Artikelilmiahs
Menampilkan 36.081-36.100 dari 49.834 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 36081 | 39123 | F1C017050 | REPRESENTASI NILAI FANATISME SUPORTER SEPAKBOLA DALAM FILM NETFLIX “ULTRAS” | Penelitian ini membahas tentang representasi nilai fanatisme suporter sepakbola dalam film Netflix “Ultras. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan representasi nilai fanatisme suporter sepakbola dalam film Netflix “Ultras”. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dengan cara mengamati secara langsung film Netflix “Ultras” dengan memfokuskan pengamatan pada konstruksi atau tanda-tanda yang menunjukkan nilai kekeluargaan, dokumentasi dengan mengkaji dan mengolah data dari dokumen-dokumen yang sudah ada sebelumnya dan mendukung data penelitian, dan studi pustaka untuk mengumpulkan data lebih lanjut mengenai makna yang ada di film Netflix “Ultras”. Untuk teknik pemilihan teks yang digunakan adalah delapan adegan yang dirasa cukup untuk menggambarkan fanatisme di film Netflix “Ultras”. Penelitian ini menggunakan metode analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengembangan validitas data yang digunakan adalah teknik triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah melalui tiga tahap pemaknaan oleh Roland Barthes, ternyata memang ditemukan beberapa representasi nilai-nilai fanatisme dalam film Ultras. Mulai dari bagaimana film ini menunjukkan bahwa ultras merupakan sekelompok orang yang kurang rasional dengan bukti tidak memedulikan berbagai akibat yang timbul. Padahal akibat dari menjadi anggota ultras dapat berujung kepada kriminalitas, kekerasan, dan bahkan korban jiwa. | This study discusses the representation of the fanatical values of football fans in the Netflix film “Ultras”. The purpose of this study is to find out and describe the representation of the fanaticism values of football fans in the Netflix film "Ultras". The method used is descriptive qualitative method with a constructivist paradigm. The data collection technique used is observation by directly observing the Netflix film "Ultras" by focusing on observations on constructions or signs indicating family values, documentation by studying and processing data from pre-existing documents and supporting research data, and literature study to collect further data regarding the meaning in the Netflix film “Ultras”. The text selection technique used is eight scenes which are considered sufficient to describe fanaticism in the Netflix film "Ultras". This study uses data analysis methods, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The development of data validity used is a data source triangulation technique. The results of the study show that after going through three stages of meaning by Roland Barthes, it turns out that there are indeed some representations of the values of fanaticism in the film Ultras. Starting from how this film shows that ultras are a group of people who are irrational with evidence that they don't care about the various consequences that arise. In fact, the consequences of being a member of ultras can lead to crime, violence, and even death. | |
| 36082 | 39124 | E1A019093 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN DAGING AYAM MENGANDUNG FORMALIN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi Putusan Nomor 1087/Pid.Sus/2022/PN Tng) | Masyarakat Indonesia gemar mengonsumsi daging ayam sebagai salah satu sumber protein yang bernilai tinggi, memiliki harga yang relatif murah, serta mudah untuk didapatkan. Keadaan tersebut dimanfaatkan oleh pelaku usaha dengan menjual daging ayam menggunakan bahan kimia formalin sebagai bahan tambahan pangan yang dilarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap konsumen daging ayam mengandung formalin dalam Putusan Nomor 1087/Pid.Sus/2022/PN Tng ditinjau dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan ialah data primer dan data sekunder yang dilakukan dengan studi kepustakaan. Data disajikan dalam bentuk uraian logis, sistematis, dan rasional kemudian dianalisis secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, konsumen telah mendapatkan perlindungan hukum atas dasar Pasal 136 huruf b Jo Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan. Putusan hakim telah memberikan perlindungan hukum terhadap konsumen daging ayam mengandung formalin atas hak konsumen yang terdapat dalam Pasal 4 huruf a dan c Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Terhadap pelaku usaha dibebankan pertanggungjawaban pidana yang harus dipenuhi akibat pelanggaran yang telah dilakukan. | Indonesian people like to consume chicken meat as a high-value source of protein, which has a relatively low price and easy to obtain. In this situation, sellers take advantage by selling chicken meat using the chemical formaldehyde as a prohibited food additive. This research aims to determine legal protection for consumers of chicken meat containing formaldehyde in Decision Number 1087/Pid.Sus/2022/PN Tng in terms of Law Number 8 Year 1999 concerning Consumer Protection. This research uses a normative juridical approach with analytical descriptive research specifications. Sources of data used are primary data and secondary data which is carried out by means of literature studies. The data presented in the form of logical, systematic, and rational descriptions then analyzed with qualitative-normative. Based on the results of research and study, consumers have received legal protection under Article 136 letter b Jo Article 75 paragraph (1) of Law Number 18 of 2012 concerning Food. The judge's decision has provided legal protection for consumers of chicken meat containing formaldehyde for consumer rights contained in Article 4 letters a and c Law Number 8 Year 1999 concerning Consumer Protection. Criminal liability is imposed on sellers that must be fulfilled due to violations that have been committed. | |
| 36083 | 39125 | K1C018023 | Simulasi Kuantum Berbasis Density Functional Theory pada Interaksi Antara Molekul Oksigen dengan Permukaan Mo-Bare pada Katalis NiMoS2 | Hydrodeoxygenation (HDO) adalah proses untuk menghilanngkan kadar oksigen dari bio-oil agar menjadi biofuel dengan kualitas yang tinggi. Proses HDO akan lebih efisien jika dibantu dengan katalis. Saat ini telah banyak dikembangkan katalis logam transisi dichalcogenide. Penelitian ini merupakan studi awal untuk memahami reaksi yang terjadi pada permukaan katalis NiMoS2 bagian sisi Mo-Bare dengan molekul oksigen (O2) di udara terbuka dengan tujuan untuk mengetahui mekanisme interaksi antara molekul oksigen dengan katalis tersebut. Dengan menggunakan perhitungan density functional theory (DFT) menggunakan perangkat lunak VASP dan fungsional korelasi PW91 untuk menentukan optimasi struktur, energi adsorpsi sistem. Geometri adsorpsi molekul yang paling stabil ditunjukkan dengan konfigurasi molekul oksigen menempel dengan satu atom oksigen ke atom Mo dengan energi adsorpsi sebesar -2,48 eV. Proses pemutusan molekul oksigen dianalisa menggunakan metode Nudged Elastic Band (NEB) menunjukkan bahwa interaksi oksigen dengan permukaan Mo-Bare tidak akan terjadi proses adsorpsi disosiasi dikarenakan membutuhkan energi aktivasi sebesar 3,07 eV. Kemudian dibuktikan kembali dengan perhitungan optimasi menggunakan fungsional korelasi PBE dan frekuensi vibrasi diketahui bahwa interaksi antar molekul oksigen dengan Mo-Bare merupakan pemutusan yang spontan tanpa harus melewati energi aktivasi. | Hydrodeoxygenation (HDO) is a process to reduce the oxygen content of bio-oil to become a biofuel with high quality. The HDO process will be more efficient if assisted by a catalyst. Today there have been many developed dichalcogenide transition metal catalysts. This research is a preliminary study to understand the reactions that occur on the surface of the NiMoS2 catalyst on the Mo-Bare side with oxygen molecules (O2) in the open air with the aim of determining the mechanism of interaction between oxygen molecules and the catalyst. By using density functional theory (DFT) calculations using VASP software and functional correlation PW91 to determine structural optimization, adsorption energy systems. The most stable molecular adsorption geometry is shown by the configuration of the oxygen molecule attached with one oxygen atom to the Mo atom with an adsorption energy of -2.48 eV. The oxygen molecule termination process analyzed using the Nudged Elastic Band (NEB) method shows that the interaction of oxygen with the surface of Mo-Bare will not occur the process of dissociation adsorption because it requires an activation energy of 3.07 eV. Then it is proven again by optimization calculations using functional correlation of PBE and vibration frequency it is known that the interaction between oxygen molecules with Mo-Bare is a spontaneous disconnection without having to pass through the activation energy. | |
| 36084 | 39126 | C1B019011 | Pengaruh Sexual Harassment Terhadap Job Burnout Dan Turnover Intention Dengan Dukungan Sosial Sebagai Pemoderasi (Studi Pada Sales Promotion Girl Rokok) | Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh sexual harassment terhadap job burnout dan turnover intention dengan dukungan sosial sebagai pemoderasi dengan subjek penelitian adalah sales promotion girl rokok. Responden pada penelitian ini berjumlah sebanyak 113 sales promotion girl rokok yang bekerja di Area Jawa Tengah. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan yaitu: 1) Sexual Harassment memberikan pengaruh positif terhadap job burnout; 2) Sexual Harassment memberikan pengaruh positif terhadap turnover intention; 3) Dukungan sosial terbukti memperlemah sexual harassment terhadap job burnout dan 4) Dukungan sosial tidak terbukti memperlemah sexual harassment terhadap turnover intention pada sales promotion girl rokok. Implikasi manajerial yang dapat diambil dari penelitian ini adalah Perusahaan memiliki peran untuk mencegah dan menangani kasus pelecehan seksual dengan membuat, mengesahkan dan memberikan informasi kepada SPG rokok mengenai kebijakan tentang pelecehan seksual dalam lingkungan kerja. Perusahaan juga harus menanggapi pengaduan dan membuat prosedur penanganan aduan dengan prinsip yang tertutup serta mengambil tindakan perbaikan yang efektif dan wajar apabila terjadi pelecehan seksual. Dengan begitu diharapkan perusahaan dapat meminimalisir terjadinya tindakan sexual harassment yang dapat memberikan dampak burnout dan turnover pada sales promotion girl rokok. Selain itu, perusahaan juga sebaiknya memperhatikan dampak burnout dan turnover yang ditimbulkan dari kasus pelecehan seksual pada sales promotion girl rokok dengan memberikan dukungan berupa materi dan non materi yang dapat memberikan ruang aman bagi sales promotion girl rokok. | This research was conducted with the aim of analyzing the effect of sexual harassment on job burnout and turnover intention with social support as a moderator with the research subject being a cigarette sales promotion girl. Respondents in this study totaled 113 sales promotion girl cigarettes who worked in the Central Java area. Based on the results of the research, it can be concluded that: 1) Sexual Harassment has a positive influence on job burnout; 2) Sexual Harassment has a positive influence on turnover intention; 3) Social support is proven to weaken sexual harassment on job burnout and 4) Social support is not proven to weaken sexual harassment on turnover intention in sales promotion girl cigarettes. The managerial implication that can be drawn from this research is that the company has a role to prevent and handle cases of sexual harassment by making, validating and providing information to SPG cigarettes regarding policies regarding sexual harassment in the work environment. Companies must also respond to complaints and develop procedures for handling complaints with a closed principle and take effective and reasonable remedial action in the event of sexual harassment. In this way, it is hoped that the company can minimize the occurrence of acts of sexual harassment which can impact burnout and turnover on sales promotion girl cigarettes. In addition, companies should also pay attention to the impact of burnout and turnover arising from cases of sexual harassment in smoking sales promotion girls by providing material and non-material support that can provide a safe space for smoking sales promotion girls. | |
| 36085 | 39144 | A1A116047 | Strategi Pemasaran Tepung Mocaf (Studi Kasus di PT. Rumah Mocaf Indonesia Kecamatan Banjarnegara) | Ubi kayu merupakan salah satu tanaman pangan yang menjadi alternatif sumber pemenuhan karbohidrat bagi manusia dan menjadi bahan makanan pokok ketiga masyarakat Indonesia setelah beras dan jagung. Tepung mocaf merupakan tepung yang berasal dari ubi kayu yang dimodifikasi dan dihasilkan melalui proses fermentasi dan dapat dijadikan sebagai pengganti tepung terigu. Salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki potensi ubi kayu untuk dikembangkan yaitu Kabupaten Banjarnegara dan perusahaan tepung mocaf yang berada di Banjarnegara yaitu PT. Rumah Mocaf Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk: 1)mengetahui faktor – faktor internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan bagi PT. Rumah Mocaf, 2)mengetahui faktor – faktor eksternal yang menjadi peluang dan ancaman bagi PT. Rumah Mocaf, dan 3)mengetahui alternatif strategi pemasaran yang tepat untuk diterapkan pada PT. Rumah Mocaf. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus di PT. Rumah Mocaf yang terletak Jl. Mayjend Panjaitan, Kutabanjarnegara, Kecamatan Banjarnegara, Jawa Tengah. Metode yang digunakan untuk pemilihan responden adalah expert sampling (sampling atas dasar keahlian). Analisis data terdiri dari Analisis Matriks Evaluasi Faktor Internal (IFE) dan Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFE), Analisis Matriks Internal-Eksternal (IE), Analisis Matriks Kekuatan, Kelemahan, Peluang, Ancaman (SWOT), dan Matriks Perencanaan Strategi Kuantitatif (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal kekuatan utama usaha tepung mocaf adalah sudah adanya legalitas PIRT, BPOM, MUI, Sertifikat ISO serta Organic Farming Certificate. Kemudian diikuti oleh produk organik, singkong dari petani melimpah dan berkualitas, kontinuitas hasil produk tepung mocaf, serta adanya mesin produksi semi modern yang mendukung. Sedangkan faktor internal kelemahan yaitu belum adanya variasi produk, kendala dalam proses pengeringan karena cuaca, pembuatan tepung mocaf memakan waktu, lokasi untuk memproduksi jauh dengan pusat kota, serta promosi yang belum efektif. Faktor eksternal yang menjadi peluang usaha tepung mocaf adalah pemasaran tepung mocaf yang sudah menyebar melalui reseller atau agen, perkembangan teknologi digital marketing, adanya peralatan yang lebih modern, faktor perubahan gaya hidup masyarakat, dan peluang sebagai substitusi tepung terigu. Sedangkan faktor yang menjadi ancaman pada usaha tepung mocaf adalah tepung terigu yang masih mendominasi di pasar, kompetitor tepung mocaf yang lebih besar, persepsi konsumen terhadap produk mocaf masih rendah, kondisi cuaca atau iklim yang tidak menentu, dan regenerasi petani singkong sulit. Alternatif strategi yang menjadi prioritas yang pertama melakukan pengoptimalan teknologi digital marketing. Kedua, memberi kesadaran kepada masyarakat mengenai keunggulan tepung mocaf. Ketiga yaitu melakukan branding untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat mengenai keunggulan Mocafine. | Cassava is one of the food crops which is an alternative source of carbohydrates for humans and is the third staple food for Indonesian society after rice and maize. Mocaf flour is flour derived from modified cassava and is produced through a fermentation process and can be used as a substitute for wheat flour. One of the districts in Central Java that has the potential for cassava to be developed is Banjarnegara Regency and a mocaf flour company located in Banjarnegara, namely PT. Rumah Mocaf Indonesia. This study aims to: 1) find out the internal factors which are the strengths and weaknesses of PT. Rumah Mocaf, 2) knowing the external factors that become opportunities and threats for PT. Rumah Mocaf, and 3) knowing the right alternative marketing strategies to be applied to PT. Rumah Mocaf. The method used in this research is a case study at PT. Rumah Mocaf which is located Jl. Major General Panjaitan, Kutabanjarnegara, Banjarnegara District, Central Java. The method used for selecting respondents is expert sampling (sampling based on expertise). Data analysis consisted of Internal Factor Evaluation Matrix Analysis (IFE) and External Factor Evaluation Matrix (EFE); Internal-External (IE) Matrix Analysis; Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT) Matrix Analysis; and Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The results showed that the main internal factor for the strength of the mocaf flour business was the legality of PIRT, BPOM, MUI, ISO Certificates and Organic Farming Certificates. Then followed by organic products, abundant and quality cassava from farmers, continuity of mocaf flour products, as well as the existence of semi-modern production machines that support it. While the internal factors of weakness are the absence of product variations, constraints in the drying process due to the weather, making mocaf flour takes time, the location for production is far from the city center, and promotions that have not been effective. External factors that become business opportunities for mocaf flour are marketing of mocaf flour which has spread through resellers or agents, developments in digital marketing technology, the existence of more modern equipment, factors changing people's lifestyles, and opportunities as a substitute for wheat flour. Meanwhile, the factors that pose a threat to the mocaf flour business are wheat flour which still dominates the market, mocaf flour's competitors are larger, consumer perceptions of mocaf products are still low, weather or climate conditions are uncertain, and cassava farmer regeneration is difficult. Alternative strategies that are the first priority to optimize digital marketing technology. Second, giving awareness to the public about the advantages of mocaf flour. The third is doing branding to increase public trust about the advantages of Mocafine. | |
| 36086 | 45572 | I1A018046 | Pengaruh Pemberian Media Audio Visual terhadap Pengetahuan dan Sikap Bahaya Merokok Remaja SMP Negeri di Kota Purwokerto | Latar Belakang: Fenomena merokok pada remaja saat ini masih sering dijumpai. Salah satu upaya untuk mengurangi fenomena tersebut yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan promosi kesehatan. Hasil studi pendahuluan diketahui 7 dari 10 siswa mengetahui rokok tidak baik bagi kesehatan maka peneliti tertarik untuk meneliti masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian media audio visual terhadap pengetahuan dan sikap bahaya merokok pada remaja SMP Negeri di Kota Purwokerto. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment, dengan menggunakan nonequivalent control group design, yaitu membandingkan hasil pretest dan posttest dari dua kelompok, dengan jumlah sample 62 responden di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Purwokerto menggunakan tehnik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Mann-whitney dan T- Test untuk melihat apakah ada pengaruh dari pemberian media audio visual terhadap pengetahuan dan sikap bahaya merokok. Hasil Penelitian: Tidak terdapat perbedaan pengetahuan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol saat pretest (p value=0.250), terdapat perbedaan pengetahuan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol saat posttest (p value =0.025), tidak terdapat perbedaan sikap antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol saat pretest (p value = 0.360), terdapat perbedaan sikap antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol saat posttest (p value = 0.000). Kesimpulan: Promosi kesehatan menggunakan audio visual berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap terkait bahaya merokok pada remaja di SMP Negeri Purwokerto. | Background: The phenomenon of smoking among teenagers today is still often encountered. One effort to reduce this phenomenon that can be done is by providing health promotion. The results of the preliminary study showed that 7 out of 10 students knew that smoking was not good for their health, so researchers were interested in researching this problem. This research aims to find out whether there is an effect of providing audio-visual media on knowledge and attitudes about the dangers of smoking among state junior high school teenagers in Purwokerto City. Research Method: This research is a quasi-experimental research, using a nonequivalent control group design, namely comparing the pretest and posttest results of two groups, with a sample size of 62 respondents at SMP Negeri 1 and SMP Negeri 2 Purwokerto using purposive sampling technique. Data were analyzed using the Mann-Whitney test and T-Test to see whether there was an effect of providing audio-visual media on knowledge and attitudes about the dangers of smoking. Research Results: There was no difference in knowledge between the treatment group and the control group during pretest (p value = 0.250). There was a difference in knowledge between the treatment group and the control group during posttest (p value = 0.025). There was no difference in attitude between the treatment group and the control group during pretest (p value = 0.360). There was a difference in attitude between the treatment group and the control group during posttest (p value = 0.000). Conclusion: Health promotion using audiovisual media has an impact on increasing knowledge and attitudes related to smoking hazards among junior high school students in SMP Negeri in Purwokerto City. | |
| 36087 | 45653 | I1D020031 | HUBUNGAN KEBIASAAN MINUM BERKAFEIN DAN KUALITAS TIDUR DENGAN PREMENSTRUAL SYNDROME PADA MAHASISWI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang : Mahasiswi termasuk salah satu kelompok wanita usia subur yang rentan mengalami masalah menstruasi seperti premenstrual syndrome (PMS). PMS merupakan sekumpulan gejala yang muncul pada wanita usia subur saat 7–10 hari sebelum menstruasi dan menghilang beberapa hari setelah menstruasi. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa PMS dapat disebabkan oleh gaya hidup seperti kebiasaan minum berkafein dan pola tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan minum berkafein dan kualitas tidur dengan PMS pada mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman. Metodologi : Penelitian menggunakan desain cross-sectional pada 113 responden berusia 19–24 tahun dengan teknik stratified sampling. Instrumen yang digunakan adalah FFQ berisi minuman berkafein untuk kebiasaan minum berkafein, PSQI untuk kualitas tidur dan SPAF untuk PMS. Analisis data statistik menggunakan uji Chi-square. Hasil Penelitian: Responden jarang minum berkafein (52%), memiliki kualitas tidur buruk (99%) dan mengalami PMS ringan (85%). Terdapat hubungan antara kebiasaan minum berkafein (p=0,041; p<0,05) dengan PMS. Tidak terdapat hubungan antara kualitas tidur (p=0673; p>0,05) dengan PMS. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara kebiasaan minum berkafein dengan PMS. | Background : Female university students are among the demographic of women of reproductive age who are particularly susceptible to menstrual issues such as premenstrual syndrome (PMS). PMS is a compilation of symptomps that typically emerge 7–10 days before menstruation and subside a few days after menstruation. Previous research suggests that PMS may be influenced by lifestyle factors, including caffeine consumption and sleep patterns. This study aims to explore the correlation between caffeine consumption and sleep quality with PMS among student at Jenderal Soedirman University. Methodology : This study employed a cross-sectional design involving 113 respondents aged 19–24 years, selected through stratified sampling. The instruments used incuded a Food Frequency Questionnaire (FFQ) to assess caffeine consumption habits, the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) to evaluate sleep quality and the Shortened Premenstrual Assessment Form (SPAF) to measure PMS symptoms. Statistical analysis was conducted using Chi-square test. Results : Respondents rarely consume caffeine (52%), have poor sleep quality and experience mild PMS (85%). There was a significant correlation between caffeine consumption habits (p=0,041; p<0,05) and PMS. However, there was no significant correlation was found between sleep quality (p=0,673; p>0,05) and PMS. Conclusion : Caffeine consumption habits are significantly correlated with PMS. | |
| 36088 | 39127 | A1A017082 | PERSEPSI PETANI PEMILIK DAN PENGGARAP TERHADAP ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH DI DESA PANDAK, KECAMATAN BATURRADEN, KABUPATEN BANYUMAS | Alih fungsi lahan sawah merupakan perubahan fungsi dari sebagian atau keseluruhan lahan sawah dari fungsinya semula menjadi fungsi lain yang memberikan dampak negatif terhadap potensi lahan tersebut maupun lingkungan. Alih fungsi lahan sawah yang terjadi di Desa Pandak, Kecamatan Baturraden terjadi di penurunan di tahun 2016 ke tahun 2017 dengan luas sawah yang dialihfungsikan sebesar 20 ha, sawah tersebut dialih fungsikan menjadi lahan perumahan Raffles Residence dan Mannayo Resort. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pendidikan, status kepemilikan lahan, luas kepemilikan lahan, penerimaan atas lahan, jumlah tanggungan keluarga, faktor sosial, dan kondisi lahan terhadap persepsi petani pemilik dan penggarap, serta mengetahui persepsi petani pemilik dan penggarap di Desa Pandak, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 49 orang yang terdiri dari 33 orang petani pemilik dan 16 orang petani penggarap. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dari skala likert. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif, Method of Successive Interval (MSI) untuk mengubah data ordinal menjadi data interval dan analisis regresi linier berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi petani pemilik dan penggarap terhadap alih fungsi lahan sawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani pemilik dan penggarap didominasi berjenis kelamin laki-laki yang termasuk ke dalam usia produktif, dan tergolong ke dalam jenis petani gurem dengan luas lahan kurang dari 0,5 ha. Persepsi petani pemilik dan penggarap cenderung sama, mereka beranggapan bahwa usahatani merupakan pekerjaan yang menguntungkan dan mereka tidak melakukan alih fungsi lahan sawah karena alasan penerimaan atas lahan tidak dapat mencukupi kebutuhan hidup, harga jual lahan tinggi, kekurangan tenaga kerja, atau keputusan untuk menyewakan lahan sawah. Persepsi petani pemilik dan penggarap dipengaruhi oleh tiga faktor antara lain tingkat pendidikan, faktor sosial, dan kondisi lahan. | The conversion of paddy fields is a change in function of part or all of paddy fields from their original functions to other functions that have a negative impact on the potential of the land and the environment. The conversion of paddy fields that occured in Pandak Village, Baturraden District occured in a decline from 2016 to 2017 with an area of 20 ha of converted paddy fields, the paddy fields were converted into residential land for Raffles Residence and Mannayo Resort. The purpose of this research to analyze the effect of education level, land ownership status, land ownership area, revenue of land, number of family dependents, social factors, and land conditions on the perception of farmers and sharecroppers, and knowing the perception of farmers and farm workers in in Pandak Village, Baturraden District, Banyumas Regency. The research method used is a case study. Sampling by purposive sampling method with a total sample of 49 people consisting of 33 owner farmers adan 16 cultivitor farmers. The data used in this research is primary data from the likert scale. The data analysis method used descriptive analysis, the Method of Successive Interval (MSI) to convert ordinal data into interval data and multiple linear regression analysis to find out the factors that influence the perception of farmers and sharecroppers on the conversion of paddy fields. The results of the study show that the owner dan cultivator farmers are dominated by male sex sho are of productive age, and belonged to the smallholder type with a land area of less than 0,5 ha. Perceptions of the owner dan cultivator farmers tend to be the same, they think that farming is a profiteble job and they don’t change the function of paddy fields for reasons that the acceptance of the land cannot meet the necessities of life, the selling price of land is high, labor shortages, or the decision to rend paddy fields. Perceptions of the owner dan cultivator farmers are influenced by three factors including the level of education, social factors, and the condition of the land. | |
| 36089 | 44063 | A1D020087 | Kajian Pertumbuhan dan Fisiologi Bibit Aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr) Pada Pemberian Biochar dan Pupuk N-P-K | Penelitian ini dilaksanakan di experimental farm Fakultas Pertanian dan analisis tanaman di laboratorium agronomi dan holikultura Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Karangwangkal, Purwokerto Utara yang memiliki ketinggian tempat yaitu 210–245 mdpl. Penelitian ini dilaksanakan bulan Juli sampai dengan Desember 2023. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan split plot dengan dua faktor. Faktor pertama adalah biochar yang terdiri dari B0 = 0 g biochar, B1= 200 g biochar, B2= 400 g biocha. Faktor kedua adalah perlakuan pupuk N-P-K yang terdiri dari P0 = tanpa pupuk N-P-K, P1= 31,25 g pupuk N,P,K dengan perbandingan 2:2:1 (12,5 g Urea, 12,5 g SP-36, dan 6,25 g KCl), P2 = 62,5 g pupuk N,P,K dengan perbandingan 2:2:1 (25 g Urea, 25 g SP-36, dan 12,5 g KCl). Faktor-faktor tersebut dikombinasikan dan didapatkan 9 perlakuan. Setiap perlakuan dilakukan dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian biochar memberikan pengaruh nyata pada variabel kehijauan daun dan kerapatan stomata. Pemberian pupuk N-P-K memberikan pengaruh nyata dan variabel kehijauan daun, kerapatan stomata, lebar bukaan stomata, kandungan klorofil, kadar air relatif daun. Terdapat interaksi pemberian biochar dan pupuk N-P-K terhadap variabel kehijauan daun dan kerapatan stomata. | This research was carried out at the experimental farm of the Faculty of Agriculture and plant analysis in the agronomy and holiculture laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Karangwangkal, North Purwokerto, which has an altitude of 210–245 meters above sea level. This research was carried out from July to December 2023. The design used was a split plot design with two factors. The first factor is biochar which consists of B0 = 0 g biochar, B1 = 200 g biochar, B2 = 400 g biochar. The second factor is the N-P-K fertilizer treatment which consists of P0 = without N-P-K fertilizer, P1 = 31.25 g of N,P,K fertilizer with a ratio of 2:2:1 (12.5 g Urea, 12.5 g SP-36, and 6.25 g KCl), P2 = 62.5 g N,P,K fertilizer with a ratio of 2:2:1 (25 g Urea, 25 g SP-36, and 12.5 g KCl). These factors were combined and 9 treatments were obtained. Each treatment was carried out with 3 repetitions. The results of the research showed that giving biochar had a real influence on the variables of leaf greenness and stomata density. Providing N-P-K fertilizer has a real and variable effect on leaf greenness, stomata density, stomatal opening width, chlorophyll content, relative leaf water content. There is an interaction between giving biochar and N-P-K fertilizer on the variables of leaf greenness and stomata density. | |
| 36090 | 44067 | E1A020234 | KEABSAHAN BILYET GIRO KOSONG SEBAGAI JAMINAN DALAM PERJANJIAN PINJAM MEMINJAM SECARA LISAN (STUDI PUTUSAN NOMOR 424/PDT/2021/PT MDN) | Penelitian ini dilaksanakan terhadap Putusan Pengadilan Nomor 424/PDT/2021/PT MDN terhadap perkara wanprestasi dalam perjanjian pinjam-meminjam secara lisan dengan adanya jaminan dengan hak kebendaan berupa Bilyet Giro. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meneliti keabsahan penggunaan Bilyet Giro kosong dalam sebagai jaminan dalam perjanjian pinjam-meminjam secara lisan dan untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim terhadap bilyet giro kosong yang dijadikan jaminan dalam perjanjian pinjam meminjam secara lisan dalam putusan nomor 424/Pdt./2021/PT.MDN. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan case approach dan statue approach. Spesifikasi penelitian adalah deskriptif normatif. Penelitian menggunakan sumber data bahan hukum primer, sekunder, dan tersier dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan, metode penyajian data teks naratif, dan metode analisis data normatif kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan yang diperoleh dan dapat disimpulkan adalah pertama, bahwa Bilyet Giro sebagai surat perintah pemindahbukuan tergolong sebagai surat berharga yang diatur diluar KUHD dan oleh karena karakteristik kebendaan sebagai benda bergerak tidak bertubuh masuk ke dalam jaminan hak kebendaan gadai. Bilyet Giro dapat dinyatakan sah dan berlaku menjadi jaminan dengan hak jaminan kebendaan gadai selama syarat formalnya dipenuhi. Keadaan Bilyet Giro Kosong tidak mempengaruhi keabsahan Bilyet Giro sebagai jaminan oleh karena selama tanggal efektif Penarik memiliki kewajiban menyediakan dana dan Pemegang berhak melakukan penawaran selama dana tersedia dan tidak ada pembatalan. Kedua, putusan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Medan dalam memutus Terbanding sah melakukan wanprestasi dengan berdasarkan tenggang waktu yang tertera dalam Bilyet Giro yang diakui oleh keduanya sebagai jaminan. Keadaan Bilyet Giro Kosong menandakan Terbanding gagal untuk berprestasi setelah lewatnya tenggang waktu dan Bilyet Giro memasuki tanggal efektif oleh karena kelalaian Terbanding sebagai debitor. | This research was carried out on Court Decision Number 424/PDT/2021/PT MDN regarding the case of default in an oral loan agreement with collateral with material rights in the form of a Bilyet Giro. This research was carried out with the aim of examining the legality of using blank Bilyet Giro as collateral in verbal loan agreements and to analyze the judge's legal considerations regarding blank Bilyet Giro which is used as collateral in verbal loan agreements in decision number 424/Pdt./2021 /PT.MDN. This research was carried out using normative juridical research methods using the case approach and statue approach. The research specifications are normative descriptive. The research uses primary, secondary and tertiary legal material data sources with library study data collection methods, narrative text data presentation methods, and qualitative normative data analysis methods. The results of the research and discussion obtained and it can be concluded are first, that the Bilyet Giro as a transfer order is classified as a security which is regulated outside the Commercial Code and because of the characteristics of the object as a movable object without a body it is included in the guarantee of property rights as a pawn. Bilyet Giro can be declared valid and act as collateral with the right to pledge collateral as long as the formal requirements are met. The condition of the Bilyet Giro being empty does not affect the validity of the Bilyet Giro as collateral because during the effective date the Drawer has the obligation to provide funds and the Holder has the right to make an offer as long as the funds are available and there are no cancellations. Second, the decision of the Panel of Judges at the Medan High Court in deciding that the Appellee was legally in default based on the time limit stated in the Bilyet Giro which was acknowledged by both of them as collateral. The condition of the Bilyet Giro being blank indicates that the Appellee failed to perform after the deadline has passed and the Bilyet Giro has entered its effective date due to the Appellee's negligence as a debtor. | |
| 36091 | 44069 | D1A017098 | PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KONJAK TERHADAP KEEMPUKAN, WARNA DAN SIFAT ORGANOLEPTIK SOSIS DAGING DOMBA | Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung konjak terhadap keempukan, warna dan sifat organoleptik sosis daging domba serta untuk mengetahui kadar penambahan tepung konjak yang optimal untuk sosis daging domba. Materi penelitian yang digunakan yaitu daging domba, tepung konjak, lemak domba, dan selongsong sosis. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Uji lanjut yang digunakan adalah uji duncan untuk organoleptik dan polynomial orthogonal untuk keempukan. Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini yaitu (P0) sosis + tanpa penambahan konjak 0% (P1) sosis + tepung konjak 5% (P2) sosis + tepung konjak 10% (P3) sosis + tepung konjak 15% (P4) sosis + tepung konjak 20%. Variabel yang diukur adalah keempukan, whiteness index dan sifat prganoleptik. Hasil analisis variansi menunjukan bahwan penambahan tepung konjak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap keempukan dan sifat organoleptik, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap whiteness index pada sosis daging domba. Kesimpulan, Penambahan tepung konjak semakin banyak menghasilkan whiteness index yang sama, tetapi membuat sosis daging domba semakin empuk dan meningkatkan kesukaan konsumen. Penambahan tepung konjak pada level 15% merupakan persentase yang paling optimal karena menghasilkan nilai keempukan yang indeal serta tingkat kesukaan yang paling disukai. | The aim of the research was to determine the effect of adding konjac flour on the tenderness, color and organoleptic properties of lamb sausages and to determine the optimal level of adding konjac flour for lamb sausages. The research materials used were lamb meat, konjac flour, lamb fat, and sausage casings. The research design used in this study was a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. Further tests used are the Duncan test for organoleptics and orthogonal polynomial for tenderness. The treatment used in this research was (P0) sausage + without adding 0% konjac (P1) sausage + 5% konjac flour (P2) sausage + 10% konjac flour (P3) sausage + 15% konjac flour (P4) sausage + flour konjac 20%. The variables measured are tenderness, whiteness index and prganoleptic properties. The results of the analysis of variance showed that the addition of konjac flour had a significant effect (P<0.05) on tenderness and organoleptic properties, but had no significant effect (P>0.05) on the whiteness index of lamb sausages. Conclusion: The addition of more konjac flour produces the same whiteness index, but makes the lamb sausage more tender and increases consumer preference. The addition of konjac flour at the 15% level is the most optimal percentage because it produces ideal tenderness values and the most preferred level of preference. | |
| 36092 | 44669 | L1C020051 | Determinasi Tingkat Pencemaran Perairan Muara Kali Ijo Kebumen Berdasarkan Konsentrasi Surfaktan | Muara Kali Ijo Kebumen merupakan ekosistem estuari yang sangat produktif dalam kegiatan domestik, agrikultur, dan pariwisata. Kegiatan tersebut berdampak pada peningkatan konsumsi produk yang mengandung surfaktan melalui proses sanitasi dan pemupukan dan berakhir sebagai limbah di perairan muara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi surfaktan anionik dan tingkat pencemarannya berdasarkan Indeks Pencemaran (IP) pada Perairan Muara Kali Ijo. Metode dasar dan teknik pengambilan sampel yang diaplikasikan pada 2 kedalaman dalam 7 stasiun adalah metode survei dan teknik purposive sampling. Konsentrasi surfaktan anionik secara deskriptif dianalisis melalui perbandingan dengan standar baku mutu air sungai (kelas 2), kemudian dikategorikan tingkat pencemaran pada setiap lokasinya dengan menghitung nilai PIj. Pengukuran konsentrasi surfaktan berada pada rentang nilai 0,05). Tingkat pencemaran surfaktan di seluruh stasiun masuk ke dalam kategori belum tercemar dengan nilai PIj berkisar antara 0-0,155. | Muara Kali Ijo Kebumen is a highly productive estuary ecosystem for domestic, agricultural and tourism activities. These activities have an impact on increasing the consumption of products containing surfactants through sanitation and fertilization processes and end up as waste in estuarine waters. This study aims to determine the concentration of anionic surfactants and the level of pollution based on the Pollution Index (IP) in the Muara Kali Ijo waters. The basic method and sampling technique applied at 2 depths in 7 stations were survey method and purposive sampling technique. The concentration of anionic surfactant was descriptively analyzed through comparison with the water quality standard of the river (class 2), then categorized the level of pollution at each location by calculating the PIj value. Surfactant concentration measurements were in the range of 0,05). The level of surfactant pollution at all stations falls into the unpolluted category with PIj values ranging from 0-0.155. | |
| 36093 | 39128 | A1F018068 | KAJIAN ES KRIM SANTAN KELAPA DENGAN SUBSTITUSI SARI KACANG MERAH DAN PENSTABIL PATI GARUT TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI PRODUK | Es krim merupakan salah satu produk pangan olahan yang biasanya terbuat dari bahan baku berupa susu sapi, bersifat semi padat, dan banyak disukai oleh berbagai jenis kalangan karena memiliki rasa yang manis dan tekstur yang lembut. Pada penelitian ini, santan kelapa dan sari kacang merah digunakan sebagai bahan alternatif pengganti susu sapi dalam membuat es krim. Selain itu, terdapat bahan lain seperti penstabil yang juga memiliki peranan penting dalam pembuatan es krim. Pati garut merupakan penstabil alami yang juga digunakan sebagai substitusi penstabil sejenis seperti CMC. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh rasio santan kelapa dengan sari kacang merah terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori es krim, mengetahui pengaruh konsentrasi penstabil pati garut terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori es krim, serta menentukan kombinasi perlakuan terbaik antara perbandingan santan kelapa dengan sari kacang merah dan konsentrasi penstabil pati garut dari kombinasi perlakuan yang telah diberikan. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah rasio santan kelapa dengan sari kacang merah dengan taraf yaitu S1 (90:10), S2 (80:20), dan S3 (70:30). Faktor kedua adalah konsentrasi penstabil pati garut dengan taraf yaitu G1 (0,3%), G2 (0,4%), dan G3 (0,5%). Variabel yang diamati dalam penelitian ini terdiri atas variabel fisik yang mencakup overrun, viskositas, waktu leleh, dan total padatan terlarut, variabel kimia yang mencakup kadar protein dan kadar lemak hanya pada perlakuan terbaik, serta variabel sensori.yang mencakup atribut mutu warna, aroma, rasa, tekstur, dan overall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan terbaik es krim berdasarkan variabel sensorinya adalah S2G3 (rasio santan kelapa dengan sari kacang merah 80:20, konsentrasi penstabil pati garut 0,5%). Karakteristik fisikokimia dan sensori kombinasi perlakuan terbaik yaitu overrun 37,78%, viskositas 671,33 mPa.s, waktu leleh 38,76 menit, total padatan terlarut 23,670Brix, kadar protein 1,24%, kadar lemak 6,31%, warna putih (skor 4,95), aroma santan agak kuat (skor 3,25), aroma kacang merah agak kuat (skor 2,65), rasa manis (skor 3,75), tekstur lembut (skor 4,15), dan tingkat kesukaan (overall) disukai oleh panelis (skor 3,75). | Ice cream is one of the processed food products which is usually made from raw materials in the form of cow's milk, semi-solid, and it’s favored by various types of people because it has a sweet taste and soft texture. In this study, coconut milk and red bean extract were used as an alternative to cow's milk in making ice cream. In addition, there are other ingredients such as stabilizers which also have an important role in making ice cream. Arrowroot starch is a natural stabilizer which is also used as a substitute for similar stabilizers such as CMC. The purpose of this study was to determine the effect of the ratio of the use of coconut milk with red bean extract on the physicochemical and sensory characteristics of ice cream, to determine the effect of arrowroot starch stabilizer concentration on the physicochemical and sensory characteristics of ice cream, and to determine the best treatment combination between the ratio of coconut milk and red bean extract and concentration of arrowroot starch stabilizer concentration from the treatment combinations that have been given. The experimental design used in this study was a factorial Randomized Block Design (RBD). The first factor was the ratio of coconut milk to red bean extract with a levels of S1 (90:10), S2 (80:20), and S3 (70:30). The second factor was the concentration of arrowroot starch stabilizer with a levels of G1 (0.3%), G2 (0.4%), and G3 (0.5%). The variables observed in this study consisted of physical variables which included overrun, viscosity, melting time, and total dissolved solids, chemical variables which included protein content and fat content only in the best treatment, and sensory variables which included color, aroma, quality attributes. taste, texture, and overall. The results showed that the best treatment combination of ice cream based on sensory variable is S2G3 (ratio of coconut milk to red bean extract 80:20, concentration of arrowroot starch stabilizer 0.5%). Physicochemical and sensory characteristics of the best treatment combination based on sensory variable, namely overrun 37.78%, viscosity 671.33 mPa.s, melting time 38.76 minutes, total dissolved solids 23.670 Brix, protein content 1.24%, fat content 6.31%, white color (score 4.95), slightly strong coconut milk aroma (3.25 score), slightly strong red bean aroma (2.65 score), sweet taste (3.75 score), soft texture (4.15), and the level of preference (overall) was liked by the panelists (score 3.75). | |
| 36094 | 39129 | A1A015016 | STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI KOPI ARABIKA DI DESA BABADAN KECAMATAN PAGENTAN KABUPATEN BANJARNEGARA | Kopi merupakan salah satu komuditi perkebunan yang mempunyai peluang sangat besar di Indonesia. Indonesia merupakan Negara penghasil kopi terbanyak yang menempati peringkat ke empat setelah Brazil, Kolombia, dan Vietnam. Desa Babadan Kecamatan Pagentan adalah salah satu desa penghasil kopi arabika di Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah. Usahatani kopi arabika di Desa Babadan terdapat beberapa kendala dalam pengembangannya yaitu pemilik usahatani kurang inovatif dalam pengelolaan hasil panen, penerapan teknologi masih terbatas khususnya untuk pascapanen kopi arabika, serangan hama dan penyakit pada tanaman kopi arabika. Tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, merumuskan alternatif strategi pengembangan yang dapat diterapkan, dan menentukan prioritas strategi pengembangan usahatani kopi arabika di Desa Babadan Kecamatan Pagentan Kabupaten Banjarnegara. Metode penentuan sampel dilakukan secara purposive. Metode analisis digunakan adalah analisis deskriptif, Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), Grand Strategy Matrix (GSM), Strength, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, analisis lingkungan internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi usahatani kopi arabika di Desa Babadan adalah teknik budidaya kopi arabika mudah dilaksanakan (kekuatan), pemilik usahatani kurang inovatif dalam pengelolaan hasil panen (kelemahan), kopi arabika di Desa Babadan dikenal sebagai kopi yang berkualitas (peluang), serangan hama dan penyakit pada tanaman kopi arabika (ancaman). Total skor yang dimiliki oleh usahatani kopi arabika di Desa Babadan sebesar 3,01 (IFE) dan 3,07 (EFE). Gabungan antara matriks IFE dan EFE menempatkan usahatani kopi arabika di Desa Babadan dalam kuadran I pada matriks Grand Strategy. Alternatif strategi matriks SWOT menghasilkan delapan strategi dan prioritas strategi terbaik dari analisis QSPM adalah meningkatkan pengetahuan petani kopi dengan memanfaatkan program penyuluhan. | Coffee is a plantation commodity that has enormous opportunities in Indonesia. Indonesia is the largest coffee producing country which ranks fourth after Brazil, Colombia and Vietnam. Babadan Village, Pagentan District, is one of the Arabica coffee producing villages in Banjarnegara Regency, Central Java Province. Arabica coffee farming in Babadan Village has several obstacles in its development, namely the farm owners are less innovative in managing yields, the application of technology is still limited, especially for postharvest Arabica coffee, pests and diseases attack on Arabica coffee plants. The aim of the research is to identify internal and external factors which are strengths, weaknesses, opportunities and threats, formulate alternative development strategies that can be applied, and determine the priority of development strategies for arabica coffee farming in Babadan Village, Pagentan District, Banjarnegara Regency. The method of determining the sample was done purposively. The analytical method used is descriptive analysis, Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), Grand Strategy Matrix (GSM), Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) and Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The results of the study show that, internal and external environmental analysis that can affect Arabica coffee farming in Babadan Village is that Arabica coffee cultivation techniques are easy to implement (strengths), farm owners are less innovative in yield management (weaknesses), Arabica coffee in Babadan Village is known as coffee quality (opportunity), pest and disease attacks on Arabica coffee plants (threats). The total score of Arabica coffee farming in Babadan Village is 3.01 (IFE) and 3.07 (EFE). The combination of the IFE and EFE matrices places arabica coffee farming in Babadan Village in quadrant I of the Grand Strategy matrix. Alternative SWOT matrix strategies produce eight strategies and the best strategic priorities from the QSPM analysis are increasing the knowledge of coffee farmers by utilizing extension programs. | |
| 36095 | 39130 | A1D016228 | SAMBUNG MIKRO JERUK KEPROK (Citrus nobilis) SECARA IN VITRO DENGAN PENAMBAHAN Benzyl Amino Purin, Polyvinylpirrolydone DAN ASAM ASKORBAT | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan BAP terhadap penambahan tinggi batang atas dan mengetahui pengaruh PVP dan AA terhadap pencokelatan pada hasil sambung mikro pada tanaman jeruk keprok. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2020 sampai Desember 2020. Percobaan dilaksanakan menggunakan rancangan lingkungan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 3 faktor dan 3 ulangan yaitu konsentrasi BAP, PVP dan asam askorbat. Konsentrasi BAP yang digunakan yaitu: 0,5 mg/L, 1 mg/L dan 1,5 mg/L. Konsentrasi PVP yang digunakan yaitu: 200 mg/L dan 300 mg/L. Konsentrasi asam askorbat yang digunakan yaitu: 100 mg/L, 200 mg/L dan 300 mg/L. Variabel yang diamati yaitu persentase keberhasilan yang hidup (%), persentase perkembangan batang atas (%), pertumbuhan batang atas (cm), warna batang atas dan persentase pencokelatan (%). Data dari pertumbuhan batang atas diuji keragamannya dengan analisis ragam (uji F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan BAP, PVP dan AA tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan batang atas dan penurunan pencokelatan pada tanaman hasil sambung mikro. Tingkat keberhasilan sambung mikro mencapai 27,78% dengan perlakuan terbaik pada P2B2A3 yaitu interaksi BAP 1 mg/L, PVP 300 mg/L dan asam askorbat 300 mg/L. | This study aims to determine the effect of adding BAP to the increasing scion height and to determine the effect of PVP and AA on browning of micro grafting on tangerine plants. The research was conducted at the Laboratory of Plant Breeding and Biotechnology, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The study was conducted from July 2020 to December 2020. The 2 experiment was carried out using a Completely Randomized Design (CRD) factorial with 3 factors and 3 replications, namely the concentration of BAP, PVP and ascorbic acid. The BAP concentrations used were: 0.5 mg/L, 1 mg/L and 1.5 mg/L. The PVP concentrations used were: 200 mg/L and 300 mg/L. The ascorbic acid concentrations used were: 100 mg/L, 200 mg/L and 300 mg/L. The variables observed were the percentage of successful survival (%), the percentage of scion development (%), scion growth (cm), scion color and percentage of browning (%). Data from scion growth were tested for diversity by analysis of variance (F test). The results showed that the addition of BAP, PVP and AA had no significant effect on scion growth and decreased browning in micro grafted plants. The success rate of micro grafting reached 27.78% with the best treatment on P2B2A3, namely the interaction of 1 mg/L BAP, 300 mg/L PVP and 300 mg/L ascorbic acid. | |
| 36096 | 39131 | A1A015031 | ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL INDUSTRI RUMAH TANGGA GULA KELAPA DI DESA LANGKAP KECAMATAN BUMIAYU KABUPATEN BREBES (Studi Kasus Industri Rumah Tangga Gula Kelapa Ibu Toiroh) | Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan industri rumah tangga gula kelapa milik ibu Toiroh. (2) mengetahui kelayakan finansial industri rumah tangga gula kelapa milik ibu Toiroh dilihat dari indikator BEP dan R/C ratio. (3) mengetahui sensitivitas harga dan biaya gula kelapa milik ibu Toiroh. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juli 2022. Analisis yang digunakan adalah analisis R/C, analisis BEP dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukan total biaya yang dikeluarkan pada bulan Juli 2022 sebesar Rp3.245.006,00 dengan penerimaan total sebesar Rp5.091.000,00 pendapatan yang diperoleh sebesar Rp1.845.994,00. Hasil perhitungan BEP harga sebesar Rp15.023,17 dan BEP produk sebesar 136,78 kg, BEP penerimaan sebesar Rp2.978.151,00. Nilai R/C sebesar 1,56 artinya usaha layak untuk dijalankan. Sensitivitas harga minus 10 sampai 20 persen mengalami keuntungan, perubahan minus 20 persen mengalami kerugian. Sensitivitas biaya bahan baku nira dari 0 sampai 50 persen mengalami keuntungan, perubahan 75 persen mengalami kerugian. Pada analisis biaya tenaga kerja perubahan biaya tenaga kerja dari 0 sampai 33,3 persen masih mengalami keuntungan, perubahan 50 persen mengalami kerugian. Batas toleransi perubahan harga yang masih bisa diterima ibu Toiroh pada minus 10 persen. Batas toleransi perubahan biaya bahan baku nira kelapa yaitu 50 persen, perubahan biaya tenaga kerja 33,3 persen. | The purpose of this research is 1) To find out the costs, receipts, and income from ibu Toiroh coconut sugar business. 2) To find out the financial feasibility of Toiroh's coconut sugar industry in terms of the BEP and R/C ratio indicators. (3) knowing the sensitivity of the selling price of coconut sugar and the cost of coconut sugar owned by Toiroh's mother.To find out the amount of BEP and R/C ratio of ibu Toiroh coconut sugar business. 3) To find out the sensitivity of the selling price of coconut sugar and the cost sensitivity of ibu Toiroh coconut sugar. Data collection was carried out in July 2022. The analysis used was R/C analysis, BEP analysis and sensitivity analysis. The results of the research show that the total costs incurred in July 2022 amounted to Rp3.245.006,00 with a total receipt of Rp5.091.000,00 so that the income or profit earned was Rp1.845.994,00. The results of the calculation of the BEP in the business of making coconut sugar owned by ibu Toiroh's are, the price of the BEP is Rp15.023,17 and the product BEP is 136,78 kg, the revenue from BEP is Rp3.009.183,00. The R/C value of this business is 1,56 it mean the business is feasible to run. The price sensitivity ranges from minus 10 until 20 percent profit occur, minus 20 percent loss occur. The sensitivity of the cost of nira materials from 0 until 50 percent profit occurs, a 75 percent change results in a loss. In the analysis of labor costs, changes in labor costs from 0 until 33,3 percent profits occur, changes of 50 percent loss occur. The tolerance limit for price changes that Toiroh can still accept is minus 10 percent. The tolerance limits for changes in the cost of nira materials are 50 percent, changes in labor costs are 3,33 percent. | |
| 36097 | 39132 | A1C018002 | DETEKSI ADULTERASI MINYAK NILAM DENGAN MINYAK GORENG KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN DERET SENSOR GAS (MQ SERIES MODULE) BERBASIS LINEAR DISCRIMINANT ANALYSIS | Minyak nilam dinilai memiliki prospek daya jual yang baik karena dibutuhkan secara kontinyu dalam industri. Namun mutu masih menjadi kendala yang dihadapi oleh industri nilam karena minyak nilam sering dicampur dengan minyak lain yang memiliki harga lebih murah, salah satunya minyak goreng kelapa sawit. Salah satu cara untuk mendeteksi minyak nilam yang tercampur yaitu menggunakan alat dengan deret sensor gas MQ Series Module yang terdiri dari MQ2-1, MQ2-2, MQ3, MQ4, MQ5, MQ6, MQ7, MQ8, MQ9, dan MQ135. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) mengetahui respons masing-masing sensor gas (MQ-Series Module) dalam pengukuran minyak nilam murni, minyak goreng kelapa sawit, dan minyak nilam tercampur pada perlakuan tanpa pemanasan dan perlakuan dengan pemanasan, 2) mengetahui performansi deret sensor gas (MQ-Series Module) dalam mengenali minyak nilam tercampur dengan metode klasifikasi linear discriminant analysis. Dari 10 deret sensor berdasarkan grafik loading plot mampu merespons sampel minyak nilam murni, minyak goreng kelapa sawit, dan minyak nilam tercampur baik pada perlakuan tanpa pemanasan maupun dengan pemanasan. Nilai euclideandistance menunjukkan sensor dengan respons tertinggi diperoleh sensor MQ4 pada perlakuan tanpa pemanasan dan sensor MQ2-1 pada perlakuan dengan pemanasan. Performansi deret sensor dalam mengenali minyak nilam murni dan minyak nilam tercampur menggunakan metode LDA berdasarkan data resistansi menunjukkan persentase akurasi paling tinggi diperoleh dari perlakuan dengan pemanasan sebesar 93,7% sedangkan perlakuan tanpa pemanasan sebesar 93,1%. | DETECTION OF PATCHOULI OIL ADULTERATION WITH PALM OIL USING GAS SENSOR SERIES (MQ-SERIES MODULE) BASED ON LINEAR DISCRIMINANT ANALYSIS | |
| 36098 | 45614 | A1C020060 | Pengaruh Perbedaan Tekanan Angin pada Roda Traktor Roda Dua terhadap Pemadatan Tanah pada Kedalaman Tanah 0 – 50 cm | Pengolahan tanah menggunakan traktor dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Namun, penggunaan traktor dalam pengolahan tanah dapat menyebabkan pemadatan tanah. Pengaturan tekanan angin yang tepat pada roda traktor dapat mengurangi kerusakan struktur tanah dan menghindari kompaksi berlebihan yang dapat merugikan sistem akar tanaman serta sirkulasi air dalam tanah. Meskipun demikian, penelitian yang membahas terkait pengaruh tingkat tekanan angin roda traktor, khususnya traktor roda dua terhadap pemadatan tanah masih belum banyak dilakukan. Penelitian terdahulu hanya mengkaji pengaruh tingkat tekanan angin roda pada kedalaman tanah 0 – 40 cm saja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji pengaruh perbedaan tekanan angin roda traktor roda dua terhadap pemadatan tanah pada kedalaman tanah 0 – 50 cm, dan (2) mengkaji hubungan antara variabel sifat fisik tanah terkait pengaruh perbedaan tekanan angin roda traktor roda dua terhadap pemadatan tanah pada kedalaman tanah 0 – 50 cm. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2023 – Juni 2024 di lahan pertanian Unit Penyewaan Jasa Alsintan (UPJA) Kecamatan Sokaraja dan Laboratorium Terpadu 1 IAB, Univesitas Jenderal Soedirman. Bahan yang digunakan yaitu 4 petakan lahan ukuran 2 m x 1 m, sedangkan alat yang digunakan meliputi: traktor roda dua tipe Quick/G 3000 Zeva, pressure gauge, head core ring sampler, soil ring sampler 100 cm3 , oven, jangka sorong, timbangan digital, cawan alumunium, falling head meter, dan stopwatch. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor/perlakuan dan satu kontrol sebagai pembanding. Perlakuan yang diberikan yaitu 4 taraf perlakuan tekanan angin roda traktor roda dua yang terdiri dari: Tidak diberikan perlintasan (T0), 7 psi (T7), 10 psi (T10), dan 12 psi (T12). Pengambilan sampel tanah tidak terganggu dilakukan pada kedalaman 0 – 10, 10 – 20, 20 – 30, 30 – 40, dan 40 – 50 cm. Pada masingmasing kedalaman tanah dilakukan 5 kali ulangan pengambilan sampel tanah, sehingga jumlah total sampel tanah yang diambil adalah 100 sampel tanah. Variabel sifat fisik tanah yang diukur yaitu konduktivitas hidrolik jenuh, dry bulk density, porositas tanah, kadar air tanah, dan wet bulk density. Analisis data menggunakan analisis regresi serta Analysis of Variance (ANOVA) dengan uji lanjut menggunakan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tekanan angin roda traktor roda dua menyebabkan penurunan nilai konduktivitas hidrolik jenuh, porositas tanah, dan kadar air tanah, yang sejalan dengan peningkatan nilai dry bulk density. Peningkatan kedalaman tanah cenderung menghasilkan penurunan nilai dry bulk density, yang diikuti dengan peningkatan nilai konduktivitas hidrolik jenuh, porositas tanah, dan kadar air tanah. Hasil regresi menunjukkan bahwa peningkatan nilai dry bulk density dapat menyebabkan penurunan nilai konduktivitas hidrolik jenuh dan porositas tanah, sedangkan peningkatan nilai porositas dan kadar air tanah dapat menyebabkan peningkatan nilai konduktivitas hidrolik jenuh. | The use of tractors in soil processing can increase efficiency and productivity. However, the use of tractors in soil processing can cause soil compaction. Proper air pressure setting on the tractor wheels can reduce soil damage and prevent excessive compaction that can harm plant root systems and soil water circulation. Despite this, research that discusses the effect of tractor wheel air pressure levels, especially two-wheeled tractors on soil compaction, has not been conducted. Previous research only examined the effect of wheel air pressure levels at a soil depth of 0 – 40 cm. Therefore, this research aims to (1) investigate the effect of different air pressure levels on soil compaction at a depth of 0 – 50 cm, and (2) investigate the relationship between soil physical properties related to the effect of different in air pressure between the wheels of a tractor and two wheel vehicle on soil compaction at a depth of 0 – 50 cm. The research was conducted from December 2023 to June 2024 on the agricultural land of Unit Penyewaan Jasa Alsintan (UPJA) in Sokaraja and the Integrated Laboratory 1 IAB, University of Jenderal Soedirman. The materials used included 4 plots of land measuring 2 m x 1 m, while the equipment used included a tractor type Quick/G 3000 Zeva, pressure gauge, head core ring sampler, soil ring sampler 100 cm3 , oven, measuring rod, digital balance, aluminum cup, falling head meter, and stopwatch. The research used a Complete Randomized Design (CRD) with one factor/treatment and one control as a comparison. The treatments given were 4 levels of air pressure on the tractor wheels, consisting of: no crossing (T0), 7 psi (T7), 10 psi (T10), and 12 psi (T12). Soil sampling was done without disturbance at depths of 0 – 10, 10 – 20, 20 – 30, 30 – 40, and 40 – 50 cm. Each depth was repeated 5 times, resulting in a total of 100 soil samples. The physical properties of soil measured were hydraulic conductivity, dry bulk density, soil porosity, soil water content, and wet bulk density. Data analysis used regression analysis and Analysis of Variance (ANOVA) with further testing using Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5%. The research findings indicate that an increase in the tire pressure of a twowheeled tractor causes a decrease in the hydraulic conductivity, soil porosity, and soil water content, which is in line with an increase in the dry bulk density. An increase in soil depth tends to result in a decrease in the dry bulk density, followed by an increase in the hydraulic conductivity, soil porosity, and soil water content. The regression results show that an increase in the dry bulk density leads to a decrease in the hydraulic conductivity and soil porosity, while an increase in soil porosity and water content leads to an increase in the hydraulic conductivity. | |
| 36099 | 39147 | A1C015056 | ANALISIS BIOETANOL DARI TONGKOL JAGUNG MANIS (Zea Mays) DENGAN CARA DITUMBUK MELALUI PROSES FERMENTASI DAN KONSENTRASI MIKROBA SACCHAROMYCES CEREVISIAE | Berkurangnya sumber energi yang tersedia di Indonesia dikarnakan kebutuhan energi setiap tahun mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Mengakibatkan penggunaan bahan bakar minyak yang berasal dari fosil saat ini masih menjadi kebutuhan utama di Indonesia. Padahal bahan bakar minyak berbahan baku fosil merupakan sumber energi non renewable (tidak terbarukan) yang lambat laun akan habis.Penelitian ini dilaksanakan di Laboraturium Teknik Sistem Termal dan Energi Terbarukan, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Pengambilan data penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2022 sampai Februari 2023. Penelitian ini menggunakan Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu konsentrasi mikroba Saccharomyces cerevisiae 0%, 5%, 7,5%, 10% dan lama fermentasi 3 hari, 5 hari, 7 hari. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 36 unit percobaan. Variabel yang diamati kadar gula reduksi, kadar bioetanol, dan rendemen bioetanol. penelitian ini dengan tujuan mengetahui kadar etanol yang dihasilkan dari tongkol jagung manis dan pengaruh konsentrasi bakteri Saccharomyses cerevisiae dalam memproduksi bioetanol dari tongkol jagung manis secara ditumbuk.Hasil analisis bioetanol dari tongkol jagung manis menunjukan bahwa kadar air yang dihasilkan sebesar 7,4% dan kadar gula 2,1 m/v. Lama waktu fermentasi berpengaruh nyata terhadap kadar bioetanol dimana kadar bioetanol optimal didapatkan pada perlakuan waktu fermentasi 7 hari tertinggi yaitu 0,753% m/v (S3T3). | The reduction in available energy sources in Indonesia is because energy demand increases significantly every year. As a result, the use of fuel oil derived from fossils is still a major need in Indonesia. Even though fuel oil made from fossil fuels is a non-renewable energy source that will eventually run out. This research was conducted at the Laboratory of Thermal System Engineering and Renewable Energy, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. Data collection for this study will be carried out from August 2022 to February 2023. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with two factors, the concentration of the microbial Saccharomyces cerevisiae 0%, 5%, 7.5%, 10%, and 3 days of fermentation, 5 days 7 days. Each treatment was repeated 3 times so that there were 36 experimental units. The observed variables were reducing sugar levels, bioethanol levels, and bioethanol yield. This study aims to determine the ethanol content produced from sweet corn cobs and the effect of the concentration of Saccharomyces cerevisiae bacteria in producing bioethanol from ground sweet corn cobs. The results of bioethanol analysis from sweet corn cobs showed that the resulting water content was 7.4% and the sugar content was 2.1 m/v. The length of time of fermentation has a significant effect on the levels of bioethanol where the optimal level of bioethanol is found in the highest 7-day fermentation time of 0.753% m/v (S3T3). | |
| 36100 | 39154 | I1J019015 | THE RELATIONSHIP BETWEEN GADGET ADDICTION AND SLEEP QUALITY AMONG ADOLESCENTS AT SMK NEGERI IN PURBALINGGA | ABSTRAK HUBUNGAN ANTARA KECANDUAN GADGET DENGAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA DI SMK NEGERI PURBALINGGA Sherina Mustikasari1, Desiyani Nani2, Arif Imam Hidayat3 Latar Belakang : Prevalensi gangguan kualitas tidur secara global bervariasi dari 15,3% - 39,2%. Data yang diperoleh di Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar kualitas tidur pada remaja belum terpenuhi yaitu sebanyak 63%. Jika seseorang menggunakan gadget secara berlebihan dalam sehari, maka akan menyebabkan kualitas tidur yang buruk. Kualitas tidur yang buruk dapat memengaruhi pola tidur dan mengganggu interaksi sosial. Metode Penelitian : Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan korelasi dan teknik pengumpulan data untuk skala adiksi gadget yaitu Smartphone Addiction Scale (SAS) dan Sleep Quality Scale (SQS). Subyek penelitian ini adalah 48 siswa SMK Negeri Purbalingga Jawa Tengah. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan total sampling untuk teknik analisis data menggunakan teknik analisis non parametrik yaitu analisis Spearman rho. Hasil Penelitian : Menunjukkan nilai korelasi p = 0,000 < 0,05 artinya H0 ditolak. Koefisien korelasi antara kedua variabel adalah sebesar 0,744. Sehingga dapat diartikan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara kecanduan gadget dengan kualitas tidur pada remaja. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara kecanduan gadget dengan kualitas tidur pada remaja. Kata Kunci : Kecanduan gadget, kualitas tidur, remaja 1 Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-ilmu kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman 2,3 Dosen Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-ilmu kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman | ABSTRACT THE RELATIONSHIP BETWEEN GADGET ADDICTION AND SLEEP QUALITY AMONG ADOLESCENTS AT SMK NEGERI IN PURBALINGGA Sherina Mustikasari1, Desiyani Nani2, Arif Imam Hidayat3 Background : The global prevalence of sleep quality disorders ranges from 15,3% to 39,2%. According to Indonesian data, as much as 63% of adolescents' sleep quality needs have not been met. Poor sleep quality will result from excessive device use throughout the day. Sleep deprivation can affect sleep patterns and interfere with social interactions. Research Method : This quantitative study uses a correlation approach and data collection techniques for gadget addiction scales, namely the Smartphone Addiction Scale (SAS) and Sleep Quality Scale (SQS). The subjects of this study were 48 students of Central Java State Vocational Schools in Purbalingga. The sampling technique of this study used total sampling for data analysis techniques using non-parametric analysis techniques, namely Spearman rho analysis. Results of the Study : A correlation value of p = 0.00 < 0.05 means that H0 is not accepted. The correlation coefficient between the two variables is equal to 0.744. So it can be interpreted that there is a strong relationship between gadget addiction and sleep quality among adolescents. Conclusion : There is a significant relationship between gadget addiction and sleep quality in adolescents. Keyword : Gadget addiction, sleep quality, adolescents 1 Student od Nursing Department Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University 2,3 Lecturer in the Department of Nursing, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University |