Artikelilmiahs
Menampilkan 36.221-36.240 dari 49.833 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 36221 | 39234 | A1A015036 | ANALISIS PERSEPSI PETANI TERHADAP USAHATANI KENTANG DI KAWASAN HUTAN PRODUKSI TERBATAS PETAK 16 RPH IGIRKLANCENG BKPH PAGUYANGAN KPH PEKALONGAN BARAT | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui persepsi petani kentang dengan keberadaan kawasan hutan produksi terbatas petak 16 RPH Igirklanceng BKPH Paguyangan KPH Pekalongan Barat dilihat dari indikatornya yaitu pengelolaan lahan, manfaat pengelolaan lahan, dan varietas yang digunakan petani, 2) Menganalisis hubungan karakteristik petani dilihat dari faktor internal dan faktor eksternal dengan tingkat persepsi petani terhadap usahatani kentang di kawasan hutan produksi terbatas petak 16 RPH Igirklanceng BKPH Paguyangan KPH Pekalongan Barat. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode sampling jenuh atau sensus dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, Likert’s Summated Ratings (LSR) dilanjutkan dengan penerapan metode Successive Interval (SI), dan Uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Persepsi petani terhadap usahatani kentang dikawasan hutan produksi terbatas petak 16 RPH Igirklanceng BKPH Paguyangan KPH Pekalongan Barat berdasarkan indikatormya yaitu dilihat dari pengelolaan lahan sebesar 3,960 dan masuk dalam kategori baik, manfaat pengelolaan lahan hutan sebesar 3,822 dan masuk dalam kategori baik, serta varietas kentang yang digunakan petani sebesar 4,052 dan masuk dalam kategori baik, (2) Hasil analisis korelasi rank spearman bahwa secara keseluruhan terdapat adanya hubungan antara faktor internal dan ekternal dengan persepsi petani terhadap usahatani kentang di kawasan hutan produksi terbatas petak 16 RPH Igirklanceng BKPH Paguyangan KPH Pekalongan Barat meskipun dalam kategori sangat lemah. | The purpose of this research is: 1) Know the perceptions of potato farmers with the existence of a limited production forest area plot 16 RPH Igirklanceng BKPH Paguyangan KPH Pekalongan Barat seen from the indicators namely land management, benefits of land management, and varieties used by farmers, 2) Analyze the relationship between characteristics of farmers seen from internal factors and external factors with the level of perception of potato farmers in the limited production forest area plot 16 RPH Igirklanceng BKPH Paguyangan KPH Pekalongan Barat. The sampling method used is saturated or census sampling method with a total sample of 20 people. The data analysis used was descriptive analysis, Likert's Summated Ratings (LSR) followed by the application of the Successive Interval (SI) method, and the Spearman Rank Correlation Test. The results showed that (1) Farmers' perceptions of potato farming in the limited production forest area plot 16 RPH Igirklanceng BKPH Paguyangan KPH Pekalongan Barat based on the indicators, namely seen from land management of 3.960 and included in the good category, the benefits of managing forest land were 3.822 and included in the category good, and the potato varieties used by farmers were 4.052 and included in the good category, (2) The results of Spearman's rank correlation analysis showed that overall there was a relationship between internal and external factors and farmers' perceptions of potato farming in the limited production forest area plot 16 RPH Igirklanceng BKPH Paguyangan KPH Pekalongan Barat even though it is in a very weak category. | |
| 36222 | 39235 | I1E018026 | Hubungan Profil Antropometri dan Komponen Kondis Fisik Terhadap Tendangan Long Pass Mahasiswa Pendidikan Jasmani Universitas Jenderal Soedirman | Pendahuluan : Kemampuan tendangan long pass membutuhkan kondisi fisik yang baik agar dapat menghasilkan tendangan yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot tungkai, kelincahan, koordinasi mata kaki, kekuatan perut, panjang tungkai, dan IMT dengan kemampuan tendangan long pass mahasiswa Pendidikan Jasmani. Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasional serta menggunakan metode cross sectional. Sampel yang digunakan berjumlah 30 mahasiswa dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Uji Statistik menggunakan Shapiro Wilk, korelasi sederhana dan berganda. Hasil Penelitian : Terdapat hubungan antara kekuatan otot tungkai dengan long pass dengan nilai sig. 0,000. Terdapat hubungan antara kelincahan dengan long passs dengan nilai sig. 0,023. Terdapat hubungan antara koordinasi mata kaki dengan long pass dengan nilai sig. 0,000. Terdapat hubungan antara kekuatan otot perut dengan long pass dengan nilai sig. 0,005. Terdapat hubungan antara panjang tungkai dengan long pass dengan nilai sig. 0,003. Terdapat hubungan antara IMT dengan long pass dengan nilai sig. 0,007. Hubungan antara kekuatan otot tungkai, kelincahan, koordinasi mata kaki, kekuatan perut, panjang tungkai, dan imt dengan kemampuan tendangan long pass memiliki nilai sig. 0,000 dan nilai SE 70,5%. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara kekuatan otot tungkai, kelincahan, koordinasi mata kaki, kekuatan perut, panjang tungkai, dan imt dengan long pass mahasiswa Pendidikan Jasmani. Kata Kunci : Kondisi fisik, antropometri, long pass. | Background : Long pass kick ability requires good physical condition in order to produce maximum kicks. This study aims to determine the relationship between leg muscle strength, agility, ankle coordination, abdominal strength, leg length, and BMI with the long pass kick ability of Physical Education students.. Methodology : This research is a quantitative descriptive research with a correlational approach and using a cross sectional method. The sample used was 30 students using a purposive sampling technique. Statistical test using Shapiro Wilk, simple and multiple correlation. Results : There is a relationship between leg muscle strength and long pass with a sig value. 0,000. There is a relationship between agility and long passes with a sig value. 0.023. There is a relationship between ankle coordination and long pass with sig value. 0,000. There is a relationship between abdominal muscle strength and long pass with a sig value. 0.005. There is a relationship between leg length and long pass with a sig value. 0.003. There is a relationship between imt and long pass with sig value. 0.007. The relationship between leg muscle strength, agility, ankle coordination, abdominal strength, leg length, and imt with the ability to kick a long pass has a sig value. 0,000 and SE value 70,5%. Conclusion : There is a relationship between leg muscle strength, agility, ankle coordination, abdominal strength, leg length, and BMI with long pass Physical Education students. Keywords : Physical condition, anthropometry, long pass. | |
| 36223 | 39237 | E1A017370 | CAPAIAN KINERJA PEJABAT LELANG DALAM PELAKSANAAN LELANG DI KANTOR PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG (KPKNL) PURWOKERTO | Lelang turut menyumbang penerimaan negara dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) lelang. Pemasukan KPKNL Purwokerto sebesar Rp 3.690.557.687,00, ini menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Keterampilan dan kemampuan khususnya bagian lelang yaitu pejabat lelang perlu diperhatikan untuk peningkatan pelayanan, melalui kontrak kinerja sebagai dasar penilaian kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis capaian kinerja pejabat lelang KPKNL Purwokerto berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 467/KMK.01/2014 tentang Pengelolaan Kinerja di Lingkungan Kementerian Keuangan serta menganalisis kendala yang dihadapi dalam capaian kinerjanya. Metode dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah bahan sekunder dan bahan primer. Metode pengumpulan data dengan menggunakan data sekunder (kepustakaan dan dokumentasi) dan data primer (wawancara). Data disusun secara sistematis dan logis dengan analisis kualitatif didukung hasil wawancara dengan pihak terkait. Dapat disimpulkan berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, kinerja pejabat lelang KPKNL Purwokerto dalam menjalankan kinerjanya sudah tercapai karena Indeks Kinerja Utama cascading peta Kepala Kantor yang diturunkan kepada Pejabat fungsional pelelang memenuhi ekspektasi sesuai status kinerja Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 467/KMK.01/2014 tentang Pengelolaan Kinerja di Lingkungan Kementerian Keuangan dengan perolehan nilai lebih dari 100%. Kendala yang dihadapi oleh Pejabat Lelang dalam melakukan kinerja belum aktif mempromosikan pengumuman lelang melalui media sosial. | The auction also contributes to state revenue from auction Non-Tax State Revenue (PNBP). The Purwokerto KPKNL income was IDR 3,690,557,687.00, this shows quite satisfactory results. Skills and abilities, especially in the auction section, namely auction officials, need to be considered for service, improvement through performance contracts as a basis for performance evaluation. This study aims to analyze the performance achievements of KPKNL Purwokerto auction officials based on Minister of Finance Decree No. 467/KMK.01/2014 concerning Performance Management within the Ministry of Finance and to analyze the obstacles encountered in achieving their performance. The method in this study is normative juridical with qualitative descriptive specifications. Sources of data used are secondary materials and primary materials. Methods of data collection using secondary data (library and documentation) and primary data (interviews). The data is arranged systematically and logically with qualitative analysis supported by the results of interviews with related parties. Can be concludedbased on the results of research and discussion, the performance of KPKNL auction officialsPurwokerto in carrying out its performance has been achieved because of the Performance IndexThe main cascading map is the Head of Office which is passed on to functional Officersthe auctioneer meets expectations according to the performance status of the Decree of the Minister of FinanceRepublic of Indonesia Number 467/KMK.01/2014 concerning Performance Management inMinistry of Finance environment with a score of more than 100%. Constraintfaced by Auction Officials in carrying out performance has not been activePromote auction announcements through social media. | |
| 36224 | 39238 | I1C016068 | ANALISIS FARMAKOKINETIKA TENTANG ESTIMASI KADAR VANKOMISIN DALAM DARAH PADA PASIEN SEPSIS DI RSUD MARGONO SOEKARJO SECARA CASE SERIES | Latar Belakang: Vankomisin memiliki kisaran terapeutik yang sempit (15-20 mg/L). Jika kadar vankomisin dalam darah di atas 40-50 mg/L dapat mengakibatkan toksisitas. Sedangkan jika kadar vankomisin dalam darah dibawah 5-15 mg/L dapat menghasilkan efek terapi yang tidak optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis estimasi kadar vankomisin dalam darah secara farmakokinetika menggunakan persamaan rumus terhadap outcome clinic pada pasien sepsis di RSUD Margono Soekardjo Purwokerto. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan metode serial kasus. Data yang diambil yaitu data Rekam Medik Kesehatan (RMK) pada Januari 2019 - Desember 2020 dengan metode total sampling pada pasien terdiagnosis sepsis di RSUD Margono Soekardjo. Hasil Penelitian: Hasil penelitian yang diperoleh yaitu sebanyak 5 pasien dengan estimasi kadar vankomisin berada dibawah rentang terapi (15-20 mg/L), 2 pasien dengan estimasi kadar vankomisin sesuai rentang terapi dan masing-masing outcome clinic yang dicapai termasuk kategori baik yaitu terdapat <2 kriteria Systemic Inflammatory Response Syndrome (SIRS) yang terpenuhi dan status keluar Rumah Sakit (KRS) membaik. Sebanyak 1 pasien dengan estimasi kadar vankomisin berada dibawah rentang terapi, 1 pasien dengan estimasi kadar vankomisin di atas rentang terapi dan outcome clinic yang dicapai termasuk kategori buruk. Kesimpulan: Estimasi kadar vankomisin dalam darah menggunakan parameter farmakokinetika pada pasien sepsis di RSUD Margono Soekardjo Purwokerto sebagian besar dibawah rentang terapi (15-20 mg/L). | Background: Vancomycin has a narrow therapeutic range (15-20 mg/L). If the vancomycin level in the blood is above 40-50 mg/L it can result in toxicity. Meanwhile, if the vancomycin level in the blood is below 5-15 mg/L it can produce a therapeutic effect that is not optimal. The purpose of this study was to analyze the estimation of vancomycin blood levels by pharmacokinetics using the equation formula for clinical outcomes in sepsis patients at Margono Soekardjo Hospital, Purwokerto. Methodology: This research is a descriptive observational study using a case series method. The data taken was Health Medical Record (HMR) data from January 2019 - December 2020 using the total sampling method for patients diagnosed with sepsis at Margono Soekardjo Hospital. Results: The research results obtained were 5 patients with estimated vancomycin levels below the therapeutic range (15-20 mg/L), 2 patients with estimated vancomycin levels according to the therapeutic range and each The clinical outcomes achieved were in the good category, namely <2 Systemic Inflammatory Response Syndrome (SIRS) criteria were fulfilled and the hospital discharge status (KRS) improved. A total of 1 patient had an estimated vancomycin level below the therapeutic range, 1 patient with an estimated vancomycin level above the therapeutic range and the clinical outcome achieved was in the poor category. Conclusion: Estimation of vancomycin blood levels using pharmacokinetic parameters in sepsis patients at Margono Soekardjo Purwokerto General Hospital was mostly under the therapeutic range (15-20 mg/L). | |
| 36225 | 39239 | I1B019067 | PERSEPSI MAHASISWA TENTANG POLA MAKAN SEBAGAI FAKTOR RISIKO GASTRITIS MENGGUNAKAN TEORI HEALTH BELIEF MODEL DI JURUSAN KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Abstrak PERSEPSI MAHASISWA TENTANG POLA MAKAN SEBAGAI FAKTOR RISIKO GASTRITIS MENGGUNAKAN TEORI HEALTH BELIEF MODEL DI JURUSAN KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Latar Belakang: Pola makan tidak sehat pada mahasiswa dapat mempengaruhi perannya nanti ketika sudah bekerja sebagai perawat. Persepsi berdasarkan teori Health Belief Model (HBM) merupakan penilaian individu dalam menentukan perilaku yang lebih sehat, termasuk perilaku makan sehat untuk mencegah risiko gastritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran persepsi mahasiswa tentang pola makan sebagai faktor risiko gastritis menggunakan teori HBM di Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan proportionate stratified random sampling yang berjumlah 219 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner persepsi HBM yang telah dimodifikasi dari penelitian serupa dan telah lulus uji validitas serta reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji univariat. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas usia responden 19 tahun, perempuan (91,3%), angkatan 2022 (35,2%), dan bertempat tinggal di kos atau asrama (79%). Berdasarkan teori HBM, persepsi yang dimiliki responden mayoritas berada pada kategori baik yaitu persepsi kerentanan (62,1%), persepsi keseriusan (62,1%), persepsi manfaat (60,7%), dan persepsi efikasi diri (64,8%). Sedangkan, persepsi hambatan yang dimiliki responden mayoritas dalam kategori tinggi (57,1%). Kesimpulan: Mayoritas persepsi (kerentanan, keseriusan, manfaat, efikasi diri) yang dimiliki mahasiswa keperawatan Universitas Jenderal Soedirman dalam kategori baik. | Abstract STUDENT PERCEPTION ABOUT EATING AS A RISK FACTOR FOR GASTRITIS USING THE HEALTH BELIEF MODEL THEORY IN NURSING DEPARTMENT JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY Background:. Unhealthy eating patterns in students can affect their role later when they are already working as nurse. Perception based on the Health Belief Model (HBM) theory is an individual judgment in determining healthier behavior, including healthy eating behavior to prevent the risk of gastritis. This study aims to describe student perceptions about diet as a risk factor for gastritis using the HBM theory at the Department of Nursing, Jenderal Soedirman University. Metodh: This type of research is descriptive quantitative with cross sectional approach. Sampling using probability sampling technique with proportionate stratified random sampling, amounting to 219 responden. Data collection used the HBM perception questionnaire which had been modified from a similar study and had passed the validity and reliability tests. Data analysis was performed using univariate test. Results: The results of the study found that the majority of respondents were 19 years old, female (91,3%), class of 2022 (35,2%), and lived in boarding houses or dormitories (79%). Based on the HBM theory, the perceptions of the majority of respondents were in a good category, namely perceived vulnerability (62,1%), perceived seriousness (62,1%), perceived benefits (60,7%), and perceived self-efficacy (64,8%). Meanwhile, the perception of obstacles owned by the majority of respondents was in the high category (57,1%), Conclusion: The majority of perceptions (vulnerabilities, seriousness, benefits, self-efficacy) held by nursing students at Jenderal Soedirman University are in the good category. | |
| 36226 | 39243 | I1A018099 | HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DENGAN TINGKAT STRES DI MASA PANDEMI PADA MAHASISWA FIKES UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang: Pandemi COVID-19 terjadi di seluruh dunia sejak Januari 2020. Dampak COVID-19 tidak hanya pada sektor kesehatan, sektor lain seperti ekonomi, sosial, keamanan dan Pendidikan juga terkena dampaknya. Selama masa pandemic COVID-19 orang-orang cenderung untuk mengurangi aktivitas fisik dan juga mengurangi aktivotas relaksasi. Hal ini menyebabkan menurunnya aktivitas fisik seseorang. Metode: Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional study, data dikumpulkan dari kuesioner yang disebar melalui wawancara secara langsung kepada responden dan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil uji Chi-Square diketahui nilai Asymp.Sig.(2-sided) adalah sebsar 0,000. Karena nilai Asymp.Sig.(2-sided) 0,000 < 0,05, maka berdasarkan dasar pengambilan keputusan diatas, dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Pada uji korelasi crosstabs didapatkan hasil adanya hubungan dengan nilai korelasi yang signifikan. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan tingkat stress pada mahasiswa selama pandemic COVID-19. Kata Kunci: AKtivitas Fisik, Tingkat Stress, Pandemi COVID-19 | Background: The COVID-19 pandemic has occurred worldwide since January 2020. The impact of COVID-19 is not only on the health sector, other sectors such as the economy, social, security and education are also affected. During the COVID-19 pandemic, people tended to reduce physical activity and also reduce relaxation activities. This causes a decrease in one's physical activity. Methods: This study used analytical observational using a cross sectional study approach. Data were collected from questionnaires distributed through direct interviews with respondents and using a purposive sampling technique. Research Results: Based on the results of the Chi-Square test, it is known that the Asymp.Sig.(2-side) value is 0,000. Because the Asymp.Sig.(2-side) value is 0,000 < 0,05, based on the basis for making the decision above, it can be concluded that H0 is rejected and H1 is accepted. In the crosstabs correlation test, the results show that there is a relationship with a significant correlation value. Conclusion: There is a significant relationship between physical activity and stress levels in college students during the COVID-19 pandemic. Keywords: Physical Activity, Stress Level, COVID-19 Pandemic | |
| 36227 | 39246 | F1B018055 | EFEKTIFITAS PENGELOLAAN DANA DESA DALAM PENANGGULANGAN COVID-19 (STUDI KASUS DI DESA KAMULYAN KECAMATAN TAMBAK KABUPATEN BANYUMAS) | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh salah satu dampak pandemi Covid-19 yaitu masyarakat semakin terhimpit masalah perekonomian, sedangkan bantuan yang dianggarkan oleh pemerintah desa tidak dapat menjangkau seluruh masyarakat. Akibatnya timbul adanya pro dan kontra dikalangan masyarakat Desa Kamulyan mengenai program yang dibiayai melalui Dana Desa. Oleh karena itu, pengelolaan dana desa di Desa Kamulyan menunjukan adanya gejala-gejala belum efektif dalam mengelola Dana Desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tingkat efektivitas dari pengelolaan dana desa dalam penanggulangan Covid-19 di Desa Kamulyan, Kecamatan Tambak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara kepada informan yang dipilih menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Hasil penelitian diketahui bahwa tahapan perencanaan dan pengorganisasian dalam hal ketepatan sasaran, pencapaian tujuan dan pemantauan program sudah dilaksanakan dan berjalan dengan baik. Namun, pelaksanaan ketepatan sasaran program masih belum tepat dikarenakan ada beberapa penerima BLT mendapatkan bantuan lain. Hal ini membuat pengawasan yang dilakukan juga masih belum maksimal. Kemudian pada pelaksanaan dan pengawasan pencapaian tujuan program seperti penyemprotan dan konsep pemerataan penerima BLT DD masih belum terlaksana diseluruh wilayah Desa Kamulyan. Sedangkan pada pelaksanaan pemantauan program terdapat program dana desa yang belum konsisten dilakukan. Gejala terakhir yaitu sosialisasi program yang dilakukan sudah berjalan dengan baik yaitu pemerintah desa mengajak kader untuk ikut mensosialisasikan program dana desa baik secara langsung maupun melalui media. Berdasarkan uraian tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan dana desa di Desa Kamulyan masih belum efektif dilakukan dengan gejala ketepatan sasaran, pencapaian tujuan program dan juga pemantauan program masih belum optimal. | This research is motivated by one of the impacts of the Covid-19 pandemic, namely the community is increasingly squeezed by economic problems, while the assistance budgeted by the village government cannot reach the entire community. As a result, there are pros and cons among the people of Kamulyan Village regarding programs funded through the Dana Desa. Therefore, the management of Dana Desas in Kamulyan Village shows signs of not being effective in managing Dana Desas. This study aims to determine and describe the level of effectiveness of managing Dana Desas in handling Covid-19 in Kamulyan Village, Tambak District. This study uses a qualitative descriptive method with a case study approach. Data was collected by interviewing selected informants using purposive and snowball sampling techniques. The results showed that the planning and organizing stages in terms of target accuracy, goal attainment and program monitoring had been carried out and were running well. However, the implementation of the program's target accuracy was still not correct because there were several BLT recipients who received other assistance. This makes the supervision carried out is still not optimal. Then in the implementation and monitoring of the achievement of program objectives such as spraying and the concept of equal distribution of BLT DD recipients has not yet been implemented in all areas of Kamulyan Village. Meanwhile, in the implementation of program monitoring, there are Dana Desa programs that have not been consistently carried out. The final symptom is that the socialization of the program has been going well, that is, the village government invites cadres to participate in socializing the Dana Desa program either directly or through the media. Based on this description, it shows that the management of Dana Desas in Kamulyan Village is still not effective with symptoms of target accuracy, achievement of program objectives and also program monitoring is still not optimal. | |
| 36228 | 39240 | I1B019059 | PENGETAHUAN, SIKAP, DAN MOTIVASI PERAWAT DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL PASIEN DI RUANG ICU | Latar Belakang: Perawat sebagai tenaga kesehatan yang profesional harus memberikan pelayanan yang komprehensif kepada pasien meliputi aspek bio-psiko-sosial dan spiritual. Pasien ICU sangat bergantung kebutuhannya sehingga rentan mengalami distress spiritual. Pemenuhan kebutuhan spiritual membantu meningkatkan motivasi untuk sembuh dan menemukan arti kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, motivasi perawat dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pasien di ruang ICU. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan Teknik total sampling yang berjumlah 72 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji univariat. Hasil Penelitian: Hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas usia responden 35-45 (dewasa akhir), perempuan, SI Ners, dan masa kerja lebih 10 tahun. Selain itu, mayoritas responden memiliki pengetahuan tinggi, sikap positif, dan motivasi tinggi. Kesimpulan: Mayoritas pengetahuan, sikap, dan motivasi perawat dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pasien di ruang ICU dalam kategori baik dan positif. | Background: Nurses as professional health workers must provide comprehensive services to patients covering bio-psycho-social and spiritual aspects. ICU patients are very dependent on their needs so they are prone to experiencing spiritual distress. Meeting spiritual needs helps increase motivation to heal and find meaning in life. This study aims to describe the knowledge, attitude, and motivation of nurses in meeting the spiritual needs of patients in the ICU. Methodology: This type of research is descriptive quantitative with a cross sectional approach. Sampling using a total sampling technique, amounting to 72 respondents. Retrieval of data using a questionnaire. Data analysis used univariate tests. Research Results: The results of the study found that the majority of respondents were aged 35-45 (late adulthood), women, SI nurses, and had worked for more than 10 years. In addition, the majority of respondents have high knowledge, positive attitude, and high motivation. Conclusion: The majority of nurses' knowledge, attitudes, and motivation in meeting the spiritual needs of patients in the ICU room are in the good and positive category. | |
| 36229 | 39241 | I1B019049 | PENGARUH KOMBINASI REBUSAN DAUN KELOR DAN DAUN GEDI TERHADAP KADAR HIGH DENSITY LIPOPROTEIN | Latar Belakang: Penurunan kadar HDL dapat menghasilkan plak di pembuluh darah dan menjadi faktor penyebab terjadinya penyakit kardiovaskuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan kombinasi daun kelor dan daun gedi terhadap kadar HDL tikus putih yang telah diinduksi HFD dan PTU. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pretest-posttest with control group design. Pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling dengan total sampel 30 ekor tikus. Hewan coba dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok A merupakan kelompok normal, Kelompok B merupakan kelompok kontrol negatif, C kombinasi 1:1, D kombinasi 1:2, E 2:1, serta kelompok F simvastatin selama 14 hari. Kadar kolesterol HDL diukur menggunakan spektrofotometer pada λ 546 nm. Data diolah menggunakan uji one-way ANOVA dilanjutkan uji Post-hoc Duncan Serta uji alternatif yaitu Kruskal Wallis dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil: Terdapat peningkatan kadar HDL pada kelompok C, D, E, dan F. Dosis efektif kombinasi daun kelor dan daun gedi terdapat pada kelompok C. Kelompok ini meningkatkan kadar HDL lebih baik dari kelompok yang diinduksi simvastatin Kesimpulan: Pemberian kombinasi daun kelor dan daun gedi dapat meningkatkan kadar HDL pada tikus putih yang diinduksi HFD dan PTU. | Background: Decreased HDL levels can produce plaque in the blood vessels and become a factor in the occurrence of cardiovascular disease. This study aims to determine the effect of giving decoctions a combination of moringa leaves and gedi leaves on HDL levels in white rats that have been induced by HFD and PTU. Metode: This study used the pretest-posttest method with control group design. Sampling used Simple Random Sampling with a total sample of 30 rats. Experimental animals were divided into 6 groups. Group A was the normal group, Group B was the negative control group, C combined 1:1, D combined 1:2, E 2:1, and group F simvastatin for 14 days. HDL cholesterol levels were measured using a spectrophotometer at λ 546 nm. The data were processed using the one-way ANOVA test followed by Duncan's post-hoc test and the alternative test, namely Kruskal Wallis followed by the Mann-Whitney test. Result: There was an increase in HDL levels in groups C, D, E, and F. The effective dose of the combination of moringa leaves and gedi leaves was found in group C. This group increased HDL levels better than the simvastatin-induced group Conclusion: Giving a combination of moringa leaves and gedi leaves can increase HDL levels in white rats induced by HFD and PTU. | |
| 36230 | 39242 | F1C018086 | Analisis Resepsi Masyarakat Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas Terhadap Nilai-Nilai Dalam Begalan | Begalan merupakan salah satu tradisi khas yang berkaitan erat denganMasyarakat Banyumas. Di dalam Begalan, terdapat nilai-nilai yangbermanfaat apabila diterapkan di dalam kehidupan. Tujuan dari penelitianini adalah untuk menganalisa resepsi Masyarakat Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas terhadap nilai-nilai dalamBegalan. Di dalam penelitian ini digunakan teori resepsi dari Stuart Hall yangdijadikan sebagai landasan pelaksanaan penelitian dalamm upaya menganalisisresepsi masyarakat Desa Dukuhwuh, Kabupaten Banyumas terhadapnilai- nilai dalam Begalan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodekualitatif deskriptif. Tahap pengumpulan data dalampenelitianini menerapkan metode focus group discussion (FGD) serta wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, analisis resepsi terkait nilai-nilai dalamBegalanmemiliki asumsi yang berbeda berdasarkan dari lima narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya tidak terdapat satu pun narasumberyang masuk ke dalam kategori resepsi opposional reading, melainkanhanyaterdapat dua kategori yaitu negotiated reading dan dominant reading. | The Begalan tradition is a special tradition that is closely related to the Banyumas community. In the Begalan Tradition, there are values that are useful when applied in life. The purpose of this study was to analyze the reception of the Dukuhwaluh Village Community, Kembaran District, Banyumas Regency to the values in the Begalan Tradition. In this study, the reception theory from Stuart Hall was used which was used as the basis for conducting research in an ef ort to analyze the reception of the people of Dukuh wuh Village, Banyumas Regency towards the values in the Begalan Tradition. The research method used in this research is descriptive qualitative method. The data collection stage in this study applied the focus group discussion(FGD)method and interviews. Based on the results of the research, the reception analysis related to the values in the Begalan Tradition has different assumptions based on the five sources. The results of the study show that there is not a single speaker who falls into the category of receptional optional reading, but there are only two categories, namely negotiated reading and dominant reading | |
| 36231 | 39244 | I1E017061 | SURVEI CEDERA OLAHRAGA PADA ATLET BOLA BASKET UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Atlet bola basket unsoed merupakan pemain bola basket yang ada di unsoed yang mengikuti UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dan berlatih secara rutin. Tim unsoed kerap kali mengikuti perlombaan yang diadakan di sekitar Banyumas bahkan diluar Banyumas, oleh karna itu para pemain melakukan latihan rutin mulai dari latihan fisik hingga teknik yang memungkinkan mereka mengalami cedera dalam proses latihan maupun pada saat pertandingan. Jenis penelitian ini adalah penelitian diskriptif kualitatif, Populasi dalam penelitian ini adalah atlet cabang olahraga bola basket di Universitas Jenderal Soedirman, Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik non probality sampling dengan pendekatan purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah jenis cedera olahraga pada atlet cabang olahraga bola basket, Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner. Pada atlet UKM Basket Unsoed pada cedera lutut 12 (40%) atlet. Pada cedera engkel terdapat 24 (80%) atlet mengalami cedera engkel. Terdapat 5 (15,60%) atlet mengalami cedera bahu. Pada cedera pergelangan tangan terdapat 13 (43,30%) atlet mengalami cedera pada pergelangan tangan. Pada cedera siku terdapat 2 (0,06%) atlet yang pernah mengalami cedera siku. 4 (0,13) Atlet pernah mengalami cedera pada bagian pinggul. 1 (0,03%) atlet pernah mengalami cedera pada bagian tumit. Pada cedera leher terdapat 6 (20%) atlet pernah mengalami. 7 (23,30%) atlet pernah mengalami cedera pada bagian kaki. Cedera yang dialami oleh atlet UKM Baket Unsoed paling banyak pada bagian engkel dengan jumlah 24 Atlet atau 80% dan bagian cedera yang paling sedikit dialami ada pada bagian tumit yaitu 1 atlet atau 0,03%.. | Unsoed basketball athletes are basketball players in unsoed who participate in UKM (Student Activity Units) and practice regularly. The unsoed team often takes part in competitions held around Banyumas and even outside Banyumas, therefore the players carry out regular training ranging from physical training to techniques that allow them to suffer injuries in the training process and during matches. This type of research is a qualitative descriptive study. The population in this study were basketball athletes at Jenderal Soedirman University. Sampling in this study used a non-probability sampling technique with a purposive sampling approach. The variable in this study was the type of sports injury in basketball athletes. The instrument used in this study was a questionnaire. In Unsoed Basketball UKM athletes in knee injuries 12 (40%) athletes. In ankle injuries, 24 (80%) athletes experienced ankle injuries. There were 5 (15.60%) athletes with shoulder injuries. In wrist injuries, 13 (43.30%) athletes experienced wrist injuries. In elbow injuries, there were 2 (0.06%) athletes who had experienced elbow injuries. 4 (0.13) The athlete has experienced an injury to the hip. 1 (0.03%) athlete had experienced an injury to the heel. In neck injuries there are 6 (20%) athletes have experienced. 7 (23.30%) athletes had experienced leg injuries. Most of the injuries experienced by UKM Baket Unsoed athletes were to the ankles with a total of 24 athletes or 80% and the least part of the injuries experienced were to the heels, namely 1 athlete or 0.03%. | |
| 36232 | 39245 | F1B019017 | ENTREPRENEURIAL SPIRIT DALAM PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) SANGKARA DI DESA PANEMBANGAN, KECAMATAN CILONGOK, KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan terhadap pengurus BUMDes Sangkara Desa Panembangan Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk memetakan dan mendeskripsikan penerapan Entrepreneurial Spirit dalam Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sangkara Di Desa Panembangan Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2023 di Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Fokus dari penelitian ini adalah bagaimana Entrepreneurial Spirit dalam Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sangkara Desa Panembangan yang terdiri dari Opportunity Recognition, Self-skill Perception, Entrepreneurial Networking, Fear of Failure, Ease of Doing Business, dan Entrepreneurial Intent. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah menggunakan metode analisis interaktif. Hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh menunjukkan bahwa pengelolaan BUMDes Sangkara di Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas telah didasarkan pada teori entrepreneurial. Secara keseluruhan pengelolaan BUMDes Sangkara sudah berjalan dengan baik. Hal tersebut dibuktikan dengan pemanfaatan sumber daya yang baik, permodalan dan peraturan yang jelas, kerjasama dengan pihak lain melalui MoU, serta kinerja yang baik dari segi pengelola BUMDes. Pengelolaan BUMDes Sangkara harus tetap dan selalu menjaga aspek kelestarian lingkungan agar tidak terjadi kerusakan alam sehingga tercipta keberlanjutan usaha BUMDes dimasa mendatang. Selain itu promosi harus lebih digencarkan agar BUMDes Sangkara lebih diakui sebagai BUMDes yang mandiri dan menjadi contoh bagi BUMDes lain. | This research is a descriptive qualitative research conducted on the management of BUMDes Sangkara, Panembangan Village, Cilongok District, Banyumas Regency. The purpose of the research conducted was to map and describe the application of Entrepreneurial Spirit in the Management of Sangkara Village-Owned Enterprises (Bumdes) in Panembangan Village, Cilongok District, Banyumas Regency. This research was conducted in 2023 in Panembangan Village, Cilongok District, Banyumas Regency. The focus of this research is how entrepreneurial spirit in the management of village-owned enterprises (BUMDes) Sangkara Panembangan Village consists of Opportunity Recognition, Self-skill Perception, Entrepreneurial Networking, Fear of Failure, Ease of Doing Business, and Entrepreneurial Intent. The informant selection technique uses purposive sampling techniques. The data used in this study were obtained using interview, observation, and documentation methods. Meanwhile, the data analysis technique used in the study is to use interactive analysis methods. The results of the research and data analysis obtained show that the management of Sangkara BUMDes in Panembangan Village, Cilongok District, Banyumas Regency has been based on entrepreneurial theory. Overall, the management of BUMDes Sangkara has been running well. This is evidenced by the good use of resources, clear capital and regulations, cooperation with other parties through the MoU, and good performance in terms of BUMDes managers. The management of BUMDes Sangkara must remain and always maintain aspects of environmental sustainability so that no damage occurs to nature so as to create sustainable BUMDes business in the future. In addition, promotions must be intensified so that the Sangkara BUMDes are recognized as independent BUMDes and become an example for other BUMDes. Keywords: Management, BUMDes, Entrepreneurial Spirit. | |
| 36233 | 44081 | D1A020190 | Hubungan Bobot Badan Indukan Domba Garut dan Bobot Badan Pejantan Dorper Full Blood Terhadap Bobot Badan Domba F1 Sapih di PT Ayodhya Agro Abadi | Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki berbagai aspek yang mempengaruhi pertumbuhan bobot domba F1 sapih dan potensi peningkatan produktivitas. Bobot badan dapat digunakan sebagai parameter produktivitas ternak yang dapat menjadi panduan dalam pemilihan bibit atau bakalan ternak. Selain itu, bobot badan juga dapat mempengaruhi nilai jual domba. Materi yang digunakan adalah domba indukan Garut sejumlah 30 ekor, domba pejantan Dorper Full Blood sejumlah 2 ekor dan domba peranakan F1 sapih sejumlah 30 ekor. Alat yang digunakan adalah timbangan digital dengan ketelitian dua desimal. Metode yang digunakan dengan regresi berganda yang sesuai untuk mengidentifikasi korelasi dan signifikansi hubungan bobot badan indukan domba garut dan bobot badan pejantan dorper full blood terhadap bobot badan domba F1 sapih di PT Ayodhya Agro Abadi. Berdasarkan hasil penelitian menjelaskan Pemilihan bibit dengan keturunan unggul sangat memengaruhi kualitas keturunan selanjutnya. Peternak patut mengetahui informasi lengkap tentang garis keturunan, dan pengetahuan mendalam tentang karakteristik genetik yang diinginkan. Seleksi bibit yang baik dilakukan berdasarkan bobot badan, kemampuan produksi, penampilan fisik, dan kesehatan hewan. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil regresi linier berganda menunjukkan bahwa nilai R square menunjukkan bahwa variabel X1 dan X2/D dapat menjelaskan variabel Y sebesar 30,6% sedangkan 69,4 % dijelaskan oleh faktor lain. | This study aims to investigate various aspects influencing the growth of F1 weaned lamb weight and the potential for productivity improvement. Body weight can be used as a livestock productivity parameter, guiding the selection of breeding stock or weaned animals. Additionally, body weight can also affect the selling value of lambs. The materials used consisted of 30 Garut ewes, 2 Full Blood Dorper ram, and 30 F1 weaned lambs. A digital scale with two decimal precision was employed as the tool. The method employed was multiple regression, suitable for identifying correlations and the significance of the relationship between the body weight of Garut ewes and Full Blood Dorper ram with the body weight of F1 weaned lambs at PT Ayodhya Agro Abadi. Based on the research findings, it is explained that selecting superior offspring significantly affects the quality of subsequent generations. Farmers should have comprehensive information about the lineage and a deep understanding of desired genetic characteristics. Good selection of breeding stock is based on body weight, production ability, physical appearance, and animal health. This study concludes that the multiple linear regression results show that the R square value indicates that variables X1 and X2/D can explain 30.6% of the variability in variable Y, while 69.4% is explained by other factors. | |
| 36234 | 39248 | I1E016016 | HUBUNGAN DAYA TAHAN AEROBIK DENGAN KETERAMPILAN FUTSAL SISWA EKSTRAKURIKULER MAN 2 BANYUMAS | Latar Belakang: Olahraga futsal merupakan salah satu cabang permainan dengan tingkat kompleksitas yang tinggi. Diperlukan penggabungan antara komponen fisik. Teknik, dan taktik setiap pemain guna menunjang keberhasilan permainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara daya tahan aerobik dengan keterampilan bermain futsal. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian korelasional, bertujuan untuk mencari hubungan antara variabel bebas daya tahan aerobik dengan variabel terikat keterampilan bermain futsal. Sampel pada penelitian ini berjumlah 25 peserta ekstrakurikuler MAN 2 Banyumas. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi product moment. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai signifikansi korelasi hubungan daya tahan aerobik dengan keterampilan passing sebesar 0,032. Signifikansi korelasi daya tahan aerobik dengan keterampilan dribbling 0,078. Signifikansi korelasi daya tahan aerobik sebesar 0,046. Kesimpulan: Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara daya tahan aerobik dengan keterampilan passing, dan shooting, sedangkan tidak berhubungan dengan keterampilan dribbling. | Background: The sport of futsal is one of the branches of games with a high level of complexity. A merger between physical components is required. Techniques, and tactics of each player to support the success of the game. This study aims to determine the relationship between aerobic endurance and futsal playing skills. Methodology: This study is a correlational study, aiming to find a relationship between aerobic endurance-free variables and bound variables of futsal playing skills. The sample in this study was 25 extracurricular participants of MAN 2 Banyumas. Data analysis techniques use product moment correlation tests. Research Results: Based on the results of data analysis, the significance value of the correlation of the relationship of aerobic endurance with passing skills was obtained by 0.032. Significance of correlation of aerobic endurance with dribbling skills 0.078. The significance of the aerobic endurance correlation was 0.046. Conclusion: The results of data analysis show that there is a significant relationship between aerobic endurance and passing, and shooting skills, while not related to dribbling skills. | |
| 36235 | 39249 | F1A018063 | FENOMENA BUNUH DIRI SELEBRITI KOREA SELATAN (Analisis Isi Berita Bunuh Diri Selebriti Korea Selatan di Surat Kabar Daring Periode Tahun 2005-2022) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif penyebab angka bunuh diri yang tinggi di kalangan selebriti Korea Selatan berdasarkan karakteristik pelaku bunuh diri seperti: usia, jenis kelamin, profesi, status perkawinan, metode atau cara melakukan bunuh diri, dan motif pelaku melakukan bunuh diri. Metode penelitian yang digunakan ialah kuantitatif deskriptif analisis isi dengan menggunakan teknik sampling jenuh sebanyak 40 sampel. Bahan penelitian diambil dari berita online mengenai kasus bunuh diri selebriti Korea Selatan kurun waktu 2005-2022. Sumber berita yang dipilih yaitu Kompas.com, Detik.com, Liputan6.com, Tribunnews, dan Viva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pelaku bunuh diri selebriti Korea Selatan didominasi oleh perempuan sebanyak 26 orang (35%), berdasarkan usia didominasi oleh usia 21-30 tahun sebanyak 25 orang (62,5%), berdasarkan profesi didominasi oleh aktor/aktris sebanyak 23 orang (57,5%), berdasarkan status perkawinan didominasi oleh status lajang atau belum kawin sebanyak 36 orang (90%). Dilihat dari analisis kasus bunuh diri selebriti Korea Selatan menunjukkan cara bunuh diri yang paling dominan dilakukan oleh pelaku ialah dengan cara gantung diri sebanyak 16 orang (40%). Dari analisis kasus bunuh diri selebriti Korea Selatan berdasarkan motivasi atau penyebab pelaku melakukan bunuh diri didominasi faktor depresi yang berkepanjangan sebanyak 17 orang (45%). | This research aims to determine the motives behind the high suicide rate among South Korean celebrities based on the characteristics of the perpetrators of suicide such as: age, gender, profession, marital status, method or means of committing suicide, and the motives of the perpetrators to commit suicide. The research method used is quantitative descriptive content analysis using a saturated sampling technique of 40 samples. The research material was taken from online news regarding the suicide cases of South Korean celebrities in the period 2005-2022. The selected news sources are Kompas.com, Detik.com, Liputan6.com, Tribunnews, and Viva. The results showed that the characteristics of South Korean celebrity suicides were dominated by 26 women (35%), based on age dominated by 21-30 years old by 25 people (62.5%), by profession dominated by actors/actresses by 23 people (57.5%), based on marital status dominated by single or unmarried status of 36 people (90%). Judging from the analysis of suicide cases of South Korean celebrities, it shows that 16 people (40%) committed suicide by hanging themselves. From the analysis of suicide cases of South Korean celebrities based on the motivation or cause of the perpetrators to commit suicide, 17 people (45%) dominated by prolonged depression. | |
| 36236 | 39250 | F1A018035 | Peran Organisasi Kemahasiswaan dalam Pencegahan Perilaku Koruptif Mahasiswa di dalam Organisasi (Studi di FISIP UNSOED ) | Permasalahan korupsi semakin hari semakin merajalela, mulai dari ranah pemerintah, masyarakat, juga mahasiswa. Oleh karena itu, organisasi kemahasiswaan mempunyai peran yang sangat penting dalam upaya pencegahan perilaku koruptif di tingkat mahasiswa. Organisasi kemahasiswaan sendiri terbagi menjadi dua yaitu berdasarkan peminatan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dan berdasarkan jurusan HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran dari organisasi kemahasiswaan dalam upaya pencegahan korupsi kepada para anggotanya dan bagaimana tindakan yang perlu dilakukan apabila terjadi korupsi dalam organisasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Penentuan informan menggunakan purposive sampling dan berlokasi di Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik UNSOED. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Interaktif. Hasil penelitian menunjukkan 2 peran yang dilakukan oleh organisasi kemahasiswaan adalah membuat program kerja (proker) yang mengandung muatan nilai-nilai anti korupsi kepada para anggotanya yang diwujudkan dalam bentuk berbagai kegiatan seperti kampanye anti korupsi, dan seminar tentang korupsi. Pencegahan perilaku koruptif pengurus dan anggota organisasi dilakukan dengan membuat tata aturan dan pengawasan organisasi termasuk sangsi atas pelanggaran yang dilakukan. Melalui organisasi, diharapkan mahasiswa mampu mempraktekkan perilaku anti korupsi yang sangat berguna untuk mewujudkan masyarakat yang bebas korupsi. Kata kunci: Perilaku koruptif, Peran organisasi dan Pencegahan korupsi | The problem of corruption is increasingly rampant, starting from the realm of government, society, as well as students. Therefore, student organizations have a very important role in efforts to prevent corrupt behavior at the student level. The student organizations themselves are divided into two, namely based on specialization in UKM (student work units) and based on HMJ majors (student associations majors). The purpose of this research is to find out how active the role of student organizations is in efforts to prevent corruption for its members and what actions need to be taken if corruption occurs in the organization. This study uses a qualitative descriptive method, through in-depth interviews, observation and documentation. The determination of informants used purposive sampling and was located at the UNSOED Faculty of Social and Political Sciences. Source of data consists of primary data and secondary data. The data analysis used is Interactive Analysis. The results of the study show that the role played by student organizations is to create a work program (proker) that contains anti-corruption education content for its members which is manifested in the form of various activities such as anti-corruption campaigns and seminars on corruption. Prevention of corruptive behavior by management and members of the organization is carried out by establishing organizational rules and supervision including sanctions for violations committed. Through the organization, students are expected to be able to practice anti-corruption behavior which is very useful for creating a corruption-free society. Keywords : Corrupt behavior, Organizational role and Corruption prevention | |
| 36237 | 39254 | C1A018055 | Analisis Dampak Pandemi Terhadap Pendapatan Keluarga Pemilik Usaha Tape Ketan di Kabupaten Kuningan | Sejak adanya pandemi Covid-19 dan adanya pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Seluruh objek wisata yang berada di Kuningan memutuskan untuk menutup sementara usahanya. Hal ini mengakibatkan permintaan pasar tape ketan mengalami penurunan yang drastis serta berdampak kepada usaha tape ketan khas Kuningan. Penelitian ini bertujuan 1). Menganalisis berapa penurunan pendapatan pemilik usaha tape ketan selama Pandemi Covid-19 dibandingkan dengan sebelum Pandemi Covid-19, 2). Menganalisis apakah ada perubahan pendapatan per kapita pemilik usaha tape ketan sebelum dan sesudah Pandemi Covid-19. 3). Bagaimana tingkat kesejahteraan pemilik usaha tape ketan di Kabupaten Kuningan. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Kuningan dengan jumlah responden sebanyak 38 pemilik usaha tape ketan. Penelitian menggunakan data primer dengan melakukan observasi dan wawancara menggunakan kuesioner. Kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji Normalitas dan Uji Beda Rata – rata. Hasil penelitian dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks menunjukan bahwa Pandemi Covid-19 mengakibatkan penurunan pendapatan, serta pendapatan per kapita pemilik usaha tape ketan dengan nilai negative ranks sebesar 38. Sedangkan untuk tingkat kesejahteraan pemilik usaha tape ketan di Kabupaten Kuningan sesudah adanya pandemi Covid-19 mengalami penurunan dibandingkan sebelum adanya Pandemi Covid-19. Dimana untuk kategori sejahtera, sebelum pandemi sebanyak 36 orang menjadi 16 orang sesudah adanya pandemi atau mengalami penurunan sebesar 44% Pemerintah serta dinas terkait mampu menyelenggarakan pendampingan dan pelatihan kepada pemilik usaha tape ketan seputar pemasaran digital untuk meningkatkan produksi sehingga pemilik usaha tape tidak memproduksi tape ketan dengan hanya mengandalkan pesanan dari pelanggan. | Since the Covid-19 pandemic and the implementation of large-scale social restrictions. All tourist attractions in Kuningan decided to temporarily close their businesses. This resulted in a drastic decline in market demand for sticky rice and had an impact on the Kuningan sticky tape business. This research aims 1). Analyzing how much the income of the owner of the sticky tape business decreased during the Covid-19 Pandemic compared to before the Covid-19 Pandemic, 2). Analyze whether there has been a change in the per capita income of the sticky tape business owner before and after the Covid-19 Pandemic. This research was conducted in Kuningan Regency with a total of 38 respondents as glutinous tape business owners. The research used primary data by observing and interviewing using a questionnaire. Then the data obtained were analyzed using the Normality Test and the Average Difference Test. The results of the study using the Wilcoxon Signed Ranks test showed that the Covid-19 pandemic resulted in a decrease in income, as well as per capita income of sticky rice business owners with a negative rank value of 38. As for the level of welfare of sticky tape business owners in Kuningan Regency after the Covid-19 pandemic has decreased compared to before the Covid-19 Pandemic. Where for the prosperous category, before the pandemic there were 36 people to 16 people after the pandemic or decreased by 44%. The government and related agencies to be able to provide assistance and training to tape glutinous business owners regarding digital marketing to increase production so that tape business owners do not produce sticky tape by relying only on orders from customers. | |
| 36238 | 39251 | F1A015097 | PEMBERDAYAAN PEREMPUAN NELAYAN (STUDI TENTANG PEMBERDAYAAN ISTRI NELAYAN MELALUI PROGRAM POKLAHSAR (KELOMPOK PENGOLAH DAN PEMASAR) DI KELURAHAN KESENDEN, KOTA CIREBON) | Kelompok pengolah dan pemasar (POKLAHSAR) di wilayah Kelurahan Kesenden terbentuk sejak tahun 2007, terbentuknya Poklahsar di Kelurahan Kesenden dikarenakan sudah tidak berfungsinya tempat pelelangan ikan di Kelurahan Kesenden. Imbas dari sudah tidak berfungsinya tempat pelelangan ikan di Kelurahan Kesenden para nelayan kesusahan dalam menjual hasil tangkapan mereka, yang mengakibatkan dijualnya hasil tangkapan mereka dijual ke tengkulak. Hadirnya Poklahsar menjadi angin segar untuk para nelayan pesisir Kota Cirebon khususnya di Kelurahan Kesenden. Karena hasil tangkapan nelayan bisa dijual ke kelompok pengolah dan pemasar. Selain itu juga dengan adanya kelompok pengolah dan pemasar juga, anggotanya berisi para istri nelayan yang mana bisa membantu dalam meningkatkan perekonomian keluarga nelayan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa POKLAHSAR dapat membantu memberdayakan para istri nelayan di Kelurahan Kesenden Kota Cirebon walaupun belum secara optimal. Dari kegiatan tersebut dapat membantu perekonomian keluarga sehingga kehidupan mereka bisa sedikit lebih baik. Namun terdapat beberapa faktor yang menghambat berjalannya kegiatan POKLAHSAR seperti, SDM dari para anggota masih sangat rendah dan adanya faktor alam yang dapat mengurangi pasokan bahan baku, dan modal yang kurang. Selain faktor penghambat, ada juga faktor pendukung dari berjalannya program Poklahsar juga didukung oleh pendampingan dan penyuluhan yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian Dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon, sehingga kelompok pengolah dan pemasar (POKLAHSAR) bisa berjalan dengan baik dan keluhan yang dirasakan oleh para anggota bisa tertampung dan mendapatkan solusi yang tepat. Kata Kunci : Peranan, Istri Nelayan, Pemberdayaan. | The processing and marketing group (POKLAHSAR) in the Kesenden Village was formed in 2007, the formation of the Poklahsar in the Kesenden Village was due to the non-functioning fish auction site in the Kesenden Village. As a result of the non-functioning fish auction site in Kesenden Village, fishermen have difficulty selling their catch, which results in selling their catch to wholesalers. The presence of Poklahsar is a breath of fresh air for coastal fishermen in Cirebon City, especially in the Kesenden Village. Because fishermen's catches can be sold to processing and marketing groups. Apart from that, there is also a group of processors and marketers, whose members consist of fishermen's wives who can help improve the economy of fishermen's families. The method used in this research is a descriptive qualitative research method with data collection techniques using interviews, observation, and documentation. The result of this study found that the processing and marketer group (poklahsar) can help empower the fisherman’s wife, in Kesenden village Cirebon, although not optimally. These activities can help the family economy so that their lives can be a little better. However, there are several factors that hinder the running of processing and market group (poklahsar) activities, such as the human resources of the members are still very low and there are natural factors that can reduce the supply of raw materials. In addition to the inhibiting factors, there are also supporting factors for the running of the Poklahsar program which are also supported by mentoring and counseling conducted by the Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKKKP), so that the processing and marketer group i can run well and complaints are felt members can be accommodated and get the right solution. Keywords: Roles, Fisherman’s Wife, Empower | |
| 36239 | 39252 | D1A019186 | BOBOT PANEN DAN TINGKAT DEPLESI AYAM BROILER YANG DIPELIHARA PADA CLOSED HOUSE LANTAI 1 DAN 3 | Penelitian dilakukan agar dapat diketahui perbedaan produktivitas (bobot panen dan tingkat deplesi) ayam broiler pada lantai 1 dan 3 closed house. Penelitian ini dilaksanakan pada 5 kandang berbeda namun masih dalam kemitraan yang sama, kelima kandang tersebut merupakan mitra dari PT Cemerlang Unggas Lestari.Ayam broiler yang digunakan dalam penelitian memiliki Strain Cobb. Penelitian ini menjadi sebuah penelitian yang non eksperimental dengan penggunaan metode deskriptif perbandingan. Data-data yang telah didapatkan dianalisis dengan uji-t student. Berdasarkan analisis statistika menggunakan uji t student, bobot panen ayam broiler pada pemeliharaan closed house lantai 1 dan 3 berbeda nyata (P<0,05), tetapi tingkat deplesinya berbeda tidak nyata (P>0,05). Lantai 3 mempunyai bobot panen yang lebih tinggi dari pada bobot panen di lantai 1, tetapi mempunyai tingkat deplesi ayam yang relatif sama. | The research was conducted in order to determine the difference in productivity (harvest weight and depletion rate) of broiler chickens on the 1st and 3rd floors of the closed house. This research was carried out in 5 different cages but still in the same partnership, the five cages are partners of PT Cemerlang Unggas Lestari. The broiler chickens used in the study had a Cobb Strain. This research became a non-experimental study with the use of a descriptive comparison method. The data that has been obtained is analyzed by t-test students. Based on statistical analysis using uji t students, the harvest weight of broiler chickens on the maintenance of the 1st and 3rd floor closed houses significantly different (P<0.05), but the deplesion rate was unreal different (P>0.05). The 3rd floor has a higher harvest weight than the harvest weight on the 1st floor, but has a relatively similar level of chicken depletion. | |
| 36240 | 39102 | F1F019011 | Analisis Kepentingan Nasionaal Amerika Serikat dalam Sengketa Sino-Indian tahun 2017-2022 | Penelitian ini dilatarbelakangi sebuah identifikasi masalah – meningkatnya intensitas hubungan antara Amerika Serikat dan India tahun 2017-2022 yang dipengaruhi oleh Sengketa Sino-Indian. Peningkatan hubungan bilateral yang terjadi, membuat Amerika Serikat memiliki keterlibatan tersendiri dalam Sengketa Sino-Indian tahun 2017- 2022 yang bersifat konstan, teratur, dan dalam. Karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan keterlibatan Amerika Serikat, serta menganalisis kepentingan nasional Amerika Serikat dalam Sengketa Sino-Indian tahun 2017-2022 menggunakan teori neorealisme struktural defensif dan konsep diplomasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Level analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah level negara bangsa, dengan menempatkan Amerika Serikat sebagai variabel dependen atau unit analisis yang akan dianalisis, dijelaskan, dan dideskripsikan. Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Setelah itu, penelitian ini juga melakukan strategi uji validitas dengan mentriangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perkembangan keterlibatan Amerika Serikat dalam Sengketa Sino-Indian tahun 2017-2022 dilakukan secara mendalam melalui serangkaian diplomasi pertahanan terhadap India. Serangkaian diplomasi tersebut, dilihat dalam teori neorealisme struktural defensif sebagai sebuah respon strategis Amerika Serikat terhadap struktur internasional. Kepentingan nasional Amerika Serikat dilihat dari teori neorealisme struktural defensif adalah untuk melawan Cina sebagai struktur yang dianggap mengancam, serta untuk berkeja sama dengan India yang dianggap sebagai struktur potensial. Kerja sama antara Amerika Serikat dan India dalam konsep diplomasi pertahanan dilihat sebagai suatu upaya merespon struktur internasional secara komprehensif. Hasil analisis kepentingan nasional Amerika Serikat menggunakan konsep diplomasi pertahanan meliputi kepentingan keamanan, kepentingan ekonomi, kepentingan tata dunia, serta kepentingan ideologis. | This research is motivated by the problems indentification – the increasing intensity of relations between the United States and India in 2017-2022, which was influenced by the Sino-Indian Border Dispute. The improvement in bilateral relations that occurred, made the United States has its own involvement in the Sino-Indian Border Dispute of 2017-2022 which was constant, orderly, and deep. Therefore, the purpose of this research is to find out the development of the United States’ involvements, as well as its national interests in the Sino-Indian Border Dispute of 2017-2022 using the theory of defensive structural neorealism and the concept of diplomacy. This research uses qualitative methods. The level of analysis used in this research is the level of the nation state, by placing the United States as a dependent variable or unit of analysis – to be analyzed, explained, and described. Data analysis techniques in this research consist of data collection, data reduction, data display, and drawing conclusions. After that, this research also tested the validity of the data by using data triangulation methods. The results of this research show that the development of the United States' involvement in the Sino-Indian Border Dispute in 2017-2022 was carried out in depth through a series of defense diplomacy towards India. Those diplomacy, Analyzed in the theory of defensive structural neorealism as a strategic response of the United States to the international structure. The national interest of the United States through the theory of defensive structural neorealism can be seen as an effort to fight China as a structure considered threatening, and to cooperate with India which is considered a potential structure. Cooperation between the United States and India on the concept of defense diplomacy can be seen as an effort to respond comprehensively to the international structure. As the results – the national interests of the United States on the eye of the concept of defense diplomacy can be seen as and effort to maintain: security interests, economic interests, world order interests, and ideological interests. |