Artikel Ilmiah : F1D010036 a.n. AGAM IMAM PRATAMA
| NIM | F1D010036 |
|---|---|
| Namamhs | AGAM IMAM PRATAMA |
| Judul Artikel | GERAKAN SOSIAL DAN PERAN KELOMPOK PENEKAN (PRESSURE GROUP) DALAM KONFLIK AGRARIA DI KABUPATEN KEBUMEN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Permasalahan agraria merupakan permasalahan yang tak kunjung usai di Indonesia sejak era kerajaan, kolonial hingga hari ini. Perebutan sumber-sumber daya agraria yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak selalu saja menjadi penyebab konflik di berbagai daerah. Di Kebumen, yakni di daerah yang disebut Urutsewu berdasarkan idiom lokal, konflik agraria berkepanjangan juga terus terjadi. Konflik antara warga masyarakat versus TNI-AD ini mencuat sejak 1998 adanya pemetaan dan klaim tanah sepihak oleh TNI-AD. Kondisi ini diperparah dengan adanya backing TNI-AD terhadap perusahaan tambang di wilayah tersebut. Kondisi ini pada akhirnya melahirkan gerakan perlawanan warga masyarakat Urutsewu yang dimotori oleh Forum Paguyuban Petani Kebumen Selatan (FPPKS) dan Urutsewu Bersatu (USB) sebagai kelompok penekan (pressure group) yang memperjuangkan penolakan klaim tanah oleh TNI dan menuntut dijadikannya kawasan Urutsewu sebagai kawasan pertanian dan pariwisata. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Dalam penelitian ini penulis memperoleh data melalui beberapa teknik pengumpulan data, antara lain wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan kelompok penekan (pressure group) di Urutsewu yakni FPPKS dan USB dengan berbagai metode dan pengerahan segala sumber daya yang dimiliki masyarakat sesuai kapasitas dan kemampuannya menopang gerakan. Petani pada umumnya turut serta dalam demostrasi dan tetap menanam sebagai bentuk perlawanan. Kyai dan alim ulama ambil bagian dalam pengorganisiran massa melalui mujahadah dan pengajian-pengajian. Para pengusaha pertanian lokal turut membantu melalui pendanaan gerakan. Mulai dari metode-metode gerakan pada umumnya seperti demontrasi dan audiensi, di tambah dengan metode-metode lain seperti mujahadah, aksi seni, seminar, diskusi dan pembentukan aliansi-aliansi. Gerakan sosial di Urutsewu ini juga diwarnai dengan berbagai bentuk dukungan dari luar Urutsewu. Yang menjadi faktor pendukung gerakan kelompok penekan di Urutsewu adalah pertama iklim politik Indonesia pasca reformasi membuka ruang bagi masyarakat untuk berorganisasi, ditambah lagi adanya kepemimpinan gerakan yang dipimpin oleh kaum santri (FPPKS) dan kaum intelektual (USB) yang ini berarti mempermudah organisasi dalam meluaskan gerakan baik pemikiran maupun jaringan. Yang menjadi faktor penghambat adalah pertama watak masyarakat tani yang cenderung pragmatis dan sulit diajak dalam gerakan berkepanjangan. Kedua adalah adanya usaha-usaha dari TNI untuk memecah belah gerakan, salah satunya dengan membentuk Forum Komunikasi Konsolidasi Keamanan dan Ketentraman Urutsewu Kebumen (FK4UK) dan yang ketiga adalah masih minimnya usaha pemerintah dalam upaya penyelesaian konflik berkepanjangan di Urutsewu. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Agrarian problem is a problem that would not go over in Indonesia since the feudal era, colonial until today. The struggle for agrarian resources related to the lives of many people always become the cause of conflict in many regions. In Kebumen, namely in the area called Urutsewu by local idioms, prolonged agrarian conflicts also continue to occur. Conflicts between citizens versus the Army was raised in 1998 for mapping and land claims unilaterally by the Army. This condition is exacerbated by the backing of the army against the mining companies in the region. This condition eventually gave birth to the resistance movement residents Urutsewu led by the Forum Association of Farmers Kebumen South (FPPKS) and Urutsewu Unite (USB) as pressure groups (pressure group) who fight rejection of land claims by the military and demanded maketh region Urutsewu as agricultural areas and tourism. In this study, researchers used a qualitative research method. The approach used in this study is a case study approach. In this study the authors obtained data through multiple data collection techniques, including in-depth interviews, observation, and documentation. The results showed that the movement of pressure groups in Urutsewu like FPPKS and USB with various methods and the mobilization of all the resources of the community according to the capacity and ability to sustain the movement. Farmers participating in the demonstrations and continue growing as a form of resistance. Clerics and scholars took part in organizing the masses through mujahadah and in study. The local agricultural businesses assisted through funding the movement. Ranging from methods of movement in general, such as demonstrations and hearings, plus with other methods such as mujahadah, action art, seminars, discussions and forming alliances. Social movements in Urutsewu was also marked by various forms of support from outside Urutsewu. A factor supporting the movement of pressure groups in Urutsewu is the first political climate in Indonesiaafter the reform opened the space for people to organize, plus the leadership of the movement led by the clerical (FPPKS) and intellectuals (USB) which means facilitate the organization in expanding both thought and movement network. Which is the limiting factor is the movement of the first character of the peasant societies that tend to be pragmatic and hard to get in the prolonged movement. The second is the efforts of the military to split the movement, either by forming Communication Forum for Security and Peace Consolidation Urutsewu Kebumen (FK4UK) and the third is still a lack of government efforts in solving the protracted conflicts in Urutsewu. |
| Kata kunci | Gerakan Sosial, Kelompok Penekan, Metode Gerakan |
| Pembimbing 1 | Dr. Sofa Marwah, S.IP.,M.Si |
| Pembimbing 2 | Andi Ali Said Akbar, S.IP.,MA. |
| Pembimbing 3 | Drs. H. Bambang Suswanto, M.Si. |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 28 |
| Tgl. Entri | 2015-11-25 09:52:14.22948 |