Home
Login.
Artikelilmiahs
13448
Update
MUHAMMAD HARI ABDULLAH
NIM
Judul Artikel
Implementasi Perda No. 5 Tahun 2012 Tentang Pengujian Kendaraan Bermotor Oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dinhubkominfo) Di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kecelakan lalu lintas masih menjadi masalah yang kompleks di negeri ini. Tidak sedikit kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa. Pemerintah terus berupaya dalam menuruni tingkat kecelakaan tersebut. Salah satunya membuat kebijakan tentang Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB). Dengan adanya program ini diharapkan dapat menurunkan tingkat kecelakaan terutama kendaraan angkutan penumpang dan barang yang memiliki potensial korban jiwa lebih besar dari kendaraan pribadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Implementasi Perda No. 5 Tahun 2012 Tentang Pengujian Kendaraan Bermotor Oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dinhubkominfo) di Kabupaten Banyumas meliputi diskresi pelaksana kebijakan, peran implementor, proses pelaksanaan, pemahaman kelompok sasaran, manfaat yang diterima dan dukungan lingkungan terhadap pelaksanaan pengujian kendaraan bermotor di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, untuk mengetahui secara mendalam tentang pelaksanaan pengujian kendaraan bermotor di Kabupaten Banyumas. Teknik pengambilan informan yang digunakan adalah teknik Purposive Sampling dan Aksidental Sampling. Fokus dari dari penelitian ini adalah Pelaksanaan Pengujian Kendaraan Bermotor di Kabupaten Banyumas. Kabupaten Banyumas di pilih karena lokasi pengujian yang sudah kurang mendukung seperti terbatasnya lahan yang membuat antrian dan parkir kendaraan sampai keluar area gedung pengujian. Ditakutkan hal ini berpengaruh terhadap kualitas pelaksanaan pengujian kendaraan bermotor. Berdasarkan hasil yang didapat, serta dengan membandingkan dengan data yang ada bahwa pelaksanaan pengujian kendaraan bermotor masih kurang baik, itu terjadi karena pemahaman tentang pelaksanaan pengujian kendaraan bermotor masih mengutamakan keselamatan baik dari birokrat garda depan maupun kelompok sasaran. Hal tersebut didukung dengan tidak dilaksanakan pengujian emisi gas buang. Hal ini disayangkan karena mengingat Perda Kabupaten Banyumas No. 5 Tahun 2012 didasari dua aspek utama yaitu keamanan (safety) dan pencemaran (pollution). Faktor yang membuat tidak dilaksanakannya uji emisi antara lain kertas uji yang mahal takut membebani pemohon uji, toleransi karena apabila diterapkan banyak kendaraan tidak lolos dan banyak yang tidak dapat mencari nafkah, dan yang terakhir kurangnya kesadaran meremajakan armada.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Traffic accidents remains a complex issue in this country. Not a few accidents which cause fatalities. The Government continues in its efforts down the accident rate. One of them made a policy of Vehicle Testing (PKB). With this program is expected to reduce the accident rate, especially passenger and goods transport vehicles which have the potential loss of life greater than private vehicles. The aim of this study was to describe the implementation of the Regional Regulation No. 5 Year 2012 on Vehicle Testing by the Department of Transportation, Communications, and Information Technology (Dinhubkominfo) in Banyumas include discretionary implementing policies, the role of the implementor, the implementation process, an understanding of the target group, the benefits received and the support environment for the testing of motor vehicles in Banyumas The method used in this research is qualitative descriptive, to know in depth about the testing of motor vehicles in Banyumas. Informant retrieval techniques used is purposive sampling technique and accidental sampling. The focus of this research is the implementation of Vehicle Testing in Banyumas. Banyumas was chosen as the test site that has less support such limited land that queue and parking of vehicles to exit the building area of testing. Feared it affects the quality of the testing of motor vehicles. Based on the results obtained, as well as by comparing with existing data that the testing of motor vehicles is not good enough, it happened because of an understanding of the implementation of testing the safety of motor vehicles still better than bureaucrats vanguard and the target group. This is supported by not conducted testing exhaust emissions. This is unfortunate because considering legislation Banyumas No. 5 The year 2012 is based on two major aspects of security (safety) and pollution (pollution). Factors that make the non-performance of the emission test include test paper weighing on the applicant's fear of expensive tests, tolerance because if implemented many vehicles did not pass, and many can not make a living, and finally the lack of awareness of rejuvenating the vehicle.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save