Home
Login.
Artikelilmiahs
40006
Update
GALIH SATRIA
NIM
Judul Artikel
Gerakan Petani dalam Perjuangan Hak Atas Tanah Tapungan di Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gerakan sosial yang dilakukan oleh petani tapungan dalam memperjuangkan hak atas tanah. Topik ini merupakan hal yang menarik karena perampasan tanah di sekitar perkebunan Caruy-Rejodadi yang dilakukan oleh negara melalui militer saat peristiwa G30S/PKI di Kecamatan Cipari berdampak buruk bagi kehidupan petani. Selama berpuluh-puluh tahun mereka harus tinggal di atas tanah tanpa mendapatkan kepastian hukum. Terlebih lagi mereka dipaksa untuk membayar sewa untuk dapat mengelola sawah yang menjadi alat produksi utamanya dalam bertani. Hal tersebut menjadi penyebab munculnya perlawanan petani tapungan melalui berbagai agenda gerakan sosial yang dimotori oleh organisasi tani lokal di sekitar tapungan. Dalam menganalisis persoalan tersebut, artikel ini menggunakan teori gerakan sosial khususnya teori mobilisasi sumber daya Anthony Oberschall sebagai pisau analisisnya. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, FGD, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi tani lokal berhasil memobilisasi sumberdaya terutama pengetahuan, legitimasi, solidaritas, atau bahkan dukungan elit yang dapat membuka peluang tercapainya tujuan dari gerakan tersebut.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to analyze social movements carried out by tapungan farmers in fighting for land rights. This topic is interesting because the land grabbing around the Caruy-Rejodadi plantation carried out by the state through the military during the G30S/PKI incident in Cipari District had a negative impact on the lives of farmers. For decades they had to live on land without legal certainty. Moreover, they are forced to pay rent to be able to manage rice fields which are their main means of production in farming. This is the cause of the emergence of resistance of tapungan farmers through various social movement agendas led by local farmer organizations around the tapungan. In analyzing these problems, this article uses social movement theory, especially Anthony Oberscall's resource mobilization theory as his analysis knife. This article uses qualitative methods with observation techniques, FGDs, interviews, and literature studies. The results showed that local peasant organizations succeeded in mobilizing resources, especially knowledge, legitimacy, solidarity, or even elite support that could open up opportunities for achieving the goals of the movement.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save