Artikelilmiahs

Menampilkan 37.601-37.620 dari 48.977 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3760144713C1I019014THE INFLUENCE OF COMPUTER ASSISTED AUDIT TECHNIQUES (CAATs), AUDITOR COMPETENCY, AUDITOR EXPERIENCE ON THE INTERNAL AUDIT QUALITYPenelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan data primer pada penggunaan Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK), Kompetensi Internal Auditor, Pengalaman Internal Auditor, dan Kualitas Hasil Audit Internal pada Satuan Pengawasi Internal di Universitas. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK), Kompetensi Internal Auditor, Pengalaman Internal Auditor Terhadap Kualitas Hasil Audit Internal”. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor internal dari sembilan Satuan Pengawasan Intern (SPI) perguruan tinggi, yang dikategorikan sebagai Badan Layanan Umum (BLU). Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 31 responden. Data penelitian merupakan data primer dengan yang diperoleh penyebaran kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan software IBM SPSS 27 menunjukan bahwa: (1) Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK) secara parsial berpengaruh terhadap kualitas audit, (2) Kompetensi auditor internal tidak berpengaruh terhadap kualitas audit, (3) Pengalaman auditor internal secara parsial berpengaruh terhadap kualitas audit, dan (4) TABK, kompetensi auditor internal, dan pengalaman auditor internal secara simultan berpengaruh terhadap kualitas audit.This research is a study utilizing primary data on the use of Computer-Assisted Audit Techniques (CAATs), Internal Auditor Competency, Internal Auditor Experience, and the Quality of Internal Audit Results within the Internal Audit Committee at universities. The study is titled: "The Influence of Computer-Assisted Audit Techniques (CAATs), Internal Auditor Competency, and Internal Auditor Experience on the Quality of Internal Audit Results. The population in this study consists of internal auditors from nine Internal Audit Committee at universities categorized as Public Service Agencies. The number of respondents in this study is 31. The research data is primary data obtained through the distribution of questionnaires. Based on the research results and data analysis using IBM SPSS 27 software, the findings indicate that: (1) Computer-Assisted Audit Techniques (CAATs) are influencing audit quality, (2) Internal auditor competence does not influence audit quality, (3) Internal auditor experience partially influences audit quality, and (4) CAATs, internal auditor competence, and internal auditor experience simultaneously influence audit quality
3760244240K1B019023ANALISIS DINAMIK MODEL SEITRS PADA PENYEBARAN
PENYAKIT TUBERKULOSIS DI PROVINSI JAWA BARAT
Model SEITRS adalah model epidemiologi yang merupakan
perluasan model SEITR. Model SEITRS ini membagi populasi menjadi lima kelas
yaitu individu rentan, terpapar, terinfeksi, tahap pengobatan, dan sembuh.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika dari model SEITRS pada
kasus tuberkulosis di Provinsi Jawa Barat dikarenakan Provinsi Jawa Barat
merupakan daerah dengan kasus tuberkulosis tertinggi di Indonesia. Penyelesaian
model SEITRS dilakukan secara kualitatif yaitu dengan menganalisis kestabilan di
sekitar titik kesetimbangan. Model SEITRS ini menghasilkan dua buah titik
kesetimbangan yaitu titik kesetimbangan bebas penyakit dan endemik. Hasil
analisis kestabilan di sekitar titik kesetimbangan bebas penyakit adalah bersifat
stabil asimtotik. Angka reproduksi dasar dari model SEITRS ini dipengaruhi oleh
komponen terbesar yaitu tingkat kelahiran dan tingkat penularan penyakit yang
menjadi individu terinfeksi. Hasil simulasi berakhir dengan kasus bebas penyakit
dan endemik.
The SEITRS model is an epidemiological model that extends the
SEITR model. This SEITRS model divides the population into five classes, namely
susceptible individuals, exposed, infected, treatment stage, and recovered. The aim
of this research is to analyze the dynamics of the SEITRS model in tuberculosis
cases in West Java Province, as it has the highest tuberculosis cases in Indonesia.
The solution to the SEITRS model is qualitative, analyzing stability around
equilibrium points. This SEITRS model produces two equilibrium points, namely
disease free equilibrium and endemic equilibrium. Stability analysis around the
disease free equilibrium point shows asymptotic stability. The basic reproduction
number of this SEITRS model is influenced by its major components, namely the
birth rate and the disease transmission rate leading to infected individuals.
Simulation results end with disease free and endemic cases.
3760340379C1C019034ANALISIS PENGARUH BUMDES, PEMBANGUNAN DESA, PEMBERDAYAN MASYARAKAT DESA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DESA KARANGKEMIRI, KECAMATAN PEKUNCENPertumbuhan ekonomi dalam suatu tatanan bernegara menjadi penting untuk mengetahui keberhasilan dalam pembangunan ekonomi. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi dapat memberikan gambaran mengenai standar hidup masyarakat. Desa sebagai pemerintahan terkecil dalam suatu negara menjadi dasar dan tulang punggung dalam menjaga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menganalisis pengaruh BUMDes, pembangunan desa, dan pemberdayaan masyarakat desa terhadap pertumbuhan ekonomi desa Karangkemiri, kecamatan Pekuncen, Banyumas. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 100 orang masyarakat desa Karangkemiri. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Pengolahan data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa BUMDes dan pembangunan desa mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sedangkan untuk pemberdayaan masyarakat tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi desa.Economic growth in a country is important to determine the success of economic development. Increased economic growth can provide an overview of the community's standard of living. Villages as the smallest government in a country become the basis and backbone in maintaining and increasing the economic growth of a country. Thus, this study aims to determine and analyse the effect of BUMDes, village development, and village community empowerment on the economic growth of Karangkemiri village, Pekuncen sub-district, Banyumas. The sample used in this study was 100 people from Karangkemiri village. This study uses primary data and secondary data. Data processing uses multiple linear regression analysis with the help of the SPSS programme. From the research results, it can be seen that BUMDes and village development have a positive and significant influence on economic growth. Meanwhile, community empowerment has no effect on village economic growth.
3760444241E1A020065PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI KABUPATEN KEBUMENKabupaten Kebumen adalah kabupaten yang tidak jarang terjadi kasus kekerasan seksual. Data Unit PPA Polres Kebumen dari tahun 2022-2024(Jan-Feb) terdapat 67 kasus kekerasan seksual terhadap anak. Perlindungan terhadap korban penting karena korban mengalami penderitaan fisik, psikis, dan sosial. Namun fakta yang terjadi dalam praktiknya pemberian perlindungan masih terdapat hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap anak korban kekerasan seksual di Kabupaten Kebumen berserta faktor penghambatnya. Penelitian ini memakai metode pendekatan yuridis sosiologis dengan melakukan wawancara terhadap Unit PPA Polres Kebumen dan P2TP2A Kartika. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlindungan hukum terhadap anak korban kekerasan seksual di Kabupaten Kebumen telah dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Unit PPA Polres Kebumen melakukan upaya pre-emtif, upaya preventif, dan upaya represif. Selain itu, Unit PPA Polres Kebumen bekerja sama dengan P2TP2A Kartika memberikan bantuan hukum, rehabilitasi sosial, pendampingan psikososial, pemberian bantuan sosial, serta pemberian perlindungan dan pendampingan pada setiap proses peradilan. Adapun penghambat dalam memberikan perlindungan dari faktor struktur hukum atau sarana fasilitas karena Unit PPA Polres Kebumen belum didukung kendaraan khusus dan jauhnya Pusat Laboratorium Forensik. Sedangkan P2TP2A Kartika kekurangan Sumber Daya Manusia dan anggaran. Selain itu karena faktor kultur hukum yaitu kurangnya kesadaran korban dan/atau keluarganya untuk melapor dan masih menganggap bahwa kekerasan seksual merupakan hal yang aib.Kebumen Regency is a district where cases of sexual violence are not uncommon. Data from the Kebumen Police PPA Unit from 2022-2024 (Jan-Feb) there were 67 cases of sexual violence against children. Protection for victims is important because victims experience physical, psychological and social suffering. However, in practice the providing of protection still has obstacles. This research aims to determine legal protection for child victims of sexual violence in Kebumen Regency and the inhibiting factors. This research uses a sociological juridical approach by conducting interviews with the Kebumen Police PPA Unit and P2TP2A Kartika. The research results show that legal protection for child victims of sexual violence in Kebumen Regency has been implemented based on Law Number 35 of 2014 concerning Child Protection. The Kebumen Police PPA Unit carried out pre-emptive, preventive, and repressive efforts. Apart from that, the Kebumen Police PPA Unit collaborates with P2TP2A Kartika to provide legal assistance, social rehabilitation, psychosocial assistance, provision of social assistance, as well as providing protection and assistance in every judicial process. The obstacles in providing protection from legal structure factors or facilities are because the Kebumen Police PPA Unit is not yet supported by special vehicles and the Forensic Laboratory Center is far away. Meanwhile, P2TP2A Kartika lacks human resources and budget. Apart from that, it is due to legal culture factors, namely the lack of awareness of victims and/or their families to report and still considering that sexual violence is a shame.
3760544242K1B020066Near-Ring dan Sifat-SifatnyaNear-ring merupakan salah satu hasil perumuman dari ring. Perumuman
dilakukan dengan memperlemah beberapa aksioma dari ring, yaitu meniadakan syarat
komutatif terhadap operasi penjumlahan pada ring dan sifat distributif yang berlaku
cukup distributif kanan atau kiri. Penelitian ini juga mengkaji jenis-jenis near-ring,
yaitu near-ring Abelian, near-ring distributif, near-ring komutatif, dan near-ring
dengan elemen satuan serta sifat-sifat yang berlaku pada near-ring disertai dengan
bukti dan contohnya.
Near-ring is one of the results of the generalization of the ring. The
generalization is carried out by weakening several axioms of the ring, namely eliminating the commutative requirement for addition operations in the ring and the
distributive properties that apply are simply right or left distributive. This research
also examines the types of near-rings, namely Abelian near-rings, distributive near-
rings, commutative near-rings, and near-rings with unit elements and properties that
apply to near-rings accompanied by evidence and examples.
3760640380G1B016007Aktivitas Antifungi Ekstrak Etanol Daun Pepaya California (Carica papaya Linn) Terhadap Candida albicansCandida albicans merupakan patogen oportunistik pada membran mukosa rongga mulut. C. albicans dalam jumlah berlebihan pada mukosa rongga mulut dapat menimbulkan infeksi kandidiasis oral. Pengobatan kandidiasis menggunakan obat sintetik memiliki efek samping pada pasien dengan kondisi khusus seperti mual, muntah dan diare, sehingga diperlukan alternatif pengobatan yang lebih aman, salah satunya dengan memanfaatkan daun pepaya. Daun papaya California (Carica papaya Linn) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang berkhasiat sebagai antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antifungi ekstrak etanol daun pepaya California (Carica papaya Linn) menggunakan metode dilusi cair pada konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5%, 10 %, 12,5%, 15%. Penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan nilai KHM dengan kontrol positif nistatin dan kontrol negatif akuades. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris secara in vitro dengan rancangan penelitian berupa post-test only control group design. Penelitian ini menggunakan metode dilusi dengan pengukuran menggunakan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun pepaya mengandung senyawa aktif berupa flavonoid, saponin, tannin, dan alkaloid. Ekstrak etanol daun pepaya dapat menghambat pertumbuhan C.albicans pada konsentrasi 7,5%, 10%, 12,5% dan 15% dengan nilai absorbansi -0,0250, -0.0125, -0.0368 dan -0.0397. Simpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol daun pepaya California mempunyai aktivitas antifungi terhadap jamur C. albicans dengan nilai KHM sebesar 7,5%.Candida albicans is an opportunistic pathogen of the oral mucous membranes. C. albicans in excessive amounts on the oral mucosa can cause oral candidiasis infection. Treatment of candidiasis using synthetic drugs has side effects in patients with special conditions such as nausea, vomiting and diarrhea, so a safer alternative treatment is needed, one of which is by utilizing papaya leaves. California papaya leaves (Carica papaya Linn) contain secondary metabolites which are efficacious as antifungals. This study aimed to determined the antifungal activity of the ethanol extract of California papaya leaves (Carica papaya Linn) using the liquid dilution method at concentrations of 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5%, 15%. This study also aimed to determined the MIC value with nystatin positive control and aquadest negative control. This research was an in vitro laboratory experiment with post-test only control group design. This study was conducted by the dilution method with measurements using a spectrophotometer. The results showed that the ethanol extract of papaya leaves contained active compounds in the form of flavonoids, saponins, tannins and alkaloids. Ethanol extract of papaya leaves could inhibit the growth of C. albicans at concentrations of 7,5%, 10%, 12,5% and 15% with absorbance values of -0.0250, -0.0125, -0.0368 and -0.0397. The conclusion of this study was the ethanol extract of California papaya leaves has antifungal activity against the fungus C. albicans with a MIC value in 7,5% consentration.
3760744243F1C020002Penerapan Customer Relationship Management Kaisar Hotel Jakarta dalam Mempertahankan Loyalitas PelangganPersaingan bisnis perhotelan pasca pandemi covid-19 yang semakin meningkat, membuat terjadinya penurunan angka pelanggan di Kaisar Hotel Jakarta. Bermula dari permasalahan tersebut hadir penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui penerapan customer relationship management Kaisar Hotel Jakarta dalam mempertahankan loyalitas pelanggan serta faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan post-positivisme yang menempatkan informan sebagai kunci penelitian. Data dikumpulkan melalui proses wawancara dengan informan dari karyawan serta pelanggan Kaisar Hotel Jakarta, observasi dan dokumentasi. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis dalam bentuk teks naratif yang dikembangkan dengan kajian teori CRM gagasan Chen dan Popovich serta Peppers dan Rogers. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan dasar CRM Kaisar Hotel Jakarta telah berjalan dengan terstruktur, namun aspek sumber daya manusia, proses, dan teknologi yang dimiliki Kaisar Hotel Jakarta tidak berjalan secara sinergi. Hal ini lah yang menjadi potensi penurunan pelanggan Kaisar Hotel Jakarta, sehingga dapat menghilangkan pelanggan loyal. The increasing competition in the hospitality industry post-COVID-19 pandemic has led to a decrease in customer numbers at Kaisar Hotel Jakarta. Originating from this issue, this research aims to examine the implementation of customer relationship management at Kaisar Hotel Jakarta in maintaining customer loyalty, as well as the supporting and inhibiting factors influencing it. This study employs a qualitative descriptive method with a post-positivism approach, placing informants as key to the research. Data were collected through interviews with employees and customers of Kaisar Hotel Jakarta, observation, and documentation. The collected data were then analyzed in the form of narrative texts developed through the study of CRM theories proposed by Chen and Popovich as well as Peppers and Rogers. The results of this research indicate that the basic CRM implementation at Kaisar Hotel Jakarta has been structured, but the aspects of human resources, processes, and technology owned by Kaisar Hotel Jakarta are not working synergistically. This is the potential cause of the decrease in Kaisar Hotel Jakarta's customers, thus leading to the loss of loyal customers.
3760840381C1I019028The Effect Of Integrity, Competence And Work Experience On Audit ReportAuditor diharapkan menghasilkan laporan audit yang andal yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Terutama dalam kualitas hasil audit, kualitas pekerjaan audit dinilai dari hasil audit oleh auditor untuk memproses pengambilan keputusan yang diperoleh. Salah satu hasil audit mutu disampaikan dalam bentuk laporan audit. Selanjutnya, laporan audit sebagai media formal yang digunakan oleh auditor dalam mengkomunikasikan kepada pihak yang berkepentingan tentang kesimpulan dari laporan keuangan auditan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara empiris pengaruh integritas, kompetensi dan pengalaman kerja auditor terhadap laporan audit. Beberapa faktor mempengaruhi laporan audit termasuk integritas, kompetensi dan pengalaman kerja. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena berupa ketidaksesuaian yang ada dalam praktik audit di inspektorat.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori atribusi dan sampel dalam penelitian ini adalah auditor internal di inspektorat Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara dan Cilacap. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan kriteria sampel berupa pengalaman bekerja minimal selama dua tahun. Uji asumsi klasik dilakukan terlebih dahulu dan pengujian data digunakan uji validitas dan reliabilitas. Selanjutnya data diuji menggunakan SPSS versi 20 menggunakan uji regresi linier berganda dan hipotesis. Terdapat 102 responden yang menunjukkan bahwa integritas berpengaruh positif terhadap laporan audit, kompetensi tidak berpengaruh terhadap laporan audit dan pengalaman kerja tidak berpengaruh terhadap laporan audit.
The auditor is expected to produce a reliable audit report that is used as a basis for
decision-making. Especially in the quality of audit results, the quality of audit work is assessed
from the audit results by the auditor to process the decision-making obtained. One of the quality
audit results is conveyed in the form of an audit report. Furthermore, audit reports as formal
media used by auditors in communicating to interested parties about the conclusions of the
audited financial statements. The purpose of this study is to empirically determine the influence
of integrity, competence and work experience of auditors on audit reports. Several factors affect
the audit report including integrity, competence and work experience. This research is
motivated by the existence of a phenomenon in the form of a discrepancy that exists in audit
practice at the inspectorate.
The method used in this study is descriptive quantitative. The theory used in this
research was attribution theory and the samples in this study were internal auditors in the
inspectorates of Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara and Cilacap districts. This study used
purposive sampling with criteria of the sample they have worked with and experienced for two
years. Classical assumption tests are carried out first and data testing is used validity and
reliability tests. Furthermore, data were tested using SPSS version 20 using multiple linear
regression and hypothesis tests. There are 102 respondents which shows that integrity has a
positive effect on audit reports, competence has no effect on audit reports and work experience
has no effect on audit reports.
3760940382K1A019024Formulasi Sabun Nano Antioksidan dari Minyak Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) dengan Bahan Aktif dari Ekstrak Metanol Daging Buah Ketapang (Terminalia catappa L.)Penggunaan produk sabun cair dari bahan alami sudah mulai banyak dikembangkan. Minyak biji nyamplung merupakan salah satu bahan baku alami yang dapat digunakan untuk membuat sabun. Pengoptimalan daya penghantaran bahan aktif pada sabun dapat dilakukan melalui pengembangan nanopartikel pada sabun. Penelitian sebelumnya telah memformulasikan sabun mandi cair dari minyak biji nyamplung dengan penambahan fraksi etil asetat ekstrak metanol daging buah ketapang sebagai zat antioksidan, namun memiliki beberapa karakteristik yang belum memenuhi standar mutu SNI dan tidak dibuat dalam bentuk nanopartikel. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar ekstrak metanol daging buah ketapang sebagai bahan aktif antioksidan yang menghasilkan sabun cair dengan karakteristik terbaik sesuai dengan SNI dan mengetahui aktivitas antioksidan dari sabun cair sebelum dan setelah disonikasi menjadi sabun nanopartikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun cair dengan karakteristik terbaik sesuai dengan SNI adalah sabun cair antioksidan dengan penambahan ekstrak metanol daging buah ketapang sebesar 3% yang memperoleh nilai produk tertinggi dengan persentase asam lemak total sebesar 65,35%; asam lemak bebas 1,897%; lemak tak tersabunkan 4,93%; pH 9,05; bobot jenis 1,0307 g/mL; dan persentase stabilitas busa 73,68%. Hasil uji aktivitas antioksidan pada sabun cair non-nano dan sabun cair nano menggunakan metode DPPH menghasilkan nila IC50 sebesar 92,2885 ppm dan 75,9792 ppm dengan kategori aktivitas antioksidan kuat.The use of liquid soap products from natural ingredients has begun to be developed. Nyamplung seed oil is a natural raw material that can be used to make soap. Optimizing the delivery power of active ingredients in soap can be done through the development of nanoparticles in soap. Previous research has formulated a liquid bath soap from nyamplung seed oil with the addition of the ethyl acetate fraction of the methanol extract of ketapang fruit pulp as an antioxidant, but has several characteristics that do not meet the SNI quality standards and are not made in the form of nanoparticles. Therefore, this study aims to determine the levels of methanol extract of ketapang fruit flesh as an active antioxidant ingredient which produces liquid soap with the best characteristics according to SNI and to determine the antioxidant activity of liquid soap before and after sonication into nanoparticle soap. The results showed that liquid soap with the best characteristics according to SNI was antioxidant liquid soap with the addition of 3% methanol extract of ketapang fruit flesh which obtained the highest product value with a total fatty acid percentage of 65.35%; free fatty acids 1.897%; unsaponifiable fat 4.93%; pH 9.05; specific gravity 1.0307 g/mL; and the percentage of foam stability is 73.68%. Antioxidant activity test results on non-nano liquid soap and nano liquid soap using the DPPH method yielded IC50 values of 92.2885 ppm and 75.9792 ppm with the strong antioxidant activity category
3761040383E1A018002PERAN INTELIJEN KEJAKSAAN DALAM PENCEGAHAN TINDAK PIDANA KORUPSI
(STUDI DI KEJAKSAAN NEGERI PURWOKERTO)
Tindak pidana yang selalu menjadi sorotan di Indonesia adalah korupsi. Tindak pidana korupsi yang selama ini terjadi secara meluas tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merupakan pelanggaran terhadap hak-hak sosial dan ekonomi masyarakat secara luas, sehingga tindak pidana korupsi perlu digolongkan sebagai kejahatan yang pemberantasannya harus dilakukan secara luar biasa. Intelijen kejaksaan sebagai penegak hukum memiliki peran dalam mencegah terjadinya tindak pidana korupsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran intelijen kejaksaan dalam pencegahan tindak pidana korupsi dengan studi yang di lakukan di Kejaksaan Negeri Purwokerto. Intelijen Kejaksaan merupakan instruksi Kejaksaan yang bertugas untuk mengungkap kasus tindak pidana korupsi di Indonesia. Kejaksaan dalam melakukan penegakkan hukum terhadap tindak pidana korupsi memiliki peranan yang sangat sentral. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian secara deskripsif. Penelitian ini berdasarkan data primer dan data sekunder yang di peroleh secara langsung dengan wawancara bersama informan dan studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Intelijen Kejaksaan Negeri Purwokerto sudah berperan dalam pencegahan tindak pidana korupsi, tetapi masih terdapat hambatan dalam pelaksanaannya. Diharapkan pemerintah dapat meningkatkan anggaran bagi Kejaksaan Negeri Purwokerto untuk memperbaiki sarana prasarana dan menambah jumlah personil Intelijen Kejaksaan sehingga intelijen Kejaksaan Negeri Purwokerto dapat berperan dengan maksimal dalam pencegahan tindak pidana korupsi.
A crime that has always been in the spotlight in Indonesia is corruption. Corruption crimes that have been widespread so far have not only harmed state finances, but are also violations of the social and economic rights of society at large, so that corruption needs to be classified as a crime whose eradication must be carried out in an extraordinary way. The prosecutor's intelligence as a law enforcer has a role in preventing criminal acts of corruption. This study aims to determine the role of the prosecutor's intelligence in preventing corruption by conducting a study at the Purwokerto District Attorney's Office. Attorney Intelligence is one of the efforts made by the Attorney General's Office to uncover cases of corruption in Indonesia. The Attorney General's Office in enforcing the law against criminal acts of corruption has a very central role. The method used in this study is sociological juridical with descriptive research specifications. This research is based on primary data and secondary data obtained directly by interviewing informants and literature studies. Based on the results of the study it can be concluded that the Purwokerto District Attorney's Intelligence does not play a role in preventing corruption, because there are several factors that become obstacles in its implementation. It is hoped that the government can increase the budget for the Purwokerto District Prosecutor's Office to improve infrastructure and increase the number of Attorney Intelligence personnel so that the Purwokerto State Attorney's intelligence can play a maximum role in preventing corruption.
3761140384D1A019014PENGARUH PENGGANTIAN KONSENTRAT MENGGUNAKAN AMPAS TEMPE DAN SUPLEMENTASI COMPLETE RUMEN MODIFIER (CRM) TERHADAP KONSUMSI DAN KECERNAAN PROTEIN KASAR PAKAN DOMBAPenelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggantian konsentrat menggunakan ampas tempe dan suplementasi Complete Rumen Modifier (CRM) terhadap konsumsi dan kecernaan protein kasar pakan domba. Penelitian menggunakan 18 ekor domba lokal jantan umur 7-8 bulan dengan bobot rata-rata 20±2,34 kg. Penelitian ini menggunakan rancangan Acak Kelompok (RAK) dan menggunakan jenis penelitian eksperimen, sebagai kelompok sekaligus ulangan adalah bobot badan awal domba pasca masa adaptasi sebanyak 6 kelompok dan perlakuan sebanyak 3 antara lain P1: Jerami padi amoniasi ad libitum + konsentrat 2,5% BK dari bobot tubuh (kontrol), P2: Jerami padi amoniasi ad libitum + ampas tempe 2,5% BK dari bobot tubuh, dan P3: Jerami padi amoniasi ad libitum + ampas tempe 2,5 % BK dari bobot tubuh + 1 % CRM. Variabel yang diamati dalam penelitian ini konsumsi dan kecernaan protein kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi protein kasar. Nilai rataan konsumsi protein kasar (g/ek/h) pada perlakuan P1,P2, P3, secara berurutan yaitu 10,26±0,05; 14,35±0,78; 14,02±0,88. Perlakuan berpengaruh nyata (P<0,005) terhadap kecernaan protein kasar dengan nilai raatan kecernaan protein kasar (%) perlakuan P1;P2;P3 berturut-turut yaitu 59,44±3,65%; 67,85±3,44%; 63,56±4,83%. Disimpulkan bahwa ampas dapat menggantikan pakan konsentrat seluruhnya bahkan meningkatkan nilai konsumsi dan kecernaan protein kasar berturut-turut sebanyak 3,90% dan 3,93% tanpa perlu suplementasi CRM 1%.This study aims to examine the effect of concentrate replacement using tempe dregs and Complete Rumen Modifier (CRM) supplementation on the consumption and digestibility of crude protein of local sheep feed. The material used was 18 local male sheep aged 7-8 months with an average weight 20±2,34 kg. This research used a Randomized Complete Block Design (RCBD) and used a type of experimental research, as a group as well as a repeat of the initial body weight of sheep after the adaptation period as many as 6 groups and 3 treatments, including P1: Ammoniated rice straw ad libitum + concentrate 2.5% DM of body weight (control), P2: Ammoniated rice straw ad libitum + tempe dregs 2.5% DM of body weight, and P3: Ammoniated rice straw ad libitum + tempe dregs 2.5% DM of body weight + 1% CRM. The variables observed in this study were consumption and digestibility of crude protein. The results showed that , The treatment had a very real effect (P<0.01) on crude protein consumption. The average value of crude protein consumption (g/head/d) in P1, P2, P3 treatment, respectively, was 10.26±0.05 g; 14.35±0.78 g; 14.02±0.88 g. The treatment had a significant effect (P<0.005) on crude protein digestibility with crude protein digestibility rate (%) P1 treatment; P2; P3 was 59.44±3.65% respectively; 67.85±3.44%; 63.56±4.83%. It can be concluded that tempe dregs can replace concentrate feed entirely and it can increase the consumption value and digestibility of crude protein by 3.90% and 3.93% respectively without CRM 1% suplementation.
3761240385A1D019050Potensi Bacillus spp. Asal Rizosfer dalam Pengendalian Penyakit Bulai pada Jagung ManisPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aplikasi bakteri Bacillus spp. asal rizosfer dalam menekan perkembangan penyakit bulai P. maydis dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman jagung manis. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Experimental Farm Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini yaitu kontrol, Bacillus amyloliquefaciens BB.R3, Bacillus subtilis BK.R5, Bacillus sp. BK.R9, dan fungisida berbahan aktif metalaksil. Variabel yang diamati meliputi masa inkubasi, kejadian penyakit, intensitas penyakit, nilai efektivitas pengendalian, AUDPC, kandungan fenol tanaman, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tanaman, panjang akar, dan bobot segar akar. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan ANOVA (Analisys of Variance). Jika berbeda nyata dilanjutkan dengan BNT pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan Bacillus spp. asal rizosfer mampu menekan perkembangan penyakit bulai dan memacu pertumbuhan tanaman jagung manis. Bacillus sp. BK.R9 mampu menekan perkembangan penyakit bulai pada tanaman jagung manis dengan menunda masa inkubasi 13,60 hari, menekan kejadian penyakit sebesar 55,00%, intensitas penyakit sebesar 60,81%, dan AUDPC sebesar 61,20% dibandingkan dengan kontrol. Aplikasi bakteri B. amyloliquefaciens BB.R3 berpotensi memacu pertumbuhan jagung manis dengan kemampuan meningkatkan bobot segar akar sebesar 122,63%.This study aimed to determine the effectiveness of applications of Bacillus spp. from the rhizosphere in suppressing downy mildew caused by P. maydis and the effect on the growth of sweet corn plants. The research was carried out at the Laboratory of Plant Protection and Experimental Farm Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The study was arranged based on a Randomized Block Design (RBD) which consisted of 5 treatments and 5 replications. The treatments consisted of: control, Bacillus amyloliquefaciens BB. R3, Bacillus subtilis BK. R5, Bacillus sp. BK.R9, and fungicide with active ingredients metalaxyl. The variables observed were incubation period, disease incidence, disease intensity, control effectiveness, AUDPC, the content of plant phenolics, crop height, number of leaves, crop fresh weight, root length, and root fresh weight. The data from the observations were analyzed with ANOVA (Analysis of Variance). If they were significantly different, continued with LSD at an error level of 5%. The results showed that Bacillus spp. from the rizhosphere was able to suppressing the growth of downy mildew and stimulating the growth of sweet corn. Bacillus sp. BK.R9 was able to inhibit the growth of downy mildew in sweet corn by delaying the incubation period by 13,60 days, suppressing the disease incidence by 55.00%, the disease intensity by 60.81%, and the AUDPC by 61,20%. B. amyloliquefaciens BB.R3 has the potential to stimulate the growth of sweet corn with the ability to increase fresh root weight by 122,63%.
3761340386E1A017357PERLINDUNGAN HUKUM BALIK NAMA PEMEGANG SERTIPIKAT HAK GUNA BANGUNAN TANPA DIDASARI AKTA JUAL BELI HAK GUNA BANGUNAN (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Cibinong Nomor 327/Pdt.G/2020/PN.Cbi)Peralihan Hak Guna Bangunan dapat terjadi karena jual beli dan harus
dibuktikan dengan akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Jual
beli tanah yang dilakukan tanpa keterlibatan PPAT disebut sebagai jual beli di bawah
tangan, seperti kasus yang terjadi dalam Putusan Pengadilan Negeri Cibinong Nomor
327/Pdt.G/2020/PN.Cbi. Secara normatif, sertipikat yang sudah dibeli belum ada
bukti peralihan hak atas tanah yang bersangkutan dan sertipikat masih atas nama
pihak penjual, meskipun telah diserahkan kepada pihak pembeli.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum balik nama
terhadap pemegang sertipikat Hak Guna Bangunan tanpa didasari Akta Jual Beli
(AJB) dan menganalisis pertimbangan hukum Majelis Hakim dalam Putusan
Pengadilan Negeri Cibinong Nomor 327/Pdt.G/2020/PN.Cbi. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian hukum yuridis normatif dengan menggunakan
pendekatan perundang-undangan dan kasus. Metode pengumpulan data dilakukan
berdasarkan studi kepustakaan untuk mengumpulkan data sekunder berupa bahan
hukum primer, sekunder dan tersier untuk disajikan dalam bentuk teks naratif dan
dengan metode analisis penalaran induktif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa perlindungan hukum balik nama
pemegang sertipikat Hak Guna Bangunan tanpa AJB yang terdapat dalam Putusan
Pengadilan tersebut bahwa dalam keadaan tertentu, dapat mendaftar pemindahan hak
atas tanah hak milik, tetapi kadar kebenarannya dianggap cukup untuk mendaftar
pemindahan hak yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan Pasal 37 ayat (2)
Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.
Pertimbangan Majelis Hakim menyatakan bahwa jual beli di bawah tangan antara
Penggugat dan Tergugat adalah sah karna memenuhi syarat sahnya perjanjian sesuai
Pasal 1320 KUHPerdata serta jual beli tersebut sah menurut Pasal 5 UUPA yang
menyatakan bahwa hukum tanah nasional kita tunduk pada hukum adat.
Transfer of building use rights can occur due to buying and selling and must
be proven by a deed drawn up by the Land Deed Making Officer (PPAT). Buying and
selling land that is carried out without the involvement of the is PPAT called buying
and selling under the hands, as was the case in the Cibinong District Court Decision
Number 327/Pdt.G/2020/PN.Cbi. Normatively,the certificate that has been purchased
does not contain evidence of the transfer of rights to the land in question and the
certificate remains in the name of the seller, even though it has been handed over to
the buyer.
This study aims to determine the legal protection for the transfer of rights to
certificate holders of Rights of Use Building without being based on a Notarial Sale
and Purchase Agreement (AJB) and to analyze the legal considerations of the Panel
of Judges in the Cibinong District Court Decision Number 327/Pdt.G/2020/PN.Cbi.
This study uses a normative juridical legal research method with a statutory and case
approach. The data collection method was carried out based on a literature study to
collect secondary data in the form of primary, secondary and tertiary legal materials
to be presented in the form of narrative texts and by inductive reasoning analysis
methods.
The results of the study show that the legal protection for the transfer of the
name of the holder of a certificate of Rights of Use Building without a Notarial Sale
and Purchase Agreement (AJB) contained in the Court Decision states that in certain
circumstances, one can register the transfer of rights over land with ownership
rights, but the level of truth is considered sufficient to register the transfer of the
rights in question in accordance with the provisions of Article 37 paragraph (2)
Government Regulation Number 24 of 1997 concerning Land Registration. The Panel
of Judges' consideration stated that the sale and purchase under the hands between
the Plaintiff and the Defendant was legal because it met the requirements for a valid
agreement according to Article 1320 of the Civil Code and the sale and purchase was
legal according to Article 5 of the Basic Agrarian Law (UUPA) which states that our
national land law is subject to customary law.
3761440387C1L016037Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan, Pemanfaatan E-commerce dan Lingkungan Sosial terhadap Minat BerwirausahaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah Mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman telah memiliki minat berwirausaha selama mengikuti perkuliahan atau yang telah lulus dari bangku perkuliahan, dengan menggunakan variabel pendidikan kewirausahaan, pemanfaatan e-commerce dan lingkungan Sosial sebagai variabel berikat.Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data regresi berganda.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1) Pendidikan Kewirausahaan berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman; (2) Pemanfaatan e-commerce berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman; (3) Lingkungan Sosial berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman.This study’s aim is to analyze whether Economics Education Study Program Students in Economic and Business Faculty of University of General Soedirman have their own entrepreneurship interest during follow lectures or who have graduated from seat lectures, with the use of variable education entrepreneurship, utilization of e-commerce, and social environment as variable bonded. In this study, the instrument was used from the questionnaire and the technique for data analysis used is double regression data analysis. The results study showing that based on the results study and data analysis shows that : (1) Education Entrepreneurship has a positive influence on interest in entrepreneurship Economics Education Study Program students Economic and Business Faculty of University of General Soedirman; (2) utilization of e-commerce has a positive influence on entrepreneurship interest Economics Education Study Program students Economic and Business Faculty of University of General Soedirman ; (3) Social environment positive influence to entrepreneurship interest in Economics Education Study Program Economic and Business Faculty of University of General Soedirman.
3761540388A1F019005PENGARUH KOMBINASI KONSENTRASI TEMULAWAK PADA EKSTRAK
DAN KONSENTRASI MIKROKAPSUL TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA COOKIES
Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb) adalah salah satu tanaman rimpang yang cukup melimpah di Indonesia. Temulawak banyak mengandung komponen bioaktif seperti kurkuminoid dan xanthorrhizol yang bersifat sebagai antioksidan dan juga memberikan aroma khas dan rasa yang pahit. Proses enkapsulasi menjadi salah satu alternatif untuk menutupi aroma dan rasa yang kurang disukai dan melindungi komponen bioaktif pada temulawak. Mikrokapsul temulawak menjadi potensi untuk diaplikasikan dalam produk pangan yaitu cookies. Perlakuan penelitian ini yaitu kombinasi konsentrasi ekstrak temulawak dan konsentrasi mikrokapsul pada cookies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi konsentrasi ekstrak temulawak dan konsentrasi mikrokapsul terhadap sifat fisikokimia cookies.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Faktor yang diteliti meliputi konsentrasi ekstrak temulawak 10% dengan penambahan mikrokapsul 4%(A1), 8%(A2), dan 12%(A3); dan konsentrasi ekstrak temulawak 20% dengan penambahan mikrokapsul 2%(A4), 4%(A5), dan 6%(A6); serta konsentrasi ekstrak temulawak 30% dengan penambahan mikrokapsul 1,3%(A7), 2,6%(A8), dan 4%(A9) pada cookies. Variabel yang diamati berupa fisikokimia diantaranya total fenol, kurkumin, kapasitas penangkapan radikal bebas DPPH, dan warna. Data variabel fisikokimia diuji dengan ANOVA dan uji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test pada taraf error 5%. Penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode indeks efektivitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan kombinasi konsentrasi ekstrak temulawak dan konsentrasi mikrokapsul berpengaruh nyata terhadap kadar total fenol, kukumin, kapasitas penangkapan radikal bebas DPPH dan warna pada cookiesTemulawak (Curcuma xanthorriza Roxb) is a rhizome plant quite abundant in Indonesia. Temulawak contains many bioactive components such as curcuminoids and xanthorrhizol which act as antioxidants and also give it a distinctive scent and bitter taste. The encapsulation process is an alternative to cover the less preferred aroma and taste and protect the bioactive components in temulawak. Temulawak microcapsules have the potential to be applied in food products, namely cookies. The treatment in this study was a combination of temulawak extract concentration and microcapsule concentration in cookies. This study aims to determine the effect of the combination of temulawak extract concentration and microcapsule concentration on the physicochemical properties of cookies.This study used a non-factorial Randomized Block Design (RAK). The factors studied included the concentration of 10% temulawak extract with the addition of 4%(A1), 8%(A2), and 12%(A3) microcapsules; and 20% concentration of temulawak extract with the addition of 2%(A4), 4%(A5), and 6%(A6) microcapsules; and 30% concentration of temulawak extract with the addition of 1.3% (A7), 2.6% (A8), and 4% (A9) microcapsules in cookies. The variables observed were physicochemical including total phenol, curcumin, DPPH free radical scavenging capacity, and color. Physicochemical variable data were tested with ANOVA and follow-up tests with Duncan's Multiple Range Test at 5% error level. Handling the best treatment using the effectiveness index method. The results of the study suggest that the combined treatment of temulawak extract concentration and microcapsule concentration significantly affected the levels of total phenol, kukumin, DPPH free radical scavenging capacity and the color of the cookies.
3761640389G1B019007Pengaruh Nanopartikel Karboksimetil Kitosan Kulit Udang Terhadap Penghambatan Pembentukan Biofilm Streptococcus mitisStreptococcus mitis merupakan bakteri komensal rongga mulut yang berperan sebagai pionir pembentuk biofilm pada plak gigi. Kehadiran plak mengawali karies dan penyakit periodontal. Kitosan memiliki aktivitas antibakteri yang berpotensi sebagai agen pencegahan pembentukan plak gigi. Kitosan larut dalam asam, turunannya seperti karboksimetil kitosan (KMK) larut air sehingga memudahkan untuk aplikasi biomedis. Preparasi nanopartikel digunakan untuk meningkatkan efektivitas KMK. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh nanopartikel KMK kulit udang terhadap penghambatan pembentukan biofilm S. mitis. Jenis penelitian eksperimental laboratoris dengan uji in vitro yang dirancang posttest-only control group design. Sampel dikelompokkan menjadi 8 yaitu nanopartikel KMK 0,281 mg/mL, 0,562 mg/mL, 1,125 mg/mL, 2,25 mg/mL, 4,5 mg/mL, dan 9 mg/mL, chlorhexidine gluconate 0,2% sebagai kontrol positif, dan akuades + CaCl2 sebagai kontrol negatif. Metode uji biofilm yang digunakan adalah microtiter plate assay dengan pewarnaan kristal violet 1%. Nanopartikel KMK dikarakterisasi menggunakan PSA dan TEM. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis dilanjut uji Post Hoc Mann-Whitney. Hasil menunjukkan aktivitas penghambatan pembentukan biofilm S. mitis nanopartikel KMK kulit udang meningkat seiring dengan penambahan konsentrasi. Hasil statistik menunjukkan bahwa seluruh kelompok perlakuan memiliki perbedaan signifikan (p<0,05) dalam menghambat pembentukan biofilm S. mitis dibandingkan kelompok kontrol negatif dan kelompok kontrol positif. Hasil uji PSA menunjukkan nanopartikel berukuran 115,2 nm, PDI 0,24, dan zeta potensial 45,9 mV. Hasil uji TEM menunjukkan morfologi nanopartikel KMK kulit udang adalah sferis. Simpulan penelitian adalah terdapat pengaruh nanopartikel KMK kulit udang terhadap penghambatan pembentukan biofilm S. mitis, sehingga berpotensi dijadikan sebagai alternatif pencegahan pembentukan plak gigi.Streptococcus mitis is an oral commensal bacteria that acts as a pioneer in forming biofilms in dental plaque. Plaque initiates caries and periodontal disease. Chitosan is known to have antibacterial activity to preventing dental plaque formation. There is chitosan derivatives like water-soluble carboxymethyl chitosan (CMChi) that prefer for biomedical applications. The study aimed to determine the effect of CMChi shrimp shell nanoparticles on the inhibition of Streptococcus mitis biofilm formation. A type of research is laboratory experiment with an in-vitro on the posttest-only control group design. The samples were grouped into eight: CMChi nanoparticles 0,281 mg/mL, 0,562 mg/mL, 1,125 mg/mL, 2,25 mg/mL, 4,5 mg/mL, dan 9 mg/mL, CHX 0,2% as positive control, and aquadest + CaCl2 as negative control. The antibiofilm method is microtiter plate assay with 1% violet crystal coloring. PSA and TEM characterize the CMChi nanoparticles. Data analysis using Kruskal-Wallis and followed by Post Hoc Mann-Whitney. The Percentage of inhibition biofilm S. mitis by CMChi nanoparticles of shrimp shell increases with the addition of concentration. The statistic analysis showed that all treatment groups had significantly differences (p<0,05) on inhibition biofilm formation than negative control and positive control group. PSA result particles size 115,2 nm, PDI 0,24, and zeta potential 45,9 mV. TEM show the morphology CMChi shrimp shell nanoparticles is spherical. The study concluded that there was an effect of CMChi shrimp shell nanoparticles on the inhibition of S. mitis biofilm formation, so it has the potential to be used as an alternative to preventing dental plaque formation.
3761740390G1B019040AKTIVITAS NANOPARTIKEL KARBOKSIMETIL KITOSAN
KULIT UDANG TERHADAP PENGHAMBATAN
PERTUMBUHAN BIOFILM Prevotella Intermedia
Prevotella intermedia merupakan salah satu bakteri penyebab utama pregnancy dan
puberty gingivitis. P. intermedia menyebabkan inflamasi higga jaringan kerusakan
jaringan periodontal. Nanopartikel karboksimetil kitosan (nano-KMK) kulit udang
mempunyai potensi antibakteri yang dapat digunakan sebagai alternatif terapi adjuvan
periodontitis. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas penghambatan
nano-KMK kulit udang terhadap pembentukan biofilm
P. intermedia. Nano-KMK dipreparasi menggunakan metode gelasi ionik dengan
crosslinker CaCl2 dan dikarakterisasi melalui uji Particle Size Analysis (PSA) dan
Trasmission Electron microscope (TEM). Penghambatan biofilm diukur menggunakan
microtiter plate assay dengan konsentrasi 0,281 mg/mL, 0,562 mg/mL, 1,125 mg/mL,
2,25 mg/mL, 4,5 mg/mL, dan 9 mg/mL dengan kontrol positif CHX 0,2%. Analisis data
dilakukan menggunakan uji statistik Kruskal-Wallis dilanjutkan Post-hoc Mann-Whitney.
Hasil uji PSA dan TEM, partikel memiliki ukuran 115,2 nm dengan bentuk spherical atau
bulat. Hasil uji aktivitas penghambatan biofilm meningkat seiring dengan pertambahan
konsentrasi. Penghambatan tertinggi adalah 77,18±0,81% pada konsentrasi 9 mg/mL.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) antara kelompok
perlakuan nano-KMK kulit udang dengan aquades + CaCl2 terhadap penghambatan
pembentukan biofilm. Tidak terdapat perbedaan signifikan (p>0,05) antara 9 mg/mL
dengan chlorhexidine gluconate 0,2%. Simpulan penelitian ini adalah terdapat aktivitas
antibakteri nanopartikel KMK kulit udang terhadap penghambatan pembentukan biofilm
P. intermedia sehingga berpotensi dikembangkan menjadi alternatif terapi adjuvant
periodontitis.
Prevotella intermedia is one of the main causes of pregnancy and puberty gingivitis. P.
intermedia causes inflammation of the tissues and damages the periodontal tissues.
Carboxymethyl chitosan shrimp shell nanoparticles (nano-CMChi) have antibacterial
potential for alternative adjuvant therapy for periodontitis. This study purpose was to
determine the inhibitory activity of nano-CMChi on the formation of P. intermedia biofilms.
Nano-CMChi shrimp shell was prepared using the ionic gelation method with a CaCl2
crosslinker and characterized by Particle Size Analysis (PSA) and Transmission Electron
microscope (TEM). Biofilm inhibition was measured using a microtiter plate assay with a
concentration of 0.281 mg/mL, 0.562 mg/mL, 1.125 mg/mL, 2.25 mg/mL, 4.5 mg/mL, and 9
mg/mL with CHX 0.2% as a positive control. Result was analyzed using Kruskal-Wallis
statistical followed with Mann-Whitney Post-hoc test. The result of PSA and TEM
characterization was particles have a size of 102.6 – 255.8 nm with a spherical or spherical
shape. The test results of biofilm inhibition activity increased in higher concentration. The
highest inhibition was 77.18 ± 0.81% at a 9 mg/mL concentration. The results showed that
there were significant difference (p<0.05) between the nano-CMChi shrimp shells with
aquades + CaCl2 on the inhibition biofilm formation. Interestingly, there was no significant
difference (p>0.05) between 9 mg/mL and 0.2% chlorhexidine gluconate. This study
concludes that there was antibacterial activity of nano-CMChi shrimp shell on inhibiting
P. intermedia biofilm formation, so nano-CMChi shrimp shell has the potential to be
developed as an alternative adjuvant therapy for periodontitis.
3761840392C1C019062TEKANAN ANGGARAN WAKTU SEBAGAI PEMODERASI PENGARUH KOMPETENSI DAN SKEPTISISME PROFESIONAL TERHADAP KUALITAS AUDIT
(Survei pada Kantor Akuntan Publik di Semarang)
Penelitian ini adalah survei yang dilakukan pada auditor yang bekerja di KAP yang berlokasi di Semarang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran pengaruh variabel tekanan anggaran waktu dalam memoderai pengaruh kompetensi dan skeptisisme profesional terhadap kualitas audit Dalam penelitian yang menjadi populasi adalah auditor yang bekerja pada KAP di Semarang. Untuk jumlah sampel yang dapat diolah pada penelitian ini adalah sebanyak 59 responden dari total 12 KAP yang bersedia untuk dijadikan sampel. Data yang diperoleh merupakan data primer dengan metode purposive sampling. Hasil dari penelitian yang dilakukan dengan menggunakan IBM SPSS versi 25 memberikan hasil: (1) Kompetensi berpengaruh positif terhadap kualitas audit, (2) Skeptisisme profesional berpengaruh positif terhadap kualitas audit, (3) Tekanan anggaran waktu tidak mampu memoderasi pengaruh kompetensi terhadap kualitas audit, (4) Tekanan anggaran waktu tidak mampu memoderasi pengaruh skeptisisme profesional terhadap kualitas audit. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan pengertian pada KAP maupun auditor agar selalu menjaga kompetensi dan sikap skeptis ketika menjalankan audit. Selain itu, hasil penelitian ini dapat memperluas diskusi dalam bidang audit, terkhusus dalam faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil kualitas audit.This research is a survey conducted on auditors who work at KAP located in Semarang. This study was conducted to determine the role of the influence of the time budget pressure variable in moderating the effect of competence and professional skepticism on audit quality. The number of samples that can be processed in this study is 59 respondents from a total of 12 KAPs who are willing to be sampled. The data obtained is primary data with purposive sampling method. The results of research conducted using IBM SPSS version 25 gave the following results: (1) Competence has a positive effect on audit quality, (2) Professional skepticism has a positive effect on audit quality, (3) Time budget pressure is unable to moderate the effect of competence on audit quality, (4) Time budget pressure is unable to moderate the effect of professional skepticism on audit quality. The results of this study are expected to provide understanding to KAP and auditors so that they always maintain competence and skepticism when carrying out audits. In addition, the results of this study can broaden the discussion in the field of auditing, especially in terms of factors that can affect the results of audit quality.
3761940393D1A019004PENGARUH MIKORIZA-FOSFAT PADA TANAH KAPUR UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAHAN KERING TANAMAN SORGUM FASE VEGETATIF
Penelitian dengan judul pengaruh mikoriza-fosfat pada tanah kapur untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi bahan kering tanaman sorgum fase vegetatif bertujuan untuk mengamati tinggi tanaman, panjang daun, dan produksi bahan kering. Materi penelitian yang digunakan adalah biji sorgum varietas numbu, pupuk TSP, dan mikoriza dengan media tanam polybag yang ditempatkan di Green House Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 4x4 dengan 5 kali ulangan. Faktor pertama pemberian mikoriza 0, 10, 20 dan 30 g/polybag. Faktor kedua pemberian pupuk TSP 0; 1,33; 2,66 dan 3,99 g/polybag. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, panjang daun, dan kandungan bahan kering tanaman sorgum, selanjutnya dilakukan uji lanjut Duncant New Multiple Range Test (DMRT). Hasil analisis menunjukan bahwa pemberian mikoriza – fosfat berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap tinggi tanaman, panjang daun, serta kandungan bahan kering tanaman sorgum. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian pupuk TSP 2,66 -3,99 g/polybag dan mikoriza 20 - 30 g/polybag dapat meningkatkan tinggi tanaman dan panjang daun, serta bahan kering tanaman sorgum memberikan hasil yang sangat optimal.
The research with the title of the effect of mycorrhiza-phosphate on limestone soil to increase the growth and dry matter production of sorghum plants in the vegetative phase aims to observe plant height, leaf length, and dry matter production. The research materials used were sorghum seeds of the numbu variety, TSP fertilizer, and mycorrhiza with polybag planting media placed in the Green House of the Faculty of Animal Husbandry, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. This research method is experimental with a complete randomized design (CRD) 4x4 factorial pattern with 5 replications. The first factor was mycorrhiza 0, 10, 20 and 30 g/polybag. The second factor was TSP fertilizer 0; 1.33; 2.66 and 3.99 g/polybag. The observed variables were plant height, leaf length, and dry matter content of sorghum plants, then Duncant New Multiple Range Test (DMRT) was conducted. The results of the analysis showed that the application of mycorrhiza - phosphate had a very significant effect (P <0.01) on plant height, leaf length, and dry matter content of sorghum plants. The conclusion of this research is that the application of TSP fertilizer 2.66 -3.99 g/polybag and mycorrhiza 20-30 g/polybag can increase plant height and leaf length, and the dry matter of sorghum plants gives very optimal results.
3762040594F1A019026Penanganan Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak Di UPTD PPA Kabupaten Banyumas Dalam Perspektif Orang Tua Dan Mitra Anak-anak adalah bagian dari masyarakat yang tinggal di rumah dan berkedudukan dalam institusi keluarga. Batasan usia anak pada prinsipnya adalah penduduk di bawah usia 18 tahun. Pada tahun 1989, pemerintah di seluruh dunia, melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa memberlakukan penerapan hak-hak anak. Pemerintah Indonesia juga memiliki peraturan untuk memberikan perlindungan anak yaitu UUD Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 perubahan atas UndangUndang nomor 23 tahun 2002. Pada Kenyataannya anak justru malah menjadi korban kekerasan terhadap anak. Kabupaten Banyumas merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang sering terjadi kekerasan terhadap anak. Mitra dan orang tua korban yang bekerjasama dengan UPTD PPA Kabupaten Banyumas memiliki makna yang berbeda mengenai kasus kekerasan seksual terhadap anak dan penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak dari UPTD PPA Kabupaten Banyumas. Mereka menganggap kasus kekerasan seksual terhadap anak merupakan perbuatan yang kurang baik, seperti fenomena gunung es, serta memiliki dampak yang akan merugikan anak. Penanganan di UPTD PPA Kabupetan Banyumas menurut mitra dan orang tua korban sudah cukup maksimal namun tidak sesuai dengan apa yang ada di lapangan mengingat kurangnya SDM di UPTD PPA sehingga akan menghambatan penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak yang banyak. Dengan demikian perlu adanya perbaikan layanan dan penambahan SDM untuk memperlancar proses penanganan.
Children are part of the community who live at home and are located in family institutions. In principle, the age limit for children is residents under the age of 18 years. In 1989, governments around the world, through the United Nations implemented the implementation of children's rights. The Indonesian government also has regulations to provide child protection, namely the Constitution of the Republic of Indonesia Number 35 of 2014 amendment to Law number 23 of 2002. In reality, children actually become victims of violence against children. Banyumas Regency is one of the districts in Central Java where violence against children often occurs. Partners and parents of victims who collaborated with the UPTD PPA Banyumas Regency had different meanings regarding cases of sexual violence against children and the handling of cases of sexual violence against children from the UPTD PPA Banyumas Regency. They consider cases of sexual violence against children to be a bad deed, like an iceberg phenomenon, and have an impact that will harm children. According to the partners and parents of the victims, the handling at the UPTD PPA in Banyumas Regency was quite optimal, but it was not in accordance with what was in the field, considering the lack of human resources at the UPTD PPA, which would hinder the handling of many cases of sexual violence against children. Thus it is necessary to improve services and add human resources to expedite the handling process.