Artikelilmiahs
Menampilkan 36.241-36.260 dari 49.869 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 36241 | 39253 | F1A015050 | PERAN GURU DALAM MENANGGULANGI KETERPAPARAN ANAK TERHADAP PORNOGRAFI (STUDI KASUS DI SDN PASIRWETAN DAN SDN 1 SOKANEGARA KABUPATEN BANYUMAS) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam menanggulangi keterpaparan anak dari pornografi, dan untuk mengetahui bagaimana guru di sekolah dasar menyikapi pendidikan seksual atau sex education yang tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi guru untuk melaksanakan perannya. Penelitian ini dilaksanakan di dua sekolah dasar di Purwokerto, yaitu SD negeri Pasir Wetan dan juga SD Negeri Sokanegara1 dengan menggunakan metode kualitatif, adapun sasaran didalam penelitian ini adalah guru dari kedua lokasi penelitian, antara lain adalah; kepala sekolah, wali kelas, guru olahraga dan juga guru agama. Untuk penentuan sasaran penelitian tersebut menggunakan metode purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis interaktif. Penelitian ini menunjukkan bahwa peran dari guru Sekolah dasar di dua lokasi penelitian tersebut menjalankan peran sesuai statusnya yakni seorang tenaga pendidik, namun perbedaannya ada SD Pasir Wetan yang sebagian guru masih memiliki persepsi bahwa sex education tidak seharusnya di terapkan di sekolah dasar, sehingga peran guru yang menganggap sex education tidak dapat diterapkan di Sekolah dasar tidak maksimal diterapkan guna mencegah keterpaparan anak dari Pornografi. | This study was conducted in two elementary schools in Purwokerto, namely SD Pasir Wetan and SD Sokanegara 1 by using qualitative method, while the targets in this study were teachers from both research locations, such as; the principal, the school principal, and the school principal of Sokanegara1 by using qualitative method. This research was conducted in two elementary schools in Purwokerto, namely SD negeri Pasir Wetan and also SD Negeri Sokanegara1 using qualitative methods, while the targets in this study were teachers from both research locations, including; principals, homeroom teachers, sports teachers, and also religion teachers. To determine the target of the research using the purposive sampling method. The research data were collected using interviews, observation, and documentation methods. The data were analyzed using interactive analysis techniques. This research shows that the role of elementary school teachers in the two research locations carries out the role according to their status, namely an educator, but the difference is Pasir Wetan Elementary School where some teachers still have the perception that sex education should not be applied in elementary schools so that the role of teachers who think sex education cannot be applied in elementary schools is not maximally applied to prevent children's exposure to pornography. | |
| 36242 | 39255 | F1D018020 | Relasi Aktor dalam Pengembangan Objek Wisata Curug Song di Desa Kalisalak Kabupaten Banyumas | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan aktor yang terlibat pada relasi dalam pengembangan objek wisata Curug Song di Desa Kalisalak Kabupaten Banyumas, relasi aktor yang terlibat, dan faktor kontekstual yang mendorong dan menghambatnya. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam bingkai perspektif strukturalisme dan paradigma kontruktivisme. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa terjadi proses politik dalam pengembangan objek wisata Curug Song di Desa Kalisalak Kabupaten Banyumas merupakan hasil kerjasama antar aktor yang bersifat asosiatif. Dalam hal ini, aktor yang terlibat adalah Pemerintah Desa Kalisalak, Perhutani KPH Banyumas Timur, PT Aji Rohman Mandiri, dan masyarakat setempat. Setiap aktor yang terlibat mempunyai kedudukan dan kewenangan untuk saling bekerjasama mencari keuntungan. Kemudian, faktor pendukung dalam relasi aktor dalam pengembangan objek wisata Curug Song di Desa Kalisalak Kabupaten Banyumas, yaitu 1) potensi sumber daya alam; 2) pemberdayaan masyarakat. Di sisi lain, terdapat faktor penghambat relasi aktor yang terjadi, yaitu 1) keterbatasan dana; 2) kewenangan dan kepentingan. Hal tersebut terjadi karena kurangnya sinergitas antaraktor yang menjadikan relasi antaraktor yang terjadi tidak seimbang. | The purpose of this study were to to identify and explain the actors involved in the relationship in the development of the Curug Song tourist attraction in Kalisalak Village, Banyumas Regency, the relationship actors involved, and the contextual factors that encourage and inhibit it. By using qualitative methods and case study approaches within the framework of structuralism perspective and constructivism paradigm. The results of this study revealed that the occurrence of a political process in the development of the Curug Song tourist attraction in Kalisalak Village, Banyumas Regency was an associative collaboration between actors. In this case, the actors involved were the Kalisalak Village Government, Perhutani KPH East Banyumas, PT Aji Rohman Mandiri, and the local community. Every actor involved has the position and authority to cooperate with each other for profit. Then, the supporting factors in actor relations in the development of the Curug Song tourist attraction in Kalisalak Village, Banyumas Regency, namely 1) natural resource potential; 2) community empowerment. On the other hand, there are factors inhibiting actor relations that occur, namely 1) limited funds; 2) authority and interests. This happens because of the lack of synergy between the actors which makes the relationship between the actors unbalanced. | |
| 36243 | 39256 | F1A015035 | MAHASISWI PEROKOK: ANTARA PERSEPSI DIRI DAN KULTUR (Studi Tentang Persepsi-Diri Mahasiswi Perokok dan Kultur Merokok Mahasiswi di Perguruan Tinggi Purwokerto) | Di era sekarang, konsumen rokok tak hanya berasal dari kaum adam, banyak juga perempuan yang menjadi konsumen rokok, dari orang dewasa hingga remaja, termasuk pula mahasiswi didalamnya. Biar begitu, masih banyak stigma atau labelling tertentu yang muncul bagi konsumen rokok perempuan. Stigma tersebut umumnya memandang perempuan perokok adalah perempuan yang tidak benar dan bertolak belakang dari konstruksi sosial masyarakat Indonesia yang berkenaan dengan gender. Hal tersebut menjadi wujud manifestasi dari ketidakadilan gender, sepertihalnya perempuan seharusnya mengisi pekerjaan domestik, perempuan diharuskan lemah lembut, dan lain sebagainya, tentunya hal ini bertolak belakang dengan rokok yang lekat dengan maskulinitas, macho, pekerjaan luar ruangan dan lain sebagainya. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode kualitatif dan penentuan narasumber dengan purposive sampling. Penelitian ini juga menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi data bersumber dari data primer dan data sekunder yang tersedia, metode analisis data yang digunakan menggunakan analisis interaktif, selain itu validasi data yang digunakan untuk penelitian ini dibuktikan dengan triangulasi data guna menghasilkan data jenuh dan juga deskripsi final atas data yang informatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa, mahasiswi yang juga merupakan perokok, mereka tidak peduli dengan konstruksi sosial yang ada berkaitan dengan perempuan perokok adalah hal yang buruk, namun sebagian lainnya sadar akan hal tersebut, tetapi mereka tetap melakukan kegiatan merokoknya selama tidak berada di ruang publik. Temuan lain mengenai perokok di kalangan mahasiswi Purwokerto juga menunjukan bahwa mereka melakukan tindakan ini atas dasar persepsi tertentu mengenai rokok, sebagian lainnya merupakan sebatas social smoker atau merokok pada momen tertentu, terutama saat dengan teman sebaya atau peer group demi mendapatkan validasi atau diterima di lingkungan pertemanannya (peer acceptance) | In this present day, not only do cigarette consumers come from men but many women are cigarette consumers, from adults to teenagers, including female students. Even so, there are still many stigmas or certain labeling that arise for female cigarette consumers. The stigma generally views women smokers as women who are not right and contrary to the social construction of Indonesian society concerning gender. This is a manifestation of gender injustice, such as women should fill domestic work, women are required to be soft, and so on, of course, this is contrary to smoking which is closely related to masculinity, macho, outdoor work, and so on. This research was conducted using a qualitative method and determining sources with purposive sampling. This research also uses interview methods, observation, and data documentation sourced from primary data and available secondary data, the data analysis method used uses interactive analysis, besides that the data validation used for this research is proven by data triangulation to produce saturated data and also the final description of informative data. This research shows that female college students who are also smokers, do not care about the existing social construction related to women smokers is a negative thing, but some others are aware of it, but they still do their smoking activities as long as they are not in public spaces. Other findings about smokers among Purwokerto female students also show that they do this action based on certain perceptions about cigarettes, some others are limited to social smokers or smoking at certain moments, especially when with peer groups to get validation or accepted in their friendship environment or get peer acceptance. | |
| 36244 | 39257 | F1A017050 | PANDANGAN MASYARAKAT MENGENAI BUDAYA PATRIARKI (STUDI DI DESA JEMBANGAN, KECAMATAN PLUPUH, KABUPATEN SRAGEN) | Patriarki merupakan akar permasalahan ketidakadilan gender dalam masyarakat. Kultur ini masih tetap eksis, terutama di pedesaan, karena masyarakat desa dianggap memiliki pemikiran yang kuno dan kurang berpendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat desa mengenai budaya patriarki. Penelitian dilakukan di Desa Jembangan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Kuesioner dibagikan secara online dengan google form melalui media sosial Whatsapp dan secara offline melalui wawancara langsung dengan responden. Metode pengumpulan data juga menggunakan metode observasi. Metode kualitatif juga digunakan untuk menggali informasi tentang praktik-praktik kultur patriarki serta perbedaannya antara masa lampau dan masa kini. Sasaran penelitian ini adalah warga yang sudah berusia minimal 18 tahun dengan sampel sebanyak 97 orang. Pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling (sampel acak berstrata proporsional). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat Desa Jembangan cenderung masih menyetujui kultur patriarki. Kemudian, masyarakat lebih suka dipimpin laki-laki. Hal ini antara lain tercermin pada struktur kepemimpinan desa yang semuanya dijabat laki-laki, mulai dari kepala desa dan perangkatnya hingga para ketua RT dan RW. Terdapat perbedaan kultur patriarki pada zaman dahulu dengan era modern sekarang. Jika di masa lalu perempuan dibatasi dalam hal pendidikan dan pekerjaan, saat ini perempuan dapat sekolah dan memilih pekerjaan yang diinginkan. | Patriarchy is the root cause of gender inequality in society. This culture still exists, especially in rural areas, because village people are considered to have old-fashioned thinking and lack of education. This study aims to determine the views of the village community regarding patriarchal culture. The research was conducted in Jembangan Village using a quantitative method with a survey approach. Questionnaires were distributed online with the Google form via Whatsapp social media and offline through direct interviews with respondents. The data collection method also uses the observation method. Qualitative methods are also used to gather information about patriarchal cultural practices and the differences between the past and the present. The target of this research is residents who are at least 18 years old with a sample of 97 people. Sampling using proportionate stratified random sampling (proportional stratified random sample). The results of the study show that the perceptions of the people of Jembangan Village tend to still approve of patriarchal culture. Then, society prefers to be led by men. This is reflected, among other things, in the village leadership structure, where all positions are held by men, starting from the village head and his officials to the heads of the RT and RW. There are differences in patriarchal culture in ancient times with today's modern era. If in the past women were limited in terms of education and work, now women can go to school and choose the job they want. | |
| 36245 | 39258 | F1A018056 | Pendidikan Moral Masa Pembelajaran Daring Pandemi Covid-19 melalui Konten Animasi Akun Youtube “Cerdas Berkarakter” | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan moral masa pembelajaran daring pandemi Covid-19 dalam konten animasi Youtube “Cerdas Berkarakter”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik analisis isi. Materi penelitian adalah konten animasi tersebut dengan jumlah populasi sebanyak 71 video animasi yang diunggah dari Juli 2020 sampai dengan Juni 2021. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh, yakni dengan menjadikan seluruh populasi penelitian menjadi sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk nilai moral yang paling sering muncul adalah kepedulian yang muncul sebanyak 41 kali (20,7%). Kemudian metode pendidikan moral yang paling mendominasi adalah metode keteladanan yang muncul sebanyak 62 kali (74,7%). Tokoh pendidik yang paling sering muncul adalah teman sebaya dengan frekuensi sebanyak 27 kali (25%). Konten animasi ini direkomendasikan karena manyajikan pendidikan moral secara menarik dan menghibur bagi anak-anak. Kata kunci: Pendidikan Moral, Cerdas Berkarakter, Pembelajaran Daring. | This study aims to describe the moral education of the Covid-19 pandemic online learning period in the YouTube animated content "Cerdas Berkarakter". The method used in this study is quantitative with content analysis techniques. The research material is the animated content with a population of 71 animated videos uploaded from July 2020 to June 2021. The sampling technique used is a saturated sample, namely by making the entire research population a sample. The results showed that the form of moral values that appeared most often was caring which appeared 41 times (20.7%). Then the most dominating method of moral education is the exemplary method which appears 62 times (74.7%). The most frequent educator figures are peers with a frequency of 27 times (25%). This animated content is recommended because it presents moral education in an interesting and entertaining way for children. Keywords: Moral Education, Cerdas Berkarakter, Online Learning. | |
| 36246 | 39260 | A1A015041 | ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU TAPIOKA DI UD LIMBAH DI DESA NANGKOD KECAMATAN KEJOBONG KABUPATEN PURBALINGGA | Ubi kayu merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang cukup penting dalam menopang ketahanan pangan di suatu wilayah. Berdasarkan Badan Pusat Statistika Kabupaten Purbalingga (2020), jumlah produksi ubi kayu di Kecamatan Kejobong sebesar 14.769 ton. Ubi kayu digunakan sebagai bahan baku makanan dan bahan baku industri salah satunya industri tepung tapioka. UD. Limba Sari dalam menentukan volume pembelian bahan baku didasarkan pada permintaan konsumen belum berdasarkan analisis jumlah pembelian ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menghitung volume pembelian persediaan bahan baku yang ekonomis, 2) menghitung persediaaan pengaman yang ekonomis dan 3) menghitung titik pemesanan bahan baku yang dibutuhkan selama masa tenggang. Penelitian ini dilaksanakan di UD Limbah Sari. Penelitian ini dilaksanakan tanggal 16 Januari sampai 6 Febuari 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Variabel yang diamati adalah volume pembelian, frekuensi pembelian bahan baku, harga bahan baku, biaya persediaan bahan baku meliputi biaya pemesanan bahan baku dan biaya penyimpanan bahan baku. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu Jumlah pembelian bahan baku ekonomis (Economic Order Quantity) yang semestinya dilakukan perusahaan pada bulan Juli sebesar 22.454 kg dengan frekuensi pembelian 6 kali dalam sebulan, pada bulan Agustus sebesar 64.604 kg dengan frekuensi pembelian 5 kali dalam sebulan, pada bulan September sebesar 41.176 kg dengan frekuensi pembelian 7 kali dalam sebulan. Persediaan pengaman yang harus dilakukan UD Limbah Sari pada bulan Juli sebesar 5.209 kg, bulan Agustus sebesar 6.603 kg, bulan September sebesar 7.025 kg, agar perusahaan dapat terhindari dari risiko kehabisan bahan baku atau keterlambatan permintaan bahan baku yang dipesan. Perusahaan harus melakukan titik pemesanan kembali ketika persediaan bahan baku yang ada diperusahaan sebesar 22.061 kg pada bulan Juli, pada bulan Agustus sebesar 28.232 kg, pada bulan September sebesar 28.669 kg. | Cassava is one of the important food crop commodities in supporting food security in a region. Based on the Central Bureau of Statistics for Purbalingga Regency (2020), the total production of cassava in Kejobong District is 14,769 tons. Cassava is used as a raw material for food and industrial raw materials, one of which is the tapioca flour industry. UD. Limba Sari in determining the purchase volume of raw materials is based on consumer demand not based on an analysis of the economic purchase amount. This study aims to 1) calculate the purchase volume of economical raw material supplies, 2) calculate economical safety stock and 3) calculate the point of ordering raw materials needed during the grace period. This research was conducted at UD Waste Sari. This research was conducted from January 16 to February 6 2023. The research method used was a case study. The variables observed were purchase volume, raw material purchasing frequency, raw material prices, raw material inventory costs including raw material ordering costs and raw material storage costs. The research results obtained were the amount of economic order quantity that the company should have made in July of 22,454 kg with a purchase frequency of 6 times a month, in August of 64,604 kg with a purchase frequency of 5 times a month, in September 41,176 kg with a purchase frequency of 7 times a month. The safety stock that UD Waste Sari must carry out in July is 5,209 kg, in August is 6,603 kg, in September is 7,025 kg, so that the company can avoid the risk of running out of raw materials or delays in requests for ordered raw materials. The company must make a reorder point when the raw material inventory in the company is 22,061 kg in July, in August it is 28,232 kg, in September it is 28,669 kg. | |
| 36247 | 39261 | F1C017023 | Analisis Resepsi Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Angkatan 2017 - 2019 FISIP UNSOED Terhadap Stereotype Perempuan dalam Film Pendek Tilik Karya Racavana Films | Film dengan sifat audio visual, khususnya suara dan gambar, memiliki nilai penyampaian pesan yang lebih tinggi kepada masyarakat dibandingkan dengan media massa lainnya. Ini menjadikannya bentuk hiburan paling populer. Hadirnya youtube tentunya memfasilitasi penggunaannya untuk mengupload video sehingga bisa diakses oleh pengguna yang lainnya secara gratis. Salah satu produser film yang memanfaatkan youtube adalah Racavana Films untuk merilis film pendek Tilik pada tanggal 17 Agustus 2020 sehingga film tersebut dapat ditonton oleh masyarakat umum secara gratis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana resepsi terhadap tiga angkatan tersebut, apakah resepsinya sama atau berbeda. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam. Hasil penelitian menemukan bahwa ada sebelas stereotype mengenai perempuan yang peneliti temukan dalam film ini. film tersebut tidak cukup untuk melawan stigma negatif seputar isu perempuan yang telah lama ada dan berlanjut hingga saat ini. Dominasi yang cukup kuat membuat penonton percaya bahwa itu adalah potret perempuan yang digeneralisasi berdasarkan mitos yang berkembang di masyarakat saat ini. | Films with audio-visual characteristics, especially sound and images, have a higher message delivery value to the public compared to other mass media. This makes it the most popular form of entertainment. The presence of YouTube certainly facilitates its use to upload videos so that it can be accessed by other users for free. One of the film producers who use YouTube is Racavana Films to release the short film Tilik on August 17, 2020 so that the general public can watch the film free of charge. This study aims to find out how the reception of the three generations is, whether the reception is the same or different. This study uses qualitative research with a constructivism paradigm. The data collection technique used was in-depth interviews. The results of the study found that there were eleven stereotypes about women that the researchers found in this film. the film is not enough to fight the negative stigma around women's issues that has existed for a long time and continues to this day. The domination is strong enough to make the audience believe that it is a generalized portrait of a woman based on the myths that are developing in today's society. | |
| 36248 | 39262 | A1D015099 | Keragaman Genetik Dan Heritabilitas Karakter Agronomi Enam Genotip F5 Hasil Persilangan Padi Ir 36 Dengan Padi Merah | Kemajuan zaman dan pertambahan penduduk, memerlukan adanya pengembangan tanaman padi sebagai sumber pangan pokok yang dapat mencukupi kebutuhan baik dari segi produksi maupun kebutuhan nutrisinya. Upaya peningkatan produksi dilakukan dengan menyilangkan padi varietas IR36 dan Padi Merah PWR sehingga menghasilkan galur padi merah yang memiliki produktivitas tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh blok, mengetahui keragaman genetik dan heritabilitas karakter agronomi 6 genotip padi hasil persilangan padi merah dengan IR36. Penelitian dilaksanakan dilahan sawah Desa Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2021 sampai April 2022. Percobaan dilaksanakan menggunakan metode eksperimental, rancangan lingkungan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan satu faktor yaitu menggunakan 6 genotip padi hasil persilangan IR36 dengan Padi Merah PWR dan 2 varietas pembanding IR36 serta Padi Merah PWR yang terdiri atas 4 blok. Variabel penelitian yang diukur adalah umur berbunga, tinggi tanaman, panjang daun bendera,lebar daun bendera, anakan prouktif, panjang malai, bobot biji per malai, dan bobot 1000 biji. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendugaan keragaman genetik dan nilai heritabilitas arti luas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa blok berpengaruh nyata tehadap umur berbunga, panjang daun bendera, anakan produktif panjang malai, jumlah gabah per malai, bobot gabah per malai, bobot 1000 biji dan umur panen, sebaliknya blok tidak berpengaruh nyata pada tinggi tanaman dan lebar daun bendera. Nilai koefisien keragaman genetik padi populasi F5 pada semua karakter agronomi yang diamati menunjukkan hasil < 20% sehingga keragaman genetik rendah. Nilai pendugaan heritabilitas arti luas dari karakter agronomi yang diamati menunjukkan nilai duga heritabilitas yang beragam. Nilai heritabilitas rendah ≤ 20% didapatkan pada panjang daun bendera (72,73%), anakan produktif (10,38%), bobot gabah per malai (15,81%), dan bobot 1000 biji(4,24%). Nilai heritabilitas sedang dengan nilai ≤ 50% didapatkan pada lebar daun bendera (28,79%) dan jumlah gabah per malai (36,97%). Nilai heritabilitas tinggi yaitu dengan nilai ≥ 50% didapatkan pada umur berbunga (72,73%), tinggi tanaman (73,70%), panjang malai (69,80%), dan umur panen (73,08%). Kata kunci: Keragaman genetik, Heritabilitas, IR 36, Padi Merah. | The progress of the times and the increase in population, requires the development of rice plants as a source of staple food that can meet the needs both in terms of production and nutritional needs. Few people are interested in consuming brown rice because of its poor texture. Efforts to increase production to improve the texture of brown rice were carried out by crossing IR36 and PWR red rice varieties to produce red rice strains that have a fluffy texture. The purpose of this study was to characterize, determine genetic diversity and heritability of agronomic characters of 6 rice genotypes from crossing red rice with IR36. The research was carried out in the rice fields of Mersi Village, East Purwokerto District, Banyumas Regency. The study was carried out from September 2021 to February 2022. The experiment was carried out using a Completely Randomized Block Design (RAKL) environmental design with one factor, namely using 6 genotypes of rice from crossing IR36 with PWR Red Rice and 2 comparison varieties IR36 and PWR Red Rice consisting of 4 block. The research variables measured were flowering age, plant height, flag leaf length, flag leaf width, productive tillers, panicle length, seed weight per panicle, and 1000 seed weight. Analysis of the data used in this study is the estimation of genetic diversity and broad heritability values. The results of this study showed that blocks have a real effect on flowering life, flag leaf length, panicle length productive saplings, amount of grain per panicle, grain weight per panicle, weight of 1000 seeds and harvest age, otherwise the block has no real effect on plant height and flag leaf width..The value of the coefficient of genetic diversity of rice population F5 on all observed agronomic characters showed a yield of < 20% so that genetic diversity was low. The estimated value of heritability of the broad meaning of the observed agronomic character shows a mixed presumptive value of heritability. A low heritability value of ≤ 20% was obtained at the length of the flag leaf (72.73%), productive tillers (10.38%), grain weight per panicle (15.81%), and weight of 1000 seeds (4.24%). A moderate heritability value with a ≤ value of 50% was obtained at the width of the flag leaf (28.79%) and the amount of grain per panicle (36.97%). High heritability value, namely with a ≥ value of 50%, was obtained at flowering age (72.73%), plant height (73.70%), panicle length (69.80%), and harvest age (73.08%). Keyword: Genetic diversity, Heritability, IR 36, Red rice | |
| 36249 | 39263 | I1B019051 | HUBUNGAN PEKERJAAN IBU DENGAN KELAHIRAN BAYI PREMATUR DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Pendahuluan: Kelahiran bayi prematur di Indonesia cukup tinggi. Untuk itu, upaya untuk mengurangi risiko kelahiran bayi prematur sangat diperlukan. Salah satunya dengan mendeteksi faktor yang mungkin meningkatkan risiko ibu melahirkan prematur, seperti pekerjaan. Hasil penelitian saat ini, masih menunjukkan ketidakkonsistenan hubungan pekerjaan dan kelahiran bayi prematur. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pekerjaan dengan kelahiran bayi prematur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional dengan accidental sampling sejumlah 37 ibu yang sudah melahirkan di Ruang Melati dan Flamboyan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto pada periode Januari-Februari 2023. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar pengumpulan data, instrumen modifikasi dari beban kerja fisik, SSRT indikator kelelahan fisik, DASS skala stres, dan lembar klasifikasi pekerjaan ibu. Analisis statistik uji bivariat menggunakan Chi-Square. Hasil Penelitian: Mayoritas responden bekerja sebagai ibu rumah tangga, dan sebagian besar mengalami riwayat komplikasi selama kehamilan. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan kelahiran bayi prematur (p= 0,078; p > 0, 05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan ibu dengan kelahiran bayi prematur. Pekerjaan bukan merupakan satu-satunya faktor yang berhubungan dengan kelahiran prematur. | Introduction: Premature births in Indonesia are high. For this reason, efforts to reduce the risk of premature birth are needed. One is detecting factors that might increase the risk of a mother giving birth prematurely, such as maternal occupation. The results of the current study still show the inconsistency of the relationship between maternal occupation and preterm birth. So this study aims to analyze the relationship between work and premature birth. Methods: This study used a cross-sectional design with an accidental sample of 37 mothers who had given birth in the Melati and Flamboyan Rooms, Prof. Hospital. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto in the period January-February 2023. The research instruments used were data collection sheets, instruments of physical workload, physical fatigue, DASS, and mothers' occupational classification sheets. The bivariate statistical analysis used Chi-Square test. Research Results: The majority of respondents work as housewives, and most have a history of pregnancy complications. The results showed that there was no relationship between the mother's occupation and the birth of premature babies (p = 0.078; p> 0.05). Conclusion: There is no significant relationship between maternal occupation and premature birth. Occupation is not the only factor associated with preterm birth. | |
| 36250 | 52318 | C1C021051 | Pengaruh Struktur Modal, Kebijakan Dividen, dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan dengan Keputusan Investasi sebagai Variabel Kontrol | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur modal, kebijakan dividen, dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan dengan menggunakan keputusan investasi sebagai variabel kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan diperoleh 35 perusahaan dengan jumlah 90 data sampel. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi data panel. Hasil penelitian menggunakan EVIEWS menunjukkan bahwa: (1) Struktur modal berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, (2) Kebijakan dividen tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, dan (3) Profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. | This study aims to analyze the effect of capital structure, dividend policy, and profitability on firm value using investment decision as control variable. The population in this study are property and real estate companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2021–2024. The sampling technique used was purposive sampling and obtained 35 companies with a total of 90 sample data. This study used secondary data in the form of company annual reports. The data analysis technique used is panel data regression analysis.The results of the study using EVIEWS show that: (1) Capital structure has a positive effect on firm value, (2) Dividend policy does not have a significant effect on firm value, and (3) Profitability has a positive effect on firm value. | |
| 36251 | 39272 | F1C016085 | Strategi Komunikasi Pemasaran Kota Lama Banyumas sebagai Objek Wisata Budaya di Kabupaten Banyumas | Indonesia memiliki berbagai potensi wisata baik dari budaya maupun alam. Salah satunya yaitu wisata Kota Lama Banyumas yang akan didorong menjadi Kota Pusaka berbasis pertanian serta dalam proses pengkajian untuk menjadi penempatan cagar budaya. Hal tersebut membuat pemerintah Kabupaten Banyumas menempatkan strategi komunikasi pemasaran sebagai jalur pengembangan wisata Kota Lama Banyumas sebagai objek wisata di Kabupaten Banyumas agar tidak tertinggal dengan wisata-wisata modern lainnya dan terus berkembang dengan budaya Jawa yang kental tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran yang digunakan Kota Lama Banyumas sebagai objek wisata budaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitan menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan adalah sebagai berikut: 1) Produk merupakan kegiatan-kegiatan di Kota Lama Banyumas yang menjadi daya tarik bagi masyarakat. 2) Harga yang meliputi potongan harga atau diskon, paket usaha yang mencakup seluruh cagar budaya Kota Lama Banyumas. 3) Tempat yang dikondisikan agar menciptakan suasana nyaman dan strategis sehingga mengutamakan keterjangkauan dan aksesibilitas. 4) Promosi merupakan cara yang efektif untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat sebagai calon wisatawan. Promosi dalam hal ini dilakukan melalui sosial media seperti instagram, tiktok, aplikasi “Dolan Banyumasan”, youtube, maupun secara langsung seperti memasangkan poster atau banner kegiatan dan informasi mengenai kota lama Banyumas. | Indonesia has various potentials tourism both from culture and nature, one of which is the Kota Lama Banyumas tour. Banyumas Old City Tourism will be encouraged to become an agricultural-based Heritage City. This has made the government of Banyumas Regency put a marketing communication strategy as a route to develop Banyumas Old City tourism as a tourist attraction in Banyumas Regency so that it is not left behind by other modern tours and continues to grow with this thick Javanese culture. This study aims to analyze the marketing communication strategy of the old city of Banyumas as a cultural tourism object in Banyumas Regency. This study uses descriptive qualitative research. The results of the research show that: 1) Product is the activities of the old city of Banyumas. 2) Price is refers to discounts, and business packages. 3) Place is refers to comfortable and strategic place so public has an accessibility to reach the tourism objects. 4) Promotion is an effective way to convey information to the public through social media such as Instagram, Tiktok, the “Dolan Banyumasan” application, YouTube, or directly such as placing posters or banners for activities and information about the old city of Banyumas. | |
| 36252 | 38572 | E1A015166 | Tinjauan Yuridis Eksistensi Marine Traffic Separation Scheme di Indonesia (Studi terhadap Keselamatan dan Keamanan Pelayaran Internasional di Alur Laut Kepulauan Indonesia) | Kondisi selat pada alur laut yang dilalui oleh kapal asing terdapat bahaya-bahaya laut yang dapat menimbulkan kecelakaan kapal. Indonesia menetapkan marine traffic separation scheme (TSS) di selat dalam Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) dengan tujuan untuk keselamatan dan keamanan pelayaran internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan tentang Marine TSS dan menganalisis konsekuensi yuridis penetapan Marine TSS di Indonesia terhadap keselamatan dan keamanan pelayaran internasional pada ALKI. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis, pengumpulan data melalui studi kepustakaan, metode analisis normatif kualitatif, dan disajikan dalam teks naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengaturan Marine TSS di ALKI diatur dalam International Regulations for Preventing Collision at Sea/COLREGs 1972 Rule 10, International Convention for the Safety of Life At Sea (SOLAS) 1974 Chapter V Regulation 10; United Nations Convention on the Law of the Sea 1982 Article 53 Paragraph 6 - 12; Resolusi IMO A.858 (20), 27 November 1997. Peraturan perundang-undangan nasional Indonesia mengatur penetapan Marine TSS pada Pasal 14, Pasal 19 dan Pasal 21 Undang-Undang No. 6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia ; Sistem Rute pada Pasal 190 Undang-Undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Konsekuensi yuridis ditetapkannya Marine TSS di Indonesia tersebut, Pemerintah Indonesia memiliki kekuasaan membuat aturan terkait implementasi aturan internasional yang mengatur Marine TSS; kekuasaan menegakkan hukum dan menjalankan fungsi pengawasan dalam aktivitas lalu lintas pelayaran di Marine TSS serta kewajiban melaksanakan publikasi aturan nasional, peta-peta laut dan pedoman berlalu lintas lintas yang berlaku di Marine TSS. Kapal asing dapat melakukan lintas pada ALKI I dan II melalui TSS Selat Sunda dan Selat Lombok. | The condition of straits in sea lanes that are traversed by foreign ships has sea hazards that can cause ship accidents. Indonesia has established a marine traffic separation scheme (TSS) in the straits of the Indonesian Archipelagic Sea Lanes (IASL) with the aim for international shipping safety and security. This study aims to determine the arrangements regarding the marine TSS and to analyze the juridical consequences of establishing marine TSS in Indonesia for the safety and security of international shipping at IASL. The research method used is normative juridical with descriptive analytical research specifications, data collection through library research, qualitative normative analysis methods and presented in narrative text. The results of the study show that marine TSS arrangements at IASL are regulated in the International Regulations for Preventing Collision at Sea/COLREGs 1972 Rule 10, International Convention for the Safety of Life At Sea (SOLAS) 1974 Chapter V Regulation 10; United Nations Convention on the Law of the Sea 1982 Article 53 Paragraph 6 - 12; IMO Resolution A.858 (20), 27 November 1997. Indonesian national legislation regulates the determination of marine TSS in Article 14, Article 19 and Article 21 of Law no. 6 of 1996 concerning Indonesian Waters; The Route System in Article 190 of Law No. 17 of 2008 concerning Shipping. The juridical consequence of establishing marine TSS in Indonesia is that the Government of Indonesia has the power to make rules related to the implementation of international rules governing marine TSS; the power to enforce the law and carry out supervisory functions in shipping traffic activities in the marine TSS as well as the obligation to carry out the publication of national regulations, marine charts and traffic guidelines that apply in the marine TSS. Foreign ships can across IASL I and II through the Sunda Strait and Lombok Strait TSS. | |
| 36253 | 39295 | I1B019004 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERAN PERAWAT SEBAGAI EDUCATOR DALAM PENCEGAHAN LUKA BERULANG PADA PENDERITA DIABETES MELITUS (DM) DI RSUD AJIBARANG BANYUMAS | Latar belakang: Peran perawat sebagai educator merupakan hal yang penting dalam pencegahan luka berulang DM. Pengetahuan, motivasi, peran kepala ruang, dan beban kerja dapat memengaruhi peran perawat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, motivasi, peran kepala ruang, beban kerja dengan peran perawat educator pencegahan luka berulang DM. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan desain cross sectional. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh perawat di ruang perawatan bedah, penyakit dalam dan poliklinik (penyakit dalam, bedah dan saraf) RSUD Ajibarang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 45 perawat. Hasil penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 86,7% responden memiliki pengetahuan yang baik, 68,9% memiliki motivasi baik, 84,4% peran kepala ruang dalam kategori baik, 82,2% memiliki beban kerja tinggi dan sebanyak 84,4% peran perawat educator pencegahan luka berulang DM baik. Hasil penelitian juga menunjukkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan, motivasi, peran kepala ruang dengan peran perawat educator pencegahan luka berulang DM (p=0,033; p=0,032; p=0,024). Sedangkan beban kerja tidak terdapat hubungan dengan peran perawat educator pencegahan luka berulang DM (p=0,162). Kesimpulan: Faktor pengetahuan, motivasi, peran kepala ruang terdapat hubungan signifikan dengan peran perawat educator pencegahan luka berulang DM. Sedangkan untuk beban kerja tidak terdapat hubungan dengan peran perawat educator pencegahan luka berulang DM. | FACTORS THAT AFFECT THE NURSE’S ROLE AS AN EDUCATOR IN THE PREVENTION OF RECURRENT WOUNDS IN PATIENTS OF DIABETES MELLITUS (DM) IN AJIBARANG HOSPITAL BANYUMAS Background: The role of the nurse as an educator is important in preventing recurrent DM injuries. Knowledge, motivation, the role of the head of the room, and workload can affect the role of the nurse. This study aims to determine the relationship between knowledge, motivation, the role of the head of the room, and workload with the role of the nurse educator in preventing DM recurrent wounds. Method: This study was a descriptive correlative study with a cross-sectional design. Data were collected using a questionnaire. The population in this study were all nurses in the surgical ward, internal medicine, and polyclinic (internal medicine, surgery, and neurology) of RSUD Ajibarang. Sampling using a total sampling technique with a total sample size of 45 nurses. Result: The results of this study showed as many as 86.7% of respondents had good knowledge, 68.9% had good motivation, 84.4% of the role of the head of the room in the good category, 82.2% had a high workload and as many as 84.4% of the role of nurse educator of DM recurrent wound prevention was good. The results also showed a significant relationship between knowledge, motivation, and the role of the head of the room with the role of the nurse educator in preventing DM recurrent wounds (p=0.033; p=0.032; p=0.024). Meanwhile, there was no relationship between workload and the role of nurse educators in preventing DM recurrent wounds (p=0.162). Conclusion: The factors of knowledge, motivation and the role of the head of the room have a significant relationship with the role of nurse educators in preventing DM recurrent wounds. As for workload, there is no relationship with the role of nurse educators in preventing DM recurrent wounds. | |
| 36254 | 39287 | J1C017061 | PEMAKNAAN KUCING BAGI MASYARAKAT JEPANG TERHADAP FILM TABINEKO RIPOTO KARYA HIRO ARIKAWA (ANALISIS SEMIOTIK ROLAND BARTHES) | Penelitian ini berjudul "Pemaknaan Kucing Bagi Masyarakat Jepang Terhadap Film Tabineko Ripoto Karya Hiro Arikawa (Analisis Semiotik Roland Barthes)". Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan tanda makna kucing yang terdapat pada film Tabineko Ripoto. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Data penelitian ini berupa screenshot gambar berjumlah enam data yang dianalisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan beberapa makna yang terkandung dalam setiap tanda pada film tersebut antara lain: (1) kucing sebagai pelengkap keluarga, karena dengan kehadiran kucing peliharaan menjadikan keluarga semakin lengkap, (2) kucing hewan yang berharga dan simbol kebahagiaan karena hewan ini dapat mengurangi tingkat stres dan menjadikan hidup lebih bahagia, (3) kucing hewan misterius, hal ini selalu dikaitkan dengan hal kematian dalam mitosnya, (4) kucing hewan penyayang, karena hewan ini dapat dijadikan sebagai teman yang menyayangi tuannya, (5) kucing hewan setia, karena ikatan yang terjalin antara kucing dengan pemiliknya yang kuat dan dikatakan bahwa kucing akan patuh dengan satu tuannya, (6) kucing hewan keberuntungan, hal ini dipercaya bahwa kucing dapat mendatangkan rejeki bagi pemiliknya. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa kucing memiliki makna khusus bagi para pecintanya, khususnya bagi masyarakat Jepang yang terkandung dalam film Tabineko Ripoto. | This research is entitled "The Meaning of Cats for Japanese People in Hiro Arikawa's Tabineko Ripoto Movie (Roland Barthes Semiotic Analysis)". The purpose of this study is to describe the meaning of cats contained in the movie Tabineko Ripoto. This research is a descriptive qualitative research with listening and recording techniques. This research data is in the form of image screenshots totaling six data analyzed using Roland Barthes' semiotic theory. The results showed several meanings contained in each sign in the movie, among others: (1) cats as a family complement, because the presence of a pet cat makes the family more complete, (2) cats are valuable animals and symbols of happiness because these animals can reduce stress levels and make life happier, (3) cats are mysterious animals, this is always associated with death in the myth, (4) cats are loving animals, because these animals can be used as friends who love their masters, (5) cats are loyal animals, because of the bond that exists between cats and their strong owners and it is said that cats will obey one master, (6) cats are lucky animals, it is believed that cats can bring fortune to their owners. Based on the results of the above research, it can be concluded that cats have a special meaning for their lovers, especially for Japanese people contained in the movie Tabineko Ripoto. | |
| 36255 | 39298 | I1F021002 | Gambaran Riwayat Kejadian Panic Attack pada Fase Quarter Life Crisis Alumni Mahasiswa Keperawatan Angkatan 25 Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya | Pendahuluan: Quarter life crisis adalah fase yang muncul ketika seseorang berada di usia 20 tahunan dimana salah satu dampak yang ditimbulkan adalah munculnya gejala panic attack. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran riwayat kejadian panic attack pada fase quarter life crisis alumni mahasiswa keperawatan angkatan 25 Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan rancangan cross sectional. Total sampel sebanyak 74 alumni yang diambil dengan metode nonprobability sampling dengan total sampling. Pengambilan data penelitian ini menggunakan kuesioner HARS dan kuesioner Hassler melalui google form. Hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase. Hasil Penelitian: Mayoritas responden menandakan quarter life crisis sebanyak 48 responden (64,9%) dan didapati bahwa responden dengan panic attack terdapat 6 responden (8,1%), kecemasan tingkat berat 8 atau (10,8%) responden, kecemasan tingkat sedang 4 atau (5,4%) responden, kecemasan tingkat ringan 10 atau (13,5%) responden dan tidak ada kecemasan 46 atau (62,2%) responden. Kesimpulan: Alumni mahasiswa keperawatan angkatan 25 Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya sebagian besar menandakan berada di fase quarter life crisis dan sebagian kecil yang mengalami panic attack. | Background: Quarter life crisis is a phase that appears when someone is in their 20s where one of the impacts is the emergence of panic attack symptoms. The purpose of this study was to describe the history of panic attack events in the phase of the quarter life crisis of alumni of nursing students in batch 25th of the Tasikmalaya Health Polytechnic of Ministry of Health. Method: This quantitative descriptive study used a cross-sectional design. A total sample of 74 alumni was taken using the nonprobability sampling method with total sampling. Data collection for this study used HARS questionnaire and Hassler questionnaire through by a google form. The results of the analysis are presented in the form of frequency distribution tables and percentages. Results: The majority of respondents indicated a quarter life crisis as many as 48 respondents (64.9%) and it was found that respondents with panic attacks were 6 respondents (8.1%), severe anxiety 8 or (10.8%) respondents, moderate anxiety 4 or (5.4%) respondents, mild anxiety 10 or (13.5%) respondents and no anxiety 46 or (62.2%) respondents. Conclusion: Most of the alumni of nursing students in batch 25th of the Tasikmalaya Health Polytechnic of Ministry of Health indicated that they were in the quarter life crisis phase and a small number experienced panic attack. | |
| 36256 | 39311 | I1B019037 | Perbedaan Efektivitas Relaksasi Otot Progresif (ROP) Dan Spiritual Tapping Terhadap Tingkat Stres Lansia Dengan Hipertensi Di PPSLU Sudagaran | Latar Belakang: Lansia merupakan salah satu kelompok usia yang paling banyak mengalami hipertensi dengan stres sebagai faktor penyebab paling dominan. Terapi yang dapat dilakukan untuk menurunkan tingkat stres pada lansia yaitu ROP dan Spiritual Tapping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik responden, tingkat stres sebelum dan setelah ROP, tingkat stres sebelum dan setelah Spiritual Tapping, serta perbedaan efektivitas ROP dan Spiritual Tapping terhadap tingkat stres pada lansia dengan hipertensi di PPSLU Sudagaran. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian Quasi experiment with Pretest-Posttest two group Design. Kedua kelompok intervensi diberi kuesioner DASS-42 untuk mengukur tingkat stres pada lansia sebelum dan sesudah intervensi. Hasil Penelitian: Responden pada kelompok ROP berusia antara 59-82 tahun, berjenis kelamin perempuan (66.7%) serta pendidikan terakhir SMP (33.3%), sedangkan responden pada kelompok Spiritual Tapping rata-rata berusia 68 tahun, berjenis kelamin perempuan (60%) serta pendidikan terakhir tidak tamat SD (53.3%). Rata-rata tingkat stres sebelum dan setelah dilakukan ROP adalah 19,73 (stres sedang) dan 12,40 (normal). Nilai tengah tingkat stres sebelum dan setelah dilakukan Spiritual Tapping adalah 19 (stres sedang) dan 14 (normal). Kesimpulan: Nilai p=0,662 (p value >0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara ROP dan Spiritual Tapping terhadap Tingkat Stres Lansia dengan Hipertensi di PPSLU Sudagaran. | Background: Elderly is one of the age groups that has the most hypertension with stress as the most dominant factor. Therapies that can be done to reduce stress levels in the elderly are ROP and Spiritual Tapping. This study aims to determine the characteristics of respondents, stress levels before and after ROP, stress levels before and after Spiritual Tapping, as well as differences in the effectiveness of ROP and Spiritual Tapping on stress levels in the elderly with hypertension at PPSLU Sudagaran. Methodology: This research is a quantitative study using a Quasi experimental research design with Pretest-Posttest two group Design. The two intervention groups were given the DASS-42 questionnaire to measure stress levels in the elderly before and after the intervention. Research Results: Respondents in the ROP group were aged between 59-82 years, female (66.7%) and graduated from junior high school (33.3%), while respondents in the Spiritual Tapping group had an average age of 68 years, female (60 %) and last education did not finish elementary school (53.3%). The average stress level before and after ROP was 19.73 (moderate stress) and 12.40 (normal). The mean stress level before and after Spiritual Tapping was 19 (moderate stress) and 14 (normal). Conclusion: P value = 0.662 (p value > 0.05) so it can be concluded that there is no significant difference in effectiveness between ROP and Spiritual Tapping on Stress Levels in Elderly with Hypertension at PPSLU Sudagaran. | |
| 36257 | 39264 | F1A019100 | UPAYA IMPLEMENTASI NILAI-NILAI AGAMA PADA GENERASI MILENIAL DI ERA MODERN (Studi Pada PC IPNU-IPPNU Kabupaten Pekalongan) | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menjelaskan dan menganalisis proses implementasi nilai-nilai agama Islam pada generasi milenial di era modern pada PC IPNU- IPPNU di Kabupeten Pekalongan. lmlementasi nilai-nilai agama Islam di kalangan generasi milenial di era modern mengalami tantangan yang besar. Kasus kenalakan dan perilaku meyimpang yang dilakukan generasi milenial semakin memprihatinkan. Padahal generasi milenial merukapakan agent of change. Nilai-nilai agama Islam penting di tanamkan sejak dini sebagai pembentuk akhlak dan perilaku. Berdasarkan gejala tersebut maka perlu wadah yang digunakan untuk mengimplementasi nilai-nilai agama Islam yaitu IPNU-IPPNU yang merukapan organisasi badan otonom Nahdlatul Ulam dengan fokus pada remaja. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pekalongan dengan menggunakan metode kualitatif melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri informan utama yakni 2 PC IPNU dan 2 PC IPPNU kemudian informan pendukung terdiri 2 anggota IPNU, 2 anggota IPPNU, pembina PC IPPNU, pengurus PC UN dan 1 Orang tua anggota IPNU- IPPNU. Hasil penelitian menunjukan proses implementasi dilakukan dengan upaya jalur kesenian dan budaya, media sosial, meliputi lima jalur yaitu meliputi jalur budaya dan kesenian yang dilakukan dengan kesenian hadroh, sarana media sosial (Instagram, Youtube dan Facebook), rekreasi dan pencinta alam (ziaroh dan mendaki gunung). Selain itu, upaya implementasi nilai-nilai agama Islam dilakukan melalui yasinan dan tahlilan serta kegaiatan sosial dalam bentuk gotong royong. Namun terdapat hambatan dalam prosesnya yang terdiri dari dua hambatan yakni dari lingkungan pergaulan bebas dan konflik pertentangan internal pada PC IPNU-IPPNU | This study aims to describe, explain and analyze the process of implementing Islamic religious values in the millennial generation in the modern era at the IPNU-IPPNU PC in Pekalongan Regency. The implementation of Islamic religious values among the millennial generation in the modern era is experiencing great challenges. Cases of misbehavior and deviant behavior by the millennial generation are increasingly concerning. Even though the millennial generation is an agent of change. It is important to instill Islamic religious values from an early age as a form of character and behavior. Based on these symptoms, it is necessary to use a platform to implement Islamic religious values, namely IPNU-IPPNU which is an autonomous body organization of Nahdlatul Ulam with a focus on youth. This research was conducted in Pekalongan Regency using qualitative methods through interviews, observation and documentation. The informants in this study consisted of main informants namely 2 PC IPNU and 2 PC IPPNU then supporting informants consisted of 2 IPNU members, 2 IPPNU members, PC IPPNU supervisors, PC UN administrators and 1 parent of IPNU-IPPNU members. The results of the study show that the implementation process is carried out by means of arts and culture, social media, covering five paths, namely covering cultural and artistic paths carried out with hadroh art, social media facilities (Instagram, Youtube and Facebook), recreation and nature lovers (ziaroh and hiking). mountain). In addition, efforts to implement Islamic religious values are carried out through yasinan and tahlilan as well as social activities in the form of mutual cooperation. However, there were obstacles in the process consisting of two obstacles, namely from the promiscuous environment and internal conflicts in the PC IPNU-IPPNU. | |
| 36258 | 39266 | E1A018163 | ANALISIS TENTANG WANPRESTASI TERHADAP PERJANJIAN TERAPEUTIK DALAM PERKARA BAYI TABUNG (Studi Putusan Nomor 325/Pdt.G/2017/PN.Sby) | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan antara dokter dan pasien dalam kasus bayi tabung, dimana hasil yang diperjanjikan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendapatkan pengetahuan yang jelas tentang apakah terjadinya wanprestasi dalam transaksi terapeutik antara dokter dan pasien akibat hasil yang tidak sesuai dengan yang diharapkan dan mengetahui pertimbangan hukum hakim mengenai kasus wanprestasi bayi tabung. Metode penelitian yang digunakan yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Jenis dan sumber bahan hukum yang terdapat dalam penelitian ini berasal dari data sekunder yaitu bahan hukum primer, sekunder, dan tersier dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: pertama, dokter tidak dapat dikatakan wanprestasi dalam hal hasil transaksi terapeutik yang tidak sesuai dengan yang diperjanjikan dalam program bayi tabung, karena hubungan dokter dan pasien merupakan perjanjian terapeutik yang termasuk kedalam perikatan upaya (inspanning verbintenis), juga dokter sudah melakukan tindakan medis yang sesuai dengan Persetujuan Dasar Atas Pengertian (informed consent) dan Preimplantation Genetic Screening/Diagnosis. Kedua, Pertimbangan Majelis Hakim sudah tepat dan sesuai yaitu tidak mengabulkan ganti kerugian yang diajukan oleh pasien terhadap dokter, dikarenakan program bayi tabung yang dilakukan oleh pasien kepada dokter dengan hasil jenis kelamin perempuan bukan ingkar janji (wanprestasi). | This research is motivated by problems between doctors and patients in the case of IVF, where the promised results are not as expected. The purpose of this study was to find out and obtain clear knowledge about whether the occurrence of default in therapeutic transactions between doctors and patients due to results that are not as expected and to know the judge's legal considerations regarding the case of IVF default. The research method used is normative juridical, with descriptive research specifications. The types and sources of legal materials contained in this study came from secondary data, namely primary, secondary, and tertiary legal materials with library study data collection methods. Based on the results of the study, it can be concluded that: first, the doctor-patient relationship is the doctor cannot be said to be in default in terms of the results of the therapeutic transaction that are not in accordance with the agreement in the IVF program, because a therapeutic agreement which is included in an effort engagement (inspanning verbintenis), also the doctor has taken medical actions in accordance with Basic Agreement on Understanding (Informed Consent) and Preimplantation Genetic Screening/Diagnosi. Second, the consideration of the Panel of Judges was appropriate and appropriate, namely not granting the compensation proposed by the patient to the doctor, because the IVF program carried out by the patient to the doctor with the result that the female sex was not a breach of promise (default). | |
| 36259 | 39265 | C2D018021 | PERANAN APLIKASI MITRA DESA PADA PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DI KABUPATEN WONOSOBO | Penelitian ini berjudul Peranan Aplikasi Mitra Desa Pada Pengelolaan Keuangan Desa Di Kabupaten Wonosobo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana peranan Aplikasi Mitra Desa dalam mendukung pengelolaan keuangan desa di Kabupaten Wonosobo dan mengeksplorasi apa saja yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dalam penggunaan Aplikasi Mitra Desa pada pengelolaan keuangan Desa di Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan data primer dengan metode wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pengguna di desa-desa di Kabupaten Wonosobo yang menggunakan aplikasi Mitra Desa. Responden ditetapkan sebagai informan ditetapkan dengan teknik snowball sampling sehingga 22 responden yang berasal dari pengguna aplikasi dari Desa, BPD, pihak kecamatan, Dinsos PMD, Diskominfo dan Inspektorat Kabupaten Wonosobo. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Wonosobo pada bulan Juni 2021 sampai dengan Juni 2022. Teknik analisis data kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Aplikasi Mitra Desa memiliki beberapa peran dalam pengelolaan keuangan desa yaitu mengakomodir seluruh tahapan keuangan di desa; meminimalkan kesalahan karena system; dan meningkatkan efektivitas kerja bagi pengguna. Faktor-faktor yang mendorong adalah aplikasi membantu tugas dan fungsi Kecamatan; aplikasi mempermudah pengguna untuk melaksanakan tugas; dan jaringan komunikasi pengguna yang baik. Faktor yang menghambat adalah masih terdapat tugas yang belum bisa terakomodir menggunakan aplikasi; kurangnya kapasitas SMD perangkat desa; sebagian besar masyarakat tidak mengetahui penggunaan aplikasi; aplikasi Mitra Desa belum bisa membantu Auditor dalam melaksanakan tugasnya; kualifikasi hardware pada aplikasi offline dan jaringan internet terhadap penggunaan aplikasi online. | The tittle of this research is The Role of Mitra Desa Application on Management of Financial Village in Wonosobo Regency. The purpose of this study are explores the role of Mitra Desa Application in supporting village financial management in Wonosobo Regency and explores what are the supporting and inhibiting factors in using Mitra Desa Application in village financial management in Wonosobo Regency. This research is a qualitative research using primary with interview method. The population in this study are all user of Mitra Desa Application in village in Wonosobo Regency. Respondents were determined as informants using the snowball sampling technique so that 22 respondents from application users from the Village, BPD, sub-district parties, Dinsos PMD, Diskominfo and Inspektoran Wonosobo District. The research was conducted in Wonosobo Regency from June 2021 to June 2022. qualitative data analysis techniques were used in this study. The result of this study is Mitra Desa Application has several roles in managing village finances; accommodating all financial stages in the village; minimizing errors; and increasing work effectiveness for users. The driving factors are the application to assist the duties and functions of the District; applications make it easier for users to carry out tasks; and a good user communication network. The inhibiting factors are that there are still tasks that cannot be accommodated using the application; lack of SMD capacity of village officials; most public are not aware of the use of the application; Mitra Desa Application has not been able to assist the Auditor in carrying out their duties; hardware qualifications for offline applications and internet networks for the use of online applications. | |
| 36260 | 39278 | I1B019024 | Hubungan Koping Religius dengan Selfcare dan Nyeri Penderita Arthritis | Latar belakang: Koping religius merupakan upaya penyelesaian masalah menggunakan pendekatan keagamaan salah satunya dengan doa. Penggunaan doa untuk masalah kesehatan mengalami peningkatan. Nyeri sendi merupakan masalah kesehatan yang paling sering dirasakan oleh penderita arthritis karena adanya peradangan sendi. Nyeri sendi mengakibatkan penurunan kemampuan muskuloskeletal yang berdampak pada selfcare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan koping religius dengan selfcare dan nyeri penderita arthritis. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional menggunakan total sampling dengan jumlah 78 penderita arthritis. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner. Uji analisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian: Hasil penelitian ini meliputi data demografi diantaranya usia, jenis kelamin, dan pendidikan. Hasil analisis univariat variabel koping religius positif dengan nilai median sebesar 21 dengan rentang nilai minimum dan maksimum 13-28. Koping religius negatif dengan nilai median sebesar 19 dengan rentang nilai minimum dan maksimum 12-27. Variabel selfcare dengan kategori baik 85% dan kurang 15%. Variabel nyeri dengan kategori nyeri ringan 91,7%, nyeri sedang 3,3%, dan nyeri berat 5%. Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan nilai p = 0,031 dan p = 0,046. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara koping religius dengan selfcare dan nyeri penderita arthritis. | Background: Religious coping is an effort to solve problems using a religious approach, one of which is prayer. The use of prayer for health problems has increased. Joint pain is health problem that is most often felt by arthritis sufferers due to joint inflammation. Joint pain results in a decrease in musculoskeletal ability which has an impact on self-care. The purpose of this study was to determine the relationship between religious coping with self-care and pain in arthritis sufferers. Methodology: This study used a cross sectional approach using total sampling with a total of 78 arthritis patients. The research instrument used a questionnaire. Analysis test uses the Spearman Rank correlation test. Results: Results this study include demographic data including age, gender, and education. Results of univariate analysis of positive religious coping variables with a median value of 21 with a range of minimum and maximum values of 13-28. Negative religious coping with a median value of 19 with a range of minimum and maximum values of 12-27. Self-care variables with good categories 85% and less 15%. Pain variables were categorized as mild pain 91.7%, moderate pain 3.3%, and severe pain 5%. Correlation test showed a significant relationship with a value of p = 0.031 and p = 0.046. Conclusion: There is a significant relationship between religious coping with self-care and pain in arthritis patients. |