Artikelilmiahs
Menampilkan 33.361-33.380 dari 49.981 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 33361 | 36676 | L1B018016 | POLA PERTUMBUHAN DAN FAKTOR KONDISI IKAN LELE MUTIARA (Clarias gariepinus) DI KOLAM POKDAKAN DESA PANEMBANGAN KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS | Ikan Lele Mutiara (Clarias gariepinus) merupakan strain baru Lele Afrika hasil pemuliaan Badan Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) Sukamandi. Ikan Lele Mutiara memiliki keunggulan performa budidaya, antara lain dalam pertumbuhan, efisiensi pakan, variasi ukuran rendah dan tahan penyakit. Keunggulan Lele Mutiara menjadi daya tarik khususnya masyarakat Desa Panembangan dalam usaha budidaya ikan Lele. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan Lele Mutiara (Clarias gariepinus) di kolam Pokdakan Desa Panembangan Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Metode penelitian adalah studi kasus yang bersifat deskriptif. Parameter yang diamati adalah pola pertumbuhan yang meliputi pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan berat mutlak, hubungan panjang berat, laju pertumbuhan spesifik, kelangsungan hidup dan faktor kondisi. Hasil penelitian menunjukan nilai pertumbuhan panjang mutlak 10,32 cm, pertumbuhan berat mutlak 75,81 g, laju pertumbuhan spesifik 0,306%, kelangsungan hidup 78,6%, nilai b sebesar 2,9886 sehingga pola pertumbuhan ikan Lele Mutiara di kolam Pokdakan Desa Panembangan Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas bersifat allometrik negatif (b<3) dan nilai faktor kondisi (K) 0,682. Kualitas air yang diperoleh dalam kisaran optimal dengan nilai suhu 26 - 27ºC, pH 6-7, dan DO 5,2-5,4 mg/L. | Mutiara catfish (Clarias gariepinus) is a new strain of African catfish from the Sukamandi Fish Breeding Research Agency (BPPI). Mutiara catfish has superior aquaculture performance, including growth, feed efficiency, low size variation and disease resistance. The superiority of Mutiara catfish is an attraction, especially for the people of Panembangan Village in the catfish farming business. The purpose of the study was to determine the growth pattern and condition factors of Mutiara catfish (Clarias gariepinus) in the Pokdakan pond, Panembangan Village, Cilongok District, Banyumas Regency. The research method is a descriptive case study. Parameters observed were growth patterns which included absolute length growth, absolute weight growth, length weight relationship, specific growth rate, survival and condition factors. The results showed the value of absolute length growth value was 10.32 cm, absolute weight growth was 75.81 g, specific growth rate 0,306%, survival 78.6%, b value of 2.9886 so that the growth pattern of Mutiara Catfish in the Pokdakan pond, Panembangan Village, Cilongok District, Banyumas Regency is negative allometric (b < 3) and the condition factor value (K) 0,682. The water quality obtained was in the optimal range with a temperature value of 26 - 27oC, pH 6-7, and DO 5.2-5.4 mg/L. | |
| 33362 | 36693 | L1A017005 | MUTU, POLA DISTRIBUSI, DAN MARGIN PEMASARAN HASIL TANGKAP UDANG DOGOL (Metapenaeus monoceros) DI TPI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDRA CILACAP (PPS CILACAP) | Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap (PPS Cilacap) memiliki tangkapan yaitu Udang Dogol (Metapenaeus monoceros) yang terus menerus meningkat dari tahun ke tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis mutu, pola distribusi, margin pemasaran hasil tangkap Udang Dogol di TPI PPS Cilacap. Metode yang digunakan adalah metode survei. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis saluran pemasaran, margin pemasaran, mutu Uji Organoleptik dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian ini menunjukan, tangkapan udang dogol di TPI Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap melibatkan beberapa pelaku pemasaran yaitu nelayan, pedagang besar, pedagang pengecer/bakul dan pelaku pemasaran lain. Terdapat 3 saluran pemasaran. Penanganan udang menggunakan es balok untuk menjaga kualitas hasil tangkapan udang tetap terjaga. Nilai uji organoleptik Udang Dogol di TPI PPS Cilacap memiliki nilai rata-rata parameter kenampakan sebesar 7,37; Bau sebesar 7,6; dan tekstur sebesar 7,63 sehingga memenuhi batas standar kelayakan kualitas udang segar (SNI 2346 : 2006). Total nilai margin dari saluran I sampai saluran III adalah sebesar Rp. 5.000/kg – Rp. 15.000/kg dan margin tertinggi pada saluran III. Nilai efisiensi pemasaran saluran I – III <5% maka semua saluran yang ada sudah efisien. Saluran pemasaran yang paling efisien yaitu pada saluran pemasaran II. | Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap (PPS Cilacap) has a catch Dogol Shrimp (Metapenaeus monoceros) which continues to increase from year to year. The purpose of this study was to analyze the quality, distribution pattern, marketing margin of the Dogol Shrimp at TPI PPS Cilacap. The method used is a survey method. The sampling technique used is purposive random sampling. Analysis of the data used is the analysis of marketing channels, marketing margins, organoleptic test quality and marketing efficiency. The results of this study indicate that the catch of dogol shrimp at the TPI PPS Cilacap involves several marketing actors is fishermen, wholesalers, retailers and other marketing actors. There are 3 distribution pattern. Handling of shrimp using ice cubes to maintain the quality of the shrimp catch remains good. The organoleptic test value of Dogol Shrimp at TPI PPS Cilacap has an average appearance parameter value of 7.37; smell of 7.6; and texture of 7.63 so that it meets the standard limits for the quality of fresh shrimp (SNI 2346: 2006). The total margin value from I to III is Rp 5.000/kg – Rp 15.000/kg and the highest margin III. The value of marketing efficiency for I – III is <5%, then all existing channels are efficient. The most efficient marketing is the marketing II. | |
| 33363 | 36420 | D1A018062 | Pengaruh Induksi Gonadotropin Releasing Hormone terhadap Perubahan Diferensiasi Sel Darah Putih pada Domba Batur | INDAH SETYANINGSIH. Judul Penelitian: Pengaruh Induksi Gonadotropin Releasing Hormone Terhadap Perubahan Diferensiasi Sel Darah Putih pada Domba Batur. Penelitian mulai dilaksanakan pada 22 April-23 Mei 2022. Tujuan dilakakukan peneitian adalah untuk mengkaji diferensiasi sel darah putih kelompok granulosit (neutrofil, eosinofil, dan basofil) dan kelompok agranulosit (limfosit dan monosit) yang diinduksi Gonadotropin Releasing Hormone pada domba Batur. Materi Penelitian yang digunakan antara lain domba Batur tidak bunting sebanyak 20 ekor milik kelompok tani daerah Batur yang minimal memiliki paritas 2 kali dengan bobot badan relatif sama. Alat yang digunakan yaitu spuit, tabung reaksi, gelas objek, dan mikroskop cahaya. Bahan yang digunakan sampel darah domba Batur, prostaglandin (PGF2α) 2 ml/ekor, Gonadotropin Releasing Hormone 1 ml/ekor, sediaan apus darah, metil alkohol, dan pewarna Giemsa. Penelitian dilakukan berdasarkan metode eksperimen yang dirancang ke dalam 2 (dua) kelompok variabel pengamatan, yaitu P1 merupakan domba yang di induksi menggunakan prostaglandin (PGF2α) 2 ml per ekor secara intramuscular sebagai kontrol dan P2 merupakan Domba yang di induksi menggunakan prostaglandin (PGF2α) 2 ml per ekor dan gonadotropin releasing hormone (GnRH) 1 ml per ekor secara intramuscular. Variabel penelitian yang diukur dan diamati adalah diferensiasi sel darah putih yang meliputi leukosit granulosit terdiri atas neutrofil, eosinofil dan basofil dan leukosit agranulosit terdiri atas limfosit dan monosit. Variabel penelitian yang diukur dan diamati adalah diferensiasi sel darah putih yang meliputi leukosit granulosit terdiri atas neutrofil, eosinofil dan basofil dan leukosit agranulosit terdiri atas limfosit dan monosit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi GnRH berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap perubahan leukosit granulosit (neutrofil, eosinofil, basofil) maupun leukosit agranulosit (limfosit, monosit). Disimpulkan bahwa leukosit granulosit (neutrofil, eosinofil, basofil) maupun leukosit agranulosit (limfosit, monosit) menunjukkan hasil yang relatif sama antara domba kontrol dengan domba yang di induksi menggunakan Gonadotropin Releasing Hormone. | INDAH SETYANINGSIH. Research title: Effect of Gonadotropin Releasing Hormone Induction on Changes in Differentiation Of White Blood Cells in Batur Sheep. Research began to be carried out on 22 April-23 May 2022. The purpose of this study was to examine the differentiation of white blood cells in the granulocyte group (neutrophils, eosinophils, and basophils) and agranulocyte groups (lymphocytes and monocytes) induced by gonadotropin releasing hormone in Batur sheep. The research material used included 20 non-pregnant Batur sheep belonging to a farmer group in the Batur area which had at least 2 times parity with relatively the same body weight. The tools used were syringes, test tubes, object glasses, and light microscopes. The materials used were Batur sheep blood samples, prostaglandin (PGF2α) 2 ml/head, gonadotropin releasing hormone 1 ml/head, blood smear preparation, methyl alcohol, and Giemsa dye. The study was conducted based on an experimental method that was designed into 2 (two) groups of observational variables, namely P1= is a sheep that was induced using prostaglandin (PGF2α) 2 ml per head intramuscularly as a control and P2= is a sheep that was induced using prostaglandin (PGF2α) 2 ml per animal and gonadotropin releasing hormone (GnRH) 1 ml per animal intramuscularly. The research variables that were measured and observed were white blood cell differentiation which included granulocyte leukocytes consisting of neutrophils, eosinophils and basophils and agranulocyte leukocytes consisting of lymphocytes and monocytes. The research variables that were measured and observed were white blood cell differentiation which included granulocyte leukocytes consisting of neutrophils, eosinophils and basophils and agranulocyte leukocytes consisting of lymphocytes and monocytes. he results showed that GnRH induction had no significant effect (P>0.05) on changes in granulocyte leukocytes (neutrophils, eosinophils, basophils) and agranulocyte leukocytes (lymphocytes, monocytes). Concluded that granulocyte group (neutrophils, eosinophils, and basophils) and agranulocyte groups (lymphocytes and monocytes) showed relatively similar results between control sheep and GnRH induced sheep. | |
| 33364 | 36462 | I1A018090 | PENGARUH FAKTOR INDIVIDU DAN FAKTOR PEKERJAAN TERHADAP KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA PEKERJA PEMBUAT BATU BATA DI KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS | Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan gangguan yang dapat dirasakan pada bagian otot skeletal karena otot menerima beban statis secara berulang dalam jangka waktu lama dan mengakibatkan keluhan berupa kerusakan pada sendi, ligamen dan tendon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor individu dan faktor pekerjaan terhadap keluhan Musculoskeletal Disorders pada pekerja pembuat batu bata di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel berjumlah 110 pekerja dengan total sampling. Instrumen penelitian berupa REBA, NBM. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat, analisis bivariat dengan uji chi-square, dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik. Variabel yang berpengaruh adalah masa kerja (0,016), lama kerja (0,037), dan sikap kerja (0,018). Variabel yang tidak berpengaruh adalah usia (0,263), jenis kelamin (1,000), indeks massa tubuh (0,283), kebiasaan merokok (0,665), kebiasaan olahraga (0,074), dan beban kerja (0,370). Masa kerja, lama kerja, dan sikap kerja berpengaruh terhadap keluhan Musculoskeletal Disorders. Pekerja disarankan membuat pengaturan waktu kerja dan istirahat yang sesuai, melakukan peregangan otot sebelum bekerja, memperbaiki sikap kerja membungkuk dengan memberikan alternatif gerakan seperti duduk, jongkok, atau berlutut. | Musculoskeletal Disorders (MSDs) are disorders that can be felt in the skeletal muscles because the muscles receive repeated static loads for a long time and cause complaints in the form of damage to joints, ligaments and tendons. This study aims to determine the effect of individual factors and occupational factors on complaints of Musculoskeletal Disorders in brick-making workers in Sokaraja District, Banyumas Regency. The research design used was cross sectional. The sample is 110 workers with a total sampling. The research instruments are REBA, NBM. The data analysis used was univariate analysis, bivariate analysis with chi-square, and multivariate analysis with logistic regression test. The variables that have an effect are years of service (0.016), length of service (0.037), and work attitudes (0.018). Variables that have no effect are age (0.263), gender (1,000), body mass index (0.283), smoking habits (0.665), exercise habits (0.074), and workload (0.370). Working period, length of work, and work attitude have an effect on complaints of Musculoskeletal Disorders. Workers are advised to make appropriate work and rest time arrangements, stretch their muscles before work, improve their slouching work attitude by providing alternative movements such as sitting, squatting, or kneeling. | |
| 33365 | 36463 | E1A018352 | TUNTUTAN GANTI RUGI PERBUATAN MELAWAN HUKUM OLEH PENGUASA TERHADAP PENGUASAAN TANAH TANPA ALAS HAK (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor : 2045 K/Pdt/2020) | Perbuatan Melawan Hukum oleh Penguasa (onrechtmatige overheids daad) maupun Perbuatan Melawan Hukum (onrechtmatige daad) diatur oleh dasar hukum yang sama, yaitu Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Setelah tahun 1924, Hoge Raad menyatakan bahwa pemerintah dapat dibebani tanggung jawab apabila melalaikan kewajiban hukumnya, tidak peduli apakah kewajiban hukumnya masuk pada ranah hukum publik atau privat, asalkan kelalaian tersebut telah menimbulkan kerugian bagi privaat person, pemerintah dapat digugat secara onrechtmatige daad. Penelitian ini bertujuan menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifisir mengenai kriteria-kriteria dan tuntutan ganti rugi perbuatan melawan hukum pada putusan Mahkamah Agung Nomor 2045 K/PDT/2020. Metode pendekatan yang digunakan dalam penulisan penelitian hukum ini adalah dengan pendekatan yuridis normatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Para Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan menguasai dan menggunakan tanah milik Penggugat untuk membangun Bandar Udara Samarinda Baru tanpa seijin Penggugat sebagai pemilik sahnya. Perbuatan Para Tergugat telah memenuhi kriteria perbuatan melawan hukum, yaitu bertentangan (melanggar) hak orang lain, bertentangan dengan kewajiban hukum si pelaku, perbuatan sewenang-wenang oleh penguasa (willekeur) dan tidak sesuai dengan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB) yang menurut penulis melanggar Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Dalam menentukan ganti kerugian berupa “rugi” terdapat perbedaan antara pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Samarinda dengan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Samarinda. Perbedaan ganti kerugian karena Majelis Hakim Pengadilan Negeri Samarinda yang hanya mendasarkan pada tuntutan Penggugat saja, sedangkan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Samarinda mendasarkan pada barang bukti yang disampaikan dan kemudian diputus melalui Putusan Pengadilan Tinggi Samarinda Nomor 2/PDT/2019/PT SMR. | Unlawful acts by the authorities (onrechtmatige overheids daad) and unlawful acts (onrechtmatige daad) are governed by the same legal basis, namely Article 1365 of the Civil Code. After 1924, the Hoge Raad stated that the government could be held liable if it neglects its legal obligations, regardless of whether its legal obligations fall into the realm of public or private law, as long as the negligence has caused harm to private persons, the government can be sued onrechtmatige daad. This study aims to analyze the judge's legal considerations in qualifying the criteria and claims for compensation for unlawful acts in the Supreme Court's decision Number 2045 K/PDT/2020. The approach method used in writing this legal research is a normative juridical approach. Based on the results of the study, it was shown that the Defendants had committed an unlawful act by controlling and using the land belonging to the Plaintiff to build the Samarinda Baru Airport without the permission of the Plaintiff as the legal owner. The actions of the Defendants have met the criteria for unlawful acts, namely contradicting (violating) the rights of others, contrary to the legal obligations of the perpetrator, arbitrary actions by the authorities (willekeur) and not in accordance with the General Principles of Good Governance (AAUPB) which according to the author violates Law Number 30 of 2014 concerning Government Administration. In determining compensation in the form of "schaden" there is a difference between the considerations of the Samarinda District Court Judges and the Samarinda High Court Judges. The difference in compensation is because the Samarinda District Court Panel of Judges based only on the Plaintiff's demands, while the Samarinda High Court Judges based on the evidence submitted and then decided through the Samarinda High Court Decision Number 2/PDT/2019/PT SMR. | |
| 33366 | 36464 | H1E017012 | EVALUASI BEBAN KERJA MENTAL PEMBELAJARAN DARING DAN LURING DENGAN METODE NASA-TLX PADA KEGIATAN PRAKTIKUM PROSES MANUFAKTUR PRODI TEKNIK INDUSTRI UNSOED | Indonesia tengah dilanda pandemi COVID-19 yang memberikan dampak hingga ke bidang pendidikan. Untuk itu, Teknik Industri Universitas Jenderal Soedirman menerapkan sistem pembelajaran hybrid yang mengombinasikan sistem pembelajaran daring dengan luring sebagai bentuk adaptasi. Namun, penerapan sistem pembelajaran ini memberikan dampak pada tingkat beban kerja mental mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengidentifikasi tingkat beban kerja mental dan variabel lainnya seperti tingkat pemahaman, kualitas media pembelajaran, dan tingkat motivasi. Serta akan diidentifikasi keterkaitan variabel-variabel tersebut dengan beban kerja mental. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang diberikan kepada 106 responden. Pengolahan data dilakukan menggunakan metode NASA-TLX dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman sebesar 10% dan 6% untuk metode daring serta 14% dan 11% untuk metode luring. Untuk kualitas media pembelajaran praktikum daring tergolong cukup baik dan praktikum luring tergolong baik dan sangat baik. Selanjutnya, tingkat motivasi pada kedua metode praktikum tergolong baik. Untuk tingkat beban kerja mental yang ditemukan pada praktikum daring mendapatkan skor 75,36 dan 73,07 serta 71,92 dan 70,77 untuk praktikum luring. Kualitas media pembelajaran dan tingkat motivasi berhubungan secara signifikan dengan beban kerja mental. Sementara, tingkat pemahaman tidak berhubungan secaraa signifikan dengan beban kerja mental. | Indonesia is being hit by the COVID-19 pandemic, which has had an impact on the education sector. Therefore, Industrial Engineering Department of Jenderal Soedirman University applies a hybrid learning system that combines online and offline learning systems as a form of adaptation. However, the application of this learning system has an impact on the level of students' mental workload. Therefore, this study will identify the level of mental workload and other variables such as the understanding level, learning media quality, and motivation level. And will identify the relationship of these variables with mental workload. Data was collected using a questionnaire given to 106 respondents. The data was processed by using the NASA-TLX method and correlation test. The results showed that there was an increase in understanding of 10% and 6% for the online method and 14% and 11% for the offline method. For the quality of online practicum learning media is good and offline practicum is quite good and very good. Furthermore, the motivation level in both practicum methods is good. The mental workload level found in the online practicum got scores 75.36 and 73.07 and 71.92 and 70.77 for the offline practicum. The learning media quality and the motivation level are significantly related to mental workload. Meanwhile, the understanding level is not significantly related to mental workload. | |
| 33367 | 36465 | D1A018019 | PENGARUH PENAMBAHAN GOM GUAR SEBAGAI BAHAN PENGENTAL TERHADAP pH, TOTAL ASAM TERTITRASI, VISKOSITAS DAN SINERESIS PADA YOGHURT SUSU KAMBING | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan gom guar terhadap pH, total asam tertitrasi (TAT), viskositas, dan sineresis yoghurt susu kambing. Materi penelitian adalah susu kambing 5 kg, starter yoghurt 5 gram, gom guar 50 gram. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5 perlakuan dan 4 kali pengulangan sehingga terdapat 20 unit percobaan. Perlakuan yang dilakukan pada penelitian ini adalah yoghurt susu kambing tanpa penambahan gom guar, penambahan gom guar 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2% dari bobot susu kambing. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu pH, TAT, viskositas, dan sineresis pada yoghurt susu kambing. Respon perlakuan yang telah dilakukan analisis variansi hasilnya berpengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut ortogonal polinomial dan BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan gom guar meningkatkan nilai pH, viskositas serta menurunkan nilai TAT, sineresis pada yoghurt susu kambing. Rata-rata nilai pH 4,08 ± 0,04 dengan kisaran 3,96 – 4,19, TAT 0,95 ± 0,06% dengan kisaran 0,58 – 1,15%, viskositas 5494,30 ± 99,55 cP dengan kisaran 324,1 – 9633,13 cP dan sineresis 1,91 ± 027 dengan kisaran 0,00 – 9,56% pada yoghurt susu kambing dengan penambahan gom guar. Kesimpulannya adalah penambahan gom guar yang cukup pada yoghurt susu kambing berdasarkan nilai pH, TAT, viskositas dan sineresis yaitu 0,5%. | This study aims to determine the effect of adding guar gum to pH, total titrated acid (TAT), viscosity, and syneresis of goat's milk yogurt. The research material was 5 kg goat's milk, 5 gram yogurt starter, 50 gram guar gum. The study was conducted using a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 repetitions so that there were 20 experimental units. The treatments in this study were goat's milk yogurt without the addition of guar gum, the addition of 0.5%, 1%, 1.5%, and 2% of the weight of the goat's milk. The variables observed in this study were pH, TAT, viscosity, and syneresis in goat's milk yogurt. The treatment response that had been analyzed for variance had a significant effect, so further tests of orthogonal polynomials and BNJ were carried out. The results showed that the addition of guar gum increased the pH value, viscosity and decreased the TAT value, syneresis in goat's milk yogurt. The average pH value is 4.08 ± 0.04 with a range of 3.96 – 4.19, TAT 0.95 ± 0.06% with a range of 0.58 – 1.15%, viscosity 5494.30 ± 99.55 cP with a range of 324.1 – 9633.13 cP and syneresis 1.91 ± 027 with a range of 0.00 – 9.56% in goat's milk yogurt with the addition of guar gum. The conclusion is the addition of sufficient guar gum to goat's milk yogurt based on the value of pH, TAT, viscosity, and syneresis which is 0.5%. | |
| 33368 | 36466 | E1A018195 | CERAI GUGAT KARENA SUAMI SEKS ANAL (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Banjarnegara No. 891/Pdt.G/2020/PA.Ba) | CERAI GUGAT KARENA SUAMI SEKS ANAL (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Banjarnegara No. 891/Pdt.G/2020/PA.Ba) Oleh: Adi Lukman Prasetyo E1A018195 ABSTRAK Pengertian Perkawinan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Pada kenyataanya tujuan perkawinan itu tidak selalu tercapai, bahkan sebaliknya kandas atau gagal ditengah jalan, demi kepentingan dua belah pihak suami-isteri, perkawinan yang tidak harmonis dapat juga diputus melalui perceraian. Perceraian merupakan putusnya ikatan perkawinan antara suami-isteri dengan putusan pengadilan dan ada cukup alasan bahwa diantara suami isteri tidak akan hidup rukun lagi sebagai suami-isteri. Peneliti mengangkat rumusan masalah mengenai bagaimana dasar pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan cerai gugat karena suami seks anal yang terdapat pada putusan Pengadilan Agama Banjarnegara Nomor: 891/Pdt.G/2020/PA.Ba. Metode penelitian yang digunakan yuridis normatif, spesifikasi penelitian menggunakan prespektif analitis, sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder, metode pengumpulan data dengan studi pustaka, dan metode analisis dengan menggunakan normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertimbangan hukum yang digunakan hakim Pengadilan Agama Kabupaten Banjarnegara adalah Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 juntco Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 juntco Pasal 116 Kompilasi Hukum Islam. Peneliti berpendapat terdapat fakta hukum lain yaitu kekerasan seksual, dimana Tergugat melakukan hubungan seksual melalui dubur (seks anal) sehingga alasan perceraian dalam Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 juntco Pasal 19 huruf (d) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 juntco Pasal 116 huruf (d) Kompilasi Hukum Islam, dapat dijadikan alasan mengabulkan gugatan yaitu salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan terhadap pihak lain, peneliti juga berpendapat hakim dapat mempertimbangkan Pasal 5 huruf (c) dan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 yaitu mengenai pengertian kekerasan seksual, selain itu terdapat pertimbangan hakim yang belum sesuai dengan Pasal 50 ayat (1) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 yaitu tidak mencantumkan dasar hukum terkait sebagai landasan yang kuat dalam pertimbanganya. | DIVORCED BECAUSE HUSBAND HAD ANAL SEX (Juridical Review of The Banjarnegara Religious Court Decision No. 891/Pdt.G/2001/PA.Ba) By: Adi Lukman Prasetyo E1A018195 ABSTRACT The definition of marriage as regulated in Article 1 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage is an inner and outer bond between a man and a woman as husband and wife with the aim of forming a happy and eternal family (household) based on the One Godhead. In fact, the purpose of marriage is not always achieved, on the contrary, it runs aground or fails in the middle of the road because it is not harmonious. Divorce is the breaking of marital ties between husband and wife with a court decision and there are sufficient reasons that husband and wife will no longer live in harmony as husband and wife. The researcher raised the formulation of the problem regarding how the judge's legal considerations in granting a divorce due to an anal sex husband contained in the decision of the Banjarnegara Religious Court Number: 891/Pdt.G/2020/PA.Ba. The research method used is normative juridical, the research specification uses an analytical perspective, the data sources used are secondary data sources, the data collection method is literature study, and the analytical method uses qualitative normative. The results showed that the legal considerations used by the judges of the Religious Courts of Banjarnegara Regency were Article 39 paragraph (2) of Law Number 1 of 1974 juntco Article 19 letter (f) Government Regulation Number 9 of 1975 juntco Article 116 of the Compilation of Islamic Law. The researcher believes that there is another legal fact, namely sexual violence, where the Defendant had sexual intercourse through the anus (anal sex) so that the reason for the divorce in Article 39 paragraph (2) of Law Number 1 of 1974 juntco Article 19 letter (d) Government Regulation Number 9 of 1975 juntco Article 116 letter (d) Compilation of Islamic Law, can be used as a reason for granting a lawsuit that one party commits atrocities or severe persecution that endangers another party, the researcher also believes that the judge can consider Article 5 letter (c) and Article 8 of the Law Number 23 of 2004 concerning the definition of sexual violence, besides that there are judges' considerations that are not in accordance with Article 50 paragraph (1) of Law Number 28 of 2009 which does not include the relevant legal basis as a strong basis in their considerations. | |
| 33369 | 37911 | J1B018044 | Toleransi Dalam Novel Lengking Burung Kasuari (2017) Karya Nunuk Y Kusmiana: Kajian Semiotika Peirce | Penelitian ini bertujuan untuk menelaah toleransi dalam novel Lengking Burung Kasuari Karya Nunuk Y. Kusmiana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce dan hanya menggunakan indeks sebagai dasar analisis. Hubungan kausal dalam prinsip indeks digunakan sebagai cara untuk menelaah tanda-tanda bahasa dalam teks yang berkaitan dengan toleransi. Toleransi adalah sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan individu maupun kelompok, yang berasal dari suku, agama, dan ras berbeda sekalipun. Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa indeks toleransi dalam novel, meliputi (1) cantik bagai bidadari, (2) bukan daging babi, (3) perayaan Natal, (4) azan, (5) frasa “pulang, ah”, (6) reaksi tanpa perlawanan terhadap wacana ‘orang berambut lurus’, dan (7) ucapan “selamat tahun baru”. Indeks tersebut menggambarkan toleransi terhadap keberagaman sosial budaya, berupa penghormatan perbedaan fisik, penghormatan keyakinan dan praktik keagamaan, penghormatan antarindividu berdasarkan standar moral, kesadaran hidup rukun, dan sikap menjaga persatauan dan kesatuan antara masyarakat pendatang dan orang Papua. Hasil penelitian tersebut menjelaskan pentingnya toleransi bagi persatuan Indonesia. Terlebih, Indonesia adalah negara multikultural dengan keragaman suku, agama, ras, dan budaya yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan bagi pembaca tentang toleransi, bukan hanya teori, tetapi juga praktiknya di masyarakat. | This study aims to examine tolerance in the novel Lengking Burung Kasuari by Nunuk Y. Kusmiana. The method used in this research is descriptive-qualitative. This study uses the semiotic approach of Charles Sanders Peirce and only uses the index as the basis for analysis. The causal relationship in the index principle is used as a way to examine language signs in texts related to tolerance. Tolerance is an attitude of mutual respect and appreciation for individual and group differences, even from different ethnicities, religions, and races. The results showed that there were several tolerance indexes in the novel, including (1) beautiful as an angel, (2) not pork, (3) Christmas celebrations, (4) the call to prayer, (5) the phrase "Pulang, ah", (6) reaction without resistance to the discourse of 'straight-haired people', and (7) "happy new year" greetings. The index describes tolerance for socio-cultural diversity in the form of respect for physical differences, respect for religious beliefs and practices, respect between individuals based on moral standards, awareness of living in harmony, and an attitude of maintaining unity and integrity between migrant communities and local Papuans. The results of this study explain the importance of tolerance for Indonesian unity. Moreover, Indonesia is a multicultural country with a diversity of ethnicities, religions, races, and cultures that have the potential to cause division. This research is expected to be a source of knowledge for readers about tolerance, not only in theory, but also in practice in society. | |
| 33370 | 38083 | J1C018016 | Penggunaan Bikago dalam Novel Kenkyo, Kenjitsu o Motto ni Ikite Orimasu! (Kajian Sosiolinguistik) | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penggunaan bikago oleh laki-laki dan perempuan yang terdapat dalam novel Kenkyo, Kenjitsu o Motto ni Ikite Orimasu! serta faktor yang melatarbelakangi penggunaan bikago tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak catat. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengklasifikasikan percakapan antrlaki-laki, antarperempuan dan antarlaki-laki dan perempuan, mendeskripsikan faktor yang melatarbelakangi penggunaan bikago dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 25 bentuk bikago yang ditemukan dan terdiri dari penggunaan prefiks o- oleh laki-laki muncul sebanyak 6 kali dan prefiks go- sebanyak 2 kali, sedangkan penggunaan prefiks o- oleh perempuan muncul sebanyak 13 kali dan prefiks go- sebanyak 4 kali. Selain membahas bentuk bikago penelitian ini juga membahas faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan bikago berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Mizutani (1987). Faktor-faktor tersebut berupa keakraban, usia, hubungan sosial, status sosial, jenis kelamin, keanggotaan kelompok, dan situasi. Kemudian penggunaan bikago oleh perempuan dan kata dengan prefiks o- menjadi bentuk bikago yang paling banyak muncul dengan faktor situasi dan keanggotaan kelompok sebagai faktor yang paling dominan mempengaruhi penggunaan bentuk bikago tersebut. | This study aims to describe how the use of bikago by men and women in the novel Kenkyo, Kenjitsu o Motto ni Ikite Orimasu! and the factors behind the use of bikago. The research method used is descriptive qualitative method with a reading and note-taking technique. The data analysis technique was carried out by classifying conversations between men, between women and between men and women, describing the factors behind the use of bikago and drawing conclusions. The results show that there are 25 forms of bikago found and consist of the use of o- prefix by men appearing 6 times and go- prefix 2 times, while the use of o- prefix by women appears 13 times and go- prefix 4 times. Besides discussing the form of bikago, this study also discusses the factors that influence the use of bikago based on the theory proposed by Mizutani (1987). These factors are level of intimacy, age, social relation, social status, sex, group membership and situational. Then the use of bikago by women and words with o- prefixes become the most common forms of bikago with situation factors and group membership as the most dominant factors influencing the use of these forms of bikago. | |
| 33371 | 38075 | C1G018009 | IMPACT OF PANDEMIC COVID-19 ON LANTING INDUSTRY BUSINESS REVENUE IN LEMAHDUWUR VILLAGE, KUWARASAN DISTRICT, KEBUMEN REGENCY | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak Pandemic Covid-19 terhadap pendapatan dan bagaimana pengaruh variable harga jual produk, biaya bahan baku, lama usaha dan jumlah tenaga kerja terhadap pendapatan Usaha Industri Lanting di Desa Lemahduwur Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen pada tahun 2020. Data yang digunakan merupakan data primer dengan mengambil sample menggunakan cara purposive sampling. Metode analisis yang digunakan yaitu uji beda rata-rata dan uji regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut : (1) Terdapat perbedaan pendapatan antara sebelum dan saat terjadinya Pandemic Covid-19. (2) Variable biaya bahan baku dan lama usaha berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usaha industry lanting. (3) Variable harga jual produk dan jumlah tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapata usaha industry lanting di Desa Lemahduwur Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen. Implikasi penelitian ini yaitu untuk meningkatkan pendapatan pelaku usaha industry lanting sebaiknya memaksimalkan dalam pemanfaatan bahan baku dalam memproduksi lanting karena biaya bahan baku memberi pengaruh terhadap pendapatan. Hal lain yang dilakukan yaitu dengan meningkatkan keterampilan karena lama usaha memberi pengaruh terhadap pendapatan usaha industry lanting di Desa Lemahduwur Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen. | This study aims to find out how the impact of Pandemic Covid-19 on revenue and how the variables influence product selling prices, raw material costs, business length and amount of labor on the income of the Lanting Industry Business in Lemahduwur Village, Kuwarasan District, Kebumen Regency in 2020. The data used is primary data by taking samples using purposive sampling. The analysis method used is the average difference test and multiple linear regression test. Based on the results of research and data analysis, the following conclusions were obtained: (1) There was a difference in income between before and during the Covid-19 Pandemic. (2) The variable cost of raw materials and length of business have a significant effect on the business income of the lanting industry. (3) The variable selling price of the product and the amount of labor have no significant effect on the income of the lanting industry business in Lemahduwur Village, Kuwarasan District, Kebumen Regency. The implication of this research is to increase the income of the lanting industry business actors should maximize the use of raw materials in producing lanting because the cost of raw materials has an effect on income. Another thing to do is to improve skills because the length of business has an effect on the income of the lanting industry business in Lemahduwur Village, Kuwarasan District, Kebumen Regency. | |
| 33372 | 37912 | E1A018328 | PERLINDUNGAN UPAH BAGI PEKERJA SETELAH BERLAKUNYA UNDANG UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2020 TENTANG CIPTAKERJA | Undang - Undang Cipta Kerja merupakan payung hukum yang dibuat oleh pemerintah dengan harapan dapat memperbaiki ekosistem investasi dan daya saing Indonesia. Berkaitan dengan hal tersebut, dengan disahkannya Undang - Undang Cipta Kerja yang tujuannya sebagai perbaikan ekosistem dan investasi justru kemudian menimbulkan berbagai pro kontra di kalangan masyarakat, akademisi, maupun politisi, karena di nilai tidak sejalan dengan perlindungan hukum pekerja. Padahal pembangunan mengenai ketenagakerjaan harus di atur sedemikian rupa agar hak – hak dan perlindungan yang mendasar bagi tenaga kerja dan pekerja/buruh dapat terpenuhi dengan baik, serta di waktu yang bersamaan juga dapat mewujudkan kondisi yang kondusif terhadap pengembangan dunia usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan upah bagi pekerja setelah berlakunya Undang Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja. Metode pendekatan yang digunakan dalam penulisan penelitian hukum ini adalah dengan pendekatan yuridis normatif. Berdasarkan hasil penelitian Undang – Undang Cipta Kerja dalam memberikan Perlindungan Upah bagi Pekerja/buruh, sangat jauh dari harapannya bahkan bukan lebih baik, cenderung semua mengecewakan, karena nyatanya semua mengarah kepada penurunan, pengurangan dan bahkan penghapusan perlindungan hak – hak pengupahan dari pekerja/buruh. kendala pengupahan setelah diundangkannya undang – undang cipta kerja dalam penetapan upah diserahkan ke pihak provinsi yaitu gubernur yang mana merujuk ke ekonomi daerah serta kekurang jelasan dalam pembayaran upah bagi buruh yang terjerat kasus pidana, yaitu pidana yang seperti apa. | The Job Creation Act is a legal umbrella created by the government with the hope of improving the investment ecosystem and Indonesia's competitiveness. In this regard, the enactment of the Job Creation Law whose purpose is to improve the ecosystem and investment has actually created various pros and cons among the public, academics, and politicians, because it is considered not in line with the legal protection of workers. Whereas development regarding manpower must be regulated in such a way that the rights and basic protections for workers and workers/laborers can be properly fulfilled, and at the same time can create conditions conducive to the development of the business world. This study aims to determine the protection of wages for workers after the enactment of Law No. 11 of 2020 concerning job creation. The approach method used in writing this legal research is a normative juridical approach. Based on the research results of the Employment Copyright Act in providing Wage Protection for Workers/labor, it is far from expectations, not even better, all tend to be disappointing, because in fact everything leads to a decrease, reduction and even the abolition of the protection of the wage rights of workers/labourers. . Wage constraints after the enactment of the work copyright law in determining wages were handed over to the province, namely the governor, which refers to the regional economy and the lack of clarity in paying wages for workers who are entangled in criminal cases, namely what kind of crime. | |
| 33373 | 36469 | A1D015200 | BIOASAI ISOLAT BAKTERI POTENSIAL PROBIOTIK TERHADAP PERKECAMBAHAN VARIETAS PADI LAHAN MARGINAL (GOGO) DAN IDENTIFIKASI SECARA MOLEKULER16S rRNA | Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui respon perkecambahan benih tanaman padi lahan marginal (gogo) setelah pemberian perlakuan isolat bakteri potensial probiotik dan 2) Mengetahui identitas tingkat spesies dari isolat bakteri potensial probiotik menggunakan metode uji molekuler 16S rRNA. Penelitian dilakukan menggunakan uji bioasai berupa pemberian 5 isolat bakteri (SR1, GT2, SW1, PA1, dan TS4) pada tiga varietas padi (Inpago Unsoed, Unsoed Parimas, dan Inpago 8). Daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, kecepatan tumbuh, bobot kering kecambah normal, indeks vigor, dan keserampakan tumbuh merupakan variabel yang diamati. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pemberian isolat bakteri berpengaruh nyata terhadap variabel kecepatan tumbuh benih padi. Varietas padi juga memiliki pengaruh yang nyata terhadap variabel PTM dan Keserampakan tumbuh, serta sangat nyata terhadap keempat variabel lainnya. Identifikasi isolat bakteri dilakukan dengan menggunakan metode molekuler 16S rRNA yang hasil sekuensingnya dimasukan kedalam program BLAST pada NCBI. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa isolat bakteri SW1, TS4 dan PA1 berturut-turut memiliki similarity dengan Bacillus tropicus strain MCCC 1a01406, Bacillus subtilis strain DSM 10, dan Acidovorax delafieldi strain 133. Analisis dilanjutkan dengan melihat hubungan filogenetik menggunakan metode neighbor joining tree. Hasil analisis filogenetik menunjukkan bahwa masing-masing isolat bakteri memiliki hubungan kekerabatan sesuai hasil BLAST dengan nilai similarity tertinggi. | This research is conducted for: 1) Knowing the germination response of marginal type rice seeds (Gogo Rice Seeds) after the application of potential probiotic bacteria 2) Knowing the identity (species level) of the potential probiotic bacteria using molecular test 16S rRNA method. Research conducted by bioassay method using 5 bacteria isolates (SR1, GT2, SW1, PA1, dan TS4) applied to 3 different variety of rice plant (Inpago Unsoed, Unsoed Parimas, dan Inpago 8). Seed germination, potential maximum growth, growth speed, weight of normal dry seed, vigor index, and simultanious growth is observed. The result is that the application of probiotic bacteria showed significant different values for growth speed of rice seeds. The variety of seeds showed significantly different values for max potential growth and simultanious growth, whereas it showed very significant different values for the other 4 variables. Identification of bacteria isolate using 16S rRNA method with the result of sequencing is processed with BLAST program on NCBI. Isolate bacteria SW1, TS4 and PA1 showed similarity as Bacillus tropicus MCCC 1a01406 strain, Bacillus subtilis DSM 10 strain, and Acidovorax delafieldi 133 strain. Analysis continue by observing filogenetic connection using Neighbor Joining Method. Result showed that each bacteria has connection of identity as shown with BLAST with highest similarity. | |
| 33374 | 36470 | E1A018044 | KEKUATAN PEMBUKTIAN VISUM ET REPERTUM SEBAGAI ALAT BUKTI SURAT DALAM TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG MENYEBABKAN KEMATIAN (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Bitung Nomor: 82/Pid.B/2020/PN.Bit) | Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga dibuat karena banyaknya kejadian suatu peristiwa kekerasan yang dilakukan dalam lingkup rumah tangga dan yang paling sering ditemukan yaitu kekerasan fisik. Dalam hal membuktikan adanya kekerasan fisik maka diperlukannya Visum et repertum yang didalamnya berisi suatu keterangan tertulis yang dibuat oleh dokter atas permintaan dari penyidik tentang hasil pemeriksaan medis terhadap hal-hal yang dilihat dan ditemukan dalam tubuh seseorang baik hidup maupun mati. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi preskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber pada studi kepustakaan dan peraturan perundang-undangan beserta peraturan pelaksanaannya. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan metode kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian secara sistematis. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa kekuatan pembuktian Visum et repertum dalam tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga pada putusan perkara nomor 81/Pid.B/2020/PN.Bit merupakan alat bukti yang sah dan sempurna karna dikategorikan sebagai alat bukti surat sesuai dengan Pasal 187 huruf c KUHAP yaitu sebagai laporan tertulis dari dokter (ahli) yang dibuat berdasarkan sumpah perihal apa yang dilihat dan ditemukan pada objek pemeriksaan. Meskipun dalam pembuktian suatu perkara pidana tidak mutlak adanya Visum et repertum tetapi untuk memperkuat keyakinan hakim maka sebaiknya Visum et repertum tetap ada khususnya pada tindak pidana yang objeknya menyangkut tubuh manusia. | Law Number 23 of 2004 concerning Domestic Violence was made because of the large number of incidents of violence committed within the household and the most frequently found is physical violence. In terms of proving the existence of physical violence, a Visum et repertum is required which contains a written statement made by a doctor at the request of the investigator regarding the results of a medical examination of things seen and found in a person's body, both alive and dead. The approach method used in this study is a normative juridical approach with prescriptive specifications. The data used is secondary data sourced from literature studies and legislation and their implementing regulations. The data obtained were then processed by qualitative methods and presented in the form of a systematic description. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the strength of proof of Visum et repertum in criminal acts of domestic violence in the case decision number 81/Pid.B/2020/PN.Bit is a valid and perfect evidence because it is categorized as documentary evidence in accordance with Article 187 letter c of the Criminal Procedure Code is a written report from a doctor (expert) made based on an oath regarding what was seen and found on the object of examination. Even though in proving a criminal case, Visum et repertum is not absolute, but to strengthen the judge's belief, it is better for Visum et repertum to exist, especially in criminal acts whose object involves the human body. | |
| 33375 | 38082 | J1C018046 | TINDAK TUTUR ILOKUSI KOMISIF OFFERS DALAM ANIME NATSUME YUUJINCHOU | Penelitian ini berjudul Tindak Tutur Ilokusi Komisif dalam Anime Natsume Yuujinchou, yang bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk tindak tutur ilokusi offers pada percakapan anime Natsume Yuujinchou,dan mendeskripsikan makna tindak tutur ilokusi offers pada dialog dalam anime Natsume Yuujinchou. Sumber data penelitian berupa percakapan dari tokoh pada anime tersebut dan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh menggunakan metode simak dan catat. Untuk analisis data menggunakan metode kontekstual. Terakhir untuk penyajian data menggunakan metode informal.Berdasarkan hasil analisis tersebut, ditemukan 20 data dengan rincian 3 data tindak tutur ilokusi komisif offers dengan makna menawarkan, 9 data tindak tutur ilokusi komisif offers dengan makna mengusulkan, dan 8 tindak data tutur ilokusi komisif offers dengan makna menyatakan sukarela. | The study has two goals. The first one is to describe the type of commissive illocutionary offers speech acts on the dialogue in the anime Natsume Yuujinchou. The second one is to describe the the meaning of commissive illocutionary offers speech acts on the dialogue in the anime Natsume Yuujinchou.The study used conversational dialogue from the characters in the anime Natsume Yuujinchou as a data resource and used a descriptive method. The data were obtained from using the refer-to-the-note method. Contextual method was used for analyzing the data. Last but not least, informal method was used for presenting the data.Based on the result of the analysis, 20 data were found; 3 data are commissive illocutionary speech acts with the meaning of offers, 9 data are commissive illocutionary speech acts with the meaning of suggest, and 8 data are commissive illocutionary speech acts with the meaning of volunteer. | |
| 33376 | 36472 | F1D018002 | RELASI AKTOR DALAM PENGEMBANGAN WISATA INDUSTRI KREATIF DI KOTA TASIKMALAYA | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan aktor-aktor yang terlibat, memahami dan mendeskripsikan relasi aktor dalam pengembangan wisata industri kreatif di Kota Tasikmalaya, serta mengetahui dan mendeskripsikan faktor pendukung dan faktor penghambat relasi aktor dalam pengembangan wisata industri kreatif di Kota Tasikmalaya. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam bingkai perspektif institusionalisme dan paradigma konstruktivisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa terkait dengan relasi aktor dalam pengembangan wisata industri kreatif di Kota Tasikmalaya terdapat banyak aktor atau stakeholder yang terlibat, yang mana aktor-aktor tersebut terbagi menjadi aktor primer dan aktor sekunder berdasarkan peran dan kontribusi yang sudah dilakukan yang berdampak pada industri kreatif di Kota Tasikmalaya. Dalam hal ini, aktor-aktor yang dimaksud adalah Dinas UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan; Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata; Komisi II DPRD; dan Tasik Creative and Innovation Committee (TCIC). Aktor-aktor tersebut terdiri dari aktor yang berasal dari internal pemerintah dan eksternal pemerintahan. Relasi aktor yang terjadi dalam pengembangan wisata industri kreatif di Kota Tasikmalaya merupakan hubungan dalam bentuk kerja sama. Dalam hal ini hubungan kerja sama yang dimaksud adalah antara Dinas Pariwisata dengan TCIC dan Dinas Perdagangan dengan Komisi II DPRD. Kerja sama tersebut menciptakan hubungan yang kuat antar aktor terkait. Namun di sisi lain terdapat hubungan yang belum terjalin dengan aktor yang lain seperti belum adanya kerja sama antara Dinas Perdagangan dengan Dinas Pariwisata meskipun keduanya memiliki tugas dalam pengembangan industri kreatif di Kota Tasikmalaya. Selain itu, dalam relasi aktor tersebut terdapat faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung relasi aktor dalam pengembangan wisata industri kreatif di Kota Tasikmalaya diantaranya adanya jalinan hubungan yang kuat antara Dinas Perdagangan dan Komisi II DPRD serta sumber daya manusia yang kreatif di Kota Tasikmalaya. Adapun faktor penghambat relasi aktor dalam pengembangan wisata industri kreatif di Kota Tasikmalaya diantaranya belum terjalin komunikasi yang sempurna antara Dinas Perdagangan dengan Dinas Pariwisata serta belum semua pengrajin produk unggulan Kota Tasikmalaya mendapat perhatian dari pemerintah. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa relasi aktor dalam pengembangan wisata industri kreatif di Kota Tasikmalaya terdiri dari banyak aktor yang terlibat baik dari aktor pemerintah maupun nonpemerintah, yang mana kedua jenis aktor ini terbagi ke dalam aktor primer dan aktor sekunder. | This research article aims to identify and explain the actors involved, understand and describe the relationship of actors in the development of creative industry tourism in Tasikmalaya City, and know and describe the supporting factors and inhibiting factors of actor relations in the development of creative industry tourism in Tasikmalaya City. By using qualitative methods and Case Study approach in the frame perspective of institutionalism and constructivism paradigm, the results of the study revealed that related to the relationship of actors in the development of Tourism Creative Industries in the city of Tasikmalaya there are many actors or stakeholders involved, which the actors are divided into primary actors and secondary actors based on the roles and contributions that have been done that have an impact on the creative industries in the city of Tasikmalaya. In this case, the actors in question are the Department of MSMEs, industry, and Trade; Department of Youth, Sports, Culture, and Tourism; Commission II DPRD; and Tasik Creative and Innovation Committee (TCIC). These actors consist of actors who come from internal government and external government. Actor relations that occur in the development of Tourism Creative Industries in the city of Tasikmalaya is a relationship in the form of cooperation. In this case, the cooperation relationship in question is between the Tourism Office and TCIC and the trade office with Commission II of the DPRD. The cooperation created a strong connection between related actors. But on the other hand there is a relationship that has not been established with other actors such as the absence of cooperation between the Department of trade with the Department of Tourism although both have a task in the development of creative industries in the city of Tasikmalaya. In addition, in the relationship of these actors there are supporting factors and inhibiting factors. Factors supporting the relationship of actors in the development of Tourism Creative Industries in the city of Tasikmalaya include the existence of a strong relationship between the Department of trade and Commission II DPRD as well as creative human resources in the city of Tasikmalaya. The factors inhibiting the relationship of actors in the development of Tourism Creative Industries in the city of Tasikmalaya include not established perfect communication between the Department of trade with the Department of Tourism and not all craftsmen Tasikmalaya superior products received attention from the government. Thus, this study shows that the relationship of actors in the development of Tourism Creative Industries in the city of Tasikmalaya consists of many actors involved both from government and nongovernmental actors, which both types of actors are divided into primary actors and secondary actors. | |
| 33377 | 36474 | D1A018068 | PENGARUH GALUR AYAM LOKAL DAN FEED ADDITIVE TERHADAP KADAR TOTAL PROTEIN PLASMA DAN FIBRINOGEN | Penelitian “Pengaruh galur ayam lokal dan feed additive terhadap kadar total protein plasama dan fibriogen” telah dilaksanakan pada 13 Juli 2021 – 13 Oktober 2021, bertempat di Experimental farm, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dan analisis darah di Laboratorium Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi galur ayam lokal dan feed additive terhadap kadar TPP dan fibrinogen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap) pola faktorial terdapat 2 faktor terdiri dari faktor A (galur ayam) dan faktor B (immunomodulator feed), faktor A terdapat 3 jenis galur ayam lokal dan faktor B terdapat 4 feed yang berbeda, sehingga perlakuan yang diujicobakan 3 x 4 = 12 perlakuan dan terdapat 4 kali ulangan. Materi penelitian menggunakan 3 jenis galur ayam lokal antara lain A1 (Ayam Kampung), A2 (Ayam KUB) dan A3 (Ayam Kedu) yang sudah dipelihara sebelumnya dari DOC masing-masing sebanyak 160 ekor sehingga total 480 ekor, pakan ayam periode awal sampai dengan pertumbuhan (complete feed), pakan basal, feed additive sebagai immunomodulator, dan bahan kimia untuk analisa darah. Pakan yang digunakan adalah pakan basal dengan penambahan beberapa jenis feed additive terdiri dari B1 (pakan basal/kontrol), B2 (penambahan 1% tepung sambiloto), B3 (penambahan 1% tepung bawang putih), dan B4 (penambahan 1% tepung Kalimun®). Perlakuan yang diberikan adalah A1B1, A1B2, A1B3, A1B4, A2B1, A2B2, A2B3, A2B4, A3B1, A3B2, A3B3, A3B4. Peubah yang diukur meliputi kadar TPP dan Fibrinogen. Analisis data menggunakan analisis variansi (ANAVA). Hasil rataan kadar total protein plasma yaitu 2,4 ± 0,3 g/dL sampai dengan 2,8 ± 0,4 g/dL. Hasil rataan kadar fibrinogen sebesar 0,1 ± 0,1 - 0,3 ± 0,1 g/dL. Hasil analisis variansi (ANAVA) menunjukkan bahwa interaksi antara galur ayam lokal dan suplementasi feed additive maupun masing-masing faktor berpengaruh tidak nyata (F hitung < F tabel 0,05) terhadap kadar total protein plasma dan fibrinogen (P>0,05). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa galur ayam kampung, KUB, dan Kedu memiliki kadar TPP dan fibrinogen yang relatif sama. Supementasi feed additive tidak mengganggu status fisiologi ayam berdasarkan kadar fibrinogen dan TPP. Ayam Kedu dengan kombinasi perlakuan pakan basal dengan penambahan feed additive Kalimun® (1%) cenderung memiliki rataan kadar TPP dan fibrinogen lebih tinggi dibandingkan kontrol dan perlakuan lainnya. | The research "The effect of local chicken strains and feed additive on total plasma protein and fibrinogen levels" was carried out on July 13, 2021 - October 13, 2021, at the Experimental farm, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto and blood analysis at the Pathology Laboratory Clinical, Faculty of Veterinary Medicine, Gajah Mada University, Yogyakarta. The aim of the study was to determine the effect of the interaction of local chicken strains and feed additives on the levels of TPP and fibrinogen. The research design used was RAL (Completely Randomized Design) factorial pattern there were 2 factors consisting of factor A (chicken strain) and factor B (immunomodulator feed), factor A there were 3 types of local chickens and factor B there were 4 feeds, so that the treatment tested was 3 x 4 = 12 treatments and there were 4 replications. The research material used 3 types of local chickens, including A1 (Village Chicken), A2 (KUB Chicken) and A3 (Kedu Chicken) which had been previously reared from DOC, each of which was 160 so that a total of 480 tails, chicken feed for the early period up to growth (complete feed), basal feed, feed additive as an immunomodulator, and chemicals for blood analysis. The feed used was basal feed with the addition of several types of feeds additive consist of B1 (basal/control feed), B2 (addition of 1% Sambiloto flour), B3 (addition of 1% garlic flour), and B4 (addition of 1% Kalimun® flour). The treatments given were A1B1, A1B2, A1B3, A1B4, A2B1, A2B2, A2B3, A2B4, A3B1, A3B2, A3B3, A3B4. The variables measured included levels of TPP and Fibrinogen. Data analysis used analysis of variance (ANOVA). The average total plasma protein levels were 2.4 ± 0.3 g/dL to 2.8 ± 0.4 g/dL. The results of the average fibrinogen levels were 0.1 ± 0.1 - 0.3 ± 0.1 g/dL. The results of analysis of variance (ANOVA) showed that the interaction between local chicken strains and feed additive as well as each factor had no significant effect (F count < F tabel 0.05) on total plasma protein and fibrinogen levels (P> 0.05). It can be concluded that the free-range chicken, KUB, and Kedu strains had relatifly the same levels of TPP and fibrinogen. Supplementation of feed additives did not interfere with the physiological status of chickens based on fibrinogen and TPP levels. Kedu chickens with a combination of basal feed treatment with the addition of Kalimun® feed additive (1%) had higher TPP and fibrinogen levels than the control and other treatments. | |
| 33378 | 36473 | E1A018052 | PERTANGGUNGJAWABAN PELAKU USAHA ATAS PRODUK KADALUWARSA YANG DITERIMA OLEH KONSUMEN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN NOMOR 504 K/PDT.SUS-BPSK/2021 | Kelalaian Pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan usahanya masih sering ditemukan di masyarakat, tidak sedikit ditemukan kasus-kasus terkait pelaku usaha yang menjual produk yang sudah kadaluwarsa. Salah satunya yang terjadi antara PT. Asia Tri Tunggal Jaya (Asia Toserba) sebagai Pemohon Kasasi/Tergugat dengan Fitri Juliani sebagai Termohon Kasasi/Penggugat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pertanggungjawaban pelaku usaha atas produk kadaluwarsa yang diterima oleh konsumen berdasarkan Undang-Undang nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dalam putusan nomor 504 k/pdt.sus-bpsk/2021. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif Data penelitian bersumber dari data sekunder. Model penyajian data menggunakan bentuk teks naratif dan model analisis data secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Putusan Mahkamah Agung Nomor 504 K/Pdt.Sus-BPSK/2021 menjatuhkan hukuman kepada Pelaku Usaha sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap kerugian yang dialami konsumen, sesuai dengan Pasal 8 ayat (2) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. | Negligence of business actors in carrying out their business activities is still often found in the society, not a few cases were found related to business actors who sold expired products. One of them happened between PT. Asia Tri Tunggal Jaya (Asia Department Store) as The Petitioner/Defendant with Fitri Juliani as the Respondent of Cassation/Plaintiff. This study aims to find out how business actors are responsible for expired products received by consumers based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection in decision number 504 k /pdt.sus-bpsk/2021. This research uses a normative juridical approach method The research data is sourced from secondary data. The data presentation model uses narrative text forms and data analysis models in a qualitative normative manner. Based on the results of the research, it can be concluded that the Supreme Court Decision Number 504 K/Pdt.Sus-BPSK/2021 imposes penalties on Bussiness Actors as a form of liability for losses suffered by consumers, in accordance with Article 8 paragraph (2) of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. | |
| 33379 | 36475 | C1G018028 | CONSUMER PREFERENCES IN PURCHASES VEGETABLES ON E-COMMERCE PLATFORMS (CASE STUDY IN TANGERANG CITY) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah variabel harga sayur di e-commerce, harga sayur non e-commerce, pendapatan, fasilitas, keamanan, jenis kelamin, pekerjaan dan status perkawinan berpengaruh terhadap preferensi konsumen dalam pembelian sayur pada platform e-commerce di Kota Tangerang dan mengetahui variabel apakah yang paling berpengaruh dalam pembelian sayur pada platform e-commerce. Penelitian ini dilakukan terhadap pengunjung Pasar Anyar, Pasar Tanah Tinggi, Hypermart dan Lulu di Kota Tangerang dengan menggunakan kuisioner kepada 100 responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi logistik untuk menganalisis preferensi konsumen dalam pembelian sayur pada platform e-commerce. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, diperoleh hasil penelitian bahwa variabel harga sayur di e-commerce, pendapatan, jenis kelamin dan pekerjaan tidak berpengaruh signifikan terhadap preferensi konsumen dalam berbelanja di e-commerce. Sedangkan variabel harga sayur non e-commerce, fasilitas, keamanan berpengaruh positif signifikan terhadap preferensi konsumen dalam berbelanja di e-commerce, dan status perkawinan berpengaruh signifikan terhadap preferensi konsumen dalam berbelanja di e-commerce. | This study aims to analyze whether the variables of vegetable prices in e-commerce, non-e-commerce vegetable prices, income, facilities, security, gender, occupation and marital status affect consumer preferences in purchasing vegetables on e-commerce platforms in Tangerang City and knowing what variables are the most influential in purchasing vegetables on e-commerce platforms. This research was conducted on visitors to Pasar Anyar, Pasar Tanah Tinggi, Hypermart and Lulu in Tangerang City using a questionnaire to 100 respondents. The data analysis technique used in this study is logistic regression analysis to analyze consumer preferences in purchasing vegetables on e-commerce platforms. Based on the analysis that has been carried out, the results of the study obtained that the variables of vegetable prices in e-commerce, income, gender and work do not have a significant effect on consumer preferences in shopping in e-commerce. Meanwhile, the variables of non-e-commerce vegetable prices, facilities, security have a significant positive effect on consumer preferences in shopping in e-commerce, and marital status has a significant effect on consumer preferences in shopping in e-commerce. | |
| 33380 | 36476 | A1F018034 | PENGARUH APLIKASI MICROWAVE PADA PENGERINGAN TEPUNG PISANG KEPOK (Musa paradisiaca formatypica) YANG DIINOKULASI BAKTERI Cronobacter sakazakii | Bubur bayi instan merupakan bubur yang memiliki komponen penyusun bubur bayi yang bersifat instan sehingga dalam penyajiannya tidak diperlukan proses pemasakan. Tepung pisang merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan bubur bayi instan karena mengandung kadar karbohidrat 88,00%. Pengeringan merupakan tahap penting dalam pembuatan tepung, termasuk tepung pisang. Penelitian terakhir menyebutkan beberapa bakteri memiliki ketahanan terhadap pengeringan, salah satunya adalah Cronobacter sakazakii. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh daya dan lama waktu microwave terhadap penurunan total bakteri Cronobacter sakazakii serta mengetahui kombinasi perlakuan daya dan lama waktu microwave yang menghasilkan penurunan total bakteri Cronobacter sakazakii tertinggi. Pada penelitian ini digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor pertama daya microwave (100, 200, 300 watt) dan faktor kedua lama waktu microwave (10, 20, 30 detik). Hasil penelitian menunjukkan daya microwave dan lama waktu microwave serta interaksinya berpengaruh terhadap penurunan total bakteri Cronobacter sakazakii. Penurunan total bakteri Cronobacter sakazakii tertinggi terdapat pada perlakuan 300 watt selama 30 detik dengan karakteristik total mikroba (TPC) 4,75 logCFU/g, warna untuk L* (lightness) 75,76; untuk a* (redness) +2,98; untuk b* (yellowness) +16,42; kadar air 8,7%; abu 3,45%; protein 3,04%; lemak 0,67%; dan karbohidrat 84%. | Instant baby porridge is a porridge that has instant components, therefore no need a cooking process for serving. Banana flour is one of the ingredients that can be used for instant baby porridge because it contains 88.00% carbohydrates. Drying is an important step in the making of flour, including banana flour. Recent studies have stated that several bacteria resistance to drying; one of them is Cronobacter sakazakii bacteria. The purpose of this study is to determine effect of microwave power and duration on the total reduction of Cronobacter sakazakii bacteria and determine the combination of microwave power and duration which result in the highest total reduction of Cronobacter sakazakii bacteria. In this study, a Completely Randomized Design (CRD) was used with the first factor is microwave power (100, 200, 300 watts) and the second factor is drying duration (10, 20, 30 s). The results showed that microwave power and drying duration and their interactions affect the total reduction Cronobacter sakazakii bacteria. The highest reduction in total bacteria Cronobacter sakazakii found in the treatment of 300 watts for 30 seconds with total microbes 4.75 logCFU/g, color for lightness (L*) 75.76; for redness (a*) +2.98; for yellowness (b*) +16.42; water content of 8.7%; ash content of 3.45%; protein content of 3.04%; fat content of 0.67%; and carbohydrates content of 84%. |