Artikelilmiahs

Menampilkan 36.161-36.180 dari 49.834 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3616139183E1A019170PERLINDUNGAN HAK PRIVASI ATAS DATA PRIBADI ANAK MENURUT HUKUM INTERNASIONAL DAN HUKUM NASIONAL INDONESIAPenggunaan teknologi informasi di kalangan pelajar dan anak-anak bukanlah merupakan hal baru. Penggunaan platform layanan digital turut melahirkan berbagai tantangan yang berpotensi mengancam hak privasi atas data pribadi anak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan perlindungan hak privasi atas data pribadi anak menurut hukum internasional dan hukum nasional Indonesia, serta untuk menganalisis perlindungan hukum hak privasi atas data pribadi anak oleh Pemerintah Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan metode pengumpulan data berdasarkan studi kepustakaan kemudian disajikan dalam bentuk uraian sistematis dan logis serta menggunakan metode analisis kualitatif.
Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa pengaturan secara umum menurut hukum internasional dapat ditemukan dalam: Pasal 12 Universal Declaration of Human Rights 1948 dan Pasal 17 International Covenant on Civil and Political Rights 1966. Pengaturan hak privasi atas data pribadi anak secara khusus dapat ditemukan dalam: Pasal 16 Convention on the Rights of the Child 1989, OECD Council Recommendation on The Protection of Children Online 2012, APEC Privacy Framework 2015, Pasal 6, 8, & Pasal 38 General Data Protection Regulations 2018. Menurut hukum nasional Indonesia secara umum dapat ditemukan dalam: Pasal 28F & 28G UUD 1945; Pasal 14 UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia; Pasal 26 UU No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta Pasal 3 dan Pasal 25 UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Pemerintah Indonesia turut berupaya memberikan perlindungan hukum terhadap hak privasi atas data pribadi anak dengan mengesahkan UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi didukung dengan program Gerakan Nasional Literasi Digital. Perlindungan data pribadi anak dalam GNLD termasuk salah satu dari fokus kerja program GNLD untuk mendukung transformasi digital di Indonesia.
The use of information technology among students and children is nothing new. The use of digital service platforms also creates challenges that have the potential to threaten the privacy rights of children's personal data.
This study aims to determine the regulation of the protection of privacy rights over children's personal data according to international law and Indonesian national law, as well as to analyze the legal protection of privacy rights over children's personal data by the Government of Indonesia. This research is normative legal research with a statute approach and conceptual approach. The data used is secondary data with data collection methods based on literature studies and then presented in the form of systematic and logical descriptions and using qualitative analysis methods.
The results of the research and discussion show that general arrangements according to international law can be found in Article 12 of the Universal Declaration of Human Rights 1948 and Article 17 of the International Covenant on Civil and Political Rights 1966. Regulations on the right to privacy of children's personal data in particular can be found in Article 16 Convention on the Rights of the Child 1989, OECD Council Recommendation on The Protection of Children Online 2012, APEC Privacy Framework 2015, Articles 6, 8, & Article 38 of the General Data Protection Regulations 2018. According to national law Indonesia in general can be found in Articles 28F & 28G of the 1945 Constitution; Article 14 of Law no. 39 of 1999 concerning Human Rights; Article 26 Law no. 19 of 2016 concerning Information and Electronic Transactions and Articles 3 and Article 25 of Law no. 27 of 2022 concerning Personal Data Protection. The Indonesian government is also trying to provide legal protection for privacy rights over children's personal data by passing Law no. 27 of 2022 concerning the Protection of Personal Data is supported by the Digital Literacy National Movement program. Protection of children's personal data in GNLD is one of the focuses of the GNLD program's work to support digital transformation in Indonesia.
3616239184F1A018013Analisis Data Kasus Kekerasan Seksual Yang Ditangani Oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan Dan Anak (Uptd Ppa) Kabupaten Banyumas Tahun 2021Kekerasan seksual merupakan fenomena yang terjadi dalam masyarakat dan dalam setiap tahunnya masih memiliki jumlah yang banyak serta cenderung mengalami peningkatan. Kasus kekerasan seksual baik itu terhadap perempuan maupun anak-anak merupakan fenomena gunung es, dimana realitanya kasus kekerasan seksual memiliki jumlah yang lebih banyak dan masalahnya jauh lebih kompleks daripada yang tercatat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui profil korban kekerasan seksual (jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, dan bentuk kekerasan seksual yang dialami). Tujuan lainnya adalah mengetahui hubungan pelaku dengan korban, lokus terjadinya kekerasan seksual, dan tindak lanjut penanganan kasus kekerasan seksual yang ditangani oleh UPTD PPA Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan sumber data yaitu kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak tahun 2021. Adapun teknik sampel yang digunakan adalah sampel jenuh dimana semua kasus kekerasan seksual yang berjumlah 38 kasus digunakan sebagai sampel penelitian. Metode analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menyebutkan kekerasan seksual paling banyak terjadi pada anak-anak yaitu 86,84%, jenis kelamin korban didominasi oleh perempuan yaitu 86,84%, usia korban didominasi oleh usia 14-18 tahun yaitu 57,89%, bentuk kekerasan seksual paling banyak adalah persetubuhan yaitu 44,74%, korban kekerasan seksual didominasi oleh pelajar yaitu 76,32%, korban paling banyak memiliki pendidikan SMP yaitu 44,74%, hubungan pelaku dengan korban didominasi oleh pacar dan orang lain yaitu 23,69%, lokus terjadinya kekerasan seksual paling sering ditemukan pada ranah publik yaitu 57,89%, dan tindak lanjut penanganan kasus kekerasan seksual mayoritas diselesaikan dengan jalur litigasi yaitu 84,21%. Sexual violence is a phenomenon that occurs in society and every year it still has a large number and tends to increase. Cases of sexual violence against both women and children are an iceberg phenomenon, where in reality there are more cases of sexual violence and the problem is far more complex than recorded. The purpose of this study was to determine the profile of victims of sexual violence (gender, age, education, occupation, and forms of sexual violence experienced). Another objective is to find out the relationship between the perpetrator and the victim, the locus of occurrence of sexual violence, and follow-up on the handling of cases of sexual violence handled by the UPTD PPA Banyumas Regency. The research method used is quantitative with the data source being cases of sexual violence against women and children in 2021. The sample technique used is a saturated sample where all 38 cases of sexual violence are used as research samples. Methods of data analysis using descriptive statistical analysis using frequency distribution tables. The results of the study stated that most sexual violence occurred in children, namely 86.84%, the sex of the victims was dominated by women, namely 86.84%, the age of the victims was dominated by the ages of 14-18 years, namely 57.89%, the most common forms of sexual violence were intercourse, namely 44.74%, victims of sexual violence were dominated by students, namely 76.32%, most victims had junior high school education, namely 44.74%, the relationship between the perpetrator and the victim was dominated by boyfriends and other people, namely 23.69%, the locus of occurrence sexual violence was most often found in the public domain, namely 57.89%, and the follow-up handling of cases of sexual violence was mostly resolved through litigation, namely 84.21%.
3616339185I1C018081FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI GEL FACIAL WASH EKSTRAK ETANOL DAUN TEH HIJAU (Camellia sinensis L.) TERHADAP Propionibacterium acnesLatar Belakang: Jerawat merupakan salah satu masalah kulit. Propionibacterium acnes (P. acnes) merupakan bakteri paling dominan pada lesi jerawat. Daun teh hijau (Camellia sinensis L.) diketahui mengandung senyawa flavonoid berupa katekin yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap P. acnes. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak etanol daun teh hijau terhadap sifat fisik dan aktivitas antibakteri sediaan gel facial wash.

Metodologi: Gel dengan variasi ekstrak etanol daun teh hijau 2,5%, 5%, dan 7,5% diuji sifat fisik dan aktivitas antibakteri. Uji organoleptis, homogenitas, dan sentrifugasi dianalisis secara deskriptif. Uji pH, viskositas, daya sebar, stabililitas busa, dan besarnya diameter zona hambat dianalisis secara statistik menggunakan Oneway ANOVA jika data terdistribusi normal dan Kruskal wallis jika data tidak terdistribusi normal. Semua formula diuji aktivitas antibakteri pada hari ke-1 dengan metode difusi sumuran.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak etanol daun teh hijau menurunkan pH namun tidak berpengaruh signifikan pada viskositas, daya sebar, dan stabilitas busa sediaan gel facial wash. Semua formula memiliki aktivitas antibakteri terhadap P. acnes dengan diameter zona hambat F1 sebesar 1,84±1,15 mm, F2 sebesar 4,17±1,26 mm, dan F3 sebesar 7,83±1,61 mm.

Kesimpulan: Peningkatan konsentrasi ekstrak etanol daun teh hijau mempengaruhi sifat fisik berupa penurunan pH namun tidak berpengaruh signifikan pada viskositas, daya sebar, dan stabilitas busa. Semua formula memiliki aktivitas antibakteri terhadap P. acnes dengan F3 yang memiliki zona hambat paling besar yaitu 7,83±1,61 mm.
Background: Acne is a skin problem. Propionibacterium acnes (P. acnes) is the most dominant bacteria in acne lesions. Green tea leaves (Camellia sinensis L.) are known to contain flavonoid compounds in the form of catechins which have antibacterial activity against P. acnes. The purpose of this study was to determine the effect of variations in the concentration of ethanol extract of green tea leaves on the physical properties and antibacterial activity of facial wash gel preparations.

Methodology: Gel with various concentration of green tea leaf ethanol extract 2.5%, 5%, and 7.5% were tested for physical properties and antibacterial activity. Organoleptic test, homogeneity, and centrifugation were analyzed descriptively. Tests for pH, viscosity, spreadability, foam stability, and the diameter of the inhibition zone were analyzed statistically using Oneway ANOVA if the data were normally distributed and using Kruskal wallis if the data were not normally distributed. All formulas were tested for antibacterial activity at day 1 by sumuran diffusion method.

Research Result: The results showed that increasing the concentration of the ethanol extract of green tea leaves decreased the pH but had no significant effect on the viscosity, spreadability, and foam stability of the facial wash gel. All formulas had antibacterial activity against P. acnes with an inhibition zone diameter of F1 is 1,84±1,15 mm, F2 is 4,17±1,26 mm, and F3 is 7,83±1.61 mm.

Conclusion: Increasing the concentration of ethanol extract of green tea leaves affects the physical properties in the form of a decrease in pH but does not significantly affect the viscosity, spreadability, and stability of the foam. All formulas had antibacterial activity against P. acnes with F3 having the largest inhibition zone is 7,83± 1,61 mm.
3616439187I1A018103Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peran Perawat Dalam Pengelolaan Limbah Medis Padat Di Rumah Sakit Dadi Keluarga PurwokertoLatar Belakang: Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan pelayanan perorangan, dalam kegiatan tersebut rumah sakit menghasilkan berbagai jenis limbah dalam bentuk padat, cair dan gas. Pengelolaan limbah medis merupakan bagian dari kegiatan penyehatan lingkungan rumah sakit untuk melindungi masyarakat dari bahaya pencemaran lingkungan. Perawat adalah petugas kesehatan yang ikut serta dalam proses pengelolaan limbah medis padat.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perawatdalam pengelolaan limbah medis padat di Rumah Sakit Dadi Keluarga Purwokerto.

Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan desain
penelitian cross sectional, dengan jumlah sampel 63 responden di Rumah Sakit Dadi Keluarga Purwokerto menggunakan teknik stratified proporsional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Data analisis menggunakan uji regresi logistik multivariat.


Hasil Penelitian: Ada pengaruh antara pengetahuan (p-value = 0,024); sikap (p-value = 0,005); dan dukungan pimpinan (p-value = 0,006) dengan
peranperawat dalam pengelolaan limbah medis padat. Faktor yang paling berpengaruh yaitu dukungan pimpinan dengan Odds Ratio (OR) = 12.632.

Simpulan: Responden yang memiliki dukungan pimpinan yang baik dalam
pengelolaan limbah medis padat memiliki peluang 12.632 kali lebih besar untuk membentuk peran perawat dalam melakukan pengelolaan limbah medis padat yang baik
Background: A hospital is a health service institution that provides individual
services, in which the hospital produces various types of waste in solid, liquid and gaseous forms. Management of medical waste is part of the hospital's environmental sanitation activities to protect the public from the dangers of environmental pollution. Nurses are health workers who participate in the solid medical waste management process. The purpose of this study was to determine the factors that influence nurses in managing solid medical waste at Dadi Keluarga Purwokerto Hospital.

Methods: This study used a quantitative approach, with a cross sectional study design, with a total sample of 63 respondents at Dadi Keluarga Purwokerto Hospital using a stratified proportional random sampling technique. Data collection was done by interview and observation. Data analysis using multivariate logistic regression test.

Results: There is an influence between knowledge (p- value = 0,024); attitude (p- value = 0,005); and leadership support (p- value = 0,006) with the role of nurses in solid medical waste management. The most influential factor is leadership support with Odds Ratio (OR) = 12,632.

Conclusion: Respondents who have good leadership support in managing solid medical waste have a 12,632 times greater chance of forming the role of nurses in carrying out good solid medical waste management.
3616539188K1C018002PENGARUH ANALISIS KORELASI TERHADAP PENERAPAN ALGORITMA SUPPORT VECTOR MACHINE DALAM KLASIFIKASI FASIES BERDASARKAN
DATA LOG SUMUR
Klasifikasi fasies merupakan proses identifikasi litologi batuan berdasarkan pengukuran secara tidak langsung seperti pengukuran log sumur. Proses klasifikasi fasies umumnya dilakukan secara manual oleh ahli geologi yang berpengalaman sehingga membutuhkan waktu yang relatif lama dan tidak efisien. Aplikasi machine learning dalam klasifikasi fasies dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi interpretasi geofisika pada data yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keakuratan hasil estimasi fasies pada algoritma SVM tanpa analisis korelasi dengan yang menggunakan analisis korelasi. Algoritma machine learning pada penelitian ini menggunakan bahasa pemograman phyton. Keakuratan data training pada SVM tanpa analisis korelasi sebesar 72% dengan data testing sebesar 41%. Keakuratan data training dan data testing pada SVM dengan analisis korelasi memiliki keakuratan sesuai variasi. Keakuratan data training dan data testing pada SVM dengan analisis korelasi paling tinggi sebesar 70% dan 45%. Nilai akurasi prediksi pada data training dan data testing menunjukkan bahwa SVM dengan analisis korelasi memiliki nilai yang relatif lebih baik dibandingkan nilai akurasi SVM tanpa menggunakan analisis korelasi. Perbandingan tersebut berdasarkan SVM dengan analisis korelasi yang memiliki nilai yang lebih tinggi pada data testing yaitu variasi data log fisis yang berkorelasi positif dan negatif serta satu data log informasi geologi yang berkorelasi positif tinggi.Facies classification is the process of identifying rock lithology based on indirect measurements such as well log measurements. The facies classification process is generally carried out manually by experienced geologists, so it takes a relatively long time and is inefficient. The application of machine learning in facies classification can increase the effectiveness and efficiency of geophysical interpretation of complex data. This study aims to determine the accuracy of the facies estimation results on the SVM algorithm without correlation analysis using correlation analysis. The machine learning algorithm in this study uses the Python programming language. The accuracy of training data on SVM without correlation analysis is 72% with data testing of 41%. The accuracy of training data and testing data on SVM with correlation analysis has accuracy according to variations. The accuracy of training data and data testing on SVM with the highest correlation analysis is 70% and 45%. The prediction accuracy value on the training data and testing data shows that the SVM with correlation analysis has a relatively better value than the SVM accuracy value without using correlation analysis. The comparison is based on SVM with correlation analysis which has a higher value on testing data, namely variations in physical log data which have a positive and negative correlation and one geological information log data which has a high positive correlation.
3616639186I1B019027Hubungan Pengalaman Kekerasan Verbal dan Perilaku Perundungan Remaja SMALatar Belakang: Remaja merupakan fase peralihan yang identik dengan timbulnya berbagai permasalahan. Permasalahan yang dialami sering dipicu karena pengalaman mendapatkan kekerasan verbal saat masa kanak-kanak. Kekerasan verbal dapat memberikan berbagai dampak salah satunya perilaku agresif seperti perilaku perundungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengalaman kekerasan verbal dan perilaku perundungan remaja SMA.
Metodologi: Penelitian ini adalah penelitian Cross Sectional dengan teknik Purposive Sampling. Penelitian ini melibatkan 154 siswa SMA di Purwokerto pada bulan September 2022-Januari 2023. Pengambilan data menggunakan kuesioner kekerasan verbal dan perilaku perundungan yang diisi melalui Google form.Uji analisis pada penelitian ini menggunakan uji Fisher Exact.
Hasil Penelitian: Sebagian besar responden mendapatkan kekerasan verbal pada kategori ringan (72,1%, n=111) dan sebagian besar responden menunjukkan perilaku perundungan kategori tinggi (93,5%, n=144), terutama pada jenis perilaku perundungan Cyberbullying (96,8%, n=149). Pengalaman kekerasan verbal tidak berhubungan secara signifikan dengan perilaku perundungan pada siswa SMA (p=0,336)
Kesimpulan: Pengalaman kekerasan verbal yang dialami remaja bukan merupakan satu-satunya faktor yang mempengaruhi perilaku perundungan.
Kata Kunci: Perilaku Perundungan Remaja, Pengalaman Kekerasan Verbal, Siswa, Sekolah
Background: Adolescence is a transitional phase that is synonymous with the emergence of various problems. The problems happen are often triggered by the experience of getting verbal abuse during childhood. Verbal abuse has various impacts, such as bullying. This research aims to determine the relationship between experiences of verbal abuse experienced by adolescents with bullying.
Method: This research is a cross sectional with purposive sampling technique. This research involving 154 high school students at Purwokerto from September 2022-January 2023. Data was collected using questionnaires of verbal abuse and bullying which was filled out via the Google form. The analysis data used the Fisher Exact test in this research.
Results: Most respondents received childhood verbal abuse in the mild category (72,1%, n=111) and exhibited bullying behavior in the high category (93,5%, n=144) especially in the cyberbullying (96,8%, n=149). Experiences of childhood verbal abuse were not significantly related to adolescent bullying behavior in high school students (p=0,336)
Conclusion: The experience of verbal abuse not only as one factor related to bullying.
Keywords: Adolescent bullying, Childhood verbal abuse, Student, School
3616744072E1A020168PENOLAKAN ISBAT NIKAH DIKARENAKAN POLIGAMI TANPA IZIN
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Tenggarong Nomor
40/Pdt.P/2022/PA.Tgr)
Permohonan isbat nikah diajukan ketika suatu perkawinan yang tidak
dicatatkan ingin mendapatkan akta nikah. Kasus seperti ini terjadi pada Pengadilan
Agama Tenggarong dengan Putusan Nomor 40/Pdt.P/2022/PA.Tgr. Adapun putusan
tersebut mengenai permohonan isbat nikah yang ditolak karena adanya praktik
poligami illegal dalam perkawinan para pemohon.
Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana dasar pertimbangan hukum
hakim dalam menolak permohonan isbat nikah pada Putusan Nomor
40/Pdt.P/2022/PA.Tgr. dan bagaimana akibat hukum terhadap ditolaknya permohonan
isbat nikah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yang
kemudian dianalisis secara normatif kualitatif dengan data sekunder yang diproses
melalui studi kepustakaan, yang selanjutnya disajikan dalam bentuk teks naratif.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada Putusan Nomor
40/Pdt.P/2022/PA.Tgr., Hakim dalam pertimbangan hukumnya menitikberatkan pada
tidak terpenuhinya Pasal 3, 4, dan 5 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang
Perkawinan yang berisi ketentuan-ketentuan mengenai poligami. Namun, tidak
mempertimbangkan ketentuan dalam SEMA Nomor 3 Tahun 2018 yang
mengamanatkan permohonan perkawinan poligami isbat atas dasar nikah siri harus
dinyatakan tidak dapat diterima. Akibat hukum yang ditimbulkan dari penolakan
permohonan isbat nikah ini bagi status perkawinannya adalah perkawinan para
pemohon tidak sah menurut negara dan dianggap tidak pernah ada. Sedangkan akibat
hukumnya terhadap status anak yaitu secara hukum adalah anak tidak sah karena
dianggap seperti anak diluar kawin.
An application for marriage validation is filed when an unregistered marriage
wants to obtain a marriage certificate. Such a case occurred at the Tenggarong
Religious Court with Decision Number 40/Pdt.P/2022/PA.Tgr. The decision was
regarding the application for marriage validation which was rejected due to the illegal
practice of polygamy in the marriage of the applicants.
The formulation of this research problem is how the judge's legal
considerations are based on rejecting the marriage validation application in Decision
Number 40/Pdt.P/2022/PA.Tgr. and what are the legal consequences for the rejection
of the marriage validation application. This research uses normative juridical methods
which are then analyzed in a qualitative normative manner with secondary data
processed through literature studies, which are then presented in the form of narrative
texts.
The results of the study can be concluded that in Decision Number
40/Pdt.P/2022/PA.Tgr., the Judge in his legal consideration emphasized the
nonfulfillment of Articles 3, 4, and 5 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage
which contains provisions regarding polygamy, but did not consider the provisions in
SEMA Number 3 of 2018 which mandates applications for polygamous marriage
validation on the basis of serial marriage must be declared inadmissible.. The legal
consequence of the rejection of this marriage isbat application for marital status is that
the petitioners' marriages are not valid according to the state and are considered to
have never existed. While the legal consequences for the status of children are legally
illegitimate children because they are considered like children outside marriage.
3616839189I1E018038Efektivitas Penggunaan Learning Management System eLDirU Pada Mahasiswa Pendidikan Jasmani UNSOEDAbstrak
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM eLDirU PADA MAHASISWA PENDIDIKAN JASMANI UNIVERSITAS
JENDERAL SOEDIRMAN


Latar Belakang: Universitas Jenderal Soedirman sudah mengembangkan Learning Management System (LMS) yang berbasis Moodle yang bernama eLDirU atau e-learning Soedirman. Platform eLDirU ini menjadi hal baru bagi mahasiswa Pendidikan Jasmani Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan karena aktifitas belajar mengajar sebagian besar merupakan mata kuliah praktik, maka dari itu penggunaan eLDirU pada Jurusan Pendidikan Jasmani perlu kajian yang lebih lanjut.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 29-30 November 2022. Sampel penelitian adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani angkatan 2020 dan 2021 sebanyak 102 mahasiswa dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan persentase.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan pada aspek penyampaian materi pembelajaran memperoleh efektivitas sebesar 52% dengan indikator penyampaian materi pembelajaran praktik menggunakan platform eLDirU sebesar 48%, indikator kendala dalam penyampaian materi menggunakan platform eLDirU sebesar 58%. Aspek penempatan fitur memperoleh efektivitas sebesar 52% dengan indikator fitur-fitur eLDirU sebesar 55%, indikator pengaksesan eLDirU sebesar 43%. Aspek pengelolaan pengajaran memperoleh efektivitas sebesar 50% dengan indikator maintenance platform eLDirU sebesar 59%, indikator administrasi melalui eLDirU sebesar 44%, indikator pengembangan platform eLDirU sebesar 49%, dan aspek penilaian pembelajaran memperoleh efektivitas sebesar 53% dengan indikator kendala penilaian online sebesar 52%, indikator kelebihan penilaian online sebesar 54%. Dengan rata-rata efektivitas yang di dapat dari ke-4 aspek sebesar 51%.

Kesimpulan: Efektivitas penggunaan eLDirU pada pembelajaran mahasiswa Pendidikan Jasmani masuk pada kategori Kurang Efektif.

Kata Kunci: Efektivitas, eLDirU, Pendidikan Jasmani.
1Mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani FIKes Universitas Jenderal Soedirman
2Dosen Jurusan Pendidikan Jasmani FIKes Universitas Jenderal Soedirman
Abstrack
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM eLDirU PADA MAHASISWA PENDIDIKAN JASMANI UNIVERSITAS
JENDERAL SOEDIRMAN

Background: Jenderal Soedirman University has developed a Moodle-based Learning Management System (LMS) called eLDirU or e-learning Soedirman. This eLDirU platform is a new thing for Physical Education students of the Faculty of Health Sciences because teaching and learning activities are mostly practical courses, therefore the use of eLDirU in the Physical Education Department needs more research.

Method: This research uses a quantitative descriptive method. This research was conducted on November 29-30, 2022. The research sample was students of the Department of Physical Education class of 2020 and 2021 as many as 102 students with purposive sampling technique. Data analysis using descriptive analysis with percentages.

Result: The results showed that the aspect of delivering learning materials obtained an effectiveness of 52% with an indicator of delivering practical learning materials using the eLDirU platform by 48%, an indicator of obstacles in delivering materials using the eLDirU platform by 58%. The aspect of feature placement obtained an effectiveness of 52% with an indicator of eLDirU features of 55%, an indicator of accessing eLDirU of 43%. The teaching management aspect obtained an effectiveness of 50% with an eLDirU platform maintenance indicator of 59%, an administration indicator through eLDirU of 44%, an eLDirU platform development indicator of 49%, and the learning assessment aspect obtained an effectiveness of 53% with an online assessment constraint indicator of 52%, an online assessment advantage indicator of 54%. With an average effectiveness obtained from the 4 aspects of 51%.

Conclusion: The effectiveness of using eLDirU in Physical Education student learning is in the Less category.

Keyword: Effectiveness, Eldiru, Physical Education.
1Student of Physical Education Department, FIKes, Jenderal Soedirman University
2Lecturer of the Department of Physical Education, FIKes, Jenderal Soedirman University
3616939190I1A017001Systematic Review : Determinan Kepatuhan Masyarakat terhadap Protokol Kesehatan Covid-19 di IndonesiaLatar Belakang : Sebagai kunci utama dalam memutus mata rantai persebaran COVID-19, tingkat disiplin dan kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun) diperlukan. Kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan masih belum optimal. Penelitian systematic review dilakukan untuk dapat mengkaji mengenai faktor-faktor yang menentukan (determinan) kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-19 dengan melakukan sintesis atau kumulatif dari berbagai hasil penelitian yang relevan.
Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode systematic review. Database yang digunakan dalam pencarian adalah Google Scholar dan PubMed dengan kata kunci “faktor kepatuhan/adherence” OR “compliance” OR “perilaku/behavior” AND “protokol kesehatan/health protocol” AND “COVID-19”. Jumlah pencarian dari database adalah 2.713 artikel, dan setelah dilakukan penyaringan artikel melalui cek duplikasi dan penilaian kriteria kelayakan, dan penilaian kualitas studi dilakukan dengan menggunakan JBI Critical Appraisal, didapatkan 10 artikel.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 artikel ditemukan 16 faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-19 yang menjadi determinan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-19.
Kesimpulan : Determinan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-19 di Indonesia yaitu pengetahuan, sikap, pendidikan, usia, jenis kelamin, pekerjaan, komitmen institusi, status sosial, status kesehatan, norma sosial, norma subjektif, kontrol perilaku, self-efficacy, motivasi, persepsi manfaat dan riwayat tes COVID-19.
Kata Kunci : Kepatuhan, Covid-19, Protokol Kesehatan
Background : As the key to breaking the chain of transmission of COVID-19, the level of discipline and community compliance in implementing the 3M health protocol (wearing masks, maintaining distance and avoiding crowds, and washing hands with soap) is required. Community compliance in implementing COVID-19 health protocols is still not optimal. This study aims to review the factors that determine (determinants) community compliance with the COVID-19 health protocol by synthesizing or summarizing several relevant research results.
Methods : This study was conducted by systematic review. Articles searches were carried out using the Google Scholar and PubMed databases with the keywords “adherence” OR “compliance” OR “behavior” AND “health protocol” AND “COVID-19”. The total searches from the database were 2,713 articles, then after screening the articles through duplication checks and evaluation of eligibility criteria, also assessment of the quality of articles was carried out using instruments from JBI Critical Appraisal, there are 10 articles obtained.
Results : The results of this study showed that out of 10 articles, 16 factors that influenced community compliance with the COVID-19 health protocol were found which are the determinants of public compliance with the COVID-19 health protocol.
Conclusions : Determinants of community compliance with the COVID-19 health protocol in Indonesia are knowledge, attitude, education, age, gender, occupation, institutional commitment, social status, health status, social norms, subjective norms, behavior control, self-efficacy, motivation, perception benefits and history of testing for COVID-19.
Keywords : Compliance, Covid-19, Health Protocol
3617039191E1A016022PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN JASA LEASING YANG DIAKUISISI PERUSAHAAN LAIN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN PENGADILAN NEGERI PADANG NOMOR 65/Pdt.Sus-BPSK/2021/PN.PdgPerlindungan Konsumen merupakan salah satu bentuk untuk melindungi hak Konsumen dari tindakan atau perbuatan pelaku usaha dalam menjalankan bisnis yang tidak jujur atau curang sehingga merugikan konsumen. Konsumen dan Pelaku Usaha masing-masing memiliki Hak dan Kewajiban. Selain itu untuk pelaku usaha diatur beberapa hal yang dilarang bagi pelaku usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum terhadap Konsumen dalam Putusan Nomor 65/Pdt.Sus/2021/PN.Pdg ditinjau dari Undang- Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, kemudian data yang diperoleh disajikan dalam bentuk teks naratif dan metode analisis data yang digunakan yaitu metode normatif kualitatif.

Berdasarkan data hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa upaya perlindungan hukum terhadap Robby Irawan S.E selaku konsumen Jasa Leasing BII Finance yang kemudian diakuisisi oleh PT. Maybank Indonesia Finance dalam Putusan Nomor 65/Pdt.Sus/2021/PN.Pdg tidak terlaksana sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Hal ini karena Hakim membatalkan keputusan BPSK dan menganggap sengketa yang terjadi adalah sengketa wanprestasi. Hakim dalam perkara ini menurut saya kurang teliti di beberapa aspek penting pada kasus ini, pertama terkait itikad tidak baik dari pelaku usaha dengan memberikan informasi terkait pembayaran dan bagaimana status jaminan fidusia, dan juga perjanjian leasing yang diberikan merupakan perjanjian baku karena ada klausula yang membebaskan pelaku usaha untuk menarik benda yang menjadi jaminan tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.
Consumer Protection is a form of protecting Consumer rights from actions or actions by business actors in running a business that is dishonest or fraudulent to the detriment of consumers. Consumers and Business Actors each have Rights and Obligations. In addition, business actors regulate several things that are prohibited for business actors. This study aims to find out how legal protection is for consumers in Decision Number 65/Pdt.Sus/2021/PN.Pdg in terms of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection.

This study uses a normative juridical approach with “descriptive analytical” research specifications. The data sources used are secondary data consisting of primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data collection method was carried out by literature study, then the data obtained were presented in the form of narrative text and the data analysis method used was the qualitative normative method.

Based on the research data and discussion, it can be concluded that the legal protection effort for Robby Irawan SE as a consumer of BII Finance Leasing Services which was later acquired by PT. Maybank Indonesia Finance in Decision Number 65/Pdt.Sus/2021/PN.Pdg is not carried out in accordance with the provisions stipulated in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. This is because the Judge canceled the BPSK decision and considered the dispute that occurred was a default dispute. In my opinion, the judge in this case was not thorough in several important aspects of this case, firstly related to the bad faith of the business actor by providing information related to payment and what is the status of the fiduciary guarantee, and also the leasing agreement provided is a standard agreement because there is a clause that frees the perpetrator attempt to withdraw the object as collateral without prior notification.
3617144075G1A020041Hubungan Tingkat Pengetahuan Orang Tua Tentang Kecacingan dan Pengobatan Terhadap Kejadian Infeksi Soil Transmitted Helminth di SDN Ciberem Kecamatan Sumbang Kabupaten BanyumasLatar Belakang: Infeksi Soil Transmitted Helminth (STH) merupakan penyakit yang disebabkan oleh Nematoda dan sering terjadi pada kalangan anak usia sekolah dasar. Salah satu faktor yang dapat berpengaruh dalam terjadinya infeksi berulang adalah kurangnya pemahaman orang tua tentang pengobatan kecacingan. Kesalahan dalam pengobatan kecacingan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah tingkat pengetahuan orang tua
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua tentang kecacingan dan pengobatan terhadap kejadian infeksi Soil Transmitted Helminth di SDN Ciberem Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas.
Metode: Penelitian analitik studi observasional dengan desain cross-sectional pada 96 siswa SDN Ciberem dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner pengetahuan orang tua dan pemeriksaan feses di Laboratorium Parasitologi FK Unsoed menggunakan metode apung (kualitatif). Analisis hipotesis menggunakan uji Fisher’s Exact
Hasil: Prevalensi kejadian infeksi STH di SDN Ciberem sebesar 5,2% dengan jenis cacing Trichuris trichiura. Hasil uji statistik Fisher’s Exact menunjukkan pengetahuan orang tua tentang kecacingan (p= 0,052) tidak memiliki hubungan signifikan dengan kejadian infeksi STH. Tingkat pengetahuan orang tua tentang pengobatan kecacingan (p=0.033) memliki hubungan signifikan dengan kejadian infeksi STH
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua tentang cecacingan terhadap kejadian infeksi STH. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua tentang pengobatan kecacingan dengan kejadian infeksi STH
Background: Soil Transmitted Helminth (STH) infection is a disease caused by nematodes and often occurs among elementary school age children. One factor that can influence the occurrence of recurrent infections is parents' lack of understanding about worm treatment. Errors in treating worms can be influenced by several factors, one of which is the level of parental knowledge.
Objective: Determined the relationship between the level of parental knowledge about worms and treatment on the incidence of Soil Transmitted Helminth infections at SDN Ciberem, Sumbang District, Banyumas Regency.
Method: Analytical research is an observational study with a cross-sectional design on 96 Ciberem Elementary School students used purposive sampling techniques. Data collection carried out by questionnaires on parental knowledge and fecal examination at the FK Unsoed Parasitology Laboratory used the floating method (qualitative). Hypothesis analysis used Fisher's Exact test
Result: The prevalence of Soil Transmitted Helminth infection at SDN Ciberem is 5.2% with the worm type Trichuris trichiura. The results of the Fisher's Exact statistical test shows that parental knowledge about worms (p= 0.052) does not have a significant relationship with the incidence of Soil Transmitted Helminth infection. The level of parental knowledge about worm treatment (p=0.033) has a significant relationship with the incidence of Soil Transmitted Helminth infection.
Conclusion: There is no relationship between the level of parental knowledge about worms and the incidence of Soil Transmitted Helminth infection. There is a relationship between the level of parental knowledge about worm treatment and the incidence of STH infection
3617239192I1J019019THE EFFECTIVENESS COMBINATION OF BOILED MORINGA (Moringa oleifera) AND GEDI LEAVES (Abelmoschus manihot) ON THE ATHEROGENIC INDEX IN WISTAR RATS (Rattus norvegicus) Latar Belakang : Salah satu faktor utama untuk terjadinya penyakit jantung koroner adalah karena kadar lemak yang tinggi dalam tubuh, seperti peningkatan trigliserida dan penurunan HDL. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan efek kombinasi daun moringa yang dimasak dan daun gedi pada indeks aterogenik pada tikus putih. (Rattus norvegicus).

Metode: Studi penelitian eksperimental ini menggunakan metode pra-test-posttest dengan desain kelompok kontrol. Penelitin ini menggunakan metode random sampling sederhana dengan 24 tikus. Tikus dibagi menjadi enam kelompok pengobatan. Kelompok A adalah kelompok kontrol normal, kelompok B adalah grup kontrol negatif, kelompok C kombinasi 1:1, kelompok D kombinasi adalah 1:2, kelompok E adalah 2:1, dan kelompok F adalah kelompok control positif, dirawat dengan simvastatin. Indeks aterogenik diukur menggunakan spektroskopi pada λ 546 nm. Data akan diproses menggunakan uji ANOVA satu arah diikuti dengan uji Post hoc dari Duncan.

Hasil: Ada perbedaan signifikan antara kelompok B, C, D, E, dan F yang diberikan HFD dan PTU ke kelompok normal A. Ada penurunan signifikan dalam indeks aterogenik pada kelompok C, D, E, dan F. Dosis optimal dari kombinasi daun Moringa dan daun gedi yang dapat diberikan adalah dalam rasio 1:1 (80mg/200gBB : 30mg/200 gBB). Kelompok yang diberi air mendidih dengan kombinasi daun moringa dan daun gedi memiliki efek yang lebih baik pada pengurangan indeks aterogen dibandingkan dengan simvastatin.

Kesimpulan: Memberikan air mendidih dengan kombinasi daun Moringa dan Gedi dapat mengurangi indeks aterogenik tikus putih jantan yang diberikan HFD dan PTU.

Background: One of the main factors for the occurrence of Coronary Heart Disease is due to high levels of fat in the body, such as increased triglycerides and decreased HDL. This research was conducted to determine the effect of the combination of boiled moringa leaves and gedi leaves on the atherogenic index in white rats (Rattus norvegicus).

Metode: This experimental research study used the pretest-posttest method with acontrol group design. Use a simple random sampling method with 24 rats. Rats were divided into six treatment groups. Group A was the normal control group, group B was the negative control group, group C combination was 1:1, group D combination was 1:2, group E was 2:1, and group F was the positive control group, treated with simvastatin. Atherogenic Index were measured using a spectrophotometer at λ 546 nm. The data will be processed using the One-way ANOVA test followed by Duncan's Post hoctest.

Result: There was a significant difference between groups B, C, D, E, and F which were given HFD and PTU to the normal group A. There was a significant decrease in the atherogenic index in groups C, D, E, and F. The optimal dose of the combination of Moringa leaves and leaves gedi that can be given is in a ratio of 1:1 (80mg/200gBB : 30mg/200gBB). The group that was given boiled water with a combination of moringa leaves and gedi leaves had a better effect on reducing the atherogenic index compared to simvastatin.

Conclusion: Giving boiled water with a combination of Moringa and Gedi leaves can reduce the atherogenic index of male white rats that are given HFD and PTU.
3617338864E1B018044DISPUTES AND QUARREL AS REASONS FOR DIVORCE (Juridical Review of the Pati Religious Court Decision Number 318/Pdt.G/2021/PA.Pt) Pasal 38 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menyebutkan bahwa perkawinan dapat putus karena: Kematian, Perceraian dan atas putusan pengadilan. Perceraian hanya dibenarkan untuk dalam alasan-alasan yang telah ditentukan oleh Undang-Undang Perkawinan. Berdasarakan Pasal 19 PP. No. 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang- Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Khusus bagi yang bergama Islam maka ditambahkan dua pasal sebagaimana yang tersebut dalam Pasal 116 KHI yaitu Suami melanggar shigat taklik-talak dan Peralihan agama atau murtad yang menyebabkan terjadinya ketidak rukunan dalam rumah tangga.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim dalam dalam mengabulkan perceraian pada Putusan Nomor 318/Pdt.G/2021/PA.Pt dan mengetahui akibat hukum dari cerai gugat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analisis, teknik pengumpulan data studi kepustakaan, data yang terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan analisis data normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Majelis Hakim mengabulkan gugatan yang diajukan Penggugat dengan menjatuhkan talak satu bain sughro terhadap Tergugat dan Majelis Hakim mengabulkan perceraian menggunakan penjelasam Pasal 39 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Pasal 19 huruf (f) jo. Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (f) serta Pasal 119 ayat (2) huruf (c) KHI, namun sebaiknya dalam pertimbangan hukum Hakim dapat menambahkan Pasal 116 huruf (g) Kompilasi Hukum Islam dan Pasal 33 dan Pasal 34 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Sementara hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa akibat hukum terjadinya cerai gugat yaitu terhadap nafkah, terhadap harta bersama dan terhadap anak. Tergugat (mantan suami) berkewajiban memberikan nafkah mut’ah dan nafkah iddah selama 90 hari kepada Penggugat (mantan isteri) dan nafkah hadhanah kepada anak.
Article 38 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage states that a marriage can be broken up because of: Death, Divorce, and on a court decision. Divorce is only justified for reasons determined by the Marriage Law. Based on Article 19 PP. No. 9 of 1975 concerning the Implementation of Law No. 1 of 1974 concerning Marriage. Especially for those who are Muslim, two articles are added as mentioned in Article 116 KHI, namely, the husband violates shigat taklik-divorce and religious conversion or apostasy, which causes disharmony in the household.
The purpose of this research was to find out the basis for the judge's legal considerations in granting a divorce in Decision Number 318/Pdt.G/2021/PA.Pt and find out the legal consequences of a contested divorce. The research method used is a normative juridical approach, prescriptive analytical research specifications, and library research data collection techniques. The collected data is then presented in the form of narrative text and qualitative normative data analysis.
Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the Panel of Judges granted the lawsuit filed by the Plaintiff by imposing talak one bain sughro against the Defendant, and the Panel of Judges granted the divorce using the elucidation of Article 39 paragraphs (1) and (2) of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage, Article 19 letter (f) jo. Government Regulation Number 9 of 1975 jo. Article 116 letter (f) and Article 119 paragraph (2) letter (c) Compilation of Islamic Law, but preferably in legal considerations, the Judge can add Article 116 letter (g) Compilation of Islamic Law and Article 33 and Article 34 paragraph (1) and paragraph (2) Law No. 1 of 1974. While the results of this research also show that the legal consequences of a divorce are contested, namely on maintenance, joint assets, and children. The Defendant (ex-husband) is obliged to provide mut'ah maintenance and iddah maintenance for 90 days to the Plaintiff (ex-wife) and hadhanah maintenance to the children.
3617439194K1C016015Pemodelan Struktur Geologi Bawah Permukaan Gunungapi Ciremai Berdasarkan Data Anomali Gravitasi SatelitPemodelan struktur geologi bawah permukaan Gunung Api Ciremai telah dilakukan untuk mengetahui bentuk struktur geologi bawah permukaan dan dapur magma di Gunung Api Ciremai sebagai mitigasi awal. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data anomali medan gravitasi satelit yang didapatkan melalui akses website http://topex.ucsd.edu/cgi-bin/get.cgi dengan posisi -6,6949° - 7,0949° LS dan 108,2083° - 108,6083° BT yang telah terkoreksi hingga koreksi udara bebas. Pengolahan data yang dilakukan adalah menghitung nilai koreksi bouguer dan koreksi terrain sehingga diperoleh nilai Anomali Bouguer Lengkap berkisar -117,7 – 67,5 mGal. Setelahnya, dilakukan reduksi ke bidang datar menggunakan Pendekatan Deret Taylor dan pemisahan anomali regional – residual menggunakan metode Polinomial sehingga mendapatkan nilai anomali residual. Nilai anomali residual digunakan untuk pemodelan tiga dimensi menggunakan pemodelan inversi. Hasil penelitian memiliki nilai anomali residual dengan rentang -116,2 – 27,93 mGal. Peta kontur anomali residual menunjukkan nilai anomali rendah terletak pada posisi 108.4017° LS dan -6.898° BT yang diperkirakan sebagai letak dapur magma Gunung api Ciremai yang masih aktif. Namun, berdasarkan hasil pemodelan, letak dapur magma Gunung api Ciremai berada pada posisi 108.3965° LS dan -6.8962° BT. Posisi tersebut tidak berada tepat dibawah kawah vulkanik, melainkan 511,37 m ke arah timur dari kawah vulkanik dengan volume relatif besar dengan kedalaman 2 – 8 km. Hasil interpretasi pemodelan menunjukkan struktur geologi bawah permukaan Gunung api Ciremai berdasarkan nilai densitasnya didominasi oleh batuan cair atau magma (1,50-1,88 g/cm3) yang diduga sebagai tempat dapur magma, batupasir gampingan, batupasir tufan, konglomerat dan breksi (1,91 – 2,65 g/cm3) dan lava andesit-basalt (2,7-3,0 g/cm3).Modeling of the subsurface geological structure of Ciremai Volcano has been carried out to determine the shape of the subsurface geological structures and magma chambers in Ciremai Volcano as initial mitigation. The data used in this study are satellite gravity field anomaly data obtained through website access http://topex.ucsd.edu/cgi-bin/get.cgi with positions -6.6949° - 7.0949° LS and 108, 2083° - 108.6083° E which has been corrected to free air correction. Data processing is done by calculating bouguer correction values and terrain corrections in order to obtain Complete Bouguer Anomaly values ranging from -117.7 – 67.5 mGal. After that, reduction is carried out to a flat field using the Taylor Series Approach and separation of regional – residual anomalies using the Polynomial method to obtain residual anomaly values. Residual anomaly values are used for three-dimensional modeling using inversion modeling. The results of this study have residual anomaly values with a range of -116.2 – 27.93 mGal. The residual anomaly contour map shows low anomaly values located at positions 108.4017° South Latitude and -6.898° East Longitude which are thought to be the location of the active magma chamber of Ciremai Volcano. However, based on the modeling results, the location of the Ciremai volcano magma chamber is at position 108.3965° South Latitude and -6.8962° East Longitude. This position is not right under the volcanic crater, but 511.37 m to the east of the volcanic crater with a relatively large volume with a depth of 2 – 8 km. The results of modeling interpretation show that the subsurface geological structure of Ciremai Volcano based on its density value is dominated by molten rock or magma (1.50-1.88 g/cm3) which is suspected as a magma chamber, limestone sandstone, tuffaceous sandstone, conglomerate and breccia (1 .91 – 2.65 g/cm3) and andesite-basalt lava (2.7-3.0 g/cm3).
3617544076A1D020016Aplikasi Nanosuspensi Bacillus sp.-Kitosan untuk Pengendalian Penyakit Moler Bawang Merah Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi Bacillus sp. Dari rizosfer bawang merah, mengetahui potensi Bacillus sp. rizosfer bawang merah sebagai pengendali patogen moler bawang merah, membuat nanosuspensi Bacillus sp.-kitosan rizosfer bawang merah, dan untuk mengetahui efektivitas nanosuspensi Bacillus sp.-kitosan dalam mengendalikan penyakit moler bawang merah. Penelitian dilakukan pada Maret sampai September 2023 di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dan di screen house di Desa Tambaksari, Kecamatan Kembaran. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Terdapat 3 kegiatan utama dalam penelitian ini, yaitu eksplorasi, karakterisasi, dan seleksi Bacillus sp. dari rizosfer bawang merah, pembuatan nanosuspensi Bacillus sp.-kitosan, dan pengujian nanosuspensi terhadap tanaman bawang merah terinfeksi patogen moler. Data yang diperoleh dianalisis ragam ANOVA dengan taraf kesalah 5% dan dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf kesalahan 5%. Hasil eksplorasi semula diperoleh 13 isolat kemudian 4 isolat potensial dikarakterisasi. Keempat isolat memiliki karakter sel berbentuk batang, bakteri Gram positif, uji katalase positif, dapat memproduksi endospora. Secara makroskopis, keempat isolat memiliki koloni berwarna putih kusam, berbentuk irregular, bermargin lobate dan undulate, dan memiliki elevasi rised. Hasil uji antagonis menunjukkan bahwa keempat isolat mampu menghambat pertumbuhan F. oxysporum f.sp. cepae dengan daya hambat terbaik ada pada isolat BM1 dengan mekanisme hambat terjadinya pembengkakan hifa. Hasil aplikasi perlakuan terhadap tanaman bawang merah menunjukkan bahwa nanosuspensi Bacillus sp. kitosan merupakan perlakuan paling efektif dalam mengendalikan penyakit moler dengan efektivitas sebesar 48,08% dibanding perlakuan kontrol. Hal ini juga diindikasikan pula dengan nilai AUDPC yang paling rendah dibanding 3 perlakuan lainnya.This research aims to isolate Bacillus sp. from the rhizosphere of shallots, assess the potential of Bacillus sp. from shallot rhizosphere as a control agent for basal rot desease pathogen, produce nanosuspensions of Bacillus sp.-chitosan from shallot rhizosphere, and evaluate the effectiveness of Bacillus sp.-chitosan nanosuspensions in controlling basal rot disease. The study was conducted from March to September 2023 at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman, and in a screen house in Tambaksari Village, Kembaran Subdistrict. The research employed a Randomized Complete Block Design (RCBD) with 4 treatments and 6 replications. There were three main activities in this research: exploration, characterization, and selection of Bacillus sp. from the shallot rhizosphere; production of Bacillus sp.-chitosan nano-suspensions; and testing of nano-suspensions on shallot plants infected with the basal rot desease pathogen. Data obtained were analyzed using ANOVA at a significance level of 5% and further analyzed using LSD test at a significance level of 5%. Exploration initially yielded 13 isolates, out of which 4 potential isolates were characterized. These four isolates exhibited rod-shaped cells, were Gram-positive bacteria, tested positive for catalase, and were capable of producing endospores. Macroscopically, these isolates displayed dull white colonies, irregular shapes with lobate and undulate margins, and raised elevation. Antagonism tests showed that all four isolates inhibited the growth of F. oxysporum f.sp. cepae, with the most effective inhibition observed in the BM1 isolate, which exhibited a mechanism of inhibiting hyphal swelling.Application results on shallot plants indicated that Bacillus sp.-chitosan nanosuspensions were the most effective treatment in controlling smut disease, achieving an effectiveness of 48.08% compared to the control treatment. This was also evidenced by the lowest Area Under Disease Progress Curve (AUDPC) value compared to the other three treatments.
3617644078B1A020110PENGARUH UKURAN KOTAK SARANG BERBAHAN KAYU PINUS TERHADAP PERKEMBANGAN KOLONI LEBAH Tetragonula biroi Salah satu lebah yang banyak dibudidaya adalah lebah tanpa sengat dari spesies Tetragonula biroi yang di pulau Jawa lebih dikenal sebagai lebah klanceng. Pada budidaya ternak T. biroi dapat dipengaruhi oleh kondisi mikrolimat seperti suhu dan kelempaban. Upaya yang tepat untuk menanggulangi masalah suhu dan kelembapan sarang T. biroi adalah dengan cara pengelolaan model sarang yang sesuai. Hal tersebut menunjukkan perlu dilakukannya penelitian terkait ukuran kotak sarang berbahan kayu pinus terhadap perkembangan koloni lebah T. biroi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ukuran kotak sarang yang baik untuk perkembangan koloni lebah T. biroi. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan bertempat di halaman depan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Kotak sarang yang diamati memiliki ukuran 16 x 16 x 21 cm3 (5376 cm3); 16 x 16 x 18 cm3 (4608 cm3); dan 14 x 14 x 18 cm3 (3528 cm3) dengan masing-masing ukuran sebanyak 5 kotak sarang sebagai ulangan. Parameter yang diamati yaitu jumlah sel anakan, sel polen, sel madu. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dan menunjukan hasil bahwa ukuran kotak berbahan kayu pinus yang digunakan dalam penelitian ini tidak memiliki pengaruh yang berbeda terhadap perkembangan sel anakan, sel polen, dan sel madu lebah T. biroi. Oleh karena itu, ukuran kotak terkecil dapat dijadikan referensi sebagai ukuran pembuatan kotak sarang dalam budidaya ternak lebah T. biroi. Hal tersebut dapat meminimalisir biaya pembuatan kotak sarang dikarenakan hasilnya yang tidak berbeda secara signifikan dengan ukuran besar dan sedang.One of the bees that is widely cultivated is the stingless bee of the Tetragonula biroi species, which on the island of Java is better known as the Klanceng bee. In livestock cultivation, T. biroi can be influenced by microclimatic conditions such as temperature and humidity. The right effort to overcome the problem of temperature and humidity in T. biroi nests is by managing the nest in an appropriate model. This shows the need for research regarding the size of nest boxes made of pine wood on the development of T. biroi bee colonies. The aim of this research is to determine the size of the nest box that is good for the development of T. biroi bee colonies. This research was carried out using an experimental method designed using a Completely Randomized Design (CRD) and took place in the front yard of the Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University. The observed nest box measured 16 x 16 x 21 cm3 (5376 cm3); 16 x 16 x 18 cm3 (4608 cm3); and 14 x 14 x 18 cm3 (3528 cm3) with each size of 5 nest boxes as replications. The parameters observed were the number of daughter cells, pollen cells, honey cells. The data obtained were analyzed using ANOVA and showed that the size of the pine wood box used in this study did not have a different effect on the development of daughter cells, pollen cells and honey cells of the T. biroi bee. Therefore, the size of the smallest box can be used as a reference as a size for making nest boxes in cultivating T. biroi bees. This can minimize the costs of making nest boxes because the results are not significantly different from large and medium sizes.
3617744079B1A020104AKTIVITAS HARIAN LEBAH Tetragonula biroi PADA TANAMAN Dombeya wallichii
Aktivitas harian lebah tanpa sengat Tetragonula biroi pada tanaman berupa mengunjungi bunga untuk mengumpulkan nektar dan polen yang digunakan sebagai kebutuhan nutrisi dan sumber protein. Aktivitas harian lebah dimulai sejak pagi hari sampai sore hari tergantung kondisi cuaca dan ketersediaan sumber pakan. Kunjungan lebah dalam mengambil nektar pada bunga merupakan perilaku khusus yang menggambarkan kuantitas dan kualitas nektar pada bunga. Tanaman Dombeya wallichii merupakan salah satu sumber pakan bagi lebah T. biroi karena ketersediaan sumber nektar dan polen yang melimpah. Suhu dan kelembapan sangat mempengaruhi aktivitas pengumpulan nektar dan polen, oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi perbedaan antar rentang waktu pengamatan terhadap frekuensi kunjungan lebah pada bunga dan korelasi frekuensi dan lama kunjungan lebah dengan faktor lingkungan (suhu dan kelembapan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antar rentang waktu pengamatan terhadap frekuensi kunjungan lebah pada bunga dan untuk mengetahui korelasi frekuensi dan lama kunjungan lebah dengan faktor lingkungan (suhu dan kelembapan).
Penelitian ini dilakukan di halaman depan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman, Kelurahan Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah dengan menggunakan metode survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus - September 2023. Pengamatan kunjungan lebah T. biroi pada tanaman D. wallichii dilakukan sebanyak 12 ulangan pada rentang waktu pukul 06.00-09.00 WIB, 09.00-12.00 WIB, 12.00-15.00 WIB, dan 15:00-18:00. Pengamatan kunjungan lebah T. biroi pada bunga D. wallichii dan durasi kunjungan lebah pada bunga didokumentasikan menggunakan kamera dan stopwatch. Parameter yang diamati adalah frekuensi kunjungan, lama kunjungan, suhu, dan kelembapan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F (Anova) untuk mengetahui perbedaan antar waktu pengamatan terhadap aktivitas harian berupa frekuensi dan lama kunjungan lebah T. biroi. Analisis korelasi regresi untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan (suhu dan kelembapan) terhadap aktivitas harian lebah T. biroi, dengan menggunakan software SPPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas harian lebah T. biroi pada tanaman D. wallichii dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
The daily activity of the stingless bee Tetragonula biroi on plants consists of visiting flowers to collect nectar and pollen which are used as nutritional needs and a source of protein. Daily activity of bees starts from morning to evening depending on weather conditions and availability of food sources. The visit of bees to collect nectar from flowers is a special behavior that describes the quantity and quality of nectar in flowers. The Dombeya wallichii plant is a source of food for T. biroi bees because of the abundant supply of nectar and pollen. Temperature and humidity greatly influence nectar and pollen collection activities, therefore it is necessary to evaluate differences between observation time periods regarding the frequency of bee visits to flowers and the correlation of the frequency and duration of bee visits with environmental factors (temperature and humidity). This research aims to determine differences between observation time periods in the frequency of bee visits to flowers and to determine the correlation between the frequency and duration of bee visits with environmental factors (temperature and humidity).
The research will be carried out at the experimental station in the front yard of the Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University, using the survey method. Sampling was carried out using random sampling technique. The research was carried out in August - September 2023. Observations of visits by T. biroi bees to D. wallichii plants were carried out in 12 repetitions at 06.00-09.00 WIB, 09.00-12.00 WIB, 12.00-15.00 WIB, and 15.00-18:00: 00. Observations of visits by T. biroi bees to D. wallichii flowers and the duration of bee visits to flowers were documented using a camera and stopwatch. The parameters observed were frequency of visits, length of visit, temperature and humidity. The data obtained were analyzed using the F test (Anova) to determine differences between observation times regarding daily activities in the form of frequency and duration of visits by T. biroi bees. Regression correlation analysis to determine the relationship between environmental factors (temperature and humidity) on the daily activity of T. biroi bees, using SPPS software. The results showed that the daily activity of T. biroi bees on D. wallichii plants was influenced by environmental factors.
3617839195F1A018038Hubungan antara Tingkat Religiusitas dan Penggunaan Media Sosial Instagram dengan Quarter Life Crisis yang Dialami Mahasiswa Tingkat Akhir FISIP Unsoed 2019Mahasiswa tingkat akhir merupakan individu dewasa awal yang berada pada tahap usia 18-29 tahun. Setelah menyelesaikan studi, mereka diharapkan dapat berdiri sendiri, serta mampu memenuhi tuntutan yang telah dikonstruksikan oleh masyarakat. Bagi individu yang tidak siap, mereka akan mengalami kecemasan, keputusasaan, dan permasalahan jiwa lainnya yang dikenal sebagai quarter life crisis. Krisis tersebut dapat dipicu oleh dua faktor; internal dan eksternal, penelitian ini bertujuan menguji hubungan faktor internal yakni tingkat religiusitas dan faktor eksternal yakni penggunaan media sosial Instagram dengan quarter life crisis yang dialami oleh mahasiswa tingkat akhir FISIP Unsoed angkatan 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data survei. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara variabel tingkat religiusitas dengan variabel quarter life crisis, terdapat hubungan yang positif antara penggunaan media sosial Instagram dengan variabel quarter life crisis, dan tidak terdapat hubungan yang signifikan secara bersama-sama serta kerekatan hubungan yang lemah antara variabel tingkat religiusitas dan variabel penggunaan media sosial Instagram dengan variabel quarter life crisis.Final year students are an early adult individuals who are in the age stage of 18-29 years. After completing their studies, they are expected to be able to stand alone, as well as be able to meet the demands that have been constructed by the community. For unprepared individuals, they will experience anxiety, hopelessness, and other mental problems known as quarter life crises. The crisis can be triggered by two factors; internal and external, this study aims to examine the relationship between internal factors, namely the level of religiosity and external factors, namely the use of Instagram social media with the quarter life crisis experienced by final year students of FISIP Unsoed 2019. The method used in this study is quantitative, with survey as data collection techniques using a mixed type of questionnaire. The results showed that there was a negative relationship between the religiosity level variable and the quarter life crisis variable, there was a positive relationship between the use of Instagram social media and the quarter life crisis variable, and there was no significant relationship joinly,as well as a weak relationship between the level of religiosity, the use of Instagram social media, and the quarter life crisis experienced by final year students of FISIP Unsoed 2019.
3617939196L1C017010PENDUGAAN UPWELLING BERDASARKAN VARIABILITAS SUHU PERMUKAAN LAUT, ANOMALI TINGGI PERMUKAAN LAUT, DAN FRONT DI PERAIRAN SELATAN JAWA
Perairan selatan Jawa merupakan perairan dengan massa air dinamis. Suhu Permukaan Laut (SPL) berkaitan dengan karakteristik massa air dan berhubungan dengan keadaan lapisan dibawah air laut. Penelitian ini bertujuan mengetahui variabilitas SPL, variasi upwelling terhadap thermal front selama 2 tahun serta perbedaan hasil thermal front menggunakan metode SIED cayula-Cornillon dan canny edge di perairan selatan Jawa. Pendugaan upwelling berdasarkan variabilitas SPL dan anomali tinggi permukaan laut. Data SPL yang digunakan dari citra Aqua-MODIS level 3. Data anomali tinggi permukaan laut diperoleh dari Marine-Copernicus. Penurunan SPL dan upwelling terdeteksi dimulai pada Mei dan puncak di bulan Agustus dan September. Dari proses upwelling ini terjadi thermal front, intensitas thermal front yang berulang lebih tinggi umumnya ditemukan di wilayah pesisir khususnya di sisi timur perairan. Penentuan thermal front metode Canny edge memiliki jumlah front lebih banyak dan baik digunakan pada kawasan lebih dekat dengan daratan. Metode SIED Cayula-Cornillon sebaliknya, dengan jumlah thermal front lebih sedikit serta lebih baik digunakan di laut lepas.The southern waters of Java are waters with dynamic water masses. Sea Surface Temperature (SST) is related to the water mass's characteristics and the state of the layers under seawater. The determination of SST variability, upwelling variations on thermal fronts for two years, and differences in thermal front results using the SIED Cayula-Cornillon and Canny edge methods in the southern waters of Java is aimed at by this study. Upwelling estimation is based on SST variability and sea level anomaly. The SST data used is from Aqua-MODIS level 3 imagery. Sea level anomaly data is obtained from Marine Copernicus. A decline in SST and upwelling was detected starting in May and peaking in August and September. This upwelling process created a thermal front. Higher-intensity repeated thermal fronts are generally found in coastal areas, especially on the east side of the waters. The Canny edge method of determining the thermal front has more fronts and is better used in areas closer to the mainland. The Cayula-Cornillo SIED method, on the other hand, has fewer thermal fronts and is better used on the high seas.
3618039197I1A017032Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Penerapan 5R pada Karyawan Produksi di PT Buana Spring Foam Kabupaten BanyumasLatar Belakang: Kecelakaan kerja dapat dicegah dengan lebih memperhatikan lingkungan kerja agar bersih, aman, dan nyaman. Penerapan 5R menekankan pada perbaikan tempat kerja agar lebih ringkas, rapi, dan resik yang dilakukan dengan kegiatan rawat dan rajin secara menyeluruh. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan 5R pada karyawan produksi di PT Buana Spring Foam. Metodologi: Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel adalah seluruh karyawan produksi PT Buana Spring Foam sebanyak 55 orang (total sampling). Variabel yang diteliti yaitu usia, masa kerja, tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap, ketersediaan fasilitas, penghargaan dan sanksi, dan pengawasan. Data dikumpulkan menggunakan angket dan lembar observasi serta dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan chi-square. Hasil Penelitian: Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan penerapan 5R adalah tingkat pendidikan (p=0,015), sikap (p=0,01), ketersediaan fasilitas (p=0,022), penghargaan dan sanksi (p=0,000), serta pengawasan (p=0,000), sedangkan variabel usia, masa kerja, dan pengetahuan tidak ada hubungan dengan penerapan 5R (p > 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan, sikap, ketersediaan fasilitas, penghargaan dan sanksi, dan pengawasan dengan penerapan 5R. Saran: Perusahaan harus lebih tegas memberikan penghargaan dan sanksi bagi karyawanBackground: Work accidents can be prevented by paying more attention to the work environment so that it is clean, safe, and comfortable. The implementation of 5R emphasizes improving the workplace so that it is more concise, neat and clean, which is carried out with thorough and diligent activities. This study aims to determine the factors associated with the implementation of 5R on production employees of PT Buana Spring Foam. Methods: This study is an analytic observational study with a cross-sectional approach. The population and sample are all production employees of PT Buana Spring Foam as many as 55 people (total sampling). The variables studied were age, years of service, level of education, knowledge, attitudes, availability of facilities, reward and punishment, and supervision. Data were collected using questionnaires and observation sheets and analyzed univariately and bivariately using chi-square. Results: The results of the chi-square test showed that the factors related to the implementation of the 5R were education level (p=0.015), attitude (p=0.01), availability of facilities (p=0.022), reward and punishment (p=0.000), and supervision (p=0.000), while the variables age, years of service, and knowledge have no relationship with the implementation of 5R (p > 0.05). Conclusion: There is a relationship between education level, attitude, availability of facilities, reward and punishment, and supervision with the implementation of 5R. Suggestion: The company must be more assertive in providing rewards and punishments for employess