Artikelilmiahs
Menampilkan 36.061-36.080 dari 49.843 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 36061 | 39112 | A1F018049 | PROFIL KONSUMEN KWETIAU GORENG DI DKI JAKARTA | Kwetiau merupakan sejenis mie yang berbahan dasar beras putih yang warnanya putih bening dengan bentuk pipih dan lebar. Kwetiau dapat digoreng ataupun dimasak berkuah, namun pada umumnya, lebih sering ditemukan kwetiau yang diolah dan dihidangkan secara digoreng. Konsumen pada prinsipnya terdiri atas pribadi dan masyarakat yang mempunyai kebutuhan dan kemampuan untuk membelanjakan uangnya atas produk tertentu dalam upaya memenuhkan kebutuhannya. Data untuk mengetahui profil konsumen dari kwetiau goreng di DKI Jakarta diambil dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 orang di DKI Jakarta dengan metode purposive sampling. Data tersebut kemudian diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil konsumen kwetiau goreng didominasi oleh konsumen berjenis kelamin perempuan, dengan pekerjaan sebagai mahasiswa, dan pendapatan perbulan sebesar Rp 1.000.000 – Rp 5.000.000, serta dengan pendidikan terakhir yaitu SMA/SMK atau sederajat. | Kwetiau is a type of noodle made from white rice, which is translucent white with a flat and wide shape. Kwetiau can be fried or cooked in gravy, but it is generally more common to find kwetiau, which is processed and served fried. Consumers are individuals and communities who need and can spend money on specific products to meet their needs. Data were collected to determine consumer profiles of fried kwetiau in DKI Jakarta by distributing questionnaires to 100 people in DKI Jakarta using a purposive sampling method. The data is then tested for validity and reliability. The results showed that the consumer profile of fried kwetiau was dominated by female consumers with a job as a student, a monthly income of Rp 1,000,000 – Rp 5,000,000, and with the last education, namely SMA/SMK or equivalent. | |
| 36062 | 44060 | B1A019114 | IMOBILISASI Aspergillus sp. 3 GPN PADA BAGASSE SORGUM UNTUK DEKOLORISASI LIMBAH CAIR TEKSTIL DENGAN VARIASI WAKTU KONTAK | Limbah cair tekstil merupakan suatu limbah yang mengandung zat warna sintetik dengan persentase yang tinggi. Apabila tidak diolah dengan baik, limbah cair tekstil akan mengakibatkan pencemaran lingkungan. Metode yang berpotensi guna pengolahan limbah cair tekstil yakni dekolorisasi dengan memanfaatkan jamur. Spesies jamur yang dapat dimanfaatkan menjadi agen dekolorisasi salah satunya adalah Aspergillus sp. 3 GPN. Dekolorisasi limbah cair tekstil dapat dilakukan menggunakan teknik imobilisasi karena mampu meningkatkan aktivitas dekolorisasi. Bagasse sorgum memiliki kemampuan sebagai adsorben sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pendukung proses imobilisasi. Besar kecilnya persentase dekolorisasi dipengaruhi oleh lama waktu kontak proses dekolorisasi berlangsung. Penelitian ini dimaksudkan guna mengetahui kemampuan Aspergillus sp. 3 GPN yang terimobilisasi bagasse sorgum dengan variasi waktu kontak dalam mendekolorisasi limbah cair tekstil, serta mengetahui waktu kontak manakah yang paling efektif. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari variasi waktu kontak 0, 6, 12, 18, 24, dan 30 jam. Data persentase dekolorisasi limbah cair tekstil pada variasi waktu kontak dianalisis menggunakan metode Analysis of Variance (ANOVA) pada skala kepercayaan 95% guna mengetahui eksistensi dampak perlakuan. Analisis selanjutnya dilakukan pengujian menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan skala kesalahan 5% guna mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian membuktikan bahwa Aspergillus sp. 3 GPN yang terimobilisasi bagasse sorgum mampu mendekolorisasi limbah cair tekstil pada variasi waktu kontak dengan persentase dekolorisasi 0% - 83,46%. Waktu kontak yang paling efektif yakni berada pada waktu kontak 12 jam dengan persentase dekolorisasi sejumlah 83,46%. | Textile wastewater is waste with a high content of synthetic dyes. If not processed properly, textile wastewater will cause environmental pollution. A potential method for processing textile wastewater is decolorization using fungi. One of the fungi that could be able using as a decolorization agent is Aspergillus sp. 3 GPNs. Decolorization of textile wastewater can be carried out using immobilization techniques because it can increase decolorization activity. Sorghum bagasse has the ability to act as an adsorbent so it can be used as a supporting material for the immobilization process. The size of the decolorization percentage is impacted by the length of contact time the decolorization process takes. This research purpose is to established the ability of Aspergillus sp. 3 GPN immobilized with sorghum bagasse with variations in contact time in decolorizing textile wastewater and knowing which contact time is the most effective. This research use experimental tecnique belong Completely Randomized Design (CRD). Treatment consisted of varying contact times of 0, 6, 12, 18, 24, and 30 hours. Data on the percentage of decolorization of textile wastewater at variations in contact time were analyzed using the Analysis of Variance (ANOVA) method at a 95% confidence level to determine the effect of treatment and continued with the Honestly Significant Difference (HSD) test with an error rate of 5% to determine differences among treatments. The results showed that Aspergillus sp. 3 GPN immobilized with sorghum bagasse is able to decolorize textile wastewater at varying contact times with a decolorization percentage of 0% - 83.46%. The most effective contact time occurred at 12 hours with a decolorization percentage of 83.46%. | |
| 36063 | 44061 | C1A020022 | PENGARUH PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI, INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA, DAN PENGANGGURAN TERHADAP KEMISKINAN DI JAWA TIMUR | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari program bantuan pangan non-tunai, komponen IPM yang terdiri dari angka harapan lama sekolah, angka harapan hidup, serta pengeluaran per kapita di Provinsi Jawa Timur 2018 – 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain eksplanatif. Penelitian ini merupakan data sekunder yang dianalisis menggunakan regresi data panel dengan fixed effect model. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa (1) Secara bersama-sama BPNT, angka harapan lama sekolah, angka harapan hidup, pengeluaran per kapita, pengangguran, dan upah minimum kabupaten/kota berpengaruh terhadap kemiskinan, (2) Program BPNT secara parsial berpengaruh positif terhadap kemiskinan, (3) Angka harapan lama sekolah tidak berpengaruh terhadap kemiskinan, (4) Angka harapan hidup secara parsial berpengaruh negatif terhadap kemiskinan, (5) Pengeluaran per kapita secara parsial berpengaruh negatif terhadap kemiskinan, (6) Pengangguran secara parsial berpengaruh positif terhadap kemiskinan, (7) Upah minimum kabupaten/kota secara parsial berpengaruh positif terhadap kemiskinan. | This study aims to analyze the effect of the non-cash food assistance program, the HDI component consisting of school expectancy, life expectancy, and per capita expenditure in East Java Province 2018 – 2022. This research is a quantitative descriptive research with an explanatory design. This research is a secondary data analyzed using regression panel data with a fixed effect model. The results of this study were obtained that (1) Together with BPNT, the length of school expectancy, life expectancy, per capita expenditure, unemployment, and the district/city minimum wage affect poverty, (2) The BPNT program partially has a positive effect on poverty, (3) The old school expectancy does not affect poverty, (4) Life expectancy partially negatively affects poverty, (5) Per capita expenditure partially has a negative effect on poverty, (6) Unemployment partially has a positive effect on poverty, (7) The district/city minimum wage partially has a positive effect on poverty. | |
| 36064 | 45246 | D1B022012 | PENGARUH JENIS AKTIVATOR DENGAN MEDIA YANG BERBEDA TERHADAP PERSENTASE KADAR AIR DAN RENDEMEN KOMPOS BERBAHAN BAKU FESES SAPI POTONG | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan aktivator yang berpengaruh paling efektif terhadap kadar air dan rendemen kompos berbahan baku feses sapi potong.Materi yang digunakan dalam penelitian, antara lain 5.400 kg feses sapi potong, serbuk gergaji kayu 10%, abu 10%, kapur dolomit 2% dari jumlah feses. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), kemudian dianalisis menggunakan repeated measure ANOVA untuk kadar air dan analysis of variance (ANAVA) untuk rendemen kompos. Perlakuan yang diberikan dalam penelitian, yaitu A1 (penambahan 0,3% aktivator media bekas jamur merang), A2 (penambahan 0,3% aktivator media batuan), dan A3 (penambahan 0,3% aktivator media cair), setiap perlakuan diulang 6 kali sehingga didapatkan 18 unit percobaan. Hasil analisis RMA menunjukkan bahwa perbedaan waktu pengamatan setiap minggunya berpengaruh sangat nyata (P<0,01), dengan kadar air masing-masing perlakuan pada minggu ke-3 pengamatan, yaitu 51,36±6,50% (A1), 48,44±6,14% (A2), dan 52,21±2,84%. Interaksi antara perbedaan waktu pengamatan dengan penggunaan aktivator yang diberikan menunjukkan pengaruh tidak nyata (P>0,05). Persentase rendemen kompos sapi potong yang dihasilkan saat penelitian, yaitu 60,39±2,85% (A1), 57,73%±2,06% (A2), dan 63,34%±3,86%%. Hasil analisis ANAVA menunjukkan bahwa penggunaan aktivator dengan media yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap rendemen kompos yang dihasilkan. Penggunaan aktivator dengan media yang berbeda menghasilkan kadar air yang relatif sama, tetapi aktivator dengan media batuan menghasilkan kadar air yang paling baik. Jenis aktivator yang paling efektif untuk menghasilkan kompos dengan kadar air dan rendemen kompos yang sesuai SNI 19-7030-2004 adalah aktivator dengan media batuan, serta menghasilkan rendemen kompos yang paling rendah. | This research aims to find out and determine the activator that has the most effective effect on the water content and yield of compost made from beef cattle feces. The materials used in the research include 5,400 kg of beef cattle feces, 10% wood sawdust, 10% ash, and dolomite lime. 2% of the total feces. The research was carried out using a completely randomized design (CRD), then analyzed using repeated measure ANOVA for water content and analysis of variance (ANOVA) for compost yield. The treatments given in the research were A1 (addition of 0.3% used straw mushroom media activator), A2 (addition of 0.3% rock media activator), and A3 (addition of 0.3% liquid media activator), each treatment was repeated 6 times. times to obtain 18 experimental units. The results of the RMA analysis showed that the difference in observation time each week had a very significant effect (P<0.01), with the water content of each treatment in the 3rd week of observation, namely 51.36 ± 6.50% (A1), 48, 44 ± 6.14% (A2), and 52.21 ± 2.84%. The interaction between the difference in observation time and the use of the given activator showed no significant effect (P>0.05). The percentage yield of beef cattle compost produced during the research was 60.39 ± 2.85% (A1), 57.73% ± 2.06% (A2), and 63.34% ± 3.86%. The results of the ANOVA analysis showed that the use of activators with different media had a significant effect (P<0.05) on the yield of the compost produced. The use of activators with different media produces relatively the same water content, but the activator with rock media produces the best water content. The most effective type of activator for producing compost with moisture content and compost yield in accordance with SNI 19-7030-2004 is an activator with rock media, and it produces the lowest compost yield. | |
| 36065 | 39113 | E1A019156 | PERTIMBANGAN HUKUM HAKIM TERHADAP PEMBUKTIAN DAKWAAN PRIMER DAN PUTUSAN PEMIDANAAN YANG MELEBIHI TUNTUTAN (Studi Atas Ketepatan Pemilihan Antara Dakwaan Primer dan Subsidair Pada Putusan Nomor 5/Pid.Sus-TPK/2022/PN Smg) | Pertimbangan hukum hakim ada sebelum hakim memberikan putusan. Berkaitan dengan pertimbangan hakim, pada Putusan Nomor 5/Pid.Sus-TPK/2022/PN Smg, majelis hakim dalam pertimbangannya memutuskan terdakwa bersalah sesuai dengan dakwaan primer, yang kemudian memberikan pemidanaan yang lebih tinggi dari tuntutan penuntut umum. Majelis hakim dalam pertimbangannya menilai bahwa terdakwa terbukti bersalah secara melawan hukum melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan primer penuntut umum. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian ini adalah preskriptif analitis. Metode pengumpulan bahan hukum pada penelitian ini adalah dengan menginventarisasi bahan hukum primer dan dilakukan studi pustaka pada bahan hukum sekunder yang kemudian dilakukan analisis kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa majelis hakim dalam menilai dakwaan primer penuntut umum mengenai unsur secara melawan hukum tidaklah tepat. Bahwa tindakan terdakwa lebih tepat dikategorikan memenuhi unsur dalam dakwaan subsidair penuntut umum yaitu unsur menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, dan sarana yang ada padanya karena jabatan, sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 3 Undang-Undang PTPK. Terkait putusan pemidanaan yang diberikan, majelis hakim telah sesuai dengan pedoman yang terdapat dalam KUHAP. | The judge's legal considerations exist before the judge makes a decision. Concerning the judge's considerations, in Decision Number 5/Pid.Sus-TPK/2022/PN Smg, the panel of judges decided that the defendant was guilty according to the primary charge, which then gave a higher sentence than the public prosecutor's demands. The panel of judges considered that the defendant had been proven guilty of unlawfully committing the criminal act of corruption together as the public prosecutor's primary charge. The research method used in this research is normative juridical with the specification of this research being analytical prescriptive. The method of collecting legal materials in this study was to take inventory of primary legal materials and conduct a literature study on secondary legal materials which were then carried out qualitative analysis. The results of this study indicate that the panel of judges in assessing the public prosecutor's primary charge indictment regarding elements of unlawful acts was incorrect. Whereas the defendant's actions are more appropriately categorized as fulfilling the elements in the public prosecutor's subsidiary indictment, namely, abusing his authority, opportunity, and means due to his position, as stated in Article 3 of the PTPK Law. Regarding the sentencing decision, the panel of judges has complied with the guidelines contained in the Criminal Procedure Code | |
| 36066 | 39114 | K1C018020 | KOMPUTASI BERBASIS DENSITY FUNCTIONAL THEORY UNTUK PROSES PEMUTUSAN IKATAN OKSIGEN PADA MODEL PERMUKAAN Ni-BARE KATALIS NiMoS2 | Penelitian ini merupakan studi pendahuluan untuk memahami reaksi yang terjadi pada material katalis NiMoS2 khususnya di permukaan Ni-Bare dengan molekul oksigen (O2) yang bertujuan untuk mengetahui proses pemutusan ikatan oksigen pada molekul O2 yang menempel pada permukaan Ni-Bare. Katalis NiMoS2 biasanya digunakan dalam proses hydrodeoxygenation (HDO) pada bio-oil untuk menghilangkan kandungan oksigen dan meningkatkan kualitas dari biofuel. Saat diletakkan di ruang terbuka katalis NiMoS2 mengalami proses oksidasi karena berinteraksi langsung dengan oksigen. Penelitian density functional theory (DFT) ini menyelidiki proses adsorpsi disosiatif oksigen pada permukaan Ni-Bare. Penelitian diawali dengan mencari lokasi ideal untuk proses adsorpsi molekul O2 pada permukaan Ni-Bare. Konfigurasi struktur yang paling stabil ditunjukkan oleh molekul O2 yang menempel pada katalis NiMoS2 dengan nilai energi adsorpsi sebesar -1,06 eV. Melemahnya ikatan O-O pada molekul O2 pada permukaan Ni-Bare ditandai dengan memanjangnya kedua ikatan O-O sebesar 0,1 Å. Metode nudged elastic band (NEB) digunakan untuk menghitung jalur reaksi yang paling ideal untuk proses pemutusan ikatan oksigen pada permukaan Ni-Bare dan hasil kalkulasi menunjukkan bahwa proses reaksi bersifat endotermik dan pemutusan ikatan O-O membutuhkan energi aktivasi sebesar 1,78 eV. Kata kunci: DFT, oksigen (O2), katalis, NiMoS2, adsorpsi, disosiasi | This research is a preliminary study to understand the reaction that occurs in NiMoS2 catalyst material, particularly on the surface of Ni-Bare edge when interacting with oxygen molecules (O2) which aims to determine the oxygen bond breaking process following O2 adsorption on the edge surface. NiMoS2 catalyst is commonly used in the hydrodeoxygenation (HDO) process of bio-oil to remove oxygen content and improve the quality of biofuels. When placed in the openair atmosphere, the NiMoS2 catalyst would be oxidized by oxygen. This density functional theory (DFT) study investigates oxygen dissociative adsorption on the Ni-Bare surface of NiMoS2 catalyst. The work started on finding the most favorable adsorption sites for O2 molecule on Ni-Bare edge. The most stable geometry is shown to attain an adsorption energy value of -1.06 eV. The adsorbed O2 molecule has slightly longer O-O bond as its bond length stretched by 0.1 Å. Using nudged elastic band (NEB) method, the reaction path for oxygen dissociative process was examined and the result shows that the reaction is endothermic and an activation energy of 1,78 eV is needed to break the O-O bond. Keywords: DFT, oxygen (O2), catalyst, NiMoS2, adsorption, dissociation | |
| 36067 | 39115 | K1C016003 | Simulasi Penentuan Dosis Serap Pada Terapi Kanker Paru-Paru Berbasis Linac Menggunakan Metode Monte Carlo | Terapi kanker paru-paru dapat dilakukan dengan penyinaran radiasi pengion atau radioterapi. Alat radioterapi yang digunakan adalah pesawat radioterapi Linear Accelerator (Linac). Keberhasilan pelaksanaan radioterapi menggunakan pesawat Linac bergantung pada tercapainya tujuan radioterapi, yaitu pemberian dosis yang tepat dan meminimalisir kerusakan pada jaringan sehat akibat radiasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis serap kanker paru-paru secara simulasi menggunakan metode Monte Carlo dengan perangkat lunak PHITS code. Simulasi dilakukan dengan memanfaatkan pesawat Linac 6 MV pada phantom organ dada (paru-paru) yang dimodelkan dalam bentuk dua buah ellips dan sel kanker yang dimodelkan dalam bentuk bola dengan luas medan radiasi 15 x 15 cm² dan SSD 100 cm yang dilakukan pada tiga target penyinaran, yaitu GTV, CTV, dan PTV. Penyinaran dilakukan menggunakan dua model, yaitu penyinaran anteroposterior (AP) dengan sudut gantry 0˚ dan penyinaran lateral dengan sudut gantry 90˚ dan 270˚. Hasil penelitian dari simulasi Monte Carlo menggunakan PHITS code diperoleh dosis serap kanker paru-paru pada tiga target penyinaran. Daerah target penyinaran dengan dosis serap tertinggi terdapat pada daerah GTV sebesar 0,480 Gy dengan sudut penyinaran 90˚, sedangkan dosis serap gabungan dari ketiga sudut penyinaran diperoleh sebesar 0,509 Gy pada GTV, 0,294 Gy pada CTV, dan 0,247 Gy pada PTV. Dosis serap yang diterima kanker paru-paru kurang dari nilai dosis yang ditetapkan yaitu 2 Gy. | Lung cancer therapy can be done with ionizing radiation irradiation or radiotherapy. The radiotherapy tool used is the Linear Accelerator (Linac) radiotherapy aircraft. The successful implementation of radiotherapy using Linac aircraft depends on the achievement of radiotherapy objectives, namely giving the right dose and minimizing damage to healthy tissues due to radiation. This study aims to determine the absorbed dose of lung cancer by simulation using the Monte Carlo method with PHITS code software. Simulations were carried out by utilizing a 6 MV Linac aircraft on a phantom chest organ (lung) modeled in the form of two ellipses and cancer cells modeled in the form of a sphere with a radiation field area of 15 x 15 cm² and SSD 100 cm performed on three irradiation targets, namely GTV, CTV, and PTV. The irradiation was performed using two models, namely anteroposterior (AP) irradiation with a gantry angle of 0˚ and lateral irradiation with gantry angles of 90˚ and 270˚. The results of the Monte Carlo simulation using PHITS code obtained the absorbed dose of lung cancer in three irradiation targets. The target irradiation area with the highest absorbed dose is in the GTV area of 0.480 Gy with an irradiation angle of 90˚, while the combined absorbed dose of the three irradiation angles is obtained at 0.509 Gy at GTV, 0.294 Gy at CTV, and 0.247 Gy at PTV. The absorbed dose received by lung cancer is less than the prescribed dose value of 2 Gy. | |
| 36068 | 39116 | K1C018049 | PEMODELAN INVERSI UNTUK MENGIDENTIFIKASI RESERVOIR PANASBUMI DI KAWASAN GUNUNGAPI SLAMET BERDASARKAN DATA ANOMALI GRAVITASI CITRA SATELIT | Data satelit gravimetrik dapat digunakan untuk memetakan anomali gravitasi di permukaan bumi, terutama untuk daerah yang sulit, ekstrim, dan luas seperti Gunungapi Slamet. Penelitian bertujuan untuk memodelkan struktur dapur magma Gunungapi Slamet Jawa Tengah secara 3D berdasarkan data anomali gravitasi residual. Informasi tentang struktur dapur magma sangat bermanfaat untuk mengetahui karakteristik dan aktivitas vulkanik gunungapi, sehingga membantu upaya pra-mitigasi sebagai bentuk kesiap-siagaan jika terjadi bencana erupsi. Tahapan penelitian yang telah dilakukan meliputi akses data, koreksi-koreksi, reduksi data ke bidang datar, pemisahan data anomali regional dan residual, pemfilteran, pemodelan, dan interpretasi. Data anomali gravitasi yang telah diakses adalah data GGMplus. Setelah dilakukan beberapa koreksi, data anomali bouguer lengkap (ABL) diperoleh dengan nilai berkisar 11,889 – 117,429 mGal. Data ABL diproses sampai tahapan akhir, sehingga dihasilkan data anomali residual yang berkisar -40,491 – 34,549 mGal. Data anomali ini terdistribusi pada ketinggian rata-rata topografi daerah penelitian, yaitu 572,58 m. Pemodelan 3D terhadap data anomali residual telah dilakukan, sehingga diperoleh model anomali dengan densitas berkisar 1,50 – 1,88 g/cm3 pada posisi geografis 303,65 km B-UTM dan 9199,02 km L-UTM yang diinterpretasi sebagai dapur magma Gunungapi Slamet yang masih aktif. | Gravimetric satellite data can be utilized to map gravity anomalies on the earth's surface, especially for difficult, extreme, and wide areas such as Slamet Volcano. This research purposes to model the structure of the magma chamber of Slamet Volcano, Central Java, in 3D based on residual gravity anomalies data. Information about the structure of the magma chamber is very useful for knowing the physical characteristics and volcanic activity of a volcano, thus helping pre-mitigation efforts as preparedness in the event of a catastrophic eruption. The stages of research that have been carried out include data access, data corrections, data reduction to a horizontal surface, separation between regional and residual anomalies data, filtering, modeling and interpretation. Gravity anomalies data accessed are GGMplus data. After corrections, the complete bouguer anomalies (CBA) data can be obtained with values ranging from 11.889 – 117.429 mGal. Then the CBA data are processed to the final stage, resulting in residual anomalies data with values ranging from -40,491 – 34.549 mGal. The anomalies data are distributed over the average topographic height of the research area, i.e. 572.58 m. 3D-modeling of the residual anomalies data have produced anomalous object with a density of 1.50 – 1.88 g/cm3 at the geographical positions of 303.65 km long-UTM and 9199.02 km lat-UTM which is interpreted as an active magma chamber of Slamet Volcano. | |
| 36069 | 39117 | K1B016060 | PENENTUAN PREMI KOTOR ASURANSI JIWA BERDASARKAN DISTRIBUSI TOTAL KLAIM | Risiko merupakan akibat atau konsekuensi dari suatu proses yang sedang berlangsung atau kejadian yang akan datang. Biasanya pihak yang menanggung risiko akan mengalihkan sebagian atau seluruh risiko yang ia miliki kepada perusahaan asuransi. Sebagai pihak yang menanggung dan mengelola risiko, perusahaan asuransi dituntut untuk selalu siap sedia menanggung ganti rugi apabila terjadi klaim, jika tidak maka dapat terjadi kebangkrutan. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui karakter dari risiko yang dikelola perusahaan asuransi. Karakter dari risiko dapat dipelajari berdasarkan model distribusi dari klaim yang terjadi pada periode sebelumnya. Kumpulan dari total klaim selama beberapa periode asuransi dapat membentuk suatu distribusi peluang yaitu distribusi total klaim. Distribusi total klaim digunakan untuk menentukan besar premi murni dan premi kotor yang harus diperoleh perusahaan asuransi. Pada penelitian ini, penentuan premi kotor berdasarkan distribusi total klaim dikaji untuk kasus data total klaim asuransi jiwa di Indonesia tahun 2016-2020. Hasil penelitian menunjukkan distribusi yang sesuai dengan data total klaim asuransi jiwa adalah distribusi invers Gauss 3P (three parameters). Berdasarkan pendugaan parameter distribusi diketahui bahwa harapan total klaim atau premi murni sebesar 22,287 triliun rupiah dengan standar deviasi 212,601 triliun rupiah. Premi kotor yang dihitung berdasarkan prinsip harapan, prinsip variansi dan prinsip standar deviasi memberikan hasil yang tidak berbeda secara signifikan. Besar premi kotor berdasarkan ketiga prinsip dengan tingkat risiko mulai dari 1% hingga 10% memberikan hasil perhitungan premi kotor tertinggi sebesar 516,584 triliun rupiah sedangkan premi kotor terendah sebesar 295,471 triliun rupiah. | Risk is the result or consequence of an ongoing process or future event. Commonly the party who bearing the risk will transfer a part or all of their risks to the insurance company. As a party who bear and manage risks, the insurance company is required to be ready to pay compensation if the claims happen, otherwise they could be bankruptcy. Therefore, it is very important to know the risk’s character managed by the insurance company. The risk’s character can be studied by the distribution model of claims that happened in the previous period. The sum of total claims over several periods forms the total claims distribution. The total claims distribution used to determine the amount of pure premium and gross premium that must be obtained by the insurance company. In this research, the determination of gross premiums based on the distribution of total claims was examined for data cases on total life insurance claims in Indonesia for 2016-2020. The result of this research conduct that the appropriate distribution model is the inverse Gaussian 3P distribution (three parameters). The estimation of distribution parameters, known that the expected value of the total claim which known as pure premium is 22,287 trillion rupiah with its standard deviation are 212,6 trillion rupiah. The gross premium calculated based on the principle of expectation, principle of variance and principle of standard deviation give the result not significantly different. The amount of gross premium that calculated based on three principles with risk level of 1% until 10% gives the result of maximum gross premium which is 516,584 trilion rupiah while the result of minimum gross premium is 295,471 trillion rupiah. | |
| 36070 | 39118 | I1B019035 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESIAPAN PERAWAT KLINIS DALAM PEMANFAATAN TELENURSING DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Latar belakang: permasalahan kesehatan yang kompleks seiring dengan perkembangan teknologi membuat pelayanan kesehatan membutuhkan inovasi untuk menjembatani telekomunikasi dalam pemberian asuhan keperawatan. Telenursing merupakan bentuk digitalisasi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan jarak jauh dengan peran perawat sebagai hal penting. Kesiapan perawat belum terlaksana sebagaimana mestinya melalui pendekatan berbagai faktor. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan perawat klinis dalam pemanfaatan telenursing. Metodologi: penelitian ini bersifat korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 49 perawat klinis di RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo yang didapatkan menggunakan purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Telehealth Readiness Assessment Tool (TRAT) dan Technology Readiness and Acceptance Model (TRAM) yang dimodifikasi ke dalam Bahasa Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan uji Somers’d untuk mengidentifikasi hubungan dengan tabel kontingensi. Hasil: penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kesiapan inti (p=0,000), kesiapan operasional (p=0,019), dan kesiapan keterlibatan (p=0,000) terhadap kesiapan perawat dalam pemanfaatan telenursing. Kesiapan operasional memiliki kekuatan hubungan yang lemah, sedangkan kesiapan inti dan kesiapan keterlibatan berhubungan sedang dengan kesiapan perawat klinis dalam pemanfaatan telenursing. Kesimpulan: faktor-faktor yang berhubungan dengan kasiapan perawat klinis dalam pemanfaatan telenursing adalah kesiapan inti, kesiapan operasional, dan kesiapan keterlibatan. | Background: complex health problems among technological developments makes health services must innovate to connected telecommunications in nursing care. Telenursing is digitalization form to improve remote health services with nurses as the main actors. The nurses readiness has not been carried out as should by the approach of various factors. Therefore, the purpose of study is to identify associated factors with clinical nurses readiness in utilization of telenursing. Methodology: the research were correlational with a cross-sectional approach. Research samples were 49 clinical nurses in RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo that obtained using purposive sampling according to inclusion and exclusion criteria. The instumen used questionnaires of Telehealth Readiness Assessment Tool (TRAT) and Technology Readiness and Acceptance Model (TRAM) that had been modified into Indonesian. Data analysis was processed using Somers’d test to identify associated factors with contingency table. Results: research showed significant associated between core readiness(p=0,000), operations readiness(p=0,019), and engagement readiness(p=0,000) to nurses readiness in utilization of telenursing. Operations readiness has weak associate, while core readiness and engagement readiness has moderate associate with clinical nurse readiness in utilization of telenursing. Conclusion: factors associated with clinical nurses readiness in utilization of telenursing were core readiness, operations readiness, and engagement readiness. | |
| 36071 | 38823 | E1A016043 | CERAI GUGAT KARENA PERSELISIHAN DAN PERTENGKARAN DALAM RUMAH TANGGA (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Kota Tasikmalaya Nomor 886/Pdt.G/2020/PA.Tmk) | CERAI GUGAT KARENA PERSELISIHAN DAN PERTENGKARAN DALAM RUMAH TANGGA (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Kota Tasikmalaya Nomor 886/Pdt.G/2020/PA.Tmk) Oleh: Fikri Taufik Abdurahman E1A016043 ABSTRAK Perkawinan di Indonesia diatur dalam Undang-Undang No 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Jo Peraturan Pemerintah No 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang No 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan serta bagi orang yang beragama Islam berlaku Intruksi Presiden No 1 Tahun 1991 Tentang Kompilasi Hukum Islam (KHI). Perceraian merupakan salah satu bentuk dari putusnya perkawinan, sebagaimana yang dinyatakan dalam Pasal 38 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Perselisihan digunakan sebagai alasan perceraian karena hukum tidak mencari sumber perselisihan, cukup ada bukti dikuatkan oleh keterangan saksi. Sehingga secara yuridis jika percekcokan terbukti, maka Pengadilan mempunyai alasan hukum untuk mengabulkan gugatan tanpa mempersoalkan siapa penyebab timbulnya percekcokan Salah satu dalam perkara yang diputus di Pengadilan Agama Kota Tasikmalaya Nomor 886/Pdt.G/2020/PA.Tmk Rumusan masalah pada penelitian ini bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan perkara Cerai Gugat dalam Rumah Tangga. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analisis, teknik pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi, data yang terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan analisis normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertimbangan hukum Hakim dalam mengabulkan Putusan Pengadilan Agama Kota Tasikmalaya Nomor 886/Pdt.G/2020/PA.Tmk mendasarkan ketentuan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo. Pasal 19 huruf f Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf f Kompilasi Hukum Islam yaitu bahwa antara suami dan isteri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup lagi dalam rumah tangga menurut peneliti mengesampingkan aturan mengenai kekerasan yang diatur dalam Pasal 5 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Kata Kunci : Perselisihan, Pertengkaran, Perceraian, Cerai Gugat Karena Perselisihan dan Pertengkaran Dalam Rumah Tangga | DIVORCE SUIT DUE TO DISPUTE AND QUARRY IN THE HOUSEHOLD (Juridical Review of Tasikmalaya City Religious Court Decision Number 886/Pdt.G/2020/PA.Tmk) by: Fikri Taufik Abdurahman E1A016043 ABSTRACT Marriage in Indonesia is governed by Law No. 1 of 1974 Concerning Marriage and Government Regulation No. 9 of 1975 Concerning the Implementation of Law No. 1 of 1974 Concerning Marriage. For Muslim people, Presidential Instruction No. 1 of 1991 Concerning the Compilation of Islamic Law also applies (KHI). Article 38 of Law Number 1 of 1974 Concerning Marriage says that divorce is a way to end a marriage. Disputes are used as reasons to get a divorce because the law does not look for the source of the disagreement, and there is enough evidence that can be backed up by witness testimony. So that if the dispute can be proven, the Court has legal reasons to let the lawsuit go forward without asking who initiated the dispute. One of the cases was decided by the Tasikmalaya City Religious Court No. 886/Pdt.G/2020/PA.Tmk. The problem this research attempts to address is how the judge thinks about the law when deciding to grant a divorce. The approach method used in this study is normative juridical, prescriptive research specification analysis, and library research data collection with an inventory. The collected data is shown through the narrative text and normative qualitative analysis. The study's findings reveal the judge's legal considerations in granting Tasikmalaya City Religious Court Decision Number 886/Pdt.G/2020/PA.Tmk based on the provisions of Article 39 paragraph (2) Law Number 1 of 1974 no. Article 19 letter f of Government Regulation Number 9 of 1975 no. Article 116, letter f of the Compendium of Islamic Law, states that even if Article 5 of Law No. 23 of 2004 on the Elimination of Domestic Violence is ignored, there is no possibility of reuniting with the family because there are regular disagreements and fighting between the husband and wife. Keywords: Disputes, Quarrel, Divorce, Divorce Due to Domestic Disputes and Fights | |
| 36072 | 44062 | C1C020066 | Analisis Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Opini Audit Going Concern | Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh variabel financial distress, debt default, dan reputasi kantor akuntan publik terhadap penerimaan opini audit going concern dengan covid-19 sebagai variabel kontrol pada perusahaan BUMN listed BEI. Menggunakan metode purposive sampling, populasi dan sampel pada penelitian ini berjumlah sama yaitu 27 perusahaan selama 5 tahun sehingga total sampel adalah 135. Metode purposive sampling menghasilkan sampel yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Data pada penelitian ini dianalisis dengan regresi logistik menggunakan software SPSS 29. Hasil penelitian menunjjukan bahwa: 1) financial distress berpengaruh positif terhadap penerimaan opini audit going concern; 2) debt default tidak berpengaruh terhadap penerimaan opini audit going concern; dan 3) reputasi kantor akuntan publik tidak berpengaruh terhadap penerimaan opini audit going concern. Implikasi dari penelitian ini adalah perusahaan yang memperoleh nilai financial distress rendah diharapkan melakukan evaluasi terkait akun yang dapat mempengaruhi terjadinya financial distress sehingga kemungkinan penerimaan opini audit going concern dapat berkurang. Sebagai tambahan, upaya evaluasi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab manajemen (agen) kepada para investor perusahaan (principal). | This study aims to test and analyze the effect of financial distress, debt default, and public accounting firm reputation variables on going concern audit opinion acceptance with covid- 19 as a control variable in BUMN companies listed on the IDX. Using purposive sampling method, the population and sample in this study amounted to the same, namely 27 companies for 5 years so that the total sample was 135. The purposive sampling method produces a sample that matches the predetermined criteria. The data in this study were analyzed by logistic regression using SPSS 29 software. The results showed that: 1) financial distress has a positive effect on going concern audit opinion acceptance; 2) debt default has no effect on going concern audit opinion acceptance; and 3) public accounting firm reputation has no effect on going concern audit opinion acceptance. The implication of this research is that companies that get low financial distress scores are expected to evaluate accounts that can affect the occurrence of financial distress so that the possibility of receiving going concern audit opinion can be reduced. In addition, the evaluation effort is a form of management responsibility (agent) to the company's investors (principal). | |
| 36073 | 44668 | F1D020037 | ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN INDIKASI INTERVENSI JOKO WIDODO DALAM PILPRES 2024 PADA PERBANDINGAN MEDIA MASSA TEMPO.COM DAN THEJAKARTAPOST.COM | Artikel ini membahas mengenai analisis framing terhadap penggunaan bahasa dan kutipan pada pemberitaan indikasi intervensi Joko Widodo dalam pilpres 2024. Tujuan dari penulisan ini untuk memberikan gambaran konstruksi yang dilakukan media massa dalam membentuk realitas indikasi campur tangan Joko Widodo pada pilpres 2024. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Hasil dari penelitian menunjukkan konteks pendekatan yang berbeda antara Tempo.com dan TheJakartaPost.com dalam menyajikan pemberitaan terkait indikasi intervensi Joko Widodo. Perbedaan ini tercermin dari perspektif penyampaian berita dari Tempo.com yang cenderung mengkritisi keterkaitan netralitas Presiden dengan kelembagaan negara, sedangkan TheJakartaPost.com menyoroti potensi konflik yang terjadi antara Joko Widodo dan partai pengusungnya PDIP. | This article is discusses framing analysis of the use of language and quotations on a news related to indications of Joko Widodo’s intervention in the 2024 presidential election. The purpose of this article is to provide an overview of the construction carried out by the mass media in forming the reality of indications of Joko Widodo’s intervention in the 2024 presidential election. The research method used qualitative with a framing analysis approach by Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. The result of the research show the context of different approaches between Tempo.com dan TheJakartaPost.com in presenting news related to indications of Joko Widodo’s intervention. This difference is reflected in the news delivery perspective of Tempo.com, which tends to criticize the neutrality of the President’s connection with state institutions, while TheJakartaPost.com highlights the potential conflicts between Joko Widodo and PDIP as his supporting party. | |
| 36074 | 44858 | C1A020042 | DETERMINAN KUNJUNGAN WISATAWAN OBJEK WISATA (STUDI KASUS: MENARA PANDANG TERATAI) | Saat pendemi Covid – 19 mulai menurun, Pemerintah Kabupaten Banyumas melakukan pemulihan sektor pariwisata, salah satunya dengan membangun objek wisata baru yaitu Menara Pandang Teratai sebagai ikon baru di Kota Purwokerto yang dibangun tahun 2021. Akan tetapi, jumlah wisatawan yang mengunjungi Menara Pandang Teratai cenderung menurun setelah diresmikan. Maka dari itu, penelitian ini meneliti beberapa faktor yang diduga memengaruhi kunjungan wisatawan di Menara Pandang Teratai yang didasari oleh faktor permintaan. Faktor – faktor tersebut antara lain pendapatan, harga, fasilitas, usia, jarak, dan jenis kelamin. Selain itu, penelitian ini juga meneliti tentang faktor yang paling berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan di Menara Pandang Teratai. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan Menara Pandang Teratai dengan jumlah sampel yang diambil yaitu 100 responden menggunakan metode pengambilan sampel teknik incidental sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dan analisis elastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) fasilitas, jarak, dan jenis kelamin berpengaruh positif terhadap kunjungan wisatawan, (2) pendapatan, harga, dan usia berpengaruh negatif terhadap kunjungan wisatawan, (3) pendapatan, harga, dan fasilitas berpengaruh signifikan terhadap kunjungan wisatawan, (4) usia, jarak, dan jenis kelamin berpengaruh tidak signifikan terhadap kunjungan wisatawan, (5) pendapatan merupakan faktor yang paling berpengaruh signifikan terhadap kunjungan wisatawan. Implikasi dari penelitian ini antara lain menawarkan hal yang berbeda dari objek wisata lainnya supaya dapat bersaing. Harga tiket penetapannya harus diperhatikan, yang dapat dilakukan yaitu mengadakan promo diskon secara berkala pada hari – hari tertentu atau paket bundling untuk wisatawan berkunjung. Hal tersebut dapat didukung dengan menambah serta meningkatkan fasilitas umum yang tersedia seperti toilet, tempat duduk, pusat informasi, pencahayaan, dan taman bermain anak – anak. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Menara Pandang Teratai. | When the Covid - 19 pandemic began to decline, the Banyumas Regency Government recovered the tourism sector, one of which was by building a new tourist attraction, namely Menara Pandang Teratai as a new icon in Purwokerto City which was built in 2021. However, the number of tourists visiting the Lotus View Tower tends to decrease after it was inaugurated. Therefore, this study examines several factors that are thought to influence tourist visits at Menara Pandang Teratai based on demand factors. These factors include income, price, facilities, age, distance, and gender. In addition, this study also examines the factors that have the most influence on tourist visits at Menara Pandang Teratai. This research is included in quantitative research. The population in this study were tourists of Menara Pandang Teratai with the number of samples taken, namely 100 respondents using the incidental sampling technique sampling method. Data analysis was conducted using multiple linear regression analysis and elasticity analysis. The results showed that: (1) facilities, distance, and gender have a positive effect on tourist visits, (2) income, price, and age have a negative effect on tourist visits, (3) income, price, and facilities have a significant effect on tourist visits, (4) age, distance, and gender have an insignificant effect on tourist visits, (5) income is the factor that has the most significant effect on tourist visits. The implications of this research include offering different things from other attractions in order to compete. The ticket price must be considered, which can be done by holding regular discount promos on certain days or bundling packages for visiting tourists. This can be supported by adding and improving available public facilities such as toilets, seating, information centers, lighting, and children's playgrounds. This effort is expected to increase tourist visits to Menara Pandang Teratai. | |
| 36075 | 39109 | E1A019212 | Kebijakan Perlindungan Hukum Korban Tindak Pidana Kekerasan Seksual (Tinjauan Yuridis Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual) | Peningkatan kasus kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia mendorong dibentuknya Undang-Undang Nomor 12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual untuk melakukan pencegahan, pelindungan, serta pemenuhan rasa keadilan terhadap hak-hak korban. Permasalahan dalam penelitian ini adalah, bagaimana pengaturan khusus tindak pidana kekerasan seksual dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan bagaimana kebijakan perlindungan hukum korban tindak pidana kekerasan seksual dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dengan metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Data yang diperoleh akan disajikan dalam bentuk naratif dan ditulis secara sistematis dengan analisis data yang digunakan yaitu normatif kualitatif. Berdasarkan pada hasil penelitian dan pembahasan, Pengaturan khusus Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dapat diklasifikan dari definisi kekerasan seksual, jenis-jenis tindak pidana kekerasan seksual, pengaturan alat bukti pada proses pemeriksaan perkara tindak pidana kekerasan seksual, hak-hak korban kekerasan seksual, serta sanksi pidana yang dijatuhkan bagi pelaku tindak pidana kekerasan seksual, dimana hak-hak korbannya meliputi hak atas pendampingan pada semua tingkat pemeriksaan, hak atas restitusi dan kompensasi, hak pelindungan sementara, hak untuk tidak hadir dalam persidangan, hak atas penanganan, hak atas perlindungan, hak atas pemulihan, serta hak yang bagi keluarga korban tindak pidana kekerasan seksual. Namun, ketentuan dalam undang-undang tersebut belum dapat dikatakan aplikatif (applicable) dikarenakan masih belum terdapat pengaturan pelaksanaan prosedur pengawasan dan pemantauan korban secara berkelanjutan serta masih terdapat kerancuan pada rumusan pasal pemberian restitusi. | The increase in cases of sexual violence that occur in Indonesia has encouraged the establishment of Law Number 12 of 2022 concerning the Crime of Sexual Violence to prevent, protect, and fulfill a sense of justice for the rights of the victims. The problem in this research are, what are the special regulations for the crime of sexual violence in Law Number 12 of 2022 concerning the Crime of Sexual Violence and how is the legal protection policy for victims of sexual violence crimes in Law Number 12 of 2022 concerning Sexual Violence Crimes. This research uses a normative juridical approach with analytical descriptive research specifications. The data source used was secondary data with data collection methods using literature studies. The data that has been collected will be presented in narrative form and written systematically and will be analyzed by qualitative normative methods. Based on the results of research and discussion, special regulations in Law Number 12 of 2022 concerning the Crime of Sexual Violence can be classified through the definition of sexual violence, types of sexual violence crimes, regulation of evidence in the process of examining cases of sexual violence crimes, the rights of victims of sexual violence, as well as criminal sanctions imposed on perpetrators of sexual violence crimes, where the rights of victims include the right to be accompanied at all levels of examination, the right to restitution and compensation, the right to temporary protection, the right not to attend the trial, the right to treatment, the right to protection, the right to recovery, and the right for the families of victims of sexual violence crimes. However, the provisions in the law are not yet applicable because there are still no regulations for the implementation of supervision and monitoring of victims on an ongoing basis and there is still confusion in the formulation of the article governing the granting of restitution. | |
| 36076 | 39120 | I1J019010 | The Description of Parenting Aspects and Parenting Stress of Children with Intellectual Disabilities in Banyumas Regency | Latar belakang: Anak dengan disabilitas intelektual mengalami masalah perilaku dan keterbatasan berpikir (IQ < 70). Orang dengan disabilitas intelektual di Indonesia sebanyak 7,7 juta (2,75%). Karakteristik anak dengan disabilitas intelektual dapat memicu terjadinya stres pengasuhan yang dipengaruhi oleh aspekaspek pengasuhan. Adapun faktor yang dapat memicu stres pengasuhan antara lain adalah umur, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, penghasilan, dukungan keluarga, dan tipe disabilitas intelektual anak. Tujuan: Mengetahui gambaran aspek-aspek pengasuhan dan stres pengasuhan pada anak disabilitas intelektual di Kabupaten Banyumas. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Totalsampel sebanyak 88 orang tua yang diambil dengan teknik total sampling dan pengambilan data menggunakan kuisioner. Hasil: Stres pengasuhan dengan anak disabilitas intelektual rendah yaitu sebesar 93,2%. Demikian juga mayoritas aspek pengasuhan orang tua dengan anak disabilitas intelektual menunjukkan pengasuhan yang positif. Hal ini di dukung oleh karakteristik responden dengan rata-rata usia orang tua 41,67 tahun, ada dukungan keluarga 98,9%, pekerjaan sebagai buruh 34,1%, penghasilan ≤ UMK 70,5%, pendidikan SMA 34,1%. Kesimpulan: Mayoritas orang tua dengan anak disabilitas intelektual menggunakan aspek pengasuhan yang positif, hal ini di dukung dengan mayoritas orang tua memiliki hasil stres pengasuhan rendah. | Background: Children with intellectual disabilities experience behavioral problems and limited thinking (IQ < 70). There are 7.7 million (2.75%) people with intellectual disabilities in Indonesia. The characteristics of children with intellectual disabilities can trigger parenting stress influenced by parenting aspects. Factors that can trigger parenting stress include age, gender, occupation, education, income, family support, and the type of child's intellectual disability. Objective: Find the description of parenting aspects and stress on children with intellectual disabilities in the Banyumas Regency. Methodology: This research is descriptive. A total sample of 88 parents was taken by total sampling technique and data collection using a questionnaire. Result: Parenting stress with children with intellectual disabilities is low at 93.2%. Likewise, most parenting aspects of children with intellectual disabilities show positive parenting, this is supported by the characteristics of respondents with an average age of parents 41.67 years, and there is family support 98.9%, work as a labor 34.1%, income ≤ UMK 70.5%, and high school education 34.1%. Conclusion: Most parents with children with intellectual disabilities use positive parenting aspects, this is supported by the majority of parents having low parenting stress results. | |
| 36077 | 39121 | A1D016164 | PENGARUH DOSIS DAN FREKUENSI PEMBERIAN BAHAN ORGANIK CAIR URINE KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis, frekuensi pemberian dan kombinasi dosis dan frekuensi pemberian BOC urine kelinci yang baik dalam pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2020 sampai Februari 2021 di screen house Desa Melung, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian menggunakan percobaan polibag di screen house dengan perlakuan faktorial 3 x 3 ditambah kontrol. Rancangan penelitian yang digunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap yang menghasilkan 9 perlakuan faktorial dan kontrol, diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 30 unit percobaan. Faktor pertama yaitu dosis BOC urine kelinci yang terdiri dari 3 taraf; 150, 300, dan 450 ml/tanaman. Faktor kedua yaitu frekuensi pemberian yang terdiri dari 3 taraf; 1 kali pemberian (5 hst), 3 kali pemberian (5, 10, dan 15 hst), dan 5 kali pemberian (5, 10, 15, 20 dan 25 hst). Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot akar segar, bobot akar kering, bobot tajuk segar dan indeks sampah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F, apabila terdapat keragaman dilanjutkan Uji Dunnet taraf kepercayaan 95%. Dosis 300 ml/tanaman BOC urine kelinci berngaruh terhadap pertumbuhan bayam merah yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering. Selain itu berpengaruh terhadap hasil bayam merah yaitu variabel bobot tajuk segar. Frekuensi 5 kali pemberian BOC urine kelinci berpengaruh terhadap hasil bayam merah dilihat pada variabel bobot tajuk segar. Didapatkan kombinasi yang baik antara dosis 300 ml/tanaman dan frekuensi 5 kali pemberian BOC urine kelinci terhadap pertumbuhan bayam merah yaitu variabel luas daun dan bobot tajuk segar. | This research aims to know the influence of dosage, frequency application, and combination of dosage and frequency application of giving good rabbit's urine LOM on the growth and yield of red spinach plants. The research was conducted in Desember 2020 to Februari 2021 at the Screen house in Melung Village, Kedung Banteng District, Banyumas Regency and the Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. Research used was a polybag experiment in a screen house with 3 x 3 factorial treatment plus control. The experimental design used was Completely Randomized Block Design with 9 factorial and control treatments, repeated 3 times, so that there were 30 experimental units. The first factor was the dosage of rabbit urine LOM which consisted of 3 levels; 150, 300, and 450 ml/plant. The second factor was the frequency of fertilization time which consisted of 3 levels; 1x application (5dap), 3x application (5, 10, and 15 dap), and 5x application (5, 10, 15, 20 and 25 dap). Observation variables included plant height, number of leaves, leaf area, fresh plant weight, dry plant weight, fresh root weight, dry root weight, fresh crown weight and waste index. The data obtained were analyzed using the F test. And then Dunnett test with 95% confidence level. The dosage of 300 ml/plant of LOM rabbit urine had an effect on the growth of red spinach seen in the variables of plant height, number of leaves, leaf area, fresh plant weight, and dry plant weight,. In addition, the effect on the yield of red spinach was seen in the fresh crown weight variable. The frequency of 5 times applications of rabbit urine LOM had an effect on the yield of red spinach seen in the fresh crown weight variable. A good combination was obtained between a dosage of 300 ml/plant and a frequency of 5x applications of LOM rabbit urine on the growth of red spinach seen in the variable leaf area and fresh crown weight. | |
| 36078 | 39133 | F1C017068 | Kritik Sosial Dalam Serial Netflix Sex Education Musim Pertama (Analisis Semiotika Roland Barthes) | Penelitian ini membahas tentang bagaimana sebuah serial film Netflix yang berjudul Sex Education Musim Pertama dan kaitannya dengan kritik sosial di tiap adegannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui penggambaran kritik sosial dalam serial Netflix Sex Education musim pertama. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan model penelitian semiotika dan paradigma teori kritis. Objek penelitian ini adalah adegan di serial Netflix Sex Education Musim Pertama. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa serial Netflix Sex Education Musim Pertama dan data sekunder berupa buku-buku dan jurnal-jurnal yang bisa dijadikan sebagai referensi penelitian semiotika. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan datanya adalah studi analitis teks dan studi kepustakaan. Teks yang dipilih adalah masing-masing tiga episode dari delapan episode. Metode analisis datanya menggunakan metode semiotika Roland Barthes. Pengembangan validitas data dalam penelitian ini adalah teknik sembilan formula. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Serial Netflix Sex Education Musim Pertama merupakan salah satu teks dengan tanda dalam komunikasi dan juga mengandung kritik sosial di dalamnya. Beberapa kritik sosial antara lain perihal perundungan yang ada di sekolah, diskriminasi ras, kekerasan gender, masalah seksual di kalangan remaja, kenakalan remaja, dan konflik antara remaja dengan orang tua. | This research discusses how a Netflix film series entitled Sex Education Season One and its relation to social criticism in each scene. The purpose of this study is to find out the depiction of social criticism in the first season of the Netflix series Sex Education. The research method used in this research is a qualitative method using a semiotic research model and a critical theory paradigm. The object of this research is a scene in the Netflix series Sex Education Season One. The type of data used in this research is primary data in the form of the Netflix series Sex Education Season One and secondary data in the form of books and journals that can be used as a reference for semiotics research. The technique used for data collection is text analytical study and literature study. The selected subtitles are each of three of the eight episodes. The data analysis method uses Roland Barthes' semiotic method. The development of data validity in this study is a technique of nine formulas. The results of the study explain that the Netflix Series Sex Education Season One is one of the texts with signs in communication and also contains social criticism in it. Some of the social criticisms include bullying in schools, racial discrimination, gender violence, sexual problems among adolescents, juvenile delinquency, and conflicts between adolescents and their parents. | |
| 36079 | 39146 | G1B016038 | Hubungan Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Kualitas Hidup terkait Kesehatan Gigi dan Mulut Lansia di Panti Wreda Kabupaten Pemalang | Latar belakang. Penurunan fisik, psikologis, dan mental pada lansia di Panti Wreda Kabupaten Pemalang akan mempengaruhi perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Sulit beradaptasi, kehilangan kontrol dan identitas diri dapat mempercepat penurunan perilaku tersebut. Perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut yang kurang baik dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut seperti karies, kehilangan gigi, dan penyakit periodontal. Hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas hidup lansia terkait kesehatan gigi dan mulut. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut lansia di Panti Wreda Kabupaten Pemalang. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional study. Sampel penelitian ini berjumlah 74 orang yang dipilih dengan simple random sampling pada lansia dengan usia 55-70 tahun dan tidak memiliki penyakit sistemik. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner perilaku pemeliharaan kesehatan Gigi dan Mulut dan Geriatric Oral Health Assesment Index (GOHAI). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dilanjutkan dengan uji koefisien kontingensi. Hasil dan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,000), dan tindakan (p=0,003) pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut lansia di Panti Wreda Kabupaten Pemalang. Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut lansia di Panti Wreda Kabupaten Pemalang. | Background. The physical, psychological and and mental decline of the elderly at the Nursing Home in Pemalang District will affect oral health maintenance behavior. Difficulty adapting, losing control and self- identity can accelerate the decline of this behavior. Bad oral health maintenance behavior can cause various oral health problems such as caries, tooth loss, and periodontal disease. These things can affect oral health- related quality of life of the elderly. Purpose. The purpose of this research was to determine the relationship between oral health maintenance behavior with oral health-related quality of life of the elderly at the Nursing Home in Pemalang District. Methods. It is an analytic observational research with cross sectional study design. The sample of this study was 74 people who were selected by simple random sampling with the criteria of elderly aged 55-70 years old and did not have systemic diseases. The research instruments used a oral health maintenance behavior questionnaire and the Geriatric Oral Health Assessment Index (GOHAI) questionnaire. Result and conclusion. The results showed that there was a correlation between knowledge (p=0,000), attitude (p=0,000), and action (p=0,003) maintenance of oral health with oral health-related quality of life of the elderly at the Nursing Home in Pemalang District. The conclusion of this study, there is a relationshop between oral health maintenance behavior with oral health-related quality of life of the elderly at the Nursing Home in Pemalang District. | |
| 36080 | 39148 | G1B015025 | PERBANDINGAN PENGARUH PERENDAMAN KAWAT NIKEL TITANIUM (NiTi) DALAM OBAT KUMUR CHLORHEXIDINE 0,2% DAN NATRIUM FLOURIDE 0,05% TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN | Salah satu metode yang paling umum digunakan untuk menggerakkan gigi pada perawatan ortodonti yaitu metode mekanika peluncuran. Kondisi permukaan kawat ortodonsi merupakan suatu hal yang penting karena berpengaruh terhadap karakteristik mekanis dan potensi korosi kawat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui perbandingan pengaruh perendaman kawat nike titaniu dalam obat kumur chlorhexidine 0,2% dan natrium fluoride 0,05% terhadap kekasaran permukaan. Jenis penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan post test only control group design. Objek penelitian adalah 120 potong kawat nikel titanium (NiTi) rectangular 0,017 x 0,025 inci, dibagi menjadi 12 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 10 potong kawat. Masing-masing kelompok perlakuan dan kontrol direndam selama 5, 6, 7, dan 8 hari. Pengamatan dengan Scanning Electron Microscope (SEM) dilakukan terhadap 1 sampel setiap kelompok. Kekasaran permukaan diukur dengan alat surface roughness tester. Data dianalisis dengan menggunakan One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekasaran permukaan antara kawat NiTi yang direndam dalam masing-masing kelompok perlakuan dan kontrol dalam beberapa hari menunjukkan tidak berbeda (p>0,05), sedangkan hasil penelitian kekasaran permukaan kawat NiTi berdasarkan jenis obat kumur yang diberikan memiliki perbedaan yang bermakna (p<0,05). Kesimpulannya kekasaran permukaan kawat NiTi yang direndam dalam obat kumur chlorhexidine 0,2% lebih besar daripada natrium fluoride 0,05% dikarenakan kekasaran permukaan lebih banyak karena kondisi asam lebih besar. | One of the most commonly used methods to move teeth in orthodontic treatment is to use sliding mechanics. The condition of the orthodontic wire surface is important because it affects the mechanical characteristic and corrosion potential of the wire. This study aims to determine the comparison of the effect of immersion in NiTi wire in a chlorhexidine 0.2% and natrium fluoride 0.05% mouthwashes on the surface roughness. This type of experimental laboratory research with post test only control group design. The object of research is 120 pieces of nikel titanium rectangular 0.017 x 0.025 inches, divided into 12 groups, each group consisting of 10 pieces of wire. Each treatment and control group was immersed for 5, 6, 7, and 8 days. Observations by Scanning Electron Microscope (SEM) were carried out on 1 sample per group. Surface roughness is measured by surface roughness tester. Data were analyzed using One Way Anova. The results showed that the surface roughness between nikel titanium wire immersed in each treatment and control group within a few days showed no difference (p> 0.05), while the results of nikel titanium wire friction based on the type of mouthwash were given have a significant difference (p <0.05). In conclusion, the friction force of nikel titanium wire immersed in chlorhexidine mouthwash is 0.2% greater than 0.05% sodium fluoride due to more surface roughness due to greater acidic conditions. |