Artikelilmiahs
Menampilkan 37.641-37.660 dari 48.977 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 37641 | 40407 | J1A018022 | The Causing Aspects of Johannes Betzler's Obsessive Love in Caging Skies (2004) | Artikel ini berjudul Aspek-aspek yang Menyebabkan Cinta Obsesif Johanes Betzler dalam Caging Skies (2004). Caging Skies adalah novel fiksi yang ditulis oleh Christine Leunens yang menyeritakan tentang Johannes Betzler dan Elsa Kor. Sebagai orang yang sangat percaya terhadap Hitler, Johannes sangatlah marah saat ia menemukan bahwa orang tuanya menyembunyikan seorang perempuan Yahudi bernama Elsa Kor di belakang tembok palsu di dalam rumahnya. Meskipun begitu, kemarahannya perlahan berubah menjadi ketertarikan, cinta, dan obsesi. Untuk mengungkapkan aspek-aspek yang menyebabkan cinta obsesif Johannes Betzler terhadap Elsa Kor, artikel ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data. Studi ini memperoleh data dari narasi dan percakapan antara Johannes dan orang tuanya terutama ayahnya di Caging Skies (2004). Menggunakan teori pola komunikasi keluarga oleh McLeod dan Chaffee (1972; 1973) dan teori keterikatan oleh John Bowlby dan Mary Ainsworth (1957; 1966), penelitian ini telah menemukan dua aspek yang menyebabkan cinta obsesif Johannes Betzler untuk Elsa. Kedua aspek tersebut adalah pola komunikasi dan gaya keterikatan dengan orang tuanya. | This article is entitled The Causing Aspects of Johannes Betzler’s Obsessive Love in Caging Skies (2004). It is a fiction novel written by Christine Leunens that tells a story of Johannes Betzler and Elsa Kor. As an avid Hitler believer, Johannes was furious when he found that his parents hid a Jewish girl named Elsa Kor behind a false wall in their house. However, his initial anger slowly turned into interest, love, and then obsession. In order to reveal the aspects that caused Johannes Betzler’s obsessive love for Elsa Kor, this article used a qualitative descriptive method to analyse the data. This study obtained the data from the narrations and conversations between Johannes and his parents especially his father in Caging Skies (2004). Using family communication pattern theory by McLeod and Chaffee (1972; 1973) and attachment theory by John Bowlby and Mary Ainsworth (1957; 1966), this study has found two aspects that caused Johannes Betzler’s obsessive love for Elsa. Those two aspects are his communication pattern and attachment style with his parents. | |
| 37642 | 40408 | D1A019191 | Pengaruh Perbedaan Ketinggian Tempat Pakan dan Tempat Minum Terhadap Performa Ayam Broiler | Pendampingan kepada peternak yang dilakukan selama magang berguna untuk menambah wawasan serta menerapkan ilmu terkait manajemen pemeliharaan ayam broiler. Tujuan dari magang yang dilakukan adalah untuk peningkatan produktifitas dari peternak yang didampingi. Perbedaan ketinggian tempat pakan dan minum ternak dapat mempengaruhi performa dari ayam broiler.Pengamatan terhadap performa ayam dilakukan selama dua periode, performa yang diamati adalah pertambahan bobot badan (PBB), konsumsi pakan, feed conversion ratio (FCR), dan index performance (IP). Materi magang yang digunakan ayam broiler sebanyak 20.000 ekor setiap lantainya, dengan strain mb 202. Kandang yang digunakan milik bapak H. Rauf yang merupakan kandang closed house dengan ukuran 60m x 12m x 2m, dan pakan yang digunakan adalah sb 10, sb 11, sb 12. Prasana yang digunakan antara lain; tirai luar, tirai dalam, inlet, kipas ventilasi, plafon, pemanas, nozzle, cooling pad, paranet, lampu pencahayaan, tempat pakan, tempat minum, tandon air, daya listrik pln, genset, controller, dan gudang pakan. Jumlah tempat pakan yang digunakan sebanyak 2378 feeder pan dengan perbandingan 1:7, untuk tempat minum sebesar 2320 dengan rasio 1:9. Peletakkan ketinggian tempat pakan dan tempat minum dilakukan selama dua periode pemeliharaan. Ketinggian tempat pakan dan minum periode pertama setinggi 3-5cm dari lantai, untuk periode kedua setinggi dada ayam mengikuti pertumbuhan ayam. Data diperoleh melalui observasi dimana data primer didapatkan dari recording dan data sekunder didapatkan dari Bapak Rauf, data dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Waktu magang mulai tanggal 16 februari 2023 hingga 30 juni 2023. Hasil pengamatan menunjukkan periode 2 pemeliharaan ayam broiler lebih baik dibandingkan periode 1. PBB sebesar 621±10,43 gram, konsumsi pakan 4426 ± 234,44 gram, FCR 1,606 ± 0,024, dan IP 409 ± 15,56. Hal tersebut menunjukkan bahwa peletakan tempat pakan dan air minum yang berbeda dapat mempengaruhi performa ayam broiler. Tempat pakan dan minum yang terlalu rendah dapat menyebabkan ternak mengalami kelumpuhan dan banyaknya pakan yang tercecer. Tempat pakan dan minum yang diletakkan setinggi dada ayam dapat mempermudah ayam mencapai pakan dan minum sehingga tidak mengeluarkan tenaga yang berlebih. Disimpulkan bahwa ketinggian yang optimal untuk tempat pakan dan minum adalah setinggi dada ayam broiler mengikuti pertumbuhan ayam yang dipelihara. | Assistance to farmers carried out during the internship is useful to increase insight and apply knowledge related to broiler chicken maintenance management. The purpose of the internship is to increase the productivity of the farmer who is accompanied. Differences in the placement of feed and drinking places can affect the performance of broiler chickens. Observations of chicken performance were carried out for two periods, the observed performance was weight gain (PBB), feed consumption, feed conversion ratio (FCR), and performance index (IP). The internship material used by broiler chickens is 20,000 heads per floor, with the 202 mb strain. The cage used belongs to Mr. H. Rauf which is a closed house cage with a size of 60m x 12m x 2m, and the feed used is sb 10, sb 11, sb 12. Prasana used includes; outer curtain, inner curtain, inlet, ventilation fan, ceiling, heater, nozzle, cooling pad, paranet, lighting lamp, feed bin, drinking place, water reservoir, PLN electric power, generator, controller, and feed warehouse. The number of feed bins used was 2378 pan feeders with a ratio of 1: 7, for drinking places of 2320 with a ratio of 1: 9. The height of the first-period feed and drinking place is 3-5cm high from the floor, for the second period it is as high as the chicken breast follows the growth of chickens. Data is obtained through observation where primary data is obtained from recording and secondary data is obtained from Mr. Rauf, data is analyzed using descriptive analysis. The internship period is from February 16, 2023 to June 30, 2023. The results showed that period 2 of broiler chicken rearing was better than period 1. PBB amounted to 621±10.43 grams, feed consumption 4426 ± 234.44 grams, FCR 1.606 ± 0.024, and IP 409 ± 15.56. This shows that laying different feed and drinking water containers can affect the performance of broiler chickens. Feed and drinking places that are too low can cause livestock to experience paralysis and a large amount of scattered feed. Feed and drink places placed as high as chicken breasts can make it easier for chickens to reach feed and drink so as not to expend excess energy. It was concluded that the optimal height for feed and drinking places is at the level of broiler chicken breasts following the growth of chickens kept. | |
| 37643 | 40409 | A1D016153 | PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN BUAH TOMAT dalam GEL LIDAH BUAYA TERHADAP UMUR SIMPAN | Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu jenis buah klimaterik yang rentan mengalami kerusakan pasca panen. Penelitian ini dirancang untuk menghambat proses keruskan pada buah tomat dengan pemberian edible coating lidah buaya (Aloe vera Mill.). Adapun faktor yang diamati pada penelitian ini yaitu pengaruh konsentrasi dan lama perendaman gel lidah buaya (Aloe vera Mill.), perlakuan faktor konsentrasi terdiri dari 4 taraf yaitu konsentrasi gel 25% (G1), 50% (G2), 75% (G3) dan 100% (G4) sedangkan faktor lama perendaman terdiri dari 3 taraf yaitu lama perendaman 5 menit (S1), 10 menit (S2) dan 15 menit (S3) sehingga dari kedua faktor tersebut didapatkan 12 kombinasi perlakuan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu berupa variabel fisik yang terdiri dari pengukuran susut bobot, uji organoleptik dan total padatan terlarut serta variabel kimia berupa kadar vitamin C. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis menggunakan uji F pada taraf 5%, apabila menghasilkan nilai yang nyata di uji lanjut menggunakan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. | Tomato (Solanum lycopersicum L.) is one of type of climacteric fruit that susceptible to post-harvest damage. This research was designed to inhibit the decay process in tomatoes by giving an edible coating of aloe vera (Aloe vera Mill. The factors observed in this study were the effect of concentration and duration of immersion aloe vera gel (Aloe vera Mill.), factor of concentration treatment consisted of 4 levels, there are concentration 25% (G1), 50% (G2), 75% (G3) and 100% (G4) while the immersion time factor consisted of 3 levels, duration of immersion 5 minutes (S1), 10 minutes (S2) and 15 minutes (S3) so that from these two factors, 12 treatment combinations were obtained. The variables observed in this study were in the form of physical variables consisting of measurement of weight loss, organoleptic tests and total dissolved solids as well as chemical variables in the form of vitamin C levels. significantly further tested using Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at the level of 5%. | |
| 37644 | 40410 | D1A019111 | BOBOT BADAN INDUK PADA BERBAGAI TINGKAT PROLIFIKASI HUBUNGANNYA DENGAN LITTER SIZE PADA DOMBA SAKUB | Penelitian “Bobot Badan Induk pada Berbagai Tingkat Prolifikasi Hubungannya dengan Litter Size pada Domba Sakub” bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat prolifikasi terhadap bobot badan induk pada domba Sakub dan mengkaji hubungan antara litter size dengan paritas dan bobot badan induk pada domba Sakub. Penelitian dilaksanakan selama 3 minggu mulai tanggal 1 Juni 2023 hingga 22 Juni 2023, bertempat di Kelompok Tani Ternak (KTT) Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Materi penelitian yang digunakan yaitu menggunakan domba Sakub usia 2 – 3 tahun dan minimal memiliki paritas 2 (telah melahirkan 2 kali) sebanyak 46 ekor sebagai sampel. Alat dan bahan penelitian terdiri atas timbangan digital dan kuisioner data reproduksi domba Sakub. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Variabel yang diukur meliputi litter size, paritas dan bobot badan induk. Analisis data penelitian menggunakan uji-t student unequal untuk menguji bobot badan induk dengan berbagai tingkat prolifikasi dan analisis regresi berganda untuk mengetahui bentuk dan keeratan hubungan antara litter size dengan paritas dan bobot badan induk pada domba Sakub. Hasil uji-t student terdapat perbedaan tidak nyata (P>0,05) pada prolfik rendah dan tinggi terhadap bobot badan induk, hasil analisis regresi ternyata litter size memliki hubungan yang nyata (P<0,05) dengan paritas dan bobot badan induk. Paritas dan bobot badan induk mempengaruhi liiter size sebesar 16,3% dengan persamaan garis litter size = 0,269+0,168(paritas)+0,015(bobot badan). Disimpulkan bahwa bobot badan induk pada prolifikasi rendah relatif sama dengan prolifikasi tinggi, namun secara numerik bobot badan induk prolfikasi tinggi lebih tinggi dibandingkan prolifikasi rendah sebesar 13,37%. Adapun litter size berbanding lurus dengan paritas dan bobot badan induk. Semakin tinggi paritas dan bobot badan induk maka semakin tinggi litter size | The research "Mother's Body Weight at Various Levels of Prolification Relation to Litter Size in Sakub Sheep" aims to determine the effect of prolification rate on brood weight in Sakub sheep and to examine the relationship between litter size and parity and mother's body weight in Sakub sheep. The research was carried out for 3 weeks from 1 June 2023 to 22 June 2023, at the Livestock Farmers Group (KTT) Paguyangan District, Brebes City. The research material used was Sakub sheep aged 2-3 years and having at least parity 2 (having given birth 2 times) as many as 46 heads as a sample. Research tools and materials consisted of digital scales and questionnaires on reproductive data of Sakub sheep. The research was conducted using a survey method. Variables measured included litter size, parity and body weight of the mother sheep. Analysis of the research data used the student unequal t-test to test the mother's body weight with various levels of prolification and multiple regression analysis to determine the form and closeness of the relationship between litter size to parity and mother's body weight in Sakub sheep. Student t-test results showed no significant difference (P>0.05) in low and high prolific to mother's body weight, the results of the regression analysis showed that litter size had a significant relationship (P<0.05) with parity and mother's body weight. Parent parity and body weight affect litter size by 16.3% with the equation of the litter size line = 0.269+0.168(parity)+0.015(body weight). It was concluded that the mother's body weight at low prolification was relatively the same as that for high prolification, however numerically the mother's body weight for high prolification was higher than that for low prolification by 13.37%. The litter size is directly proportional to the parity and body weight of the parent. The higher the parity and mother's body weight, the higher the litter size | |
| 37645 | 40618 | K1C017010 | Klasifikasi Awan Menggunakan Metode Convolutional Neural Network Berdasarkan Citra Kamera Dari Permukaan Bumi | Studi tentang awan memegang peran penting dalam bidang lingkungan dinamika, fenomena, sains dan teknologi atmosfer. Observasi dan gambar awan merupakan alat yang berguna untuk menentukan karakteristik termodinamika dan dinamika udara. Selain itu dapat digunakan dalam peramalan cuaca jangka pendek. Perkembangan teknologi kecerdasasan buatan (AI) memudahkan dalam melakukan pengolahan data. Untuk itu, dibutuhkan teknologi AI yaitu Convolutional Neural Network (CNN), untuk mengklasifikasikan dan menghitung jumlah awan. Dalam penelitian ini, akurasi gambar awan dilakukan menggunakan kamera dalam arah vertikal. Dari hasil pengamatan diperoleh 160 gambar awan dan diklasifikasikan menjadi 9 jenis awan dengan 5 gambar pada setiap jenisnya, yaitu Ac, As, Cc, Ci, Cs, Cu, Nb, Sc, St. Dari proses tersebut diperoleh 945 gambar awan hasil augmentasi. Setelah itu dilakukan augmentasi warna dan geometri pada gambar awan. Hasil gambar tersebut dinilai dengan program CNN untuk mendapatkan hasil berupa nilai akurasi sebesar 93,61% dan presisi 94,32%. Hal ini menunjukan bahwa CNN telah berhasil melakukan klasifikasi awan dengan dengan akurasi dan presisi yang tinggi. | A study of clouds play an important role in the field of environmental dynamics, phenomena atmospheric of science and technology. Cloud observations and figures are useful tools for determining the thermodynamic and air dynamic characteristics. Beside It, can be used in short-term weather forecasting. The development of technology Artificial Intelligentce (AI) make easier to process the data. Therefore, AI technology named CNN is needed to classify or calculate an infinite number of clouds. In this study, accuisition of images data were carrid of using brinno camera in vertical direction. From this observation, It is obtained 160 cloud images, then classified them into 9 types of clouds, those were Ac, As, Cc, Ci, Cu, Nb, Sc dan St. This proces give 945 new data. Theer colour and geometry augmentations of cloud images. The final steps were reading and dividing the dataset, creating a CNN, training and testing the CNN model. The finding of this study was based on the results of the cloud classification test with an accuracy of 93,61% and a precision 94,32% with a training time of 18 ms | |
| 37646 | 40411 | C1I019032 | The Effect of Internal Auditor Independence, Motivation and Transparency on Audit Quality at Banks in Purwokerto | Kualitas audit merupakan hal yang penting bagi sebuah perusahaan karena dapat mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan, termasuk perusahaan perbankan. Kualitas audit yang tinggi dapat meningkatkan kredibilitas perusahaan dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh: 1) independensi auditor terhadap mutu audit pada bank di Purwokerto, 2) motivasi auditor terhadap mutu audit pada bank di Purwokerto, 3) transparansi auditor terhadap mutu audit pada bank di Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai bank di Purwokerto dengan sampel penelitian 123 orang. Data yang digunakan adalah data primer yang dikumpulkan oleh share questioner. Analisis data dengan teknik regresi linier berganda. Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa: 1) terdapat pengaruh positif dan signifikansi parsial dari independensi auditor terhadap mutu audit, 2) tidak terdapat pengaruh motivasi auditor terhadap kualitas audit, 3) terdapat pengaruh positif parsial dan signifikansi dari transparansi auditor terhadap kualitas audit pada bank di Purwokerto. | Audit quality is important matter for a company because could influence society trust to company, include banking company. High audit quality could improving company credibility and another. This research purpose to knows and analyzing affect of: 1) auditor independence to audit quality at bank in Purwokerto, 2) auditor motivation to audit quality at bank in Purwokerto, 3) auditor transparency to audit quality at bank in Purwokerto. This research is quantitative research. Research population are all bank employee in Purwokerto with 123 person research samples. Data using is primary data which been collected by sharing questioner. Data analyzes by multiple linear regression technique. Result of the research give conclussion that: 1) there was partial positive and significance influence from auditor independence to audit quality, 2) there was no influence from auditor motivation to audit quality, 3) there was partial positive and significance influence from auditor transparency to audit quality at bank in Purwokerto. | |
| 37647 | 40412 | C1I018010 | DETECTION OF FINANCIAL STATEMENT FRAUD ON SECTOR MANUFACTURE USING FRAUD SCORE MODEL | Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan memeriksa elemen -elemen unsur kecurangan dengan menggunakan teori pentagon. Fraud pentagon terdiri dari lima elemen yaitu tekanan dengan indikator stabilitas keuangan, kesempatan dengan indikator komite audit, rasionalisasi dengan indikator pergantian auditor,kompetensi dengan indikator masa jabatan CEO, arogansi dengan indikator jumlah foto ceo yang terpampang terhadap kecurangan laporan keuangan. F-SCORE digunakan untuk menentukan kecurangan laporan keuangan. Objek penelitian yang dipilih menggunakan perusahaan manufaktur tahun 2019-2021. Pengujian hipotesis menggunakan model analisis regresi linier berganda menggunakan SPSS 25, metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah purposive sampling dan menghasilkan data 138 sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pergantian Auditor memiliki efek negatif yang signifikan pada kecurangan laporan keuangan. Sementara Stabilitas Keuangan, Komit Audit, Masa jabatan CEO dan Jumlah gambar CEO memiliki pengaruh efek positif yang signifikan pada kecurangan laporan keuangan. | The study uses the pentagon theory to test and examine the element of fraud. Pressure with an indicator of financial stability, opportunity with an indicator of the audit committee, rationalization with an indicator of change in auditor, competence with an indicator of CEO Tenure, and arrogance with an indicator of the number of CEO photos displayed on financial statements fraud. The F-SCORE scale is used to assess financial statement fraud. Manufacturing companies are the research object chosen for 2019-2021. Multiple linear regression analysis models were used to test hypotheses using SPSS 25, the sample of this research used purposive sampling, and the data obtained were 138 sample. The results showed that Change in Auditor had a significant negative effect on financial statement fraud. While the Financial Stability, Audit Committee CEO tenure and the number of CEO images have a significant positive effect on financial statement fraud. | |
| 37648 | 40413 | G1A019085 | PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL CIPLUKAN (Physalis angulata L.) TERHADAP EKSPRESI GENA INTERLEUKIN-6 (IL-6) PADA TIKUS PUTIH MODEL DIABETES MELITUS INDUKSI STZ-NA | Latar belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan terjadinya kondisi hiperglikemia akibat adanya defek pada sekresi insulin, kerja insulin, atau kombinasi keduanya. Kondisi hiperglikemia yang berkepanjangan akan menyebabkan terjadinya aktivasi jalur inflamasi dimana interleukin-6 (IL-6) merupakan salah satu sitokin proinflamasi yang berperan didalamnya. Ciplukan (Physalis angulata L.) memiliki efek farmakologi sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol ciplukan terhadap ekspresi gena IL-6 pada tikus putih model DM induksi STZ-NA. Metode: Dua puluh lima tikus Wistar jantan dibagi ke dalam lima kelompok yaitu A: kontrol sehat, B: kontrol sakit, C, D, dan E: kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak etanol ciplukan dengan dosis berturut-turut 75, 150, dan 300 mg/KgBB. Induksi STZ-NA dilakukan setelah aklimatisasi dan dilanjutkan dengan pemberian sukrosa 30% selama 28 hari. Penelitian dilanjutkan dengan pemberian ekstrak etanol ciplukan secara sonde selama 28 hari. Selanjutnya, dilakukan terminasi dan pengambilan pankreas untuk ekstraksi RNA. Evaluasi ekspresi gena IL-6 dilakukan menggunakan RT-PCR. Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dengan nilai p<0,05 dianggap signifikan. Hasil: Rerata ekspresi gena IL-6 setiap kelompok yaitu A=1,05±0,12; B=1,14±0,08; C=1,11±0,06; D=0,97±0,21; E=0,78±0,15. Hasil uji One Way ANOVA didapatkan nilai p=0,383 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rerata ekspresi gena IL-6 yang signifikan antar kelompok uji secara statistik. Namun, ciplukan memiliki potensi untuk menurunkan ekspresi gena IL-6 secara dose dependent. Kesimpulan: Pemberian ekstrak etanol ciplukan berbagai dosis tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap ekspresi gena IL-6 pada tikus putih model DM induksi STZ-NA | Background: Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disease characterized by hyperglycemia due to defects in insulin secretion, insulin action, or combination of both. Prolonged hyperglycemia conditions will lead to activation of inflammatory pathways in which interleukin-6 (IL-6) is one of the proinflammatory cytokines that play a role in it. Groundcherry (Physalis angulata L.) has a pharmacological effect as an anti-inflammatory. This study aimed to determine the effect of ethanol extract of groundcherry towards IL-6 gene expression in STZ-NA-induced DM rats. Methods: Twenty-five male Wistar rats were divided into five groups, A: healthy control, B: DM control, C, D, and E: treatment group with 75, 150, and 300 mg/KgBB ethanol extract of groundcherry. STZ-NA induction was carried out after acclimatization and continued with 30% sucrose for 28 days. Next, ethanol extract of groundcherry was given for 28 days. Next, the rats were terminated and the pancreas was taken for RNA extraction. Evaluation of IL- 6 gene expression was performed using RT-PCR. Data were analyzed using One Way ANOVA test, p<0,05 were considered significant. Results: Average IL-6 gene expression for each group is A=1,05±0,12; B=1,14±0,08; C=1,11±0,06; D=0,97±0,21; E=0,78±0,15. One Way ANOVA test shows p=0.383 which indicates that there is no significant difference within groups statistically. However, groundcherry has the potential to decrease IL-6 gene expression in a dose dependent manner. Conclusion: Various doses of ciplukan ethanol extract does not show a significant difference towards IL-6 gene expression in STZ-NA-induced DM rats. | |
| 37649 | 40414 | J0A018027 | Creating English Brochure to Promote Tourist Attractions at Palawi Baturraden | Laporan Tugas Akhir ini ditulis berdasarkan pengalaman kerja praktik di Palawi Risorsis Baturraden pada tanggal 15 Februari 2021 sampai dengan 15 Maret 2021. Palawi Risorsis Baturraden merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang pariwisata dan menyediakan hal-hal yang berkaitan dengan kepariwisataan seperti objek wisata, tour planner, penginapan, outbond, dan masih banyak lainnya. Tujuan dilakukannya praktik kerja ini adalah untuk menjelaskan pelakanaan praktik kerja di Palawi Baturraden, membuat brosur dua bahasa sebagai media promosi tempat wisata di Palawi Baturraden, dan juga menjelaskan kendala dan solusi dalam pembuatan brosur. Penulis menggunakan tiga metode untuk mendukung proses penulisan laporan akhir yaitu observasi, interview, dan dokumentasi. Penulis membuat brosur dengan tujuan sebagai media promosi dengan menambahkan lima teks deskripsi yang memiliki tujuan untuk memberikan informasi atau gambaran mengenai lima objek wisata yang ditawarkan (Pancuran 7, Tebing Selirang, Pancuran 3, Telaga Sunyi, Curug Tirtasela, dan Taman Labirin) dengan menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Tahapan yang harus dilakukan dalam pembuatan brosur diantaranya adalah pengumpulan data setiap objek wisata, pembuatan teks deskripsi yang singkat namun menarik, pemilihan konten, proses revisi, sampai ke tahap akhir yaitu pencetakan brosur. Beberapa kendala yang dialami dalam proses pembuatan brosur adalah keterbatasan kemampuan penulis dalam membuat desain dan kebahasaan dalam teks deskripsi. Untuk mengatasinya, dilakukan konsultasi kepada pembimbing laporan serta staff perusahaan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. | This Final Report was written based on job training conducted at Palawi Risorsis Baturraden from February 15, 2021 to March 15, 2021. Palawi Risorsis Baturraden is a private company engaged in tourism and provides matters related to tourism such as tourist attractions, tour planners, lodging, outbound, and many others. The purpose of this job training are to explain the job training implementation at Palawi Baturraden, to create a bilingual brochure as a media to promote tourist attraction at Palawi Baturraden, and also to explain the obstacle and solution in creating the brochure. There are three different methods that have been used to support the process of writing a final report, namely observation, interview, and documentation. A brochure was made with the aim of being a promotional medium by adding five description texts that have the aim of providing information or an overview of the five tourist attractions offered (Pancuran 7, Tebing Selirang, Pancuran 3, Telaga Sunyi, Curug Tirtasela, and Taman Labirin) using Bahasa Indonesia and English. There are several stages that must be done in creating brochure, namely collecting data on each tourist attraction, making short but interesting description texts, choosing content, revision process, and printing. Some of the obstacles experienced in the process of creating brochure are the limited ability in creating designs and language in the description text. To overcome, consultations are carried out with supervisors and company staff to achieve the desired result. | |
| 37650 | 40419 | E1A019280 | DISPARITAS PUTUSAN PENGADILAN DALAM TINDAK PIDANA NARKOTIKA (Studi Komparasi Putusan Nomor : 14/Pid.Sus/2017/PN.Cag dan Putusan Nomor : 392/Pid.Sus/2021/PN.Mdn | Disparitas putusan adalah perbedaan putusan pemidanaan terhadap tindak pidana yang sama. Putusan Nomor 14/Pid.Sus/2017/PN.Cag di Pengadilan Negeri Calang dan putusan Nomor 392/Pid.Sus/2021/PN.Mdn di Pengadilan Negeri Medan terjadi adanya disparitas. Kedua putusan tersebut terdapat perkara yang sama, pasal yang didakwakan sama, namun pada terdapat perbedaan pada sanksi pidana. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian yuridis normatif, metode pendekatan undangundang, pendekatan konseptual, pendekatan perbandingan dan pendekatan kasus, spesifikasi penelitian preskriptif analitis. Menggunakan data sekunder dengan pengumpulan data berupa studi kepustakaan yang disajikan melalui uraian secara sistematis dan logis dengan bentuk teks naratif, kemudian dianalisis secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, penyebab terjadinya disparitas pidana putusan meliputi beberapa faktor yaitu dari peraturan perundangundangan itu sendiri, yang kemudian hakim diberi kebebasan memutus suatu perkara, keadaan pelaku, motif dan cara pelaku melakukan tindak pidana. Disparitas yang terjadi bertentangan dengan aspek kepastian hukum dan aspek keadilan. Hal ini menunjukkan bahwa hakim dalam menjatuhkan pidana harus selalu memerhatikan berbagai faktor yang ada, bukan sekadar memberi pembalasan melainkan juga untuk memperbaiki perilaku terdakwa untuk kembali kepada masyarakat serta pemidanaan tersebut menjamin kepastian hukum dan memberikan keadilan bagi berbagai pihak. | Decision disparity is the difference in sentencing decisions for the same crime. Decision Number 14/Pid.Sus/2017/PN.Cag at the Calang District Court and decision Number 392/Pid.Sus/2021/PN.Mdn at the Medan District Court there is a disparity. The two decisions contained the same case, the articles charged were the same, but there were differences in criminal sanctions. This study uses a normative juridical research type, statutory approach, conceptual approach, comparative approach and case approach, specification of analytical prescriptive research. Using secondary data by collecting data in the form of literature studies which are presented through systematic and logical descriptions in the form of narrative texts, then analyzed qualitatively normatively. Based on the results of research and data analysis, the causes of disparity in sentencing decisions include several factors, namely the laws and regulations themselves, which then judges are given the freedom to decide on a case, the circumstances of the perpetrator, the motive and method of the perpetrator committing a crime. The disparity that occurs is contrary to aspects of legal certainty and aspects of justice. This shows that the judge in imposing a sentence must always pay attention to various existing factors, not just to give retaliation but also to improve the behavior of the accused to return to society and the sentencing guarantees legal certainty and provides justice for various parties. | |
| 37651 | 40416 | D1A019164 | PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG BERAS HITAM (Oryza sativa L. indica) PADA SUSU SAPI SEGAR TERHADAP RENDEMEN, KADAR AIR, DAN WARNA KEJU | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dan hubungan antara persentase penambahan tepung beras hitam pada susu sapi segar terhadap rendemen, kadar air, dan warna keju. Penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu kontrol penambahan 0% tepung beras hitam (P0), penambahan 2% tepung beras hitam (P2), penambahan 4% tepung beras hitam (P3), penambahan 6% tepung beras hitam (P4), dan penambahan 8% tepung beras hitam (P5). Variabel yang diamati yaitu rendemen, kadar air, dan warna. Data hasil analisis variansi menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut menghasilkan adanya perbedaan sangat nyata antar perlakuan, dan dilanjutkan dengan uji lanjut ortogonal polinomial. Penambahan tepung beras hitam dengan persentase berbeda dapat meningkatkan secara linear jumlah rendemen keju dengan persamaan garis Y = 1,0899X + 10,492. Penambahan tepung beras hitam dengan persentase berbeda dapat menurunkan secara linear kadar air keju dengan persamaan garis Y = -1,9131X + 47,999. Penambahan tepung beras hitam dengan persentase berbeda dapat menurunkan whiteness index secara kuadrater pada keju dengan persamaan garis Y = 0,8472X2 - 10,187X + 39,109. Kesimpulannya yaitu penambahan tepung beras hitam dengan persentase tertinggi yaitu 8% pada proses pembuatan keju masih dapat digunakan, dan berpengaruh terhadap rendemen yang meningkat, kadar air menurun, whiteness index menurun. | ABSTRACT This study aims to learn the effect and relations between the percentage of additional black rice flour on fresh beef milk to yield, water levels, and cheese color. Experimental research uses a Completely Random Design (RAL) with 5 treatments and 4 replications. The treatment given is control of the addition of 0% of black rice flour (P0), an additional 2% of black rice flour (P2), the addition of 4% of black rice flour (P3), an additional 6% of black rice flour (P4), and an additional 8% of black rice flour (P5). The observed variables are yielding, water content, and color. The data on the results of the variance analysis shows that these three variables result in a very real difference between treatment, and followed by the advanced ortogonal polinomial test. The addition of black rice flour with different percentages may increase the number of cheese regimens with Y = 1,0899X + 10.492 line equations. The addition of black rice flour with different percentages may decrease the line of cheese water with a line equation Y = -1,9131X + 47,999. The addition of black rice flour with different percentages may decrease whiteness index kuadrater in cheese with the line equation Y = 0,8472X2 - 10,187X + 39.109. The conclusion is that the addition of black rice flour with the highest percentage of 8% in the cheese manufacturing process can still be used, and affects the increased yield, the decreased water content, whiteness index decreases. | |
| 37652 | 40417 | D1A019214 | PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG BERAS HITAM (Oryza sativa L. indica) PADA SUSU SAPI SEGAR TERHADAP TINGKAT KEASAMAN DAN TEKSTUR KEJU | Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh dan hubungan antara persentase penambahan tepung beras hitam terhadap pH, TAT, dan tekstur keju segar susu sapi. Bahan yang digunakan dalam penelitian terdiri dari 20.000 g susu sapi segar; 800 g beras hitam; 20 ml rennet; 0,2 g bakteri mesofilik; 4 g CaCl2; 1.380 g akuades; 10 ml phenolphthalein; dan 4 g NaOH. Penelitian dilaksanakan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan perlakuan yang diterapkan yaitu susu sapi segar tanpa penambahan tepung beras hitam (kontrol) (P0), penambahan 2% tepung beras hitam (P1), penambahan 4% tepung beras hitam (P2), penambahan 6% tepung beras hitam (P3), dan penambahan 8% tepung beras hitam (P4).Variabel yang diamati berupa pH, total asam tertitrasi (TAT), dan tekstur (hardness). Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis variansi dan uji lanjut orthogonal polinomial. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan tepung beras hitam dengan persentase berbeda tidak berpengaruh pada pH namun penambahan tepung beras hitam dengan persentase berbeda meningkatkan TAT keju yaitu secara kuadratik dengan persamaan garis Y=-0,0149x2 + 0,1457x + 0,1093 dan penambahan tepung beras hitam dengan persentase berbeda meningkatkan tekstur (hardness) keju yaitu secara linier dengan persamaan garis Y= 159,62x + 604. Kesimpulannya adalah penambahan tepung beras hitam pada pembuatan keju cenderung dapat meningkatkan total asam tertitrasi (TAT) dan tekstur (hardness) namun tidak memengaruhi nilai pH. Keju dengan penambahan 6% tepung beras hitam menghasilkan pH yang tidak terlalu asam, TAT yang paling tinggi, dan tekstur yang tidak terlalu keras. | The aim of this study was to study the effect and relationship between the percentage of addition of black rice flour on pH, TAT, and texture of fresh cow's milk cheese. The materials used in the study consisted of 20,000 g of fresh cow's milk;800 g black rice; 20 ml of rennet; 0.2 g mesophilic bacteria; 4 g CaCl2; 1.380 g aquades; 10 ml of phenolphthalein; and 4 g NaOH. The study was carried out experimentally using a completely randomized design (CRD) and the treatment applied was fresh cow's milk without the addition of black rice flour (control) (P0), the addition of 2% black rice flour (P1), the addition of 4% black rice flour (P2), the addition of 6% black rice flour (P3), and the addition of 8% black rice flour (P4). The variables observed were pH, total titrated acid (TAT), and texture (hardness). Research data were analyzed by analysis of variance and follow-up tests orthogonal polynomial. The results of the analysis show that the addition of black rice flour with different percentages has no effect on the pH, but the addition of black rice flour with different percentages increases the TAT of cheese, namely quadratic with the line equation Y=-0.0149x2 + 0.1457x + 0.1093 and the addition of black rice flour with different percentages improves the texture (hardness) cheese, namely linearly with the line equation Y = 159.62x + 604. The conclusion is that the addition of black rice flour in the manufacture of cheese tends to increase the total titrated acid (TAT) and texture (hardness) but no affect pH value. Cheese with the addition of 6% black rice flour produces the pH that is not too acidic, the TAT is the highest, and the texture is not too hard. | |
| 37653 | 44247 | F1B020023 | Kualitas Layanan Aplikasi Access by KAI oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Studi Kasus di Stasiun Purwokerto | Perkembangan teknologi yang sangat pesat menuntut sebuah perusahaan agar memberikan layanan secara praktis dan cepat, dalam hal ini pemerintah mengupayakan modernisasi pelayanan melalui e-government. E-government yang diupayakan PT Kereta Api Indonesia (Persero) disajikan dalam bentuk aplikasi yaitu Access by KAI. Aplikasi Access by KAI dibuat untuk memudahkan pelanggan dalam proses pembelian tiket kereta api. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian menggunakan teori kualitas layanan e-government oleh Papadomichelaki dan Mentzas tahun 2012 dengan indikator reliability, ease of use, trust, content and appearance of information, citizen support, functionality of the interaction environment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan aplikasi Access by KAI oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) masih perlu ada peningkatan layanan pada aplikasi terutama dalam aspek ease of use, aspek reliability dan aspek funcionality of the interaction environment. Pentingnya perbaikan dalam aplikasi Access by KAI dapat membantu meningkatkan pengalaman pengguna dan memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan. | The rapid development of technology demands that a company provids services that are practical and fast. In this regard, the government strives for service modernization through e-government. The e-government initiated by PT Kereta Api Indonesia (Persero) is presented in the form of an application called Access by KAI. The Access by KAI application is designed to facilitate customers in the process of purchasing train tickets. This research is descriptive with a qualitative approach. The research focus utilizes the e-government service quality theory by Papadomichelaki and Mentzas in 2012, with indicators including reliability, ease of use, trust, content and appearance of information, citizen support, and functionality of the interaction environment. The research results indicate that the service quality of the Access by KAI application by PT Kereta Api Indonesia (Persero) still needs improvement, especially in the aspects of ease of use, reliability, and functionality of the interaction environment. The importance of improvements in the Access by KAI application can help enhance user experience and provide better service to customers. | |
| 37654 | 40415 | A1F019093 | Pendugaan Umur Simpan Keripik Tempe Cokelat dengan Kemasan Berbeda Menggunakan Metode Pendekatan Kadar Air Kritis | Keripik tempe cokelat yang di produksi oleh UKM “Suka Nicky” di Kabupaten Banjarnegara, pemilihan kemasan untuk produk ini sangat diperlukan untuk mempertahankan kerenyahan produk. Keterangan umur simpan (masa kadaluarsa) produk pangan merupakan salah satu informasi yang wajib dicantumkan oleh produk pada label kemasan produk pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh umur simpan dari produk keripik tempe cokelat dalam berbagai jenis kemasan dengan metode pendekatan kadar air kritis. Penentuan umur simpan dilakukan dengan menggunakan pendekatan kadar air kritis berdasarkan persamaan Labuza. Penyimpanan dilakukan dengan menggunakan kemasan standing pouch aluminium foil dan kemasan stoples mika plastik. Hasil penelitian menunjukkan, walau keripik tempe cokelat disimpan pada kondisi lingkungan yang sama dapat memberikan umur simpan yang berbeda. Kemasan standing pouch aluminium foil memiliki umur simpan 2,5 bulan, sedangkan kemasan stoples mika plastik memiliki umur simpan 2,3 bulan. | Keripik tempe cokelat produced by SME’s "Suka Nicky" in Banjarnegara Regency, the choice of packaging for this product is very necessary to maintain the crispness of the product. Information on the shelf life (expiration period) of food products is one of the information that must be included by the product on the food product packaging label. The purpose of this study was to obtain the shelf life of chocolate tempeh chips in various types of packaging using the critical moisture content approach. Shelf life determination was carried out using the critical moisture content approach based on the Labuza equation. Storage is carried out using aluminum foil standing pouch packaging and plastic mica jar packaging. The research results show that even though chocolate tempeh chips are stored in the same environmental conditions, they can provide different shelf life. The aluminum foil standing pouch packaging has a shelf life of 2,5 months, while the plastic mika jar packaging has a shelf life of 2,3 months. | |
| 37655 | 40420 | D1A019178 | HUBUNGAN KONSUMSI PAKAN HARIAN TERHADAP LINEAR TUBUH PERANAKAN KAMBING ANGLO NUBIAN UMUR EMPAT BULAN DI PETERNAKAN LURISAE, PURWOREJO | Lurisae merupakan salah satu peternakan yang bergerak di bidang pengembangan kambing perah. Konsumsi pakan ternak mempengaruhi bobot badan serta pertambahan bobot badan harian (PBBH). Pendugaan bobot badan dapat dilakukan dengan pengukuran linear tubuh. Optimalisasi bobot badan dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi susu dan kualitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rataan konsumsi pakan harian ternak, ukuran tubuh (lingkar dada, panjang badan dan tinggi pundak) serta hubungan antara konsumsi pakan dengan linear tubuh ternak. Pengukuran dilakukan di Peternakan Lurisae, Purworejo menggunakan metode purposive random sampling dengan jumlah sampel 8 ekor kambing Anglo Nubian betina berusia 4 bulan. Dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali setiap sampel. Parameter yang diamati adalah lingkar dada (cm), panjang badan (cm), tinggi pundak (cm) dan konsumsi pakan (kg). Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif dan korelasi Rank-Spearman setelah dilakukan uji normalitas dan linearitas. Hasil analisis menunjukkan rataan konsumsi konsentrat 7,74±2,35 kg dan hijauan 11,33±3,17 kg. Rataan lingkar dada 61,36±3,12 cm, panjang badan 52,06±2,15 cm dan tinggi pundak 56,41±3,97 cm. X1 (lingkar dada) signifikansi 0,026 (<0,05) dengan koefisien korelasi 0,393 (>0,349). X2 (panjang badan) signifikansi 0,243 (>0,05) dengan koefisien korelasi 0,213 (<0,349). X3 (tinggi pundak) signifikansi 0,067 (>0,05) dengan koefisien korelasi 0,327 (<0,349). Penelitian dapat disimpulkan bahwa lingkar dada memiliki korelasi yang signifikan dengan konsumsi pakan. | Lurisae is one of the farms engaged in the development of dairy goats. Consumption of animal feed affects body weight and average daily gain (ADG). Estimation of body weight can be done by linear body measurements. Optimization of body weight can be done to increase milk production and its quality. The purpose of this study was to determine the average daily feed consumption of livestock, body size (chest circumference, body length and shoulder height) and the linear relationship between feed consumption and livestock body. Measurements were taken at Lurisae Farm, Purworejo using a purposive random sampling method with a total sample of 8 female Anglo Nubian goats aged 4 months. Repeated 4 times for each sample. Parameters observed were chest circumference (cm), body length (cm), shoulder height (cm) and feed consumption (kg). The analytical method used is descriptive and Rank-Spearman correlation after normality and linearity tests. The results of the analysis showed an average consumption of 7,74±2,35 kg of concentrate and 11,33±3,17 kg of forage. The average chest circumference is 61.36±3,12 cm, body length is 52.06±2,15 cm and shoulder height is 56.41±3,97 cm. X1 (chest circumference) significance is 0.026 (<0.05) with a correlation coefficient of 0.393 (>0.349). X2 (body length) significance 0.243 (>0.05) with a correlation coefficient of 0.213 (<0.349). X3 (shoulder height) has a significance of 0.067 (>0.05) with a correlation coefficient of 0.327 (<0.349). The study can be concluded that chest circumference has a significant correlation with feed consumption. | |
| 37656 | 40421 | A1A018017 | Strategi Bauran Pemasaran Beras Organik di Gapoktan Simpatik, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya | Beras organik merupakan salah satu komoditas Indonesia yang berpotensi di pasar internasional. Salah satu pelaku usaha atau kelompok tani yang mengembangkan bisnis beras organik adalah Gapoktan Simpatik. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui bauran pemasaran di Gapoktan Simpatik, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, (2) mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemasaran beras organik di Gapoktan Simpatik, (3) mengetahui strategi bauran pemasaran yang paling tepat untuk meningkatkan penjualan beras organik di Gapoktan Simpatik. Penelitian ini dilaksanakan di Gapoktan Simpatik, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode survei, sedangkan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi pustaka. Analisis data terdiri dari (1) analisis deskriptif; (2) analisis matriks IFE-EFE; (3) analisis IE; (4) analisis matriks SWOT; dan (4) analisis QSPM. Hasil penelitian menunjukkan (1) bauran pemasaran di Gapoktan Simpatik yaitu meliputi produk, harga, tempat/distribusi dan promosi; (2) faktor internal yang menjadi kekuatan terbesar dalam pemasaran Gapoktan Simpatik adalah produk beras organik berkualitas baik, sedangkan faktor internal yang menjadi kelemahan terbesar adalah ketersediaan modal terbatas. Faktor eksternal yang menjadi peluang terbesar adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat, sedangkan faktor eksternal yang menjadi ancaman terbesar adalah iklim dan cuaca yang tidak menentu; (3) Berdasarkan matriks SWOT, dihasilkan enam alternatif strategi, kemudian berdasarkan hasil analisis QSPM, strategi yang paling tepat dilakukan oleh Gapoktan Simpatik yaitu mempertahankan kualitas produk dan meningkatkan penjualan melalui promosi secara offline dan online untuk mendapat dukungan dari lembaga dan pemerintah sehingga dapat menjalin kerja sama dengan kelompok tani serta mitra pemasaran agar dapat menjangkau dan memperluas pasar. | Organic rice is one of Indonesia's commodities that has potential in the international market. One of the business actors or farmer groups that develop organic rice businesses is the Gapoktan Simpatik. The objectives of this study are to: (1) know the marketing mix in the Gapoktan Simpatik, Cisayong District, Tasikmalaya Regency, (2) identify internal and external factors that influence the marketing of organic rice in the Gapoktan Simpatik, Cisayong District, Tasikmalaya Regency, (3) find out the most appropriate marketing mix strategy to increase organic rice sales in the Gapoktan Simpatik, Cisayong District, Tasikmalaya Regency. This research was conducted at the Gapoktan Simpatik located in Cisayong District, Tasikmalaya Regency. The targets of this study are managers, employees, and organic rice farmers of the Gapoktan Simpatik. While the object of research is a marketing mix strategy that includes products, prices, places/distribution, and promotions, as well as the internal and external environment. The research method uses survey methods. Data collection in this study used purposive sampling techniques. Data analysis consists of (1) descriptive analysis; (2) IFE-EFE matrix analysis; (3) IE analysis; (4) SWOT matrix analysis; and (4) QSPM analysis. The results of the study are that (1) marketing mix in the Gapoktan Simpatik includes products, prices, places/distribution, and promotions, (2) internal factors that are the biggest strength in marketing the Gapoktan Simpatik are good quality organic rice products, while internal factors that become the biggest weakness are limited capital availability. The external factors that become the biggest opportunities are increasing public awareness of healthy lifestyles, while the external factors that pose the biggest threat are an uncertain climate and weather; (3) based on the SWOT matrix, six alternative strategies were produced, and based on the results of the QSPM analysis, the most appropriate strategy carried out by the Gapoktan Simpatik is to maintain product quality and increase sales through offline and online promotions to get support from institutions and the government so that they can collaborate with farmer groups and marketing partners in order to reach and expand the market. | |
| 37657 | 40422 | B1A019077 | IDENTIFIKASI ISOLAT RARE ACTINOMYCETES KOLEKSI InaCC BERDASARKAN SEKUEN GEN 16S rRNA DAN SKRINING AKTIFITAS ANTIMIKROBA | Penyakit infkesi menjadi masalah yang serius dan belum tertangani secara optimal. Faktor utama penyebab tingginya kasus infeksi, terutama di negara-negara tropis, termasuk Indonesia, adalah resistensi mikroba. Hal tersebut menyebabkan pengobatan dengan menggunakan antibiotik yang tersedia menjadi kurang atau tidak efektif. Menindaklanjuti permasalahan tersebut, perlu dilakukan proses pencarian obat baru. Salah satu cara yang digunakan adalah skrining aktivitas antimikroba senyawa metabolit yang dihasilkan oleh mikroorganisme, contohnya Actinomycetes. Penelitian tentang rare-Actinomycetes jarang dilakukan, karena relatif lebih sulit diisolasi dan memiliki pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan dengan Streptomyces. Eksplorasi isolat dan potensi aktivitas antimikroba dari rare-Actinomycetes teridentifikasi sangat dibutuhkan. Sebanyak 14 isolat Actinomycetes koleksi Indonesian Culture Collection (InaCC) dalam bentuk biakan gliserol yang diisolasi dari sampel tanah dari beberapa daerah belum teridentifikasi secara molekuler dengan sempurna dan belum diketahui kemampuan penghambatannya terhadap bakteri pathogen. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan isolat rare-Actinomycetes dari biakan gliserol koleksi InaCC menggunakan analisis sekuens gen 16S rRNA dan mengetahui kemampuan penghambatannya terhadap bakteri patogen. Penelitian meliputi identifikasi molekuler 16S rRNA dan pengujian antibakteri menggunakan Resazurin Microtiter Assay (REMA) untuk mengetahui nilai konsentrasi daya hambat minimal 50% (IC50 Assay) terhadap bakteri uji (Mycobacterium smegmatis, Bacillus subtilis, Escherichia coli, Salmonella enterica, dan Pseudomonas aeruginosa). Hasil yang diperoleh adalah identitas dari jenis terdekat untuk 14 isolat rare-Actinomycetes diantaranya Amycolatopsis acidicola, Actinoplanes siamensis, Actinoplanes deccanensis, Lentzea aerocolonigenes, Nocardia anaemiae, Nocardia amamiensis, Nocardia niigatensis, Nocardia anaemiae, Nocardia tengchongensis, Nocardia niigatensis, Streptomyces lannensis, Micromonospora soli, Micromonospora fluminis, dan Streptomyces koyangensis. Terdapat 2 isolat rare-Actinomycetes yang memiliki persentase penghambatan 100%, Nilai IC50 ekstrak isolat a.T 3026 (Lentzea aerocolonigenes) yaitu 15,38 µg/mL terhadap M. smegmatis dan 14,92 µg/mL terhadap B. subtilis, sedangkan ekstrak a.T 2978 (Actinoplanes siamensis) yaitu 21,19 µg/mL terhadap M. smegmatis. | Infectious disease is a severe problem that has not been resolved optimally. The main factor causing high cases of infection, especially in tropical countries, including Indonesia, is microbial resistance. Antimicrobial-resistant causes treatment using available antibiotics to be less or ineffective. Therefore, it is necessary to carry out a process of searching for new drugs. One method used is screening for the antimicrobial activity of metabolites produced by microorganisms, for example, Actinomycetes. Research on rare-Actinomycetes is rarely carried out because it is relatively more challenging to isolate and has slower growth than Streptomyces. Exploration of isolates and potential antimicrobial activity from identified rare-Actinomycetes is urgently needed. As many as 14 Actinomycetes isolates from the Indonesian Culture Collection (InaCC) collection in the form of glycerol stock from soil samples from several regions have yet to be fully identified molecularly, and their ability to inhibit pathogenic bacteria is unknown. This study aimed to obtain rare-Actinomycetes isolates from glycerol cultures of the InaCC collection using 16S rRNA gene sequence analysis and to determine their inhibitory ability against pathogenic bacteria. The research included molecular identification of 16S rRNA and antibacterial testing using the Resazurin Microtiter Assay (REMA) to determine the value of the minimum inhibitory concentration of 50% (IC50 Assay) against the test bacteria (Mycobacterium smegmatis, Bacillus subtilis, Escherichia coli, Salmonella enterica, and Pseudomonas aeruginosa). The results obtained are the identity of the closest type for 14 rare-Actinomycetes isolates including Amycolatopsis acidicola, Actinoplanes siamensis, Actinoplanes deccanensis, Lentzea aerocolonigenes, Nocardia anaemiae, Nocardia amamiensis, Nocardia niigatensis, Nocardia anaemiae, Nocardia tengchongensis, Nocardia niigatensis, Streptomyces lannensis, Micromonospora soli, Micromonospora fluminis, and Streptomyces koyangensis. Two rare Actinomycetes isolates had a 100% inhibition percentage. The IC50 value of isolate extract a.T 3026 (Lentzea aerocolonigenes) was 15.38 µg/mL against M. smegmatis and 14.92 µg/mL against B. subtilis, while the extract a.T 2978 (Actinoplanes siamensis) which is 21.19 µg/mL against M. smegmatis. | |
| 37658 | 40423 | D1A019201 | KARAKTERISTIK AGRONOMI TANAMAN SHORGUM (Sorghum bicolor (L.) Moench) FASE GENERATIF YANG DI TANAM DI TANAH KAPUR DENGAN PENAMBAHAN MIKORIZA-FOSFAT | Tanah kapur termasuk lahan marjinal, juga merupakan tanah yang tidak subur dan memiliki keterbatasan unsur hara yaitu fosfor. Tanaman sorgum berpotensi dapat beradaptasi dan dikembangkan pada lahan marginal. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan cara menambahkan pupuk TSP untuk mengatasi kekurangan unsur hara P. Upaya untuk meningkatkan penyerapan unsur hara pada tanaman di tanah kapur dengan pengaplikasian fungi mikoriza arbuskula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mikoriza – fosfat terhadap pertumbuhan panjang daun, lebar daun dan produksi segar tanaman sorgum yang ditanam di tanah kapur. Materi yang digunakan yaitu tanaman sorgum varietas numbu, pupuk triple super phosphate, dan fungi mikoriza arbuskula yang ditanam sesuai dengan perlakuan masing masing. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental level analisis rancangan acak lengkap pola faktorial 4x4 serta ulangan 5 kali. Faktor pertama yaitu fungi mikoriza arbuskula sebanyak 0, 10, 20, dan 30 g/polybag dan faktor kedua yaitu level pupuk TSP sebanyak 0; 1,33; 2,66 dan 3,99 g/polybag. Setiap polybag berisi 3-5 tanaman. Penelitian dilakukan di Green House Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Variabel yang diukur adalah panjang daun, lebar daun, dan produksi bahan segar tanaman sorgum. Selanjutnya dilakukan uji Duncan Multiple Range Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa interaksi pemberian mikoriza-fosfat tidak berpengaruh nyata terhadap panjang daun dan lebar daun dan berpengaruh nyata terhadap produksi bahan segar. Hasil perlakuan pemberian mikoriza 20 g/polybag dan pupuk TSP 1,33 g/polybag menghasilkan panjang daun dan produksi bahan segar paling tinggi dibandingkan kontrol. Kesimpulan penelitian ini adalah perlakuan pemberian mikoriza 20 g/polybag dan pupuk TSP 1,33 g/polybag menghasilkan panjang daun dan produksi bahan segar yang optimal serta pemberian mikoriza 20 g/polybag dan pupuk TSP 2,66 g/polybag menghasilkan lebar daun yang optimal. | Limestone incl land marginal, too is soil that is not fertile and has limited nutrients, namely phosphorus. Sorghum plants have the potential to adapt and be developed on marginal land. Efforts were made to overcome this problem by adding TSP fertilizer to overcome the deficiency of nutrient P. Efforts to increase the absorption of nutrients in plants on limestone soils by applying arbuscular mycorrhizal fungi. This study aims to determine the effect of mycorrhiza – phosphate on the growth of leaf length, leaf width and fresh production of sorghum grown in lime soil. The materials used were the Numbu variety of sorghum, triple super phosphate fertilizer , and arbuscular mycorrhizal fungi which were planted according to their respective treatments. This research was conducted at the experimental level of analysis with a completely randomized design with a 4x4 factorial pattern and 5 repetitions. The first factor was the arbuscular mycorrhizal fungi of 0, 10, 20, and 30 g/ polybag and the second factor was the level of TSP fertilizer by 0; 1.33; 2.66 and 3.99 g/ polybag. Each polybag contains 3-5 plants . The research was conducted at the Green House of the Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University. The variables measured were leaf length, leaf width, and production of fresh sorghum plant material . Next, the Duncan Multiple Range Test was carried out . The results of the analysis showed that the interaction of mycorrhizal-phosphate administration had no significant effect on leaf length and leaf width and had a significant effect on fresh material production . The results of the treatment of 20 g/ polybag mycorrhiza and 1.33 g/ polybag TSP fertilizer resulted in the highest leaf length and fresh material production compared to the control. The conclusion of this study is that the treatment of 20 g/ polybag mycorrhiza and 1.33 g/ polybag TSP fertilizer resulted in optimal leaf length and fresh material production and 20 g/ polybag mycorrhizal administration and 2.66 g/ polybag TSP fertilizer produced optimal leaf width. | |
| 37659 | 40424 | D1A019086 | PENGARUH PENGGUNAAN AMPAS TEMPE SEBAGAI PENGGANTI KONSENTRAT DAN SUPLEMENTASI COMPLETE RUMEN MODIFIER TERHADAP KONSUMSI DAN KECERNAAN BAHAN KERING PAKAN DOMBA | Complete Rumen Modifier (CRM) merupakan feed supplement yang terdiri atas beberapa komponen dan campuran yang berperan sebagai defaunator, inhibitor metanogenesis, faktor pertumbuhan bakteri, dan pemicu pencernaan serat. Feed supplement dapat digunakan untuk meningkatkan merangsang pertumbuhan, mencegah penyakit serta memperbaiki mutu ransum. Ampas tempe dan jerami padi merupakan suatu limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak ruminansia namun, keduanya memiliki kualitas rendah yang tinggi dengan kandungan serat kasar. Tingginya serat kasar berpengaruh terhadap kecernaan dan konsumsi pakan, sehingga perlu adanya perlakuan guna meningkatkan kualitas dari bahan pakan tersebut. Ampas tempe yang diberikan pada ternak diolah dengan cara dikeringkan terlebih dahulu sedangkan jerami padi diberi perlakuan secara kimiawi yaitu dengan metode amoniasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penggantian ampas tempe terhadap konsentrat serta pemberian CRM terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering pakan domba. Materi yang digunakan yaitu 18 ekor domba jantan umur 7-8 bulan. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan model analisis RAK sebagai kelompok yaitu bobot awal domba pasca adaptasi pakan sebanyak 6 kelompok yang berfungsi sebagai ulangan. Perlakuan yang diuji adalah P1 : konsentrat 2,5% dari bobot badan (berdasarkan BK) + jerami padi amoniasi (JPA) ad libitum, P2 : ampas tempe 2,5% dari bobot badan (berdasarkan BK) + jerami padi amoniasi (JPA) ad libitum, P3 : P2 + CRM 1% dari BK konsentrat. Peubah yang diamati meliputi konsumsi dan kecernaan bahan kering pakan. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi bahan kering pakan dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan bahan kering pakan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ampas tempe dapat menggantikan konsentrat sepenuhnya karena dapat meningkatkan konsumsi dan kecernaan BK pakan domba tanpa perlu penanambahan CRM 1%. | Complete Rumen Modifier (CRM) is a feed supplement consisting of several components and mixtures that act as defamatory, methanogenesis inhibitors, bacterial growth factors, and triggers for fiber digestion. Feed supplements can be used to stimulate growth, prevent disease and improve the quality of rations. Tempe dregs and rice straws are wastes that can be used as ruminant animal feed, however, both are of low quality and high in crude fiber content. The high crude fiber affects the digestibility and consumption of feed, so it is necessary to treat it to improve the quality of the feed ingredients. Tempe dregs given to livestock are processed by drying beforehand while rice straw is treated chemically, namely by the ammonia method. This study aims to determine the effect of replacing Tempe dregs with concentrate and suplementation of CRM on the consumption and digestibility of dry matter for sheep feed. The material used were 18 rams aged 7-8 months. This research was carried out experimentally with the RAK analysis model as a group, namely the initial weight of sheep after feed adaptation in as many as 6 groups that served as replicates. The feed given to the sheep were concentrate in the control treatment (P1) and tempe dregs (P2 and P3) 2.5% of body weight. The treatments tested were P1: concentrate 2.5% of body weight (based on BK) + ammoniated rice straw (JPA) ad libitum, P2: dregs of tempe 2.5% of body weight (based on BK) + ammoniated rice straw (JPA) ad libitum, P3 : P2 + CRM 1%. The observed variables included consumption and dry matter digestibility of the feed. The results showed that replacing tempe dregs with concentrate and CRM supplementation had a very significant (P<0.01) effect on dry matter consumption and a significant effect (P<0.05) on feed dry matter digestibility. Based on the results of the study, it was shown that tempe dregs could completely replace concentrate because it could increase the consumption and feed dry matter digestibility for sheep feed without the need to add 1% CRM. | |
| 37660 | 40425 | A1D019010 | Efektivitas Endofit Bacillus spp. untuk Mengendalikan Penyakit Bulai Pada Jagung Manis | Peronosclerospora maydis merupakan penyebab penyakit bulai yang dapat menurunkan produksi jagung. Pengendalian hayati dengan menggunakan bakteri antagonis yang berasal dari jaringan tanaman seperti Bacillus spp. merupakan alternatif pengendalian yang potensial dan ramah lingkungan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas Bacillus spp. dalam mengendalikan penyakit bulai dan pengaruh terhadap pertumbuhan jagung manis. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan, meliputi kontrol (tanpa perlakuan), Bacillus subtilis BB.B4, Bacillus subtilis BK.A1, Bacillus sp. BB.B1, dan pestisida metalaksil. Variabel yang diamati meliputi masa inkubasi, intensitas penyakit, Area Under Disease Progres Curve (AUDPC), efektivitas penekanan penyakit, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot kering, bobot segar, panjang akar, bobot akar, volume akar serta uji fenol secara deskriptif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perlakuan B. subtilis BK.A1 berpotensi sebagai pengendali hayati penyakit bulai, karena mampu menunda masa inkubasi selama 8 hari dan menekan AUDPC 728 %*hari, serta menginduksi ketahanan tanaman dengan meningkatkan kandungan kandungan fenol alkaloid, flavonoid, tannin, dan saponin sehingga dapat memicu ketahanan tanaman terhadap serangan patogen. Meskipun demikian, perlakuan ini belum efektif dalam menekan efektivitas pengendalian punyakit bulai. B. subtilis BK.A1 mampu memacu pertumbuhan tanaman jagung dengan meningkatkan tinggi tanaman sebesar 50,8% dan bobot akar sebesar 57,1%. | Peronosclerospora maydis is the cause of downy mildew which can reduce maize production. Biological control using antagonistic bacteria derived from plant tissues such as Bacillus spp. is a potential and environmentally friendly control alternative. The research aims to determine the effectiveness of Bacillus spp. in controlling downy mildew and its effect on the growth of sweet corn. The experiment used a randomized block design with 5 treatments and 5 replications, including control (without treatment), Bacillus subtilis BB.B4, Bacillus subtilis BK.A1, Bacillus sp. BB.B1, and metalaxyl pesticides. Variables observed included incubation period, disease intensity, Area Under Disease Progress Curve (AUDPC), effectiveness of disease suppression, plant height, number of leaves, dry weight, fresh weight, root length, root weight, root volume and descriptive phenol test. The test results showed that the B. subtilis BK.A1 treatment had the potential to be a biological controller of downy mildew, because it was able to delay the incubation period for 8 days and suppress AUDPC 728%*days, as well as induce plant resistance by increasing the content of phenol alkaloids, flavonoids, tannins, and saponins that can trigger plant resistance to pathogen attack. Even so, this treatment has not been effective in suppressing the effectiveness of downy mildew control. B. subtilis BK.A1 was able to stimulate the growth of corn plants by increasing plant height by 50.8% and root weight by 57.1%. |