Artikelilmiahs
Menampilkan 33.281-33.300 dari 49.981 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 33281 | 36393 | C1C018086 | Analisis Value For Money Pengelolaan Dana Desa Bidang Kesehatan Desa Alas Malang | Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengukuran kinerja berbasis value for money yaitu pengukuran ekonomi, efisiensi, efektivitas dari pengelolaan dana desa bidang kesehatan (PKD) pada Desa Alas Malang Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas. Penelitain ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Aspek yang dianalisis adalah pengelolaan dana desa bidang kesehatan di Desa Alas Malang dengan pengukuran kinerja value for money, serta wawancara dan dokumentasi. Hasil yang didapat menunjukan bahwa pengelolaan dana desa bidang kesehatan sudah ekonomis, efisien, efektif dikarenakan tidak terdapat pemborosan anggaran dan tujuan disalurkannya dana desa sudah tercapai, namun masih terdapat kegiatan yang tidak dapat terlaksana terbatas pandemi covid-19. | The purpose of this research is to determine value for money-based performance measuring which is economy, efficiency, effectiveness of health village fund (PKD) Alas Malang Village, Kemranjen District, Banyumas Regency. The aspect of this analysis is the management of health village fund Alas Malang Village using Value for Money-based performance measurement, along with interviews and documentations. The result shows that Alas Malang has managed the health village fund economically, efficient and effectively because there is no wastefull budget and the purpose of the village fund has been succesfully achived, even tough there are some activities that can’t be carried out due to the covid-19 pandemic. | |
| 33282 | 36405 | H1B018037 | ANALISIS TINGKAT AKURASI QUANTITY TAKE-OFF MATERIAL STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT BERBASIS BIM (BUILDING INFORMATION MODELLING) ANTARA AUTODESK REVIT DAN TEKLA STRUCTURES | Pada cara konvensional, Quantity Take-Off (QTO) dihitung menggunakan metode pengukuran standar berdasarkan interpretasi dari gambar Detailed Engineering Design (DED). Proses ini membutuhkan banyak waktu dan mengambil sebagian besar dari waktu perhitungan biaya pelaksanaan. Tidak hanya itu, untuk melakukan perhitungan QTO juga membutuhkan konsentrasi yang tinggi dan rawan terjadi human-error. Untuk mengatasi masalah itu, di era digital ini banyak kontraktor maupun konsultan konstruksi melakukan perhitungan QTO dengan bantuan software berbasis Building Information Modelling (BIM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat akurasi perhitungan QTO guna memudahkan pengguna dalam memilih software yang sesuai dengan kebutuhan. Pada penelitian ini penulis melakukan pemodelan secara terpisah pada Autodesk Revit dan Tekla Structures, kemudian menghitung QTO volume beton bertulang dan berat pembesian dari masing-masing software dengan menu dan fungsi yang tersedia pada masing-masing software. Pengukuran tingkat akurasi perhitungan QTO kedua software tersebut diukur dengan membandingkan hasil terhadap perhitungan manual yang telah dipastikan ketelitiannya. Akurasi dinilai dari seberapa minimum deviasi yang didapatkan dari hasil perhitungan software dengan perhitungan manual. Hasil menunjukkan pada perhitungan beton bersih, Tekla Structures lebih unggul dengan rerata deviasi 0,37% dan Revit memiliki rerata deviasi 0,68%. Lalu pada perhitungan berat pembesian, Autodesk Revit lebih unggul dengan rerata deviasi 3,21%, sedangkan Tekla Structures memiliki rerata deviasi 6,36%. | In the conventional way, Quantity Take-Off (QTO) is calculated using standard measurement methods based on interpretations of Detailed Engineering Design (DED) drawings. This process takes a lot of time and takes up most of the implementation cost calculation time. Not only that, performing QTO calculations also requires high concentration and is prone to human error. To overcome this problem, in this digital era, many contractors and construction consultants perform QTO calculations with the help of Building Information Modeling (BIM)-based Software. This study aims to analyze the accuracy of the QTO calculation in order to make it easier for users to choose the Softwarethat suits their needs. In this study, the authors perform modeling separately on Autodesk Revit and Tekla Structures, then calculate the QTO volume of reinforced concrete and the weight of steel from each Softwarewith the menus and functions available in each Software. The measurement of the accuracy of the QTO calculations of the two Softwareis measured by comparing the results to manual calculations that have confirmed their accuracy. Accuracy is assessed from how minimum the deviation obtained from the results of Softwarecalculations with manual calculations. The results show that in the calculation of plain concrete, Tekla Structures is superior with an average deviation of 0.37% and Revit had an average deviation of 0.68%. Then in the calculation of the reinforcement weight, Autodesk Revit is superior with an average deviation of 3.21%, while Tekla Structures has an average deviation of 6.36%. | |
| 33283 | 36394 | C1B018066 | PENGARUH RISIKO BANK TERHADAP KINERJA KEUANGAN BANK (Studi Kasus pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI Periode 2018-2021) | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh risiko bank terhadap kinerja keuangan bank. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu risiko bank diantaranya risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas dan risiko operasional. Variabel dependennya yaitu kinerja keuangan yang diproksikan dengan Return On Asset (ROA) serta menggunakan variabel kontrol yaitu ukuran perusahaan, kecukupan modal dan GDP. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018-2021. Teknik pengambilan sempel yang digunakan adalah dengan purposive sampling dengan jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 25 perusahaan perbankan. Untuk analisis data dilakukan dengan uji asumsi klasik, uji statistic deskriptif, uji regresi data panel, uji determinasi, uji f dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel risiko pasar berpengaruh positif terhadap ROA, Variabel risiko operasional berpengaruh negative terhadap ROA, sedangkan variabel risiko kredit dan risiko likuiditas tidak berpengaruh terhadap ROA. Hal tersebut menyiratkan bahwa apabila risiko pasar naik maka ROA akan meningkat, apabila risiko operasional meningkat maka ROA akan menurun, dan apabila risiko kredit dan risiko likuiditas mengalami kenaikan atau penurunan maka tidak akan berpengaruh terhadap ROA. | This study aims to examine the effect of bank risk on bank financial performance. The independent variables used in this study are bank risk including credit risk, market risk, liquidity risk and operational risk. The dependent variable is financial performance as a proxy for Return On Assets (ROA) and using control variables, namely company size, capital adequacy and GDP. The population in this study are all banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2018-2021. The sampling technique used is purposive sampling with the number of samples obtained as many as 25 banking companies. Data analysis was carried out by classical assumption test, descriptive statistical test, panel data regression test, determination test, f test and t test. The results show that market risk variables have a positive effect on ROA, operational risk variables have a negative effect on ROA, while credit risk and liquidity risk variables have no effect on ROA. This implies that if market risk increases, ROA will increase, if operational risk increases, ROA will decrease, and if credit risk and liquidity risk increase or decrease, it will not affect ROA. | |
| 33284 | 36397 | L1A017008 | Struktur Komunitas Fitoplankton di Plawangan Timur Segara Anakan, Cilacap | Perairan Plawangan Timur Laguna Segara Anakan (LSA), Cilacap merupakan perairan unik yang memiliki karakteristik keanekaragaman hayati yang tinggi dan sebagai tempat bertemunya beberapa aliran sungai. Adanya aktivitas antropogenik di sekitar perairan diduga akan menyebabkan perubahan kondisi ekologis. Organisme yang pertama kali merespon adanya perubahan ini adalah fitoplankton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas fitoplankton yang meliputi kelimpahan, indeks keanekearagaman, indeks kemerataan dan indeks dominansi, serta untuk mengetahui faktor fisik-kimia dan keterkaitan antara kelimpahan fitoplankton dengan faktor fisik-kimia. Metode yang digunakan yaitu metode survey dengan Purposive Random Sampling di 5 stasiun. Uji f dan metode Lackey Drop Microtransect Counting digunakan untuk mengetahui kelimpahan fitoplankton. Principal Component Analysis (PCA) digunakan untuk mengetahui keterkaitan antara kelimpahan fitoplankton dengan faktor fisik-kimia. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan fitoplankton dalam kategori rendah dan sedang dengan nilai 840 ± 435 sampai 3814 ± 939 ind/L; Indeks keanekaragaman berkisar antara 2,42 - 2,99 (sedang); Indeks kemerataan fitoplankton berkisar antara 0,74 - 0,89 (tinggi) dan Indeks dominansi fitoplankton berkisar antara 0,06 - 0,14 (rendah). Faktor fisik-kimia di Plawangan Timur masih berada pada ambang batas yang dapat ditoleransi oleh fitoplankton. Analisis PCA menunjukkan keterkaitan antara kelimpahan fitoplankton dengan faktor fisik-kimia yang ditunjukkan oleh dua faktor utama (F1 dan F2) yang menghasilkan nilai ragam 87,49 % dengan faktor yang paling mempengaruhi yaitu orthophosfat. | Plawangan Timur Segara Anakan Lagoon (SAL), Cilacap is an estuary, a place where many freshwater rivers meets the ocean. It is a unique waters with has high biodiversity characteristic. Unfortunately, there are many anthropogenic activities, which are responsible for the structure and abundance of aquatic communities, including phytoplankton. This study aimed to determine the phytoplankton community structure (abundance, diversity index, evenness index and dominance index), as well as physico-chemicals factor associated with the structure of community. We use a survey method with purposive random sampling, with five sampling stations. F test and Lackey Drop Microtransect Counting method were used to determine the abundance of phytoplankton. Principal Component Analysis (PCA) were used to determine the relationship between the abundance of phytoplankton and physico-chemical factors. The results showed that the abundance of phytoplankton categorized as low and medium with a value of 840 ± 435 to 3814 ± 939 ind/L;diversity index ranged from 2.42 to 2.99 (medium);evenness index ranged from 0.74 – 0.89 (high) and dominance index ranged from 0.06 – 0.14 (low). Physico-chemical factors in Plawangan Timur are still can be tolerated by phytoplankton. The analysis of PCA showed that relationship between the abundance of phytoplankton with physico-chemical factors indicated by two main factors (F1 and F2) which resulted in a variance value of 87.49%. The abundance of phytoplankton was strongly influenced by orthophosphate. | |
| 33285 | 36398 | F1C018006 | Budaya Organisasi Pengelolaan Pembelajaran Tatap Muka (Pada SMK N 1 Sapuran, Wonosobo) | Setiap sekolah tentunya memiliki budaya organisasi masing-masing. Fenomena pandemi Covid-19 tentunya merubah segala teknis kegiatan pembelajaran di sekolah. Salah satu sekolah yang peneliti pilih pada penelitian ini yaitu SMK N 1 Sapuran, Wonosobo yang sudah melaksanakan simulasi hingga pembelajaran tatap muka sejak akhir tahun 2021. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bentuk budaya organisasi pada pembinaan komunikasi, disiplin, dan motivasi guru dan kendala pengelolaan pembelajaran tatap muka. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan metode pengambilan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode pemilihan informan menggunakan purporsive sampling, kemudian untuk validasi data peneliti menggunakan triangulasi sumber. Berdasarkan data yang diperoleh, peneliti menemukan tiga bentuk budaya organisasi pada SMK N 1 Sapuran yaitu kerja sama, kekeluargaan, dan apresiasi. Peneliti juga menemukan kendala penerapan budaya organisasi pada pengelolaan pembelajaran tatap muka yaitu waktu yang terbatas ketika di kelas, ketakutan terbentuknya klaster baru, ketertinggalan materi pembelajaran yang cukup banyak, serta learning loss yang dialami siswa. | Every school has its own organizational culture. The phenomenon of the Covid-19, of course change all technical learning activities in school. One of the schools that I chose in this study is SMK N 1 Sapuran, Wonosobo which has carried out simulations to face-to-face learning since the end of 2021. The purpose of this study was to determine the form of organizational culture in fostering communication, discipline, and motivation of teacher and the constranits of face-to-face learning management. The research method used is descriptive qualitative with interview, observation, and documentation data collection methods. The informant selection method used purposive sampling, then for data validation the researcher used source triangulation. Based on the data obtained, the researcher found three forms of organizational culture in SMK N 1 Sapuran, that is cooperation, kinship, and appreciation. Researches also found obstacles to implementing organizational culture in the management of face-to-face learning, that is limited time in class, fear of forming new clusters, missing a lof of learning materials, and learning losses experienced by students. | |
| 33286 | 36396 | I1A016017 | Efektivitas Ekstrak Tanaman Kecombrang (Etlingera elatior) sebagai Insektisida Botani Nyamuk Aedes aegypti: Literature Review | Latar Belakang: Pengendalian nyamuk Aedes aegypti menggunakan bahan kimia memberikan hasil yang ampuh, namun juga memberikan dampak negatif. Mengendapnya residu bahan kimia dapat menimbulkan resistensi pada vektor dan menyebabkan kematian pada makhluk hidup lain termasuk manusia. Kecombrang merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai insektisida botani untuk nyamuk Aedes aegypti. Studi ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan mengenai potensi tanaman kecombrang sebagai insektisida botani nyamuk Aedes aegypti. Metode Penelitian: Penelitian literature review dengan desain narative review. Strategi yang digunakan untuk mencari artikel menggunakan pendekatan PICOS framework. Pencarian literatur dilakukan pada 5 database yaitu PubMed, Sciencedirect, Garuda, E-Journal Litbankes dan Google Scholar. Hasil Penelitian: Ditemukan 12 artikel yang masuk kriteria inklusi. Konsentrasi 30% ekstrak daun kecombrang efektif untuk mencegah oviposisi nyamuk Aedes aegypti sebesar 98,4%. Konsentrasi 0,01% ekstrak bunga kecombrang signifikan mencegah oviposisi. Konsentrasi 0,25 - 1% ekstrak daun, bunga, batang dan akar kecombrang dapat membunuh 93,2 - 100% larva nyamuk uji. Konsentrasi 1-100% ekstrak bunga kecombrang tidak dapat memproteksi minimal 90% gigitan nyamuk selama 6 jam. Konsentrasi 3-6% ekstrak bunga kecombrang diaplikasikan sebagai obat nyamuk semprot mengakibatkan 44 - 69,32% kematian nyamuk uji. Kesimpulan: Ekstrak daun dan bunga kecombrang efektif sebagai antioviposisi nyamuk Aedes aegypti. Ekstrak daun, bunga, batang dan akar kecombrang aktif sebagai larvasida nyamuk Aedes aegypti. Ekstrak bunga kecombrang tidak efektif diaplikasikan pada nyamuk stadium dewasa. Ekstrak bunga kecombrang dikategorikan toksik karena nilai LC50< 0,1%. | Background: Control of the Aedes aegypti using chemicals gives effective results, but also has a negative impact. Precipitation of chemical residues can cause resistance to vectors and cause death in other living things, including humans. Kecombrang is one of the plants that has the potential as a botanical insecticide for the Aedes aegypti. This study aims to determine the development of the potential of the kecombrang plant as a botanical insecticide for the Aedes aegypti. Research Methods: Literature review research with a narrative review design. The strategy used to find articles uses the PICOS framework approach. Literature search was carried out on 5 databases, namely PubMed, Sciencedirect, Garuda, E-Journal Litbankes and Google Scholar. Research Results: There were 12 articles that met the inclusion criteria. Concentration of 30% kecombrang leaf extract was effective to prevent oviposition of Aedes aegypti by 98.4%. Concentration of 0.01% kecombrang flower extract significantly prevented oviposition. Concentration of 0.25 - 1% extract of leaves, flowers, stems and roots of kecombrang can kill 93.2 - 100% of mosquito larvae tested. Concentration of 1-10% kecombrang flower extract can not protect at least 90% of mosquito bites for 6 hours. Concentration of 3-6% kecombrang flower extract applied as a mosquito repellent spray resulted in 44 - 69.32% of test mosquito deaths. Conclusion: Kecombrang leaf and flower extracts were effective as antioviposition of Aedes aegypti. Extracts of leaves, flowers, stems and roots of kecombrang are active as larvicides of the Aedes aegypti. Kecombrang flower extract was not effectively applied to adult stage mosquitoes. Kecombrang flower extract is categorized as toxic because the LC50 value < 0.1%. | |
| 33287 | 36399 | L1B016073 | PENGARUH PERENDAMAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) DALAM EKSTRAK ANGGUR LAUT (Caulerpa lentillifera) TERHADAP KOMUNITAS BAKTERI SALURAN PENCERNAAN | Penggunan ekstrak anggur laut (Caulerpa lentillifera) untuk mengendalikan penyakit bakterial pada ikan dapat mempengaruhi keberadaan bakteri di saluran pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) dengan ekstrak anggur laut terhadap jumlah bakteri saluran pencernaan serta mengetahui proporsi bakteri saluran pencernaan berdasarkan karakteristik, morfologi koloni dan sifat Gram bakteri. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental berdasarkan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan konsentrasi ekstrak Anggur laut yang diujikan yaitu 0% (kontrol), 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%. Sampel ikan Lele Sangkuriang direndam pada ekstrak anggur laut selama 3 jam sesuai dosis perlakuannya. Selanjutnya jumlah bakteri saluran pencernaan ikan dihitung dengan metode pour plate pada media TSA (Trypticase Soy Agar). Morfologi koloni bakteri diamati secara visual dan sifat Gram sampel bakteri diuji dengan KOH 3%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perendaman dengan ekstrak anggur laut berpengaruh nyata terhadap total bakteri pada saluran pencernaan Lele Sangkuriang. Kelimpahan bakteri saluran pencernaan Lele Sangkuriang pada perlakuan 1,5% dan 2% secara nyata lebih sedikit dibandingkan dengan kontrol dan perlakuan 0,5% (P<0,01). Bakteri saluran pencernaan Lele Sangkuriang terdiri atas 10 tipe berdasarkan karakteristik morfologi koloni dan didominasi bakteri Gram negatif sebanyak 66-76%. | The use of sea grape extract (Caulerpa lentillifera) to control bacterial diseases in fish can affect the presence of bacteria in the digestive tract. This study aimed to determine the effect of soaking Sangkuriang Catfish (Clarias gariepinus) with sea grape extract on the number of bacteria in the digestive tract and to determine the proportion of bacteria in the digestive tract based on the characteristics, colony morphology and Gram characteristics of the bacteria. The method used is an experimental method based on a completely randomized design (CRD) with concentrations of sea grape extract tested, namely 0% (control), 0.5%, 1%, 1.5%, and 2%. Sangkuriang catfish samples were soaked in sea grape extract for 3 hours according to the treatment dose. Furthermore, the number of bacteria in the digestive tract of fish was calculated using the pour plate method on TSA (Trypticase Soy Agar) media. The morphology of bacterial colonies was observed visually and the Gram properties of bacterial samples were tested with 3% KOH. The results of this study showed that soaking with sea grape extract significantly affected the total bacteria in the digestive tract of Sangkuriang catfish. The abundance of bacteria in the digestive tract of Sangkuriang catfish in the 1.5% and 2% treatment was significantly less than the control and 0.5% treatment (P<0.01). Sangkuriang catfish digestive tract bacteria consisted of 10 types based on the morphological characteristics of the colony and dominated by Gram negative bacteria as much as 66-76%. | |
| 33288 | 36401 | I1B018017 | HUBUNGAN PRAKTIK RESPONSIVE FEEDING DENGAN PERILAKU PICKY EATER PADA ANAK PRASEKOLAH DI KELURAHAN TALANG BETUTU KECAMATAN SUKARAMI KOTA PALEMBANG | Picky eater dikenal sebagai ketidakmauan untuk mencoba makanan yang belum pernah dimakan. Anak prasekolah dengan perilaku picky eater berisiko mengalami kekurangan berat badan atau malnutrisi. Peningkatan asupan makanan pada anak dapat dilakukan dengan responsive feeding yang memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan penerimaan makanan dan kemampuan anak dalam kemandirian untuk makan yang dapat memperbaiki status nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan praktik responsive feeding dengan perilaku picky eater pada anak prasekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian penelitian analitik korelatif dengan desain cross sectional yang terdiri dari 147 responden dengan teknik simple random sampling. Analisis bivariat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Uji Chi Square. Analisis bivariat Uji Chi Square dan menunjukkan hasil p-value 0,380 (p-value > 0.05). Sehingga dapat dinyatakan bahwa tidak terdapat hubungan dengan hipotesis praktik responsive feeding dengan perilaku picky eater pada anak prasekolah dengan hipotesis (H0) diterima. | Picky eaters are known for their unwillingness to try food that has never been eaten. Preschoolers with picky eating behavior are at risk for being underweight or malnourished. Increased food intake in children can be done by responsive feeding which has a positive influence on increasing food acceptance and children's ability to eat independently which can improve nutritional status. This study aims to determine whether there is a relationship between responsive feeding practices and picky eater behavior in preschool children. This study uses a quantitative approach with a correlative analytic research design with a cross sectional design consisting of 147 respondents with a simple random sampling technique. Bivariate analysis used in this study is the Chi Square Test. Bivariate analysis of Chi Square test and showed p-value 0.380 (p-value > 0.05). So it can be stated that there is no relationship with the hypothesis of responsive feeding practice with picky eater behavior in preschool children with the hypothesis (H0) accepted. | |
| 33289 | 36400 | G1A018113 | Studi Tentang Persepsi Kebutuhan Layanan Kesehatan Mental selama Pandemi COVID-19 di Kabupaten Banyumas | Latar Belakang: Pandemi COVID-19 menimbulkan banyaknya gangguan pada kesehatan mental yang dialami oleh masyarakat. Kondisi tersebut meningkatkan kebutuhan akan bantuan profesional (psikiater) untuk mengatasi permasalahan kesehatan mental yang muncul. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa 75% subjek penelitian merasa memerlukan bantuan kesehatan mental akibat ketakutan dan kecemasan yang disebabkan oleh pandemi. Tujuan: Mengetahui persepsi kebutuhan layanan kesehatan mental selama pandemi COVID-19 di Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif pada populasi target masyarakat umum di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang terdiri dari 4 pertanyaan. Kuesioner disebarkan dalam bentuk google form yang diambil secara daring melalui aplikasi pengiriman pesan pribadi LINE, Whatsapp, dan Instagram. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 738 orang. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan masyarakat Kabupaten Banyumas yang senang berbicara dengan seseorang tentang kekhawatiran akan epidemi virus COVID- 19 sebanyak 276 orang (37,4%), perlu mendapatkan bantuan kesehatan mental jika seseorang panik akibat situasi Pandemi sebanyak 618 orang (83,7%), merasa bermanfaat jika profesional kesehatan mental membantu orang dalam menghadapi situasi pandemi COVID-19 saat ini sebanyak 667 orang (90,4%), dan akan menyarankan orang lain mendapatkan bantuan kesehatan mental kepada orang yang sangat terpengaruh oleh pandemi COVID-19 sebanyak 610 orang (82,7%). Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa layanan kesehatan mental selama pandemi COVID-19 sangat dibutuhkan oleh masyarakat di Kabupaten Banyumas. | Background : The COVID-19 pandemic has caused many mental health problems experienced by the community. This condition increases the need for professional help (psychiatrist) to overcome mental health problems that arise. Previous research showed that 75% of study subjects felt they needed mental health assistance due to the fear and anxiety caused by the pandemic. Objective : Knowing the perception of the need for mental health services during the COVID-19 pandemic in Banyumas District. Methods : This research was an descriptive observational study on the target population of the general public in Banyumas District. This study used a questionnaire consisting of 4 questions. The questionnaire was distributed in the form of a google form which was taken online through the private messaging application LINE, Whatsapp, and Instagram. 738 persons in total participated in the survey as responders. Results : The results of this study shown that 276 people (37.4%) of the people of Banyumas District likes to talk to someone about their concerns about the COVID-19 virus epidemic (37.4%), need to get mental health assistance if someone panics due to the Pandemic situation as many as 618 people (83.7%), felt it would be beneficial if mental health professionals helped people in dealing with the current COVID-19 pandemic situation as many as 667 people (90.4%), and would advised others to get mental health assistance to people who were severely affected by the COVID-19 pandemic as many as 610 people (82.7%). Conclusion : Based on the research that has been done, it can be concluded that mental health services during the COVID-19 pandemic are very much needed by the people in Banyumas District. | |
| 33290 | 36402 | H1B018019 | MODEL PEMILIHAN MODA ANTARA ANGKUTAN KOTA DAN OJEK ONLINE UNTUK PERJALANAN KERJA DI KOTA CIREBON PADA MASA PANDEMI COVID-19 | Perpindahan penggunaan angkutan kota ke ojek online yang dilakukan oleh para pekerja di Kota Cirebon, mengakibatkan penurunan jumlah angkutan kota. Guna meningkatkan penggunaan angkutan kota perlu diketahui faktor-faktor yang menjadi acuan dalam pemilihan moda. Selain itu, adanya pandemi Covid-19 mengubah karakteristik dan mobilitas. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui probabilitas pekerja dalam memilih moda antara angkutan kota dan ojek online di Kota Cirebon. Tahapan proses analisis menggunakan metode revealed preference dengan menggabungkan analisis faktor dan regresi logistik untuk pengolahan datanya. Penentuan variabel menggunakan metode komparatif didapat tarif, waktu perjalanan, kualitas pelayanan, keamanan, kenyamanan. Didapatkan 3 faktor yang terbentuk yaitu faktor kenyamanan, faktor tarif dan waktu perjalanan, faktor kesetaraan dan keselamatan. Analisis regresi logistik dibagi menjadi dua yaitu menggunakan faktor yang terbentuk dan indikator. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan faktor yang terbentuk persentase pemilihan moda antara angkutan kota dan ojek online sebesar 87,58% pengguna memilih kembali ke angkutan kota dan 12,42% pengguna tetap menggunakan ojek online. Sedangkan berdasarkan indikator sebesar 95,25% untuk kembali ke angkutan kota dan 4,75% pengguna memilih ojek online. Model pemilihan moda untuk angkutan kota dan ojek online berdasarkan faktor yang terbentuk bernilai, Logit π/(1-π(x))= - 4,739 + 0,842 kenyamanan + 0,408 tarif dan waktu perjalanan + 2,377 kesetaraan dan keselamatan, dengan atribut yang paling berpengaruh yaitu kesetaraan dan keselamatan. Berdasarkan indikator bernilai, Logit π/(1-π(x))= 8,095 + 2,185 kenyamanan + 1,478 tarif + 2,920 waktu perjalanan – 22,847 keamanan 2 + 1,231 kualitas pelayanan 1 + 3,938 keamanan 1, dengan atribut yang paling berpengaruh yaitu keamanan 2. | The shift from using city transportation to online motorcycle taxis by workers in the city of Cirebon has resulted in a decrease in the number of city transportation. In order to increase the use of urban transportation, it is necessary to know the factors that become a reference in the selection of modes. In addition, the Covid-19 pandemic has changed characteristics and mobility. The purpose of this study is to determine the probability of workers choosing the mode between city transportation and online motorcycle taxis in the city of Cirebon. Stages of the analysis process using the revealed preference method by combining factor analysis and logistic regression for data processing. Determination of variables using the comparative method obtained fares, travel time, quality of service, security, and comfort. Three factors were formed namely the convenience factor, the fare and travel time factor, and the equality and safety factor. Logistic regression analysis is divided into two, namely using formed factors and indicators. Based on the results of the study using the factors that formed the percentage of mode choice between city transportation and online motorcycle taxis, 87.58% of users chose to return to city transportation and 12.42% of users continued to use online motorcycle taxis. Meanwhile, based on indicators, it is 95.25% to return to city transportation and 4.75% of users choose online motorcycle taxis. The mode selection model for city transportation and online motorcycle taxis based on the formed factors is worth, Logit /(1-π(x))= - 4.739 + 0.842 convenience + 0.408 fare and travel time + 2.377 equality and safety, with the most influential attribute being equality and safety. Based on the value indicator, Logit /(1-π(x))= 8,095 + 2,185 convenience + 1,478 fares + 2,920 travel time – 22,847 security 2 + 1,231 service quality 1 + 3,938 security 1, with the most influential attribute being security 2. | |
| 33291 | 37904 | J1C018028 | Representasi Diskriminasi dalam Serial Anime Black Clover | Penelitian ini membahas tentang representasi diskriminasi dalam serial anime Black Clover. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika. Data penelitian ini menggunakan gambar tangkapan layar dan dialog yang diambil dari serial anime Black Clover sebagai sumber data. Penelitian ini menggunakan teori diskriminasi oleh Fulthoni dengan metode analisis kode-kode televisi dari semiotika John Fiske. Hasil penelitian berdasarkan analisis dari level realitas dan representasi menunjukkan adanya jenis diskriminasi dan bentuknya. Jenis diskriminasi nampak pada 1 data diskriminasi ras, 1 data diskriminasi terhadap penyandang cacat, dan 6 data diskriminasi kasta sosial. Adapun bentuk diskriminasi terdapat 6 diskriminasi verbal, 2 diskriminasi fisik, 1 diskriminasi penghindaran, dan 1 diskriminasi pembasmian. Level ideologi dalam penelitian ini menunjukkan ideologi ras, stigma, feodalisme, kelas, dan liberalisme. Melalui penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ideologi-ideologi yang ada pada penelitian ini merupakan pembentuk utama adanya konflik hingga terjadinya perilaku diskriminasi yang ada dalam serial anime Black Clover. | The research discusses about the discrimination of representation in the Black Clover anime series. This research is a qualitative descriptive with a semiotic approach. The data of this research is uses screenshot and dialogue that taken from Black Clover anime series as data sources. This research uses yhe discrimination theories by Fulthoni with the method of analyzing television code from John Fiske's semiotic. The result of the research based on the analysis from the level of reality and representation indicate the types of discrimination and its forms. The types of discrimination appear in 1 data on racial discrimination, 1 data on disabilities discrimination, and 6 datas on social caste discrimination. There are 6 forms of verbal discriminations, 2 physical discriminations, 1 avoidance discrimination, and 1 extermination discrimination. The level of ideology in this research indicates racial ideology, stigma, feudalism, class, and liberalism. Through this research, it can be concluded ideologies that exist in this research are the main shapers of the conflict to the occurrence of discriminatory behavior in the Black Clover anime series. | |
| 33292 | 36407 | C1A016106 | ANALISIS SOSIAL EKONOMI DALAM MEMBELI RUMAH DI SEKITAR MALL SUMMARECON BEKASI | Penelitian ini berjudul “Analisis Sosial Ekonomi Dalam Membeli rumah Di Sekitar Mall Summarecon Bekasi”. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh variabel ekonomi dan variabel sosial dan untuk menganalisis variabel yang paling berpengaruh terhadap preferensi masyarakat dalam membeli rumah. Penelitian ini menggunakan metode accidental sampling. Populasi dari penelitian ini yaitu masyarakat para penghuni rumah di sekitar kawasan Mall Summarecon Bekasi yang tersebar di tiga kelurahan dari kecamatan Bekasi Utara yakni Kelurahan Marga Mulya, Harapan Baru, dan Kelurahan Perwira berjumlah 121.200 jiwa penduduk. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 100 responden. Penelitian ini menggunakan data primer yang disebarkan melalui kuesioner dalam bentuk google form. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu regresi linear berganda. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu variabel ekonomi berpengaruh positif signifikan terhadap preferensi masyarakat dalam membeli rumah. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat ekonomi masyarakat yang dimiliki maka semakin tinggi pula kemungkinan masyarakat membeli rumah. Begitupun dengan variabel sosial yang memiliki pengaruh positif signifikan terhadapa preferensi masyarakat dalam membeli rumah, semakin lengkap fasilitas sosial masyarakat maka semakin tinggi pula kemungkinan masyarakat membeli rumah. Diantara 2 variabel yang digunakan dalam penelitian, variabel yang paling berpengaruh terhadap preferensi dalam membeli rumah yaitu variabel sosial. Implikasi yang dapat disimpulkan dari penelitian ini yaitu variabel sosial lebih memengaruhi keputusan membeli rumah disekitar Mall Summarecon Bekasi. Hal ini tentunya memberikan asumsi lain bahwa penetapan harga dan promosi perlu diperhatikan lebih. | This research is entitled "Socio-Economic Analysis in Buying a House Around Summarecon Mall Bekasi". The purpose of this study is to analyze the effect of economic and social variables and to analyze the variables that have the most influence on people's preferences in buying or renting a house. This research uses accidental sampling method. The population of this study is the residents of houses around the Summarecon Mall Bekasi area which are spread over three villages from the North Bekasi sub-district, namely Marga Mulya, Harapan Baru, and Perwira Villages with a total of 121,200 inhabitants. The sample used in this study amounted to 100 respondents. This study uses primary data distributed through a questionnaire in the form of a google form. The analytical tool used in this research is multiple linear regression. The results obtained from this study are economic variables have a significant positive effect on people's preferences in buying or renting houses. This shows that the higher the economic level of the community owned, the higher the possibility of people buying a house. Likewise with social variables that have a significant positive influence on people's preferences in buying or renting a house, the more complete the community's social facilities, the higher the possibility of people buying a house. Among the two variables used in the study, the variables that have the most influence on preferences in buying or renting a house are social variables. The implication that can be concluded from this research is that social variables influence the decision to buy or rent a house around the Summarecon Mall Bekasi. This of course gives another assumption that pricing and promotion need more attention. | |
| 33293 | 36404 | F1B018017 | Perencanaan Pembangunan Desa Berbasis Bottom Up di Desa Gintungranjeng Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon | Pemerintahan Desa Gintungranjeng Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon mengambil model pembangunan bottom up, pada prinsipnya untuk mencapai situasi atau kondisi yang lebih kondusif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Gintungranjeng Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon. Pemerintah harus mengetahui apa yang dibutuhkan masyarakat karena keberhasilan pelaksanaan pembangunan Desa Gintungranjeng Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon sangat tergantung dari peranan pemerintah dan masyarakat, tanpa melibatkan masyarakat, pemerintah tidak akan dapat mencapai hasil pembangunan yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan pembangunan desa berbasis bottom up di bidang pemberdayaan dalam pelaksanaan pembangunan di Desa Gintungranjeng Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana pengumpulan data dengan wawancara sehingga mampu menggali lebih dalam tentang perencanaan pembangunan berbasis bottom up. Sebagai objek dalam penelitian ini adalah masyarakat desa. Hasil penelitian ini menunjukkan 3 (tiga) proses pelaksanaan perencanaan pembangunan berbasis bottom up dalam yaitu : 1) Terfokus pada kepentingan masyarakat, bahwa proses identifikasi masalah di Desa Gintungranjeng yaitu kegiatan rapat koordinasi belum berjalan dengan efektif, karena masih 60% masyarakat yang hadir dalam Musrenbang Desa. Tetapi semua aspirasi masyarakat dapat ditampung dan didengarkan melalui kegiatan Musrenbang Desa. 2) Partisipatoris, bahwa masyarakat selalu dilibatkan pada setiap proses kegiatan perencanaan pembangunan dan keterlibatan masyarakat dalam mengutarakan usulan, pendapat, ide sudah aktif serta bantuan tenaga/materil yang diberikan masyarakat bersifat sukarela. 3) Sinergitas, bahwa kesapakatan antara pemerintah dan masyarakat dalam mengakomodasi aspirasi masyarakat dalam Musrenbang Desa sudah cukup efektif dan efisien dengan melakukan dua kesepakatan dalam memilih kegiatan prioritas, menyepakati tim delagasi dan anggaran setiap kegiatan yang diusulkan. Tetapi usulan yang diajukan ke tingkat Kecamatan belum bisa terkamodir sepenuhnya karena banyaknya usulan dari desa atau desa lain. | The Government of Gintungranjeng Village, Ciwaringin District, Cirebon Regency takes a bottom-up development model, in principle to achieve a more conducive situation or condition to improve the welfare of the people of Gintungranjeng Village, Ciwaringin District, Cirebon Regency. The government must know what the community needs because the successful implementation of the development of Gintungranjeng Village, Ciwaringin District, Cirebon Regency is very dependent on the role of the government and the community, without involving the community, the government will not be able to achieve maximum development results. This study aims to find out how bottom-up-based village development planning is in the field of empowerment in the implementation of development in Gintungranjeng Village, Ciwaringin District, Cirebon Regency. This study uses a qualitative method where data collection by interview is able to dig deeper into bottom-up-based development planning. The object of this research is the village community. The results of this study indicate 3 (three) processes of implementing bottom-up-based development planning, namely: 1) Focusing on the interests of the community, that the problem identification process in Gintungranjeng Village, namely the coordination meeting activities have not been running effectively, because there are still 60% of the people who attend the Musrenbang Village. However, all community aspirations can be accommodated and heard through Village Musrenbang activities. 2) Participatory, that the community is always involved in every process of development planning activities and community involvement in expressing proposals, opinions, ideas is active and the labor/material assistance provided by the community is voluntary. 3) Synergy, that the agreement between the government and the community in accommodating the aspirations of the community in the Village Musrenbang is quite effective and efficient by making two agreements in choosing priority activities, agreeing on the delegation team and budget for each proposed activity. However, the proposals submitted to the sub-district level have not been fully accommodated due to the large number of proposals from other villages or villages. | |
| 33294 | 36408 | E1A017234 | IMPLEMENTASI HUKUM STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) PEMULASARAAN JENAZAH DENGAN COVID-19 DI RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA | Kebijakan pemerintah dalam upaya penanganan wabah COVID-19 membuat standar pelayanan rumah sakit mengalami perubahan salah satunya adalah standar prosedur operasional pemulasaraan jenazah dengan COVID-19. Perubahan ini harus dapat segera dipahami oleh seluruh tenaga kesehatan dalam melaksanakan pelayanan kesehatan agar tidak terkendala masalah regulasi atau justru melanggar ketentuan yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi hukum standar prosedur operasional pemulasaraan jenazah dengan COVID-19 di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata serta untuk mengidentifikasi faktor yang cenderung mempengaruhi implementasi hukum standar prosedur operasional pemulasaraan jenazah dengan COVID-19 di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Jenis data pada penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui wawancara, kepustakaan, dan dokumenter yang kemudian dianalisis menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk teks naratif dan matriks data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum standar prosedur operasional pemulasaraan jenazah dengan COVID-19 di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata telah terimplementasi dengan baik yang dibuktikan dengan 4 (empat) indikator, yaitu: pelaksanaan kewaspadaan standar kerja yang telah terlaksana dengan baik, pemberian informasi terhadap pihak keluarga yang telah terlaksana dengan baik, penggunaan APD lengkap bagi petugas yang telah terlaksana dengan baik, dan perlakuan terhadap jenazah COVID-19 sesuai standar prosedur operasional pemulasaraan jenazah dengan COVID-19 yang telah terlaksana dengan baik. Faktor yang mendukung yaitu faktor hukum, dan faktor sarana fasilitas, sedangkan faktor yang menghambat yaitu faktor penegak hukum, faktor budaya, dan faktor masyarakat. | Government regulations enacted in response to the COVID-19 pandemic have altered hospital care standards, one of which is the SOP for COVID-19-infected funerals. To avoid being hampered by regulatory issues or inadvertently breaking existing rules, all healthcare professionals must quickly comprehend this transformation before providing healthcare services. The purpose of this study was to determine the legal implementation of standard operating procedures for burial of corpses with COVID-19 at RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata as well as to identify factors that tend to influence the implementation of standard operating procedures for burial of corpses with COVID-19 at RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata. This study uses an empirical juridical approach with descriptive research specifications. The types of data in this study include primary data and secondary data obtained through interviews, literature, and documentaries which were then analyzed using qualitative methods using content analysis and comparison analysis. The results of the research are presented in the form of narrative texts and qualitative data matrices. The results showed that the legal implementation of the implementation of standard operating procedures for burial of corpses with COVID-19 in RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata has been implemented well as evidenced by 4 (four) indicators, namely: implementation of work standard vigilance that has been carried out well, provision of information to families that has been carried out well, use of complete PPE for officers who have been carried out well , and Treatment of COVID-19 corpses in accordance with standard operating procedures for burial of corpses with COVID-19 that have been carried out well. The supporting factors are legal factors, and facilities factors. While the inhibiting factors are law enforcement factors, cultural factors, and community factors. | |
| 33295 | 36409 | L1B016003 | INVENTARISASI EKTOPARASIT PADA IKAN NILEM (Osteochilus vittatus) YANG DIBUDIDAYAKAN DI BBI SINGASARI DAN UPR DESA JIPANG KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, prevalensi, dan intensitas ektoparasit pada ikan Nilem yang dibudidayakan di BBI Singasari dan UPR Desa Jipang. Penelitian menggunakan metode observatif, sampel berukuran 15,36 ± 1,28 cm, diambil secara acak sebanyak 20 ekor ikan/lokasi dan diamati bagian permukaan tubuh dan insang. Hasil penelitian menunjukkan jenis ektoparasit yang ditemukan yaitu Trichodina sp. dan Monogenea sedangkan Oodinium sp. dan Ichthyophthirius multifiliis hanya ditemukan pada ikan nilem di UPR Desa Jipang. Nilai prevalensi tertinggi ektoparasit ikan nilem di BBI Singasari adalah Monogenea pada insang sebesar 70% dengan kategori ‘biasanya’. Sedangkan nilai prevalensi tertinggi ektoparasit ikan Nilem di UPR Desa Jipang adalah Trichodina sp. pada insang sebesar 95% ‘hampir selalu’. Nilai intensitas tertinggi ektoparasit ikan Nilem di BBI Singasari adalah Trichodina sp. pada insang sebanyak 8 ind/ekor dengan kategori ‘ringan’, sedangkan nilai intensitas tertinggi ektoparasit ikan Nilem di UPR Desa Jipang yaitu jenis Trichodina sp. pada insang sebanyak 100,2 ind/ekor dengan kategori ‘sangat berat’. Nilai intensitas Trichodina sp. pada insang ikan Nilem di UPR Desa Jipang secara nyata lebih tinggi dari pada BBI singasari. Nilai pengukuran kualitas air seperti suhu, pH dan oksigen terlarut pada kolam budidaya di BBI Singasari dan UPR Jipang masih dalam kisaran normal untuk budidaya. | This research was to know the variety, prevalence, and intensity of ectoparasite on Nilem fish cultured in BBI Singasari and UPR Jipang. The method used is observational. Twenty fish size 15.36 ± 1.28 cm was taken randomly from each location and observed the body surface and gills. The result showed the types of ectoparasites found on nilem fish at BBI Singasari and UPR Jipang were Trichodina sp. and Monogenea while Oodinium sp. and Ichthyophthirius multifiliis were only found on UPR Jipang. The highest prevalence of nilem fish ectoparasite at BBI Singasari is Monogenea on gills 70% ‘usual’. While the highest of nilem fish ectoparasites in UPR Jipang Village was Trichodina sp. on the gills 95% 'almost always'. The highest intensity of nilem fish ectoparasite was Trichodina sp. on the gills 8 ind/fish 'light', while the highest intensity of Nilem fish ectoparasites in UPR Jipang was Trichodina sp. on the gills 100.2 ind/fish 'very heavy'. The intensity of Trichodina sp. on the gills of Nilem fish in the UPR Jipang was significantly higher than BBI Singasari. Water quality values such as temperature, pH, and dissolved oxygen at BBI Singasari and UPR Jipang are still within the normal range for aquaculture activity. | |
| 33296 | 36410 | I1B018079 | Faktor-faktor yang Memengaruhi Stres Mahsiswa dalam Menyelesaikan Skripsi di Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman pada Masa New Normal | Latar Belakang : Kondisi pandemi COVID-19 saat ini membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Perubahan yang diakibatkan oleh pandemi membawa berbagai dampak dalam kehidupan salah satunya dalam sektor pendidikan. Dampak bagi mahasiswa semester akhir salah satunya adalah keterbatasan mahasiswa untuk melakukan bimbingan skripsi secara langsung dan juga mencari referensi buku untuk kebutuhan penulisan skripsi yang akan mengakibatkan stres pada mahasiswa. Stres mahasiswa dapat dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat memengaruhi stres mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi. Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode studi deskriptif analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Dengan jumlah populasi 70 mahasiswa. Dan menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini diadaptasi dari Perceived Stress Scale kemudian dimodifikasi kembali oleh peneliti dan kuesioner yang berisi pertanyaan karakteristik responden beserta faktor-faktor yang memengaruhi stres. Analisis data menggunakan uji Kolmogorov Smirnov. Hasil : Mayoritas mahasiswa memiliki stres dengan tingkat sedang sebesar 68,6%. Hasil analisis bivariat pada variabel motivasi yaitu p=0.001 (p<0.050), sedangkan pada variabel manajemen waktu dan lingkungan sosial p=0.006 (p<0.050). Kesimpulan : Faktor-faktor yang memengaruhi stres Mahasiswa Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman dalam menyelesaikan skripsi selama masa normal baru adalah manajemen waktu mahasiswa dan lingkungan sosial mahasiswa. Kata Kunci : Mahasiswa, Skripsi, Stres, Normal baru | Background : The current state of the COVID-19 pandemic is bringing changes to the lives of the Indonesian people. The changes brought about by the pandemic brought about various impacts on life in one of them in the education sector. The impact for students of the final semester is one of the students' limitations to conducting direct thesis guidance and also seeking book references to the needs of writing scripts that will result in stress on students. Student stress can be affected by both internal and external factors. This study aims to find out what factors may affect student stress in completing thesis. Methodology : This study used a method of descriptive study of analytical correlation with cross sectional approach. With a population of 70. And it used a total sampling technique. The instruments used in this study were adapted from Perceived Stress Scale then re-modified by researchers and questionnaires containing respondents' characteristic questions along with fthe actors who influence stress. Analyze the data using the Kolmogorov Smirnov test. Result : Majority of college students have moderate levels of stress of 68.6%. Significant factors were time management and social environment with each result p=0.006 (p<0.050) whereas there was no significant relationship in the motivational variable with the result p=0.050 (p<0.050). Conclusion : Factors influencing General Soedirman University Nursing Students' stress in completing thesis during the new normal period are student time management and student social environment. Keywords : Student, Thesis, Stress, New Normal | |
| 33297 | 36411 | G1B018016 | Hubungan Motivasi Perawatan Gigi dan Kualitas Hidup Terkait Kesehatan Gigi dan Mulut Lansia dengan Diabetes Mellitus di Puskesmas Ajibarang I | Motivasi perawatan gigi yang rendah pada lansia yang rentan mengalami penyakit seperti Diabetes mellitus (DM) dapat menyebabkan masalah kesehatan gigi dan mulut. Masalah kesehatan gigi dan mulut dapat mempengaruhi kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut. Puskesmas Ajibarang I memiliki kasus DM yang tinggi dan kunjungan ke dokter gigi pada lansia yang menurun sejak tahun 2019 serta masalah kesehatan gigi dan mulut yang didominasi oleh karies dan periodontitis menunjukkan kurangnya motivasi perawatan gigi sehingga mempengaruhi kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan motivasi perawatan gigi dan kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut lansia dengan DM di Puskesmas Ajibarang I. Metode penelitian ini yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 72 orang yang dipilih secara purposive sampling dengan kriteria lansia berusia 60 tahun dengan kondisi DM. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner motivasi perawatan gigi dan Geriatric Oral Health Assesment Index (GOHAI). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi perawatan gigi (p=0,000) memiliki hubungan dengan kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut pada lansia dengan DM. Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara motivasi perawatan gigi dengan kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut lanisa dengan DM di Puskesmas Ajibarang I. | Low motivation for dental care in elderly who are susceptible to diseases such as diabetes mellitus (DM) can cause oral health problems. Oral health problems can affect the oral health related-quality of life. Puskesmas Ajibarang I has high DM cases and visits to the dentist in elderly have decreased since 2019 and oral health problems which are dominated by caries and periodontitis indicate a lack of motivation for dental care that affects oral health-related quality of life. The purpose of this study was to determine the relationship between motivation for dental care and oral health-related quality of life related in elderly with DM at Puskesmas Ajibarang I. The method of this research was analytic observational with a cross-sectional approach. The research sample amounted to 72 people who were selected by purposive sampling with the criteria of elderly aged 60 years with DM conditions. The research instrument used a dental care motivation questionnaire and the mwwGeriatric Oral Health Assessment Index (GOHAI). Data analysis was carried out univariate and bivariate using chi-square test. The results showed that the motivation for dental care (p=0.000) had a relationship with the oral health-related quality of life in elderly with DM. The conclusion of this study is that there is a relationship between motivation for dental care and oral health-related quality of life in elderly with DM at Puskesmas Ajibarang I. | |
| 33298 | 36414 | E1A018175 | PERMOHONAN DISPENSASI YANG DITOLAK (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Pangkajene Nomor 0228/Pdt.P/2020/PA.Pkj) | Batas usia perkawinan diatur dalam Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 yaitu baik bagi pria maupun wanita adalah 19 tahun. Namun apabila terdapat keadaan mendesak yang menyebabkan seseorang harus melangsungkan perkawinan di bawah umur, maka sesuai Pasal 7 ayat (2) orang tua pihak pria dan/atau orang tua pihak wanita dapat meminta dispensasi kepada Pengadilan dengan alasan sangat mendesak disertai bukti-bukti pendukung yang cukup. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana dasar pertimbangan hakim dalam menolak Permohonan Dispensasi Kawin Putusan Pengadilan Agama Pangkajene Nomor 0228/Pdt.P/2020/PA.Pkj. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian yaitu penelitian perspektif analisis, sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder, metode pengumpulan data dengan studi kepustakaan dengan inventarisasi data yang terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan metode analisis dengan menggunakan normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa Hakim Pengadilan Agama Pangkajene berwenang mengadili perkara dengan Nomor 0228/Pdt.P/2020/PA.Pangkajene berdasarkan Pasal 49 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 jo Undang-Undang No. 50 Tahun 2009 Tentang Peradilan Agama. Selanjutnya Hakim dalam menolak permohonan dispensasi kawin berdasarkan Pasal 7 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, Pasal 6 ayat (1) Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi Kawin mewajibkan perkawinan hanya diizinkan apabila calon mempelai pria dan Wanita sudah mencapai umur 19 tahun dan alasan yang diajukan oleh pemohon dinilai tidak bersifat ‘alasan mendesak’. Pasal 26 ayat (1) angka (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 dan perubahan kedua Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perlindungan Anak mengatur bahwa orang tua berkewajiban dan bertanggung- jawab untuk mengurus, memelihara, mendidik dan melindungi anak sesuai dengan mkemampuan, minat dan bakatnya serta mencegah perkawinan di usia anak-anakHakim dalam menolak permohonan dispensasi kawin juga berdasarkan dengan Kaidah Hukum Islam. Menurut peneliti apabila hakim dalam menolak dispensasi kawin menggunakan kerangka berpikir Islam, maka hakim seharusnya mengabulkan permohonan dispensasi kawin dari Pemohon, apabila tidak dikabulkan akan sangat dikhawatirkan kedepannya akan timbul kemudharatan bahkan hal yang sangat buruk bisa terjadi yaitu hamil diluar nikah. | The age limit for marriage is regulated in Article 7 paragraph (1) of Law Number 16 of 2019 which is 19 years for both men and women. However, if there is an urgent situation that causes a person to have an underage marriage, then in accordance with Article 7 paragraph (2) the parents of the male and/or female parents may request a dispensation from the Court for reasons of extreme urgency accompanied by sufficient supporting evidence. The formulation of the problem in this study is how the judge's basic considerations in rejecting the Application for Marriage Dispensation for the Decision of the Pangkajene Religious Court Number 0228/Pdt.P/2020/PA.Pkj. The method used is normative juridical, research specifications are analytical perspective research, data sources used are secondary data sources, data collection methods are literature studies with an inventory of data collected and then presented in the form of narrative texts and analytical methods using qualitative normative. Based on the results of the study, it was concluded that the Judges of the Pangkajene Religious Court were authorized to adjudicate cases with Number 0228/Pdt.P/2020/PA.Pangkajene based on Article 49 of Law Number 3 of 2006 in conjunction with Law no. 50 of 2009 concerning Religious Courts. Furthermore, the Judge in rejecting the application for a marriage dispensation based on Article 7 paragraph (1) and paragraph (2) of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage, Article 6 paragraph (1) of the Regulation of the Supreme Court Number 5 of 2019 concerning Guidelines for Adjudicating Applications for Marriage Dispensation requires marriage only permitted if the prospective groom and bride have reached the age of 19 years and the reasons put forward by the applicant are considered not to be 'urgent reasons'. Article 26 paragraph (1) number (3) of Law Number 23 of 2002 as amended by Law Number 35 of 2014 and the second amendment to Law Number 17 of 2016 concerning Child Protection stipulates that parents are obliged and responsible to take care of, maintain, educate and protect children according to their abilities, interests and talents and prevent marriage at the age of children. The judge in rejecting the application for dispensation for marriage is also based on the Islamic Law. According to the researcher, if the judge in rejecting the marriage dispensation uses an Islamic framework, then the judge should grant the request for a marriage dispensation from the Petitioner, if it is not granted it will be very worrying that in the future there will be harm and even very bad things can happen, namely pregnancy out of wedlock. | |
| 33299 | 36142 | E1A016239 | Upaya Hukum Permohonan Pembatalan Putusan Arbitrase Berdasarkan Tipu Muslihat (Studi Putusan Nomor 425/Pdt.G/Arb/2016/PN.Jkt.Sel | Arbitrase merupakan alternatif penyelesaian sengketa yang dinilai sebagai suatu penyelesaian sengketa yang independen. Putusan Arbitrase agar dapat dieksekusi harus didaftarkan ke Kepaniteraan Pengadilan Negeri domisili tergugat sesuai dengan Pasal 62 Undang – Undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif Peyelesaian Sengketa ( UUAAPS ). Putusan arbitrase dapat dimohonkan pembatalan putusan arbitrase melalui Pengadilan Negeri dengan alasan yang tertuang dalam Pasal 70 UUAAPS. Pihak yang merasa keberatan terhadap putusan arbitrase Badan Arbitrase Nasional Indonesia dapat mengajukan permohonan pembatalan arbitrase ke Pengadilan Negeri. Penelitian terhadap Putusan Nomor 425/Pdt.G/Arb/2016/PN.Jkt.Sel. Majelis Hakim menerima dan mengabulkan permohonan pembatalan putusan arbitrase dalam perkara Putusan Arbitrase BANI Nomor 646/I/ARB-BANI/2015 dikarenakan adanya tipu muslihat. Peneliti menggunakan yuridis normatif Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan analisis secara normatif kualitatif. Spesifikasi penelitian Preskriptif. Sumber data sekunder. Metode pengumpulan data yaitu studi Kepustakaan. Metode penyajian data naratif. Hasil penelitian : 1) Pertimbangan hukum Majelis Hakim yang menerima dan mengabulkan permohonan pembatalan putusan arbitrase dalam perkara pembatalan Putusan Arbitrase BANI Nomor 646/I/ARB-BANI/2015 dalam Putusan Nomor : 425/Pdt.G/Arb/2016/PN.Jkt.Sel. karena dipenuhinya syarat formil dan materiil permohonan pembatalan putusan arbitrase dan atas dasar adanya tipu muslihat yang dilakukan Termohon I, telah sesuai dalam menerapkan Pasal 70 huruf c UUAAPS. 2) Akibat hukum dari dikabulkannya permohonan pembatalan putusan arbitrase yaitu keadaan menjadi seperti semula karena putusan Nomor : 425/Pdt.G/Arb/2016/PN.Jkt.Sel. dinyatakan batal dan dianggap tidak pernah ada atau tidak berkekuatan hukum yang mengikat. | Arbitration is an alternative dispute resolution which is considered as an independent dispute resolution. In order for an arbitration decision to be executed, it must be registered at the Registrar's Office at the District Court where the defendant resides in accordance with Article 62 of Law Number 30 of 1999 concerning Arbitration and Alternative Dispute Resolution (UUAAPS). An arbitration award can be requested for cancellation of the arbitration award through the District Court where the defendant resides on the grounds stated in Article 70 of the UUAAPS. Parties who object to the arbitration decision of the Indonesian National Arbitration Board may apply for the cancellation of the arbitration to the District Court. Research on Decision Number 425/Pdt.G/Arb/2016/PN.Jkt.Sel. The Panel of Judges accepted and granted the request for annulment of the arbitration award in the BANI Decision Number 646/I/ARB-BANI/2015 due to a ruse. The researcher uses normative juridical. Legislative approach method. Prescriptive research specifications. Secondary data sources. The data collection method is literature study. Narrative data presentation method. The results of the study: 1) Legal considerations of the Panel of Judges who accepted and granted the request for annulment of the arbitration award in the case of the cancellation of the BANI Arbitration Decision Number 646/I/ARB-BANI/2015 in the Decision Number: 425/Pdt.G/Arb/2016/PN.Jkt.Sel. because the formal and material requirements of the appeal for annulment of arbitration award and on the basis of a ruse carried out by Respondent I have been complied with in applying Article 70 letter c of the UUAAPS. 2) The legal consequence of the granting of the request for the cancellation of the arbitral award is that the situation has returned to normal due to the decision Number: 425/Pdt.G/Arb/2016/PN.Jkt.Sel. declared null and void and deemed to have never existed or has no binding legal force. | |
| 33300 | 36415 | K1C016055 | Efek Mechanical Milling Terhadap Morfologi Permukaan Silika Abu Sekam Padi | Limbah abu sekam padi dari pembakaran batu bata merah dapat mencemari lingkungan jika tidak dilakukan pengelolaan yang memadai. Abu sekam padi merupakan sumber silika sehingga limbah abu sekam padi dapat dimanfaatkan menjadi serbuk silika. Sintesis silika abu sekam padi telah berhasil dilakukan menggunakan metode sol gel ekstraksi alkalin dengan larutan NaOH 1N dan penambahan larutan asam CH3COOH 1%. Serbuk silika kemudian dilakukan mechanical milling selama 15 jam dengan kecepatan 250 rpm. Serbuk silika tanpa milling (S0) dan dengan milling selama 15 jam (S15) dilakukan karakterisasi menggunakan SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi permukaan silka S0 dan S0 memiliki bentuk butiran partikel yang beragam. Namun, butiran silika S15 cenderung aglomerasi. Ukuran butiran silika S0 adalah 3,070 ± 0,166 µm dan silika S15 adalah 0,985 ± 0,034 µm. | Rice husk ash waste from burning red bricks can pollute the environment if does not receive an adequate management. Rice husk ash is a source of silica so that rice husk ash waste can be used as silica powder. The synthesis of rice husk ash silica has been successfully synthesized using the alkaline extraction sol gel method with 1N NaOH solution and the addition of 1% CH3COOH acid solution. Then, silica powder was mechanically milled for 15 hours at a speed of 250 rpm. Silica powder without milling (S0) and milling for 15 hours (S15) was characterized using SEM to anaylzed the surface morphology. The results showed that the surface morphological of silica S0 and S15 had various particle shapes. However, S15 silica granules tend to agglomerate. The grain size of t S0 silica was 3.070 ± 0.166 µm and the S15 silica was 0.985 ± 0.034 µm |