Artikelilmiahs
Menampilkan 3.701-3.720 dari 48.749 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 3701 | 13511 | B1J011050 | PRODUKSI β-GLUKAN BEBERAPA JAMUR BASIDIOMYCETES LIAR YANG DITUMBUHKAN PADA MEDIUM FERMENTASI CAIR DENGAN KONSENTRASI GLUKOSA BERBEDA | Trametes versicolor, Russula sp. dan Phanerochaete sp. termasuk spesies jamur liar dari kelompok Basidiomycetes yang menghasilkan senyawa bioaktif seperti polisakarida. Polisakarida tersebut terkandung dalam berbagai jenis ikatan glikosidik, seperti (1-3) dan (1-6)-β-D-glukan. Untuk mendapatkan β-glukan, metode ekstraksi β-glukan dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan potensi T. versicolor, Russula sp. dan Phanerochaete sp. untuk menghasilkan β-glukan; jenis jamur yang mampu menghasilkan β-glukan tertinggi dalam medium fermentasi cair; konsentrasi glukosa yang optimal dalam memproduksi β-glukan dalam medium fermentasi cair; dan jenis jamur dan konsentrasi glukosa dalam medium fermentasi cair yang menghasilkan β-glukan tertinggi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) split plot dengan petak utama konsentrasi glukosa yang terdiri dari 3 taraf dan jenis isolat jamur sebagai anak petak yang terdiri dari 3 taraf. Penelitian ini dilakukan dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Parameter yang diamati, yaitu; parameter utama terdiri dari berat kering miselium dan berat kering β-glukan, sedangkan parameter pendukung adalah pH awal dan pH akhir medium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua isolat yang berpotensi dalam menghasilkan β-glukan, perlakuan konsentrasi glukosa tidak memberikan pengaruh yang signifikan (F-tabel<F-hit), sedangkan jenis isolat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan miselium dan produksi β- glukan. Secara statistik, berat kering tertinggi dicapai oleh miselium Russula sp. dan Phanerochaete sp., sedangkan berat kering tertinggi β-glukan dihasilkan oleh Russula sp. Interaksi antara konsentrasi glukosa dan jenis isolat tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan miselium dan produksi β-glukan. | Trametes versicolor, Russula sp. and Phanerochaete sp. are including wild mushroom species of Basidiomycetes group that produce bioactive compound such as polysaccharide. The polysaccharides contained in various types of glycosidic bond, such as (1-3) and (1-6)-β-D-glucan. To obtain the β-glucan, β-glucan extraction method is performed. The purpose of this study is to determine the potential of T. versicolor, Russula sp. and Phanerochaete sp. at producing β-glucan; type of fungus that is capable of producing highest β-glucan in liquid fermentation medium; optimal glucose concentration in producing β-glucan in liquid fermentation medium; and the type of fungus and the concentration of glucose in a liquid fermentation medium that produces the highest β-glucan. This study was conducted using experimental method Completely Randomized Design (RAL) split plot with the main plot of glucose concentration which consists of 3 levels and types of fungi isolates the subplots consisting of 3 levels. This research was conducted with 9 treatments and 3 replications. The parameters observed, namely; the main parameters of the dry weight of mycelium and dry weight of β-glucan, while the supporting parameters is the initial pH and the final pH of the medium. The results showed that all the isolat are potential to produce β-glucan, treatment of glucose concentration did not give significant effect (F-table<F-hit), while isolate type gave significant effect on the growth of mycelium and production of β-glucan. Statistically, the highest dry weight of mycelium reached by Russula sp. and Phanerochaete sp., while the highest dry weight of β-glucan produced by Russula sp. The interaction between the glucose concentration and type of the isolates did not significantly affect the growth of mycelium and production of β-glucan. | |
| 3702 | 13512 | B1J011006 | PERKEMBANGAN GONAD KAN LUKAS (Puntius bramoides) F3 HASIL PREDOMESTIKASI UMUR 50, 70 DAN 90 HARI SKALA LABORATORIUM | Keberadaan ikan lukas di perairan sangat terbatas, sampai sekarang upaya pembudidayaan ikan tersebut belum pernah dilakukan, sehingga produksi ikan lukas sepenuhnya berasal dari usaha penangkapan di alam. Guna mengungkapkan bagaimana prospek budidaya suatu jenis ikan, maka perlu diketahui tentang aspek biologi ikan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur histologi gonad dan pertumbuhan (panjang dan bobot tubuh) ikan lukas (Puntius bramoides) umur 50, 70 dan 90 hari, serta menentukan jenis kelamin ikan lukas (Puntius bramoides) pada umur 90 hari. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode survei, dengan teknik pengambilan sampling secara purposive sampling. Sampel berupa ikan lukas umur 50, 70 dan 90 hari yang dipelihara skala laboratorium. Jumlah sampel yang dievaluasi strukturnya sebanyak 27 ekor yang diambil 9 ekor tiap umur pengamatan. Sediaan histologi diproses menggunakan metode Paraffin, diiris seri dan sagittal dengan ketebalan 5-8µm dan diwarnai dengan Hematoxylin-Eosin. Jaringan ikan dievaluasi di bawah mikroskop cahaya dengan perbesaran 100-400x. Variabel yang diamati adalah struktur sel-sel penyusun gonad termasuk SGP pada masing-masing umur ikan lukas. Parameter yang diukur adalah volume gonad (jika sudah terbentuk), diameter SGP, jumlah SGP, bobot dan panjang ikan lukas yang dianalisis menggunakan ANOVA satu arah. Volume gonad dievaluasi menggunakan teknik cavilery principle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa calon gonad berupa organ berpasangan terletak di ventrolateral gelembung renang dan diikatkan pada mesenterium dorsal. Volume gonad mengalami kenaikan yaitu dari umur 50 hari sebesar 0,001186 ± 0,00068a mm3 sampai 90 hari sebesar 0,00455 ± 0,00170b mm3. Jumlah SGP intra gonad dari umur 50 sampai 90 hari mengalami kenaikan dan SGP ekstra gonad dari umur 50 sampai 70 hari mengalami kenaikan namun dari umur 70 sampai 90 hari mengalami penurunan. Diameter SGP intra maupun ekstra mengalami kenaikan selama penelitian. Disimpulkan bahwa sampai umur 90 hari, gonad ikan lukas belum terdiferensiasi. | Lukas fish existence in aters is very limited, until now the fish breeding efforts have not been done, so that lukas fish production comes entirely from the fishing effort in nature. In order to reveal how the prospect of cultivating a species of fish, it is necessary to know about the biological aspects of the fish. This research was conducted to evaluate gonadal histology and growth (length and weight) Puntius bramoides 50, 70 and 90 day after hatching, and determine sex differentiation of Puntius bramoides at the age of 90 days. This research was carried out survey method, and the samples were collected according to proporsive sampling based on age were maintained at laboratory scale. In total 27 with was repeat 9 times. The fish were processed for histological examination using paraffin method, were cut transversally at 5-8 µm thick and then stained with haematoxylin-eosin. The gonad were evaluated under a light microscope at magnification of 100-400. The variable was the structure of the cells making up the gonads including PGC in each age lukas fish. Parameters measured were volume gonads, PGC, fish body size uses one-way ANOVA. Gonad volume was evaluated by techniques cavilery principle. The results showed that the gonadal be paired organ located at ventrolateral swim bladder and attached to the dorsal mesentery. The lukas’s gonad volume has increased, from 0.001186 ± 0.00068a mm3 at 50 days to 0.00455 ± 0.00170b mm3 at 90 days. The number of extra-gonadal PGC increas at 50 days to 70 days with the increasing number of intra PGCs gonads. PGC intra and extra gonadal’s diameter increase during the observation. In conclution, gonadal Puntius bramoides 90 days after hatching not distinguishable to be male of female. | |
| 3703 | 13513 | F1G010054 | WACANA PIDATO KONSOLIDASI ANIS MATTA SEBAGAI PRESIDEN PKS (PENDEKATAN ANALISIS WACANA KRITIS) | Tulisan ini menganalisis teks pidato konsolidasi Anis Matta sebagai presiden PKS pada Februari 2013. Metode yang digunakan adalah analisis wacana kritis model van Dijk. Hasil menunjukkan arah pidato penutur adalah untuk menggiring audiens atau para kader partainya, dari yang semula berfokus pada peristiwa ditangkapnya LHI menjadi fokus pada perlawanan politik. Penggiringan kesadaran mental audiens ini merupakan bentuk pengelabuhan sebagai konter wacana yang berkembang pada saat itu. Pengelabuan ini direalisasikan melalui proposisi-proposisi pembangun teks. Proposisi-proposisi utama tersebut adalah (1) proposisi penyangkalan, (2) proposisi penguatan internal partai, (3) proposisi perlawanan, dan (4) proposisi pencitraan. | This article analyze texts of consolidated speech of Anis Matta as president of PKS on February 2013. This article use van Dijk’s methods of criticaldiscourse analysis. The results show the direction of the speaker's speech was to bring the audience or the party cadres, from the original focus on events LHI be focused on the arrest of political resistance. This deception is realized through text builder propositions. The main propositions are (1) the proposition denial, (2) internal reinforcement proposition party, (3) the proposition resistance, and (4) the proposition imaging. | |
| 3704 | 13514 | C1C008116 | PENGARUH KELEMBAGAAN, SUMBER DAYA MANUSIA DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KEBERHASILAN IMPLEMENTASI SAP BERBASIS AKRUAL PADA PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini dilaksanakan untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi Standar Akuntansi Pemerintah berbasis akrual. Faktor-faktor yang diteliti antara lain kelembagaan, sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kelembagaan, sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap keberhasilan implementasi Standar Akuntansi Pemerintah berbasis akrual. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala dan staf bagian keuangan/Penatausaha Keuangan pada Satuan Kerja Perangkat Daerah di Kabupaten Banyumas. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner sebanyak 54 eksemplar, yang dibagikan kepada responden yang merupakan kepala dan staf bagian keuangan pada Satuan Kerja Perangkat Daerah di Kabupaten Banyumas. Penentuan responden menggunakan metode sampel jenuh. Metode statisitik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah regresi linear berganda. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 16. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kelembagaan tidak berpengaruh positif terhadap keberhasilan implementasi Standar Akuntansi Pemerintah berbasis akrual. Sementara itu, Sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap keberhasilan implementasi Standar Akuntansi Pemerintah berbasis akrual. Kemudian, teknologi informasi berpengaruh positif terhadap keberhasilan implementasi Standar Akuntansi Pemerintah berbasis akrual. Faktor yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan implementasi Standar Akuntansi Pemerintah berbasis akrual adalah sumber daya manusia. | This research is done to determine the influence factors for the success of implementation governmental accounting standards based on accrual basic. The factors are researched as follows: the institutional, human resource, and information technology utilization. Objectives of this research are to find out the influences of institutional, human resources, information technology utilization on implementation governmental accounting standards board based on accrual basic. The research populations are all chiefs and staff of local work units accounting department in Banyumas local government. The data collection was done by giving 54 exemplar of questionnaires to chiefs and staff of local work units accounting department in Banyumas local government. Then, respondents were determined by using saturated sampling method. The researcher used multiple linear regressions to test hypothesis in statistics method. The collected data was analyzed by using SPSS version 16. The results of this research showed that institutional has no positive influence on implementation governmental accounting standards board based on accrual basic. Meanwhile, human resources has positive influence on implementation governmental accounting standards board based on accrual basic. Later on, information technology have positive influence on implementation governmental accounting standards board based on accrual basic. The most influence factor on implementation governmental accounting standards board based on accrual basic is human resources. | |
| 3705 | 13516 | C1A011096 | PERAN BURUH WANITA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA DAN FAKTOR-FAKRTOR YANG MEMPENGARUHINYA (STUDI KASUS INDUSTRI MAKANAN KETAN PENCOK DI KECAMATAN BUMIAYU KABUPATEN BREBES) | Penelitian ini, berjudul peran buruh wanita dalam meningkatkan pendapatan keluarga dan faktor-faktor yang mempengaruhinya (studi kasus industri makanan Ketan Pencok di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes) pengaruh Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran buruh wanita dalam meningkatkan pendapatan keluarga dan menganalisis pengaruh pendidikan buruh wanita, umur buruh wanita, lama bekerja buruh wanita, dan pekerjaan sampingan buruh wanita yang diperoleh. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran buruh wanita atau istri dalam meningkatkan pendapatan keluarga memberikan pengaruh yang besar pada pendapatan keluarga sebesar 55,33%. Variabel pendidikan kerja wanita berpengaruh signifikan positif terhadap pendapatan buruh wanita sebesar 0,077, variable umur buruh wanita berpengaruh signifikan positif terhadap pendapatan buruh wanita sebesar 0,037, variabel lama bekerja buruh wanita tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan buruh wanita sebesar 0,023, dan variable pekerja sampingan buruh wanita tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan buruh wanita -1119. Untuk meningkatkan pendapatan pekerja perempuan dapat dilakukan dengan membuka toko cabang sehingga ketan diperlukan Pencok industri makanan ketan lebih Pencok akan menambah bekerja hari Sabtu dan Minggu untuk meningkatkan pendapatan buruh wanita. serta wanita akan membutuhkan peran pemerintah dalam menyediakan lapangan kerja baik formal dan informal sebagai mengalokasikan anggaran untuk membuat koperasi desa memproduksi besek, terutama untuk kepala keluarga atau suami untuk memiliki penghasilan tambahan dan untuk Pencok ketan industri disarankan untuk membeli besek koperasi sehingga kedua belah pihak saling menguntungkan yaitu dari kepala keluarga mendapatkan penghasilan tambahan dari industri dan dapat dibeli besek dengan harga lebih murah. | This study, entitledthe role of women workers in improving family income and the factors that influence (Ketan Pencok food industry case study in the district Bumiayu Brits Brebes) The purpose of this study was to determine how the role of women workers in improving family income and analyze the influence of labor education female, old age female workers and female workers working on employment and earned income. This study uses multiple regression analysis. The result of this study indicate that the role of women laborers or wives in raising family income gives a great influence on family incom that is equel to 55,33%. Female labor education variable positive significant effect on female labor income of 0.077, while female workers aged variable positive significant effect on the income of 0,037, variable working time female workers no significant effect on earnings in the amount of 0,023 female workers and female workers outside employment variable no significant effect on female labor income in the amount of -1,119. To increase the income of female workers can be done by opening branch stores so required glutinous pencok more pencok glutinous food industry will add working day is on Saturday and Sunday in order to wage laborers meningkat.serta women would need the government's role in providing employment both formal and informal as allocate the budget to make the village cooperatives producing baskets, especially for the head of the family or husband in order to have an extra income and for the industry ketan pencok advised to buy baskets of the cooperative so that the two sides mutually beneficial of the head of the family get additional revenue from the industry and can be bought baskets at a cheaper price. | |
| 3706 | 13517 | F1F009043 | CELEBRATING CHRISTMAS AS CHRISTIAN IDENTITY MARKER IN JOHN GRISHAM’S SKIPPING CHRISTMAS | ABSTRAKSI Bimo, Cornelius. 2015. Celebrating Christmas as Christian Identity Marker in John Grisham’s Skipping Christmas. Skripsi. Program Studi Bahasa Enggris. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Jenderal Soedirman. Dosen Pembimbing: Tribuana Sari, S.S., M.S.i., Mia Fitria Agustina, S.S., S.E., M.A., dan Aidatul Chusna, S.S., M.A. Kata Kunci: Essentialist, Non-Essentialist, Negotiator Penelitian yang berjudul “Celebrating Christmas as Christian Identity Marker in John Grisham’s Skipping Christmas” bertujuan untuk menemukan bagaimana orang Kristen dalam novel Skipping Christmas karya John Grisham merayakan Natal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian budaya dalam sastra dan teori identitas dan perbedaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Terdapat beberapa langkah dalam meniliti novel ini. Langkah pertama yaitu membaca novel Skipping Christmas untuk memahami isi novel tersebut. Langkah kedua adalah mengidentifikasi teks yang berisi representasi identitas dan perbedaan. Langkah terakhir adalah menjelaskan identitas dan perbedaan dan situasinya di dukung oleh bukti-bukti yang ada di dalam novel. Berdasarkan pada analisis yang ada, peneliti menemukan bagaimana cara tokoh-tokoh dalam novel merayakan tradisi Natal. Identitas orang Kristen dalam novel Skipping Christmas terlihat menggunakan teori identitas dan perbedaaan khususnya konsep essentialis, Non-essentialis dan negotiator. Dengan menggunakan teori identitas dan perbedaan, cara orang kristen Amerika dalam merayakan tradisi Natal dapat di ketahui. Oleh karena itu, dengan menggunakan teori tersebut, merayakan natal dapat di lihat sebagai identitas orang Kristen. | ABSTRACT Bimo, Cornelius. 2015. Celebrating Christmas as Christian Identity Marker in John Grisham’s Skipping Christmas. English Department. English Study Program. Faculty of Cultural Sciences. Jenderal Soedirman University. Purwokerto. Supervisors: Tribuana Sari, M.Si., Mia Fitria Agustina, S.S., S.E., M.A., and Aidatul Chusna, S.S., M.A. Keywords: Christmas, Essentialist, Non-essentialist and Negotiator The research entitled “Celebrating Christmas as Christian Identity Marker in John Grisham’s Skipping Christmas” aims to find out how Christian people in John Grisham’s Skipping Christmas see Christmas celebration. This research uses Cultural studies in literature approach and identity and difference theories. Furthermore, the analysis is arranged using descriptive qualitative method. There are several steps in analyzing this novel. First, the researcher reads the novel to understand the content and to collect the data. Second, the researcher identifies texts which have identity and difference concept. The last step is that the researcher explains identity and difference supported by many proofs in the novel. Based on the analysis, the researcher finds out how the characters in the novel celebrate Christmas tradition. Christian people’s identity in the novel Skipping Christmas can be recognized by applying identity and difference concept which are essentialist, non-essentialist and negotiator. Through identity and difference concept, how Christian American people celebrate Christmas tradition are figured out. Thus, by applying those concepts, celebrating Christmas can be seen as Christian people identity marker. | |
| 3707 | 13525 | F1J011014 | REFLEKSI LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP PERKEMBANGAN KARAKTER TOKOH BOTCHAN DALAM NOVEL BOTCHAN KARYA NATSUME SOSEKI | Penelitian ini berkaitan dengan Refleksi Lingkungan Keluarga terhadap Perkembangan Karakter Tokoh Botchan dalam Novel Botchan Karya Natsume Soseki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui refleksi lingkungan keluarga terhadap perkembangan karakter tokoh Botchan. Novel ini dianalisis dengan teori struktural novel, teori psikologi perkembangan, teori keluarga. Hasil penelitian diketahui bahwa refleksi Botchan yang keras kepala dan mudah marah adalah akibat orangtua yang tidak menyayanginya. Sejak kecil Botchan tidak diberi kasih sayang dari keluarganya, karena sikap orangtuanya Botchan menjadi pemarah. Refleksi yang diberikan oleh Kiyo berbeda dengan kedua orangtuanya, Kiyo selalu memuji, memotivasi,dan memberikan kasih sayang kepada Botchan sehingga dapat membangkitkan rasa percaya diri Botchan. | This thesis examine about “Family Environment Reflection on Character Development of Botchan in Botchan Novel by Natsume Soseki.” The purpose of this research is to know family environment reflection toward Botchan’s character development. This novel will be analyzed by novel structural theory to know the relation of intrinsic element. The writer analyze Botchan’s character using development psychology theory, while it uses family theory to analyze family environment reflection toward Botchan’s character development. The result of this research that Botchan’s reflection that has hard attitude and easy to be angry is a result of the parents does not love him. Since he was child, Botchan has not been given attention from his family because his parents likes to be angry. Kiyo’s reflection is different to his parents, Kiyo always gives compliment, give motivation, and gives attention to Botchan so it can support Botchan being confident. | |
| 3708 | 13520 | F1J011017 | Semangat Bushido dalam Misi Serangan Bunuh Diri (Kamikaze) pada Perang Dunia II (1944-1945) | Penelitian ini mengkaji pengaruh semangat Bushido dalam misi serangan bunuh diri Kamikaze pada Perang Dunia II (1944-1945). Nilai semangat Bushido yaitu kejujuran, keberanian, kebajikan, kesopansantunan, ketulusan hati, kehormatan, kesetiaan dan pengendalian diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh semangat Bushido dalam pelaksanaan misi Kamikaze. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pilot Kamikaze rela menyerahkan nyawanya untuk negara dan Kaisar. Hal ini menjadi sesuatu yang membanggakan bagi mereka, karena mereka percaya kematiannya tidak akan sia-sia. Nilai Bushido adalah jika ia harus mati maka ia akan mati. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semangat Bushido sangat kuat pengaruhnya pada misi serangan Kamikaze. | This research study about the effects of Bushido’s spirits of Kamikaze attack mission in World War II (1944-1945). The value of Bushido that is rectitude, courage, benevolence, politeness, sincerity, honor, loyalty and self control. The purpose of this research is to describe the effects of Bushido’s spirit in Kamikaze attack. The method that used in this research is a description qualitative and study research technique. The result is show that Kamikaze pilots willing to give their life for the country and emperor. It’s become to be a pride for them, because they are believe his death will not be in vain. The value of Bushido is if they should die, they will die. The conclusion of this research is Bushido’s spirit has strong effect in Kamikaze attack. | |
| 3709 | 13518 | F1J011026 | ANALISIS KEPRIBADIAN WARTAWAN KOBE SHIMBUN DALAM FILM DOKUMENTER KOBE SHIMBUN NO NANOKAKAN | Desy Puspitasari “Analisis Kepribadian Wartawan Kobe Shimbun Dalam Film Dokumenter Kobe Shimbun No Nanokakan” Universitas Jenderal Soedirman Sastra Jepang Tahun 2015 Penelitian ini berjudul “Analisis Kepribadian Wartawan Kobe Shimbun Dalam Film Dokumenter Kobe Shimbun No Nanokakan”. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan perwujudan kepribadian Akirame, Giri dan Ninjou, Omoiyari, dan Gambari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan menggunakan kajian kebudayaan. Hasil dari penelitian ini adalah adanya perwujudan kepribadian orang Jepang yang tercermin dalam diri wartawan Kobe Shimbun yakni yang dengan sepenuh hati meliput korban dan keadaan pasca gempa Kobe. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini bahwa saat bencana datang orang Jepang lebih mementingkan kepentingan umum dibandingkan pribadi namun orang Jepang tetaplah manusia biasa yang dapat merasakan sedih, dan takut saat bencana datang namun setelah bencana itu berlalu mereka akan kembali semangat untuk melanjutkan hidup. | Desy Puspitasari The Journalist Kobe Shimbun's Personality Analysis on the Documenter Movie Kobe Shimbun No Nanokakan Jenderal Soedirman University Japanese Literature The title of this research is "The Journalist Kobe Shimbun's Personality Analysis on Kobe Shimbun No Nanokakan Documentary Movie." This research aims to describe the embodiment of Akirame, Giri and Ninjou, Omoiyari, and Gambari. The method of this research is descriptive analysis using the cultural theory.The result of this research shows that there are reflection of Japanese people’s personality depicted in journalist’s of Kobe Shimbun, who enthusiasticaly recorded of struggling people with disaster. It is concluded from the research that when disaster comes, Japanese people are just common human being who will feel sad and scared, but after it all ends, they will feel the spirit to continue their life again. | |
| 3710 | 13521 | B1J011014 | DIFERENSIASI GONAD Puntius bramoides V UMUR 100, 110, DAN 120 HARI PASCA PENETASAN, SERTA HISTOLOGIS HEPATOPANKREAS | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan gonad ikan lukas umur 100, 110, dan 120 hari pasca penetasan, serta mengetahui histologis hepatopankreas. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Setiap umur yang telah ditentukan diambil sampel sebanyak 10 ekor. Gambaran histologis gonad dan hepatopankreas ikan lukas dianalisis secara deskriptif. Panjang dan bobot ikan lukas ditampilkan dalam bentuk grafik. Volume gonad, jumlah dan diameter sel germinal primordial (SGP), serta diameter hepatosit dianalisis menggunakan uji F (Anova) menggunakan program SPSS 16.0 for Windows. Berdasarkan hasil analisis uji BNT perbedaan yang signifikan pada volume gonad ikan lukas umur 100 hari (p<0,05). Hasil uji analisis terhadap diameter SGP tidak signifikan disetiap tahapan umur ikan lukas. Uji BNJ terhadap jumlah SGP signifikan pada ikan lukas berumur 120 hari (p<0,05). Uji BNJ terhadap diameter hepatosit signifikan pada umur 120 hari (p<0,05). Volume gonad berkorelasi positif terhadap jumlah SGP (p<0,05; r = 0,852), akan tetapi tidak berkorelasi dengan diameter SGP (p<0,05; r = -0,073). Panjang dan bobot tubuh ikan lukas mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya umur. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa gonad ikan lukas belum terdiferensiasi sehingga tidak dapat dibedakan antara gonad jantan dan betina. | The objective of this study was to evaluated the gonadal development in lukas fish aged 100, 110, and 120 days, and also observe histological of hepatopancreas. This study was conducted using survey method with sampling stratified random sampling technique. Every observation with age has been determined as many as 10 fish samples taken. Qualitative data such as gonads and hepatopancreas histological analyzed descriptively. Quantitative data such as length and weight is shown in graphs. Gonadal volume, the number and diameter of primordial germ cells (PGC’s), and also diameter of hepatocytes was analyzed using one way Anova. The result of LSD test showed that there are significant of lukas fish gonadal volume aged 100 days (p<0,05). The result of the analysis of PGC diameter showed nonsignificant at the aged of 100,110, and 120 days. HSD on the number of SGP showed significant in lukas fish aged 120 days (p<0,05). HSD on the diameter hepatocytes showed a significant at the aged 120 days (p<0,05). Gonadal volume positively correlated to the amount of the PGC (p<0,05; r = 0,852), but no correlation to the diameter of PGC (p<0,05; r = -0,073). The results of this study revealed gonadal of lukas fish has not differentiated. | |
| 3711 | 13474 | F1J011032 | Analisis Citra Perempuan Dalam Novel Hanauzumi Karya Jun'ichi Watanabe (Sebuah Kajian Feminisme Liberal) | Penelitian ini membahas citraperempuan dalam novel Hanauzumi karya Jun’ichi Watanabe sedangkan tujuannya adalah untuk mendeskripsikan citra perempuan dalam aspek fisis dan aspek psikologis dengan menggunakan teori feminisme liberal dan deskriptif analisis sebagai metodenya. Dengan cara menganalisis unsur-unsur intrinsik novel berupa penokohan, alur, dan latar serta menganalisis citra perempuan dalam aspek fisis dan aspek psikologis. Diperoleh hasil penelitian ini sebagai berikut 1) citra perempuan dalam aspek fisis yaitu perempuan yang memiliki bentuk wajah bulat telur, berkulit segar kecokelatan, pandai merias diri, dan ketahanan fisik yang mulai menurun karena pertambahan usia dan penyakitnya; 2) citra perempuan dalam aspek psikologis yaitu seorang perempuan yang egosentris, trauma dengan laki-laki, perempuan yang keras, rela berkorban, mencuri tulang manusia untuk belajar anatomi tubuh, mempunyai pemikiran yang inovatif, bijaksana dalam menyikapi masa lalunya, tidak putus asa, ulet dan pekerja keras, optimis, pemberani, dokter yang memiliki empati, mempunyai rasa penyesalan terhadap ibunya, penganut agama Kristen yang taat,aktif dalam berorganisasi dan jatuh cinta dengan Shikata karena ketulusan hatinya. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa Gin dicitrakan sebagai dokter yang telah menyelamatkan perempuan dari rasa malu sebagai pasien dan memimpin perjuangan untuk mendapatkan hak-hak kaum perempuan untuk mencapai solidaritas sesama perempuan. | The present research analysis the image of women in Jun’ichi Watanabe’s novel Hanauzumi while the purpose is to describe the image of women in the aspect of physical and psychological aspects using theory of liberal feminism and analytical descriptive as a method. By analyzing the intrinsic elements of the novel form of characterization, plot, and background as well as analyzing the image of women in the aspect of physical and psychological aspects. Obtained the results of research as follows, 1) the image of women in the physical aspect are women who has a oval face, brown skinned, a clever makeup, physical endurance is declining because of age and illness; 2) the image of women in the psychological aspect are women’s egocentric, trauma with men, women who has a tough nature, willing to sacrifice, stealing human bones to learn anatomy, has innovative thinking, wise in dealing with its past, not hopeless, a tenacious and hard working, optimistic, courageous person, a doctor who have empathy, has remorse for his mother, a devout Christian, active in the organization, and fall in love with Shikata because of his sincerity. Based on the results of the research can be conclude that Gin imaged as a doctor who saved women from shame as patients and to lead the struggle for the rights of women to achieve solidarity among women. | |
| 3712 | 13522 | C1B008128 | PENGARUH KEPUASAN KERJA, MOTIVASI KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP KARYAWAN DINAS PERHUBUNGAN, KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN BANJARNEGARA | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja, motivasi kerja, dan kompensasi terhadap kinerja karyawan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banjarnegara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan tetap di Karyawan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banjarnegara. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling sehingga diperoleh 64 responden. Alat analisis yang digunakan yaitu uji asumsi klasik dan analisis regresi linier berganda dengan SPSS 21. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Implikasi dalam penelitian yaitu meningkatkan kepuasan kerja karyawan, meningkatkan motivasi dan pemberian kompensasi tepat waktu sehingga kinerja karyawan juga meningkat | This study aims to analyze the effect of job satisfaction, work motivation and compensation toward employee performance at Department of Transportation, Communication and Information Banjarnegara. This research uses survey method with questionnaires as collecting data method and stratifiled random sampling technique. Multiple linear regression is the analysis data technique with IBM SPSS statistics 21.0 program. The sample of this study is employees at Department of Transportation, Communication and Information Banjarnegara for about 64 people. The result of this study showes the F test that job satisfaction, work motivation, and compensation to significantly afect employee performance. Than the result of T test job satisfaction to significantly affect on employee performance. Work motivation satisfaction to significantly affect on employee performance. Compensation satisfaction to significantly affect on employee performance. | |
| 3713 | 13523 | F1J011009 | Analisis Tokoh Utama film 1 Rittoru no Namida KaryaRiki Okamura (KajianPsikologiSastra) | Penelitian ini berjudul “Analisis Tokoh Utama film 1 Rittoru no NamidakaryaRiki Okamura (KajianPsikologiSastra)”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perwatakan dan menganalisis kondisi psikologis tokoh utama film 1 Rittoru no Namida.Metode yang digunakan ialah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Penelitian ini menganalisis tokoh Aya yang ada pada film 1 Rittoru no NamidakaryaRiki Okamura.Teknik pengumpulan data dengan menonton, mencari, dan mencatat data yang diperlukan. Teknik analisis data dengan cara terlebih dahulu mendeskripsikanunsurintrinsik karyasastra, mendeskripsikan perwatakan, dan menganalisis kondisi psikologis tokoh utama film 1 Rittoru noNamida. Berdasarkanhasil analisis terhadaptokoh Aya dalam film 1 Rittoru no Namida,Aya digambarkanmemiliki sifat pantang menyerah, rajin, ramah, dan suka menolong. Analisis tokoh Aya adalah Aya menolak untuk dirawat di rumah sakit karena baginya menyusahkan. Kondisi psikologis Aya merupakan faktor kepribadian yang menunjukkan adanya pertentangan antara Id dan Super-ego. IdAyaadalahketikamusimpanaskemungkinandiaakanpergiberwisata, makadariitudiatidakmaudirawat. Ego Ayaadalahketikadiaberkata“menyusahkan”.Super-egoadalahkarenasakit, dokterdanibunyamemintaAya agar tetapdirawat. | This research entitled “Analitical of the Main Character in 1 Rittoru no Namida by RikiOkamura (Literature PsychologicalApproachment)”. The purpose of the research are to describe characterizationand analyse psychological condition of the main character in the film 1 Rittoru no Namida.The method of the research is qualitative descriptive method by literature psychology approachment. This research analyseAya in the film 1 Rittoru no Namidaby Riki Okamura.The technic of collecting data are watching, finding, and writing data which is used.The technic of analyzing data are describing intrinsic element, describingcharacterization, andanalyzingpsychological condition of the main character in the film 1 Rittoru no Namida. Based on the analysis of Aya inthe film 1 Rittoru no Namida,Aya is described having conscious character, diligent, friendly, and helpful. Analitical of Aya is Aya refuses to be taken care in the hospital because it becomes difficulty for her. Psychological condition of Aya is character factor that shows contradiction between Id and Super-ego. Aya’sIdis when summer may be she will go picnic, so she will not be taken care. Aya’sEgo is when she said “becomes difficulty”. Aya’sSuper-ego is cause of sickness, the doctor and her mother asked Aya keep being taken care. | |
| 3714 | 13524 | F1J011008 | VARIASI PRONOMINA PERSONA PERTAMA TUNGGAL TOKOH LAKI-LAKI DALAM DRAMA ITAZURA NA KISS (SebuahKajianSosiolinguistik) | Penelitian ini berkaitan dengan variasi pronomina persona pertama tunggal tokoh laki-laki dalam drama Itazura Na Kiss. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan macam-macam pronomina persona pertama tunggal bahasa Jepang dan mendeskripsikan bagaimana cara penggunaan pronomina persona pertama tunggal tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) dan teknik catat.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini terdapat lima macam pronomina persona pertama tunggal yang digunakan oleh tokoh laki-laki dalam drama ItaKiss yaitu watakushi, watashi, boku, washi dan ore. Penggunaan pronomina persona sangat dipengaruhi oleh faktor sosial seperti usia, jenis kelamin, status sosial, keakraban dan situasi berbahasa itu sendiri. Terdapat penggunaan pronomina persona yang digunakan dengan tujuan untuk penegasan diri sendiri. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Jepang sebaiknya juga dilakukan dari media selain buku ajar salah satunya melalui drama yang lebih menggambarkan penggunaan pronomina persona dalam kehidupan sehari-hari orang Jepang. | The research be related to variations of first personal pronoun by a male figure in the drama Itazura Na Kiss. The purpose of this research was to describe variation the Japanese first personal pronoun and to describe how to use the first personal pronoun. The research methods is descriptive qualitative, SimakBebasLibatCakap (SBLC) technique and note technique. As the result in this research is there are five kinds of male figure first personal pronoun in ItaKiss drama that is watakushi, watashi, boku, washi and ore. The usage of first personal pronouns is influenced by age, gender, social status, familiarity, and language situation.Thefirst personal pronoun that are expressly used to self-assertion. Therefore, learning the Japanese language should be made from the media besides the textbook one through drama which further illustrate the daily life of Japanese people. | |
| 3715 | 13147 | E1A110017 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PASIEN SEBAGAI KONSUMEN JASA PENGOBATAN TRADISIONAL | Perlindungan Hukum Terhadap Pasien Sebagai Konsumen Pengguna Jasa Pengobatan Tradisional Pengobatan alternatif atau tradisional (nonkonvensional) merupakan pengobatan yang bersifat turun-temurun dan diakui oleh kalangan masyarakat, Masyarakat sekarang mempercayai bahwa kesembuhan bukan hanya diperoleh melalui pengobatan medis namun dapat juga disembuhkan melalui pengobatan tradisional. Sehingga adanya upaya pemerintah dalam memberi perlindungan terhadap pasien sebagai konsumen pengguna Bagi golongan masyarakat tertentu biaya pelayanan kesehatan medis saat ini dirasakan cukup mahal, untuk itu mereka memilih metode pengobatan lain yang dirasakan memiliki resiko yang jauh lebih rendah dengan biaya yang terjangkau salah satunya dengan memilih pengobatan tradisional. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui sejauh mana upaya pemerintah dalam melindungi hak-hak pasien sebagai konsumen pengguna jasa pengobatan tradisional khususnya hak atas keamanan,kenyamanan dan keselamatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif yaitu menekankan pada aspek normatif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Teknik pengumpulan sumber penelitian yang digunakan yaitu studi kepustakaan dan rujukan internet yang kemudian dianalisis secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan data, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa upaya pemerintah dalam melindungi hak konsumen sebagai pengguna jasa pengobatan tradisional khsusnya berkaitan dengan hak kenyamanan , keamanan dan keselamatan sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 4 huruf a UUPK, maka pemerintah yaitu melalui Menteri Kesehatan telah membuat suatu perencanaan yang dibuat oleh pemerintah ditetapkan dan diatur melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1076/MENKES/SK/VII/2003 tentang Penyelenggaraan Pengobatan Tradisional, didalamnya mengatur secara rinci mengenai penyelenggaraan Pengobat tradisional yang dimana tugas dan kewenangan yang diberikan pemerintah untuk mengatur segala macam urusan baik izin praktik maupun izin-izin lain yang terkait dalam pengobatan tradisional telah diberikan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Kepala Puskesmas atau unit pelaksana teknis yang ditugasi sebagai tugas pelaksana pengawasaan dan pembinaan, sehingga diharapkan Pembinaan yang dilakukan dapat terencana serta mampu meningkatkan mutu dan perbaikan terhadap kinerja penyelenggaraan pengobatan tradisional agar tercipta pelayanan yang handal,aman,serta nyaman. Setelah pembinaan dilakukan secara intensif selanjutnya pengawasan yang berupa pemantauan pekerjaan pengobat tradisional dilaksanakan secara intensif dan ketat agar sesuai dengan apa yang diinginkan oleh UU. Sehingga dapat dikatakan bahwa secara normatif pasien sebagai konsumen pengobatan tradisional sebenarnya sudah mendapatkan suatu perlindungan meskipun dalam prakteknya banyak terjadi penyimpangan sebagai akibat dari lemahnya pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang ditetapkan. | Patients Legal Protection For Consumers Against User Services Traditional Medicine For certain segments of society medical health care costs currently felt quite expensive, for it is they choose other methods of treatment are perceived to have a much lower risk at an affordable cost one of them by selecting traditional medicine. The purpose of this study is to determine the extent of the government's efforts in protecting the rights of patients as consumers of the services of traditional medicine, especially the right to security, comfort and safety. The method used in this research is normative juridical that emphasis on normative aspects . Source of data used are secondary data . Legal materials used include the primary legal materials and secondary law . Source collection techniques used in this research is the study of literature and Internet references are then analyzed qualitatively normative . Based on this research can be concluded that based on the results of research and discussion of the data, it can be concluded that the government's efforts in protecting the rights of consumers as users of services of traditional medicine khsusnya relating to the rights of comfort, security and safety, as described in Article 4 letter a UUPK, then the government namely through the Minister of Health has made a plan made by the government are set and regulated by Decree of the Minister of Health No. 1076 / Menkes / SK / VII / 2003 on the Implementation of Traditional Medicine, in which regulate in detail the implementation of Healers traditionally where the duties and authority given to government to arrange all sorts of affairs either a license or licenses other related in traditional medicine has been given to the Chief Medical Officer / City, head of the health center or technical executing unit is assigned as a task executor pengawasaan and coaching, so expect guidance that can be planned as well as improve the quality and performance improvements to the organization of traditional medicine in order to create services that are reliable, safe, and comfortable. After intensive coaching is done subsequent supervision in the form of monitoring the work of traditional healers and strictly carried out intensively in order to conform to what is desired by the Act. So it can be said that the normative patients as consumers of traditional medicine is already getting a protection though in practice many irregularities occur as a result of weak implementation of the legislation specifiedKeywords: Consumer Rights | |
| 3716 | 13469 | F1J011041 | ANALISIS VARIASI PENGGUNAAN SAPAAN NINSHOU DAIMEISHI DALAM KONSEP UCHISOTO | Penelitian ini mengkaji variasi sapaan ninshou daimeishi dalam konsep uchisoto. Uchisoto terdiri dari dua kata yaitu uchi ‘dalam grup’ dan soto ‘luar grup’. Konsep uchisoto berkaitan dengan variasi bahasa. Variasi bahasa merupakan jenis ragam bahasa yang menyesuaikan fungsi dan situasi dalam pembicaraan. Sedangkan sapaan adalah kata atau frase digunakan untuk merujuk pelaku tuturan berdasarkan situasi yang berbeda-beda. Penelitian ini menggunakan teori variasi bahasa, ninshou daimeishi, dan uchisoto. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data dengan teknik kuesioner sebagai teknik pengumpulan data. Responden adalah native speaker bahasa Jepang sejumlah tiga puluh sembilan responden terdiri dari anak SMA dan mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 27 orang menyebut ayah dan ibu sendiri dengan sebutan chichi dan haha. Selain itu 11 orang menyebut ayah dan ibu sendiri dengan sebutan otousan dan okaasan sebagai bentuk penghormatan. Sedangkan 39 orang menyebut ayah dan ibu mitra tutur dengan sebutan otousan dan okaasan. Hasil penelitian adalah dalam anggota keluarga sendiri adanya sistem uchisoto. Karena itu menyebut anggota keluarga sendiri tidak menggunakan ungkapan hormat. Sedangkan menyebut anggota keluarga orang lain menggunakan ungkapan hormat. | This research examining variations greeting ninshou daimeishi in the concept of uchi soto. Uchisoto consisting of two words that is uchi 'in group' and soto 'outside group'. The concept of uchisoto related to variations language. Language variation is a type of language diversity that customize the function and the situation in the talks. Whereas greeting is a word or phrase used to refer the speaker based on varying circumstances. This research using the theory variation language, ninshou daimeishi, and uchisoto. This research using the qualitative description to analyze data with technique questionnaire as a technique of data collection. Respondents were native the speaker japanese a number of thirty-nine respondents consisting of a high school and college students. The research results show 27 people call father and mother own with chichi and haha. In addition 11 people call own father and mother own as otousan and okaasan as a form of respect. While 39 people call the father and mother other party as otousan and okaasan. In conclusion, in own family the system of uchisoto. Because that own family tending to do not use respect. In addition the other party of the family there are age and social relations and uchisoto system. So as to call the other party to respect. | |
| 3717 | 13467 | F1J011029 | ANALISIS INTERAKSI ANTARA SOSAKU KOBAYASHI DENGAN MURID-MURIDNYA DALAM NOVEL MADOGIWA NO TOTTO-CHAN KARYA TETSUKO KUROYANAGI | Penelitian ini mengkaji tentang analisis interaksi antara Sosaku Kobayashi dengan murid-muridnya di Sekolah Tomoe dalam novel Madogiwa no Totto-chan. Kobayashi adalah seorang kepala sekolah yang menerapkan metode pendidikan gaya Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan interaksi antara Sosaku Kobayashi dengan murid di Sekolah Tomoe. Untuk menganalisis penelitian ini, penulis mengkaji unsur-unsur intrinsik terlebih dahulu. Penelitian ini menggunakan teori sosiologi pendidikan, teori interaksi sosial, serta teori struktur novel. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang menggunakan teknik pustaka sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat jenis interaksi yang terjadi antara Kobayashi dengan murid. Pertama, interaksi tanpa kata, interaksi jenis ini diterapkan oleh Kobayashi dengan tujuan sebagai wujud apresiasi dan wujud ekspresi. Kedua, interaksi dengan menggunakan kata-kata bertujuan untuk menerangkan suatu anjuran, menerangkan fungsi alat/benda, dan menerangkan langkah-langkah kepada murid-murid. Ketiga, interaksi tidak terfokus, karena Kobayashi menerapkan interaksi jenis ini, anak-anak merasa tidak malu dan rendah diri. Keempat, interaksi terfokus bertujuan agar dapat memberi petunjuk/arahan, memberi kesempatan/peluang, dan memberi semangat kepada murid-murid. Kesimpulan dari penelitian ini adalah berdasarkan ke-empat jenis interaksi sosial yang terdapat dalam novel Madogiwa no Totto-chan adalah Kobayashi lebih sering menerapkan jenis interaksi terfokus ketika berinteraksi dengan muridnya karena dalam menyampaikan informasi dengan menggunakan perkataan dan mimik wajah, dengan begitu murid di Sekolah Tomoe semakin memahami dengan baik tentang informasi yang ingin disampaikan oleh Kobayashi. | In this research discusses, the interaction between Sosaku Kobayashi with students in Tomoe School in Madogiwa no Totto-chan novel by Tetsuko Kuroyanagi. Kobayashi, the headmaster applied the methods of education are influenced by Western system. The purpose of this research is to describe about interaction between Sosaku Kobayashi with students in Tomoe School. To analyze this research (the interaction between Sosaku Kobayashi with students), first, researcher is researching the intrinsic elements. Research use theory of sociology education, interaction social, and structure of the novel. Type of research is descriptive qualitative. Technique that is used is library technique as technique of data collection. For method research, researcher use qualitative and presented it as descriptive. The result of this research indicates four kinds of interactions between Kobayashi with students. First, the kind of interaction without word, this interaction applied by Kobayashi as a form of appreciation and a form of expression. Second, the kind of interaction with words, this interaction has purposes to explain recommendation, function of tools, and the rules. Third, the kind of interaction unfocus, this kind for students to feels comfortable and confident. Fourth, the kind of focused interaction, it’s in order to give advice, chance, and spirit for students. Mostly, from the four kinds of interaction, Kobayashi in interacting with students use focused interaction because this kind were presenting informations with the words, mimic, and gesture. So, Kobayashi could told everything about information he knowns. Then, students will good understand about information. | |
| 3718 | 13526 | F1J011038 | ANALISIS EKSISTENSI TOKOH KOMAYO SEBAGAI GEISHA DALAM NOVEL UDEKURABE KARYA NAGAI KAFU (PENDEKATAN OBJEKTIF) | Penelitian ini berjudul “Analisis Eksistensi Tokoh Komayo Sebagai Geisha dalam Novel Udekurabe karya Nagai Kafu (Pendekatan Objektif)”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi tokoh Komayo sebagai geisha. Metode yang digunakan ialah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan objektif. Penelitian ini membahas tokoh Komayo pada novel Udekurabe karya Nagai Kafu. Teknik pengumpulan data dengan membaca, memahami dan mencatat data yang digunakan. Eksistensi Komayo sebagai geisha dapat ditelusuri dari sikap terhadap dirinya maupun orang lain, kemampuan seni, serta menjamu tamu. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa eksistensi Komayo sebagai geisha dalam novel tersebut memiliki kesamaan dan juga perbedaan dengan geisha semestinya. Komayo membutuhkan ruang (spasialitas) dan waktu (temporalitas). Ruang (spasialitas) dalam hal ini adalah ruang seperti Ozashiki, rumah teh, dan lainnya. Ruang dapat juga berarti ruang yang dihayati Komayo saat dirinya menjadi geisha sehingga eksistensinya sebagai geisha dapat dimunculkan, sementara waktu (temporalitas) merupakan rentetan waktu akan pengalaman Komayo sebagai geisha. Komayo dan geisha lainnya sedapat mungkin untuk mempertahankan Danna-nya. Pada dasarnya dibutuhkan ruang dan waktu bagi kehidupan manusia begitu juga dengan cerita fiksi. | The research entitled “ An Analysis of Komayo’s Existence as a Geisha based on Udekurabe by Nagai Kafu (Objective Approach) ”. The purposes of the research are to describe the Komayo’s existence in Udekurabe by Nagai Kafu. The method of the research is descriptive qualitative method with objective approach. The techniques of collecting data are reading, finding, understanding, and noting data which are used. The existence of Komayo can be traced back by her behaviour, skill art, and manner with guests. The result of this research it can be concluded that Komayo’s existence has same and different things as the other geisha do. Komayo needs space and time to show her existence as a geisha to others. Inside the space, in this case means Ozashiki, Tea House, and other place. Between the space, everyone and even herself can show her existence as a geisha. And about the time, during her journey and experience, a geisha absolutely needs a lot of times and process. Komayo and the other geisha have to keep their danna. At least, every human being and also fiction needs space and time. | |
| 3719 | 13532 | G1B010076 | Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Pencegahan HIV/AIDS pada Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) di Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap | Calon Tenaga Kerja Indonesia/Tenaga Kerja Indonesia (CTKI/TKI) menjadi salah satu kelompok berisiko tinggi terhadap penularan HIV/AIDS. Perbedaan situasi sosial-budayadan rendahnya tingkat pendidikan memicu risiko penularan HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada Calon TKI di Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh Calon Tenaga Kerja Indonesia yang terdata di Kecamatan Adipala mulai bulan oktober-desember tahun 2014 sebanyak 35 orang. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (Chi-Square). Hasil univariat menunjukkan sebagian besar pengetahuan (60%) dan sikap (54,3%) dalam kategori kurang baik. Hasil bivariat menunjukkan tidak ada hubungan pengetahuan, sikap dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS. Disarankan lebih memiliki kerjasama pada setiap institusi yang terkait dalam hal ini yaitu PJTKI dan BP3TKI. Bagi pihak pemerintah desa perlumeningkatkan akses informasi berupa penyuluhan dan penyediaan media KIE. | Migrant workers to any one group of high risk against transmission of HIV and AIDS. Social culture distinction situation and the low level of education trigger the risk transmission of HIV/AIDS. The purpose of this research is to know the relationship of knowledge and attitudes with the behavior prevention of HIV/AIDS to the migrant workers at adipala district, cilacap. A kind of this research is quantitative with the approach of cross-sectional. Respondents the research is indonesian workers recorded in district adipala start october until december 2014 about 35 people. Data analysis done in univariat and bivariat (chi-square). The results of univariat, the variables in research categories less well covering knowledge (60%) and attitudes (54,3%). Bivariat the results show there was no contact knowledge, attitude with the manners HIV/AIDS prevention. Suggested greater cooperation on each institution involved in this PJTKI and BP3TKI. For the village government must improve access to information provision of information and IEC media. | |
| 3720 | 13527 | F1A008020 | Sikap Kewirausahaan Petani dalam pengelolaan Mix Farming untuk Meningkatkan Ketercukupan Kebutuhan Petani | Banyak cara dilakukan individu untuk terus berusaha memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, termasuk petani yang harus kreatif dalam memanfaatkan lahan pertanian yang ada. Salah satu upaya tersebut diantaranya dengan menggunakan sistem pertanian mix farming di lahan persawahan. Sistem ini memadukan pertanian terutama padi dengan tanaman lainnya atau dengan pembesaran ikan pada lahan yang sama. Berdasarkan kondisi tersebut maka penelitian yang berjudul ” Sikap Kewirausahaan Petani dalam pengelolaan mix farming untuk meningkatkan ketercukupan kebutuhan petani ” bertujuan mengetahui Sikap Kewirausahaan Petani dalam pengelolaan mix farming untuk meningkatkan ketercukupan kebutuhan petani. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah pihak-pihak yang berkaitan dengan mix farming di Kecamatan Baturraden yaitu petani yang menerapkan mix farming, dan perangkat desa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa kualitatif deskriptif dengan model interaktif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sikap kewirausahaan petani di Desa Kemutug Lor terlihat bahwa petani sudah mempunyai visi dan tujuan usaha yang jelas yaitu berusaha untuk memaksimalkan lahan yang tersedia untuk diolah guna meningkatkan hasil pertanian secara optimal, terdapat rencana dan usaha keras dari petani itu sendiri untuk terus berkembang serta adanya keinginan petani untuk berkembang melalui jalinan hubungan kerja dengan berbagai pihak, termasuk dengan kelompok tani di tingkat desa, dan perangkat desa. Sesuai dengan kajian yang telah dilakukan dimana petani merasakan manfaat dan hasil dari penerapan mix farming selama ini. Karena itulah usaha petani dalam menerapkan mix farming tetap terus dilakukan karena dapat menambah sumber penghasilan terutama bagi petani, dan kepada pemerintah disarankan untuk membantu petani dalam hal pendampingan dan juga kepastian pemenuhan bibit serta pupuk yang memadai. | There are many ways individuals to continue to meet the economic needs of the family, including farmers who need to be creative in making use of existing agricultural land. One of these efforts include by using a mix farming system farming in paddy fields. This system combines agriculture, especially rice with other plant or fish rearing on the same land. Under these conditions, the study entitled “ Entrepreneurship Farmer attitude in the management of mix farming to improve the adequacy of farmer needs ” aims to find out the entrepreneurship farmer attitude in the management of mix farming to improve the adequacy of farmer needs .The research design used in this study is qualitative. The targets of this research is the parties associated with mix farming in the district Baturraden that is farmers who apply mix farming, and village authority. The data analysis technique used in this research is qualitative descriptive analysis with interactive model. based on the research result revealed that the entrepreneurial attitude of farmers in the village of Kemutug lor seen that farmers already have a vision and clear business objectives that try to maximize the available area for processing in order to increase output agricultural optimally, There are plans and efforts of farmers themselves to continuously grow and there is a desire of farmers to grow through the working relationship with various parties, include with farmer groups at the village level, and village authority. according to the studies that have been done where farmers feel the benefits and results of the application of mix farming over the years. That's why farmers' did efforts in implementing the mix farming continuously because it can add a source of income, especially for farmers, and also suggested to the government to assist farmers in terms of mentoring and assurance availability of adequate seed and fertilizer. |