Artikelilmiahs

Menampilkan 33.401-33.420 dari 49.979 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3340136487F1A015067Analisis Wacana Kritis tentang Tindak Kekerasan terhadap Anak dalam Keluarga pada Film PreciousFilm Precious adalah salah satu film ber-genre drama yang rilis pada 6 November 2009 di Amerika Serikat dan mampu membuat para penontonnya berempati kepada tokoh utamanya. Film ini menceritakan tentang seorang perempuan bernama Clairecee atau kerap disapa Precious. Ia selalu dipandang sebelah mata karena berkulit hitam dan bertubuh gemuk, namun memiliki karakter yang tegar dan kuat. Precious tinggal bersama dengan ibunya yang temperamental dan seringkali disiksa oleh sang ibu. Dirinya juga menjadi korban pelecehan seksual oleh ayahnya sendiri hingga dia hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindak kekerasan orang tua Precious terhadap dirinya dengan menggunakan metode analisis wacana kritis dari Teun Van Dijk. Metode tersebut memiliki tiga dimensi yang menjadi objek penelitiannya yaitu teks, kognisi sosial, dan konteks/analisis sosial. Teori yang disematkan untuk mendukung serta menguatkan isi pembahasan adalah relasi kekuasaan di dalam keluarga dari perspektif Michel Foucault dan Louis Althusser. Substansi penelitian ini bersifat komprehensif, tidak hanya membahas tentang kekerasan anak di dalam relasi keluarga tetapi juga menyinggung dan melibatkan isu rasial dan budaya patriarki. Hal tersebut adalah implikasi dari cara atau metode penelitian yang menggunakan analisis wacana kritis.
Kata Kunci: Keluarga, Kekerasan terhadap anak, relasi kekuasaan
Precious is a drama genre film that was released on November 6, 2009 in the United States and was able to make the audience empathize with the main character. This film tells the story of a woman named Clairecee or often called Precious. He is always underestimated because he is black and fat, but has a strong and strong character. Precious lives with his mother who is temperamental and is often abused by her mother. She was also a victim of sexual harassment by her own father until she became pregnant.
This study aims to determine the acts of violence of Precious's parents against him by using the critical discourse analysis method of Teun Van Dijk. The method has three dimensions which are the object of the research, namely text, social cognition, and social context/analysis. The theory that is embedded to support and strengthen the content of the discussion is the power relation from the perspective of Michel Foucault and Louis Althusser. The substance of this research is comprehensive, not only discussing child violence in family relationships but also alluding to and involving racial and patriarchal cultural issues. This is the implication of the research method that uses critical discourse analysis.
The results of the study conclude that: (1) The first dimension is the text which has three parts; macro structure, superstructure, and micro structure, explaining in detail the storyline of the film, starting from the topic of the story about the violence of Precious's parents against him, then the scheme or framework of issues that are still complex on the outskirts of America, and the meanings in the dialogues or scenes that show the existence of verbal and non-verbal violence experienced by Precious. (2) The dimension of social cognition explains social realities in people's lives, such as parental violence against children, which is based on the novel Push by Sapphire which was later turned into a film by Lee Daniels to be an educational spectacle. (3) The dimension of social context/analysis explains the correlation between the issues discussed in the film with the theory of power relations of Foucault and Althusser where parental violence against children in a family is caused by differences in status or position between parents who are superior to children which is inferior. The patriarchal culture that resides strongly in the family structure which makes the position of men more powerful and able to do as they wish to women as their wives or children.
Keywords: Family, violence against children, power relations
3340236488E1B018004Juridical Review of The Evidence and Consideration of Banyumas State Court Judges in Criminal Actions Assisting Premeditated Murder (Case Study of Verdict Number 6/Pid.B/2020/PN BmsABSTRACT

The exitence of provisions regarding evidence and evidence before the trial in proving the dedendant’s guilt in the crime of assisting in commiting premeditated murder can be a consideration by the judge in deciding the crime. The object of this research is Decision Number 6/Pid.B/2020/Pn Bms. The purpose of this study ist o find out what evidence is contained in this case and to find out the basis fort he judge’s considerations in resolving this case. The research method, in this case, is normative juridical with a conceptual approach. The results of this study indicate that the evidence that has been proven before the court regarding valid evidence in the trial in case Number 6/Pid.B/2020/Pn. BMS is by Article 184 paragraph (1) of Law Number 8 of 1981 concerning the Criminal Procedure Code (KUHAP) but based on the facts revealed in the trial the Defendant's fault was only in the form of assistance not as the main mastermind so that in matters concerning the basis of the judge's consideration it was felt not by the punishment that has been determined against the Defendant.

Keywords: Proof, Judge‘s legal consideration, The crime of assisting in commiting premeditated murder
ABSTRACT

The exitence of provisions regarding evidence and evidence before the trial in proving the dedendant’s guilt in the crime of assisting in commiting premeditated murder can be a consideration by the judge in deciding the crime. The object of this research is Decision Number 6/Pid.B/2020/Pn Bms. The purpose of this study ist o find out what evidence is contained in this case and to find out the basis fort he judge’s considerations in resolving this case. The research method, in this case, is normative juridical with a conceptual approach. The results of this study indicate that the evidence that has been proven before the court regarding valid evidence in the trial in case Number 6/Pid.B/2020/Pn. BMS is by Article 184 paragraph (1) of Law Number 8 of 1981 concerning the Criminal Procedure Code (KUHAP) but based on the facts revealed in the trial the Defendant's fault was only in the form of assistance not as the main mastermind so that in matters concerning the basis of the judge's consideration it was felt not by the punishment that has been determined against the Defendant.

Keywords: Proof, Judge‘s legal consideration, The crime of assisting in commiting premeditated murder
3340337914K1A018061PENGARUH METODE PEMBUATAN DAN PENYEDUHAN TEH HERBAL Strobilanthes cusia TERHADAP POLIFENOL TOTAL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDANTeh herbal merupakan produk pangan fungsional yang saat ini banyak dikembangkan. Strobilanthes cusia menunjukkan potensi untuk dimanfaatkan dan diolah menjadi teh herbal untuk menangkal radikal bebas. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui pengaruh suhu pengeringan daun dan waktu penyeduhan teh herbal S. cusia terhadap kadar polifenol total dan aktivitas antioksidan. Pembuatan teh herbal S. cusia dilakukan dengan variasi suhu pengeringan daun 50, 60, dan 70 ºC serta waktu penyeduhan teh 2, 4, 6, 8, dan 10 menit. Parameter yang diuji adalah kadar air, kadar polifenol total, aktivitas antioksidan, dan organoleptik. Daun S. cusia pada suhu pengeringan suhu 70 ºC memiliki kadar air terbaik, yaitu 14,33%. Teh herbal S. cusia pada suhu pengeringan daun 70 ºC dan lama penyeduhan teh 10 menit menghasilkan kadar polifenol total tertinggi, yaitu 2,8430 mgGAE/g. Aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh pada suhu pengeringan 70 ºC dan waktu penyeduhan 8 dan 10 menit dengan nilai IC50 sebesar 239,2667 dan 239,3398 µg/mL. Herbal tea is a functional food product that is currently being developed. Strobilanthes cusia shows the potential to be produced into herbal teas to ward off free radicals. The purpose of this research is to determine the effect of leaf drying temperature and brewing time of S. cusia herbal tea on total polyphenols levels and antioxidant activity. S. cusia herbal tea was made with variations in leaf drying temperatures of 50, 60, and 70 ºC and brewing times of 2, 4, 6, 8, and 10 minutes. The parameter tested were water content, total polyphenols content, antioxidant activity, and organoleptic. S. cusia leaves at a drying temperature of 70 ºC had the best moisture content, which was 14.33%. S. cusia herbal tea at a leaf drying temperature of 70 oC and a tea brewing time of 10 minutes produced the highest total polyphenol content, which was 2.8430 mgGAE/g. The highest antioxidant activity was obtained at a drying temperature of 70 ºC and a brewing time of 8 and 10 minutes with IC50 values of 239.2667 and 239.3398 g/mL, respectively.

3340436480C1B015125PENGARUH KEPERCAYAAN, PERSEPSI MANFAAT, PERSEPSI KEMUDAHAN PENGGUNAAN, PERSEPSI HARGA, PERSEPSI
RISIKO DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP MINAT BELI
PADA E-COMMERCE SHOPEE (STUDI PADA MAHASISWA
FEB UNSOED PURWOKERTO)

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepercayaan, persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan, persepsi harga, persepsi risiko dan kualitas produk terhadap minat beli pada e-commerce Shopee. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa FEB Unsoed. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 100 mahasiswa FEB, yang diambil dengan menggunakan metode accidental sampling. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukan bahwa kepercayaan, persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan, persepsi harga, persepsi risiko dan kualitas produk berpengaruh positif terhadap minat beli di e-commerce Shopee baik secara parsial maupun secara simultan. Penelitian ini hanya terbatas pada pembelian online berdasarkan variabel yang mempengaruhi situs jual beli online, dan tidak membahas pengaruh pembelian berdasarkan produknya langsung.
This research is entitled "Effect of Trust, Perception of Benefits, Perception of Ease of Use, Perception of Price, Perception of Risk and Product Quality on Buying Interest in Shopee e-commerce". E-commerce is the activity of conducting online business transactions through internet media and devices that are integrated with the internet. In Indonesia, the potential for the e-commerce market continues to develop. The purpose of this study was to examine the effect of Trust, Perceived Benefits, Perception of Ease of Use, Perception of Price, Perception of Risk and Product Quality on Buying Interest in e-commerce Shopee.
This type of research is quantitative research using survey methods. The analytical tool used in this research is multiple linear regression.
Based on the results of research and data analysis shows that trust, perceived benefits, perceived ease of use, perceived price, perceived risk and product quality have a positive effect on buying interest in e-commerce Shopee either partially or simultaneously.
This research is only limited to online purchases based on variables that affect online buying and selling sites, and does not discuss the effect of buying based on direct products.
3340536490E1A016113TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENYUSUNAN DAKWAAN DAN DASAR PERTIMBANGAN HAKIM PADA TINDAK PIDANA JUDI ONLINE ( Studi Putusan Nomor 73/Pid.B/2017/PN.Bla dan Putusan Nomor 35/Pid.Sus/2018/PN.Grt )Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah mengenai pembuatan surat dakwaan dalam tindak pidana judi online dengan studi putusan No. 73/Pid.B/2017/PN.Bla dan No. 35/Pid.Sus/2018/PN.Grt. Kedua putusan tersebut mempunyai duduk perkara yang sama, yaitu sebagai orang yang mendistribusikan dan mentransmisikan hal yang bermuatan perjudian dengan menggunakan media internet. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pertimbangan penuntut umum dalam membuat surat dakwaan pada putusan tersebut, dan untuk menganalisis pertimbangan hokum hakim dalam memutus pada putusan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach), dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Penelitian ini menghasilkan bahwa jaksa penuntut umum pada tindak pidana judi online dalam membuat surat dakwaan Putusan No. 73/Pid.B/2017/PN.Bla kurang tepat Karena menggunakan Pasal 303 KUHP, sedangkan jelas sesuai dengan fakta hokum bahwa pada kedua perkara tersebut menggunakan media elektronik. Sedangkan pada Putusan No. 35/Pid.Sus/2018/PN.Grt menggunakan Pasal 27 Ayat (2) UU No. 11 Tahun 2008. Putusan No. 73/Pid.B/2017/PN.Bla dakwaan JPU telah mengesampingkan asas Lex Specialis Derogat Legi Generali sedangkan Putusan No. 35/Pid.Sus/2018/PN.Grt telah menerapkan asas tersebut. Surat dakwaan merupakan dasar pertimbangan hukum hakim dalam memutus suatu perkara. Hakim dalam memutus tidak boleh diluar dari apa yang didakwakan oleh jpu pada surat dakwaan.The process in making indictment statement of online gambling criminal action is the main problem that being raisen up in this research based on court decision number 73/Pid.B/2017/PN.Bla and 35/Pid.Sus/2018/PN.Grt. Both court decision has the same root cause problem, specifically as a person who distributes and transmits gamble things by internet. The aim of this research is to analyze the prosecutor’s consideration in making that indictment statement, in addition to analyze the judge’s law consideration in solving the problems. Statute approach and conceptual approach are being used in this research. The result of this research is, the prosecutor is considered inaccurate in making indictment statement of online gambling criminal action on court decision number 73/Pid.B/2017/PN.Bla since it uses criminal act articel 303, meanwhile it is clearly stated by the law that those criminal action are done in electronic media. Whereas in court decision number 35/Pid.Sus/2018/PN.Grt. uses article 27 verse 2 Act number 11 year 2008. The prosecutor indictment on court decision number 73/Pid.B/2017/PN.Bla has put aside the Lex Specialis Derogat Legi Generali principle. Meanwhile court decision number 35/Pid.Sus/2018/PN.Grt. has put the principle in. The indictment statement is a consideration material for the judges in solving the problems. The judges are considered not to solve the problems outside the indictment statement made by prosecutors.
3340636491H1A018023ANALISIS KOORDINASI PROTEKSI OVERCURRENT RELAY (OCR), RECLOSER, DAN FUSE CUT OUT (FCO) TERHADAP GANGGUAN ARUS HUBUNG SINGKAT PADA PENYULANG GARDU INDUK PURBALINGGAUntuk pengoptimalan penyaluran daya listrik ke konsumen, maka sebuah sistem distribusi memerlukan sistem proteksi untuk melindungi dari gangguan, salah satu yang sering terjadi pada penyulang 20 kV adalah gangguan hubung singkat. Untuk mengatasi gangguan hubung singkat perlu adanya proteksi yang handal pada penyulang agar tidak menyebabkan pemadaman total. Peralatan proteksi yang digunakan adalah over current relay (OCR), recloser, dan fuse cut out (FCO). Pada penelitian ini akan dilakukan analisis koordinasi peralatan proteksi terhadap arus gangguan hubung singkat, menentukan nilai setting peralatan proteksi dan waktu kerja relay, serta membandingkan hasil perhitungan dengan nilai simulasi pada ETAP. Metode yang digunakan adalah simulasi koordinasi menggunakan ETAP. Pada penelitian menunjukkan nilai TMS OCR pada PMT adalah 0,21 s dengan waktu kerja 1,76 s. Nilai TMS OCR pada Recloser adalah 0,06 dengan waktu kerja 0,32 s, dan sesuai kurva karakteristik FCO tipe K dengan rating 40 A akan lepas pada waktu 0,06 s. Dengan demikian, koordinasi proteksi berturut-turut dimulai dari yang tercepat memutus arus adalah, FCO, Recloser, dan OCR pada PMT Outgoing.To optimize the distribution of electrical power to consumers, a distribution system requires a protection system to protect against disturbance, what often happens to the 20 kV feeder is a short circuit. To overcome the short circuit fault, it is necessary to have reliable protection on the feeder so as not to cause a total blackout. The protection equipment used is over current relay (OCR), recloser, and fuse cut out (FCO). In this study, an analysis of the coordination of protective equipment against short-circuit fault currents will be carried out, determining the value of setting the protection equipment and the working time of the relay, as well as comparing the calculation results with the simulation value on ETAP. The method used is coordination simulation using ETAP. In the study, the TMS OCR value in PMT was 0.21 s with a working time of 1.76 s. The TMS OCR value on the Recloser is 0.06 with a working time of 0.32 s, and according to the FCO type K characteristic curve with a rating of 40 A, it will release in 0.06 s. Thus, the protection coordination starts from the fastest breaking the current, FCO, Recloser, and OCR on PMT Outgoing.
3340736492H1A018014STUDI ANALISIS KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI 20 KV PADA PENYULANG WBO 01 GARDU INDUK WONOSOBO DI PT.PLN (PERSERO) UP3 PURWOKERTO DENGAN MENGGUNAKAN METODE FMEA (FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS)Tenaga listrik tidak dapat dilepaskan dari semua aktivitas manusia dan kegiatan industri. Maka dari itu PT.PLN (Persero) sebagai satu-satunya perusahaan di bawah naungan negara harus dapat memenuhi standar mutu keandalan mulai dari pembangkitan, transmisi, dan distribusi. Keandalan sistem distribusi harus dijaga dengan baik karena berhubungan langsung dengan pelanggan, sehingga perlu dilakukan perhitungan dan analisis demi menjaga mutu keandalan sistem distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keandalan sistem distribusi 20 kV pada penyulang WBO 01 Gardu Induk Wonosobo dengan metode FMEA yang dibantu software Microsoft Excel 2013 dan simulasi menggunakan software ETAP 12.6.0. Hasil dari penelitian ini menunjukan nilai SAIFI dan SAIDI berdasarkan perhitungan FMEA sebesar 5,065095 fault/customer/yr dan 15,24495 hour/customer/yr. Sedangkan berdasarkan simulasi ETAP sebesar 5,0781 fault/customer/yr dan 15,3288 hour/customer/yr. Karena nilai SAIFI yang belum memenuhi standar yang ditetapkan PLN, maka ditambahkan recloser pada saluran utama. Sehingga nilai akhir SAIFI dan SAIDI setelah perbaikan adalah sebesar 4,2277 fault/customer/yr dan 13,4112 hour/customer/yr.Electric power cannot be separated from all human activities and industrial activities. Therefore PT. PLN (Persero) as the only company under the auspices of the state must be able to meet quality standards of reliability starting from generation, transmission, and distribution. The reliability of the distribution system must be maintained properly because it deals directly with customers, so it is necessary to do calculations and analyzes in order to maintain the quality of the reliability of the distribution system. This study aims to analyze the reliability of the 20 kV distribution system at the WBO 01 substation Wonososbo feeder with the FMEA method assisted by Microsoft Excel 2013 software and simulation using
ETAP 12.6.0 software. The final results show that the SAIFI and SAIDI values based on FMEA calculations are 5.065095 fault/customer/yr and 15.24495 hour/customer/yr. Meanwhile based on the ETAP simulation, it is 5.0781 fault/customer/yr and 15.3288 hour/customer/yr. Because the SAIFI value does not fullfil the standards set by PLN, so added recloser on main line. So that the final value of SAIFI and SAIDI after repair is 4.2277 fault/customer/yr and 13.4112 hour/customer/yr.
3340836493B1A018113PEMBERIAN BERBAGAI KONSENTRASI PAKLOBUTRAZOL TERHADAP PERTUMBUHAN Helianthus annuus L.Bunga matahari (Helianthus annuus L.) mempunyai ciri yang sangat khas yaitu kelopak bunganya berwarna kuning terang dan kepala bunga yang besar. Bunga matahari merupakan tanaman kaya manfaat serta mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Manfaat bunga matahari yang begitu banyak tidak sebanding dengan produksi bunga matahari yang masih terbatas di dalam negeri, salah satu kendalanya yaitu bunga matahari tidak layak dibudidayakan dalam pot karena tanaman tumbuh terlalu tinggi dan mudah rebah bila sudah berbunga maka untuk mengurangi tingkat kerebahan tanaman ini dapat diatasi dengan pemberian paklobutrazol karena paklobutrazol mampu memperpendek tinggi tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi paklobutrazol yang terbaik dalam memperpendek tinggi batang H. annuus L.
Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan berupa 4 konsentrasi paklobutrazol yaitu 0 ppm, 250 ppm, 500 ppm, dan 750 ppm. Setiap perlakukan diulang sebanyak 4 kali sehingga didapatkan 16 unit percobaan. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah akar, panjang akar, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman, waktu muncul bunga, dan diameter batang. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Ragam yang dilanjutkan dengan uji Duncan dengan taraf uji 5%.
Hasil penelitian berdasarkan data analisis ragam dan uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa konsentrasi paklobutrazol terbaik dalam mengendalikan tinggi batang H. annuus L. adalah konsentrasi 500 ppm. Konsentrasi paklobutrazol 500 ppm menghasilkan tinggi batang tanaman H. annuus L. terpendek yaitu 27,5 cm, sedangkan diameter batang terbesar yaitu paklobutrazol dengan konsentrasi 750 ppm sebesar 8,1 cm.
Sunflower (Helianthus annuus L.) has a very distinctive characteristic, namely bright yellow flower petals and large flower heads. Sunflower is a plant that is rich in benefits and has high economic value. The benefits of so many sunflowers are not comparable to the limited production of sunflowers in the country, one of the problems is that sunflowers are not suitable for cultivation in pots because the plants grow too tall and easily fall down when they flower, so to reduce the rate of fall of this plant can be overcome with the administration of paclobutrazole because paclobutrazole is able to shorten plant height. The purpose of this study was to determine the best concentration of paclobutrazole in shortening the stem height of H. annuus L.
This research was conducted by experimental method Completely Randomized Design (CRD) with treatment in the form of 4 concentrations of paklobutrazole, namely 0 ppm, 250 ppm, 500 ppm, and 750 ppm. Each treatment was repeated 4 times so that 16 experimental units were obtained. Parameters observed were plant height, number of roots, root length, plant wet weight, plant dry weight, flower emergence time, and stem diameter. The data obtained were analyzed by Analysis of Variety, followed by Duncan's test with a test level of 5%.
The results of the study based on data analysis of variance and Duncan's cross-cutting test showed that the best concentration of paklobutrazole in controlling stem height of H. annuus L. was a concentration of 500 ppm. Paclobutrazole concentration of 500 ppm resulted in the shortest stem height of H. annuus L., which was 27.5 cm, while the largest stem diameter was paklobutrazol with a concentration of 750 ppm of 8.1 cm.

3340937915D1A018119PENGARUH SUPLEMENTASI SELENIUM YEAST TERHADAP BOBOT DAN HAUGH UNIT TELUR AYAM NIAGA PETELURLatar Belakang. Penelitian berjudul “Pengaruh Suplementasi Selenium Yeast terhadap Bobot dan Haugh Unit Telur Ayam Niaga Petelur”. Selenium yeast merupakan selenium organik yang akan membentuk selenoprotein di dalam tubuh setelah berikatan dengan asam amino metionin untuk meningkatkan bobot dan haugh unit telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level suplementasi selenium yeast dalam pakan ayam niaga petelur terhadap bobot dan haugh unit telur ayam niaga petelur. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 1 Juni sampai dengan 1 Agustus 2022, bertempat di Experimental Farm dan Laboratorium Produksi Ternak Unggas Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi dan Metode. Materi penelitian yang digunakan adalah ayam niaga petelur umur 35 minggu sebanyak 80 ekor. Bahan penelitian terdiri atas : selenium yeast, pakan ayam periode produksi dari PT New Hope Indonesia dengan kandungan nutrient protein kasar 16,5%, lemak 3%, Serat Kasar 7%, Ca 3,25-4,25%, P 0,6%. Penelitian menggunakan metode experimental dengan rancangan acak lengkap (RAL), 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu S0 = Pakan basal (kontrol); S₁ = 0,2 mg selenium yeast dalam 1 kg pakan basal; S₂ = 0,4 mg selenium yeast dalam 1 kg pakan basal; S₃ = 0,6 mg selenium yeast dalam 1 kg pakan basal. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dilanjutkan dengan uji ortogonal polinomial. Hasil. Bobot telur ayam niaga petelur yang diberi suplementasi selenium yeast dalam pakan yaitu S0 61,90±1,44 g, S₁ 61,88±1,52 g, S₂ 61,91±2,64 g, dan S₃ 61,51±0,98 g. Nilai haugh unit telur ayam niaga petelur yang diberi suplementasi selenium yeast dalam pakan yaitu S0 101,75±1,49, S₁ 104,48±2,36, S₂ 103,41±3,29, dan S₃ 103,52±1,26. Hasil analisis menunjukkan bahwa suplementasi selenium yeast dalam pakan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot dan haugh unit telur ayam niaga petelur. Simpulan. Kesimpulan yang bisa diambil dari penelitian ini adalah pemberian suplementasi selenium yeast 0,2-0,6 mg/kg pakan basal tidak mampu meningkatkan bobot dan haugh unit telur ayam niaga petelur.Background. The study entitled “The Effect of Selenium Yeast Supplementation on The Egg Weight and Haugh Unit of Commercial Laying Hens”. Selenium yeast is an organic selenium that will form selenoprotein in the body after binding to the methionine to increase the weight and haugh unit of eggs. The purpose of this study was to examine the effect of selenium yeast in the diet of laying hens on the weight and haugh unit of commercial laying hens eggs. The research was carried out on 1st June to 1st August 2022, at the Experimental Farm and Poultry Production Laboratory, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Materials and Methods. The research material used was 80 laying hens aged 35 weeks. The research material consisted of: selenium yeast, complete feed for the production period laying hens from PT New Hope Indonesia with a nutrient content of 16.5% crude protein, 3% fat, 7% crude fiber, Ca 3.25-4.25%, P 0.6%. The study used an experimental method with a completely randomized design (CRD), 4 treatments and 5 replications. The treatments given were S₀ = Basal feed (control); S₁ = 0.2 mg selenium yeast in 1 kg basal feed; S₂ = 0.4 mg selenium yeast in 1 kg basal feed; S₃ = 0.6 mg selenium yeast in 1 kg of basal feed. The data obtained were analyzed using analysis of variance followed by the orthogonal polynomial test. Results. The egg weight of laying hens that supplemented with selenium yeast in the feed was S0 61.90±1.44 g, S₁ 61.88±1.52 g, S₂ 61.91±2.64 g, dan S₃ 61.51±0.98 g. The haugh unit value of egg of laying hens that supplemented with selenium yeast in the feed was S0 101.75±1.49, S₁ 104.48±2.36, S₂ 103.41±3.29, dan S₃ 103.52±1.26. The results of the analysis showed that yeast supplementation in the diet had no significant effect (P>0,05) on the weight and haugh unit of laying hens eggs. Conclusion. The conclusions from this research are the supplementation of selenium yeast 0.2-0.6 mg/kg basal feed did not to increase the weight and haugh unit of laying hens eggs.
3341036494K1B018059PENERAPAN METODE TOPSIS DALAM SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMENANG PADA SOEDIRMAN CREATIVITY COMPETITIONSistem Pendukung Keputusan (SPK) metode TOPSIS merupakan salah satu dari sistem pendukung keputusan yang mampu memecahkan masalah secara efisien, efektif dan mudah dimengerti. Pada penelitian ini, metode TOPSIS diaplikasikan untuk SPK penentuan pemenang di ajang kompetisi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Metode TOPSIS dipilih karena konsep yang sederhana, mudah dipahami, komputasinya efisien dan memiliki kemampuan untuk mengukur kinerja relatif dari setiap alternatif keputusan dalam bentuk matematis yang sederhana. Atribut yang digunakan berupa Pemaparan, Kreativitas, dan Diskusi. Pengujian metode TOPSIS dilakukan dengan cara membandingkan hasil peringkat ajang kompetisi PKM dari perhitungan secara manual (data riil) dan perhitungan yang menggunakan metode TOPSIS pada program VBA Excel. Diperoleh perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan metode TOPSIS memiliki persentase kesamaan 90% hingga 100% dengan perhitungan yang dilakukan secara manual (data riil). Dengan demikian, metode TOPSIS dapat dijadikan alternatif dalam SPK Pemenang di Ajang Kompetisi PKM.Decision Support System (DSS) TOPSIS method is one of the decision support systems that are able to solve problems efficiently, effectively and easily understood. In this research, the TOPSIS method was applied to the DSS to determine the winner of the Student Creativity Program (SCP) competition. The TOPSIS method was chosen because the concept is simple, easy to understand, computationally efficient and has the ability to measure the relative performance of each decision alternative in a simple mathematical form. The attributes used are Exposure, Creativity, and Discussion. The TOPSIS method was tested by comparing the ranking results of the SCP competition from manual calculations (real data) and calculations using the TOPSIS method in the VBA Excel program. It was found that calculations performed using the TOPSIS method had a similarity percentage of 90% to 100% with calculations performed manually (real data). Therefore, the TOPSIS method can be used as an alternative in the Winner's DSS at the SCP competition.
3341136426C2D019007Fenomena Restrukturisasi Kredit Pada Sektor UMKM Dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Keuangan Perbankan Selama Pandemi Covid-19Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh implementasi restrukturisasi kredit yang dilakukan oleh bank-bank di sektor UKM terhadap kinerja keuangan perbankan selama masa pandemi COVID-19 dimana item NPL dan NIM menjadi perantaranya. Pembahasan makalah ini didasarkan pada fenomena yang terjadi saat ini dimana hampir semua lembaga perbankan melakukan restrukturisasi kredit di sektor UMKM di masa pandemic COVID-19. Hasil penelitian menjelaskan bahwa restrukturisasi kredit berpengaruh terhadap kinerja bank yang dapat menjaga profitabilitas melalui menekan biaya PPAP, restrukturisasi kredit dapat mengurangi kredit bermasalah (NPL), sedangkan restrukturisasi kredit dapat menurunkan pendapatan bunga yaitu berkaitan dengan perubahan perlakuan akuntansi khususnya dalam pengakuan pendapatan bunga atas kredit yang direstrukturisasi.The purpose of this study is to analyze and explain the effect of the implementation of credit restructuring carried out by banks in the SMEs sector on the financial performance of banks during the pandemic of COVID-19 where NPL and NIM items are the intermediaries. The discussion of this paper is based on the phenomenon that is happening now where almost banking institutions conduct credit restructuring in the MSMEs sector during the pandemic of COVID-19. The results of the study explain that credit restructuring affects the performance of banks that can maintain profitability through suppressing PPAP costs, credit restructuring can reduce non-performing loans (NPL), whereas credit restructuring can reduce interest rates due to changes in accounting treatment particularly in the recognition of restructured credit interest income.
3341238084J1C018051Verba Suteru dan Houridasu Sebagai Ruigigo dalam Kalimat Bahasa Jepang yang Terdapat pada Media Sosial Twitter Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan makna verba suteru dan houridasu yang terdapat pada media sosial Twitter ditinjau dari tataran semantik. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode simak catat. Data pada penelitian ini adalah berupa verba suteru dan houridasu yang terdapat dalam kalimat bahasa Jepang yang digunakan dalam unggahan Twitter. Berdasarkan hasil penelitian, verba suteru lebih sering digunakan dalam bentuk futsuukei dan dapat mengalami perubahan fungsi menjadi nomina karena menyatu dengan kata lain serta makna yang digunakan lebih banyak merupakan makna leksikalnya, sedangkan verba houridasu lebih sering digunakan sebagai predikat dalam kalimat dalam bentuk futsuukei dan makna yang digunakan lebih banyak makna gramatikalnya. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa verba suteru dan houridasu dapat saling menggantikan namun perlu disesuaikan dengan konteks dan nuansa pada kalimat yang akan disubstitusi.
This study aims to describe the similarities and differences in the meaning of the verbs suteru and houridasu found on the Twitter in terms of the semantic level. The research method used is descriptive qualitative method with data collection techniques using the note-taking method. The data in this study are in the form of suteru and houridasu verbs contained in Japanese sentences used in Twitter uploads. Based on the results of the study, the verb suteru is more often used in the form of futsuukei and can change its function into a noun because it blends with other words and the meaning used is more of a lexical meaning, while the verb houridasu is more often used as a predicate in sentences in the form of futsuukei and the grammatical meaning is used more often. Based on the results of the study, it can be concluded that the verbs suteru and houridasu can replace each other but need to be adjusted to the context and nuances of the sentence to be substituted.
3341336495H1E015003ANALISIS PERFORMANSI PELATIHAN KETERAMPILAN KERJA DAN TINGKAT STRESS DALAM MENYELESAIKAN COGNITIVE TASK PADA SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS MENGGUNAKAN VIDEO VIRTUAL REALITY Gangguan kognitif merupakan kondisi dimana dalam kehidupan sehari-sehari seseorang mengalami kesulitan dalam mengingat, mempelajari hal-hal baru, berkonsentrasi, atau membuat keputusan. Penderita gangguan kognitif tetap dapat melakukan kegiatan dengan bantuan salah satunya teknologi perangkat virtual reality. Penggunaan virtual reality dapat membantu simulasi proses interaksi juga melatih kemandirian. VR dapat membantu proses perakitan barang tertentu seperti lego. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana para siswa SLB menyelesaikan penyusunan lego secara manual dan menggunakan VR. Melibatkan 5 siswa SLB dengan rentang usia 16-18 tahun yang memiliki minat dan bakat. Pengumpulan data tingkat stress menggunakan Polar H10, kuisioner NASA-TLX, hingga pengukuran waktu penyusunan. Hasil dari penelitian diantaranya bahwa waktu pengerjaan secara manual lebih cepat yaitu 94.40 dibanding VR sebesar 101.80 detik. Tingkat stress menggunakan VR memiliki nilai mean SDNN 70.72 ms, sedangkan nilai mean SDNN manual hanya 63.16 ms. Nilai SDNN metode VR lebih besar menunjukkan tingkat stress yang lebih rendah dibanding metode manual . Berdasarkan kuisioner NASA-TLX, didapatkan hasil bahwa baik metode VR maupun manual memiliki beban kerja kategori ringan dengan nilai WWL 32.53 dan 35.67. Menunjukkan bahwa beban kerja sedikit lebih berat menggunakan metode manual dibanding VR. Beban kerja metode manual lebih tinggi dibandingkan metode VR. Mempertimbangkan penggunaan metode VR dalam membantu metode penyusunan sesuatu dapat dipertimbangkan untuk memudahkan proses pembelajaran pada siswa SLB.Cognitive impairment is a condition where in everyday life a person has difficulty remembering, learning new things, concentrating, or making decisions. People with cognitive impairment can still carry out activities with the help of virtual reality device technology. The use of virtual reality can help simulate the interaction process as well as train independence. VR can help the process of assembling certain items such as lego. This study aims to analyze how SLB students complete the preparation of lego manually and using VR. Involving 5 students of special school with an age range of 16-18 years who have interests and talents. The collection of stress level data using Polar H10, NASA-TLX questionnaires, and measurement of assembly time. The results of the study include that the manual assembly time is faster, with 94.40 compared to VR of 101.80 seconds. The stress level using VR has a mean SDNN value of 70.72 ms, while the mean value of manual SDNN is only 63.16 ms. The higher SDNN value for the VR method indicates a lower stress level than the manual method. Based on the NASA-TLX questionnaire, it was found that both the VR and manual methods had a light workload category with WWL values of 32.53 and 35.67. Shows that the workload is slightly heavier using manual methods than VR. The workload of the manual method is higher than the VR method. Considering the use of the VR method in assisting the method of preparing something, it can be considered to facilitate the learning process for SLB students.
3341436496C1B018104Analisis Kompetensi SDM Dan Sistem Pengendalian Internal Dalam Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa (Studi Kasus Pada Desa Karanglewas Kidul Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas)Desa merupakan kesatuan masyarakat yang memiliki batas wilayah dan kewenangan untuk mengatur pemerintahannya sendiri. Sedangkan Dana Desa adalah dana yang bersumber dari APBN yang diperuntukan bagi desa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa faktor yang meningkatkan kompetensi pemerintah desa dalam akuntabilitas pengelolaan dana desa, untuk menganalisa faktor yang meningkatkan sistem pengendalian internal dalam akuntabilitas pengelolaan dana desa dan juga untuk menganalisa faktor yang meningkatkan akuntabilitas aparatur desa dalam pengelolaan dana desa Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Teknik validasi data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi data, triangulasi waktu. Metode pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi, sistem pengendalian internal, dan akuntabilitas di Desa Karanglewas Kidul sudah berjalan sesuai Standard Operating Procedure (SOP), hal itu ditunjukkan dengan tata kerja dan tanggungjawab aparatur desa yang berjalan baikThe village is a community unit that has territorial boundaries and the authority to regulate its own government. Meanwhile, Village Funds are funds sourced from the APBN which are intended for villages. The purpose of this study is to analyze the factors that increase the competence of the village government in the accountability of village fund management, to analyze the factors that improve internal control in the accountability of village fund management and also to analyze the factors that increase the accountability of the village apparatus in the management of village funds. The research method used is using qualitative research methods with data analysis techniques using data reduction, data presentation, and conclusions. The data validation technique uses source triangulation, data triangulation, and time triangulation. Methods of data collection using the technique of documentation, interviews and observation. The results showed that the competence, internal control system, and accountability in Karanglewas Kidul Village had been running according to the Standard Operating Procedure (SOP), it was shown by the work procedures and village apparatus that went well.
3341536497C1A018010Analisis Willingness to Pay Konsumen terhadap Kebijakan Kantong Belanja Berbayar (Studi Kasus pada Pengunjung Mall di Jakarta Barat)Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis kesediaan konsumen untuk membayar kantong belanja ramah lingkungan atau kantong belanja guna ulang sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai untuk mengurangi jumlah sampah plastik di DKI Jakarta. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Penelitian ini dilakukan pada studi kasus pengunjung mall di Jakarta Barat. Penelitian ini dilakukan dengan teknik Contingent Valuation Method (CVM) dengan memberikan penawaran harga kantong belanja ramah lingkungan atau kantong belanja guna ulang secara bertingkat yang terdiri dari 4 bids kepada 152 responden melalui kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa WTP konsumen terhadap kantong belanja ramah lingkungan atau kantong belanja guna ulang sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai sebesar Rp4.160,00. Berdasarkan hasil regresi logistik, menunjukkan bahwa variabel bids, jenis kelamin, pekerjaan, tempat berbelanja, dan frekuensi berbelanja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap WTP. Sementara itu, variabel pendidikan, pendapatan, dan pengeluaran secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap WTP.This study was conducted with the aim of analyzing consumers Willingness to Pay for environmentally friendly shopping bags or reusable shopping bags as a substitute for single-use plastic bags to reduce the amount of plastic waste in DKI Jakarta. The type of data used in this study is primary data. This research was conducted on a case study of mall visitors in West Jakarta. This study was conducted using the Contingent Valuation Method (CVM) technique by providing an eco-friendly shopping bag price quote or multilevel reusable shopping bag consisting of 4 bids to 152 respondents through a questionnaire. Based on the results of the study, it was found that consumer WTP for environmentally friendly shopping bags or reusable shopping bags as a substitute for single-use plastic bags amounted to Rp4,160.00. Based on the results of logistic regression, it shows that the variables of bids, gender, occupation, place of shopping, and frequency of shopping partially have a significant effect on WTP. Meanwhile, the variables of education, income, and expenditure partially did not have a significant effect on WTP.
3341636498E1A017375PERTANGGUNGJAWABAN PEJABAT PEMBINA KEPEGAWAIAN TERHADAP KESALAHAN DALAM PENJATUHAN HUKUMAN DISIPLIN BAGI PEGAWAI NEGERI SIPILPeraturan Pemerintah No. 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS dengan tegas menyatakan bahwa PYBM tidak menjatuhkan hukuman disiplin kepada bawahannya dapat dijatuhi hukuman disiplin oleh atasannya. PPK terkait dengan kewenangannya dapat menjatuhkan hukuman disipin kepada PNS yang melakukan pelanggaran, namun dalam pelaksanaannya masih terdapat kesalahan pejabat tersebut tidak menjatuhkan hukuman disiplin dengan tepat, sehingga tanggungjawab harus dikenakan kepada pejabat yang berwenang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi kriteria terhadap kesalahan dalam penjatuhan hukuman disiplin PNS serta menganalisi bentuk pertanggungjawaban PPK terhadap kesalahan dalam penjatuhan hukuman disiplin bagi PNS.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Metode pengumpulan data dengan menggunakan studi kepustakaan, data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dengan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif dan menggunakan penafsiran gramatikal dan sistematis.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, kriteria untuk menentukan jenis kesalahan dapat dikatogorikan dalam jenis hukuman disiplin ringan, hukuman disiplin sedang dan hukuman disiplin berat dengan kriteria pelanggaran terkait dengan dampak yang timbul, pengulangan terhadap pelanggaran disiplin dan indisipliner PNS dan bentuk pertanggungjawaban PPK yaitu, PPK tidak memberikan sanksi hukuman kepada PNS yang dengan jelas melakukan pelanggaran, maka PPK tersebut dijatuhi hukuman disiplin yang lebih berat oleh atasannya serta PPK yang salah menerapkan sanksi hukuman disiplin kepada PNS berdasarkan pada pengawasan yang dilakukan dapat menerima rekomendasi untuk ditindaklanjuti dengan menarik sanksi menggantikan sanksi yang ada.
Government Regulation Number 94 of 2021 on Civil Servant Discipline explicitly stated that if Authorized Officer for Penalty (PYBM) did not impose disciplinary actions on its subordinates, they could be subjected to disciplinary actions by their superiors. The Civil Service Supervisory Officers (PPK), concerning its authority, could impose disciplinary measures on civil servants (PNS) who commit violations. However, in practice, there were mistakes where the officer did not impose disciplinary actions correctly, causing that authorized officer to be held liable. This study aimed to analyze the criteria for the mistakes in subjecting disciplinary actions against civil servants and the form of Civil Service Supervisory Officers’ accountability for the mistakes in imposing disciplinary actions on civil servants.
The method used in this research was normative juridical with prescriptive research specifications. The data sources used in this study were primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials, while the method used for data collection was literature studies. The collected data were then presented in narrative text using a qualitative normative method and grammatical and systematic interpretation to analyze them.
Based on the results and discussion of the current research, the criteria for determining the type of mistake could be categorized into light disciplinary punishment, moderate disciplinary punishment, and severe disciplinary punishment, with the criteria for violations related to the arising impact and repetition of infringements on civil servant discipline and disciplinary. Regarding the form of Civil Service Supervisory Officers’ accountability, namely, if the Civil Service Supervisory Officers did not impose penalties on civil servants who undoubtedly committed violations, the Civil Service Supervisory Officers would be subjected to a more severe disciplinary action by their superiors. Additionally, the Civil Service Supervisory Officers who incorrectly imposed disciplinary actions on civil servants based on the surveillance carried out could receive recommendations for further actions by withdrawing penalties to replace the existing penalties.
3341736499C1B018035Reaksi Investor terhadap Pengumuman Dividen pada Masa Pandemi Covid-19
(Studi Kasus pada Saham 9 Sektor Perusahaan pada Periode Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2020)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana reaksi investor mengenai pengumuman dividen yang dilakukan oleh perusahaan yang terdaftar di BEI pada masa pandemi Covid-19 periode tahun 2020. Variabel yang diteliti yaitu abnormal return dan trading volume activity. Penelitian ini menggunakan metode event study dengan 5.340 hari periode estimasi dan 12.638 hari periode pengamatan.
Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2019-2020 yang berjumlah 771 perusahaan. Untuk menjaring sampel, penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Sampel yang memenuhi kriteria berjumlah 178 perusahaan yang tersebar dari 9 sektor perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Analisis data pada penelitian ini menggunakan parametric test berupa paired sample t-test dan one sample t-test, serta nonparametric test berupa wilcoxon test dan one sample wilcoxon signed-rank test. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pengumuman dividen secara keseluruhan, dividen naik, dan dividen konstan direaksi oleh investor secara positif signifikan, (2) Pengumuman dividen turun direaksi oleh investor secara negatif signifikan, (3) Terdapat perbedaan abnormal return yang signifikan sebelum dan sesudah pengumuman dividen naik, (4) Tidak terdapat perbedaan abnormal return yang signifikan sebelum dan sesudah pengumuman dividen konstan dan turun, (5) Terdapat perbedaan trading volume activity yang signifikan sebelum dan sesudah pengumuman dividen naik, konstan, dan turun.
Implikasi dari penelitian ini yaitu investor diharapkan lebih berhati-hati dalam menyikapi pengumuman dividen. Investor perlu memutuskan bagaimana kebijakan investasi yang akan dianut oleh investor. Selain itu, investor harus menyiapkan psikologi dan exit strategy jika ingin mengincar dividen perusahaan tersebut.
This study aims to find out how investors react to dividend announcements made by companies listed on the IDX during the 2020 Covid-19 pandemic. The variables studied are abnormal returns and trading volume activity. This research uses event study method with 5,340 days estimation period and 12,638 days observation period.
The population in this study were all companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2019-2020, amounting to 771 companies. To collect samples, this research used purposive sampling method. The sample that meets the criteria is 178 companies spread from 9 company sectors on the Indonesia Stock Exchange (IDX).
Data analysis in this study used parametric tests in the form of paired sample t-test and one sample t-test, as well as nonparametric tests in the form of Wilcoxon test and one sample Wilcoxon signed-rank test. The results of this study indicate that: (1) The announcement of dividends as a whole, dividends increase, and constant dividends are reacted positively by investors significantly, (2) Announcements of dividends decrease are reacted negatively by investors significantly, (3) There is a significant difference in abnormal returns before and after the announcement of an increase in dividends, (4) there is no significant difference in abnormal returns before and after the announcement of a constant and decreasing dividend, (5) there is a significant difference in trading volume activity before and after the announcement of an increasing, constant, and decreasing dividend.
The implication of this research is that investors are expected to be more careful in responding to dividend announcements. Investors need to decide what investment policies will be adopted by investors. In addition, investors must prepare psychology and exit strategies if they want to target the company's dividends
3341836506C1I017006The Readiness for Implementation of SAK EMKM on SME in Banyumas RegencyPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana kesiapan implementasi SAK EMKM pada pelaku UKM di Banyumas and (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan dalam mengimplementasikan SAK EMKM. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Respondent dalam penelitian ini adalah Owner dan karyawan bagian keuangan dengan usaha yang berfokus kepada berverage sector. data diambil dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan menggunakan amalis model Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian yang dilakukan kepada 3 UKM di Banyumas dirasa belum siap dalam mengimplementasikan SAK EMKM ditemukan bahwa dari ketiga UKM yang menjadi objek penelitian, hanya Milkmax Management yang siap menerapkan SAK EMKM. Ini karena Milkmax Management sudah mempunyai karyawan bagian akuntansi pada usahanya, dan ketika ditanya mengenai kesanggupan dalam membuat laporan keuangan sesuai dengan SAK EMKM Milkmax Management menyanggupinya dan dilihat dari laporan keuangan yang dibuat hanya kurang beberapa akun. Sementara Kopi Kebon dan Kopi Susu Indonesia belum siap menerapkan SAK EMKM. This is because belum mempunyai karyawan mengurusi bagian pembukuan, kemudian tidak mengetahui apa itu SAK EMKM, dan dilihat pada laporan keuangan yang dibuat belum sesuai dengan Standar akuntansi keuangan yang ada khususnya SAK EMKM.The purposes of this research are (1) to find out how the readiness for implement SAK EMKM on SMEs in Banyumas Regency and (2) to find out determine the factors that affect the readiness to implement SAK EMKM. This research is a qualitative research using primary and secondary data. Respondents in this study is the owners and the employees of the part a business that focuses on the beverage sector. The data is taken from the results of observations, interviews, and documentation. Analysis of the data used using the Miles and Huberman charity model. The results of the research conducted on 3 SMEs in Banyumas felt that they were not ready to implement SAK EMKM, it was found that of the three SMEs that were the object of research, only Milkmax Management was ready to implement SAK EMKM. This is because Milkmax Management already has accounting employees to run it, and when asked about the financial statements in accordance with SAK EMKM Milkmax Management agreed and judging from the financial statements made only a few accounts. Meanwhile, Kopi Kebon and Kopi Susu Indonesia are not ready to implement SAK EMKM. This is because they have not taken care of the bookkeeping department, then do not know what SAK EMKM is, and see that the financial statements made are not in accordance with existing financial accounting standards, especially SAK EMKM.
3341936507C1B018007Analisis Saluran Distribusi Pupuk Bersubsidi di Desa Linggasari Kecamatan Kembaran Kabupaten BanyumasProgram pupuk bersubsidi pemerintah bertujuan untuk membantu meringankan beban para petani dalam penyaluran pupuk untuk lahan pertanian dengan harga yang terjangkau agar meningkatkan kinerja petani. Masyarakat Desa Linggasari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas sebagian besar bekerja sebagai petani, pupuk menjadi hal yang paling utama dalam meningkatkan produksi hasil tani. Pada tahun 2017 Desa Lingasari menggunakan Kartu Tani untuk mendapatkan pupuk dengan harga subsidi dan bertujuan untuk mempermudah pendistribusian pupuk bersubsidi agar tepat sasaran. Kartu Tani berfungsi sebagai kartu debit untuk penerimaan tabungan, pinjaman, subsidi maupun bantuan yang membuat identitas pemilik Kartu Tani. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui saluran distribusi pupuk bersubsidi Desa Linggasari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, Forum Group Discussion (FGD), wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya menggunakan content analysis yang meliputi deksripsi data, reduksi data dan tahap seleksi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran distribusi pupuk bersubsidi Desa Linggasari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas dilakukan secara bertahap mulai dari Produsen, distributor, Kios Pupuk Lengkap (KPL) dan petani. Penyaluran pupuk bersubsidi dapat dilihat sesuai enam prinsip tepat yaitu tepat jumlah, tepat tempat, tepat jenis, tepat harga, tepat mutu dan tepat waktu.
Kata Kunci: Saluran Distribusi, Pupuk Bersubsidi, Kartu Tani.
The government's subsidized fertilizer program aims to help ease the burden on farmers in distributing fertilizer for agricultural land at affordable prices in order to improve farmers' performance. The people of Linggasari Village, Kembaran District, Banyumas Regency mostly work as farmers, fertilizer being the most important thing in increasing agricultural production. In 2017 Lingasari Village used the Farmer's Card to get fertilizer at subsidized prices and aims to facilitate the distribution of subsidized fertilizers so that they are right on target. The Tani Card functions as a debit card for receiving savings, loans, subsidies and assistance that makes the identity of the owner of the Tani Card. This research was conducted to determine the distribution channel of subsidized fertilizer in Linggasari Village, Kembaran District, Banyumas Regency. This type of research is a qualitative research with case study method. Data collection techniques using observation techniques, Forum Group Discussion (FGD), interviews and documentation. While the data analysis uses content analysis which includes data description, data reduction and data selection stage. The results showed that the distribution channel of subsidized fertilizer in Linggasari Village, Kembaran District, Banyumas Regency was carried out in stages starting from producers, distributors, Complete Fertilizer Kiosk (KPL) and farmers. The distribution of subsidized fertilizers can be seen according to the right six principles, namely the right amount, the right place, the right type, the right price, the right quality and the right time.
Keywords: Distribution Channels, Subsidized Fertilizer, Farmer's Card.
3342036508B1A017136KEANEKARAGAMAN SIRSAK (Annona muricata L.)
DI BANJARNEGARA
Tanaman sirsak di Indonesia tumbuh dengan baik dan menyebar mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi, pada ketinggian 1000 mdpl. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman tanaman sirsak di Banjarnegara berdasarkan karakter morfologi dan hubungan kemiripannya. Penelitian dilakukan mengunakan metode survey dengan teknik pengambilan sampel secara purposive random sampling. Dengan variabel karakter morfologi meliputi batang, daun, bunga ,buah dan biji. Data yang diperoleh dianalisis mengunakan metode UPGMA dengan software Mega 6.0. Hubungan kemiripan dari 12 aksesi sirsak membentuk 2 klaster utama dengan klaster 1 terdiri dari sirsak Tasaba, Beji, Watuurip, Pucung, Kalilawang, Punthuk, Kepongok, Sidengan sedangkan klaster 2 terdiri dari Sirsak Wetan, Pedali, Krajan dan Masaran. Hubungan kemiripan terdekat dengan indeks disimilaritas 0,333 antara sirsak Krajan dengan sirsak Wetan, sirsak Sidengen dengan sirsak Keponggok, sirsak Tasaba dengan sirsak Watuurip, sedangkan hubungan kemiripan terjauh memiliki indeks disimilaritas 0,917 antara sirsak Beji dengan sirsak Pedali.Soursop plants in Indonesia grow well and spread from the lowlands to the highlands, at an altitude of 1000 meters above sea level. The purpose of this study was to determine the diversity of soursop plants in Banjarnegara based on morphological characters and their similarity relationships. The research was conducted using a survey method with a purposive random sampling technique. With variable morphological characters include stems, leaves, flowers, fruit and seeds. The data obtained were analyzed using the UPGMA method with Mega 6.0 software. The similarity relationship of 12 accessions of soursop formed 2 main clusters with cluster 1 consisting of soursop Tasaba, Beji, Watuurip, Pucung, Kalilawang, Punthuk, Kepongok, Sidengan while cluster 2 consisted of soursop Wetan, Pedali, Krajan and Masaran. The closest similarity relationship with dissimilarity index was 0.333 between Krajan soursop and Wetan soursop, Sidengen soursop and Keponggok soursop, Tasaba soursop and Watuurip soursop, while the furthest similarity relationship had a disimilarity index of 0.917 between Beji soursop and Pedali soursop.