in preventing infectious diseases. | |
| 37696 | 40451 | F1B019084 | Persepsi Mahasiswa UNSOED Asal Jawa Barat Tentang Gaya Kepemimpinan Ridwan Kamil | Kepemimpinan adalah salah satu faktor yang sangat menentukan dalam adanya pengembangan dan kemajuan sebuah organisasi. Dengan adanya kepemimpinan yang baik, maka akan berdampak bagi kemajuan organisasi. Terdapat kritik terhadap kepemimpinan Ridwan Kamil di daerah-daerah tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi mahasiswa UNSOED asal Jawa Barat tentang gaya kepemimpinan seperti apa yang diterapkan oleh Ridwan Kamil. Penelitian ini mengguanakan metode penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif. Melalui hasil kuesioner dapat dilihat bahwa mahasiswa asal Jawa Barat yang berkuliah di UNSOED meyakini bahwa gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Ridwan Kamil adalah gaya kepemimpinan demokratis. Mahasiswa meyakini bahwa Ridwan Kamil sering terjun langsung ke lapangan atau blusukan untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di masyarakat, hal ini juga dilakukan berkaitan dengan kebijakan atau keputusan yang akan diambil yang berdasarkan pendapat masyarakat | Leadership is one of the critical factors in the development and progress of an organization. With good leadership, this is will have an impact on the development of the organization. The study has a combination of quantitative research methods with the descriptive analysis of the study to find out how the UNSOED perceptions of Western Java students about what leadership styles are applied by Ridwan Kamil. There are some critics of Ridwan Kamil leadership. Through the result of the questionnaire can be seen that students from west java who college at UNSOED know that style of leadership that is applied by Ridwan Kamil is democratic leadership style. Students know that Ridwan Kamil often go directly into a field visit to know what is going on in society, it is also related to the policy or decision is to be taken based on public opinion. | |
| 37697 | 40456 | E1A019145 | Pembatalan Perkawinan Dikarenakan Istri Masih Terikat Perkawinan (Studi Putusan Nomor 745/Pdt.G/2021/PA.Wsb) | Pembatalan perkawinan merupakan batalnya suatu perkawinan karena tidak memenuhi rukun dan syarat sahnya perkawinan. Salah satu penyebab terjadinya pembatalan perkawinan adalah karena istri masih terikat perkawinan dengan pria lain, seperti dalam perkara mengenai pembatalan perkawinan pada Pengadilan Agama Wonosobo dengan Nomor Putusan 745/Pdt.G/2021/PA.Wsb. pembatalan perkawinan dalam perkara ini terjadi karena adanya pemalsuan identitas oleh Termohon II (istri) yang mengaku sebagai janda cerai mati, padahal kenyataannya masih berstatus sebagai istri sah dari pria lain dengan memalsukan akta kematian suaminya. Peneliti menyusun rumusan masalah mengenai bagaimana dasar pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan permohonan pembatalan perkawinan karena istri masih terikat perkawinan pada Putusan Pengadilan Agama Wonosobo Nomor 745/Pdt.G/2021/PA.Wsb, serta akibat hukum yang ditimbulkan dari adanya suatu pembatalan perkawinan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dengan metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, kemudian data yang diperoleh disajikan dalam bentuk teks naratif dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Berdasarkan data hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pembatalan perkawinan dalam Putusan Nomor 745/Pdt.G/2021/PA.Wsb sudah sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Kompilasi Hukum Islam yaitu Pasal 40 huruf a. Dalam pertimbangan hukumnya, hakim tidak mencantumkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan sebagai dasar hukumnya. Sebaiknya hakim juga menambahkan Pasal 9 dan Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Perkawinan, serta Pasal 71 huruf b Kompilasi Hukum Islam sebagai dasar pertimbangan hukumnya. Akibat hukum yang ditimbulkan dari pembatalan perkawinan adalah status Termohon I dan Termohon II kembali seperti keadaan semula dan pembagian harta bersama masing-masing memperoleh seperdua bagian; serta tidak berakibat hukum bagi anak dan pihak ketiga. | Marriage annulment is the cancellation of a marriage because it does not fulfill the pillars and conditions for a valid marriage. One of the causes of marriage annulment is because the wife is still married to another man, as in the case regarding the annulment of a marriage at the Wonosobo Religious Court with Decision Number 745/Pdt.G/2021/PA.Wsb. The cancellation of the marriage in this case occurred due to identity falsification by Respondent II (wife) who claimed to be a divorcee, when in reality she still had the status of the legal wife of another man by falsifying her husband's death certificate. The researcher compiled the formulation of the problem regarding how the basis of the judge's legal considerations in granting the request for annulment of marriage because the wife is still bound by marriage to the Wonosobo Religious Court Decision Number 745/Pdt.G/2021/PA.Wsb, as well as the legal consequences arising from the existence of an annulment of marriage. The research method used is normative juridical with analytical descriptive research specifications. The data source used is secondary data with the data collection method carried out by library research, then the data obtained is presented in the form of narrative text and the data analysis method used is qualitative normative method. Based on the research data and discussion, it can be concluded that the cancellation of marriage in Decision Number 745/Pdt.G/2021/PA.Wsb is in accordance with the provisions stipulated in the Compilation of Islamic Law, namely Article 40 letter a. In his legal considerations, the judge did not include Law Number 1 of 1974 concerning Marriage as his legal basis. The judge should also add Article 9 and Article 3 paragraph (1) of the Marriage Law, as well as Article 71 letter b of the Compilation of Islamic Law as the basis for his legal considerations. The legal consequences arising from the annulment of the marriage were that the status of Respondent I and Respondent II returned to their original state and the division of joint assets each received half a portion; and does not have legal consequences for children and third parties. | |
| 37698 | 40459 | A1F019003 | OPTIMASI PENAMBAHAN TWEEN 80 DAN MALTODEKSTRIN PADA PEMBUATAN BUBUK MELON DENGAN METODE FOAM MAT DRYING | Melon memiliki umur simpan pendek karena memiliki kadar air yang tinggi. Untuk memperpanjang umur simpan perlu dilakukan proses pengolahan yaitu pembuatan bubuk melon. Proses pembuatan bubuk dapat dilakukan menggunakan metode foam mat drying. Penelitian ini menggunakan metode respon surface methodology (RSM), dimana respon yang dihasilkan digunakan sebagai penilaian untuk optimasi penambahan tween 80 dan maltodekstrin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi penambahan tween 80 dan maltodekstrin pada pembuatan bubuk melon yang optimum dengan metode foam mat drying serta mengetahui karakteristik fisikokimia dan sensori dari bubuk melon dengan formula optimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi optimum yang didapatkan yaitu konsentrasi tween 80 sebesar 1,293% dan maltodekstrin sebesar 20%. Formulasi tersebut menghasilkan rendemen sebesar 23,56 %; kelarutan 72,417 %; kadar air 9,01%; densitas busa 0,200 g/cm³; stabilitas busa 86,447%, vitamin C 54,75 mg/100g, gula total 9,987 % , serat pangan total 0,4158%, warna hijau kekuningan, rasa agak manis, aroma melon tidak kuat dan kesukaan secara keseluruhan netral. | Melons have a short shelf life due to their high water content. To extend the shelf life, it is necessary to carry out a processing process, namely the manufacture of melon powder. The production process in this study used the foam mat drying method. This study used the response surface methodology (RSM), where the result response was used as the assessment for the additional optimization of tween 80 and maltodextrin. This study aims to determine the optimal concentration of tween 80 and maltodextrin in the manufacture of melon powder using the foam mat drying method and to determine the physicochemical and sensory characteristics of melon powder with the optimum formula. The result showed the optimum formulation obtained is a concentration of tween 80 of 1,293% and maltodextrin of 20%. The formulation produced a yield of 23.56 %; solubility of 72.417 %; moisture content of 72.417 %; foam density of 0.200 g/cm³; foam stability 86.447%; vitamin C of 54.75 mg/100 g; total sugar of 9.987%; total dietary fiber of 0.4158%; the color is yellowish green, slightly sweet taste, the aroma of mellon is not strong and sensory liking (overall) is neutral. | |
| 37699 | 44253 | F1C020054 | OPTIMISASI MEDIA RELATIONS HUMAS DINAS LINGKUNGAN HIDUP BANYUMAS MEWUJUDKAN ZERO WASTE: STUDI KASUS PUBLIKASI SALINMAS DI MEDIA ONLINE (2019-2023) | Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan upaya media relations Humas Dinas Lingkungan Hidup Banyumas dalam mempromosikan program Salinmas (Sampah Online Banyumas) untuk mewujudkan zero waste di wilayah Banyumas dari 2019 hingga 2023. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus, dengan mengkaji publikasi informasi Salinmas di media online. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan pihak-pihak terlibat khususnya Humas Dinas Lingkungan Hidup Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Salinmas merupakan solusi inovatif untuk mengatasi masalah pengelolaan sampah di Banyumas, terutama setelah penutupan beberapa lokasi TPA. Program ini melibatkan partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah, dengan insentif bagi yang terlibat aktif. Humas Dinas Lingkungan Hidup Banyumas membangun hubungan erat dengan jurnalis media lokal dan nasional melalui komunikasi intensif dan kolaborasi, memungkinkan pertukaran informasi yang efektif. Dengan demikian, terlepas dari kekurangan humas Dinas Lingkungan Hidup Banyumas yakni tidak adanya prosedur khusus bagi media yang meliput acara namun memiliki keunggulan dalam hal fleksibilitas ketika bekerjsama pihak media. Humas Dinas Lingkungan Hidup Banyumas telah menggunakan platform media online untuk menyebarluaskan informasi akurat dan relevan tentang Salinmas, dengan berpegang pada dasar hukum SK Informasi. | This research aims to optimize the media relations efforts of the Banyumas Environmental Service Public Relations (PR) department in promoting the Salinmas (Sampah Online Banyumas) program to achieve zero waste in the Banyumas region from 2019 to 2023. The research employs a case study approach, examining the publication of Salinmas information in online media. Data was collected through observations and interviews with the involved parties, particularly the PR staff of the Banyumas Environmental Service. The findings indicate that Salinmas is an innovative solution to address waste management issues in Banyumas, especially after the closure of several landfill sites. The program involves community participation in waste sorting, with incentives for active involvement. The Banyumas Environmental Service PR team has fostered close relationships with local and national media journalists through intensive communication and collaboration, enabling effective information exchange. Thus, despite the shortcoming of the Banyumas Environmental Service PR department's lack of special procedures for media covering events, they have the advantage of flexibility when cooperating with the media. The PR team has utilized online media platforms to disseminate accurate and relevant information about Salinmas, adhering to the legal basis of the Information Decree. | |
| 37700 | 44716 | I1C020081 | ANALISIS POTENSI INTERAKSI OBAT ANTIBIOTIK PADA RESEP PASIEN PEDIATRI DI APOTEK OMNIA FARMA PURWOKERTO | Antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk terapi penatalaksanaan berbagai macam penyakit. Hal ini dapat berpotensi menyebabkan risiko terjadinya interaksi obat pada pasien seperti pediatri yang mempunyai fisiologis serta imunitas yang lebih rendah dibandingkan dengan orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya potensi interaksi obat pada resep pasien pediatri di Apotek Omnia Farma .Penelitian dilakukan secara observasional deskriptif dengan melihat data melalui resep pasien pediatri di apotek omnia farma pada usia 0-18 tahun yang diresepkan obat antibiotik dengan obat lain. Potensi interaksi obat dianalisis menggunakan website Lexicomp-drug interact. Total terdapat 286 resep yang masuk kedalam kriteria inklusi. Mayoritas pasien dengan usia 1-5 tahun (41,95%) lebih banyak mendapatkan resep antibiotik. Jenis kelamin laki laki 173 (60,48%) lebih banyak dibandingkan perempuan. Antibiotik amoxicillin lebih banyak diresepkan kepada pasien. Total ditemukan sebanyak 12 kejadian potensi interaksi obat dengan tingkat keparahan minor 11 (91,67%) kejadian dan tingkat keparahan moderat sebanyak 1 (4,20%) kejadian. Potensi interaksi terbanyak terjadi pada interaksi azitromisin dan salbutamol sebanyak 6 potensi interaksi obat. Terdapatnya interaksi obat pada resep antibiotik pasien pediatri sebanyak 12 resep dengan tingkat keparahan minor menjadi kejadian interaksi yang paling banyak. | Antibiotic are medications used for the treatment of various types of diseases. This can potentially lead to the risk of drug interactions in patients, such as pediatric patients, who have lower physiological and immune functions compared to adults. This research aims to identify the potential for drug interactions in pediatric patient prescriptions at Omnia Farma Pharmacy. The research was conducted using a descriptive observational approach by reviewing data from prescriptions for pediatric patients aged 0-18 years at Omnia Farma Pharmacy, where antibiotics were prescribed alongside other medications. The potential for drug interactions was analyzed using the Lexicomp drug interaction website. A total of 286 prescriptions met the inclusion criteria. The majority of patients aged 1-5 years (41.95%) received more antibiotic prescriptions. Male patients, totaling 173 (60.48%), were more numerous compared to female patients. Amoxicillin was the most commonly prescribed antibiotic. A total of 12 potential drug interaction events were identified, with 11 (91.67%) events classified as minor severity and 1 (4.20%) event classified as moderate severity. The most common potential interaction occurred between azithromycin and salbutamol, with 6 potential interaction events. The presence of drug interactions in pediatric patient antibiotic prescriptions amounted to 12 cases, with minor severity being the most frequent type of interaction |